Kimia bukan hafalan rumus dan nama. Kimia adalah cerita tentang atom yang berpasangan, berpisah, dan berubah. Yuk, kita ikuti ceritanya!
Komik, animasi langkah demi langkah, Molekul 3D yang bisa diputar dan diukur, Tabel Periodik Hidup, Penyetara Reaksi, Rumus Hidup, Lab Mini, contoh dari dapur sampai Kawah Ijen, dan tangga soal dari Pemula sampai IGCSE, IB, dan Olimpiade.
Penulis: dr. Rachmat Hidayat, M.Sc, PhD · Editor: Abdullah Hanif Hidayat · Didukung oleh Aurumgen Academy
Kenalan dulu, yuk!
Bima
Anak SMP dari Malang yang selalu ingin mencoba. Kacamata pelindung tidak pernah lepas dari dahinya. Tebakannya cepat, kadang meleset, tetapi ia tidak pernah kapok bertanya "kenapa?".
Laras
Sahabat Bima dari Makassar. Teliti, rapi, dan selalu mencatat data di buku lab-nya. Kalimat andalannya: "Datanya mana? Kita ukur dulu."
Kak Tirta
Kakak mentor yang bekerja di laboratorium. Humoris, gemar analogi dari dapur dan pasar, dan sangat cerewet soal keselamatan kerja: "Kacamata dulu, baru bereksperimen!"
Kimo si Komodo
Maskot cerdik dari Pulau Komodo. Ia suka fakta unik, jembatan keledai, dan trik cepat yang tetap bisa dijelaskan. Lidahnya bercabang, tetapi penjelasannya selalu lurus.
Klub Unsur
Atom-atom yang punya kepribadian: Natrium yang royal memberi elektron, Klorin yang rakus menerima, Oksigen yang populer, Karbon bertangan empat yang suka bergandengan, Hidrogen si mungil, dan Neon si bangsawan yang cuek.
Lima janji Chemipedia
🔍
Lihat partikelnya dulu
Setiap konsep dimulai dari "apa yang dilakukan atom dan molekul". Rumus datang belakangan, sebagai cara menghitung cerita itu.
🎮
Boleh diutak-atik
Putar molekul, setarakan reaksi, tuang larutan, panaskan gas. Kimia paling mudah dipahami saat kamu "bereksperimen" sendiri.
🇮🇩
Dekat dengan hidupmu
Tempe, kunyit, cabai, garam Madura, belerang Ijen, nikel Sulawesi, air PDAM. Kimia Nusantara ada di sekitarmu.
🥽
Aman dan bertanggung jawab
Setiap percobaan rumah memakai bahan dapur yang aman, lengkap dengan piktogram bahaya dan aturan keselamatan.
🏔️
Tangga sampai puncak
Dari soal Pemula untuk SD sampai soal gaya IGCSE, IB, dan Olimpiade Kimia, semuanya dengan pembahasan.
Cara belajar di Chemipedia
Setiap bab mengikuti alur yang sama. Kamu akan memahami, mengaplikasikan, lalu merefleksikan, sesuai semangat Pembelajaran Mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Komik pembukaPeristiwa nyata dari dapur, pasar, atau alam.
Tebak Dulu!Pilih prediksimu sebelum belajar. Salah tebak itu bagus!
Dunia partikelKonsep dibuat tampak lewat animasi atom dan molekul.
Molekul 3DPutar, ukur sudut, lihat pasangan elektron bebas.
Lab MiniLaboratorium virtual yang aman dan bisa diulang.
Contoh bertingkatContoh → kerjakan bersama → coba sendiri.
Awas Jebakan!Miskonsepsi yang paling sering terjadi.
Kimia di SekitarmuDari jamu sampai baterai kendaraan listrik.
Tangga LatihanSoal dari Pemula sampai Olimpiade.
Tiga mode bacaanDi kanan atas ada tombol Dasar · SMA · Lanjut. Mode Dasar memakai bahasa paling sederhana untuk SD–SMP. Mode SMA adalah standar kelas X–XII. Mode Lanjut membuka kotak 🚀 berisi pendalaman IGCSE, IB, dan olimpiade. Tombol 🌙 mengubah buku menjadi Lab Malam.
Menulis jawabanDi kotak isian angka kamu boleh menulis desimal (0,75), pecahan (3/4), notasi ilmiah (6,02e23 atau 6,02×10^23), atau pangkat. Di kotak isian rumus, tulis angka indeks biasa: H2SO4, Ca(OH)2, CuSO4.5H2O, Fe^3+.
Keselamatan duluSemua "Tantangan Rumah" memakai bahan dapur yang aman. Tetap lakukan bersama orang dewasa, jangan pernah mencicipi atau mencampur bahan kimia rumah tangga (misalnya pemutih dengan pembersih lantai), dan pakai kacamata atau pelindung bila ada.
Pilih jalur belajarmu
🌱 SD – SMP
Bacaan Dasar. Mulai dari Bab 1–5, 8, 10, 16, 17, 23, 26, dan 36.
Lv 1Lv 2
⚔️ SMA · TKA · UTBK
Bacaan SMA. Ikuti urutan bab. Fokus pada Molekul 3D, Penyetara Reaksi, Rumus Hidup, dan contoh bertingkat.
Semua bab. Inti: stoikiometri (17–18), struktur (7, 11–12), termodinamika & kinetika (19–22), larutan (26–28), elektrokimia (29–31), organik (32–34), spektroskopi (39).
Rujukan: Capaian Pembelajaran 2025 (Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025). Label "gaya IGCSE/IB/olimpiade" menunjukkan tingkat dan format soal, bukan soal resmi.
01
Bab 1 · Dunia Kimia
Kimia Ada di Mana-mana: Dapurmu Adalah Laboratorium
Sebelum sarapan pagi ini, kamu sudah menyalakan puluhan reaksi kimia: di kompor, di wajan, bahkan di dalam perutmu. Bab ini mengajakmu memakai "kacamata kimia" untuk melihat dunia, dari semangkuk mi sampai sehelai batik, dari jamu sampai baterai mobil listrik.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan kimia sebagai ilmu tentang materi dan perubahannya, lalu menemukan contohnya di dapur dan tubuhmu;
membedakan perubahan fisika dan perubahan kimia pada tingkat makroskopik, partikel, dan simbol;
menyebutkan cabang-cabang kimia dan profesi yang memakainya di Indonesia;
merancang percobaan yang adil dengan metode ilmiah: hipotesis, variabel bebas, terikat, dan kontrol;
mengenal alat laboratorium, aturan keselamatan, dan sembilan piktogram bahaya GHS, serta menghitung massa jenis dan persentase massa.
Di Mana Kimianya? Komik · 4 panel
Sabtu malam, dapur rumah Bima
BimaKak, aku cuma masak mi instan. Di mana kimianya? Di sini kan nggak ada tabung reaksi!
Kak TirtaBanyak! Gas LPG terbakar, air mendidih, garam bumbu larut, dan warna keemasan mi itu hasil reaksi Maillard waktu digoreng di pabrik.
LarasAku catat, ya. Mendidih dan larut: zatnya tetap sama. Terbakar dan Maillard: muncul zat baru!
Kak TirtaTepat! Itulah bedanya perubahan fisika dan perubahan kimia.
Kimo tiba-tiba muncul…WAH!
KimoItu belum seberapa! Tubuhmu sendiri pabrik kimia: ribuan reaksi tiap detik, termasuk mencerna mi itu.
BimaJadi aku ini… laboratorium berjalan?!
Bima melihat tulisan "BEBAS BAHAN KIMIA" pada sebotol air minum kemasan. Bagaimana pendapatmu?
Benar. Air minum memang tidak mengandung bahan kimia.
Benar, karena airnya diambil dari mata air pegunungan yang alami.
Keliru. Air itu sendiri adalah zat kimia, ditambah mineral yang terlarut di dalamnya.
Keliru, tetapi hanya karena botol plastiknya terbuat dari bahan kimia.
Jawabannya: keliru! Segala sesuatu yang punya massa dan menempati ruang tersusun atas zat kimia. Air adalah \(\ce{H2O}\), dan "mineral" di dalamnya adalah ion seperti \(\ce{Ca^2+}\), \(\ce{Mg^2+}\), dan \(\ce{HCO3-}\). Tulisan "bebas bahan kimia" hanyalah gaya iklan. Pertanyaan yang lebih cerdas adalah: zat apa, dan berapa banyak?
1.1Kimia: ilmu tentang materi dan perubahannya
Coba lihat sekelilingmu: meja, udara, air di gelas, bahkan kulitmu sendiri. Semuanya adalah materi. Kimia bertanya tiga hal tentang materi: terbuat dari apa, bagaimana sifatnya, dan bagaimana ia bisa berubah menjadi zat lain.
Bayangkan kimia sebagai ilmu memasak alam semesta. Bahan-bahannya adalah atom, resepnya adalah reaksi, dan dapurnya ada di mana-mana: di kompor, di dalam tanah, di daun, dan di perutmu. Waktu kamu menggoreng tempe, menyalakan kompor, atau melihat besi berkarat, kamu sedang menyaksikan kimia bekerja.
Definisi · Kimia dan materiKimia adalah ilmu yang mempelajari materi: susunannya (terbuat dari apa), strukturnya (bagaimana partikelnya tersusun), sifat-sifatnya, perubahan yang dialaminya, dan energi yang menyertai perubahan itu. Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.
Semua materi tersusun atas partikel yang sangat kecil: atom, molekul, dan ion. Air tersusun atas atom H dan O; garam dapur tersusun atas ion Na dan Cl; gas LPG tersusun atas atom C dan H. Ketuk lambangnya untuk berkenalan. Mari kita pakai "kacamata kimia" untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di panci mi Bima.
Ini dunia makroskopik: yang bisa kamu lihat, cium, dan rasakan. Api biru, air bergolak, uap mengepul, bumbu ditaburkan. Ketuk Lanjut untuk memperbesar kira-kira 100 juta kali!
Api: molekul propana dari LPG bertumbukan dengan oksigen. Ikatannya putus, lalu atom-atomnya bergabung ulang menjadi karbon dioksida dan air. Muncul zat baru, jadi ini perubahan kimia (reaksi kimia): \(\ce{C3H8 + 5O2 -> 3CO2 + 4H2O}\). Hitung atomnya: kiri dan kanan sama banyak!
Mendidih: molekul air bergerak makin cepat sampai lepas dari tetangganya menjadi gas. Gelembung di air mendidih berisi uap air, bukan udara. Molekulnya tetap \(\ce{H2O}\), jadi ini perubahan fisika.
Larut: molekul air menarik ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) keluar dari kristal garam lalu mengepungnya. Perhatikan: sisi oksigen menghadap \(\ce{Na+}\), sisi hidrogen menghadap \(\ce{Cl-}\). Ionnya tidak berubah; bila airnya diuapkan, garam kembali. Ini juga perubahan fisika.
Keemasan: saat mi digoreng di pabrik (±150 °C), gula dan asam amino di permukaan adonan bereaksi (reaksi Maillard). Terbentuk pigmen cokelat-keemasan dan ratusan zat aroma baru. Reaksi yang sama membuat tempe goreng, roti panggang, dan kopi sangrai harum. Ini perubahan kimia.
Tiga cara melihat satu peristiwa: makroskopik (yang terlihat), submikroskopik (partikel), dan simbolik (rumus). Kimiawan yang hebat lincah berpindah di antara ketiganya, dan buku ini akan melatihmu!
Aturan · Perubahan fisika atau perubahan kimia?Tanyakan satu hal: apakah terbentuk zat baru?
Perubahan fisika: wujud, bentuk, atau ukuran berubah, tetapi zatnya tetap sama. Contoh: es mencair, air mendidih, gula larut, kayu dipotong.
Perubahan kimia (reaksi kimia): atom-atom bergabung ulang membentuk zat baru dengan sifat baru. Contoh: gas terbakar, besi berkarat, nasi basi, tempe digoreng menjadi cokelat.
Tanda-tanda reaksi kimia: timbul gas, terbentuk endapan, warna berubah, suhu berubah, muncul cahaya, atau bau baru.
Awas jebakanTanda-tanda reaksi hanyalah petunjuk, bukan bukti. Air mendidih juga bergelembung dan es mencair juga menyerap panas, padahal keduanya hanya perubahan fisika. Selalu kembali ke pertanyaan inti: apakah partikelnya berubah menjadi zat lain?
Peristiwa di sepiring mi
Apa yang terjadi pada partikelnya?
Jenis perubahan
LPG menyala di kompor
propana dan butana bereaksi dengan oksigen menjadi \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{H2O}\)
kimia
Air mendidih
molekul \(\ce{H2O}\) lepas dari cairan menjadi gas
fisika
Garam dan bumbu larut
ion dan molekul bumbu menyebar di antara molekul air
fisika
Minyak bumbu mencair di kuah panas
molekul lemak bergerak lebih bebas
fisika
Mi berwarna keemasan (digoreng di pabrik)
gula + asam amino menjadi pigmen dan zat aroma (Maillard)
kimia
Kamu mengunyah mi
enzim amilase di ludah memotong pati menjadi gula sederhana
kimia
Persamaan reaksi pada langkah 2 tadi adalah bahasa simbolik kimia. Jumlah setiap jenis atom di kiri dan kanan panah harus sama, karena atom tidak bisa muncul atau lenyap begitu saja. Kamu akan belajar menuliskannya di Bab 16, tetapi tidak ada salahnya mengintip sekarang:
Tekan − dan + untuk mengubah koefisien sampai timbangan datar. Reaksi pertama adalah LPG (propana) terbakar, kedua butana dari LPG, ketiga pernapasan sel di tubuhmu, dan keempat peragian tapai (glukosa menjadi alkohol dan gas karbon dioksida). Buntu? Pakai tombol 💡.
"Bahan kimia itu pasti berbahaya dan buatan pabrik."
Semua materi adalah bahan kimia: air, oksigen, vitamin C di jeruk, kurkumin di kunyit. Bahaya ditentukan oleh jenis zat dan dosisnya, bukan oleh asalnya.
"Yang alami pasti aman."
Singkong pahit mengandung zat yang dapat melepaskan sianida, dan banyak jamur liar beracun. Keduanya 100% alami! Itulah sebabnya singkong pahit harus direndam dan dimasak dengan benar.
"Kimia itu hanya hafalan rumus."
Kimia adalah cara berpikir: mengamati, menduga, lalu menguji. Rumus hanyalah bahasa singkat untuk menceritakan apa yang dilakukan partikel. Pahami ceritanya, rumusnya ikut teringat.
"Produk berlabel 'tanpa bahan kimia' lebih sehat."
Produk tanpa bahan kimia itu mustahil, karena produknya sendiri tersusun atas zat kimia. Baca daftar komposisinya: zat apa dan berapa banyak.
Air, vitamin C dari jeruk, kurkumin dari kunyit, kapsaisin dari cabai, eugenol dari cengkeh, gingerol dari jahe, kafein dari kopi, dan zat wangi pandan. Semuanya "bahan kimia alami". Putar setiap molekul dan hitung atom karbonnya (bola abu-abu gelap). Molekul mana yang paling besar?
Golongkan peristiwa berikut menjadi perubahan fisika atau perubahan kimia: (a) es batu mencair di es teh, (b) nasi basi berbau asam, (c) gula dilarutkan dalam teh, (d) kembang api menyala berwarna-warni.
Tanyakan untuk setiap peristiwa: apakah terbentuk zat baru?
(a) Es dan air sama-sama \(\ce{H2O}\); hanya wujudnya berubah → fisika.
(b) Bakteri mengubah zat dalam nasi menjadi asam dan zat berbau → zat baru → kimia.
(c) Gula masih gula, bisa didapatkan kembali dengan menguapkan airnya → fisika.
(d) Bahan kembang api terbakar menghasilkan gas, asap, cahaya, dan panas → kimia.
Fisika: (a) dan (c). Kimia: (b) dan (d). Kuncinya bukan seberapa "heboh" perubahannya, tetapi apakah zat baru terbentuk.
1.2Cabang kimia dan profesi kimiawan
Kimia sangat luas, sehingga para ilmuwan membaginya menjadi beberapa cabang. Setiap cabang punya "pertanyaan favorit" sendiri. Dalam praktik, cabang-cabang ini saling meminjam alat dan ide.
Cabang
Pertanyaan favoritnya
Contoh di sekitarmu
Kimia organik
Bagaimana senyawa karbon tersusun dan bereaksi?
kapsaisin cabai, obat, plastik, bensin
Kimia anorganik
Bagaimana sifat logam, mineral, dan garam?
nikel untuk baterai, semen, garam Madura
Kimia fisik
Mengapa dan seberapa cepat reaksi terjadi? Berapa energinya?
kecepatan gula larut, baterai, kompres dingin
Kimia analitik
Zat apa yang ada di sini, dan berapa banyak?
uji formalin pada tahu, kadar gula darah
Biokimia
Reaksi apa yang terjadi di dalam makhluk hidup?
pencernaan, fermentasi tempe dan tapai
Ada juga cabang yang lebih muda, seperti kimia lingkungan (kabut asap, sampah plastik, kualitas air sungai), kimia material (baterai, semikonduktor, bioplastik), dan kimia inti (radioaktivitas untuk kedokteran dan pembangkit listrik).
Siapa saja yang bekerja dengan kimia?
Profesi
Contoh pekerjaannya
Apoteker
meracik dan memeriksa obat, menjelaskan dosis dan efek sampingnya
Analis pangan dan obat (misalnya di BPOM)
menguji jajanan dari pewarna terlarang Rhodamin B, formalin, dan boraks
Insinyur kimia
menjalankan kilang minyak di Balikpapan dan Cilacap, pabrik pupuk, semen, dan kelapa sawit
Ahli forensik
memeriksa racun, noda, dan serat sebagai barang bukti
Peneliti di BRIN dan kampus
mencari obat dari tumbuhan hutan, bahan bakar nabati, dan bahan baterai
Ahli material dan metalurgi
mengolah bijih nikel Sulawesi menjadi bahan baterai
Peracik aroma dan rasa
meracik parfum dari minyak nilam Aceh dan cita rasa dari rempah
Ahli lingkungan
memantau kualitas air sungai, udara, dan limbah pabrik
Guru kimia
menularkan rasa ingin tahu (dan menjaga semua orang tetap selamat di lab)!
Kimia Nusantara · Penjaga di balik layarSetiap kali kamu membeli jajanan berlabel izin edar, ada kimiawan yang bekerja di baliknya. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menguji obat, kosmetik, dan pangan dari zat berbahaya. BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) meneliti mulai dari obat herbal sampai baterai. Pabrik pupuk di Gresik, Bontang, dan Palembang memberi makan sawah-sawah kita. Semuanya membutuhkan orang yang paham kimia, mungkin suatu hari kamu!
Tamu dari masa laluKata kimia sampai kepada kita lewat bahasa Arab al-kīmiyā'; asal-usul yang lebih tua masih diperdebatkan. Para alkimiawan di dunia Islam abad ke-8 sampai ke-10, seperti tokoh-tokoh yang dikenal sebagai Jabir ibn Hayyan dan Abu Bakar ar-Razi, menyempurnakan teknik distilasi, kristalisasi, dan penyaringan; ar-Razi bahkan menggolongkan zat menjadi mineral, tumbuhan, dan hewan. Seribu tahun kemudian, pada 1789, Antoine Lavoisier di Prancis menerbitkan buku teks kimia modern. Dibantu istrinya, Marie-Anne Paulze Lavoisier, yang menggambar alat-alat dan menerjemahkan karya ilmiah, ia menunjukkan bahwa massa tidak hilang dalam reaksi kimia dan menata cara menamai zat. Sayang, Lavoisier dihukum mati pada 1794 di masa Revolusi Prancis.
1.3Metode ilmiah: berpikir seperti detektif
Kimiawan tidak menebak lalu berhenti. Mereka bekerja seperti detektif: mengumpulkan petunjuk, menduga, lalu menguji dugaan itu dengan percobaan. Rangkaian langkah ini disebut metode ilmiah. Ikuti kisah Laras dan segelas es teh.
Metode ilmiah itu sederhana: lihat baik-baik, ajukan pertanyaan, tebak jawabannya, lalu buktikan dengan percobaan. Kalau tebakanmu salah, tidak apa-apa. Itu justru membuatmu belajar sesuatu yang baru!
Mengamati dengan pancaindra dan alat ukur. Pengamatan yang baik itu teliti dan dicatat, bukan sekadar "kayaknya".
Bertanya: ubah rasa penasaran menjadi pertanyaan yang bisa diuji dengan percobaan.
Hipotesis: jawaban sementara yang bisa diuji, sebaiknya dengan alasannya. Pola "jika …, maka …, karena …" sangat membantu.
Eksperimen: ubah satu hal saja (suhu), ukur hasilnya (waktu larut), dan jaga hal lain tetap sama.
Analisis data: susun tabel, hitung rata-rata, buat grafik, lalu cari polanya.
Simpulkan dan bagikan: apakah data mendukung hipotesis? Laporkan dengan jujur, termasuk bila hasilnya tidak sesuai harapan.
Setiap jawaban memunculkan pertanyaan baru. Itulah sebabnya sains terus berkembang!
Definisi · Tiga jenis variabel
Variabel bebas: hal yang sengaja diubah oleh peneliti (misalnya suhu air).
Variabel terikat: hal yang diukur sebagai hasil, karena nilainya bergantung pada variabel bebas (misalnya waktu sampai gula larut).
Variabel kontrol: semua hal yang dijaga tetap sama agar perbandingannya adil (volume air, jenis dan massa gula, cara mengaduk, ukuran gelas).
Trik Kak Tirta · UBAH–UKUR–JAGABebas = yang aku UBAH. Terikat = yang aku UKUR. Kontrol = yang aku JAGA. Kalau kamu bingung, tulis kalimat: "Aku mengubah ___ untuk melihat pengaruhnya pada ___, sambil menjaga ___ tetap sama."
Aturan · Percobaan yang adil (fair test)Dalam satu percobaan, ubah hanya satu variabel bebas. Bila dua hal diubah sekaligus dan hasilnya berbeda, kita tidak bisa tahu mana penyebabnya. Ulangi setiap perlakuan beberapa kali agar hasilnya bisa dipercaya.
Laras ingin tahu apakah suhu air memengaruhi kecepatan gula larut. Rancangan mana yang adil?
Gelas A: air panas dan diaduk. Gelas B: air dingin dan tidak diaduk.
Gelas A: air panas dengan gula halus. Gelas B: air dingin dengan gula batu.
Gelas A dan B sama-sama berisi 100 mL air dan 1 sendok teh gula pasir, diaduk dengan cara sama; hanya suhu airnya yang berbeda.
Cukup satu gelas air panas, lalu catat waktunya dengan teliti.
Jawabannya: rancangan ketiga. Pada pilihan pertama dan kedua, dua hal berubah sekaligus, sehingga kita tidak tahu mana yang membuat gula cepat larut. Pilihan keempat tidak punya pembanding sama sekali. Coba sendiri di Lab Mini berikut, termasuk membuat rancangan yang "curang"!
Pilih misi, lalu atur gelas A dan B. Pemeriksa di atas akan menilai: apakah hanya satu variabel yang berbeda, dan apakah itu variabel misimu? Tekan ▶ Jalankan dan amati lensa: molekul air bergerak lebih cepat di air panas, sedangkan pengadukan membawa air "segar" ke permukaan kristal. Selesaikan ketiga misi! Coba juga 🎲 rancangan acak, lalu perbaiki sampai adil.
Awas jebakanCepat larut tidak sama dengan banyak larut. Mengaduk dan menghaluskan gula hanya mempercepat gula larut; jumlah gula maksimum yang bisa larut (kelarutan) tidak berubah. Suhu berbeda: ia mempercepat dan menaikkan kelarutan gula.
Data percobaan biasanya disajikan dalam grafik. Grafik di bawah ini berasal dari data kelarutan nyata: berapa gram zat paling banyak yang dapat larut dalam 100 g air pada setiap suhu.
Seret titik oranye. Kenaikan suhu dari 0 °C ke 100 °C hampir melipatgandakan kelarutan gula, tetapi kelarutan garam hanya naik ±10%. Itulah sebabnya petani garam di Madura memakai penguapan oleh panas matahari, bukan pendinginan, untuk mendapatkan kristal garam.
Bima ingin membuktikan bahwa mengaduk membuat gula lebih cepat larut. Tentukan variabel bebas, terikat, dan kontrolnya, lalu rancang percobaannya.
Yang diubah (bebas): pengadukan, yaitu diaduk atau tidak diaduk.
Yang diukur (terikat): waktu sampai gula larut sempurna, dalam detik.
Yang dijaga (kontrol): suhu air, volume air (100 mL), jenis dan massa gula (5 g gula pasir), ukuran gelas, cara menentukan "larut sempurna".
Rancangan: dua gelas identik; gelas A diaduk 1 putaran per detik, gelas B didiamkan. Mulai stopwatch bersamaan. Ulangi 3 kali dan hitung rata-ratanya.
Bila gelas A selalu lebih cepat dalam ketiga ulangan, Bima punya bukti yang adil bahwa pengadukan mempercepat gula larut.
Tiga ulangan waktu larut gula: 52 s, 49 s, dan 55 s. Rata-ratanya \((52+49+55)/3 = 52\) s. Ketidakpastian dapat ditaksir dari setengah rentang: \((55-49)/2 = 3\) s, sehingga hasilnya ditulis \(52 \pm 3\) s, atau ketidakpastian relatif \(3/52 \times 100\% \approx 6\%\).
Galat acak (misalnya waktu reaksi jari menekan stopwatch) membuat data berserakan di sekitar nilai benar. Dapat dikurangi dengan menambah ulangan.
Galat sistematis (misalnya termometer yang selalu terbaca 2 °C terlalu tinggi) menggeser semua data ke satu arah. Menambah ulangan tidak menolong; alatnya harus dikalibrasi.
Data yang presisi saling berdekatan; data yang akurat dekat dengan nilai benar. Data bisa presisi tetapi tidak akurat!
1.4Alat laboratorium dan dua hitungan pertama
Dapurmu punya panci, gelas takar, dan timbangan. Laboratorium punya "saudara-saudaranya" yang dibuat dari kaca tahan panas dan diberi skala yang jauh lebih teliti. Kenali wajah-wajah mereka:
Dua belas alat dasar laboratorium kimia sekolah. Buret biasanya dijepit pada statif; kacamata pelindung wajib dipakai selama praktikum.
Alat
Fungsi utama
"Saudaranya" di dapur
Ketelitian
Gelas kimia
menampung, mencampur, memanaskan larutan
mangkuk, panci kecil
kasar (skala ±5%)
Labu Erlenmeyer
mengocok larutan tanpa tumpah; wadah titrasi
botol bermulut sempit
kasar
Gelas ukur
menakar volume cairan
gelas takar
sedang (±1%)
Pipet tetes
meneteskan cairan sedikit demi sedikit
sedotan yang ujungnya ditutup jari
tidak untuk mengukur
Buret dan pipet volume
mengukur volume sangat teliti, misalnya saat titrasi
tidak ada!
teliti (buret dibaca sampai 0,05 mL)
Tabung reaksi
mereaksikan zat dalam jumlah sedikit
gelas sloki
tidak untuk mengukur
Pembakar spiritus/Bunsen
memanaskan
kompor
–
Labu alas bulat
memanaskan larutan secara merata, distilasi
ketel
–
Neraca digital
menimbang massa
timbangan dapur
0,01 g (timbangan dapur: 1 g)
Corong
memindahkan cairan; menyaring dengan kertas saring
corong minyak
–
Trik Kak Tirta · Membaca meniskusPermukaan air di gelas ukur melengkung seperti senyum. Lengkungan ini disebut meniskus. Baca skala pada bagian terbawah lengkungan, dengan mata sejajar permukaan cairan. Membaca dari atas atau bawah membuat angkanya meleset (galat paralaks). Ingat: "gelas kimia menampung, gelas ukur menakar, buret menghitung tetes demi tetes."
Hitungan pertama: massa jenis
Neraca mengukur massa, gelas ukur mengukur volume. Gabungkan keduanya dan kamu mendapat besaran baru yang bisa mengenali zat: massa jenis (\(\rho\), dibaca "rho"), yaitu massa setiap satu satuan volume. Benda yang massa jenisnya lebih kecil daripada air (1 g/cm³) mengapung; yang lebih besar tenggelam.
Sebuah gelang "emas" bermassa 38,6 g dimasukkan ke gelas ukur berisi 20,0 mL air. Permukaan air naik menjadi 22,5 mL. Apakah gelang itu emas murni (\(\rho = 19{,}3\) g/cm³)?
Volume gelang = kenaikan air: \(V = 22{,}5 - 20{,}0 = 2{,}5\) mL \(= 2{,}5\) cm³.
Bandingkan: \(15{,}4 < 19{,}3\). Gelang itu lebih "ringan" daripada emas murni bervolume sama.
Bukan emas murni. Massa jenis ±15,4 g/cm³ cocok dengan paduan emas (misalnya emas 18 karat yang dicampur perak dan tembaga). Cara ini mirip kisah Archimedes dan mahkota raja!
Hitungan kedua: persentase massa
Label produk sering menulis kadar dalam persen: "pemutih mengandung natrium hipoklorit 5%", "susu berlemak 3,5%". Artinya, dalam setiap 100 g campuran ada 5 g atau 3,5 g zat itu. Inilah persentase massa.
Penjual es teh membuat seteko minuman dari 2.000 g air teh dan 240 g gula. (a) Berapa persen massa gula? (b) Satu gelas berisi 280 g minuman. Berapa gram gula yang kamu minum? (c) Berapa persen dari batas gula harian 50 g? (d) Bila 70 g es batu ditambahkan ke gelas itu dan mencair, berapa persen gulanya sekarang?
(a) Massa total \(= 2.000 + 240 = 2.240\) g. Kadar \(= \dfrac{240}{2.240} \times 100\% = 10{,}7\%\).
(b) Gula dalam segelas \(= 10{,}7\% \times 280\ \text{g} = \dfrac{240}{2.240} \times 280 = 30\) g.
(c) \(\dfrac{30}{50} \times 100\% = 60\%\) dari batas harian, hanya dari satu gelas!
(d) Es menambah massa air, bukan gula: \(\dfrac{30}{280 + 70} \times 100\% = \dfrac{30}{350} \times 100\% = 8{,}6\%\).
(a) 10,7% · (b) 30 g · (c) 60% · (d) 8,6%. Es batu membuat minuman terasa kurang manis, tetapi jumlah gula yang kamu minum tetap 30 g.
1.5Keselamatan kerja dan piktogram bahaya
Kimiawan yang hebat bukan yang paling berani, tetapi yang paling teliti menjaga keselamatan. Hampir semua kecelakaan di laboratorium sekolah bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana.
Di laboratorium, ada aturan seperti di jalan raya. Kita memakai kacamata pelindung seperti pengendara memakai helm. Kita tidak makan dan minum di lab, tidak mencicipi apa pun, dan selalu bertanya kepada guru kalau ragu.
KeselamatanKeselamatan dulu, percobaan kemudian: tidak ada hasil percobaan yang lebih berharga daripada mata dan kulitmu.
Pakai jas lab, kacamata pelindung, dan sepatu tertutup. Ikat rambut panjang; selipkan ujung kerudung ke dalam jas lab.
Jangan makan, minum, atau mencicipi apa pun di lab.
Mencium bau dengan mengibaskan uapnya ke arah hidung, bukan menghirup langsung dari mulut wadah.
Saat memanaskan tabung reaksi, arahkan mulut tabung menjauhi dirimu dan temanmu.
Baca label dua kali sebelum memakai. Jangan mengembalikan sisa bahan ke botol asal.
Buang limbah sesuai petunjuk guru, bukan sembarangan ke wastafel.
Ketahui letak keran air, pencuci mata, dan alat pemadam api. Laporkan setiap kecelakaan sekecil apa pun.
Bila bahan kimia mengenai kulit atau mata, segera bilas dengan air mengalir selama ±15 menit, lalu lapor ke guru.
Trik Kak Tirta · Asam masuk ke airBila suatu hari gurumu mengencerkan asam pekat, urutannya selalu: air dulu, asam dituang perlahan ke dalam air, bukan sebaliknya. Bila air dituang ke asam pekat, panas yang timbul bisa membuat cairan mendidih tiba-tiba dan memercik. Jembatan keledainya: "Asam ikut berenang ke kolam, bukan kolam ditumpahkan ke asam."
Bagaimana kita tahu sebuah bahan berbahaya? Lihat labelnya! Dunia memakai satu sistem lambang bahaya, yaitu GHS (Globally Harmonized System) buatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang juga diterapkan di Indonesia. Setiap piktogram berbentuk belah ketupat berbingkai merah. Label juga memuat kata sinyal "Bahaya" (lebih serius) atau "Peringatan".
Mudah menyala bensin, spiritus, LPGOksidator memperhebat apiEksplosif kembang api, mesiuGas bertekanan tabung gasKorosif air aki, soda apiToksik akut beracun walau sedikitIritan (tanda seru) perih di kulit/mataBahaya kesehatan merusak organ jangka panjangBahaya lingkungan meracuni ikan
Seret piktogram dari kotak bawah ke produk yang cocok. Satu produk bisa punya lebih dari satu bahaya; kotak bergaris putus-putus menunjukkan berapa yang masih kurang. Ketuk piktogram untuk membaca artinya, ketuk produk untuk membaca petunjuknya. Selesaikan kedua rak!
Di rumah pun ada banyak produk berlabel bahaya: pemutih pakaian, pembersih lantai dan porselen, obat nyamuk, spiritus, tiner, pupuk, dan pestisida. Simpan di wadah aslinya, jauh dari jangkauan adik kecil, jauh dari kompor, dan jangan pernah memindahkannya ke botol bekas minuman.
Awas jebakanMencampur dua pembersih tidak membuatnya dua kali lebih ampuh. Pemutih yang tercampur pembersih porselen (yang bersifat asam) atau pembersih beramonia melepaskan gas beracun. Pakai satu produk saja, bilas, dan pastikan ruangan berventilasi.
Tamu dari masa laluMarie Curie, peraih Nobel Fisika (1903) dan Nobel Kimia (1911), meneliti unsur radioaktif radium dan polonium tanpa pelindung, karena bahayanya belum dipahami. Ia meninggal pada 1934 karena penyakit darah yang diduga akibat radiasi. Buku-buku catatannya masih radioaktif hingga kini dan disimpan dalam kotak berlapis timbal di Prancis. Ilmu keselamatan lahir dari pengalaman pahit para perintis seperti dia.
1.6Kimia untuk Indonesia
Jauh sebelum ada laboratorium modern, nenek moyang kita sudah menjadi kimiawan yang ulung. Mereka belum mengenal rumus, tetapi mereka menguasai peragian, pewarnaan, dan ekstraksi zat dari tumbuhan.
Kimia Nusantara · Jamu, laboratorium dalam botolKunyit asam, beras kencur, dan temulawak adalah ekstrak zat aktif tumbuhan dalam air. Warna kuning kunyit berasal dari kurkumin; rasa hangat jahe dari gingerol. Kurkumin juga indikator alami: kunyit yang tercampur kapur sirih (bersifat basa) berubah menjadi merah-cokelat. Pada 2023, budaya sehat jamu diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Indonesia.
Kimia Nusantara · Batik, kimia di atas kainMalam (lilin batik) adalah campuran parafin, gondorukem (getah pinus), dan lilin lebah. Malam menolak zat warna, sehingga bagian kain yang tertutup tetap terang. Pewarna biru alami indigo berasal dari daun tarum. Indigo tidak larut dalam air, jadi di bak celup ia diubah dulu menjadi bentuk larut yang berwarna kuning kehijauan. Begitu kain diangkat ke udara, oksigen mengubahnya kembali menjadi biru indigo, tepat di depan matamu! Pembatik juga "mengunci" warna dengan tawas, kapur, atau tunjung, yang masing-masing memberi corak berbeda.
Tempe adalah karya bioteknologi Indonesia: jamur Rhizopus menghasilkan enzim yang memecah protein dan lemak kedelai menjadi molekul lebih kecil yang lebih mudah dicerna. Hari ini, kimia membantu Indonesia di bidang yang lebih besar lagi:
Pangan. Pabrik pupuk mengubah nitrogen udara menjadi amonia, lalu amonia dan karbon dioksida menjadi urea, pupuk nitrogen untuk sawah: \(\ce{2NH3 + CO2 -> CO(NH2)2 + H2O}\).
Energi. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara. Nikel, bersama litium dan kobalt, adalah bahan baterai kendaraan listrik. Biodiesel dari minyak sawit sudah dicampurkan ke solar.
Kesehatan. Obat dari tumbuhan hutan tropis, vaksin, dan pengawasan mutu pangan semuanya membutuhkan kimiawan.
Namun industri juga bisa mencemari sungai dan udara. Karena itu, kimiawan masa kini memegang prinsip kimia hijau: merancang proses yang sejak awal mencegah limbah, memakai bahan terbarukan, menghemat energi, dan menghasilkan produk yang aman. Lebih baik mencegah limbah daripada membersihkannya!
Lanjut · IB & olimpiadeMengukur "kehijauan" reaksi: ekonomi atom dan faktor E
Ekonomi atom membandingkan massa produk yang diinginkan dengan massa semua pereaksi:
Untuk urea, \(\ce{2NH3 + CO2 -> CO(NH2)2 + H2O}\): \(\dfrac{60}{2(17) + 44} \times 100\% = \dfrac{60}{78} \times 100\% = 76{,}9\%\). Sisanya menjadi air, hasil samping yang tidak berbahaya.
Faktor E (diperkenalkan Roger Sheldon) adalah massa limbah dibagi massa produk. Industri kimia curah biasanya punya faktor E di bawah 5, sedangkan industri obat bisa puluhan sampai lebih dari seratus: untuk 1 kg obat, bisa terbuang lebih dari 100 kg pelarut dan bahan lain. Di sinilah kimiawan hijau berlomba berinovasi.
Kimia di sekitarmu
🍋
Jeruk nipis dan bau amis
Bau amis ikan berasal dari senyawa amina yang mudah menguap. Asam sitrat jeruk nipis mengubahnya menjadi garam yang tidak menguap, sehingga baunya hilang.
🧼
Sabun
Molekul sabun berkepala "suka air" dan berekor "suka minyak". Ekornya menangkap minyak, kepalanya menarik minyak itu larut bersama air bilasan.
🦷
Pasta gigi berfluorida
Ion fluorida mengubah sebagian mineral email gigi menjadi fluorapatit yang lebih tahan terhadap asam dari sisa makanan.
🚰
Air PDAM
Tawas menggumpalkan lumpur halus agar mengendap, lalu klorin membunuh kuman. Itulah sebabnya air ledeng kadang berbau "kolam renang".
🔋
Baterai HP dan motor listrik
Ion litium bolak-balik di antara dua elektrode saat diisi dan dipakai. Bahan elektrodenya bisa memakai nikel dari Sulawesi.
🍞
Roti dan kue mengembang
Ragi dan soda kue menghasilkan gas karbon dioksida. Gelembung gas inilah yang membuat adonan mengembang dan berpori.
Manakah yang merupakan perubahan kimia?
Es batu mencair
Gula larut dalam teh
Kayu bakar menjadi abu dan asap
Air menguap dari jemuran
Kayu terbakar menghasilkan zat baru (karbon dioksida, uap air, abu). Tiga lainnya hanya mengubah wujud atau menyebarkan zat tanpa membentuk zat baru.
Laras menguji pengaruh pengadukan terhadap kecepatan gula larut. Apa yang harus sama di kedua gelas?
Hanya suhu airnya
Suhu air, volume air, jenis dan massa gula
Tidak ada, asal pengukurannya cepat
Cara mengaduknya
Semua variabel selain pengadukan harus dijaga sama (variabel kontrol). Cara mengaduk justru variabel bebas yang dibedakan.
Piktogram GHS bergambar nyala api di atas lingkaran berarti …
mudah menyala
eksplosif
korosif
oksidator yang dapat memperhebat kebakaran
Api di atas lingkaran (huruf O untuk oksigen) adalah lambang oksidator, misalnya kalium nitrat. Lambang "mudah menyala" hanya nyala api tanpa lingkaran.
02
Bab 2 · Dunia Kimia
Materi, Wujud & Perubahannya: Pesta Dansa Partikel
Es di gelas es tehmu mencair, kapur barus di lemari menghilang tanpa jejak, dan aroma rendang Ibu sampai ke kamarmu. Semua itu ulah partikel-partikel super mungil yang tidak pernah diam. Yuk, intip pesta dansa mereka!
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan wujud padat, cair, dan gas dengan teori partikel: susunan, jarak, dan gerak partikelnya;
menamai enam perubahan wujud, membaca kurva pemanasan, dan menghitung kalor dengan \(Q = mc\Delta T\) dan \(Q = mL\);
menjelaskan difusi dan gerak Brown sebagai bukti bahwa partikel selalu bergerak;
menggolongkan materi menjadi unsur, senyawa, campuran homogen, dan campuran heterogen;
membedakan perubahan fisika dan perubahan kimia dari tanda-tandanya, lalu (Lanjut) membaca diagram fasa.
Misteri Kapur Barus yang Menyusut Komik · 4 panel
Sabtu sore, di kamar Laras
LarasLho? Kapur barus di lemariku tinggal sebesar kacang. Bulan lalu masih sebesar kelereng, tapi tidak ada bekas basahnya sama sekali!
BimaPasti dimakan tikus! Atau digotong semut ramai-ramai!
LarasTikus malah kabur mencium baunya, Bim. Semut juga tidak doyan.
WUSS!
Kak TirtaBukan tikus, Bim. Kapur barusnya menyublim: partikelnya lepas langsung dari padat menjadi gas, tanpa mencair dulu!
Kimo nongol dari balik lemari…
KimoHidungmu buktinya! Bau kapur barus adalah partikel gas naftalena yang menyebar sampai ke hidungmu.
BimaJadi bau itu… partikel yang kabur pelan-pelan?
Saat air di panci mendidih, gelembung-gelembung besar muncul dari dasar panci. Gelembung itu berisi apa?
Udara yang tadinya larut di dalam air.
Gas oksigen dan hidrogen hasil penguraian air oleh panas.
Uap air, yaitu air yang sudah berubah menjadi gas.
Ruang hampa tanpa isi apa pun.
Jawabannya: uap air. Gelembung kecil yang muncul saat air baru hangat memang udara terlarut yang keluar. Namun gelembung besar saat mendidih berisi molekul \(\ce{H2O}\) yang sudah menjadi gas. Molekulnya tetap \(\ce{H2O}\) dan tidak terurai, sebab memecah air menjadi hidrogen dan oksigen butuh listrik (elektrolisis) atau suhu ribuan derajat. Mendidih adalah perubahan fisika!
2.1Materi tersusun atas partikel yang tak pernah diam
Lihat sekelilingmu: sepiring nasi, segelas es teh, udara yang kamu hirup, bahkan tubuhmu sendiri. Semuanya adalah materi, yaitu segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Udara juga materi: balon mengembang karena terisi udara, dan balon yang ditiup sedikit lebih berat daripada balon kempis.
Bagaimana dengan cahaya, bunyi, panas, dan rasa senang? Semuanya bukan materi karena tidak bermassa dan tidak menempati ruang. Cahaya dan kalor adalah bentuk energi.
Bayangkan kamu bisa mengecilkan diri sampai sejuta kali lebih kecil daripada seekor semut. Kamu akan melihat bahwa air, garam, dan udara tersusun atas butiran super mungil yang terus bergoyang dan berlarian. Butiran itu disebut partikel. Partikel air di es batu, air minum, dan uap air sama persis. Yang berbeda hanya cara mereka berbaris dan bergerak.
Definisi · MateriMateri adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Materi tersusun atas partikel yang sangat kecil, yaitu atom, molekul, atau ion. Materi dapat berwujud padat, cair, atau gas.
Teori partikel materi (teori kinetik)
Semua materi tersusun atas partikel yang sangat kecil.
Partikel selalu bergerak: bergetar, meluncur, atau melesat.
Makin tinggi suhu, makin cepat gerak rata-rata partikel (energi kinetiknya makin besar).
Di antara partikel ada ruang kosong. Partikel yang berdekatan saling tarik-menarik.
Partikel yang sama dalam tiga wujud. Pada gas, partikelnya rata-rata ±10 kali lebih berjauhan daripada pada cairan, jadi kotak gas ini sebenarnya hanya memperlihatkan sebagian kecil saja.
Kak Tirta suka membandingkannya dengan upacara bendera hari Senin. Saat upacara, siswa berbaris rapi dan hanya bergoyang di tempat: itulah padat. Saat bubar, siswa berjalan berdesakan menuju kelas, tetap berdekatan tetapi bisa berpindah tempat: itulah cair. Saat jam istirahat, siswa berlarian ke seluruh halaman: itulah gas.
Ciri
Padat
Cair
Gas
Susunan partikel
teratur, rapat
tidak teratur, rapat
acak, sangat berjauhan
Gerak partikel
bergetar di tempat
meluncur, berpindah tempat
melesat cepat ke segala arah
Gaya tarik antarpartikel
sangat kuat
kuat
sangat lemah
Bentuk
tetap
mengikuti wadah
memenuhi seluruh wadah
Volume
tetap
tetap
mengikuti wadah
Dapat dimampatkan?
hampir tidak
hampir tidak
mudah (gas dalam tabung LPG)
Contoh
es batu, garam, timah Bangka
air kelapa, minyak goreng, kecap
udara, uap air, isi balon
Pilih zat, lalu geser suhu perlahan dari dingin ke panas. Kapan partikel mulai meluncur? Kapan mereka melesat? Nyalakan gaya tarik untuk melihat partikel yang saling berpegangan. Coba juga es kering: adakah wujud cairnya pada tekanan udara biasa? (Jumlah partikel uap di bawah titik didih hanyalah ilustrasi.)
Awas jebakanSifat zat bukan sifat satu partikelnya. Saat rel kereta memuai karena panas, atom besinya tidak membesar; yang bertambah adalah jarak antaratom. Partikel es juga tidak "dingin" atau "keras". Partikel air yang sama hanya bergerak lebih lambat dan tersusun teratur.
Putar molekul air (\(\ce{H2O}\)), karbon dioksida (\(\ce{CO2}\), es kering), naftalena (\(\ce{C10H8}\), kapur barus), dan etanol. Hitung atom C dan H pada naftalena. Bandingkan ukurannya: menurutmu, molekul mana yang bergerak paling lambat pada suhu yang sama?
2.2Perubahan wujud dan kurva pemanasan
Satu zat bisa tampil dengan tiga wajah. Air muncul sebagai es (padat), air (cair), dan uap air (gas). Perubahan dari satu wujud ke wujud lain disebut perubahan wujud. Perubahan ini terjadi bila zat menyerap atau melepas kalor. Zatnya tetap sama: es, air, dan uap sama-sama tersusun atas molekul \(\ce{H2O}\).
Segitiga perubahan wujud. Setiap perubahan punya pasangan kebalikannya.
Trik Kak TirtaBayangkan rumah tiga lantai: padat di lantai dasar, cair di lantai satu, gas di lantai paling atas. Naik tangga (mencair, menguap, menyublim) butuh tenaga, jadi zat menyerap kalor. Turun tangga (membeku, mengembun, mengkristal) melepaskan tenaga, jadi zat melepas kalor. Itu sebabnya keringat yang menguap membuat kulitmu sejuk: penguapannya mengambil kalor dari tubuhmu.
Kimia Nusantara · Kapur dari BarusNama kapur barus berasal dari Barus, kota pelabuhan kuno di pantai barat Sumatra Utara. Selama berabad-abad, pedagang dari India, Arab, dan Tiongkok datang ke sana untuk membeli kristal harum dari pohon kapur (Dryobalanops aromatica). Kristal alami itu juga menyublim! Kapur barus di toko sekarang umumnya buatan pabrik, misalnya naftalena, \(\ce{C10H8}\).
Keselamatan · Kapur barusNaftalena berbahaya bila tertelan dan uapnya tidak baik dihirup terus-menerus. Simpan kapur barus di dalam kantong berlubang, jauh dari jangkauan anak kecil, dan jangan pernah dijilat. Label kemasannya biasanya memuat piktogram berikut.
Padatan mudah menyalaBerbahaya bila tertelanBahaya kesehatan jangka panjangBerbahaya bagi biota air
Kimia Nusantara · Bun upas di DiengPada puncak kemarau (sekitar Juli–Agustus), suhu dini hari di Dataran Tinggi Dieng bisa turun di bawah 0 °C. Uap air di udara langsung berubah menjadi kristal es di daun dan rumput: mengkristal (deposisi). Warga menyebutnya bun upas, "embun racun", karena kristal es ini bisa merusak tanaman kentang. Wisatawan justru datang untuk melihat rumput yang tampak bersalju.
Suhu yang "macet" saat berubah wujud
Semangkuk es batu bersuhu 0 °C dipanaskan di atas kompor dengan api kecil yang tetap. Selama es masih mencair (masih ada es dan air), bagaimana suhunya?
Naik sedikit demi sedikit karena api terus memberi panas.
Tetap 0 °C sampai semua es mencair.
Turun, karena es menyerap panas.
Langsung melompat ke 100 °C.
Jawabannya: tetap 0 °C. Kalor dari api tidak hilang. Kalor itu dipakai untuk memutus tarikan antarmolekul air di dalam kisi es, bukan untuk mempercepat gerak molekul. Setelah es habis, barulah suhunya naik lagi. Asal es terus diaduk supaya suhunya merata, ya!
Suhu ketika padatan mencair disebut titik leleh; untuk zat murni nilainya sama dengan titik beku. Suhu ketika cairan mendidih disebut titik didih. Pada tekanan 1 atm, titik leleh es 0 °C dan titik didih air 100 °C. Ikuti apa yang terjadi pada partikel air ketika sebongkah es dipanaskan terus-menerus:
Es pada −20 °C. Molekul \(\ce{H2O}\) tersusun teratur dalam kisi yang longgar (garis putus-putus = tarikan antarmolekul) dan hanya bergetar di tempat.
Es dipanaskan. Getarannya makin kuat, energi kinetik molekul naik, dan suhu naik sampai 0 °C.
Pada 0 °C es melebur. Kalor dipakai memutus sebagian tarikan sehingga kisi runtuh. Suhu tetap 0 °C sampai semua es mencair.
Air dipanaskan dari 0 °C ke 100 °C. Molekul berdesakan tanpa susunan tetap, saling meluncur, dan bergerak makin cepat: suhu naik lagi.
Pada 100 °C air mendidih. Gelembung uap terbentuk di dalam cairan dan molekul lepas sepenuhnya. Dataran ini panjang: butuh kalor ±6,8 kali kalor lebur!
Uap air di atas 100 °C: molekul berjauhan dan melesat bebas. Ringkasnya, bagian naik mempercepat gerak partikel (suhu naik), bagian datar menjauhkan partikel (wujud berubah).
Aturan · Suhu tetap saat zat murni berubah wujudSelama zat murni berubah wujud pada tekanan tetap, suhunya tidak berubah. Kalor yang diserap atau dilepas pada saat itu disebut kalor laten: kalor lebur untuk mencair dan kalor uap untuk menguap. Kalor itu dipakai untuk mengubah jarak dan susunan partikel, bukan untuk mempercepat geraknya.
Tekan ▶ atau seret titik merah. Kurvanya punya dua dataran. Bandingkan panjang dataran mendidih dengan panjang bagian "air dipanaskan dari 0 ke 100 °C". Mana yang menelan kalor lebih banyak?
Ada dua jenis hitungan kalor. Pada bagian yang naik, suhu berubah dan kalornya bergantung pada kalor jenis (\(c\)), yaitu kalor untuk menaikkan suhu 1 g zat sebesar 1 °C. Pada bagian yang datar, suhu tetap dan kalornya bergantung pada kalor laten (\(L\)).
Zat
Titik leleh (°C)
Titik didih (°C)
Kalor lebur (J/g)
Kalor uap (J/g)
Air, \(\ce{H2O}\)
0
100
334
2.260
Etanol (alkohol)
−114
78
±107
±840
Naftalena (kapur barus)
80
218
±148
±337
Raksa, Hg
−39
357
±11
±295
Besi, Fe
1.538
2.862
±247
±6.090
Karbon dioksida (es kering)
menyublim pada −78,5
kalor sublimasi ±570
Semua data di atas diukur pada tekanan 1 atm. Untuk setiap zat, kalor uap jauh lebih besar daripada kalor lebur: saat mencair partikel masih berdekatan, tetapi saat menguap partikel harus dipisahkan sepenuhnya.
Tamu dari masa laluSekitar tahun 1761, Joseph Black, kimiawan Skotlandia, heran: mengapa salju di musim semi tidak langsung mencair semuanya begitu udara menghangat? Ia mengukur dengan cermat dan menemukan bahwa es menyerap banyak kalor tanpa naik suhunya. Ia menamai kalor itu kalor laten (bahasa Latin latens = tersembunyi). Prinsip pertukaran kalor saat zat panas dan dingin dicampur dikenal di buku sekolah kita sebagai Asas Black.
Berapa kalor yang dibutuhkan untuk meleburkan 50 g es bersuhu 0 °C menjadi air 0 °C? (Kalor lebur es = 334 J/g)
Suhu tidak berubah (0 °C → 0 °C), jadi yang dipakai adalah rumus kalor laten \(Q = mL\).
\(Q = 50\ \text{g} \times 334\ \text{J/g} = 16.700\) J.
\(Q = 16.700\) J = 16,7 kJ. Kalor sebanyak itu cukup untuk memanaskan 50 g air dari 0 °C sampai ±80 °C!
Teka-teki Bab 1: mengapa uap air 100 °C lebih parah melukai kulit daripada air mendidih 100 °C? Bandingkan kalor yang diberikan ke kulit oleh 10 g air 100 °C dan oleh 10 g uap 100 °C, bila keduanya akhirnya menjadi air 37 °C. (c air = 4,18 J/(g·°C); kalor uap = 2.260 J/g)
Air 100 °C → 37 °C: \(Q = mc\Delta T = 10 \times 4{,}18 \times 63 = 2.633\) J.
Uap mula-mula mengembun di kulit dan melepas kalor uap: \(Q = mL = 10 \times 2.260 = 22.600\) J.
Air hasil pengembunan lalu turun dari 100 °C ke 37 °C: 2.633 J lagi. Total \(22.600 + 2.633 = 25.233\) J.
Uap melepaskan ±25,2 kJ, hampir 10 kali lebih banyak daripada air mendidih (2,6 kJ). Karena itu, jauhkan wajah dan tangan dari uap panci dan ketel!
Kamu menyeduh 200 g teh bersuhu 80 °C dan ingin mendinginkannya menjadi 10 °C hanya dengan es batu bersuhu 0 °C. Berapa gram es yang dibutuhkan? Anggap teh = air (c = 4,18 J/(g·°C)), kalor lebur es 334 J/g, dan tidak ada kalor yang hilang ke gelas atau udara.
Kalor yang dilepas teh (80 → 10 °C): \(Q = 200 \times 4{,}18 \times 70 = 58.520\) J.
Setiap gram es menyerap kalor dua kali: melebur (334 J) lalu air esnya naik dari 0 ke 10 °C (\(4{,}18 \times 10 = 41{,}8\) J). Totalnya 375,8 J per gram.
Asas Black: kalor dilepas = kalor diserap, jadi \(m \times 375{,}8 = 58.520\).
\(m = 58.520 / 375{,}8 = 155{,}7\) g.
Dibutuhkan ±156 g es, kira-kira 11 es batu kecil. Hasil akhirnya ±356 g es teh 10 °C. Perhatikan: 89% kerja pendinginan dilakukan oleh peleburan es!
Awas jebakanMenguap tidak sama dengan mendidih. Menguap terjadi di permukaan cairan pada suhu berapa pun, misalnya jemuran yang kering pada 30 °C. Mendidih terjadi di seluruh bagian cairan, hanya pada titik didih, dengan gelembung uap yang terbentuk dari dalam.
Info · Titik didih bergantung pada tekananAir mendidih ketika tekanan uapnya menyamai tekanan udara di atasnya. Di Dieng (±2.000 m) tekanan udara lebih rendah sehingga air mendidih pada ±93 °C, dan di puncak Semeru (3.676 m) sekitar 88 °C. Sebaliknya, di dalam panci presto tekanannya tinggi sehingga air baru mendidih pada ±120 °C.
"Awan putih yang keluar dari mulut ketel adalah uap air."
Uap air tidak berwarna dan tidak terlihat. Awan putih itu titik-titik air hasil pengembunan uap yang mendingin. Perhatikan celah bening tepat di mulut ketel: di situlah uap air yang sebenarnya.
"Gula yang larut dalam teh berarti gula itu mencair."
Melarut berbeda dengan mencair. Gula baru meleleh pada ±186 °C (lalu menjadi karamel). Saat melarut, partikel gula menyebar di antara partikel air pada suhu biasa.
"Air yang menguap lenyap, jadi massanya hilang."
Partikel air hanya pindah ke udara sebagai uap. Di dalam wadah tertutup, massanya tetap. Uap itu kelak mengembun menjadi awan dan turun lagi sebagai hujan.
2.3Difusi dan gerak Brown: bukti partikel tak pernah diam
Ibu memasak rendang di dapur. Beberapa menit kemudian aromanya tercium sampai ruang tamu, padahal tidak ada yang mengipasinya. Partikel aroma dari wajan menyebar dengan sendirinya karena partikel gas selalu bergerak acak dan saling bertumbukan dengan partikel udara.
Definisi · DifusiDifusi adalah penyebaran partikel suatu zat dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke daerah yang konsentrasinya rendah akibat gerak acak partikel itu sendiri, tanpa diaduk atau ditiup. Difusi berlangsung terus sampai zat tersebar merata.
Di dalam air, difusi lebih lambat karena partikelnya berdesakan. Di laboratorium, guru sering menjatuhkan sebutir kristal ungu kalium permanganat, \(\ce{KMnO4}\), ke dasar segelas air. Tanpa diaduk, warna ungunya perlahan menjalar ke seluruh gelas. Di dalam padatan, difusi sangat lambat sehingga hampir tidak teramati.
Mode pertama: sebutir kristal pewarna di dasar dua gelas air bersuhu berbeda. Gelas mana yang lebih dulu ungu merata? Atur suhunya sama: apakah hasilnya seri? Mode kedua: intip butir serbuk sari di bawah mikroskop dan perhatikan jejak zig-zagnya. Hitungan laju memakai kekentalan air sungguhan.
Laju difusi dipengaruhi oleh:
Suhu: makin panas, partikel makin cepat sehingga difusi makin cepat. Air panas juga lebih encer.
Massa partikel: pada suhu yang sama, partikel yang lebih ringan bergerak lebih cepat.
Wujud mediumnya: difusi di gas paling cepat, di cairan lebih lambat, di padatan sangat lambat.
Selisih konsentrasi: makin besar selisihnya, makin cepat penyebaran awalnya.
Bagaimana kita tahu bahwa partikel air bergerak, padahal molekulnya terlalu kecil untuk dilihat? Amati butir serbuk sari atau partikel debu yang melayang di air dengan mikroskop: butir itu bergoyang zig-zag tanpa henti. Itulah gerak Brown. Butir itu ditabrak molekul air dari segala arah, dan tabrakannya tidak pernah seimbang sempurna.
Tamu dari masa laluPada 1827, ahli botani Skotlandia Robert Brown mengamati partikel-partikel kecil dari serbuk sari yang terus bergoyang di dalam air. Mula-mula ia mengira gerak itu tanda kehidupan, tetapi butir debu mati pun bergoyang dengan cara yang sama! Pada 1905, Albert Einstein menjelaskan gerak itu sebagai akibat tabrakan molekul air, dan Jean Perrin membuktikannya dengan percobaan teliti. Banyak ilmuwan baru benar-benar yakin bahwa atom dan molekul itu nyata setelah percobaan Perrin.
Lanjut · IGCSE, IB & olimpiadeHukum Graham dan kelajuan molekul
Pada suhu yang sama, energi kinetik rata-rata semua partikel gas sama besar: \(\bar{E}_k = \tfrac{3}{2}k_BT\). Karena \(\tfrac{1}{2}mv^2\) sama, partikel yang lebih ringan pasti lebih cepat. Dari sini lahir hukum Graham:
Percobaan klasik: kapas berisi amonia pekat dan kapas berisi asam klorida pekat dipasang di dua ujung tabung kaca panjang. Kedua gas berdifusi, lalu bertemu dan membentuk cincin putih amonium klorida: \(\ce{NH3(g) + HCl(g) -> NH4Cl(s)}\). Cincin itu muncul lebih dekat ke ujung HCl, karena \(\ce{NH3}\) (Mr 17) lebih ringan dan lebih cepat daripada \(\ce{HCl}\) (Mr 36,5). Percobaan ini hanya dilakukan guru di lemari asam karena kedua larutannya korosif dan uapnya menyesakkan.
Kalau molekul udara melaju lebih cepat daripada bunyi, mengapa bau rendang butuh beberapa menit untuk sampai ke ruang tamu? Karena setiap molekul aroma bertumbukan miliaran kali per detik dengan molekul udara, sehingga jalurnya zig-zag seperti orang yang berjalan di pasar yang sangat ramai.
2.4Unsur, senyawa, dan campuran
Kalau semua materi tersusun atas partikel, apakah partikelnya selalu sama? Tentu tidak. Berdasarkan jenis partikelnya, materi dibagi menjadi zat murni (unsur dan senyawa) dan campuran.
Bayangkan tiga kotak manik-manik. Kotak pertama berisi manik merah saja: seperti unsur. Kotak kedua berisi gantungan kunci yang semuanya dirangkai dari dua manik merah dan satu manik biru: seperti senyawa. Kotak ketiga berisi manik merah, manik biru, dan gantungan kunci yang campur aduk: seperti campuran.
Pohon materi. Kotak kecil menunjukkan tampilan tingkat partikelnya: atom sejenis (unsur), molekul sejenis yang tersusun atas beberapa jenis atom (senyawa), partikel berbeda yang tercampur merata (homogen) atau berkelompok (heterogen).
Definisi · Unsur, senyawa, campuran
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Unsur tersusun atas satu jenis atom saja, misalnya emas (Au), besi (Fe), oksigen (\(\ce{O2}\)), dan belerang (S). Sampai sekarang dikenal 118 unsur.
Senyawa adalah zat tunggal yang tersusun atas dua jenis atom atau lebih yang terikat secara kimia dengan perbandingan tetap, misalnya air (\(\ce{H2O}\)), garam dapur (\(\ce{NaCl}\)), dan gula pasir (\(\ce{C12H22O11}\)).
Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih yang tidak terikat secara kimia, sehingga perbandingannya bebas dan setiap komponen masih membawa sifatnya sendiri. Campuran homogen (larutan) tampak seragam di setiap bagian; campuran heterogen bagian-bagiannya masih bisa dibedakan.
Ciri
Unsur
Senyawa
Campuran
Tersusun atas
satu jenis atom
dua jenis atom atau lebih yang terikat
dua zat atau lebih yang tidak terikat
Komposisi
tetap
tetap (perbandingan massanya tetap)
bebas
Sifat
sifat unsur itu sendiri
berbeda total dari unsur-unsur penyusunnya
masih menunjukkan sifat komponennya
Cara memisahkan
tidak dapat diuraikan lagi
hanya dengan reaksi kimia
cara fisika: menyaring, menguapkan, menyuling, memakai magnet
Contoh paling dramatis perbedaan sifat senyawa dan unsurnya: natrium (Na) adalah logam lunak yang bereaksi hebat bila terkena air, dan klorin (Cl) adalah gas kuning kehijauan yang beracun. Namun keduanya bergabung membentuk garam dapur, \(\ce{2Na + Cl2 -> 2NaCl}\), yang kita taburkan di atas nasi setiap hari.
Gula pasir berisi satu jenis molekul, \(\ce{C12H22O11}\), dari tiga unsur: senyawa.
Kopi tubruk: ampas kopi tampak melayang lalu mengendap, tidak merata: campuran heterogen.
Cuka dapur: asam asetat larut merata di dalam air dan tampak seragam: campuran homogen (larutan).
Unsur, senyawa, campuran heterogen, campuran homogen. Kuncinya: tanyakan jenis partikelnya, bukan hanya penampilannya.
Oksigen (\(\ce{O2}\)) dan ozon (\(\ce{O3}\)) sama-sama unsur oksigen. Intan dan grafit sama-sama karbon murni, hanya susunannya berbeda. Bandingkan dengan air, garam dapur, dan gula: berapa jenis atom yang kamu temukan di masing-masing?
Seret setiap kartu ke kotak yang tepat, atau ketuk kotaknya. Bingung? Nyalakan 🔬 Intip partikel untuk melihat isi kartu di tingkat partikel. Skor dihitung dari jawaban yang benar pada percobaan pertama.
Trik Kak TirtaHitung huruf kapital yang berbeda dalam rumusnya. Satu jenis huruf kapital (Fe, \(\ce{O2}\), \(\ce{S8}\)) berarti unsur. Dua jenis atau lebih (\(\ce{H2O}\), \(\ce{NaCl}\), \(\ce{C12H22O11}\)) berarti senyawa. Kalau zat itu tidak bisa ditulis dengan satu rumus saja (udara, sambal, bensin), itu campuran.
Awas jebakanMolekul tidak selalu senyawa. \(\ce{O2}\), \(\ce{N2}\), dan \(\ce{S8}\) adalah molekul, tetapi tetap unsur karena atomnya sejenis. Sebaliknya, "air mineral" bukan zat murni: ia campuran homogen air dengan sedikit mineral terlarut. Yang termasuk senyawa murni adalah air suling (akuades).
Unsur mana yang berwujud cair pada suhu kamar? Hanya dua: raksa (Hg) dan bromin (Br). Namun pada hari yang panas di Jakarta, galium (Ga, titik leleh 29,8 °C) dan sesium (Cs, 28,5 °C) pun ikut mencair. Galium bahkan bisa meleleh di genggaman tangan!
Geser suhu ke 310 K (37 °C, suhu tubuhmu): unsur mana yang berubah menjadi cair? Turunkan ke 200 K: gas apa saja yang masih bertahan? Naikkan sampai 6.000 K (setara permukaan Matahari): adakah unsur yang masih padat?
Kimia Nusantara · Unsur bebas dan bijihIndonesia kaya bahan tambang, tetapi unsur jarang ditemukan dalam keadaan bebas. Belerang di Kawah Ijen dan butiran emas termasuk sedikit unsur yang dapat ditemukan murni di alam. Timah Bangka ditambang sebagai senyawa kasiterit, \(\ce{SnO2}\); aluminium berasal dari bauksit Kalimantan Barat yang berisi \(\ce{Al2O3}\); nikel Sulawesi berasal dari bijih laterit. Pabrik pengolahan (smelter) bertugas mengubah senyawa-senyawa itu menjadi logam murni, Sn, Al, dan Ni.
2.5Perubahan fisika dan perubahan kimia
Setiap zat punya sifat fisika, yaitu sifat yang bisa diamati tanpa mengubah zatnya: warna, bau, wujud, titik leleh, titik didih, massa jenis, kelarutan, dan daya hantar listrik. Zat juga punya sifat kimia, yaitu kemampuannya berubah menjadi zat lain: mudah terbakar, mudah berkarat, bereaksi dengan asam, atau mudah membusuk.
Definisi · Perubahan fisika dan perubahan kimiaPerubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru: hanya wujud, bentuk, ukuran, atau sebaran partikelnya yang berubah. Contohnya es mencair, gula larut, dan kayu dipotong. Perubahan kimia (reaksi kimia) adalah perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat berbeda, karena atom-atom berganti pasangan. Contohnya kayu terbakar, besi berkarat, dan singkong menjadi tapai.
Sebatang lilin menyala di atas meja. Perubahan apa yang sedang terjadi?
Hanya perubahan fisika, karena lilinnya cuma meleleh.
Hanya perubahan kimia, karena lilinnya terbakar.
Keduanya: lilin meleleh (fisika) dan uap lilin terbakar (kimia).
Tidak ada perubahan, karena lilin tetaplah lilin.
Jawabannya: keduanya. Panas nyala melelehkan lilin (fisika). Cairan lilin naik melalui sumbu dan menguap (fisika), lalu uapnya bereaksi dengan oksigen menghasilkan karbon dioksida, uap air, kalor, dan cahaya (kimia). Itulah sebabnya lilin makin pendek: sebagian besar lilin "pindah" ke udara sebagai gas.
Apa bedanya di tingkat partikel? Saat air mendidih, molekul \(\ce{H2O}\) tetap utuh; hanya jaraknya yang berubah. Saat gas metana terbakar di kompor biogas, molekul-molekulnya dibongkar lalu dirakit menjadi molekul baru:
Sebelum: satu molekul metana, \(\ce{CH4}\) (isi gas biogas dan gas alam), dan dua molekul oksigen, \(\ce{O2}\).
Saat dinyalakan, ikatan-ikatan lama putus. Atom-atomnya sendiri tidak rusak dan tidak hilang.
Atom-atom berganti pasangan: atom C bergandengan dengan dua atom O, sedangkan setiap atom O lainnya menggandeng dua atom H.
Ikatan baru terbentuk. Lahirlah zat baru, \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{H2O}\), sambil melepaskan kalor dan cahaya. Inilah perubahan kimia: \(\ce{CH4 + 2O2 -> CO2 + 2H2O}\).
Hitung atomnya: C 1 = 1, H 4 = 4, O 4 = 4. Jenis dan jumlah atom tetap, jadi massa total tetap. Inilah hukum kekekalan massa.
Kita tidak bisa melihat atom berganti pasangan. Untungnya, perubahan kimia biasanya meninggalkan tanda-tanda yang bisa diamati:
Tanda
Contoh di sekitarmu
Yang terjadi
🫧 Terbentuk gas
cuka dicampur soda kue berbuih
\(\ce{NaHCO3 + CH3COOH -> CH3COONa + H2O + CO2 ^}\)
☁️ Terbentuk endapan
napas ditiupkan ke air kapur menjadi keruh
\(\ce{Ca(OH)2 + CO2 -> CaCO3 v + H2O}\)
🎨 Perubahan warna
irisan apel atau terung menjadi cokelat; paku berkarat
zat dalam buah bereaksi dengan oksigen udara; besi menjadi karat
🌡️ Perubahan suhu
kapur tohor (gamping) disiram air menjadi panas
\(\ce{CaO + H2O -> Ca(OH)2}\) melepas kalor
🔥 Cahaya dan nyala
gas LPG terbakar di kompor
\(\ce{C3H8 + 5O2 -> 3CO2 + 4H2O}\)
👃 Bau baru
singkong menjadi tapai; nasi menjadi basi
ragi mengubah gula: \(\ce{C6H12O6 -> 2C2H5OH + 2CO2}\)
Awas jebakanTanda-tanda itu petunjuk, bukan bukti mutlak. Air mendidih juga bergelembung, dan sirup yang diencerkan juga berubah warna, padahal keduanya perubahan fisika. Bukti yang pasti hanya satu: terbentuk zat baru dengan sifat yang berbeda.
Tamu dari masa laluPada abad ke-18, kimiawan Prancis Antoine Lavoisier menimbang zat sebelum dan sesudah bereaksi di dalam wadah tertutup. Hasilnya selalu sama: massa total tidak berubah. Ia merumuskan hukum kekekalan massa dan pada 1789 menyusun salah satu daftar unsur modern pertama. Uniknya, daftar itu masih memasukkan cahaya dan "kalorik" (zat panas) sebagai unsur. Kini kita tahu keduanya energi, bukan materi.
Tekan − dan + untuk mengubah jumlah setiap molekul sampai jumlah atom di kiri dan kanan sama (timbangan seimbang). Reaksinya: biogas terbakar, LPG terbakar, fermentasi tapai, dan besi berkarat. Cara resmi menyetarakan reaksi akan kamu pelajari di Bab 16; sekarang cukup bermain-main dulu!
2.6Lanjut: diagram fasa, titik tripel, dan fluida superkritis
Bagian ini untuk penjelajah yang berani. Intinya sederhana: wujud air tidak hanya bergantung pada suhu, tetapi juga pada tekanan. Di puncak gunung, air sudah mendidih sebelum 100 °C!
Wujud zat ditentukan oleh suhu dan tekanan sekaligus. Peta yang menunjukkan wujud yang stabil pada setiap pasangan suhu–tekanan disebut diagram fasa. Di setiap titik pada garis batas, dua wujud dapat hidup berdampingan.
Definisi · Titik tripel dan titik kritisTitik tripel adalah satu-satunya pasangan suhu dan tekanan ketika wujud padat, cair, dan gas suatu zat berada dalam kesetimbangan. Untuk air: 0,01 °C dan 0,611 kPa. Titik kritis adalah ujung garis cair–gas. Di atasnya, cairan dan gas tidak dapat dibedakan lagi dan zat menjadi fluida superkritis. Untuk air: 374 °C dan 22,1 MPa (±218 atm).
Sumbu tegak memakai skala logaritma: naik 1 berarti tekanan ×10. Seret titik merah menyusuri garis 1 atm dari kiri ke kanan: es → air → uap. Lalu turunkan tekanan ke ±0,5 kPa dan geser suhunya: adakah wujud cair? Garis hijau toska (leleh) sedikit condong ke kiri. Mengapa?
Data
Air, \(\ce{H2O}\)
Karbon dioksida, \(\ce{CO2}\)
Titik tripel
0,01 °C; 0,611 kPa (0,006 atm)
−56,6 °C; 518 kPa (5,1 atm)
Titik kritis
374 °C; 22,1 MPa
31,0 °C; 7,38 MPa
Bila padatannya dipanaskan pada 1 atm
mencair pada 0 °C, mendidih pada 100 °C
langsung menyublim pada −78,5 °C
Kemiringan garis leleh
condong ke kiri (es kurang rapat daripada air)
condong ke kanan (seperti kebanyakan zat)
Tabel itu menjawab misteri es kering. Tekanan titik tripel \(\ce{CO2}\) adalah 5,1 atm. Pada tekanan udara biasa (1 atm), wujud cair \(\ce{CO2}\) tidak pernah stabil, sehingga padatannya langsung menyublim. \(\ce{CO2}\) cair baru bisa ada di dalam tabung bertekanan tinggi, misalnya tabung pemadam api jenis \(\ce{CO2}\).
Fluida superkritis bersifat unik: dapat menembus pori seperti gas, tetapi melarutkan zat seperti cairan. Sejak tahun 1970-an, \(\ce{CO2}\) superkritis (di atas 31 °C dan 73,8 bar) dipakai untuk melarutkan kafein dari biji kopi mentah. Hasilnya kopi dekafeinasi tanpa sisa pelarut berbahaya: begitu tekanan diturunkan, \(\ce{CO2}\) kembali menjadi gas dan lepas sendiri. Cara serupa dipakai untuk mengekstrak minyak atsiri dan zat aktif dari rempah.
Lanjut · IB & olimpiadePersamaan Clapeyron: membaca kemiringan garis
Kemiringan setiap garis batas pada diagram fasa mengikuti persamaan Clapeyron:
Saat es melebur, \(\Delta H_m = +6{,}01\) kJ/mol tetapi volumenya berkurang: \(\Delta V_m = \tfrac{18{,}0}{1{,}000} - \tfrac{18{,}0}{0{,}917} = -1{,}63\ \text{cm}^3/\text{mol}\). Akibatnya \(dP/dT \approx -1{,}35 \times 10^{7}\) Pa/K (±−133 atm/K). Garis lelehnya condong ke kiri, tetapi sangat curam: tekanan 100 atm hanya menurunkan titik leleh es sekitar 0,7 °C. Licinnya es di gelanggang seluncur ternyata lebih banyak disebabkan lapisan air tipis di permukaan es dan panas gesekan daripada tekanan sepatu.
Untuk garis cair–gas, volume gas jauh lebih besar dan gas dianggap ideal, sehingga persamaan Clapeyron menjadi persamaan Clausius–Clapeyron:
Dengan \(\Delta H_{\text{uap}} = 40{,}7\) kJ/mol, air yang mendidih pada 100 °C di bawah tekanan 101,3 kPa akan mendidih pada ±88 °C bila tekanannya ±65 kPa, seperti di puncak Semeru.
Keselamatan · Es keringEs kering bersuhu −78,5 °C dan dapat melukai kulit seperti luka bakar. Pegang hanya dengan sarung tangan tebal atau penjepit, jangan pernah dimasukkan ke mulut, dan jangan disimpan dalam botol atau wadah yang tertutup rapat: gas \(\ce{CO2}\) yang menyublim dapat membuat wadah itu meledak. Gunakan di ruangan yang berventilasi baik.
Kimia di sekitarmu
🧂
Garam Madura
Petambak di Madura mengalirkan air laut ke petak-petak tambak. Panas matahari dan angin menguapkan airnya, lalu garam tertinggal sebagai kristal.
🏺
Kendi tanah liat
Air merembes ke pori kendi lalu menguap di permukaannya. Penguapan menyerap kalor, sehingga air di dalam kendi tetap sejuk tanpa lemari es.
🐟
Bandeng presto
Di dalam panci presto, air baru mendidih pada ±120 °C karena tekanannya tinggi. Duri bandeng khas Semarang pun menjadi lunak.
🍨
Es puter
Pedagang es puter menaburkan garam ke es di sekeliling tabung adonan. Campuran es dan garam jauh lebih dingin daripada 0 °C, cukup untuk membekukan adonan santan.
🚐
Kaca angkot berembun
Saat hujan, kaca bagian dalam angkot berkabut. Uap air dari napas penumpang mengembun di permukaan kaca yang dingin.
🍶
Tapai singkong
Ragi mengubah gula dalam singkong menjadi alkohol dan karbon dioksida. Rasa, aroma, dan teksturnya berubah: tanda perubahan kimia.
Perubahan wujud manakah yang melepas kalor?
Mencair
Menguap
Mengembun
Menyublim
Mengembun (gas → cair) adalah "turun tangga": partikel saling mendekat dan melepas kalor. Tiga lainnya menyerap kalor.
Manakah yang termasuk senyawa?
Air suling
Udara bersih
Emas 24 karat
Air laut
Air suling hanya berisi molekul \(\ce{H2O}\) yang tersusun atas dua jenis atom. Udara dan air laut adalah campuran; emas adalah unsur.
Selama es mencair pada 0 °C, kalor yang diserap dipakai untuk …
menaikkan suhu es
membuat partikel air membesar
mempercepat gerak partikel sehingga suhu naik
mengatasi gaya tarik antarpartikel sehingga kisinya runtuh
Selama melebur suhu tetap, jadi energi kinetik rata-rata partikel tidak naik. Kalornya dipakai untuk mengatasi tarikan antarpartikel. Partikelnya sendiri tidak membesar.
03
Bab 3 · Dunia Kimia
Campuran & Teknik Pemisahan: Seni Memilah Materi
Garam di dapurmu dulu bersembunyi di air laut, dan bensin di tangki motor dulu bercampur dengan aspal di perut bumi. Bab ini membongkar trik para kimiawan memisahkan zat yang sudah bercampur: cari perbedaan sifatnya, lalu manfaatkan!
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan bahwa setiap teknik pemisahan memanfaatkan perbedaan sifat fisika komponen campuran (ukuran partikel, kelarutan, titik didih, sifat magnet, massa jenis);
memilih dan menyusun urutan teknik pemisahan (penyaringan, dekantasi, sentrifugasi, magnet, penguapan, kristalisasi) untuk campuran sehari-hari;
menjelaskan distilasi sederhana, bertingkat, dan distilasi uap, serta membaca dataran suhu pada kurva distilasi;
melakukan kromatografi kertas dan menghitung nilai \(R_f\) untuk mengenali zat warna, termasuk pewarna terlarang;
memakai corong pisah, ekstraksi, dan sublimasi, serta menguji kemurnian zat dari titik leleh dan titik didihnya.
Tragedi Tiga Serbuk Komik · 4 panel
Sabtu siang, di laboratorium sekolah
BimaWaduh! Toples pasir, garam, dan serbuk besi untuk praktikum tumpah semua ke satu nampan!
BRUKK!
LarasTantangan, Bim: pisahkan lagi ketiganya. Jangan sampai ada satu butir pun yang hilang!
BimaPakai pinset… satu per satu… sampai malam?
SRETT!
Kak TirtaPinset? Bisa sampai Lebaran tahun depan! Cari sifat yang berbeda: besi ditarik magnet, garam larut dalam air, pasir tidak.
Kimo muncul dari balik rak…
KimoItulah rahasia semua teknik pemisahan, dari tambak garam Madura sampai kilang minyak Cilacap: manfaatkan perbedaan sifat!
BimaJadi kuncinya bukan tangan cepat, tapi otak cerdik!
Segelas air garam disaring dengan kertas saring paling halus di laboratorium. Apa yang keluar dari bawah corong?
Air tawar, karena garamnya tertahan di kertas saring.
Air yang sedikit kurang asin, karena sebagian garam tertahan.
Air garam yang sama asinnya seperti sebelum disaring.
Tidak ada yang keluar, karena kertas saring tersumbat garam.
Jawabannya: air garam yang sama asinnya. Garam yang larut sudah terurai menjadi ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) yang ukurannya hanya sekitar 0,2 nm. Pori kertas saring berukuran sekitar 10 mikrometer, kira-kira 50.000 kali lebih besar. Ion-ion itu lolos semudah kelereng melewati gawang sepak bola. Penyaringan hanya bisa menahan zat padat yang tidak larut.
3.1Prinsip pemisahan: cari perbedaannya!
Coba lihat sekelilingmu. Udara, air laut, tanah, santan, kopi, darah, minyak bumi, bahkan es teh manis: semuanya campuran. Zat yang benar-benar murni justru jarang kita temui. Itulah sebabnya teknik pemisahan menjadi keterampilan pertama seorang kimiawan, sebelum ia bisa meneliti apa pun.
Definisi · CampuranCampuran adalah gabungan dua zat atau lebih yang tidak bereaksi satu sama lain. Setiap komponen tetap memiliki sifatnya sendiri, dan perbandingan komponennya boleh berubah-ubah. Campuran homogen (larutan) tampak serba sama di setiap bagian, misalnya air garam dan udara. Campuran heterogen memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda, misalnya pasir dalam air, santan, dan nasi goreng.
Pernahkah kamu melihat nenek menampi beras di atas tampah? Beras dilempar-lempar ke udara. Sekam yang ringan terbang terbawa angin, sedangkan butir beras yang berat jatuh kembali ke tampah. Nenek sedang memisahkan campuran! Ia tidak memakai zat kimia apa pun. Ia hanya memanfaatkan satu perbedaan: sekam lebih ringan daripada beras. Semua teknik pemisahan di bab ini bekerja dengan cara yang sama.
Karena komponen campuran tidak terikat secara kimia, kita dapat memisahkannya dengan cara fisika: tanpa reaksi, hanya dengan memanfaatkan perbedaan sifat. Butir pasir lebih besar daripada molekul air. Air mendidih pada 100 °C, sedangkan garam baru mendidih pada 1.465 °C. Besi ditarik magnet, pasir tidak. Setiap perbedaan adalah "pintu keluar" bagi satu komponen.
Prinsip Emas PemisahanSetiap teknik pemisahan memanfaatkan perbedaan satu sifat fisika antarkomponen campuran. Untuk memilih teknik, tanyakan: sifat apa yang membuat komponen A berbeda dari komponen B? Jawabannya langsung menunjuk ke tekniknya.
Perbedaan sifat
Teknik pemisahan
Contoh di Indonesia
Ukuran partikel (padatan tak larut vs cairan)
penyaringan (filtrasi), pengayakan
memeras santan dengan saringan, mengayak pasir bangunan
Massa jenis
dekantasi, sentrifugasi, corong pisah, menampi
kopi tubruk, menampi beras, memisahkan plasma darah
Sifat magnet
pemisahan dengan magnet
pasir besi pantai selatan Jawa, daur ulang kaleng
Kelarutan dalam pelarut tertentu
pelarutan + penyaringan, ekstraksi
menyeduh teh, membuat jamu kunyit, dekafeinasi kopi
Titik didih (kemudahan menguap)
penguapan, distilasi sederhana & bertingkat
garam tambak, minyak nilam, kilang minyak
Kemampuan menyublim
sublimasi
kapur barus, iodin
Tarikan ke fase diam vs kelarutan dalam fase gerak
kromatografi
uji pewarna jajanan oleh BPOM
Awas jebakanSenyawa tidak dapat dipisahkan dengan cara fisika. Campuran serbuk besi dan belerang (S) masih bisa dipisahkan dengan magnet. Namun, setelah dipanaskan, keduanya bereaksi menjadi senyawa besi(II) sulfida, \(\ce{Fe + S -> FeS}\), serbuk hitam yang tidak lagi tertarik magnet seperti serbuk besi. Untuk mengambil kembali besinya diperlukan reaksi kimia, bukan magnet.
Teknik apa yang paling tepat untuk memisahkan: (a) ampas dari kopi tubruk, (b) garam dari air laut, (c) minyak goreng bekas dari air cucian, (d) serbuk besi yang tercampur tepung?
(a) Ampas kopi tidak larut dan lebih berat daripada air, jadi mengendap. Tuang airnya pelan-pelan: dekantasi (atau saring).
(b) Garam larut sempurna dan titik didihnya jauh lebih tinggi daripada air: penguapan.
(c) Minyak dan air tidak bercampur dan massa jenisnya berbeda: corong pisah.
(d) Hanya besi yang ditarik magnet: magnet.
Dekantasi, penguapan, corong pisah, dan magnet. Perhatikan: setiap jawaban berawal dari satu perbedaan sifat.
3.2Menyaring, menuang, memutar, dan menarik
Penyaringan (filtrasi) memisahkan zat padat yang tidak larut dari cairan. Campuran dituang ke kertas saring di dalam corong. Cairan dan semua yang terlarut di dalamnya lolos lewat pori kertas, sedangkan butir padat yang lebih besar dari pori tertahan.
Definisi · Residu dan filtratResidu adalah zat padat yang tertinggal di kertas saring. Filtrat adalah cairan jernih yang lolos melewati kertas saring. Pada penyaringan air kopi, ampasnya residu dan air kopinya filtrat.
Dekantasi adalah cara yang lebih sederhana: campuran didiamkan sampai padatannya mengendap, lalu cairan di atasnya dituang perlahan. Orang tua kita dulu mengendapkan air sungai yang keruh di gentong semalaman, lalu menciduk bagian atasnya. Unit pengolahan air minum (PDAM) melakukan hal yang sama dalam bak pengendap raksasa.
Kalau partikelnya terlalu halus atau terlalu lama mengendap, campuran diputar sangat cepat dalam alat sentrifugasi (sentrifus). Putaran ribuan kali per menit membuat partikel yang lebih rapat terlempar ke dasar tabung dalam hitungan menit. Laboratorium klinik memisahkan darah menjadi plasma (kekuningan, di atas) dan sel darah (merah, di bawah) dengan cara ini.
Pemisahan dengan magnet hanya bekerja bila salah satu komponen bersifat magnetis, misalnya besi, nikel, kobalt, dan beberapa oksida besi. Pasir hitam di pantai selatan Jawa kaya akan magnetit, \(\ce{Fe3O4}\), yang dipisahkan dari pasir biasa dengan magnet besar sebelum diolah menjadi bijih besi.
Campuran 30,0 g berisi 5,0 g serbuk besi, 15,0 g pasir, dan 10,0 g garam. Ketiganya hanya bercampur, tidak bereaksi, jadi sifat masing-masing masih utuh.
Magnet didekatkan. Hanya serbuk besi yang tertarik. Tip: bungkus magnet dengan plastik supaya serbuk besi mudah dilepas.
Pasir dan garam dimasukkan ke air lalu diaduk. Garam larut: kisinya terurai menjadi ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) yang dikelilingi molekul air. Pasir tidak larut.
Campuran disaring. Butir pasir terlalu besar untuk melewati pori kertas saring sehingga tertinggal sebagai residu. Ion-ion garam yang sangat kecil lolos bersama air sebagai filtrat.
Filtrat diuapkan di cawan porselen. Air (titik didih 100 °C) menguap, sedangkan garam (titik didih 1.465 °C) tertinggal sebagai kristal. Pasir di kertas saring dibilas sedikit air lalu dikeringkan.
Hasil akhirnya: besi 4,9 g, pasir 14,8 g, dan garam 9,6 g. Totalnya 29,3 g dari 30,0 g. Sebagian kecil butir selalu tertinggal di kertas saring, cawan, dan sendok. Karena itu kimiawan menghitung persen perolehan.
Awas jebakanUrutan langkah pemisahan menentukan hasil. Kalau campuran pasir–garam–besi langsung dicampur air, serbuk besi menjadi basah, mudah berkarat, dan lengket dengan pasir. Kalau filtrat diuapkan sebelum disaring, pasir ikut tercampur dengan garam lagi. Ambil komponen yang paling mudah dan paling khas dulu (besi dengan magnet, selagi kering).
Trik Kak Tirta · Tiga pertanyaan saktiSebelum memilih alat, tanyakan tiga hal secara berurutan. (1) Adakah yang ditarik magnet? Tarik dulu. (2) Adakah yang larut dalam air (atau pelarut lain) dan adakah yang tidak? Larutkan, lalu saring. (3) Bagaimana memisahkan cairan dari zat yang larut di dalamnya? Kalau hanya butuh padatannya, uapkan. Kalau butuh cairannya juga, distilasi. Kalau cairannya tidak bercampur, pakai corong pisah.
Seberapa cermat pemisahanmu? Bandingkan massa yang berhasil diperoleh dengan massa komponen itu di campuran awal.
Bima memisahkan 30,0 g campuran yang mengandung 10,0 g garam. Setelah penguapan dan pengeringan, ia memperoleh 9,6 g garam. Berapa persen perolehan garamnya?
Massa garam yang diperoleh: \(m_{\text{diperoleh}} = 9{,}6\) g. Massa garam di campuran awal: \(m_{\text{awal}} = 10{,}0\) g.
Perolehan garam 96%. Sebanyak 0,4 g garam hilang, mungkin menempel di kertas saring atau memercik saat penguapan.
Pilih campuran, lalu seret kartu teknik ke kotak langkah 1, 2, 3, … (atau ketuk kartu untuk mengisi kotak kosong berikutnya; ketuk kotak untuk mengosongkannya). Tekan ✔ Periksa. Adakah urutan lain yang juga masuk akal?
"Air yang sudah disaring dengan kain atau pasir pasti aman diminum."
Penyaringan hanya menahan partikel yang lebih besar dari pori. Kuman yang berukuran beberapa mikrometer dan zat terlarut (garam, pestisida) bisa lolos. Air hasil saringan tetap harus direbus sampai mendidih.
"Makin halus kertas saringnya, makin banyak garam yang tertahan."
Garam yang larut terurai menjadi ion selebar ±0,2 nm, puluhan ribu kali lebih kecil daripada pori kertas saring. Garam dipisahkan dari air dengan penguapan, distilasi, atau membran khusus (osmosis balik, Bab 24).
3.3Penguapan dan kristalisasi: dari tambak garam sampai pabrik gula
Penguapan (evaporasi) memisahkan zat padat yang terlarut dari pelarutnya. Larutan dipanaskan atau dijemur sampai pelarutnya menguap, dan zat terlarut tertinggal. Cara ini bekerja karena titik didih pelarut (air, 100 °C) jauh lebih rendah daripada titik didih zat terlarut (garam, 1.465 °C). Kekurangannya, pelarutnya hilang ke udara.
Kimia Nusantara · Garam rakyat dari tambakSepanjang musim kemarau, petambak di Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang), Pati dan Rembang, Jeneponto, hingga Bima di Nusa Tenggara Barat mengalirkan air laut ke petak-petak tambak. Matahari dan angin menguapkan airnya sedikit demi sedikit. Air yang makin pekat, yang disebut air tua, dipindahkan ke petak kristalisasi (meja garam) sampai kristal garam muncul. Air laut hanya mengandung ±3,5% garam terlarut, dan sekitar tiga perempatnya adalah NaCl. Petambak berpengalaman memanen kristal sebelum air tua terlalu pekat, karena pada tahap akhir garam magnesium yang pahit ikut mengkristal. Kini banyak petambak melapisi meja garam dengan plastik geomembran agar garamnya lebih putih dan bersih.
Kalau yang kita inginkan adalah kristal yang murni dan rapi, ada cara yang lebih cerdik: kristalisasi. Zat dilarutkan dalam pelarut panas sampai jenuh, lalu larutan didinginkan perlahan. Karena kelarutannya turun saat dingin, kelebihan zat keluar dari larutan sebagai kristal. Pengotor yang jumlahnya sedikit tetap tinggal di larutan (larutan induk), sehingga kristalnya lebih murni.
Definisi · Larutan jenuh dan kristalisasiLarutan jenuh adalah larutan yang sudah tidak dapat melarutkan zat terlarut lagi pada suhu tertentu. Kristalisasi adalah pembentukan kristal padat dari larutan jenuh, baik dengan mendinginkan larutan maupun dengan menguapkan sebagian pelarutnya.
Seret titik merah (larutan jenuh panas) dan titik biru (suhu akhir). Larutan didinginkan menyusuri garis putus-putus; begitu menyentuh kurva, kristal mulai muncul (panah magenta). Bandingkan kurva \(\ce{KNO3}\) yang curam dengan kurva NaCl yang hampir datar.
Awas jebakanMenguapkan sampai kering bukan selalu cara terbaik. Semua pengotor ikut tertinggal bersama kristal, gula bisa gosong menjadi karamel, dan kristal hidrat kehilangan air kristalnya (terusi biru, \(\ce{CuSO4.5H2O}\), berubah menjadi serbuk putih, Bab 17). Untuk kristal murni, uapkan sebagian saja sampai larutan jenuh, lalu biarkan dingin.
Pabrik gula tebu di Jawa Timur memakai keduanya. Nira tebu dijernihkan dengan kapur, lalu diuapkan dalam evaporator sampai kental. Nira kental "dimasak" dalam panci vakum: tekanan rendah membuat air mendidih jauh di bawah 100 °C, sehingga gula tidak gosong. Kristal gula yang tumbuh kemudian dipisahkan dari cairan cokelat kental (tetes tebu atau molase) dengan sentrifugasi. Satu pabrik, empat teknik pemisahan!
Sebanyak 100 g air pada 80 °C dijenuhkan dengan kalium nitrat, \(\ce{KNO3}\), lalu didinginkan sampai 20 °C. Kelarutan \(\ce{KNO3}\) adalah 169 g per 100 g air pada 80 °C dan 31,6 g per 100 g air pada 20 °C. (a) Berapa gram kristal yang terbentuk? (b) Berapa persen \(\ce{KNO3}\) yang berhasil dikristalkan? (c) Mengapa cara ini tidak cocok untuk memperoleh garam dapur? (Kelarutan NaCl 38,0 g pada 80 °C dan 35,9 g pada 20 °C, per 100 g air.)
(a) Pada 80 °C larut 169 g. Pada 20 °C hanya 31,6 g yang dapat tetap larut. Kelebihannya mengkristal: \(169 - 31{,}6 = 137{,}4\) g.
(b) \(\dfrac{137{,}4}{169} \times 100\% = 81{,}3\%\) dari \(\ce{KNO3}\) yang dilarutkan.
(c) Untuk NaCl: \(38{,}0 - 35{,}9 = 2{,}1\) g saja per 100 g air. Hampir semuanya tetap larut, sehingga pendinginan tidak efektif.
(a) 137,4 g kristal, (b) 81,3%. (c) Kelarutan NaCl hampir tidak bergantung pada suhu, jadi garam dapur diperoleh dengan penguapan, persis seperti di tambak. Cek di Grafik Hidup di atas!
3.4Distilasi: menguap, lalu mengembun lagi
Teka-teki dari Bab 2 bertanya: bisakah kita mengambil air tawarnya dari air laut, bukan hanya garamnya? Bisa, asalkan uap air tidak dibiarkan kabur ke udara. Uap itu ditangkap, didinginkan, dan diembunkan kembali menjadi air cair. Itulah distilasi atau penyulingan.
Pernahkah kamu membuka tutup panci yang sedang merebus air? Di bagian dalam tutup ada tetesan air bening. Air itu tadinya uap yang naik dari panci, lalu mengembun karena tutupnya lebih dingin. Kalau kamu merebus air garam, tetesan di tutup panci itu tidak asin! Alat distilasi adalah "tutup panci" yang dibuat sangat cermat.
Definisi · DistilasiDistilasi (penyulingan) adalah pemisahan campuran cair berdasarkan perbedaan titik didih: campuran dipanaskan, komponen yang lebih mudah menguap berubah menjadi uap, lalu uapnya diembunkan dalam kondensor. Cairan hasil pengembunan disebut destilat.
Rangkaian distilasi sederhana. Air pendingin masuk dari bawah dan keluar dari atas supaya selubung kondensor selalu penuh air dingin. Ujung termometer berada tepat di depan lubang samping karena yang diukur adalah suhu uap yang menuju kondensor.
KeselamatanDistilasi cairan mudah terbakar (alkohol, aseton, bensin) wajib memakai pemanas listrik atau penangas air, bukan api terbuka. Masukkan dua atau tiga batu didih sebelum memanaskan supaya cairan tidak meletup. Jangan pernah memanaskan sistem yang tertutup rapat: ujung penampung harus terbuka ke udara. Jangan menyuling sampai labu kering. Pakai kacamata pelindung, dan lakukan di bawah pengawasan guru.
Mudah menyalaIritan
Kak Tirta mendistilasi air sumur yang sedikit berbau minyak tanah karena ada tangki bocor di dekat sumur. Bagaimana destilatnya?
Pasti murni dan tidak berbau, karena distilasi menyingkirkan semua pengotor.
Masih bisa berbau, karena sebagian zat yang mudah menguap ikut menguap dan mengembun bersama air.
Berwarna kekuningan seperti minyak tanah, tetapi tidak berbau.
Tidak ada destilat, karena minyak tanah menyumbat kondensor.
Jawabannya: masih bisa berbau. Distilasi hanya menyingkirkan zat yang sukar menguap, seperti garam dan kotoran padat. Zat yang ikut menguap pada suhu didih air, misalnya sebagian komponen minyak tanah, amonia, atau gas terlarut, dapat terbawa bersama uap air ke dalam destilat.
Awas jebakanDistilasi tidak selalu menghasilkan zat murni. Gas terlarut (seperti \(\ce{CO2}\) dan amonia) dan cairan yang mudah menguap ikut tersuling bersama air. Itulah sebabnya air suling untuk laboratorium yang sangat teliti disuling dua kali atau dimurnikan lagi dengan resin penukar ion.
Distilasi sederhana cukup untuk memisahkan pelarut dari zat padat terlarut, atau dua cairan yang titik didihnya berjauhan, misalnya aseton (56 °C) dan air (100 °C). Bagaimana kalau titik didihnya berdekatan, seperti etanol (78 °C) dan air (100 °C)? Uap yang keluar dari labu tetap mengandung kedua zat, hanya lebih kaya komponen yang lebih mudah menguap. Solusinya adalah distilasi bertingkat: di atas labu dipasang kolom fraksionasi berisi manik-manik kaca. Di permukaan manik, uap berkali-kali mengembun dan menguap lagi. Setiap "naik kelas" membuat uap makin kaya komponen yang lebih mudah menguap, sehingga yang sampai di puncak kolom hampir murni.
Aturan · Memilih jenis distilasiSelisih titik didih lebih dari ±25 °C: distilasi sederhana biasanya cukup. Selisih kurang dari ±25 °C: pakai distilasi bertingkat. Selama satu komponen tersuling, suhu termometer bertahan pada titik didih komponen itu (terjadi dataran suhu). Suhu baru naik lagi setelah komponen itu hampir habis.
Pilih campuran lalu tekan ▶. Amati termometer dan grafiknya. Setiap kali suhu mulai naik ke dataran baru, tekan 🔄 Ganti penampung supaya setiap fraksi tertampung terpisah. Bandingkan kemurnian fraksi dengan dan tanpa kolom fraksionasi. Pada air laut, mengapa termometer menunjukkan 100 °C padahal labunya lebih panas? (Warna cairan hanya penanda; aslinya semua bening.)
Di kilang minyak seperti di Cilacap, Balikpapan, dan Dumai, prinsip yang sama bekerja dalam skala raksasa. Minyak mentah dipanaskan sampai ±350–400 °C lalu dialirkan ke menara fraksionasi setinggi puluhan meter. Menara itu panas di bawah dan makin dingin ke atas. Setiap fraksi mengembun pada ketinggian yang suhunya sesuai dengan titik didihnya, lalu dialirkan keluar.
Fraksi minyak bumi
Titik didih (±)
Jumlah atom C
Kegunaan
Gas kilang
di bawah 30 °C
C1–C4
LPG, bahan baku petrokimia
Bensin (nafta)
30–180 °C
C5–C10
bahan bakar kendaraan, bahan baku plastik
Kerosin dan avtur
160–250 °C
C10–C16
minyak tanah, bahan bakar pesawat
Solar (diesel)
250–350 °C
C14–C20
truk, bus, kapal, genset
Pelumas dan parafin
350–450 °C
C20–C40
oli, lilin, campuran malam batik
Residu
di atas 450 °C
lebih dari C40
aspal jalan, bahan bakar kapal
Kimia Nusantara · Harumnya hasil penyulinganSebagian besar minyak nilam dunia berasal dari Indonesia, terutama dari Aceh, Sumatra Barat, dan Sulawesi. Daun nilam kering dimasukkan ke ketel, lalu dialiri uap air selama berjam-jam. Uap membawa molekul wangi keluar dari daun, keduanya mengembun di kondensor, dan minyak yang tidak larut dalam air mengapung di atas destilat. Cara yang sama dipakai untuk minyak kayu putih dari Pulau Buru (Maluku), minyak serai wangi, dan minyak daun cengkeh. Rendemennya kecil: ±2–3% untuk nilam dan kurang dari 1% untuk kayu putih. Itulah sebabnya sebotol kecil minyak atsiri bernilai tinggi. Komponen utama minyak nilam, patchoulol, menentukan mutu dan harganya.
Patchoulol (minyak nilam) mendidih jauh di atas 200 °C, tetapi tetap bisa disuling bersama uap air di bawah 100 °C. Putar molekul-molekul ini. Gugus –OH mana yang membuat geraniol, mentol, dan patchoulol sedikit "suka air"? Bandingkan dengan limonena (minyak kulit jeruk) yang hanya berisi C dan H.
"Minyak atsiri diperoleh dengan memeras daun nilam atau daun kayu putih."
Hampir semua minyak atsiri Nusantara (nilam, kayu putih, serai wangi, daun cengkeh) diperoleh dengan distilasi uap. Uap air membawa molekul wangi keluar dari daun. Hanya minyak kulit jeruk yang lazim diperas.
"Selama distilasi, suhu termometer terus naik."
Selama satu komponen murni tersuling, suhunya bertahan di titik didih komponen itu (dataran suhu). Suhu baru naik setelah komponen itu habis. Dataran suhu adalah "sidik jari" zat yang sedang tersuling.
Tamu dari masa lalu · AlembikAlkimiawan di Aleksandria, Mesir, sudah memakai alat penyuling sekitar 2.000 tahun lalu. Para ilmuwan dunia Islam, antara lain Jabir ibn Hayyan (abad ke-8) dan Ar-Razi (abad ke-9–10), menyempurnakannya untuk menyuling air mawar dan minyak wangi. Nama alat itu, alembik, berasal dari bahasa Arab al-anbiq. Kata "alkohol" pun berasal dari bahasa Arab, al-kuhl. Di Pulau Buru, ketel penyulingan kayu putih tradisional dari drum dan pipa sederhana masih bekerja dengan prinsip yang sama hingga kini.
Lanjut · IB & olimpiadeHukum Raoult: mengapa uap lebih kaya komponen mudah menguap?
Untuk larutan ideal dua cairan A dan B, tekanan uap parsial setiap komponen sebanding dengan fraksi molnya di cairan (hukum Raoult):
Contoh: pada 70 °C, \(p^{\circ}\) heksana = 1,04 atm dan \(p^{\circ}\) heptana = 0,40 atm. Cairan dengan \(x_{\text{heksana}} = 0{,}40\) memberi \(p_{\text{heksana}} = 0{,}416\) atm dan \(p_{\text{heptana}} = 0{,}60 \times 0{,}40 = 0{,}24\) atm, sehingga \(y_{\text{heksana}} = 0{,}416/0{,}656 = 0{,}63\). Uapnya jauh lebih kaya heksana (63%) daripada cairannya (40%). Setiap pengembunan-penguapan ulang di kolom (satu lempeng teoretis) mengulang pengayaan ini. Pada refluks total, banyaknya lempeng minimum diperkirakan dengan persamaan Fenske: \(N_{\min} = \ln\!\left[\dfrac{y/(1-y)}{x/(1-x)}\right] \big/ \ln \alpha\), dengan \(\alpha = p_A^{\circ}/p_B^{\circ}\) (volatilitas relatif).
Campuran nyata bisa menyimpang dari hukum Raoult. Etanol dan air membentuk azeotrop pada 95,6% etanol (massa) yang mendidih pada 78,2 °C. Uap azeotrop sama komposisinya dengan cairannya, sehingga distilasi bertingkat sebaik apa pun tidak dapat memberikan etanol lebih pekat dari 95,6%. Lab Mini di atas memakai model van Laar untuk meniru penyimpangan ini.
Lanjut · IB & olimpiadeDistilasi uap: mendidih di bawah 100 °C
Minyak atsiri dan air tidak saling melarutkan. Masing-masing menguap seolah-olah sendirian, sehingga tekanan uap total adalah jumlah tekanan uap keduanya (hukum Dalton): \(P = p_{\text{air}}^{\circ} + p_{\text{minyak}}^{\circ}\). Campuran mendidih ketika jumlah itu mencapai tekanan udara luar, yaitu pada suhu di bawah titik didih air. Molekul wangi yang titik didihnya 250 °C pun ikut tersuling di bawah 100 °C tanpa terurai.
Karena tekanan uap patchoulol sangat kecil pada suhu itu, setiap kilogram uap air hanya membawa sedikit minyak. Itulah sebabnya penyulingan nilam berlangsung berjam-jam dan menghabiskan banyak kayu bakar.
3.5Kromatografi kertas: lomba lari para pewarna
Setitik tinta spidol hitam (yang larut air) ditotolkan di tisu, lalu ujung tisu dicelupkan ke air. Apa yang terlihat setelah air merambat naik?
Titik hitam melebar menjadi lingkaran hitam yang lebih besar.
Titik hitam luntur dan hilang tanpa bekas.
Titik hitam tetap diam karena tinta tidak larut.
Muncul pita-pita warna lain, misalnya biru, ungu, dan kuning, pada ketinggian berbeda.
Jawabannya: muncul pita-pita warna. Tinta hitam biasanya campuran beberapa pewarna. Air membawa setiap pewarna dengan kecepatan berbeda, sehingga warna-warna itu memisah seperti pelangi kecil. Itulah kromatografi!
Kromatografi memisahkan komponen campuran berdasarkan perbedaan "kesetiaan" mereka pada dua fase. Fase diam adalah bahan yang tidak bergerak (pada kromatografi kertas: serat selulosa kertas beserta air yang terikat padanya). Fase gerak (eluen) adalah pelarut yang merambat naik melewati fase diam. Komponen yang lebih mudah larut dalam fase gerak dan kurang tertarik pada fase diam berlari lebih jauh.
Bayangkan lomba lari di jalan yang ramai pedagang jajanan. Pelari A tidak tertarik jajan, jadi ia terus berlari bersama rombongan. Pelari B sering berhenti di setiap gerobak bakso. Setelah lima menit, A sudah jauh di depan dan B tertinggal. Pewarna yang "suka berhenti" di serat kertas tertinggal di bawah, sedangkan pewarna yang "suka ikut arus" pelarut melaju ke atas.
Setetes campuran dua pewarna (tampak ungu) ditotolkan di atas garis start pensil. Di tingkat partikel, molekul biru dan molekul merah muda masih bercampur di antara serat selulosa kertas.
Pelarut (fase gerak) merambat naik lewat celah-celah serat. Setiap molekul pewarna terus "bimbang": larut dan terbawa arus, atau menempel pada serat (fase diam)?
Molekul biru lebih suka larut, jadi lebih sering ikut arus dan melaju jauh. Molekul merah muda lebih sering menempel, jadi tertinggal. Campuran pun terpisah menjadi dua noda.
Ukur semuanya dari garis start: pelarut 7,5 cm, noda biru 6,0 cm, noda merah muda 2,4 cm. \(R_f\) biru \(= 6{,}0 / 7{,}5 = 0{,}80\) dan \(R_f\) merah muda \(= 2{,}4 / 7{,}5 = 0{,}32\).
Definisi · Nilai \(R_f\)Nilai \(R_f\) (retardation factor, faktor retardasi) adalah perbandingan jarak tempuh noda dengan jarak tempuh pelarut, keduanya diukur dari garis start:
\[ R_f = \frac{\text{jarak noda dari garis start}}{\text{jarak garis depan pelarut dari garis start}} \]
\(R_f\) tidak bersatuan dan selalu bernilai antara 0 dan 1. Pada kertas, pelarut, dan suhu yang sama, suatu zat selalu memberi \(R_f\) yang sama. Karena itu \(R_f\) dipakai untuk mengenali zat dengan membandingkannya dengan zat standar.
Trik Kak TirtaPelarut adalah "bus" yang membawa semua penumpang naik. Tak ada penumpang yang bisa turun lebih jauh dari tempat bus berhenti, jadi \(R_f\) tidak mungkin lebih dari 1. Kalau hitunganmu memberi \(R_f\) 1,3, kamu pasti terbalik membagi! Ingat urutannya: noda di atas, pelarut di bawah.
Pilih sampel jajanan dan pelarut, lalu tekan ▶. Lajur 1 berisi sampel; lajur 2–6 berisi pewarna standar. Setelah pelarut berhenti, ketuk sebuah noda untuk mengukur jarak dan \(R_f\)-nya. Sampel mana yang mengandung pewarna terlarang? Lalu nyalakan kesalahan "pulpen" atau "pelarut terlalu tinggi" dan lihat akibatnya. (Nilai \(R_f\) di sini adalah ilustrasi; nilai nyata bergantung pada kertas, pelarut, dan suhu.)
Awas jebakanGaris start kromatografi selalu digambar dengan pensil, dan permukaan pelarut harus berada di bawahnya. Grafit pensil tidak larut, sedangkan tinta pulpen akan ikut berlari dan mengacaukan hasil. Kalau pelarut menyentuh noda, pewarnanya larut ke dalam wadah dan tidak naik ke kertas. Tutup wadah agar udara di dalamnya jenuh uap pelarut, dan angkat kertas sebelum pelarut mencapai ujung atas.
Tamu dari masa lalu · "Menulis dengan warna"Pada 1906, ahli botani Rusia Mikhail Tsvet menuangkan ekstrak daun ke dalam tabung kaca berisi serbuk kapur (kalsium karbonat). Saat pelarut dialirkan, pigmen daun terpisah menjadi pita-pita hijau dan kuning. Ia menamai teknik itu kromatografi, dari bahasa Yunani chroma (warna) dan graphein (menulis). Kebetulan yang lucu: dalam bahasa Rusia, tsvet berarti "warna"! Pada 1952, Archer Martin dan Richard Synge meraih Nobel Kimia karena mengembangkan kromatografi partisi, nenek moyang kromatografi kertas dan kromatografi gas.
Kimia Nusantara · BPOM memburu Rhodamin BRhodamin B adalah pewarna tekstil dan kertas berwarna merah muda menyala yang dilarang untuk pangan, demikian pula kuning metanil. Namun, keduanya kadang masih ditemukan pada kerupuk, terasi, saus, dan jajanan pasar karena murah dan warnanya mencolok. Bila sering tertelan, zat ini dapat mengganggu fungsi hati. Petugas BPOM dan dinas kesehatan menguji sampel jajanan dengan kit uji cepat dan kromatografi lapis tipis (KLT), saudara dekat kromatografi kertas: bila noda sampel memiliki warna dan \(R_f\) yang sama dengan standar Rhodamin B, sampel itu patut dicurigai dan diuji lebih lanjut. Waspadai makanan yang warnanya merah muda terlalu mencolok, berpendar, dan tidak merata.
Laras menguji saus jajanan dengan kromatografi kertas (pelarut: air garam 1%). Garis depan pelarut 7,5 cm dari garis start. Sampel memberi dua noda: noda merah muda pada 0,9 cm dan noda merah pada 4,8 cm. Pada kertas dan pelarut yang sama, standar memberi \(R_f\): Rhodamin B 0,12; kuning metanil 0,45; Ponceau 4R 0,64; tartrazin 0,82. Apa kesimpulannya?
Hitung \(R_f\) noda merah muda: \(0{,}9 / 7{,}5 = 0{,}12\).
Cocokkan dengan standar (warna dan \(R_f\) harus sama): 0,12 cocok dengan Rhodamin B; 0,64 cocok dengan Ponceau 4R.
Supaya lebih yakin, ulangi dengan pelarut lain. Dua zat berbeda jarang sekali memiliki \(R_f\) yang sama di dua pelarut berbeda.
Saus mengandung Ponceau 4R (diizinkan) dan diduga kuat mengandung Rhodamin B (terlarang). Sampel perlu dilaporkan dan dikonfirmasi di laboratorium.
Lanjut · IB & olimpiade\(R_f\), koefisien partisi, dan saudara-saudara kromatografi
Dalam kromatografi partisi, setiap molekul zat terus berpindah antara fase gerak (m) dan fase diam (s). Perbandingan konsentrasinya saat setimbang adalah koefisien partisi \(K = c_s/c_m\). Bagian waktu yang dihabiskan molekul di fase gerak menentukan kecepatannya relatif terhadap pelarut:
dengan \(A_m\) dan \(A_s\) luas penampang fase gerak dan fase diam. Zat yang sangat terikat pada fase diam (\(K\) besar) memiliki \(R_f\) kecil. Prinsip yang sama dipakai di KLT (lapisan silika di atas kaca atau aluminium), HPLC (kolom bertekanan tinggi, untuk menguji kadar obat dan vitamin), dan kromatografi gas (untuk analisis minyak atsiri dan uji doping). Zat tak berwarna, misalnya asam amino, dilihat dengan pereaksi penampak noda seperti ninhidrin (memberi noda ungu) atau dengan sinar ultraviolet.
3.6Corong pisah, ekstraksi, sublimasi, dan uji kemurnian
Minyak goreng dan air tidak bercampur. Keduanya membentuk dua lapisan karena massa jenisnya berbeda: minyak (±0,9 g/mL) mengapung di atas air (1,0 g/mL). Alat untuk memisahkan dua cairan seperti ini adalah corong pisah: keran di bagian bawah dibuka perlahan sampai seluruh lapisan bawah mengalir keluar, lalu keran ditutup tepat ketika batas lapisan mencapainya.
Kiri: corong pisah memisahkan dua cairan yang tidak bercampur berdasarkan massa jenisnya. Kanan: iodin menyublim saat dipanaskan perlahan, lalu uapnya mengkristal kembali di dinding corong yang dingin, sedangkan garam tertinggal di cawan (dilakukan guru di lemari asam).
Awas jebakanLapisan minyak atau pelarut organik tidak selalu berada di atas. Diklorometana (massa jenis 1,33 g/mL) justru tenggelam di bawah air! Untuk memastikan, teteskan sedikit air ke corong dan lihat lapisan mana yang bertambah. Saat mengocok pelarut yang mudah menguap di corong pisah, balikkan corong dan buka kerannya sesekali (mengarah menjauhi wajah) untuk membuang tekanan uap.
Ekstraksi adalah pemindahan suatu zat dari satu fase ke pelarut lain yang lebih "disukainya". Kamu melakukannya setiap pagi! Menyeduh teh atau kopi adalah ekstraksi padat–cair: air panas melarutkan kafein, zat warna, dan zat aroma dari daun teh atau bubuk kopi, sedangkan ampasnya tertinggal. Membuat jamu kunyit juga ekstraksi: kurkumin yang kuning lebih mudah larut dalam etanol atau minyak daripada dalam air. Pabrik kopi tanpa kafein memakai \(\ce{CO2}\) superkritis (Bab 2) untuk mengekstraksi kafein tanpa meninggalkan sisa pelarut.
Kafein (kopi, teh) cukup larut dalam air panas. Kurkumin (kunyit) lebih suka etanol daripada air. Betakaroten (wortel, minyak sawit merah) hanya larut dalam minyak, karena molekulnya hampir seluruhnya C dan H. Naftalena (kapur barus) menyublim pada suhu kamar. Putar dan bandingkan gugus-gugusnya: mana yang punya banyak atom O atau N?
Sublimasi memisahkan zat yang dapat berubah langsung dari padat menjadi gas (dan sebaliknya) dari zat yang tidak menyublim. Campuran dipanaskan perlahan, uap zat yang menyublim naik lalu mengkristal kembali (deposisi) di permukaan yang dingin. Iodin (I, uapnya ungu) dan naftalena dapat dipisahkan dari garam atau pasir dengan cara ini. Kamu juga sudah bertemu sublimasi di Bab 2: kapur barus di lemari yang makin mengecil tanpa meninggalkan genangan.
Kimia Nusantara · Asal nama "kapur barus"Berabad-abad lalu, kristal kamper alami dari pohon kapur (Dryobalanops aromatica) di Sumatra menjadi barang dagangan yang sangat mahal. Para pedagang dari Arab, India, dan Tiongkok membelinya di pelabuhan Barus, di pesisir barat Sumatra Utara. Dari sinilah nama kapur barus berasal. Kapur barus pengusir ngengat yang dijual sekarang umumnya naftalena buatan pabrik, tetapi namanya tetap mengenang kejayaan Barus.
Setelah dipisahkan, bagaimana kita tahu zatnya sudah murni? Zat murni memiliki titik leleh dan titik didih yang tajam dan tertentu. Pengotor menurunkan titik leleh dan membuatnya meleleh dalam rentang suhu yang lebar. Pengotor yang tidak menguap menaikkan titik didih. Kromatografi juga dapat dipakai: zat murni memberi satu noda saja, bahkan bila diuji dengan beberapa pelarut berbeda.
Definisi · Zat murniZat murni hanya tersusun atas satu jenis zat (unsur atau senyawa). Zat murni meleleh dan mendidih pada suhu yang tetap dan tajam (rentang ≤ ±1 °C), sedangkan campuran meleleh dan mendidih dalam rentang suhu.
Zat
Titik leleh zat murni
Contoh bila tidak murni
Es (air)
0 °C, tajam
es air laut mulai mencair pada ±−2 °C
Aspirin
±135 °C
sampel kurang murni: 128–133 °C (rentang lebar)
Naftalena
80 °C
bercampur pengotor: 75–79 °C
Lilin parafin
tidak tajam
±46–68 °C, karena parafin adalah campuran banyak alkana
Adik Laras tidak sengaja mencampur serbuk kapur barus (naftalena), garam dapur, dan pasir. Rancang langkah untuk memperoleh ketiganya kembali. Petunjuk: naftalena tidak larut dalam air dan mudah menyublim.
Cari sifat yang paling khas: hanya naftalena yang menyublim. Panaskan campuran perlahan di cawan yang ditutup corong terbalik berkain basah (oleh guru, di lemari asam). Naftalena mengkristal di dinding corong.
Sisa (garam + pasir) dilarutkan dalam air dan diaduk: garam larut, pasir tidak.
Saring: pasir tertinggal sebagai residu; bilas dan keringkan.
Uapkan filtrat sampai kristal garam muncul.
Urutannya: sublimasi → pelarutan → penyaringan → penguapan. Urutan lain (larutkan dan saring dulu, lalu sublimasikan naftalena dari residu yang sudah dikeringkan) juga bisa. Coba keduanya di Lab Mini "Teka-teki Alur Pemisahan" di subbab 3.2.
Bila suatu zat terbagi di antara pelarut organik dan air dengan koefisien partisi \(K = c_{\text{organik}}/c_{\text{air}}\), bagian yang tersisa di air setelah satu kali ekstraksi dengan volume \(V_o\) adalah \(\dfrac{V_a}{V_a + K V_o}\). Bila pelarut yang sama dibagi menjadi \(n\) bagian dan dipakai \(n\) kali, sisanya menjadi
Contoh: \(K = 4\), \(V_a = 100\) mL, total \(V_o = 60\) mL. Sekali ekstraksi: sisa \(100/(100 + 240) = 29\%\). Tiga kali 20 mL: sisa \((100/180)^3 = 17\%\). Pelarut sama banyak, hasil jauh lebih baik!
Kimia di sekitarmu
🚰
Pengolahan air PDAM
Air sungai diberi tawas agar kotoran menggumpal, diendapkan di bak besar, disaring melalui lapisan pasir, lalu diberi klorin untuk membunuh kuman. Empat langkah, empat sifat!
🩸
Laboratorium klinik
Darah diputar dalam sentrifus sampai terpisah menjadi plasma kekuningan di atas dan sel darah merah di bawah, lalu masing-masing diperiksa.
🍬
Pabrik gula tebu
Penguapan, kristalisasi dalam panci vakum, lalu sentrifugasi untuk memisahkan kristal gula dari tetes tebu (molase).
🌿
Penyulingan minyak atsiri
Nilam di Aceh, kayu putih di Buru, serai wangi, dan daun cengkeh disuling dengan uap air untuk parfum, obat gosok, dan pengusir nyamuk alami.
🛢️
Kilang minyak
Menara fraksionasi memisahkan minyak mentah menjadi LPG, bensin, avtur, solar, oli, dan aspal berdasarkan titik didihnya.
🕵️
Forensik dan BPOM
Kromatografi mengungkap tinta yang dipakai memalsukan dokumen, pewarna terlarang di jajanan, dan kadar obat dalam jamu yang dicampur bahan kimia obat.
Campuran minyak goreng dan air paling tepat dipisahkan dengan …
penyaringan
corong pisah
magnet
kromatografi
Minyak dan air tidak bercampur dan massa jenisnya berbeda, sehingga membentuk dua lapisan yang dapat dipisahkan dengan corong pisah.
Pada kromatografi kertas, noda bergerak 4,5 cm dan garis depan pelarut 9,0 cm dari garis start. Nilai \(R_f\) noda itu adalah …
2,0
0,45
4,5
0,50
\(R_f = 4{,}5 / 9{,}0 = 0{,}50\). Nilai \(R_f\) selalu di antara 0 dan 1, jadi 2,0 pasti salah (pembagiannya terbalik).
Pada distilasi, di manakah ujung termometer diletakkan?
Sejajar lubang samping labu, tempat uap menuju kondensor
Tercelup di dalam cairan yang mendidih
Di ujung kondensor
Di dalam labu penampung
Yang diukur adalah suhu uap yang sedang menuju kondensor, yaitu titik didih zat yang sedang tersuling.
04
Bab 4 · Dunia Kimia
Pengukuran dalam Kimia: Angka yang Jujur
Timbangan dapur berkata 5 gram, neraca sekolah berkata 5,07 gram, dan keduanya tidak berbohong. Di bab ini kamu belajar membaca alat ukur seperti analis laboratorium dan menulis angka yang jujur tentang seberapa yakin kamu.
Setelah bab ini, kamu bisa
menyebutkan besaran pokok SI yang dipakai kimia dan mengubah suhu Celsius ke kelvin;
mengonversi satuan berawalan (mg, µL, dm³, nm, ppm) dan menulis bilangan dalam notasi ilmiah;
menentukan jumlah angka penting dan membulatkan hasil perhitungan dengan benar;
membedakan ketepatan dan ketelitian, membaca meniskus dan buret, serta menghitung ketidakpastian dan galat;
menghitung massa jenis dan memakainya untuk meramal benda mengapung atau tenggelam, bahkan menguji keaslian emas.
Lima Gram atau 5,07 Gram? Komik · 4 panel
Sabtu sore, di dapur rumah Bima
BimaGaramnya pas 5 gram! Timbangan dapur Ibu tidak pernah bohong.
LarasGaram yang sama di neraca sekolah: 5,07 g. Jadi timbanganmu salah, Bim?
TING!
Kak TirtaDua-duanya benar! Timbangan dapur hanya teliti sampai 1 gram, neraca sekolah sampai 0,01 gram. Angka yang kamu tulis harus jujur tentang alatnya.
Kimo ikut nimbrung…
KimoNeraca analitik membaca sampai 0,0001 g, kira-kira massa sebutir-dua butir garam halus. Makanya ia dikurung kaca: napasmu saja bisa menggeser angkanya!
BimaJadi setiap angka punya "tingkat keyakinan"…
Laras menulis massa garamnya 5,07 g. Berapa sebenarnya massa garam itu?
Tepat 5,07 g, tidak lebih dan tidak kurang sedikit pun.
Sekitar 5,06 g sampai 5,08 g; angka 7 di ujung adalah taksiran terbaik neraca.
Antara 5 g dan 6 g, sama saja dengan hasil timbangan dapur.
Tidak bisa diketahui, karena timbangan digital sering salah.
Jawabannya: sekitar 5,06–5,08 g. Tidak ada pengukuran yang sempurna. Neraca yang menampilkan dua desimal hanya yakin sampai ±0,01 g, jadi hasilnya ditulis 5,07 ± 0,01 g. Timbangan dapur yang berkata "5 g" berarti kira-kira 4 g sampai 6 g. Keduanya benar, tetapi neraca sekolah ±100 kali lebih teliti. Bab ini mengajarkan cara menulis "seberapa yakin" itu dengan angka.
4.1Mengukur: angka, satuan, dan Sistem Internasional
Kimia adalah ilmu yang suka menimbang, menakar, dan mencatat. Resep obat, kadar gula darah, kandungan yodium dalam garam, dan mutu bensin semuanya bergantung pada pengukuran yang baik. Mengukur berarti membandingkan sesuatu dengan satuan yang sudah disepakati.
Bayangkan kamu mengukur panjang meja dengan jengkal: hasilnya 5 jengkal. Temanmu yang tangannya lebih besar mendapat 4 jengkal. Siapa yang benar? Supaya semua orang di dunia mendapat angka yang sama, ilmuwan sepakat memakai "jengkal" yang sama untuk semua orang, yaitu meter, kilogram, dan detik. Kesepakatan itu disebut satuan SI.
Hasil pengukuran selalu terdiri atas angka dan satuan. "Tambahkan garam 2" tidak bermakna: 2 gram? 2 sendok? 2 kilogram? Angka tanpa satuan bisa membuat masakan keasinan, atau lebih buruk lagi, obat yang salah dosis.
Definisi · Besaran pokok dan satuan SIBesaran pokok adalah besaran yang satuannya ditetapkan lebih dulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Satuan SI (Système International d'Unités) adalah sistem satuan yang disepakati seluruh dunia, dengan tujuh besaran pokok. Besaran lain, seperti volume dan massa jenis, disebut besaran turunan karena satuannya disusun dari satuan pokok.
Besaran pokok
Lambang
Satuan SI
Lambang satuan
Contoh di kimia
Panjang
\(l\)
meter
m
panjang ikatan, ukuran partikel (nm)
Massa
\(m\)
kilogram
kg
menimbang pereaksi (sering dalam gram)
Waktu
\(t\)
sekon
s
laju reaksi
Suhu termodinamika
\(T\)
kelvin
K
hukum gas, termokimia
Jumlah zat
\(n\)
mol
mol
menghitung partikel (Bab 17)
Kuat arus listrik
\(I\)
ampere
A
elektrolisis dan penyepuhan
Intensitas cahaya
\(I_v\)
kandela
cd
jarang dipakai di kimia
Kimiawan juga memakai beberapa satuan yang bukan SI tetapi diterima luas: liter (L) untuk volume, gram untuk massa kecil, dan derajat Celsius (°C) untuk suhu sehari-hari. Besaran jumlah zat diukur dalam mol: satu mol berisi \(6{,}022 \times 10^{23}\) partikel. Kita akan berkenalan akrab dengan mol di Bab 17.
Suhu: Celsius dan kelvin
Apa yang sebenarnya diukur termometer? Partikel zat selalu bergerak: bergetar, berputar, dan berpindah tempat. Suhu menunjukkan rata-rata energi gerak partikel itu. Makin panas, makin "gelisah" partikelnya. Pada suhu terendah yang mungkin, nol mutlak, gerak partikel paling kecil dan energinya tidak bisa diturunkan lagi. Skala kelvin dimulai dari titik itu.
Awas jebakanKelvin ditulis tanpa tanda derajat: 298 K, bukan 298 °K. Ukuran satu "anak tangga" kelvin sama dengan satu derajat Celsius, jadi kenaikan 10 °C sama dengan kenaikan 10 K. Namun suhu 10 °C jelas tidak sama dengan 10 K (10 K itu −263 °C, jauh lebih dingin daripada kutub mana pun di Bumi).
Tamu dari masa laluSelama 130 tahun (1889–2019), massa satu kilogram ditentukan oleh sebuah silinder logam platina-iridium seukuran bola pingpong yang disimpan di bawah tiga sungkup kaca di Sèvres, dekat Paris. Masalahnya, setiap kali ditimbang dan dibandingkan dengan salinannya, ada selisih puluhan mikrogram: entah silinder itu berkurang, entah salinannya bertambah! Sejak 20 Mei 2019, kilogram didefinisikan dari sebuah tetapan alam, yaitu tetapan Planck, sehingga tidak bergantung lagi pada benda apa pun. Pada hari yang sama, definisi kelvin, mol, dan ampere juga diperbarui dengan cara serupa.
Kimia Nusantara · Ons, kati, dan petugas teraDi pasar Indonesia, "satu ons" berarti 100 gram, padahal ons dalam sistem Inggris hanya ±28,35 gram. Pedagang rempah zaman dulu juga memakai kati (±0,6 kg) dan pikul (100 kati, ±60 kg) saat menimbang cengkih dan pala. Supaya pembeli tidak dirugikan, timbangan di pasar wajib ditera ulang secara berkala oleh petugas metrologi legal; timbangan yang lulus diberi tanda tera. Standar nasional satuan ukuran Indonesia dijaga oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), agar 1 kilogram di Medan sama dengan 1 kilogram di Merauke.
4.2Awalan dan konversi satuan
Kimiawan bekerja dari dunia yang sangat kecil (molekul berukuran nanometer) sampai yang sangat besar (pabrik pupuk berkapasitas jutaan ton). Supaya angkanya tidak kepanjangan, satuan diberi awalan, yaitu "kata pengali". Kilo berarti seribu, mili berarti seperseribu.
Awalan
Lambang
Pengali
Contoh di kimia dan sekitarmu
giga
G
\(10^{9}\)
daya pembangkit listrik besar (GW)
mega
M
\(10^{6}\)
energi pembakaran batu bara (MJ)
kilo
k
\(10^{3}\)
kg, km, kJ/mol
desi
d
\(10^{-1}\)
dm³ (= 1 L)
senti
c
\(10^{-2}\)
cm³ (= 1 mL)
mili
m
\(10^{-3}\)
mL, mg, mmol (cairan infus, dosis obat)
mikro
µ
\(10^{-6}\)
µL (pipet mikro), µg/m³ (debu PM2,5)
nano
n
\(10^{-9}\)
nm (ukuran molekul, panjang gelombang cahaya)
piko
p
\(10^{-12}\)
pm (panjang ikatan dan jari-jari atom)
Aturan · Kesetaraan volume yang wajib hafal
\[ 1\ \text{L} = 1\ \text{dm}^3 = 1.000\ \text{mL} = 1.000\ \text{cm}^3 \qquad 1\ \text{mL} = 1\ \text{cm}^3\ (= 1\ \text{cc}) \qquad 1\ \text{m}^3 = 1.000\ \text{L} \]
Gelas ukur di laboratorium memakai mL, buku IGCSE sering memakai cm³ dan dm³. Isinya sama, hanya namanya berbeda.
Sebuah bak kubus berukuran 1 m × 1 m × 1 m diisi penuh air. Berapa liter isinya?
1 liter
100 liter
1.000 liter
1.000.000 liter
Jawabannya: 1.000 liter. Satu liter adalah kubus bersisi 1 dm (10 cm). Bak bersisi 1 m = 10 dm, jadi muat \(10 \times 10 \times 10 = 1.000\) kubus satu liter, kira-kira 52 galon air isi ulang. Banyak orang menebak 100 karena lupa bahwa volume punya tiga arah.
Anak SD di Indonesia sudah mengenal tangga satuan. Ternyata tangga itu adalah awalan SI yang disusun rapi. Ikuti kelereng jingga turun dan naik tangga:
Tangga satuan massa: kg, hg, dag, g (satuan dasar), dg, cg, mg. Setiap anak tangga berbeda 10 kali.
Kelereng mulai dari 2,5 kg di puncak tangga. Kita ingin turun ke gram, lalu ke miligram.
Turun tiga anak tangga ke gram: kalikan \(10 \times 10 \times 10 = 10^3\). Jadi 2,5 kg = 2.500 g. Inilah arti awalan kilo (\(10^3\)).
Turun tiga anak tangga lagi ke miligram: 2.500 g × 1.000 = 2.500.000 mg = \(2{,}5 \times 10^6\) mg. Angka yang panjang ini lebih rapi dalam notasi ilmiah (subbab 4.3).
Naik tangga berarti membagi. Tablet obat 750 mg naik tiga anak tangga: 750 ÷ 1.000 = 0,750 g.
Hati-hati dengan satuan kubik! Panjang 1 dm = 10 cm, tetapi volume 1 dm³ berisi \(10 \times 10 \times 10 = 1.000\) kubus 1 cm³. Untuk satuan volume, setiap anak tangga panjang bernilai 1.000 kali.
Cara yang paling aman untuk mengonversi adalah faktor konversi: pecahan yang pembilang dan penyebutnya sama besar, sehingga nilainya 1. Mengalikan dengan 1 tidak mengubah besaran, hanya mengganti satuannya.
Trik Kak Tirta"Satuan mengecil, angka membesar." Mengubah kg ke g (satuan lebih kecil), angkanya pasti jadi lebih besar. Lalu tulis satuan di setiap langkah dan coret yang sama di atas dan di bawah garis pecahan. Kalau yang tersisa bukan satuan yang diminta, berarti faktornya terbalik.
Awas jebakanAwalan ikut dipangkatkan bersama satuannya. Karena 1 cm = \(10^{-2}\) m, maka 1 cm³ = \((10^{-2}\ \text{m})^3 = 10^{-6}\) m³, bukan \(10^{-2}\) m³. Begitu pula 1 m² = 10.000 cm², bukan 100 cm².
Dokter meresepkan sirup 7,5 mL tiga kali sehari selama 5 hari. Berapa liter sirup yang dibutuhkan? Cukupkah sebotol sirup 100 mL?
Total volume: \(7{,}5\ \text{mL} \times 3 \times 5 = 112{,}5\) mL. (Angka 3 kali dan 5 hari adalah bilangan eksak hasil membilang.)
Ubah ke liter: \(112{,}5\ \text{mL} \times \dfrac{1\ \text{L}}{1.000\ \text{mL}} = 0{,}1125\) L.
Bandingkan: 112,5 mL lebih besar daripada 100 mL.
Dibutuhkan 0,1125 L (112,5 mL), jadi satu botol 100 mL tidak cukup. Pakailah sendok takar 5 mL atau gelas takar bawaan obat, bukan sendok makan yang isinya ±15 mL.
ppm: untuk zat yang sangat sedikit
Kadar zat yang sangat kecil, misalnya fluorida dalam air minum atau yodium dalam garam dapur, dinyatakan dalam ppm (parts per million, bagian per sejuta). 1 ppm berarti 1 gram zat dalam 1.000.000 gram campuran, atau 1 mg zat dalam 1 kg campuran. Untuk larutan encer dalam air, 1 ppm ≈ 1 mg per liter, karena 1 L air bermassa ±1 kg.
4.3Notasi ilmiah: menjinakkan angka raksasa dan angka mungil
Satu atom hidrogen bermassa 0,00000000000000000000000167 gram. Satu sendok teh air berisi sekitar 170.000.000.000.000.000.000.000 molekul. Menulis nol sebanyak itu melelahkan dan mudah salah hitung. Ilmuwan meringkasnya dengan notasi ilmiah.
Definisi · Notasi ilmiah (bentuk baku)Bilangan ditulis sebagai
\[ a \times 10^{n} \qquad \text{dengan } 1 \le a < 10 \text{ dan } n \text{ bilangan bulat} \]
Contoh: \(0{,}00000000000000000000000167\ \text{g} = 1{,}67 \times 10^{-24}\ \text{g}\) dan \(170.000.000.000.000.000.000.000 = 1{,}7 \times 10^{23}\).
Caranya: geser koma sampai tersisa satu angka bukan nol di depannya. Banyaknya lompatan menjadi pangkat \(n\). Geser ke kiri (bilangan besar) membuat \(n\) positif; geser ke kanan (bilangan kurang dari 1) membuat \(n\) negatif.
Benda atau besaran
Angka biasa
Notasi ilmiah
Bilangan Avogadro (partikel per mol)
602.214.076.000.000.000.000.000
\(6{,}022 \times 10^{23}\)
Molekul air dalam satu sendok teh (±5 mL)
±170.000.000.000.000.000.000.000
\(1{,}7 \times 10^{23}\)
Massa Bumi (kg)
5.970.000.000.000.000.000.000.000
\(5{,}97 \times 10^{24}\)
Diameter atom hidrogen (m)
±0,0000000001
\(1 \times 10^{-10}\)
Massa satu atom hidrogen (g)
0,00000000000000000000000167
\(1{,}67 \times 10^{-24}\)
Muatan satu elektron (C)
0,000000000000000000160
\(1{,}60 \times 10^{-19}\)
Aturan · Berhitung dengan pangkat sepuluh
\[ (a \times 10^{m})(b \times 10^{n}) = (a \cdot b) \times 10^{m+n} \qquad \frac{a \times 10^{m}}{b \times 10^{n}} = \frac{a}{b} \times 10^{m-n} \]
Contoh: \((3{,}0 \times 10^{4})(2{,}0 \times 10^{-7}) = 6{,}0 \times 10^{-3}\). Bila hasil \(a\) keluar dari rentang 1–10, rapikan lagi: \(16{,}7 \times 10^{20} = 1{,}67 \times 10^{21}\).
Trik Kak Tirta · Tombol EXP di kalkulatorUntuk memasukkan \(6{,}02 \times 10^{23}\), tekan 6.02 EXP 23 (tombolnya bisa bernama EXP, EE, atau ×10ˣ). Jangan menekan "× 10 EXP 23", karena kalkulator akan membacanya sebagai \(6{,}02 \times 10 \times 10^{23}\), sepuluh kali terlalu besar! Kesalahan ini sangat sering terjadi saat ujian.
Kimo bertanya: sekecil apa atom itu?Diameter atom sekitar \(10^{-10}\) m (0,1 nm). Bila sebuah atom diperbesar menjadi sebesar kelereng (1 cm), pembesarannya \(10^{8}\) kali. Dengan pembesaran yang sama, kelereng itu akan selebar \(10^{6}\) m = 1.000 km, kira-kira sejauh Jakarta ke Denpasar!
Ketuk dua atom yang berikatan untuk mengukur panjang ikatannya (ditampilkan dalam pm dan Å; 1 Å = 100 pm = \(10^{-10}\) m). Panjang ikatan O–H pada air sekitar 97 pm. Tantangan: tulis panjang ikatan C=O pada \(\ce{CO2}\) dalam meter dengan notasi ilmiah. Berapa kali lebih kecil dari tebal rambut (±\(7 \times 10^{-5}\) m)?
Setetes air bervolume 0,050 mL dan bermassa 0,050 g. Massa satu mol air 18,0 g, dan satu mol berisi \(6{,}02 \times 10^{23}\) molekul. Berapa molekul air dalam setetes?
Kalikan dengan bilangan Avogadro: \((2{,}78 \times 10^{-3})(6{,}02 \times 10^{23}) = 16{,}7 \times 10^{-3+23} = 16{,}7 \times 10^{20}\).
Rapikan bentuk baku: \(16{,}7 \times 10^{20} = 1{,}67 \times 10^{21}\).
Data 0,050 hanya punya 2 angka penting (subbab 4.4), jadi hasil akhir dibulatkan: \(1{,}7 \times 10^{21}\).
Setetes air berisi ±\(1{,}7 \times 10^{21}\) molekul, cukup untuk dibagikan ±6 triliun molekul kepada setiap penduduk Indonesia!
4.4Angka penting: angka yang boleh dipercaya
Coba ukur panjang pensil dengan penggaris berskala milimeter. Ujung pensil jatuh di antara 12,3 cm dan 12,4 cm, kira-kira di tengahnya. Kamu yakin pada angka 1, 2, dan 3, lalu menaksir angka terakhir: 12,35 cm. Semua angka yang pasti ditambah satu angka taksiran disebut angka penting (AP). Angka terakhir itu disebut angka taksiran.
Angka penting adalah angka yang benar-benar kita ukur. Kalau timbanganmu hanya bisa menunjukkan gram bulat, menulis "5,2836 gram" sama saja dengan mengarang. Tulislah hanya angka yang memang ditunjukkan alatmu.
Laras menimbang 0,0050 g serbuk vitamin dengan neraca analitik. Berapa angka penting pada 0,0050?
1, karena hanya angka 5 yang bukan nol.
2, yaitu angka 5 dan nol di belakangnya.
4, karena nol-nol di depan juga ditulis.
5, semua angka yang tertulis dihitung.
Jawabannya: 2. Nol di depan (0,00…) hanya penunjuk letak koma, bukan hasil ukur, jadi tidak penting. Lihat dalam notasi ilmiah: \(5{,}0 \times 10^{-3}\) g, nol-nol depan lenyap. Namun nol di belakang angka 5 sengaja ditulis Laras untuk menyatakan bahwa neracanya yakin sampai digit itu: \(5{,}0 \times 10^{-3}\) punya 2 AP. Menulis 0,005 (1 AP) berarti membuang informasi!
Aturan · Menghitung angka penting
Semua angka bukan nol penting. 2,74 → 3 AP.
Nol di antara angka bukan nol penting. 1,005 → 4 AP; 20,3 → 3 AP.
Nol di depan tidak penting (hanya penunjuk koma). 0,0052 → 2 AP.
Nol di belakang pada bilangan desimal penting. 5,070 → 4 AP; 0,0050 → 2 AP.
Nol di belakang pada bilangan bulat tanpa koma meragukan. 1500 bisa 2, 3, atau 4 AP. Tulislah \(1{,}5 \times 10^3\) (2 AP) atau \(1{,}50 \times 10^3\) (3 AP) supaya jelas.
Bilangan eksak punya AP tak terhingga: hasil membilang (12 telur, 3 kali ulangan) dan definisi (1 L = 1.000 mL; 273,15 dalam konversi kelvin).
Trik Kak Tirta · Aturan Sabang–MeraukeTulis bilangannya seperti peta Indonesia. Ada koma? Berangkatlah dari Sabang (kiri). Tidak ada koma? Berangkatlah dari Merauke (kanan). Lewati semua nol sampai bertemu angka bukan nol pertama; dari situ, semua angka sampai ujung seberang adalah angka penting. Contoh: 0,00340 (ada koma, dari kiri) → 3, 4, 0 = 3 AP. 25.000 (tanpa koma, dari kanan) → 2, 5 = 2 AP.
Angka penting dalam perhitungan
Kalkulator tidak tahu dari alat apa angkamu berasal. Ia dengan senang hati memberi sepuluh digit, padahal sebagian besar hanyalah "sampah digit". Dua aturan berikut menjaga hasil perhitungan tetap jujur:
Aturan · Pembulatan hasil perhitungan
Perkalian dan pembagian: hasil memiliki jumlah angka penting sebanyak data yang AP-nya paling sedikit. \(2{,}5 \times 3{,}42 = 8{,}55 \to 8{,}6\) (2 AP).
Penjumlahan dan pengurangan: hasil memiliki jumlah angka di belakang koma sebanyak data yang desimalnya paling sedikit. \(12{,}52 + 3{,}7 = 16{,}22 \to 16{,}2\) (1 desimal).
Cara membulatkan: bila angka pertama yang dibuang kurang dari 5, angka terakhir tetap; bila 5 atau lebih, angka terakhir naik satu. Bulatkan di akhir saja; simpan satu-dua angka tambahan pada langkah antara.
Mengapa begitu? Rantai hanya sekuat mata rantai terlemahnya
Misalkan luas sebuah ubin dihitung dari panjang 2,5 cm (penggaris kasar, ±0,1 cm) dan lebar 3,42 cm (jangka sorong, ±0,01 cm). Panjang sebenarnya bisa 2,4 sampai 2,6 cm. Maka luas sebenarnya bisa \(2{,}4 \times 3{,}42 = 8{,}2\) cm² sampai \(2{,}6 \times 3{,}42 = 8{,}9\) cm². Angka kedua (yang di belakang koma) saja sudah goyah! Menulis 8,55 cm² berarti mengaku tahu sampai perseratus, padahal persepuluhnya pun belum pasti. Hasil yang jujur: 8,6 cm².
Pada penjumlahan, yang penting adalah letak ketidakpastian. Bila 3,7 g hanya pasti sampai persepuluh gram, menambahkan 12,52 g (pasti sampai perseratus) tidak bisa membuat jumlahnya pasti sampai perseratus.
Catatan: sebagian buku memakai aturan "genap terdekat" untuk angka yang dibuang tepat 5 (2,25 → 2,2; 2,35 → 2,4). Ikutilah aturan yang dipakai gurumu atau soal.
Bima mengukur massa jenis sebutir batu. Massa ditimbang dengan neraca 0,01 g; volume diukur dengan menaikkan air di gelas ukur.
Hitung angka penting setiap data: 25,37 g punya 4 AP; 30,0 mL dan 39,5 mL masing-masing 3 AP dengan 1 desimal.
Volume batu = 39,5 − 30,0 = 9,5 mL. Pengurangan mengikuti desimal paling sedikit (1 desimal), sehingga hasilnya hanya punya 2 AP. Pengurangan dua angka yang berdekatan "memakan" angka penting!
Kalkulator menghitung \(\rho = 25{,}37 / 9{,}5\) dan menampilkan 2,670526316. Sepuluh digit, tetapi apakah semuanya bermakna?
Pembagian mengikuti AP paling sedikit, yaitu 2 AP (dari 9,5). Angka pertama yang dibuang adalah 7 (≥ 5), jadi 2,6 dibulatkan ke atas: \(\rho = 2{,}7\) g/mL.
Hasil 2,7 g/mL cocok dengan batuan granit (±2,6–2,7 g/mL). Ketidakpastian terbesar datang dari volume yang kecil. Mau lebih teliti? Pakai gelas ukur yang lebih kecil atau ukur beberapa batu sekaligus.
Awas jebakanKalkulator tidak mengenal angka penting. Hasil 2,670526316 bukan berarti hasilmu teliti sampai sepersemiliar; tulis hanya sebanyak yang dibenarkan data. Sebaliknya, jangan pula membuang nol yang bermakna: bila neraca menampilkan 5,00 g, tulis 5,00 g, bukan 5 g.
Tentukan jumlah angka penting: (a) 0,00340 g (b) 205,0 mL (c) \(6{,}02 \times 10^{23}\) (d) 36 siswa di kelas.
(a) Nol depan tidak penting; 3, 4, dan nol belakang (ada koma) penting → 3 AP.
(b) Nol di antara 2 dan 5 penting, nol belakang setelah koma juga penting → 4 AP.
(c) Dalam notasi ilmiah, hitung angka di depan saja: 6, 0, 2 → 3 AP. Pangkat sepuluh tidak dihitung.
(d) Hasil membilang adalah bilangan eksak → AP tak terhingga; tidak membatasi perhitungan.
3 AP, 4 AP, 3 AP, dan tak terhingga.
Tulis hasil berikut dengan angka penting yang benar: (a) 12,52 g gula + 3,7 g garam; (b) 0,0250 mol × 58,44 g/mol; (c) volume balok 3,0 cm × 2,15 cm × 1,05 cm.
(a) Penjumlahan: 12,52 + 3,7 = 16,22. Desimal paling sedikit = 1 (dari 3,7) → 16,2 g.
(b) Perkalian: 0,0250 (3 AP) × 58,44 (4 AP) = 1,461. AP paling sedikit = 3 → 1,46 g.
(c) Perkalian: 3,0 (2 AP) × 2,15 × 1,05 = 6,7725. AP paling sedikit = 2 → 6,8 cm³.
16,2 g; 1,46 g; 6,8 cm³. Perhatikan: penjumlahan melihat desimal, perkalian melihat jumlah AP.
Lanjut · IB & olimpiadeAngka penting pada logaritma (pH)
Untuk logaritma berlaku aturan khusus: jumlah angka di belakang koma pada hasil logaritma sama dengan jumlah AP pada bilangan aslinya. Angka di depan koma hanya menyatakan pangkat sepuluh, mirip nol-nol di depan yang tidak penting.
Contoh: \([\ce{H+}] = 2{,}5 \times 10^{-3}\) mol/L (2 AP). \(\mathrm{pH} = -\log(2{,}5 \times 10^{-3}) = 2{,}60206…\) → ditulis 2,60 (2 desimal). Sebaliknya, pH 7,4 darah (1 desimal) berarti \([\ce{H+}]\) hanya diketahui sampai 1 AP: \(4 \times 10^{-8}\) mol/L.
4.5Ketepatan, ketelitian, galat, dan ketidakpastian
Bayangkan empat pemain melempar panah ke papan sasaran. Ada yang panahnya rapat bergerombol di tengah, ada yang rapat tetapi semuanya di pojok, ada yang berserakan di sekitar tengah, dan ada yang berserakan di mana-mana. Pengukuran di laboratorium persis seperti itu: setiap hasil ukur adalah satu panah, dan pusat sasaran adalah nilai sebenarnya.
Definisi · Ketepatan dan ketelitian
Ketepatan (akurasi, accuracy): seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Panah dekat pusat sasaran.
Ketelitian (presisi, precision): seberapa dekat hasil pengukuran berulang satu sama lain. Panah bergerombol rapat, di mana pun letaknya. Skala terkecil alat (mis. "neraca dengan ketelitian 0,01 g") menentukan seberapa teliti hasil yang mungkin dicapai.
Awas jebakanDi beberapa buku, kata "ketelitian" dan "ketepatan" dipakai dengan arti yang tertukar. Supaya tidak bingung, pegang istilah internasionalnya: akurasi (accuracy) = dekat nilai sebenarnya, presisi (precision) = hasil berulang saling berdekatan. Hasil bisa presisi tetapi tidak akurat!
Setiap panah adalah satu kali menimbang garam yang massa sebenarnya 5,00 g. Pilih skenario, lalu tekan 🎯 Lempar 10. Coba buat empat pola: tepat dan teliti, teliti tetapi tidak tepat, tepat tetapi tidak teliti, serta tidak keduanya. Galat mana yang hilang bila kamu melempar lebih banyak dan merata-ratakan?
Penyimpangan hasil ukur dari nilai sebenarnya disebut galat (error). Ada dua jenis yang wataknya sangat berbeda:
Galat sistematik menggeser semua hasil ke arah yang sama. Contoh: neraca belum ditara (massa kertas ikut tertimbang), termometer yang angkanya selalu 1 °C terlalu tinggi, atau selalu membaca meniskus dari atas. Galat ini merusak ketepatan dan tidak hilang walau pengukuran diulang seribu kali. Obatnya: kalibrasi alat dan perbaiki cara kerja.
Galat acak membuat hasil berserakan ke dua arah secara tidak terduga. Contoh: getaran meja, angin dari kipas, taksiran digit terakhir. Galat ini merusak ketelitian dan bisa dikurangi dengan mengulang pengukuran lalu merata-ratakan.
Karena galat tidak pernah nol, setiap hasil ukur ditulis bersama ketidakpastiannya: \(x \pm \Delta x\). Untuk alat berskala (analog) seperti gelas ukur, ketidakpastian biasanya setengah skala terkecil. Untuk alat digital, ketidakpastiannya satu digit terakhir.
Alat
Skala terkecil
Ketidakpastian
Contoh catatan
Gelas kimia 250 mL
garis kasar tiap 50 mL
±5% (hanya perkiraan)
±200 mL
Gelas ukur 100 mL
1 mL
±0,5 mL
52,5 mL
Gelas ukur 10 mL
0,2 mL
±0,1 mL
7,4 mL
Buret 50 mL
0,1 mL
±0,05 mL per bacaan
23,45 mL
Pipet volume 25 mL (kelas A)
satu garis tanda
±0,03 mL
25,00 mL
Labu ukur 250 mL (kelas A)
satu garis tanda
±0,12 mL
250,0 mL
Timbangan dapur digital
1 g
±1 g
5 g
Neraca analitik
0,0001 g
±0,0001 g
5,0713 g
Termometer kaca
1 °C
±0,5 °C
25,5 °C
Membaca meniskus tanpa tertipu
Permukaan cairan di dalam tabung sempit tidak datar, tetapi melengkung. Lengkungan ini disebut meniskus. Di tingkat partikel, molekul air lebih tertarik ke kaca (adhesi) daripada ke sesamanya, sehingga air "memanjat" dinding dan permukaannya cekung. Atom raksa lebih tertarik ke sesamanya (kohesi), sehingga permukaannya cembung. Mata yang tidak sejajar membuat bacaan bergeser; galat ini disebut paralaks.
Air dibaca di dasar meniskus, raksa di puncaknya, dan mata selalu sejajar dengan permukaan cairan. Pada gelas ukur (angka membesar ke atas), mata di atas membuat bacaan terlalu besar dan mata di bawah membuatnya terlalu kecil.
Pilih alat, baca dasar meniskus di jendela perbesaran, ketik bacaanmu (lengkap dengan angka taksiran!), lalu tekan ✔ Periksa bacaanku. Buret dibaca sampai 0,05 mL terdekat dengan dua desimal; gelas ukur 10 mL sampai 0,1 mL; gelas ukur 100 mL sampai 0,5 mL. Lalu seret mata di "tampak samping" ke atas dan ke bawah: ke mana bacaan bergeser? Mengapa arahnya terbalik pada buret?
Pada titrasi cuka dapur, bacaan buret awal 0,50 mL dan bacaan akhir 23,35 mL. Setiap bacaan memiliki ketidakpastian ±0,05 mL. Tentukan volume titran beserta ketidakpastian mutlak dan persennya.
Volume titran = bacaan akhir − bacaan awal = 23,35 − 0,50 = 22,85 mL.
Dua bacaan, masing-masing ±0,05 mL. Pada pengurangan, ketidakpastian mutlak dijumlahkan: ±0,10 mL.
Volume titran = 22,85 ± 0,10 mL (±0,44%). Ingat, angka buret ditulis dua desimal dengan angka terakhir 0 atau 5. Angka buret membesar ke bawah, kebalikan dari gelas ukur.
"Makin banyak angka di belakang koma, makin benar hasilnya."
Angka harus jujur sesuai alat. Menulis ρ = 2,670526 g/mL dari volume yang hanya pasti ±0,5 mL berarti mengarang digit. Ketepatan ditentukan alat dan cara kerja, bukan banyaknya digit.
"Timbangan digital pasti tepat, kan angkanya digital."
Digital bisa sangat teliti tetapi salah semua: lupa tara, belum dikalibrasi, atau diletakkan miring. Itulah sebabnya timbangan pasar pun wajib ditera ulang.
"Mengulang pengukuran menghilangkan semua galat."
Merata-ratakan hanya mengurangi galat acak. Galat sistematik, seperti lupa tara atau selalu membaca dari atas, tetap ada berapa kali pun diulang.
Lanjut · IB & olimpiadeRambatan ketidakpastian
Bila hasil dihitung dari beberapa data, ketidakpastiannya ikut "merambat". Aturan sederhana yang dipakai IB Chemistry:
Ketidakpastian ditulis dengan 1 angka penting, dan nilai utamanya dibulatkan pada desimal yang sama. Bandingkan ketidakpastian dengan galat: bila galat relatif lebih besar daripada persentase ketidakpastian, pasti ada galat sistematik yang belum disadari.
4.6Massa jenis: mengapa sesuatu mengapung atau tenggelam
Mana yang lebih berat, 1 kg kapas atau 1 kg besi? Tentu sama-sama 1 kg! Bedanya, kapas butuh tempat yang jauh lebih luas. Besaran yang membandingkan massa dengan ruang yang ditempati disebut massa jenis (densitas).
Rumus · Massa jenis
\[ \rho = \frac{m}{V} \]
\(\rho\) (dibaca "rho") = massa jenis, \(m\) = massa, \(V\) = volume. Satuan yang lazim di kimia: g/cm³ = g/mL = kg/L. Satuan SI-nya kg/m³, dengan 1 g/cm³ = 1.000 kg/m³.
Di tingkat partikel, massa jenis bergantung pada dua hal: seberapa berat partikelnya dan seberapa rapat susunannya. Atom emas jauh lebih berat daripada atom aluminium dan tersusun rapat, sehingga emas tujuh kali lebih rapat daripada aluminium. Contoh yang paling ajaib adalah es: molekulnya sama dengan air, tetapi susunannya lebih renggang.
Ruang yang sama, isi berbeda. Dalam es, setiap molekul air terkunci dalam jaringan heksagon (garis putus-putus = ikatan hidrogen) yang berongga, sehingga jumlah molekul per cm³ ±8% lebih sedikit. Karena itu es lebih ringan per volume dan mengapung di atas es teh.
Aturan mengapung sangat sederhana: benda mengapung bila massa jenisnya lebih kecil daripada cairan, dan tenggelam bila lebih besar. Minyak goreng (±0,92 g/mL) mengapung di atas kuah sayur, es (0,92 g/cm³) mengapung di air, sedangkan paku besi (7,87 g/cm³) langsung tenggelam.
Zat (±25 °C)
Massa jenis (g/cm³)
Di dalam air…
Bensin
±0,72–0,77
mengapung (itu sebabnya api bensin tidak boleh disiram air)
Etanol
0,79
bercampur
Minyak goreng
±0,92
mengapung
Es
0,92
mengapung
Air murni
1,00 (tepatnya 0,997)
pembanding
Air laut
±1,025
sedikit lebih rapat daripada air tawar
Aluminium
2,70
tenggelam
Besi
7,87
tenggelam
Tembaga
8,96
tenggelam
Perak
10,5
tenggelam
Raksa
13,5
tenggelam (besi justru mengapung di atas raksa!)
Emas
19,3
tenggelam
Dua kaleng minuman bersoda berukuran sama dimasukkan ke ember air: satu versi biasa (bergula), satu versi tanpa gula. Apa yang biasanya terjadi?
Keduanya mengapung, karena di dalamnya ada gas.
Keduanya tenggelam, karena kaleng terbuat dari logam.
Versi bergula tenggelam, versi tanpa gula mengapung.
Versi tanpa gula tenggelam, karena pemanis buatannya lebih berat.
Jawabannya: versi bergula tenggelam. Sekaleng minuman bergula berisi puluhan gram gula terlarut, sedangkan pemanis buatan hanya diperlukan beberapa ratus miligram. Volume kalengnya sama, tetapi massanya berbeda, sehingga massa jenis keseluruhan kaleng bergula sedikit di atas 1 g/mL dan kaleng tanpa gula sedikit di bawahnya. Selisih kecil itu cukup menentukan nasibnya!
Setiap garis adalah satu zat: makin curam garisnya, makin besar massa jenisnya. Seret titik magenta "sampel misterius" sesuai data hasil ukurmu (atau data LKPD). Garis zat mana yang paling dekat? Coba buat sampel bervolume 3 mL yang cocok dengan emas: berapa massanya?
Tamu dari masa laluMenurut kisah terkenal yang ditulis arsitek Romawi Vitruvius (mungkin sudah dibumbui), Raja Hieron II dari Syracusa curiga mahkota emasnya dicampur perak oleh pandai emas. Archimedes (±250 SM) diminta memeriksanya tanpa merusak mahkota. Saat masuk ke bak mandi dan melihat air meluap, ia sadar bahwa volume benda yang bentuknya rumit pun bisa diukur dari air yang terdesak. Konon ia berlari sambil berteriak "Eureka!" (aku menemukannya!). Mahkota yang dicampur perak akan mendesak lebih banyak air daripada emas murni bermassa sama, karena perak kurang rapat.
Kimia Nusantara · Emas tua, emas muda, dan karatDi toko emas Indonesia, kadar emas dinyatakan dalam karat: emas murni adalah 24 karat, jadi 1 karat = 1/24 bagian emas. Emas 22 karat berisi \(22/24 = 91{,}7\%\) emas, emas 18 karat berisi 75%. Orang menyebut emas berkadar tinggi sebagai "emas tua" (warnanya kuning pekat) dan emas berkadar rendah sebagai "emas muda" (lebih pucat atau kemerahan, karena dicampur perak dan tembaga). Makin rendah kadarnya, makin kecil massa jenisnya: emas murni 19,3 g/cm³, 22 karat ±17,6–18,0 g/cm³, dan 18 karat hanya ±15–16 g/cm³. Ornamen di pura dan keraton kadang dilapisi daun emas (prada) setipis ±0,1 µm!
Laras ingin menguji gelang emas warisan nenek. Massanya 28,95 g (neraca 0,01 g). Saat dicelupkan ke gelas ukur 10 mL, air naik dari 5,0 mL menjadi 6,5 mL (setiap bacaan ±0,1 mL). Hitung massa jenisnya beserta ketidakpastiannya. Bisakah Laras memastikan gelang itu 24 karat, bukan 22 karat?
Volume gelang: \(V = 6{,}5 - 5{,}0 = 1{,}5\) mL, dengan ketidakpastian \(0{,}1 + 0{,}1 = \pm 0{,}2\) mL (13%).
Massa jenis: \(\rho = \dfrac{28{,}95}{1{,}5} = 19{,}3\) g/mL. Dengan 2 AP (dari 1,5) ditulis 19 g/mL.
Ketidakpastian massa hanya 0,03%, jadi totalnya ±13%: \(\rho = 19 \pm 3\) g/mL, artinya antara 16 dan 22 g/mL.
Rentang itu mencakup emas 24 karat (19,3) dan juga 22 karat (±17,8).
\(\rho = 19 \pm 3\) g/mL. Hasilnya cocok dengan emas murni, tetapi belum bisa membedakan 24 dan 22 karat, karena gelas ukur terlalu kasar untuk volume sekecil 1,5 mL. Butuh cara yang lebih teliti: lihat kotak Lanjut di bawah!
Lanjut · IB & olimpiadePenimbangan hidrostatik dan massa jenis paduan
Cara Archimedes yang lebih teliti adalah menimbang benda di dalam air. Gelang digantung dengan benang tipis ke neraca dan dicelupkan seluruhnya. Massanya "berkurang" sebesar massa air yang terdesak. Karena 1 g air ≈ 1 cm³ air, pengurangan massa (dalam gram) sama dengan volume benda (dalam cm³).
Gelang Laras: di udara 28,95 g, di dalam air 27,45 g. Volume = 1,50 cm³ ± 0,02 cm³ (dua penimbangan ±0,01 g), hanya ±1,3%. Maka \(\rho = 28{,}95 / 1{,}50 = 19{,}3 \pm 0{,}3\) g/cm³. Sekarang 22 karat (±17,8) jelas tersingkir: gelang itu emas tua sungguhan!
Untuk paduan, volume komponen (kurang lebih) dijumlahkan, sehingga yang dijumlahkan adalah kebalikan massa jenisnya, ditimbang dengan fraksi massa \(w\):
Contoh: emas 18 karat dengan 25% tembaga: \(1/\rho = 0{,}75/19{,}3 + 0{,}25/8{,}96 = 0{,}0668\), jadi \(\rho \approx 15{,}0\) g/cm³. Rumus ini bisa dibalik untuk menebak kadar emas dari massa jenis yang terukur.
Kimia di sekitarmu
🧁
Takaran kue
Satu cangkir (±240 mL) tepung terigu hanya ±125 g, sedangkan satu cangkir gula pasir ±200 g. Itulah sebabnya pembuat kue profesional menimbang, bukan menakar dengan gelas.
🌧️
Curah hujan BMKG
Curah hujan 1 mm berarti 1 liter air jatuh di setiap meter persegi tanah. Hujan 50 mm sehari mengguyur 50 liter air ke setiap meter persegi atap rumahmu.
😷
Debu PM2,5
Partikel PM2,5 berdiameter ≤ 2,5 µm, jauh lebih kecil daripada tebal rambut (±70 µm). Kadarnya di udara dilaporkan dalam mikrogram per meter kubik (µg/m³).
🧂
Garam beryodium
Garam konsumsi wajib mengandung kalium iodat, \(\ce{KIO3}\), minimal 30 ppm menurut SNI: hanya 30 mg dalam setiap kilogram garam, cukup untuk mencegah gondok.
⛽
Mutu bensin
Bensin bermassa jenis ±0,72–0,77 kg/L. Massa jenis diperiksa dengan hidrometer dan termometer; nilai yang menyimpang bisa menandakan BBM tercampur zat lain.
💊
Sendok obat
Sendok takar obat berisi 5 mL, sedangkan sendok makan ±15 mL. Salah sendok bisa membuat dosis obat tiga kali lipat!
Berapa angka penting pada 0,02040?
2
3
5
4
Nol depan (0,0…) tidak penting. Yang penting: 2, 0 (di antara 2 dan 4), 4, dan nol belakang setelah koma. Jadi 4 AP.
Volume 2,5 L sama dengan …
2.500 mL
250 mL
25 mL
0,0025 mL
1 L = 1.000 mL, jadi 2,5 × 1.000 = 2.500 mL. Satuan mengecil, angka membesar.
Massa sebenarnya sebuah anak timbangan 5,00 g. Bima menimbangnya tiga kali: 5,31 g; 5,30 g; 5,31 g. Hasil Bima …
tepat dan teliti
teliti tetapi tidak tepat
tepat tetapi tidak teliti
tidak tepat dan tidak teliti
Ketiga hasil sangat berdekatan (teliti/presisi), tetapi semuanya ±0,3 g terlalu besar (tidak tepat/akurat). Kemungkinan ada galat sistematik, misalnya Bima lupa menekan tara.
05
Bab 5 · Atom & Tabel Periodik
Perjalanan Model Atom: dari Bola Pejal ke Awan Elektron
Belum pernah ada orang yang melihat bagian dalam atom dengan matanya sendiri. Namun selama dua abad, ilmuwan berhasil "memotret" isinya hanya dengan menimbang, menembak, dan membaca warna cahaya. Inilah kisah detektif terhebat dalam sejarah sains!
Setelah bab ini, kamu bisa
menceritakan perkembangan model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan mekanika kuantum beserta percobaan yang melahirkannya;
menjelaskan bukti adanya elektron (sinar katode) dan inti atom (hamburan sinar alfa);
menghitung energi elektron pada tingkat energi Bohr dan panjang gelombang foton yang dipancarkan saat elektron berpindah tingkat;
menghubungkan spektrum garis dan warna uji nyala dengan lompatan elektron;
membandingkan ukuran inti dengan ukuran atom dan menjelaskan mengapa atom hampir seluruhnya ruang kosong.
Kue Lapis yang Tak Habis Dibelah Komik · 4 panel
Sore hari, di dapur Kak Tirta
KimoKue lapis ini kubelah dua, lalu dua lagi, lalu dua lagi… Sampai kapan bisa terus dibelah, ya?
SRET!
Kak TirtaItu pertanyaan Demokritos 2.400 tahun lalu! Menurutnya, ada potongan terakhir yang tak bisa dibelah lagi: atomos, artinya "tak terbagi".
BimaAku tahu bentuknya! Atom itu bulat seperti onde-onde. Wijennya elektron!
LarasWijen cuma menempel di kulitnya… Lagi pula, mana buktinya?
Kimo membocorkan rahasia…
Kak TirtaSetiap model atom harus lolos ujian percobaan: sinar listrik, selembar emas, dan nyala api berwarna. Banyak yang gugur!
KimoBocoran: atom ternyata hampir seluruhnya ruang kosong!
Seandainya satu atom emas diperbesar sampai seluas Stadion Utama Gelora Bung Karno, apa yang paling banyak mengisi "stadion" itu?
Materi emas yang padat dan rapat, karena emas sangat berat.
Udara yang terperangkap di antara bagian-bagian atom.
Ruang kosong. Hampir seluruh massanya terkumpul di satu titik sebesar kelereng di tengah lapangan.
Cairan kental tempat elektron berenang.
Jawabannya: ruang kosong! Inti atom emas kira-kira 20.000 kali lebih kecil daripada atomnya, tetapi memuat lebih dari 99,9% massanya. Sisanya adalah wilayah elektron yang sangat ringan. Di dalam atom juga tidak ada udara, sebab udara sendiri tersusun atas atom dan molekul. Bagaimana ilmuwan bisa tahu? Ikuti perjalanannya!
5.1Dari Demokritos ke Dalton: atom sebagai bola pejal
Sekitar 2.400 tahun lalu di Yunani, Leukippos dan muridnya, Demokritos, bertanya seperti Kimo. Jawaban mereka: pembelahan harus berhenti pada butiran yang tak bisa dibelah lagi, yaitu atomos. Mereka bahkan membayangkan atom besi punya kait-kait sehingga besi keras, sedangkan atom air licin dan bulat sehingga air mudah mengalir.
Coba bayangkan kamu memotong sepotong kue lapis terus-menerus. Potongannya makin kecil, makin kecil, sampai pisaumu tidak bisa memotong lagi. Potongan terkecil yang masih berupa "kue lapis" itulah yang dibayangkan Demokritos sebagai atom. Bedanya, atom jauh lebih kecil: sebutir garam saja berisi miliaran miliar atom!
Sayangnya, gagasan itu hanya hasil berpikir, tanpa percobaan. Filsuf terkenal Aristoteles menolaknya dan lebih percaya bahwa segala sesuatu tersusun atas empat unsur: tanah, air, udara, dan api. Pendapat Aristoteles bertahan hampir 2.000 tahun.
Kimiawan mulai menimbang
Pada akhir abad ke-18, kimiawan mulai menimbang zat sebelum dan sesudah reaksi dengan neraca yang teliti. Dua aturan penting pun ditemukan:
Hukum kekekalan massa (Antoine Lavoisier, 1789): dalam wadah tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama.
Hukum perbandingan tetap (Joseph Proust, ±1799): suatu senyawa selalu tersusun atas unsur-unsur dengan perbandingan massa yang tetap. Air dari sumur, hujan, atau es kutub selalu berisi hidrogen dan oksigen dengan perbandingan massa 1 : 8.
Perbandingan massa hidrogen : oksigen dalam air adalah 1 : 8. Berapa gram oksigen yang tepat bereaksi dengan 5 g hidrogen, dan berapa gram air yang terbentuk?
Oksigen = 8 × massa hidrogen = 8 × 5 g = 40 g.
Hukum kekekalan massa: air = 5 g + 40 g = 45 g.
Dibutuhkan 40 g oksigen dan terbentuk 45 g air. Tidak ada massa yang hilang, hanya "berganti pasangan".
Seorang guru sekolah dari Manchester, Inggris, bernama John Dalton, mencari penjelasan untuk kedua hukum itu. Jawabannya kembali ke gagasan lama Demokritos, tetapi kali ini didukung data timbangan.
Teori atom Dalton (1803–1808)
Semua materi tersusun atas partikel sangat kecil yang tidak dapat dibagi lagi, yaitu atom.
Atom-atom suatu unsur identik (massa dan sifatnya sama). Atom unsur yang berbeda memiliki massa dan sifat yang berbeda.
Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang atom.
Atom-atom bergabung dengan perbandingan bilangan bulat sederhana membentuk senyawa.
Dalton membayangkan atom sebagai bola pejal yang tak terbagi, mirip bola biliar yang sangat kecil.
Definisi · AtomAtom adalah partikel terkecil suatu unsur yang masih memiliki sifat kimia unsur tersebut. Dalam reaksi kimia, atom tidak hilang dan tidak berubah menjadi atom unsur lain; atom hanya bertukar pasangan.
Teori Dalton menjelaskan kedua hukum tadi dengan indah. Massa kekal karena atom-atomnya tetap ada, hanya berganti pasangan. Perbandingan massa tetap karena setiap molekul air selalu tersusun atas atom-atom yang sama dengan jumlah yang sama. Dalton lalu meramalkan hukum perbandingan berganda: bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, massa unsur kedua yang bergabung dengan massa tetap unsur pertama berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.
Dalam karbon monoksida, 3 g karbon bergabung dengan 4 g oksigen. Dalam karbon dioksida, 3 g karbon bergabung dengan 8 g oksigen. Tunjukkan bahwa data ini sesuai dengan hukum perbandingan berganda.
Massa karbon dibuat sama (3 g) pada kedua senyawa.
Bandingkan massa oksigen: 4 g : 8 g = 1 : 2.
Perbandingan bilangan bulat sederhana muncul karena satu atom C mengikat satu atom O \((\ce{CO})\) atau dua atom O \((\ce{CO2})\). Tidak ada "satu setengah atom".
Perbandingan massa oksigennya 1 : 2, bilangan bulat sederhana. Ini bukti kuat bahwa materi tersusun atas butiran utuh, yaitu atom.
Mengapa perbandingan bilangan bulat membuktikan adanya atom?
Bayangkan membeli telur di warung. Kamu bisa membeli 1 butir atau 2 butir, tetapi tidak bisa membeli 1,37 butir. Kalau materi bisa dibagi tanpa batas (seperti air yang bisa dituang sesuka hati), unsur-unsur boleh bergabung dengan perbandingan berapa pun. Kenyataannya, oksigen yang bergabung dengan karbon selalu "melompat" dari 4 g ke 8 g, tidak pernah 5,3 g. Lompatan bilangan bulat itu menandakan ada satuan terkecil yang utuh: atom.
Dalton memberi setiap unsur lambang bulat, karena baginya atom adalah bola pejal. Lambang huruf seperti H, O, dan Au baru diusulkan Berzelius beberapa tahun kemudian.
Setarakan setiap reaksi. Perhatikan tabel atomnya: jumlah atom setiap unsur di kiri dan kanan harus sama. Itulah postulat ketiga Dalton dan alasan massa selalu kekal.
Tamu dari masa lalu · John Dalton (1766–1844)Dalton adalah anak penenun miskin yang sudah mengajar sejak usia 12 tahun. Selain atom, ia tekun mencatat cuaca setiap hari selama puluhan tahun dan meneliti buta warna yang dideritanya sendiri. Karena itu, buta warna merah-hijau pernah disebut daltonisme. Ia bahkan berpesan agar matanya diperiksa setelah ia wafat untuk mencari penyebab buta warnanya.
Awas jebakan"Tak terbagi dalam reaksi kimia" tidak sama dengan "tak punya bagian". Pada akhir abad ke-19 ditemukan bahwa atom tersusun atas partikel yang lebih kecil (elektron dan inti). Ternyata pula atom-atom satu unsur bisa berbeda massanya (isotop, Bab 6). Meski begitu, gagasan Dalton bahwa reaksi kimia hanya menata ulang atom tetap dipakai sampai hari ini.
5.2Thomson dan sinar katode: menemukan elektron
Menjelang tahun 1900, para fisikawan gemar bermain dengan tabung sinar katode: tabung kaca yang udaranya hampir habis dipompa keluar, dengan dua lempeng logam (elektrode) yang diberi tegangan sangat tinggi. Dari elektrode negatif (katode) memancar sinar tak kasatmata yang membuat dinding kaca atau layar di ujung tabung berpendar. Televisi tabung zaman dulu bekerja dengan prinsip yang sama.
Pada 1897, Joseph John (J.J.) Thomson di Cambridge, Inggris, menguji sinar itu dengan medan listrik dan medan magnet. Ikuti percobaannya langkah demi langkah:
Tegangan tinggi menghasilkan sinar dari katode (−). Sinar melewati lubang anode, merambat lurus, dan membuat layar berpendar di tengah.
Thomson memasang dua pelat bermuatan. Sinar membelok menuju pelat positif. Kesimpulan: sinar katode tersusun atas partikel bermuatan negatif.
Dengan magnet saja, sinar membelok ke arah lain. Partikel bermuatan yang bergerak memang dibelokkan oleh medan magnet.
Thomson mengatur kedua medan sampai sinar lurus lagi. Gaya listrik sama dengan gaya magnet, sehingga kecepatan partikel dapat dihitung: \(v = E/B\).
Dari besar pembelokan, Thomson menghitung rasio muatan/massa \(e/m \approx 1{,}76 \times 10^{11}\) C/kg, ±1.800 kali lebih besar daripada ion hidrogen. Partikel ini jauh lebih ringan daripada atom teringan, dan ada di dalam semua atom.
Definisi · ElektronElektron adalah partikel penyusun semua atom yang bermuatan negatif (\(-1{,}602 \times 10^{-19}\) C, ditulis muatan relatif −1) dengan massa \(9{,}109 \times 10^{-31}\) kg, kira-kira 1/1836 massa proton.
Atom bersifat netral, padahal di dalamnya ada elektron negatif. Jadi pasti ada pula bagian bermuatan positif. Pada 1904 Thomson mengusulkan model roti kismis (plum pudding): atom berupa bola bermuatan positif yang merata, dengan elektron-elektron tersebar di dalamnya seperti kismis di dalam roti. Jumlah muatan positif dan negatifnya sama, sehingga atom netral.
Onde-onde atau semangka?Tebakan Bima di komik hampir tepat! Bedanya, wijen onde-onde hanya menempel di kulit, sedangkan elektron Thomson tersebar di seluruh bola. Model Thomson lebih mirip semangka: daging buah merah adalah muatan positif yang merata, biji-biji hitamnya adalah elektron.
Lanjut · IB & olimpiadeDari e/m ke massa elektron
Saat sinar lurus di medan listrik \(E\) dan medan magnet \(B\) yang bersilangan, \(eE = evB\), sehingga \(v = E/B\). Dengan medan magnet saja, elektron bergerak melingkar berjari-jari \(r\): \(evB = \dfrac{mv^2}{r}\). Gabungkan keduanya:
Pada 1909, Robert Millikan mengukur muatan satu elektron lewat percobaan tetes minyak: \(e = 1{,}602 \times 10^{-19}\) C. Maka \(m = \dfrac{e}{e/m} = \dfrac{1{,}602 \times 10^{-19}}{1{,}759 \times 10^{11}} = 9{,}11 \times 10^{-31}\) kg. Dua percobaan sederhana sudah cukup untuk "menimbang" partikel yang tak pernah terlihat!
Tamu dari masa lalu · Ayah dan anak peraih NobelJ.J. Thomson meraih Nobel Fisika 1906 karena penelitiannya tentang hantaran listrik dalam gas. Tiga puluh satu tahun kemudian, putranya, George Paget Thomson, meraih Nobel Fisika 1937 karena membuktikan bahwa elektron juga berperilaku seperti gelombang. Sang ayah menunjukkan elektron sebagai partikel, sang anak menunjukkan elektron sebagai gelombang. Keduanya benar, seperti yang akan kamu lihat di subbab 5.5.
Model Thomson berhasil menjelaskan bahwa atom mengandung elektron dan tetap netral. Namun, model ini akan runtuh oleh sebuah percobaan dengan lembaran emas.
5.3Rutherford dan lembaran emas: inti yang mungil
Partikel alfa yang sangat cepat ditembakkan ke selembar emas yang sangat tipis. Menurut model Thomson, muatan positif emas tersebar merata dan "lunak". Apa yang sebenarnya teramati?
Semua partikel menembus lurus, sesuai ramalan model Thomson.
Semua partikel tertahan di lembaran emas.
Hampir semua menembus lurus, sebagian kecil dibelokkan, dan sangat sedikit memantul balik.
Semua partikel memantul balik ke arah sumber.
Jawabannya: sebagian kecil memantul balik! Model Thomson meramalkan semua partikel hanya sedikit berbelok. Ketika beberapa partikel ternyata memantul, itu tanda ada "sesuatu" yang sangat kecil, sangat berat, dan bermuatan positif di dalam atom.
Pada 1909 di Manchester, Hans Geiger dan mahasiswanya yang baru berusia 20 tahun, Ernest Marsden, bekerja di bawah bimbingan Ernest Rutherford. Mereka menembakkan partikel alfa (α), yaitu inti atom helium \((\ce{He^2+})\) yang dipancarkan unsur radioaktif radium dengan kecepatan ±15.000 km per detik, ke lembaran emas setipis kurang dari seperseribu milimeter. Setiap partikel α yang menabrak layar seng sulfida menimbulkan kilatan cahaya kecil, yang mereka hitung satu per satu di ruang gelap dengan mikroskop.
Susunan percobaan Geiger–Marsden (disederhanakan). Mikroskop dapat diputar mengelilingi lembaran emas untuk menghitung partikel α pada setiap sudut.
Pengamatan
Kesimpulan Rutherford (1911)
Hampir semua partikel α menembus lurus.
Sebagian besar atom adalah ruang kosong.
Sebagian kecil dibelokkan dengan sudut besar.
Ada pusat bermuatan positif yang menolak partikel α (yang juga positif).
Sangat sedikit (±1 dari 8.000) memantul balik.
Pusat itu sangat kecil tetapi memuat hampir seluruh massa atom.
Definisi · Inti atomInti atom (nukleus) adalah pusat atom yang sangat kecil, bermuatan positif, dan memuat lebih dari 99,9% massa atom. Elektron berada di sekitar inti, di ruang yang jauh lebih luas.
Rutherford lalu mengusulkan model atom inti (1911), sering disebut model tata surya: inti mungil di tengah seperti Matahari, dan elektron-elektron beredar mengelilinginya seperti planet. Kelak (1917–1919) Rutherford juga menemukan bahwa muatan positif inti dibawa oleh partikel yang ia namai proton.
Bayangkan kamu melempar bola kasti ke arah jaring nyamuk. Hampir semua bola lolos lewat lubang-lubangnya. Tetapi kalau di jaring itu tersembunyi beberapa kelereng besi yang sangat kecil, sesekali bolamu memantul balik saat tepat mengenainya. Begitulah cara Rutherford "melihat" inti atom tanpa pernah melihatnya!
Tekan ▶ Jalankan untuk menghujani lembaran dengan partikel α, atau ketuk sisi kiri kanvas untuk menembak satu partikel. Bandingkan hasil hitungan model Thomson dan Rutherford. Bisakah kamu membidik tepat ke inti sampai partikelnya memantul? Ubah energi α dan jenis logam: kapan pantulan makin sering?
Mengapa hanya sedikit partikel yang memantul? Partikel α baru dibelokkan tajam bila lewat sangat dekat dengan inti. Jarak tegak lurus antara arah datang partikel dan inti disebut jarak bidik \(b\). Geser titik oranye pada grafik ini:
1 fm (femtometer) = 10⁻¹⁵ m. Pada emas dengan α 5 MeV, partikel harus lewat kurang dari ±23 fm dari inti agar memantul. Padahal jari-jari atom emas ±144.000 fm! Karena itulah pantulan sangat jarang.
Lanjut · IB & olimpiadeSeberapa dekat α ke inti?
Pada tembakan lurus (\(b = 0\)), partikel α melambat karena ditolak inti, berhenti sesaat, lalu berbalik. Di titik terdekat \(d_0\), seluruh energi kinetiknya berubah menjadi energi potensial listrik:
(\(ke^2 = 1{,}44\) MeV·fm.) Untuk α 7,7 MeV (dipakai Geiger–Marsden) dan emas (\(Z = 79\)): \(d_0 = 2 \times 79 \times 1{,}44 / 7{,}7 \approx 30\) fm. Jadi inti emas paling besar berjari-jari ±30 fm, ribuan kali lebih kecil daripada atomnya. (Nilai modern: ±7 fm.)
Awas jebakanAtom bukan bola padat yang penuh materi. Hampir seluruh volumenya adalah ruang kosong yang dihuni elektron yang sangat ringan. Meja terasa keras bukan karena atomnya penuh, melainkan karena awan elektron atom-atom tanganmu dan atom-atom meja saling menolak.
Tamu dari masa lalu · Ernest Rutherford (1871–1937)Rutherford, anak petani dari Selandia Baru, mengenang hasil percobaan itu sebagai peristiwa paling luar biasa dalam hidupnya: seakan-akan menembakkan peluru meriam ke selembar kertas tisu, lalu pelurunya memantul dan mengenai penembaknya. Lucunya, fisikawan yang suka bercanda bahwa fisika adalah ilmu paling hebat ini justru menerima Nobel Kimia 1908 untuk penelitiannya tentang unsur radioaktif.
Mengapa atom Rutherford seharusnya runtuh?
Menurut fisika klasik (teori Maxwell), muatan listrik yang bergerak melingkar selalu memancarkan gelombang elektromagnetik dan kehilangan energi. Elektron yang mengitari inti seharusnya terus memancarkan cahaya, lintasannya menyusut seperti spiral, lalu jatuh ke inti dalam waktu kurang dari sepermiliar detik. Kalau benar begitu, tidak akan ada atom yang stabil, termasuk atom-atom tubuhmu! Selain itu, cahaya yang dipancarkan seharusnya berwarna kontinu (pelangi utuh), bukan garis-garis tertentu. Dua masalah inilah yang dipecahkan Niels Bohr.
5.4Bohr: tangga energi dan spektrum garis
Kuah sayur asin meluap dan menetes ke api kompor gas yang biru. Nyala api di bagian itu akan berubah menjadi warna apa?
Biru yang lebih terang, karena apinya makin panas.
Kuning-jingga terang.
Hijau, karena ada sayuran.
Tidak berubah, karena air memadamkan warna.
Jawabannya: kuning-jingga! Garam dapur mengandung natrium. Panas api "mengangkat" elektron atom natrium ke tingkat energi lebih tinggi. Saat turun kembali, elektron melepas cahaya kuning dengan panjang gelombang 589 nm. Warna ini adalah "tanda tangan" natrium, dan model Bohr menjelaskan asalnya.
Cahaya punya sidik jari
Cahaya Matahari yang dilewatkan prisma terurai menjadi pelangi utuh: spektrum kontinu. Tetapi gas hidrogen yang dialiri listrik dalam tabung berpendar ungu kemerahan, dan bila dilihat lewat prisma, cahayanya hanya berupa empat garis berwarna yang terpisah. Setiap unsur memiliki pola garis sendiri, seperti sidik jari atau kode batang (barcode) di kemasan belanjaan.
Garis-garis hidrogen di daerah tampak disebut deret Balmer: merah (656 nm), biru kehijauan (486 nm), nila (434 nm), dan ungu (410 nm). Gas hidrogen yang dingin menyerap warna-warna yang sama persis.
Definisi · Spektrum garisSpektrum emisi (spektrum garis) adalah kumpulan garis cahaya terang dengan panjang gelombang tertentu yang dipancarkan atom suatu unsur saat dipanaskan atau dialiri listrik. Pola garisnya khas untuk setiap unsur.
Model atom Bohr (1913)
Fisikawan muda Denmark, Niels Bohr, yang pernah belajar bersama Rutherford, menggabungkan model inti dengan gagasan baru Max Planck dan Albert Einstein bahwa cahaya datang dalam paket energi bernama foton. Energi satu foton sebanding dengan frekuensinya: \(E = hf = \dfrac{hc}{\lambda}\).
Postulat Bohr
Elektron hanya boleh berada pada lintasan (kulit) tertentu dengan energi tertentu, disebut tingkat energi, diberi nomor \(n = 1, 2, 3, \dots\) (kulit K, L, M, N, …). Selama berada di sana, elektron tidak memancarkan energi.
Elektron dapat berpindah tingkat. Naik ke tingkat lebih tinggi bila menyerap energi yang tepat sama dengan selisih tingkat. Turun ke tingkat lebih rendah sambil memancarkan satu foton: \(\Delta E = E_\text{awal} - E_\text{akhir} = \dfrac{hc}{\lambda}\).
Tingkat terendah (\(n = 1\)) disebut keadaan dasar. Tingkat yang lebih tinggi disebut keadaan tereksitasi.
Bayangkan tangga rumah panggung. Kamu bisa berdiri di anak tangga pertama, kedua, atau ketiga, tetapi tidak bisa melayang di antara dua anak tangga. Elektron juga begitu: ia hanya boleh "berdiri" di tingkat energi tertentu. Saat melompat turun, kelebihan energinya keluar sebagai cahaya.
Untuk atom hidrogen, Bohr menghitung energi setiap tingkat dengan rumus yang sangat sederhana. Tanda negatif berarti elektron terikat pada inti; energi nol berarti elektron baru saja lepas dari atom.
Elektron atom hidrogen biasanya menempati tingkat energi terendah, \(n = 1\): keadaan dasar.
Atom menyerap energi (panas nyala atau listrik), dan elektron melompat ke \(n = 3\): keadaan tereksitasi. Ia hanya menerima energi yang tepat sama dengan selisih tingkat.
Keadaan tereksitasi tidak stabil. Elektron turun ke \(n = 2\) sambil melepas foton \(\Delta E = 3{,}40 - 1{,}51 = 1{,}89\) eV, yaitu cahaya merah \(\lambda = 656\) nm.
Elektron turun lagi ke \(n = 1\) dan melepas foton \(10{,}2\) eV (\(\lambda = 122\) nm). Ini ultraviolet: tidak terlihat mata, tetapi terekam alat.
Miliaran atom melompat dengan cara berbeda (\(4 \to 2\), \(5 \to 2\), \(6 \to 2\), …). Spektroskop menampilkan garis-garis terang di posisi yang selalu sama: sidik jari hidrogen.
Selisih energi menentukan warna. Lompatan kecil menghasilkan foton berenergi rendah (merah atau inframerah), sedangkan lompatan besar menghasilkan foton berenergi tinggi (ungu atau ultraviolet).
Trik Kak Tirta · angka ajaib 1240Karena \(hc = 1240\) eV·nm, kamu tidak perlu repot dengan pangkat sepuluh:
\[ \lambda\ (\text{nm}) \approx \frac{1240}{\Delta E\ (\text{eV})} \]
Contoh: 2,48 eV → 1240 ÷ 2,48 = 500 nm (hijau). Hafalkan juga urutan warna dari energi rendah ke tinggi: "Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U" (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu).
Elektron atom hidrogen berada di kulit \(n = 3\). Berapa energinya, dan berapa energi yang dibutuhkan untuk melepaskannya dari atom?
Lepas dari atom berarti naik ke \(E_\infty = 0\). Energi yang dibutuhkan \(= 0 - (-1{,}51) = 1{,}51\) eV.
\(E_3 = -1{,}51\) eV; untuk melepaskannya perlu 1,51 eV, jauh lebih kecil daripada 13,6 eV dari keadaan dasar. Elektron di kulit luar lebih mudah lepas.
Elektron hidrogen turun dari \(n = 4\) ke \(n = 2\). Hitung energi foton dan panjang gelombangnya. Apa warnanya?
\(E_4 = -13{,}6/16 = -0{,}85\) eV dan \(E_2 = -13{,}6/4 = -3{,}40\) eV.
Foton 2,55 eV dengan \(\lambda \approx\) 486 nm: garis biru kehijauan (Hβ) dalam deret Balmer.
Ketuk sebuah lintasan atau tingkat energi (atau pilih di menu) untuk memindahkan elektron. Saat turun, foton berwarna nyata terbang keluar dan garisnya tercatat di spektroskop. Nyalakan Lampu hidrogen untuk melihat jutaan lompatan acak. Garis apa saja yang muncul di daerah cahaya tampak? Lompatan mana yang menghasilkan garis merah?
Seret titik magenta (tingkat awal) dan titik oranye (tingkat akhir). Perhatikan: makin tinggi tingkatnya, makin rapat jaraknya. Itulah sebabnya garis-garis deret Balmer makin berdesakan di dekat ungu.
Lanjut · IB & olimpiadeRumus Rydberg, ion mirip hidrogen, dan energi ionisasi
Untuk ion yang hanya punya satu elektron (\(\ce{He+}\), \(\ce{Li^2+}\), …) inti bermuatan \(+Z\) menarik elektron lebih kuat: \(E_n = -13{,}6\,Z^2/n^2\) eV. Panjang gelombang garisnya mengikuti rumus Rydberg:
Garis-garis setiap deret makin rapat dan akhirnya menyatu di batas konvergensi. Untuk deret Lyman (turun ke \(n = 1\)) batasnya 91,2 nm, yaitu foton yang energinya tepat cukup untuk melepaskan elektron dari keadaan dasar: \(1240/91{,}2 = 13{,}6\) eV per atom, atau \(13{,}6 \times 96{,}485 = 1312\) kJ/mol. Inilah energi ionisasi pertama hidrogen yang akan kamu temui lagi di Bab 8.
Uji nyala: warna rahasia logam
Kalau Bohr benar, setiap unsur punya tangga energi yang berbeda, sehingga warna cahayanya juga berbeda. Inilah dasar uji nyala: sedikit garam logam pada kawat nikrom atau platina yang bersih dimasukkan ke nyala pembakar. Panas nyala mengeksitasi elektron ion logam, lalu elektron itu turun sambil memancarkan warna khas.
Ion logam
Contoh garam
Warna nyala
Garis/pita utama (nm)
Catatan
Li \(\ce{Li+}\)
LiCl
merah tua (krimson)
671
mirip stronsium; bedakan dengan spektroskop
Na \(\ce{Na+}\)
NaCl (garam dapur)
kuning-jingga terang
589
sangat kuat; lampu jalan natrium
K \(\ce{K+}\)
KCl
ungu muda (lila)
766 (merah tua) & 404 (ungu)
mudah tertutup kuning natrium; lihat lewat kaca kobalt
Ca \(\ce{Ca^2+}\)
\(\ce{CaCl2}\)
merah bata (jingga kemerahan)
pita ±622 & ±554
dari kapur dan cangkang telur
Sr \(\ce{Sr^2+}\)
\(\ce{SrCl2}\)
merah terang (krimson)
pita ±606–682 & 461
kembang api dan suar merah
Ba \(\ce{Ba^2+}\)
\(\ce{BaCl2}\)
hijau pucat (hijau apel)
pita ±513–524 & 554
kembang api hijau; garamnya beracun
Cu \(\ce{Cu^2+}\)
\(\ce{CuCl2}\)
hijau kebiruan
±510–522 & pita 420–450
kembang api biru (dengan klorida)
Pilih garam, lalu seret ujung kawat ke dalam nyala (atau tekan 🔥 Celupkan ke nyala). Amati warna nyala dan garis-garisnya di spektroskop. Coba campuran NaCl + KCl: ke mana perginya warna ungu kalium? Nyalakan kaca kobalt! Lalu uji kemampuanmu dengan garam misteri.
KeselamatanUji nyala dengan pembakar hanya dilakukan di laboratorium sekolah bersama guru. Pakai kacamata pelindung, ikat rambut panjang, dan jauhkan kertas serta botol spiritus dari api. Garam barium dan stronsium beracun bila tertelan, dan garam tembaga mencemari air. Ambil secuil saja dengan kawat bersih, jangan dicicipi, cuci tangan sesudahnya, dan buang sisa garam ke wadah limbah yang disediakan guru. Di rumah, jangan menaburkan bahan apa pun ke kompor kecuali mengamati percikan garam dapur yang tidak sengaja.
Mudah menyala (spiritus)Toksik (garam barium)Berbahaya bagi lingkungan (garam tembaga)
Lampu jalan natrium memancarkan cahaya kuning dengan \(\lambda = 589\) nm. Hitung selisih energi tingkat elektron natrium yang menghasilkan cahaya itu dalam eV dan dalam kJ/mol. (\(h = 6{,}626 \times 10^{-34}\) J s; \(c = 3{,}00 \times 10^8\) m/s; \(N_A = 6{,}022 \times 10^{23}\))
Energi satu foton: \(E = \dfrac{hc}{\lambda} = \dfrac{6{,}626 \times 10^{-34} \times 3{,}00 \times 10^8}{589 \times 10^{-9}} = 3{,}37 \times 10^{-19}\) J.
Dalam eV: \(3{,}37 \times 10^{-19} / 1{,}602 \times 10^{-19} = 2{,}11\) eV. (Cek dengan trik 1240: \(1240/589 = 2{,}11\) ✔)
Untuk satu mol foton: \(3{,}37 \times 10^{-19} \times 6{,}022 \times 10^{23} = 2{,}03 \times 10^5\) J = 203 kJ/mol.
\(\Delta E \approx\) 2,11 eV per atom atau 203 kJ/mol, setara dengan energi ikatan kimia yang lemah. Panas nyala cukup untuk mengeksitasi elektron natrium, tetapi foton kuningnya tidak cukup kuat untuk membakar kulit seperti ultraviolet.
Kimia Nusantara · Langit Tahun Baru dan lampu jalanSaat kembang api malam Tahun Baru meledak di langit kota-kota Indonesia, kamu sebenarnya sedang menonton model Bohr! Merah berasal dari garam Sr stronsium, hijau dari Ba barium, biru dari Cu tembaga, kuning dari natrium, dan ungu dari campuran stronsium dan tembaga. Biru adalah warna tersulit, karena senyawa tembaga pembawa warnanya mudah rusak pada suhu terlalu tinggi. Lampu jalan kuning-jingga yang dulu banyak menerangi jalan raya adalah lampu uap natrium; kini banyak yang diganti lampu LED putih yang lebih hemat listrik.
Tamu dari masa lalu · Bunsen, Kirchhoff, dan BohrSekitar 1859, Robert Bunsen (penemu pembakar Bunsen yang nyalanya hampir tak berwarna) dan Gustav Kirchhoff membuat spektroskop pertama. Dalam dua tahun, mereka menemukan dua unsur baru hanya dari garis spektrumnya: sesium (garis biru, Latin caesius = biru langit) dan rubidium (garis merah tua, rubidus). Setengah abad kemudian, Niels Bohr menjelaskan asal garis-garis itu dan meraih Nobel Fisika 1922.
Warna menunjukkan tahun penemuan. Enam unsur yang menyala ditemukan berkat garis spektrumnya: sesium (1860), rubidium dan talium (1861, garis hijau), indium (1863, garis nila), helium (1868, di spektrum Matahari sebelum ditemukan di Bumi), dan galium (1875). Ketuk unsurnya untuk membaca kisahnya.
Model Bohr sukses besar untuk hidrogen: ramalannya cocok dengan garis spektrum sampai beberapa angka penting. Namun model ini gagal meramalkan spektrum atom berelektron banyak, bahkan helium yang hanya punya dua elektron. Model Bohr juga tidak menjelaskan mengapa elektron hanya boleh berada di tingkat tertentu. Jawabannya datang dari sifat elektron yang paling aneh: ia juga sebuah gelombang.
5.5Model mekanika kuantum: awan elektron
Tiga gagasan besar pada 1920-an mengubah cara kita membayangkan elektron:
Louis de Broglie (1924): setiap partikel yang bergerak juga bersifat gelombang, dengan panjang gelombang \(\lambda = \dfrac{h}{mv}\). Untuk elektron, panjang gelombang ini seukuran atom!
Erwin Schrödinger (1926): menulis persamaan gelombang untuk elektron dalam atom. Penyelesaiannya disebut orbital dan otomatis menghasilkan tingkat-tingkat energi Bohr untuk hidrogen.
Werner Heisenberg (1927): prinsip ketidakpastian. Posisi dan kecepatan elektron tidak dapat diketahui tepat sekaligus. Jadi, lintasan elektron yang pasti seperti orbit planet tidak bisa digambar.
Setiap titik menandai tempat elektron "tertangkap" bila posisinya diukur berkali-kali. Makin rapat titiknya, makin besar peluang elektron berada di sana. Bentuk orbital s, p, d, dan f dibahas di Bab 7.
Definisi · OrbitalOrbital adalah daerah di sekitar inti tempat peluang menemukan elektron paling besar (biasanya digambar sebagai daerah yang memuat ±90% peluang). Dalam model mekanika kuantum, elektron digambarkan sebagai awan elektron, bukan titik yang beredar di lintasan.
Pernah memotret kipas angin yang sedang berputar? Bilahnya tampak seperti cakram kabur. Kamu tahu bilahnya ada di suatu tempat di dalam cakram itu, tetapi tidak tahu tepatnya di mana pada saat tertentu. Awan elektron mirip cakram kabur itu: kita hanya tahu di mana elektron kemungkinan besar berada.
Awas jebakanElektron tidak mengitari inti seperti planet mengitari Matahari pada lintasan yang pasti. "Orbit" adalah lintasan dalam model Bohr, sedangkan "orbital" adalah awan peluang dalam model kuantum. Kata "kulit" (K, L, M, N) tetap dipakai untuk menyebut tingkat energi utama \(n\).
Lanjut · IB & olimpiadeGelombang elektron yang pas melingkar
Elektron hidrogen di \(n = 1\) bergerak dengan kelajuan ±\(2{,}19 \times 10^6\) m/s. Panjang gelombang de Broglie-nya:
Keliling orbit Bohr pertama \(= 2\pi \times 0{,}0529\) nm \(= 0{,}332\) nm, tepat satu panjang gelombang! Di kulit \(n\), keliling lintasan memuat tepat \(n\) gelombang (\(2\pi r = n\lambda\)), seperti senar gitar yang hanya bergetar dengan nada tertentu. Itulah alasan tersembunyi mengapa energi elektron "berjenjang". Sebagai pembanding, bola kasti 0,15 kg yang dilempar 40 m/s punya \(\lambda \approx 10^{-34}\) m, terlalu kecil untuk teramati, sehingga benda sehari-hari tidak tampak bergelombang.
Mari rangkum seluruh perjalanan. Perhatikan bahwa setiap model baru tidak membuang semua model lama; model baru memperbaiki bagian yang gagal menjelaskan hasil percobaan.
Model
Tahun
Bukti utama
Gambaran atom
Kelemahan
Dalton
1803–1808
hukum kekekalan massa, perbandingan tetap & berganda
bola pejal tak terbagi
tak menjelaskan listrik, elektron, isotop
Thomson
1897/1904
sinar katode (rasio e/m)
bola positif bertabur elektron
gagal menjelaskan α yang memantul
Rutherford
1911
hamburan sinar α (Geiger–Marsden)
inti mungil positif; elektron beredar; hampir kosong
elektron seharusnya jatuh ke inti; tak menjelaskan spektrum garis
Bohr
1913
spektrum garis hidrogen
elektron di tingkat energi tertentu
hanya cocok untuk atom/ion berelektron tunggal
Mekanika kuantum
1926
sifat gelombang elektron
awan peluang (orbital)
model terbaik saat ini; matematikanya rumit
Gagasan atom lahir dari pertanyaan sederhana: sampai kapan materi bisa dibelah? Jawaban Demokritos masih berupa tebakan cerdas.
Dalton mengubah tebakan itu menjadi teori ilmiah berdasarkan data timbangan. Reaksi kimia = penataan ulang bola-bola atom.
Penemuan elektron membuktikan atom punya bagian. Thomson menaruh elektron di dalam bola bermuatan positif.
Partikel α yang memantul memaksa Rutherford memusatkan muatan positif dan massa atom di inti yang sangat kecil.
Bohr menjelaskan spektrum garis: elektron hanya boleh berada di tingkat energi tertentu.
Model mekanika kuantum menggambarkan elektron sebagai awan peluang (orbital). Inilah model yang dipakai kimiawan sekarang.
Trik Kak Tirta · urutan model atomIngat Kimo yang pelit berbagi kue lapis: "Dia Tidak Rela Bagi Kue" = Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, Kuantum. Lalu pasangkan setiap nama dengan "senjatanya": timbangan, sinar katode, lembaran emas, spektrum garis, gelombang elektron.
"Elektron mengitari inti seperti planet di lintasan yang pasti."
Itu gambaran model Bohr yang sudah diperbaiki. Menurut model kuantum, posisi elektron hanya bisa dinyatakan sebagai peluang di dalam orbital (awan elektron).
"Atom itu padat, makanya batu terasa keras."
Hampir seluruh volume atom adalah ruang kosong. Batu terasa keras karena awan elektron atom-atomnya saling menolak dan terikat kuat, bukan karena atomnya penuh materi.
"Model atom lama sudah salah, jadi tidak perlu dipelajari."
Setiap model menjelaskan sebagian data dengan baik. Model Dalton masih dipakai untuk menyetarakan reaksi, dan model Bohr tetap berguna untuk spektrum hidrogen dan kulit elektron.
"Warna kembang api berasal dari apinya yang lebih panas."
Warnanya berasal dari ion logam: elektron yang tereksitasi turun kembali dan memancarkan panjang gelombang khas. Stronsium merah, barium hijau, tembaga biru.
5.6Seberapa kecil atom itu?
Diameter atom berkisar antara 0,1 dan 0,5 nanometer (\(1\ \text{nm} = 10^{-9}\) m). Atom hidrogen berdiameter ±0,1 nm dan atom emas ±0,29 nm. Inti atomnya jauh lebih kecil lagi: hanya beberapa femtometer (\(1\ \text{fm} = 10^{-15}\) m). Diameter atom kira-kira 10.000 sampai 100.000 kali diameter intinya.
Sehelai rambutmu tebalnya ±0,08 mm. Kalau atom emas dijajarkan melintang di atas rambut itu, dibutuhkan sekitar 280 ribu atom! Padahal hampir seluruh isi setiap atom itu adalah ruang kosong.
Penggaris logaritmik: setiap langkah ke kanan berarti 10 kali lebih kecil. Jarak dari atom ke intinya sama jauhnya dengan jarak dari sebutir kelereng ke sebuah sel darah merah!
Kimia Nusantara · Atom seluas Stadion GBKBayangkan inti sebuah atom emas sebesar kelereng (±1,4 cm) yang diletakkan di titik tengah lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta. Pada skala itu, atom emasnya berdiameter ±290 m: elektron-elektron terluarnya berada kira-kira di sekitar tribun paling atas, ±145 m dari kelereng. Seluruh ruang di antara kelereng dan tribun itu nyaris kosong, padahal kelereng itulah yang memuat lebih dari 99,9% massa atom!
Jari-jari atom emas 0,144 nm, sedangkan jari-jari intinya ±7,0 fm. Jika inti diperbesar menjadi kelereng berdiameter 1,4 cm, berapa diameter atom pada skala yang sama?
Samakan satuan: 0,144 nm = \(1{,}44 \times 10^{-10}\) m dan 7,0 fm = \(7{,}0 \times 10^{-15}\) m.
Diameter model atom \(= 1{,}4\ \text{cm} \times 20.600 = 28.800\) cm \(\approx 290\) m.
Atomnya selebar ±290 m, seukuran stadion besar. Perbandingan volumenya \(k^3 \approx 9 \times 10^{12}\): inti menempati kurang dari sepertriliun volume atom.
Fakta unik dari KimoKarena hampir seluruh massa atom terkumpul di inti yang mungil, materi inti luar biasa padat: ±\(2 \times 10^{17}\) kg per meter kubik. Satu sendok teh materi inti murni akan bermassa sekitar satu miliar ton, lebih berat daripada semua kendaraan di Indonesia! Materi sepadat itu ada di alam semesta, yaitu di dalam bintang neutron.
Bisakah atom dilihat? Mikroskop cahaya tidak bisa, karena gelombang cahaya tampak (400–700 nm) ribuan kali lebih panjang daripada atom. Namun sejak 1981, mikroskop penerowongan (scanning tunneling microscope) dapat "meraba" permukaan logam dengan jarum setajam satu atom dan menampilkan atom-atomnya sebagai bukit-bukit kecil. Ilmuwan bahkan pernah menyusun puluhan atom satu per satu membentuk tulisan. Setelah dua ribu tahun, tebakan Demokritos akhirnya bisa "dipotret".
Kimia di sekitarmu
🎆
Kembang api Tahun Baru
Merah dari stronsium, hijau dari barium, biru dari tembaga, kuning dari natrium. Setiap warna adalah lompatan elektron tertentu.
💡
Lampu jalan natrium
Lampu uap natrium memancarkan hampir hanya cahaya kuning 589 nm. Karena itu, di bawahnya mobil merah tampak gelap kecokelatan.
🔭
Observatorium Bosscha
Di Lembang, astronom memecah cahaya bintang menjadi spektrum. Garis-garisnya mengungkap unsur penyusun bintang yang jaraknya triliunan kilometer.
🏮
Papan reklame neon
Gas neon dalam tabung bertegangan tinggi berpendar merah-jingga. Warna lain diperoleh dari gas lain atau lapisan serbuk berpendar di kaca.
🔬
Mikroskop elektron
Laboratorium riset di universitas dan BRIN memakai berkas elektron, yang bersifat gelombang, untuk memotret virus dan partikel nano.
🚨
Detektor asap
Sebagian detektor asap di gedung dan hotel memakai sedikit amerisium-241 yang memancarkan partikel alfa, sama seperti pada percobaan Rutherford.
Percobaan yang membuktikan bahwa atom memiliki inti kecil bermuatan positif adalah …
percobaan sinar katode Thomson
hamburan sinar alfa oleh lembaran emas
percobaan tetes minyak Millikan
uji nyala Bunsen dan Kirchhoff
Partikel α yang dibelokkan tajam dan memantul hanya bisa dijelaskan oleh inti yang kecil, masif, dan positif (Rutherford, 1911).
Elektron atom hidrogen turun dari \(n = 4\) ke \(n = 2\). Foton yang dipancarkan berwarna …
merah (656 nm)
ungu (410 nm)
biru kehijauan (486 nm)
ultraviolet (122 nm)
\(\Delta E = 13{,}6\left(\tfrac{1}{4} - \tfrac{1}{16}\right) = 2{,}55\) eV, sehingga \(\lambda = 1240/2{,}55 = 486\) nm.
Menurut model mekanika kuantum, orbital adalah …
daerah di sekitar inti dengan peluang terbesar menemukan elektron
lintasan berbentuk lingkaran tempat elektron beredar
jalur elips seperti orbit planet
bagian inti tempat proton berada
Orbital adalah awan peluang, bukan lintasan. Lintasan (orbit) adalah gambaran model Bohr.
06
Bab 6 · Atom & Tabel Periodik
Partikel Atom, Isotop & Massa Atom: Menimbang yang Tak Terlihat
Semua atom karbon punya 6 proton, tetapi tidak semuanya sama berat. Ada karbon "gemuk" yang bisa menjadi jam penunjuk umur, dan ada klorin yang massanya 35,45, bukan bilangan bulat. Mari membongkar isi atom dan menimbangnya!
Setelah bab ini, kamu bisa
menyebutkan muatan, massa relatif, dan letak proton, neutron, dan elektron;
menentukan jumlah proton, neutron, dan elektron dari notasi nuklida \(^{A}_{Z}\mathrm{X}\), untuk atom maupun ion;
membedakan isotop, isobar, dan isoton, serta isotop stabil dan radioaktif;
menghitung massa atom relatif (Ar) sebagai rata-rata berbobot dari kelimpahan isotop, dan sebaliknya;
membaca spektrum massa (klorin, brom, magnesium) dan menjelaskan cara kerja spektrometer massa.
Kembar yang Beda Berat Komik · 4 panel
Sabtu sore, di teras rumah Laras
BimaLaras, dua kantong ini sama-sama berisi 20 kelereng. Jumlahnya sama, jadi beratnya pasti sama, dong!
LarasJangan menebak, Bim, kita timbang! … Lho, miring! Kantong biru lebih berat. Jumlahnya sama, kok massanya beda?
AHA!
Kak TirtaKelereng biru ternyata berinti gotri besi. Dari luar kembar, dalamnya beda. Atom juga punya "kembar" seperti ini. Namanya isotop!
Kimo ikut nimbrung…
KimoKlorin di garam dapurmu juga campuran dua kembar: Cl-35 dan Cl-37, kira-kira 3 : 1.
BimaRata-rata 35 dan 37 itu 36… eh, benarkah?
Di tabel periodik, massa atom relatif klorin tertulis 35,45. Mengapa angkanya tidak bulat?
Karena atom klorin punya "setengah proton" atau "setengah neutron".
Karena timbangan para ilmuwan kurang teliti.
Karena 35,45 adalah rata-rata dari campuran atom Cl-35 dan Cl-37.
Karena massa elektron menambah 0,45 pada nomor massa 35.
Jawabannya: rata-rata campuran isotop. Tidak ada satu pun atom klorin bermassa 35,45. Sekitar 3 dari 4 atom klorin adalah Cl-35, sisanya Cl-37. Rata-ratanya lebih dekat ke 35, persis seperti nilai rata-rata kelas yang lebih dekat ke nilai kebanyakan siswa. Tidak ada setengah proton, dan elektron terlalu ringan untuk menambah 0,45. Bab ini mengajarkan cara menghitungnya.
6.1Tiga partikel penyusun atom
Di Bab 5 kamu sudah mengikuti para ilmuwan membongkar atom. Hasilnya, setiap atom tersusun atas tiga jenis partikel subatom. Dua di antaranya, proton dan neutron, berdesakan di inti atom yang sangat mungil. Partikel ketiga, elektron, bergerak di ruang luas di sekeliling inti.
Bayangkan atom seperti sebuah desa. Di tengahnya ada balai desa yang sangat padat, yaitu inti. Di balai itu tinggal warga bermuatan positif (proton) dan warga netral (neutron). Di sekelilingnya, warga yang sangat ringan dan bermuatan negatif (elektron) berlarian ke sana kemari. Desa ini hampir seluruhnya berupa lapangan kosong!
Partikel
Lambang
Muatan relatif
Massa relatif
Massa sebenarnya
Letak
Ditemukan
Proton
\(\ce{^{1}_{1}p}\) atau p⁺
+1
1
\(1{,}673 \times 10^{-27}\) kg
inti
Rutherford, 1919
Neutron
\(\ce{^{1}_{0}n}\) atau n⁰
0
1
\(1{,}675 \times 10^{-27}\) kg
inti
Chadwick, 1932
Elektron
\(\ce{^{0}_{-1}e}\) atau e⁻
−1
\(\tfrac{1}{1836}\) (≈ 0,0005)
\(9{,}109 \times 10^{-31}\) kg
di luar inti (kulit/awan elektron)
Thomson, 1897
Dua hal penting dari tabel itu:
Muatan proton dan elektron sama besar (\(1{,}602 \times 10^{-19}\) coulomb) tetapi berlawanan tanda. Jadi atom yang punya jumlah proton dan elektron sama bersifat netral.
Proton dan neutron hampir sama berat, elektron sangat ringan. Kalau satu proton seberat sekarung beras 50 kg, satu neutron kira-kira 50,07 kg, sedangkan satu elektron hanya ±27 gram, kira-kira dua sendok makan gula pasir.
Akibatnya, lebih dari 99,9% massa atom terkumpul di inti. Pada atom karbon, keenam elektronnya hanya menyumbang ±0,03% massa. Saat menimbang atom, elektron hampir boleh diabaikan.
Tamu dari masa lalu · Partikel tanpa muatanPada 1920 Ernest Rutherford menduga ada partikel netral di dalam inti, sebab massa inti jauh lebih besar daripada jumlah protonnya. Partikel tanpa muatan sangat sulit ditangkap karena tidak ditarik atau ditolak oleh listrik. Pada 1932 James Chadwick menembaki logam berilium dengan partikel alfa. Keluarlah "sinar" tak bermuatan yang mampu menendang proton keluar dari lilin parafin. Chadwick membuktikan bahwa sinar itu adalah partikel netral yang massanya hampir sama dengan proton: neutron. Ia meraih Nobel Fisika 1935.
6.2Nomor atom, nomor massa, dan ion
Setiap warga Indonesia punya NIK di KTP-nya. Atom juga punya "KTP", yaitu jumlah protonnya. Semua atom dengan 6 proton pasti karbon. Semua atom dengan 8 proton pasti oksigen. Tambah satu proton saja, unsurnya berubah!
Definisi · Nomor atom dan nomor massaNomor atom (\(Z\)) adalah jumlah proton dalam inti. Nomor atom menentukan jenis unsur. Nomor massa (\(A\)) adalah jumlah proton ditambah neutron dalam inti. Proton dan neutron bersama-sama disebut nukleon. Atom dengan \(Z\) dan \(A\) tertentu disebut nuklida.
Keduanya ditulis dalam notasi nuklida. Nomor massa di kiri atas, nomor atom di kiri bawah, dan muatan (bila ada) di kanan atas:
\[ ^{A}_{Z}\mathrm{X}^{\,\text{muatan}} \qquad N = A - Z \]
Ion klorida dari garam dapur, \(\ce{^{35}_{17}Cl^-}\): 17 proton, 35 − 17 = 18 neutron, dan 17 + 1 = 18 elektron.
Trik Kak Tirta · A di Atas"A di Atas, Z di bawah." Angka besar di atas selalu nomor massa, angka kecil di bawah selalu nomor atom. Lalu ingat tiga peran partikel: proton = KTP (tidak boleh diganti, menentukan unsur), neutron = berat badan (boleh beda, unsurnya tetap), elektron = jaket (boleh dilepas atau ditambah, membentuk ion).
Atom natrium berubah menjadi ion \(\ce{Na+}\) di dalam garam dapur. Apa yang terjadi pada atom itu?
Natrium mendapat satu proton tambahan, jadi muatannya positif.
Natrium melepaskan satu elektron, jadi protonnya lebih banyak satu.
Natrium kehilangan satu neutron.
Natrium mendapat satu elektron.
Jawabannya: melepaskan satu elektron. Ion terbentuk karena atom melepas atau menerima elektron. Proton tidak ikut berpindah dalam reaksi kimia. Seandainya natrium mendapat proton, ia berubah menjadi magnesium! Natrium punya 11 proton dan 11 elektron. Setelah melepas 1 elektron tinggal 10 elektron, sehingga muatannya \(11 - 10 = +1\).
Atom bisa melepas atau menerima elektron. Hasilnya adalah ion, partikel bermuatan listrik. Proton dan neutronnya tidak berubah sedikit pun.
Definisi · Kation dan anionKation adalah ion bermuatan positif. Kation terbentuk saat atom melepas elektron, sehingga proton lebih banyak daripada elektron. Contoh: \(\ce{Na+}\), \(\ce{Mg^2+}\), \(\ce{Al^3+}\). Anion adalah ion bermuatan negatif. Anion terbentuk saat atom menerima elektron, sehingga elektron lebih banyak daripada proton. Contoh: \(\ce{Cl-}\), \(\ce{O^2-}\), \(\ce{N^3-}\).
Aturan · Menghitung partikel dari notasi
\[ p = Z \qquad n = A - Z \qquad e = Z - (\text{muatan ion}) \]
Untuk atom netral, muatannya 0, jadi \(e = p\). Untuk \(\ce{Al^3+}\): \(e = 13 - (+3) = 10\). Untuk \(\ce{O^2-}\): \(e = 8 - (-2) = 10\).
Notasi
Proton
Neutron
Elektron
Jenis
\(\ce{^{23}_{11}Na}\)
11
12
11
atom netral
\(\ce{^{23}_{11}Na+}\)
11
12
10
kation
\(\ce{^{16}_{8}O^2-}\)
8
8
10
anion
\(\ce{^{27}_{13}Al^3+}\)
13
14
10
kation
\(\ce{^{35}_{17}Cl-}\)
17
18
18
anion
\(\ce{^{56}_{26}Fe^3+}\)
26
30
23
kation (karat besi)
Awas jebakanIon terbentuk dengan menambah atau mengurangi elektron, bukan proton. Muatan positif berarti kekurangan elektron. Ingat seperti utang: kehilangan sesuatu yang negatif membuatmu makin "positif". Mengubah jumlah proton berarti mengubah unsurnya, dan itu hanya terjadi pada reaksi inti (Bab 37), bukan reaksi kimia biasa.
Geser slider atau ketuk tombol − dan + di gambar. Perhatikan: apa yang berubah saat kamu menambah proton? Bagaimana kalau hanya neutron? Atau hanya elektron? Kerjakan tantangan di pita kuning, misalnya "buat ion O²⁻", lalu tekan 🎯 untuk tantangan berikutnya. Label "inti" memberi tahu apakah inti rakitanmu stabil atau radioaktif.
Tentukan jumlah proton, neutron, dan elektron dalam ion \(\ce{^{27}_{13}Al^3+}\) dan ion \(\ce{^{32}_{16}S^2-}\).
\(\ce{Al^3+}\): proton \(= Z = 13\); neutron \(= 27 - 13 = 14\); elektron \(= 13 - 3 = 10\).
\(\ce{Al^3+}\): 13 p, 14 n, 10 e. \(\ce{S^2-}\): 16 p, 16 n, 18 e. Perhatikan: muatan hanya mengubah jumlah elektron, inti tetap sama.
Keluarga 10 elektron\(\ce{O^2-}\), \(\ce{F-}\), \(\ce{Ne}\), \(\ce{Na+}\), \(\ce{Mg^2+}\), dan \(\ce{Al^3+}\) sama-sama punya 10 elektron. Partikel dengan jumlah elektron sama disebut isoelektronik. Susunan elektronnya sama dengan neon, gas mulia yang sangat stabil. Di Bab 7 dan Bab 10 kamu akan melihat mengapa banyak ion "ingin" meniru gas mulia.
6.3Isotop: kembar yang beda berat
Kembali ke kelereng Bima. Dua kelereng bisa tampak kembar dari luar tetapi berbeda isinya. Atom juga begitu. Semua atom hidrogen punya 1 proton, tetapi ada yang intinya hanya berisi proton, ada yang ditemani 1 neutron, dan ada yang ditemani 2 neutron.
Tiga isotop hidrogen. Semuanya punya 1 proton dan 1 elektron, jadi sifat kimianya sama. Yang berbeda hanya jumlah neutron, sehingga massanya berbeda. Tritium meluruh dengan waktu paruh 12,3 tahun.
Definisi · Isotop, isobar, isotonIsotop: atom-atom dari unsur yang sama (nomor atom \(Z\) sama) tetapi nomor massanya berbeda karena jumlah neutronnya berbeda. Contoh: \(\ce{^{12}_{6}C}\), \(\ce{^{13}_{6}C}\), \(\ce{^{14}_{6}C}\). Isobar: atom-atom unsur berbeda yang nomor massanya sama. Contoh: \(\ce{^{14}_{6}C}\) dan \(\ce{^{14}_{7}N}\); \(\ce{^{40}_{18}Ar}\), \(\ce{^{40}_{19}K}\), dan \(\ce{^{40}_{20}Ca}\). Isoton: atom-atom unsur berbeda yang jumlah neutronnya sama. Contoh: \(\ce{^{13}_{6}C}\) dan \(\ce{^{14}_{7}N}\) (sama-sama 7 neutron).
Trik Kak Tirta · Huruf terakhir yang samaLihat huruf penting di setiap nama: isotoP → Proton sama; isobAr → nomor massa A sama; isotoN → Neutron sama.
Isotop itu seperti saudara kembar yang memakai baju sama (elektron sama) dan punya nama keluarga sama (proton sama), tetapi berat badannya berbeda (neutron berbeda). Karena bajunya sama, cara mereka bergaul dengan atom lain juga sama.
Mengapa sifat kimia isotop sama? Reaksi kimia hanya melibatkan elektron, terutama elektron terluar. Isotop-isotop satu unsur punya jumlah dan susunan elektron yang sama, jadi bereaksi dengan cara yang sama. Garam dari Cl-35 dan garam dari Cl-37 sama asinnya. Yang berbeda adalah sifat fisika yang bergantung pada massa: massa jenis, titik didih, dan kecepatan berdifusi.
Air berat: es yang tenggelamAir berat, \(\ce{D2O}\), dibuat dari deuterium. Rasanya tidak bisa dibedakan dari air biasa, tetapi massa jenisnya ±1,11 g/mL, titik didihnya 101,4 °C, dan titik bekunya 3,8 °C. Es batu air berat tenggelam di dalam air biasa! Air berat dipakai di beberapa reaktor nuklir untuk memperlambat neutron.
Coba ikuti animasi ini. Perhatikan kapan unsurnya tetap, dan kapan unsurnya berganti.
Mulai dari inti berisi 6 proton (merah). Jumlah proton menentukan unsur: \(Z = 6\) berarti karbon. (Inti sungguhan selalu butuh neutron sebagai "lem"; ini baru bayangan.)
Masukkan 6 neutron (abu-abu). Nomor massa \(A = 6 + 6 = 12\). Kita punya inti karbon-12.
Tambahkan 6 elektron di kulit K (2) dan kulit L (4). Muatan 6+ dan 6− saling meniadakan: atom \(\ce{^{12}_{6}C}\) yang netral.
Tambahkan 2 neutron lagi. Proton tetap 6, jadi atom ini masih karbon, yaitu \(\ce{^{14}_{6}C}\), isotop karbon. Kelebihan neutron membuat intinya tidak stabil (radioaktif).
Suatu saat satu neutron berubah menjadi proton sambil menembakkan elektron cepat (sinar beta). Kini ada 7 proton: unsurnya berubah menjadi nitrogen! Elektronnya masih 6, jadi untuk sementara ia ion \(\ce{N+}\).
Ion itu segera menangkap satu elektron dari sekitarnya: \(\ce{^{14}_{7}N}\) netral. Karbon-14 dan nitrogen-14 adalah isobar. Begitulah karbon-14 di fosil perlahan "menghilang" menjadi nitrogen.
Ada isotop yang intinya stabil, tidak berubah selamanya. Ada pula yang intinya tidak stabil sehingga meluruh sambil memancarkan radiasi. Isotop seperti ini disebut isotop radioaktif atau radioisotop. Dari ±3.000 nuklida yang sudah dikenal, hanya sekitar 250 yang stabil. Inti stabil berkumpul di sebuah "pita" yang sempit.
Pita kestabilan. Inti ringan stabil bila jumlah neutron ≈ jumlah proton. Inti berat butuh neutron lebih banyak (timbal-208: 126 neutron untuk 82 proton) karena neutron menambah "lem" tanpa menambah tolak-menolak listrik antarproton.
Tamu dari masa lalu · Nama dari "tempat yang sama"Pada 1913 kimiawan Inggris Frederick Soddy menyadari bahwa beberapa zat hasil peluruhan radioaktif bermassa berbeda tetapi sifat kimianya sama persis, sehingga harus menempati kotak yang sama di tabel periodik. Atas usul dokter Margaret Todd, ia menamainya isotop, dari bahasa Yunani isos (sama) dan topos (tempat). Soddy meraih Nobel Kimia 1921. Pada tahun yang sama, J.J. Thomson menemukan bahwa gas neon biasa pun tersusun atas dua jenis atom, bermassa 20 dan 22.
Isotop radioaktif meluruh dengan laju yang tetap, diukur dengan waktu paruh (\(t_{1/2}\)): waktu yang dibutuhkan sampai separuh atomnya meluruh. Inilah dasar "jam atom" untuk menanggali benda purba. Karbon-14 terus terbentuk di udara atas saat neutron dari sinar kosmik menabrak nitrogen. Tumbuhan menyerapnya lewat \(\ce{CO2}\), dan hewan memakan tumbuhan. Setelah makhluk hidup mati, pasokan karbon-14 berhenti dan yang tersisa meluruh dengan waktu paruh 5.730 tahun.
Seret titik magenta. Setiap 5.730 tahun, sisa karbon-14 tinggal separuhnya. Mulai umur berapa sisanya terlalu sedikit untuk diukur dengan teliti?
Kimia Nusantara · Menanggali manusia purba SangiranSitus Sangiran di Sragen, Jawa Tengah, menyimpan fosil Homo erectus yang berumur ratusan ribu hingga lebih dari satu juta tahun. Karbon-14 tidak sanggup menanggalinya: setelah ±50.000 tahun, karbon-14 yang tersisa sudah terlalu sedikit. Para peneliti memakai jam isotop lain yang jauh lebih lambat, yaitu kalium-40 (waktu paruh 1,25 miliar tahun) yang meluruh menjadi argon-40 di dalam lapisan abu gunung api yang mengapit fosil. Sementara itu, lukisan tangan di gua-gua Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, yang berumur lebih dari 40.000 tahun ditanggali dengan isotop uranium dan torium pada kerak kapur yang menutupinya. Isotop adalah kalender sejarah Nusantara!
Awas jebakanKarbon-14 tidak bisa menanggali semua benda tua. Ia hanya untuk bahan yang pernah hidup (kayu, arang, tulang, kain) dan berumur kurang dari ±50.000 tahun. Batuan, fosil jutaan tahun, dan dinosaurus ditanggali dengan isotop lain seperti kalium-40 atau uranium-238.
Tentukan hubungan setiap pasangan: (a) \(\ce{^{35}_{17}Cl}\) dan \(\ce{^{37}_{17}Cl}\); (b) \(\ce{^{40}_{19}K}\) dan \(\ce{^{40}_{20}Ca}\); (c) \(\ce{^{39}_{19}K}\) dan \(\ce{^{40}_{20}Ca}\).
(a) \(Z\) sama-sama 17, \(A\) berbeda (35 dan 37) → isotop.
(b) \(A\) sama-sama 40, \(Z\) berbeda → isobar.
(c) Neutron: \(39 - 19 = 20\) dan \(40 - 20 = 20\). Jumlah neutron sama → isoton.
(a) isotop, (b) isobar, (c) isoton. Kuncinya: hitung dulu \(Z\), \(A\), dan \(N = A - Z\) untuk kedua atom, lalu lihat mana yang sama.
6.4Menimbang atom: satuan massa atom dan Ar
Satu atom karbon-12 bermassa \(1{,}993 \times 10^{-23}\) gram. Menuliskan angka sekecil itu setiap hari sangat merepotkan. Kimiawan memakai cara yang lebih cerdik: membandingkan massa atom dengan sebuah anak timbangan standar, sama seperti pedagang membandingkan barang dengan anak timbangan di pasar.
Definisi · Satuan massa atom dan massa atom relatifSatuan massa atom (sma, lambang u atau Da) adalah \(\tfrac{1}{12}\) massa satu atom karbon-12:
\[ 1\ \text{u} = \tfrac{1}{12} \times 1{,}993 \times 10^{-23}\ \text{g} = 1{,}6605 \times 10^{-24}\ \text{g} \]
Massa atom relatif (\(A_r\)) suatu unsur adalah massa rata-rata satu atom unsur itu dibandingkan dengan \(\tfrac{1}{12}\) massa satu atom karbon-12:
\[ A_r\,\mathrm{X} = \dfrac{\text{massa rata-rata 1 atom X}}{\tfrac{1}{12} \times \text{massa 1 atom } \ce{^{12}C}} \]
Karena berupa perbandingan, \(A_r\) tidak bersatuan.
Bayangkan kamu menimbang semua benda dengan "satuan kelereng". Kalau sebuah bola beratnya sama dengan 12 kelereng, kita sebut beratnya 12. Atom juga ditimbang dengan "kelereng atom", yaitu seperdua belas atom karbon-12. Atom besi kira-kira seberat 56 kelereng atom, jadi \(A_r\) besi ±56.
Tetapi hampir setiap unsur di alam adalah campuran isotop. Klorin di garam Madura, air laut, maupun air PDAM selalu berisi ±75,8% atom Cl-35 dan ±24,2% atom Cl-37. Maka \(A_r\) yang tertulis di tabel periodik adalah rata-rata berbobot: setiap isotop "bersuara" sebanyak kelimpahannya.
Aturan · Ar sebagai rata-rata berbobot
\[ A_r = \dfrac{\sum (\text{massa isotop} \times \text{kelimpahan \%})}{100} \]
Untuk klorin: \(A_r = \dfrac{34{,}969 \times 75{,}8 + 36{,}966 \times 24{,}2}{100} = 35{,}45\). Kalau massa isotop didekati dengan nomor massanya (35 dan 37), hasilnya \(35{,}48 \approx 35{,}5\), nilai yang sering dipakai di buku sekolah.
Seret titik hijau. Semakin banyak Cl-35, semakin dekat Ar ke 35. Ar hanya sama dengan rata-rata biasa (35,97) kalau kedua isotop sama banyak.
Awas jebakan\(A_r\) bukan nomor massa isotop yang paling umum. \(A_r\) adalah rata-rata berbobot sehingga biasanya tidak bulat: klorin 35,45, tembaga 63,55, magnesium 24,31. Nomor massa (\(A\)) selalu bilangan bulat karena menghitung partikel, sedangkan \(A_r\) adalah massa rata-rata. Jangan menulis \(A = 35{,}5\)!
Tembaga di alam terdiri atas Cu-63 (massa isotop 62,93; kelimpahan 69,15%) dan Cu-65 (massa isotop 64,93; kelimpahan 30,85%). Hitung \(A_r\) tembaga.
Kalikan setiap massa dengan kelimpahannya: \(62{,}93 \times 69{,}15 = 4351{,}6\) dan \(64{,}93 \times 30{,}85 = 2003{,}1\).
Jumlahkan lalu bagi 100: \(A_r = \dfrac{4351{,}6 + 2003{,}1}{100} = 63{,}55\).
Cek kewajaran: hasilnya di antara 62,93 dan 64,93, dan lebih dekat ke Cu-63 yang lebih melimpah ✔
\(A_r\) tembaga = 63,55 (di buku sekolah sering dibulatkan 63,5).
Boron punya dua isotop: B-10 (massa 10,01) dan B-11 (massa 11,01). \(A_r\) boron = 10,81. Berapa persen kelimpahan B-10?
Kelimpahan B-10 = 20% dan B-11 = 80%. Trik cepat: Ar 10,81 berjarak 0,20 dari 11,01 dan 0,80 dari 10,01, jadi perbandingannya terbalik, 20 : 80.
Tamu dari masa lalu · Berganti anak timbanganJohn Dalton (1803) memakai hidrogen sebagai patokan, \(A_r\) H = 1. Kemudian para kimiawan beralih ke oksigen = 16 karena oksigen bersenyawa dengan hampir semua unsur. Masalahnya, para fisikawan memakai "oksigen-16 = 16", sedangkan kimiawan memakai campuran isotop oksigen alami = 16. Dua tabel yang sedikit berbeda membuat kacau! Pada 1960–1961, fisikawan (IUPAP) dan kimiawan (IUPAC) sepakat memakai satu patokan bersama: karbon-12 = tepat 12. Patokan itu masih kita pakai sampai sekarang.
Mengapa Ar beberapa unsur ditulis sebagai rentang?Kelimpahan isotop sedikit berbeda menurut asal sampel. Karbon dari tumbuhan sedikit lebih "ringan" daripada karbon dari batu kapur, karena fotosintesis lebih suka \(\ce{^{12}CO2}\). Karena itu IUPAC kini menuliskan \(A_r\) hidrogen, karbon, oksigen, dan beberapa unsur lain sebagai rentang, misalnya karbon [12,0096; 12,0116]. Untuk perhitungan sekolah, nilai 12,011 sudah sangat memadai.
"Ar klorin 35,5 berarti ada atom klorin yang bermassa 35,5."
Tidak ada satu pun atom klorin bermassa 35,5. Yang ada hanya atom bermassa ±35 dan ±37. Angka 35,5 adalah rata-rata, seperti "rata-rata keluarga punya 2,5 anak".
"Elektron jauh lebih kecil, jadi muatannya juga lebih kecil daripada proton."
Muatan elektron dan proton sama besar (\(1{,}602 \times 10^{-19}\) C), hanya tandanya berlawanan. Yang jauh berbeda adalah massanya: proton ±1836 kali lebih berat.
"Isotop radioaktif selalu buatan manusia dan pasti berbahaya."
Isotop radioaktif alami ada di sekitar kita: kalium-40 di pisang dan tubuhmu, karbon-14 di semua makhluk hidup. Jumlahnya sangat kecil dan aman. Bahaya bergantung pada dosis.
"Karbon-14 bisa menentukan umur fosil Sangiran."
Fosil Sangiran berumur ratusan ribu sampai lebih dari sejuta tahun. Karbon-14 sudah habis setelah ±50.000 tahun. Umurnya ditentukan dengan isotop lain, misalnya kalium-40 → argon-40 di lapisan abu gunung api.
6.5Spektrometer massa: timbangan atom
Dari mana kita tahu klorin berisi 75,8% Cl-35? Jawabannya dari alat bernama spektrometer massa. Alat ini memisahkan partikel bermuatan menurut perbandingan massa terhadap muatannya, \(m/z\), lalu menghitung berapa banyak partikel untuk setiap \(m/z\). Prinsipnya mirip melempar bola pingpong dan bola tenis yang sama cepat ke arah angin samping: bola ringan lebih mudah dibelokkan.
Ionisasi. Sampel diuapkan, lalu ditembaki elektron dari filamen panas. Elektron penembak menendang satu elektron dari setiap atom, sehingga terbentuk ion positif: \(\ce{Cl(g) + e- -> Cl+(g) + 2e-}\).
Percepatan. Ion positif ditarik oleh pelat bermuatan negatif dan melesat menjadi berkas ion yang sangat cepat.
Pembelokan. Medan magnet membelokkan berkas ion. Ion yang lebih ringan (atau bermuatan lebih besar) berbelok lebih tajam. Berkas \(\ce{^{35}Cl+}\) dan \(\ce{^{37}Cl+}\) pun terpisah.
Deteksi. Setiap ion yang menabrak detektor menghasilkan arus listrik kecil. Semakin banyak ion, semakin besar arusnya. Ion Cl-35 kira-kira tiga kali lebih banyak.
Spektrum massa. Komputer menggambar tinggi sinyal terhadap \(m/z\). Tinggi puncak sebanding dengan kelimpahan isotop. Dari spektrum ini kita langsung menghitung \(A_r\).
Dengan Lab Mini berikut, kamu menjadi operator spektrometer massa. Pilih unsur, amati berkas ionnya berbelok, lalu "curangi" kelimpahannya untuk melihat \(A_r\) berubah.
Pilih unsur dan amati: berapa berkas ion yang muncul? Lalu seret puncak pada spektrum (atau geser slider kelimpahan) dan perhatikan \(A_r\) di kotak kanan. Nyalakan "ion molekul X₂⁺" untuk klorin dan brom: mengapa muncul tiga puncak? Nyalakan "unsur misteri", minta temanmu memilih unsur, lalu tebak unsurnya dari spektrum!
Membaca spektrum massa itu seperti membaca grafik nilai ulangan: posisi puncak memberi tahu massa isotop, tinggi puncak memberi tahu banyaknya.
Spektrum massa magnesium menunjukkan puncak pada \(m/z\) 24, 25, dan 26 dengan tinggi relatif 79,0 : 10,0 : 11,0. Hitung \(A_r\) magnesium (anggap massa isotop = nomor massa).
Jumlah tinggi puncak: \(79{,}0 + 10{,}0 + 11{,}0 = 100{,}0\), jadi tinggi relatif sudah sama dengan persen kelimpahan.
\(A_r\) magnesium ≈ 24,3. Kalau jumlah tinggi puncak tidak 100, bagi dengan jumlah tinggi seluruh puncak, bukan dengan 100.
Gas klorin terdiri atas molekul \(\ce{Cl2}\). Spektrum massanya memiliki puncak ion molekul \(\ce{Cl2+}\) pada \(m/z\) 70, 72, dan 74. Jelaskan asalnya dan hitung perbandingan tingginya. (Cl-35 = 75%, Cl-37 = 25%)
Ada tiga kombinasi: \(\ce{^{35}Cl-^{35}Cl}\) (\(m/z\) 70), \(\ce{^{35}Cl-^{37}Cl}\) (72), dan \(\ce{^{37}Cl-^{37}Cl}\) (74).
Peluang setiap atom: \(\tfrac{3}{4}\) untuk Cl-35 dan \(\tfrac{1}{4}\) untuk Cl-37.
Perbandingan tinggi puncak 70 : 72 : 74 = 9 : 6 : 1. Pola ini menjadi "sidik jari" senyawa yang mengandung dua atom klorin. Untuk \(\ce{Br2}\) (Br-79 ≈ Br-81 ≈ 50%) polanya 158 : 160 : 162 = 1 : 2 : 1.
Kimia Nusantara · Isotop di ladang dan di dalam tanahPeneliti BRIN (dahulu BATAN) memakai isotop untuk pertanian dan air. Benih padi, kedelai, dan sorgum disinari sinar gamma dari isotop kobalt-60 untuk memicu mutasi, lalu dipilih yang paling unggul. Dari cara ini lahir berbagai varietas unggul yang ditanam petani Indonesia. Pupuk yang "ditandai" isotop nitrogen-15 dipakai untuk mengukur berapa banyak pupuk yang benar-benar diserap tanaman. Di bidang hidrologi, perbandingan isotop alami deuterium dan oksigen-18 dalam air, yang diukur dengan spektrometer massa, menunjukkan dari mana air tanah berasal. Tritium dan karbon-14 menunjukkan berapa lama air itu sudah tersimpan di dalam tanah.
Lanjut · IB & olimpiadePuncak M+1: menghitung atom karbon dari spektrum
Sekitar 1,1% atom karbon adalah karbon-13. Akibatnya, molekul organik selalu menunjukkan puncak kecil satu satuan di kanan ion molekul (\(M\)), disebut puncak \(M+1\). Semakin banyak atom karbon, semakin besar peluang molekul memuat satu atom karbon-13:
Contoh: benzena, \(\ce{C6H6}\), punya puncak \(M\) pada \(m/z\) 78 dan puncak \(M+1\) pada 79 yang tingginya ±6,6% dari \(M\). Maka \(n_{\ce{C}} \approx 6{,}6/1{,}1 = 6\) ✔
Spektrometer modern (dipakai di silabus IB) sering berjenis waktu terbang (time-of-flight, TOF): semua ion diberi energi kinetik yang sama, lalu "berlomba" sepanjang tabung. Ion ringan lebih cepat dan tiba lebih dulu di detektor, dengan waktu tempuh \(t \propto \sqrt{m/z}\). Di Bab 39 kamu akan memakai spektrum massa untuk menebak struktur molekul dari pecahan-pecahannya.
6.6Lanjut: defek massa dan energi ikat inti
Ada satu keanehan kecil. Massa isotop klorin-35 adalah 34,969, bukan 35. Padahal ia tersusun atas 17 proton, 18 neutron, dan 17 elektron yang masing-masing bermassa sedikit lebih dari 1 u (kecuali elektron). Ke mana perginya massa itu?
Lanjut · IB & olimpiadeMassa yang berubah menjadi "lem" inti
Hitung massa penyusun atom helium-4 (2 proton, 2 neutron, 2 elektron). Massa 2 atom hidrogen-1 (proton + elektron) adalah \(2 \times 1{,}00783\) u, dan massa 2 neutron \(2 \times 1{,}00867\) u:
Selisihnya, \(\Delta m = 0{,}03040\) u, disebut defek massa. Massa itu tidak lenyap: ia berubah menjadi energi saat inti terbentuk, sesuai rumus Einstein \(E = \Delta m\,c^2\). Energi ini, yaitu energi ikat inti, harus diberikan kembali bila kita ingin membongkar inti menjadi nukleon-nukleon terpisah. Setiap 1 u setara dengan 931,5 MeV:
Sebagai pembanding, memutus satu ikatan kimia hanya butuh beberapa elektronvolt (eV). Energi inti jutaan kali lebih besar! Inilah sebabnya satu gram bahan bakar nuklir menghasilkan energi setara berton-ton batu bara.
Seret titik biru sepanjang kurva. Inti di puncak kurva paling sulit dibongkar. Ke arah mana inti ringan dan inti berat "ingin" bergerak supaya makin kokoh?
Kurva ini menjelaskan dua sumber energi terbesar di alam semesta. Inti ringan seperti hidrogen bergabung (fusi) menjadi helium di Matahari, sedangkan inti berat seperti uranium-235 membelah (fisi) di reaktor nuklir. Keduanya bergerak menuju puncak kurva di sekitar besi dan melepaskan energi. Ceritanya berlanjut di Bab 37.
Kimia di sekitarmu
🦴
Kalender fosil
Umur fosil Sangiran ditentukan dari isotop kalium-40 dan argon-40 di abu gunung api, sedangkan arang dan tulang yang lebih muda dari ±50.000 tahun memakai karbon-14.
🌾
Padi varietas unggul
Sinar gamma dari kobalt-60 memicu mutasi pada benih. Peneliti BRIN memilih tanaman yang lebih genjah, tahan hama, atau tahan rebah.
💧
Asal-usul air tanah
Perbandingan deuterium dan oksigen-18 dalam air sumur dan mata air menunjukkan dari mana air itu berasal, penting untuk mengelola air tanah kota.
🏥
Kedokteran nuklir
Teknesium-99m (waktu paruh 6 jam) dipakai untuk memotret organ tubuh, dan iodin-131 untuk mengobati kelenjar tiroid. Sebagian radioisotop ini diproduksi di reaktor riset Serpong.
🍌
Pisang yang sedikit radioaktif
Sekitar 0,012% atom kalium adalah kalium-40 yang radioaktif. Pisang, kentang, dan tubuhmu sendiri mengandungnya dalam jumlah kecil yang aman.
⛏️
Timah Bangka, juara isotop
Timah (Sn) punya 10 isotop stabil, terbanyak di antara semua unsur. Spektrum massanya seperti deretan pagar, dan Ar-nya 118,71.
Atom \(\ce{^{40}_{20}Ca}\) melepas 2 elektron menjadi ion \(\ce{Ca^2+}\). Berapa jumlah proton ion itu?
18
20
22
40
Melepas elektron tidak mengubah inti. Proton tetap 20; yang berubah hanya elektron (20 → 18).
Manakah pasangan isobar?
\(\ce{^{12}C}\) dan \(\ce{^{13}C}\)
\(\ce{^{13}_{6}C}\) dan \(\ce{^{14}_{7}N}\)
\(\ce{^{14}_{6}C}\) dan \(\ce{^{14}_{7}N}\)
\(\ce{^{16}O}\) dan \(\ce{^{16}O^2-}\)
Isobar punya nomor massa sama tetapi unsurnya berbeda: C-14 dan N-14. Pilihan A isotop, B isoton (sama-sama 7 neutron), D atom dan ionnya.
Galium hanya punya isotop Ga-69 dan Ga-71, dengan \(A_r\) = 69,7. Isotop mana yang lebih melimpah?
Ga-69
Ga-71
Sama banyak
Tidak bisa ditentukan
Kalau sama banyak, Ar = 70. Karena 69,7 lebih dekat ke 69, isotop Ga-69 lebih melimpah (±60%).
07
Bab 7 · Atom & Tabel Periodik
Hotel Elektron: Di Mana Elektron Menginap?
Natrium punya 11 elektron, tetapi hanya satu yang rela dilepas. Mengapa yang satu itu istimewa? Jawabannya ada di sebuah "hotel" mungil di sekeliling inti, lengkap dengan lantai, sayap, kamar, dan aturan check-in yang sangat ketat.
Setelah bab ini, kamu bisa
menuliskan konfigurasi elektron per kulit (K, L, M, N) dan memakai kapasitas kulit \(2n^2\);
menjelaskan subkulit s, p, d, f serta bentuk orbital sebagai awan peluang, bukan lintasan;
menyusun konfigurasi elektron dan diagram orbital dengan aturan Aufbau, larangan Pauli, dan aturan Hund, termasuk pengecualian kromium dan tembaga;
menentukan empat bilangan kuantum \((n, l, m_l, m_s)\) sebuah elektron;
menghubungkan elektron valensi dengan golongan, periode, dan blok, menulis konfigurasi ion, serta membaca energi ionisasi berturutan sebagai bukti adanya kulit.
Hotel Elektron Komik · 4 panel
Pentas drama kelas: "Hotel Elektron"
BimaKak, aku elektron ke-11 milik natrium. Minta kamar di lantai 1 yang paling dekat inti, ya!
Kak TirtaMaaf, lantai 1 cuma muat 2 tamu dan lantai 2 muat 8. Semuanya sudah penuh!
SRET!
LarasAku catat kapasitasnya: 2, 8, 18, 32. Polanya 2n²! Lantai ke-n menampung paling banyak 2n² tamu.
Kak TirtaAturan pertama: isi kamar termurah dulu (Aufbau). Kedua: tamu menyebar dulu, baru berbagi kamar, seperti penumpang angkot yang memilih bangku kosong (Hund).
TING!
KimoKetiga: satu kamar paling banyak dua tamu yang berputar berlawanan, ↑↓. Itu larangan Pauli!
BimaJadi alamatku: lantai 3, sayap s, kamar tunggal, putaran ke atas…
Kalium (Z = 19) punya 19 elektron. Kulit M (kulit ketiga) sanggup menampung 18 elektron. Di mana elektron ke-19 menginap?
Di kulit M, karena kulit M baru terisi 8 dan masih punya banyak tempat.
Di kulit L, karena elektron selalu ingin dekat dengan inti.
Di kulit N (kulit keempat), sehingga susunannya 2, 8, 8, 1.
Tidak punya tempat, sehingga atom kalium tidak stabil.
Jawabannya: di kulit N. Aneh, ya? Kulit M memang masih "punya kamar", tetapi kamar sisanya (subkulit 3d) lebih mahal energinya daripada kamar 4s di lantai berikutnya. Elektron selalu memilih kamar termurah. Bab ini membongkar daftar harga kamar itu.
7.1Lantai-lantai hotel: kulit K, L, M, N
Di Bab 5 kita berkenalan dengan model atom Bohr: elektron bergerak di sekitar inti pada tingkat-tingkat energi tertentu. Sekarang mari kita lihat atom sebagai sebuah hotel. Inti yang bermuatan positif adalah lobinya. Elektron yang bermuatan negatif tertarik ke lobi, tetapi tidak bisa semuanya berdesakan di sana. Mereka menginap di kulit elektron, yaitu "lantai-lantai" energi di sekeliling inti.
Bayangkan gedung bertingkat dengan lobi di tengah. Lantai 1 paling dekat lobi tetapi kamarnya hanya sedikit, cukup untuk 2 tamu. Lantai 2 lebih luas, muat 8 tamu. Lantai 3 muat 18, lantai 4 muat 32. Tamu selalu mengisi lantai bawah dulu karena paling dekat dengan lobi dan "paling murah" energinya. Tamu di lantai teratas paling jauh dari lobi, jadi paling mudah pergi. Merekalah yang ikut bereaksi!
Kulit pertama diberi huruf K, lalu L, M, N, dan seterusnya. Nomor kulit disebut \(n\). Semakin besar \(n\), semakin jauh elektron dari inti, semakin tinggi energinya, dan semakin lemah tarikan inti padanya.
Definisi · Kulit elektronKulit elektron adalah tingkat energi utama tempat elektron berada, bernomor \(n = 1, 2, 3, \dots\) (kulit K, L, M, N, …). Kulit ke-\(n\) dapat menampung paling banyak \(2n^2\) elektron.
Kulit
\(n\)
Kapasitas \(2n^2\)
Analogi hotel
K
1
\(2(1)^2 = 2\)
lantai 1: kamar sedikit, paling dekat lobi
L
2
\(2(2)^2 = 8\)
lantai 2
M
3
\(2(3)^2 = 18\)
lantai 3
N
4
\(2(4)^2 = 32\)
lantai 4: luas, jauh dari lobi
Untuk 20 unsur pertama (hidrogen sampai kalsium) ada cara cepat yang diajarkan di SMP: isi kulit K sampai 2, kulit L sampai 8, lalu kulit M sampai 8, dan sisanya ke kulit N. Kulit terluar tidak pernah berisi lebih dari 8 elektron. Coba ketuk chip unsur ini untuk melihat model atomnya: NaClKCa.
Model kulit (model Bohr) natrium, klorin, dan kalium. Elektron oranye adalah elektron kulit terluar, yaitu elektron valensi. Natrium dan kalium sama-sama punya 1 elektron valensi, sehingga sifat kimianya mirip.
Awas jebakanKalium bukan 2, 8, 9! Walaupun kulit M sanggup menampung 18 elektron, elektron ke-19 justru masuk ke kulit N. Begitu pula kalsium: 2, 8, 8, 2. Baru mulai unsur ke-21 (skandium), kulit M kembali diisi sampai 18. Alasannya baru terlihat jelas setelah kita mengenal subkulit di 7.2 dan 7.3.
Tuliskan susunan elektron per kulit untuk magnesium (Z = 12), belerang (Z = 16), dan kalsium (Z = 20). Berapa elektron valensi masing-masing?
Magnesium, 12 elektron: K diisi 2, L diisi 8, sisa 2 ke M → 2, 8, 2.
Belerang, 16 elektron: K 2, L 8, sisa 6 ke M → 2, 8, 6.
Kalsium, 20 elektron: K 2, L 8, M 8, sisa 2 ke N → 2, 8, 8, 2.
Elektron valensi: Mg = 2, S = 6, Ca = 2. Magnesium dan kalsium sama-sama punya 2 elektron valensi, jadi keduanya "sekeluarga" (golongan 2) dan sama-sama membentuk ion bermuatan 2+.
7.2Sayap dan kamar: subkulit s, p, d, f dan bentuk orbital
Model kulit menjelaskan banyak hal, tetapi tidak bisa menjawab teka-teki kalium tadi. Para ilmuwan menemukan bahwa setiap lantai hotel ternyata terbagi lagi menjadi beberapa sayap yang harganya berbeda. Sayap itu disebut subkulit, diberi huruf s, p, d, dan f. Setiap sayap berisi beberapa kamar yang disebut orbital.
Kulit ke-\(n\) punya \(n\) subkulit: kulit K hanya punya 1s; kulit L punya 2s dan 2p; kulit M punya 3s, 3p, dan 3d; kulit N punya 4s, 4p, 4d, dan 4f.
Subkulit s punya 1 orbital, p punya 3, d punya 5, dan f punya 7.
Setiap orbital menampung paling banyak 2 elektron.
Definisi · OrbitalOrbital adalah daerah di sekitar inti tempat peluang menemukan elektron paling besar. Gambarnya biasanya berupa batas yang memuat ±90% peluang keberadaan elektron. Satu orbital menampung paling banyak dua elektron. Orbital bukan lintasan: kita tidak bisa tahu jalur pasti sebuah elektron, hanya peluangnya berada di suatu tempat.
Bentuk orbital s, p, dan d (gambar batas ±90% peluang). Warna biru dan oranye menandai fase (tanda + dan −) gelombang elektron, bukan muatan. Orbital f (7 buah) bentuknya lebih rumit lagi. Lihat awannya berputar di Lab Mini Awan Orbital pada 7.4.
Subkulit
Nilai \(l\)
Jumlah orbital \((2l+1)\)
Elektron maks \(2(2l+1)\)
Bentuk orbital
Asal huruf
s
0
1
2
bola
sharp
p
1
3
6
halter (dua cuping)
principal
d
2
5
10
daun semanggi (4 cuping), satu halter bercincin
diffuse
f
3
7
14
rumit, banyak cuping
fundamental
Sekarang angka \(2n^2\) dari 7.1 jadi masuk akal. Kulit M (\(n = 3\)) punya subkulit 3s, 3p, dan 3d, berarti \(1 + 3 + 5 = 9 = 3^2\) orbital. Setiap orbital memuat 2 elektron, jadi kulit M memuat \(2 \times 9 = 18\) elektron.
Tamu dari masa laluHuruf s, p, d, dan f bukan singkatan acak. Pada akhir abad ke-19, para ahli spektroskopi mengelompokkan garis-garis spektrum logam alkali menjadi deret sharp (tajam), principal (utama), diffuse (kabur), dan fundamental. Belakangan diketahui setiap deret berasal dari elektron yang melompat dari atau ke subkulit tertentu, dan huruf depannya tetap dipakai sampai sekarang. Gambaran orbital sebagai "awan peluang" lahir pada 1926, ketika Erwin Schrödinger menulis persamaan gelombang untuk elektron.
7.3Aturan check-in: Aufbau, Pauli, dan Hund
Resepsionis Hotel Elektron sangat disiplin. Setiap tamu baru diantar ke kamar menurut tiga aturan. Susunan elektron yang mematuhi ketiganya disebut konfigurasi elektron keadaan dasar, yaitu susunan dengan energi serendah mungkin.
Aturan · Tiga aturan pengisian elektron
Prinsip Aufbau (bahasa Jerman: "membangun"): elektron mengisi subkulit dengan energi terendah lebih dahulu. Urutannya: 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p.
Larangan Pauli: tidak ada dua elektron dalam satu atom yang keempat bilangan kuantumnya sama. Akibatnya, satu orbital memuat paling banyak dua elektron dengan spin berlawanan (↑↓).
Aturan Hund: pada orbital-orbital yang setara energinya (misalnya tiga orbital 2p), elektron menempati orbital kosong satu per satu dengan spin searah dulu, baru kemudian berpasangan.
Dari mana urutan Aufbau yang "melompat-lompat" itu? Ada cara mudah: tulis subkulit dalam baris-baris menurut kulitnya, lalu tarik panah diagonal. Ikuti animasinya.
Setiap baris adalah satu kulit. Kulit ke-\(n\) punya \(n\) subkulit (sampai f). Kulit yang lebih tinggi dari 4 sebenarnya punya subkulit g dan seterusnya, tetapi tidak pernah terisi pada atom yang dikenal.
Panah diagonal pertama melewati 1s, lalu 2s, lalu 2p dan 3s. Subkulit pada satu panah punya nilai \(n + l\) yang sama (s: \(l = 0\), p: 1, d: 2, f: 3).
Perhatikan panah oranye: 4s (\(n + l = 4\)) diisi sebelum 3d (\(n + l = 5\)). Itulah sebabnya elektron ke-19 kalium masuk ke 4s, bukan ke 3d!
Panah berikutnya: 4d 5p 6s, lalu 4f 5d 6p 7s, lalu 5f 6d 7p. Pada satu panah, subkulit dengan \(n\) lebih kecil diisi lebih dulu.
Hasilnya, urutan Aufbau lengkap. Cukup hafalkan cara menggambar diagonalnya, bukan urutannya!
Trik Kak Tirta · Aturan n + l"Hitung harga kamarnya dengan \(n + l\)!" Subkulit dengan \(n + l\) lebih kecil diisi dulu. Kalau sama, yang \(n\)-nya lebih kecil menang. Contoh: 4s → \(4 + 0 = 4\); 3d → \(3 + 2 = 5\). Jadi 4s lebih murah. Lalu 3d (\(3 + 2 = 5\)) melawan 4p (\(4 + 1 = 5\)): seri, tetapi 3d punya \(n\) lebih kecil, jadi 3d dulu. Satu lagi: cara cepat menulis konfigurasi panjang adalah memakai notasi gas mulia. Kalium = [Ar] 4s1, artinya "susunan argon, lalu tambah 4s1".
Konfigurasi elektron ditulis dengan lambang subkulit dan jumlah elektronnya sebagai pangkat. Contoh: natrium (11 elektron) = 1s2 2s2 2p6 3s1, atau singkatnya [Ne] 3s1. Untuk melihat letak setiap elektron, kita memakai diagram orbital: satu kotak = satu orbital, satu panah = satu elektron, arah panah = arah spin.
Karbon (Z = 6) · 1s2 2s2 2p2
↑↓
1s
↑↓
2s
↑↑
2p
Nitrogen (Z = 7) · 1s2 2s2 2p3
↑↓
1s
↑↓
2s
↑↑↑
2p
Oksigen (Z = 8) · 1s2 2s2 2p4
↑↓
1s
↑↓
2s
↑↓↑↑
2p
Lihat nitrogen: tiga elektron 2p tidak berdesakan di satu kamar, tetapi menyebar ke tiga kamar dengan spin searah, seperti penumpang angkot yang memilih bangku kosong dulu. Baru pada oksigen, elektron ke-8 terpaksa berbagi kamar. Elektron yang sendirian di kamarnya disebut elektron tak berpasangan.
Awas jebakanDiagram 2p4 oksigen adalah [↑↓][↑][↑], bukan [↑↓][↑↓][ ]. Menurut aturan Hund, kamar kosong harus diisi dulu sebelum elektron berpasangan. Kesalahan ini membuat jumlah elektron tak berpasangan oksigen salah hitung (seharusnya 2, bukan 0).
Tekan ➕ Tamu masuk berkali-kali dan lihat elektron diantar ke kamar termurah. Ketuk sisi kiri/kanan sebuah kamar untuk menaruh atau mengusir elektron sendiri. Coba langgar aturan: taruh dua panah searah di satu kamar (pilih spin "↑ saja"), atau isi 3s sebelum 2p penuh. Apa kata resepsionis? Lanjutkan sampai elektron ke-24 dan ke-29: ada kejutan untuk kromium dan tembaga! Pilih sebuah inti (misalnya Fe) lalu tekan ➖ untuk membuat ion.
Tuliskan konfigurasi elektron besi (Z = 26), notasi gas mulianya, susunan per kulit, dan jumlah elektron tak berpasangannya.
Isi menurut urutan Aufbau sampai 26 elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6. Cek: \(2+2+6+2+6+2+6 = 26\) ✔
Delapan belas elektron pertama sama dengan argon, jadi notasi gas mulianya [Ar] 4s2 3d6. Boleh juga ditulis menurut nomor kulit: [Ar] 3d6 4s2.
Per kulit: K = 2, L = 2 + 6 = 8, M = 2 + 6 + 6 = 14, N = 2. Jadi 2, 8, 14, 2 (bukan 2, 8, 8, 8!).
Diagram 3d6 menurut Hund: lima elektron pertama menyebar [↑][↑][↑][↑][↑], elektron keenam berpasangan: [↑↓][↑][↑][↑][↑].
Besi: [Ar] 4s2 3d6, per kulit 2, 8, 14, 2, dengan 4 elektron tak berpasangan. Elektron tak berpasangan inilah salah satu syarat sifat magnet besi yang kita kenal sehari-hari.
7.4Bilangan kuantum: alamat lengkap setiap elektron
Setiap tamu hotel punya alamat lengkap: lantai berapa, sayap mana, kamar nomor berapa. Elektron juga punya alamat yang terdiri atas empat bilangan, yaitu bilangan kuantum. Tiga bilangan pertama muncul dari persamaan Schrödinger, sedangkan yang keempat menyatakan spin elektron.
Definisi · Bilangan kuantumBilangan kuantum adalah empat bilangan \((n, l, m_l, m_s)\) yang menyatakan keadaan sebuah elektron dalam atom: kulitnya, subkulitnya, orbitalnya, dan spinnya. Menurut larangan Pauli, tidak ada dua elektron dalam satu atom yang keempat bilangan kuantumnya sama persis.
Contoh: kulit \(n = 2\) boleh punya \(l = 0\) (2s) dan \(l = 1\) (2p), tetapi tidak boleh \(l = 2\). Itulah sebabnya tidak ada "2d" atau "1p". Untuk \(l = 1\), nilai \(m_l\) boleh −1, 0, atau +1: tiga kamar p.
Geser \(n\), \(l\), dan \(m_l\). Titik-titik adalah tempat elektron mungkin ditemukan pada atom hidrogen: makin rapat, makin besar peluangnya. Biru dan oranye menandai fase gelombang (+ dan −). Seret awannya untuk memutar. Coba alamat terlarang seperti \(n = 1, l = 1\). Perhatikan juga simpul: permukaan tempat peluang elektron nol. Berapa simpul pada 3s?
Tamu dari masa lalu · Elektron yang "berputar"Pada 1922, Otto Stern dan Walther Gerlach menembakkan berkas atom perak melewati magnet yang tidak seragam. Mereka kaget: berkas itu terbelah tepat menjadi dua. Pada 1925, George Uhlenbeck dan Samuel Goudsmit mengusulkan bahwa elektron punya sifat magnet bawaan yang disebut spin, dengan dua kemungkinan arah saja. Pada tahun yang sama, Wolfgang Pauli merumuskan larangannya (ia meraih Nobel Fisika 1945), dan Friedrich Hund menyusun aturan pengisian orbital setara pada pertengahan 1920-an.
Untuk soal "bilangan kuantum elektron terakhir", buku-buku di Indonesia memakai kesepakatan berikut: kotak orbital diberi nilai \(m_l\) dari \(-l\) (kiri) sampai \(+l\) (kanan), dan elektron pertama di setiap kamar ber-spin \(m_s = +\tfrac12\) (↑).
Awas jebakanNilai \(m_s\) untuk panah ↑ hanyalah kesepakatan. Sebagian buku memakai ↑ = \(-\tfrac12\), dan sebagian mengisi \(m_l\) dari \(+l\). Bacalah kesepakatan yang dipakai soal. Yang bukan kesepakatan: \(l\) selalu kurang dari \(n\), dan \(m_l\) selalu di antara \(-l\) dan \(+l\).
Tentukan keempat bilangan kuantum elektron terakhir atom oksigen (Z = 8).
Konfigurasi: 1s2 2s2 2p4. Elektron terakhir berada di 2p, jadi \(n = 2\) dan \(l = 1\).
Diagram 2p4 dengan kotak \(m_l = -1, 0, +1\): tiga elektron pertama mengisi ↑ di ketiga kotak, elektron keempat kembali ke kotak \(m_l = -1\) sebagai ↓.
Jadi elektron terakhir: \(m_l = -1\) dan \(m_s = -\tfrac12\).
\(n = 2,\ l = 1,\ m_l = -1,\ m_s = -\tfrac12\).
Elektron terakhir sebuah atom netral memiliki bilangan kuantum \(n = 4,\ l = 1,\ m_l = 0,\ m_s = -\tfrac12\). Unsur apakah itu?
\(n = 4\) dan \(l = 1\) berarti elektron terakhir di subkulit 4p.
\(m_s = -\tfrac12\) berarti elektron itu sudah berpasangan, jadi ketiga kotak sudah terisi ↑ (3 elektron). Kotak \(m_l = -1\) mendapat ↓ (elektron ke-4), lalu kotak \(m_l = 0\) mendapat ↓ (elektron ke-5).
Jadi subkulit terakhir 4p5: [Ar] 4s2 3d10 4p5. Jumlah elektron \(= 18 + 2 + 10 + 5 = 35\).
Z = 35, yaitu Br (bromin), halogen cair berwarna cokelat kemerahan.
Lanjut · IB & olimpiadeFungsi gelombang, peluang, dan simpul
Persamaan Schrödinger untuk atom hidrogen menghasilkan fungsi gelombang \(\psi_{n,l,m_l}\). Fungsi ini sendiri tidak bisa diukur, tetapi kuadratnya, \(|\psi|^2\), adalah rapat peluang menemukan elektron. Pada atom hidrogen, energinya hanya bergantung pada \(n\): \(E_n = -\dfrac{13{,}6\ \text{eV}}{n^2}\). Pada atom berelektron banyak, elektron saling tolak dan saling "melindungi" dari inti, sehingga energi juga bergantung pada \(l\). Itulah asal urutan 4s sebelum 3d.
Orbital punya simpul, yaitu permukaan dengan peluang nol. Jumlah simpul radial (kulit bola) \(= n - l - 1\), jumlah simpul sudut (bidang atau kerucut) \(= l\), sehingga total simpul \(= n - 1\). Contoh: 3p punya 1 simpul radial dan 1 bidang simpul. Fase + dan − di kedua sisi simpul penting saat orbital bertumpang tindih membentuk ikatan (Bab 11 dan 12).
7.5Elektron valensi, golongan, pengecualian, dan konfigurasi ion
Kimia sebuah unsur terutama ditentukan oleh elektron di kulit terluar atau subkulit yang sedang terisi: elektron valensi. Hebatnya, konfigurasi elektron langsung memberi tahu alamat unsur di tabel periodik.
Periode = nomor kulit terbesar (\(n\) terbesar) yang berisi elektron.
Blok = subkulit yang terakhir diisi menurut Aufbau (s, p, d, atau f).
Golongan dihitung dari elektron valensi, seperti pada tabel di bawah.
Konfigurasi terluar
Blok
Golongan (1–18)
Golongan (A/B)
Contoh
ns1–2
s
= jumlah elektron ns (1 atau 2)
IA, IIA
Na [Ne] 3s1: periode 3, golongan 1 (IA)
ns2 np1–6
p
= 10 + (elektron ns + np)
IIIA–VIIIA = ns + np
Cl [Ne] 3s2 3p5: periode 3, golongan 17 (VIIA)
ns1–2 (n−1)d1–10
d
= elektron ns + (n−1)d
IIIB–VIIIB, IB, IIB
Fe [Ar] 4s2 3d6: periode 4, golongan 8 (VIIIB)
ns2 (n−2)f1–14
f
lantanida & aktinida
—
U [Rn] 5f3 6d1 7s2: aktinida
Helium (1s2) adalah pengecualian kecil: secara konfigurasi ia blok s, tetapi diletakkan di golongan 18 karena kulitnya penuh dan sifatnya mirip gas mulia lain.
Lebar setiap blok sama dengan daya tampung subkulitnya: blok s 2 kolom, p 6 kolom, d 10 kolom, f 14 kolom. Ketuk unsur untuk melihat konfigurasi dan diagram orbitalnya. Cari kromium (Cr) dan tembaga (Cu): apa yang aneh pada konfigurasinya?
Pengecualian: kromium dan tembaga
Aturan Aufbau meramalkan kromium 4s2 3d4 dan tembaga 4s2 3d9. Hasil pengukuran (spektroskopi dan sifat magnet) berkata lain:
Unsur
Ramalan Aufbau
Konfigurasi sebenarnya
Alasan
Cr (Z = 24)
[Ar] 4s2 3d4
[Ar] 3d5 4s1
3d setengah penuh: 6 elektron tak berpasangan searah
Cu (Z = 29)
[Ar] 4s2 3d9
[Ar] 3d10 4s1
3d penuh
Energi 4s dan 3d sangat berdekatan. Memindahkan satu elektron dari 4s ke 3d hanya "rugi" sedikit, tetapi subkulit d yang setengah penuh (d5) atau penuh (d10) memberi keuntungan stabilitas yang lebih besar. Pola yang sama terjadi pada tetangga di bawahnya: molibdenum [Kr] 4d5 5s1, perak [Kr] 4d10 5s1, dan emas [Xe] 4f14 5d10 6s1.
Konfigurasi ion: tamu yang check-out
Anion terbentuk ketika atom menerima elektron: tambahkan elektron menurut Aufbau. Klorin [Ne] 3s2 3p5 menjadi Cl− [Ne] 3s2 3p6 = [Ar]. Kation terbentuk ketika atom melepas elektron: lepaskan dari kulit terluar (\(n\) terbesar) dulu. Natrium [Ne] 3s1 menjadi Na+ [Ne].
Ion dan atom yang jumlah elektronnya sama disebut isoelektronik. Contoh: O2−, F−, Ne, Na+, Mg2+, dan Al3+ semuanya punya 10 elektron, 1s2 2s2 2p6. Walaupun elektronnya sama, ukurannya berbeda karena jumlah protonnya berbeda (Bab 8).
Besi: [Ar] 4s2 3d6. Ketika besi berkarat dan membentuk ion Fe2+, dua elektron mana yang dilepas?
Dua elektron 3d, karena 3d diisi paling akhir sehingga keluar paling dulu.
Dua elektron 4s.
Satu elektron 4s dan satu elektron 3d.
Dua elektron 1s, karena paling dekat dengan inti.
Jawabannya: dua elektron 4s. Masuk duluan tidak berarti keluar belakangan! Elektron 4s berada di kulit ke-4, paling jauh dari inti. Setelah orbital 3d terisi, energi 3d turun di bawah 4s. Jadi Fe2+ = [Ar] 3d6, bukan [Ar] 4s2 3d4.
Atom besi: [Ar] 3d6 4s2. Pada atom yang sudah "jadi", orbital 3d berenergi lebih rendah daripada 4s, jadi 4s digambar di atas.
Ionisasi pertama dan kedua: kedua elektron 4s lepas lebih dulu karena berada di kulit terluar (\(n = 4\)). Terbentuk Fe2+ = [Ar] 3d6, ion besi(II) yang berwarna hijau pucat dalam air.
Ionisasi ketiga: satu elektron 3d yang berpasangan lepas. Terbentuk Fe3+ = [Ar] 3d5, setengah penuh dengan 5 elektron tak berpasangan. Ion besi(III) memberi warna cokelat kemerahan pada karat dan air sumur yang "berkarat".
Aturan umum kation logam transisi: lepaskan elektron dari \(n\) terbesar dulu (4s sebelum 3d), walaupun 4s diisi lebih dulu saat atom dibangun.
"Orbital adalah lintasan melingkar tempat elektron beredar, seperti planet mengelilingi Matahari."
Orbital adalah daerah peluang, bukan rel. Posisi dan kecepatan elektron tidak bisa diketahui pasti bersamaan (prinsip Heisenberg). Yang bisa kita gambar hanyalah "awan" tempat elektron mungkin berada.
"Karena 4s diisi sebelum 3d, elektron 4s juga dilepas paling akhir."
Terbalik! Pada ion logam transisi, elektron 4s lepas lebih dulu. Fe2+ = [Ar] 3d6, Cu2+ = [Ar] 3d9. Urutan masuk tidak sama dengan urutan keluar.
"Kulit terluar semua atom selalu berisi paling banyak 8 elektron, jadi besi pasti 2, 8, 8, 8."
Aturan "maksimal 8" hanya jalan pintas untuk 20 unsur pertama. Besi sebenarnya 2, 8, 14, 2, karena kulit M terisi lagi lewat subkulit 3d.
Kimia Nusantara · Nikel Sulawesi dan elektron dIndonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara. Atom nikel, Ni, berkonfigurasi [Ar] 3d8 4s2. Saat menjadi ion Ni2+ (melepas dua elektron 4s), tersisa [Ar] 3d8 dengan 2 elektron tak berpasangan. Subkulit d yang belum penuh inilah yang membuat senyawa nikel berwarna hijau, bersifat paramagnetik, dan mudah berganti bilangan oksidasi (Ni2+ ⇌ Ni3+/Ni4+) di katode baterai kendaraan listrik. Rahasia logam strategis Nusantara tersimpan di kamar-kamar 3d!
Ion X2+ memiliki konfigurasi [Ar] 3d5. Tentukan (a) nomor atom dan nama X, (b) konfigurasi atom X, (c) letak X di tabel periodik, dan (d) jumlah elektron tak berpasangan pada atom X.
X2+ punya \(18 + 5 = 23\) elektron. Atom netral X punya 2 elektron lebih banyak: 25 elektron, jadi Z = 25 (Mn, mangan).
Kation logam transisi melepas 4s dulu, jadi kedua elektron yang hilang berasal dari 4s: X = [Ar] 4s2 3d5.
\(n\) terbesar = 4 → periode 4. Subkulit terakhir 3d → blok d. Golongan = 2 + 5 = 7 (VIIB).
3d5 menurut Hund: [↑][↑][↑][↑][↑] → 5 elektron tak berpasangan (4s2 berpasangan).
X = mangan (Z = 25), [Ar] 4s2 3d5, periode 4 golongan 7, dengan 5 elektron tak berpasangan. Mangan banyak dipakai untuk baja dan baterai kering.
7.6Bukti dari laboratorium: energi ionisasi berturutan dan sifat magnet
Bagaimana kita tahu bahwa kulit-kulit itu benar-benar ada? Salah satu bukti terkuat datang dari energi ionisasi: energi yang dibutuhkan untuk melepas satu mol elektron dari satu mol atom (atau ion) dalam wujud gas. Elektron bisa dilepas satu per satu, sehingga ada energi ionisasi pertama (\(IE_1\)), kedua (\(IE_2\)), dan seterusnya.
Energi ionisasi berturutan selalu naik, karena elektron yang tersisa ditarik oleh muatan positif yang makin besar. Namun kenaikannya tidak rata. Bila elektron berikutnya harus dicabut dari kulit yang lebih dalam, energinya melonjak tajam. Lonjakan itulah "jejak kaki" kulit elektron.
Pilih unsur dengan penggeser Z, lalu seret titik biru ke elektron ke-k. Sumbu tegak memakai skala logaritma (log₁₀), sehingga setiap naik 1 berarti energinya 10 kali lipat. Garis oranye menandai batas kulit. Untuk natrium, hitung: berapa elektron sebelum lompatan pertama? Berapa elektron di antara lompatan pertama dan kedua? Cocokkan dengan 2, 8, 1! (Data: buku data standar, dibulatkan.)
Energi ionisasi berturutan (kJ/mol) unsur Q periode 3 adalah: 738; 1.451; 7.733; 10.543; 13.630. Tentukan golongan Q dan tuliskan konfigurasinya.
Lompatan besar terjadi antara \(IE_2\) dan \(IE_3\): elektron ketiga dicabut dari kulit yang lebih dalam. Jadi Q punya 2 elektron valensi.
Periode 3 dengan 2 elektron valensi → golongan 2 (IIA): magnesium, [Ne] 3s2.
Q = magnesium (golongan 2), [Ne] 3s2. Itulah sebabnya magnesium membentuk ion Mg2+ dan tidak pernah Mg3+: mencabut elektron ketiga terlalu mahal.
Elektron tak berpasangan dan magnet
Setiap elektron berperilaku seperti magnet kecil karena spinnya. Dua elektron sekamar (↑↓) saling meniadakan. Zat yang punya elektron tak berpasangan bersifat paramagnetik: tertarik ke medan magnet. Zat yang semua elektronnya berpasangan bersifat diamagnetik: sedikit ditolak medan magnet. Ion Zn2+ ([Ar] 3d10) diamagnetik, sedangkan Fe3+ ([Ar] 3d5) sangat paramagnetik. Besarnya dapat diperkirakan dari jumlah elektron tak berpasangan.
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa d⁵ dan d¹⁰ istimewa, dan mengapa 4s lepas dulu?
Energi pertukaran. Elektron-elektron yang spinnya searah di orbital berbeda saling menghindar lebih efektif, sehingga tolakannya lebih kecil. Keuntungan ini (energi pertukaran) sebanding dengan jumlah pasangan elektron searah: d4 punya \(\binom{4}{2} = 6\) pasangan, d5 punya \(\binom{5}{2} = 10\). Pada kromium, memindahkan satu elektron 4s ke 3d menghapus tolakan pasangan di 4s dan menambah 4 pasangan searah, sehingga 3d5 4s1 lebih stabil.
Urutan isi ≠ urutan energi akhir. Pada kalium dan kalsium, orbital 3d masih "kosong dan jauh", sehingga 4s lebih rendah. Begitu inti bertambah proton dan 3d mulai terisi, elektron 3d tertarik kuat dan energinya turun di bawah 4s. Elektron 4s yang paling luar justru paling mudah dicabut. Spektroskopi foton (PES) mengonfirmasi: pada logam transisi, elektron 4s punya energi ikat terkecil.
Kimia di sekitarmu
🎆
Kembang api tahun baru
Panas membuat elektron ion logam "naik" ke kamar yang lebih mahal (keadaan tereksitasi). Saat turun lagi, energinya keluar sebagai cahaya: stronsium merah, natrium kuning, tembaga hijau-biru.
💡
Lampu jalan kuning
Lampu natrium di jalan raya memancarkan cahaya kuning 589 nm, berasal dari elektron yang melompat antara subkulit 3p dan 3s atom natrium.
🏥
MRI di rumah sakit
Zat kontras MRI memakai ion gadolinium, Gd3+ (4f7), dengan 7 elektron tak berpasangan. Sifat paramagnetiknya yang kuat membuat gambar jaringan lebih jelas.
🔌
Kabel listrik tembaga
Tembaga [Ar] 3d10 4s1 punya satu elektron 4s yang mudah bergerak di antara atom. Karena itu tembaga menjadi penghantar listrik terbaik kedua setelah perak, dan dipakai di hampir semua kabel rumah.
🧪
Biru terusi, bening seng
Larutan terusi (Cu2+, 3d9) berwarna biru karena subkulit d-nya belum penuh. Larutan seng sulfat (Zn2+, 3d10) bening: subkulit d yang penuh tidak menyerap cahaya tampak.
Berapa elektron maksimum yang dapat menempati subkulit p?
2
6
10
14
Subkulit p punya 3 orbital \((2l + 1 = 3)\), masing-masing memuat 2 elektron, jadi 6 elektron.
Konfigurasi elektron tembaga (Z = 29) yang benar adalah …
[Ar] 4s2 3d9
[Ar] 4s2 4p9
[Ar] 3d10 4p1
[Ar] 3d10 4s1
Tembaga adalah pengecualian Aufbau: subkulit 3d penuh (3d10) lebih stabil, sehingga satu elektron 4s pindah ke 3d.
Konfigurasi ion Fe2+ (Z Fe = 26) adalah …
[Ar] 3d6
[Ar] 4s2 3d4
[Ar] 4s1 3d5
[Ar] 4s2 3d6
Kation logam transisi melepas elektron 4s lebih dulu: [Ar] 4s2 3d6 → [Ar] 3d6.
08
Bab 8 · Atom & Tabel Periodik
Tabel Periodik: Peta Ajaib yang Bisa Meramal
Pada 1869, seorang profesor kimia di Rusia sengaja mengosongkan beberapa kotak di tabelnya dan berkata, "Unsur di sini belum ditemukan, tetapi sifatnya sudah bisa kutebak." Ramalannya terbukti. Di bab ini kamu belajar membaca peta yang sama, lalu ikut meramal.
Setelah bab ini, kamu bisa
menceritakan perjalanan tabel periodik dari triade Döbereiner, oktaf Newlands, dan ramalan Mendeleev sampai hukum periodik modern Moseley;
menentukan periode, golongan, dan blok suatu unsur dari konfigurasi elektronnya, serta mengelompokkan logam, nonlogam, dan metaloid;
menjelaskan tren jari-jari atom dan ion memakai muatan inti efektif dan efek perisai;
membandingkan energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan, termasuk anomali Be–B dan N–O;
meramalkan sifat dan reaktivitas unsur (terutama golongan 1 dan 17) dari letaknya di tabel periodik.
Kartu-Kartu Mendeleev Komik · 4 panel
Jam istirahat di kelas X
LarasKartu data teman sekelas kuurutkan dari yang paling pendek, empat kartu per baris. Lihat: yang hobinya sama selalu jatuh di kolom yang sama!
BimaAh, itu kebetulan saja!
Kak TirtaBukan kebetulan! Begitulah cara Dmitri Mendeleev berpikir pada 1869. Setiap unsur ia tulis di sebuah kartu, lalu ia susun seperti main kartu patience.
WAH!
BimaLho, di bawah silikon ada kotak kosong!
Kak TirtaSengaja! Mendeleev meramal di situ ada unsur yang belum ditemukan. Massa atomnya sekitar 72.
Tahun 1886, di Freiberg, Jerman…
KimoClemens Winkler menemukan germanium: Ar 72,6 dan massa jenis 5,3 g/cm³. Ramalan Mendeleev: 72 dan 5,5. Nyaris tepat!
LarasJadi tabel periodik bisa dipakai untuk meramal…
Atom litium punya 3 elektron, sedangkan atom fluorin punya 9 elektron. Keduanya sama-sama punya dua kulit. Atom mana yang lebih besar?
Fluorin, karena elektronnya tiga kali lebih banyak sehingga butuh tempat lebih luas.
Litium, jari-jarinya lebih dari dua kali jari-jari fluorin.
Sama besar, karena jumlah kulitnya sama.
Tidak bisa dibandingkan, karena litium logam dan fluorin nonlogam.
Jawabannya: litium. Jari-jari kovalen litium ±128 pm, fluorin hanya ±57 pm. Fluorin memang punya lebih banyak elektron, tetapi juga punya 9 proton yang menarik semua elektronnya lebih kuat ke dalam. Subbab 8.3 membongkar rahasia "tarik-menarik" ini.
8.1Mencari irama para unsur: dari triade sampai nomor atom
Pada pertengahan abad ke-19, kimiawan sudah mengenal sekitar 60 unsur. Ada logam lunak yang mendesis di air (natrium, kalium), gas kuning-hijau yang menyesakkan (klorin), dan cairan merah-cokelat berbau tajam (brom). Daftar itu mirip gudang yang berantakan. Adakah aturan yang menata semuanya?
Bayangkan kamu merapikan rak sepatu keluarga. Mula-mula kamu mengurutkannya menurut ukuran. Lalu kamu menaruh sepatu yang mirip (sandal, sepatu sekolah, sepatu bola) di lajur yang sama. Para kimiawan melakukan hal yang serupa pada unsur: mengurutkan, lalu mencari yang mirip supaya bisa dikelompokkan. Hasil akhirnya adalah tabel periodik.
Langkah pertama datang dari Johann Wolfgang Döbereiner (Jerman). Antara 1817 dan 1829 ia melihat bahwa unsur yang sifatnya mirip sering datang bertiga. Ia menyebutnya triade. Dalam satu triade, massa atom unsur tengah kira-kira sama dengan rata-rata massa dua unsur lainnya.
Triade
Ar unsur pertama & ketiga
Rata-ratanya
Ar unsur tengah
Li – Na – K
7 dan 39
23
Na = 23
Ca – Sr – Ba
40 dan 137
88,5
Sr = 87,6
Cl – Br – I
35,5 dan 127
81,25
Br = 79,9
Sayangnya, kebanyakan unsur tidak bisa dimasukkan ke triade mana pun. Pada 1864–1865, John Newlands (Inggris) mencoba cara lain: mengurutkan semua unsur menurut massa atomnya. Ia melihat bahwa unsur kedelapan mirip unsur pertama, seperti tangga nada do, re, mi, fa, sol, la, si, lalu do lagi. Ia menamainya hukum oktaf. Pola ini cocok untuk unsur ringan sampai kalsium, tetapi kacau sesudahnya. Seorang anggota Chemical Society di London bahkan menyindir dengan bertanya apakah Newlands sudah mencoba mengurutkan unsur menurut abjad. Dua puluh tahun kemudian, Newlands justru menerima medali atas penemuannya.
Pada 1869, Dmitri Mendeleev (Rusia) menulis 63 unsur yang dikenal saat itu pada kartu-kartu: lambang, massa atom, rumus oksida, dan sifat lainnya. Ia mengurutkan kartu menurut massa atom yang naik dan memulai baris baru setiap kali sifat mulai berulang. Hampir bersamaan, Lothar Meyer (Jerman) menemukan pola serupa dari grafik volume atom. Kejeniusan Mendeleev terletak pada tiga keputusan berani:
Mengosongkan kotak. Bila unsur berikutnya tidak cocok dengan keluarganya, ia meninggalkan kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan.
Meramal sifat. Dari tetangga-tetangganya ia meramal sifat unsur yang hilang: eka-aluminium (galium, ditemukan 1875), eka-boron (skandium, 1879), dan eka-silikon (germanium, 1886). Kata eka berarti "satu" dalam bahasa Sanskerta: satu tempat di bawah.
Menukar urutan. Telurium (Ar 127,6) ia taruh sebelum iodin (Ar 126,9), karena sifat iodin jelas mirip klorin dan brom. Baginya, kemiripan sifat lebih penting daripada urutan massa.
Sifat
Ramalan Mendeleev (1871) untuk eka-silikon
Germanium (ditemukan 1886)
Massa atom relatif
72
72,6
Massa jenis
5,5 g/cm³
5,32 g/cm³
Warna
abu-abu gelap
putih keabu-abuan
Rumus oksida
\(\ce{EsO2}\)
\(\ce{GeO2}\)
Klorida
\(\ce{EsCl4}\), mendidih di bawah 100 °C, massa jenis 1,9 g/cm³
\(\ce{GeCl4}\), mendidih pada ±86 °C, massa jenis 1,88 g/cm³
Tamu dari masa lalu · Ketika ramalan mengoreksi pengukuranPada 1875, Paul-Émile Lecoq de Boisbaudran (Prancis) menemukan galium dan mengukur massa jenisnya: 4,7 g/cm³. Mendeleev menulis kepadanya bahwa nilainya seharusnya sekitar 5,9, dan bahwa sampelnya mungkin belum murni. Setelah galium dimurnikan dan diukur ulang, hasilnya 5,9 g/cm³! Seorang ilmuwan yang belum pernah melihat galium ternyata lebih tepat daripada penemunya sendiri. Sejak itu para kimiawan percaya pada tabel periodik.
Sekarang giliranmu menjadi Mendeleev. Di Lab Mini berikut, unsur di tengah disembunyikan. Kamu hanya melihat empat tetangganya.
Pilih unsur misterius dan sifat yang mau ditebak. Seret penanda magenta di skala (atau geser slider) ke tebakanmu, lalu tekan 🔍 Ungkap. Bingung? Tekan 💡 Rata-rata tetangga untuk memakai cara Mendeleev. Coba juga titik leleh galium dan massa jenis brom: kapan cara rata-rata ini gagal, dan mengapa?
Tetangga germanium di tabel periodik adalah Si di atasnya (2,33 g/cm³), Sn di bawahnya (7,29 g/cm³), Ga di kirinya (5,91 g/cm³), dan As di kanannya (5,78 g/cm³). Perkirakan massa jenis germanium.
Perkiraan ±5,3 g/cm³. Hasil pengukuran germanium 5,32 g/cm³: selisihnya kurang dari 1%. Sifat unsur memang berubah teratur di sekitar letaknya.
Tabel Mendeleev masih menyimpan teka-teki. Mengapa argon (Ar 39,95) harus diletakkan sebelum kalium (Ar 39,10), dan kobalt (58,93) sebelum nikel (58,69)? Jawabannya datang pada 1913 dari Henry Moseley (Inggris). Ia menembakkan elektron berenergi tinggi ke berbagai logam dan mengukur frekuensi sinar-X yang dipancarkan. Ternyata akar frekuensinya naik selangkah demi selangkah, tepat satu langkah per unsur. "Langkah" itu adalah nomor atom \(Z\), yaitu jumlah proton di inti.
Hukum periodik modernSifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Bila unsur diurutkan menurut nomor atom yang naik, sifat-sifat yang mirip muncul kembali secara berkala. Tabel periodik modern memuat 118 unsur dalam 7 periode; empat nama terakhir (nihonium, moskovium, tenesin, dan oganeson) diresmikan IUPAC pada 2016.
Awas jebakanMendeleev menyusun unsur menurut massa atom, bukan nomor atom. Nomor atom baru dipahami setelah Moseley (1913). Itulah sebabnya Mendeleev terpaksa "melanggar" urutan massa pada pasangan Te–I, sedangkan tabel modern yang memakai nomor atom tidak membutuhkan pengecualian itu.
Tamu dari masa lalu · Henry MoseleyMoseley baru berusia 26 tahun ketika menemukan hukumnya. Dari celah pada deret nomor atom, ia menunjukkan bahwa unsur bernomor 43, 61, 72, dan 75 belum ditemukan. Keempatnya memang baru ditemukan kemudian (1923–1945). Moseley gugur di Gallipoli pada 1915 dalam usia 27 tahun. Banyak ilmuwan yakin ia akan meraih Hadiah Nobel seandainya masih hidup.
8.2Alamat setiap unsur: golongan, periode, dan blok
Setiap unsur di tabel periodik punya "alamat", seperti rumahmu punya nama jalan dan nomor rumah. Begitu tahu alamatnya, kamu bisa menebak banyak hal tentang unsur itu.
Definisi · Periode dan golonganPeriode adalah lajur mendatar (baris) tabel periodik; ada 7 periode. Nomor periode sama dengan jumlah kulit elektron yang terisi, yaitu bilangan kuantum utama \(n\) terbesar. Golongan adalah lajur tegak (kolom); ada 18 golongan. Unsur segolongan punya susunan elektron valensi yang sama, sehingga sifat kimianya mirip.
Di Bab 7 kamu sudah bisa menulis konfigurasi elektron. Sekarang konfigurasi itu bisa langsung diterjemahkan menjadi alamat:
Periode = nomor kulit terluar (\(n\) terbesar). Natrium \(1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^1\) → periode 3.
Blok = subkulit yang terakhir diisi: blok s (golongan 1–2 dan helium), blok p (golongan 13–18), blok d (golongan 3–12, logam transisi), dan blok f (lantanida dan aktinida).
Golongan: blok s → jumlah elektron valensi (1 atau 2); blok p → 10 + jumlah elektron \(ns\) dan \(np\); blok d → jumlah elektron \(ns\) dan \((n-1)d\).
Golongan IUPAC
Golongan lama
Elektron valensi
Nama keluarga
Contoh
1
IA
\(ns^1\)
logam alkali (kecuali H)
Li, Na, K
2
IIA
\(ns^2\)
logam alkali tanah
Mg, Ca
3–12
IIIB–VIIIB, IB, IIB
\((n-1)d\ ns\)
logam transisi
Fe, Ni, Cu, Au
13
IIIA
\(ns^2\,np^1\)
golongan boron
B, Al, Ga
14
IVA
\(ns^2\,np^2\)
golongan karbon
C, Si, Sn
15
VA
\(ns^2\,np^3\)
golongan nitrogen
N, P, As
16
VIA
\(ns^2\,np^4\)
kalkogen
O, S, Se
17
VIIA
\(ns^2\,np^5\)
halogen
F, Cl, Br, I
18
VIIIA (atau 0)
\(ns^2\,np^6\) (He: \(1s^2\))
gas mulia
He, Ne, Ar
Awas jebakanGolongan 13 bukan golongan 3! Banyak buku di Indonesia masih menulis golongan dengan huruf A/B, misalnya aluminium di golongan IIIA. Penomoran IUPAC 1–18 (dipakai IGCSE dan IB) menghitung semua kolom, termasuk 10 kolom logam transisi. Jadi untuk unsur blok p, tambahkan 10: IIIA = 13, VIIA = 17.
Tentukan periode, golongan, dan blok untuk klorin (\(Z = 17\)) dan besi (\(Z = 26\)).
Klorin: \(1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^5\) (2, 8, 7). Kulit terluar \(n = 3\) → periode 3.
Elektron terakhir masuk subkulit p → blok p. Elektron valensi \(3s^2\,3p^5\) = 7, jadi golongan \(10 + 7 = \) 17 (VIIA): halogen.
Besi: \([\mathrm{Ar}]\,3d^6\,4s^2\). Kulit terluar \(n = 4\) → periode 4. Elektron terakhir masuk subkulit d → blok d.
Golongan blok d = elektron \(4s + 3d = 2 + 6 = 8\) → golongan 8 (VIIIB): logam transisi.
Cl: periode 3, golongan 17, blok p (nonlogam). Fe: periode 4, golongan 8, blok d (logam transisi).
Selain alamat, letak unsur juga memberi tahu jenisnya. Garis "tangga" dari boron sampai astatin memisahkan logam (di kiri, sekitar 80% unsur) dan nonlogam (di kanan atas).
Sifat
Logam
Nonlogam
Penampilan
mengilap
kusam (kecuali beberapa, mis. iodin)
Hantaran listrik & panas
baik
buruk (kecuali grafit)
Saat dipukul
lentur, bisa ditempa dan ditarik menjadi kawat
rapuh (bila padat)
Wujud pada 25 °C
padat (kecuali raksa)
padat, cair (brom), atau gas
Saat bereaksi
melepas elektron → ion positif
menerima atau berbagi elektron
Oksida
bersifat basa, mis. \(\ce{Na2O}\), \(\ce{CaO}\)
bersifat asam, mis. \(\ce{CO2}\), \(\ce{SO2}\)
Di sepanjang tangga itu tinggal metaloid: B, Si, Ge, As, Sb, Te. Sifatnya setengah logam, setengah nonlogam. Silikon, misalnya, mengilap seperti logam tetapi rapuh, dan daya hantar listriknya justru naik bila dipanaskan. Itulah bahan semikonduktor di dalam cip HP dan panel surya.
Mulai dari Kategori: temukan tangga metaloid antara logam dan nonlogam. Ganti ke Blok s/p/d/f dan cocokkan dengan konfigurasi elektron. Pilih Wujud pada suhu tertentu lalu geser suhunya: pada 25 °C (298 K) hanya dua unsur yang cair. Mana saja? Terakhir, pilih Tambang Nusantara.
Kimia Nusantara · Tabel periodik di perut bumi IndonesiaIndonesia termasuk penghasil terbesar dunia untuk nikel (Sulawesi dan Maluku Utara) dan timah (Bangka Belitung). Ada juga emas dan tembaga di Papua dan Sumbawa, bauksit (bijih aluminium) di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, pasir besi di pantai selatan Jawa, batu bara di Kalimantan dan Sumatra, serta belerang di Kawah Ijen. Perhatikan: hampir semuanya logam, dan banyak yang tinggal di blok d. Gamelan perunggu pun lahir dari dua "warga" tabel ini: tembaga (golongan 11) dan timah (golongan 14).
Jembatan keledai KimoGolongan 1: Hari Libur Naik Kuda, Rubah Cepat Sampai Frustrasi → H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr. Golongan 2: Bebek Magang Cari Sarapan Bayam Rabu → Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra. Golongan 17: Fani Clara Brani Ikut Atletik → F, Cl, Br, I, At. Nomor atom gas mulia 2, 10, 18, 36, 54, 86 adalah "tiang pagar" tiap periode: dari nomor atom saja kamu bisa langsung tahu periodenya.
8.3Jari-jari atom dan ion: tarikan inti melawan perisai
Atom tidak punya kulit keras seperti bola pingpong. Awan elektronnya makin tipis ke arah luar tanpa batas yang tegas. Jadi, bagaimana mengukur "besar" atom? Kimiawan mengukur jarak antara inti atom-atom yang berikatan atau bersentuhan, lalu membaginya dua. Ada beberapa jenis jari-jari:
Jari-jari kovalen: setengah jarak inti dua atom sejenis yang berikatan kovalen. Panjang ikatan Cl–Cl dalam \(\ce{Cl2}\) ±199 pm, jadi jari-jari kovalen klorin ±100 pm.
Jari-jari logam: setengah jarak inti dua atom bertetangga dalam kristal logam.
Jari-jari van der Waals: setengah jarak inti dua atom yang hanya bersentuhan tanpa berikatan. Nilainya lebih besar daripada jari-jari kovalen.
Jari-jari ion: ukuran ion di dalam kristal ion.
Satuannya pikometer: 1 pm = \(10^{-12}\) m. Kecil sekali! Bila atom klorin diperbesar seukuran bola pingpong, bola pingpong yang diperbesar dengan skala yang sama akan berdiameter ±8.000 km, lebih dari separuh diameter Bumi.
Ukuran atom ditentukan oleh tarik-menarik. Inti yang bermuatan positif menarik elektron. Tetapi elektron terluar tidak merasakan seluruh tarikan inti, karena elektron-elektron di kulit dalam menghalangi sebagian tarikan itu. Inilah efek perisai (shielding). Kak Tirta suka mengibaratkannya begini: penjual martabak (inti) memanggil pembeli di ujung antrean. Makin banyak orang berdiri di depan pembeli itu (elektron kulit dalam), makin lemah suara yang sampai kepadanya. Orang yang berdiri sejajar di sebelahnya (elektron sekulit) hampir tidak menghalangi.
Definisi · Muatan inti efektifMuatan inti efektif (\(Z_{ef}\)) adalah muatan positif "bersih" yang dirasakan sebuah elektron:
\[ Z_{ef} = Z - S \]
dengan \(Z\) nomor atom (jumlah proton) dan \(S\) tetapan perisai. Aturan sederhana untuk SMA: \(S\) ≈ jumlah elektron di kulit dalam, sehingga \(Z_{ef}\) elektron valensi unsur golongan utama ≈ jumlah elektron valensinya.
Bayangkan inti atom sebagai magnet kecil yang menarik butiran besi (elektron). Bila magnetnya makin kuat sementara butirannya tetap di "lantai" yang sama, butiran ditarik makin dekat dan atom menjadi makin kecil. Bila ada lantai baru di luar, atom menjadi lebih besar.
Aturan · Tren jari-jari atom
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, jari-jari membesar. Setiap periode menambah satu kulit elektron, sedangkan \(Z_{ef}\) elektron terluar hampir tetap.
Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, jari-jari mengecil. Proton bertambah satu demi satu, tetapi elektron baru masuk ke kulit yang sama sehingga perisainya hampir tidak bertambah. \(Z_{ef}\) naik dan elektron ditarik lebih dekat.
Litium: 3 proton. Dua elektron di kulit pertama menjadi perisai, sehingga elektron valensinya hanya merasakan \(Z_{ef} \approx 1{,}3\) (aturan Slater). Jari-jari kovalennya 128 pm.
Berilium dan boron: setiap langkah menambah 1 proton, tetapi elektron baru masuk ke kulit yang sama (\(n = 2\)). Elektron sekulit hampir tidak saling melindungi, jadi \(Z_{ef}\) naik ±0,65 setiap langkah.
Karbon, nitrogen, oksigen: tarikan makin kuat, awan elektron ditarik makin ke dalam. Atom terus menyusut walaupun elektronnya bertambah!
Fluorin: 9 proton, \(Z_{ef} \approx 5{,}2\). Jari-jarinya hanya 57 pm, kurang dari separuh litium. Inilah jawaban Tebak Dulu di awal bab.
Natrium (\(Z = 11\)) memulai kulit baru \(n = 3\) yang jauh dari inti dan terperisai 10 elektron. \(Z_{ef}\) turun ke ±2,2 dan atomnya melompat menjadi 166 pm.
Jari-jari kovalen (pm), buku data Cordero dkk. (2008), dibulatkan
Periode
Gol. 1
Gol. 2
Gol. 13
Gol. 14
Gol. 15
Gol. 16
Gol. 17
2
Li 128
Be 96
B 84
C 76
N 71
O 66
F 57
3
Na 166
Mg 141
Al 121
Si 111
P 107
S 105
Cl 102
Ke bawah golongan, pola membesar sangat jelas. Golongan 1: Li 128 → Na 166 → K 203 → Rb 220 → Cs 244 pm. Golongan 17: F 57 → Cl 102 → Br 120 → I 139 pm (semuanya jari-jari kovalen). Gas mulia hampir tidak membentuk ikatan kovalen, sehingga jari-jari kovalennya biasanya tidak dicantumkan.
Unsur golongan 1, 2, 17, dan 18 disorot. Telusuri setiap golongan dari atas ke bawah: ke arah mana warnanya bergeser dari biru ke merah? Lalu ganti ke Energi ionisasi pertama: polanya terbalik! (Angka di sini adalah jari-jari van der Waals; baca catatan di bawah.)
Awas jebakanJenis jari-jari yang berbeda memberi angka yang berbeda. Litium berjari-jari kovalen 128 pm, tetapi jari-jari van der Waals-nya 182 pm. Tabel Periodik Hidup memakai jari-jari van der Waals, yang trennya rapi ke bawah golongan tetapi tidak selalu rapi di sepanjang periode (misalnya B 192 pm lebih besar daripada Be 153 pm). Saat membandingkan unsur, pakai satu jenis jari-jari dari satu sumber data, dan sebutkan jenisnya.
Mulai dari \(Z = 3\) (litium), naikkan \(Z\) satu per satu sampai 10. Apa yang terjadi pada Z efektif, tebal tali magenta (kuat tarikan), dan ukuran atom? Lalu lompat ke \(Z = 11\). Pilih Bandingkan → unsur di bawahnya untuk melihat mengapa atom membesar ke bawah golongan, dan aturan Slater untuk perisai yang lebih teliti. Ukuran atom memakai jari-jari terhitung dari model orbital (Clementi dkk., 1967); trennya sama dengan jari-jari kovalen.
Gabungan dua faktor (nomor kulit \(n\) dan \(Z_{ef}\)) bahkan bisa dipakai untuk memperkirakan ukuran atom. Model sederhana ala Bohr memberi jari-jari yang sebanding dengan \(n^2\) dan berbanding terbalik dengan \(Z_{ef}\).
Lanjut · IB & olimpiadeAturan Slater: menghitung perisai dengan lebih teliti
Aturan sederhana menganggap setiap elektron dalam melindungi penuh dan elektron sekulit tidak melindungi sama sekali. John Slater (1930) memberi aturan yang lebih realistis untuk elektron \(ns\) atau \(np\):
setiap elektron lain dalam kelompok \((ns, np)\) yang sama menyumbang 0,35 (untuk 1s: 0,30);
setiap elektron di kulit \(n-1\) menyumbang 0,85;
setiap elektron di kulit \(n-2\) atau lebih dalam menyumbang 1,00.
Natrium (2, 8, 1): \(S = 8(0{,}85) + 2(1{,}00) = 8{,}80\), jadi \(Z_{ef} = 2{,}20\). Klorin (2, 8, 7): \(S = 6(0{,}35) + 8(0{,}85) + 2(1{,}00) = 10{,}90\), jadi \(Z_{ef} = 6{,}10\). Kalium (2, 8, 8, 1): \(S = 8(0{,}85) + 10(1{,}00) = 16{,}8\), jadi \(Z_{ef} = 2{,}20\), sama dengan natrium. Bedanya, elektron valensi kalium berada di kulit keempat yang jauh lebih jauh. Itulah sebabnya kalium lebih besar dan lebih mudah kehilangan elektron.
Bagaimana dengan ion? Ketika atom melepas atau menerima elektron, ukurannya berubah drastis.
Aturan · Jari-jari ion
Kation lebih kecil daripada atomnya. Saat natrium melepas satu elektron menjadi \(\ce{Na+}\), seluruh kulit ketiga hilang. Sisa 10 elektron ditarik oleh 11 proton, sehingga ion menyusut dari 166 pm (kovalen) menjadi 102 pm.
Anion lebih besar daripada atomnya. Saat klorin menerima satu elektron menjadi \(\ce{Cl-}\), 18 elektron ditarik oleh 17 proton yang sama dan saling tolak lebih kuat. Awan elektron mengembang dari ±100 pm menjadi 181 pm.
Spesi isoelektronik (jumlah elektronnya sama) makin kecil bila jumlah protonnya makin banyak.
Jari-jari ion (Shannon, bilangan koordinasi 6; \(\ce{N^3-}\) bilangan koordinasi 4) dibandingkan dengan jari-jari kovalen atomnya. Skala gambar sama untuk semua lingkaran.
Natrium (2, 8, 1) dan klorin (2, 8, 7) sama-sama berada di periode 3. Hitung \(Z_{ef}\) elektron valensi keduanya dengan aturan sederhana, lalu jelaskan mengapa jari-jari kovalen Na (166 pm) jauh lebih besar daripada Cl (102 pm).
Keduanya punya 10 elektron di kulit dalam (2 + 8), jadi \(S = 10\).
Elektron valensi keduanya berada di kulit yang sama (\(n = 3\)), tetapi elektron klorin ditarik dengan muatan bersih tujuh kali lebih besar.
\(Z_{ef}\) Na = 1, Cl = 7. Tarikan yang jauh lebih kuat menciutkan awan elektron klorin, sehingga atom Cl lebih kecil. (Aturan Slater memberi 2,20 dan 6,10: angkanya berbeda, tetapi kesimpulannya sama.)
8.4Energi ionisasi dan afinitas elektron
Saat bereaksi, banyak atom harus melepas elektron. Seberapa sulit melepasnya? Ukurannya adalah energi ionisasi.
Definisi · Energi ionisasi pertamaEnergi ionisasi pertama (EI₁) adalah energi minimum untuk melepas satu elektron terluar dari setiap atom dalam satu mol atom berwujud gas:
\[ \ce{X(g) -> X+(g) + e-} \qquad \Delta H = \text{EI}_1 > 0 \]
Satuannya kJ/mol. Tabel data fisika sering memakai elektronvolt per atom: 1 eV/atom = 96,485 kJ/mol.
Energi ionisasi itu seperti "harga" untuk mencabut satu elektron dari atom. Atom yang memegang elektronnya erat-erat (seperti fluorin dan neon) memasang harga mahal. Atom yang elektron terluarnya longgar (seperti natrium dan kalium) memasang harga murah, sehingga mudah bereaksi.
Dari nitrogen (\(Z = 7\)) ke oksigen (\(Z = 8\)), jumlah proton bertambah satu dan atomnya mengecil. Bagaimana energi ionisasi pertamanya?
Naik, karena muatan inti oksigen lebih besar.
Naik dua kali lipat, karena oksigen sangat elektronegatif.
Turun sedikit, dari 1.402 menjadi 1.314 kJ/mol.
Tidak berubah, karena keduanya di periode yang sama.
Jawabannya: turun sedikit. Elektron 2p keempat pada oksigen harus berbagi orbital dengan elektron lain. Dua elektron dalam satu orbital saling tolak, sehingga salah satunya lebih mudah dilepas. Anomali kecil ini (dan pasangannya, Be → B) membuat grafik energi ionisasi berbentuk gigi gergaji. Lihat grafiknya di bawah dan penjelasan lengkapnya di subbab 8.6.
Seret titik biru sepanjang nomor atom. Puncak magenta adalah gas mulia, lembah jingga adalah logam alkali. Perhatikan juga "gigi" kecil yang turun dari Be ke B dan dari N ke O; tag di atas grafik menjelaskannya.
Aturan · Tren energi ionisasi pertama
Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, EI umumnya naik, karena \(Z_{ef}\) naik dan atom mengecil.
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, EI turun, karena elektron terluar makin jauh dari inti dan makin terperisai.
Ada dua "gigi" kecil di setiap periode: dari golongan 2 ke 13 dan dari golongan 15 ke 16 (subbab 8.6).
Atom juga bisa kehilangan elektron kedua, ketiga, dan seterusnya. Energi ionisasi berturutan selalu naik, dan melonjak tajam begitu elektron mulai diambil dari kulit dalam (ingat Bab 7). Magnesium: 738 → 1.451 → 7.733 kJ/mol. Lonjakan setelah elektron kedua menunjukkan bahwa magnesium punya 2 elektron valensi, sehingga membentuk ion \(\ce{Mg^2+}\), bukan \(\ce{Mg^3+}\).
Kebalikan melepas elektron adalah menerima elektron.
Definisi · Afinitas elektronAfinitas elektron pertama adalah perubahan energi ketika satu mol atom berwujud gas masing-masing menerima satu elektron:
\[ \ce{X(g) + e- -> X-(g)} \]
Untuk kebanyakan nonlogam, energi dilepaskan sehingga \(\Delta H\) bernilai negatif. Makin negatif nilainya, makin "senang" atom itu menerima elektron.
Unsur
F
Cl
Br
I
O
S
Afinitas elektron pertama (kJ/mol)
−328
−349
−325
−295
−141
−200
Afinitas elektron umumnya makin negatif ke kanan dan makin kurang negatif ke bawah. Tetapi juaranya klorin, bukan fluorin! Atom fluorin sangat kecil, sehingga elektron yang datang berdesakan dengan tujuh elektron lain di kulit kedua yang sempit dan mengalami tolakan besar. Hal yang sama membuat afinitas elektron oksigen kurang negatif daripada belerang.
Awas jebakanAfinitas elektron klorin boleh ditulis −349 kJ/mol atau +3,6 eV; keduanya benar, hanya berbeda konvensi tanda. Buku SMA, IB, dan Cambridge menuliskannya sebagai perubahan entalpi (negatif bila energi dilepaskan), sedangkan banyak tabel data fisika, termasuk mode Afinitas elektron di Tabel Periodik Hidup, menuliskan energi yang dilepaskan sebagai angka positif. Selalu baca definisinya dulu. Gas mulia, Be, Mg, dan N tidak membentuk anion yang stabil, sehingga afinitas elektronnya positif atau hampir nol.
Energi ionisasi pertama (kJ/mol) unsur periode 3 berturut-turut: Na 496, Mg 738, Al 578, Si 787, P 1.012, S 1.000, Cl 1.251, Ar 1.521. Tentukan dua pasangan yang melawan tren umum, lalu jelaskan masing-masing dengan konfigurasi elektron.
Tren umum: EI naik dari Na ke Ar karena \(Z_{ef}\) naik. Pasangan yang turun: Mg → Al (738 → 578) dan P → S (1.012 → 1.000).
Mg \([\mathrm{Ne}]\,3s^2\), Al \([\mathrm{Ne}]\,3s^2\,3p^1\): elektron yang dilepas dari Al berada di subkulit 3p yang energinya lebih tinggi dan sebagian terperisai oleh pasangan 3s.
P \([\mathrm{Ne}]\,3s^2\,3p^3\) (tiga elektron 3p tidak berpasangan), S \([\mathrm{Ne}]\,3s^2\,3p^4\): satu orbital 3p pada S berisi dua elektron yang saling tolak, sehingga salah satunya lebih mudah lepas.
Anomalinya Mg → Al (elektron 3p lebih mudah dilepas daripada 3s) dan P → S (tolakan pasangan elektron di 3p). Pola yang sama persis muncul di periode 2: Be → B dan N → O.
8.5Keelektronegatifan, sifat logam, dan reaktivitas golongan
Energi ionisasi dan afinitas elektron diukur pada atom tunggal yang melayang di fase gas. Di dunia nyata, atom biasanya berikatan dan "berebut" elektron dengan atom lain. Untuk itu dipakai besaran ketiga.
Definisi · KeelektronegatifanKeelektronegatifan adalah kemampuan sebuah atom dalam ikatan kimia untuk menarik pasangan elektron ikatan ke arah dirinya. Skala yang paling umum dibuat Linus Pauling (1932) dan tidak bersatuan: fluorin paling elektronegatif (3,98), disusul oksigen (3,44) dan klorin (3,16); sesium (0,79) termasuk yang paling rendah.
Peta tren dalam satu gambar (lantanida dan aktinida tidak digambar). Panah magenta dari Fr ke F menunjukkan arah tarikan inti yang makin kuat terhadap elektron.
Trik Kak TirtaIngat dua sudut saja. Kiri-bawah (Cs, Fr) adalah atom yang "gendut dan dermawan": jari-jari terbesar, EI terkecil, keelektronegatifan terendah, paling bersifat logam. Kanan-atas (F, kecuali gas mulia) adalah atom yang "mungil dan pelit": jari-jari kecil, EI besar, paling elektronegatif. Semua tren lain tinggal mengikuti arah panah dari Fr ke F. Jari-jari dan sifat logam berjalan berlawanan arah dengan tiga besaran lainnya.
Mulai dari Keelektronegatifan: di mana warna paling merah? Mengapa kotak He, Ne, dan Ar abu-abu? Ganti ke Energi ionisasi pertama dan Afinitas elektron, lalu bandingkan dengan peta tren di atas. Titik leleh tidak mengikuti satu arah sederhana: carilah unsur blok p dengan titik leleh tertinggi.
Awas jebakanKeelektronegatifan tidak sama dengan afinitas elektron. Afinitas elektron diukur pada atom tunggal berwujud gas dan bersatuan energi. Keelektronegatifan menggambarkan tarikan atom terhadap elektron yang sedang dipakai bersama dalam ikatan dan tidak bersatuan.
Lanjut · IB & olimpiadeSkala Mulliken: keelektronegatifan dari dua besaran yang terukur
Robert Mulliken (1934) mengusulkan keelektronegatifan sebagai rata-rata energi ionisasi dan afinitas elektron (energi yang dilepaskan): \(\chi_M \propto \tfrac{1}{2}(\text{EI}_1 + |\text{AE}|)\). Masuk akal: atom yang sulit melepas elektron dan senang menerima elektron pasti kuat menarik elektron ikatan. Untuk klorin, \(\tfrac{1}{2}(1.251 + 349) = 800\) kJ/mol; untuk natrium, \(\tfrac{1}{2}(496 + 53) \approx 275\) kJ/mol. Setelah disesuaikan satuannya, skala Mulliken sejalan dengan skala Pauling.
Sifat logam adalah kecenderungan atom melepas elektron membentuk ion positif. Makin kecil EI, makin kuat sifat logamnya. Jadi sifat logam bertambah ke bawah dan ke kiri. Di periode 3: Na, Mg, dan Al logam; Si metaloid; P, S, dan Cl nonlogam. Di golongan 14: C nonlogam, Si dan Ge metaloid, Sn dan Pb logam.
Logam alkali bereaksi dengan air membentuk basa kuat dan gas hidrogen:
\[ \ce{2Na(s) + 2H2O(l) -> 2NaOH(aq) + H2(g)} \]
Logam
Pengamatan saat dimasukkan ke air
EI₁ (kJ/mol)
Litium
mengapung, bergelembung pelan dan tenang
520
Natrium
meleleh menjadi bola perak, meluncur di permukaan air sambil mendesis
496
Kalium
langsung menyala ungu muda (lila) dan meluncur cepat
419
Rubidium, sesium
meledak hebat begitu menyentuh air
403; 376
Ke bawah golongan 1, elektron valensi makin jauh dari inti dan makin terperisai, sehingga makin mudah lepas (EI turun). Bereaksi dengan air pada dasarnya berarti "membuang" elektron itu, jadi reaktivitas logam alkali naik dari atas ke bawah.
KeselamatanLogam alkali hanya boleh didemonstrasikan oleh guru, dalam potongan sebesar butir beras, di balik layar pelindung. Natrium dan kalium disimpan di dalam minyak parafin karena bereaksi dengan uap air dan oksigen udara. Jangan pernah mencobanya di rumah: gas hidrogen yang terbentuk mudah menyala dan larutan basanya korosif.
Mudah menyalaKorosif
Logam alkali makin reaktif dari atas ke bawah. Bagaimana dengan halogen (F, Cl, Br, I)?
Sama: makin ke bawah makin reaktif, karena satu golongan pasti punya pola yang sama.
Kebalikannya: makin ke bawah makin kurang reaktif.
Semua halogen sama reaktifnya karena sama-sama punya 7 elektron valensi.
Tidak ada pola sama sekali.
Jawabannya: makin ke bawah makin kurang reaktif. Halogen bereaksi dengan menerima elektron, bukan melepasnya. Atom yang kecil (F) menarik elektron tambahan paling kuat karena elektron itu bisa mendekat ke inti. Makin ke bawah, atom membesar dan tarikannya melemah. Arah tren reaktivitas bergantung pada cara unsur bereaksi!
Halogen
Wujud dan warna (25 °C)
Keelektronegatifan
Reaktivitas
Fluorin, \(\ce{F2}\)
gas kuning pucat
3,98
paling reaktif
Klorin, \(\ce{Cl2}\)
gas kuning-hijau
3,16
makin lemah ↓
Brom, \(\ce{Br2}\)
cairan merah-cokelat
2,96
Iodin, \(\ce{I2}\)
padatan hitam keabu-abuan, uapnya ungu
2,66
paling lemah
Buktinya adalah reaksi pendesakan: halogen yang lebih reaktif mengusir halogen yang kurang reaktif dari larutan garamnya (semua zat berikut dalam larutan air).
\(\ce{Cl2 + 2KBr -> 2KCl + Br2}\): larutan tak berwarna menjadi jingga.
\(\ce{Cl2 + 2KI -> 2KCl + I2}\): larutan menjadi cokelat.
\(\ce{Br2 + 2KI -> 2KBr + I2}\): larutan menjadi cokelat.
Sebaliknya, iodin tidak dapat mendesak ion bromida atau klorida.
Persamaan pertama dan kedua mirip sekali, karena Li dan K segolongan. Setelah menyetarakan persamaan ketiga, coba tebak rumus hasil reaksi kalium dengan brom tanpa menghitung.
Bagaimana dengan gas mulia di golongan 18? Kulit terluarnya penuh, EI-nya tertinggi di setiap periode, dan atomnya hampir tidak berminat menerima elektron. Karena itu gas mulia lama dianggap tidak bisa bereaksi sama sekali. Tetapi pada 1962, Neil Bartlett berhasil membuat senyawa xenon pertama, disusul \(\ce{XeF2}\), \(\ce{XeF4}\), dan \(\ce{XeF6}\). Atom xenon cukup besar sehingga EI-nya relatif rendah (1.170 kJ/mol), dan fluorin yang sangat elektronegatif mampu menarik elektronnya untuk berikatan.
Putar molekulnya. Xenon dikelilingi atom fluorin dan masih menyimpan pasangan elektron bebas (tiga pada \(\ce{XeF2}\), dua pada \(\ce{XeF4}\)). Ketuk tiga atom untuk mengukur sudut F–Xe–F. Bentuk molekul seperti ini dibahas di Bab 12.
"Atom dengan lebih banyak elektron selalu lebih besar."
Fluorin (9 elektron) jauh lebih kecil daripada litium (3 elektron). Sepanjang periode, proton bertambah dan elektron masuk ke kulit yang sama, sehingga tarikan inti makin kuat dan atom menyusut.
"Gas mulia sama sekali tidak bisa bereaksi."
Sejak 1962 kimiawan membuat senyawa xenon, misalnya \(\ce{XeF2}\) dan \(\ce{XeF4}\), juga beberapa senyawa kripton. Helium dan neon memang praktis tidak membentuk senyawa yang stabil.
"Unsur segolongan sifatnya persis sama."
Mirip, bukan sama. Litium bereaksi tenang dengan air, sedangkan sesium meledak. Dalam satu golongan, sifat berubah bertahap mengikuti jari-jari dan energi ionisasi.
"Tabel periodik sudah selesai."
Periode 7 lengkap sejak 2016 (118 unsur), tetapi laboratorium di beberapa negara masih berburu unsur 119 dan 120 untuk membuka periode 8.
Data golongan 1: Li (titik leleh 181 °C; EI₁ 520 kJ/mol), Na (98 °C; 496), K (63 °C; 419), Rb (39 °C; 403). Ramalkan untuk sesium (Cs), unsur di bawah rubidium: (a) titik lelehnya, (b) EI₁-nya, (c) rumus kloridanya, (d) reaksinya dengan air.
(a) Titik leleh turun setiap periode, makin lama makin sedikit (−83, −35, −24 °C). Tebakan wajar untuk Cs: sekitar 25–30 °C.
(b) EI₁ turun karena atom makin besar: sedikit di bawah 403, misalnya ±380 kJ/mol.
(c) Golongan 1 membentuk ion \(\ce{M+}\), jadi kloridanya \(\ce{CsCl}\).
(d) Elektron valensinya paling mudah lepas, jadi reaksinya dengan air paling hebat (eksplosif): \(\ce{2Cs + 2H2O -> 2CsOH + H2}\).
Data sebenarnya: Cs meleleh pada 28,4 °C (bisa mencair di siang hari yang terik!), EI₁ 376 kJ/mol, membentuk \(\ce{CsCl}\), dan meledak di air. Ramalan dari pola golongan ternyata sangat dekat.
8.6Lanjut: anomali, hubungan diagonal, dan kontraksi lantanida
Pola periodik tidak berupa garis mulus. "Penyimpangan" kecil justru menjadi bukti terkuat bahwa subkulit dan orbital (Bab 7) memang ada. Mari kita bongkar dua gigi kecil pada grafik energi ionisasi.
Berilium: \(1s^2\,2s^2\). Elektron yang dilepas berasal dari subkulit 2s yang sudah penuh dan cukup dekat ke inti. EI₁ = 900 kJ/mol.
Boron: elektron kelima masuk ke 2p, yang energinya lebih tinggi dan sebagian terperisai oleh pasangan 2s. Elektron itu lebih mudah dilepas: EI₁ turun menjadi 801 kJ/mol walaupun protonnya bertambah.
Nitrogen: tiga elektron 2p menempati tiga orbital, sendiri-sendiri (aturan Hund). Tidak ada tolakan pasangan di subkulit 2p: EI₁ = 1.402 kJ/mol.
Oksigen: elektron 2p keempat harus berbagi orbital. Dua elektron dalam satu orbital saling tolak, sehingga salah satunya lebih mudah lepas: EI₁ turun menjadi 1.314 kJ/mol.
Kedua "gigi" itu muncul lagi di periode 3 (Mg → Al dan P → S). Bukti bahwa subkulit dan orbital benar-benar ada!
Lanjut · IB & olimpiadeHubungan diagonal: litium lebih mirip magnesium
Beberapa unsur periode 2 lebih mirip tetangga diagonalnya di periode 3 daripada saudara segolongannya sendiri. Litium, misalnya, mirip magnesium: keduanya bereaksi langsung dengan nitrogen udara (\(\ce{6Li + N2 -> 2Li3N}\); \(\ce{3Mg + N2 -> Mg3N2}\)), karbonatnya terurai bila dipanaskan (\(\ce{Li2CO3 -> Li2O + CO2}\)), dan fluoridanya sukar larut. Pasangan serupa: berilium–aluminium (oksida dan hidroksidanya amfoter) serta boron–silikon (metaloid yang oksidanya bersifat asam).
Penyebabnya: bergeser ke kanan membuat atom dan ion mengecil, sedangkan turun satu periode membuatnya membesar. Bergerak diagonal, kedua efek hampir saling meniadakan. Ion \(\ce{Li+}\) (76 pm) dan \(\ce{Mg^2+}\) (72 pm) berukuran hampir sama, sama-sama kecil, dan kuat menarik awan elektron anion di dekatnya. Keelektronegatifan Be–Al (1,57 dan 1,61) serta B–Si (2,04 dan 1,90) pun hampir sama.
Dari zirkonium (periode 5) ke hafnium (periode 6), kita berharap atom membesar karena bertambah satu kulit. Kenyataannya ukuran keduanya hampir sama: jari-jari ion \(\ce{Zr^4+}\) 72 pm dan \(\ce{Hf^4+}\) 71 pm. Penyebabnya, di antara La dan Hf terselip 14 unsur lantanida yang mengisi subkulit 4f. Elektron f memberi perisai yang buruk, sehingga \(Z_{ef}\) naik banyak dan menyusutkan atom-atom sesudahnya. Gejala ini disebut kontraksi lantanida.
Akibatnya, Zr dan Hf selalu ditemukan bersama dan sangat sulit dipisahkan. Hafnium baru ditemukan pada 1923, tersembunyi di dalam bijih zirkonium. Kontraksi lantanida (ditambah efek relativistik pada elektron yang bergerak sangat cepat di dekat inti yang besar) juga membuat atom emas hampir sama besar dengan perak, warnanya kuning, dan raksa berwujud cair pada suhu kamar.
Kimia di sekitarmu
🔋
Nikel untuk baterai
Nikel dari Sulawesi dan Maluku Utara (golongan 10) diolah menjadi bahan katoda baterai kendaraan listrik, bersama kobalt dan mangan, tetangganya di blok d.
🥫
Timah Bangka
Timah (golongan 14, sekeluarga dengan karbon dan silikon) dipakai sebagai solder pada papan elektronik HP dan pelapis kaleng makanan.
🧂
Garam beryodium
Iodin (halogen, golongan 17) ditambahkan ke garam konsumsi dalam bentuk kalium iodat untuk mencegah gondok.
💧
Klorin di air PDAM
Klorin yang sangat elektronegatif mudah merebut elektron (mengoksidasi) bagian penting sel kuman. Karena itu PDAM memakai klorin atau kaporit sebagai disinfektan.
💡
Lampu reklame
Gas mulia neon menyala merah-jingga saat dialiri listrik. Argon mengisi bohlam pijar agar filamen wolfram tidak terbakar.
☀️
Panel surya
Silikon, metaloid yang dimurnikan dari pasir kuarsa, menjadi semikonduktor di panel surya PLTS dan cip HP.
Unsur dengan konfigurasi elektron 2, 8, 2 terletak di …
periode 3, golongan 2
periode 2, golongan 8
periode 2, golongan 2
periode 3, golongan 8
Tiga kulit → periode 3. Dua elektron valensi di blok s → golongan 2. Unsur itu magnesium.
Manakah atom yang paling kecil?
Na
Mg
Cl
K
Na, Mg, Cl seperiode: jari-jari mengecil ke kanan, jadi Cl paling kecil. K berada satu periode di bawahnya, jadi lebih besar.
Atom manakah yang paling mudah melepas elektron (energi ionisasi pertamanya paling kecil)?
F
He
Li
Cs
Sesium berada di kiri-bawah: elektron valensinya paling jauh dan paling terperisai, sehingga EI₁-nya hanya 376 kJ/mol.
09
Bab 9 · Atom & Tabel Periodik
Kimia Unsur di Nusantara: Tabel Periodik di Bawah Kaki Kita
Api biru menari di Kawah Ijen, pasir hitam Bangka berubah menjadi timah mengilap, dan tanah merah Sulawesi menyimpan nikel untuk baterai mobil listrik. Mengapa natrium mendesis di air, klorin mengusir iodin, dan aluminium harus "disetrum" agar lepas dari batuannya?
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan sifat dan kecenderungan reaktivitas logam alkali, alkali tanah, halogen, dan gas mulia, lalu menulis persamaan reaksinya;
meramalkan reaksi pendesakan halogen dan logam memakai deret keaktifan (deret volta);
menjelaskan perubahan sifat unsur dan oksida periode 3 dari basa, amfoter, sampai asam;
mengenali ciri logam transisi (ion berwarna, bilangan oksidasi beragam, katalis) dan dasar senyawa kompleks;
menjelaskan pengolahan logam (besi, aluminium, nikel, timah) dan menghitung kadar serta massa logam dari bijih Nusantara.
Darmawisata ke Tabel Periodik Komik · 4 panel
Pukul 02.30, tepi Kawah Ijen, Banyuwangi
BimaWah, apinya biru! Jangan-jangan ada kompor gas raksasa di dalam kawah?
WUSSS!
Kak TirtaBukan kompor, Bim. Itu uap belerang yang terbakar: S + O₂ → SO₂. Nyalanya memang biru. Pasang maskermu, gas SO₂ bikin sesak!
Dua hari kemudian, Museum Timah di Pangkalpinang
LarasPasir hitam ini kasiterit, SnO₂. Supaya jadi timah batangan, oksigennya harus "direbut" karbon di dalam tanur!
KimoBelerang di Jawa, timah di Bangka, bauksit di Kalimantan, nikel di Sulawesi, tembaga di Papua… Indonesia ini tabel periodik raksasa!
BimaBerarti liburan kita = praktikum kimia!
Sepotong natrium sebesar kacang hijau dijatuhkan ke dalam baskom berisi air. Apa yang terjadi?
Natrium tenggelam ke dasar, lalu larut perlahan seperti garam.
Natrium tenggelam, lalu meledak di dasar baskom.
Natrium mengapung, meleleh menjadi bola perak, dan berlari-lari sambil mendesis.
Tidak terjadi apa-apa, karena logam tidak bereaksi dengan air.
Jawabannya: mengapung, meleleh, dan berlari-lari. Massa jenis natrium hanya 0,97 g/cm³, lebih kecil daripada air, jadi ia mengapung. Reaksinya dengan air melepaskan panas yang cukup untuk melelehkan natrium (titik leleh 98 °C) menjadi bola perak. Gas hidrogen yang menyembur dari bawahnya mendorong bola itu ke sana kemari. Logam ternyata tidak selalu keras dan berat!
9.1Logam alkali dan alkali tanah: logam yang bisa diiris pisau
Kalau mendengar kata "logam", kamu mungkin membayangkan paku, panci, atau pagar besi: keras, berat, dan tenggelam di air. Golongan 1 tabel periodik mematahkan semua bayangan itu. Li, Na, dan K cukup lunak untuk diiris pisau dapur, mengapung di air, dan bereaksi dengannya sampai mendesis, bahkan menyala.
Bayangkan atom yang "tidak betah" menyimpan barang. Atom natrium punya satu elektron di kulit terluarnya, dan ia ingin sekali memberikannya kepada siapa saja. Begitu bertemu air, elektron itu langsung diserahkan. Hasilnya gas hidrogen yang berbuih dan air yang berubah menjadi basa, licin seperti air sabun. Karena terlalu "royal", logam ini disimpan di dalam minyak supaya tidak bertemu udara dan air.
Definisi · Logam alkaliLogam alkali adalah unsur golongan 1 selain hidrogen: litium, natrium, kalium, rubidium (Rb), sesium (Cs), dan fransium. Setiap atomnya punya satu elektron valensi (\(ns^1\)) yang mudah dilepas sehingga membentuk ion \(\ce{M+}\). Nama "alkali" berasal dari bahasa Arab al-qaly, yaitu abu tumbuhan yang larutannya bersifat basa.
Logam
Ar
Titik leleh (°C)
Massa jenis (g/cm³)
Energi ionisasi pertama (kJ/mol)
Dengan air
Litium
6,9
181
0,53
520
mengapung, mendesis tenang, tidak meleleh
Natrium
23,0
98
0,97
496
meleleh jadi bola perak, berlari-lari, mendesis keras
Kalium
39,1
63
0,86
419
meleleh, menyala ungu muda (lila), meletup kecil
Rubidium
85,5
39
1,53
403
tenggelam, bereaksi hebat
Sesium
132,9
28
1,93
376
tenggelam, meledak seketika
Perhatikan polanya dari atas ke bawah: titik leleh turun (sesium meleleh di telapak tangan pada hari panas), energi ionisasi turun, dan reaksi dengan air makin hebat. Semua logam alkali bereaksi dengan air menurut pola yang sama:
Makroskopik: logam berbuih dan mendesis, makin mengecil, dan air yang ditetesi fenolftalein berubah merah muda.
Submikroskopik: setiap atom Na menyerahkan satu elektron kepada molekul air. Terbentuk ion \(\ce{Na+}\), ion \(\ce{OH-}\), dan molekul \(\ce{H2}\).
Simbolik: \[\ce{2Na(s) + 2H2O(l) -> 2NaOH(aq) + H2(g)}\] Larutan \(\ce{NaOH}\) bersifat basa kuat, itulah sebabnya fenolftalein menjadi merah muda.
Trik Kak Tirta · Elektron layanganElektron terluar itu seperti layangan. Makin panjang benangnya (makin jauh dari inti) dan makin banyak "penghalang" di antaranya (kulit elektron dalam yang melindungi), makin mudah layangan putus ditiup angin. Atom kalium punya empat kulit, natrium tiga, litium dua. Jadi elektron kalium paling mudah "putus", dan kalium paling reaktif di antara ketiganya.
Tebak dulu urutan habisnya, lalu tekan ▶. Amati: logam mana yang tetap padat? Mana yang menyala? Ubah massanya menjadi 200 mg. Baca juga volume H₂: dengan massa yang sama, mengapa litium yang paling lambat justru menghasilkan gas paling banyak? (Petunjuk: hitung molnya!)
KeselamatanLogam alkali hanya boleh diperagakan oleh guru, tidak pernah dicoba sendiri di rumah. Guru memakai potongan sebesar butir beras, baskom kaca lebar berisi banyak air, pelindung bening di antara baskom dan penonton, serta kacamata pelindung. Natrium yang menyentuh kulit lembap bereaksi dengan keringat dan menimbulkan luka bakar basa. Logam alkali disimpan di dalam minyak parafin, dan kebakarannya dipadamkan dengan pasir kering, bukan air.
Melepas gas mudah menyala bila kena airKorosif (membentuk basa kuat)
Tamu dari masa laluPada Oktober 1807, Humphry Davy dari Inggris mengalirkan listrik dari baterai raksasa ke lelehan kalium hidroksida. Di katode muncul butiran logam mengilap yang langsung terbakar dengan nyala ungu. Menurut catatan sepupunya, Davy sampai menari kegirangan di laboratoriumnya. Beberapa hari kemudian ia mengulanginya dengan natrium hidroksida dan mendapatkan natrium. Logam alkali terlalu reaktif untuk dibebaskan dengan cara lain pada zamannya.
Golongan 2: sepupu yang lebih kalem
Logam alkali tanah, yaitu Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra, punya dua elektron valensi (\(ns^2\)) dan membentuk ion \(\ce{M^2+}\). Melepas dua elektron butuh energi lebih besar, jadi mereka lebih keras, titik lelehnya lebih tinggi, dan reaksinya lebih kalem daripada tetangganya di golongan 1. Kecenderungannya sama: makin ke bawah, makin reaktif.
Magnesium hampir tidak bereaksi dengan air dingin, tetapi bereaksi dengan uap air panas sambil berpijar putih: \(\ce{Mg(s) + H2O(g) -> MgO(s) + H2(g)}\).
Kalsium bereaksi tenang dengan air dingin; larutannya keruh karena kalsium hidroksida sukar larut: \[\ce{Ca(s) + 2H2O(l) -> Ca(OH)2(aq) + H2(g)}\]
Magnesium terbakar dengan cahaya putih yang menyilaukan: \(\ce{2Mg(s) + O2(g) -> 2MgO(s)}\). Itulah bahan "bintang putih" kembang api.
Ganti pewarnaan ke titik leleh, massa jenis, lalu energi ionisasi. Ke arah mana warna golongan 1 berubah dari atas ke bawah? Bandingkan Na dengan tetangganya, Mg: mana yang energi ionisasinya lebih kecil? Ketuk unsur untuk membuka kartunya.
Kimia Nusantara · Tobong gamping, kapur sirih, dan garam Madura
Di daerah karst seperti Gunungkidul, batu kapur (\(\ce{CaCO3}\)) dibakar dalam tobong gamping sampai terurai menjadi kapur tohor: \(\ce{CaCO3(s) ->[\Delta] CaO(s) + CO2(g)}\). Kapur tohor yang disiram air mendesis panas, bahkan bisa mendidihkan airnya: \(\ce{CaO(s) + H2O(l) -> Ca(OH)2(s)}\), \(\Delta H \approx -65\) kJ/mol. Hasilnya kapur padam, yang dijual sebagai kapur sirih untuk bahan bangunan, teman makan sirih, dan perendam singkong agar keripiknya renyah.
Gips (\(\ce{CaSO4.2H2O}\)) dipakai untuk plafon dan pembalut patah tulang. Sementara itu, para petambak di Madura menguapkan air laut di bawah terik matahari untuk memanen garam dapur (\(\ce{NaCl}\)), senyawa natrium yang paling akrab di dapur kita.
Lanjut · IB & olimpiadeLitium: paling "ingin" bereaksi, tetapi paling lambat
Potensial reduksi standar litium (\(E^\circ = -3{,}04\) V) paling negatif di golongan 1, lebih negatif daripada kalium (\(-2{,}93\) V). Secara termodinamika, litium paling kuat mendorong reaksi dengan air. Penyebabnya, ion \(\ce{Li+}\) sangat kecil sehingga dikelilingi molekul air dengan sangat erat dan melepaskan energi hidrasi yang besar.
Namun secara kinetika, litium paling lambat. Titik lelehnya tinggi (181 °C) sehingga ia tidak meleleh menjadi bola yang selalu memperbarui permukaannya, dan energi untuk mengatomkan serta mengionkannya lebih besar. Pelajaran pentingnya: "seberapa besar dorongan reaksi" (\(\Delta G\), Bab 20) berbeda dengan "seberapa cepat reaksi berjalan" (laju, Bab 21).
9.2Halogen: keluarga pembentuk garam yang rakus elektron
Di sisi kanan tabel periodik, golongan 17 berisi F, Cl, Br, I, dan astatin yang radioaktif. Namanya, halogen, berarti "pembentuk garam" (bahasa Yunani hals = garam). Setiap atomnya punya tujuh elektron valensi dan hanya butuh satu elektron lagi untuk menyerupai gas mulia. Karena itu halogen menjadi ion \(\ce{X-}\) saat bertemu logam, dan di alam bebas atomnya berpasangan sebagai molekul dwiatom \(\ce{X2}\).
Halogen adalah kebalikan logam alkali. Kalau natrium suka memberi elektron, klorin suka menerima. Itulah sebabnya natrium dan klorin cepat sekali "berjodoh" menjadi garam dapur. Semakin ke bawah golongan, warna halogen makin gelap: klorin kuning kehijauan, bromin cokelat kemerahan, dan iodin ungu kehitaman.
Halogen
Wujud (25 °C)
Warna
Titik didih (°C)
Panjang ikatan X–X (pm)
\(E^\circ\) \(\ce{X2}/\ce{X-}\) (V)
Fluorin, \(\ce{F2}\)
gas
kuning pucat
−188
142
+2,87
Klorin, \(\ce{Cl2}\)
gas
kuning kehijauan
−34
199
+1,36
Bromin, \(\ce{Br2}\)
cair
merah-cokelat (uap jingga)
59
228
+1,07
Iodin, \(\ce{I2}\)
padat
hitam keunguan, uap ungu
184
267
+0,54
Dari atas ke bawah, molekul halogen makin besar sehingga gaya London di antara molekulnya makin kuat (Bab 13): titik didih naik dan wujudnya berubah dari gas, cair, sampai padat. Sebaliknya, daya oksidasinya turun. Atom yang besar menarik elektron tambahan dengan lemah, karena elektron itu masuk ke kulit yang jauh dari inti dan terlindung banyak elektron dalam.
Awas jebakanArah tren reaktivitas golongan 1 dan golongan 17 berlawanan. Logam alkali makin reaktif ke bawah karena melepas elektron makin mudah bila elektronnya jauh dari inti. Halogen makin kurang reaktif ke bawah karena menangkap elektron makin sulit bila inti jauh. Jadi kalium lebih reaktif daripada natrium, tetapi fluorin lebih reaktif daripada klorin.
Ketuk kedua atom untuk mengukur panjang ikatannya. Bandingkan F₂, Cl₂, Br₂, dan I₂: bagaimana ukuran atom berubah? Nyalakan pasangan elektron bebas: setiap atom halogen punya tiga pasang. Ganti ke model isi ruang untuk melihat molekul iodin yang "gemuk".
Reaksi pendesakan halogen
Karena daya oksidasinya berbeda, halogen yang lebih kuat dapat merebut elektron dari ion halida yang lebih lemah. Tuang air klorin ke larutan kalium bromida yang bening, maka larutan berubah jingga karena bromin terbentuk:
Aturan · Pendesakan halogenHalogen yang letaknya lebih atas di golongan 17 dapat mendesak (mengoksidasi) ion halida yang letaknya lebih bawah, tetapi tidak sebaliknya. Urutan daya oksidasi: \(\ce{F2} > \ce{Cl2} > \ce{Br2} > \ce{I2}\).
Ditambahkan ke →
KCl (bening)
KBr (bening)
KI (bening)
air klorin
—
jingga: \(\ce{Br2}\) terbentuk ✓
cokelat: \(\ce{I2}\) terbentuk ✓
air bromin
tetap jingga pucat ✗
—
cokelat: \(\ce{I2}\) terbentuk ✓
larutan iodin
tetap cokelat ✗
tetap cokelat ✗
—
Untuk memastikan iodin yang terbentuk, teteskan larutan kanji (amilum): warnanya menjadi biru tua. Kimiawan juga sering mengocok campuran dengan pelarut nonpolar seperti heksana. Bromin larut di lapisan atas dengan warna jingga, sedangkan iodin berwarna ungu.
Trik Kak Tirta · Kakak boleh mengusir adikBayangkan halogen sebagai kakak-beradik yang berbaris dari atas: F si sulung, lalu Cl, Br, dan I si bungsu. "Kakak boleh mengusir adik dari kamarnya, adik tidak bisa mengusir kakak." Klorin mengusir bromida dan iodida, bromin hanya bisa mengusir iodida, dan iodin tidak bisa mengusir siapa pun.
Kimia Nusantara · Klorin di PDAM dan garam beryodium
Air PDAM diberi sedikit klorin (gas \(\ce{Cl2}\) atau kaporit, \(\ce{Ca(OCl)2}\)). Di dalam air terbentuk asam hipoklorit yang membunuh kuman: \(\ce{Cl2 + H2O <=> HCl + HOCl}\). Sisa klorin yang sampai ke keran umumnya dijaga sangat kecil, sekitar 0,2–0,5 mg/L. Bau tajam di kolam renang sebenarnya terutama berasal dari kloramin, hasil reaksi klorin dengan senyawa nitrogen dari keringat dan urin.
Kekurangan iodin menyebabkan gondok dan gangguan pertumbuhan otak anak. Karena itu garam konsumsi di Indonesia wajib diberi iodium, biasanya dalam bentuk kalium iodat (\(\ce{KIO3}\)), dengan kadar minimal sekitar 30 mg per kg garam. Kalium iodat dipilih karena lebih stabil daripada kalium iodida di udara tropis yang panas dan lembap.
Tamu dari masa laluPada 1811, Bernard Courtois di Prancis membuat sendawa untuk mesiu dari abu rumput laut. Saat ia menuang asam sulfat ke sisa abunya, membubunglah uap ungu yang mengembun menjadi kristal hitam mengilap. Unsur baru itu dinamai iodin, dari bahasa Yunani iodes yang berarti ungu. Indonesia kini termasuk penghasil rumput laut terbesar di dunia, bahan yang dulu melahirkan iodin.
Fluorin, si sulung yang paling ganas, justru melindungi gigimu. Pasta gigi berfluorida mengubah sebagian hidroksiapatit email gigi menjadi fluorapatit yang lebih tahan asam. Untuk membedakan ion halida di laboratorium, tambahkan larutan perak nitrat yang diasamkan: \(\ce{AgCl}\) mengendap putih, \(\ce{AgBr}\) krem, dan \(\ce{AgI}\) kuning (lebih lengkap di Bab 39).
Mulailah dari atom yang muncul di paling sedikit zat. Pada reaksi natrium dengan air, setarakan H paling akhir. Pada \(\ce{Br2 + I-}\), periksa juga muatannya di kedua ruas!
9.3Gas mulia: bangsawan yang (hampir) tak mau bergaul
Golongan 18 berisi He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn. Kulit terluarnya sudah penuh (helium \(1s^2\), yang lain \(ns^2np^6\)), energi ionisasinya sangat tinggi, dan mereka hampir tidak tertarik menerima elektron. Karena itu gas mulia ada sebagai atom tunggal yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat sulit bereaksi. Gaya tarik antaratomnya sangat lemah, jadi titik didihnya amat rendah. Helium baru mencair pada −269 °C, hanya 4 derajat di atas nol mutlak.
Gas mulia seperti bangsawan yang sudah punya segalanya. Kulit elektronnya penuh, jadi ia tidak perlu meminjam atau memberi elektron kepada atom lain. Justru karena "malas" bereaksi, gas mulia berguna: ia melindungi benda panas dari oksigen, mengisi balon dengan aman, dan menyala berwarna-warni di dalam lampu.
Gas mulia
Kegunaan
Sifat yang dimanfaatkan
Helium
balon dan kapal udara, pendingin magnet mesin MRI, campuran gas selam dalam
sangat ringan, tidak terbakar, titik didih terendah
Neon
lampu papan iklan merah-jingga
memancarkan cahaya merah-jingga saat dilalui listrik
Argon
gas pelindung las (las argon), pengisi bola lampu pijar, jendela kaca ganda
tidak bereaksi dengan logam panas; murah (0,93% udara)
Kripton
lampu kilat foto, lampu landasan pacu
cahaya putih yang sangat terang
Xenon
lampu sorot kendaraan, pendorong ion satelit, obat bius
atom berat yang mudah diionkan
Radon
(tidak dimanfaatkan; justru diwaspadai)
radioaktif, hasil peluruhan uranium di batuan
Tamu dari masa laluLord Rayleigh heran: nitrogen yang ia ambil dari udara selalu sedikit lebih berat (±1,257 g/L) daripada nitrogen dari amonia (±1,251 g/L). Bersama William Ramsay, pada 1894 ia menemukan penyebabnya: udara mengandung ±1% gas yang "tidak mau berbuat apa-apa". Mereka menamainya argon, dari bahasa Yunani argos yang berarti malas. Ramsay kemudian memisahkan neon, kripton, dan xenon dari udara cair, lalu meraih Nobel Kimia 1904.
"Gas mulia sama sekali tidak bisa bereaksi."
Sejak 1962 kimiawan membuat \(\ce{XeF2}\), \(\ce{XeF4}\), dan \(\ce{XeO3}\). Atom xenon yang besar melepas elektron jauh lebih mudah daripada helium. Helium dan neon memang belum pernah membentuk senyawa netral yang stabil.
"Lampu neon di rumah berisi gas neon."
Lampu tabung putih berisi argon dan sedikit uap raksa. Sinar ultraungunya diubah lapisan fosfor di dinding tabung menjadi cahaya putih. Gas neon asli menyala merah-jingga, seperti di papan iklan.
Pada 1962, Neil Bartlett menemukan bahwa platina heksafluorida, \(\ce{PtF6}\), cukup kuat untuk merebut elektron dari molekul oksigen: \(\ce{O2 + PtF6 -> [O2]+[PtF6]-}\). Ia lalu membandingkan energi ionisasi: \(\ce{O2}\) 1.165 kJ/mol, sedangkan xenon 1.170 kJ/mol, hampir sama! Bartlett mencampur xenon dengan \(\ce{PtF6}\) dan memperoleh padatan jingga-kuning, senyawa gas mulia pertama.
Tak lama kemudian, xenon dan fluorin yang dipanaskan menghasilkan \(\ce{XeF2}\), \(\ce{XeF4}\), dan \(\ce{XeF6}\). Bentuk molekulnya diramalkan dengan tepat oleh teori VSEPR (Bab 12): \(\ce{XeF2}\) linear karena tiga pasangan elektron bebasnya berada di bidang ekuator, dan \(\ce{XeF4}\) segi empat datar.
Nyalakan pasangan elektron bebas pada atom Xe. Hitung jumlah domain elektronnya: XeF₂ punya 5, XeF₄ punya 6, XeO₃ punya 4. Ukur sudut F–Xe–F dengan mengetuk tiga atom.
9.4Menyusuri periode 3: dari natrium ke argon
Sekarang kita berjalan mendatar sepanjang periode 3: Na, Mg, Al, Si, P, S, Cl, Ar. Dalam delapan langkah saja, sifat unsurnya berubah total, dari logam lunak yang mengilap sampai gas yang tidak mau bereaksi. Perubahan paling mencolok terlihat pada oksida-nya.
Dari kiri ke kanan periode 3, unsurnya berubah dari logam menjadi nonlogam. Oksida logam di kiri, kalau dicampur air, menghasilkan larutan basa yang licin. Oksida nonlogam di kanan menghasilkan larutan asam yang masam. Aluminium di tengah bersikap "dua muka": bisa bereaksi dengan asam maupun basa.
Unsur
Struktur
Titik leleh (°C)
Oksida tertinggi
Ikatan oksida
Sifat oksida
pH bila dicampur air
Na
kisi logam
98
\(\ce{Na2O}\)
ion
basa kuat
±14
Mg
kisi logam
650
\(\ce{MgO}\)
ion
basa
±10
Al
kisi logam
660
\(\ce{Al2O3}\)
ion (sebagian kovalen)
amfoter
7 (tidak larut)
Si
kovalen raksasa
1.414
\(\ce{SiO2}\)
kovalen raksasa
asam lemah
7 (tidak larut)
P
molekul \(\ce{P4}\)
44
\(\ce{P4O10}\)
kovalen
asam
±2
S
molekul \(\ce{S8}\)
115
\(\ce{SO3}\) (juga \(\ce{SO2}\))
kovalen
asam kuat
±1
Cl
molekul \(\ce{Cl2}\)
−101
\(\ce{Cl2O7}\)
kovalen
asam sangat kuat
±0,5
Ar
atom tunggal
−189
—
—
—
—
Titik leleh naik dari Na sampai Si (makin banyak elektron yang dipakai bersama, sampai jaringan kovalen raksasa silikon), lalu anjlok pada fosfor, belerang, dan klorin yang berupa molekul kecil. Reaksi oksida dengan air:
\(\ce{SiO2}\) tidak larut dalam air, tetapi bereaksi dengan basa kuat panas: \[\ce{SiO2(s) + 2NaOH(aq) -> Na2SiO3(aq) + H2O(l)}\] Jadi ia oksida asam.
Aturan · Sifat oksida sepanjang periodeDari kiri ke kanan periode 3, oksida berubah dari oksida basa (ionik, Na dan Mg), ke oksida amfoter (\(\ce{Al2O3}\)), lalu oksida asam (kovalen, Si sampai Cl). Oksida amfoter bereaksi dengan asam dan dengan basa:
\[ \ce{Al2O3(s) + 6HCl(aq) -> 2AlCl3(aq) + 3H2O(l)} \]
\[ \ce{Al2O3(s) + 2NaOH(aq) + 3H2O(l) -> 2Na[Al(OH)4](aq)} \]
Seret titik merah muda dari Na ke Cl. Biloks tertinggi naik tepat satu langkah setiap unsur (sama dengan jumlah elektron valensinya), sementara pH turun dari basa ke asam. Di unsur mana garis pH memotong garis netral?
Kimia Nusantara · Api biru Ijen dan hujan asam
Gas vulkanik panas di Kawah Ijen membawa uap belerang. Saat menyentuh udara, belerang itu terbakar dengan nyala biru yang hanya tampak di malam hari: \(\ce{S(g) + O2(g) -> SO2(g)}\). Sebagian uap mengembun menjadi cairan merah yang membeku menjadi bongkahan kuning. Para penambang memikul 70–90 kg belerang sekali jalan, menembus asap \(\ce{SO2}\) yang menyesakkan. Danau kawahnya termasuk danau paling asam di dunia, dengan pH mendekati 0.
Belerang dioksida dari gunung api dan pembakaran batu bara dapat teroksidasi di udara menjadi \(\ce{SO3}\), lalu larut dalam air hujan: \(\ce{2SO2 + O2 -> 2SO3}\), \(\ce{SO3 + H2O -> H2SO4}\). Inilah hujan asam yang merusak daun, patung batu kapur, dan logam.
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa oksida berubah dari basa ke asam?
Kuncinya adalah selisih keelektronegatifan dengan oksigen (3,44). Natrium (0,93) dan magnesium (1,31) berselisih besar, jadi oksidanya ionik dan berisi ion \(\ce{O^2-}\). Ion oksida adalah basa yang sangat kuat: \(\ce{O^2- + H2O -> 2OH-}\). Ke arah kanan, selisihnya mengecil sehingga ikatan menjadi kovalen. Unsur nonlogam yang biloksnya tinggi menarik elektron dari ikatan O–H, sehingga molekul air yang terikat mudah melepas \(\ce{H+}\), dan terbentuklah asam okso.
Klorida periode 3 menunjukkan pola serupa. \(\ce{NaCl}\) larut dengan pH 7. \(\ce{AlCl3}\) membentuk ion \(\ce{[Al(H2O)6]^3+}\) yang asam (pH ±3). Silikon tetraklorida bereaksi hebat dengan air dan berasap: \(\ce{SiCl4 + 2H2O -> SiO2 + 4HCl}\). Fosforus pentaklorida juga terhidrolisis: \(\ce{PCl5 + 4H2O -> H3PO4 + 5HCl}\).
9.5Logam transisi dan deret keaktifan
Di tengah tabel periodik, di antara golongan 2 dan 13, berjajar logam transisi (blok d). Mereka adalah "pekerja keras" peradaban: Fe untuk jembatan dan rangka gedung, Cu untuk kabel listrik, Ni untuk baja tahan karat dan baterai, Zn untuk atap seng. Umumnya mereka keras, kuat, titik lelehnya tinggi (besi 1.538 °C), rapat, dan penghantar listrik yang baik.
Ciri khas logam transisi
Bilangan oksidasi beragam. Besi membentuk \(\ce{Fe^2+}\) dan \(\ce{Fe^3+}\); tembaga \(\ce{Cu+}\) dan \(\ce{Cu^2+}\); mangan dari +2 sampai +7 (dalam \(\ce{MnO4-}\)). Energi orbital 4s dan 3d berdekatan, jadi jumlah elektron yang dilepas bisa berbeda-beda.
Ion dan senyawanya berwarna, karena subkulit d yang terisi sebagian dapat menyerap cahaya tampak (lihat 9.7).
Katalis yang andal, karena dapat berganti bilangan oksidasi dan menyediakan permukaan tempat molekul menempel.
Membentuk ion kompleks dengan molekul atau ion yang punya pasangan elektron bebas (9.7).
Ion dalam air
Konfigurasi d
Warna
Di sekitar kita
\(\ce{Cu^2+}\)
\(3d^9\)
biru
terusi (tembaga(II) sulfat) untuk kolam dan pertanian
\(\ce{Fe^2+}\)
\(3d^6\)
hijau pucat
tablet tambah darah (besi(II) sulfat)
\(\ce{Fe^3+}\)
\(3d^5\)
kuning-cokelat
air sumur yang menguning setelah didiamkan
\(\ce{Ni^2+}\)
\(3d^8\)
hijau
larutan untuk melapisi logam dengan nikel
\(\ce{Co^2+}\)
\(3d^7\)
merah muda
butiran silika gel penunjuk lembap (biru → merah muda)
\(\ce{MnO4-}\)
\(3d^0\) (Mn +7)
ungu (dari perpindahan muatan O → Mn, bukan lompatan d–d)
kalium permanganat ("PK") untuk antiseptik
\(\ce{Zn^2+}\)
\(3d^{10}\)
tak berwarna
salep seng oksida, bedak bayi
Awas jebakanSaat logam transisi menjadi ion, elektron 4s dilepas lebih dulu, baru elektron 3d. Besi \([\ce{Ar}]\,3d^6 4s^2\) menjadi \(\ce{Fe^2+}\) \([\ce{Ar}]\,3d^6\), bukan \([\ce{Ar}]\,3d^4 4s^2\). Melepas satu elektron 3d lagi menghasilkan \(\ce{Fe^3+}\) \([\ce{Ar}]\,3d^5\) yang setengah penuh dan cukup stabil. Itulah sebabnya besi(II) di air sumur mudah teroksidasi menjadi besi(III) yang kuning-cokelat.
Logam transisi juga menggerakkan industri Indonesia sebagai katalis: serbuk besi di pabrik pupuk amonia, nikel untuk mengeraskan minyak sawit menjadi mentega putih dan margarin (hidrogenasi), vanadium(V) oksida untuk membuat asam sulfat, serta platina, paladium, dan rodium di dalam knalpot kendaraan untuk mengubah gas CO dan NO yang beracun.
Siapa mendesak siapa? Deret keaktifan logam
Paku besi yang bersih dicelupkan ke larutan terusi (tembaga(II) sulfat) yang biru. Sepuluh menit kemudian…
Paku tetap mengilap dan larutan tetap biru, karena besi tidak bereaksi dengan garam.
Paku terlapisi zat cokelat kemerahan, dan warna biru larutan perlahan memudar.
Paku larut habis dan larutan menjadi merah darah.
Larutan menjadi bening karena tembaganya menguap.
Jawabannya: paku berlapis tembaga, biru memudar. Besi lebih reaktif daripada tembaga. Atom Fe menyerahkan elektronnya kepada ion \(\ce{Cu^2+}\), sehingga tembaga mengendap di permukaan paku dan besi larut sebagai \(\ce{Fe^2+}\) yang hijau pucat: \(\ce{Fe + Cu^2+ -> Fe^2+ + Cu}\). Inilah reaksi pendesakan logam.
Logam dapat diurutkan menurut kemudahannya melepas elektron. Urutan ini disebut deret keaktifan. Di buku kimia Indonesia, urutan berdasarkan potensial elektrode standar (\(E^\circ\), Bab 30) disebut deret volta:
Logam di sebelah kiri hidrogen dapat mendesak gas hidrogen dari asam encer; logam di sebelah kanan hidrogen tidak bisa.
Aturan · Pendesakan logamLogam yang letaknya lebih kiri di deret keaktifan dapat mendesak ion logam yang letaknya lebih kanan dari larutan garamnya. Logam di kiri H dapat mendesak \(\ce{H2}\) dari asam encer, misalnya \[\ce{Zn(s) + 2HCl(aq) -> ZnCl2(aq) + H2(g)}\] Secara kuantitatif, reaksi berlangsung spontan bila \(E^\circ_\text{sel} = E^\circ_\text{ion yang direduksi} - E^\circ_\text{logam yang dioksidasi} > 0\).
Trik Kak Tirta · Jembatan keledaiUrutan K Ca Na Mg Al Zn Fe Ni Sn Pb H Cu Ag Au bisa dihafal dengan kalimat: "Kakak Cari Nanas Manis, Alamak Zonk! Ferry Nikmati Sate Pedas, Habis Cuci Agar Aman." Satu catatan: soal gaya IGCSE sering menaruh Na di atas Ca karena natrium bereaksi lebih hebat dengan air, sedangkan deret volta (berdasarkan \(E^\circ\)) menaruh Ca sedikit di atas Na. Keduanya benar untuk ukuran yang berbeda; ikuti urutan yang dipakai soal.
Sekeping seng (Zn) dicelupkan ke dalam larutan tembaga(II) sulfat yang biru. Apa yang terjadi pada tingkat partikel?
Perbesar permukaan seng: atom-atom Zn tersusun rapat. Di larutan berenang ion \(\ce{Cu^2+}\) (biru) dan ion \(\ce{SO4^2-}\) (ungu).
Seng lebih reaktif, jadi atom Zn di permukaan melepas dua elektron dan menjadi ion: \(\ce{Zn -> Zn^2+ + 2e-}\) (oksidasi).
Ion \(\ce{Cu^2+}\) di dekat permukaan menangkap dua elektron itu dan menjadi atom tembaga yang menempel: \(\ce{Cu^2+ + 2e- -> Cu}\) (reduksi). Lapisan cokelat kemerahan mulai tampak.
Ion \(\ce{Zn^2+}\) yang tak berwarna larut ke dalam air, ion \(\ce{Cu^2+}\) berkurang sehingga biru memudar, dan \(\ce{SO4^2-}\) tidak berubah (ion penonton). Persamaan ionnya: \(\ce{Zn(s) + Cu^2+(aq) -> Zn^2+(aq) + Cu(s)}\).
Pilih logam dan larutan, tebak dulu, lalu seret logam ke larutan (atau tekan ▶). Perhatikan endapan, perubahan warna, dan perpindahan elektron di lingkaran perbesaran. Uji sebanyak mungkin dari 30 pasangan; ketuk sel tabel untuk memilih pasangan. Logam dengan ✓ terbanyak adalah yang paling reaktif. Coba juga kawat tembaga di larutan perak nitrat: tumbuhlah "pohon perak"!
Ramalkan apakah reaksi terjadi, lalu tulis persamaan ionnya bila terjadi: (a) seng dalam larutan tembaga(II) sulfat; (b) tembaga dalam larutan seng sulfat; (c) besi dalam larutan perak nitrat. Gunakan \(E^\circ\): Zn −0,76 V; Fe −0,44 V; Cu +0,34 V; Ag +0,80 V.
(a) Zn di kiri Cu, jadi Zn mendesak \(\ce{Cu^2+}\): \(\ce{Zn + Cu^2+ -> Zn^2+ + Cu}\), \(E^\circ_\text{sel} = 0{,}34 - (-0{,}76) = +1{,}10\) V.
(b) Cu di kanan Zn, jadi tidak terjadi reaksi: \(E^\circ_\text{sel} = -0{,}76 - 0{,}34 = -1{,}10\) V (negatif).
(c) Fe di kiri Ag. Setiap Fe melepas 2 elektron, setiap \(\ce{Ag+}\) menerima 1, jadi butuh 2 ion perak: \(\ce{Fe + 2Ag+ -> Fe^2+ + 2Ag}\), \(E^\circ_\text{sel} = 0{,}80 - (-0{,}44) = +1{,}24\) V.
(a) dan (c) bereaksi, (b) tidak. Perhatikan bahwa \(E^\circ\) tidak dikalikan 2 walaupun koefisien \(\ce{Ag+}\) dua: potensial adalah sifat "per elektron".
"Semua logam keras dan tenggelam di air."
Natrium bisa diiris pisau dan mengapung (0,97 g/cm³). Litium (0,53 g/cm³) bahkan lebih ringan daripada minyak goreng! Ikatan logam golongan 1 lemah karena setiap atom hanya menyumbang satu elektron ke "lautan elektron".
"Karat adalah besi yang kotor."
Karat adalah zat baru, besi(III) oksida terhidrasi: \(\ce{4Fe + 3O2 + 2xH2O -> 2Fe2O3.xH2O}\). Perlu oksigen dan air; garam di udara pantai mempercepatnya. Karat rapuh dan mengelupas, sehingga besi di bawahnya terus termakan.
9.6Dari batuan menjadi logam: pengolahan logam di Nusantara
Logam jarang ditemukan dalam keadaan murni. Karena reaktif, kebanyakan logam terikat sebagai oksida, sulfida, atau karbonat di dalam batuan. Batuan yang cukup kaya logam sehingga menguntungkan untuk ditambang disebut bijih. Hanya logam yang sangat tidak reaktif, seperti Au, yang bisa ditemukan dalam keadaan murni; itulah emas yang didulang di sungai.
Unsur berwarna kuning ditambang atau diolah di Indonesia. Ketuk setiap unsur kuning untuk membaca kartunya dan lokasi tambangnya. Ganti pewarnaan ke tahun ditemukan: unsur mana yang sudah dikenal sejak zaman kuno? Hubungkan dengan deret keaktifan: mengapa logam yang paling lama dikenal manusia justru yang kurang reaktif?
Cara memisahkan logam dari bijihnya bergantung pada reaktivitas logam itu. Makin reaktif logamnya, makin erat ia "memeluk" oksigen, dan makin besar energi yang dibutuhkan untuk melepaskannya.
Logam
Mineral bijih
Daerah di Indonesia
Cara pengolahan
Aluminium
bauksit, \(\ce{Al2O3.xH2O}\)
Kalimantan Barat, Kepulauan Riau
dimurnikan jadi alumina, lalu elektrolisis lelehan (Hall–Héroult) di Kuala Tanjung
Nikel
laterit (limonit dan saprolit)
Sorowako, Pomalaa, Morowali (Sulawesi); Halmahera dan Pulau Obi (Maluku Utara)
peleburan dengan karbon menjadi feronikel/nikel matte; pelindian asam bertekanan tinggi (HPAL) untuk bahan baterai
dipekatkan, lalu direduksi dengan karbon di tanur peleburan
Tembaga, emas
kalkopirit \(\ce{CuFeS2}\), emas murni
Grasberg (Papua), Batu Hijau (Sumbawa)
flotasi menjadi konsentrat, peleburan, lalu pemurnian elektrolisis
Belerang
belerang alam S
Kawah Ijen (Jawa Timur)
dikumpulkan langsung dari uap gunung api yang membeku
Aturan · Memilih cara pengolahan
Logam di atas karbon dalam deret keaktifan (K, Na, Ca, Mg, Al) diperoleh dengan elektrolisis senyawa leburnya.
Logam di bawah karbon (Zn, Fe, Ni, Sn, Pb) diperoleh dengan reduksi oksidanya memakai karbon atau karbon monoksida.
Logam yang sangat tidak reaktif (Ag, Au, kadang Cu) ditemukan murni atau mudah dibebaskan, lalu dimurnikan.
Tanur tinggi: dapur raksasa pembuat besi
Bijih besi (hematit), kokas (karbon dari batu bara), dan batu kapur dimasukkan dari puncak tanur setinggi gedung belasan lantai. Udara panas ditiupkan dari bawah.
Kokas terbakar di dekat lubang udara: \(\ce{C + O2 -> CO2}\). Reaksi ini sangat eksoterm sehingga bagian bawah tanur mencapai ±1.900 °C.
Karbon dioksida naik dan bereaksi dengan kokas panas: \(\ce{CO2 + C -> 2CO}\). Gas karbon monoksida inilah reduktor utamanya.
CO merebut oksigen dari bijih besi: \(\ce{Fe2O3 + 3CO -> 2Fe + 3CO2}\). Besi (biloks +3 → 0) tereduksi, CO (C: +2 → +4) teroksidasi. Besi cair menetes ke dasar tanur.
Batu kapur terurai, \(\ce{CaCO3 -> CaO + CO2}\), lalu kapur tohor mengikat pasir pengotor: \(\ce{CaO + SiO2 -> CaSiO3}\). Cairan terak ini lebih ringan sehingga mengapung di atas besi cair.
Besi cair dan terak dikeluarkan dari lubang yang berbeda. Besi kasar (±4% karbon) masih rapuh; dengan meniupkan oksigen untuk membakar sebagian karbonnya, besi diubah menjadi baja. Ditambah kromium dan nikel, jadilah baja tahan karat.
Hitung kadar (persen massa) besi dalam hematit murni, \(\ce{Fe2O3}\), lalu hitung massa besi yang dapat diperoleh dari 500 ton hematit murni. (Ar Fe = 56, O = 16)
\(M_r\,\ce{Fe2O3} = 2(56) + 3(16) = 160\).
Kadar Fe \(= \dfrac{2 \times 56}{160} \times 100\% = 70\%\).
Massa Fe \(= 70\% \times 500\) ton \(= 350\) ton.
Kadar besi 70%; 500 ton hematit murni berisi 350 ton besi. Bijih nyata bercampur pasir dan tanah, jadi kadarnya lebih rendah.
Aluminium dari Kuala Tanjung: logam yang harus "disetrum"
Aluminium terlalu reaktif untuk direduksi karbon: ia memeluk oksigen lebih erat daripada karbon. Bauksit dari Kalimantan Barat lebih dulu dimurnikan menjadi alumina (\(\ce{Al2O3}\)) putih. Alumina meleleh pada 2.072 °C, terlalu panas untuk dikerjakan, jadi ia dilarutkan dalam kriolit cair (\(\ce{Na3AlF6}\)) pada ±950 °C, lalu dielektrolisis.
Sel Hall–Héroult. Ion \(\ce{Al^3+}\) menuju katode di dasar, ion \(\ce{O^2-}\) menuju anode karbon di atas. Reaksi totalnya \(\ce{2Al2O3 -> 4Al + 3O2}\), atau dengan anode yang terbakar, \(\ce{2Al2O3 + 3C -> 4Al + 3CO2}\).
Jumlah aluminium yang terbentuk sebanding dengan muatan listrik yang dialirkan. Setiap ion \(\ce{Al^3+}\) butuh 3 elektron, dan satu mol elektron membawa muatan 96.485 coulomb (tetapan Faraday; hitungan lengkapnya di Bab 31).
Kimia Nusantara · Inalum di Kuala TanjungPeleburan aluminium pertama di Indonesia, Inalum, berdiri di Kuala Tanjung, Sumatra Utara, dan mulai berproduksi pada awal 1980-an. Listriknya datang dari pembangkit listrik tenaga air di Sungai Asahan, yang airnya mengalir dari Danau Toba. Lokasi ini dipilih karena elektrolisis aluminium sangat rakus listrik: sekitar 13–15 kWh untuk setiap kilogram aluminium, setara pemakaian listrik sebuah rumah selama beberapa hari. Itulah sebabnya mendaur ulang kaleng aluminium sangat berharga: melelehkan aluminium bekas hanya butuh sekitar 5% energi pembuatan aluminium baru.
Tamu dari masa laluPada 1886, dua pemuda berusia awal dua puluhan, Charles Martin Hall di Amerika Serikat dan Paul Héroult di Prancis, menemukan cara yang sama secara terpisah: melarutkan alumina dalam kriolit cair lalu mengelektrolisisnya. Kebetulannya berlanjut: keduanya lahir pada 1863 dan wafat pada 1914. Sebelum penemuan itu, aluminium lebih mahal daripada emas. Kaisar Napoleon III konon menjamu tamu paling terhormatnya dengan sendok aluminium, sementara tamu biasa cukup memakai sendok emas!
Nikel dan timah: dari tanah merah dan pasir hitam
Bijih nikel Sulawesi dan Maluku Utara berupa laterit, tanah merah hasil pelapukan batuan selama jutaan tahun di iklim tropis. Kadar nikelnya hanya ±1–2,5%, jadi jutaan ton tanah harus diolah. Ada dua jalur utama:
Jalur panas (pirometalurgi). Bijih dikeringkan, dipanaskan bersama karbon di tanur putar, lalu dilebur di tanur listrik. Nikel oksida direduksi: \(\ce{2NiO + C -> 2Ni + CO2}\). Hasilnya feronikel atau "nickel pig iron" untuk baja tahan karat, atau nikel matte (dengan tambahan belerang) seperti di Sorowako.
Jalur basah (hidrometalurgi, HPAL). Bijih limonit dilarutkan dalam asam sulfat pada suhu ±250 °C dan tekanan tinggi: \(\ce{NiO + H2SO4 -> NiSO4 + H2O}\). Nikel dan kobalt diendapkan sebagai hidroksida campuran, lalu dimurnikan menjadi bahan baku baterai. Pabrik seperti ini berdiri antara lain di Morowali dan Pulau Obi.
Kimia Nusantara · Dari tanah merah ke baterai mobil listrik
Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan kini menjadi produsen nikel terbesar di dunia. Ingat teka-teki Bab 8: mengapa nikel, bukan natrium, yang dipakai di baterai? Di baterai litium-ion, ion \(\ce{Li+}\) bolak-balik membawa muatan, sedangkan katodenya (misalnya litium nikel mangan kobalt oksida) harus mampu menyimpan dan melepas elektron berkali-kali. Nikel adalah logam transisi yang bisa berganti bilangan oksidasi (+2, +3, +4) tanpa merusak strukturnya. Natrium hanya punya satu bilangan oksidasi (+1) dan logamnya bereaksi hebat dengan air.
Tambang dan smelter membawa lapangan kerja, tetapi juga tantangan: hutan yang dibuka, tailing (limbah halus sisa olahan) yang harus disimpan dengan aman, dan emisi pembangkit batu bara penggerak smelter. Kimia hijau (Bab 38) mencari cara yang lebih bersih.
Timah Bangka Belitung ditambang dari pasir yang mengandung kasiterit (\(\ce{SnO2}\)), mineral hitam yang sangat berat (massa jenis ±7 g/cm³). Karena berat, kasiterit dipisahkan dari pasir ringan dengan aliran air, cara yang sama seperti mendulang emas. Konsentratnya dilebur dengan karbon pada ±1.200 °C:
Timah dipakai untuk solder elektronik, pelapis kaleng (besi berlapis timah), dan paduan perunggu (tembaga + timah) untuk gamelan. Lubang bekas tambang timah yang tergenang air, yang oleh warga Bangka disebut kolong, kini sebagian dimanfaatkan untuk kolam ikan dan wisata setelah dipulihkan.
Pada reaksi reduksi, setarakan logamnya dulu, lalu oksigen. Persamaan anode \(\ce{O^2- + C}\) harus setara massa dan muatan. Persamaan terakhir adalah ringkasan peleburan kalkopirit dari Grasberg: berapa molekul \(\ce{SO2}\) yang keluar untuk setiap 2 atom tembaga?
Sebuah pabrik HPAL mengolah 1.000 ton bijih limonit berkadar nikel 1,8% dengan rendemen 90%. Semua nikel diubah menjadi nikel(II) sulfat heksahidrat, \(\ce{NiSO4.6H2O}\), bahan baku katode baterai. (a) Berapa ton nikel yang diperoleh? (b) Berapa ton \(\ce{NiSO4.6H2O}\) yang dapat dibuat? (Ar Ni = 58,7; S = 32; O = 16; H = 1)
(a) Massa Ni \(= 1000 \times \dfrac{1{,}8}{100} \times \dfrac{90}{100} = 16{,}2\) ton.
Setiap 1 mol Ni menjadi 1 mol \(\ce{NiSO4.6H2O}\), jadi perbandingan massanya \(262{,}7 : 58{,}7\).
(b) Massa garam \(= 16{,}2 \times \dfrac{262{,}7}{58{,}7} = 72{,}5\) ton.
(a) 16,2 ton nikel; (b) ±72,5 ton nikel sulfat heksahidrat. Dari 1.000 ton tanah merah, hanya sekitar 1,6% yang menjadi nikel. Sisanya harus dikelola sebagai tailing.
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa karbon bisa mereduksi besi tetapi tidak aluminium?
Reduksi oksida logam dengan karbon spontan bila energi bebas Gibbs totalnya negatif. Pembentukan \(\ce{Al2O3}\) melepaskan energi yang sangat besar (\(\Delta_f G^\circ \approx -1582\) kJ/mol, atau ±−527 kJ per mol \(\ce{O}\)), jauh lebih negatif daripada \(\ce{Fe2O3}\) (±−742 kJ/mol, atau ±−247 kJ per mol O). Karbon pada suhu tungku biasa tidak sanggup "membayar" sebesar itu.
Diagram Ellingham menggambarkan \(\Delta G^\circ\) pembentukan oksida terhadap suhu. Garis \(\ce{2C + O2 -> 2CO}\) justru menurun saat suhu naik (jumlah mol gas bertambah, \(\Delta S > 0\)), sehingga pada suhu tinggi karbon dapat mereduksi lebih banyak oksida. Itulah sebabnya tanur bekerja sangat panas. Untuk aluminium, garis karbon baru memotongnya di atas ±2.000 °C, terlalu mahal dan sulit, sehingga elektrolisis lebih masuk akal.
9.7Lanjut: senyawa kompleks dan warna ion tembaga
Mengapa larutan terusi biru, padahal ion tembaga sendiri tidak "dicat"? Di dalam air, ion \(\ce{Cu^2+}\) tidak pernah sendirian. Enam molekul air menempel padanya, masing-masing menyumbangkan satu pasangan elektron bebas dari atom O. Gabungan itu, \(\ce{[Cu(H2O)6]^2+}\), adalah sebuah ion kompleks, dan dialah yang berwarna biru.
Bayangkan ion tembaga sebagai magnet kecil di tengah, dikelilingi enam "tamu" (molekul air) yang menempel karena masing-masing membawa sepasang elektron. Kalau tamunya diganti, misalnya dengan amonia atau ion klorida, warna larutannya ikut berubah. Pergantian tamu itu bisa kamu lihat dengan mata!
Definisi · Ion kompleksIon kompleks terdiri atas ion logam pusat yang dikelilingi ligan, yaitu molekul atau ion yang punya pasangan elektron bebas (\(\ce{H2O}\), \(\ce{NH3}\), \(\ce{Cl-}\), \(\ce{OH-}\), \(\ce{CN-}\)). Setiap ligan menyumbangkan sepasang elektron membentuk ikatan kovalen koordinasi. Jumlah ikatan ke ion pusat disebut bilangan koordinasi: 2 (linear), 4 (tetrahedral atau segi empat datar), atau 6 (oktahedral).
Empat warna, satu ion tembaga(II). Yang berubah hanyalah ligan di sekelilingnya.
Sedikit amonia membuat larutan basa, sehingga mengendap tembaga(II) hidroksida: \(\ce{Cu^2+(aq) + 2OH-(aq) -> Cu(OH)2(s)}\).
Amonia berlebih melarutkan endapan itu dan mengganti empat ligan air: \[\ce{[Cu(H2O)6]^2+ + 4NH3 <=> [Cu(NH3)4(H2O)2]^2+ + 4H2O}\] (biru tua).
Asam klorida pekat mengganti semua ligan air dengan ion klorida yang lebih besar, sehingga bilangan koordinasi turun menjadi 4: \[\ce{[Cu(H2O)6]^2+ + 4Cl- <=> [CuCl4]^2- + 6H2O}\]. Muatan kompleks berubah dari 2+ menjadi 2−.
Ketuk Cu lalu dua atom ligan untuk mengukur sudut: 90° pada oktahedral, ±102–125° pada [CuCl₄]²⁻, dan 180° pada [Ag(NH₃)₂]⁺. Ketuk Cu dan O untuk membandingkan panjang ikatan aksial dan ekuatorial pada ion heksaakua.
Dari mana warnanya? Pada ion bebas, kelima orbital 3d berenergi sama. Saat enam ligan mendekat dari arah sumbu x, y, dan z, dua orbital d yang mengarah tepat ke ligan (kelompok \(e_g\)) terdorong naik energinya, sedangkan tiga lainnya (\(t_{2g}\)) turun. Selisihnya disebut pembelahan medan kristal, \(\Delta_o\). Elektron d dapat melompat dari \(t_{2g}\) ke \(e_g\) dengan menyerap cahaya yang energinya tepat \(\Delta_o\). Mata kita melihat warna komplemen dari warna yang diserap.
Ion \(\ce{Cu^2+}\) (d⁹) dalam air menyerap cahaya merah dan inframerah dekat (puncak ±800 nm), sehingga larutannya tampak biru. Ion \(\ce{Zn^2+}\) (d¹⁰) dan \(\ce{Sc^3+}\) (d⁰) tidak berwarna karena tidak ada lompatan d–d yang mungkin.
Ligan yang berbeda membelah orbital d dengan kekuatan berbeda. Urutan kekuatannya disebut deret spektrokimia: \(\ce{I-} < \ce{Br-} < \ce{Cl-} < \ce{F-} < \ce{OH-} < \ce{H2O} < \ce{NH3} < \ce{CN-}\). Mengganti air dengan amonia memperbesar \(\Delta_o\), sehingga cahaya yang diserap bergeser ke panjang gelombang lebih pendek (±600 nm) dan warnanya berubah dari biru muda menjadi biru tua keunguan.
Senyawa kompleks ada di mana-mana dalam tubuh dan kehidupan: hemoglobin mengangkut oksigen dengan ion \(\ce{Fe^2+}\) di tengah cincin heme, klorofil daun menangkap cahaya dengan ion \(\ce{Mg^2+}\) di pusatnya, dan vitamin B12 berisi kobalt. Obat kanker sisplatin, \(\ce{[Pt(NH3)2Cl2]}\), berbentuk segi empat datar, sedangkan EDTA "mencengkeram" ion timbal dalam pengobatan keracunan logam berat.
Lanjut · IB & olimpiadeMedan kuat, medan lemah, dan sifat magnet
Pada ion \(d^4\) sampai \(d^7\), elektron punya dua pilihan. Bila \(\Delta_o\) kecil (ligan medan lemah seperti \(\ce{H2O}\)), elektron lebih suka menyebar ke orbital \(e_g\) daripada berpasangan: spin tinggi. Bila \(\Delta_o\) besar (ligan medan kuat seperti \(\ce{CN-}\)), elektron memenuhi \(t_{2g}\) dulu: spin rendah.
Contoh \(\ce{Fe^2+}\) (\(d^6\)): \(\ce{[Fe(H2O)6]^2+}\) spin tinggi \(t_{2g}^4 e_g^2\) dengan 4 elektron tak berpasangan, sehingga bersifat paramagnetik (ditarik magnet). \(\ce{[Fe(CN)6]^4-}\) spin rendah \(t_{2g}^6\) tanpa elektron tak berpasangan, sehingga diamagnetik. Momen magnet "spin saja", \(\mu = \sqrt{n(n+2)}\) magneton Bohr, memberi 4,90 untuk n = 4 dan 0 untuk n = 0.
Kimia di sekitarmu
🧂
Garam beryodium
Kalium iodat (\(\ce{KIO3}\)) dalam garam dapur mencegah gondok. Simpan garam di wadah tertutup, jauh dari kompor yang panas dan udara lembap, supaya iodiumnya awet.
🎆
Kembang api tahun baru
Warnanya berasal dari ion logam: stronsium merah, barium hijau, natrium kuning, tembaga biru-hijau, dan magnesium putih menyilaukan. Itulah uji nyala dalam ukuran raksasa.
🚰
Air PDAM
Sedikit klorin membentuk asam hipoklorit yang membunuh bakteri penyebab diare. Sisa klorin yang kecil menjaga air tetap aman sepanjang pipa.
🎈
Balon gas pasar malam
Balon helium aman karena gas mulia tidak terbakar. Balon yang diisi hidrogen memang lebih murah, tetapi bisa meledak dan menyambar api bila dekat rokok atau lilin.
🔋
Baterai kendaraan listrik
Katode baterai litium-ion banyak memakai nikel, sebagian berasal dari laterit Sulawesi dan Maluku Utara. Nikel yang berganti biloks menyimpan muatan berkali-kali.
🔔
Gamelan perunggu
Bilah gamelan terbaik ditempa dari perunggu, paduan tembaga dengan ±20–25% timah. Timah membuatnya keras, nyaring, dan tahan karat.
Di antara logam berikut, manakah yang bereaksi paling hebat dengan air?
Litium
Natrium
Kalium
Magnesium
Dalam golongan 1, reaktivitas naik dari atas ke bawah karena elektron valensi makin jauh dari inti. Kalium (periode 4) lebih reaktif daripada natrium dan litium. Magnesium (golongan 2) jauh lebih kalem.
Air klorin ditambahkan ke larutan kalium bromida yang bening. Apa yang teramati?
Larutan tetap bening karena tidak terjadi reaksi.
Larutan menjadi jingga karena bromin terbentuk.
Larutan menjadi ungu karena klorin terbentuk.
Terbentuk endapan putih perak klorida.
Klorin lebih reaktif daripada bromin, jadi mendesak ion bromida: \(\ce{Cl2 + 2Br- -> 2Cl- + Br2}\). Bromin berwarna jingga.
Mengapa aluminium diperoleh dengan elektrolisis, bukan dengan reduksi karbon di tanur?
Karena aluminium terlalu mahal untuk dipanaskan.
Karena karbon akan meleleh sebelum aluminium terbentuk.
Karena bijih aluminium bukan berupa oksida.
Karena aluminium lebih reaktif daripada karbon sehingga terikat sangat erat pada oksigen.
Aluminium berada di atas karbon dalam deret keaktifan. Karbon tidak mampu merebut oksigen dari \(\ce{Al2O3}\) pada suhu tanur yang wajar, jadi dipakai energi listrik.
10
Bab 10 · Ikatan & Wujud Zat
Ikatan Ion: Satu Elektron yang Berpindah Tangan
Natrium bereaksi hebat bila tercebur air, sedangkan klorin adalah gas beracun. Namun ketika keduanya bertemu, lahirlah garam dapur yang setiap hari kita taburkan di sayur. Rahasianya: satu elektron yang berpindah tangan.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan kestabilan gas mulia dan aturan oktet, lalu meramalkan ion yang dibentuk suatu unsur;
menggambarkan pembentukan ikatan ion dengan diagram titik-silang;
menuliskan rumus senyawa ion dari muatan ionnya, termasuk senyawa dengan ion poliatom;
menjelaskan kisi kristal NaCl dan sifat-sifat senyawa ion (titik leleh, kegetasan, daya hantar listrik);
menghitung energi kisi dengan siklus Born–Haber dan menjelaskan karakter kovalen dengan aturan Fajans.
Satu Elektron untuk Klorin Komik · 4 panel
Sore hari, di laboratorium sekolah
BimaKak, natrium itu meledak kalau kena air, klorin gas beracun. Kok gabungannya malah kita taburkan di sayur asem?
Kak TirtaRahasianya satu elektron yang pindah tangan. Ayo kita intip dunia atomnya!
Sementara itu, di dunia atom…
NatriumSatu elektron di kulit terluarku ini bikin repot. Ada yang mau?
KlorinMAU! Aku tinggal butuh SATU lagi supaya kulitku penuh!
WUUSH!
NatriumAmbillah! Sekarang kulit terluarku 2.8, rapi seperti Neon.
KlorinDelapan elektron! Aku serapi Argon. Terima kasih!
Muatan berlawanan saling tarik
KimoPlus dan minus saling tarik erat: inilah ikatan ion! Sebutir kecil garam berisi sekitar satu miliar miliar ion.
BimaJadi garam bukan natrium dan klorin yang galak, melainkan ion-ion yang sudah tenang…
Garam dapur tersusun dari natrium (logam yang bereaksi hebat dengan air) dan klorin (gas beracun). Mengapa garam aman dimakan?
Karena natrium dan klorinnya menguap habis saat garam dijemur di tambak.
Karena di dalam garam, natrium dan klorin hanya tercampur dalam jumlah terlalu sedikit untuk berbahaya.
Karena natrium dan klorin sudah berubah menjadi ion Na⁺ dan Cl⁻ yang stabil, dengan sifat yang sama sekali baru.
Karena garam laut berbeda dengan natrium klorida buatan pabrik.
Jawabannya: natrium dan klorin sudah menjadi ion. Garam bukan campuran logam natrium dan gas klorin. Setiap atom natrium telah memberikan satu elektron kepada atom klorin. Hasilnya ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) yang susunan elektronnya serapi gas mulia, sehingga tidak lagi "galak". Senyawa selalu punya sifat baru yang berbeda dari unsur-unsur penyusunnya.
10.1Gas mulia yang "cuek" dan aturan oktet
Di Klub Unsur ada satu anggota yang selalu santai: Ne si bangsawan bermahkota. Diajak bereaksi dengan siapa pun, ia menolak. Helium, neon, dan argon di alam ditemukan sebagai atom-atom tunggal yang tidak bergandengan dengan atom lain. Mengapa mereka begitu "puas diri"?
Jawabannya ada pada susunan elektronnya (Bab 7). Kulit terluar gas mulia sudah penuh: helium punya 2 elektron, sedangkan neon, argon, dan seterusnya punya 8 elektron di kulit terluar.
Gas mulia
Nomor atom
Susunan elektron per kulit
Elektron kulit terluar
Helium, He
2
2
2 (duplet)
Neon, Ne
10
2 . 8
8 (oktet)
Argon, Ar
18
2 . 8 . 8
8
Kripton, Kr
36
2 . 8 . 18 . 8
8
Xenon, Xe
54
2 . 8 . 18 . 18 . 8
8
Bayangkan kulit terluar atom sebagai rak telur dengan 8 lubang. Rak milik gas mulia sudah penuh, jadi mereka tenang. Atom lain raknya belum penuh. Ada yang hanya berisi 1 atau 2 butir, sehingga lebih mudah dikosongkan saja. Ada juga yang sudah berisi 6 atau 7 butir, sehingga tinggal ditambah sedikit.
Definisi · Elektron valensi dan aturan oktetElektron valensi adalah elektron di kulit terluar atom. Aturan oktet: atom-atom cenderung bereaksi sampai susunan elektronnya menyerupai gas mulia terdekat, yaitu memiliki 8 elektron di kulit terluar. Atom kecil seperti H, Li, dan Be cukup memiliki 2 elektron (duplet), seperti helium.
Untuk unsur golongan utama, jumlah elektron valensi sama dengan angka satuan nomor golongannya: Na (golongan 1) punya 1, Mg (golongan 2) punya 2, Al (golongan 13) punya 3, O (golongan 16) punya 6, dan Cl (golongan 17) punya 7.
Ada dua jalan pintas menuju oktet:
Melepas elektron valensi yang sedikit. Ini jalan para logam di sisi kiri tabel periodik, yang energi ionisasinya rendah. Hasilnya ion positif.
Menerima elektron sampai kulitnya penuh. Ini jalan para nonlogam di sisi kanan, yang afinitas elektronnya besar. Hasilnya ion negatif.
Warnai menurut energi ionisasi: logam golongan 1 dan 2 bernilai paling rendah, artinya elektron valensinya paling mudah dilepas. Ganti ke afinitas elektron: halogen (golongan 17) paling besar, artinya paling bersemangat menerima elektron. Ketuk sebuah unsur untuk melihat susunan elektronnya.
Trik Kak Tirta · Golongan menentukan muatan ionGolongan 1 → +1, golongan 2 → +2, golongan 13 → +3, golongan 15 → −3, golongan 16 → −2, golongan 17 → −1. Logam "membuang" sedikit, nonlogam "mengambil" sedikit: selalu jalan terpendek menuju gas mulia. Golongan 14 (karbon, silikon) jalannya sama jauh ke dua arah (4 elektron), jadi lebih suka berbagi elektron. Itu cerita Bab 11.
Awas jebakanNatrium sebenarnya tidak "senang" melepas elektron: proses itu justru menyerap 496 kJ/mol. Menambahkan satu elektron ke klorin hanya melepas 349 kJ/mol. Jadi mengubah atom Na dan Cl (gas) menjadi ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) masih rugi 147 kJ/mol! Yang membuat garam stabil adalah energi sangat besar yang dilepas ketika ion-ion berlawanan muatan berkumpul dan saling tarik dalam kisi (lihat 10.6). Kalimat "atom ingin seperti gas mulia" hanyalah cara singkat untuk mengingat muatan ion, bukan alasan sebenarnya.
10.2Dari atom menjadi ion: diagram titik-silang
Ketika atom melepas atau menerima elektron, jumlah proton tidak lagi sama dengan jumlah elektron. Atom itu menjadi bermuatan listrik dan disebut ion.
Definisi · Kation dan anionKation adalah ion bermuatan positif, terbentuk saat atom melepas elektron (biasanya logam). Anion adalah ion bermuatan negatif, terbentuk saat atom menerima elektron (biasanya nonlogam). Nama anion satu atom berakhiran -ida: klorida, oksida, sulfida, nitrida.
Hitung partikelnya. Atom Na punya 11 proton dan 11 elektron, jadi netral. Ion \(\ce{Na+}\) tetap punya 11 proton tetapi hanya 10 elektron, sehingga muatannya +1. Susunan elektron \(\ce{Na+}\) (2.8) sama persis dengan neon: keduanya isoelektronik. Ion \(\ce{Cl-}\) (17 proton, 18 elektron, 2.8.8) isoelektronik dengan argon.
Ingat: proton tidak pernah ikut pindah. Yang berpindah hanya elektron, partikel mungil bermuatan negatif. Kehilangan "barang negatif" membuat atom menjadi positif. Mendapat "barang negatif" membuat atom menjadi negatif.
Jari-jari atom dan ion dalam pikometer (1 pm = 10⁻¹² m). Kation lebih kecil daripada atomnya karena kehilangan seluruh kulit terluar. Anion lebih besar karena elektron tambahan saling tolak.
Lalu apa yang menyatukan \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\)? Muatan berlawanan saling tarik, seperti kutub utara dan selatan magnet.
Aturan · Ikatan ionIkatan ion adalah gaya tarik elektrostatik yang kuat antara ion-ion bermuatan berlawanan. Ikatan ion umumnya terbentuk antara logam (energi ionisasi rendah) dan nonlogam (afinitas elektron besar). Jumlah elektron yang dilepas logam selalu sama dengan jumlah elektron yang diterima nonlogam.
Atom natrium (2.8.1) dan atom klorin (2.8.7) sama-sama netral. Elektron natrium digambar titik (•), elektron klorin digambar silang (×), supaya asal setiap elektron mudah dilacak.
Perhatikan kulit terluar. Natrium hanya punya 1 elektron valensi, sedangkan klorin punya 7 dan kurang 1 untuk oktet.
Satu elektron berpindah dari Na ke Cl. Di diagram, titik itu kini duduk di antara silang-silang milik klorin.
Natrium kehilangan kulit terluarnya dan menjadi \(\ce{Na+}\) (2.8, seperti Ne). Klorin menjadi \(\ce{Cl-}\) (2.8.8, seperti Ar). Ion ditulis di dalam kurung siku dengan muatan di pojok kanan atas.
Ion positif dan ion negatif saling tarik secara elektrostatik. Gaya tarik inilah ikatan ion.
Cara menggambar ini disebut diagram titik-silang. Titik dan silang hanya penanda asal: di alam, semua elektron identik.
Seret elektron valensi logam (titik magenta) ke atom nonlogam, atau tekan ▶ Jalankan. Coba "Magnesium + oksigen": berapa elektron yang harus pindah? Lalu "2 aluminium + 3 oksigen": mengapa butuh 2 atom Al dan 3 atom O? Perhatikan juga ukuran atom yang berubah setelah menjadi ion.
Diagram titik-silang untuk ujian cukup menampilkan kulit terluar. Mg memberi 2 elektron kepada satu atom O. Ca juga melepas 2 elektron, tetapi setiap atom Cl hanya butuh 1, sehingga diperlukan dua atom Cl.
Pita magnesium (Z = 12) dibakar di udara dan bereaksi dengan oksigen (Z = 8), menghasilkan abu putih magnesium oksida. Jelaskan pembentukan ikatannya dan tuliskan rumusnya.
Susunan elektron: Mg 2.8.2 (2 elektron valensi), O 2.6 (kurang 2 untuk oktet).
Oksigen menerima 2 elektron itu: \(\ce{O + 2e- -> O^2-}\), susunannya menjadi 2.8 (juga seperti Ne).
Muatan +2 dan −2 sudah saling meniadakan dengan perbandingan 1 : 1.
Rumusnya \(\ce{MgO}\). Karena muatan ionnya ganda, tarikan antarionnya jauh lebih kuat daripada di NaCl: MgO baru meleleh pada 2.852 °C dan dipakai sebagai pelapis tahan api di dalam tungku industri.
Tamu dari masa laluPada 1916, fisikawan Jerman Walther Kossel mengusulkan bahwa atom membentuk ion dengan melepas atau menerima elektron sampai susunannya menyerupai gas mulia. Pada tahun yang sama, kimiawan Amerika Gilbert N. Lewis menggambar elektron valensi sebagai titik-titik di sekeliling lambang unsur, cikal bakal diagram titik-silang. Tiga tahun kemudian Irving Langmuir mempopulerkan istilah oktet.
10.3Menulis rumus senyawa ion
Senyawa ion selalu netral: total muatan positif sama dengan total muatan negatif. Dari prinsip sederhana ini, kita dapat menulis rumus senyawa ion apa pun, asalkan tahu muatan ion-ionnya.
Aturan · Menulis rumus senyawa ion
Tulis kation lebih dulu, lalu anion.
Pilih jumlah setiap ion supaya total muatannya nol.
Pakai perbandingan bilangan bulat terkecil.
Bila ion poliatom muncul lebih dari satu, beri tanda kurung: \(\ce{Ca(OH)2}\), bukan CaOH₂.
Muatan ion tidak ditulis di dalam rumus senyawa.
Trik Kak Tirta · Silang muatanTulis kedua ion dengan muatannya, lalu "silangkan" angka muatan menjadi indeks ion lawannya, kemudian sederhanakan. \(\ce{Al^3+}\) dan \(\ce{O^2-}\) → \(\ce{Al2O3}\). \(\ce{Mg^2+}\) dan \(\ce{O^2-}\) → Mg₂O₂ → \(\ce{MgO}\). Silang muatan hanyalah jalan pintas supaya total muatannya nol: cek selalu, 2 × (+3) + 3 × (−2) = 0 ✔.
Banyak ion terdiri atas beberapa atom yang terikat kuat satu sama lain dan membawa muatan bersama. Ion seperti ini disebut ion poliatom. Di dalam kisi, ion poliatom berperilaku seperti satu "ion besar" yang tidak terpecah.
Muatan
Ion monoatomik
Ion poliatom
+1
natrium \(\ce{Na+}\), kalium \(\ce{K+}\), perak \(\ce{Ag+}\)
Angka romawi pada besi(II) dan besi(III) bukan jumlah atom, melainkan muatan ion besi. Besi bisa membentuk dua macam ion, jadi namanya harus menyebut yang mana.
Pilih kation dan anion, lalu ketuk kolam kiri atau kanan (atau tombol ➕) sampai muatan total nol. Rumus dan nama tertulis otomatis, lengkap dengan kurung untuk ion poliatom. Coba aluminium + sulfat dan amonium + fosfat. Bagaimana bila kamu membuat Mg₂O₂? Nyalakan Mode misi untuk menyusun senyawa dari namanya.
Awas jebakanTanda kurung hanya untuk ion poliatom yang jumlahnya lebih dari satu. CaOH₂ berarti satu atom O dan dua atom H, padahal maksudnya dua ion \(\ce{OH-}\): yang benar \(\ce{Ca(OH)2}\). Sebaliknya, NaOH tidak perlu ditulis Na(OH). Jangan pula mengubah rumus ion poliatom: sulfat selalu \(\ce{SO4^2-}\), jadi aluminium sulfat ditulis \(\ce{Al2(SO4)3}\), bukan Al₂S₃O₁₂.
Pupuk ZA (dari bahasa Belanda zwavelzure ammoniak) adalah amonium sulfat. Tuliskan rumusnya, lalu hitung jumlah setiap jenis atom dan jumlah ion dalam satu satuan rumus.
Ion-ionnya: amonium \(\ce{NH4+}\) (+1) dan sulfat \(\ce{SO4^2-}\) (−2).
Supaya netral, setiap ion sulfat butuh dua ion amonium: 2(+1) + (−2) = 0.
Amonium adalah ion poliatom dan muncul dua kali, jadi diberi kurung: \(\ce{(NH4)2SO4}\).
Hitung atom: N = 2, H = 2 × 4 = 8, S = 1, O = 4, total 15 atom dalam 3 ion.
\(\ce{(NH4)2SO4}\): 2 N, 8 H, 1 S, dan 4 O. Satu karung ZA menyumbang dua unsur hara sekaligus bagi padi: nitrogen dan belerang.
(a) Tuliskan rumus kalsium fosfat. (b) Mineral tulang dan email gigi sebenarnya adalah hidroksiapatit, yang tersusun atas 5 ion \(\ce{Ca^2+}\), 3 ion \(\ce{PO4^3-}\), dan 1 ion \(\ce{OH-}\). Tuliskan rumusnya dan buktikan bahwa senyawa itu netral.
(a) \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{PO4^3-}\): silang muatan memberi 3 Ca dan 2 PO₄. Cek: 3(+2) + 2(−3) = 0.
Fosfat muncul dua kali, jadi rumusnya \(\ce{Ca3(PO4)2}\).
(b) Tulis kation dulu, lalu anion: \(\ce{Ca5(PO4)3OH}\).
(a) \(\ce{Ca3(PO4)2}\); (b) \(\ce{Ca5(PO4)3OH}\), netral. Fluorida dalam pasta gigi menggantikan sebagian ion \(\ce{OH-}\) dengan \(\ce{F-}\) (muatannya sama!) sehingga terbentuk fluorapatit, \(\ce{Ca5(PO4)3F}\), yang lebih tahan asam dari sisa makanan manis.
Kimia Nusantara · Kapur sirih, tawas, dan gipsKapur sirih, \(\ce{Ca(OH)2}\), dibuat dari cangkang kerang atau batu kapur yang dibakar menjadi kapur tohor (\(\ce{CaO}\)), lalu disiram air. Rendaman air kapur sirih membuat keripik dan manisan pepaya lebih renyah karena ion \(\ce{Ca^2+}\) "mengikat" pektin di dinding sel buah. Tawas, \(\ce{KAl(SO4)2.12H2O}\), dipakai menjernihkan air sumur dan sebagai deodoran tradisional. Gips, \(\ce{CaSO4.2H2O}\), dipakai untuk plafon rumah dan pembalut patah tulang. Cek: (+1) + (+3) + 2(−2) = 0 ✔.
10.4Kisi kristal raksasa: tidak ada "molekul" NaCl
Ambil sejumput garam dan amati dengan kaca pembesar atau kamera HP yang diperbesar. Butirnya berbentuk kubus kecil dengan permukaan rata dan sudut siku! Bentuk itu adalah petunjuk tentang susunan ion di dalamnya.
Garam dapur pada tiga tingkat: yang kita lihat (butir kubus), yang tak terlihat (ion-ion tersusun selang-seling), dan yang kita tulis (NaCl, perbandingan ion 1 : 1).
Di dalam sebutir garam, ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) tidak berpasang-pasangan. Mereka tersusun selang-seling ke tiga arah (depan-belakang, kiri-kanan, atas-bawah), membentuk kisi kristal raksasa. Setiap ion ditarik oleh semua tetangga yang bermuatan lawan, bukan hanya oleh satu "pasangan".
Definisi · Kisi ion dan bilangan koordinasiKisi ion adalah susunan teratur dan berulang dari ion positif dan ion negatif dalam tiga dimensi. Bilangan koordinasi adalah jumlah ion lawan terdekat yang mengelilingi sebuah ion. Dalam NaCl bilangan koordinasinya 6 : 6, yaitu setiap \(\ce{Na+}\) dikelilingi 6 ion \(\ce{Cl-}\) dan setiap \(\ce{Cl-}\) dikelilingi 6 ion \(\ce{Na+}\), membentuk oktahedron.
Model isi ruang menunjukkan ion-ion yang menempel rapat. Ganti ke bola-tongkat: garis putus-putus hanya menandai tetangga terdekat, bukan "pasangan". Hitung ion \(\ce{Na+}\) di sekeliling \(\ce{Cl-}\) yang di tengah, dan ketuk dua ion bertetangga untuk mengukur jaraknya (±282 pm). Lalu pilih CsCl: berapa tetangga Cs⁺?
Bayangkan papan catur yang ditumpuk bertingkat-tingkat. Kotak hitam adalah \(\ce{Na+}\) dan kotak putih adalah \(\ce{Cl-}\). Setiap kotak hitam selalu bertetangga dengan kotak putih di depan, belakang, kiri, kanan, atas, dan bawahnya. Itulah 6 tetangga!
Awas jebakanTidak ada molekul NaCl di dalam kristal garam. Rumus NaCl hanya menyatakan satuan rumus: perbandingan ion \(\ce{Na+} : \ce{Cl-} = 1 : 1\) di seluruh kisi. Karena itu, untuk senyawa ion kita memakai istilah "massa rumus relatif" dan "satuan rumus", bukan "molekul". Pasangan \(\ce{NaCl}\) yang terpisah hanya ada dalam uap garam pada suhu sangat tinggi.
Tamu dari masa laluPada 1913, ayah dan anak William Henry Bragg dan William Lawrence Bragg menembakkan sinar-X ke kristal garam. Pola pantulannya menunjukkan ion natrium dan klorida tersusun selang-seling dalam kubus, tanpa pasangan NaCl yang terpisah. Sebagian kimiawan saat itu sulit menerima bahwa "molekul garam" tidak ada! Keduanya meraih Nobel Fisika 1915, dan Lawrence yang baru berusia 25 tahun menjadi peraih Nobel Fisika termuda sepanjang sejarah.
Kimia Nusantara · Garam Madura dan garam beryodiumAir laut mengandung ±3,5% garam terlarut, sebagian besar NaCl. Petani garam di Madura mengalirkan air laut ke petak-petak tambak dan membiarkan matahari serta angin menguapkan airnya. Saat larutan lewat jenuh, ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) menyusun diri menjadi kristal kubus. Garam krosok terasa sedikit pahit karena ikut membawa ion \(\ce{Mg^2+}\). Untuk mencegah gondok, garam konsumsi wajib ditambah kalium iodat, \(\ce{KIO3}\), yang mengandung ion poliatom \(\ce{IO3-}\).
Lanjut · IB & olimpiadeSel satuan dan rasio jari-jari
Pola kisi NaCl dapat diringkas dalam satu kubus kecil yang berulang, disebut sel satuan. Ion di sudut kubus dipakai bersama 8 sel, ion di sisi 2 sel, ion di rusuk 4 sel, dan ion di pusat milik 1 sel saja. Untuk sel satuan NaCl (rusuk ±564 pm):
\(\ce{Cl-}\): 8 sudut × ⅛ + 6 sisi × ½ = 4 ion;
\(\ce{Na+}\): 12 rusuk × ¼ + 1 pusat × 1 = 4 ion.
Jadi satu sel satuan berisi 4 satuan rumus NaCl. Mengapa NaCl memilih koordinasi 6 sedangkan CsCl koordinasi 8? Bandingkan rasio jari-jari \(r_+/r_-\). Semakin besar kation, semakin banyak anion yang muat di sekelilingnya. Kira-kira: rasio 0,225–0,414 memberi koordinasi 4 (ZnS ≈ 0,40), 0,414–0,732 koordinasi 6 (NaCl: 102/181 ≈ 0,56), dan di atas 0,732 koordinasi 8 (CsCl: 174/181 ≈ 0,96).
10.5Sifat-sifat senyawa ion
Kisi raksasa yang dipegang gaya tarik kuat ke segala arah menjelaskan hampir semua sifat senyawa ion.
1. Titik leleh tinggi
Untuk melelehkan kristal ion, ion-ion harus dilepaskan dari kedudukannya di kisi. Karena setiap ion ditarik oleh banyak tetangga, energi yang diperlukan sangat besar.
Zat
Jenis partikel
Muatan ion
Titik leleh (°C)
NaF
ion
+1 dan −1
993
NaCl (garam dapur)
ion
+1 dan −1
801
KCl
ion
+1 dan −1
770
CaO (kapur tohor)
ion
+2 dan −2
±2.600
MgO
ion
+2 dan −2
2.852
Gula pasir (sukrosa)
molekul
–
±186 (lalu terurai)
Es (air)
molekul
–
0
Perhatikan dua pola. Makin besar ion (dari NaF ke KCl), makin jauh jarak antarinti dan makin rendah titik lelehnya. Makin besar muatan (dari NaF ke MgO, yang ukuran ionnya mirip), titik lelehnya melonjak hampir tiga kali lipat. Keduanya diatur oleh hukum Coulomb: gaya tarik sebanding dengan hasil kali muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.
Mengapa MgO jauh lebih sulit meleleh daripada NaF?
Keempat ion \(\ce{Na+}\), \(\ce{Mg^2+}\), \(\ce{F-}\), dan \(\ce{O^2-}\) isoelektronik dengan neon, dan jarak antarintinya mirip (NaF ±231 pm, MgO ±210 pm). Bedanya pada hasil kali muatan: 4 untuk MgO, 1 untuk NaF. Tarikan dalam MgO jauh lebih kuat, sehingga titik leleh MgO (2.852 °C) hampir tiga kali NaF (993 °C).
2. Keras tetapi getas
Kristal garam cukup keras, tetapi bila dipukul ulekan ia pecah berkeping-keping, tidak penyok seperti paku. Lihat lapisan ionnya.
Dalam kristal ion, lapisan-lapisan ion tersusun selang-seling. Setiap ion positif bertetangga dengan ion negatif, sehingga lapisan-lapisannya saling tarik.
Kristal dipukul. Lapisan atas bergeser sejauh satu ion.
Sekarang ion bermuatan sama saling berhadapan: + dengan +, − dengan −. Mereka saling tolak dan kristal retak. Itulah sebabnya garam getas dan tidak bisa ditempa seperti logam.
3. Menghantarkan listrik hanya bila meleleh atau larut
Dua kabel dari baterai dan lampu LED ditancapkan ke segunduk kristal garam kering. Apakah LED menyala?
Ya, terang, karena garam tersusun dari ion-ion bermuatan.
Ya, tetapi redup, karena kristal garam keras.
Tidak, karena garam sama sekali tidak mengandung partikel bermuatan.
Tidak, karena ion-ion dalam kristal terkunci di tempatnya dan tidak dapat bergerak.
Jawabannya: tidak menyala, karena ionnya tidak bisa bergerak. Arus listrik adalah aliran muatan. Garam memang penuh muatan, tetapi di dalam kristal setiap ion terkunci di kedudukannya. Begitu garam dilelehkan (801 °C) atau dilarutkan dalam air, kisinya runtuh, ion-ion bebas bergerak, dan LED pun menyala.
Saat garam larut, molekul air yang polar mengerumuni setiap ion dan menariknya keluar dari kisi. Ion-ion yang terbungkus air (ion terhidrasi) bebas berkeliaran. Bila dua elektrode dicelupkan, kation bergerak ke elektrode negatif dan anion ke elektrode positif: muatan mengalir! Zat yang larutan atau lelehannya menghantarkan listrik disebut elektrolit. Humphry Davy memanfaatkan sifat ini pada 1807: ia mengalirkan listrik ke dalam soda kaustik leleh dan untuk pertama kalinya memperoleh logam natrium murni.
Pilih zat dan tutup sakelar. Di kabel yang bergerak adalah elektron, di dalam cairan yang bergerak adalah ion. Mengapa kristal garam gagal, tetapi garam leleh dan air garam berhasil? Mengapa air gula gagal walaupun gula larut? Di dunia nyata, uji seperti ini hanya boleh memakai baterai 9 V, bukan listrik rumah.
KeselamatanJangan pernah menguji daya hantar dengan listrik PLN atau stopkontak: tegangan 220 V dapat mematikan, apalagi melalui air. Pakai baterai 9 V dan LED saja. Garam leleh (801 °C) cukup dilihat di simulasi, jangan dicoba di rumah. Saat menguji air garam, gelembung di elektrode positif bisa mengandung sedikit gas klorin, jadi nyalakan rangkaian sebentar saja (±10 detik) di ruangan berventilasi.
4. Banyak yang larut dalam air, tidak larut dalam minyak
Garam, tawas, dan pupuk ZA mudah larut dalam air tetapi tidak larut dalam minyak goreng atau minyak tanah. Air polar mampu "membungkus" ion, sedangkan minyak tidak. Meski begitu, tidak semua senyawa ion larut: batu kapur (\(\ce{CaCO3}\)) dan perak klorida (\(\ce{AgCl}\)) praktis tidak larut, karena tarikan di kisinya lebih kuat daripada tarikan air. Kelarutan dibahas lebih dalam di Bab 28.
"Kristal garam menghantarkan listrik karena tersusun dari ion."
Ion dalam kristal terkunci di tempatnya, padahal arus listrik butuh muatan yang bisa bergerak. Garam baru menghantar setelah dilelehkan atau dilarutkan dalam air.
"Di dalam garam dapur ada molekul-molekul NaCl."
Kristal garam adalah kisi raksasa ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) dengan perbandingan 1 : 1. NaCl adalah satuan rumus, bukan rumus molekul.
"Air murni adalah penghantar listrik yang baik."
Air murni hampir tanpa ion, jadi penghantarnya sangat buruk. Air keran dan keringat menghantar karena berisi ion terlarut. Itu sebabnya tangan basah tetap berbahaya di dekat listrik.
10.6Lanjut: energi kisi, siklus Born–Haber, dan aturan Fajans
Mengapa ion-ion berhenti mendekat pada jarak tertentu? Karena ada dua gaya yang bertarung. Tarikan Coulomb menarik ion berlawanan muatan, tetapi bila terlalu dekat, awan elektron kedua ion mulai saling tolak dengan sangat kuat. Energi total paling rendah pada jarak setimbang \(r_0\), seperti bola yang menggelinding ke dasar sumur.
Seret titik oranye ke kiri dan kanan. Di mana energinya paling rendah? Lalu ubah muatan menjadi 2 dan 2 (seperti MgO) dan perkecil \(r_0\): sumurnya menjadi jauh lebih dalam. Garis biru putus-putus adalah tarikan Coulomb saja; selisihnya dengan garis magenta adalah tolakan jarak dekat.
Kedalaman "sumur" untuk satu mol senyawa padat, dengan menghitung semua tetangga di kisi, disebut energi kisi.
Definisi · Energi kisiEnergi kisi (\(U\)) adalah perubahan entalpi ketika 1 mol senyawa ion padat terbentuk dari ion-ion gasnya yang terpisah jauh, misalnya \(\ce{Na+(g) + Cl-(g) -> NaCl(s)}\), \(U = -787\) kJ/mol. Makin besar nilainya (makin negatif), makin kuat kisinya.
Awas jebakanPerhatikan arah definisinya. Sebagian buku (termasuk buku data IB) mendefinisikan entalpi kisi sebagai energi untuk memecah kisi menjadi ion gas, sehingga nilainya positif: +787 kJ/mol untuk NaCl. Buku lain memakai arah pembentukan, sehingga nilainya negatif: −787 kJ/mol. Besarnya sama, tandanya berlawanan. Selalu tulis persamaan reaksinya agar tidak keliru.
Energi kisi tidak bisa diukur langsung. Namun, hukum Hess (Bab 19) menyelamatkan kita: perubahan entalpi total tidak bergantung pada jalan yang ditempuh. Jalan memutar dari unsur ke ion-ion gas lalu ke kristal disebut siklus Born–Haber.
Kita mencari energi kisi NaCl. Yang mudah diukur adalah entalpi pembentukan dari unsur-unsurnya: \(\Delta H_f^\circ = -411\) kJ/mol.
Langkah 3 · Atomisasi klorin: \(\ce{1/2 Cl2(g) -> Cl(g)}\), +122 kJ/mol, yaitu setengah energi ikatan Cl–Cl.
Langkah 4 · Afinitas elektron klorin: \(\ce{Cl(g) + e- -> Cl-(g)}\), −349 kJ/mol. Sebagian energi kembali, tetapi ion-ion gas masih 376 kJ/mol di atas unsur-unsurnya.
Langkah 5 · Ion-ion gas bergabung menjadi kisi: \(\ce{Na+(g) + Cl-(g) -> NaCl(s)}\). Inilah energi kisi \(U\) yang dicari.
Hukum Hess: jalan memutar sama dengan jalan langsung. \(-411 = (107 + 496 + 122 - 349) + U\), jadi \(U = -787\) kJ/mol. Energi kisi yang besar inilah yang "membayar" semua langkah mahal tadi.
Hitung energi kisi KCl dari data berikut (kJ/mol): \(\Delta H_f^\circ\) KCl = −437; atomisasi K = +89; energi ionisasi K = +419; atomisasi Cl = +122; afinitas elektron Cl = −349. Bandingkan dengan NaCl.
Hukum Hess: \(\Delta H_f^\circ = 281 + U\), jadi \(U = -437 - 281 = -718\) kJ/mol.
Bandingkan: NaCl −787 kJ/mol. Ion \(\ce{K+}\) (138 pm) lebih besar daripada \(\ce{Na+}\) (102 pm), jarak antarinti lebih jauh, tarikan lebih lemah.
\(U\) KCl = −718 kJ/mol, sekitar 9% lebih lemah daripada NaCl. Cocok dengan titik leleh KCl (770 °C) yang lebih rendah daripada NaCl (801 °C).
Tamu dari masa laluSiklus ini disusun pada 1919 oleh Max Born dan Fritz Haber, penemu proses pembuatan amonia yang kini menjadi bahan baku pupuk urea di Bontang dan Gresik. Pada tahun yang sama Kazimierz Fajans menerbitkan gagasan serupa, lalu pada 1923 merumuskan aturan kapan ikatan ion mulai bersifat kovalen.
Lanjut · IB & olimpiadeMemperkirakan energi kisi tanpa siklus: persamaan Kapustinskii
Bila data siklus Born–Haber tidak lengkap, energi kisi dapat diperkirakan dari model ion bermuatan saja. Persamaan Kapustinskii (1956) hanya membutuhkan jumlah ion per satuan rumus (\(\nu\)), muatan, dan jumlah jari-jari ion (\(r\), dalam pm).
Lanjut · IB & olimpiadeAturan Fajans: ketika ikatan ion "berbagi" sedikit
Model ion murni menganggap ion sebagai bola bermuatan yang bulat sempurna. Kenyataannya, kation dapat mempolarisasi anion: menarik awan elektron anion ke arahnya sehingga sebagian elektron seolah-olah dipakai bersama. Akibatnya ikatan memperoleh sedikit karakter kovalen. Menurut Kazimierz Fajans, karakter kovalen makin besar bila:
kation kecil dan bermuatan besar (rapat muatannya tinggi), misalnya \(\ce{Al^3+}\), \(\ce{Be^2+}\), \(\ce{Li+}\);
anion besar dan bermuatan besar (mudah dipolarisasi), misalnya \(\ce{I-}\) lebih mudah daripada \(\ce{F-}\);
kation tidak bersusunan gas mulia, misalnya \(\ce{Ag+}\) dan \(\ce{Cu+}\) (kulit d penuh melindungi inti kurang baik).
Buktinya: aluminium klorida menyublim pada ±180 °C (NaCl baru meleleh pada 801 °C) dan uapnya berupa molekul \(\ce{Al2Cl6}\). Untuk NaCl, model ion murni hanya meleset beberapa persen dari hasil siklus Born–Haber. Untuk AgCl, siklus Born–Haber memberi ±916 kJ/mol, kira-kira 6–10% lebih besar daripada perkiraan model ion; kelebihan itu berasal dari sifat kovalen. Jadi ikatan ion dan ikatan kovalen bukan dua kotak yang terpisah, melainkan dua ujung sebuah spektrum. Bab 11 akan memperkenalkan ujung yang satunya.
Kimia di sekitarmu
🧂
Garam beryodium
Garam dapur (NaCl) ditambah sedikit kalium iodat, \(\ce{KIO3}\). Ion iodat memasok iodin untuk kelenjar tiroid dan mencegah gondok.
🌿
Kapur sirih
Kalsium hidroksida, \(\ce{Ca(OH)2}\), dipakai untuk menyirih dan untuk merendam keripik atau manisan supaya renyah berkat ion \(\ce{Ca^2+}\).
💧
Tawas penjernih air
Ion \(\ce{Al^3+}\) bermuatan besar menetralkan partikel lumpur yang bermuatan negatif sehingga menggumpal dan mengendap. Air sumur yang keruh pun menjadi jernih.
🦴
Gips dan tulang
Gips (\(\ce{CaSO4.2H2O}\)) membungkus tulang yang patah, sementara tulang kita sendiri dibangun dari kristal ion kalsium fosfat (hidroksiapatit).
🥤
Oralit
Saat diare, tubuh kehilangan ion \(\ce{Na+}\), \(\ce{K+}\), dan \(\ce{Cl-}\). Oralit menggantinya dalam takaran yang tepat bersama sedikit glukosa.
Ion \(\ce{Cl-}\) (Z = 17) mempunyai susunan elektron yang sama dengan …
atom neon
ion \(\ce{Na+}\)
atom argon
atom kripton
\(\ce{Cl-}\) punya 18 elektron (2.8.8), sama dengan argon. \(\ce{Na+}\) dan neon hanya punya 10 elektron.
Rumus senyawa yang terbentuk dari ion \(\ce{Ba^2+}\) dan ion \(\ce{NO3-}\) adalah …
\(\ce{Ba(NO3)2}\)
\(\ce{BaNO3}\)
\(\ce{Ba2NO3}\)
\(\ce{BaN2O6}\)
Muatan +2 butuh dua ion nitrat (−1). Nitrat adalah ion poliatom yang muncul dua kali, jadi diberi kurung: \(\ce{Ba(NO3)2}\). Jumlah atom BaN₂O₆ memang sama, tetapi rumus itu menyembunyikan ion nitratnya.
Dalam kisi NaCl, setiap ion \(\ce{Na+}\) dikelilingi oleh berapa ion \(\ce{Cl-}\) terdekat?
1
4
8
6
Bilangan koordinasi NaCl adalah 6 : 6. Tetangga terdekatnya berada di depan, belakang, kiri, kanan, atas, dan bawah. Bilangan koordinasi 8 dimiliki CsCl.
11
Bab 11 · Ikatan & Wujud Zat
Ikatan Kovalen: Seni Berbagi Elektron
Dua atom klorin sama-sama rakus elektron, dan tidak ada yang mau mengalah. Jalan keluarnya sederhana sekaligus indah: berbagi. Dari cara berbagi inilah lahir air yang kamu minum, oksigen yang kamu hirup, dan gas di tabung LPG dapurmu.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan ikatan kovalen sebagai pemakaian bersama pasangan elektron dan membedakan ikatan tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga;
menggambar struktur Lewis molekul dan ion poliatom langkah demi langkah;
mengenali ikatan kovalen koordinasi dan molekul yang menyimpang dari aturan oktet;
memperkirakan kepolaran ikatan dari selisih keelektronegatifan dan memandang ion–kovalen sebagai spektrum;
menghitung muatan formal, menuliskan struktur resonansi, dan mengaitkan orde ikatan dengan panjang dan energi ikatan.
Satu Payung Berdua Komik · 4 panel
Pulang sekolah, hujan turun deras
BimaWaduh, payungku ketinggalan! Aku lari saja, ah!
LarasJangan, Bim, bukumu bisa basah semua. Payungku muat berdua, kok.
BRESSS!
LarasPayungnya tetap satu, tapi kita berdua sama-sama terlindung.
BimaAsyik! Tidak ada yang mengalah, tidak ada yang basah!
Kak TirtaItulah ikatan kovalen! Dua atom klorin sama-sama rakus elektron. Tak ada yang mau melepas, jadi mereka memakai sepasang elektron berdua.
Kimo menyimpulkan…
KimoSepasang elektron dipakai berdua = satu ikatan kovalen. Kini tiap Cl "merasa" punya 8 elektron. Dua-duanya menang!
Dua atom klorin bertemu. Keduanya sama-sama butuh satu elektron lagi supaya kulit terluarnya penuh. Apa yang paling mungkin terjadi?
Atom yang lebih kuat merebut elektron atom lainnya, sehingga terbentuk ion Cl⁺ dan Cl⁻.
Keduanya memakai sepasang elektron bersama sehingga terbentuk molekul Cl₂.
Keduanya saling tolak karena sama-sama bermuatan negatif.
Tidak terjadi apa-apa; klorin di alam selalu berupa atom tunggal.
Jawabannya: berbagi. Kedua atom Cl identik, jadi tarikannya terhadap elektron sama kuat: tidak ada yang bisa "menang" merebut. Atom juga netral, bukan bermuatan negatif. Dengan memakai sepasang elektron bersama, masing-masing dikelilingi 8 elektron. Gas klorin yang dipakai untuk membunuh kuman di instalasi pengolahan air minum memang berupa molekul \(\ce{Cl2}\).
11.1Berbagi pasangan elektron: tunggal, rangkap dua, rangkap tiga
Di Bab 10, natrium yang royal menyerahkan satu elektronnya kepada klorin. Hasilnya ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) yang saling tarik. Tetapi bagaimana jika kedua atom sama-sama "rakus"? Atom nonlogam seperti H, C, N, O, dan Cl mempunyai energi ionisasi tinggi. Melepas elektron terlalu mahal bagi mereka. Jalan keluarnya: elektron tidak dipindahkan, melainkan dipakai bersama.
Bayangkan kembali Bima dan Laras di bawah satu payung. Payungnya tidak berpindah tangan, tetapi melindungi keduanya. Atom-atom kecil seperti hidrogen dan oksigen melakukan hal yang sama: mereka menaruh elektron di tengah-tengah dan memakainya berdua. Elektron yang dipakai berdua itulah "lem" yang menyatukan atom menjadi molekul.
Definisi · Ikatan kovalenIkatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk ketika dua atom memakai bersama satu atau lebih pasangan elektron. Pasangan elektron bersama itu berada di antara kedua inti dan ditarik oleh kedua inti sekaligus; tarikan elektrostatik inilah yang mengikat atom. Ikatan kovalen umumnya terjadi antara sesama atom nonlogam, dan kumpulan atom yang terikat kovalen disebut molekul.
Mengapa dua atom hidrogen mau mendekat, tetapi tidak sampai menempel? Saat jaraknya berkurang, inti setiap atom mulai menarik elektron atom tetangganya, sehingga energi sistem turun. Jika terlalu dekat, kedua inti (yang sama-sama positif) saling tolak dan energi naik lagi. Jarak dengan energi paling rendah itulah panjang ikatan, dan energi yang dilepaskan saat ikatan terbentuk sama dengan energi ikatan. Untuk \(\ce{H2}\): 74 pm dan 436 kJ/mol.
Seret titik biru dari kanan ke kiri, seolah dua atom H saling mendekat. Di mana energinya paling rendah? Apa yang terjadi jika kamu memaksanya lebih dekat dari 60 pm? (Kurva ini model Morse yang disederhanakan.)
Klorin bekerja dengan cara yang sama, tetapi kita perlu melihat elektron valensinya. Ikuti animasinya langkah demi langkah:
Dua atom klorin mendekat. Masing-masing punya 7 elektron valensi (• milik Cl kiri, × milik Cl kanan) dan butuh 1 lagi supaya oktet.
Tidak ada yang mau melepas elektron. Elektron tunggal milik keduanya berpasangan di antara kedua inti.
Kulit terluar keduanya tumpang tindih: sepasang elektron dipakai berdua. Hitung elektron di lingkaran masing-masing: 8! Kedua Cl kini oktet.
Ditulis sebagai struktur Lewis: satu garis = satu pasangan elektron ikatan (PEI), titik berpasangan = pasangan elektron bebas (PEB). \(\ce{Cl2}\) punya 1 PEI dan 6 PEB.
Diagram dengan titik (•) dan silang (×) seperti di atas disebut diagram titik-silang. Titik dan silang hanya penanda asal elektron; di dalam molekul, semua elektron identik.
Oksigen butuh dua elektron lagi. Dua atom O memakai bersama dua pasang elektron: ikatan rangkap dua, \(\ce{O=O}\). Nitrogen butuh tiga, sehingga dua atom N memakai bersama tiga pasang: ikatan rangkap tiga, \(\ce{N#N}\). Satu pasang saja disebut ikatan tunggal, seperti \(\ce{H-H}\) dan \(\ce{Cl-Cl}\).
Molekul
Struktur
Pasangan bersama
Jenis ikatan
Panjang ikatan
Energi ikatan
Hidrogen, \(\ce{H2}\)
\(\ce{H-H}\)
1 (2 elektron)
tunggal
74 pm
436 kJ/mol
Klorin, \(\ce{Cl2}\)
\(\ce{Cl-Cl}\)
1 (2 elektron)
tunggal
199 pm
242 kJ/mol
Hidrogen klorida, HCl
\(\ce{H-Cl}\)
1 (2 elektron)
tunggal
127 pm
431 kJ/mol
Oksigen, \(\ce{O2}\)
\(\ce{O=O}\)
2 (4 elektron)
rangkap dua
121 pm
498 kJ/mol
Nitrogen, \(\ce{N2}\)
\(\ce{N#N}\)
3 (6 elektron)
rangkap tiga
110 pm
945 kJ/mol
Awas jebakanSatu garis ikatan berarti sepasang (2) elektron, bukan satu elektron. Ikatan rangkap tiga \(\ce{N#N}\) berisi 6 elektron. Jadi saat menghitung elektron dalam struktur Lewis, setiap garis dihitung 2.
Pilih molekul, lalu ketuk dua atom yang berikatan untuk mengukur panjang ikatannya. Bandingkan etana, etena, dan etuna: makin banyak pasangan elektron bersama, makin pendek ikatannya. Nyalakan "pasangan elektron bebas" untuk melihat PEB.
Trik Kak Tirta · "HONC 1-2-3-4"Hafalkan jumlah "tangan" (ikatan) yang biasa dibuat atom: H 1, O 2, N 3, C 4. Halogen (F, Cl, Br, I) seperti H: 1 tangan. Angka ini sama dengan jumlah elektron yang masih dibutuhkan untuk oktet (atau duplet untuk H): 8 − elektron valensi. Kalau di struktur buatanmu karbon punya 5 tangan atau oksigen 3 tangan, periksa lagi (kecuali ion, lihat 11.3).
Kimia Nusantara · Nitrogen di ban, oksigen di puskesmas
Di banyak bengkel dan SPBU kamu bisa mengisi ban dengan nitrogen. Ikatan rangkap tiga \(\ce{N#N}\) yang sangat kuat membuat gas ini nyaris tidak bereaksi, dan gas nitrogen kering tidak membawa uap air yang dapat memicu karat pada pelek. Ingat juga bahwa udara biasa sudah berisi 78% nitrogen, jadi bedanya tidak sebesar yang sering diiklankan.
Tabung oksigen medis di puskesmas berisi \(\ce{O2}\) murni bertekanan tinggi. Ikatan \(\ce{O=O}\) lebih mudah "dibuka" daripada \(\ce{N#N}\), sehingga oksigen sangat aktif membantu pembakaran. Karena itu petugas melarang merokok di dekat tabung dan menjauhkan regulatornya dari minyak atau gemuk.
11.2Menggambar struktur Lewis langkah demi langkah
Sebelum menggambar molekul, kita perlu "kartu identitas" setiap atom: berapa elektron valensinya. Lambang Lewis (lambang titik elektron) menuliskan lambang unsur yang dikelilingi titik sebanyak elektron valensinya. Untuk unsur golongan utama, jumlahnya mengikuti golongan: golongan 1 dan 2 punya 1 dan 2; golongan 13 sampai 18 punya 3 sampai 8.
Lambang Lewis unsur periode 2 dan 3. Unsur dalam satu golongan punya jumlah elektron valensi yang sama, sehingga cenderung membentuk jumlah ikatan yang sama: C dan Si 4, N dan P 3, O dan S 2, F dan Cl 1.
Struktur Lewis seperti peta tempat duduk elektron. Garis menunjukkan elektron yang "duduk berdua" di antara dua atom (pasangan ikatan), sedangkan pasangan titik menunjukkan elektron yang hanya menjadi milik satu atom (pasangan bebas). Aturan mainnya: semua elektron valensi harus mendapat tempat, dan setiap atom sebisa mungkin "penuh".
Dalam struktur Lewis, sepasang elektron yang dipakai bersama disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan digambar sebagai garis. Pasangan yang tidak ikut berikatan disebut pasangan elektron bebas (PEB) dan digambar sebagai dua titik.
Aturan · Enam langkah menggambar struktur Lewis
Hitung total elektron valensi semua atom. Ion negatif: tambah elektron sebanyak muatannya; ion positif: kurangi.
Pilih atom pusat: biasanya atom yang jumlahnya paling sedikit dan paling kurang elektronegatif (sering C, N, P, S). H dan F tidak pernah menjadi atom pusat.
Hubungkan atom pusat dengan setiap atom luar memakai ikatan tunggal (2 elektron per ikatan).
Lengkapi oktet atom luar dengan PEB (H cukup 2 elektron).
Sisa elektron diletakkan di atom pusat. Jika atom pusat belum oktet, ubah PEB atom luar menjadi ikatan rangkap.
Periksa: jumlah elektron sama dengan langkah 1, setiap atom oktet (atau duplet), dan muatan formal sekecil mungkin (11.6).
Langkah 1 · Hitung. C (golongan 14) punya 4 elektron valensi, setiap O (golongan 16) punya 6. Total \(4 + 2 \times 6 = 16\) elektron, yaitu 8 pasang.
Langkah 2 · Kerangka. Atom pusat adalah C: jumlahnya paling sedikit dan paling kurang elektronegatif. Kedua O di luar.
Langkah 3 · Ikatan tunggal. Dua ikatan memakai 4 elektron; sisa 12.
Langkah 4 · Lengkapi atom luar. Tiap O mendapat 3 PEB (6 elektron). Sisa 0, tetapi C baru dikelilingi 4 elektron!
Langkah 5 · Geser PEB. Atom pusat belum oktet, jadi satu PEB dari setiap O digeser menjadi pasangan ikatan (panah).
Langkah 6 · Periksa. Total 16 elektron ✔, semua atom oktet ✔, muatan formal semua nol ✔. Inilah \(\ce{O=C=O}\).
Tamu dari masa laluPada 1916, kimiawan Amerika Gilbert N. Lewis mengusulkan gagasan berani: atom dapat terikat dengan memakai bersama sepasang elektron. Ia menggambar atom sebagai kubus dengan elektron di sudut-sudutnya, dan dari situ lahirlah titik-titik yang kini kita kenal sebagai struktur Lewis. Tiga tahun kemudian, Irving Langmuir memopulerkan istilah covalence (kovalen). Lewis berkali-kali dinominasikan untuk Hadiah Nobel, tetapi tidak pernah menerimanya, padahal gagasannya dipakai setiap hari oleh kimiawan di seluruh dunia.
Trik Kak Tirta · Hitung ikatan dengan "N − A"Sebelum menggambar, tebak dulu jumlah garisnya. N = elektron yang dibutuhkan supaya semua atom penuh (8 untuk setiap atom selain H, 2 untuk setiap H). A = elektron yang tersedia (total elektron valensi). Selisihnya harus dipakai berdua, dan setiap ikatan memakai 2 elektron. Trik ini berlaku untuk molekul yang taat oktet.
Sekarang giliranmu. Di lab berikut, kerangkanya sudah disediakan; tugasmu menempatkan pasangan elektron.
Pilih molekul. Ketuk atom untuk menambah satu PEB, ketuk garis ikatan untuk mengubahnya: tunggal → rangkap dua → rangkap tiga. Cincin hijau = atom sudah penuh, jingga = belum. Perhatikan "sisa elektron" di kanan atas, lalu tekan ✔ Periksa. Tantangan: selesaikan \(\ce{CO}\), \(\ce{O3}\), dan \(\ce{NO3-}\) tanpa melihat jawaban!
Gambarkan struktur Lewis air, \(\ce{H2O}\), dan tentukan jumlah PEI dan PEB pada atom O.
Total elektron valensi: O = 6, H = 2 × 1 = 2. Total 8 elektron (4 pasang).
Atom pusat O (H tidak pernah menjadi pusat). Kerangka H–O–H memakai 2 pasang.
H sudah duplet. Sisa 4 elektron (2 pasang) diletakkan di O sebagai PEB.
Periksa: O dikelilingi 2 PEI + 2 PEB = 8 elektron ✔; setiap H 2 elektron ✔.
Struktur \(\ce{H-O-H}\) dengan 2 PEI dan 2 PEB pada O. Kedua PEB inilah yang kelak membuat molekul air bengkok (Bab 12).
Formalin, larutan formaldehida (\(\ce{CH2O}\)), dilarang dipakai untuk mengawetkan tahu atau ikan karena beracun. Gambarkan struktur Lewis formaldehida. (C golongan 14, O golongan 16)
Elektron valensi: C 4 + H 2 × 1 + O 6 = 12 elektron (6 pasang).
Atom pusat C; H dan O terikat pada C. Tiga ikatan tunggal memakai 6 elektron, sisa 6.
Lengkapi O dengan 3 PEB (6 elektron). Sisa 0, tetapi C hanya dikelilingi 6 elektron.
Geser satu PEB dari O menjadi ikatan C=O. Sekarang C 8 ✔, O 8 ✔ (2 PEI + 2 PEB), H 2 ✔.
Cek dengan trik N − A: \(N = 8(2) + 2(2) = 20\), \(A = 12\), ikatan \(= (20 - 12)/2 = 4\) garis ✔ (dua C–H dan satu C=O).
Formaldehida punya satu ikatan rangkap dua C=O dan dua PEB pada O. Gugus C=O yang reaktif inilah yang membuat formaldehida mengikat silang protein, sehingga berbahaya bila tertelan.
Awas jebakanHidrogen tidak pernah menjadi atom pusat dan tidak pernah punya PEB, sebab kulitnya sudah penuh dengan 2 elektron (duplet). Untuk ion, jangan lupa muatannya: \(\ce{OH-}\) punya \(6 + 1 + 1 = 8\) elektron, sedangkan \(\ce{NH4+}\) punya \(5 + 4 - 1 = 8\) elektron.
11.3Ikatan kovalen koordinasi: satu pihak yang membawa payung
Pada ikatan kovalen biasa, setiap atom menyumbang satu elektron ke pasangan bersama. Tetapi ada kalanya kedua elektron berasal dari satu atom saja, seperti satu orang yang membawa payung lalu mengajak temannya berteduh. Atom penyumbang harus punya PEB, sedangkan atom penerima harus punya "tempat kosong".
Definisi · Ikatan kovalen koordinasiIkatan kovalen koordinasi (ikatan datif) adalah ikatan kovalen yang pasangan elektron bersamanya berasal dari satu atom saja (donor). Atom lain (akseptor) menerima pasangan itu ke orbital yang kosong. Kadang ditulis dengan panah dari donor ke akseptor, misalnya \(\ce{H3N -> H+}\).
Amonia, \(\ce{NH3}\), punya satu PEB pada atom N. Ion \(\ce{H+}\) hanyalah proton telanjang: tidak punya elektron sama sekali.
PEB milik N "menyambar" proton. Panah lengkung menunjukkan ke mana pasangan elektron bergerak.
Terbentuk ikatan N–H baru yang kedua elektronnya berasal dari N: inilah ikatan kovalen koordinasi.
Hasilnya ion amonium, \(\ce{NH4+}\). Setelah terbentuk, keempat ikatan N–H sama persis. Muatan +1 milik seluruh ion; secara formal ditempatkan pada N.
Dengan cara yang sama, molekul air menangkap \(\ce{H+}\) menjadi ion hidronium, \(\ce{H3O+}\). Ion inilah yang sebenarnya beredar di setiap larutan asam (Bab 26):
Contoh yang lebih mengejutkan adalah karbon monoksida, \(\ce{CO}\). Dua pasang elektron dipakai bersama dengan cara biasa, sedangkan pasangan ketiga disumbangkan O kepada C. Hasilnya ikatan rangkap tiga \(\ce{C#O}\) yang sangat kuat (1.072 kJ/mol). Boron trifluorida, \(\ce{BF3}\), yang boronnya "kekurangan" elektron, juga gemar menerima PEB dari amonia: \(\ce{F3B <- NH3}\).
Bandingkan \(\ce{NH3}\) dengan \(\ce{NH4+}\), lalu \(\ce{H2O}\) dengan \(\ce{H3O+}\). PEB mana yang "hilang"? Ukur keempat ikatan N–H pada \(\ce{NH4+}\): adakah yang berbeda?
Awas jebakanSetelah terbentuk, ikatan kovalen koordinasi tidak bisa dibedakan dari ikatan kovalen biasa. Keempat ikatan N–H pada \(\ce{NH4+}\) sama panjang dan sama kuat; istilah "koordinasi" hanya bercerita tentang asal-usul elektronnya, bukan jenis ikatan yang berbeda.
Kimia Nusantara · Amonium di sawahPupuk ZA (amonium sulfat, \(\ce{(NH4)2SO4}\)) yang dibuat di pabrik pupuk Gresik mengandung ion \(\ce{NH4+}\). Pupuk urea pun di tanah sawah diubah enzim urease menjadi amonia, \(\ce{CO(NH2)2 + H2O -> 2NH3 + CO2}\), lalu amonia di tanah yang lembap menangkap \(\ce{H+}\) menjadi ion amonium yang diserap akar padi. Bau pesing di toilet yang jarang disiram? Itu amonia yang belum "menangkap" proton.
11.4Melanggar oktet dengan gaya
Belerang heksafluorida, \(\ce{SF6}\), adalah gas yang dipakai sebagai penyekat listrik di gardu induk. Berapa elektron yang mengelilingi atom S di dalam molekul ini?
8, karena setiap atom dalam molekul stabil harus oktet.
6, sama dengan elektron valensi S.
12, karena S membentuk enam ikatan tunggal.
14, karena S juga menyimpan satu PEB.
Jawabannya: 12. Enam ikatan S–F × 2 elektron = 12 elektron di sekitar S, dan S tidak punya PEB (6 + 6 × 7 = 48 elektron habis untuk 6 ikatan dan 18 PEB di F). Aturan oktet adalah pedoman yang sangat berguna, bukan hukum alam yang mutlak.
Aturan oktet bekerja sangat baik untuk C, N, O, dan F. Namun ada tiga kelompok molekul yang "melanggarnya", dan ketiganya stabil serta nyata.
Jenis penyimpangan
Contoh
Elektron di sekitar atom pusat
Mengapa?
Oktet tak lengkap
\(\ce{BeCl2}\) (gas)
4
Be hanya punya 2 elektron valensi
\(\ce{BF3}\), \(\ce{BCl3}\)
6
B hanya punya 3 elektron valensi; gemar menerima PEB
Elektron ganjil (radikal)
NO (11 elektron)
7 pada N
jumlah ganjil tidak bisa semuanya berpasangan
\(\ce{NO2}\) (17 elektron)
7 pada N
gas cokelat dari asap kendaraan
Oktet diperluas
\(\ce{PCl5}\)
10
atom pusat periode 3 atau lebih besar sehingga muat lebih dari 4 tetangga
\(\ce{SF6}\)
12
\(\ce{XeF4}\)
12 (4 PEI + 2 PEB)
Mengapa hanya atom periode 3 ke bawah yang bisa "melebihi" oktet? Atom P, S, dan Xe jauh lebih besar daripada N dan O, sehingga ada cukup ruang untuk lima atau enam atom tetangga di sekelilingnya. Atom periode 2 terlalu kecil: tidak pernah ada \(\ce{NCl5}\) atau \(\ce{OF6}\). Atom tetangga yang paling sering muncul pada oktet diperluas adalah F, O, dan Cl, yaitu atom kecil yang sangat elektronegatif.
Hitung pasangan elektron di sekitar atom pusat setiap molekul (ikatan + PEB). Mana yang kurang dari 4 pasang, mana yang lebih? Bentuk 3D-nya akan kamu pelajari di Bab 12.
Gambarkan struktur Lewis \(\ce{SF4}\) dan tentukan jumlah elektron di sekitar atom S. (S golongan 16, F golongan 17)
Elektron valensi: S 6 + F 4 × 7 = 34 elektron (17 pasang).
S di pusat, empat ikatan tunggal S–F memakai 4 pasang. Sisa 13 pasang.
Lengkapi setiap F dengan 3 PEB: 4 × 3 = 12 pasang. Sisa 1 pasang.
Pasangan terakhir diletakkan di atom pusat S sebagai PEB.
S dikelilingi 4 PEI + 1 PEB = 10 elektron (oktet diperluas, sah karena S di periode 3). Semua muatan formal nol.
Buku lama menjelaskan oktet diperluas dengan orbital 3d kosong yang "ikut dipakai" atom pusat (hibridisasi sp³d dan sp³d², Bab 12). Perhitungan kimia kuantum modern menunjukkan bahwa orbital d hampir tidak ikut berikatan. Molekul seperti \(\ce{SF6}\) lebih tepat digambarkan sebagai molekul hipervalen: sebagian ikatannya bersifat ion (S bermuatan cukup positif, F negatif) dan sebagian memakai ikatan tiga-pusat-empat-elektron, misalnya F–S–F yang berseberangan memakai bersama 4 elektron.
Untuk ujian sekolah, IGCSE, dan IB, cukup ingat: atom periode 3 ke bawah boleh dikelilingi lebih dari 8 elektron; atom periode 2 tidak pernah.
11.5Tarik-tambang elektron: kepolaran ikatan
Pada \(\ce{H2}\) dan \(\ce{Cl2}\), kedua atom identik sehingga pasangan elektron bersama berada tepat di tengah. Bagaimana dengan \(\ce{HCl}\)? Inti klorin menarik pasangan elektron lebih kuat daripada inti hidrogen, sehingga pasangan itu condong ke Cl, seperti tarik-tambang yang tidak seimbang.
Definisi · Keelektronegatifan dan ikatan polarKeelektronegatifan (\(\chi\)) adalah kemampuan sebuah atom dalam ikatan untuk menarik pasangan elektron bersama ke arahnya. Pada skala Pauling, fluorin paling elektronegatif (3,98), sedangkan sesium termasuk yang paling rendah (0,79). Jika keelektronegatifan dua atom berbeda, terbentuk ikatan kovalen polar: atom yang lebih elektronegatif bermuatan parsial negatif (\(\delta-\)), atom lainnya bermuatan parsial positif (\(\delta+\)).
Bayangkan dua anak bermain tarik-tambang memperebutkan sepasang elektron. Kalau kekuatan mereka sama, elektronnya diam di tengah. Kalau salah satu jauh lebih kuat, elektronnya tertarik ke arahnya. Atom yang "menang" menjadi sedikit negatif, yang "kalah" menjadi sedikit positif.
Keelektronegatifan naik dari kiri ke kanan dalam satu periode (muatan inti makin besar, jari-jari makin kecil) dan turun dari atas ke bawah dalam satu golongan (elektron ikatan makin jauh dari inti). Lihat polanya pada tabel periodik mini ini:
Ketuk unsur untuk melihat nilai \(\chi\)-nya. Unsur mana yang paling "rakus"? Bandingkan dengan peta jari-jari atom: apa hubungannya?
Pilih dua atom. Pasangan elektron (titik biru) dan awan elektronnya bergeser ke atom yang lebih elektronegatif. Coba H–H, lalu H–Cl, H–F, dan Na–Cl. Di mana tali tarik-tambangnya "putus" dan elektron benar-benar pindah? Coba juga Al–Cl dan B–F: apakah logam + nonlogam selalu ion?
Aturan praktis · Dari selisih keelektronegatifan ke jenis ikatan
Hitung \(\Delta\chi = |\chi_A - \chi_B|\). Sebagai pedoman kasar:
\(\Delta\chi > 1{,}8\): dominan ion (Na–Cl, Mg–O, Cs–F)
Batasnya tidak tajam: ikatan ion dan kovalen adalah dua ujung dari satu spektrum.
Spektrum ikatan. Makin besar \(\Delta\chi\), makin berat sebelah pasangan elektronnya, sampai akhirnya elektron praktis berpindah dan terbentuk ion. Persentase karakter ion dihitung dengan rumus Pauling di bawah.
Tentukan jenis ikatan dan atom yang bermuatan parsial negatif pada (a) H–Cl, (b) C–H, (c) Na–Cl. (χ: H 2,20; C 2,55; Na 0,93; Cl 3,16)
Urutan kepolaran: C–H < H–Cl < Na–Cl. Itulah sebabnya minyak (penuh ikatan C–H) tidak bercampur dengan air, sedangkan garam mudah larut.
Awas jebakanAturan "Δχ > 1,8 berarti ion" hanyalah pedoman, bukan hukum. Ikatan B–F (\(\Delta\chi = 1{,}94\)) tetap kovalen karena \(\ce{BF3}\) berupa molekul gas, sedangkan aluminium klorida (Al–Cl, \(\Delta\chi = 1{,}55\)) adalah senyawa logam + nonlogam yang banyak bersifat kovalen dan menyublim pada ±180 °C. Lihat zatnya, bukan hanya angkanya.
Tamu dari masa laluSkala keelektronegatifan diusulkan Linus Pauling pada 1932. Ia memperhatikan bahwa ikatan antara dua atom berbeda, misalnya H–Cl, selalu lebih kuat daripada rata-rata ikatan H–H dan Cl–Cl. "Kelebihan" energi itu ia tafsirkan sebagai sumbangan tarik-menarik listrik akibat elektron yang condong. Pauling meraih Nobel Kimia 1954 untuk penelitiannya tentang ikatan kimia, lalu Nobel Perdamaian 1962. Ia satu-satunya orang yang memenangi dua Nobel tanpa berbagi dengan orang lain.
Lanjut · IB & olimpiadeSegitiga ikatan van Arkel–Ketelaar
Satu angka \(\Delta\chi\) belum cukup untuk membedakan ikatan kovalen dari ikatan logam: Na–K dan Cl–Cl sama-sama punya \(\Delta\chi\) kecil. IB memakai segitiga ikatan: sumbu mendatar adalah rata-rata keelektronegatifan \(\bar\chi = \tfrac12(\chi_A + \chi_B)\), sumbu tegak adalah \(\Delta\chi\).
\(\bar\chi\) kecil, \(\Delta\chi\) kecil → logam (Na, Na–K)
\(\bar\chi\) besar, \(\Delta\chi\) kecil → kovalen (\(\ce{Cl2}\), \(\ce{CCl4}\))
\(\Delta\chi\) besar → ion (CsF, NaCl)
Senyawa seperti \(\ce{AlCl3}\) (\(\bar\chi = 2{,}39\), \(\Delta\chi = 1{,}55\)) jatuh di daerah peralihan, sesuai sifatnya yang setengah ion setengah kovalen.
11.6Lanjut: muatan formal, resonansi, panjang dan energi ikatan
Terkadang satu molekul bisa digambar dengan beberapa struktur Lewis yang sama-sama oktet. Contohnya \(\ce{CO2}\): \(\ce{O=C=O}\) atau \(\ce{O#C-O}\)? Kedua struktur memakai 16 elektron dan semua atomnya oktet. Untuk memilih yang paling mendekati kenyataan, kimiawan memakai muatan formal: muatan yang "dimiliki" sebuah atom jika setiap pasangan ikatan dibagi sama rata.
Aturan · Memilih struktur Lewis terbaik
Jumlah muatan formal semua atom selalu sama dengan muatan molekul atau ion.
Struktur terbaik punya muatan formal sekecil mungkin (sebanyak mungkin nol).
Jika harus ada muatan negatif, letakkan pada atom yang paling elektronegatif.
Hindari muatan formal sejenis pada dua atom yang bertetangga.
Untuk \(\ce{CO2}\): \(\ce{O=C=O}\) bermuatan formal (0, 0, 0), sedangkan \(\ce{O#C-O}\) bermuatan formal (+1, 0, −1). Pemenangnya jelas \(\ce{O=C=O}\).
Dinitrogen oksida, \(\ce{N2O}\) ("gas tertawa"), dipakai sebagai pereda nyeri ringan di sebagian praktik dokter gigi. Susunan atomnya N–N–O. (a) Gambarkan tiga struktur Lewis yang oktet dan hitung muatan formalnya. (b) Tentukan struktur yang paling besar kontribusinya. (c) Mengapa susunannya bukan N–O–N?
Elektron valensi: \(2(5) + 6 = 16\). Trik N − A: \((24 - 16)/2 = 4\) garis ikatan.
Struktur 1: \(\ce{N=N=O}\). MF: N ujung \(5 - 4 - 2 = -1\); N tengah \(5 - 0 - 4 = +1\); O \(6 - 4 - 2 = 0\).
Struktur 2: \(\ce{N#N-O}\). MF: N ujung \(5 - 2 - 3 = 0\); N tengah \(+1\); O \(6 - 6 - 1 = -1\).
Struktur 3: \(\ce{N-N#O}\). MF: N ujung \(5 - 6 - 1 = -2\); N tengah \(+1\); O \(6 - 2 - 3 = +1\). Muatan besar dan positif pada O: paling buruk.
Struktur 2 menaruh muatan negatif pada O (paling elektronegatif), struktur 1 pada N. Keduanya menyumbang; struktur 2 sedikit lebih besar kontribusinya.
Susunan N–O–N terbaik (\(\ce{N=O=N}\)) memberi MF −1, +2, −1: muatan +2 pada O yang elektronegatif sangat tidak disukai.
\(\ce{N2O}\) adalah hibrida dari \(\ce{N#N-O}\) dan \(\ce{N=N=O}\). Data mendukungnya: ikatan N–N (113 pm) di antara rangkap dua dan rangkap tiga, ikatan N–O (119 pm) di antara tunggal dan rangkap dua.
Resonansi: satu molekul, beberapa gambar
Ozon, \(\ce{O3}\), punya 18 elektron valensi. Struktur Lewisnya menempatkan satu ikatan rangkap dua dan satu ikatan tunggal. Tetapi di sisi mana ikatan rangkapnya? Kiri dan kanan sama-sama sah. Hasil pengukuran justru mengejutkan: kedua ikatan O–O sama panjang, yaitu 128 pm, di antara O–O tunggal (±148 pm) dan O=O (121 pm).
Penjelasannya adalah resonansi. Molekul ozon yang sebenarnya bukan struktur kiri atau kanan, melainkan hibrida resonansi: pasangan elektron "ekstra" tersebar (terdelokalisasi) merata di kedua ikatan. Struktur-struktur Lewis yang kita gambar hanyalah cara menuliskan sesuatu yang tidak bisa diwakili satu gambar saja.
Struktur resonansi ozon dan ion karbonat. Panah berkepala dua (↔) berarti "struktur sebenarnya adalah campuran keduanya", bukan reaksi bolak-balik. Pada ion karbonat dari batu kapur, ketiga ikatan C–O sama panjang (±129 pm) dengan orde ikatan rata-rata \(1\tfrac13\).
Awas jebakanResonansi bukan berarti molekul berganti-ganti struktur dengan cepat. Warna hijau bukanlah "sebentar biru, sebentar kuning", melainkan campuran keduanya sepanjang waktu. Begitu pula ozon: setiap saat kedua ikatannya sama, masing-masing berorde 1,5.
Model menggambar ikatan rangkap di satu tempat saja, tetapi ketuk dua atom untuk mengukur: pada ozon dan karbonat, semua ikatannya sama panjang! Pada benzena, keenam ikatan C–C sekitar 139–140 pm, di antara C–C (154 pm) dan C=C (134 pm).
Tamu dari masa laluPada 1865, August Kekulé mengusulkan bahwa enam atom karbon benzena membentuk cincin dengan ikatan tunggal dan rangkap bergantian. Menurut kisah yang ia ceritakan sendiri bertahun-tahun kemudian, gagasan itu muncul ketika ia melamun tentang ular yang menggigit ekornya. Masalahnya, semua ikatan C–C benzena ternyata sama panjang. Teka-teki ini baru terjawab tuntas pada 1930-an lewat teori resonansi (Pauling) dan teori orbital molekul: elektron benzena terdelokalisasi merata di seluruh cincin, sehingga kini cincinnya sering digambar dengan lingkaran di tengah.
Panjang dan energi ikatan
Energi ikatan tunggal C–C adalah 347 kJ/mol. Kira-kira berapa energi ikatan rangkap dua C=C?
694 kJ/mol, tepat dua kali karena pasangannya dua.
614 kJ/mol: lebih kuat, tetapi kurang dari dua kali.
347 kJ/mol, sama saja karena atomnya sama.
Kurang dari 347 kJ/mol, karena elektronnya berdesakan.
Jawabannya: 614 kJ/mol. Pasangan kedua tidak berada tepat di antara kedua inti seperti pasangan pertama, melainkan di "atas" dan "bawah" sumbu ikatan (ikatan pi, Bab 12). Tumpang tindihnya kurang efektif sehingga sumbangannya hanya 614 − 347 = 267 kJ/mol.
Orde ikatan adalah jumlah pasangan elektron yang dipakai bersama di antara dua atom: 1 untuk tunggal, 2 untuk rangkap dua, 3 untuk rangkap tiga, dan bisa pecahan untuk hibrida resonansi (ozon 1,5). Makin besar orde ikatan, ikatannya makin kuat dan makin pendek.
Ikatan
Orde
Panjang rata-rata (pm)
Energi ikatan rata-rata (kJ/mol)
C–C
1
154
347
C=C
2
134
614
C≡C
3
120
839
C–C benzena
1,5
140
±518
C–O
1
143
358
C=O
2
±122 (CO₂: 116)
±745 (CO₂: ±800)
C≡O (CO)
3
113
1.072
N–N / N=N / N≡N
1 / 2 / 3
145 / 125 / 110
±160 / ±420 / 945
O–O / O=O
1 / 2
148 / 121
±145 / 498
Kata "rata-rata" penting: energi ikatan C–O di metanol sedikit berbeda dengan di etanol atau gula, karena tetangganya berbeda. Tabel memuat nilai rata-rata dari banyak senyawa, dan angkanya bisa sedikit berbeda antara buku data yang satu dan yang lain. Kamu akan memakainya untuk memperkirakan kalor reaksi di Bab 19.
Seret titik jingga dari orde 1 ke orde 3. Garis putus-putus adalah tebakan "dua kali, tiga kali lipat". Seberapa jauh data nyata di bawahnya? Panjang ikatan dihitung dengan rumus empiris \(d \approx 154 - 71\log n\) pm.
"Ikatan rangkap dua dua kali lebih kuat daripada ikatan tunggal."
C=C (614 kJ/mol) kurang dari 2 × C–C (694 kJ/mol). Pasangan kedua membentuk ikatan pi yang tumpang tindihnya lebih lemah. Rangkap tiga pun kurang dari tiga kali lipat.
"Setiap atom dalam molekul yang stabil pasti oktet."
H cukup 2 elektron, B pada \(\ce{BF3}\) hanya 6, N pada \(\ce{NO2}\) hanya 7, dan S pada \(\ce{SF6}\) malah 12. Oktet adalah pedoman, terutama untuk C, N, O, F.
"Pada ikatan kovalen, elektron selalu dibagi sama rata."
Hanya jika kedua atomnya sama (H–H, Cl–Cl). Pada H–Cl dan O–H, pasangan elektron condong ke atom yang lebih elektronegatif sehingga ikatannya polar.
Lanjut · IB & olimpiadeMuatan formal bukan bilangan oksidasi
Keduanya sama-sama "muatan khayalan", tetapi dengan asumsi yang berlawanan. Muatan formal menganggap setiap pasangan ikatan dibagi sama rata (ikatan 100% kovalen). Bilangan oksidasi (Bab 29) menganggap seluruh pasangan ikatan menjadi milik atom yang lebih elektronegatif (ikatan 100% ion).
Contoh \(\ce{C#O}\): muatan formal C = −1 dan O = +1, sedangkan bilangan oksidasi C = +2 dan O = −2. Kenyataannya di antara keduanya: momen dipol CO sangat kecil (0,11 D) dengan ujung C sedikit negatif. Itulah sebabnya CO menempel pada zat besi hemoglobin lewat atom C-nya, lebih dari 200 kali lebih kuat daripada \(\ce{O2}\), sehingga sangat beracun.
Kimia di sekitarmu
🔥
LPG di dapur
Propana dan butana tersusun atas ikatan tunggal C–C dan C–H yang nyaris nonpolar. Saat terbakar, ikatan itu putus dan terbentuk ikatan C=O serta O–H yang lebih kuat; selisih energinya menjadi panas kompor. Bau "gas bocor" berasal dari zat berbau belerang yang sengaja ditambahkan.
💧
Air, pelarut serba bisa
Ikatan O–H sangat polar (Δχ 1,24). Ujung H yang δ+ dan ujung O yang δ− membuat air mampu melarutkan garam, gula, dan sirup. Bab 13 menceritakan kehebatan lainnya.
🐟
Waspada formalin
Gugus C=O formaldehida sangat reaktif dan mengikat protein. Karena itu formalin dilarang untuk tahu, mi basah, atau ikan; petugas pengawas pangan rutin mengujinya di pasar.
⚡
SF₆ di gardu listrik
Molekul pelanggar oktet ini sangat stabil dan tidak menghantar listrik, sehingga dipakai sebagai penyekat di pemutus arus gardu induk. Sayangnya, efek rumah kacanya lebih dari 20.000 kali \(\ce{CO2}\), jadi kebocorannya harus dicegah.
☀️
Ozon, pelindung sekaligus polutan
Molekul beresonansi \(\ce{O3}\) di stratosfer menyerap sinar UV yang merusak kulit. Di permukaan tanah, ozon dari asap kendaraan yang terkena sinar matahari justru menjadi polutan yang membuat mata pedih.
Berapa pasangan elektron yang dipakai bersama dalam molekul \(\ce{N2}\)?
1 pasang
2 pasang
3 pasang
6 pasang
N (golongan 15) butuh 3 elektron lagi, sehingga dua atom N memakai bersama 3 pasang: \(\ce{N#N}\). Ingat, 3 pasang = 6 elektron.
Ikatan manakah yang paling polar? (χ: H 2,20; C 2,55; N 3,04; Cl 3,16; F 3,98)
C–H
H–F
N–H
H–Cl
Δχ: C–H 0,35; H–F 1,78; N–H 0,84; H–Cl 0,96. Selisih terbesar ada pada H–F.
Spesi manakah yang mengandung ikatan kovalen koordinasi?
\(\ce{NH4+}\)
\(\ce{CH4}\)
\(\ce{H2O}\)
\(\ce{CO2}\)
Pada \(\ce{NH4+}\), satu ikatan N–H terbentuk dari PEB milik N yang disumbangkan kepada \(\ce{H+}\).
12
Bab 12 · Ikatan & Wujud Zat
Bentuk Molekul: Balon Elektron yang Tak Pernah Akur
Karbon dioksida lurus seperti lidi, tetapi air bengkok seperti bumerang. Rahasianya sederhana: pasangan elektron bersifat seperti balon pesta yang diikat jadi satu, selalu saling menjauh. Dari aturan kecil itu lahir bentuk setiap molekul, dari metana di sawah sampai obat di apotek.
Setelah bab ini, kamu bisa
menghitung jumlah domain elektron atom pusat dan menuliskan notasi VSEPR AXnEm;
meramalkan bentuk molekul (dari linear sampai oktahedral beserta turunannya) dan sudut ikatannya;
menjelaskan mengapa pasangan elektron bebas menyempitkan sudut: 109,5° → 107° → 104,5°;
menentukan kepolaran molekul dari bentuk dan arah dipol ikatannya;
menjelaskan hibridisasi sp, sp², sp³, sp³d, sp³d² serta membedakan ikatan sigma (σ) dan pi (π), termasuk sekilas teori orbital molekul O₂.
Balon yang Tidak Akur Komik · 4 panel
Sabtu sore, menghias kelas untuk pesta perpisahan
BimaDua balon kuikat jadi satu… lho, kok malah saling membelakangi, lurus begini?
BimaEmpat balon kok tidak jadi tanda plus yang datar? Balon-balonnya tidak akur!
LarasMereka menjauh ke segala arah, Bim. Kuukur, sudutnya ±109°.
AHA!
Kak TirtaPersis seperti pasangan elektron di sekitar atom pusat! Muatannya sama-sama negatif, jadi mereka saling tolak sejauh mungkin. Itulah teori VSEPR.
Kimo membawa kabar…
KimoAir punya 4 "balon": 2 ikatan O–H dan 2 pasangan bebas. Hasilnya bengkok 104,5°. Kalau air lurus, garam tak bisa larut di dalamnya!
LarasJadi bentuk molekul bisa ditebak dari jumlah balonnya…
\(\ce{CO2}\) dan \(\ce{H2O}\) sama-sama terdiri atas tiga atom dengan atom pusat di tengah. \(\ce{CO2}\) berbentuk lurus. Bagaimana bentuk molekul air?
Lurus 180°, sama seperti \(\ce{CO2}\), karena kedua atom H saling tolak sejauh mungkin.
Bengkok, dengan sudut H–O–H sekitar 104,5°.
Bengkok dengan sudut tepat 90°, karena orbital p saling tegak lurus.
Segitiga datar 120°, karena ada tiga atom.
Jawabannya: bengkok ±104,5°. Yang saling tolak bukan atom H, melainkan pasangan elektron. Atom O dikelilingi empat "balon" elektron: dua ikatan O–H dan dua pasangan elektron bebas. Keempatnya menjauh membentuk tetrahedron, tetapi yang tampak hanya atom-atomnya, jadi molekul air bengkok. Atom C dalam \(\ce{CO2}\) hanya punya dua "balon", sehingga lurus.
12.1Balon pesta dan teori VSEPR
Coba ikat beberapa balon tiup pada satu simpul. Dua balon selalu berseberangan membentuk garis lurus. Tiga balon membentuk segitiga datar seperti baling-baling. Empat balon tidak mau menjadi tanda plus yang datar, melainkan menyebar ke segala arah seperti kaki-kaki sebuah limas. Setiap balon "ingin" punya ruang sebanyak mungkin, sehingga mereka saling mendorong sampai berjarak sejauh-jauhnya.
Bayangkan atom pusat sebagai simpul pengikat balon. Setiap pasangan elektron di sekelilingnya adalah satu balon. Karena elektron bermuatan negatif, balon-balon itu saling menolak dan mencari posisi sejauh mungkin. Posisi balon-balon itulah yang membuat molekul berbentuk lurus, segitiga, atau limas.
Elektron di sekitar atom pusat berperilaku serupa. Pasangan-pasangan elektron sama-sama bermuatan negatif, sehingga saling tolak. Gagasan sederhana ini disebut teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion, tolakan pasangan elektron kulit valensi).
Definisi · Teori VSEPRPasangan-pasangan elektron di kulit valensi atom pusat saling tolak dan menempati posisi sejauh mungkin satu sama lain. Susunan pasangan elektron inilah yang menentukan bentuk molekul.
Daerah tempat elektron berkumpul di sekitar atom pusat disebut domain elektron. Ada dua jenis domain:
pasangan elektron ikatan (PEI): elektron yang dipakai bersama dengan atom tetangga. Ujung balon ini "diduduki" sebuah atom;
pasangan elektron bebas (PEB): pasangan elektron milik atom pusat sendiri, tanpa atom di ujungnya.
Kimiawan meringkasnya dengan notasi VSEPR AXₙEₘ: A adalah atom pusat, X adalah atom yang terikat pada A (sebanyak n), dan E adalah pasangan elektron bebas pada A (sebanyak m). Contohnya: metana \(\ce{CH4}\) adalah AX4, amonia \(\ce{NH3}\) adalah AX3E, dan air \(\ce{H2O}\) adalah AX2E2.
Cara cepat menghitung jumlah domain tanpa menggambar struktur Lewis lengkap: jumlahkan elektron valensi atom pusat (\(V\)) dan elektron yang "disumbangkan" atom tetangga (\(L\)), sesuaikan dengan muatan ion (\(q\)), lalu bagi dua. Atom H dan halogen yang terikat dengan ikatan tunggal masing-masing menyumbang 1 elektron, sedangkan O dan S yang berikatan rangkap dengan atom pusat dihitung 0.
Trik Kak Tirta · Hitung balonnya"Satu tetangga, satu balon." Ikatan tunggal, rangkap dua, atau rangkap tiga ke atom yang sama tetap dihitung satu domain, karena semua elektronnya berada di daerah yang sama, di antara dua inti. Lalu tambahkan PEB atom pusat. Domain = jumlah atom tetangga + jumlah PEB.
Awas jebakanIkatan rangkap tidak dihitung sebagai dua atau tiga domain. Dalam \(\ce{O=C=O}\), atom C hanya punya dua domain (dua ikatan rangkap dua, tanpa PEB), sehingga \(\ce{CO2}\) linear. Kalau ikatan rangkap dihitung empat domain, kamu akan keliru meramalkan bentuk tetrahedral.
Mari kita lihat langkah demi langkah bagaimana VSEPR meramalkan bentuk molekul air.
Mulai dari struktur Lewis air. Atom pusatnya O. Di sekitar O ada dua ikatan O–H dan dua pasangan elektron bebas (titik ungu).
Hitung balonnya: O punya 6 elektron valensi, setiap H menyumbang 1. Total 8 elektron = 4 pasang = 4 domain, yaitu 2 PEI (oranye) dan 2 PEB (ungu).
Empat domain saling menjauh sejauh mungkin di ruang tiga dimensi. Susunannya tetrahedral, dengan sudut ideal 109,5°.
Beri nama: A = atom O, dua X = dua atom H, dua E = dua PEB. Notasi VSEPR-nya \(\mathrm{AX_2E_2}\).
Bentuk molekul hanya dilihat dari posisi atom. PEB tetap ada tetapi tidak "terlihat" sebagai atom, sehingga H–O–H tampak bengkok seperti huruf V.
PEB lebih "gemuk" daripada PEI dan menekan kedua ikatan O–H. Sudutnya menyempit dari 109,5° menjadi 104,5°. Subbab 12.3 menjelaskan alasannya.
Sekarang giliranmu menjadi "pengikat balon". Atur jumlah pasangan elektron ikatan dan bebas, lalu lihat balon-balon itu saling dorong sampai menemukan posisinya.
Geser jumlah PEI (balon oranye berujung atom X) dan PEB (balon ungu yang lebih gemuk). Matikan "Tampilkan balon PEB" untuk melihat bentuk molekul yang sebenarnya. Bandingkan sudut ideal dengan sudut nyata. Tekan 🎯 Tantangan dan coba susun balon untuk molekul yang diminta. Seret gambar untuk memutar.
Tamu dari masa laluPada 1940, dua kimiawan Inggris, Nevil Sidgwick dan Herbert Powell, memperhatikan bahwa bentuk molekul dapat ditebak dari jumlah pasangan elektron di sekitar atom pusat. Pada 1957, Ronald Gillespie dan Ronald Nyholm menyempurnakannya, termasuk aturan bahwa pasangan elektron bebas menolak lebih kuat. Lahirlah teori VSEPR. Gillespie, yang kemudian mengajar di Kanada, senang menunjukkan teorinya dengan balon tiup di depan kelas, persis seperti Bima!
12.2Lima bentuk dasar dan keluarganya
Jumlah domain menentukan geometri domain, yaitu cara semua balon (PEI maupun PEB) tersusun di sekitar atom pusat. Ada lima susunan dasar untuk 2 sampai 6 domain:
Lima geometri domain dasar. Garis putus-putus menjauhi pembaca (ke belakang kertas); baji hitam mendekati pembaca. Tetrahedral, bipiramida trigonal, dan oktahedral adalah bentuk tiga dimensi.
Kalau sebagian domain adalah PEB, susunan balonnya tetap sama, tetapi nama bentuk molekul berubah karena kita hanya menamai posisi atom. Dari lima susunan dasar lahirlah "keluarga" bentuk berikut.
Domain
Notasi
Geometri domain
Bentuk molekul
Sudut ikatan
Contoh
2
AX2
linear
linear
180°
\(\ce{BeCl2}\), \(\ce{CO2}\)
3
AX3
segitiga datar
segitiga datar
120°
\(\ce{BF3}\), \(\ce{SO3}\)
3
AX2E
segitiga datar
bengkok
±118° (< 120°)
\(\ce{SO2}\), \(\ce{O3}\)
4
AX4
tetrahedral
tetrahedral
109,5°
\(\ce{CH4}\), \(\ce{CCl4}\)
4
AX3E
tetrahedral
piramida trigonal
±107°
\(\ce{NH3}\), \(\ce{PCl3}\)
4
AX2E2
tetrahedral
bengkok
±104,5°
\(\ce{H2O}\), \(\ce{OF2}\)
5
AX5
bipiramida trigonal
bipiramida trigonal
90° dan 120°
\(\ce{PCl5}\), \(\ce{PF5}\)
5
AX4E
bipiramida trigonal
jungkat-jungkit
±102° dan ±173°
\(\ce{SF4}\)
5
AX3E2
bipiramida trigonal
bentuk T
±87,5°
\(\ce{ClF3}\), \(\ce{BrF3}\)
5
AX2E3
bipiramida trigonal
linear
180°
\(\ce{XeF2}\), \(\ce{I3^-}\)
6
AX6
oktahedral
oktahedral
90°
\(\ce{SF6}\)
6
AX5E
oktahedral
piramida segi empat
±85°
\(\ce{BrF5}\), \(\ce{IF5}\)
6
AX4E2
oktahedral
segi empat datar
90°
\(\ce{XeF4}\), \(\ce{ICl4^-}\)
Awas jebakanGeometri domain tidak sama dengan bentuk molekul. Amonia punya empat domain yang tersusun tetrahedral, tetapi bentuk molekulnya piramida trigonal, karena PEB di puncaknya tidak dihitung sebagai "sudut" bangun. Kalau soal menanyakan bentuk molekul, jawablah dengan posisi atom saja.
Molekul dengan 5 domain punya dua jenis posisi yang tidak setara: tiga posisi ekuatorial (di "sabuk" segitiga, saling bersudut 120°) dan dua posisi aksial (di "kutub" atas dan bawah). Di mana PEB akan duduk?
Trik Kak Tirta · Kursi untuk si gemukPada 5 domain, PEB selalu memilih kursi ekuatorial. Pada 6 domain, PEB pertama boleh duduk di mana saja (semua posisi setara), tetapi PEB kedua duduk berseberangan dengan yang pertama. Itulah sebabnya \(\ce{XeF4}\) segi empat datar, bukan bentuk lain.
Mengapa begitu? Hitung tetangga 90°-nya
Tolakan paling kuat terjadi antara domain yang bersudut 90° (paling dekat). Pada bipiramida trigonal, sebuah posisi aksial punya tiga tetangga pada 90° (ketiga posisi ekuatorial). Sebuah posisi ekuatorial hanya punya dua tetangga pada 90° (kedua posisi aksial); dua tetangga lainnya berjarak 120°, lebih lega.
PEB yang "gemuk" butuh tempat paling lega, jadi ia memilih posisi ekuatorial. Hasilnya: \(\ce{SF4}\) (1 PEB) berbentuk jungkat-jungkit, \(\ce{ClF3}\) (2 PEB) berbentuk T, dan \(\ce{XeF2}\) (3 PEB di sabuk ekuator) berbentuk linear. Pada oktahedral, dua PEB yang berseberangan (180°) tidak bersentuhan pada 90°, sedangkan bila bersebelahan mereka saling tekan pada 90°.
Pilih molekul dari daftar. Balon ungu adalah pasangan elektron bebas; label oranye menunjukkan sudut ikatan ideal di sekitar atom pusat. Matikan "Pasangan elektron bebas" dan perhatikan: \(\ce{XeF2}\) tiba-tiba tampak sama dengan \(\ce{BeCl2}\), padahal xenon menyimpan tiga PEB di sabuknya! Ketuk tiga atom (misalnya F–S–F pada \(\ce{SF4}\)) untuk mengukur sudutnya sendiri.
Kimo berbisikModel di galeri memakai sudut ideal untuk molekul 5 dan 6 domain. Pada molekul nyata, PEB sedikit menekan sudut-sudut itu: \(\ce{SF4}\) punya sudut F–S–F ±102° (bukan 120°) dan ±173° (bukan 180°), sedangkan \(\ce{BrF5}\) ±85° (bukan 90°). Lihat perbedaannya di Lab Mini Balon Elektron dengan pilihan sudut "nyata".
Tentukan bentuk molekul \(\ce{PCl3}\) dan perkirakan sudut Cl–P–Cl-nya. (P golongan 15, Cl golongan 17)
Atom pusat P punya 5 elektron valensi; tiga atom Cl masing-masing menyumbang 1. \(D = \tfrac{1}{2}(5 + 3) = 4\) domain.
Ada 3 atom terikat, jadi PEI = 3 dan PEB = 4 − 3 = 1. Notasinya AX3E.
Empat domain tersusun tetrahedral; satu posisi diisi PEB, sehingga atom-atomnya membentuk piramida trigonal.
PEB menekan ketiga ikatan, jadi sudutnya lebih kecil daripada 109,5°.
\(\ce{PCl3}\) berbentuk piramida trigonal (AX3E) dengan sudut Cl–P–Cl < 109,5° (data: ±100°). Bentuknya mirip amonia.
Xenon tetrafluorida, \(\ce{XeF4}\), adalah kristal putih yang dibuat dari xenon dan fluorin. Tentukan notasi VSEPR, geometri domain, dan bentuk molekulnya.
Xe golongan 18: 8 elektron valensi. Empat F menyumbang 4. \(D = \tfrac{1}{2}(8 + 4) = 6\) domain.
PEI = 4 (empat F), PEB = 6 − 4 = 2. Notasi AX4E2.
Enam domain tersusun oktahedral. Dua PEB memilih posisi berseberangan (atas dan bawah) agar tidak saling tekan pada 90°.
Empat atom F tinggal di "sabuk" datar di sekeliling Xe.
AX4E2, geometri domain oktahedral, bentuk molekul segi empat datar dengan sudut F–Xe–F 90°.
Ion poliatom juga punya bentuk. Caranya sama, hanya saja muatan ion ikut dihitung: anion menambah elektron, kation mengurangi.
Untuk setiap ion, hitung dulu jumlah domainnya dengan rumus \(D = \tfrac{1}{2}(V + L - q)\), tebak bentuknya, baru periksa dengan model. Perhatikan pasangan kembar: \(\ce{I3^-}\) dan \(\ce{XeF2}\) di galeri sama-sama linear, \(\ce{ICl4^-}\) dan \(\ce{XeF4}\) sama-sama segi empat datar.
12.3Pasangan bebas yang "gemuk": 109,5° → 107° → 104,5°
Metana \(\ce{CH4}\), amonia \(\ce{NH3}\), dan air \(\ce{H2O}\) sama-sama punya 4 domain di sekitar atom pusatnya. Bagaimana sudut ikatan H–A–H pada ketiganya?
Sama semua, 109,5°, karena geometri domainnya sama-sama tetrahedral.
Air paling besar, karena atom O paling elektronegatif dan menarik H lebih kuat.
Metana paling besar, lalu amonia, dan air paling kecil.
Amonia paling kecil, karena punya atom H paling banyak.
Jawabannya: \(\ce{CH4}\) 109,5° > \(\ce{NH3}\) 107° > \(\ce{H2O}\) 104,5°. Makin banyak PEB, makin sempit sudut antar-ikatan. PEB ibarat balon yang ditiup lebih besar: ia mendesak balon-balon ikatan agar merapat.
Mengapa PEB lebih "gemuk"? Pasangan elektron ikatan ditarik oleh dua inti atom sekaligus, sehingga tertarik memanjang di antara keduanya, seperti balon yang ujungnya diikat ke tiang. Pasangan elektron bebas hanya dipegang satu inti (atom pusat), sehingga awannya lebih dekat ke atom pusat dan lebih melebar. Akibatnya, PEB menolak domain lain lebih kuat.
Aturan · Urutan kekuatan tolakan
\[ \text{PEB–PEB} \;>\; \text{PEB–PEI} \;>\; \text{PEI–PEI} \]
Setiap PEB menyempitkan sudut antar-ikatan sekitar 2–3° pada molekul 4 domain. Ikatan rangkap juga sedikit lebih "gemuk" daripada ikatan tunggal, sehingga sudut di dekatnya ikut melebar.
Molekul
Domain
PEI
PEB
Bentuk molekul
Sudut H–A–H
\(\ce{CH4}\)
4
4
0
tetrahedral
109,5°
\(\ce{NH3}\)
4
3
1
piramida trigonal
107°
\(\ce{H2O}\)
4
2
2
bengkok
104,5°
Sudut 109,5° bukan angka kebetulan. Itulah sudut di antara garis-garis yang menghubungkan pusat sebuah tetrahedron sempurna ke keempat pojoknya. Nilai eksaknya memenuhi \(\cos\theta = -\tfrac{1}{3}\), sehingga \(\theta = 109{,}47°\). Di Subbab 12.5 kamu bisa memainkan rumus yang melahirkan angka ini.
Ketuk tiga atom berurutan, misalnya H, lalu atom pusat, lalu H lain. Bandingkan sudut pada \(\ce{CH4}\), \(\ce{NH3}\), dan \(\ce{H2O}\). Lalu periksa \(\ce{PH3}\) dan \(\ce{H2S}\): mengapa sudutnya hampir 90°? Simpan pertanyaan ini untuk kotak Lanjut di bawah dan teka-teki di akhir bab.
Lanjut · IB & olimpiadeKetika VSEPR mulai kewalahan
VSEPR meramalkan "sedikit di bawah 109,5°" untuk \(\ce{NH3}\) dan \(\ce{H2O}\), dan itu tepat. Namun untuk saudara-saudaranya dari periode 3, sudutnya anjlok mendekati 90°: \(\ce{PH3}\) ±93,5° dan \(\ce{H2S}\) ±92°. Atom pusat yang besar dan kurang elektronegatif "enggan" mencampur orbital s dan p-nya (lihat Subbab 12.5). Ikatannya hampir murni memakai orbital p yang saling tegak lurus, sedangkan PEB-nya bersembunyi di orbital yang kaya karakter s.
Keelektronegatifan atom tetangga juga berpengaruh. Pada \(\ce{NF3}\), atom F menarik elektron ikatan menjauhi N, sehingga awan PEI menipis di dekat N dan PEB makin leluasa menekan: sudut F–N–F ±102°, lebih kecil daripada H–N–H pada \(\ce{NH3}\). Kecenderungan ini dirumuskan sebagai aturan Bent: atom pusat mengarahkan orbital yang kaya karakter s ke substituen yang lebih elektropositif.
12.4Kepolaran molekul: tarik tambang elektron
Ikatan C=O sangat polar: oksigen jauh lebih elektronegatif daripada karbon. Apakah molekul \(\ce{CO2}\) bersifat polar?
Ya, sangat polar, karena kedua ikatannya polar.
Ya, sedikit polar, karena ada dua atom O yang menarik elektron.
Tidak. \(\ce{CO2}\) nonpolar karena kedua tarikan sama kuat dan berlawanan arah.
Tidak bisa ditentukan tanpa mengukur titik didihnya.
Jawabannya: nonpolar. Bayangkan dua regu tarik tambang yang sama kuat menarik tali ke arah berlawanan: simpul di tengah tidak bergeser. Kedua dipol C=O sama besar dan berlawanan arah (180°), sehingga saling meniadakan. Bentuk molekul menentukan segalanya!
Gosokkan penggaris plastik ke rambut yang kering, lalu dekatkan ke aliran air keran yang kecil. Aliran air membelok ke arah penggaris! Air tersusun atas molekul yang punya ujung sedikit negatif dan ujung sedikit positif. (Para ilmuwan mencatat bahwa muatan yang terinduksi pada aliran air juga ikut berperan, jadi percobaan ini adalah petunjuk, bukan bukti tunggal.)
Di Bab 11 kamu sudah belajar bahwa ikatan antara dua atom dengan keelektronegatifan berbeda bersifat polar. Atom yang lebih elektronegatif mendapat muatan parsial negatif (\(\delta-\)), pasangannya \(\delta+\). Ketidakseimbangan ini digambarkan dengan panah dipol yang ekornya bertanda silang di ujung \(\delta+\) dan kepalanya menunjuk ke ujung \(\delta-\). Besarnya diukur sebagai momen dipol (\(\mu\)) dalam satuan debye (D).
Bayangkan setiap ikatan sebagai regu tarik tambang. Atom yang lebih rakus elektron menarik lebih kuat. Kalau regu-regu itu menarik ke arah yang sama, molekulnya punya "sisi negatif" dan "sisi positif": molekul itu polar. Kalau tarikannya sama kuat ke segala arah, semuanya seimbang: molekul itu nonpolar.
Aturan · Polar atau nonpolar?Momen dipol molekul adalah jumlah vektor semua dipol ikatannya. Molekul disebut molekul polar bila jumlah vektornya tidak nol, dan nonpolar bila jumlahnya nol. Jalan pintas: bila atom pusat tidak punya PEB dan semua atom tetangganya sama (AX2, AX3, AX4, AX5, AX6), molekul itu nonpolar. Dua pengecualian yang tetap nonpolar karena simetris sempurna: AX2E3 (\(\ce{XeF2}\)) dan AX4E2 (\(\ce{XeF4}\)).
Untuk molekul bengkok dengan dua ikatan sama, penjumlahan vektornya bisa dihitung dengan trigonometri sederhana. Mainkan sudutnya sampai 180° dan lihat apa yang terjadi pada dipol bersih.
Panah magenta menunjukkan arah dipol bersih (ke ujung \(\delta-\)). Bandingkan pasangan "kembar": \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{SO2}\) (sama-sama tiga atom), \(\ce{CCl4}\) dan \(\ce{CHCl3}\) (beda satu atom saja), \(\ce{BF3}\) dan \(\ce{NH3}\) (sama-sama empat atom). Apa yang membuat salah satunya polar?
Pilih molekul (atau tekan 🎲), tebak dulu: polar atau nonpolar? Lalu tekan ➕ Jumlahkan vektor. Panah-panah dipol ikatan disusun ujung-ke-pangkal di papan vektor: kalau kembali ke titik awal, dipol bersihnya nol. Nyalakan medan listrik dan amati: molekul polar berbaris mengikuti medan, molekul nonpolar tetap berputar acak.
Awas jebakanIkatan polar tidak menjamin molekul polar. \(\ce{CO2}\), \(\ce{BF3}\), dan \(\ce{CCl4}\) semuanya punya ikatan polar, tetapi bentuknya simetris sehingga dipol-dipolnya saling meniadakan. Sebaliknya, ganti satu Cl pada \(\ce{CCl4}\) dengan H, dan \(\ce{CHCl3}\) langsung menjadi polar.
"Molekul yang ikatannya polar pasti polar."
Belum tentu. Yang menentukan adalah jumlah vektor dipolnya. \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{CCl4}\) berikatan polar tetapi nonpolar karena bentuknya simetris.
"Bentuk molekul ditentukan oleh semua pasangan elektron, jadi NH₃ itu tetrahedral."
Semua pasangan menentukan susunan domain (tetrahedral), tetapi bentuk molekul dinamai dari posisi atom saja: \(\ce{NH3}\) piramida trigonal, \(\ce{H2O}\) bengkok.
"Ikatan rangkap dua mendorong dua kali lebih kuat, jadi dihitung dua domain."
Ikatan rangkap tetap satu domain, meski sedikit lebih gemuk. Karena itu \(\ce{CO2}\) linear (2 domain) dan \(\ce{SO3}\) segitiga datar (3 domain).
Boron triklorida, \(\ce{BCl3}\), dan fosforus triklorida, \(\ce{PCl3}\), sama-sama punya tiga ikatan dengan klorin. Tentukan bentuk dan kepolaran masing-masing.
\(\ce{BCl3}\): B punya 3 elektron valensi, \(D = \tfrac{1}{2}(3 + 3) = 3\), tanpa PEB → AX3, segitiga datar.
Tiga dipol B–Cl sama besar dan bersudut 120°. Jumlahkan ujung-ke-pangkal: membentuk segitiga tertutup → dipol bersih nol.
\(\ce{PCl3}\): P punya 5 elektron valensi, \(D = \tfrac{1}{2}(5 + 3) = 4\), PEB = 1 → AX3E, piramida trigonal.
Ketiga dipol P–Cl sama-sama condong ke bawah (menjauhi PEB), sehingga jumlahnya tidak nol.
\(\ce{BCl3}\) nonpolar (segitiga datar simetris), \(\ce{PCl3}\) polar (piramida trigonal). Satu PEB mengubah segalanya!
Kimia Nusantara · Kain basah para penambang IjenDi Kawah Ijen, Jawa Timur, penambang belerang memikul bongkahan kuning menembus asap gunung api yang menyesakkan. Banyak di antara mereka menutup hidung dengan kain basah. Mengapa air membantu? Gas utama yang perih itu, belerang dioksida \(\ce{SO2}\), berbentuk bengkok (AX2E) sehingga polar, dan mudah larut dalam air yang juga polar: \(\ce{SO2 + H2O <=> H2SO3}\). Kain basah tidak menyaring semuanya (masker khusus jauh lebih aman), tetapi kepolaran \(\ce{SO2}\) menjelaskan mengapa air kawah dan hujan di sekitarnya sangat asam, dan mengapa malam hari tampak "api biru" saat gas belerang terbakar.
12.5Hibridisasi: orbital yang "diaduk"
VSEPR meramalkan bentuk dengan sangat baik, tetapi ada teka-teki. Konfigurasi elektron karbon adalah \(1s^2\,2s^2\,2p^2\): hanya ada dua elektron tunggal di orbital 2p, yang saling tegak lurus. Kalau begitu, karbon mestinya hanya membentuk dua ikatan bersudut 90°. Kenyataannya, metana punya empat ikatan C–H yang sama persis panjangnya, bersudut 109,5°. Bagaimana orbital 2s yang bulat dan tiga orbital 2p yang seperti balon panjang bisa menghasilkan empat ikatan identik?
Definisi · HibridisasiHibridisasi adalah pencampuran orbital-orbital atom dalam satu atom (misalnya satu orbital s dan beberapa orbital p) menjadi sejumlah orbital hibrida yang setara, dengan arah yang sesuai bentuk molekul. Jumlah orbital hibrida sama dengan jumlah orbital yang dicampur.
Keadaan dasar karbon: \(2s^2\,2p^2\). Hanya ada dua elektron tunggal, padahal metana punya empat ikatan C–H yang identik. Ada yang janggal!
Promosi: satu elektron 2s naik ke orbital 2p yang kosong. Kini ada empat elektron tunggal. Energi untuk promosi ini terbayar kembali karena karbon bisa membentuk dua ikatan tambahan.
Hibridisasi: satu orbital 2s dan tiga orbital 2p "diaduk" menjadi empat orbital sp³ yang setara. Energinya di antara 2s dan 2p, dan setiap orbital berkarakter 25% s dan 75% p.
Keempat orbital sp³ saling menjauh, mengarah ke pojok-pojok tetrahedron dengan sudut 109,5°, cocok dengan ramalan VSEPR!
Setiap orbital sp³ bertumpang tindih ujung-ke-ujung dengan orbital 1s atom H, membentuk empat ikatan σ C–H yang identik. Lahirlah \(\ce{CH4}\).
Hibridisasi lain mengikuti pola yang sama. Jumlah orbital hibrida selalu sama dengan jumlah domain elektron, karena setiap domain (PEI maupun PEB) menempati satu orbital hibrida.
Domain
Orbital yang dicampur
Hibridisasi
Geometri domain
Sudut
Contoh atom pusat
2
s + p
sp
linear
180°
Be dalam \(\ce{BeCl2}\); C dalam \(\ce{CO2}\), \(\ce{C2H2}\)
3
s + 2p
sp²
segitiga datar
120°
B dalam \(\ce{BF3}\); C dalam \(\ce{C2H4}\); S dalam \(\ce{SO2}\)
4
s + 3p
sp³
tetrahedral
109,5°
C dalam \(\ce{CH4}\); N dalam \(\ce{NH3}\); O dalam \(\ce{H2O}\)
5
s + 3p + d
sp³d
bipiramida trigonal
90°, 120°
P dalam \(\ce{PCl5}\); S dalam \(\ce{SF4}\); Xe dalam \(\ce{XeF2}\)
6
s + 3p + 2d
sp³d²
oktahedral
90°
S dalam \(\ce{SF6}\); Xe dalam \(\ce{XeF4}\)
Trik Kak Tirta · Domain = jumlah hurufHitung domain, lalu tulis huruf orbitalnya sebanyak itu: 2 domain → s + p = sp; 3 → s + p + p = sp²; 4 → sp³; 5 → sp³d; 6 → sp³d². Jangan lupa: PEB juga menempati orbital hibrida. N dalam \(\ce{NH3}\) (4 domain) adalah sp³, bukan sp².
Hibridisasi juga menjelaskan mengapa sudut 109,5°, 120°, dan 180° muncul. Makin besar porsi orbital p di dalam orbital hibrida spⁿ, makin sempit sudut di antara dua orbital itu. Hubungannya ditemukan oleh kimiawan Inggris Charles Coulson:
Awas jebakanHibridisasi tidak menyebabkan bentuk molekul; hibridisasi menjelaskan bentuk yang sudah ada. Urutan berpikir yang benar: tentukan dulu jumlah domain dan bentuknya (dari data percobaan atau VSEPR), baru pilih hibridisasi yang cocok. Jangan berkata "\(\ce{CH4}\) tetrahedral karena sp³"; lebih tepat "C dalam \(\ce{CH4}\) punya 4 domain tetrahedral, sehingga digambarkan sebagai sp³".
Tamu dari masa laluGagasan orbital hibrida diperkenalkan oleh Linus Pauling pada 1931 untuk menjelaskan ikatan tetrahedral karbon. Pauling meraih Nobel Kimia 1954 atas karyanya tentang ikatan kimia, lalu Nobel Perdamaian 1962 atas kampanyenya menentang uji coba senjata nuklir. Ia satu-satunya orang yang meraih dua Nobel tanpa berbagi dengan orang lain.
Lanjut · IB & olimpiadeBenarkah orbital d ikut diaduk?
Notasi sp³d dan sp³d² sangat praktis untuk ujian, tetapi perhitungan kimia kuantum modern menunjukkan bahwa orbital 3d belerang atau fosforus terlalu tinggi energinya untuk banyak berperan. Ikatan pada molekul "hipervalen" seperti \(\ce{SF6}\) dan \(\ce{PCl5}\) lebih tepat dijelaskan dengan ikatan tiga-pusat empat-elektron dan sumbangan karakter ion: atom-atom F yang sangat elektronegatif menarik elektron menjauh dari S.
Pelajarannya: model adalah alat, bukan kenyataan itu sendiri. VSEPR meramalkan bentuk \(\ce{SF6}\) dengan tepat; label sp³d² hanyalah cara singkat untuk mencatatnya.
Untuk \(\ce{SF4}\), tentukan: (a) jumlah domain dan notasi VSEPR, (b) bentuk molekul dan perkiraan sudutnya, (c) kepolaran, (d) hibridisasi atom S. Coba kerjakan sendiri dulu sebelum membuka langkahnya.
(a) S golongan 16: 6 elektron valensi; empat F menyumbang 4. \(D = \tfrac{1}{2}(6 + 4) = 5\). PEI = 4, PEB = 1 → AX4E.
(b) Lima domain tersusun bipiramida trigonal. PEB memilih posisi ekuatorial, sehingga atom-atomnya membentuk jungkat-jungkit. PEB menekan: Fekuatorial–S–Fekuatorial < 120° (data ±102°) dan Faksial–S–Faksial < 180° (data ±173°).
(c) Ada PEB dan bentuknya tidak simetris, sehingga dipol-dipol S–F tidak saling meniadakan → polar (data ±0,63 D).
(d) Lima domain → lima orbital hibrida → sp³d.
\(\ce{SF4}\): AX4E, jungkat-jungkit, sudut ±102° dan ±173°, polar, S terhibridisasi sp³d. Periksa bentuknya di Galeri VSEPR (Subbab 12.2).
12.6Ikatan sigma (σ) dan pi (π)
Orbital-orbital dapat bertumpang tindih dengan dua cara. Cara tumpang tindih inilah yang membedakan ikatan tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga.
Definisi · Ikatan σ dan πIkatan sigma (σ) terbentuk dari tumpang tindih orbital ujung-ke-ujung di sepanjang sumbu ikatan; rapatan elektronnya paling besar tepat di antara kedua inti. Ikatan pi (π) terbentuk dari tumpang tindih sisi-ke-sisi dua orbital p yang sejajar; rapatan elektronnya berada di atas dan di bawah sumbu ikatan.
Tumpang tindih ujung-ke-ujung menghasilkan ikatan σ (kuning: daerah tumpang tindih). Tumpang tindih sisi-ke-sisi dua orbital p menghasilkan ikatan π. Ikatan rangkap dua terdiri atas satu σ dan satu π.
Setiap ikatan tunggal adalah ikatan σ. Ikatan rangkap dua terdiri atas 1σ + 1π, dan rangkap tiga 1σ + 2π. Ikatan π hanya bisa terbentuk dari orbital p yang tidak ikut berhibridisasi. Karena itu karbon berikatan rangkap dua bersifat sp² (masih menyisakan satu orbital p), dan karbon berikatan rangkap tiga bersifat sp (menyisakan dua orbital p).
Ikatan C–C
Contoh
Hibridisasi C
Sudut di C
Susunan
Panjang ikatan C–C
tunggal
etana \(\ce{C2H6}\)
sp³
109,5°
1σ
±154 pm
rangkap dua
etena \(\ce{C2H4}\)
sp²
±120°
1σ + 1π
±134 pm
rangkap tiga
etuna \(\ce{C2H2}\)
sp
180°
1σ + 2π
±120 pm
Ikatan π punya satu sifat penting: ia "mengunci" putaran. Ikatan σ seperti poros roda yang bisa berputar bebas, tetapi ikatan π seperti dua tangan yang saling berpegangan di atas dan di bawah poros. Memutar salah satu atom karbon akan memutus pegangan itu. Akibatnya, gugus-gugus di sekitar ikatan C=C terkunci dalam satu bidang datar, dan muncullah isomer cis–trans yang akan kamu temui di Bab 32.
Ketuk tiga atom (H–C–H atau H–C–C) untuk mengukur sudutnya. Etana memberi ±109,5° (sp³), etena dan benzena ±120° (sp²), etuna 180° (sp). Ketuk dua atom karbon untuk membandingkan panjang ikatan tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga. Pada benzena, semua ikatan C–C ternyata sama panjang: elektron π-nya menyebar di seluruh cincin!
Trik Kak Tirta · Menghitung σ dan πHitung semua garis ikatan dalam rumus struktur sebagai σ (satu per pasangan atom yang berikatan). Lalu tambahkan π: +1 untuk setiap rangkap dua dan +2 untuk setiap rangkap tiga. Jumlah σ = jumlah pasangan atom yang terhubung.
Hitung jumlah ikatan σ dan π dalam etena (\(\ce{H2C=CH2}\)) dan hidrogen sianida (\(\ce{H-C#N}\)).
Etena: ada 4 ikatan C–H dan 1 ikatan C=C, jadi 5 pasangan atom terhubung → 5 σ. Satu rangkap dua → 1 π.
HCN: ada ikatan H–C dan C≡N, jadi 2 σ. Satu rangkap tiga → 2 π.
Etena: 5σ dan 1π. HCN: 2σ dan 2π (atom C dalam HCN bersifat sp, sehingga molekulnya linear).
Propena, \(\ce{CH2=CH-CH3}\), adalah bahan baku plastik polipropilena (wadah makanan, tali rafia). Tentukan hibridisasi setiap atom C serta jumlah ikatan σ dan π.
C1 (karbon ujung pada rangkap dua, mengikat 2 H): 3 domain (2 H dan C2; rangkap dua dihitung satu) → sp².
C3 (gugus metil, mengikat 3 H): 4 domain (3 H dan C2) → sp³.
σ: 6 ikatan C–H + 2 ikatan C–C = 8. π: satu rangkap dua = 1.
C1 dan C2 sp², C3 sp³; total 8σ dan 1π. Bagian \(\ce{CH2=CH-}\) datar, sedangkan gugus \(\ce{CH3}\) tetrahedral.
Kimia Nusantara · Karbit dan buah yang cepat matangDi beberapa pasar tradisional, pedagang memeram pisang atau mangga dengan karbit (kalsium karbida). Karbit bereaksi dengan uap air menghasilkan gas etuna (asetilena): \(\ce{CaC2 + 2H2O -> C2H2 + Ca(OH)2}\). Etuna yang linear (C sp, rangkap tiga) meniru kerja etena yang datar (C sp²), hormon pematang alami yang dilepaskan buah itu sendiri. Namun karbit teknis sering mengandung pengotor berbahaya, sehingga pemeraman alami (misalnya dibungkus bersama buah yang sudah matang) jauh lebih aman.
Struktur Lewis \(\ce{O=O}\) menempatkan semua elektron berpasangan. Zat dengan elektron berpasangan semua bersifat diamagnetik (sedikit ditolak magnet). Namun pada 1848 Michael Faraday mendapati bahwa oksigen justru tertarik oleh magnet. Oksigen cair yang dituang di antara kutub magnet kuat bahkan menggantung di sana! Zat yang tertarik magnet karena punya elektron tak berpasangan disebut paramagnetik.
Teori orbital molekul (OM) menjelaskannya. Orbital atom kedua atom O bergabung menjadi orbital molekul milik seluruh molekul: orbital ikatan (energi lebih rendah, menstabilkan) dan orbital antiikatan (bertanda *, energi lebih tinggi, melemahkan). Dua belas elektron valensi mengisinya dari bawah, mengikuti aturan Hund.
Diagram orbital molekul \(\ce{O2}\) (elektron valensi saja). Dua elektron terakhir menempati dua orbital π* yang setara secara terpisah (aturan Hund), sehingga \(\ce{O2}\) paramagnetik.
Elektron di orbital ikatan: σ2s (2) + σ2p (2) + π2p (4) = 8. Elektron di orbital antiikatan: σ*2s (2) + π*2p (2) = 4. Hasilnya orde ikatan 2, sesuai ikatan rangkap dua, sekaligus dua elektron tak berpasangan. Teori OM menjelaskan dua hal sekaligus, sesuatu yang tidak bisa dilakukan struktur Lewis.
Kimia di sekitarmu
🍲
Oven gelombang mikro
Gelombang mikro membuat molekul air yang polar terus berputar mengikuti medan listrik yang bolak-balik. Gesekan antarmolekul itu memanaskan sayur dan nasi dari dalam.
🧊
Es yang mengapung
Setiap O dalam es dikelilingi empat "lengan" tetrahedral (dua O–H dan dua PEB). Susunan ini membentuk kisi berongga, sehingga es lebih ringan daripada air dan mengapung di gelas es teh.
💊
Obat yang pas
Molekul obat bekerja seperti anak kunci yang harus pas dengan "lubang kunci" pada enzim atau reseptor tubuh. Bentuk tiga dimensi yang sedikit berbeda dapat membuat obat tidak bekerja.
⚡
Gas di gardu listrik
Belerang heksafluorida \(\ce{SF6}\) yang oktahedral, nonpolar, dan sangat stabil dipakai sebagai gas penyekat di gardu induk. Sayangnya ia gas rumah kaca yang sangat kuat, jadi kebocorannya harus dicegah.
🌍
CO₂ dan pemanasan global
\(\ce{CO2}\) nonpolar, tetapi saat molekulnya bergetar menekuk, untuk sesaat ia punya dipol. Getaran inilah yang menyerap sinar inframerah dari Bumi dan menahan panas di atmosfer.
👃
Aroma dan rasa
Reseptor di hidung dan lidah mengenali molekul antara lain dari bentuk dan kepolarannya. Itulah sebabnya mentol terasa dingin dan aroma pandan begitu khas.
Gas berilium klorida, \(\ce{BeCl2}\), berbentuk …
bengkok
segitiga datar
linear
tetrahedral
Be punya 2 elektron valensi, dua Cl menyumbang 2 → 2 domain, tanpa PEB (AX2) → linear 180°.
Hibridisasi atom C dalam \(\ce{CO2}\) adalah …
sp
sp²
sp³
sp³d
C punya 2 domain (dua ikatan rangkap dua, masing-masing satu domain) → sp. Dua orbital p yang tersisa membentuk dua ikatan π.
Manakah molekul yang polar?
\(\ce{CO2}\)
\(\ce{BF3}\)
\(\ce{CCl4}\)
\(\ce{NH3}\)
\(\ce{NH3}\) berbentuk piramida trigonal (ada PEB), sehingga dipol N–H tidak saling meniadakan. Tiga lainnya simetris dan nonpolar.
13
Bab 13 · Ikatan & Wujud Zat
Gaya Antarmolekul & Ikatan Logam: Lem Tak Kasatmata
Air (Mr 18) mendidih pada 100 °C, padahal \(\ce{H2S}\) (Mr 34) yang hampir dua kali lebih berat sudah menjadi gas jauh di bawah suhu kamar. Sendok logam bisa dibengkokkan, tetapi garam batu pecah saat dipukul. Rahasianya ada pada "lem" tak kasatmata di antara partikel dan pada lautan elektron di dalam logam.
Setelah bab ini, kamu bisa
membedakan ikatan (di dalam molekul) dari gaya antarmolekul (di antara molekul), lalu menjelaskan gaya London, dipol-dipol, dan ikatan hidrogen;
menentukan gaya antarmolekul terkuat dari struktur molekul dan meramalkan urutan titik didih, termasuk anomali \(\ce{H2O}\), \(\ce{HF}\), dan \(\ce{NH3}\);
menjelaskan tegangan permukaan, kelarutan, kekentalan, dan es yang mengapung pada tingkat partikel;
menjelaskan ikatan logam dengan model lautan elektron, sifat-sifat logam, dan mengapa paduan (perunggu gamelan, kuningan) lebih keras;
membandingkan struktur kovalen raksasa (intan, grafit, grafena, silika) dengan zat molekuler seperti fulerena \(\ce{C60}\).
Klip yang Tidak Mau Tenggelam Komik · 4 panel
Sore hari, kolam ikan di belakang sekolah
LarasBim, lihat! Anggang-anggang itu berjalan di atas air. Kakinya hanya membuat lekukan kecil, tetapi tidak tenggelam.
BimaItu kan serangga, ringan. Klip kertas dari besi pasti langsung tenggelam. Kutaruh pelan-pelan di atas tisu, ya…
LHO?!
Kak TirtaBesi hampir 8 kali lebih rapat daripada air, Bim. Klipmu ditahan "kulit" air: molekul-molekul air di permukaan saling bergandengan erat.
LarasMolekul air kan netral. Bergandengan pakai apa, ya?
Saat air di panci mendidih, muncul gelembung-gelembung besar dari dasar panci. Gelembung itu berisi apa?
Gas hidrogen dan gas oksigen, karena panas memutus ikatan O–H dalam molekul air.
Udara yang tadinya terperangkap di dasar panci.
Uap air, yaitu molekul \(\ce{H2O}\) utuh yang saling berjauhan.
Tidak berisi apa-apa (ruang hampa).
Jawabannya: uap air. Saat mendidih, molekul air hanya saling melepaskan diri dari tetangganya. Ikatan O–H di dalam molekul tetap utuh: untuk memutusnya dibutuhkan suhu ribuan derajat. Kalau gelembungnya berisi hidrogen dan oksigen, setiap dapur akan meledak! Yang diputus saat mendidih adalah "lem" lemah di antara molekul, tokoh utama bab ini.
13.1Ikatan di dalam, gaya di antara: gaya London
Di Bab 11 kamu belajar bahwa atom-atom di dalam molekul diikat oleh ikatan kovalen yang kuat. Namun, air, minyak, dan lilin bukan sekadar tumpukan molekul yang lepas satu sama lain. Ada sesuatu yang membuat molekul-molekul itu saling menempel, sehingga air bisa cair dan lilin bisa padat.
Bayangkan setiap molekul seperti sebuah kalung manik-manik. Benang yang mengikat manik-manik adalah ikatan: sangat kuat. Kalung-kalung itu juga saling menempel lemah, seperti perekat pada sepatu. Saat air mendidih, yang terlepas hanya perekatnya, bukan benang kalungnya.
Definisi · Gaya antarmolekulGaya antarmolekul adalah gaya tarik-menarik yang relatif lemah di antara molekul-molekul yang berdekatan. Gaya ini berbeda dari ikatan (intramolekul) yang mengikat atom-atom di dalam molekul. Tiga jenis utamanya: gaya London (gaya dispersi), gaya dipol-dipol, dan ikatan hidrogen. Gaya London dan dipol-dipol sering disebut bersama sebagai gaya van der Waals.
Saat brom mendidih, yang dikalahkan hanyalah gaya London di antara molekul (garis putus-putus). Ikatan Br–Br yang enam kali lebih kuat tetap utuh. (Brom beracun dan berbau tajam, jadi hanya kita lihat dari gambar.)
Awas jebakanSaat zat molekuler meleleh atau mendidih, yang diputus hanyalah gaya antarmolekul, bukan ikatan kovalen di dalam molekul. Uap air tetap \(\ce{H2O}\), bukan campuran gas \(\ce{H2}\) dan \(\ce{O2}\). Jadi titik didih yang tinggi berarti gaya antarmolekulnya kuat, bukan ikatannya.
Jenis tarikan
Terjadi di antara
Kekuatan kira-kira (kJ/mol)
Ikatan kovalen (O–H, C–C)
atom-atom di dalam molekul
150–1.100 (O–H: 463)
Ikatan ion / ikatan logam
ion-ion dalam kisi / ion logam dan lautan elektron
ratusan sampai ribuan
Ikatan hidrogen
molekul dengan H–F, H–O, atau H–N
±10–40
Dipol-dipol
molekul polar
±5–25
Gaya London
semua molekul dan atom
±0,1–40 (makin besar molekul, makin kuat)
Gaya London: dipol sesaat yang menular
Molekul nonpolar seperti \(\ce{Br2}\), \(\ce{CH4}\), atau atom gas mulia tidak bermuatan dan tidak punya kutub. Lalu mengapa brom bisa cair dan argon bisa mencair bila didinginkan? Kuncinya: elektron selalu bergerak. Pada suatu saat, awan elektron bisa lebih banyak di satu sisi. Lahirlah dipol sesaat yang lalu "menular" ke tetangganya.
Dua atom argon yang netral. Rata-rata, awan elektron tersebar merata di sekeliling inti.
Pada suatu saat, elektron atom kiri kebetulan berkumpul di sisi kiri. Atom itu menjadi dipol sesaat: sisi kiri \(\delta^-\), sisi kanan \(\delta^+\).
Sisi \(\delta^+\) menarik elektron atom kanan. Awan atom kanan ikut bergeser, menjadi dipol terimbas.
Ujung \(\delta^+\) dan \(\delta^-\) yang berhadapan saling tarik. Inilah gaya London, tarikan yang sangat singkat tetapi terjadi terus-menerus.
Sesaat kemudian, arahnya berbalik, tetapi kedua dipol tetap berhadapan dengan kutub yang berlawanan. Rata-rata, hasilnya selalu tarik-menarik.
Makin banyak elektron, awan makin besar dan mudah berubah bentuk (polarisabilitas besar), sehingga gaya London makin kuat dan titik didih makin tinggi.
Aturan · Kekuatan gaya LondonGaya London ada pada semua molekul dan atom. Kekuatannya bertambah bila:
jumlah elektron bertambah (biasanya sejalan dengan Mr yang lebih besar), karena awan elektron yang besar lebih mudah terdistorsi;
bidang sentuh antarmolekul lebih luas: molekul panjang dan lurus saling menempel lebih banyak daripada molekul yang bulat atau bercabang.
Zat
Jumlah elektron
Titik didih
Wujud pada 25 °C
He / Ar / Xe
2 / 18 / 54
−269 / −186 / −108 °C
gas
\(\ce{F2}\)
18
−188 °C
gas kuning pucat
\(\ce{Cl2}\)
34
−34 °C
gas kuning kehijauan
\(\ce{Br2}\)
70
59 °C
cair merah cokelat
\(\ce{I2}\)
106
184 °C (meleleh 114 °C)
padat ungu kehitaman
Tamu dari masa laluPada 1873, Johannes Diderik van der Waals dari Belanda menulis disertasi yang menduga ada tarikan lemah di antara partikel gas. Dugaannya menjelaskan mengapa gas nyata bisa dicairkan, dan ia meraih Nobel Fisika 1910. Asal-usul tarikan antara molekul nonpolar baru dijelaskan pada 1930 oleh fisikawan Jerman Fritz London memakai mekanika kuantum. Namanya kini melekat pada gaya itu.
n-Pentana (rantai lurus) dan neopentana (berbentuk bulat) sama-sama \(\ce{C5H12}\), Mr 72, dan jumlah elektronnya sama. Mana yang titik didihnya lebih tinggi?
Sama, karena rumus molekul dan Mr-nya sama.
n-Pentana (36 °C), jauh di atas neopentana (9,5 °C).
Neopentana, karena molekul yang bulat lebih padat.
Tidak bisa diramalkan tanpa percobaan.
Jawabannya: n-pentana. Molekul lurus seperti sosis: bisa saling menempel di sepanjang badannya. Neopentana seperti bakso: hanya bersentuhan di satu titik kecil. Bidang sentuh yang lebih luas berarti gaya London lebih kuat, sehingga n-pentana butuh suhu lebih tinggi untuk mendidih.
Pakai model isi ruang dan bandingkan pasangan isomer. Butana yang memanjang mendidih pada −0,5 °C, isobutana yang bercabang pada −12 °C. n-Oktana mendidih pada 126 °C, sedangkan isooktana (2,2,4-trimetilpentana) pada 99 °C. Putar molekulnya: mana yang punya "badan" lebih panjang untuk bersentuhan dengan tetangganya?
Pada alkana rantai lurus, setiap tambahan satu gugus \(\ce{CH2}\) menambah 8 elektron dan memperpanjang molekul. Titik didihnya naik teratur, tetapi kenaikannya makin lama makin kecil. Ahli kimia minyak bumi merangkumnya dalam rumus empiris berikut.
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa gaya London cepat melemah?
Energi tarik London antara dua partikel kira-kira sebanding dengan kuadrat polarisabilitas \(\alpha\) (seberapa mudah awan elektron terdistorsi) dan berbanding terbalik dengan pangkat enam jarak:
Jika jarak dijadikan dua kali lipat, tarikannya tinggal \(1/2^6 = 1/64\). Itulah sebabnya gaya antarmolekul hampir tidak berarti dalam gas (molekul berjauhan, lihat Bab 14), tetapi sangat penting dalam cairan dan padatan. Selain dipol sesaat–dipol terimbas (London), ada juga tarikan dipol permanen–dipol terimbas (gaya Debye) dan dipol permanen–dipol permanen (gaya Keesom).
13.2Gaya dipol-dipol: magnet-magnet kecil
Di Bab 12 kamu menemukan bahwa molekul seperti \(\ce{HCl}\) bersifat polar: atom Cl yang lebih elektronegatif menarik pasangan elektron ikatan, sehingga ujung Cl bermuatan parsial negatif (\(\delta^-\)) dan ujung H positif (\(\delta^+\)). Dipol ini permanen, tidak datang dan pergi seperti dipol sesaat.
Molekul polar mirip magnet batang kecil. Bila banyak magnet ditaruh berdekatan, mereka berputar sendiri supaya kutub yang berlawanan saling berhadapan, lalu menempel. Molekul polar juga begitu.
Molekul \(\ce{HCl}\) dalam cairan cenderung menata diri: ujung \(\delta^+\) (H) berhadapan dengan ujung \(\delta^-\) (Cl) molekul tetangga. Tarikan dipol-dipol ini menambah gaya London yang tetap ada.
Cara paling adil untuk melihat pengaruh dipol adalah membandingkan zat dengan jumlah elektron (atau Mr) yang hampir sama, sehingga gaya London-nya setara:
Pasangan
Mr
Polar?
Titik didih
\(\ce{F2}\) vs \(\ce{HCl}\)
38 vs 36,5
tidak vs ya
−188 °C vs −85 °C
\(\ce{Br2}\) vs \(\ce{ICl}\)
159,8 vs 162,4
tidak vs ya
59 °C vs 97 °C
butana vs aseton (propanon)
58 vs 58
tidak vs ya (\(\ce{C=O}\))
−0,5 °C vs 56 °C
Awas jebakanMolekul polar tidak selalu mendidih lebih tinggi. \(\ce{HCl}\) lebih polar daripada \(\ce{HI}\), tetapi \(\ce{HI}\) mendidih pada −35 °C, jauh di atas \(\ce{HCl}\) (−85 °C). \(\ce{HI}\) punya 54 elektron (\(\ce{HCl}\) hanya 18), sehingga gaya London-nya jauh lebih besar dan mengalahkan selisih kepolaran. Bandingkan dipol-dipol hanya bila ukuran molekulnya mirip.
Trik Kak Tirta · Tiga pertanyaan detektifUntuk setiap zat molekuler, tanyakan berurutan:
Adakah atom H yang menempel langsung pada F, O, atau N? Jika ya → ada ikatan hidrogen.
Apakah molekulnya polar (bentuknya tidak simetris)? Jika ya → ada dipol-dipol.
Selalu ada gaya London. Makin banyak elektron dan makin panjang molekulnya, makin kuat.
Saat membandingkan titik didih: jika Mr mirip, jenis gaya yang menentukan; jika jenis gayanya sama, ukuran dan bentuk yang menentukan.
Tentukan gaya antarmolekul terkuat di antara molekul-molekul zat berikut: (a) metana \(\ce{CH4}\), (b) hidrogen klorida \(\ce{HCl}\), (c) metanol \(\ce{CH3OH}\), (d) karbon dioksida \(\ce{CO2}\).
\(\ce{CH4}\): H menempel pada C (bukan F, O, N); molekul tetrahedral simetris sehingga nonpolar → hanya gaya London.
\(\ce{HCl}\): H menempel pada Cl (bukan F, O, N); molekul polar → dipol-dipol (plus London).
\(\ce{CH3OH}\): ada H yang menempel langsung pada O → ikatan hidrogen (plus dipol-dipol dan London).
\(\ce{CO2}\): ikatan C=O polar, tetapi molekulnya lurus sehingga dipolnya saling meniadakan → hanya gaya London.
(a) London, (b) dipol-dipol, (c) ikatan hidrogen, (d) London. Perhatikan jebakan pada \(\ce{CO2}\): ikatan polar belum tentu menghasilkan molekul polar.
13.3Ikatan hidrogen: si "curang" pada air
Kembali ke teka-teki Bab 12: air (Mr 18) mendidih pada 100 °C, sedangkan \(\ce{H2S}\) (Mr 34) sudah mendidih pada −60 °C. Menurut gaya London, \(\ce{H2S}\) yang lebih berat seharusnya mendidih lebih tinggi. Air "curang" karena punya tarikan istimewa yang tidak dimiliki \(\ce{H2S}\).
Definisi · Ikatan hidrogenIkatan hidrogen adalah tarikan antarmolekul yang kuat antara atom H yang terikat kovalen pada atom sangat elektronegatif (F, O, atau N) dan pasangan elektron bebas pada atom F, O, atau N lain. Ditulis dengan titik-titik: \(\ce{O-H}\cdots\ce{O}\), \(\ce{N-H}\cdots\ce{O}\), \(\ce{F-H}\cdots\ce{F}\).
Mengapa hanya F, O, dan N? Ketiganya sangat elektronegatif dan kecil. Mereka menarik elektron ikatan begitu kuat sehingga atom H, yang tidak punya elektron lain, tinggal seperti proton yang hampir telanjang. Ujung \(\delta^+\) yang mungil dan pekat ini dapat mendekat sangat rapat ke pasangan elektron bebas molekul tetangga.
Pada air, setiap molekul punya dua "tangan" (dua atom H) dan dua "kantong" (dua pasangan elektron bebas pada O). Tangan satu molekul bisa memegang kantong molekul lain. Akibatnya, molekul-molekul air saling bergandengan membentuk jaringan besar, seperti anak-anak yang bergandengan tangan dalam permainan ular naga.
Satu molekul air: O bermuatan parsial negatif (\(\delta^-\)) dan punya dua pasangan elektron bebas; kedua H bermuatan parsial positif (\(\delta^+\)).
Atom H molekul kiri tertarik ke pasangan elektron bebas O molekul kanan: terbentuk ikatan hidrogen (garis putus-putus). Kuat untuk ukuran gaya antarmolekul, tetapi ±20 kali lebih lemah daripada ikatan kovalen O–H.
Setiap molekul air dapat membentuk hingga empat ikatan hidrogen: dua lewat atom H-nya, dua lewat pasangan elektron bebasnya. Susunannya tetrahedral.
Dalam air cair, ikatan hidrogen terus putus dan tersambung, sehingga molekul bisa saling mendekat. Dalam es, setiap molekul terkunci dalam kisi segi enam (ikatan keempat mengarah ke depan atau belakang layar).
Kisi es menyisakan ruang kosong (kuning), sehingga volume es ±9% lebih besar daripada air asalnya. Massa jenis es lebih kecil, maka es mengapung.
Trik Kimo · Hidrogen naik "FON"Ingat kata FON: Fluorin, Oksigen, Nitrogen. Ikatan hidrogen hanya terjadi jika H "menumpang" langsung pada salah satu anggota FON, lalu "menelepon" pasangan elektron bebas anggota FON lain. H pada C (seperti di \(\ce{CH4}\)) tidak bisa menelepon siapa pun.
Awas jebakanIkatan hidrogen bukan ikatan kovalen yang mengandung hidrogen. Ikatan O–H di dalam molekul air adalah ikatan kovalen (463 kJ/mol), sedangkan ikatan hidrogen adalah tarikan antarmolekul \(\ce{O-H}\cdots\ce{O}\) (±20 kJ/mol). Waspadai juga molekul yang punya O dan H tetapi H-nya menempel pada C, seperti dimetil eter \(\ce{CH3OCH3}\): molekul-molekulnya tidak berikatan hidrogen satu sama lain.
Sekarang lihat data titik didih hidrida (senyawa unsur dengan hidrogen) golongan 14 sampai 17. Untuk setiap golongan, titik didih biasanya naik dari periode 3 ke 5 karena jumlah elektron bertambah. Namun, tiga anggota periode 2 melompat keluar dari tren.
Geser golongan untuk menyorot satu garis. Garis putus-putus memperpanjang tren periode 3–4 ke periode 2: itulah titik didih "seharusnya" tanpa ikatan hidrogen. Panah magenta menunjukkan sumbangan ikatan hidrogen. Lalu geser suhu lingkungan ke 25 °C: berapa hidrida yang masih cair?
Grafik itu memperlihatkan tiga "pencurang": \(\ce{H2O}\), \(\ce{HF}\), dan \(\ce{NH3}\). Ketiganya punya H yang menempel pada F, O, atau N. \(\ce{CH4}\) tidak curang sama sekali. Tanpa ikatan hidrogen, air diperkirakan mendidih sekitar −80 °C, dan Bumi tidak akan punya lautan!
Ikatan hidrogen \(\ce{F-H}\cdots\ce{F}\) secara individu lebih kuat daripada \(\ce{O-H}\cdots\ce{O}\), karena F lebih elektronegatif. Namun, titik didih \(\ce{HF}\) (19,5 °C) jauh di bawah air (100 °C). Jelaskan. Mengapa \(\ce{NH3}\) (−33 °C) paling rendah di antara ketiganya?
Hitung "tangan" (H pada F/O/N) dan "kantong" (pasangan elektron bebas) per molekul. \(\ce{H2O}\): 2 H dan 2 pasangan bebas. \(\ce{HF}\): 1 H dan 3 pasangan bebas. \(\ce{NH3}\): 3 H dan 1 pasangan bebas.
Setiap ikatan hidrogen butuh satu tangan dan satu kantong. Jumlah ikatan dibatasi oleh yang paling sedikit: air bisa memakai semua 2 + 2 (hingga 4 ikatan per molekul, rata-rata 2 ikatan untuk setiap molekul), sedangkan \(\ce{HF}\) dan \(\ce{NH3}\) dibatasi oleh angka 1 (rata-rata hanya ±1 ikatan per molekul).
\(\ce{HF}\) hanya membentuk rantai zig-zag, bukan jaringan tiga dimensi. Jaringan ikatan hidrogen air jauh lebih luas, sehingga lebih banyak energi diperlukan untuk memisahkan molekulnya.
\(\ce{NH3}\) juga dibatasi oleh satu pasangan bebas, dan N kurang elektronegatif daripada F dan O, sehingga setiap ikatan hidrogennya paling lemah.
Yang menentukan bukan hanya kekuatan satu ikatan hidrogen, tetapi juga jumlahnya per molekul. Urutan titik didih: \(\ce{H2O}\) (100 °C) > \(\ce{HF}\) (19,5 °C) > \(\ce{NH3}\) (−33 °C).
Pasangan elektron bebas sudah dinyalakan. Untuk setiap molekul, cari atom H yang menempel langsung pada F, O, atau N. Bandingkan etanol dan dimetil eter: rumusnya sama, \(\ce{C2H6O}\), tetapi hanya etanol yang punya gugus O–H. Etanol mendidih pada 78 °C, dimetil eter pada −24 °C. Nyalakan juga panah dipol!
Urutkan titik didih propana \(\ce{CH3CH2CH3}\) (Mr 44), dimetil eter \(\ce{CH3OCH3}\) (Mr 46), dan etanol \(\ce{CH3CH2OH}\) (Mr 46) dari yang terendah. Jelaskan.
Mr ketiganya hampir sama, jadi gaya London-nya setara. Yang membedakan adalah jenis gaya lainnya.
Propana: nonpolar, hanya London → paling rendah.
Dimetil eter: bentuknya bengkok di O sehingga polar → London + dipol-dipol. Semua H menempel pada C, jadi tidak ada ikatan hidrogen antarmolekul.
Etanol: ada gugus O–H → ikatan hidrogen + dipol-dipol + London → paling tinggi.
Propana (−42 °C) < dimetil eter (−24 °C) < etanol (78 °C). Satu gugus O–H menaikkan titik didih lebih dari 100 °C!
Es yang mengapung: keanehan yang menyelamatkan kehidupan
Hampir semua zat lebih rapat dalam wujud padat daripada cair, sehingga padatannya tenggelam. Lilin padat tenggelam dalam lilin cair, mentega beku tenggelam dalam mentega cair. Air adalah pengecualian terkenal: kisi es yang dibangun oleh ikatan hidrogen berongga, sehingga massa jenis es (0,917 g/cm³) lebih kecil daripada air (1,000 g/cm³).
Karena es mengapung, danau di negeri bermusim dingin membeku dari atas. Lapisan es menjadi selimut yang melindungi air di bawahnya, sehingga ikan tetap hidup sepanjang musim dingin. Sebaliknya, pemuaian saat membeku bisa merusak: botol kaca berisi air penuh dapat pecah di dalam freezer.
Kimia Nusantara · Embun upas di DiengPada puncak musim kemarau (sekitar Juli–Agustus), suhu dini hari di Dataran Tinggi Dieng (±2.000 m) bisa turun di bawah 0 °C. Embun di daun kentang membeku menjadi kristal es yang oleh warga disebut embun upas ("embun racun"). Es itu sebenarnya tidak beracun. Air di dalam sel daun ikut membeku dan memuai ±9%, sehingga dinding sel rusak dan daun menghitam. Wisatawan menyukai pemandangannya, tetapi petani kentang merugi.
Tamu dari masa laluIstilah ikatan hidrogen dipopulerkan oleh Linus Pauling dalam bukunya The Nature of the Chemical Bond (1939). Empat belas tahun kemudian, James Watson dan Francis Crick (1953), dengan bantuan foto difraksi sinar-X karya Rosalind Franklin, menyimpulkan bahwa dua untai DNA dirapatkan oleh ikatan hidrogen antara pasangan basa: adenin–timin (2 ikatan) dan guanin–sitosin (3 ikatan). Saat tes PCR, DNA dipanaskan ±95 °C agar kedua untainya terpisah. Yang putus hanya ikatan hidrogennya, sedangkan untainya tetap utuh.
"Es mengapung karena di dalamnya ada gelembung udara."
Es yang bening tanpa gelembung pun mengapung. Penyebabnya kisi heksagonal ikatan hidrogen yang berongga, sehingga es ±9% lebih renggang daripada air cair.
"Saat air mendidih, molekulnya pecah menjadi hidrogen dan oksigen."
Mendidih hanya memisahkan molekul \(\ce{H2O}\) yang utuh dari tetangganya. Memecah air menjadi \(\ce{H2}\) dan \(\ce{O2}\) butuh elektrolisis (Bab 31) atau suhu ribuan derajat.
"Semua senyawa yang mengandung H dan O pasti berikatan hidrogen."
H harus menempel langsung pada F, O, atau N. Dimetil eter \(\ce{CH3OCH3}\) punya O dan H, tetapi semua H-nya menempel pada C, sehingga molekul-molekulnya tidak berikatan hidrogen satu sama lain.
13.4Dari partikel ke dunia nyata: titik didih, kelarutan, kekentalan, tegangan permukaan
Sekarang kita punya tiga "lem" dengan kekuatan berbeda. Semua sifat fisik zat molekuler di sekitarmu bisa dijelaskan dengan pertanyaan yang sama: seberapa kuat molekul-molekulnya saling menempel?
Aturan · Urutan kekuatan (untuk molekul berukuran mirip)\[ \text{ikatan hidrogen} \;>\; \text{dipol-dipol} \;>\; \text{gaya London} \]
Makin kuat gaya antarmolekul → titik didih dan titik leleh makin tinggi, kalor penguapan makin besar, tekanan uap makin rendah (zat makin sulit menguap), tegangan permukaan dan kekentalan umumnya makin besar. Ingat: molekul yang sangat besar (lilin, oli) bisa punya gaya London yang mengalahkan ikatan hidrogen molekul kecil.
Zat (Mr ±58–60)
Gaya terkuat
Titik didih
butana \(\ce{C4H10}\)
London
−0,5 °C (gas pada suhu kamar)
aseton \(\ce{CH3COCH3}\)
dipol-dipol
56 °C
1-propanol \(\ce{CH3CH2CH2OH}\)
ikatan hidrogen
97 °C
Titik didih dan energi penguapan
Untuk menguapkan cairan, setiap molekul harus melepaskan diri dari semua tetangganya. Energi per mol yang dibutuhkan disebut kalor penguapan molar, \(\Delta H_{\text{vap}}\). Nilainya menjadi "termometer" kekuatan gaya antarmolekul: air 40,7 kJ/mol, etanol 38,6 kJ/mol, aseton 29,1 kJ/mol, dan metana hanya 8,2 kJ/mol.
Kak Tirta lupa mematikan kompor: 1 L air (1.000 g) di panci sudah mendidih dan terus menguap sampai habis. Berapa energi untuk menguapkan semua air itu pada 100 °C? Bandingkan dengan energi untuk memanaskan 1 L air dari 25 °C ke 100 °C (kalor jenis air 4,18 J/g·°C). (\(\Delta H_{\text{vap}}\) = 40,7 kJ/mol; Mr air = 18)
Mol air: \(n = 1.000 / 18 = 55{,}6\) mol.
Energi penguapan: \(Q = 55{,}6 \times 40{,}7 = 2.261\) kJ \(\approx 2{,}26\) MJ.
Energi pemanasan: \(Q = m\,c\,\Delta T = 1.000 \times 4{,}18 \times 75 = 313.500\) J \(\approx 314\) kJ.
Perbandingan: \(2.261 / 314 \approx 7{,}2\).
Menguapkan air butuh ±2.260 kJ, sekitar 7 kali energi untuk memanaskannya dari suhu kamar sampai mendidih. Ikatan hidrogen air itu mahal! Maka merebus air terlalu lama memboroskan gas LPG.
Pada titik didih, cairan dan uapnya setimbang (\(\Delta G = 0\)), sehingga entropi penguapan \(\Delta S_{\text{vap}} = \Delta H_{\text{vap}} / T_b\). Aturan Trouton menyatakan bahwa banyak cairan "normal" punya \(\Delta S_{\text{vap}} \approx 85\text{–}88\) J mol⁻¹ K⁻¹.
Penyimpangan pada air dan etanol terjadi karena jaringan ikatan hidrogen membuat cairannya lebih teratur dari biasanya. Saat menguap, keteraturan itu runtuh, sehingga kenaikan entropinya lebih besar. Entropi dan energi bebas dibahas di Bab 20.
Kelarutan: "yang sejenis melarutkan yang sejenis"
Aturan · Like dissolves likeZat polar dan zat yang berikatan hidrogen cenderung larut dalam pelarut polar (air). Zat nonpolar cenderung larut dalam pelarut nonpolar (minyak, bensin, heksana). Zat larut bila tarikan baru antara zat terlarut dan pelarut kira-kira sebanding dengan tarikan lama yang harus diputus.
Gula pasir punya delapan gugus O–H, sehingga molekulnya membentuk banyak ikatan hidrogen dengan air dan mudah larut. Minyak goreng tersusun atas rantai hidrokarbon panjang yang nonpolar. Jika minyak masuk ke air, molekul air "lebih suka" tetap bergandengan dengan sesamanya lewat ikatan hidrogen, sehingga minyak terdesak keluar dan mengapung. Garam dapur larut di air karena ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) ditarik kuat oleh ujung-ujung dipol air (gaya ion–dipol).
Kimia Nusantara · Santan dan minyak kelapaSantan adalah emulsi: butiran lemak kelapa yang nonpolar tersebar dalam air, dijaga oleh protein kelapa yang bekerja seperti "jembatan" antara bagian polar dan nonpolar. Jika santan dipanaskan terlalu lama tanpa diaduk, proteinnya rusak dan lemaknya memisah ("santan pecah"). Pengolah minyak kelapa tradisional justru sengaja memanaskan santan berjam-jam sampai minyaknya terpisah dari ampas cokelat yang disebut blondo. Minyak yang nonpolar itu lalu dituang dari atas air.
Kekentalan, tegangan permukaan, dan kapilaritas
Viskositas (kekentalan) adalah hambatan cairan untuk mengalir. Molekul yang saling menempel kuat, atau molekul panjang yang saling membelit, membuat cairan kental. Tegangan permukaan muncul karena molekul di permukaan hanya ditarik ke samping dan ke dalam, tidak ke atas. Permukaan cairan pun berperilaku seperti kulit elastis tipis: inilah yang menahan anggang-anggang dan klip kertas di komik.
Cairan (20 °C)
Gaya antarmolekul utama
Tegangan permukaan (mN/m)
Viskositas (mPa·s)
air
ikatan hidrogen (jaringan 3D)
72,8
1,0
etanol
ikatan hidrogen (satu O–H)
22
1,2
aseton
dipol-dipol
24
0,3
n-heksana
London
18
0,3
gliserol (gliserin)
ikatan hidrogen (tiga O–H)
63
±1.400
minyak goreng
London (rantai panjang)
±32
±50–80
Kohesi adalah tarikan antarmolekul sejenis, sedangkan adhesi adalah tarikan ke permukaan lain. Air menempel kuat pada kaca (adhesi > kohesi), sehingga permukaannya dalam tabung melengkung cekung dan air naik di pipa sempit: kapilaritas. Raksa justru melengkung cembung karena kohesinya jauh lebih kuat. Kapilaritas membuat minyak tanah merambat naik pada sumbu lampu teplok dan air naik dari akar ke daun.
Pilih cairan dan koin, lalu tekan 💧 1 tetes berkali-kali atau ▶ Jalankan untuk meneteskan terus sampai tumpah. Bandingkan air dengan air sabun dan alkohol 70%. Lingkaran kanan memperbesar permukaan: panjang panah menunjukkan tarikan ke dalam yang membentuk "kulit" cairan. Model ini disederhanakan; hasil nyata bergantung pada pipet dan kebersihan koin.
Sabun dan deterjen adalah surfaktan: molekulnya punya kepala polar dan ekor nonpolar panjang. Molekul sabun berkumpul di permukaan air dan menyisip di antara molekul air, sehingga banyak ikatan hidrogen di permukaan terputus. Tegangan permukaan pun turun drastis. Itulah sebabnya setetes sabun menenggelamkan klip kertas Bima, dan kolam yang tercemar deterjen dapat menenggelamkan anggang-anggang.
13.5Ikatan logam: ion positif di tengah lautan elektron
Logam tidak tersusun atas molekul. Atom logam punya sedikit elektron valensi dan energi ionisasi rendah. Dalam padatan logam, elektron valensi itu dilepaskan ke "kolam bersama" dan bebas berkelana di seluruh kristal. Yang tertinggal adalah ion-ion positif yang tersusun rapi dalam kisi.
Bayangkan bola-bola pingpong bermuatan positif yang direndam dalam lautan madu bermuatan negatif. Madu itu (elektron) menempel pada semua bola sekaligus dan bisa mengalir ke mana saja. Bola-bola tidak saling lepas, tetapi bisa digeser tanpa putus.
Definisi · Ikatan logamIkatan logam adalah gaya tarik elektrostatik antara kisi ion-ion logam positif dan lautan elektron valensi yang terdelokalisasi (tidak dimiliki satu atom tertentu dan bebas bergerak di seluruh kisi). Ikatan ini tidak berarah, sehingga lapisan ion dapat bergeser tanpa memutus ikatan.
Sebuah lempeng tembaga dan sebongkah kristal garam batu (NaCl) masing-masing dipukul dengan palu. Apa yang terjadi?
Keduanya penyok karena sama-sama padatan kristal.
Keduanya pecah karena sama-sama tersusun atas ion.
Tembaga penyok (berubah bentuk tanpa patah), garam pecah berkeping-keping.
Garam penyok, tembaga pecah, karena garam lebih lunak.
Jawabannya: tembaga penyok, garam pecah. Saat lapisan ion tembaga bergeser, lautan elektron ikut mengalir dan tetap merekatkan semuanya. Saat lapisan kristal garam bergeser sejauh satu ion, ion bermuatan sama tiba-tiba berhadapan dan saling tolak, sehingga kristalnya terbelah. Buktikan di Lab Mini di bawah!
Geser lapisan atas perlahan, atau tekan 🔨 Pukul palu! Amati kedua kristal: apakah ion bermuatan sama pernah berhadapan? Ganti logam menjadi perunggu untuk melihat atom timah yang lebih besar mengganjal lapisan. Nyalakan baterai: di kristal mana muatan bisa mengalir?
Sifat logam
Penjelasan tingkat partikel
Menghantar listrik (padat maupun cair)
Elektron terdelokalisasi bebas bergerak dan mengalir saat diberi beda potensial.
Menghantar panas
Elektron bebas dan ion yang bergetar meneruskan energi kinetik dengan cepat.
Dapat ditempa dan ditarik menjadi kawat
Lapisan ion dapat bergeser; lautan elektron tetap merekatkan, sehingga logam tidak patah.
Mengilap
Elektron bebas menyerap lalu memancarkan kembali cahaya yang datang.
Titik leleh umumnya tinggi
Tarikan antara ion positif dan lautan elektron kuat ke segala arah.
Aturan · Kekuatan ikatan logamIkatan logam makin kuat bila jumlah elektron terdelokalisasi per atom makin banyak (muatan ion makin besar) dan jari-jari ion makin kecil. Contoh: titik leleh Na 98 °C < Mg 650 °C < Al 660 °C, dan dalam golongan 1 titik leleh turun dari Li (181 °C) ke K (63 °C) karena ion makin besar.
Titik didih natrium 883 °C, magnesium 1.090 °C, dan aluminium 2.519 °C. Jelaskan urutan ini dengan model lautan elektron. Mengapa kalium (titik didih 759 °C) lebih rendah daripada natrium?
Elektron valensi yang dilepas ke lautan: Na 1 (ion \(\ce{Na+}\)), Mg 2 (\(\ce{Mg^2+}\)), Al 3 (\(\ce{Al^3+}\)).
Makin besar muatan ion dan makin banyak elektron terdelokalisasi, makin kuat tarikan elektrostatik antara kisi dan lautan elektron.
Jari-jari ion juga mengecil dari \(\ce{Na+}\) ke \(\ce{Al^3+}\), sehingga lautan elektron berada lebih dekat dengan inti ion. Tarikan makin kuat lagi.
K dan Na sama-sama melepas 1 elektron, tetapi ion \(\ce{K+}\) lebih besar (punya satu kulit lebih banyak), sehingga tarikan terhadap lautan elektron lebih lemah.
Kekuatan ikatan logam: Al > Mg > Na > K. Titik didih logam lebih menggambarkan kekuatan ikatan logam daripada titik leleh, karena saat mendidih ikatan logam benar-benar diputus.
Paduan: logam campuran yang lebih keras
Paduan (aloi) adalah campuran logam dengan unsur lain. Logam murni sering terlalu lunak: emas 24 karat mudah tergores dan bengkok. Atom tambahan yang ukurannya berbeda mengacaukan barisan kisi, sehingga lapisan ion lebih sulit bergeser. Hasilnya: paduan lebih keras dan kuat.
Kiri: semua ion sama besar, sehingga lapisan meluncur mulus (logam lunak dan mudah ditempa). Kanan: atom timah yang lebih besar menjadi "polisi tidur" di bidang geser, sehingga paduan lebih keras.
Paduan
Komposisi utama
Contoh pemakaian
Perunggu
Cu + Sn
gamelan, patung, medali, lonceng
Kuningan
Cu + Zn
kunci, keran, kerajinan kuningan, alat musik tiup
Baja
Fe + C (< 2%)
rangka gedung, jembatan, rel
Baja nirkarat (stainless steel)
Fe + Cr (≥ 10,5%) + Ni
sendok, panci, peralatan rumah sakit
Emas perhiasan 22 karat
Au (91,7%) + Cu/Ag
cincin dan gelang yang tidak mudah bengkok
Kimia Nusantara · Gamelan perunggu dan pamor kerisBilah gamelan Jawa dan Bali dibuat dari perunggu bertimah tinggi, kira-kira 10 bagian tembaga dan 3 bagian timah. Konon, kata gangsa (sebutan perunggu gamelan) berasal dari "tiga sedasa", tiga dan sepuluh. Paduan ini keras dan nyaring, tetapi rapuh bila dingin, sehingga para pande menempanya selagi membara. Tembaganya bisa berasal dari Papua, timahnya dari Bangka Belitung. Pada keris, empu menempa berlapis-lapis besi dan bahan pamor yang mengandung nikel. Setelah dibersihkan, lapisan nikel tampak berkilau membentuk pola pamor. Sebagian empu memakai besi meteorit, yang terkenal adalah pamor dari meteorit Prambanan.
Tamu dari masa laluPada 1900, fisikawan Jerman Paul Drude mengusulkan model "gas elektron" untuk logam: elektron bebas berkeliaran di antara ion seperti partikel gas dalam wadah. Model sederhana ini sudah mampu menjelaskan daya hantar listrik dan panas logam. Tiga tahun sebelumnya, J.J. Thomson baru saja menemukan elektron (Bab 5)!
Awas jebakanTidak semua logam keras dan padat. Raksa (Hg) cair pada suhu kamar (titik leleh −39 °C), galium (Ga) meleleh di genggaman tangan (29,8 °C), dan natrium bisa diiris pisau. Sebaliknya, tidak semua penghantar listrik adalah logam: grafit (karbon) juga menghantar listrik karena punya elektron terdelokalisasi (subbab 13.6).
Dalam padatan, orbital atom dari triliunan atom bergabung menjadi pita energi yang hampir kontinu. Pada logam, pita berisi elektron valensi hanya terisi sebagian (atau tumpang tindih dengan pita kosong), sehingga elektron mudah naik ke tingkat energi kosong di dekatnya dan mengalir. Pada isolator seperti intan, pita terisi penuh dipisahkan dari pita kosong oleh celah pita yang lebar (±5,5 eV). Pada semikonduktor seperti silikon, celahnya kecil (±1,1 eV), sehingga sebagian elektron bisa melompat bila dipanaskan atau disinari. Inilah dasar kerja panel surya dan cip komputer.
Beberapa unsur dan senyawa nonlogam tidak membentuk molekul kecil, tetapi struktur kovalen raksasa (kisi kovalen): jaringan atom yang semuanya terhubung oleh ikatan kovalen, sampai miliaran miliar atom. Untuk melelehkannya, kita tidak cukup mengalahkan gaya antarmolekul. Ikatan kovalennya harus diputus. Akibatnya, titik lelehnya sangat tinggi.
Zat molekuler seperti gula itu seperti tumpukan bata lepas: mudah dibongkar. Struktur kovalen raksasa seperti dinding bata yang semuanya disemen: untuk membongkarnya, semennya harus dihancurkan.
Karbon adalah juara bentuk. Unsur yang sama dapat membentuk beberapa alotrop, yaitu bentuk unsur yang sama dengan susunan atom berbeda: intan, grafit, grafena, fulerena, nanotabung karbon, dan karbon amorf (arang).
Pilih intan, lalu ketuk satu atom C dan tetangganya: berapa ikatan per atom, dan berapa sudutnya (±109,5°)? Pada grafit, ukur jarak C–C dalam lapisan (±142 pm) dan jarak antarlapisan (±335 pm): mengapa lapisannya mudah tergelincir? Bandingkan dengan fulerena C₆₀, yang merupakan molekul tunggal. Terakhir, lihat silika: setiap Si dikelilingi berapa O?
Intan
Grafit
Grafena
Fulerena C₆₀
Silika \(\ce{SiO2}\)
Struktur
kisi 3D, tiap C terikat 4 C (tetrahedral)
lapisan segi enam, tiap C terikat 3 C
satu lapisan grafit setebal satu atom
molekul bola 60 atom C
kisi 3D, tiap Si terikat 4 O, tiap O terikat 2 Si
Antarlapisan / antarmolekul
—
gaya London (lemah)
—
gaya London
—
Kekerasan
paling keras (skala Mohs 10)
lunak, licin
sangat kuat
lunak
keras (Mohs 7)
Daya hantar listrik
tidak
ya (elektron terdelokalisasi)
sangat baik
tidak
tidak
Contoh pemakaian
perhiasan, mata bor, pemotong kaca
isi pensil, elektroda, pelumas
riset baterai dan sensor
riset bahan dan obat
pasir, kaca, kuarsa
Mengapa grafit menghantar listrik padahal intan tidak? Pada intan, keempat elektron valensi setiap C dipakai untuk ikatan kovalen, sehingga tidak ada elektron bebas. Pada grafit, setiap C hanya memakai tiga elektron untuk ikatan. Elektron keempat terdelokalisasi di sepanjang lapisan, mirip lautan elektron kecil. Lapisan-lapisannya hanya ditahan gaya London, sehingga mudah tergelincir: goresan pensil adalah jutaan lapisan grafit yang tertinggal di kertas.
Kimia Nusantara · Intan Martapura dan pasir kuarsaPendulangan intan tradisional di Cempaka dan Martapura, Kalimantan Selatan, sudah berlangsung turun-temurun. Pada 1965, ditemukan intan besar yang dinamai Intan Trisakti (±167 karat). Silika juga melimpah: pasir kuarsa dari Bangka Belitung dan Kalimantan dilebur pada suhu sangat tinggi menjadi kaca jendela dan botol.
Tamu dari masa laluPada 1772, Antoine Lavoisier memanaskan intan dengan lensa pembakar raksasa dan membuktikan bahwa intan terbakar menjadi "udara tetap" (\(\ce{CO2}\)): intan adalah karbon! Lebih dari dua abad kemudian, pada 1985, Harold Kroto, Robert Curl, dan Richard Smalley menemukan fulerena \(\ce{C60}\) dan meraih Nobel Kimia 1996. Pada 2004, Andre Geim dan Konstantin Novoselov mengelupas grafit memakai pita perekat (selotip) sampai tersisa satu lapisan atom: grafena. Nobel Fisika 2010 pun jatuh ke tangan mereka.
"Intan itu abadi dan tidak bisa terbakar."
Intan adalah karbon murni. Dipanaskan kuat dalam oksigen (di atas ±700 °C), intan terbakar menjadi \(\ce{CO2}\). Intan hanya sangat keras, bukan kebal api.
"Zat dengan ikatan kovalen pasti titik lelehnya rendah."
Itu hanya berlaku untuk zat molekuler, yang dilelehkan cukup dengan mengalahkan gaya antarmolekul. Intan dan silika juga berikatan kovalen, tetapi strukturnya raksasa: untuk meleleh, ikatan kovalennya harus diputus.
Sekarang kita bisa merangkum empat jenis struktur zat padat yang telah kamu temui di Bab 10 sampai Bab 13:
Struktur
Contoh
Yang diputus saat meleleh
Titik leleh
Hantaran listrik
Molekul sederhana
air, gula, iodin, \(\ce{C60}\)
gaya antarmolekul
rendah
tidak (padat maupun cair)
Kovalen raksasa
intan, grafit, \(\ce{SiO2}\)
ikatan kovalen
sangat tinggi
tidak (kecuali grafit dan grafena)
Ion raksasa
NaCl, MgO
ikatan ion
tinggi
hanya saat leleh atau larut
Logam
Cu, Fe, Al
ikatan logam
umumnya tinggi
ya, padat maupun cair
Empat padatan putih atau abu-abu diberi label P, Q, R, S. Deduksikan jenis strukturnya. P: meleleh 801 °C; tidak menghantar listrik saat padat, menghantar saat leleh; larut dalam air. Q: meleleh 186 °C (disertai penguraian); tidak menghantar listrik; larut dalam air. R: meleleh ±1.700 °C; tidak menghantar listrik, padat maupun cair; tidak larut dalam air. S: meleleh 660 °C; menghantar listrik saat padat; tidak larut dalam air; mengilap.
P menghantar hanya saat leleh → ion baru bebas bergerak setelah kisinya runtuh → ion raksasa (contoh: NaCl).
Q bertitik leleh rendah dan tidak menghantar → molekul sederhana; larut dalam air berarti polar atau berikatan hidrogen (contoh: gula pasir).
R sangat tinggi titik lelehnya, tidak menghantar, tidak larut → kovalen raksasa (contoh: silika).
S menghantar saat padat dan mengilap → logam (contoh: aluminium).
P ion raksasa, Q molekul sederhana, R kovalen raksasa, S logam. Kuncinya: hantaran listrik saat padat dan saat cair, lalu besarnya titik leleh.
Kimia di sekitarmu
🦎
Cicak di dinding
Telapak kaki cicak punya jutaan rambut sangat halus. Masing-masing hanya memberi gaya London yang kecil, tetapi jumlahnya yang luar biasa membuat cicak bisa menempel di dinding, bahkan di kaca.
🍃
Air menggelinding di daun talas
Permukaan daun talas berlapis lilin yang nonpolar dan bertonjolan mikro. Molekul air lebih suka saling menarik (kohesi) daripada menempel pada lilin, sehingga air membulat dan menggelinding.
🪔
Sumbu lampu teplok
Minyak tanah merambat naik di sela-sela serat sumbu karena kapilaritas: adhesi minyak pada serat menariknya ke atas melawan gravitasi.
🧴
Hand sanitizer terasa dingin
Gaya antarmolekul alkohol lebih lemah daripada air, sehingga alkohol cepat menguap. Molekul yang menguap membawa kalor dari kulitmu.
🔌
Kabel tembaga, wajan aluminium
Lautan elektron membuat tembaga menghantar listrik dan aluminium cepat meneruskan panas kompor ke masakan.
✏️
Pensil dan kaca
Isi pensil adalah grafit yang lapisannya mudah tergelincir. Kaca jendela dibuat dari pasir kuarsa, struktur kovalen raksasa \(\ce{SiO2}\).
Gaya antarmolekul terkuat di antara molekul-molekul amonia, \(\ce{NH3}\), adalah …
gaya London
gaya dipol-dipol
ikatan hidrogen
ikatan logam
Pada \(\ce{NH3}\), atom H menempel langsung pada N dan N punya pasangan elektron bebas, sehingga terbentuk ikatan hidrogen \(\ce{N-H}\cdots\ce{N}\). Gaya London dan dipol-dipol juga ada, tetapi lebih lemah.
Padatan X sangat keras, meleleh di atas 1.500 °C, tidak larut dalam air, dan tidak menghantar listrik baik padat maupun cair. X kemungkinan besar adalah …
zat berstruktur kovalen raksasa
logam
senyawa ion
zat molekuler sederhana
Titik leleh sangat tinggi tanpa hantaran listrik sama sekali adalah ciri kovalen raksasa, seperti silika atau intan. Senyawa ion menghantar saat leleh; logam menghantar saat padat.
Mengapa tembaga bisa ditarik menjadi kawat tipis tanpa putus?
Atom tembaga saling berikatan kovalen yang berarah.
Ion tembaga bermuatan negatif sehingga saling tolak.
Tembaga mempunyai titik leleh yang rendah.
Lapisan ion positif dapat bergeser, sementara lautan elektron tetap merekatkannya.
Ikatan logam tidak berarah. Saat lapisan ion bergeser, elektron terdelokalisasi ikut menyesuaikan diri, sehingga ikatan tidak putus.
14
Bab 14 · Ikatan & Wujud Zat
Wujud Gas: Pasukan Partikel yang Tak Pernah Diam
Kemasan keripik menggembung di Dieng, ban motor mengeras di siang terik, dan pompa sepeda terasa hangat. Semuanya ulah miliaran miliar partikel gas yang berlari secepat peluru dan menabrak dinding tanpa henti.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan tekanan gas dengan teori kinetik (tumbukan partikel) dan memakai skala suhu mutlak (kelvin);
menerapkan hukum Boyle, Charles, Gay-Lussac, dan hukum gas gabungan pada peristiwa sehari-hari;
memakai hukum Avogadro dan persamaan gas ideal \(PV = nRT\) untuk menghitung tekanan, volume, \(M_r\), dan massa jenis gas;
menghitung tekanan parsial (hukum Dalton) dan membandingkan laju efusi gas (hukum Graham);
menjelaskan penyimpangan gas nyata (van der Waals), kecepatan rms, dan distribusi Maxwell–Boltzmann.
Keripik yang Menggembung Komik · 4 panel
Sabtu pagi, di teras rumah Bima
BimaHuff… huff… Ban sudah keras! Eh, kenapa badan pompanya jadi hangat, ya?
PSST! PSST!
Sorenya, di Dataran Tinggi Dieng
LarasBim, lihat! Keripik yang kubeli di Semarang menggembung seperti bantal. Padahal belum dibuka!
Kak TirtaDi dalam bungkus ada miliaran miliar partikel gas yang terus menabrak plastik. Di Dieng udara luar lebih renggang, jadi dorongan dari luar kalah kuat!
DUK! DUK!
Kimo ikut nimbrung…
KimoPompamu hangat karena kamu menekan udara. Kerja tanganmu berubah jadi energi gerak partikel!
BimaJadi gas itu… pasukan bola pingpong super cepat?
Balon yang ditiup penuh dimasukkan ke dalam lemari es. Setengah jam kemudian balon tampak lebih kempis. Apa yang terjadi pada partikel udara di dalamnya?
Setiap partikel udara menyusut menjadi lebih kecil karena dingin.
Sebagian partikel udara keluar menembus karet karena kedinginan.
Partikel bergerak lebih lambat, sehingga menumbuk dinding balon lebih jarang dan lebih lemah.
Udaranya berubah menjadi air karena dingin.
Jawabannya: partikel bergerak lebih lambat. Ukuran partikel tidak berubah. Saat didinginkan, partikel kehilangan energi gerak, sehingga dorongannya pada dinding melemah dan udara luar menekan balon hingga mengecil. Dari 27 °C ke 4 °C, volume udara turun ±8%. Nitrogen dan oksigen baru mencair jauh di bawah −180 °C, jadi tidak ada udara yang menjadi cair di lemari es.
14.1Tekanan gas: hujan tumbukan yang tak pernah reda
Udara tidak terlihat, tidak berwarna, dan hampir tidak berbau. Namun, saat ini udara menekan setiap sentimeter persegi kulitmu dengan gaya ±10 newton, setara dengan beban 1 kg! Kita tidak merasa tergencet karena cairan dan udara di dalam tubuh menekan balik sama kuatnya.
Bayangkan sebuah kotak berisi ratusan bola pingpong yang beterbangan tanpa henti. Bola-bola itu terus menabrak dinding kotak: tok, tok, tok! Setiap tabrakan mendorong dinding sedikit. Gas persis seperti itu, hanya saja "bola"-nya sangat kecil, jumlahnya miliaran miliar, dan larinya lebih cepat daripada pesawat jet.
Tiga wujud zat pada tingkat partikel. Pada gas, jarak antarpartikel ±10 kali diameter partikel, sehingga molekulnya hanya mengisi ±0,1% ruang. Sisanya ruang kosong!
Gas berbeda dari zat padat dan cair dalam satu hal penting: partikelnya sangat berjauhan. Pada suhu dan tekanan kamar, jarak rata-rata antarmolekul udara sekitar 3 nanometer. Itulah sebabnya gas mudah dimampatkan, mudah bercampur, dan selalu memenuhi seluruh wadahnya. Partikel-partikel itu melesat lurus dengan kelajuan ±500 m/s sampai menabrak partikel lain atau dinding.
Definisi · Tekanan gasTekanan adalah gaya dorong yang bekerja tegak lurus pada setiap satuan luas permukaan:
\[ P = \frac{F}{A} \]
Satuan SI-nya pascal (Pa), yaitu 1 newton per meter persegi. Tekanan gas berasal dari tumbukan partikel-partikel gas dengan dinding wadahnya.
Satuan tekanan
Nilai 1 atm
Sering dipakai di
pascal (Pa)
101.325 Pa
satuan SI, buku sains
kilopascal (kPa)
101,325 kPa
ramalan cuaca, soal sekolah
bar
1,01325 bar (1 bar = 100 kPa)
tabung gas, penyelaman, IUPAC
milimeter raksa (mmHg) = torr
760 mmHg
barometer, tensimeter tekanan darah
psi (pon per inci persegi)
±14,7 psi
pengukur tekanan ban di bengkel
Aturan · Teori kinetik gas (model gas ideal)
Gas terdiri atas partikel-partikel yang sangat kecil dibandingkan jaraknya, sehingga volume partikel itu sendiri dapat diabaikan.
Partikel bergerak lurus, acak, dan terus-menerus ke segala arah.
Tumbukan antarpartikel dan dengan dinding bersifat lenting sempurna (tidak ada energi yang hilang).
Di antara tumbukan, tidak ada gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antarpartikel.
Energi kinetik rata-rata partikel sebanding dengan suhu mutlak: \(\overline{E_k} = \tfrac{3}{2}kT\).
Ayo buktikan sendiri bahwa tekanan memang lahir dari tumbukan. Di Lab Mini berikut, tekanan tidak dihitung dari rumus: komputer menjumlahkan dorongan setiap partikel yang menabrak dinding, lalu membandingkannya dengan rumus gas ideal.
Coba: (1) Biarkan suhu tetap, seret piston ke kiri. Apa yang terjadi pada tekanan? Tekan 📌 Catat titik P–V di beberapa posisi. (2) Naikkan suhu: partikel memerah dan melaju lebih cepat. (3) Ganti nitrogen dengan helium pada suhu yang sama: partikelnya jauh lebih cepat, tetapi apakah tekanannya berubah? (4) Nyalakan Pompa cepat, lalu dorong piston dengan cepat: suhu gas naik, persis seperti pompa sepeda Bima!
Mengapa satu tumbukan kecil bisa menghasilkan tekanan yang terasa? Ikuti animasi berikut langkah demi langkah.
Gas di dalam wadah: partikel-partikel bergerak lurus, acak, ke segala arah, dengan kelajuan yang berbeda-beda. Di antara partikel ada banyak ruang kosong.
Kita perbesar satu partikel bermassa \(m\) yang melaju ke kanan dengan kecepatan \(+v\) menuju dinding.
Partikel menumbuk dinding. Momentumnya berubah dari \(+mv\) menjadi \(-mv\), jadi perubahannya \(\Delta p = 2mv\). Perubahan momentum itu berarti dinding didorong ke luar.
Tumbukannya lenting sempurna: partikel memantul dengan kelajuan yang sama tanpa kehilangan energi, lalu melesat lagi.
Udara pada 1 atm menumbuk setiap cm² dinding ±3 × 10²³ kali per detik. Dorongan kecil yang sangat banyak itu menjadi gaya rata-rata \(F\), dan tekanannya \(P = F/A\).
Bila gas dipanaskan, partikel melaju lebih cepat: tumbukan menjadi lebih sering dan lebih keras, sehingga tekanan naik. Itulah yang terjadi di dalam ban motor pada siang terik.
Awas jebakanPartikel gas tidak memuai saat dipanaskan dan tidak menyusut saat didinginkan. Ukuran setiap molekul \(\ce{N2}\) atau \(\ce{O2}\) tetap sama. Yang berubah adalah kelajuan partikel dan jarak rata-rata antarpartikel. Saat gambar partikelmu untuk gas panas, gambarlah partikel yang sama besar dengan panah yang lebih panjang, bukan bola yang lebih besar.
Ambil kubus bersisi \(L\) berisi \(N\) partikel bermassa \(m\). Satu partikel dengan komponen kecepatan \(v_x\) memberi impuls \(2mv_x\) pada dinding kanan setiap kali menabraknya, dan kembali lagi setelah menempuh \(2L\), yaitu setiap \(2L/v_x\) detik. Gaya rata-ratanya \(\dfrac{2mv_x}{2L/v_x} = \dfrac{mv_x^2}{L}\).
Jumlahkan untuk \(N\) partikel dan bagi dengan luas \(L^2\): \(P = \dfrac{Nm\overline{v_x^2}}{L^3}\). Karena gerakannya acak, \(\overline{v_x^2} = \overline{v_y^2} = \overline{v_z^2} = \tfrac{1}{3}\overline{v^2}\), sehingga
Bandingkan dengan hasil percobaan \(PV = NkT\) (dengan \(k = R/N_A = 1{,}381 \times 10^{-23}\) J/K, tetapan Boltzmann). Hasilnya mengejutkan: \(\overline{E_k} = \tfrac{3}{2}kT\). Suhu ternyata adalah ukuran energi kinetik rata-rata partikel, dan tidak bergantung pada jenis gasnya!
Tamu dari masa laluPada 1643, Evangelista Torricelli dari Italia mengisi tabung kaca dengan raksa lalu membaliknya ke dalam mangkuk raksa. Kolom raksa turun dan berhenti pada tinggi ±76 cm: udara di luar menopangnya! Itulah barometer pertama, dan asal satuan 760 mmHg. Lima tahun kemudian, atas saran Blaise Pascal, barometer dibawa mendaki gunung Puy de Dôme di Prancis. Di puncak, kolom raksanya lebih pendek. Udara di atas kepala kita ternyata punya berat, dan beratnya berkurang makin tinggi kita mendaki.
Kimia Nusantara · Naik gunung, tekanan turunMakin tinggi tempatnya, makin sedikit udara di atas kepala, makin kecil tekanannya. Karena tekanan turun, air pun mendidih pada suhu lebih rendah. Pantas saja mi rebus di puncak gunung lama sekali empuknya!
Tempat
Ketinggian
Tekanan udara
Titik didih air
Pantai Parangtritis
±0 m
±101 kPa (1,00 atm)
100 °C
Kota Bandung
±770 m
±92 kPa (0,91 atm)
±97 °C
Dataran Tinggi Dieng
±2.000 m
±79 kPa (0,78 atm)
±93 °C
Bibir kawah Bromo
±2.300 m
±76 kPa (0,75 atm)
±92 °C
Puncak Jaya, Papua
4.884 m
±55 kPa (0,54 atm)
±83 °C
Nilai dihitung dengan model atmosfer standar; angka harian sedikit berubah mengikuti cuaca.
"Gas itu tidak punya massa."
Satu liter udara bermassa ±1,2 g. Tabung LPG 3 kg yang penuh lebih berat ±3 kg daripada tabung kosong, dan ban yang dipompa sedikit lebih berat daripada ban kempis.
"Saat dipanaskan, partikel gas membesar."
Ukuran partikel tetap. Partikel bergerak lebih cepat; bila wadahnya bisa mengembang, jarak antarpartikel yang membesar.
"Pada 0 °C partikel gas berhenti bergerak."
0 °C hanyalah titik beku air (273,15 K). Gerak partikel baru paling minimum pada nol mutlak, 0 K = −273,15 °C, yang tidak pernah benar-benar tercapai.
"Udara panas naik karena panas itu ringan."
Panas bukan zat dan tidak bermassa. Udara panas memuai sehingga massa jenisnya lebih kecil, lalu didorong ke atas oleh udara dingin yang lebih rapat.
14.2Hukum Boyle: ditekan, gas melawan
Ambil spuit (alat suntik) tanpa jarum, tarik penghisapnya, lalu tutup ujungnya dengan jari. Sekarang tekan penghisapnya. Makin jauh ditekan, makin kuat udara di dalamnya melawan. Lepaskan, dan penghisap meloncat kembali seperti pegas!
Pada tingkat partikel, jumlah partikel udara di dalam spuit tidak berubah. Namun, ruangnya menyempit, sehingga partikel lebih berdesakan. Setiap detik lebih banyak partikel menumbuk setiap cm² dinding. Karena suhunya tetap, kelajuan partikel tetap, tetapi frekuensi tumbukannya naik. Hasilnya: tekanan naik.
Coba bayangkan sepuluh anak bermain kejar-kejaran di lapangan basket. Mereka jarang menabrak pagar. Sekarang pindahkan kesepuluh anak itu ke kamar kecil. Mereka akan sangat sering menabrak tembok! Ruang yang sempit membuat tabrakan lebih sering. Begitulah gas yang ditekan.
Hukum Boyle (1662)Untuk sejumlah gas tertentu pada suhu tetap, tekanan berbanding terbalik dengan volumenya:
\[ P \propto \frac{1}{V} \quad\Longleftrightarrow\quad PV = \text{tetap} \quad\Longleftrightarrow\quad P_1V_1 = P_2V_2 \]
Volume menjadi setengahnya, tekanan menjadi dua kali lipat. Volume menjadi sepertiganya, tekanan menjadi tiga kali lipat.
Seret titik magenta di sepanjang kurva. Perhatikan persegi panjang oranye: bentuknya berubah dari kurus-tinggi menjadi lebar-pendek, tetapi luasnya (\(P \times V\)) tidak berubah. Lalu naikkan suhu: seluruh isoterm terangkat, karena gas yang lebih panas menekan lebih kuat.
Udara di dalam spuit tertutup bervolume 60 mL pada tekanan 100 kPa. Penghisap ditekan perlahan (suhu tetap) sampai volumenya 20 mL. Berapa tekanannya sekarang?
Suhu dan jumlah udara tetap, jadi berlaku hukum Boyle: \(P_1V_1 = P_2V_2\).
Tekanannya 300 kPa, tiga kali semula, karena volumenya tinggal sepertiga. Satuan volume tidak perlu diubah ke liter selama kedua ruas memakai satuan yang sama.
Trik Kak TirtaSetiap soal hukum gas, buat tabel kecil dua baris: keadaan 1 dan keadaan 2, dengan kolom \(P\), \(V\), \(n\), \(T\). Coret besaran yang tetap; sisanya langsung menunjukkan hukum mana yang dipakai. Satu aturan emas: suhu selalu dalam kelvin. Satuan tekanan dan volume bebas, asal sama di kedua keadaan.
Tamu dari masa laluPada 1662, Robert Boyle dan asistennya, Robert Hooke, menuang raksa ke dalam tabung kaca berbentuk huruf J yang ujung pendeknya tertutup. Setiap kali raksa ditambah, udara yang terkurung di ujung tabung makin mampat. Boyle mencatat panjang kolom udara dan tinggi raksa, lalu menemukan bahwa hasil kali keduanya hampir selalu sama. Di Prancis, hukum yang sama ditemukan sendiri oleh Edme Mariotte pada 1676, sehingga di sana disebut hukum Mariotte.
14.3Hukum Charles & Gay-Lussac: panas, gas memuai
Pasang balon kempis di mulut botol kosong, lalu celupkan botol ke air hangat. Perlahan balon berdiri dan menggembung! Pindahkan ke air es, balon lunglai lagi. Udara di dalam botol memuai saat dipanaskan dan menyusut saat didinginkan.
Partikel yang dipanaskan bergerak lebih cepat dan menumbuk dinding lebih keras. Bila dindingnya lentur (balon), dorongan ekstra itu mendorong dinding keluar sampai tekanan di dalam kembali sama dengan tekanan luar. Bila dindingnya kaku (ban motor, tabung LPG), volume tidak bisa bertambah, sehingga tekanannya yang naik.
Hukum Charles & Hukum Gay-LussacCharles (tekanan dan jumlah gas tetap): volume sebanding dengan suhu mutlak,
\[ V \propto T \quad\Longleftrightarrow\quad \frac{V_1}{T_1} = \frac{V_2}{T_2} \]
Gay-Lussac (volume dan jumlah gas tetap): tekanan sebanding dengan suhu mutlak,
\[ P \propto T \quad\Longleftrightarrow\quad \frac{P_1}{T_1} = \frac{P_2}{T_2} \]
Kata kuncinya suhu mutlak. Bila volume beberapa sampel gas diukur pada berbagai suhu lalu digambar, kita mendapat garis-garis lurus. Perpanjang garis-garis itu ke kiri (ekstrapolasi), dan semuanya bertemu di satu titik: −273,15 °C. Pada suhu itu volume gas ideal akan menjadi nol. Tidak ada yang lebih dingin lagi!
Seret titik hijau. Berapa pun jumlah gasnya dan berapa pun tekanannya (geser slider P), semua garis bertemu di titik merah −273,15 °C. Perhatikan pembacaan V/T: nilainya tetap selama P tidak diubah. Itulah hukum Charles.
Definisi · Suhu mutlak (kelvin)Skala kelvin dimulai dari nol mutlak, suhu terendah yang mungkin, yaitu −273,15 °C. Besar satu kelvin sama dengan satu derajat Celsius, sehingga
\[ T\,(\mathrm{K}) = t\,(^{\circ}\mathrm{C}) + 273{,}15 \]
Suhu mutlak tidak pernah negatif dan selalu ditulis tanpa tanda derajat: 300 K, bukan 300 °K.
Awas jebakanHukum Charles dan Gay-Lussac hanya berlaku untuk suhu dalam kelvin. Memanaskan gas dari 20 °C ke 40 °C tidak menggandakan volumenya: dalam kelvin suhunya naik dari 293 K ke 313 K, jadi volumenya hanya naik ±7%. Kalau memakai °C, gas pada −10 °C akan bervolume negatif. Mustahil!
Hukum Boyle, Charles, dan Gay-Lussac dapat dirangkum menjadi satu hukum untuk sejumlah gas yang sama. Rumus Hidup berikut memakainya untuk kemasan keripik yang dibawa dari pesisir naik ke pegunungan:
Hukum gas gabunganUntuk jumlah gas tetap:
\[ \frac{P_1V_1}{T_1} = \frac{P_2V_2}{T_2} \]
Bila \(T\) tetap, rumus ini menjadi hukum Boyle; bila \(P\) tetap, menjadi hukum Charles; bila \(V\) tetap, menjadi hukum Gay-Lussac.
Pagi hari (27 °C), manometer bengkel menunjukkan tekanan ban motor 200 kPa. Siangnya, setelah dipakai di jalan beraspal panas, udara di dalam ban bersuhu 47 °C. Volume ban dianggap tetap. Berapa angka yang akan ditunjukkan manometer?
Jebakan penting: manometer ban menunjukkan tekanan di atas tekanan udara luar (tekanan relatif). Tekanan mutlaknya \(200 + 101 = 301\) kPa.
Ubah suhu ke kelvin: \(T_1 = 300\) K, \(T_2 = 320\) K.
Volume tetap → hukum Gay-Lussac: \(P_2 = P_1 \times \dfrac{T_2}{T_1} = 301 \times \dfrac{320}{300} = 321\) kPa (mutlak).
Kembali ke bacaan manometer: \(321 - 101 = 220\) kPa.
Manometer menunjukkan ±220 kPa, naik ±10%. Karena itu tekanan ban sebaiknya diperiksa pagi hari saat ban masih dingin. (Kalau lupa mengubah ke tekanan mutlak, hasilnya keliru menjadi 213 kPa.)
Tamu dari masa laluPada Desember 1783, fisikawan Prancis Jacques Charles terbang dengan balon berisi gas hidrogen di atas kota Paris. Sekitar 1787 ia menemukan bahwa berbagai gas memuai dengan jumlah yang sama untuk setiap kenaikan suhu, tetapi tidak menerbitkannya. Joseph Louis Gay-Lussac menerbitkan pengukuran yang lebih teliti pada 1802 dan dengan jujur menyebut temuan Charles. Gay-Lussac juga pemberani: pada 1804 ia naik balon sampai ketinggian ±7.000 m untuk mengambil sampel udara! Lalu pada 1848, William Thomson (kelak Lord Kelvin) mengusulkan skala suhu mutlak yang kini memakai namanya.
Kimia Nusantara · Balon udara Syawalan WonosoboSetiap musim Lebaran, warga Wonosobo dan Pekalongan punya tradisi balon udara raksasa dari kertas. Udara di dalam balon dipanaskan hingga ±100 °C. Menurut hukum Charles, udara itu memuai ±24% (dari ±300 K menjadi ±373 K), sehingga sebagian udara keluar lewat mulut balon. Setiap meter kubik udara panas jadi ±0,23 kg lebih ringan daripada udara sekitar, dan balon pun terangkat. Kini balon-balon itu diterbangkan dengan ditambatkan tali dalam festival resmi, karena balon yang lepas bebas dapat membahayakan pesawat terbang.
14.4Hukum Avogadro & persamaan gas ideal
Dua balon ditiup sama besar pada suhu dan tekanan yang sama. Balon A berisi helium, balon B berisi karbon dioksida (satu molekulnya 11 kali lebih berat). Balon mana yang berisi lebih banyak molekul?
Balon A, karena molekul helium kecil sehingga muat lebih banyak.
Balon B, karena karbon dioksida lebih berat.
Sama banyak.
Tidak bisa ditentukan tanpa menimbang kedua balon.
Jawabannya: sama banyak. Partikel gas sangat berjauhan, jadi ukuran partikelnya hampir tidak berpengaruh pada volume. Yang menentukan volume hanyalah berapa banyak partikelnya. Massanya yang berbeda: balon B ±11 kali lebih berat isinya (44 berbanding 4).
Hukum Avogadro (1811)Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas bervolume sama mengandung jumlah partikel yang sama. Jadi, pada \(P\) dan \(T\) tetap, \(V \propto n\):
\[ \frac{V_1}{n_1} = \frac{V_2}{n_2} \]
Akibatnya, satu mol gas apa pun menempati volume yang sama: volume molar 22,4 L pada 0 °C dan 1 atm (STP) atau ±24,5 L pada 25 °C dan 1 atm.
Sekarang kita punya empat hukum yang masing-masing hanya berlaku bila dua besaran dibuat tetap. Ilmuwan senang menyederhanakan. Bisakah keempatnya dilebur menjadi satu?
Hukum Boyle (1662): pada \(n\) dan \(T\) tetap, volume berbanding terbalik dengan tekanan, \(V \propto 1/P\).
Hukum Charles (±1787): pada \(n\) dan \(P\) tetap, volume sebanding dengan suhu mutlak, \(V \propto T\).
Hukum Gay-Lussac (1802): pada \(n\) dan \(V\) tetap, tekanan sebanding dengan suhu mutlak, \(P \propto T\).
Hukum Avogadro (1811): pada \(P\) dan \(T\) tetap, volume sebanding dengan jumlah mol, \(V \propto n\).
Gabungkan: \(V \propto \dfrac{nT}{P}\). Hukum Gay-Lussac (panah putus-putus) sudah ikut terkandung: bila \(V\) tetap, \(P \propto T\).
Ganti tanda sebanding dengan sebuah tetapan \(R\): \(V = R\dfrac{nT}{P}\), atau \(PV = nRT\). Inilah persamaan gas ideal.
Persamaan gas ideal
\[ PV = nRT \]
\(P\) tekanan, \(V\) volume, \(n\) jumlah mol, \(T\) suhu mutlak (K), dan \(R\) tetapan gas universal. Nilai \(R\) bergantung pada satuan yang dipakai:
Nilai R
Pasangan satuan P dan V
8,314 J/(mol·K)
Pa dan m³ (SI)
8,314 kPa·L/(mol·K)
kPa dan L (karena 1 kPa·L = 1 J)
0,08206 L·atm/(mol·K)
atm dan L (sering dibulatkan 0,082)
62,36 L·mmHg/(mol·K)
mmHg dan L
Jembatan keledai dari Kimo"Pak Vino naik Rakit Tua": \(PV = nRT\). Lalu, sebelum menghitung, Kimo selalu bertanya tiga hal: apakah suhunya sudah kelvin? apakah satuan P dan V cocok dengan R? apakah mililiter sudah diubah ke liter?
Awas jebakanKesalahan paling sering pada \(PV = nRT\) adalah satuan yang tidak cocok dengan \(R\). Dengan \(R = 0{,}08206\), tekanan harus atm dan volume harus liter. Dengan \(R = 8{,}314\) J/(mol·K), pakai Pa dan m³ (1 L = \(10^{-3}\) m³, 1 mL = \(10^{-6}\) m³), atau kPa dan L. Dan jangan pernah memasukkan suhu dalam °C!
Laras mengalirkan gas dari korek gas ke dalam gelas ukur terbalik berisi air. Hasilnya: 0,985 g gas menempati 0,420 L pada 25 °C dan 100 kPa. Hitung massa molarnya dan tebak gasnya.
Ubah suhu: \(T = 25 + 273{,}15 = 298{,}15\) K. Pakai \(R = 8{,}314\) kPa·L/(mol·K) karena P dalam kPa dan V dalam L.
\(M \approx 58\) g/mol, cocok dengan butana, \(\ce{C4H10}\) (\(4 \times 12 + 10 \times 1 = 58\)). Butana memang bahan bakar korek gas. (Dalam percobaan sungguhan, tekanan uap air juga harus dikurangkan; lihat hukum Dalton di 14.5.)
Persamaan gas ideal juga memberi massa jenis gas. Ganti \(n = m/M\), lalu susun ulang:
\[ \rho = \frac{m}{V} = \frac{PM}{RT} \]
Pada 25 °C dan 1 atm, massa jenis udara (\(M \approx 29\)) ±1,18 g/L, helium (\(M = 4\)) hanya ±0,16 g/L, sedangkan karbon dioksida (\(M = 44\)) ±1,80 g/L. Itulah sebabnya balon helium melayang, sedangkan \(\ce{CO2}\) cenderung mengalir ke tempat rendah seperti air.
Kimia Nusantara · Gas berat di Kawah Sinila, DiengKawasan vulkanik Dieng mengeluarkan gas karbon dioksida dari celah-celah tanah. Karena \(\ce{CO2}\) ±1,5 kali lebih rapat daripada udara, gas itu bisa mengalir menuruni lereng dan berkumpul di cekungan tanpa terlihat dan tanpa bau. Pada Februari 1979, gas dari Kawah Sinila merenggut 149 jiwa warga yang mengungsi. Sejak itu, kadar gas di sekitar kawah-kawah Dieng dipantau, dan pengunjung diminta mematuhi rambu serta tidak masuk ke cekungan yang dilarang.
14.5Hukum Dalton & Graham: campuran gas dan gas yang kabur
Udara bukan satu gas, melainkan campuran. Setiap gas di dalamnya bergerak seolah-olah gas lain tidak ada, dan setiap gas ikut menumbuk dinding. Tekanan yang disumbangkan satu gas disebut tekanan parsial.
Hukum Dalton tentang tekanan parsial (1801)Tekanan total campuran gas yang tidak bereaksi sama dengan jumlah tekanan parsial setiap gas:
\[ P_{\text{total}} = p_A + p_B + p_C + \dots \qquad p_A = x_A\,P_{\text{total}} \]
dengan \(x_A = n_A / n_{\text{total}}\) adalah fraksi mol gas A.
Gas dalam udara kering
% mol (≈ % volume)
Tekanan parsial di pantai (101,3 kPa)
di Puncak Jaya (±55 kPa)
nitrogen, N₂
78,08
79,1 kPa
42,9 kPa
oksigen, O₂
20,95
21,2 kPa
11,5 kPa
argon, Ar
0,93
0,94 kPa
0,51 kPa
karbon dioksida, CO₂
±0,04
±0,04 kPa
±0,02 kPa
Perhatikan kolom terakhir. Di puncak gunung, persentase oksigen tetap 21%, tetapi tekanan parsialnya tinggal separuh. Paru-paru kita menyerap oksigen berdasarkan tekanan parsialnya, sehingga pendaki bisa terserang sakit ketinggian: pusing, mual, dan sesak napas.
Kimia Nusantara · Menyelam di Raja AmpatRaja Ampat di Papua Barat Daya terkenal di seluruh dunia karena terumbu karangnya. Penyelam di sana membawa tabung berisi udara yang dimampatkan sampai ±200 bar (hukum Boyle: ±12 L tabung menyimpan ±2.400 L udara!). Pada kedalaman 30 m, tekanan total ±4 atm, sehingga tekanan parsial nitrogen naik menjadi ±3,2 atm. Nitrogen bertekanan tinggi itu membuat sebagian penyelam merasa "mabuk" (narkosis nitrogen). Penyelam yang memakai nitroks (udara kaya oksigen) harus menghitung kedalaman maksimumnya dengan hukum Dalton supaya tekanan parsial oksigen tidak melewati 1,4 atm.
KeselamatanPenyelam dengan tabung (scuba) tidak boleh menahan napas saat naik ke permukaan. Menurut hukum Boyle, 2 L udara di paru-paru pada kedalaman 20 m (±3 atm) akan memuai menjadi ±6 L di permukaan dan dapat merobek paru-paru. Selalu bernapas normal, naik perlahan, dan menyelamlah hanya bersama pemandu bersertifikat.
Laras menguraikan larutan hidrogen peroksida dengan ragi: \(\ce{2H2O2 -> 2H2O + O2}\). Gas oksigen dikumpulkan di atas air dalam gelas ukur terbalik: 250 mL pada 25 °C, dengan tekanan total 100,0 kPa. Tekanan uap air pada 25 °C adalah 3,2 kPa. Berapa gram \(\ce{O2}\) yang terkumpul, dan berapa gram \(\ce{H2O2}\) yang terurai?
Gas di gelas ukur adalah campuran \(\ce{O2}\) dan uap air. Dalton: \(p_{\ce{O2}} = 100{,}0 - 3{,}2 = 96{,}8\) kPa.
Terkumpul ±0,312 g \(\ce{O2}\) dari ±0,664 g \(\ce{H2O2}\). Kalau uap air tidak dikurangkan, jumlah oksigen terhitung ±3% terlalu besar.
Sekarang hukum kedua. Bila wadah gas diberi lubang yang sangat kecil, partikel yang kebetulan melaju ke arah lubang akan lolos keluar. Peristiwa ini disebut efusi. Bila gas menyebar dan bercampur dengan gas lain (seperti bau rendang yang tercium dari dapur sampai ke ruang tamu), peristiwanya disebut difusi.
Satu balon ditiup dengan udara, satu lagi diisi helium, sampai sama besar. Esok paginya, balon mana yang lebih kempis?
Balon udara, karena napas kita lembap.
Balon helium, karena atom helium ringan dan melaju lebih cepat, sehingga lebih cepat lolos lewat pori karet.
Sama saja, karena volumenya sama.
Balon helium justru makin besar karena helium terus naik.
Jawabannya: balon helium. Pada suhu yang sama, partikel ringan bergerak lebih cepat. Atom helium (\(M = 4\)) melaju ±2,7 kali lebih cepat daripada molekul udara (\(M \approx 29\)), sehingga lebih sering "menemukan" pori-pori kecil di karet balon dan kabur.
Hukum Graham (efusi)Pada suhu dan tekanan yang sama, laju efusi gas berbanding terbalik dengan akar massa molarnya:
\[ \frac{r_1}{r_2} = \sqrt{\frac{M_2}{M_1}} \qquad\text{dan}\qquad \frac{t_1}{t_2} = \sqrt{\frac{M_1}{M_2}} \]
\(r\) adalah laju efusi; \(t\) adalah waktu yang diperlukan untuk berefusi dengan volume yang sama.
Pilih dua gas, lalu tekan ▶ Jalankan. Setiap gas punya 90 partikel di wadah kiri. Partikel yang kebetulan melaju ke lubang akan lolos ke ruang hampa (dan wadah diisi ulang supaya jumlahnya tetap). Bandingkan rasio hitungan dengan ramalan Graham. Makin lama dijalankan, makin dekat hasilnya, persis seperti percobaan sungguhan yang diulang berkali-kali. Coba juga dua gas yang sama: rasionya harus mendekati 1.
Demonstrasi guru di lemari asam: amonia dan hidrogen klorida dilepas bersamaan dari kedua ujung tabung. Cincin putih \(\ce{NH4Cl}\) muncul lebih dekat ke ujung HCl, karena \(\ce{NH3}\) yang lebih ringan bergerak lebih cepat. Graham meramalkan perbandingan jarak \(\sqrt{36{,}5/17} = 1{,}47\). Hasil nyata bisa sedikit berbeda karena di dalam tabung molekul berdifusi menembus udara, bukan berefusi lewat lubang kecil.
Trik Kak Tirta"Ringan itu lincah, tetapi akarnya yang dihitung." Gas 16 kali lebih berat hanya 4 kali lebih lambat (\(\sqrt{16} = 4\)). Hati-hati arah pecahannya: laju memakai \(\sqrt{M_2/M_1}\), sedangkan waktu memakai \(\sqrt{M_1/M_2}\). Cek akal sehat: gas yang lebih ringan harus punya laju lebih besar dan waktu lebih singkat.
Tamu dari masa laluThomas Graham, kimiawan Skotlandia, meneliti bagaimana gas merembes melalui sumbat gipsum berpori dan lubang-lubang kecil pada 1830–1840-an. Dari data itu ia merumuskan hukumnya. Lebih dari seabad kemudian, prinsip efusi dipakai dalam skala raksasa untuk memisahkan isotop uranium: \(\ce{^{235}UF6}\) hanya ±0,4% lebih cepat daripada \(\ce{^{238}UF6}\), sehingga gasnya harus dilewatkan ke ribuan tahap penyaring berturut-turut.
14.6Lanjut: kecepatan molekul, Maxwell–Boltzmann, dan gas nyata
Seberapa cepat sebenarnya partikel gas melaju? Teori kinetik memberi jawabannya. Karena \(\overline{E_k} = \tfrac{1}{2}m\overline{v^2} = \tfrac{3}{2}kT\), akar rata-rata kuadrat kecepatannya, disebut kecepatan rms (root mean square), adalah:
Awas jebakanDalam \(v_{\mathrm{rms}} = \sqrt{3RT/M}\), massa molar harus dalam kg/mol karena R = 8,314 J/(mol·K) dan 1 J = 1 kg·m²/s². Untuk nitrogen, tulis \(M = 0{,}028\) kg/mol, bukan 28. Kalau memakai 28, hasilnya ±16 m/s, lebih lambat daripada sepeda!
Tentu saja, tidak semua molekul melaju dengan kelajuan yang sama. Tumbukan terus-menerus membuat sebagian molekul lambat dan sebagian sangat cepat. Pada 1860, James Clerk Maxwell menghitung bentuk sebaran kelajuan itu, dan Ludwig Boltzmann kemudian menyempurnakannya. Grafiknya disebut distribusi Maxwell–Boltzmann.
Naikkan suhu: kurva bergeser ke kanan, melebar, dan puncaknya turun (luas di bawah kurva selalu 100%). Lalu ganti massa molar: molekul ringan menyebar ke kelajuan tinggi. Seret titik v* untuk melihat berapa persen molekul yang lebih cepat dari ambang itu. Ide ini akan kembali di Bab 21: hanya molekul yang cukup cepat (berenergi cukup) yang dapat bereaksi.
Gas pada 25 °C
M (g/mol)
\(v_{\mathrm{rms}}\) (m/s)
Pembanding
hidrogen, H₂
2,02
±1.920
±6.900 km/jam
helium, He
4,00
±1.360
4 kali laju bunyi
nitrogen, N₂
28,0
±515
lebih cepat daripada pesawat jet
oksigen, O₂
32,0
±482
±1.700 km/jam
karbon dioksida, CO₂
44,0
±411
sedikit di atas laju bunyi
Teori kinetik menganggap partikel tidak bervolume dan tidak saling tarik. Kenyataannya, molekul punya ukuran (Bab 12) dan saling tarik lewat gaya antarmolekul (Bab 13). Dua anggapan itu baru terasa salah bila partikel dipaksa berdekatan: pada tekanan tinggi dan suhu rendah. Seberapa jauh gas menyimpang diukur dengan faktor kompresibilitas \(Z = \dfrac{PV}{nRT}\). Untuk gas ideal \(Z = 1\) persis.
Model isi ruang menunjukkan ukuran molekul. Bandingkan \(\ce{H2}\) dengan \(\ce{CO2}\): makin besar molekulnya, makin besar tetapan b van der Waals. Amonia tidak besar, tetapi tetapan a-nya terbesar di antara molekul ini. Mengapa? (Petunjuk: ikatan hidrogen, Bab 13.)
Lanjut · IB & olimpiadePersamaan van der Waals
Pada 1873, Johannes Diderik van der Waals memperbaiki persamaan gas ideal dengan dua koreksi, dan untuk itu ia menerima Nobel Fisika 1910:
b (volume molekul): ruang bebas bagi gerak partikel lebih kecil daripada volume wadah, jadi \(V\) diganti \(V - nb\). Efeknya menaikkan tekanan.
a (gaya tarik): partikel yang hendak menumbuk dinding "ditarik mundur" oleh tetangganya, sehingga tumbukannya lebih lemah. Tekanan nyata lebih kecil sebesar \(an^2/V^2\).
Gas
a (L²·atm/mol²)
b (L/mol)
He
0,0341
0,0237
H₂
0,244
0,0266
N₂
1,39
0,0391
O₂
1,36
0,0318
CO₂
3,59
0,0427
NH₃
4,17
0,0371
H₂O
5,46
0,0305
Contoh: 1,00 mol \(\ce{CO2}\) dalam tabung 0,500 L pada 300 K. Gas ideal: \(P = \dfrac{1{,}00 \times 0{,}08206 \times 300}{0{,}500} = 49{,}2\) atm. Van der Waals: \(P = \dfrac{24{,}62}{0{,}500 - 0{,}0427} - \dfrac{3{,}59}{0{,}500^2} = 53{,}8 - 14{,}4 = 39{,}5\) atm. Tekanan nyata ±20% lebih rendah (\(Z \approx 0{,}80\)): gaya tarik antarmolekul menang. Pada tekanan yang jauh lebih tinggi, volume molekul yang menang dan \(Z > 1\).
Lanjut · IB & olimpiadeTiga kelajuan khas dan atmosfer yang bocor
Dari distribusi Maxwell–Boltzmann diperoleh tiga kelajuan khas dengan perbandingan tetap:
Di lapisan teratas atmosfer suhunya dapat melebihi 1.000 K. Sebagian kecil molekul hidrogen dan helium di ekor kanan kurva melaju melebihi kecepatan lepas Bumi, 11,2 km/s, lalu lolos ke antariksa. Selama miliaran tahun, Bumi kehilangan hampir semua hidrogen dan helium bebasnya, sedangkan \(\ce{N2}\) dan \(\ce{O2}\) yang lebih berat bertahan. Bulan yang gravitasinya lemah bahkan tidak mampu mempertahankan atmosfer sama sekali.
Kimia di sekitarmu
🛵
Ban motor di siang terik
Udara di dalam ban memanas sehingga tekanannya naik (hukum Gay-Lussac). Periksa tekanan ban pagi hari saat ban masih dingin.
🥔
Keripik "bantal"
Kemasan keripik diisi gas nitrogen supaya keripik tidak cepat tengik dan tidak remuk. Di Dieng atau Bromo, kemasan itu menggembung karena tekanan luar turun.
🔥
Tabung LPG 3 kg
Isinya ±60 mol propana–butana. Sebagai gas ideal dalam tabung ±7,3 L tekanannya akan ±200 atm! Untungnya gas itu mencair, sehingga tekanannya hanya ±5–8 bar. Jangan dijemur: tekanan naik bila panas.
🤿
Penyelam Raja Ampat
Udara dimampatkan ±200 bar ke dalam tabung (Boyle), dan tekanan parsial oksigen dijaga di bawah 1,4 atm (Dalton).
🎈
Balon udara Wonosobo
Udara yang dipanaskan memuai (Charles), sebagian keluar, sehingga isi balon lebih ringan daripada udara di sekitarnya dan balon terangkat.
🍲
Panci presto
Uap yang terkurung menaikkan tekanan menjadi ±2 atm, sehingga air baru mendidih pada ±120 °C. Daging rendang empuk dalam waktu jauh lebih singkat.
Pada suhu tetap, volume sejumlah gas diperkecil menjadi setengahnya. Tekanannya menjadi …
setengahnya
tetap
dua kali semula
empat kali semula
Hukum Boyle: \(P \propto 1/V\). Volume menjadi ½ kali, tekanan menjadi 2 kali.
Gas pada 27 °C dipanaskan menjadi 327 °C pada tekanan tetap. Volumenya menjadi …
2 kali semula
12 kali semula
tetap
setengahnya
Dalam kelvin: 300 K → 600 K, dua kali lipat, jadi volume juga dua kali (hukum Charles). Bukan 327/27 ≈ 12!
Udara kering mengandung 21% oksigen (dalam mol). Pada tekanan total 100 kPa, tekanan parsial oksigen adalah …
Soda kue dan soda api sama-sama disebut "soda". Yang satu mengembangkan bolu, yang lain bisa melukai kulit. Bab ini mengajarimu bahasa rahasia kimiawan: rumus dan nama yang tidak pernah tertukar.
Setelah bab ini, kamu bisa
membaca lambang unsur dan rumus kimia, serta membedakan rumus molekul, rumus empiris, dan rumus struktur;
menentukan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa dan ion;
menulis rumus dan nama IUPAC senyawa ion (biner dan poliatom), termasuk angka Romawi untuk logam bermuatan ganda;
menamai senyawa kovalen biner dengan awalan mono-, di-, tri-, dan seterusnya;
menamai asam, basa, garam, dan hidrat, lalu menerjemahkan nama dagang di label produk menjadi nama IUPAC.
Soda yang Salah Komik · 4 panel
Sabtu sore, di toko kelontong dekat pasar
BimaBu, beli soda sebungkus, ya! Buat bolu kukus pesanan Ibu. Eh, yang ini saja, sama-sama "soda".
LarasBim, stop! Ini soda api: natrium hidroksida, NaOH. Lihat simbol korosif di bungkusnya!
BimaLho? Soda ya soda, kan?
STOP!
Kak TirtaUntung belum masuk adonan! Soda kue itu NaHCO₃. Soda api NaOH bisa membakar kulit dan merusak saluran cerna.
Kimo ikut nimbrung…
KimoNama dagang bisa berbeda di tiap daerah. Rumus dan nama IUPAC sama di seluruh dunia!
BimaMulai sekarang, aku baca rumusnya dulu…
Bima menulis Co, Laras menulis CO. Apakah keduanya sama?
Sama saja, hanya beda gaya tulisan.
CO adalah "versi besar" dari Co, jadi sifatnya mirip.
Berbeda total: Co adalah unsur kobalt (logam), CO adalah senyawa karbon monoksida (gas beracun).
Keduanya sama-sama gas beracun dari knalpot.
Jawabannya: berbeda total. Huruf kecil "o" pada Co berarti satu lambang unsur dua huruf, yaitu kobalt, logam keperakan untuk baterai dan magnet. Huruf besar "O" pada CO berarti dua unsur: karbon dan oksigen, membentuk karbon monoksida yang tidak berbau dan sangat beracun. Dalam bahasa kimia, satu huruf kapital bisa menjadi soal hidup dan mati!
15.1Lambang unsur dan rumus kimia: alfabet dan kalimat
Bahasa Indonesia punya 26 huruf. Bahasa kimia punya 118 "huruf", yaitu lambang unsur. Dari huruf-huruf itu, kimiawan merangkai "kata" yang disebut rumus kimia. Rumus kimia bercerita tentang dua hal sekaligus: unsur apa saja yang menyusun zat, dan berapa banyak atom setiap unsur.
Coba bayangkan lambang unsur seperti inisial nama teman sekelasmu. Huruf pertama selalu kapital, huruf kedua (kalau ada) selalu kecil. Jadi "Co" itu satu orang bernama kobalt, sedangkan "CO" itu dua orang yang bergandengan: karbon dan oksigen.
Aturan · Menulis lambang unsur
Satu atau dua huruf (unsur sangat berat yang baru ditemukan pernah memakai tiga huruf sementara).
Huruf pertama kapital, huruf kedua kecil: C karbon, Ca kalsium, Cl klorin, Co kobalt, Cu tembaga.
Banyak lambang berasal dari nama Latin, sehingga tidak mirip nama Indonesianya.
Lambang
Nama Latin
Nama Indonesia
Ada di sekitar kita
Na
natrium
natrium
garam dapur, soda kue
K
kalium
kalium
pisang, pupuk KCl
Fe
ferrum
besi
paku, pasir besi pantai selatan Jawa
Cu
cuprum
tembaga
kabel listrik, gamelan perunggu
Ag
argentum
perak
kerajinan perak Kotagede
Au
aurum
emas
tambang Grasberg, perhiasan
Sn
stannum
timah
bijih timah Bangka-Belitung
Pb
plumbum
timbal
aki kendaraan (dulu juga bensin bertimbal)
Hg
hydrargyrum ("air perak")
raksa
termometer lama (kini dilarang)
Awas jebakanHuruf besar dan kecil mengubah arti. Co = kobalt, CO = karbon monoksida. No = nobelium, NO = nitrogen monoksida. Sn = timah, sedangkan "SN" bukan apa-apa. Satu lagi: dalam bahasa Indonesia, timah (Sn) berbeda dengan timbal (Pb), walaupun timbal dulu disebut "timah hitam".
Tamu dari masa laluPada 1808, John Dalton menggambar unsur sebagai lingkaran bersimbol: lingkaran dengan titik untuk hidrogen, lingkaran hitam untuk karbon. Cantik, tetapi repot dicetak! Sekitar 1813, kimiawan Swedia Jöns Jacob Berzelius mengusulkan memakai huruf awal nama Latin unsur, persis seperti yang kita pakai sekarang. Berzelius menulis jumlah atom sebagai angka di atas (H²O); kini angka itu ditulis kecil di bawah (H₂O).
Indeks dan koefisien: dua angka, dua makna
Dalam rumus, angka kecil di kanan bawah lambang disebut indeks. Indeks menyatakan jumlah atom unsur di depannya dalam satu molekul atau satuan rumus. Angka besar di depan rumus disebut koefisien, yang menyatakan berapa banyak molekul atau satuan rumus.
\(\ce{H2O}\): 2 atom H dan 1 atom O (angka 1 tidak ditulis).
\(\ce{3H2O}\): tiga molekul air, berisi 6 atom H dan 3 atom O.
\(\ce{Ca(NO3)2}\): indeks 2 di luar kurung mengalikan isi kurung. Ada 1 Ca, 2 N, dan 6 O.
\(\ce{CuSO4.5H2O}\): titik tengah berarti "beserta". Satu satuan \(\ce{CuSO4}\) membawa 5 molekul air.
Tiga cara menulis satu zat
Satu zat bisa ditulis dengan beberapa jenis rumus. Rumus molekul menyatakan jumlah atom sebenarnya dalam satu molekul. Rumus empiris menyatakan perbandingan atom paling sederhana. Rumus struktur menunjukkan cara atom-atom itu tersambung.
Rumus molekul, rumus empiris, dan rumus struktur asam asetat. Bandingkan dengan Molekul 3D di bawah: model 3D adalah "rumus struktur" yang bisa diputar.
Zat
Rumus molekul
Rumus empiris
Keterangan
Formaldehida
\(\ce{CH2O}\)
\(\ce{CH2O}\)
molekulnya sudah paling sederhana
Asam asetat (cuka)
\(\ce{C2H4O2}\)
\(\ce{CH2O}\)
sering ditulis \(\ce{CH3COOH}\) agar gugus asamnya terlihat
Glukosa
\(\ce{C6H12O6}\)
\(\ce{CH2O}\)
gula darah, enam kali rumus empiris
Hidrogen peroksida
\(\ce{H2O2}\)
\(\ce{HO}\)
cairan antiseptik luka
Benzena
\(\ce{C6H6}\)
\(\ce{CH}\)
cincin di kaus Bima!
Garam dapur
(tidak ada)
\(\ce{NaCl}\)
senyawa ion tidak punya molekul; rumusnya disebut satuan rumus
Formaldehida, asam asetat, dan glukosa sama-sama berumus empiris \(\ce{CH2O}\), tetapi molekulnya sangat berbeda. Putar setiap molekul, hitung atomnya, lalu tulis rumus molekulnya. Ingat: formalin (larutan formaldehida) dilarang untuk mengawetkan makanan!
15.2Bilangan oksidasi dan valensi: "muatan pura-pura"
Sebelum memberi nama, kita perlu satu alat penting. Bayangkan setiap ikatan sebagai tarik tambang memperebutkan elektron. Atom yang lebih elektronegatif (lebih rakus elektron, lihat Bab 8) dianggap menang telak dan membawa pulang semua elektron ikatan. Muatan yang "seolah-olah" dimiliki setiap atom setelah perebutan itu disebut bilangan oksidasi (biloks).
Bilangan oksidasi itu seperti skor pertandingan rebutan elektron. Atom yang menang mendapat skor minus (karena elektron bermuatan negatif), atom yang kalah mendapat skor plus. Jumlah skor semua atom dalam satu molekul selalu nol.
Definisi · Bilangan oksidasi dan valensiBilangan oksidasi adalah muatan yang dimiliki sebuah atom bila semua ikatannya dianggap ikatan ion, dengan elektron ikatan diberikan kepada atom yang lebih elektronegatif. Valensi adalah daya gabung atom, yaitu banyaknya ikatan yang dapat dibentuknya (H = 1, O = 2, N = 3, C = 4). Valensi selalu berupa bilangan cacah; biloks punya tanda + atau −.
Contoh: karbon bervalensi 4 di metana (\(\ce{CH4}\)) maupun di karbon dioksida (\(\ce{CO2}\)). Namun biloks C di \(\ce{CH4}\) adalah −4 (C lebih elektronegatif daripada H), sedangkan di \(\ce{CO2}\) adalah +4 (O lebih elektronegatif daripada C). Valensi sama, biloks berlawanan!
Aturan · Menentukan bilangan oksidasi
Unsur bebas (\(\ce{Na}\), \(\ce{Fe}\), \(\ce{O2}\), \(\ce{H2}\), \(\ce{P4}\), \(\ce{S8}\)) berbiloks 0.
Ion monoatom berbiloks sama dengan muatannya: \(\ce{Na+}\) = +1, \(\ce{Fe^3+}\) = +3, \(\ce{Cl-}\) = −1.
Dalam senyawa, logam golongan 1 selalu +1, golongan 2 selalu +2, dan aluminium +3.
Fluorin dalam senyawa selalu −1.
Hidrogen umumnya +1, kecuali dalam hidrida logam (\(\ce{NaH}\), \(\ce{CaH2}\)) yang −1.
Oksigen umumnya −2, kecuali dalam peroksida (\(\ce{H2O2}\), \(\ce{Na2O2}\)) yang −1 dan dalam \(\ce{OF2}\) yang +2.
Jumlah biloks semua atom = 0 untuk senyawa netral, dan = muatan ion untuk ion poliatom.
Bila dua aturan bertentangan, aturan dengan nomor lebih kecil yang menang.
Asam sulfat, \(\ce{H2SO4}\), adalah molekul netral. Jadi jumlah semua bilangan oksidasinya harus 0.
Aturan 5: H dalam senyawa ini berbiloks +1. Dua atom H menyumbang 2 × (+1) = +2.
Aturan 6: O berbiloks −2 (bukan peroksida). Empat atom O menyumbang 4 × (−2) = −8.
Biloks S belum diketahui; sebut saja \(x\). Susun persamaan jumlah nol: \((+2) + x + (-8) = 0\).
Selesaikan: \(x = +6\). Belerang dalam asam sulfat berbiloks +6, nilai tertinggi untuk unsur golongan 16.
Trik Kak Tirta"Tulis di atas, kalikan, jumlahkan." Tulis biloks setiap unsur yang sudah pasti di atas lambangnya, kalikan dengan indeksnya, lalu jumlahkan dan samakan dengan muatan total. Untuk \(\ce{Cr2O7^2-}\): \(2x + 7(-2) = -2\), jadi \(x = +6\). Dua menit, tanpa menghafal!
Label pemutih pakaian menulis "natrium hipoklorit", \(\ce{NaClO}\). Tentukan bilangan oksidasi Cl.
Senyawa netral: jumlah biloks = 0.
Na (golongan 1) = +1; O = −2.
\((+1) + x + (-2) = 0\), sehingga \(x = +1\).
Biloks Cl = +1. Bandingkan dengan Cl dalam garam dapur (\(\ce{NaCl}\)) yang −1. Klorin yang "kekurangan elektron" inilah yang membuat pemutih bersifat oksidator kuat.
Lanjut · IB & olimpiadeBiloks pecahan dan "pengecualian" kesukaan olimpiade
Biloks yang dihitung dari rumus adalah rata-rata. Struktur sebenarnya bisa lebih menarik:
Magnetit, \(\ce{Fe3O4}\) (pasir besi), memberi rata-rata Fe = +8/3. Sebenarnya isinya satu \(\ce{Fe^2+}\) dan dua \(\ce{Fe^3+}\), sehingga namanya besi(II,III) oksida.
Ion tetrationat, \(\ce{S4O6^2-}\), memberi rata-rata S = +2,5. Dari struktur Lewisnya, dua S di ujung (terikat pada O) berbiloks +5, dan dua S di tengah (hanya terikat pada S) berbiloks 0.
Kalium superoksida, \(\ce{KO2}\) (dipakai pada tabung oksigen darurat), memberi O = −½.
\(\ce{CrO5}\) bukan Cr(+10)! Molekulnya berisi dua gugus peroksida (O = −1), sehingga Cr = +6.
Rentang biloks yang dikenal adalah −4 (C dalam \(\ce{CH4}\)) sampai +8 (Os dalam \(\ce{OsO4}\)). IUPAC kini menganjurkan menentukan biloks dari struktur Lewis: setiap pasangan elektron ikatan diberikan kepada atom yang lebih elektronegatif, dan ikatan antara dua atom sejenis dibagi rata.
15.3Senyawa ion: kation dulu, anion kemudian
Ingat Natrium yang royal dan Klorin yang rakus dari Klub Unsur (Bab 10)? Natrium menyerahkan satu elektron menjadi kation \(\ce{Na+}\), dan klorin menerimanya menjadi anion \(\ce{Cl-}\). Keduanya saling tarik dan membentuk kisi kristal garam. Senyawa ion diberi nama seperti nama orang Indonesia yang punya nama depan dan nama belakang: nama kation dulu, lalu nama anion.
Definisi · Nama senyawa ionNama senyawa ion = nama kation + nama anion. Kation logam memakai nama unsurnya (ditambah angka Romawi bila logam itu bisa bermuatan lebih dari satu). Anion monoatom memakai nama unsur dengan akhiran -ida: klorida, oksida, sulfida. Ion poliatom punya nama khusus yang perlu dikenali.
Contoh paling sederhana: natrium + klorida = natrium klorida (garam dapur). Kalsium + oksida = kalsium oksida (kapur tohor). Mudah, kan? Kation selalu disebut lebih dulu, seperti pemain tuan rumah.
dilepaskan singkong pahit dan gadung yang tidak diolah benar (sebagai HCN)
\(\ce{NO3-}\)
nitrat
pupuk, sendawa
\(\ce{NO2-}\)
nitrit
pengawet daging olahan
\(\ce{SO4^2-}\)
sulfat
terusi, tawas, garam inggris, air aki
\(\ce{SO3^2-}\)
sulfit
pengawet buah kering
\(\ce{HSO4-}\)
hidrogen sulfat
pembersih kloset berbentuk serbuk
\(\ce{CO3^2-}\)
karbonat
batu kapur, cangkang telur, soda abu
\(\ce{HCO3-}\)
hidrogen karbonat (bikarbonat)
soda kue, air mineral
\(\ce{PO4^3-}\)
fosfat
tulang dan gigi
\(\ce{HPO4^2-}\), \(\ce{H2PO4-}\)
hidrogen fosfat, dihidrogen fosfat
pupuk fosfat, pengatur keasaman
\(\ce{CH3COO-}\)
asetat
cuka
\(\ce{ClO-}\), \(\ce{ClO3-}\), \(\ce{ClO4-}\)
hipoklorit, klorat, perklorat
pemutih & kaporit, korek api, kembang api
\(\ce{IO3-}\)
iodat
garam beryodium
\(\ce{MnO4-}\)
permanganat
PK, disinfektan berwarna ungu
\(\ce{CrO4^2-}\), \(\ce{Cr2O7^2-}\)
kromat, dikromat
larutan kuning dan jingga di laboratorium
\(\ce{C2O4^2-}\)
oksalat
belimbing wuluh, bayam
\(\ce{S2O3^2-}\)
tiosulfat
penetral klorin air akuarium
Trik Kak Tirta · -at atau -it?Akhiran -it ada di kata "sedikit": ion berakhiran -it punya oksigen lebih sedikit satu daripada pasangan -at-nya. Sulfat \(\ce{SO4^2-}\) → sulfit \(\ce{SO3^2-}\); nitrat \(\ce{NO3-}\) → nitrit \(\ce{NO2-}\). Muatannya tetap sama! Awalan hipo- berarti "di bawah" (lebih sedikit lagi), awalan per- berarti "melebihi": hipoklorit \(\ce{ClO-}\) < klorit \(\ce{ClO2-}\) < klorat \(\ce{ClO3-}\) < perklorat \(\ce{ClO4-}\).
Ketuk dua kartu untuk membukanya. Pasangkan rumus ion (biru) dengan namanya (oranye). Setiap pasangan yang cocok membuka satu fakta kimia sehari-hari. Coba set "Kembar -at/-it": sanggupkah kamu menyelesaikannya dalam kurang dari 12 langkah?
Dari nama ke rumus: silangkan muatannya
Senyawa ion selalu netral. Jadi jumlah muatan positif kation harus tepat menghapus muatan negatif anion. Caranya: angka muatan kation menjadi indeks anion, dan sebaliknya. Lalu sederhanakan.
Aturan · Menulis rumus senyawa ion
Tulis lambang kation dulu, anion kemudian.
Pilih jumlah setiap ion sehingga muatan total = 0 (silangkan angka muatannya).
Sederhanakan perbandingannya: \(\ce{Ca^2+}\) + \(\ce{O^2-}\) → \(\ce{CaO}\), bukan \(\ce{Ca2O2}\).
Beri kurung pada ion poliatom yang jumlahnya lebih dari satu: \(\ce{Ca(OH)2}\), \(\ce{(NH4)2SO4}\).
Ion aluminium, \(\ce{Al^3+}\), dan ion sulfat, \(\ce{SO4^2-}\). Muatannya tidak sama besar, jadi perbandingannya tidak bisa 1 : 1.
Silangkan angka muatannya: angka 3 dari Al menjadi indeks sulfat, angka 2 dari sulfat menjadi indeks Al.
Cek muatan: 2 × (+3) + 3 × (−2) = 0. Senyawa ion selalu netral!
Karena ada tiga ion sulfat utuh, \(\ce{SO4}\) diberi kurung: \(\ce{Al2(SO4)3}\), bukan "Al₂SO₄₃".
Namanya aluminium sulfat: tanpa awalan dan tanpa angka Romawi, karena Al hanya punya satu muatan (+3). Zat inilah yang dipakai PDAM untuk menjernihkan air.
Angka Romawi: muatan, bukan jumlah
Karat besi diberi nama besi(III) oksida. Apa arti angka III?
Ada tiga atom besi dalam satu satuan rumus.
Ada tiga atom oksigen dalam satu satuan rumus.
Muatan (bilangan oksidasi) ion besi adalah +3.
Besi berada di golongan III tabel periodik.
Jawabannya: muatan ion besi +3. Besi bisa membentuk \(\ce{Fe^2+}\) atau \(\ce{Fe^3+}\), jadi namanya harus memberi tahu yang mana. Rumusnya \(\ce{Fe2O3}\): hanya dua atom besi, walaupun angka Romawinya III. Bahwa jumlah O kebetulan tiga hanyalah kebetulan silang muatan, bukan arti angka Romawi.
Logam golongan 1 dan 2, aluminium, seng, dan perak hampir selalu bermuatan tunggal, jadi namanya tidak perlu angka Romawi. Banyak logam transisi (dan timah serta timbal) punya lebih dari satu muatan. Untuk mereka, muatan ion ditulis dengan angka Romawi dalam kurung, menempel pada nama logam (sistem Stock).
Ion
Nama IUPAC
Nama lama
Contoh senyawa
\(\ce{Fe^2+}\)
besi(II)
fero
\(\ce{FeSO4}\) besi(II) sulfat, tablet tambah darah
\(\ce{Fe^3+}\)
besi(III)
feri
\(\ce{Fe2O3}\) besi(III) oksida, karat dan hematit
\(\ce{Cu+}\)
tembaga(I)
kupro
\(\ce{Cu2O}\) tembaga(I) oksida, endapan merah bata
\(\ce{Cu^2+}\)
tembaga(II)
kupri
\(\ce{CuSO4}\) tembaga(II) sulfat, terusi
\(\ce{Sn^2+}\)
timah(II)
stano
\(\ce{SnF2}\) timah(II) fluorida, pasta gigi
\(\ce{Sn^4+}\)
timah(IV)
stani
\(\ce{SnO2}\) timah(IV) oksida, kasiterit
\(\ce{Pb^2+}\)
timbal(II)
plumbo
\(\ce{PbI2}\) timbal(II) iodida, "hujan emas"
Awas jebakanAngka Romawi menunjukkan muatan ion logam, bukan jumlah atom. Untuk menemukannya dari rumus, hitung mundur dari anion: dalam \(\ce{FeCl3}\), tiga \(\ce{Cl-}\) bermuatan total −3, jadi besi +3 → besi(III) klorida. Dalam \(\ce{Cu2O}\), satu \(\ce{O^2-}\) diimbangi dua tembaga, masing-masing +1 → tembaga(I) oksida, bukan tembaga(II)!
Unsur yang menyala umumnya bisa membentuk lebih dari satu ion, jadi namanya butuh angka Romawi. Ketuk unsurnya dan lihat baris "bilangan oksidasi umum". Bandingkan dengan Na, Mg, Al, dan Zn yang muatannya tunggal.
Kimia Nusantara · Timah dari BangkaBangka-Belitung adalah salah satu penghasil timah terbesar di dunia. Bijihnya, kasiterit, adalah timah(IV) oksida, \(\ce{SnO2}\): muatan \(\ce{Sn^4+}\) diimbangi dua \(\ce{O^2-}\). Kasiterit dilebur bersama karbon menjadi logam timah untuk solder elektronik dan pelapis kaleng. Nama IUPAC-nya yang lengkap, timah(IV) oksida, membedakannya dari timah(II) oksida, \(\ce{SnO}\), yang hitam.
Mode Rakit: pilih satu kation dan satu anion. Mesin menyusun ion-ion sampai muatannya nol, lalu menulis rumus dan nama IUPAC-nya (lengkap dengan angka Romawi). Coba \(\ce{Fe^3+}\) + \(\ce{O^2-}\), lalu \(\ce{Fe^2+}\) + \(\ce{O^2-}\). Mode Tebak nama dan Tebak rumus: ketuk jawaban yang benar. Bisakah kamu benar lima kali berturut-turut?
Tuliskan nama IUPAC: (a) \(\ce{MgCl2}\), (b) \(\ce{Fe2O3}\), (c) \(\ce{(NH4)2SO4}\).
(a) Mg (golongan 2) selalu +2, tidak perlu Romawi. \(\ce{Cl-}\) = klorida. → magnesium klorida.
(b) Besi bermuatan ganda, jadi hitung muatannya: 3 × (−2) = −6 dibagi 2 atom Fe → +3. → besi(III) oksida.
(c) Dua ion poliatom: \(\ce{NH4+}\) amonium dan \(\ce{SO4^2-}\) sulfat. → amonium sulfat (pupuk ZA).
Magnesium klorida, besi(III) oksida, amonium sulfat. Perhatikan: tidak ada awalan "di-" atau "tri-" pada nama senyawa ion.
Tuliskan rumus kimia: (a) kalsium fosfat, mineral utama tulang; (b) timah(IV) oksida, bijih timah Bangka.
(a) Ion: \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{PO4^3-}\). Silangkan: 3 Ca dan 2 \(\ce{PO4}\).
Cek: 3 × (+2) + 2 × (−3) = 0 ✔. Beri kurung pada fosfat → \(\ce{Ca3(PO4)2}\).
(b) Angka Romawi IV berarti \(\ce{Sn^4+}\); oksida = \(\ce{O^2-}\). Silang: \(\ce{Sn2O4}\).
Sederhanakan 2 : 4 = 1 : 2 → \(\ce{SnO2}\).
(a) \(\ce{Ca3(PO4)2}\); (b) \(\ce{SnO2}\). Langkah menyederhanakan sering terlupa. \(\ce{Sn2O4}\) bukan rumus yang benar untuk senyawa ion.
15.4Senyawa kovalen biner: awalan "satu, dua, tiga" ala Yunani
CO dinamai karbon monoksida, dengan awalan "mono-". Mengapa NaCl tidak dinamai "natrium monoklorida"?
Karena natrium adalah logam yang lebih penting daripada karbon.
Karena NaCl senyawa ion: perbandingan ionnya sudah pasti dari muatan, jadi awalan tidak perlu.
Karena "monoklorida" terlalu panjang untuk ditulis di label garam.
Sebenarnya keduanya benar dan sama-sama dipakai IUPAC.
Jawabannya: karena NaCl senyawa ion. \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) hanya bisa bergabung 1 : 1, jadi nama "natrium klorida" sudah cukup jelas. Karbon dan oksigen adalah dua nonlogam yang bisa bergabung dengan banyak cara (CO, \(\ce{CO2}\), bahkan \(\ce{C3O2}\)), sehingga jumlah atomnya harus disebut lewat awalan.
Senyawa kovalen biner tersusun atas dua unsur nonlogam yang berbagi elektron, misalnya karbon dan oksigen, atau nitrogen dan oksigen. Karena dua nonlogam bisa bergabung dalam berbagai perbandingan, namanya memakai awalan angka Yunani.
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Awalan
mono
di
tri
tetra
penta
heksa
hepta
okta
nona
deka
Aturan · Menamai senyawa kovalen biner
Unsur yang lebih ke kiri/bawah di tabel periodik (kurang elektronegatif) ditulis dan disebut dulu. Urutan IUPAC: B, Si, C, P, N, H, S, I, Br, Cl, O, F.
Unsur kedua diberi akhiran -ida: oksida, klorida, fluorida, sulfida.
Jumlah atom setiap unsur dinyatakan dengan awalan. Awalan mono- tidak dipakai untuk unsur pertama: CO = karbon monoksida, bukan monokarbon monoksida.
Huruf vokal ganda yang canggung boleh dilebur: mono + oksida = monoksida.
Rumus
Nama IUPAC
Cerita singkat
\(\ce{CO}\)
karbon monoksida
gas tak berbau dari knalpot dan genset; mengikat hemoglobin
\(\ce{CO2}\)
karbon dioksida
gelembung minuman bersoda, es kering
\(\ce{N2O}\)
dinitrogen oksida (dinitrogen monoksida)
"gas tawa", pembius ringan
\(\ce{NO2}\)
nitrogen dioksida
gas cokelat penyebab kabut kota
\(\ce{N2O4}\)
dinitrogen tetraoksida
oksidator bahan bakar roket
\(\ce{SO2}\)
belerang dioksida
gas menyengat dari kawah Ijen
\(\ce{SO3}\)
belerang trioksida
bahan pembuat asam sulfat
\(\ce{CCl4}\)
karbon tetraklorida
pelarut lama yang kini dilarang
\(\ce{PCl5}\)
fosforus pentaklorida
pereaksi di laboratorium organik
\(\ce{SF6}\)
belerang heksafluorida
gas isolator di gardu listrik
\(\ce{P4O10}\)
tetrafosforus dekaoksida
pengering yang sangat rakus air
\(\ce{SiO2}\)
silikon dioksida
pasir kuarsa, bahan kaca
Beberapa senyawa kovalen sudah begitu terkenal sehingga IUPAC tetap memakai nama umumnya: \(\ce{H2O}\) air, \(\ce{NH3}\) amonia, \(\ce{CH4}\) metana. Senyawa hidrogen dengan halogen dinamai "hidrogen …ida": \(\ce{HCl}\) hidrogen klorida (dalam bentuk gas).
Pilih molekul, lalu cocokkan jumlah atomnya dengan awalan pada namanya: karbon monoksida (1 O), dinitrogen tetraoksida (2 N, 4 O), belerang heksafluorida (6 F). Ketuk tiga atom F pada \(\ce{SF6}\) untuk mengukur sudut F–S–F. Berapa derajat?
Awas jebakanAwalan jumlah hanya untuk senyawa kovalen dari dua nonlogam. \(\ce{Al2O3}\) adalah aluminium oksida, bukan "dialuminium trioksida". Sebaliknya, \(\ce{N2O4}\) wajib berawalan: "nitrogen oksida" saja bisa berarti NO, \(\ce{NO2}\), \(\ce{N2O}\), atau \(\ce{N2O5}\).
Trik Kak Tirta · Menghafal awalanKamu sudah mengenal awalan ini dari kata sehari-hari: monorel (satu rel), dioda, trisula, tetrapod pemecah ombak (4 kaki), pentagon (5 sisi), heksagon sarang lebah, oktaf (8 nada), dekade (10 tahun). Kimo menambahkan: "Hepta = 7, seperti heptathlon, lomba tujuh cabang!"
(a) Tuliskan rumus difosforus pentaoksida dan belerang heksafluorida. (b) Beri nama \(\ce{Cl2O7}\) dan \(\ce{CS2}\).
(a) di = 2 P, penta = 5 O → \(\ce{P2O5}\). Heksa = 6 F, tanpa awalan pada belerang (berarti 1) → \(\ce{SF6}\).
\(\ce{CS2}\): 1 C (tanpa mono), 2 S = di, unsur kedua berakhiran -ida → karbon disulfida.
\(\ce{P2O5}\), \(\ce{SF6}\), diklorin heptaoksida, karbon disulfida. Cek silang: biloks Cl dalam \(\ce{Cl2O7}\) = +7, sama dengan Cl dalam perklorat.
Kimia Nusantara · Api biru dan asap kuning di IjenDi kawah Ijen, Banyuwangi, gas vulkanik yang kaya belerang menyala biru di malam hari. Saat terbakar, belerang menjadi belerang dioksida, \(\ce{SO2}\), gas menyengat yang membuat mata pedih. Para penambang memikul bongkahan belerang kuning dari pipa-pipa di tepi danau kawah, sering hanya bermasker kain basah. Nama "dioksida" langsung memberi tahu: satu atom S, dua atom O.
15.5Asam, basa, garam, dan hidrat
Banyak zat di dapur dan di laboratorium termasuk salah satu dari tiga keluarga besar: asam, basa, dan garam. Masing-masing punya pola nama yang khas. (Sifat asam-basa dibahas tuntas di Bab 26.)
Asam: "asam" + nama anionnya
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang melepaskan ion \(\ce{H+}\) dalam air. Rumusnya biasanya diawali H, dan namanya cukup dibentuk dari kata "asam" ditambah nama anionnya.
Rumus
Anion
Nama asam
Di sekitar kita
\(\ce{HCl}\)
\(\ce{Cl-}\) klorida
asam klorida
cairan lambung, pembersih porselen
\(\ce{H2S}\)
\(\ce{S^2-}\) sulfida
asam sulfida
bau telur busuk di sumber air panas
\(\ce{HNO3}\)
\(\ce{NO3-}\) nitrat
asam nitrat
bahan pupuk dan bahan peledak tambang
\(\ce{H2SO4}\)
\(\ce{SO4^2-}\) sulfat
asam sulfat
air aki
\(\ce{H3PO4}\)
\(\ce{PO4^3-}\) fosfat
asam fosfat
pengasam minuman bersoda
\(\ce{H2CO3}\)
\(\ce{CO3^2-}\) karbonat
asam karbonat
terbentuk saat \(\ce{CO2}\) larut dalam minuman bersoda
\(\ce{CH3COOH}\)
\(\ce{CH3COO-}\) asetat
asam asetat (asam etanoat)
cuka, kuah cuko pempek
\(\ce{HClO}\)
\(\ce{ClO-}\) hipoklorit
asam hipoklorit
pembunuh kuman pada air berkaporit
\(\ce{H2C2O4}\)
\(\ce{C2O4^2-}\) oksalat
asam oksalat
belimbing wuluh, pembersih noda karat
Satu rumus, dua nama\(\ce{HCl(g)}\) berupa gas disebut hidrogen klorida (senyawa kovalen). Setelah larut dalam air, \(\ce{HCl(aq)}\) disebut asam klorida, karena di air ia melepaskan \(\ce{H+}\). Wujud zat ikut menentukan namanya!
Kebanyakan atom H yang "asam" terikat pada atom O. Hitung: asam sulfat punya berapa H seperti itu? Asam asetat punya 4 atom H, tetapi hanya 1 yang lepas sebagai \(\ce{H+}\). Temukan yang mana dengan memutar molekulnya.
Basa: nama logam + "hidroksida"
Basa Arrhenius melepaskan ion \(\ce{OH-}\) dalam air. Kebanyakan basa adalah senyawa ion logam dengan hidroksida, jadi namanya mengikuti aturan senyawa ion: \(\ce{NaOH}\) natrium hidroksida (soda api), \(\ce{KOH}\) kalium hidroksida, \(\ce{Ca(OH)2}\) kalsium hidroksida (kapur sirih), \(\ce{Mg(OH)2}\) magnesium hidroksida dan \(\ce{Al(OH)3}\) aluminium hidroksida (obat maag), \(\ce{Fe(OH)3}\) besi(III) hidroksida (endapan cokelat kemerahan). Amonia dalam air, \(\ce{NH3(aq)}\), sering diberi label "amonium hidroksida".
Garam: kation dari basa, anion dari asam
Bila asam bereaksi dengan basa, terbentuk air dan garam, yaitu senyawa ion yang kationnya berasal dari basa dan anionnya dari asam. Contohnya \(\ce{HCl + NaOH -> NaCl + H2O}\). Namanya mengikuti aturan senyawa ion: kalium nitrat \(\ce{KNO3}\), amonium sulfat \(\ce{(NH4)2SO4}\), kalsium karbonat \(\ce{CaCO3}\). Garam yang masih membawa H dari asamnya diberi kata "hidrogen": \(\ce{NaHCO3}\) natrium hidrogen karbonat (soda kue), \(\ce{NaH2PO4}\) natrium dihidrogen fosfat.
Hidrat: garam yang membawa air
Kristal beberapa garam menjebak molekul air di dalam kisinya. Air ini disebut air kristal, dan garamnya disebut hidrat. Dalam rumus, air kristal ditulis setelah titik tengah; dalam nama, jumlahnya disebut dengan awalan Yunani + "hidrat".
penanda basah pada silika gel lama (biru → merah muda)
Saat terusi biru dipanaskan, air kristalnya menguap dan tersisa serbuk putih \(\ce{CuSO4}\) anhidrat ("tanpa air"). Teteskan air, warna birunya kembali! Di Bab 17 kamu akan menghitung jumlah air kristal dari data penimbangan.
Sebungkus garam inggris berlabel \(\ce{MgSO4.7H2O}\). (a) Tuliskan nama IUPAC-nya. (b) Berapa jumlah atom O dan atom H dalam satu satuan rumus? (c) Berapa biloks S?
(c) Dalam \(\ce{SO4^2-}\): \(x + 4(-2) = -2\), jadi \(x = +6\). Air kristal tidak mengubah biloks.
(a) Magnesium sulfat heptahidrat; (b) 11 atom O dan 14 atom H; (c) S = +6. Satu satuan rumus berisi 1 + 1 + 11 + 14 = 27 atom!
Lanjut · IB & olimpiadeSekilas nama senyawa kompleks
Ion logam transisi bisa dikelilingi molekul atau ion lain (ligan) yang menyumbangkan pasangan elektron, membentuk ion kompleks yang ditulis dalam kurung siku. Aturan singkatnya:
Ligan disebut dulu (berurutan abjad), lalu logamnya, lalu biloks logam dalam angka Romawi. Ligan netral: \(\ce{NH3}\) amin, \(\ce{H2O}\) akua; ligan anion berakhiran -ido: \(\ce{Cl-}\) klorido, \(\ce{CN-}\) sianido.
\(\ce{[Cu(NH3)4]SO4}\) = tetraamintembaga(II) sulfat, larutan biru tua yang memukau di laboratorium.
Bila ion kompleksnya bermuatan negatif, nama logam berakhiran -at, sering dari akar Latin: \(\ce{K4[Fe(CN)6]}\) = kalium heksasianidoferat(II). Zat ini dipakai sebagai antigumpal pada sebagian garam dapur. Sianidanya terikat sangat kuat pada besi, sehingga tidak berbahaya pada kadar yang diizinkan.
15.6Nama dagang ↔ nama IUPAC: membaca label di warung
Kembali ke kisah Bima. Di toko, orang memakai nama dagang (nama sehari-hari) yang berbeda-beda antardaerah: soda kue, soda api, kapur sirih, terusi. Di laboratorium, apotek, dan BPOM, semua orang memakai nama IUPAC yang sama di seluruh dunia. Kemampuan menerjemahkan keduanya bisa menyelamatkan nyawa.
Sebagian label menulis nama kimia (cuka, soda kue, pemutih, garam beryodium), sebagian hanya nama dagang (kapur sirih). Bisakah kamu menuliskan rumus dan nama IUPAC keenamnya? Jawabannya ada di tabel berikut.
Nama dagang
Rumus
Nama IUPAC
Dipakai untuk
Garam dapur
\(\ce{NaCl}\)
natrium klorida
bumbu, pengawet ikan asin
Cuka
\(\ce{CH3COOH}\)
asam asetat (asam etanoat)
acar, kuah cuko pempek (diencerkan)
Soda kue
\(\ce{NaHCO3}\)
natrium hidrogen karbonat
pengembang kue, obat maag
Soda api (soda kaustik)
\(\ce{NaOH}\)
natrium hidroksida
pembuatan sabun, pembersih saluran; korosif!
Soda abu
\(\ce{Na2CO3}\)
natrium karbonat
deterjen, kaca, bahan air abu (air ki) untuk mi kuning
Batu kapur / gamping, kapur tulis
\(\ce{CaCO3}\)
kalsium karbonat
semen, penetral tanah asam (banyak kapur tulis modern dibuat dari gips)
Kapur tohor (kapur hidup)
\(\ce{CaO}\)
kalsium oksida
bahan bangunan; sangat panas bila disiram air
Kapur sirih (kapur mati)
\(\ce{Ca(OH)2}\)
kalsium hidroksida
nginang, merenyahkan keripik, air kapur
Tawas
\(\ce{KAl(SO4)2.12H2O}\)
kalium aluminium sulfat dodekahidrat
penjernih air, deodoran
Garam inggris
\(\ce{MgSO4.7H2O}\)
magnesium sulfat heptahidrat
garam berendam, pencahar (dengan anjuran dokter)
Pemutih pakaian
\(\ce{NaClO}\) (larutan ±5%)
natrium hipoklorit
pemutih dan disinfektan; sering ditulis \(\ce{NaOCl}\)
Kaporit
\(\ce{Ca(ClO)2}\)
kalsium hipoklorit
disinfektan air sumur dan kolam renang
Terusi
\(\ce{CuSO4.5H2O}\)
tembaga(II) sulfat pentahidrat
pembasmi lumut kolam, fungisida
Garam beryodium
\(\ce{NaCl}\) + \(\ce{KIO3}\)
natrium klorida + kalium iodat
mencegah gondok
Gips / batu tahu
\(\ce{CaSO4.2H2O}\)
kalsium sulfat dihidrat
penggumpal tahu, pembalut patah tulang
Pupuk ZA
\(\ce{(NH4)2SO4}\)
amonium sulfat
pupuk nitrogen dan belerang
Sendawa
\(\ce{KNO3}\)
kalium nitrat
pupuk, bahan mesiu (sejarah)
Nisadar (salmiak)
\(\ce{NH4Cl}\)
amonium klorida
baterai kering, fluks patri
Boraks (bleng)
\(\ce{Na2B4O7.10H2O}\)
natrium tetraborat dekahidrat
dilarang untuk pangan (bakso, kerupuk)
Karbit
\(\ce{CaC2}\)
kalsium karbida
las karbit; menghasilkan gas asetilena
Es kering
\(\ce{CO2(s)}\)
karbon dioksida padat
pendingin es krim dan efek kabut panggung
Gas tawa
\(\ce{N2O}\)
dinitrogen oksida
pembius ringan
Air aki (air zuur, tutup merah)
\(\ce{H2SO4(aq)}\)
asam sulfat encer
elektrolit aki basah
Kimia Nusantara · Kimia di rak warungHampir semua warung di Indonesia adalah "toko kimia" kecil. Ada cuka (asam asetat), garam beryodium yang wajib mengandung kalium iodat agar penduduk tidak kekurangan yodium, kapur sirih untuk nginang dan merenyahkan keripik, pemutih (natrium hipoklorit), serta di toko pertanian ada terusi untuk kolam ikan dan pupuk ZA. Beberapa nama dagang bahkan berasal dari bahasa Belanda: "ZA" dari zwavelzure ammoniak (amonium sulfat), dan "air zuur" untuk air aki (zuur = asam).
KeselamatanSoda api (\(\ce{NaOH}\)) dan pemutih (\(\ce{NaClO}\)) bersifat korosif. Untuk tugas di bab ini, cukup baca dan foto labelnya: jangan membuka, mencium, mencicipi, atau menuangnya. Jangan pernah mencampur pemutih dengan pembersih lain: campuran dengan pembersih porselen yang berisi asam atau dengan pembersih beramonia melepaskan gas beracun. Simpan keduanya di tempat tinggi, jauh dari jangkauan anak dan jauh dari bahan makanan.
KorosifIritanBahaya lingkungan
Tamu dari masa laluSebelum 1787, nama zat kimia kacau. Asam sulfat disebut "minyak vitriol", seng oksida "bunga seng", dan terusi "vitriol biru". Pada 1787, Antoine Lavoisier bersama Guyton de Morveau, Berthollet, dan Fourcroy menerbitkan Méthode de nomenclature chimique: nama zat harus mencerminkan penyusunnya. Itulah cikal bakal nama IUPAC. Namun nama dagang tetap bertahan. "Garam inggris", misalnya, berasal dari mata air pahit di kota Epsom, Inggris, yang terkenal sejak abad ke-17. Kristalnya ternyata magnesium sulfat heptahidrat.
Peta keputusan tata nama. Mulai dari atas: kenali jenis senyawanya dulu, baru pilih aturan namanya.
"Soda kue, soda abu, dan soda api sama-sama soda, jadi sama saja."
Berbeda jauh! Soda kue \(\ce{NaHCO3}\) aman untuk kue, soda abu \(\ce{Na2CO3}\) basa untuk deterjen, soda api \(\ce{NaOH}\) sangat korosif. Baca rumusnya, bukan nama dagangnya.
"Angka III pada besi(III) oksida berarti ada tiga atom besi."
Angka Romawi adalah muatan ion logam, yaitu \(\ce{Fe^3+}\). Rumusnya \(\ce{Fe2O3}\): hanya dua atom besi.
"Huruf besar atau kecil dalam rumus tidak penting."
Sangat penting! Co adalah kobalt (logam), CO adalah karbon monoksida (gas beracun). NO adalah nitrogen monoksida, No adalah unsur nobelium.
"Mencampur pemutih dengan pembersih lain membuat cucian lebih bersih."
Berbahaya! Pemutih yang bercampur pembersih berisi asam atau amonia melepaskan gas beracun. Pakai satu produk saja, dan bilas bersih sebelum memakai produk lain.
Di toko bangunan, Laras menemukan sekarung serbuk berlabel "Kaporit 60%, kalsium hipoklorit. Jangan dicampur dengan asam." (a) Tuliskan rumus kalsium hipoklorit. (b) Tentukan biloks Cl. (c) Hitung \(M_r\)-nya (Ar Ca = 40, Cl = 35,5, O = 16). (d) Mengapa ada peringatan "jangan dicampur dengan asam"?
(a) Ion: \(\ce{Ca^2+}\) dan hipoklorit \(\ce{ClO-}\). Silang: 1 Ca, 2 ClO → \(\ce{Ca(ClO)2}\).
(b) Dalam \(\ce{ClO-}\): \(x + (-2) = -1\), sehingga \(x = +1\).
(d) Hipoklorit mengandung klorin berbiloks +1 yang siap menerima elektron. Bila bertemu asam, terbentuk gas klorin (\(\ce{Cl2}\)) yang beracun, terutama di ruang tertutup.
(a) \(\ce{Ca(ClO)2}\); (b) +1; (c) 143; (d) agar tidak terbentuk gas klorin beracun. Satu label, empat konsep kimia: rumus, biloks, Mr, dan keselamatan!
Kimia di sekitarmu
🧂
Garam beryodium
Kalium iodat, \(\ce{KIO3}\), dicampurkan ke garam dapur untuk mencegah gondok dan membantu perkembangan otak anak.
🐟
Terusi di kolam ikan
Sejumput tembaga(II) sulfat pentahidrat membasmi lumut dan jamur. Dosisnya harus kecil, karena ion \(\ce{Cu^2+}\) berlebih justru meracuni ikan.
🍌
Kapur sirih & keripik renyah
Merendam irisan pisang atau singkong dalam air kapur sirih, \(\ce{Ca(OH)2}\), membuat keripik lebih renyah. Ion kalsium menguatkan dinding sel tumbuhan.
💧
Air bersih PDAM
Aluminium sulfat, \(\ce{Al2(SO4)3}\), menggumpalkan lumpur halus sehingga mengendap. Kaporit lalu membunuh kuman.
💊
Tablet tambah darah
Tablet untuk remaja putri berisi besi(II) sulfat atau besi(II) fumarat. Angka Romawi II penting: tubuh menyerap \(\ce{Fe^2+}\) lebih baik.
🗳️
Tinta pemilu
Tinta di jari pemilih umumnya mengandung perak nitrat, \(\ce{AgNO3}\). Ion \(\ce{Ag+}\) bereaksi dengan kulit dan cahaya membentuk noda gelap yang bertahan berhari-hari.
Nama IUPAC \(\ce{CuO}\) adalah …
tembaga oksida
tembaga(I) oksida
tembaga(II) oksida
monotembaga monoksida
\(\ce{O^2-}\) diimbangi satu ion tembaga, jadi tembaga bermuatan +2 → tembaga(II) oksida. Senyawa ion tidak memakai awalan mono-.
Rumus kimia kalsium nitrat adalah …
\(\ce{Ca(NO3)2}\)
\(\ce{CaNO3}\)
\(\ce{Ca2NO3}\)
\(\ce{Ca(NO2)2}\)
\(\ce{Ca^2+}\) butuh dua \(\ce{NO3-}\) agar netral, dan nitrat diberi kurung karena jumlahnya dua. \(\ce{NO2-}\) adalah nitrit.
Nama senyawa \(\ce{SO3}\) adalah …
sulfat
belerang(III) oksida
monobelerang trioksida
belerang trioksida
Dua nonlogam → senyawa kovalen biner, pakai awalan. Mono- tidak dipakai untuk unsur pertama. "Sulfat" adalah nama ion \(\ce{SO4^2-}\).
16
Bab 16 · Stoikiometri
Persamaan Reaksi: Tak Ada Atom yang Hilang
Lilin memendek, kayu menjadi abu, paku berkarat malah bertambah berat. Ke mana massa pergi, dan dari mana massa datang? Jawabannya tertulis dalam "kalimat" kimia yang disebut persamaan reaksi.
Setelah bab ini, kamu bisa
menulis persamaan reaksi dari kalimat, lengkap dengan lambang wujud zat (s), (l), (g), (aq);
menyetarakan persamaan reaksi dengan cara inspeksi dan cara aljabar, tanpa mengubah rumus zat;
menjelaskan dan memakai hukum Lavoisier, hukum Proust, dan hukum Dalton untuk mengolah data massa;
menghitung volume gas dengan hukum Gay-Lussac dan menjelaskannya dengan hipotesis Avogadro;
menggolongkan jenis reaksi dan menulis persamaan ion bersih.
Lilin yang Menyusut Komik · 4 panel
Malam hari, listrik padam di rumah Laras
LarasSebelum dinyalakan, lilin ini 50,0 gram. Satu jam lagi aku timbang ulang. Penasaran!
Satu jam kemudian…
BimaTinggal 44,0 gram! Enam gram lilin lenyap ditelan api. Berarti Lavoisier salah, massa bisa hilang!
HAH?!
Esoknya, di laboratorium sekolah
Kak TirtaLilinnya tidak lenyap, Bim! Ia berubah menjadi gas CO₂ dan uap air yang kabur ke udara. Ayo kurung lilin dalam toples, lalu timbang semuanya.
Lima menit kemudian…
LarasNyalanya padam sendiri, tetapi angkanya tetap 812,0 gram!
KimoAtom C dan H dari lilin cuma pindah ke CO₂ dan H₂O. Tak satu atom pun hilang!
TETAP!
Sebatang paku besi bermassa 10 g dibiarkan di udara lembap sampai berkarat. Karat tidak dikerok sedikit pun. Bagaimana massa paku berkarat itu?
Lebih kecil dari 10 g, karena besinya "dimakan" karat.
Tetap 10 g, karena massa selalu kekal.
Lebih besar dari 10 g.
Tidak bisa diperkirakan sama sekali.
Jawabannya: lebih besar. Karat terbentuk ketika besi mengikat oksigen dan uap air dari udara. Atom-atom dari udara itu ikut menempel di paku, sehingga massanya bertambah. Massa tetap kekal bila kita menghitung semua zat: besi + oksigen + air = karat. Bab ini membongkar teka-teki "massa hilang" dan "massa bertambah" seperti ini.
16.1Menulis "kalimat" kimia
Setiap hari dapurmu menjadi panggung reaksi kimia. Gas LPG terbakar di kompor, adonan kue mengembang oleh soda kue, dan nasi yang dibiarkan berhari-hari menjadi basi. Pada setiap reaksi, ikatan antaratom putus, lalu atom-atom itu berpasangan dengan cara baru. Atomnya sendiri tidak dibuat dan tidak dimusnahkan; mereka hanya ditata ulang.
Bayangkan atom sebagai balok mainan. Reaksi kimia seperti membongkar rumah-rumahan dari balok, lalu menyusun balok yang sama menjadi mobil-mobilan. Bentuknya berubah, tetapi jumlah baloknya tetap. Persamaan reaksi adalah catatan "resep": balok apa yang dibongkar dan bangunan apa yang jadi.
Kimiawan menuliskan peristiwa itu sebagai persamaan reaksi. Zat di kiri panah disebut pereaksi (reaktan); zat di kanan panah disebut hasil reaksi (produk). Contohnya pembakaran metana, komponen utama gas alam dan biogas:
\[ \ce{CH4(g) + 2O2(g) -> CO2(g) + 2H2O(g)} \]
Anatomi sebuah persamaan reaksi. Indeks (angka kecil) adalah bagian dari rumus dan tidak boleh diubah. Koefisien (angka besar di depan) menyatakan perbandingan jumlah partikel dan boleh diubah untuk menyetarakan.
Definisi · Persamaan reaksiPersamaan reaksi adalah cara menuliskan reaksi kimia memakai rumus kimia. Isinya: rumus pereaksi dan hasil reaksi, koefisien yang menyatakan perbandingan jumlah partikel, dan lambang wujud zat. Persamaan disebut setara bila jumlah setiap jenis atom (dan jumlah muatan listrik) di ruas kiri sama dengan di ruas kanan.
Lambang
Arti
Contoh
(s)
solid, padat
\(\ce{NaCl(s)}\) garam dapur, \(\ce{CaCO3(s)}\) batu kapur
\(\ce{O2(g)}\), \(\ce{CO2(g)}\), \(\ce{C3H8(g)}\) propana dalam LPG
(aq)
aqueous, larut dalam air
\(\ce{NaCl(aq)}\) air garam, \(\ce{CH3COOH(aq)}\) cuka dapur
Ada pula tanda tambahan: \(\ce{CaCO3(s)} \xrightarrow{\Delta} \ce{CaO(s)} + \ce{CO2(g)}\) (segitiga Δ di atas panah = dipanaskan), panah ke atas untuk gas yang keluar, \(\ce{CO2 ^}\), panah ke bawah untuk endapan, \(\ce{AgCl v}\), dan panah bolak-balik untuk reaksi yang dapat berbalik arah, \(\ce{N2 + 3H2 <=> 2NH3}\) (dibahas di Bab 22).
Trik Kimo · Tujuh unsur yang selalu berpasanganTujuh unsur berupa molekul dwiatom bila berdiri sendiri: \(\ce{H2}\), \(\ce{N2}\), \(\ce{O2}\), \(\ce{F2}\), \(\ce{Cl2}\), \(\ce{Br2}\), \(\ce{I2}\). Cara mengingatnya: di tabel periodik, mulailah dari unsur nomor 7 (nitrogen), lalu "gambar" angka 7: N → O → F, kemudian turun ke Cl → Br → I. Tambahkan H, si mungil yang tinggal sendirian di pojok kiri atas.
Pita magnesium dibakar di udara. Ia menyala putih menyilaukan dan berubah menjadi serbuk putih magnesium oksida. Tuliskan persamaan reaksinya lengkap dengan wujud zat.
Tulis rumus setiap zat: magnesium \(\ce{Mg(s)}\), gas oksigen \(\ce{O2(g)}\) (ingat, oksigen di udara berupa molekul dwiatom), magnesium oksida \(\ce{MgO(s)}\).
Hitung atom O: kiri 2, kanan 1. Tulis koefisien 2 di depan \(\ce{MgO}\). Sekarang Mg di kanan menjadi 2, jadi tulis 2 di depan \(\ce{Mg}\).
Periksa: Mg 2 = 2, O 2 = 2 ✓
\(\ce{2Mg(s) + O2(g) -> 2MgO(s)}\). Dua atom magnesium "memperebutkan" satu molekul oksigen, dan masing-masing mendapat satu atom O.
Pembakaran metana memutus ikatan C–H dan O=O, lalu membentuk ikatan C=O dan O–H yang baru. Putar setiap molekul dan hitung atomnya: satu \(\ce{CH4}\) dan dua \(\ce{O2}\) punya atom yang persis sama dengan satu \(\ce{CO2}\) dan dua \(\ce{H2O}\). Lihat juga asetilena dari karbit, etanol dari tapai, dan glukosa yang difermentasi. Ketuk CHO untuk kartu unsurnya.
16.2Menyetarakan persamaan reaksi
Pada 1803, John Dalton mengajukan teori atom: dalam reaksi kimia, atom tidak diciptakan, tidak dimusnahkan, dan tidak berubah menjadi atom unsur lain. Akibatnya sederhana tetapi tegas: jumlah setiap jenis atom di ruas kiri harus sama dengan di ruas kanan. Persamaan yang memenuhinya disebut setara.
Bima ingin menyetarakan \(\ce{H2 + O2 -> H2O}\). Ia mengganti \(\ce{H2O}\) menjadi \(\ce{H2O2}\) supaya atom O di kanan juga 2. Bolehkah?
Boleh, karena jumlah atom H dan O sekarang sudah sama.
Tidak boleh, karena \(\ce{H2O2}\) adalah zat lain, bukan air.
Boleh, asalkan ditulis lambang wujud zatnya.
Tidak boleh, karena angka di kanan tidak boleh lebih besar dari angka di kiri.
Jawabannya: tidak boleh. \(\ce{H2O2}\) adalah hidrogen peroksida, cairan pemutih dan antiseptik, bukan air yang kita minum. Mengubah indeks berarti mengganti zatnya. Yang boleh diubah hanyalah koefisien: \(\ce{2H2 + O2 -> 2H2O}\).
Tulis dulu rumus yang benar: \(\ce{CH4 + O2 -> CO2 + H2O}\). Gambar partikelnya, lalu hitung atom setiap unsur di kedua ruas. Karbon sudah sama, tetapi hidrogen dan oksigen belum.
Mulailah dari unsur yang hanya ada di satu zat pada setiap ruas: karbon. Kiri 1 atom C, kanan 1 atom C. Koefisien \(\ce{CH4}\) dan \(\ce{CO2}\) tetap 1.
Berikutnya hidrogen: kiri 4, kanan baru 2. Tulis koefisien 2 di depan \(\ce{H2O}\) (indeksnya tidak diubah!). Muncul satu molekul air lagi. H sekarang 4 = 4, tetapi atom O di kanan menjadi 2 + 2 = 4.
Oksigen paling akhir: kanan 4 atom O, kiri baru 2. Koefisien 2 di depan \(\ce{O2}\) memberi 2 × 2 = 4 atom O. Satu molekul oksigen lagi masuk ke ruas kiri.
Selesai: \(\ce{CH4 + 2O2 -> CO2 + 2H2O}\). Kedua ruas sama-sama punya 1 C, 4 H, dan 4 O. Ikatan putus dan terbentuk, tetapi tidak ada atom yang muncul atau lenyap.
Aturan · Menyetarakan dengan cara inspeksi
Tulis rumus semua zat dengan benar. Setelah itu, rumus (indeks) tidak boleh diubah lagi.
Setarakan dulu unsur yang hanya muncul di satu zat pada setiap ruas (biasanya logam, lalu C).
Setarakan H, kemudian O paling akhir, karena keduanya sering muncul di banyak zat.
Boleh memakai koefisien pecahan sementara, lalu kalikan semua koefisien agar menjadi bilangan bulat.
Periksa ulang setiap unsur (dan muatan, bila ada ion). Koefisien akhir harus bilangan bulat terkecil.
Trik Kak TirtaIngat kata MaCHO: Metal (logam) dulu, lalu C, lalu H, dan O paling akhir. Gugus poliatom yang muncul utuh di kedua ruas, seperti \(\ce{SO4}\), \(\ce{NO3}\), atau \(\ce{PO4}\), hitung sebagai satu "paket" saja. Untuk pembakaran hidrokarbon yang jumlah C-nya genap, jangan takut pecahan: \(\ce{C2H6} + \ce{7/2 O2} \to \ce{2CO2} + \ce{3H2O}\) itu sah, tinggal kalikan dua menjadi \(\ce{2C2H6 + 7O2 -> 4CO2 + 6H2O}\).
Awas jebakanKoefisien mengalikan seluruh rumus di belakangnya, sedangkan indeks hanya berlaku untuk atom (atau kurung) tepat di depannya. Pada \(\ce{3Ca(NO3)2}\) ada 3 atom Ca, 3 × 2 = 6 atom N, dan 3 × 2 × 3 = 18 atom O. Koefisien juga bukan perbandingan massa: pada \(\ce{2H2 + O2 -> 2H2O}\), massa hidrogen yang bereaksi (4 bagian) jauh lebih kecil daripada massa oksigen (32 bagian).
Mulai dari pembakaran metana (gas kompor dan biogas), lalu air dari hidrogen, karat besi, magnesium yang menyala putih, amonia untuk pupuk, dan garam dapur. Tekan − / + pada koefisien. Tabel menghitung atom setiap unsur, dan timbangan miring ke ruas yang atomnya lebih banyak.
Tabung LPG berisi campuran propana (\(\ce{C3H8}\)) dan butana. Setarakan reaksi pembakaran sempurna propana: \(\ce{C3H8 + O2 -> CO2 + H2O}\).
Karbon: kiri 3 atom C, jadi tulis 3 di depan \(\ce{CO2}\).
Hidrogen: kiri 8 atom H, jadi tulis 4 di depan \(\ce{H2O}\) (4 × 2 = 8).
Oksigen di kanan sekarang 3 × 2 + 4 × 1 = 10 atom. Supaya kiri juga 10, tulis 5 di depan \(\ce{O2}\).
Periksa: C 3 = 3, H 8 = 8, O 10 = 10 ✓
\(\ce{C3H8(g)} + \ce{5O2(g)} \to \ce{3CO2(g)} + \ce{4H2O(l)}\). Setiap molekul propana butuh lima molekul oksigen. Itulah sebabnya lubang udara kompor tidak boleh tertutup kotoran.
LPG (propana), aluminium dalam asam yang menghasilkan gelembung hidrogen, fermentasi tapai, karbit, tanur tiup besi, butana pengisi korek gas, dan soda kue yang dipanaskan (rahasia kue yang mengembang). Untuk butana, coba cara pecahan dari Trik Kak Tirta.
Kimia Nusantara · Tapai, tuak, dan karbit
Ragi tapai berisi kapang dan khamir. Kapang memecah pati singkong atau beras ketan menjadi glukosa, lalu khamir mengubah glukosa menjadi etanol dan gas karbon dioksida: \(\ce{C6H12O6(aq)} \to \ce{2C2H5OH(aq)} + \ce{2CO2(g)}\). Reaksi yang sama terjadi pada nira aren atau nira kelapa yang menjadi tuak, dan pada adonan roti yang mengembang karena gelembung \(\ce{CO2}\).
Karbit (kalsium karbida) bereaksi dengan air menghasilkan gas asetilena: \(\ce{CaC2(s)} + \ce{2H2O(l)} \to \ce{C2H2(g)} + \ce{Ca(OH)2(aq)}\). Dulu gas ini dipakai untuk lampu karbit para penambang dan untuk mengelas. Di Pontianak, tradisi meriam karbit di tepi Sungai Kapuas menyambut Lebaran dan dikerjakan orang dewasa berpengalaman. Sebagian pedagang memakai karbit untuk mematangkan buah, tetapi cara ini tidak dianjurkan: karbit teknis dapat mengandung pengotor arsen dan fosfor. Karbit cukup kita pelajari lewat cerita, bukan untuk percobaan di rumah: asetilena sangat mudah terbakar dan dapat meledak.
Lanjut · IB & olimpiadeMetode aljabar: biarkan matematika yang menyetarakan
Beri setiap koefisien sebuah huruf, lalu tulis satu persamaan untuk setiap unsur. Untuk \(a\,\ce{C3H8} + b\,\ce{O2} \to c\,\ce{CO2} + d\,\ce{H2O}\): C: \(3a = c\); H: \(8a = 2d\); O: \(2b = 2c + d\). Pilih \(a = 1\), maka \(c = 3\), \(d = 4\), dan \(b = 5\).
Cara ini sangat ampuh untuk reaksi yang "tidak jelas mulai dari mana", misalnya tembaga dalam asam nitrat encer: \(a\,\ce{Cu} + b\,\ce{HNO3} \to c\,\ce{Cu(NO3)2} + d\,\ce{NO} + e\,\ce{H2O}\). Persamaannya: Cu: \(a = c\); H: \(b = 2e\); N: \(b = 2c + d\); O: \(3b = 6c + d + e\). Dari sini diperoleh \(3e = 4c\), sehingga \(c = 3\), \(e = 4\), \(b = 8\), \(d = 2\), dan \(a = 3\):
\[ \ce{3Cu + 8HNO3 -> 3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O} \]
Secara umum ini adalah sistem persamaan linear homogen; jawabannya adalah "ruang nol" sebuah matriks. Penyetara Reaksi di buku ini menyelesaikannya dengan eliminasi Gauss. Untuk reaksi redoks yang rumit, cara setengah reaksi (Bab 29) sering lebih cepat.
Bensin (oktana), pembuatan gas klorin di laboratorium, tembaga dalam asam nitrat, langkah pertama pembuatan asam nitrat, pemanggangan bijih pirit, dan pembuatan fosfor. Coba dulu tanpa 💡. Bila buntu, tulis persamaan aljabarnya seperti di kotak Lanjut.
Mau berlatih lebih cepat? Menghitung atom adalah keterampilan inti menyetarakan: jumlah atom = koefisien × indeks (× angka di luar kurung, bila ada).
16.3Hukum Lavoisier: massa tidak pernah hilang
Ingat teka-teki Bab 15? Sebatang kayu yang dibakar menjadi segenggam abu yang jauh lebih ringan. Selama berabad-abad orang menduga api "menghancurkan" sebagian materi. Para ahli bahkan percaya pada zat khayalan bernama flogiston yang konon keluar dari benda saat terbakar. Anehnya, logam yang dipanaskan di udara justru bertambah berat. Bagaimana mungkin benda kehilangan flogiston tetapi menjadi lebih berat?
Tamu dari masa lalu · Kimiawan yang menimbang segalanyaAntoine-Laurent Lavoisier (1743–1794) dari Prancis memanaskan timah dan raksa di dalam bejana tertutup, lalu menimbang semuanya dengan neraca yang sangat teliti. Massa total sebelum dan sesudah pemanasan ternyata sama. Logam bertambah berat karena mengikat sebagian udara, yaitu gas yang kemudian ia namai oksigen. Istrinya, Marie-Anne Paulze Lavoisier, ikut mencatat percobaan, menerjemahkan makalah ilmiah, dan menggambar alat-alatnya. Lavoisier dihukum mati pada 1794 semasa Revolusi Prancis, tetapi bukunya Traité élémentaire de chimie (1789) mengubah kimia menjadi ilmu yang ditimbang dan diukur.
Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier)Dalam reaksi kimia di sistem tertutup, massa total zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat sesudah reaksi.
\[ \textstyle\sum m_{\text{pereaksi}} = \sum m_{\text{hasil reaksi}} \]
Alasannya pada tingkat partikel: atom hanya ditata ulang, tidak ada atom yang dibuat atau dimusnahkan.
Kuncinya ada pada kata sistem tertutup, yaitu wadah yang tidak membiarkan zat keluar atau masuk. Lilin di piring, kayu di tungku, dan cuka di gelas terbuka termasuk sistem terbuka: gas hasil reaksi bebas kabur ke udara, dan oksigen dari udara bebas masuk. Timbangan hanya "melihat" zat yang ada di atasnya.
Coba bayangkan kamu meniup balon lalu melepaskannya tanpa diikat. Balon mengempis, tetapi udaranya tidak lenyap; udara itu hanya pindah ke ruangan. Begitu juga gas dari lilin yang terbakar: ia pindah ke udara, sehingga timbangan menunjukkan angka yang lebih kecil.
Pilih reaksi dan sistemnya, lalu tekan ▶ Jalankan. Bandingkan soda kue + cuka di gelas terbuka dengan botol berbalon, lilin di piring dengan lilin dalam toples, dan wol besi yang berkarat. Kapan timbangan turun, kapan naik, dan kapan tetap? Lihat juga partikel gasnya: ke mana mereka pergi? Nyalakan "timbangan super teliti" untuk melihat efek gaya apung udara pada balon.
Laras menaruh gelas berisi cuka dan sesendok teh soda kue (di atas secarik kertas) di timbangan: totalnya 152,6 g. Soda kue dituang ke cuka, buih bermunculan. Setelah buih berhenti, timbangan menunjukkan 150,4 g. Berapa massa gas yang lepas? Apakah hukum kekekalan massa dilanggar?
Massa yang "hilang" dari timbangan: \(152{,}6 - 150{,}4 = 2{,}2\) g. Itulah massa gas \(\ce{CO2}\) yang kabur ke udara.
Gelas terbuka adalah sistem terbuka. Bila gasnya ditangkap (misalnya dengan botol bertutup), massa total tetap 152,6 g.
Gas \(\ce{CO2}\) yang lepas = 2,2 g. Hukum Lavoisier tidak dilanggar; massanya hanya pindah ke udara.
"Saat kayu terbakar, sebagian massanya musnah."
Massa kayu + oksigen = massa abu + gas. Gasnya (CO₂ dan uap air) tak terlihat dan terbang ke udara. Bila semua gas ditangkap, massanya justru lebih besar daripada kayu semula!
"Koefisien di depan rumus menunjukkan massa zat."
Koefisien menunjukkan perbandingan jumlah partikel. Pada 2H₂ + O₂ → 2H₂O, massa hidrogen yang bereaksi (4 bagian) jauh lebih kecil daripada massa oksigen (32 bagian).
"Boleh menyetarakan dengan mengubah angka kecil di rumus."
Mengubah indeks berarti mengganti zat. H₂O adalah air; H₂O₂ adalah hidrogen peroksida yang berbahaya bila diminum. Yang boleh diubah hanya koefisien.
Keselamatan · Soda kue dan cukaSoda kue + cuka aman bila takarannya kecil: paling banyak ½ sendok teh soda kue untuk 50 mL cuka. Botol yang ditutup rapat hanya boleh botol bekas minuman bersoda yang dindingnya tebal, bukan botol kaca atau botol air mineral tipis. Buka tutupnya perlahan sambil diarahkan menjauhi wajah. Cuka terasa perih di mata: pakai kacamata dan bilas dengan air mengalir bila terciprat. Jangan mencicipi campurannya, dan lakukan bersama orang dewasa.
Lanjut · IB & olimpiadeApakah massa benar-benar kekal? Einstein ikut bicara
Menurut Einstein, energi dan massa setara: \(E = mc^2\). Reaksi yang melepas energi sebenarnya kehilangan sedikit sekali massa. Pembakaran 16 g metana dengan 64 g oksigen melepas ±890 kJ. Massa yang setara dengan energi itu:
Dibandingkan 80 g pereaksi, perubahannya hanya sekitar satu per delapan miliar, jauh di bawah ketelitian neraca terbaik. Jadi untuk reaksi kimia, hukum Lavoisier berlaku dengan sangat baik. Pada reaksi inti (Bab 37), perubahan massanya jutaan kali lebih besar dan benar-benar terukur.
16.4Hukum Proust & Dalton: resep yang tidak bisa ditawar
Air dari hujan di Bogor, dari mata air di Gunung Gede, atau dari es di kutub punya komposisi yang sama: setiap 9 g air tersusun atas 1 g hidrogen dan 8 g oksigen. Tidak pernah 2 g hidrogen dengan 7 g oksigen. Senyawa ibarat resep yang tidak bisa ditawar.
Tamu dari masa lalu · Perdebatan dua kimiawanJoseph Louis Proust (1754–1826), kimiawan Prancis yang lama bekerja di Spanyol, menganalisis tembaga karbonat buatan laboratorium dan yang ditemukan di alam. Komposisinya selalu sama. Selama bertahun-tahun (sekitar 1801–1808) ia berdebat dengan Claude Louis Berthollet, yang yakin komposisi senyawa bisa berubah-ubah. Data Proust lebih meyakinkan untuk sebagian besar senyawa, tetapi Berthollet tidak sepenuhnya salah (lihat kotak Lanjut di bawah).
Hukum Perbandingan Tetap (Proust)Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap, dari mana pun asal senyawa itu dan bagaimanapun cara membuatnya. Contoh: H : O dalam air = 1 : 8; C : O dalam \(\ce{CO2}\) = 3 : 8; Fe : S dalam besi(II) sulfida = 7 : 4.
Akibatnya, bila dua unsur direaksikan dengan perbandingan yang tidak pas, sebagian pereaksi akan tersisa. Perhatikan percobaan memanaskan serbuk besi dan belerang (Fe, S) berikut.
Percobaan
Besi (g)
Belerang (g)
Besi(II) sulfida (g)
Sisa
1
7
4
11
tidak ada
2
14
8
22
tidak ada
3
10
4
11
besi 3 g
4
7
6
11
belerang 2 g
Pada percobaan 3, belerang 4 g hanya cukup untuk 7 g besi; sisanya 3 g besi tidak ikut bereaksi. Perhatikan pula: massa total tetap kekal, misalnya \(10 + 4 = 11 + 3\). Hukum Lavoisier dan hukum Proust selalu berlaku bersama.
Pilih senyawa, lalu seret tumpukan ① dan ② ke atas atau ke bawah (atau pakai penggeser). Tekan ▶ Jalankan dan lihat atom-atom bergabung. Setiap bola mewakili takaran yang sama dari unsur itu. Berapa pun takaran yang kamu masukkan, perbandingan massa yang bereaksi selalu sama, dan kelebihannya tersisa. Bandingkan CO dengan CO₂ untuk massa karbon yang sama!
Seret titik oranye. Garis FeS naik lurus selama belerang yang menentukan, lalu mendatar tepat di 8 g belerang: di situ besi 14 g habis. Grafik bertitik patah seperti ini adalah "sidik jari" perbandingan tetap.
Dalam magnesium oksida, perbandingan massa Mg : O = 3 : 2. Sebanyak 12 g pita magnesium dibakar dalam wadah berisi 10 g gas oksigen. Berapa gram magnesium oksida yang terbentuk, dan zat apa yang tersisa?
12 g Mg butuh oksigen \(12 \times \tfrac{2}{3} = 8\) g. Oksigen tersedia 10 g, jadi cukup.
Magnesium habis; oksigen tersisa \(10 - 8 = 2\) g.
Massa MgO \(= 12 + 8 = 20\) g (hukum Lavoisier untuk zat yang bereaksi).
Terbentuk 20 g MgO dan tersisa 2 g oksigen. Cek: \(12 + 10 = 20 + 2\) ✓
Awas jebakanPerbandingan massa tidak sama dengan perbandingan jumlah atom. Dalam air, H : O = 1 : 8 menurut massa, tetapi 2 : 1 menurut jumlah atom. Satu molekul air berisi 2 atom H (massa 2 × 1) dan 1 atom O (massa 16), sehingga perbandingan massanya 2 : 16 = 1 : 8. Atom O memang 16 kali lebih berat daripada atom H.
Bagaimana bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa? Karbon dan oksigen membentuk karbon monoksida (CO, gas beracun dari pembakaran tak sempurna) dan karbon dioksida (\(\ce{CO2}\), gas yang kita embuskan). Untuk 12 g karbon, CO mengandung 16 g oksigen, sedangkan \(\ce{CO2}\) mengandung 32 g oksigen. Perbandingannya 16 : 32 = 1 : 2, bilangan bulat yang sederhana. John Dalton melihat pola ini pada 1803 dan menjadikannya bukti kuat bahwa materi tersusun atas atom-atom utuh.
Hukum Perbandingan Berganda (Dalton)Bila dua unsur membentuk lebih dari satu senyawa, dan massa salah satu unsur dibuat tetap, maka massa unsur kedua dalam senyawa-senyawa itu berbanding sebagai bilangan bulat sederhana. Alasannya: atom hanya dapat bergabung utuh, satu, dua, atau tiga, tidak pernah "setengah atom".
nitrogen dioksida (gas cokelat pencemar udara kota)
32 g
4
\(\ce{N2O5}\)
dinitrogen pentoksida
40 g
5
Lanjut · IB & olimpiadeBerthollida: senyawa yang "membangkang"
Sebagian padatan ionik ternyata nonstoikiometri. Contohnya wüstit, oksida besi yang rumusnya lebih tepat ditulis \(\ce{Fe_{1-x}O}\) dengan \(x\) sekitar 0,05–0,15. Di dalam kisinya, sebagian tempat ion \(\ce{Fe^2+}\) kosong; muatan tetap netral karena sebagian ion besi lain menjadi \(\ce{Fe^3+}\) (setiap tiga \(\ce{Fe^2+}\) diganti dua \(\ce{Fe^3+}\) dan satu lubang). Senyawa seperti ini disebut berthollida, untuk menghormati Berthollet.
Isotop juga menggeser angka: dalam air berat, \(\ce{D2O}\), perbandingan massa H : O kira-kira 1 : 4, bukan 1 : 8. Hukum Proust tetap berguna, asalkan diingat bahwa ia berlaku untuk senyawa molekuler biasa dengan campuran isotop alami.
16.5Hukum Gay-Lussac & hipotesis Avogadro
Menimbang gas itu merepotkan. Jauh lebih mudah mengukur volumenya, misalnya dengan tabung berskala yang dibalik di atas air. Ketika kimiawan mulai mengukur volume gas yang bereaksi, mereka menemukan pola yang mengejutkan.
Pada suhu dan tekanan yang sama, 1 L gas hidrogen bereaksi tepat habis dengan 1 L gas klorin menjadi gas hidrogen klorida. Berapa volume hidrogen klorida yang terbentuk?
1 L, karena volume tidak bisa bertambah.
1,5 L, rata-rata dari kedua gas.
2 L.
Tidak bisa ditentukan tanpa menimbang gasnya.
Jawabannya: 2 L. Massa selalu kekal, tetapi volume gas tidak harus kekal. Volume bergantung pada jumlah molekul. Satu molekul \(\ce{H2}\) dan satu molekul \(\ce{Cl2}\) menghasilkan dua molekul HCl, sehingga volumenya menjadi dua kali.
Hukum Perbandingan Volume (Gay-Lussac, 1808)Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana. Contoh: 2 volume hidrogen + 1 volume oksigen → 2 volume uap air; 1 volume nitrogen + 3 volume hidrogen → 2 volume amonia.
Data Gay-Lussac sempat membingungkan Dalton. Jika gas hidrogen dan klorin tersusun atas atom tunggal, bagaimana 1 volume + 1 volume bisa menghasilkan 2 volume? Apakah atomnya harus dibelah dua? Jawabannya datang dari Italia.
Data Gay-Lussac: pada suhu dan tekanan sama, 1 volume hidrogen + 1 volume klorin menghasilkan 2 volume hidrogen klorida. Setiap kotak menggambarkan volume yang sama besar.
Bila gas berupa atom tunggal, 4 atom H dan 4 atom Cl hanya membentuk 4 partikel HCl, yaitu 1 volume saja. Untuk mengisi volume kedua, atom harus dibelah. Dalton menolak gagasan itu.
Amedeo Avogadro (1811) mengusulkan dua hal: volume gas yang sama (pada suhu dan tekanan sama) berisi jumlah molekul yang sama, dan gas hidrogen serta klorin tersusun atas molekul dwiatom, \(\ce{H2}\) dan \(\ce{Cl2}\).
Setiap molekul \(\ce{H2}\) bertemu satu molekul \(\ce{Cl2}\) dan menjadi dua molekul HCl. Delapan molekul HCl mengisi tepat 2 volume, masing-masing 4 molekul. Cocok dengan percobaan!
Kesimpulan: \(\ce{H2(g) + Cl2(g) -> 2HCl(g)}\). Untuk gas pada suhu dan tekanan sama, perbandingan koefisien = perbandingan jumlah molekul = perbandingan volume.
Hipotesis AvogadroPada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang sama. Akibatnya, untuk reaksi gas:
\[ \frac{V_1}{V_2} = \frac{\text{koefisien}_1}{\text{koefisien}_2} \]
Tamu dari masa lalu · Ilmuwan di atas awanPada 1804, Joseph Louis Gay-Lussac naik balon berisi hidrogen sendirian sampai ketinggian sekitar 7.000 meter untuk mengambil contoh udara. Ternyata komposisi udara di sana sama dengan di permukaan tanah. Empat tahun kemudian ia menerbitkan hukum perbandingan volume. Hipotesis Avogadro (1811) hampir terlupakan selama setengah abad, sampai Stanislao Cannizzaro memperjuangkannya di kongres kimia internasional pertama di Karlsruhe (1860).
Sebuah kompor membakar sempurna 6 L gas propana (diukur pada suhu dan tekanan kamar). Berapa liter oksigen yang diperlukan, berapa liter \(\ce{CO2}\) yang terbentuk, dan berapa liter udara (21% volume oksigen) yang harus mengalir ke kompor?
Oksigen: \(V = \tfrac{5}{1} \times 6 = 30\) L. Karbon dioksida: \(V = \tfrac{3}{1} \times 6 = 18\) L.
Udara hanya mengandung 21% oksigen: \(V_{\text{udara}} = \dfrac{30}{0{,}21} \approx 143\) L.
Air yang terbentuk mengembun menjadi cairan, sehingga tidak dihitung dengan perbandingan volume gas.
Butuh 30 L oksigen (±143 L udara), terbentuk 18 L \(\ce{CO2}\). Untuk 6 L gas, kompor menyedot udara hampir 24 kali volumenya!
Awas jebakanPerbandingan volume hanya berlaku untuk zat berwujud gas yang diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Air cair, endapan, dan padatan tidak ikut dihitung. Massa selalu kekal, tetapi volume gas boleh bertambah atau berkurang: pada \(\ce{N2 + 3H2 -> 2NH3}\), 4 volume pereaksi menjadi hanya 2 volume amonia.
Kimia Nusantara · Api biru di dapurTabung LPG 3 kg berisi campuran propana dan butana. Bila udara cukup, nyala kompor berwarna biru: pembakaran sempurna menghasilkan \(\ce{CO2}\) dan air. Bila lubang udara kompor tersumbat, nyalanya menjadi kuning-merah dan berjelaga. Itu tanda pembakaran tidak sempurna yang juga menghasilkan karbon monoksida, \(\ce{2C3H8 + 7O2 -> 6CO + 8H2O}\). Gas CO tidak berwarna, tidak berbau, dan beracun. Karena itu dapur harus berventilasi, dan kompor yang apinya kuning perlu dibersihkan.
16.6Jenis reaksi & persamaan ion bersih
Ada jutaan reaksi kimia, tetapi kebanyakan mengikuti beberapa pola. Mengenali polanya membantumu menebak hasil reaksi sebelum menuliskannya.
Pola reaksi mirip pola menari berpasangan. Ada yang bergabung (dua penari menjadi satu pasangan), ada yang berpisah, ada yang merebut pasangan orang lain, dan ada dua pasangan yang saling bertukar pasangan.
Jenis reaksi
Pola umum
Contoh
Di sekitar kita
Kombinasi (sintesis)
A + B → AB
\(\ce{CaO(s)} + \ce{H2O(l)} \to \ce{Ca(OH)2(s)}\)
kapur tohor disiram air menjadi kapur sirih (terasa panas!)
Banyak reaksi berlangsung di dalam larutan. Senyawa ion yang larut (dan asam kuat) terurai menjadi ion-ionnya. Ternyata sebagian ion hanya "menonton": mereka ada sebelum dan sesudah reaksi tanpa berubah sedikit pun. Ikuti animasi berikut.
Persamaan molekul: \(\ce{AgNO3(aq)} + \ce{NaCl(aq)} \to \ce{AgCl(s)} + \ce{NaNO3(aq)}\). Di dalam gelas, kedua larutan sebenarnya berisi ion-ion yang bergerak bebas: \(\ce{Ag+}\) dan \(\ce{NO3-}\), serta \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\).
Saat dicampur, ion \(\ce{Ag+}\) dan \(\ce{Cl-}\) saling menarik kuat dan membentuk padatan putih perak klorida yang mengendap. Ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{NO3-}\) tetap melayang di larutan.
Persamaan ion lengkap: \(\ce{Ag+} + \ce{NO3-} + \ce{Na+} + \ce{Cl-} \to \ce{AgCl(s)} + \ce{Na+} + \ce{NO3-}\). \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{NO3-}\) muncul sama persis di kedua ruas. Mereka disebut ion penonton.
Coret ion penonton, tersisa persamaan ion bersih: \(\ce{Ag+(aq)} + \ce{Cl-(aq)} \to \ce{AgCl(s)}\). Persamaan ini berlaku untuk semua larutan berisi ion perak dan ion klorida, misalnya juga \(\ce{AgNO3}\) + KCl.
Definisi · Ion penonton & persamaan ion bersihIon penonton adalah ion yang ada di larutan sebelum dan sesudah reaksi tanpa berubah. Persamaan ion bersih hanya memuat partikel yang benar-benar berubah. Cara menulisnya: (1) pecah zat (aq) yang merupakan elektrolit kuat menjadi ion; (2) padatan, cairan, gas, air, dan asam lemah tetap ditulis sebagai rumus utuh; (3) coret ion yang sama di kedua ruas; (4) periksa bahwa atom dan muatan setara.
Pada persamaan ion, yang harus setara bukan hanya atom, tetapi juga muatan. Persamaan pertama sudah setara atomnya sejak awal. Lihat baris muatan di tabel: masih belum sama! Persamaan terakhir adalah reaksi kalium permanganat dengan ion besi(II), dipakai untuk menentukan kadar besi dalam titrasi.
Paku besi dicelupkan ke larutan terusi (tembaga(II) sulfat) yang biru. Lama-kelamaan paku berlapis kemerahan dan warna biru larutan memudar. Tuliskan persamaan molekul, persamaan ion lengkap, dan persamaan ion bersihnya, lalu periksa muatannya.
Pecah zat (aq) menjadi ion: \(\ce{Fe(s)} + \ce{Cu^2+(aq)} + \ce{SO4^2-(aq)} \to \ce{Fe^2+(aq)} + \ce{SO4^2-(aq)} + \ce{Cu(s)}\).
\(\ce{SO4^2-}\) adalah ion penonton. Coret dari kedua ruas: \(\ce{Fe(s)} + \ce{Cu^2+(aq)} \to \ce{Fe^2+(aq)} + \ce{Cu(s)}\).
Periksa: atom Fe 1 = 1, Cu 1 = 1; muatan kiri +2, kanan +2 ✓
\(\ce{Fe(s)} + \ce{Cu^2+(aq)} \to \ce{Fe^2+(aq)} + \ce{Cu(s)}\). Lapisan merah adalah logam tembaga, dan warna biru memudar karena ion \(\ce{Cu^2+}\) berkurang. Elektron berpindah dari besi ke tembaga; reaksi seperti ini disebut reaksi redoks (Bab 29).
Kimia di sekitarmu
🔥
Kompor LPG
Propana dan butana terbakar menjadi \(\ce{CO2}\) dan air. Satu molekul propana butuh lima molekul oksigen, jadi kompor perlu aliran udara yang lancar.
🍚
Tapai dan tuak
Khamir mengubah glukosa menjadi etanol dan \(\ce{CO2}\). Itu sebabnya tapai beraroma "tajam" dan wadah tuak yang tertutup rapat bisa menggembung.
🍌
Karbit pematang buah
Karbit + air menghasilkan asetilena yang mempercepat pematangan. Cara ini tidak dianjurkan karena karbit teknis mengandung pengotor beracun. Cukup diketahui, jangan dicoba.
🎆
Kembang api
Bahan pengoksidasi melepas oksigen sehingga bahan bakar terbakar sangat cepat; garam logam memberi warna. Petasan berbahaya dan dilarang dibuat atau disulut sendiri.
🌿
Kapur sirih
Kapur tohor (CaO) yang disiram air menjadi kapur sirih, \(\ce{Ca(OH)2}\), sambil melepas panas. Ini reaksi kombinasi. Kapur sirih basa dan bisa melukai kulit serta mata.
🚗
Kantong udara mobil
Saat tabrakan, natrium azida terurai sangat cepat: \(\ce{2NaN3 -> 2Na + 3N2}\). Dalam sekejap, gas nitrogen mengembangkan kantong udara yang melindungi pengemudi.
Persamaan manakah yang sudah setara?
\(\ce{H2 + O2 -> H2O}\)
\(\ce{Fe + O2 -> Fe2O3}\)
\(\ce{2Mg + O2 -> 2MgO}\)
\(\ce{CH4 + O2 -> CO2 + 2H2O}\)
Pada \(\ce{2Mg + O2 -> 2MgO}\): Mg 2 = 2 dan O 2 = 2. Pilihan D masih kurang oksigen di kiri (2 lawan 4).
Dalam wadah tertutup, 5 g zat A bereaksi habis dengan 3 g zat B, dan terbentuk gas. Berapa massa total isi wadah setelah reaksi?
8 g
2 g
15 g
kurang dari 8 g karena ada gas
Hukum Lavoisier: dalam sistem tertutup, massa sesudah = massa sebelum = 5 + 3 = 8 g. Gasnya tetap terkurung di dalam wadah.
Pada suhu dan tekanan sama, 2 L gas nitrogen bereaksi habis dengan hidrogen: \(\ce{N2 + 3H2 -> 2NH3}\). Berapa volume amonia yang terbentuk?
Atom terlalu kecil untuk dihitung satu per satu, bahkan oleh komputer tercepat sekalipun. Kimiawan punya cara cerdik seperti pedagang kerupuk di pasar: menimbang. Kuncinya satu kata ajaib, yaitu mol.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan mol sebagai satuan jumlah zat dan memakai bilangan Avogadro;
menghitung massa molar (Ar dan Mr) dari rumus kimia;
mengubah massa, jumlah partikel, dan volume gas melalui jembatan mol;
menghitung komposisi persen unsur dalam senyawa, misalnya kadar nitrogen pupuk;
menentukan rumus empiris, rumus molekul, dan jumlah air kristal dari data percobaan.
Seribu Keping Kerupuk Komik · 4 panel
Minggu pagi, di sebuah pasar di Malang
BimaBu, saya pesan 1.000 keping kerupuk untuk acara kelas. Saya hitung sendiri, ya… satu, dua, tiga…
LarasKelamaan, Bim! Satu keping beratnya ±5 gram. Berarti 1.000 keping = 5.000 gram = 5 kg. Tinggal ditimbang!
TING!
Kak TirtaPersis begitu cara kimiawan menghitung atom: tidak dihitung satu per satu, tetapi ditimbang!
Kimo ikut nimbrung…
KimoSatu sendok makan air saja berisi ±5 × 10²³ molekul. Dihitung satu per detik, butuh sejuta kali umur alam semesta!
BimaKita butuh satuan hitung raksasa…
Kamu punya 1 gram emas dan 1 gram aluminium. Mana yang berisi lebih banyak atom?
Emas, karena emas lebih berharga dan lebih padat.
Aluminium, kira-kira tujuh kali lebih banyak.
Sama banyak, karena massanya sama-sama 1 gram.
Tidak bisa dibandingkan karena unsurnya berbeda.
Jawabannya: aluminium. Satu atom emas (Ar 197) kira-kira tujuh kali lebih berat daripada satu atom aluminium (Ar 27). Jadi dalam massa yang sama, atom aluminium yang lebih ringan jumlahnya ±7 kali lebih banyak, persis seperti 1 kg kerupuk berisi jauh lebih banyak keping daripada 1 kg kelapa. Bab ini mengajarkan cara menghitungnya dengan tepat.
17.1Lusin, kodi, rim… dan mol
Pedagang di pasar sudah lama memakai satuan hitung supaya tidak repot. Telur dibeli per lusin (12 butir), kain batik per kodi (20 lembar), dan kertas fotokopi per rim (500 lembar). Satuan seperti itu hanyalah "nama untuk sebuah bilangan".
Bayangkan sebuah kotak ajaib yang selalu berisi jumlah benda yang sama. Satu kotak telur berisi 12 butir. Satu "kotak" kimia, yang disebut mol, berisi 602 ribu miliar miliar partikel! Karena atom sangat kecil, kotaknya harus luar biasa besar supaya isinya cukup banyak untuk ditimbang di dapur.
Kimiawan butuh satuan hitung yang sangat besar, sebab atom sangat kecil. Satuan itu adalah mol.
Definisi · MolSatu mol adalah jumlah zat yang mengandung tepat \(6{,}02214076 \times 10^{23}\) partikel elementer (atom, molekul, ion, atau partikel lain yang disebutkan). Bilangan ini disebut bilangan Avogadro, \(N_A\). Satuannya mol (lambang: mol).
Awas jebakanSebutkan dulu partikelnya! "1 mol oksigen" bisa berarti 1 mol molekul \(\ce{O2}\) (massanya 32 g) atau 1 mol atom O (massanya 16 g). Satu mol molekul \(\ce{O2}\) berisi 2 mol atom O, sama seperti satu lusin pasang sepatu berisi dua lusin sepatu.
17.2Seberapa besar bilangan Avogadro?
Angka \(6{,}022 \times 10^{23}\) sulit dibayangkan. Coba ketuk angka-angka bergaris ini untuk membandingkannya dengan benda di sekitarmu: 6,022 × 10²³ partikel, 18 g air, 22,4 L gas.
Jika 6,022 × 10²³ butir beras ditumpahkan merata di seluruh daratan Indonesia (±1,9 juta km²), tumpukannya setinggi sekitar 8 kilometer, hampir dua kali tinggi Puncak Jaya (4.884 m).
Jika setiap penduduk Bumi (±8,1 miliar orang) menghitung satu atom per detik tanpa henti, mereka butuh lebih dari 2 juta tahun untuk menghitung satu mol atom.
Hubungan jumlah partikel \(N\) dan jumlah mol \(n\) sederhana sekali: kalikan dengan isi "kotaknya".
\[ N = n \times N_A \qquad N_A = 6{,}022 \times 10^{23}\ \text{partikel/mol} \]
Tamu dari masa laluPada 1811, Amedeo Avogadro dari Italia menduga bahwa gas-gas bervolume sama (pada suhu dan tekanan sama) berisi jumlah molekul yang sama. Ia sendiri tidak pernah tahu jumlahnya! Satu abad kemudian, Jean Perrin mengukurnya lewat gerak Brown dan menamai bilangan itu untuk menghormati Avogadro (Perrin meraih Nobel Fisika 1926). Sejak 20 Mei 2019, nilai \(N_A\) ditetapkan tepat \(6{,}02214076 \times 10^{23}\) per mol, dan definisi mol tidak lagi bergantung pada massa karbon-12.
Pilih benda dan satuan hitungnya. Sebutir beras ±0,022 g, sebuah molekul air hanya ±3 × 10⁻²³ g. Berapa massa satu mol beras? Bandingkan dengan Danau Toba, Bulan, dan Bumi!
Trik Kak TirtaUntuk membayangkan \(6{,}022 \times 10^{23}\), ingat "6 – 0 – 2 – 2, pangkat 23", seperti nomor rumah 6022 di Jalan 23. Satuan lain boleh lupa, angka ini jangan!
17.3Massa molar: berat satu "kotak mol"
Satu lusin kerupuk dan satu lusin kelapa sama-sama berisi 12 buah, tetapi massanya sangat berbeda. Begitu pula satu mol zat yang berbeda: jumlah partikelnya sama, massanya berbeda.
Coba bayangkan: sekarung beras 25 kg berisi lebih dari satu juta butir. Pedagang tidak menghitung butirnya; ia menimbang. Kimiawan juga begitu: cukup tahu berat "satu butir" (satu partikel), lalu menimbang. Bedanya, butir kimia sangat-sangat kecil.
Kabar baiknya, kita tidak perlu menimbang satu mol di laboratorium. Massa satu mol suatu zat dalam gram sama dengan angka massa atom relatif (Ar) untuk unsur, atau massa molekul relatif (Mr) untuk senyawa. Massa ini disebut massa molar (\(M\)), satuannya g/mol.
Aturan · Menghitung MrMr adalah jumlah Ar semua atom dalam rumus kimia:
\[ M_r = \sum (\text{jumlah atom} \times A_r) \]
Contoh: \(M_r\,\ce{H2O} = 2(1) + 16 = 18\), sehingga massa molar air \(= 18\) g/mol. \(M_r\,\ce{C12H22O11}\) (gula pasir) \(= 12(12) + 22(1) + 11(16) = 342\).
Ketuk lambang unsur ini untuk melihat kartunya: HCNONaClFeAu. Di buku ini kita memakai Ar yang dibulatkan seperti di buku sekolah (H 1, C 12, N 14, O 16, Na 23, Cl 35,5) kecuali soal memberi nilai lain.
Pilih molekul, hitung atom setiap unsur (putar molekulnya supaya tidak ada yang tersembunyi!), lalu hitung Mr-nya sendiri. Cocokkan dengan label Mr di bawah gambar. Kafein dari kopi Gayo punya 24 atom: berapa C, H, N, dan O?
Dari massa molar, kita dapat menghubungkan massa dengan mol:
Mode mol sama: kedua piring berisi jumlah partikel yang sama. Mengapa timbangan tetap miring? Mode massa sama: timbangan seimbang, tetapi hitung bola-bolanya. Setiap bola mewakili 0,1 mol partikel.
Seret titik biru. Semua garis lewat titik (0, 0): tanpa zat, tanpa massa. Garis yang lebih curam milik zat dengan Mr lebih besar.
"Satu mol semua zat massanya sama."
Yang sama adalah jumlah partikelnya, bukan massanya. 1 mol air = 18 g, 1 mol gula pasir = 342 g, sama seperti selusin kerupuk lebih ringan daripada selusin kelapa.
"Mol hanya dipakai untuk gas."
Mol berlaku untuk zat apa saja: padat (garam), cair (air), gas (oksigen), bahkan ion dan elektron. Yang khusus untuk gas hanyalah volume molar.
"Ar oksigen 16, jadi satu atom O bermassa 16 gram."
16 gram adalah massa satu mol atom O. Satu atom O hanya \(16 / (6{,}022 \times 10^{23}) \approx 2{,}66 \times 10^{-23}\) gram.
17.4Volume molar gas
Gas punya keistimewaan. Pada suhu dan tekanan yang sama, satu mol gas apa saja (hidrogen yang ringan maupun karbon dioksida yang berat) menempati volume yang hampir sama. Alasannya, partikel gas saling berjauhan, sehingga ukuran partikelnya sendiri hampir tidak berpengaruh. Yang menentukan volume hanyalah berapa banyak partikelnya.
Satu balon diisi 1 mol gas hidrogen (molekul paling ringan), balon lain diisi 1 mol karbon dioksida (22 kali lebih berat). Pada suhu dan tekanan yang sama, balon mana yang lebih besar?
Balon karbon dioksida, karena molekulnya lebih besar dan lebih berat.
Balon hidrogen, karena gas ringan selalu lebih mengembang.
Sama besar, karena jumlah molekulnya sama.
Tidak bisa ditentukan tanpa menimbang.
Jawabannya: sama besar. Molekul gas sangat berjauhan; ruang di antara mereka jauh lebih besar daripada ukuran molekulnya sendiri. Jadi volume gas hanya bergantung pada berapa banyak partikelnya (serta suhu dan tekanan), bukan jenisnya. Balon CO₂ memang jauh lebih berat, tetapi ukurannya sama.
Keadaan
Suhu & tekanan
Volume 1 mol gas
STP (standar, buku sekolah Indonesia)
0 °C, 1 atm
22,4 L
RTP (suhu kamar, dipakai IGCSE)
25 °C, 1 atm
24 L (= 24 dm³)
Keadaan lain
T dan P sembarang
pakai \(PV = nRT\) (Bab 14)
Awas jebakanVolume 22,4 L/mol hanya untuk gas, dan hanya pada 0 °C dan 1 atm. Satu mol air cair hanya bervolume 18 mL (kira-kira satu sendok makan), bukan 22,4 L! Perhatikan juga: IUPAC kini memakai STP 0 °C dan 1 bar, yang memberi 22,7 L/mol. Ikuti nilai yang diberikan soal.
17.5Jembatan mol
Semua perhitungan di bab ini dapat diringkas dalam satu peta. Mol adalah stasiun pusat: dari massa, jumlah partikel, atau volume gas, kita selalu lewat mol dulu, baru pergi ke tujuan.
Mol adalah stasiun pusat. Semua besaran lain terhubung ke sini.
Dari massa ke mol: bagi dengan massa molar \(M_r\). Dari mol ke massa: kalikan dengan \(M_r\).
Dari mol ke jumlah partikel: kalikan dengan \(N_A = 6{,}022 \times 10^{23}\). Arah sebaliknya: bagi dengan \(N_A\).
Khusus gas: dari mol ke volume pada STP, kalikan dengan 22,4 L/mol. Sebaliknya, bagi dengan 22,4.
Contoh perjalanan: 9 g air ÷ 18 = 0,5 mol, lalu × \(N_A\) = \(3{,}01 \times 10^{23}\) molekul. Selalu lewat mol!
Trik Kak Tirta"Jangan pernah melompati stasiun pusat." Ingin dari gram ke liter? Gram → mol → liter. Ingin dari partikel ke gram? Partikel → mol → gram. Tulis satuan di setiap langkah: kalau satuannya tidak saling mencoret menjadi satuan yang diminta, pasti ada yang keliru.
Segelas air berisi 36 g air (\(M_r = 18\)). Berapa mol air dan berapa jumlah molekulnya?
Massa ke mol: \(n = \dfrac{m}{M_r} = \dfrac{36\ \text{g}}{18\ \text{g/mol}} = 2\) mol.
Mol ke partikel: \(N = n \times N_A = 2 \times 6{,}022 \times 10^{23} = 1{,}204 \times 10^{24}\) molekul.
Ada 2 mol air, yaitu \(1{,}2 \times 10^{24}\) molekul, dalam segelas kecil air.
Dalam 30 menit beristirahat, seseorang menghembuskan ±11 g \(\ce{CO2}\). Berapa volume gas itu pada STP, dan berapa molekulnya? (Ar C = 12, O = 16)
Hitung Mr: \(M_r\,\ce{CO2} = 12 + 2(16) = 44\).
Massa ke mol: \(n = 11 / 44 = 0{,}25\) mol.
Mol ke volume (STP): \(V = 0{,}25 \times 22{,}4 = 5{,}6\) L.
±5,6 L gas \(\ce{CO2}\) (lebih dari isi botol air mineral besar) yang berisi \(1{,}5 \times 10^{23}\) molekul. Itu sebabnya ruang kelas tertutup perlu ventilasi!
17.6Komposisi persen, rumus empiris, dan air kristal
Petani memilih pupuk berdasarkan kadar nitrogennya. Dari rumus kimia, kita bisa menghitung komposisi persen setiap unsur:
Kimia Nusantara · Pupuk untuk sawahPabrik pupuk di Bontang, Gresik, dan Palembang mengubah nitrogen udara menjadi urea, \(\ce{CO(NH2)2}\), dengan kadar N 46,7%. Amonium sulfat, \(\ce{(NH4)2SO4}\), hanya 21,2% N. Jadi untuk memberi 46 kg nitrogen ke satu hektar sawah, petani cukup menebar ±100 kg urea, tetapi butuh ±217 kg amonium sulfat. Hitungan mol menghemat ongkos angkut!
Rumus empiris adalah perbandingan atom paling sederhana, sedangkan rumus molekul adalah jumlah atom sebenarnya dalam satu molekul. Glukosa \(\ce{C6H12O6}\) punya rumus empiris \(\ce{CH2O}\); rumus molekulnya adalah \((\ce{CH2O})_6\).
Data analisis biasanya berupa persen massa. Misterinya: C 40%, H 6,7%, O 53,3%.
Anggap sampelnya 100 g, sehingga persen langsung menjadi gram.
Ubah setiap massa menjadi mol dengan membagi Ar-nya (C 12, H 1, O 16).
Bagi semua jumlah mol dengan yang terkecil (3,33) untuk mendapat perbandingan bilangan bulat.
Perbandingan C : H : O = 1 : 2 : 1, jadi rumus empirisnya \(\ce{CH2O}\). Glukosa, asam asetat, dan formaldehida semuanya punya rumus empiris ini!
Analisis vitamin C memberi: C 40,9%, H 4,55%, dan O 54,5% (massa). Mr-nya 176. Tentukan rumus empiris dan rumus molekulnya. (Ar C = 12, H = 1, O = 16)
Anggap ada 100 g sampel: C 40,9 g, H 4,55 g, O 54,5 g.
Ubah ke mol: C \(= 40{,}9/12 = 3{,}41\); H \(= 4{,}55/1 = 4{,}55\); O \(= 54{,}5/16 = 3{,}41\).
Bagi dengan yang terkecil (3,41): C : H : O \(= 1 : 1{,}33 : 1\).
Kalikan 3 supaya bulat: C : H : O \(= 3 : 4 : 3\). Rumus empiris \(\ce{C3H4O3}\) (Mr empiris = 88).
\(176 / 88 = 2\), jadi rumus molekul \(= (\ce{C3H4O3})_2 = \ce{C6H8O6}\).
Beberapa kristal garam mengikat molekul air di dalam kisinya, disebut air kristal atau hidrat. Terusi (tembaga(II) sulfat pentahidrat, \(\ce{CuSO4.5H2O}\)) yang biru cerah berubah menjadi serbuk putih \(\ce{CuSO4}\) saat dipanaskan karena airnya menguap. Dengan menimbang sebelum dan sesudah pemanasan, kita bisa menghitung jumlah air kristal \(x\).
Sebanyak 4,99 g kristal biru \(\ce{CuSO4.xH2O}\) dipanaskan sampai beratnya tetap, tersisa 3,19 g serbuk putih \(\ce{CuSO4}\). Tentukan \(x\). (Mr \(\ce{CuSO4}\) = 159,5; \(\ce{H2O}\) = 18)
Massa air yang hilang: \(4{,}99 - 3{,}19 = 1{,}80\) g.
\(x = 5\), jadi rumusnya \(\ce{CuSO4.5H2O}\), terusi yang dijual untuk membersihkan kolam ikan.
Lanjut · IB & olimpiadeAnalisis pembakaran: membaca rumus dari asap
Bagaimana kimiawan menemukan komposisi senyawa organik yang baru? Sampel dibakar sempurna dalam oksigen. Semua C menjadi \(\ce{CO2}\) dan semua H menjadi \(\ce{H2O}\), lalu keduanya ditangkap dan ditimbang. Oksigen dihitung dari selisih.
Contoh: 0,230 g senyawa C, H, O menghasilkan 0,440 g \(\ce{CO2}\) dan 0,270 g \(\ce{H2O}\).
mol C = mol \(\ce{CO2}\) = 0,440/44 = 0,0100 mol → 0,120 g C
mol H = 2 × mol \(\ce{H2O}\) = 2 × 0,270/18 = 0,0300 mol → 0,0300 g H
massa O = 0,230 − 0,120 − 0,0300 = 0,0800 g → 0,00500 mol O
C : H : O = 0,0100 : 0,0300 : 0,00500 = 2 : 6 : 1, sehingga rumus empirisnya \(\ce{C2H6O}\). Bila spektrometri massa (Bab 39) memberi Mr 46, rumus molekulnya juga \(\ce{C2H6O}\): etanol atau dimetil eter. Untuk membedakan keduanya, kita butuh spektrum IR atau NMR!
Kimia di sekitarmu
💊
Dosis obat
Satu tablet parasetamol 500 mg (Mr 151) berisi 3,3 mmol obat, sekitar \(2 \times 10^{21}\) molekul. Dokter dan apoteker menghitung dosis dengan mol.
🌾
Takaran pupuk
Kadar N, P, dan K pada karung pupuk dihitung dari rumus kimianya. Petani yang paham hitungan mol tidak membeli pupuk berlebih.
🔥
Tabung LPG 3 kg
Isinya sekitar 60 mol campuran propana–butana. Bila semuanya menjadi gas pada suhu kamar, volumenya ±1.400 liter!
🥤
Oralit & infus
Cairan oralit dan infus diracik dalam milimol per liter supaya jumlah ion natrium dan kalium tepat untuk tubuh.
🏭
Pabrik semen
Insinyur menghitung berapa ton kapur, \(\ce{CaCO3}\), yang dibutuhkan untuk membuat sekian ton kapur tohor, \(\ce{CaO}\), lewat perbandingan mol.
Berapa mol 4 g gas hidrogen, \(\ce{H2}\)? (Ar H = 1)
4 mol
2 mol
1 mol
0,5 mol
Mr \(\ce{H2}\) = 2, jadi \(n = 4/2 = 2\) mol.
Manakah yang berisi jumlah partikel paling banyak?
1 mol gula pasir
1 mol air
1 mol besi
Ketiganya sama banyak
Satu mol zat apa pun berisi \(6{,}022 \times 10^{23}\) partikel. Massanya saja yang berbeda.
Pada STP, 11,2 L gas oksigen berisi berapa mol \(\ce{O2}\)?
0,5 mol
1 mol
2 mol
16 mol
\(n = V/22{,}4 = 11{,}2/22{,}4 = 0{,}5\) mol.
18
Bab 18 · Stoikiometri
Stoikiometri: Resep Rahasia Setiap Reaksi
Setiap reaksi kimia punya resep, persis seperti martabak dan es teh manis. Kalau kamu bisa membaca resepnya, kamu bisa meramal berapa ton pupuk keluar dari pabrik, bahan mana yang habis duluan, dan berapa banyak yang terbuang.
Setelah bab ini, kamu bisa
membaca koefisien persamaan setara sebagai perbandingan mol, lalu menghitung massa produk dari massa pereaksi;
menentukan pereaksi pembatas dan sisa pereaksi dengan tabel mula-mula, reaksi, sisa;
menghitung hasil teoretis, rendemen, dan kemurnian pada proses nyata seperti pabrik semen dan pupuk;
menerapkan stoikiometri pada gas (volume molar) dan larutan (molaritas sebagai pengantar);
menyelesaikan reaksi berurutan dan analisis campuran, serta menilai ekonomi atom suatu proses.
Es Teh untuk Satu Kelas Komik · 4 panel
Persiapan class meeting, di kantin sekolah
BimaEs teh manis untuk 32 teman sekelas! Aku sudah beli 2 kg gula, 25 kantong teh celup, dan sekantong besar es batu. Pasti cukup!
LarasResepnya: 1 gelas = 1 kantong teh + 25 g gula + 5 kubus es. Gula cukup untuk 80 gelas, tapi teh hanya untuk 25 gelas. Tujuh teman tidak kebagian!
JRENG!
Kak TirtaTeh celup habis duluan, jadi teh adalah pereaksi pembatas. Gula sebanyak apa pun tidak akan menambah satu gelas es teh lagi!
Kimo ikut nimbrung…
KimoReaksi kimia juga punya resep, namanya koefisien! 2H₂ + O₂ → 2H₂O artinya dua "kantong" H₂ untuk satu "kantong" O₂.
Kamu mereaksikan 3 g gas hidrogen dengan 16 g gas oksigen menjadi air. Pereaksi mana yang habis lebih dulu?
Hidrogen, karena massanya jauh lebih kecil.
Oksigen, walaupun massanya lebih dari lima kali massa hidrogen.
Keduanya habis bersamaan, karena hukum kekekalan massa.
Tidak bisa ditentukan tanpa mengetahui volume wadahnya.
Jawabannya: oksigen. Massa menipu! 3 g \(\ce{H2}\) berisi 1,5 mol molekul, sedangkan 16 g \(\ce{O2}\) hanya 0,5 mol. Resepnya \(\ce{2H2 + O2 -> 2H2O}\): 0,5 mol \(\ce{O2}\) cukup bereaksi dengan 1 mol \(\ce{H2}\), lalu habis. Masih tersisa 0,5 mol \(\ce{H2}\) (1 g). Pembatas ditentukan oleh mol dibagi koefisien, bukan oleh massa.
18.1Koefisien adalah resep dalam satuan mol
Resep martabak manis Kak Tirta berbunyi: 2 butir telur + 1 bungkus tepung → 1 adonan. Resep itu tidak menyebut gram, tetapi jumlah satuan. Persamaan reaksi yang setara bekerja dengan cara yang sama. Koefisien di depan setiap rumus menyatakan berapa partikel, atau berapa mol partikel, yang bereaksi.
Bayangkan dua molekul hidrogen bertemu satu molekul oksigen. Atom-atomnya bertukar pasangan dan menjadi dua molekul air. Kalau kamu punya dua lusin molekul hidrogen dan satu lusin molekul oksigen, hasilnya dua lusin molekul air. Kalau punya 2 mol hidrogen dan 1 mol oksigen, hasilnya 2 mol air. Resepnya sama, hanya "kotaknya" yang lebih besar.
Definisi · StoikiometriStoikiometri adalah perhitungan jumlah zat (massa, mol, jumlah partikel, volume) yang bereaksi dan yang terbentuk dalam suatu reaksi kimia, berdasarkan persamaan reaksi yang setara. Namanya berasal dari bahasa Yunani stoicheion (unsur) dan metron (ukuran).
Mari membaca persamaan pembentukan air pada beberapa tingkat sekaligus:
Dibaca sebagai
\(\ce{2H2}\)
+ \(\ce{O2}\)
→ \(\ce{2H2O}\)
Partikel
2 molekul
1 molekul
2 molekul
Mol
2 mol
1 mol
2 mol
Massa (Ar H = 1, O = 16)
4 g
32 g
36 g
Volume gas (T dan P sama)
2 volume
1 volume
2 volume (bila air berupa uap)
Perhatikan baris massa: 4 g + 32 g = 36 g. Massa total tetap (Hukum Lavoisier, Bab 16), tetapi perbandingan massanya 4 : 32 : 36, bukan 2 : 1 : 2. Koefisien hanya sama dengan perbandingan mol, partikel, dan (untuk gas) volume.
Aturan · Perbandingan koefisienUntuk reaksi setara \(a\,\mathrm{A} + b\,\mathrm{B} \rightarrow c\,\mathrm{C} + d\,\mathrm{D}\):
\[ n_\mathrm{A} : n_\mathrm{B} : n_\mathrm{C} : n_\mathrm{D} = a : b : c : d \qquad\Longrightarrow\qquad n_\mathrm{C} = n_\mathrm{A} \times \frac{c}{a} \]
Artinya: mol yang dicari = mol yang diketahui × (koefisien yang dicari ÷ koefisien yang diketahui).
Awas jebakanKoefisien adalah perbandingan mol, bukan perbandingan massa. Pada \(\ce{2H2 + O2 -> 2H2O}\), 2 g hidrogen tidak bereaksi dengan 1 g oksigen; 2 mol hidrogen (4 g) bereaksi dengan 1 mol oksigen (32 g). Selalu ubah massa ke mol dulu sebelum memakai koefisien.
Semua hitungan di bab ini berdiri di atas satu syarat: persamaannya harus setara. Koefisien yang salah membuat seluruh pabrik salah takar. Pemanasan dulu dengan reaksi-reaksi industri yang menghidupi Indonesia:
Berturut-turut: proses Haber (amonia), pembuatan pupuk urea, pembentukan alit (mineral utama klinker semen), pembakaran LPG (propana), reduksi nikel oksida dengan karbon (disederhanakan), tanur tinggi besi, dan pembakaran bensin (oktana). Setelah setara, baca koefisiennya sebagai resep mol: berapa mol \(\ce{O2}\) untuk setiap mol propana?
Reaksinya \(\ce{2NH3 + CO2 -> CO(NH2)2 + H2O}\). Hitung atom N, H, C, dan O pada dua molekul amonia ditambah satu molekul karbon dioksida, lalu bandingkan dengan satu molekul urea ditambah satu molekul air. Tidak ada atom yang hilang, hanya pasangannya yang berganti!
Tamu dari masa laluPada 1792, kimiawan Jerman Jeremias Benjamin Richter memperkenalkan kata stoikiometri. Ia menimbang dengan sabar berapa bagian asam yang tepat menetralkan sekian bagian basa, dan menemukan bahwa perbandingannya selalu tetap. Kala itu banyak ilmuwan belum percaya pada atom, tetapi "resep" reaksi sudah bisa diukur dengan neraca!
18.2Dari massa pereaksi ke massa produk
Pabrik tidak menghitung molekul; pabrik menimbang dalam ton. Untungnya, Bab 17 sudah memberi kita jembatan mol. Jalan stoikiometri selalu terdiri atas tiga langkah: massa → mol, lalu mol → mol memakai koefisien, lalu mol → massa.
Mulai dari persamaan setara dan massa yang diketahui: 34 ton \(\ce{NH3}\) (\(M_r = 17\)).
Mol → mol lewat koefisien: \(n_\text{urea} = 2 \times 10^{6} \times \dfrac{1}{2} = 1 \times 10^{6}\) mol. Inilah satu-satunya langkah yang memakai persamaan reaksi.
Mol → massa: \(1 \times 10^{6}\ \text{mol} \times 60\ \text{g/mol} = 6 \times 10^{7}\) g = 60 ton urea.
Cek kewajaran dengan kekekalan massa: massa pereaksi (34 + 44) sama dengan massa produk (60 + 18). Hitunganmu konsisten!
Trik Kak TirtaHafalkan jalur G–M–M–G: Gram → Mol → Mol → Gram. Koefisien hanya boleh dipakai di tengah, pada langkah mol → mol. Kalau kamu mengalikan koefisien dengan gram, berhentilah: itu tanda kamu melompati stasiun mol. Bonus: satuan ton dan kilogram boleh langsung dipakai asalkan konsisten (1 kmol amonia = 17 kg).
Kapur tohor (CaO) untuk pengolahan air dan pembuatan semen dibuat dengan memanaskan batu kapur: \(\ce{CaCO3(s) ->[\Delta] CaO(s) + CO2(g)}\). Berapa kg CaO dan berapa kg \(\ce{CO2}\) yang terbentuk dari 200 kg \(\ce{CaCO3}\) murni? (Ar Ca = 40, C = 12, O = 16)
Mol → massa: CaO \(= 2 \times 56 = 112\) kg; \(\ce{CO2} = 2 \times 44 = 88\) kg.
112 kg CaO dan 88 kg CO₂. Cek: 112 + 88 = 200 kg ✔. Hampir separuh massa batu kapur lepas ke udara sebagai gas!
Kimia Nusantara · Dari gas alam ke karung ureaDi pabrik pupuk di Bontang, Gresik, Palembang, dan Cikampek, gas alam (metana) diolah menjadi hidrogen, lalu hidrogen digabung dengan nitrogen udara menjadi amonia: \(\ce{N2 + 3H2 -> 2NH3}\). Karbon dioksida yang ikut terbentuk saat membuat hidrogen tidak dibuang begitu saja, tetapi direaksikan dengan amonia menjadi urea. Dengan stoikiometri, insinyur tahu bahwa setiap 60 ton urea membutuhkan 34 ton amonia dan 44 ton \(\ce{CO2}\). Satu karung urea 50 kg di sawah adalah hasil dari ribuan hitungan mol!
18.3Pereaksi pembatas dan sisa pereaksi
Ingat teka-teki di akhir Bab 17? Resepnya 2 telur + 1 bungkus tepung → 1 adonan martabak, dan di dapur ada 7 telur serta 3 bungkus tepung. Telur cukup untuk \(7 \div 2 = 3{,}5\) adonan, tepung hanya cukup untuk \(3 \div 1 = 3\) adonan. Jadi hasilnya 3 adonan, dan tersisa 1 telur. Tepung adalah bahan pembatas, walaupun jumlah bungkusnya lebih sedikit dan "terlihat" tidak penting.
Dalam reaksi kimia, biasanya salah satu pereaksi habis lebih dulu. Begitu ia habis, reaksi berhenti, sebanyak apa pun pereaksi lain yang masih ada. Pereaksi yang habis duluan itu menentukan berapa banyak produk yang bisa dibuat.
Mode dapur: atur jumlah telur dan bungkus tepung, lalu tekan ▶. Mode molekul: bahan yang sama menjadi molekul \(\ce{H2}\) dan \(\ce{O2}\) yang bergabung membentuk \(\ce{H2O}\). Coba buat 8 molekul \(\ce{H2}\) dan 3 molekul \(\ce{O2}\): siapa yang tersisa? Lalu cari kombinasi yang membuat tidak ada sisa sama sekali.
Definisi · Pereaksi pembatasPereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis lebih dulu dalam reaksi, sehingga menentukan jumlah maksimum produk. Pereaksi lain yang masih tersisa disebut pereaksi berlebih, dan jumlah yang tidak ikut bereaksi disebut sisa pereaksi.
Aturan · Menemukan pereaksi pembatas
Ubah jumlah setiap pereaksi menjadi mol.
Bagi mol setiap pereaksi dengan koefisiennya: \(\dfrac{n_\mathrm{A}}{a}\) dan \(\dfrac{n_\mathrm{B}}{b}\).
Hasil bagi terkecil = pereaksi pembatas. Semua jumlah produk dan sisa dihitung dari pereaksi ini.
Campuran berisi 6 molekul \(\ce{H2}\) dan 4 molekul \(\ce{O2}\). Hidrogen lebih banyak, jadi pasti oksigen yang habis duluan… benarkah?
Kelompokkan sesuai resep \(\ce{2H2 + O2}\): setiap \(\ce{O2}\) butuh dua \(\ce{H2}\). Molekul \(\ce{H2}\) hanya cukup untuk 3 kelompok, sehingga satu \(\ce{O2}\) tidak kebagian pasangan.
Terbentuk 6 molekul \(\ce{H2O}\) dan 1 molekul \(\ce{O2}\) tersisa. \(\ce{H2}\) habis duluan: \(\ce{H2}\) adalah pereaksi pembatas, padahal jumlahnya lebih banyak! Cek: \(6/2 = 3\) lebih kecil daripada \(4/1 = 4\).
Catat dalam tabel M–R–S (Mula-mula, Reaksi, Sisa). Baris R selalu sebanding dengan koefisien: \(6 : 3 : 6 = 2 : 1 : 2\). Tabel ini bekerja persis sama untuk mol.
Awas jebakanPereaksi dengan massa terkecil, atau dengan jumlah mol terkecil, belum tentu pembatas. Yang dibandingkan adalah mol dibagi koefisien. Pada langkah di atas, \(\ce{H2}\) punya mol lebih besar (6 > 4), tetapi koefisiennya 2, sehingga ia tetap habis duluan.
Sebuah reaktor uji diisi 68 kg \(\ce{NH3}\) dan 66 kg \(\ce{CO2}\). Reaksinya \(\ce{2NH3 + CO2 -> CO(NH2)2 + H2O}\). Tentukan pereaksi pembatas, massa urea maksimum, dan massa pereaksi yang tersisa. (Mr \(\ce{NH3}\) = 17, \(\ce{CO2}\) = 44, urea = 60, \(\ce{H2O}\) = 18)
\(\ce{CO2}\) pembatas; terbentuk 90 kg urea dan tersisa 17 kg NH₃. Cek: 68 + 66 = 134 kg = 90 + 27 + 17 ✔
Pembatas yang disengajaPabrik urea sungguhan justru sengaja memberi amonia berlebih, kira-kira 3 sampai 4 mol \(\ce{NH3}\) untuk setiap mol \(\ce{CO2}\), lebih banyak dari resep 2 : 1. Dengan begitu, \(\ce{CO2}\) menjadi pembatas dan lebih banyak yang berubah menjadi urea. Amonia sisanya dipisahkan lalu dialirkan kembali ke reaktor. Memilih pereaksi pembatas adalah keputusan teknik dan ekonomi!
Apa yang terjadi bila satu pereaksi terus ditambah, sementara yang lain tetap? Di laboratorium sekolah, serbuk besi dan belerang dipanaskan bersama (oleh guru, di ruang berventilasi) membentuk besi(II) sulfida. Belerangnya boleh jadi berasal dari kawah Ijen! Seret titiknya dan perhatikan di mana grafik produk berhenti naik.
Sebelum titik setara, menambah besi menambah FeS (garis magenta naik). Sesudahnya, belerang sudah habis, sehingga besi tambahan hanya menjadi sisa (garis oranye putus-putus naik) dan FeS mendatar. Ubah massa belerang: ke mana titik patahnya bergeser? Mengapa letaknya selalu di \(m_{\ce{Fe}} = 1{,}75 \times m_{\ce{S}}\)?
18.4Hasil teoretis, rendemen, dan kemurnian
Laras mengendapkan kalsium karbonat dan memperoleh 10,8 g endapan, padahal menurut hitungan stoikiometri hasil maksimumnya 10,0 g (rendemen 108%). Apa penjelasan yang paling masuk akal?
Laras beruntung; reaksinya berjalan "lebih dari sempurna".
Sebagian atom produk tercipta dari panas reaksi.
Endapannya belum kering atau masih tercampur zat lain.
Hasil teoretis hanya perkiraan kasar, jadi wajar sering terlampaui.
Jawabannya: endapan belum kering atau tidak murni. Hasil teoretis adalah batas atas yang dihitung dari pereaksi pembatas; atom tidak bisa muncul dari ketiadaan. Massa berlebih hampir selalu berasal dari air yang belum menguap atau pengotor yang ikut terendapkan. Solusinya: keringkan sampai massanya tetap, lalu timbang ulang.
Hitungan stoikiometri memberi hasil teoretis: jumlah produk maksimum bila semua pereaksi pembatas berubah sempurna menjadi produk. Di dunia nyata, hasilnya hampir selalu lebih kecil. Penyebabnya antara lain:
reaksi tidak berjalan tuntas atau mencapai kesetimbangan (Bab 22);
terjadi reaksi samping yang membuat produk lain;
sebagian produk hilang saat disaring, dipindahkan, atau dimurnikan;
pereaksi tidak murni, sehingga zat yang benar-benar bereaksi lebih sedikit dari yang ditimbang.
Definisi · Rendemen dan kemurnianHasil teoretis adalah massa produk maksimum menurut stoikiometri; hasil nyata adalah massa produk yang benar-benar diperoleh. Rendemen (persen hasil) membandingkan keduanya:
\[ \%\ \text{rendemen} = \frac{\text{hasil nyata}}{\text{hasil teoretis}} \times 100\% \qquad \%\ \text{kemurnian} = \frac{\text{massa zat murni}}{\text{massa sampel}} \times 100\% \]
Kemurnian menyatakan bagian zat yang diinginkan di dalam bahan yang kita timbang.
Awas jebakanRendemen tidak mungkin melebihi 100% bila produknya murni dan kering. Angka di atas 100% adalah tanda bahaya: produk masih mengandung air, pelarut, atau pengotor, atau ada kesalahan menimbang. Jangan pula menghitung hasil teoretis dari pereaksi berlebih; hasilnya akan terlalu besar.
Bahan alam hampir tidak pernah murni. Batu kapur dari tambang mengandung tanah liat dan pasir, bijih nikel bercampur besi dan batuan. Karena itu, sebelum memakai stoikiometri, kalikan dulu massa bahan dengan kemurniannya. Coba atur tanur di bawah ini dan perhatikan neraca massanya.
Atur massa batu kapur, kemurnian, dan rendemen. Bandingkan dua batang di bawah: massa yang masuk selalu sama dengan massa yang keluar (kapur tohor + CO₂ + batu kapur yang belum terurai + pengotor). Berapa ton CO₂ yang dilepas untuk setiap ton kapur tohor?
Kimia Nusantara · Semen dan nikelPabrik semen di Tuban, Padang, Pangkep, dan Bogor memanaskan batu kapur bersama tanah liat hingga sekitar 1.450 °C menjadi klinker. Batu kapurnya tidak 100% \(\ce{CaCO3}\), jadi kadarnya diperiksa setiap hari di laboratorium pabrik. Di Sulawesi dan Maluku Utara, bijih nikel laterit hanya berkadar sekitar 1,5–2% nikel. Untuk memperoleh satu ton nikel, smelter harus mengolah puluhan ton bijih. Hitungan kemurnian menentukan untung atau rugi!
Sebanyak 10,0 ton batu kapur berkadar 85% \(\ce{CaCO3}\) dipanaskan dan menghasilkan 4,50 ton CaO. Hitung hasil teoretis CaO dan rendemennya. (Mr \(\ce{CaCO3}\) = 100, CaO = 56)
Massa \(\ce{CaCO3}\) murni \(= 85\% \times 10{,}0 = 8{,}50\) ton.
Hasil teoretis 4,76 ton CaO, rendemen 94,5%. Perhatikan: kalau kemurnian dilupakan, hasil teoretis menjadi 5,60 ton dan rendemen tampak hanya 80%. Pengotor bukan kesalahan reaksi!
Tamu dari masa lalu · Roti dari udaraPada 1909, Fritz Haber berhasil membuat amonia dari nitrogen udara dan hidrogen di laboratoriumnya. Carl Bosch lalu membesarkan prosesnya menjadi pabrik raksasa yang mulai beroperasi pada 1913. Keduanya meraih Hadiah Nobel Kimia (Haber 1918, Bosch 1931). Pupuk dari proses Haber–Bosch kini ikut memberi makan miliaran orang; diperkirakan sekitar separuh atom nitrogen di tubuh manusia pernah melewati pabrik amonia.
Lanjut · IB & olimpiadeRendemen sekali lewat vs rendemen keseluruhan
Reaksi \(\ce{N2 + 3H2 <=> 2NH3}\) adalah reaksi kesetimbangan. Pada kondisi pabrik (sekitar 400–450 °C dan 150–250 atm dengan katalis besi), hanya sekitar 15% campuran gas berubah menjadi amonia dalam satu kali lewat reaktor. Pabrik lalu mendinginkan gas sehingga \(\ce{NH3}\) mencair dan terpisah, sedangkan \(\ce{N2}\) dan \(\ce{H2}\) yang belum bereaksi dikembalikan ke reaktor berulang-ulang.
Dengan daur ulang ini, rendemen keseluruhan bisa lebih dari 95%. Pelajarannya: rendemen per tahap yang rendah tidak selalu berarti boros, asalkan pereaksi yang belum bereaksi bisa dipakai lagi. Untuk reaksi berurutan tanpa daur ulang, rendemen keseluruhan adalah hasil kali rendemen tiap tahap (subbab 18.6).
"Pereaksi yang massanya paling kecil pasti habis duluan."
Yang menentukan adalah mol dibagi koefisien. 3 g \(\ce{H2}\) (1,5 mol) justru bersisa ketika direaksikan dengan 16 g \(\ce{O2}\) (0,5 mol).
"Kalau satu pereaksi ditambah terus, produknya ikut bertambah terus."
Hanya sampai pereaksi lain habis. Setelah titik setara, tambahan pereaksi hanya menjadi sisa. Lihat grafik besi–belerang yang mendatar.
"Rendemen bisa lebih dari 100% kalau sedang beruntung."
Atom tidak bisa diciptakan. Rendemen di atas 100% berarti produk masih basah, tercampur pengotor, atau ada kesalahan menimbang.
"Rendemen 100% berarti prosesnya ramah lingkungan."
Belum tentu. Kalsinasi batu kapur dengan rendemen 100% tetap membuang 44% massa pereaksinya sebagai \(\ce{CO2}\). Ukuran lainnya adalah ekonomi atom (18.6).
18.5Stoikiometri gas dan larutan
Gas dan larutan jarang ditimbang; gas diukur volumenya, larutan diukur volume dan konsentrasinya. Jembatan mol tetap sama, hanya pintu masuknya yang berbeda.
\[ n = \frac{m}{M_r} \qquad n_\text{gas} = \frac{V}{22{,}4\ \text{L/mol}}\ (\text{STP}) \text{ atau } \frac{V}{24\ \text{L/mol}}\ (\text{suhu kamar}) \qquad n_\text{larutan} = M \times V \]
Untuk reaksi yang semua zatnya gas pada suhu dan tekanan yang sama, ada jalan pintas dari Hukum Gay-Lussac (Bab 16): perbandingan volume = perbandingan koefisien. Kita tidak perlu mengubah ke mol sama sekali!
Sebuah kompor membakar sempurna 1,2 L gas propana (anggap LPG = propana). Berapa liter oksigen yang dibutuhkan dan berapa liter udara yang harus mengalir ke api? Udara mengandung ±21% oksigen (volume), semua volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama.
Udara: \(V_\text{udara} = 6{,}0 \div 0{,}21 \approx 28{,}6\) L.
Bonus: \(V_{\ce{CO2}} = 1{,}2 \times 3 = 3{,}6\) L gas karbon dioksida dilepas ke dapur.
Butuh 6,0 L oksigen, kira-kira 29 L udara, untuk setiap 1,2 L propana. Jika udara kurang, pembakaran menjadi tidak sempurna: api menguning dan terbentuk gas CO yang beracun. Dapur perlu ventilasi!
Untuk larutan, kita memakai molaritas (\(M\)), yaitu jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan. Larutan HCl 0,1 M berisi 0,1 mol HCl per liter. Jadi mol zat dalam sejumlah larutan adalah \(n = M \times V\) (dengan \(V\) dalam liter).
Molaritas sekilasCuka dapur berkadar 5% berisi sekitar 5 g asam asetat (\(\ce{CH3COOH}\), Mr 60) dalam 100 mL, yaitu 50 g/L. Molaritasnya \(50 \div 60 \approx 0{,}83\) mol/L. Konsentrasi larutan akan kamu dalami di Bab 23.
Satu tablet antasida mengandung 0,232 g magnesium hidroksida, \(\ce{Mg(OH)2}\) (Mr 58). Berapa mL asam lambung (anggap HCl 0,1 M) yang dapat dinetralkan? \(\ce{Mg(OH)2 + 2HCl -> MgCl2 + 2H2O}\)
Mol → volume larutan: \(V = n \div M = 0{,}008 \div 0{,}1 = 0{,}08\) L.
Satu tablet menetralkan 80 mL asam lambung 0,1 M. Itu sebabnya dosis antasida diatur: terlalu sedikit tidak meredakan perih, terlalu banyak bisa membuat lambung terlalu basa.
Sekarang gabungkan semuanya: padatan (soda kue), larutan (cuka), dan gas (karbon dioksida) dalam satu reaktor sederhana yang bisa kamu buat di dapur.
Atur massa soda kue di dalam balon, volume cuka, dan kadarnya, lalu tekan ▶ untuk menuang soda kue ke dalam botol. Pada massa soda kue berapa balon berhenti membesar? Lihat grafik di kanan: titik patahnya adalah tempat soda kue dan asam asetat tepat habis bersamaan.
Awas jebakanPerbandingan volume sama dengan perbandingan koefisien hanya untuk zat berwujud gas pada suhu dan tekanan yang sama. Air cair, padatan, dan zat terlarut tidak ikut aturan ini. Volume larutan juga bukan "volume molar": 1 mol zat terlarut tidak menempati 22,4 L larutan!
18.6Lanjut: reaksi berurutan, analisis campuran, dan ekonomi atom
Banyak produk dibuat lewat beberapa reaksi berturut-turut. Kapur sirih yang dioleskan pada daun sirih, misalnya, adalah kalsium hidroksida yang dibuat dari batu kapur dalam dua tahap:
Kuncinya: mol produk tahap pertama menjadi mol pereaksi tahap kedua. Karena perbandingannya 1 : 1 dan 1 : 1, setiap mol \(\ce{CaCO3}\) akhirnya menjadi satu mol \(\ce{Ca(OH)2}\): 100 g batu kapur murni menghasilkan paling banyak 74 g kapur sirih. Bila rendemen tahap pertama 90% dan tahap kedua 95%, rendemen keseluruhannya \(0{,}90 \times 0{,}95 = 85{,}5\%\).
Urea dibuat lewat dua tahap: \(\ce{N2 + 3H2 -> 2NH3}\), lalu \(\ce{2NH3 + CO2 -> CO(NH2)2 + H2O}\). Berapa ton \(\ce{N2}\) dibutuhkan untuk membuat 1,00 ton urea, jika rendemen tahap amonia 95% dan tahap urea 98%? (Mr urea = 60, \(\ce{N2}\) = 28)
Rendemen keseluruhan \(= 0{,}95 \times 0{,}98 = 0{,}931\).
\(\ce{N2}\) yang dibutuhkan \(= 0{,}467 \div 0{,}931 = 0{,}501\) ton.
Sekitar 0,50 ton N₂. Cek: urea berkadar N 46,7% (Bab 17), jadi 1 ton urea memang berisi 0,467 ton nitrogen; sisanya menutup kehilangan di kedua tahap.
Lanjut · IB & olimpiadeAnalisis campuran: membongkar batu dolomit
Batu dolomit dari Gresik dan Madura dipakai sebagai kapur pertanian. Isinya campuran \(\ce{CaCO3}\) (Mr 100) dan \(\ce{MgCO3}\) (Mr 84). Bagaimana mengetahui komposisinya? Panaskan sampai massanya tetap; kedua karbonat melepas \(\ce{CO2}\):
Jadi sampel berisi 5,00 g \(\ce{CaCO3}\) (0,0500 mol) dan 4,20 g \(\ce{MgCO3}\) (0,0500 mol): perbandingan mol 1 : 1, persis seperti mineral dolomit, \(\ce{CaMg(CO3)2}\). Strateginya selalu sama: satu persamaan untuk massa total, satu persamaan untuk mol hasil yang diukur, lalu selesaikan.
Rendemen menjawab "berapa banyak produk yang kudapat?", tetapi tidak menjawab "berapa banyak atom yang terbuang?". Untuk itu, kimia hijau memakai ekonomi atom: persentase massa semua pereaksi yang berakhir di produk yang diinginkan.
\[ \%\ \text{ekonomi atom} = \frac{\text{massa molar total produk yang diinginkan}}{\text{massa molar total semua pereaksi}} \times 100\% \]
Reaksi (produk yang diinginkan ditebalkan)
Perhitungan
Ekonomi atom
Haber: \(\ce{N2 + 3H2 -> 2}\)\(\ce{NH3}\)
34 ÷ (28 + 6)
100%
Urea: \(\ce{2NH3 + CO2 ->}\) \(\ce{CO(NH2)2}\) \(\ce{+ H2O}\)
60 ÷ (34 + 44)
76,9%
Bioetanol dari tetes tebu: \(\ce{C6H12O6 -> 2}\)\(\ce{C2H5OH}\) \(\ce{+ 2CO2}\)
Trik Kak Tirta · Rendemen vs ekonomi atomRendemen menilai kerja di laboratorium: seberapa dekat hasilmu dengan batas teoretis. Ekonomi atom menilai rancangan reaksinya di atas kertas: seberapa banyak atom yang terbuang sebagai produk samping, sebelum reaksi dijalankan. Proses yang hebat punya keduanya tinggi.
Kimia di sekitarmu
🌾
Pabrik pupuk
Insinyur pabrik urea menakar amonia dan \(\ce{CO2}\) dalam satuan kilomol per jam. Salah takar berarti ribuan ton bahan mahal terbuang setiap tahun.
🏭
Semen dan CO₂
Setiap ton kapur tohor yang dibuat dari batu kapur melepas ±0,79 ton \(\ce{CO2}\) dari reaksinya saja (44 ÷ 56). Karena itu industri semen berlomba mengurangi kadar klinker.
⛏️
Nikel Sulawesi
Bijih laterit berkadar ±1,8% nikel berarti satu ton bijih berisi paling banyak sekitar 18 kg nikel. Bahan baku baterai kendaraan listrik dimulai dari hitungan kemurnian.
🏍️
Motor injeksi
Sensor oksigen di knalpot menjaga perbandingan udara : bensin dekat ±14,7 : 1 (massa), yaitu campuran stoikiometris agar bensin terbakar habis dan emisinya rendah.
🎈
Kantong udara mobil
Pada kantong udara jenis lama, sekitar 100 g natrium azida terurai, \(\ce{2NaN3 -> 2Na + 3N2}\), menghasilkan ±55 L gas nitrogen dalam waktu sekitar 0,03 detik.
🫘
Tempe
Pengrajin tempe menakar ragi sesuai banyaknya kedelai. Ragi terlalu sedikit membuat fermentasi lambat; ragi berlebih hanya membuang uang. Itulah "pereaksi pembatas" versi dapur.
Pada reaksi \(\ce{N2 + 3H2 -> 2NH3}\), berapa mol \(\ce{H2}\) yang diperlukan untuk membuat 4 mol \(\ce{NH3}\)?
2 mol
4 mol
6 mol
12 mol
\(n_{\ce{H2}} = 4 \times \dfrac{3}{2} = 6\) mol. Mol yang dicari = mol diketahui × (koefisien dicari ÷ koefisien diketahui).
Sebanyak 10 g zat A direaksikan dengan 10 g zat B. Manakah pereaksi pembatasnya?
A
B
Keduanya habis bersamaan karena massanya sama
Belum bisa ditentukan sebelum massa diubah ke mol dan dibagi koefisien
Massa yang sama tidak berarti mol yang sama. Kita butuh Mr setiap zat dan koefisien reaksinya.
Hasil teoretis suatu percobaan 20 g, tetapi produk kering yang diperoleh 15 g. Berapa rendemennya?
75%
133%
25%
15%
Rendemen \(= 15/20 \times 100\% = 75\%\). Pilihan 133% muncul bila pembilang dan penyebut tertukar.
19
Bab 19 · Energi, Laju & Kesetimbangan
Termokimia: Kalor yang Bersembunyi di Dalam Ikatan
Kantong kecil di saku pendaki Semeru bisa hangat sendiri, sedangkan kompres dingin bisa sedingin es tanpa kulkas. Keduanya tidak menciptakan panas atau dingin: mereka hanya memindahkan energi yang tersimpan di dalam ikatan kimia. Di bab ini kamu akan belajar mengukur energi itu sampai satuan joule.
Setelah bab ini, kamu bisa
membedakan sistem dan lingkungan, serta reaksi eksoterm dan endoterm, dengan diagram tingkat energi dan profil energi;
menulis persamaan termokimia dan memakai jenis-jenis \(\Delta H\) standar;
menghitung kalor dengan \(q = mc\Delta T\) dan \(\Delta H\) reaksi dari data kalorimeter;
menghitung \(\Delta H\) dengan hukum Hess, entalpi pembentukan standar, dan energi ikatan rata-rata;
membandingkan nilai kalor bahan bakar (LPG, bensin, biodiesel sawit, kayu) dan menjelaskan mengapa melarutkan garam bisa terasa panas atau dingin.
Panas di Kiri, Dingin di Kanan Komik · 4 panel
Malam di Ranu Kumbolo, kaki Gunung Semeru
LarasBrr, dinginnya menusuk tulang! Untung aku bawa kantong penghangat. Buka, kocok… nah, mulai hangat!
KREK!
BimaAduh! Kakiku terkilir kena batu. Mulai bengkak, nih…
Kak TirtaTenang. Ini kompres dingin instan: tekan sampai kantong air di dalamnya pecah, kocok, lalu tempelkan.
BimaDingin banget, padahal tidak ada es! Jadi kantong Laras membuat panas, kantongku membuat dingin?
Kak TirtaHampir! Kantongmu menyerap kalor dari kakimu. Kantong Laras melepas kalor ke tangannya.
Esok paginya, di dalam tenda
KimoFakta Kimo: penghangat berisi serbuk besi yang berkarat super cepat. Kompres dingin berisi kristal yang menyerap kalor saat larut!
LarasEnergi tidak muncul atau hilang, hanya berpindah. Aku mau mengukurnya!
Kompres dingin instan ditempelkan ke kakimu yang terkilir dan terasa sangat dingin. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kompres mengalirkan "dingin" ke dalam kulitmu.
Kompres menyerap kalor dari kulitmu, sehingga kulitmu kehilangan energi.
Kompres tidak bertukar energi; saraf kulitmu saja yang tertipu.
Air di dalam kompres membeku menjadi es.
Jawabannya: kompres menyerap kalor dari kulitmu. "Dingin" bukan zat dan tidak bisa mengalir. Yang mengalir selalu kalor, dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Kristal di dalam kompres larut sambil menyerap kalor, sehingga isi kantong menjadi lebih dingin daripada kulit. Lalu kalor dari kulitmu mengalir masuk ke kantong, dan kulitmu terasa dingin.
19.1Sistem, lingkungan, dan arah aliran kalor
Untuk membicarakan energi, kimiawan selalu membagi dunia menjadi dua. Bagian yang sedang kita amati disebut sistem, biasanya zat-zat yang bereaksi. Segala sesuatu di luarnya disebut lingkungan: air pelarut, gelas, udara, bahkan tanganmu.
Bayangkan kantong penghangat sebagai "dompet energi". Saat serbuk besi di dalamnya berkarat, dompet itu membayar energi ke tanganmu, sehingga tanganmu hangat. Kompres dingin kebalikannya: ia "menagih" energi dari kulitmu, sehingga kulitmu terasa dingin. Energinya tidak pernah hilang. Ia hanya berpindah dompet.
Jenis sistem
Materi keluar-masuk?
Energi keluar-masuk?
Contoh
Terbuka
ya
ya
panci sayur asem tanpa tutup: uap air dan kalor keluar
Tertutup
tidak
ya
kaleng minuman bersoda yang didinginkan di kulkas
Terisolasi
tidak
tidak (ideal)
termos berisi teh panas (hampir terisolasi)
Definisi · Eksoterm dan endotermReaksi eksoterm melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan, sehingga lingkungan menjadi lebih hangat; perubahan entalpinya negatif (\(\Delta H < 0\)). Reaksi endoterm menyerap kalor dari lingkungan ke sistem, sehingga lingkungan menjadi lebih dingin; perubahan entalpinya positif (\(\Delta H > 0\)).
Diagram tingkat energi. Panah \(\Delta H\) selalu berangkat dari pereaksi dan berakhir di produk: ke bawah berarti eksoterm (\(\Delta H\) negatif), ke atas berarti endoterm (\(\Delta H\) positif).
Mengapa reaksi bisa melepas atau menyerap kalor? Di tingkat partikel, energi kimia tersimpan sebagai energi potensial: tarik-menarik antara inti atom dan elektron di dalam ikatan. Bila ikatan-ikatan di produk lebih kuat daripada ikatan lama, selisih energinya dilepas dan membuat partikel di sekitarnya bergerak lebih cepat. Gerak partikel yang makin cepat itulah yang kita rasakan sebagai suhu yang naik. Pada reaksi endoterm terjadi kebalikannya: energi gerak partikel di sekitarnya "dipinjam" untuk membangun produk yang berenergi lebih tinggi, sehingga partikel lingkungan melambat dan suhu turun.
Awas jebakanEndoterm tidak berarti "tidak butuh kalor"; justru reaksi endoterm terus-menerus menyerap kalor. Penguraian batu kapur di tungku kapur langsung berhenti begitu apinya padam. Satu lagi: dalam kalorimeter, zat yang bereaksi adalah sistem, sedangkan air pelarutnya termasuk lingkungan. Jadi larutan yang menjadi dingin menandakan reaksi endoterm, bukan eksoterm.
"Kalor dan suhu itu sama saja."
Suhu mengukur rata-rata gerak partikel; kalor adalah energi yang berpindah. Seember air hangat untuk mandi menyimpan jauh lebih banyak kalor daripada setetes air mendidih, walaupun suhunya lebih rendah.
"Es batu mengalirkan dingin ke dalam teh."
Yang mengalir adalah kalor, dari teh yang lebih hangat ke es. Es memakai kalor itu untuk mencair, sehingga teh kehilangan energi dan menjadi dingin.
Diagram tingkat energi hanya menunjukkan keadaan awal dan akhir. Kenyataannya, partikel harus "mendaki bukit" dulu: ikatan lama harus meregang sebelum ikatan baru terbentuk. Tinggi bukit itu disebut energi aktivasi (\(E_a\)). Itulah sebabnya LPG tidak menyala sendiri walaupun pembakarannya sangat eksoterm. Kompor butuh percikan pemantik untuk membawa molekul pertama melewati bukit; sesudah itu, kalor dari reaksi sendiri yang mendorong molekul berikutnya.
Seret titik oranye (puncak bukit) dan titik magenta (produk). Buat reaksi endoterm: apa yang terjadi pada tanda \(\Delta H\)? Lalu geser katalis ke 1: bukit mana yang turun, dan apakah \(\Delta H\) ikut berubah? (Bab 21 akan membahas bukit ini lebih jauh.)
19.2Entalpi dan persamaan termokimia
Kebanyakan reaksi di dapur dan di laboratorium sekolah terjadi di wadah terbuka, pada tekanan udara yang tetap. Kalor yang dipertukarkan pada tekanan tetap diberi nama khusus, yaitu perubahan entalpi (\(\Delta H\)).
Definisi · EntalpiEntalpi (\(H\)) adalah kandungan energi total suatu zat pada tekanan tetap. Nilai mutlaknya tidak dapat diukur, tetapi perubahannya dapat:
\[ \Delta H = H_{\text{produk}} - H_{\text{pereaksi}} = q_p \]
\(q_p\) adalah kalor yang diserap sistem pada tekanan tetap. Satuan \(\Delta H\) adalah kJ (untuk persamaan yang ditulis) atau kJ/mol (per mol zat tertentu).
Mirip tinggi gunung: kita tidak tahu "tinggi mutlak" sebuah titik di alam semesta, tetapi kita sepakat mengukurnya dari permukaan laut. Puncak Semeru 3.676 m di atas permukaan laut. Yang penting adalah selisih-nya.
Persamaan reaksi yang dilengkapi \(\Delta H\) disebut persamaan termokimia. Contohnya pembakaran gas alam (metana):
Hidrogen dibakar menjadi air. Kapan kalor yang dilepas per mol hidrogen lebih besar?
Bila airnya terbentuk sebagai uap, karena uap lebih panas.
Bila airnya terbentuk sebagai cairan.
Sama saja, karena reaksinya sama.
Tidak bisa diketahui tanpa kalorimeter.
Jawabannya: air cair. \(\ce{H2(g) + 1/2O2(g) -> H2O(l)}\) melepas 285,8 kJ, sedangkan bila produknya uap hanya 241,8 kJ. Selisihnya, 44 kJ, adalah kalor yang dilepas saat uap mengembun. Itu sebabnya uap dari panci bisa melukai kulit lebih parah daripada air mendidih: uap melepas kalor tambahan saat mengembun di kulitmu.
Agar data dari seluruh dunia bisa dibandingkan, kimiawan menyepakati beberapa jenis \(\Delta H\) standar, masing-masing untuk 1 mol zat tertentu:
Jenis
Lambang
Untuk 1 mol …
Contoh
\(\Delta H\) (kJ/mol)
Pembentukan
\(\Delta H_f^\circ\)
senyawa dibentuk dari unsur-unsurnya
\(\ce{C(s) + 2H2(g) -> CH4(g)}\)
−74,8
Penguraian
\(\Delta H_d^\circ\)
senyawa diurai menjadi unsurnya
\(\ce{CH4(g) -> C(s) + 2H2(g)}\)
+74,8
Pembakaran
\(\Delta H_c^\circ\)
zat dibakar sempurna dengan \(\ce{O2}\)
\(\ce{C3H8(g) + 5O2(g) -> 3CO2(g) + 4H2O(l)}\)
−2.220
Penetralan
\(\Delta H_n\)
air terbentuk dari asam + basa
\(\ce{H+(aq) + OH-(aq) -> H2O(l)}\)
≈ −57
Pelarutan
\(\Delta H_\text{sol}\)
zat dilarutkan dalam air
\(\ce{NH4NO3(s) -> NH4+(aq) + NO3-(aq)}\)
+25,7
Penguapan
\(\Delta H_\text{vap}\)
cairan menjadi gas (25 °C)
\(\ce{H2O(l) -> H2O(g)}\)
+44,0
Atomisasi
\(\Delta H_\text{at}\)
atom gas terbentuk dari unsurnya
\(\ce{1/2H2(g) -> H(g)}\)
+218
Apa arti tanda °?Tanda ° (dibaca "standar") berarti diukur pada keadaan standar: suhu 298 K (25 °C), tekanan 1 bar (banyak buku sekolah memakai 1 atm; selisihnya sangat kecil), dan larutan 1 mol/L. Setiap unsur berada dalam wujud paling stabilnya, misalnya karbon sebagai grafit dan oksigen sebagai gas \(\ce{O2}\).
Tamu dari masa laluSekitar tahun 1782–1783 di Paris, Antoine Lavoisier dan Pierre-Simon Laplace membuat kalorimeter es. Seekor marmut dimasukkan ke ruang yang dikelilingi es, lalu air lelehan esnya ditimbang. Mereka mendapati bahwa kalor dari tubuh marmut kira-kira sama dengan kalor dari membakar arang yang menghasilkan jumlah \(\ce{CO2}\) yang sama. Kesimpulan mereka: bernapas adalah sejenis pembakaran yang lambat!
19.3Kalorimetri: mengukur kalor dengan termometer
Kita tidak bisa menempelkan termometer pada sebuah ikatan. Yang bisa kita ukur adalah akibatnya: perubahan suhu lingkungan, biasanya air. Alat untuk itu disebut kalorimeter, dan ilmunya disebut kalorimetri.
Rumus · Kalor yang diserap atau dilepas zat
\[ q = m \times c \times \Delta T \]
\(q\) = kalor (J); \(m\) = massa zat yang suhunya berubah (g); \(c\) = kalor jenis (J/g·°C); \(\Delta T = T_\text{akhir} - T_\text{awal}\) (°C, sama besarnya dengan K). Kalor jenis air 4,18 J/g·°C: menaikkan suhu 1 g air sebesar 1 °C membutuhkan 4,18 J.
Zat
Kalor jenis (J/g·°C)
Artinya di dapur
air
4,18
lama mendidih, lama pula dinginnya
es
±2,1
lebih mudah berubah suhu daripada air cair
etanol
2,44
cepat hangat di tangan
minyak goreng
±2,0
wajan berisi minyak cepat panas
aluminium (panci)
0,90
panci tipis cepat panas
besi (wajan, cobek baja)
0,45
sangat cepat panas
pasir, batu
±0,8
pantai cepat panas di siang hari
Kimia Nusantara · Angin darat dan perahu nelayanPada siang hari, daratan (pasir dan batu, \(c\) ±0,8) cepat panas, sedangkan laut (air, \(c\) = 4,18) lambat panas. Udara panas di atas daratan naik dan digantikan udara sejuk dari laut: angin laut. Malam hari terjadi kebalikannya. Daratan cepat dingin, laut masih hangat, dan angin bertiup dari darat ke laut: angin darat. Nelayan tradisional di banyak pantai Nusantara memanfaatkan angin darat untuk berangkat melaut pada malam atau dini hari, lalu pulang bersama angin laut.
Laras memanaskan 250 g air dari 27 °C sampai mendidih (100 °C). Berapa kalor yang diserap air? (\(c\) = 4,18 J/g·°C)
Perubahan suhu: \(\Delta T = 100 - 27 = 73\) °C.
\(q = m c \Delta T = 250 \times 4{,}18 \times 73 = 76.285\) J.
Air menyerap ±76,3 kJ, kira-kira 18 kkal. Itu baru untuk airnya; panci dan udara di sekitarnya juga ikut "mencuri" kalor dari kompor.
Kalorimeter paling sederhana bisa kamu buat sendiri: dua gelas plastik yang ditumpuk (supaya kalor tidak mudah bocor), tutup karton, termometer, dan pengaduk. Zat-zat yang bereaksi adalah sistem; larutan (sebagian besar air) adalah lingkungan. Bila reaksi melepas kalor, larutan menerimanya, sehingga \(q_\text{larutan}\) positif dan suhu naik. Kalor reaksi sama besar tetapi berlawanan tanda: \(q_\text{reaksi} = -q_\text{larutan}\).
\[ \Delta H = \frac{q_\text{reaksi}}{n} = -\frac{m\,c\,\Delta T}{n} \]
Trik Kak Tirta"Termometer NAIK, \(\Delta H\) NEGATIF. Termometer TURUN, \(\Delta H\) POSITIF." Bayangkan \(\Delta H\) sebagai saldo dompet sistem: kalau lingkungan jadi hangat, berarti sistem baru saja membayar, jadi saldonya berkurang. Jangan lupa mengubah J menjadi kJ (bagi 1.000).
Awas jebakanMassa dalam \(q = mc\Delta T\) adalah massa larutan yang suhunya berubah, bukan massa zat yang bereaksi. Pada penetralan 50 mL HCl dengan 50 mL NaOH, \(m = 100\) g (massa jenis larutan dianggap 1 g/mL), sedangkan \(n\) adalah mol air yang terbentuk, bukan jumlah mol semua zat.
Sebanyak 50 mL HCl 1,0 M dicampur dengan 50 mL NaOH 1,0 M dalam kalorimeter gelas plastik. Suhu naik dari 27,0 °C menjadi 33,8 °C. Hitung \(\Delta H\) penetralan per mol air. (\(c\) = 4,18 J/g·°C; massa jenis larutan 1 g/mL)
\(\Delta H \approx\) −56,8 kJ/mol, dekat dengan nilai buku ±−57 kJ/mol. Semua penetralan asam kuat oleh basa kuat memberi nilai yang hampir sama, karena reaksinya sebenarnya sama: \(\ce{H+ + OH- -> H2O}\).
Pilih proses, lalu tekan ▶. Suhu dicatat tiap 5 detik dan zat dicampur pada detik ke-20. Bandingkan penetralan, NaOH, dan \(\ce{CaCl2}\) (penyerap lembap) dengan amonium nitrat (isi kompres dingin). Matikan isolasi: mengapa suhu puncaknya lebih rendah, dan bagaimana garis ekstrapolasi (putus-putus) membantu? Arahkan atau ketuk grafik untuk membaca datanya.
Untuk reaksi pembakaran (bahan bakar, makanan), kimiawan memakai kalorimeter bom: sampel dibakar dalam wadah baja tertutup berisi oksigen bertekanan, dan wadah itu direndam dalam air. Karena kapasitas kalor seluruh alat (\(C_\text{kal}\), dalam kJ/°C) sudah diketahui dari kalibrasi, kalornya cukup dihitung dari \(q = C_\text{kal} \times \Delta T\). Angka "kkal" pada label gizi makananmu berasal dari alat seperti ini.
Kiri: kalorimeter gelas plastik untuk reaksi dalam larutan (tekanan tetap, langsung memberi \(\Delta H\)). Kanan: kalorimeter bom untuk pembakaran; sampel dinyalakan dengan kawat listrik di dalam bom baja berisi oksigen.
Lanjut · IB & olimpiadeEkstrapolasi kurva suhu–waktu dan \(\Delta U\) di kalorimeter bom
Kalorimeter nyata selalu bocor kalor. Karena itu suhu dicatat secara berkala sebelum dan sesudah pencampuran, lalu garis pendinginan diperpanjang (diekstrapolasi) kembali ke saat pencampuran. \(\Delta T\) hasil ekstrapolasi lebih besar daripada kenaikan maksimum yang terbaca dan lebih mendekati \(\Delta T\) tanpa kebocoran. Lab Mini di atas melakukannya otomatis (garis putus-putus magenta).
Kalorimeter bom bervolume tetap, sehingga yang terukur adalah perubahan energi dalam, \(\Delta U\), bukan \(\Delta H\). Keduanya dihubungkan oleh \(\Delta H = \Delta U + \Delta n_\text{gas} RT\). Untuk pembakaran oktana, \[\ce{C8H18(l) + 25/2O2(g) -> 8CO2(g) + 9H2O(l)}\] \(\Delta n_\text{gas} = 8 - 12{,}5 = -4{,}5\), sehingga \(\Delta H - \Delta U = -4{,}5 \times 8{,}314 \times 298 \approx -11\) kJ/mol. Sangat kecil dibandingkan \(\Delta H_c = -5.470\) kJ/mol, tetapi penting dalam soal olimpiade.
19.4Hukum Hess: jalan memutar, hasil sama
Ada reaksi yang \(\Delta H\)-nya mustahil diukur langsung. Contohnya pembentukan karbon monoksida. Membakar arang dengan oksigen terbatas selalu menghasilkan campuran CO dan \(\ce{CO2}\), sehingga kalor yang terukur bukan milik satu reaksi saja. Lalu bagaimana? Jawabannya ditemukan seorang kimiawan di Sankt Peterburg pada tahun 1840.
Bayangkan kamu naik dari Desa Ngadisari ke puncak Gunung Bromo. Kamu boleh lewat jalan aspal yang landai, lewat tangga yang curam, atau berputar-putar dulu di lautan pasir. Jalannya berbeda-beda, tetapi selisih ketinggian dari desa ke puncak selalu sama. Perubahan entalpi juga begitu: hanya bergantung pada titik awal dan titik akhir.
Hukum HessPerubahan entalpi suatu reaksi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir, tidak bergantung pada jalan atau tahap yang ditempuh. Bila sebuah reaksi dapat ditulis sebagai jumlah beberapa tahap, maka
\[ \Delta H_\text{total} = \Delta H_1 + \Delta H_2 + \Delta H_3 + \dots \]
Mengapa begitu? Mesin energi gratis yang mustahil
Andaikan jalan A menuju produk melepas 400 kJ, sedangkan jalan B (kebalikannya) hanya butuh 300 kJ untuk kembali ke pereaksi. Kita bisa berputar terus: maju lewat A, mundur lewat B, dan setiap putaran mendapat 100 kJ gratis tanpa mengubah zat apa pun. Mesin seperti itu melanggar hukum kekekalan energi (hukum I termodinamika). Jadi \(\Delta H\) pasti sama untuk semua jalan. Besaran yang hanya bergantung pada keadaan, seperti entalpi dan ketinggian, disebut fungsi keadaan.
Kita ingin \(\Delta H\) untuk \(\ce{C(s) + 1/2O2(g) -> CO(g)}\). Sayangnya, membakar arang dengan oksigen terbatas selalu menghasilkan campuran CO dan \(\ce{CO2}\). Tidak bisa diukur langsung!
Jalan memutar, tahap 1: bakar karbon sempurna menjadi \(\ce{CO2}\). Ini mudah diukur dengan kalorimeter bom: \(\Delta H_1 = -393{,}5\) kJ.
Tahap 2: bakar CO menjadi \(\ce{CO2}\), juga mudah diukur: \(\Delta H_2 = -283{,}0\) kJ. Di diagram, CO berada di antara C dan \(\ce{CO2}\).
Hukum Hess: dari \(\ce{C + O2}\) ke \(\ce{CO2}\), lewat CO ataupun langsung, perubahan entalpinya sama. Jadi \(\Delta H_1 = \Delta H + \Delta H_2\).
Hasilnya: \(\Delta H = -393{,}5 - (-283{,}0) = -110{,}5\) kJ/mol. Inilah \(\Delta H_f^\circ\) CO, diperoleh tanpa pernah mengukurnya langsung!
Trik Kak TirtaSoal Hess itu seperti menyusun puzzle. (1) Lihat zat di persamaan target: harus di kiri atau di kanan? (2) Balik persamaan bila zatnya berada di sisi yang salah (tanda \(\Delta H\) ikut berbalik). (3) Kalikan supaya koefisiennya cocok (\(\Delta H\) ikut dikali). (4) Jumlahkan semuanya dan coret zat yang muncul di kiri dan kanan. Bila yang tersisa persis persamaan target, jumlahkan \(\Delta H\)-nya.
Etanol untuk campuran bensin dibuat dengan fermentasi tetes tebu. Hitung \(\Delta H_f^\circ\) etanol, \(\ce{2C(s) + 3H2(g) + 1/2O2(g) -> C2H5OH(l)}\), dari data pembakaran berikut (kJ/mol): C −393,5; \(\ce{H2}\) −285,8; \(\ce{C2H5OH(l)}\) −1.367.
(1) \(\ce{C(s) + O2(g) -> CO2(g)}\), −393,5 kJ. Target butuh 2C di kiri → kalikan 2: −787,0 kJ.
\(\Delta H_f^\circ\) etanol ≈ −277 kJ/mol (nilai tabel −277,7; selisih kecil karena pembulatan data).
Tamu dari masa laluGermain Henri Hess (1802–1850) lahir di Jenewa, Swiss, tetapi besar dan bekerja di Sankt Peterburg, Rusia. Setelah mengukur kalor banyak reaksi, pada 1840 ia menyimpulkan bahwa kalor total selalu sama, berapa pun tahap yang ditempuh. Hukumnya terbit beberapa tahun sebelum hukum kekekalan energi dirumuskan dengan jelas oleh Mayer, Joule, dan Helmholtz. Jadi Hess termasuk perintis termodinamika!
19.5Entalpi pembentukan standar dan energi ikatan
Menulis siklus Hess untuk setiap reaksi itu melelahkan. Kimiawan lalu menyusun satu tabel besar berisi "ketinggian" setiap senyawa diukur dari unsur-unsurnya. Dengan tabel itu, \(\Delta H\) reaksi apa pun bisa dihitung dalam satu baris.
Definisi · Entalpi pembentukan standarEntalpi pembentukan standar (\(\Delta H_f^\circ\)) adalah perubahan entalpi saat 1 mol senyawa dibentuk dari unsur-unsurnya dalam wujud standar, pada 298 K dan 1 bar. \(\Delta H_f^\circ\) unsur dalam wujud standarnya, misalnya \(\ce{O2(g)}\), \(\ce{H2(g)}\), C (grafit), dan \(\ce{Fe(s)}\), adalah nol.
Zat
\(\Delta H_f^\circ\) (kJ/mol)
Zat
\(\Delta H_f^\circ\) (kJ/mol)
\(\ce{H2O(l)}\)
−285,8
\(\ce{C2H5OH(l)}\)
−277,7
\(\ce{H2O(g)}\)
−241,8
\(\ce{C6H12O6(s)}\) glukosa
−1.273,3
\(\ce{CO2(g)}\)
−393,5
\(\ce{NH3(g)}\)
−46,1
\(\ce{CO(g)}\)
−110,5
\(\ce{NaCl(s)}\)
−411,2
\(\ce{CH4(g)}\)
−74,8
\(\ce{CaO(s)}\)
−635,1
\(\ce{C2H6(g)}\)
−84,7
\(\ce{Ca(OH)2(s)}\)
−986,1
\(\ce{C3H8(g)}\) propana
−103,8
\(\ce{CaCO3(s)}\)
−1.206,9
\(\ce{C4H10(g)}\) butana
−125,6
\(\ce{Fe2O3(s)}\)
−824,2
\(\ce{C2H4(g)}\) etena
+52,3
\(\ce{C2H2(g)}\) etuna
+226,7
Aturan · \(\Delta H\) reaksi dari entalpi pembentukan
\[ \Delta H^\circ_\text{reaksi} = \sum n\,\Delta H_f^\circ(\text{produk}) - \sum m\,\Delta H_f^\circ(\text{pereaksi}) \]
\(n\) dan \(m\) adalah koefisien reaksi. Ingat: "produk dikurangi pereaksi".
Mengapa begitu? Jalan memutar lewat unsur-unsur
Bayangkan pereaksi diurai dulu menjadi unsur-unsurnya (\(\Delta H = -\sum m\,\Delta H_f^\circ\) pereaksi, karena penguraian adalah kebalikan pembentukan), lalu unsur-unsur itu disusun menjadi produk (\(\Delta H = +\sum n\,\Delta H_f^\circ\) produk). Menurut hukum Hess, jumlah kedua tahap sama dengan \(\Delta H\) reaksi langsung.
Kompor portabel untuk berkemah memakai gas butana. Hitung \(\Delta H\) pembakaran 1 mol butana, \(\ce{C4H10(g) + 13/2O2(g) -> 4CO2(g) + 5H2O(l)}\), dengan data tabel di atas.
Pereaksi: \(-125{,}6 + \tfrac{13}{2}(0) = -125{,}6\) kJ (oksigen adalah unsur).
\(\Delta H = -3.003{,}0 - (-125{,}6) = -2.877{,}4\) kJ.
\(\Delta H_c\) butana ≈ −2.877 kJ/mol. Dibagi \(M_r\) 58, setiap gram butana melepas ±49,5 kJ.
Cara kedua memandang reaksi dari dalam: ikatan apa yang putus dan ikatan apa yang terbentuk?
Definisi · Energi ikatanEnergi ikatan adalah energi yang dibutuhkan untuk memutus 1 mol ikatan tertentu dalam molekul berwujud gas. Nilainya selalu positif. Karena ikatan C–H dalam metana sedikit berbeda dari C–H dalam etanol, tabel memberi energi ikatan rata-rata dari banyak senyawa.
Ikatan
kJ/mol
Ikatan
kJ/mol
Ikatan
kJ/mol
H–H
436
C–C
347
O–H
463
C–H
413
C=C
614
O=O
498
N–H
391
C≡C
839
C–O
358
N≡N
945
C=O (dalam \(\ce{CO2}\))
805
Cl–Cl
242
H–Cl
431
C=O (senyawa lain)
±745
H–Br
366
Awas jebakanMemutus ikatan selalu menyerap energi; membentuk ikatan selalu melepas energi. Banyak orang mengira "memutus ikatan melepaskan energi" karena reaksi pembakaran memanaskan. Sebenarnya kalor itu datang dari ikatan baru yang lebih kuat di \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{H2O}\), bukan dari ikatan yang putus.
Pereaksi: satu molekul \(\ce{H2}\) (putih) dan satu molekul \(\ce{Cl2}\) (hijau). Ikatan adalah tarikan yang menahan dua atom tetap berpasangan.
Memutus ikatan selalu menyerap energi, seperti menarik lepas dua magnet yang menempel. Atom-atom bebas berada jauh di atas: \(+436 + 242 = +678\) kJ.
Membentuk ikatan selalu melepas energi, seperti dua magnet yang saling menyambar. Dua ikatan H–Cl melepas \(2 \times 431 = 862\) kJ.
Neraca: \(\Delta H = +678 - 862 = -184\) kJ. Ikatan baru lebih kuat daripada ikatan lama, jadi reaksinya eksoterm. Data kalorimeter: \(2 \times (-92{,}3) = -184{,}6\) kJ. Cocok!
\[ \Delta H = \sum E_\text{ikatan yang diputus} - \sum E_\text{ikatan yang dibentuk} \]
Trik Kak TirtaDua rumus, dua arah! Dengan \(\Delta H_f^\circ\): produk − pereaksi ("kanan − kiri"). Dengan energi ikatan: putus − bentuk, artinya pereaksi − produk ("kiri − kanan"). Kalau tertukar, tanda jawabanmu terbalik. Hitung jumlah ikatan dengan menggambar rumus strukturnya dulu.
Putar setiap molekul dan hitung ikatannya. Metana punya 4 ikatan C–H; berapa ikatan C–H dan C–C di propana? Etanol punya satu ikatan O–H: temukan! Ketuk dua atom untuk mengukur panjang ikatan: ikatan C=O di \(\ce{CO2}\) lebih pendek dan lebih kuat daripada C–O tunggal.
"Memutus ikatan melepaskan energi, makanya kayu terbakar jadi panas."
Memutus ikatan selalu butuh energi. Kayu terbakar menjadi panas karena ikatan baru di \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{H2O}\) jauh lebih kuat; selisihnya keluar sebagai kalor dan cahaya.
"ATP menyimpan energi dalam 'ikatan berenergi tinggi' yang melepas energi saat diputus."
Energi dilepas oleh reaksi hidrolisis ATP secara keseluruhan: ikatan yang terbentuk dengan air dan ion fosfat yang lebih stabil melepas energi lebih besar daripada energi pemutusan ikatannya.
Margarin dibuat dengan hidrogenasi ikatan C=C dalam minyak sawit memakai katalis nikel. Perkirakan \(\Delta H\) untuk setiap ikatan C=C yang dihidrogenasi, memakai model kecil \(\ce{CH2=CH2(g) + H2(g) -> CH3-CH3(g)}\) dan tabel energi ikatan.
Ikatan diputus: 1 C=C (614) + 1 H–H (436) = 1.050 kJ. Empat ikatan C–H etena tidak berubah, jadi boleh diabaikan.
Cek dengan \(\Delta H_f^\circ\): \(-84{,}7 - (+52{,}3 + 0) = -137\) kJ. Perkiraan energi ikatan meleset ±10% karena memakai nilai rata-rata.
Setiap ikatan C=C yang dihidrogenasi melepas ±120–140 kJ/mol. Pabrik margarin harus mendinginkan reaktornya supaya suhunya tidak melonjak.
19.6Nilai kalor bahan bakar: dari kayu bakar sampai biodiesel
Dapur Indonesia sudah beberapa kali berganti bahan bakar: kayu bakar dan arang, lalu minyak tanah, dan sejak program konversi tahun 2007 kebanyakan rumah memakai LPG tabung 3 kg yang hijau. Mengapa LPG? Salah satu alasannya bisa dihitung, yaitu seberapa banyak kalor yang keluar dari setiap gram bahan bakar.
Definisi · Nilai kalorNilai kalor bahan bakar adalah kalor yang dilepas pada pembakaran sempurna 1 gram (atau 1 kg) bahan bakar. Satuannya kJ/g atau MJ/kg (angkanya sama). Dari entalpi pembakaran:
\[ \text{nilai kalor} = \frac{|\Delta H_c|}{M_r} \]
Bahan bakar
Zat utama
\(\Delta H_c\) (kJ/mol)
Nilai kalor (kJ/g)
Catatan
hidrogen
\(\ce{H2}\)
−285,8
142
juara per gram, tetapi sulit disimpan
gas alam, biogas
\(\ce{CH4}\)
−890
55,5
biogas dari kotoran sapi di desa
LPG
\(\ce{C3H8}\) + \(\ce{C4H10}\)
−2.220 / −2.877
±50
tabung 3 kg dan 12 kg
bensin
\(\ce{C8H18}\) (model)
−5.470
±48
nilai oktana tidak sama dengan nilai kalor!
lilin parafin
\(\ce{C25H52}\) (±)
—
±46
sering berjelaga
biodiesel sawit
\(\ce{C17H34O2}\) (metil palmitat)
±−10.680
±40
dicampur ke solar (B35)
arang batok kelapa
C
−393,5
±33
bara sate
etanol, spiritus
\(\ce{C2H5OH}\)
−1.367
29,7
nyala bersih, lampu laboratorium
kayu kering
selulosa
—
±16
banyak asap bila basah
Sebelum menghitung kalor pembakaran, persamaannya harus setara. Coba setarakan bahan bakar-bahan bakar berikut, termasuk metil palmitat dari minyak sawit yang koefisiennya cukup menantang:
Berturut-turut: biogas (metana), LPG (propana dan butana), etanol dari tetes tebu, bensin (oktana), biodiesel sawit (metil palmitat), glukosa dalam respirasi, dan pembakaran tidak sempurna propana yang menghasilkan gas CO beracun. Bandingkan banyaknya \(\ce{O2}\) yang dibutuhkan per mol bahan bakar: mana yang paling "rakus" oksigen?
Pilih bahan bakar, tekan ▶, dan amati neraca serta termometernya. Percobaan berhenti saat air naik sesuai target. Uji kelima bahan bakar: diagram batang di kanan menyimpan hasilmu. Mengapa nilai terukur selalu lebih kecil daripada literatur? Nyalakan perisai angin dan ulangi. Siapa yang paling berjelaga?
Kimia Nusantara · Biodiesel B35 dari sawitIndonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Minyak sawit direaksikan dengan metanol menjadi metil ester (biodiesel), misalnya metil palmitat \(\ce{C17H34O2}\). Sejak 2023, solar di SPBU wajib dicampur 35% biodiesel (B35), dan kadarnya terus dinaikkan. Nilai kalor biodiesel (±40 kJ/g) sedikit di bawah solar (±45 kJ/g) karena molekulnya sudah mengandung atom oksigen, seolah sudah "setengah terbakar". Imbalannya, karbon di dalamnya baru saja diambil pohon sawit dari udara, dan asap knalpotnya lebih sedikit jelaga.
Laras merebus 1,5 L air (1.500 g) dari 28 °C sampai mendidih (100 °C) di kompor LPG. Nilai kalor LPG ±50 kJ/g dan efisiensi kompor ±50%. Berapa gram LPG yang terbakar?
Hanya 50% kalor nyala yang masuk ke air, jadi LPG harus melepas \(451 / 0{,}50 = 903\) kJ.
Massa LPG \(= 903\ \text{kJ} \div 50\ \text{kJ/g} \approx 18\) g.
±18 g LPG. Satu tabung 3 kg cukup untuk ±165 kali merebus sepanci air seperti ini. Menutup panci dan memakai api biru yang tidak melebar keluar panci menaikkan efisiensinya.
Keselamatan · Pembakaran tidak sempurnaBila oksigen kurang, LPG terbakar tidak sempurna: \(\ce{2C3H8 + 7O2 -> 6CO + 8H2O}\). Gas CO tidak berbau tetapi beracun karena mengikat hemoglobin darah. Nyala kompor yang sehat berwarna biru; nyala kuning-merah yang berjelaga menandakan udara kurang. Jangan menyalakan kompor arang atau genset di ruang tertutup, periksa selang dan regulator LPG secara berkala, dan bila tercium bau gas, jangan menyalakan api atau sakelar listrik: buka pintu dan jendela lebar-lebar.
LPG mudah menyalaGas bertekanan
"Bahan bakar dengan ΔH pembakaran per mol paling besar pasti paling hemat."
Oktana melepas 5.470 kJ/mol dan metana hanya 890 kJ/mol, tetapi per gram metana justru lebih unggul (55,5 vs 48 kJ/g). Untuk tabung dan tangki, yang penting adalah kJ per gram atau per liter.
"Api yang lebih besar pasti berasal dari bahan bakar yang lebih kuat."
Besar nyala bergantung pada laju pembakaran (seberapa banyak gram per detik), bukan nilai kalornya. Kayu kering bisa berkobar besar padahal nilai kalornya hanya sepertiga LPG.
Tubuhmu juga "membakar" bahan bakarRespirasi sel, \(\ce{C6H12O6 + 6O2 -> 6CO2 + 6H2O}\), melepas energi yang sama dengan membakar glukosa di kalorimeter (−2.803 kJ/mol), tetapi bertahap lewat puluhan reaksi enzim sehingga tubuhmu tidak terbakar. Itulah sebabnya label gizi memakai angka dari kalorimeter bom: karbohidrat dan protein ±17 kJ/g (±4 kkal/g), lemak ±37 kJ/g (±9 kkal/g).
19.7Rahasia kompres dingin: pelarutan, hidrasi, dan siklus Born–Haber
Kembali ke komik. Kompres dingin berisi kristal amonium nitrat (kadang urea) dan sekantong air. Kantong penghangat jenis lain berisi kalsium klorida. Keduanya hanya garam yang dilarutkan dalam air, tetapi yang satu menjadi dingin dan yang lain menjadi panas. Bagaimana mungkin?
Melarutkan garam terjadi dalam dua langkah. Pertama, ion-ion di kristal harus dipisahkan satu sama lain. Ini seperti membongkar barisan tari saman yang saling bergandengan erat: butuh tenaga. Kedua, setiap ion yang lepas langsung dipeluk molekul-molekul air, dan pelukan ini melepas energi. Kalau tenaga membongkar lebih besar daripada energi pelukan, larutan menjadi dingin. Kalau sebaliknya, larutan menjadi panas.
Langkah kedua disebut hidrasi. Ujung oksigen molekul air (bermuatan parsial negatif) mengerumuni kation, sedangkan ujung hidrogennya mengerumuni anion. Secara singkat:
Pelarutan adalah tarik-menarik dua angka besar. Pada amonium nitrat, energi hidrasi sedikit kalah dari energi pemisahan kisi (endoterm). Pada kalsium klorida, ion \(\ce{Ca^2+}\) yang kecil dan bermuatan +2 dihidrasi sangat kuat (eksoterm). Nilai dalam kJ/mol, dibulatkan; skala kiri dan kanan berbeda.
Lanjut · IB & olimpiadeSiklus Born–Haber: hukum Hess untuk kristal ion
Entalpi kisi tidak bisa diukur langsung, tetapi bisa dihitung dengan siklus Hess yang melewati atom dan ion berwujud gas (lihat juga siklus NaCl di Bab 10). Untuk kalsium klorida (kJ/mol):
Tahap
Persamaan
\(\Delta H\)
atomisasi kalsium
\(\ce{Ca(s) -> Ca(g)}\)
+178
energi ionisasi pertama
\(\ce{Ca(g) -> Ca+(g) + e-}\)
+590
energi ionisasi kedua
\(\ce{Ca+(g) -> Ca^2+(g) + e-}\)
+1.145
atomisasi klorin
\(\ce{Cl2(g) -> 2Cl(g)}\)
+242
afinitas elektron (×2)
\(\ce{2Cl(g) + 2e- -> 2Cl-(g)}\)
2(−349) = −698
pembentukan kisi
\(\ce{Ca^2+(g) + 2Cl-(g) -> CaCl2(s)}\)
\(U\) = ?
total = pembentukan
\(\ce{Ca(s) + Cl2(g) -> CaCl2(s)}\)
−796
Hess: \(-796 = 178 + 590 + 1.145 + 242 - 698 + U\), sehingga \(U = -796 - 1.457 \approx -2.253\) kJ/mol. Kisi \(\ce{CaCl2}\) hampir tiga kali lebih kuat daripada NaCl (−787) karena muatan +2 menarik anion jauh lebih kuat.
Lanjut · IB & olimpiadeEntalpi hidrasi: ion kecil bermuatan besar menang
Entalpi hidrasi (kJ/mol, kira-kira): \(\ce{Li+}\) −519, \(\ce{Na+}\) −406, \(\ce{K+}\) −322, \(\ce{Mg^2+}\) −1.920, \(\ce{Ca^2+}\) −1.577, \(\ce{Cl-}\) −378. Makin kecil ion dan makin besar muatannya, makin rapat molekul air mengerumuninya, sehingga hidrasinya makin eksoterm.
Contoh NaCl: \(\Delta H_\text{pelarutan} = +787 + (-406) + (-378) = +3\) kJ/mol (data percobaan +3,9). Dua angka raksasa hampir saling meniadakan, sehingga garam dapur larut hampir tanpa perubahan suhu. Pelarutan tetap terjadi walaupun sedikit endoterm. Mengapa? Rahasianya ada di Bab 20.
Kimia di sekitarmu
🔥
Kompor LPG 3 kg
Setiap gram LPG melepas ±50 kJ. Satu tabung hijau menyimpan ±150 MJ, cukup untuk mendidihkan lebih dari 150 panci berisi 1,5 L air.
🏔️
Penghangat pendaki Semeru
Serbuk besi, garam, karbon aktif, dan sedikit air bereaksi dengan oksigen: \(\ce{4Fe + 3O2 -> 2Fe2O3}\), \(\Delta H = -1.648\) kJ. Garam mempercepat karat sehingga kalor keluar berjam-jam.
🍲
Makanan swapanas
Banyak kantong pemanasnya berisi kapur tohor: \(\ce{CaO + H2O -> Ca(OH)2}\), \(\Delta H \approx -65\) kJ/mol. Cukup untuk menghangatkan nasi tanpa kompor.
🧊
Kompres dingin instan
Amonium nitrat atau urea larut sambil menyerap kalor (+25,7 kJ/mol untuk amonium nitrat). Isi kantong bisa turun hingga beberapa derajat di atas 0 °C.
🏺
Air kendi tetap sejuk
Air merembes dan menguap dari pori-pori kendi tanah liat. Penguapan menyerap kalor (+44 kJ/mol), sehingga air di dalamnya sejuk tanpa kulkas. Keringatmu bekerja dengan cara yang sama.
🍢
Bara sate arang batok
Arang batok kelapa hampir murni karbon: \(\ce{C + O2 -> CO2}\), \(\Delta H = -393{,}5\) kJ/mol (±33 kJ/g). Kipasan penjual sate menambah oksigen sehingga bara makin membara.
Saat zat X dilarutkan dalam kalorimeter, termometer turun dari 28 °C menjadi 24 °C. Pelarutan X bersifat …
eksoterm, \(\Delta H\) negatif
eksoterm, \(\Delta H\) positif
endoterm, \(\Delta H\) positif
endoterm, \(\Delta H\) negatif
Suhu larutan (lingkungan) turun karena kalornya diserap oleh proses pelarutan. Sistem menyerap kalor: endoterm, \(\Delta H > 0\).
Diketahui \(\ce{C(s) + O2(g) -> CO2(g)}\), \(\Delta H = -393{,}5\) kJ. Berapa \(\Delta H\) bila 2 mol karbon terbakar sempurna?
−787 kJ
−393,5 kJ
+787 kJ
−196,75 kJ
Koefisien dikali 2, \(\Delta H\) ikut dikali 2: \(2 \times (-393{,}5) = -787\) kJ. Tandanya tetap negatif karena reaksinya tidak dibalik.
Zat manakah yang entalpi pembentukan standarnya nol?
\(\ce{H2O(l)}\)
\(\ce{CO2(g)}\)
\(\ce{O3(g)}\)
\(\ce{O2(g)}\)
\(\Delta H_f^\circ = 0\) hanya untuk unsur dalam wujud standarnya. Oksigen paling stabil sebagai \(\ce{O2(g)}\); ozon \(\ce{O3}\) bukan wujud standar, jadi \(\Delta H_f^\circ\)-nya tidak nol (+142,7 kJ/mol).
20
Bab 20 · Energi, Laju & Kesetimbangan
Entropi & Energi Bebas Gibbs: Mengapa Alam Punya Arah?
Es batu di warung mencair sendiri, tetapi air di gelas tidak pernah membeku sendiri pada siang hari. Kamar yang rapi bisa berantakan sendiri, tetapi kamar berantakan tidak pernah rapi sendiri. Ada "hakim" tersembunyi yang menentukan arah setiap proses di alam, dan bab ini memperkenalkannya.
Setelah bab ini, kamu bisa
membedakan proses spontan dan tidak spontan, serta menjelaskan bahwa spontan tidak sama dengan cepat;
menjelaskan entropi sebagai ukuran banyaknya cara (mikrostate) melalui \(S = k \ln W\), dan meramalkan tanda \(\Delta S\) untuk perubahan wujud dan reaksi gas;
menghitung \(\Delta S^\circ\) reaksi dari data entropi standar dan menerapkan hukum II termodinamika;
menghitung energi bebas Gibbs \(\Delta G = \Delta H - T\Delta S\) dengan satuan yang benar, membaca empat kombinasi tanda, dan menentukan suhu peralihan;
(Lanjut) menghubungkan \(\Delta G^\circ\) dengan tetapan kesetimbangan \(K\) dan potensial sel \(E^\circ\).
Kamar yang Berantakan Sendiri Komik · 4 panel
Sabtu pagi, di kamar Bima
BimaAneh! Minggu lalu kamarku sudah kurapikan. Sekarang berantakan lagi, padahal aku tidak pernah sengaja mengacaknya!
LarasCoba hitung, Bim. Sepuluh barangmu cuma punya satu susunan "rapi", tetapi jutaan susunan "berantakan"!
GUBRAK!
Kak TirtaItulah entropi. Alam selalu condong ke keadaan yang punya paling banyak cara. Alam semesta suka kamarmu, Bim!
Pulang sekolah, di warung es
KimoEs batu ini juga mencair sendiri, padahal mencair itu menyerap kalor (endoterm)!
BimaJadi yang menentukan arah bukan cuma ΔH… ada "hakim" kedua?
Besi berkarat di udara lembap adalah proses spontan. Apa arti kata "spontan" itu?
Prosesnya pasti berlangsung cepat, dalam hitungan detik.
Prosesnya dapat berlangsung dengan sendirinya tanpa dorongan terus-menerus dari luar, walaupun mungkin sangat lambat.
Prosesnya pasti melepaskan kalor yang sangat banyak sampai terasa panas.
Prosesnya terjadi tanpa sebab, tanpa pereaksi apa pun.
Jawabannya: dapat berlangsung sendiri, walaupun lambat. Pagar besi butuh berbulan-bulan untuk berkarat, tetapi prosesnya tetap spontan: ia berjalan sendiri dan tidak pernah berbalik menjadi besi mengilap. Dalam kimia, "spontan" menjawab pertanyaan ke arah mana, bukan secepat apa. Kecepatan adalah urusan Bab 21.
20.1Spontan: ke mana alam melangkah?
Perhatikan hal-hal yang terjadi dengan sendirinya di sekitarmu. Wangi parfum menyebar ke seluruh kamar. Teh panas mendingin sampai sesuhu ruangan. Gula larut dalam kopi. Pagar besi berkarat. Kayu bakar yang sudah disulut terus menyala sampai menjadi abu.
Kebalikannya tidak pernah kita lihat. Wangi parfum tidak berkumpul kembali ke dalam botolnya. Teh dingin tidak memanas sendiri dengan menyedot kalor dari udara kamar. Abu tidak berubah kembali menjadi kayu. Alam ternyata punya arah.
Bayangkan sebuah bola di lereng bukit. Bola itu menggelinding turun dengan sendirinya, tetapi tidak pernah naik sendiri. Proses kimia juga begitu: ada arah "turun" yang terjadi sendiri (spontan) dan arah "naik" yang hanya terjadi bila kita terus mendorongnya. Bola bisa saja tersangkut kerikil dan diam lama sekali, tetapi arahnya tetap ke bawah.
Definisi · Proses spontanProses spontan adalah proses yang, pada kondisi tertentu (suhu, tekanan), dapat berlangsung dengan sendirinya tanpa campur tangan terus-menerus dari luar. Kebalikan dari proses spontan selalu tidak spontan pada kondisi yang sama: ia hanya terjadi bila terus "didorong" dengan energi dari luar (misalnya listrik, cahaya, atau kerja pompa).
Ilmuwan abad ke-19 mula-mula menduga: reaksi spontan adalah reaksi eksoterm, seperti bola yang menggelinding turun dan melepas energi. Dugaan itu sering benar. Pembakaran LPG, karat, dan reaksi logam natrium dengan air semuanya eksoterm dan spontan. Namun ada banyak pengecualian yang mengganggu:
Air di jemuran menguap ke udara yang belum jenuh uap air
+44,0 (endoterm)
✔ ya, perlahan
cairan → gas yang menyebar ke udara
Air membeku pada 10 °C, \(\ce{H2O(l) -> H2O(s)}\)
−6,01 (eksoterm)
✘ tidak!
molekul bebas → kisi teratur
Lihat kolom terakhir. Semua proses endoterm yang tetap spontan punya satu kesamaan: partikelnya menjadi lebih bebas dan lebih tersebar. Sebaliknya, air yang membeku pada 10 °C justru melepas kalor, tetapi tidak terjadi. Jadi energi (\(\Delta H\)) bukan satu-satunya hakim. Ada hakim kedua yang menghitung banyaknya cara partikel dan energi dapat tersusun. Hakim itu bernama entropi.
Awas jebakanSpontan tidak berarti cepat. Pembakaran kertas oleh oksigen udara adalah proses spontan (\(\Delta G\) sangat negatif), tetapi bukumu tidak terbakar sendiri di rak karena reaksinya butuh "dorongan awal" berupa api. Intan bahkan spontan berubah menjadi grafit, tetapi lajunya begitu lambat sehingga tidak teramati selama jutaan tahun. Termodinamika menjawab boleh atau tidak; kinetika (Bab 21) menjawab secepat apa.
20.2Entropi: menghitung banyaknya cara
Kamu melempar 4 koin sekaligus. Hasil mana yang paling sering muncul bila kamu mengulangnya ratusan kali?
"4 gambar" sama seringnya dengan "2 gambar, 2 angka", karena setiap koin peluangnya 50 : 50.
"4 gambar", karena koin cenderung jatuh sama.
"2 gambar, 2 angka", karena hasil itu bisa terjadi dengan paling banyak cara.
Tidak bisa ditebak sama sekali karena acak.
Jawabannya: 2 gambar, 2 angka. Setiap urutan khusus (misalnya G-A-G-A) memang sama peluangnya, yaitu 1/16. Namun "2 gambar, 2 angka" bisa tersusun dengan 6 urutan berbeda, sedangkan "4 gambar" hanya dengan 1 urutan. Hasil acak pun punya pola: yang menang adalah keadaan dengan cara terbanyak. Itulah inti entropi.
Kembali ke kamar Bima. Misalkan ada 10 barang dan masing-masing punya satu tempat yang "benar". Hanya ada 1 susunan yang rapi. Banyak susunan seluruhnya adalah \(10!\) = 3.628.800. Kalau barang-barang dipindah secara acak (dipakai, dilempar, dipinjam adik), hampir pasti hasilnya "berantakan". Bukan karena alam membenci kerapian, tetapi karena cara untuk berantakan jauh lebih banyak.
Coba pikirkan sebungkus kancing merah dan putih yang dikocok. Hanya sedikit sekali cara agar semua kancing merah berkumpul di satu sisi, tetapi ada sangat banyak cara agar merah dan putih bercampur. Karena itu, setelah dikocok, kancing hampir selalu tercampur. Partikel zat juga terus "terkocok" oleh gerakannya sendiri.
Definisi · Makrostate, mikrostate, dan WMakrostate adalah keadaan yang kita amati secara keseluruhan, misalnya "3 partikel di ruang kiri, 1 di ruang kanan". Mikrostate adalah susunan rinci yang mewujudkannya: partikel mana berada di mana dan membawa energi berapa. Banyaknya mikrostate untuk satu makrostate diberi lambang \(W\).
Mari menghitung \(W\) untuk 4 partikel gas (A, B, C, D) dalam kotak yang dibagi dua ruang sama besar.
Sekat masih tertutup: keempat partikel ada di ruang kiri. Makrostate "4 : 0" hanya dapat terjadi dengan 1 cara, jadi \(W = 1\).
Sekat dibuka. Makrostate "3 : 1": partikel yang berada di kanan bisa A, B, C, atau D. Ada 4 cara, \(W = 4\).
Makrostate "2 : 2": pasangan di kiri bisa AB, AC, AD, BC, BD, atau CD. Ada 6 cara, \(W = 6\), paling banyak!
"1 : 3" juga punya 4 cara dan "0 : 4" hanya 1 cara. Susunan cara membentuk pola 1, 4, 6, 4, 1. Tumpukannya sudah mirip grafik batang.
Total ada \(2^4 = 16\) mikrostate yang sama peluangnya. Makrostate "2 : 2" muncul \(6/16 = 37{,}5\%\) dari waktu; "semua kembali ke kiri" hanya \(1/16\).
Dengan 100 partikel, peluang semua kembali ke kiri adalah \(1/2^{100} \approx 8 \times 10^{-31}\). Satu mol gas berisi \(6 \times 10^{23}\) partikel: gas yang sudah menyebar praktis tidak pernah berkumpul kembali sendiri.
Anggap setiap koin sebuah partikel: gambar = di ruang kiri, angka = di ruang kanan. Lempar 4 koin seratus kali dan bandingkan batang biru dengan garis teori W/2N. Lalu pilih 20, 50, dan 100 koin. Mengapa sebarannya makin runcing di tengah? Berapa kali "semua gambar" (susunan paling rapi) muncul?
Ludwig Boltzmann menyadari bahwa entropi tidak lain adalah ukuran banyaknya mikrostate. Karena \(W\) bisa luar biasa besar, ia memakai logaritmanya:
Rumus Boltzmann · Entropi
\[ S = k \ln W \qquad k = \frac{R}{N_A} = 1{,}381 \times 10^{-23}\ \text{J/K} \]
\(S\) adalah entropi, \(W\) banyaknya mikrostate, dan \(k\) tetapan Boltzmann. Makin banyak cara partikel dan energinya dapat tersusun, makin besar entropinya. Satuan entropi J/K; entropi molar memakai J/(mol·K).
Buka sekatnya dan amati partikel menyebar. Grafik batang di kanan menunjukkan banyak cara \(W\) untuk setiap makrostate: batang oranye adalah keadaanmu sekarang. Coba dengan N = 4: seberapa sering semua partikel kembali ke kiri? Lalu coba N = 40. Mau jadi "setan Maxwell"? Seret partikel kembali ke kiri satu per satu, lalu tutup sekatnya. Rasakan betapa repotnya menurunkan entropi!
Ketika volume gas menjadi dua kali lipat, setiap partikel punya dua kali lebih banyak tempat. Untuk \(N\) partikel, banyak cara bertambah \(2^N\) kali, sehingga \(\Delta S = k \ln 2^N = Nk \ln 2\). Untuk satu mol gas, \(Nk = N_A k = R\), jadi \(\Delta S = R \ln 2 = 5{,}76\) J/K. Secara umum, untuk gas ideal pada suhu tetap:
Apa yang membuat entropi besar?
Wujud. Gas jauh lebih besar daripada cair, dan cair sedikit lebih besar daripada padat: \(S_\text{gas} \gg S_\text{cair} > S_\text{padat}\). Molekul gas bebas berkeliaran di ruang yang luas.
Suhu. Makin panas, makin banyak cara energi dapat dibagikan ke partikel, sehingga entropi naik.
Jumlah mol gas. Reaksi yang menghasilkan lebih banyak molekul gas hampir selalu menaikkan entropi.
Ukuran dan kerumitan molekul. Molekul besar dengan banyak atom punya lebih banyak cara bergetar dan berputar (bandingkan \(\ce{CH4}\) dengan \(\ce{C3H8}\)).
Pelarutan dan pencampuran. Kristal yang larut menjadi ion-ion yang tersebar biasanya menaikkan entropi.
Padat
\(S^\circ\) (J mol⁻¹ K⁻¹)
Cair
\(S^\circ\)
Gas
\(S^\circ\)
C (intan)
2,4
\(\ce{H2O(l)}\)
69,9
\(\ce{H2}\)
130,7
C (grafit)
5,7
\(\ce{Hg(l)}\)
76,0
\(\ce{CH4}\)
186,3
\(\ce{MgO}\)
26,9
\(\ce{H2O2(l)}\)
109,6
\(\ce{H2O(g)}\)
188,8
\(\ce{Fe}\)
27,3
\(\ce{Br2(l)}\)
152,2
\(\ce{N2}\)
191,6
\(\ce{CaO}\)
39,7
\(\ce{C2H5OH(l)}\)
160,7
\(\ce{NH3}\)
192,8
\(\ce{H2O(s)}\), es pada 0 °C
±41
\(\ce{O2}\)
205,2
\(\ce{NaCl}\)
72,1
\(\ce{CO2}\)
213,8
\(\ce{CaCO3}\)
92,9
\(\ce{Br2(g)}\)
245,5
\(\ce{C6H12O6}\) (glukosa)
212,1
\(\ce{C3H8}\) (propana)
270,3
Entropi molar standar \(S^\circ\) pada 298 K dan 1 bar. Bandingkan brom cair (152,2) dengan uap brom (245,5): zat yang sama, wujud berbeda, entropi melonjak.
Keduanya hanya berisi atom karbon. Putar intan: setiap atom C terkunci kaku oleh 4 ikatan ke segala arah. Putar grafit: lapisan-lapisannya hanya ditahan gaya lemah dan bisa bergeser serta bergetar lebih leluasa. Itulah sebabnya \(S^\circ\) grafit (5,7) lebih besar daripada intan (2,4).
Awas jebakanEntropi standar unsur bebas tidak nol! Untuk entalpi, \(\Delta H_f^\circ\) unsur bebas memang ditetapkan nol (Bab 19), tetapi entropi adalah nilai mutlak: \(S^\circ\) gas \(\ce{O2}\) = 205,2 J mol⁻¹ K⁻¹. Hanya kristal sempurna pada 0 K yang entropinya nol (hukum III termodinamika). Jangan lupa memasukkan \(S^\circ\) unsur saat menghitung \(\Delta S^\circ\) reaksi.
Karena entropi adalah nilai mutlak, perubahan entropi reaksi standar dihitung langsung dari tabel:
Trik Kak Tirta"Hitung gas dulu!" Sebelum membuka tabel, hitung perubahan jumlah mol gas, \(\Delta n_\text{gas}\). Entropi gas (130–280 J mol⁻¹ K⁻¹) jauh lebih besar daripada padatan dan cairan, jadi tanda \(\Delta n_\text{gas}\) hampir selalu menebak tanda \(\Delta S\) dengan benar. Gas bertambah → \(\Delta S\) positif; gas berkurang → \(\Delta S\) negatif. Pakai tebakan ini untuk mengecek hasil hitunganmu.
\(\Delta S^\circ = -198{,}1\) J/K (per mol reaksi seperti tertulis). Tanda negatif cocok dengan tebakan "4 mol gas → 2 mol gas" ✔
20.3Hukum II termodinamika: hakim sejati adalah semesta
Air yang membeku menjadi es justru makin teratur: entropinya turun. Mengapa air tetap bisa membeku dengan sendirinya di dalam freezer?
Tidak mungkin; freezer melanggar hukum alam selama listriknya menyala.
Karena membeku adalah perubahan fisika, sehingga entropi tidak berlaku.
Karena di dalam freezer tidak ada entropi sama sekali.
Karena kalor yang dilepas air menaikkan entropi lingkungan lebih banyak daripada penurunan entropi air itu sendiri.
Jawabannya: entropi lingkungan naik lebih banyak. Saat membeku, air melepas kalor ke udara freezer yang dingin. Kalor itu membuat partikel lingkungan bergerak lebih acak. Yang harus naik bukan entropi air saja, tetapi entropi semesta (sistem + lingkungan).
Sejauh ini kita hanya melihat sistem (zat yang bereaksi). Padahal, sistem selalu bertukar kalor dengan lingkungan. Kalor yang dilepas sistem membuat partikel-partikel lingkungan bergerak lebih kencang dan lebih acak, sehingga entropi lingkungan naik. Pada tekanan tetap, kalor itu sama dengan \(-\Delta H_\text{sistem}\):
Trik Kak TirtaMengapa dibagi \(T\)? Bayangkan kamu bersin. Di perpustakaan yang sunyi, bersinmu membuat heboh. Di pasar yang sudah riuh, bersin yang sama hampir tidak terasa. Kalor yang sama juga "lebih terasa" bagi lingkungan yang dingin (\(T\) kecil) daripada bagi lingkungan yang panas (\(T\) besar).
Hukum II termodinamikaPada setiap proses spontan, entropi total semesta bertambah:
\[ \Delta S_\text{semesta} = \Delta S_\text{sistem} + \Delta S_\text{lingkungan} > 0 \]
Bila \(\Delta S_\text{semesta} = 0\), sistem berada dalam kesetimbangan. Proses dengan \(\Delta S_\text{semesta} < 0\) tidak terjadi dengan sendirinya; kebalikannyalah yang spontan.
Sistem: air yang membeku. Molekul air terkunci dalam kisi es yang teratur, sehingga entropi sistem turun: \(\Delta S_\text{sistem} \approx -22{,}0\) J/K per mol.
Saat membeku, air melepas kalor 6,01 kJ/mol ke lingkungan. Kalor itu mengacak partikel lingkungan: \(\Delta S_\text{lingkungan} = -\Delta H/T = +6010/T\). Besarnya bergantung pada suhu!
Pada −10 °C (263 K): \(\Delta S_\text{lingkungan} = 6010/263 = +22{,}9\) J/K, sedikit lebih besar daripada penurunan entropi air. \(\Delta S_\text{semesta} = +0{,}9\) J/K > 0, jadi air membeku spontan.
Pada +10 °C (283 K): kalor yang sama "kurang terasa" bagi lingkungan yang lebih hangat: \(6010/283 = +21{,}2\) J/K. \(\Delta S_\text{semesta} = -0{,}8\) J/K < 0. Air tidak membeku; justru es yang mencair.
Kesimpulan: proses berlangsung spontan bila entropi semesta naik. Pada 0 °C (273 K), \(6010/273 \approx 22{,}0\) sehingga \(\Delta S_\text{semesta} = 0\): es dan air setimbang. (Kita menganggap \(\Delta H\) dan \(\Delta S\) hampir tetap pada rentang suhu ini.)
Awas jebakanHukum II tidak mengatakan entropi setiap benda selalu naik. Entropi sebuah sistem boleh turun: air membeku, kristal garam tumbuh rapi di tambak garam Madura, dan tubuhmu menyusun protein yang sangat teratur. Syaratnya, entropi lingkungan harus naik lebih banyak. Di tambak garam, air laut yang menguap ke udara menyumbang entropi jauh lebih besar daripada keteraturan kristal garamnya. Yang selalu naik pada proses spontan adalah entropi semesta.
Hukum III termodinamikaEntropi kristal sempurna pada suhu nol mutlak (0 K) adalah nol, sebab hanya ada satu susunan (\(W = 1\), \(\ln 1 = 0\)). Dengan titik nol ini, kimiawan bisa mengukur entropi mutlak setiap zat dengan memanaskannya perlahan dari dekat 0 K sambil mencatat kalor yang diserap. Hasilnya adalah tabel \(S^\circ\) di subbab 20.2.
Tamu dari masa laluPada 1865, fisikawan Jerman Rudolf Clausius memberi nama "entropi" (dari bahasa Yunani tropē, perubahan) dan merumuskan bahwa entropi semesta cenderung naik. Satu dekade kemudian, Ludwig Boltzmann dari Austria menjelaskan entropi sebagai banyaknya susunan partikel. Gagasannya sempat ditentang karena banyak ilmuwan saat itu belum percaya pada atom. Kini rumus \(S = k \log W\) terpahat di batu nisannya di Wina. Di Amerika, Josiah Willard Gibbs dari Universitas Yale menerbitkan karya panjang tentang kesetimbangan zat (1875–1878) yang melahirkan besaran energi bebas, yang kini memakai namanya.
"Reaksi spontan pasti berlangsung cepat."
Spontan hanya soal arah. Intan menjadi grafit dan kertas bereaksi dengan oksigen adalah proses spontan, tetapi sangat lambat pada suhu kamar karena energi aktivasinya besar (Bab 21).
"Entropi selalu naik di mana pun dan kapan pun."
Entropi sistem boleh turun (air membeku, makhluk hidup tumbuh teratur, kulkas mendinginkan), asalkan entropi lingkungan naik lebih banyak. Yang selalu naik adalah entropi semesta.
"Reaksi eksoterm pasti spontan; reaksi endoterm tidak pernah spontan."
Es mencair dan garam larut adalah proses endoterm yang spontan. Air membeku pada 10 °C adalah eksoterm, tetapi tidak terjadi. Yang menentukan adalah \(\Delta G\), gabungan \(\Delta H\) dan \(T\Delta S\).
20.4Energi bebas Gibbs: satu angka penentu arah
Menghitung entropi lingkungan setiap kali tentu merepotkan. Josiah Willard Gibbs menemukan jalan pintas: gabungkan kedua hakim, entalpi dan entropi, menjadi satu besaran yang hanya menyangkut sistem. Besaran itu adalah energi bebas Gibbs, \(G\).
Bayangkan dua hakim dalam lomba. Hakim pertama, ΔH, menyukai proses yang melepas kalor. Hakim kedua, TΔS, menyukai proses yang membuat partikel lebih bebas, dan suaranya makin keras ketika suhu makin tinggi. Keputusan akhir dihitung dengan \(\Delta G\). Kalau \(\Delta G\) negatif, proses jalan sendiri.
\[ \Delta G = \Delta H - T\,\Delta S \]
Mengapa begitu? Dari hukum II ke ΔG
Mulai dari hukum II pada suhu dan tekanan tetap: \(\Delta S_\text{semesta} = \Delta S - \dfrac{\Delta H}{T}\), dengan \(\Delta S\) dan \(\Delta H\) milik sistem.
Kalikan kedua ruas dengan \(-T\): \(-T\Delta S_\text{semesta} = \Delta H - T\Delta S\).
Ruas kanan inilah yang didefinisikan sebagai \(\Delta G\). Jadi \(\Delta G = -T\Delta S_\text{semesta}\). Karena \(T\) selalu positif, \(\Delta S_\text{semesta} > 0\) sama artinya dengan \(\Delta G < 0\). Satu angka milik sistem cukup untuk mengetahui keputusan seluruh semesta!
Kriteria spontanitas (suhu dan tekanan tetap)
\(\Delta G < 0\): proses spontan ke arah yang tertulis.
\(\Delta G = 0\): sistem dalam kesetimbangan; tidak ada arah yang lebih disukai.
\(\Delta G > 0\): proses tidak spontan; kebalikannya yang spontan.
Nilai \(-\Delta G\) juga menyatakan kerja berguna maksimum (selain kerja pemuaian) yang dapat diperoleh dari proses itu. Karena itulah \(G\) disebut energi "bebas": energi yang bebas dipakai untuk bekerja.
Awas jebakanSatuan! \(\Delta H\) biasanya dalam kJ/mol, sedangkan \(\Delta S\) dalam J/(mol·K). Ubah \(\Delta S\) ke kJ dengan membaginya 1000 sebelum mengalikan dengan \(T\). Lupa membagi 1000 adalah kesalahan paling umum di bab ini: hasilnya meleset seribu kali lipat. Pastikan juga \(T\) dalam kelvin, bukan derajat Celsius.
Untuk \(\ce{H2O(s) -> H2O(l)}\), \(\Delta H = +6{,}01\) kJ/mol dan \(\Delta S = +22{,}0\) J/(mol·K). Hitung \(\Delta G\) pada 25 °C dan pada −10 °C.
Ubah satuan: \(\Delta S = +22{,}0\) J/(mol·K) \(= +0{,}0220\) kJ/(mol·K).
Pada 25 °C, \(T = 298\) K: \(\Delta G = 6{,}01 - 298 \times 0{,}0220 = 6{,}01 - 6{,}56 = -0{,}55\) kJ/mol.
Pada −10 °C, \(T = 263\) K: \(\Delta G = 6{,}01 - 263 \times 0{,}0220 = 6{,}01 - 5{,}79 = +0{,}22\) kJ/mol.
Pada 25 °C, \(\Delta G < 0\): es mencair spontan. Pada −10 °C, \(\Delta G > 0\): es tidak mencair; justru air yang membeku spontan. Hasil ini cocok dengan neraca entropi pada subbab 20.3.
Karena \(T\) selalu positif, tanda \(\Delta G\) ditentukan oleh tanda \(\Delta H\) dan \(\Delta S\). Ada empat kemungkinan:
\(\ce{3O2(g) -> 2O3(g)}\); fotosintesis, yang harus "didorong" energi cahaya
− (eksoterm)
−
negatif bila \(T\) kecil
di bawah suhu peralihan
air membeku, uap mengembun menjadi embun pagi, pembuatan amonia
+ (endoterm)
+
negatif bila \(T\) besar
di atas suhu peralihan
es mencair, air mendidih, \(\ce{CaCO3}\) terurai di tungku kapur
Trik Kak TirtaIngat rumusnya seperti gaji bulanan: Gaji = Honor − Tagihan Sewa, yaitu \(G = H - TS\). Untuk empat kuadran, ingat satu kalimat: "tanda beda, nasib pasti; tanda sama, tunggu suhu". Jika \(\Delta H\) dan \(\Delta S\) bertanda berbeda, hasilnya pasti (selalu atau tidak pernah spontan). Jika tandanya sama, suhulah yang menentukan.
Daerah hijau adalah semua pasangan (\(\Delta S\), \(\Delta H\)) yang spontan pada suhu \(T\); batasnya garis merah \(\Delta H = T\Delta S\). Seret titik "reaksimu", lalu geser suhu. Perhatikan garis merah berputar: makin panas, makin curam garisnya, sehingga reaksi di kuadran kanan atas (seperti \(\ce{CaCO3}\) terurai) masuk ke daerah hijau. Kuadran kanan bawah selalu hijau, kuadran kiri atas tidak pernah.
Untuk \(\ce{N2(g) + 3H2(g) -> 2NH3(g)}\), \(\Delta H^\circ = -92{,}2\) kJ dan \(\Delta S^\circ = -198{,}1\) J/K. Hitung \(\Delta G^\circ\) pada 298 K dan pada 700 K (suhu pabrik pupuk). Di bawah suhu berapa reaksi ini spontan pada keadaan standar?
Pada 700 K: \(\Delta G^\circ = -92{,}2 - 700(-0{,}1981) = -92{,}2 + 138{,}7 = +46{,}5\) kJ → tidak spontan pada keadaan standar.
Suhu peralihan: \(T = \dfrac{\Delta H}{\Delta S} = \dfrac{-92{,}2}{-0{,}1981} = 465\) K (±192 °C). Reaksi spontan di bawah suhu ini.
Termodinamika "menyukai" suhu rendah, tetapi pada suhu rendah reaksinya terlalu lambat. Pabrik pupuk di Bontang, Gresik, dan Palembang memilih jalan tengah: sekitar 400–450 °C dengan katalis besi, ditambah tekanan sangat tinggi yang menggeser kesetimbangan ke arah amonia (Bab 22). Kimia industri adalah seni berkompromi!
20.5Suhu peralihan: kapan es mencair dan kapur terurai?
Bila \(\Delta H\) dan \(\Delta S\) bertanda sama, ada satu suhu istimewa ketika kedua hakim seri: \(\Delta H = T\Delta S\), sehingga \(\Delta G = 0\). Suhu ini disebut suhu peralihan. Di satu sisinya proses spontan, di sisi lain tidak.
Coba hitung untuk es: \(T = 6010 / 22{,}0 = 273\) K = 0 °C. Untuk air mendidih (\(\Delta H = 40{,}7\) kJ/mol, \(\Delta S = 109\) J mol⁻¹ K⁻¹): \(T = 40.700/109 = 373\) K = 100 °C. Titik leleh dan titik didih adalah suhu peralihan! Pada suhu itu kedua wujud setimbang.
Garis biru memotong sumbu tegak di \(\Delta H\) dan kemiringannya \(-\Delta S\). Daerah hijau menandai suhu-suhu ketika \(\Delta G < 0\). Seret titik merah untuk mengubah suhu. Coba masukkan es (\(\Delta H = 6\), \(\Delta S = 22\)), lalu reaksi Haber (\(\Delta H = -92\), \(\Delta S = -198\)): garisnya kini naik, dan daerah hijau pindah ke suhu rendah.
Kimia Nusantara · Tungku kapur Padalarang dan Gunung KidulDi perbukitan kapur Citatah, Padalarang, dan di kawasan karst Gunung Kidul, perajin membakar batu gamping (\(\ce{CaCO3}\)) dalam tungku berbahan bakar kayu atau batu bara selama berhari-hari. Reaksinya \(\ce{CaCO3(s) -> CaO(s) + CO2(g)}\) bersifat endoterm (\(\Delta H = +178\) kJ/mol), tetapi menghasilkan gas sehingga \(\Delta S = +161\) J mol⁻¹ K⁻¹. Hasilnya, kapur tohor (\(\ce{CaO}\)), disiram air menjadi kapur padam \(\ce{Ca(OH)2}\) untuk melabur dinding, campuran adukan bangunan, menjernihkan air, menetralkan tanah sawah yang masam, dan kapur sirih untuk menginang. Batu gamping di bukit-bukit karst tetap utuh selama jutaan tahun karena pada suhu udara \(\Delta G\) penguraiannya sangat positif.
Data: \(\Delta H_f^\circ\) (kJ/mol): \(\ce{CaCO3}\) −1206,9; \(\ce{CaO}\) −635,1; \(\ce{CO2}\) −393,5. \(S^\circ\) (J mol⁻¹ K⁻¹): \(\ce{CaCO3}\) 92,9; \(\ce{CaO}\) 39,7; \(\ce{CO2}\) 213,8. Tentukan suhu minimum agar \(\ce{CaCO3(s) -> CaO(s) + CO2(g)}\) spontan pada keadaan standar.
Kuadran "+, +": spontan di atas suhu peralihan. \(T = \dfrac{178{,}3}{0{,}1606} = 1110\) K.
Ubah ke Celsius: \(1110 - 273 = 837\) °C. Cek: pada 298 K, \(\Delta G^\circ = 178{,}3 - 298(0{,}1606) = +130{,}4\) kJ, sangat positif ✔
Batu kapur baru terurai spontan di atas ±1.110 K (±840 °C). Hitungan ini menganggap \(\Delta H\) dan \(\Delta S\) tetap; data percobaan menunjukkan tekanan \(\ce{CO2}\) mencapai 1 atm sekitar 900 °C. Tungku kapur biasanya bekerja pada 900–1.000 °C agar bongkahan batu terurai cukup cepat sampai ke bagian dalamnya.
Pilih sebuah proses, lalu seret termometer (atau geser slider suhu). Batang oranye adalah \(\Delta H\), batang toska adalah \(-T\Delta S\), dan jumlah keduanya adalah \(\Delta G\). Amati es di 263 K dan 298 K, batu kapur di 298 K dan 1.200 K, serta reaksi Haber di 300 K dan 700 K. Proses mana yang tidak pernah berubah keputusannya, berapa pun suhunya? (Model ini menganggap \(\Delta H\) dan \(\Delta S\) tidak bergantung suhu.)
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa karbon bisa merebut oksigen dari bijih timah Bangka?
Bijih timah dari Bangka-Belitung berupa kasiterit, \(\ce{SnO2}\). Di tanur peleburan, bijih dipanaskan bersama karbon: \(\ce{SnO2(s) + 2C(s) -> Sn(s) + 2CO(g)}\). Reaksi ini sangat endoterm, tetapi menghasilkan 2 mol gas dari padatan saja.
\(\Delta S^\circ = [51{,}2 + 2(197{,}7)] - [49{,}0 + 2(5{,}7)] = +386{,}2\) J/K (data \(S^\circ\): Sn 51,2; CO 197,7; \(\ce{SnO2}\) 49,0; C 5,7)
\(T_\text{peralihan} = 359{,}7 / 0{,}3862 \approx 931\) K (±660 °C)
Di atas sekitar 930 K, suku \(T\Delta S\) mengalahkan \(\Delta H\), sehingga karbon "menang" merebut oksigen. Tanur peleburan bekerja jauh di atas suhu itu (lebih dari 1.100 °C) supaya reaksinya cepat dan timah keluar dalam keadaan cair. Grafik \(\Delta G^\circ\) terhadap \(T\) untuk pembentukan berbagai oksida logam disebut diagram Ellingham; para metalurg memakainya untuk memilih suhu dan zat pereduksi.
Aturan Trouton: untuk banyak cairan, \(\Delta S_\text{penguapan} \approx 85\)–88 J mol⁻¹ K⁻¹ pada titik didihnya, karena kenaikan "kebebasan" dari cair ke gas kira-kira sama. Air menyimpang (109 J mol⁻¹ K⁻¹) karena ikatan hidrogen membuat air cair lebih teratur daripada cairan biasa (Bab 13).
20.6Lanjut: ΔG°, tetapan kesetimbangan, dan potensial sel
Tanda bulat ° pada \(\Delta G^\circ\) berarti keadaan standar: setiap gas bertekanan 1 bar dan setiap zat terlarut berkonsentrasi 1 mol/L. Dalam campuran nyata, komposisi terus berubah selama reaksi, sehingga \(\Delta G\) pun berubah. Reaksi berjalan ke arah \(\Delta G < 0\) sampai akhirnya \(\Delta G = 0\): saat itulah tercapai kesetimbangan (Bab 22).
Hubungan antara \(\Delta G\) dan komposisi campuran dinyatakan oleh \(\Delta G = \Delta G^\circ + RT \ln Q\), dengan \(Q\) hasil bagi reaksi. Pada kesetimbangan \(\Delta G = 0\) dan \(Q = K\), sehingga diperoleh hubungan yang sangat penting:
\[ \Delta G^\circ = -RT \ln K \qquad\Longleftrightarrow\qquad K = e^{-\Delta G^\circ/RT} \]
\(\Delta G^\circ\) (kJ/mol) pada 298 K
\(K\)
Artinya saat setimbang
−100
\(3 \times 10^{17}\)
hampir seluruhnya produk
−10
57
produk lebih banyak
0
1
seimbang
+10
\(1{,}8 \times 10^{-2}\)
pereaksi lebih banyak
+100
\(3 \times 10^{-18}\)
hampir tidak bereaksi
Dengan \(\Delta G^\circ = -33{,}0\) kJ/mol untuk \(\ce{N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g)}\) pada 298 K, hitung \(K\). (\(R = 8{,}314\) J mol⁻¹ K⁻¹)
\(K \approx 6 \times 10^5\): pada suhu kamar, kesetimbangan sangat condong ke amonia. Sayangnya reaksinya nyaris tidak berjalan pada suhu kamar tanpa katalis. Lagi-lagi: spontan belum tentu cepat!
Energi bebas juga terhubung dengan listrik. Dalam sel volta (Bab 30), \(n\) mol elektron yang didorong oleh beda potensial \(E^\circ\) melakukan kerja listrik:
Sel Daniell (\(\ce{Zn}\)–\(\ce{Cu}\)) dengan \(E^\circ = 1{,}10\) V dan \(n = 2\) memberi \(\Delta G^\circ = -2 \times 96.485 \times 1{,}10 \approx -212.000\) J, yaitu sekitar −212 kJ. Potensial sel positif selalu berarti \(\Delta G^\circ\) negatif: baterai yang "hidup" adalah reaksi spontan yang energinya kita panen sebagai listrik.
Lanjut · IB & olimpiadeReaksi kopling: cara sel hidup "mendorong" reaksi yang tidak spontan
Tubuhmu terus membuat molekul yang lebih teratur daripada bahan bakunya. Misalnya, sel mengikatkan gugus fosfat pada glukosa sebagai langkah pertama mengolah gula: \(\Delta G^{\circ\prime} \approx +13{,}8\) kJ/mol, tidak spontan. Sel lalu "memasangkan" reaksi ini dengan penguraian ATP menjadi ADP, yang \(\Delta G^{\circ\prime} \approx -30{,}5\) kJ/mol.
Karena \(G\) adalah fungsi keadaan, \(\Delta G\) reaksi yang dijumlahkan juga dijumlahkan (seperti hukum Hess di Bab 19): \(+13{,}8 + (-30{,}5) = -16{,}7\) kJ/mol. Reaksi gabungannya spontan! Enzim memastikan kedua reaksi benar-benar terjadi bersamaan. Prinsip yang sama dipakai industri: reaksi yang "rugi" dipasangkan dengan reaksi yang sangat "untung", seperti peleburan timah di subbab 20.5 yang memanfaatkan pembentukan \(\ce{CO}\).
Kimia di sekitarmu
🧊
Es batu di warung
Kotak gabus hanya memperlambat aliran kalor; ia tidak mengubah arah. Pada 30 °C, \(T\Delta S\) lebih besar daripada \(\Delta H\), sehingga es pasti mencair, cepat atau lambat.
🍨
Es puter dan garam kasar
Pedagang es puter mencampur es batu dengan garam kasar. Air asin punya entropi lebih besar, sehingga es "terdorong" mencair sambil menyerap kalor dari adonan, dan campuran bisa turun di bawah −10 °C.
🍚
Tapai singkong
Ragi mengubah glukosa menjadi etanol dan gas \(\ce{CO2}\). Reaksinya eksoterm dan entropinya naik, jadi spontan pada semua suhu. Enzim ragi hanya mempercepatnya.
🌾
Fotosintesis di sawah
Membuat glukosa dari \(\ce{CO2}\) dan air punya \(\Delta H\) positif dan \(\Delta S\) negatif: tidak pernah spontan. Padi "membayarnya" dengan energi cahaya matahari.
🏭
Tungku kapur
Batu gamping baru terurai spontan di atas ±840 °C. Karena itu bukit karst Gunung Sewu tetap berdiri, sementara tungku kapur harus menyala berhari-hari.
❄️
Kulkas dan freezer
Di dalam freezer, entropi air turun saat membeku. Kompresor membuang kalor yang lebih besar ke dapur (bagian belakang kulkas terasa hangat), sehingga entropi semesta tetap naik.
Proses dengan \(\Delta H > 0\) dan \(\Delta S > 0\) akan spontan pada …
suhu rendah saja
suhu tinggi saja
semua suhu
tidak pernah
\(\Delta G = \Delta H - T\Delta S\) menjadi negatif bila \(T\Delta S\) cukup besar untuk mengalahkan \(\Delta H\) yang positif, yaitu pada suhu tinggi (di atas \(\Delta H/\Delta S\)). Contohnya es mencair dan batu kapur terurai.
\(\Delta H = -100\) kJ/mol, \(\Delta S = +50\) J/(mol·K), \(T = 300\) K. Berapa \(\Delta G\)?
−15.100 kJ/mol
−85 kJ/mol
+15 kJ/mol
−115 kJ/mol
\(\Delta G = -100 - 300 \times 0{,}050 = -100 - 15 = -115\) kJ/mol. Pilihan pertama muncul bila lupa membagi \(\Delta S\) dengan 1000.
Proses manakah yang \(\Delta S\)-nya negatif?
Uap air mengembun menjadi embun pagi
Gula larut dalam teh
Batu kapur terurai di tungku
Parfum menguap dari kulit
Gas menjadi cair membuat molekul jauh lebih terbatas geraknya, sehingga entropinya turun. Tiga proses lainnya membuat partikel lebih tersebar.
21
Bab 21 · Energi, Laju & Kesetimbangan
Laju Reaksi: Balapan Para Molekul
Kembang api meletus dalam sekejap, sedangkan paku butuh berminggu-minggu untuk berkarat. Pisang di dalam karung cepat menguning, tetapi sayur di kulkas tetap segar berhari-hari. Siapa yang mengatur kecepatan reaksi, dan bisakah kita memutar "kenop gas"-nya?
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan arti laju reaksi, cara mengukurnya, serta membedakan laju rata-rata dan laju sesaat;
memakai teori tumbukan, energi aktivasi, dan kurva Maxwell–Boltzmann untuk menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan, suhu, dan katalis;
menentukan persamaan laju, orde reaksi, dan satuan tetapan laju dari data laju awal;
menghitung waktu paruh reaksi orde satu, misalnya sisa obat dalam darah;
memakai persamaan Arrhenius dan menjelaskan mekanisme reaksi, tahap penentu laju, serta kerja enzim.
Pisang di Dalam Karung Komik · 4 panel
Sore hari, di dapur rumah Bima
BimaIbu memasukkan pisang hijau ke karung bersama satu pisang yang sudah matang. Katanya lusa sudah kuning semua. Kok bisa?
LarasPedagang di pasar malah memakai karbit. Anehnya, sayur di kulkas bisa tetap segar seminggu. Kebalikannya!
AHA!
Kak TirtaMatang dan busuk itu reaksi kimia. Karung "mengurung" gas etilena dari buah matang, jadi reaksinya ngebut. Kulkas yang dingin justru menginjak rem!
Kimo ikut nimbrung…
KimoAku juga begitu! Pagi yang dingin membuatku lamban, siang yang panas membuatku gesit. Reaksi kimia di tubuhku ikut suhu.
BimaJadi laju reaksi bisa diatur… tapi caranya?
Dua tablet vitamin C effervescent yang sama dimasukkan ke dua gelas air yang sama. Tablet pertama utuh, tablet kedua digerus halus dulu. Apa yang terjadi?
Serbuk habis lebih cepat dan menghasilkan gas lebih banyak.
Serbuk habis lebih cepat, tetapi jumlah gas totalnya sama.
Tablet utuh lebih cepat karena lebih padat dan berat.
Keduanya sama cepat karena massanya sama.
Jawabannya: serbuk lebih cepat, gasnya sama banyak. Menggerus membuka jauh lebih banyak permukaan sehingga lebih banyak partikel air dan asam yang bisa "menabrak" tablet setiap detik. Tetapi jumlah zat di dalam tablet tidak berubah, jadi gas karbon dioksida yang terbentuk tetap sama. Laju menjawab "seberapa cepat", bukan "seberapa banyak".
21.1Seberapa cepat? Mengukur laju reaksi
Ada reaksi secepat kilat dan ada yang selambat siput. Kembang api meletus dalam seperseratus detik. Pisang di karung butuh beberapa hari untuk menguning. Paku di halaman berkarat dalam hitungan minggu. Stalaktit di gua-gua karst Gunung Sewu hanya tumbuh sekitar satu sentimeter dalam seratus tahun.
Reaksi kimia punya "jam" yang sangat berbeda-beda, dari seperseratus detik sampai ribuan tahun.
Laju reaksi mirip kecepatan motor. Kecepatan motor adalah jarak yang ditempuh dibagi waktu. Laju reaksi adalah banyaknya zat yang berubah dibagi waktu. Kalau banyak zat berubah dalam waktu singkat, reaksinya cepat. Kalau sedikit sekali yang berubah dalam waktu lama, reaksinya lambat.
Kimiawan mengukur laju dengan mengamati seberapa cepat pereaksi berkurang atau produk bertambah. Biasanya yang dipantau adalah konsentrasi dalam mol per liter (M).
Definisi · Laju reaksiLaju reaksi (\(v\)) adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau produk setiap satuan waktu:
\[ v = -\frac{\Delta[\text{pereaksi}]}{\Delta t} = +\frac{\Delta[\text{produk}]}{\Delta t} \]
Satuannya mol L⁻¹ s⁻¹ (ditulis M/s). Tanda minus dipasang karena konsentrasi pereaksi turun, padahal laju selalu bernilai positif.
Hati-hati dengan koefisien reaksi. Di pabrik pupuk, amonia dibuat lewat reaksi \(\ce{N2 + 3H2 -> 2NH3}\). Setiap satu molekul \(\ce{N2}\) yang habis disertai tiga molekul \(\ce{H2}\) yang habis dan dua molekul \(\ce{NH3}\) yang terbentuk. Jadi \(\ce{H2}\) berkurang tiga kali lebih cepat daripada \(\ce{N2}\). Supaya "laju reaksi" hanya punya satu nilai, setiap laju dibagi dengan koefisiennya:
Konsentrasi tidak selalu mudah diukur langsung. Kimiawan memilih sifat yang ikut berubah selama reaksi:
Yang diamati
Contoh reaksi
Alat
Volume gas bertambah
pualam + asam klorida: \(\ce{CaCO3 + 2HCl -> CaCl2 + H2O + CO2 ^}\)
suntikan gas atau gelas ukur terbalik dalam air, stopwatch
Massa berkurang
reaksi yang sama: gas \(\ce{CO2}\) lepas ke udara
neraca digital, kapas di mulut labu
Warna berubah
larutan kalium permanganat yang ungu memudar
kolorimeter, bahkan sensor cahaya HP
Kekeruhan
\(\ce{Na2S2O3 + 2HCl -> 2NaCl + S v + SO2 + H2O}\): belerang membuat larutan keruh
"tanda X" di bawah gelas, dicatat waktu sampai X hilang
Daya hantar listrik / pH
reaksi yang menghabiskan atau menghasilkan ion
konduktometer, pH meter
Perhatikan grafik volume gas di bawah. Garisnya curam di awal lalu makin landai. Kemiringan garis antara dua titik memberi laju rata-rata. Kemiringan garis singgung di satu titik memberi laju sesaat, laju "detik itu juga", seperti angka di spidometer motor.
Seret titik biru. Garis oranye (garis singgung) makin landai: laju sesaat terus turun karena pualam dan asamnya makin sedikit. Bandingkan dengan garis putus ungu (laju rata-rata dari awal): mana yang lebih besar di t = 40 s?
Awas jebakanLaju reaksi biasanya tidak tetap. Kebanyakan reaksi paling cepat di awal, lalu melambat karena pereaksinya makin sedikit. Jadi "laju rata-rata selama 2 menit" berbeda dengan "laju sesaat pada detik ke-10". Bacalah soal dengan teliti: yang diminta laju rata-rata, laju sesaat, atau laju awal?
Pualam direaksikan dengan asam klorida. Volume \(\ce{CO2}\) yang terkumpul 0 mL saat \(t = 0\) dan 48 mL saat \(t = 40\) s. (a) Berapa laju rata-rata pembentukan \(\ce{CO2}\) dalam mL/s? (b) Bila 1 mol gas bervolume 24 L pada suhu kamar, nyatakan laju itu dalam mol/s.
(b) 1,2 mL = 0,0012 L, jadi \(v = \dfrac{0{,}0012\ \text{L/s}}{24\ \text{L/mol}} = 5{,}0 \times 10^{-5}\) mol/s.
Rata-rata terbentuk 1,2 mL \(\ce{CO2}\) setiap detik, yaitu \(5{,}0 \times 10^{-5}\) mol/s. Ingat: ini rata-rata. Di detik-detik awal lajunya lebih besar, menjelang akhir lebih kecil.
Tamu dari masa laluPada 1850, Ludwig Wilhelmy dari Jerman mengamati gula tebu (sukrosa) yang terurai menjadi glukosa dan fruktosa dalam larutan asam. Ia tidak menimbang apa pun. Ia memakai polarimeter: larutan gula memutar arah cahaya terpolarisasi, dan putaran itu berubah perlahan selama reaksi. Wilhelmy menemukan bahwa laju reaksi sebanding dengan jumlah gula yang tersisa. Itulah hukum laju pertama dalam sejarah kimia, dan ternyata sebuah reaksi orde satu (subbab 21.5).
21.2Teori tumbukan dan energi aktivasi
Agar bereaksi, partikel harus bertemu. Molekul gas di udara bertumbukan miliaran kali setiap detik. Kalau setiap tumbukan menghasilkan reaksi, semua reaksi gas akan selesai dalam sekejap dan kayu di sekitar kita sudah lama terbakar habis. Kenyataannya, hanya sebagian sangat kecil tumbukan yang berhasil.
Tumbukan partikel mirip menendang bola ke gawang. Tendangan yang terlalu pelan tidak sampai. Tendangan yang keras tetapi arahnya salah juga meleset. Gol hanya terjadi kalau tendangannya cukup keras dan arahnya tepat. Partikel pun begitu: reaksi hanya terjadi pada tumbukan yang cukup kuat dan dari arah yang pas.
Teori tumbukanReaksi terjadi bila partikel pereaksi:
bertumbukan;
bertumbukan dengan energi sama dengan atau lebih besar daripada energi aktivasi \(E_a\);
bertumbukan dengan arah (orientasi) yang tepat.
Tumbukan yang memenuhi ketiganya disebut tumbukan efektif. Laju reaksi sebanding dengan banyaknya tumbukan efektif setiap detik.
Definisi · Energi aktivasiEnergi aktivasi (\(E_a\)) adalah energi minimum yang harus dimiliki partikel yang bertumbukan agar reaksi terjadi. Di puncak "bukit energi", ikatan lama sedang putus dan ikatan baru sedang terbentuk. Susunan sesaat yang tidak stabil itu disebut kompleks teraktivasi (keadaan transisi).
Bayangkan Kak Tirta mendorong gerobak bakso melewati polisi tidur. Kalau dorongannya kurang kuat, gerobak naik sedikit lalu mundur lagi. Kalau cukup kuat, gerobak melewati puncak dan meluncur turun di sisi lain. Tinggi polisi tidur itulah energi aktivasi. Ikuti perjalanan satu tumbukan berikut.
Molekul \(\ce{CO}\) dan \(\ce{NO2}\) bergerak acak dan saling mendekat. Di diagram energi, bola oranye berada di tingkat energi pereaksi.
Tumbukan pelan: energinya kurang dari \(E_a\). Awan elektron kedua molekul saling tolak dan mereka memantul tanpa berubah. Bola naik sedikit di bukit lalu jatuh kembali.
Tumbukan keras tetapi arahnya salah: ujung O dari CO menabrak atom O dari \(\ce{NO2}\). Ikatan baru C–O tidak mungkin terbentuk, jadi molekul memantul lagi.
Tumbukan efektif: energinya cukup dan atom C menghadap atom O. Di puncak bukit terbentuk kompleks teraktivasi: ikatan N–O sedang putus, ikatan C–O sedang terbentuk.
Produk \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{NO}\) terbentuk dan saling menjauh. Energi yang dilepas lebih besar daripada \(E_a\) yang "dipinjam", jadi reaksi ini eksoterm (\(\Delta H < 0\)). (Model satu tumbukan ini berlaku pada suhu tinggi; di 21.6 kamu akan melihat kejutannya pada suhu rendah.)
Jawaban teka-teki Bab 20Intan memang "ingin" menjadi grafit: \(\Delta G^\circ\) perubahannya sekitar −2,9 kJ/mol, jadi spontan. Tetapi setiap atom karbon intan terkunci oleh empat ikatan kovalen yang sangat kuat. Untuk menyusun ulang menjadi lapisan grafit, ikatan itu harus diputus dulu, sehingga energi aktivasinya luar biasa besar. Pada suhu kamar lajunya praktis nol. Spontan tidak sama dengan cepat! Termodinamika menjawab "ke mana", kinetika menjawab "secepat apa".
21.3Empat kenop pengatur laju
Kalau laju bergantung pada banyaknya tumbukan efektif, cara mempercepat reaksi jelas: buat tumbukan lebih sering, atau buat lebih banyak tumbukan yang cukup bertenaga. Ada empat kenop utama.
Jembatan keledai KimoEmpat kenop laju: "Kopi Luwak Selalu Kental", yaitu Konsentrasi, Luas permukaan, Suhu, dan Katalis. Dua kenop pertama menambah jumlah tumbukan, suhu menambah jumlah dan tenaga tumbukan, katalis menurunkan "polisi tidur"-nya.
Kenop 1 · Konsentrasi (dan tekanan gas)
Makin pekat larutan, makin banyak partikel dalam setiap liter, sehingga makin sering mereka bertumbukan. Soda kue berbuih lebih hebat dalam cuka dapur asli daripada dalam cuka yang diencerkan. Untuk gas, menaikkan tekanan berarti memampatkan partikel ke ruang yang lebih kecil: konsentrasinya naik.
Kenop 2 · Luas permukaan
Pada padatan, hanya partikel di permukaan yang bisa ditabrak. Memotong atau menggerus padatan membuka permukaan baru. Serutan kayu lebih mudah menyala daripada balok kayu. Mengunyah makanan juga mempercepat kerja enzim pencernaan. Di pabrik tepung, debu tepung yang beterbangan bahkan bisa meledak bila tersulut, karena setiap butirnya sangat kecil dan dikelilingi oksigen.
Partikel biru energinya kurang dari \(E_a\); partikel merah cukup bertenaga. Atom padatan B (oranye) hanya bisa bereaksi bila ditabrak partikel merah. Coba: (1) bandingkan "1 bongkah" dengan "36 butir serbuk" pada suhu yang sama; (2) naikkan suhu dari 300 K ke 400 K dan lihat histogram energi; (3) nyalakan katalis. Grafik kanan menyimpan percobaan sebelumnya (garis abu-abu) untuk dibandingkan. Ketuk satu partikel untuk melihat energinya. (Lab ini menyederhanakan: arah tumbukan dianggap selalu tepat.)
Kenop 3 · Suhu
Banyak reaksi menjadi kira-kira dua kali lebih cepat bila suhu naik dari 25 °C ke 35 °C. Apa penyebab utamanya?
Jumlah tumbukan per detik menjadi dua kali lipat.
Partikel memuai sehingga lebih mudah bertabrakan.
Jumlah tumbukan yang energinya ≥ \(E_a\) bertambah tajam, padahal jumlah tumbukan total hanya naik sekitar 2%.
Energi aktivasi reaksi turun saat suhu naik.
Jawabannya: fraksi tumbukan bertenaga melonjak. Dari 298 K ke 308 K, kelajuan rata-rata partikel hanya naik sekitar \(\sqrt{308/298} \approx 1{,}017\) kali, jadi tumbukan bertambah ±2% saja. Tetapi bagian partikel yang energinya melewati \(E_a\) bisa naik hampir dua kali lipat. Energi aktivasinya sendiri tidak berubah. Kurva di bawah ini memperlihatkannya.
Partikel dalam suatu zat tidak bergerak sama cepat. Ada yang lambat, banyak yang sedang, dan sedikit yang sangat cepat. Sebaran energi itu digambarkan oleh distribusi Maxwell–Boltzmann. Luas di bawah kurva menyatakan seluruh partikel (100%). Hanya partikel di kanan garis \(E_a\) yang mampu bereaksi saat bertumbukan.
Sumbu tegak menyatakan persen molekul per kJ/mol. Geser suhu: kurva memipih dan melebar, tetapi luas totalnya tetap 100%. Perhatikan arsiran merah di kanan \(E_a\) membengkak. Lalu naikkan "penurunan \(E_a\) oleh katalis": kurvanya tidak berubah sama sekali, hanya garis batasnya yang mundur, dan arsiran hijau menambah molekul yang lolos. Supaya arsirannya terlihat, \(E_a\) di grafik ini dibuat kecil; \(E_a\) reaksi nyata umumnya 40–120 kJ/mol, sehingga fraksinya jauh lebih kecil lagi.
Jadi suhu menaikkan laju dengan dua cara: tumbukan sedikit lebih sering, dan, jauh lebih penting, lebih banyak tumbukan yang energinya melewati \(E_a\). Itulah sebabnya panci presto memasak rendang lebih cepat (air di dalamnya mendidih pada ±120 °C) dan kulkas memperlambat pembusukan.
Di buku soal sering muncul aturan praktis: "setiap kenaikan 10 °C, laju menjadi \(n\) kali". Aturan ini berguna untuk perkiraan cepat.
Awas jebakan"Suhu naik 10 °C, laju pasti tepat dua kali" itu keliru. Aturan dua kali hanya kebetulan cocok untuk reaksi dengan \(E_a\) sekitar 50 kJ/mol di dekat suhu kamar. Reaksi dengan \(E_a\) besar jauh lebih peka terhadap suhu (bisa lima kali atau lebih), reaksi dengan \(E_a\) kecil hampir tidak peka. Pakai faktor \(n\) yang diberikan soal, dan hitung dengan persamaan Arrhenius (21.6) bila datanya ada.
Setiap kenaikan 10 °C, laju suatu reaksi menjadi 2 kali. Pada 30 °C reaksi selesai dalam 120 detik. Berapa lama reaksi itu pada 60 °C?
Kenaikan suhu: 60 − 30 = 30 °C, yaitu 3 kali "langkah 10 °C".
Laju menjadi \(2^3 = 8\) kali lebih cepat.
Waktu menjadi \(\tfrac{1}{8}\) kali: \(120 / 8 = 15\) detik.
Reaksi selesai dalam 15 detik. Ingat: laju naik, waktu turun. Keduanya berbanding terbalik.
Kenop 4 · Katalis
Definisi · KatalisKatalis adalah zat yang mempercepat reaksi dengan menyediakan jalur reaksi lain yang energi aktivasinya lebih rendah. Katalis ikut bereaksi di tengah jalan, tetapi terbentuk kembali di akhir reaksi, sehingga jumlahnya tetap. Katalis yang sefase dengan pereaksi disebut katalis homogen; yang berbeda fase (biasanya padatan untuk pereaksi gas/cair) disebut katalis heterogen. Katalis biologis disebut enzim.
Katalis membuka "jalan pintas" di bawah bukit. Tingkat energi pereaksi dan produk tidak berubah, jadi \(\Delta H\) tetap sama.
Contoh yang bisa kamu temui: enzim katalase dalam irisan kentang atau hati ayam menguraikan obat luka hidrogen peroksida menjadi air dan gas oksigen, \(\ce{2H2O2 -> 2H2O + O2}\), sehingga muncul busa. Di knalpot mobil, konverter katalitik berlapis platina (Pt), paladium, dan rodium mengubah gas beracun CO dan NO menjadi \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{N2}\). Pabrik margarin mengubah minyak sawit cair menjadi lemak padat dengan gas hidrogen dan katalis serbuk nikel (Ni), logam yang banyak ditambang di Sulawesi.
Awas jebakan"Katalis tidak ikut bereaksi sama sekali" itu keliru. Katalis ikut bereaksi, lalu terbentuk kembali. Contohnya ion iodida pada penguraian hidrogen peroksida:
\[ \ce{H2O2 + I- -> H2O + IO-}\quad\text{(lambat)} \]
\[ \ce{H2O2 + IO- -> H2O + O2 + I-}\quad\text{(cepat)} \]
Ion \(\ce{I-}\) dipakai di tahap 1 dan kembali di tahap 2. Jumlahkan kedua tahap: hasilnya \(\ce{2H2O2 -> 2H2O + O2}\), tanpa \(\ce{I-}\). Katalis juga tidak mengubah \(\Delta H\) dan tidak menambah jumlah produk akhir.
Etilena (\(\ce{C2H4}\)) adalah hormon pematang buah. Asetilena (\(\ce{C2H2}\)) dari karbit meniru kerjanya. Putar keduanya: mana yang datar, mana yang lurus? Ketuk tiga atom pada \(\ce{NO2}\) untuk mengukur sudut O–N–O.
Kimia Nusantara · Memeram pisangBuah yang matang menghasilkan gas etilena, hormon yang memicu enzim-enzim pematangan: pati diubah menjadi gula, klorofil hijau dirombak, dan buah melunak. Dalam karung atau lubang tertutup, etilena dari satu buah matang terkumpul (konsentrasinya naik), sehingga pisang lain ikut matang serentak. Petani di Jawa mengenal cara tradisional "pengemposan": pisang diperam dalam lubang yang diberi asap, dan asap pembakaran juga mengandung sedikit etilena. Pedagang yang memakai karbit (\(\ce{CaC2}\)) memanfaatkan reaksi \(\ce{CaC2 + 2H2O -> C2H2 + Ca(OH)2}\); asetilena yang terbentuk meniru etilena. Tetapi karbit teknis dapat mengandung pengotor senyawa arsenik dan fosfor, sehingga banyak negara melarang pemeraman dengan karbit. Cara yang lebih aman: memeram bersama buah yang sudah matang.
Tamu dari masa laluPada 1835, kimiawan Swedia Jöns Jacob Berzelius memperhatikan banyak reaksi yang dipercepat oleh zat yang "tidak habis", misalnya pati yang diubah menjadi gula oleh asam. Ia menamai gejala itu katalisis, dari bahasa Yunani yang berarti "melepaskan". Kini katalis menjadi jantung industri kimia: sebagian besar proses kimia di pabrik (sekitar 80–90%) memakai katalis.
Sekarang uji semua kenop itu dengan percobaan yang bisa kamu ulangi di rumah.
Seret tablet ke dalam gelas (atau tekan 💊). Stopwatch berjalan sampai tablet habis, dan grafik mencatat volume \(\ce{CO2}\). Coba: tablet utuh di air 25 °C, lalu air 5 °C, lalu air 50 °C; kemudian bandingkan bentuk utuh, dibelah 4, dan serbuk. Kurva mana yang paling curam di awal? Apakah volume akhirnya berbeda? (Model ini memakai \(E_a\) ±40 kJ/mol dan menganggap satu tablet melepas 250 mL \(\ce{CO2}\); stopwatch dipercepat 4×.)
"Reaksi yang lebih cepat menghasilkan produk lebih banyak."
Laju hanya menyatakan kecepatan. Jumlah produk ditentukan jumlah pereaksi (stoikiometri, Bab 18). Tablet serbuk dan tablet utuh menghasilkan gas yang sama banyak; serbuk hanya lebih cepat selesai.
"Kulkas membunuh kuman di makanan."
Dingin hanya memperlambat reaksi pembusukan dan pertumbuhan mikroba. Begitu makanan keluar dari kulkas, prosesnya berlanjut. Yang membunuh kuman adalah memasak sampai matang.
"Katalis menggeser hasil reaksi supaya produknya lebih banyak."
Katalis mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama besar. Hasil akhirnya tetap; yang berubah hanya waktu untuk mencapainya (Bab 22).
21.4Persamaan laju dan orde reaksi
"Makin pekat makin cepat" masih terlalu kabur. Kimiawan ingin tahu seberapa cepat. Kalau konsentrasi dua kali lipat, apakah laju dua kali, empat kali, atau tidak berubah sama sekali? Jawabannya tertulis dalam persamaan laju.
Definisi · Persamaan lajuUntuk reaksi \(a\,\ce{A} + b\,\ce{B} \rightarrow \text{produk}\), persamaan laju (hukum laju) berbentuk
\[ v = k\,[\ce{A}]^m\,[\ce{B}]^n \]
\(k\) adalah tetapan laju: nilainya bergantung pada suhu dan katalis, tetapi tidak pada konsentrasi. \(m\) dan \(n\) adalah orde reaksi terhadap A dan B; jumlahnya \(m + n\) disebut orde total. Orde ditentukan dari percobaan.
Awas jebakanOrde reaksi tidak dibaca dari koefisien persamaan reaksi! Reaksi \(\ce{NO2 + CO -> NO + CO2}\) punya koefisien 1 dan 1, tetapi pada suhu rendah hukum lajunya \(v = k[\ce{NO2}]^2\): orde 2 terhadap \(\ce{NO2}\) dan orde 0 terhadap CO. Koefisien hanya sama dengan orde untuk satu tahap elementer (21.6).
Bentuk grafik laju terhadap konsentrasi langsung membocorkan ordenya: datar (orde 0), garis lurus lewat titik nol (orde 1), atau parabola (orde 2).
Orde total
Persamaan laju (contoh)
Satuan \(k\)
Bila semua konsentrasi ×2
0
\(v = k\)
M s⁻¹
laju tetap
1
\(v = k[\ce{A}]\)
s⁻¹
laju ×2
2
\(v = k[\ce{A}]^2\) atau \(k[\ce{A}][\ce{B}]\)
M⁻¹ s⁻¹
laju ×4
3
\(v = k[\ce{A}]^2[\ce{B}]\)
M⁻² s⁻¹
laju ×8
Bagaimana orde ditemukan? Cara paling populer adalah metode laju awal. Beberapa percobaan dilakukan dengan konsentrasi awal berbeda, lalu laju di awal reaksi diukur (saat konsentrasi belum sempat berubah). Kuncinya: bandingkan dua percobaan yang hanya satu konsentrasinya berbeda.
Trik Kak Tirta"Satu kenop diputar, yang lain dikunci." Cari dua baris tabel yang hanya berbeda pada satu zat. Lalu tulis: (perbandingan konsentrasi)orde = perbandingan laju. Konsentrasi ×2, laju ×4 → \(2^m = 4\) → \(m = 2\). Konsentrasi ×3, laju ×3 → \(m = 1\). Laju tidak berubah → \(m = 0\). Kalau angkanya tidak bulat, pakai \(m = \dfrac{\log(\text{rasio laju})}{\log(\text{rasio konsentrasi})}\).
Untuk reaksi \(\ce{2NO(g) + 2H2(g) -> N2(g) + 2H2O(g)}\) pada suhu tetap diperoleh data berikut. Tentukan persamaan laju, nilai \(k\) beserta satuannya, dan laju bila \([\ce{NO}] = 0{,}30\) M dan \([\ce{H2}] = 0{,}05\) M.
Percobaan
\([\ce{NO}]\) (M)
\([\ce{H2}]\) (M)
Laju awal (M/s)
1
0,10
0,10
0,0030
2
0,20
0,10
0,012
3
0,10
0,20
0,0060
Orde NO (bandingkan 1 dan 2, \([\ce{H2}]\) tetap): \([\ce{NO}]\) ×2, laju \(0{,}012/0{,}0030 = 4\) kali. \(2^m = 4\) → \(m = 2\).
Orde \(\ce{H2}\) (bandingkan 1 dan 3, \([\ce{NO}]\) tetap): \([\ce{H2}]\) ×2, laju ×2 → \(n = 1\).
Persamaan laju: \(v = k[\ce{NO}]^2[\ce{H2}]\), orde total 3. Perhatikan: koefisien \(\ce{H2}\) adalah 2, tetapi ordenya 1!
Dari percobaan 1: \(k = \dfrac{0{,}0030}{(0{,}10)^2(0{,}10)} = 3{,}0\) M⁻² s⁻¹.
\(v = 3{,}0\,[\ce{NO}]^2[\ce{H2}]\) dengan \(k = 3{,}0\) M⁻² s⁻¹. Pada kondisi baru, laju = 0,0135 M/s.
21.5Waktu paruh: jam pasir reaksi orde satu
Saat kamu minum obat penurun demam, obat itu masuk ke darah lalu perlahan diurai hati dan dibuang ginjal. Kecepatan pembuangannya sebanding dengan kadar obat yang ada: makin banyak obat, makin cepat dibuang. Itulah ciri reaksi orde satu.
Bayangkan sekantong permen yang setiap jamnya dibagi dua: separuh dimakan, separuh disimpan. Mula-mula 64 permen, sejam kemudian 32, lalu 16, lalu 8. Jumlah yang dimakan makin sedikit, tetapi selalu separuh dari sisanya. Obat di dalam darah dan zat radioaktif berkurang dengan cara yang sama.
Aturan · Reaksi orde satuBila \(v = k[\ce{A}]\), konsentrasi turun secara eksponensial:
\[ [\ce{A}]_t = [\ce{A}]_0\,e^{-kt} \qquad\Longleftrightarrow\qquad \ln[\ce{A}]_t = \ln[\ce{A}]_0 - kt \]
Waktu paruh (\(t_{1/2}\)) adalah waktu yang dibutuhkan sampai konsentrasi tinggal separuhnya. Untuk orde satu:
\[ t_{1/2} = \frac{\ln 2}{k} \approx \frac{0{,}693}{k} \]
Waktu paruh orde satu tidak bergantung pada konsentrasi awal: dari 100% ke 50% sama lamanya dengan dari 50% ke 25%.
Bandingkan tiga orde dalam satu grafik. Ketiga kurva di bawah dimulai dari konsentrasi yang sama dengan angka \(k\) yang sama.
Lingkaran berongga menandai waktu paruh tiap orde (saat kurva memotong garis ½ [A]₀). Geser [A]₀ naik-turun: lingkaran oranye bergeser ke kanan, magenta ke kiri, tetapi lingkaran biru (orde 1) diam di tempat! Angka \(k\) dibuat sama, tetapi satuannya berbeda: M/s untuk orde 0, s⁻¹ untuk orde 1, M⁻¹ s⁻¹ untuk orde 2.
Suatu obat dibuang tubuh menurut kinetika orde satu dengan waktu paruh 4 jam. Kadar awal dalam darah 20 mg/L. (a) Berapa kadarnya setelah 12 jam? (b) Berapa tetapan laju \(k\)? (c) Kapan kadarnya turun menjadi 10% dari kadar awal?
(a) 12 jam = 3 kali waktu paruh: \(20 \to 10 \to 5 \to 2{,}5\) mg/L.
(a) 2,5 mg/L; (b) \(k = 0{,}173\) jam⁻¹; (c) sekitar 13,3 jam (±3,3 kali waktu paruh). Inilah dasar dokter dan apoteker menentukan selang minum obat. Selalu ikuti aturan pakai dari mereka, jangan menghitung dosis sendiri.
Lanjut · IB & olimpiadeHukum laju terintegrasi dan grafik garis lurus
Persamaan laju \(-\dfrac{d[\ce{A}]}{dt} = k[\ce{A}]^n\) dapat diintegralkan. Untuk orde satu: \(\int \dfrac{d[\ce{A}]}{[\ce{A}]} = -k\int dt\) memberi \(\ln[\ce{A}]_t - \ln[\ce{A}]_0 = -kt\). Pada \(t = t_{1/2}\), \([\ce{A}]_t = \tfrac12[\ce{A}]_0\), sehingga \(\ln\tfrac12 = -kt_{1/2}\) dan \(t_{1/2} = \ln 2/k\).
Trik penentuan orde dari data konsentrasi–waktu: buat ketiga grafik itu. Grafik yang membentuk garis lurus menunjukkan ordenya, dan kemiringannya memberi \(k\). Cara lain: lihat waktu paruh berturut-turut. Tetap → orde 1; memendek → orde 0; memanjang → orde 2. Peluruhan radioaktif (Bab 6 dan Bab 37) selalu orde satu, itulah sebabnya ia menjadi "jam" yang andal untuk menanggali fosil.
21.6Lanjut: Arrhenius, mekanisme reaksi, dan enzim
Persamaan Arrhenius
Tetapan laju \(k\) berubah dengan suhu. Hubungannya dirumuskan oleh Svante Arrhenius:
\[ k = A\,e^{-E_a/RT} \qquad\Longleftrightarrow\qquad \ln k = \ln A - \frac{E_a}{RT} \]
Faktor \(e^{-E_a/RT}\) kira-kira menyatakan fraksi tumbukan yang energinya cukup (arsiran merah pada kurva Maxwell–Boltzmann). Faktor \(A\) (faktor frekuensi) memuat seberapa sering partikel bertumbukan dan seberapa besar peluang arahnya tepat. \(R = 8{,}314\) J mol⁻¹ K⁻¹, dan \(T\) wajib dalam kelvin. Dengan membandingkan dua suhu, \(A\) saling coret:
Susu segar basi dalam ±6 jam pada 30 °C, tetapi bertahan ±4 hari (96 jam) di kulkas bersuhu 4 °C. Anggap "waktu basi" berbanding terbalik dengan laju reaksi pembusukan. Perkirakan energi aktivasinya.
\(E_a \approx\) 74 kJ/mol. Karena \(E_a\) cukup besar, penurunan suhu 26 °C saja sudah memperlambat pembusukan 16 kali. Itulah kehebatan kulkas.
Tamu dari masa laluPada 1889, kimiawan Swedia Svante Arrhenius mengusulkan bahwa hanya molekul "teraktivasi" yang bisa bereaksi, dan jumlahnya naik tajam dengan suhu. Ia melanjutkan gagasan Jacobus van 't Hoff. Arrhenius dikenal sebagai salah satu pendiri kimia fisika dan meraih Nobel Kimia 1903 (untuk teori ionisasi larutan). Ia juga termasuk orang pertama yang menghitung bahwa \(\ce{CO2}\) dari pembakaran batu bara bisa menghangatkan Bumi.
Mekanisme reaksi dan tahap penentu laju
Banyak reaksi tidak terjadi dalam satu tumbukan, melainkan lewat beberapa tahap elementer berurutan. Rangkaian tahap itu disebut mekanisme reaksi. Zat yang terbentuk di satu tahap lalu habis di tahap berikutnya disebut zat antara. Untuk tahap elementer (dan hanya untuk tahap elementer), orde sama dengan koefisiennya. Tahap yang paling lambat menentukan laju keseluruhan: itulah tahap penentu laju.
Reaksi total \(\ce{NO2 + CO -> NO + CO2}\). Di bawah ±225 °C, data laju awal memberi \(v = k[\ce{NO2}]^2\). Aneh: CO sama sekali tidak muncul di hukum laju! Berarti reaksi ini tidak terjadi lewat satu tumbukan \(\ce{NO2}\)–CO.
Tahap 1 (lambat): dua molekul \(\ce{NO2}\) bertumbukan dan satu atom O berpindah, \(\ce{NO2 + NO2 -> NO3 + NO}\). Bukitnya tinggi (\(E_{a1}\) besar), jadi hanya sedikit tumbukan yang berhasil.
Tahap 2 (cepat): \(\ce{NO3}\) yang sangat reaktif langsung menyerahkan atom O kepada CO, \(\ce{NO3 + CO -> NO2 + CO2}\). Bukitnya rendah, jadi tahap ini kilat.
Jumlahkan kedua tahap. \(\ce{NO3}\) terbentuk lalu habis lagi: ia zat antara. Satu \(\ce{NO2}\) juga muncul di kedua ruas sehingga saling coret. Hasilnya persis reaksi total.
Laju keseluruhan mengikuti tahap paling lambat, yaitu tahap penentu laju: \(v = k_1[\ce{NO2}]^2\). CO baru masuk di tahap cepat, maka ordenya nol. Mekanisme ini cocok dengan data percobaan!
Trik Kak TirtaBayangkan warung bakso dengan tiga pelayan gesit tetapi hanya satu peracik yang lambat. Secepat apa pun pelayan mengantar, mangkuk keluar sesuai kecepatan si peracik. Menambah pelayan (menaikkan [CO]) tidak menolong; yang menolong hanya mempercepat peracik. Saat memeriksa mekanisme, ingat tiga syarat: tahap-tahapnya harus berjumlah reaksi total, tahap lambatnya harus memberi hukum laju yang cocok dengan data, dan setiap tahap harus masuk akal secara kimia.
Lanjut · IB & olimpiadePlot Arrhenius dan tahap cepat yang setimbang
Plot Arrhenius. Karena \(\ln k = \ln A - \dfrac{E_a}{R}\cdot\dfrac{1}{T}\), grafik \(\ln k\) terhadap \(1/T\) berupa garis lurus dengan kemiringan \(-E_a/R\) dan titik potong sumbu tegak \(\ln A\). Mengukur \(k\) pada lima suhu lalu menarik garis terbaik memberi \(E_a\) yang jauh lebih andal daripada dua titik saja.
Pra-kesetimbangan. Bila tahap lambat didahului tahap cepat yang setimbang, konsentrasi zat antara dinyatakan dengan tetapan kesetimbangannya. Contoh: \(\ce{2NO + O2 -> 2NO2}\) dengan mekanisme \(\ce{2NO <=> N2O2}\) (cepat, \(K\)) lalu \(\ce{N2O2 + O2 -> 2NO2}\) (lambat, \(k_2\)). Maka \(v = k_2[\ce{N2O2}][\ce{O2}]\) dan \([\ce{N2O2}] = K[\ce{NO}]^2\), sehingga \(v = k_2K[\ce{NO}]^2[\ce{O2}]\): orde 3, tanpa perlu tumbukan tiga molekul sekaligus. Pembentukan \(\ce{N2O2}\) bersifat eksoterm, sehingga \(K\) mengecil saat dipanaskan. Akibatnya laju reaksi ini justru sedikit turun bila suhu dinaikkan, salah satu kejutan langka dalam kinetika.
Enzim: katalis kehidupan
Sel tubuhmu menjalankan ribuan reaksi pada 37 °C tanpa api dan tanpa asam pekat. Rahasianya adalah enzim, protein berbentuk rumit yang punya lekukan khusus, yaitu sisi aktif. Molekul pereaksi (substrat) masuk ke sisi aktif seperti anak kunci masuk ke gembok, lalu diubah menjadi produk dengan \(E_a\) yang jauh lebih rendah. Enzim katalase, misalnya, mempercepat penguraian hidrogen peroksida jutaan kali lipat.
Model "kunci dan gembok". Kini diketahui sisi aktif sedikit berubah bentuk untuk "memeluk" substratnya (model kecocokan terinduksi).
Karena enzim adalah protein, ia rapuh. Di atas suhu optimumnya (sekitar 37–40 °C untuk enzim manusia), bentuk sisi aktifnya rusak (terdenaturasi) sehingga laju justru anjlok. Itulah sebabnya demam yang terlalu tinggi berbahaya, dan mengapa merebus nanas menghilangkan kemampuannya melunakkan daging. Enzim juga peka pH: pepsin di lambung bekerja paling baik pada pH ±2, sedangkan enzim di usus pada pH ±8.
Kimia Nusantara · Dapur penuh enzimTempe: kapang Rhizopus dari ragi tempe mengeluarkan enzim protease dan lipase yang memecah protein dan lemak kedelai menjadi potongan yang lebih mudah dicerna, sambil merajut kedelai dengan benang-benang putih dalam ±36 jam pada suhu hangat. Tapai: ragi tapai mengubah pati singkong menjadi gula (enzim amilase), lalu sebagian gula menjadi alkohol, sehingga rasanya manis dan sedikit menyengat. Daun pepaya: nenek kita membungkus daging alot dengan daun pepaya karena getahnya mengandung enzim papain yang memotong protein daging. Semua resep ini diperam di tempat hangat, bukan di kulkas. Sekarang kamu tahu alasannya!
Tamu dari masa laluPada 1913, dokter dan biokimiawan Kanada Maud Menten bersama Leonor Michaelis di Berlin mengukur laju enzim invertase memecah sukrosa, reaksi yang sama dengan percobaan Wilhelmy di 21.1. Persamaan Michaelis–Menten mereka masih dipakai di setiap laboratorium biokimia dan farmasi untuk menggambarkan bagaimana laju enzim "jenuh" bila substratnya berlimpah.
Kimia di sekitarmu
🧊
Kulkas & freezer
Pada ±4 °C reaksi pembusukan dan kerja mikroba melambat belasan kali; di freezer (−18 °C) hampir berhenti. Makanan awet tanpa pengawet.
🍌
Memeram buah
Etilena dari buah matang yang terkurung di karung menaikkan "konsentrasi pemicu", sehingga pisang, mangga, dan alpukat matang serentak.
🐟
Ikan asin
Garam dan sinar matahari menarik air dari daging ikan. Tanpa air bebas, bakteri dan enzim pengurai bekerja sangat lambat, jadi ikan tahan berbulan-bulan.
🚗
Konverter katalitik
Lapisan platina, paladium, dan rodium di knalpot mengubah CO, NO, dan sisa bensin menjadi \(\ce{CO2}\), \(\ce{N2}\), dan air dalam sepersekian detik.
🍲
Panci presto
Tekanan tinggi membuat air mendidih pada ±120 °C. Reaksi pelunakan daging rendang atau iga berjalan beberapa kali lebih cepat.
🎆
Kembang api
Serbuk logam dan zat pengoksidasi digiling sangat halus dan dicampur rapat: luas permukaan raksasa membuat reaksinya selesai dalam sekejap.
Mengapa serbuk pualam bereaksi lebih cepat dengan asam klorida daripada bongkahan pualam bermassa sama?
Serbuk lebih ringan sehingga lebih lincah bergerak.
Luas permukaannya lebih besar sehingga tumbukan per detik lebih banyak.
Serbuk menurunkan energi aktivasi reaksi.
Serbuk menaikkan suhu larutan.
Hanya partikel di permukaan padatan yang bisa ditabrak. Serbuk membuka jauh lebih banyak permukaan, jadi tumbukan (dan tumbukan efektif) per detik bertambah. \(E_a\) tidak berubah.
Suatu reaksi orde satu memiliki waktu paruh 10 menit. Berapa persen pereaksi yang tersisa setelah 30 menit?
50%
25%
12,5%
33%
30 menit = 3 kali waktu paruh: 100% → 50% → 25% → 12,5%.
Katalis mempercepat reaksi dengan cara …
menyediakan jalur reaksi lain dengan energi aktivasi lebih rendah
menaikkan energi kinetik rata-rata partikel
mengubah ΔH reaksi menjadi lebih negatif
menambah jumlah pereaksi
Katalis tidak mengubah suhu, ΔH, ataupun jumlah zat. Ia membuka jalan pintas dengan bukit energi yang lebih rendah, sehingga lebih banyak tumbukan yang efektif.
22
Bab 22 · Energi, Laju & Kesetimbangan
Kesetimbangan Kimia: Sibuk tetapi Tampak Diam
Sebotol minuman bersoda di kulkas tampak tenang. Padahal setiap detik miliaran molekul CO₂ lepas dari cairan dan larut kembali. Selamat datang di dunia reaksi yang tidak pernah benar-benar berhenti.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan reaksi reversibel dan kesetimbangan dinamis pada tingkat partikel;
menuliskan ungkapan Kc dan Kp (termasuk kesetimbangan heterogen) lalu menghitung nilainya;
memakai kuosien reaksi Q untuk meramalkan arah reaksi;
meramalkan pengaruh konsentrasi, tekanan, suhu, dan katalis dengan asas Le Chatelier;
menjelaskan kondisi kompromi proses Haber–Bosch dan proses kontak, serta menghitung komposisi setimbang dengan tabel ICE.
Misteri Eskalator Komik · 4 panel
Sabtu sore, di sebuah mal di Surabaya
BimaLaras, aku sudah menghitung orang di lantai atas: 30 orang. Lima menit kemudian… tetap 30! Pasti eskalatornya mati.
LarasEskalatornya jalan, Bim. Aku catat: tiap menit 12 orang naik dan 12 orang turun. Yang masuk sama dengan yang keluar, jadi jumlahnya tetap.
WAH!
Kak TirtaItulah kesetimbangan dinamis! Dari jauh tampak diam, dari dekat sibuk sekali. Banyak reaksi kimia juga begitu.
Kimo ikut nimbrung…
KimoDi botol minuman bersoda yang tertutup, CO₂ terus lepas dan larut lagi. Tekanannya tetap, tetapi molekulnya tak pernah istirahat!
BimaJadi setimbang bukan berarti berhenti…
Sebotol minuman bersoda tertutup sudah semalaman di kulkas. Tekanan gas di atas cairannya tetap. Apa yang terjadi pada molekul CO₂ di dalam botol?
Tidak ada lagi CO₂ yang berpindah. Semuanya berhenti karena sudah setimbang.
Semua CO₂ sudah larut, jadi ruang di atas cairan kosong.
CO₂ terus lepas dari cairan dan terus larut kembali, dengan laju yang sama.
CO₂ hanya terus lepas dari cairan, tetapi sangat lambat.
Jawabannya: terus berpindah ke dua arah dengan laju yang sama. Tekanan tetap bukan karena molekul berhenti, tetapi karena jumlah yang lepas setiap detik sama dengan jumlah yang larut. Inilah kesetimbangan dinamis, persis seperti eskalator di komik.
22.1Reaksi bolak-balik dan kesetimbangan dinamis
Banyak reaksi yang kamu kenal hanya berjalan satu arah. Kertas yang terbakar tidak bisa kembali menjadi kertas, dan telur matang tidak bisa mentah lagi. Namun banyak reaksi lain dapat berjalan dua arah. Contoh klasik ada di laboratorium sekolah: kristal terusi biru berubah menjadi serbuk putih bila dipanaskan, lalu kembali biru bila ditetesi air.
Definisi · Reaksi reversibelReaksi reversibel (reaksi bolak-balik) adalah reaksi yang dapat berlangsung ke dua arah: dari pereaksi menjadi produk (reaksi maju) dan dari produk kembali menjadi pereaksi (reaksi balik). Persamaannya ditulis dengan panah dua arah \(\ce{<=>}\).
Bayangkan dua kelompok anak bermain lempar bola di lapangan yang dibatasi jaring. Kelompok kiri terus melempar bola ke kanan, kelompok kanan terus melempar ke kiri. Kalau kecepatan melempar keduanya sama, jumlah bola di setiap sisi tetap, padahal bola terus beterbangan. Kimiawan menyebut keadaan seperti ini setimbang.
Contoh yang warnanya bisa kamu lihat adalah gas nitrogen dioksida, \(\ce{NO2}\), yang berwarna cokelat kemerahan. Dua molekul \(\ce{NO2}\) dapat bergandengan menjadi dinitrogen tetroksida, \(\ce{N2O4}\), yang tidak berwarna:
Masukkan \(\ce{NO2}\) murni ke dalam tabung tertutup. Mula-mula warna cokelatnya memudar karena sebagian \(\ce{NO2}\) berubah menjadi \(\ce{N2O4}\). Beberapa saat kemudian warnanya berhenti berubah. Apakah reaksinya selesai? Tidak! Molekul \(\ce{NO2}\) masih terus bergandengan dan molekul \(\ce{N2O4}\) masih terus berpisah. Keduanya hanya berlangsung dengan laju yang sama.
Bandingkan \(\ce{NO2}\) dan \(\ce{N2O4}\). Ketuk kedua atom N pada \(\ce{N2O4}\) untuk mengukur panjang ikatan N–N, lalu bandingkan dengan ikatan N–O. Ikatan yang panjang biasanya lemah dan mudah putus. Amonia dan belerang trioksida adalah "bintang" subbab 22.5.
Mengapa laju kedua arah akhirnya sama? Pada awalnya hanya ada pereaksi, jadi reaksi maju berlangsung cepat dan reaksi balik belum terjadi. Semakin banyak produk terbentuk, pereaksi berkurang sehingga reaksi maju melambat, sedangkan produk bertambah sehingga reaksi balik makin cepat. Suatu saat keduanya bertemu di tengah: laju maju = laju balik.
Definisi · Kesetimbangan dinamisKesetimbangan dinamis adalah keadaan sistem tertutup ketika laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik. Konsentrasi setiap zat tidak berubah lagi (tetapi tidak harus sama), dan sifat yang teramati seperti warna, tekanan, dan massa jenis juga tetap, padahal kedua reaksi terus berlangsung di tingkat partikel.
Sistem tertutup: tidak ada zat yang keluar atau masuk. Botol soda yang dibuka bukan sistem tertutup.
Dinamis: reaksi tidak berhenti; partikel terus berubah ke dua arah.
Dapat dicapai dari dua arah: mulai dari pereaksi saja atau dari produk saja, sistem tetap menuju keadaan setimbang yang sama (pada suhu yang sama).
Seret titik biru sepanjang waktu. Garis putus-putus menunjukkan konsentrasi setimbang. Perhatikan: [A] dan [B] berhenti berubah, tetapi v maju dan v balik tidak nol, melainkan sama besar. Coba buat [A] awal = 0 dan [B] awal = 1: apakah garis putus-putusnya sama? Bila k maju dua kali k balik, [B] setimbang selalu dua kali [A]. Rasio itulah tetapan kesetimbangan.
Awas jebakan"Setimbang" tidak berarti "sama banyak" dan tidak berarti "berhenti". Yang sama adalah laju reaksi maju dan balik. Konsentrasi pereaksi dan produk hanya tetap; nilainya bisa sangat berbeda, misalnya 1 : 2 seperti di grafik atau bahkan 1 : 1.000.000.
Tamu dari masa laluKimiawan Prancis Claude Louis Berthollet ikut ekspedisi Napoleon ke Mesir (1798–1801). Di tepi danau-danau garam ia melihat endapan natrium karbonat. Ini aneh, sebab di laboratorium reaksinya justru berjalan sebaliknya: \[\ce{Na2CO3 + CaCl2 -> CaCO3 v + 2NaCl}\] Berthollet menyadari bahwa di danau itu garam dapur sangat berlimpah dan airnya terus menguap, sehingga reaksi "dipaksa" berjalan mundur. Kesimpulannya revolusioner: arah reaksi bergantung pada jumlah zat, dan reaksi bisa bolak-balik.
22.2Tetapan kesetimbangan: Kc dan Kp
Hidrogen dan uap iodin bereaksi pada 430 °C: \(\ce{H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g)}\). Laras mencoba empat campuran awal yang berbeda. Apa yang sama pada keempat campuran setelah setimbang?
Konsentrasi HI-nya selalu sama.
Konsentrasi \(\ce{H2}\), \(\ce{I2}\), dan HI menjadi sama besar.
Tidak ada yang sama karena campuran awalnya berbeda.
Nilai \([\ce{HI}]^2 / ([\ce{H2}][\ce{I2}])\) selalu sekitar 54.
Jawabannya: hasil bagi konsentrasinya. Lihat tabel di bawah. Konsentrasi setimbang setiap percobaan berbeda-beda, tetapi satu kombinasi khusus selalu menghasilkan angka yang hampir sama. Angka ajaib itu disebut tetapan kesetimbangan.
Percobaan
[H₂] awal
[I₂] awal
[HI] awal
[H₂] setimbang
[I₂] setimbang
[HI] setimbang
\(\dfrac{[\ce{HI}]^2}{[\ce{H2}][\ce{I2}]}\)
1
1,00
1,00
0
0,213
0,213
1,57
54,3
2
2,00
1,00
0
1,06
0,0612
1,88
54,5
3
0
0
1,00
0,107
0,107
0,787
54,1
4
0,500
0,500
0,500
0,160
0,160
1,18
54,4
Semua konsentrasi dalam mol/L, pada 430 °C. Percobaan 3 bahkan dimulai dari HI saja (dari arah balik), tetapi hasil baginya tetap ±54. Pola ini ditemukan pada 1864 oleh dua ilmuwan Norwegia, Cato Guldberg dan Peter Waage, dan disebut hukum aksi massa.
Hukum aksi massaUntuk reaksi setara \(a\,\mathrm{A} + b\,\mathrm{B} \rightleftharpoons c\,\mathrm{C} + d\,\mathrm{D}\) pada suhu tertentu:
\[ K_c = \frac{[\mathrm{C}]^c\,[\mathrm{D}]^d}{[\mathrm{A}]^a\,[\mathrm{B}]^b} \]
dengan \([\;]\) = konsentrasi molar saat setimbang (mol/L). Tetapan kesetimbangan \(K_c\) hanya bergantung pada suhu, tidak bergantung pada jumlah zat awal.
Aturan menulis ungkapan K:
Produk di atas (pembilang), pereaksi di bawah (penyebut).
Setiap konsentrasi dipangkatkan dengan koefisien pada persamaan yang sudah setara.
Hanya zat berwujud gas (g) dan larutan (aq) yang ditulis. Padatan (s) dan cairan murni (l) tidak ditulis, karena "konsentrasinya" tetap berapa pun jumlahnya. Kesetimbangan yang melibatkan lebih dari satu wujud disebut kesetimbangan heterogen.
Trik Kak Tirta"Padatan dan cairan murni tidak diundang ke pesta K." Sepotong kapur sebesar kelereng dan sebesar batu bata sama-sama padatan murni: kerapatan partikelnya sama, jadi tidak mengubah apa pun. Dan ingat bentuk piala juara: pemenangnya (produk) diangkat ke atas.
(a) Produk \(\ce{NH3}\) koefisien 2; pereaksi \(\ce{N2}\) koefisien 1 dan \(\ce{H2}\) koefisien 3: \(K_c = \dfrac{[\ce{NH3}]^2}{[\ce{N2}][\ce{H2}]^3}\).
(b) \(\ce{CaCO3}\) dan \(\ce{CaO}\) padatan, jadi tidak ditulis: \(K_c = [\ce{CO2}]\). Di tanur kapur, tekanan \(\ce{CO2}\) inilah yang menentukan apakah kapur terurai.
\(\ce{N2 + O2 <=> 2NO}\), K ≈ 10⁻³⁰ (untung, udara tidak berubah menjadi gas beracun!)
Untuk gas, kimiawan sering lebih mudah mengukur tekanan daripada konsentrasi. Tetapan yang memakai tekanan parsial disebut \(K_p\). Contoh: \(K_p = \dfrac{p_{\ce{NH3}}^2}{p_{\ce{N2}}\,p_{\ce{H2}}^3}\). Karena \(p = \frac{n}{V}RT = [\;]\,RT\), kedua tetapan dihubungkan oleh:
\[ K_p = K_c\,(RT)^{\Delta n} \qquad \Delta n = (\text{mol gas produk}) - (\text{mol gas pereaksi}) \]
Awas jebakan\(\Delta n\) hanya menghitung mol gas. Untuk \(\ce{CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g)}\), \(\Delta n = 1 - 0 = +1\), bukan \(2 - 1\). Pakai juga \(R = 0{,}0821\) L·atm/(mol·K) dan suhu dalam kelvin, bukan \(R = 8{,}314\).
Pada 500 °C, \(K_c = 6{,}0 \times 10^{-2}\) untuk \(\ce{N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g)}\). Hitung \(K_p\) (tekanan dalam atm).
\(K_p \approx 1{,}5 \times 10^{-5}\ \text{atm}^{-2}\). Nilainya kecil sekali: pada 500 °C dan tekanan rendah, campuran setimbang hanya berisi sedikit amonia. Itulah tantangan pabrik pupuk di subbab 22.5.
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa padatan "bernilai 1"? Aktivitas dan K tanpa satuan
Dalam termodinamika, yang masuk ke K sebenarnya adalah aktivitas \(a\), yaitu "konsentrasi efektif" dibagi keadaan standarnya: \(a = [\;]/(1\ \text{mol/L})\) untuk larutan dan \(a = p/(1\ \text{bar})\) untuk gas. Padatan murni dan cairan murni berada tepat pada keadaan standarnya, sehingga \(a = 1\) dan "menghilang" dari ungkapan K.
Karena aktivitas tidak bersatuan, K termodinamika juga tanpa satuan. Buku sekolah sering menuliskan satuan \(K_c\) seperti (mol/L)\(^{\Delta n}\) agar perhitungan terasa konsisten. Keduanya boleh, asalkan kamu tahu yang mana yang dipakai, terutama saat memasukkan K ke \(\Delta G^\circ = -RT\ln K\) (subbab 22.6).
22.3Kuosien reaksi Q: ke mana reaksi bergerak?
K hanya berlaku untuk keadaan setimbang. Bagaimana dengan campuran yang belum setimbang, misalnya sesaat setelah gas dimasukkan ke reaktor? Kita hitung angka yang bentuknya persis sama, tetapi memakai konsentrasi saat itu.
Definisi · Kuosien reaksiKuosien reaksi \(Q\) adalah hasil bagi konsentrasi (atau tekanan parsial) dengan bentuk yang sama seperti ungkapan K, tetapi memakai nilai pada sembarang saat. Saat setimbang, \(Q = K\).
Q selalu "berjalan" menuju K. Bila Q lebih kecil, reaksi maju menambah produk sampai Q naik menjadi K. Bila Q lebih besar, reaksi balik bekerja sampai Q turun menjadi K.
Aturan · Membandingkan Q dan K
\(Q < K\): reaksi bergeser ke kanan (membentuk produk).
\(Q = K\): sistem setimbang, tidak ada perubahan bersih.
\(Q > K\): reaksi bergeser ke kiri (membentuk pereaksi).
Pada 430 °C, \(K_c = 54{,}3\) untuk \(\ce{H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g)}\). Laras mencampur gas sehingga \([\ce{H2}] = 0{,}10\), \([\ce{I2}] = 0{,}20\), dan \([\ce{HI}] = 1{,}50\) mol/L. Apakah campuran ini setimbang? Jika tidak, ke mana reaksi bergeser?
Hitung Q dengan bentuk yang sama seperti K: \(Q = \dfrac{(1{,}50)^2}{(0{,}10)(0{,}20)} = \dfrac{2{,}25}{0{,}020} = 112{,}5\).
Bandingkan: \(Q = 112{,}5 > K = 54{,}3\).
Q terlalu besar, artinya produk (HI) kebanyakan. Sebagian HI harus terurai.
Belum setimbang. Reaksi bergeser ke kiri: HI terurai menjadi \(\ce{H2}\) dan \(\ce{I2}\) sampai Q turun menjadi 54,3.
Jembatan keledai Kimo"Q kecil, ke Kanan; Q besar, ke Kiri." Bayangkan Q sebagai anak yang ingin mencapai K di garis bilangan: ia selalu berjalan menuju K, tidak pernah menjauh.
22.4Asas Le Chatelier: sistem yang suka melawan
Apa yang terjadi bila kesetimbangan "diganggu", misalnya dengan menambah zat, memampatkan gas, atau memanaskan? Pada 1884 kimiawan Prancis Henry Le Chatelier merangkum jawabannya dalam satu kalimat yang sangat berguna.
Asas Le ChatelierJika sistem yang setimbang diberi gangguan (perubahan konsentrasi, tekanan atau volume, atau suhu), sistem akan bergeser untuk mengurangi pengaruh gangguan itu sampai tercapai kesetimbangan baru.
Kesetimbangan itu seperti jungkat-jungkit yang selalu ingin datar. Kalau ada anak yang naik di satu sisi, teman-teman di atas papan bergeser ke sisi lain supaya papan kembali datar. Sistem kimia juga "bergeser" melawan setiap gangguan.
Mengubah konsentrasi
Menambah pereaksi membuat \(Q < K\), jadi reaksi bergeser ke kanan dan memakai sebagian tambahan itu. Mengambil produk juga membuat \(Q < K\), sehingga produk dibentuk lagi. Inilah trik pabrik amonia: amonia terus dicairkan dan dikeluarkan supaya reaksi terus berjalan ke kanan.
Sistem \(\ce{N2 + 3H2 <=> 2NH3}\) sudah setimbang: ketiga garis datar.
Gangguan! \(\ce{N2}\) ditambahkan tiba-tiba, jadi \([\ce{N2}]\) melonjak. Penyebut ungkapan Q membesar, sehingga \(Q < K\).
Sistem melawan: \(\ce{N2}\) dan \(\ce{H2}\) bereaksi, \(\ce{NH3}\) bertambah. Perhatikan perbandingan perubahannya 1 : 3 : 2, sesuai koefisien.
Setimbang baru (Q = K lagi, nilai K tidak berubah). Garis putus-putus = tingkat semula: \(\ce{NH3}\) lebih banyak, \(\ce{H2}\) lebih sedikit, dan \(\ce{N2}\) tetap lebih tinggi daripada semula karena gangguan hanya dikurangi, tidak dihapus.
Mengubah tekanan (volume)
Memampatkan campuran gas (volume diperkecil) menaikkan tekanan. Sistem melawan dengan bergeser ke sisi yang jumlah mol gasnya lebih sedikit, karena lebih sedikit partikel berarti tekanan lebih kecil. Pada \(\ce{2NO2 <=> N2O4}\), 2 mol gas menjadi 1 mol, jadi pemampatan menggeser ke kanan. Bila jumlah mol gas di kedua sisi sama, seperti \(\ce{H2 + I2 <=> 2HI}\), tekanan tidak menggeser kesetimbangan.
Mengubah suhu
Suhu adalah satu-satunya gangguan yang mengubah nilai K. Anggap kalor sebagai "zat" dalam persamaan. Untuk reaksi eksoterm, kalor adalah produk: \(\ce{2NO2 <=> N2O4} + \text{kalor}\). Memanaskan berarti "menambah produk", jadi sistem bergeser ke kiri (ke arah endoterm) dan K mengecil. Mendinginkan menggeser ke kanan dan K membesar.
Coba: (1) tekan ❄️ Rendam es, lalu ♨️ Air mendidih. Warna gas berubah ke mana, dan bagaimana dengan nilai K? (2) Seret pegangan suntikan ke kiri atau geser slider volume: warna langsung lebih gelap, lalu sedikit memudar. Mengapa ada dua tahap? (3) Tambah \(\ce{NO2}\) atau \(\ce{N2O4}\), lalu perhatikan Q dibanding K dan batang laju maju/balik.
Gangguan
Sistem bergeser ke…
Nilai K
Menambah pereaksi / mengambil produk
kanan (produk)
tetap
Menambah produk / mengambil pereaksi
kiri (pereaksi)
tetap
Tekanan dinaikkan (volume diperkecil)
sisi dengan mol gas lebih sedikit
tetap
Tekanan diturunkan (volume diperbesar)
sisi dengan mol gas lebih banyak
tetap
Suhu dinaikkan
arah endoterm
berubah (turun untuk reaksi eksoterm)
Suhu diturunkan
arah eksoterm
berubah (naik untuk reaksi eksoterm)
Menambah katalis
tidak bergeser (setimbang lebih cepat tercapai)
tetap
Menambah gas mulia pada volume tetap
tidak bergeser (tekanan parsial tidak berubah)
tetap
Serbuk besi (katalis) ditambahkan ke campuran \(\ce{N2}\), \(\ce{H2}\), dan \(\ce{NH3}\) yang sudah setimbang. Apa yang terjadi pada jumlah \(\ce{NH3}\)?
Bertambah, karena katalis mempercepat pembentukan \(\ce{NH3}\).
Tetap, karena katalis mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama kuatnya.
Berkurang, karena katalis ikut bereaksi dengan \(\ce{NH3}\).
Bertambah sedikit, lalu berkurang lagi.
Jawabannya: tetap. Katalis menurunkan energi aktivasi reaksi maju dan reaksi balik dengan besar yang sama. Keduanya dipercepat setara, jadi posisi kesetimbangan tidak bergeser. Gunanya katalis: kesetimbangan lebih cepat tercapai, dan di pabrik waktu adalah uang.
Nilai awal mewakili sintesis amonia (ΔH° = −92 kJ/mol, K ≈ 6 × 10⁵ pada 25 °C). Seret titik oranye ke suhu reaktor (±723 K): K anjlok jutaan kali! Lalu ubah ΔH° menjadi positif (misalnya +181 kJ/mol untuk \(\ce{N2 + O2 <=> 2NO}\) dengan log K ≈ −30): K naik pesat di suhu tinggi. Itulah sebabnya NO terbentuk di mesin kendaraan dan petir. (Perkiraan: ΔH° dianggap tetap.)
Trik Kak TirtaPikirkan sistem setimbang sebagai anak yang selalu membantah. Ditambah zat? Ia memakainya. Diambil zatnya? Ia membuatnya lagi. Ditekan? Ia mengecilkan jumlah mol gas. Dipanaskan? Ia "menyerap" kalor dengan bergeser ke arah endoterm. Diberi katalis? Ia hanya bekerja lebih cepat, tanpa berubah pendapat.
Awas jebakanHanya suhu yang mengubah nilai K. Menambah zat atau mengubah tekanan menggeser posisi kesetimbangan (perbandingan jumlah zat), tetapi K tetap. Katalis tidak menggeser apa pun dan tidak mengubah K. Gas mulia yang ditambahkan pada volume tetap juga tidak menggeser, karena tekanan parsial zat-zat yang bereaksi tidak berubah.
"Saat setimbang, reaksi sudah berhenti."
Reaksi maju dan balik terus berlangsung dengan laju yang sama. Percobaan dengan isotop berat (misalnya deuterium) membuktikan atom terus berpindah dari pereaksi ke produk dan sebaliknya.
"Saat setimbang, jumlah pereaksi sama dengan jumlah produk."
Yang sama adalah lajunya. Perbandingan konsentrasi ditentukan oleh K, yang bisa 10³³ atau 10⁻³⁰.
"Katalis menambah jumlah produk."
Katalis hanya mempercepat tercapainya kesetimbangan. Jumlah produk saat setimbang tetap sama, dengan atau tanpa katalis.
"Memanaskan selalu menambah produk."
Bergantung pada ΔH. Untuk reaksi eksoterm seperti sintesis amonia, pemanasan justru mengurangi produk saat setimbang, walaupun reaksinya menjadi lebih cepat.
22.5Kesetimbangan di pabrik: Haber–Bosch dan proses kontak
Udara mengandung 78% nitrogen, tetapi tanaman tidak bisa memakai gas \(\ce{N2}\) secara langsung karena ikatan rangkap tiganya sangat kuat. Tanaman butuh nitrogen dalam bentuk "terikat", misalnya amonia atau urea. Mengubah nitrogen udara menjadi amonia adalah salah satu reaksi terpenting dalam sejarah manusia:
Bahan bakunya: N dari udara (udara dicairkan lalu didistilasi bertingkat, atau oksigennya dibakar habis) dan H dari gas alam yang direaksikan dengan uap air. Masalahnya, kesetimbangan ini "rewel". Mari kita baca dengan asas Le Chatelier:
Suhu. Reaksi maju eksoterm, jadi suhu rendah memberi rendemen amonia tinggi. Namun pada suhu rendah reaksinya sangat lambat. Kompromi: ±400–450 °C.
Tekanan. 4 mol gas menjadi 2 mol gas, jadi tekanan tinggi menggeser ke kanan dan juga mempercepat reaksi. Namun pipa dan kompresor bertekanan tinggi sangat mahal dan berisiko. Kompromi: ±150–250 atm.
Katalis.Besi (dengan sedikit kalium oksida dan aluminium oksida sebagai promotor) mempercepat tercapainya kesetimbangan tanpa menggesernya.
Mengambil produk. Gas keluaran reaktor didinginkan sehingga amonia mencair dan terpisah. Gas \(\ce{N2}\) dan \(\ce{H2}\) yang belum bereaksi didaur ulang ke reaktor. Sekali lewat hanya ±15% yang bereaksi, tetapi dengan daur ulang hampir semuanya akhirnya menjadi amonia.
Misi: jadilah manajer pabrik pupuk! Atur suhu, tekanan, dan katalis untuk mendapat untung terbesar. Suhu rendah memberi rendemen tinggi tetapi lambat; tekanan tinggi menambah rendemen tetapi mahal. Matikan katalis besi: apa yang terjadi pada produksi? Bandingkan temuanmu dengan kondisi pabrik sungguhan (±450 °C, ±200 atm). Grafik di kanan menunjukkan rendemen setimbang (biru), kecepatan mencapai setimbang (oranye), dan produksi amonia (hijau) terhadap suhu pada tekanan yang kamu pilih.
Kimia Nusantara · Pupuk dari udara dan gas alamPabrik pupuk di Bontang (Kalimantan Timur), Gresik (Jawa Timur), dan Palembang (Sumatra Selatan) menjalankan proses Haber–Bosch siang dan malam. Pabrik urea pertama di Indonesia mulai berproduksi di Palembang pada awal 1960-an, dekat sumber gas alam. Gas alam (metana) diubah menjadi hidrogen: \(\ce{CH4 + H2O -> CO + 3H2}\), lalu \(\ce{CO + H2O -> CO2 + H2}\). Hebatnya, \(\ce{CO2}\) "sisa" ini tidak dibuang, melainkan direaksikan dengan amonia menjadi urea: \(\ce{2NH3 + CO2 -> CO(NH2)2 + H2O}\). Karung pupuk di sawah dekat rumahmu kemungkinan berisi nitrogen yang beberapa minggu sebelumnya masih melayang di udara!
Tamu dari masa laluPada 1909, Fritz Haber berhasil membuat amonia dari udara di laboratorium, tetes demi tetes. Carl Bosch kemudian memecahkan masalah raksasa untuk membesarkannya: baja yang tahan hidrogen bertekanan tinggi dan katalis besi yang murah. Pabrik pertamanya beroperasi pada 1913. Haber menerima Nobel Kimia 1918, Bosch pada 1931. Proses ini dijuluki "roti dari udara": diperkirakan sekitar separuh atom nitrogen di tubuh manusia hari ini pernah melewati pabrik Haber–Bosch. Namun Haber juga memimpin program senjata gas klorin pada Perang Dunia I, sisi kelam yang mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan membutuhkan hati nurani.
Mulai dari pabrik pupuk (gas alam → hidrogen → amonia → urea), lalu pindah ke pabrik asam sulfat. Reaksi pirit, \(\ce{FeS2}\), adalah tantangan bonus: bijih pirit dipanggang untuk menghasilkan \(\ce{SO2}\) bila belerang murni sulit didapat.
Asam sulfat adalah bahan kimia industri yang paling banyak dibuat di dunia: untuk pupuk fosfat dan amonium sulfat (ZA), aki kendaraan, deterjen, hingga pengolahan bijih nikel laterit di beberapa smelter di Sulawesi dan Maluku Utara. Pembuatannya disebut proses kontak, dan jantungnya juga sebuah kesetimbangan:
Proses kontak memakai katalis vanadium(V) oksida, \(\ce{V2O5}\). Belerang dari Kawah Ijen, yang ditambang dan dipikul para penambang, adalah salah satu bahan bakunya.
Mengapa proses kontak cukup memakai tekanan 1–2 atm, padahal 3 mol gas menjadi 2 mol gas? Karena pada 400–450 °C dengan katalis, konversinya sudah sangat tinggi; dengan beberapa lapis katalis dan penyerapan \(\ce{SO3}\) di antaranya, konversi melebihi 99%. Tekanan tinggi tidak sebanding dengan biayanya. Lalu, mengapa \(\ce{SO3}\) tidak langsung dilarutkan ke air? Reaksinya sangat eksoterm sehingga terbentuk kabut tetesan asam yang sulit ditangkap. Karena itu \(\ce{SO3}\) diserap oleh asam sulfat pekat menjadi oleum, baru kemudian diencerkan.
KeselamatanAmonia dan asam sulfat pekat adalah bahan industri yang wajib dihormati. Amonia disimpan sebagai gas cair bertekanan, berbau sangat menyengat, korosif, dan beracun bagi ikan. Asam sulfat pekat merusak kulit dan mata serta melepaskan banyak kalor bila bercampur air. Di laboratorium sekolah, keduanya hanya ditangani guru dengan kacamata pelindung, sarung tangan, dan lemari asam.
Gas bertekananKorosifToksik akutBahaya lingkungan
22.6Tabel ICE dan alat tempur lanjutan
Bagaimana menghitung konsentrasi setimbang bila yang diketahui hanya jumlah awal dan K? Kimiawan memakai tabel tiga baris yang disebut tabel ICE: Initial (awal), Change (perubahan), Equilibrium (setimbang). Perubahan selalu mengikuti perbandingan koefisien.
Tulis persamaan yang sudah setara, nilai K, dan siapkan tabel dengan satu kolom untuk setiap zat yang masuk ke ungkapan K.
I (awal): 1,00 mol \(\ce{H2}\) dan 1,00 mol \(\ce{I2}\) dimasukkan ke wadah 1,00 L, jadi konsentrasi awalnya 1,00 mol/L. HI belum ada.
C (perubahan): bila \(x\) mol/L \(\ce{H2}\) bereaksi, \(\ce{I2}\) juga berkurang \(x\), dan HI bertambah \(2x\) (perbandingan koefisien 1 : 1 : 2). Q = 0 < K, jadi reaksi berjalan ke kanan.
E (setimbang) = I + C. Sekarang semua konsentrasi dinyatakan dengan satu huruf \(x\).
Masukkan baris E ke ungkapan \(K_c\). Kebetulan kedua ruas kuadrat sempurna, jadi cukup diakarkan: \(\frac{2x}{1{,}00 - x} = 7{,}37\), sehingga \(x = 0{,}787\).
Hitung semua konsentrasi setimbang. Cek: \(1{,}57^2 \div 0{,}213^2 \approx 54\) ✔. Hasil ini sama dengan percobaan 1 di tabel subbab 22.2.
Sebanyak 0,100 mol \(\ce{N2O4}\) dimasukkan ke labu 1,00 L pada 25 °C. Untuk \(\ce{N2O4(g) <=> 2NO2(g)}\), \(K_c = 4{,}6 \times 10^{-3}\). Hitung konsentrasi setimbang kedua gas dan persentase \(\ce{N2O4}\) yang terurai.
\([\ce{NO2}] \approx 0{,}020\) mol/L dan \([\ce{N2O4}] \approx 0{,}090\) mol/L: hanya ±10% yang terurai pada 25 °C, sehingga gasnya cokelat pucat. Dipanaskan, persentase ini naik tajam dan warnanya menjadi cokelat tua.
Pendekatan "x kecil"Bila K sangat kecil dibanding konsentrasi awal (misalnya \(K/[\;]_0 < 10^{-3}\)), \(x\) jauh lebih kecil daripada konsentrasi awal sehingga \(0{,}100 - x \approx 0{,}100\). Persamaan kuadrat menjadi sederhana. Selalu cek: bila \(x\) lebih dari 5% konsentrasi awal, pendekatan itu tidak boleh dipakai. Pada contoh di atas \(x\) = 10%, jadi rumus abc wajib.
Lanjut · IB & olimpiadeMemanipulasi K seperti bermain lego
Lanjut · IB & olimpiadeΔG° dan K: jembatan termodinamika
Di Bab 20 kamu bertemu energi bebas Gibbs. Kesetimbangan adalah keadaan ketika \(\Delta G = 0\), dan nilai K terhubung langsung dengan \(\Delta G^\circ\):
\[ \Delta G^\circ = -RT\ln K \qquad\Longleftrightarrow\qquad K = e^{-\Delta G^\circ/RT} \]
Untuk sembarang campuran, \(\Delta G = \Delta G^\circ + RT\ln Q = RT\ln(Q/K)\). Jadi \(Q < K\) memberi \(\Delta G < 0\) (reaksi maju spontan), persis seperti aturan di subbab 22.3. Bila \(\Delta H^\circ\) dianggap tetap, pengaruh suhu terhadap K mengikuti persamaan van 't Hoff:
Untuk reaksi eksoterm (\(\Delta H^\circ < 0\)), menaikkan T membuat \(K_2 < K_1\): inilah bukti matematis asas Le Chatelier untuk suhu.
Lanjut · olimpiadeDerajat disosiasi dari massa molar rata-rata
Bila 1 mol \(\ce{N2O4}\) terurai dengan derajat disosiasi \(\alpha\), terdapat \(1 - \alpha\) mol \(\ce{N2O4}\) dan \(2\alpha\) mol \(\ce{NO2}\): total \(1 + \alpha\) mol, tetapi massanya tetap 92 g. Jadi massa molar rata-rata campuran \(\bar{M} = 92/(1 + \alpha)\), yang bisa diukur dari massa jenis gas. Dengan fraksi mol, \(K_p = \dfrac{4\alpha^2}{1 - \alpha^2}P\). Inilah cara klasik mengukur K tanpa memisahkan zat-zat dalam campuran.
Kimia di sekitarmu
🥤
Minuman bersoda
\(\ce{CO2(g) <=> CO2(aq)}\). Saat tutup dibuka, tekanan \(\ce{CO2}\) di atas cairan turun, kesetimbangan bergeser ke kiri, dan gelembung pun menyembur. Soda dingin lebih lama bersoda karena gas lebih mudah larut pada suhu rendah.
🏔️
Pendaki Jayawijaya
\(\ce{Hb + 4O2 <=> Hb(O2)4}\). Di ketinggian lebih dari 4.000 m, tekanan oksigen tinggal ±60%, jadi kesetimbangan bergeser ke kiri: pusing dan sesak napas. Setelah beberapa minggu, tubuh membuat lebih banyak hemoglobin dan menggeser kesetimbangan kembali ke kanan.
🌾
Karung urea di sawah
Pabrik pupuk di Bontang, Gresik, dan Palembang mengatur suhu, tekanan, dan katalis agar kesetimbangan amonia menguntungkan, lalu mengubah amonia menjadi urea.
🦇
Gua kapur Gunung Sewu
\(\ce{CaCO3(s) + CO2(aq) + H2O(l) <=> Ca^2+(aq) + 2HCO3^-(aq)}\). Air hujan ber-\(\ce{CO2}\) melarutkan batu kapur. Di langit-langit gua \(\ce{CO2}\) lepas ke udara, kesetimbangan bergeser ke kiri, dan stalaktit tumbuh beberapa milimeter per abad.
🪸
Terumbu karang
Laut menyerap \(\ce{CO2}\) yang makin banyak di udara. Rangkaian kesetimbangan karbonat bergeser sehingga ion karbonat berkurang, dan karang serta kerang lebih sulit membangun rangka kapurnya.
👟
Silika gel berindikator
Butiran silika gel di kotak sepatu atau kamera ada yang berubah warna saat menyerap uap air. Pengikatan air ini reversibel: butiran yang dipanaskan kering kembali dan warnanya pulih.
Pada kesetimbangan dinamis, pernyataan yang benar adalah …
konsentrasi pereaksi sama dengan konsentrasi produk
reaksi maju dan reaksi balik berhenti
laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik
hanya reaksi maju yang masih berlangsung
Kedua reaksi terus berlangsung dengan laju sama, sehingga konsentrasi tetap (tetapi tidak harus sama).
Untuk \(\ce{2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g)}\) (\(\Delta H\) negatif), cara menambah \(\ce{SO3}\) saat setimbang adalah …
memperbesar tekanan
menaikkan suhu
menambah katalis
memperbesar volume wadah
3 mol gas menjadi 2 mol gas, jadi tekanan tinggi menggeser ke kanan. Menaikkan suhu menggeser reaksi eksoterm ke kiri; katalis tidak menggeser.
Ungkapan \(K_c\) untuk \(\ce{C(s) + H2O(g) <=> CO(g) + H2(g)}\) adalah …
Karbon padat tidak ditulis dalam ungkapan K, tetapi uap air (gas) tetap ditulis.
23
Bab 23 · Larutan & Asam-Basa
Larutan & Konsentrasi: Seberapa Manis Es Tehmu?
Gula yang diaduk ke dalam teh tidak lenyap. Ia bersembunyi di antara molekul air. Bab ini mengajarimu menghitung berapa banyak yang bersembunyi, dari segelas es teh sampai sekantong cairan infus di rumah sakit.
Setelah bab ini, kamu bisa
membedakan pelarut, zat terlarut, dan larutan, serta mengelompokkan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit dari partikel penyusunnya;
menjelaskan proses melarut pada tingkat partikel dan membaca kurva kelarutan (pengaruh suhu dan tekanan, hukum Henry);
menyatakan kadar larutan dalam persen massa, persen volume, persen b/v, ppm, dan ppb;
menghitung molaritas, pengenceran \(M_1V_1 = M_2V_2\), molalitas, dan fraksi mol, serta mengonversi antarsatuan dengan massa jenis;
membuat larutan baku dengan labu ukur secara tepat dan aman.
Misteri Es Teh Kantin Komik · 4 panel
Jam istirahat, kantin sekolah
BimaLho, es teh gelas A manis sekali, tapi gelas B kok hambar? Padahal harganya sama!
LarasAku sudah mengamati. Gula cair dituang "kira-kira", lalu ditambah teh dan es sampai penuh. Takarannya beda-beda, jadi manisnya juga beda.
TING!
Kak TirtaRasa manis bisa diberi angka! Namanya konsentrasi: seberapa banyak zat terlarut ada di dalam sejumlah larutan. Es teh 8% berarti 8 g gula di setiap 100 g es teh.
Kimo ikut nimbrung…
KimoRahasia penjual laris: satu takar gula cair, lalu tambah air sampai garis yang sama. Kimiawan menyebutnya pengenceran!
BimaJadi es teh yang selalu pas itu… soal hitungan?
Sesendok gula diaduk dalam segelas air sampai tidak terlihat lagi, lalu gelas itu ditimbang. Apa yang terjadi pada gula dan massa gelas?
Gula lenyap, jadi massanya sama dengan segelas air saja.
Gula bereaksi dengan air menjadi zat baru yang lebih ringan.
Molekul gula masih ada, tersebar di antara molekul air; massanya = massa air + massa gula.
Gula berubah menjadi air karena sama-sama bening.
Jawabannya: gula masih ada. Molekul gula hanya terpisah satu per satu dan menyelinap di antara molekul air, terlalu kecil untuk dilihat. Tidak ada zat baru: biarkan airnya menguap, dan gula kembali. Timbangan pun membuktikannya: massa larutan = massa air + massa gula. Melarut bukan bereaksi!
23.1Larutan: pelarut, zat terlarut, dan siapa yang menghantar listrik
Es teh manis, air laut, cuka dapur, cairan antiseptik, bahkan udara yang kamu hirup: semuanya larutan. Larutan ada di mana-mana karena hampir semua zat mau berbaur dengan zat lain sampai merata.
Larutkan sesendok gula dalam segelas air. Gulanya tidak tampak lagi, tetapi airnya terasa manis di setiap tegukan, dari atas sampai dasar gelas. Itulah larutan: campuran yang sama rata di mana-mana. Air disebut pelarut, gula disebut zat terlarut.
Definisi · LarutanLarutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih. Komposisinya sama di setiap bagian, partikelnya seukuran molekul atau ion (lebih kecil dari ±1 nm), tidak mengendap, tidak dapat disaring, dan tembus cahaya (jernih, walaupun boleh berwarna). Komponen yang jumlahnya paling banyak, atau yang wujudnya sama dengan wujud larutan, disebut pelarut; komponen lainnya disebut zat terlarut. Larutan dengan pelarut air ditandai (aq), dari kata aqueous.
Zat terlarut
Pelarut
Contoh di sekitarmu
gas
gas
udara: oksigen, argon, dan \(\ce{CO2}\) dalam nitrogen
gas
cair
minuman bersoda (\(\ce{CO2}\) dalam air), oksigen terlarut di sungai untuk ikan
cair
cair
cairan antiseptik alkohol 70%, cuka dapur (asam asetat dalam air)
padat
cair
es teh manis, air laut, oralit, cairan infus
padat
padat
kuningan (seng dalam tembaga), emas perhiasan 18 karat
gas
padat
gas hidrogen yang terserap di dalam logam paladium
Siapa yang menghantar listrik?
Kak Tirta punya alat uji sederhana: dua batang elektrode, baterai, dan bola lampu kecil. Elektrode dicelupkan ke larutan. Bila lampu menyala, berarti ada partikel bermuatan yang bergerak bebas di dalam larutan, yaitu ion. Larutan yang menghantar listrik disebut larutan elektrolit.
Uji daya hantar listrik. Bulatan merah (+) dan biru (−) adalah ion yang bebas bergerak; bulatan kuning berpasangan adalah molekul utuh. Makin banyak ion, makin terang lampu dan makin banyak gelembung gas di elektrode.
Mengapa ada larutan yang menghasilkan banyak ion? Lihat persamaannya:
Senyawa ion melepas ion yang sudah ada di kisinya (disosiasi): \[\ce{NaCl(s) -> Na+(aq) + Cl-(aq)}\]
Senyawa kovalen polar tertentu membentuk ion baru saat bereaksi dengan air (ionisasi): \[\ce{HCl(g) + H2O(l) -> H3O+(aq) + Cl-(aq)}\]
Asam asetat dalam cuka hanya terionisasi sebagian kecil, dan reaksinya bolak-balik: \[\ce{CH3COOH(aq) <=> CH3COO-(aq) + H+(aq)}\]
Gula larut sebagai molekul utuh, tanpa ion: \[\ce{C12H22O11(s) -> C12H22O11(aq)}\]
Aturan · Derajat ionisasiKekuatan elektrolit diukur dengan derajat ionisasi \(\alpha\):
\[ \alpha = \frac{\text{mol zat yang terionisasi}}{\text{mol zat mula-mula}} \]
Elektrolit kuat \(\alpha \approx 1\) (senyawa ion yang larut, asam kuat seperti HCl, \(\ce{HNO3}\), \(\ce{H2SO4}\), dan basa kuat seperti NaOH, KOH). Elektrolit lemah \(0 < \alpha < 1\) (asam dan basa lemah seperti \(\ce{CH3COOH}\), \(\ce{NH3}\), HF). Nonelektrolit \(\alpha = 0\) (gula, urea, etanol). Contoh: dalam cuka 0,1 M, hanya ±1,3% molekul asam asetat yang terionisasi (\(\alpha \approx 0{,}013\)).
Ketuk unsurnya untuk mengenal ion-ion yang sering muncul di bab ini: NaClKCaCuMn.
Awas jebakanDi dalam larutan, yang membawa arus listrik adalah ion yang bergerak, bukan elektron yang berenang di air. Ingat juga: kristal NaCl padat tidak menghantar listrik walaupun tersusun atas ion, karena ion-ionnya terkunci di kisi. Baru setelah dilelehkan atau dilarutkan, ion-ionnya bebas bergerak.
Tamu dari masa laluPada 1884, Svante Arrhenius, mahasiswa doktoral di Uppsala, Swedia, mengajukan gagasan berani: garam yang larut di air terurai menjadi partikel bermuatan (ion), bahkan tanpa dialiri listrik. Para pengujinya ragu dan memberinya nilai pas-pasan. Sembilan belas tahun kemudian, gagasan yang sama mengantarnya meraih Hadiah Nobel Kimia 1903. Ide yang aneh hari ini bisa menjadi ilmu besar esok hari!
23.2Proses melarut dan kelarutan
Mengapa garam dan gula mudah larut di air, tetapi minyak goreng tidak? Kimiawan punya semboyan pendek: sejenis melarutkan sejenis (like dissolves like). Zat polar dan senyawa ion larut dalam pelarut polar seperti air. Zat nonpolar, seperti minyak dan lilin, larut dalam pelarut nonpolar seperti bensin atau heksana.
Hitung gugus –OH (atom O yang mengikat H) pada glukosa dan sukrosa. Setiap –OH dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air, sehingga gula sangat mudah larut. Bandingkan dengan heksana: tidak ada satu pun bagian polar, jadi heksana menolak air tetapi bercampur dengan minyak.
Untuk senyawa ion seperti garam dapur, molekul air yang polar bekerja seperti tim penarik tambang. Ikuti animasinya langkah demi langkah:
Kristal garam dapur (NaCl) adalah kisi ion \(\ce{Na+}\) (ungu) dan \(\ce{Cl-}\) (hijau) yang saling tarik. Di sekitarnya, molekul air bergerak bebas ke segala arah.
Air adalah molekul polar: ujung O sedikit negatif (δ−), ujung H sedikit positif (δ+). Molekul air berbalik arah: ujung O menghadap \(\ce{Na+}\), ujung H menghadap \(\ce{Cl-}\).
Tarikan banyak molekul air cukup kuat untuk mencabut ion di sudut dan tepi kristal. Ion yang lepas langsung diselimuti air. Peristiwa ini disebut hidrasi.
Ion-ion terhidrasi menyebar merata ke seluruh air, dan kristal makin kecil lalu habis: \(\ce{NaCl(s) -> Na+(aq) + Cl-(aq)}\).
Neraca energinya: memutus kisi butuh energi, hidrasi melepas energi. Bila hidrasi menang, larutan menghangat (NaOH); bila kalah, larutan mendingin (kompres dingin instan berisi amonium nitrat).
Apakah air bisa melarutkan garam tanpa batas? Tidak. Pada suhu tertentu, ada jumlah maksimum zat yang dapat larut.
Definisi · KelarutanKelarutan (\(S\)) adalah massa maksimum zat terlarut yang dapat larut dalam 100 g pelarut pada suhu tertentu (bisa juga dinyatakan dalam mol/L). Larutan yang sudah berisi zat terlarut sebanyak kelarutannya disebut larutan jenuh; yang kurang dari itu larutan tak jenuh. Bila berisi lebih banyak daripada kelarutannya tanpa mengendap, ia disebut larutan lewat jenuh, keadaan yang rapuh: sebutir kristal kecil saja dapat memicu pengkristalan besar-besaran.
Madu yang lama disimpan sering "berpasir" karena madu adalah larutan gula yang lewat jenuh. Gula batu dibuat dengan mendinginkan larutan gula panas yang sangat pekat secara perlahan, sehingga kristal tumbuh besar di sepanjang benang.
Gelas P berisi larutan gips (kalsium sulfat) yang sudah jenuh, dengan endapan di dasarnya. Gelas Q berisi 100 g gula dalam 100 g air yang belum jenuh. Mana yang lebih pekat?
Gelas P, karena larutan jenuh pasti paling pekat.
Gelas Q, jauh lebih pekat walaupun belum jenuh.
Sama pekat, karena keduanya sama-sama larutan.
Tidak bisa dibandingkan karena zatnya berbeda.
Jawabannya: gelas Q. Kelarutan kalsium sulfat hanya ±0,2 g per 100 g air pada suhu kamar, jadi larutan jenuhnya sangat encer. Gelas Q berisi 100 g gula per 100 g air (kelarutan gula ±200 g), belum jenuh tetapi ratusan kali lebih pekat. "Jenuh" berarti tidak bisa melarutkan lagi, bukan "pekat".
Kelarutan dipengaruhi suhu. Kebanyakan padatan lebih mudah larut di air panas, misalnya kalium nitrat (\(\ce{KNO3}\), bahan pupuk dan pengawet) yang kelarutannya naik tajam. Garam dapur hampir tidak peduli suhu. Gas justru kurang larut di air hangat. Jelajahi grafiknya:
Titik hijau toska adalah "larutanmu": sejumlah KNO₃ dalam 100 g air. Mulailah dari 80 g pada 60 °C (tak jenuh), lalu seret titiknya ke kiri seolah larutan didinginkan. Pada suhu berapa kristal mulai muncul? Berapa gram yang mengkristal pada 20 °C? Perhatikan juga garis NaCl yang hampir datar.
Kimia Nusantara · Garam dari tambakAir laut Nusantara berkadar garam ±3,5%. Di tambak garam Madura, Rembang, dan Pati, air laut dialirkan dari petak ke petak dan diuapkan oleh matahari. Ketika kadar NaCl mencapai ±26% massa, larutannya jenuh (±36 g per 100 g air) dan kristal garam mulai tumbuh di dasar petak. Karena kelarutan NaCl hampir tidak dipengaruhi suhu, petani garam mengandalkan penguapan, bukan pendinginan. Itulah sebabnya panen garam terbaik datang di puncak musim kemarau.
Untuk gas, ada faktor kedua yang sangat kuat: tekanan. Botol minuman bersoda diisi \(\ce{CO2}\) bertekanan tinggi. Begitu tutupnya dibuka, tekanan turun dan gas yang terlarut keluar sebagai gelembung: pssst!
Hukum HenryPada suhu tetap, kelarutan gas dalam cairan sebanding dengan tekanan parsial gas itu di atas cairan:
\[ C = k_H \times P \]
\(C\) = kelarutan gas (mol/L), \(P\) = tekanan parsial gas (atm), \(k_H\) = tetapan Henry yang khas untuk setiap gas, pelarut, dan suhu. Pada 25 °C, \(k_H\) untuk \(\ce{O2}\) dalam air ±\(1{,}3 \times 10^{-3}\) mol L⁻¹ atm⁻¹ dan untuk \(\ce{CO2}\) ±0,034 mol L⁻¹ atm⁻¹.
Tamu dari masa laluWilliam Henry, kimiawan Inggris, menerbitkan hukumnya pada 1803 setelah mengukur berapa banyak gas yang diserap air pada berbagai tekanan. Sahabatnya, John Dalton, juga meneliti penyerapan gas oleh air, dan penelitian itu ikut menuntun Dalton ke teori atomnya (Bab 5). Dua sahabat, satu gelas air, dua ide besar!
"Gula yang larut itu hilang."
Molekul gula hanya tersebar di antara molekul air. Massa larutan = massa air + massa gula, dan gula kembali bila airnya diuapkan.
"Air murni penghantar listrik yang baik."
Air murni nyaris tidak menghantar. Yang menghantar adalah ion terlarut, dan air keran, air hujan, serta keringat selalu mengandung ion. Jadi tetap jauhkan alat listrik dari air!
"Air panas selalu melarutkan lebih banyak zat."
Benar untuk kebanyakan padatan, tetapi gas justru kurang larut di air panas. Itu sebabnya minuman bersoda hangat cepat "kempes" dan ikan megap-megap di air yang terlalu hangat.
23.3Persen, ppm, dan ppb: kadar untuk kehidupan sehari-hari
Kembali ke kantin. Untuk menyatakan "seberapa manis", kita membandingkan banyaknya zat terlarut dengan banyaknya larutan. Cara paling sederhana memakai persen. Ada tiga jenis persen yang sering tertukar:
Es teh itu berkadar gula 8% massa. Penyebutnya massa larutan (250 g), bukan massa air (230 g).
Awas jebakanVolume tidak selalu bisa dijumlahkan! Mencampur 70 mL etanol dengan 30 mL air menghasilkan larutan kurang dari 100 mL (±97 mL), karena molekul air dan etanol saling mendekat lewat ikatan hidrogen dan mengisi celah satu sama lain. Itu sebabnya alkohol 70% dibuat dengan menambahkan air sampai volumenya 100 mL, bukan dengan menambahkan 30 mL air.
Untuk zat yang sangat sedikit, seperti logam berat di air minum, persen terlalu "besar". Kimiawan memakai ppm (parts per million, bagian per sejuta) dan ppb (parts per billion, bagian per semiliar).
Untuk larutan encer dalam air, 1 L larutan bermassa ±1 kg, sehingga 1 ppm ≈ 1 mg/L dan 1 ppb ≈ 1 µg/L.
Seberapa kecil 1 ppm? Satu ppm sama dengan 1 detik dalam ±11,6 hari. Satu ppb sama dengan 1 detik dalam ±32 tahun! Atau bayangkan satu butir beras merah di antara satu juta butir beras putih: itulah 1 ppm.
Kimia Nusantara · TDS meter di depot air isi ulangBanyak depot air minum isi ulang memamerkan angka dari TDS meter (total dissolved solids). Alat seharga puluhan ribu rupiah itu sebenarnya mengukur daya hantar listrik air, yaitu sumbangan ion-ion terlarut seperti \(\ce{Ca^2+}\), \(\ce{Mg^2+}\), dan \(\ce{HCO3-}\), lalu mengubahnya menjadi perkiraan ppm. Air hasil osmosis balik bisa di bawah 10 ppm, sedangkan air tanah dan air pegunungan umumnya puluhan sampai beberapa ratus ppm; aturan kualitas air minum Kementerian Kesehatan membatasinya di sekitar 300 ppm. Ingat: angka TDS yang rendah tidak menjamin air bebas kuman, karena bakteri tidak bermuatan seperti ion dan tidak terbaca alat ini.
Zat dalam air minum
Pedoman WHO
Dalam ppb
Sumber pencemar di sekitar kita
timbal
0,01 mg/L
10 ppb
pipa dan solder tua, aki bekas yang dibongkar sembarangan
arsen
0,01 mg/L
10 ppb
air tanah di daerah batuan tertentu, limbah tambang
merkuri (anorganik)
0,006 mg/L
6 ppb
penambangan emas skala kecil yang memakai merkuri
nitrat (\(\ce{NO3-}\))
50 mg/L
50.000 ppb
pupuk berlebih yang meresap ke sumur
23.4Molaritas dan pengenceran
Persen enak untuk label makanan, tetapi kimiawan ingin tahu jumlah partikelnya, karena reaksi kimia terjadi antarpartikel. Karena itu kita memakai mol (Bab 17). Satuan konsentrasi yang paling sering dipakai di laboratorium adalah molaritas.
Definisi · MolaritasMolaritas (\(M\)) adalah jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan:
\[ M = \frac{n}{V} \qquad n = \frac{m}{M_r} \]
Satuannya mol/L, sering ditulis M ("molar") atau mol dm⁻³. Larutan NaCl 0,1 M berisi 0,1 mol NaCl (5,85 g) dalam setiap 1 L larutan. Kebalikannya, jumlah mol dalam sejumlah larutan adalah \(n = M \times V\).
Bayangkan setiap liter larutan sebagai satu kotak. Molaritas menjawab pertanyaan: "Ada berapa mol zat di dalam satu kotak?" Larutan 2 M berisi dua kali lebih banyak partikel zat terlarut di setiap kotaknya daripada larutan 1 M.
Molaritas di laboratorium klinikHasil cek gula darah sering ditulis dalam mg/dL atau mmol/L. Gula darah puasa 100 mg/dL berarti 1 g glukosa per liter darah. Dengan Mr glukosa 180, itu \(1/180 = 0{,}0056\) mol/L = 5,6 mmol/L. Dokter di berbagai negara memakai satuan berbeda, tetapi kimianya sama.
Sekarang giliranmu menjadi peracik larutan. Tambahkan zat, tambahkan air, panaskan, dan perhatikan kapan larutan menjadi jenuh:
Pilih zat, lalu ketuk stoples zat (atau tombol 🥄) dan botol air (atau tombol 💧). Apa yang terjadi pada warna dan molaritas ketika zat ditambah? Ketika air ditambah? Terus tambahkan zat sampai muncul endapan, lalu naikkan suhunya. Coba juga "Buang separuh larutan": mengapa molaritasnya tidak berubah? Catatan: lab ini menganggap volume larutan ≈ volume air; pada larutan sangat pekat (misalnya garam jenuh) volume sebenarnya sedikit lebih besar sehingga molaritas aslinya lebih kecil (±5,4 M untuk NaCl jenuh). Kalium permanganat sangat pekat warnanya: sedikit saja sudah ungu tua!
Segelas larutan gula 0,5 M (200 mL) dituang separuhnya ke gelas lain. Berapa molaritas larutan di gelas kedua?
0,25 M, karena isinya tinggal separuh.
0,5 M, sama seperti gelas pertama.
1 M, karena volumenya lebih kecil.
0,1 M, karena sebagian gula tertinggal.
Jawabannya: 0,5 M. Menuang tidak menambah pelarut. Jumlah mol dan volumenya sama-sama tinggal separuh, sehingga perbandingannya tetap. Konsentrasi adalah sifat intensif, seperti rasa: seteguk es teh sama manisnya dengan segelas penuh es teh yang sama.
Bagaimana dengan menambahkan air? Itulah pengenceran. Zat terlarutnya tidak bertambah dan tidak berkurang; hanya pelarutnya yang bertambah. Jadi jumlah mol sebelum dan sesudah pengenceran sama.
Aturan · Pengenceran
\[ n_{\text{sebelum}} = n_{\text{sesudah}} \]
\[ M_1 V_1 = M_2 V_2 \]
\(M_1, V_1\) = molaritas dan volume larutan pekat (stok) yang diambil; \(M_2, V_2\) = molaritas dan volume larutan setelah diencerkan. Aturan yang sama berlaku untuk persen dan ppm: \(C_1V_1 = C_2V_2\). Perbandingan \(V_2/V_1\) disebut faktor pengenceran.
Trik Kak Tirta"Yang kekal saat diencerkan adalah mol." Jadi \(M_1V_1 = M_2V_2\) hanyalah "mol sebelum = mol sesudah". Volume boleh dalam mL atau L, asal sama di kedua ruas. Lalu cek kewajaran: hasil \(M_2\) harus lebih kecil daripada \(M_1\). Kalau hasilmu lebih pekat, pasti ada yang tertukar!
Sirup di botol berkadar gula 50% (b/v). Pilih faktor pengenceran, lalu tekan Encerkan berikutnya: pipet memindahkan sebagian larutan ke gelas berikutnya, kemudian air ditambahkan sampai 50 mL. Ketuk gelas mana pun untuk membaca kadarnya. Setiap titik putih mewakili sejumlah molekul gula: hitung berapa yang tersisa! Setelah kelima gelas jadi, uji matamu dengan 🔍 Gelas misteri. Dengan pengenceran 10×, pada gelas keberapa warnanya tak lagi terlihat?
Satu sachet oralit dilarutkan dalam air sampai 200 mL. Sachet itu berisi 0,52 g NaCl dan 2,7 g glukosa. Hitung molaritas NaCl dan glukosa dalam larutan oralit. (Mr NaCl = 58,5; glukosa = 180)
\(M_{\ce{NaCl}} = 0{,}00889/0{,}200 = 0{,}044\) M = 44 mmol/L; \(M_{\text{glukosa}} = 0{,}0150/0{,}200 = 0{,}075\) M = 75 mmol/L.
NaCl ±0,044 M dan glukosa 0,075 M. Sitrat dalam sachet juga menyumbang natrium, sehingga total natrium ±75 mmol/L, sama dengan glukosanya. Perbandingan 1 : 1 ini yang membuat usus menyerap natrium dan air paling cepat.
Kimia Nusantara · Oralit, penyelamat jutaan anakDiare membuat tubuh kehilangan air dan garam dengan cepat. Sejak puluhan tahun lalu, puskesmas dan posyandu di seluruh Indonesia membagikan oralit, campuran garam dan gula dengan takaran yang dirumuskan WHO. Kuncinya ada pada konsentrasi: glukosa membantu usus menyerap natrium, dan air ikut terserap bersamanya. Larutan yang terlalu pekat justru menarik air ke dalam usus dan memperparah diare. Karena itu aturan pakai pada sachet harus diikuti persis: satu sachet untuk 200 mL air matang.
Di warung dijual cuka biang berkadar asam asetat 25%. Kak Tirta ingin membuat 400 mL cuka masak 5%. Berapa mL cuka biang yang diambil, dan berapa mL air yang ditambahkan (kira-kira)?
\(V_1 = \dfrac{5 \times 400}{25} = 80\) mL cuka biang.
Tambahkan air sampai volumenya 400 mL, yaitu ±320 mL air.
Ambil 80 mL cuka biang, lalu tambahkan air sampai 400 mL (pengenceran 5 kali). Cuka biang 25% tidak boleh diminum atau dipakai langsung untuk makanan karena dapat melukai mulut dan kerongkongan.
Awas jebakanMelarutkan 0,1 mol zat ke dalam 1 L air tidak menghasilkan larutan 0,1 M. Zat terlarut ikut menempati ruang, sehingga volume larutannya lebih dari 1 L dan molaritasnya sedikit kurang dari 0,1 M. Cara yang benar: larutkan zat dalam sebagian air, lalu tambahkan air sampai volume larutan tepat 1 L (subbab 23.6).
23.5Molalitas dan fraksi mol
Molaritas punya satu kelemahan kecil: volume larutan berubah bila suhunya berubah. Larutan yang dipanaskan memuai, sehingga molaritasnya sedikit turun walaupun tidak ada yang ditambahkan. Untuk percobaan yang melibatkan pemanasan atau pendinginan, seperti mendidihkan dan membekukan larutan di Bab 24, kimiawan memakai satuan berbasis massa, yang tidak terpengaruh suhu.
Definisi · Molalitas dan fraksi molMolalitas (\(m\)) adalah jumlah mol zat terlarut dalam setiap kilogram pelarut (bukan larutan):
\[ m = \frac{n_{\text{zat terlarut}}}{\text{massa pelarut (kg)}} \]
\[ m = \frac{m_t / M_r}{p} \times 1000 \quad (p\ \text{dalam g}) \]
Satuannya mol/kg atau "molal". Fraksi mol (\(X\)) adalah perbandingan mol suatu komponen dengan mol seluruh komponen:
\[ X_A = \frac{n_A}{n_A + n_B} \]
\[ X_A + X_B = 1 \]
Fraksi mol tidak bersatuan. Udara kering, misalnya, memiliki \(X_{\ce{N2}} \approx 0{,}78\) dan \(X_{\ce{O2}} \approx 0{,}21\).
Sebanyak 18 g glukosa (\(\ce{C6H12O6}\), Mr 180) dilarutkan dalam 500 g air (Mr 18). Hitung molalitas glukosa serta fraksi mol glukosa dan air.
Molalitas 0,200 mol/kg. Dari setiap 1.000 molekul di gelas itu, hanya ±4 yang molekul glukosa; sisanya air!
Satu larutan bisa "diceritakan" dengan banyak satuan. Lihat bagaimana sekantong cairan infus yang sama dinyatakan dalam tujuh cara:
Satu kantong cairan infus NaCl 0,9%, tujuh "bahasa" konsentrasi. Untuk berpindah dari satuan per volume (M, % b/v) ke satuan per massa (% massa, mol/kg, fraksi mol), kita membutuhkan massa jenis larutan (±1,005 g/mL).
Untuk berpindah antara satuan "per volume" dan "per massa", kita butuh massa jenis larutan \(\rho\) (g/mL). Ambil 1 L larutan: massanya \(1000\rho\) g, massa zat terlarutnya \(M \cdot M_r\) g, sehingga massa pelarutnya \(1000\rho - M M_r\) gram. Maka
\[ m = \frac{1000\,M}{1000\,\rho - M\,M_r} \]
Untuk larutan encer dalam air, \(\rho \approx 1\) dan \(M M_r\) kecil, sehingga \(m \approx M\). Cek dengan infus: \(m = 154/(1004{,}6 - 9{,}0) = 0{,}155\) mol/kg ✔. Untuk larutan pekat, perbedaannya besar sekali. Larutan NaOH 50% massa (\(\rho = 1{,}52\) g/mL) adalah \(10 \times 1{,}52 \times 50/40 = 19{,}0\) M, tetapi molalitasnya \(19\,000/(1520 - 760) = 25{,}0\) mol/kg, karena separuh massanya adalah zat terlarut.
Mengapa molalitas dan fraksi mol bisa dikonversi tanpa massa jenis?
Keduanya hanya memakai massa dan mol, tanpa volume. Ambil 1 kg pelarut: ada \(m\) mol zat terlarut dan \(1000/M_{r,\text{pelarut}}\) mol pelarut. Jadi \(X_{\text{terlarut}} = \dfrac{m}{m + 1000/M_{r,\text{pelarut}}}\). Untuk air, \(1000/18{,}02 = 55{,}5\) mol, sehingga larutan 1 molal dalam air memiliki \(X = 1/56{,}5 = 0{,}0177\).
23.6Membuat larutan baku di laboratorium
Hasil titrasi, uji kualitas air, dan pembuatan obat bergantung pada satu hal: larutan yang konsentrasinya diketahui dengan tepat. Larutan seperti itu disebut larutan baku (larutan standar). Bila dibuat langsung dengan menimbang zat yang sangat murni dan stabil, zat itu disebut baku primer, misalnya natrium karbonat anhidrat, asam oksalat dihidrat \(\ce{H2C2O4.2H2O}\), atau kalium hidrogen ftalat. Natrium hidroksida bukan baku primer karena menyerap uap air dan bereaksi dengan \(\ce{CO2}\) di udara.
Alat kuncinya adalah labu ukur: labu berleher panjang dengan satu garis melingkar, tanda tera. Bila cairan diisi tepat sampai garis itu pada suhu yang tertera (biasanya 20 °C), volumenya tepat seperti yang tertulis, misalnya 250,0 mL. Ikuti langkah membuat 250,0 mL larutan tembaga(II) sulfat 0,100 M:
Hitung dulu. Untuk 250,0 mL larutan 0,100 M dibutuhkan 0,0250 mol. Yang tersedia adalah kristal terusi \(\ce{CuSO4.5H2O}\) (Mr 249,5), jadi massanya 6,24 g. Air kristal ikut ditimbang!
Timbang ±6,24 g kristal dengan neraca analitik di atas kaca arloji atau gelas kimia kecil. Catat massa sebenarnya (misalnya 6,238 g) untuk menghitung konsentrasi yang tepat.
Larutkan kristal dengan ±100 mL akuades di gelas kimia sambil diaduk. Melarutkan langsung di dalam labu ukur lebih sulit dan lebih lama.
Tuang larutan ke labu ukur 250 mL melalui corong. Bilas gelas kimia, batang pengaduk, dan corong 2–3 kali dengan akuades; semua air bilasan masuk ke labu agar tidak ada zat yang tertinggal.
Tambahkan akuades sampai ±1 cm di bawah tanda tera, lalu tetes demi tetes dengan pipet tetes. Dasar meniskus harus tepat menyentuh tanda tera, dibaca dengan mata sejajar garis.
Tutup labu, lalu balikkan 10–20 kali agar konsentrasinya sama di semua bagian. Pindahkan ke botol bersih dan beri label: nama zat, konsentrasi, tanggal, dan pembuat.
Bila larutan baku dibuat dengan mengencerkan asam pekat, ada satu aturan keselamatan yang tidak boleh dilanggar.
KeselamatanSelalu tuang asam ke dalam air, sedikit demi sedikit sambil diaduk, jangan sebaliknya. Pengenceran asam sulfat pekat melepaskan kalor yang sangat besar; bila air dituang ke asam, air bisa mendidih seketika dan memercikkan asam. Kerjakan di lemari asam, pakai kacamata pelindung, jas lab, dan sarung tangan, dan hanya di bawah pengawasan guru. Larutan sisa dibuang sesuai petunjuk guru, bukan langsung ke wastafel.
KorosifIritanBahaya lingkungan (CuSO₄)
Trik Kak TirtaRumus kilat dari persen massa ke molaritas: \(M = \dfrac{10 \times \rho \times \%}{M_r}\), dengan \(\rho\) dalam g/mL. Angka 10 muncul dari 1.000 mL ÷ 100%. Contoh: asam nitrat pekat 65% (\(\rho = 1{,}40\) g/mL, Mr 63) memiliki \(M = 10 \times 1{,}40 \times 65/63 = 14{,}4\) M.
Botol asam klorida pekat bertuliskan: HCl 37%, \(\rho = 1{,}19\) g/mL. Hitung molaritasnya, lalu tentukan volume yang harus diambil untuk membuat 500 mL HCl 0,10 M. (Mr HCl = 36,5)
Ambil 1 L = 1.000 mL larutan pekat: massanya \(1.000 \times 1{,}19 = 1.190\) g.
Massa HCl di dalamnya \(= 37\% \times 1.190 = 440\) g, yaitu \(440/36{,}5 = 12{,}1\) mol. Jadi \(M_1 = 12{,}1\) M.
Isi labu ukur 500 mL dengan ±300 mL akuades, tambahkan 4,1 mL HCl pekat perlahan di lemari asam, goyangkan, lalu tepatkan sampai tanda tera.
HCl pekat \(\approx\) 12,1 M; ambil ±4,1 mL untuk membuat 500 mL HCl 0,10 M. Karena HCl pekat mudah menguap, larutan hasilnya biasanya dibakukan lagi dengan titrasi (Bab 27).
Lanjut · IB & olimpiadeAktivitas: konsentrasi yang "efektif"
Dalam larutan ideal, setiap partikel zat terlarut berperilaku seolah-olah sendirian di tengah pelarut. Larutan ion yang nyata tidak begitu: setiap kation dikelilingi "awan" anion dan sebaliknya (atmosfer ion), sehingga ion tampak kurang "aktif" daripada jumlahnya. Konsentrasi efektif ini disebut aktivitas:
\(\gamma\) adalah koefisien aktivitas dan \(I = \tfrac12 \sum c_i z_i^2\) adalah kekuatan ion. Rumus kedua adalah hukum pembatas Debye–Hückel (air, 25 °C), akurat hanya untuk larutan sangat encer. Untuk NaCl 0,010 M: \(I = 0{,}010\), \(\log\gamma_\pm = -0{,}0509\), \(\gamma_\pm = 0{,}89\). Ion bermuatan ganda jauh lebih terpengaruh: untuk \(\ce{MgSO4}\) 0,010 M, \(I = 0{,}040\) dan \(\gamma_\pm \approx 0{,}4\) (perkiraan kasar). Itulah sebabnya pH sejati didefinisikan sebagai \(-\log a_{\ce{H+}}\), dan tetapan kesetimbangan termodinamika ditulis dengan aktivitas, bukan konsentrasi.
Kimia di sekitarmu
🧊
Es teh & sirup
Sirup gula pekat diencerkan 5–10 kali di setiap gelas. Penjual yang memakai gelas takar dan "garis batas" membuat es teh yang selalu sama manisnya: pengenceran yang rapi!
💧
Oralit
Satu sachet untuk 200 mL air memberi glukosa dan natrium dengan perbandingan mol ±1 : 1, agar usus menyerap air paling cepat. Terlalu pekat justru memperparah diare.
💉
Infus NaCl 0,9%
Konsentrasinya 0,154 M, isotonik dengan darah. Cairan yang terlalu encer atau terlalu pekat dapat merusak sel darah merah (Bab 24).
🚰
Air minum isi ulang
TDS meter membaca daya hantar listrik dari ion terlarut, lalu menampilkannya sebagai ppm. Kuman tidak terbaca oleh alat ini.
🌱
Pupuk cair
Label "larutkan 2 mL per liter air" berarti pengenceran ±500 kali. Larutan yang terlalu pekat membuat akar "terbakar" karena air justru tertarik keluar dari sel akar.
🍶
Cuka biang 25%
Cuka masak biasanya 4–5% asam asetat. Cuka biang harus diencerkan ±5 kali; meminumnya langsung dapat melukai kerongkongan.
Manakah larutan yang termasuk elektrolit lemah?
NaCl(aq)
HCl(aq)
\(\ce{CH3COOH(aq)}\) (cuka)
\(\ce{C12H22O11(aq)}\) (gula)
Asam asetat hanya terionisasi sebagian kecil (\(0 < \alpha < 1\)). NaCl dan HCl adalah elektrolit kuat, gula nonelektrolit.
Sebanyak 50 mL larutan 0,4 M diencerkan menjadi 200 mL. Berapa molaritas akhirnya?
0,1 M
1,6 M
0,4 M
0,2 M
\(M_2 = M_1V_1/V_2 = 0{,}4 \times 50/200 = 0{,}1\) M. Volume naik 4 kali, konsentrasi turun 4 kali.
Mengapa minuman bersoda yang hangat lebih cepat "kempes" daripada yang dingin?
\(\ce{CO2}\) lebih mudah larut dalam air hangat.
Kelarutan gas berkurang ketika suhu naik.
Gula di dalamnya menguap.
Tekanan di dalam botol menjadi nol.
Molekul gas yang lebih berenergi mudah lolos dari cairan, sehingga kelarutan gas turun saat suhu naik.
24
Bab 24 · Larutan & Asam-Basa
Sifat Koligatif: Yang Dihitung Hanya Jumlah Partikelnya
Penjual es puter menabur garam kasar ke es batu, dan adonan santan pun membeku. Ikan asin awet, sayur asinan layu, dan cairan infus harus sama "pekat"-nya dengan darah. Semua itu diatur oleh satu hal sederhana: berapa banyak partikel yang larut, bukan partikel apa.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan sifat koligatif sebagai sifat yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan jenisnya;
menghitung penurunan tekanan uap dengan hukum Raoult, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan;
menjelaskan osmosis dan menghitung tekanan osmotik, misalnya cairan infus yang isotonik dengan darah;
memakai faktor van 't Hoff \(i\) untuk larutan elektrolit;
menentukan massa molekul relatif suatu zat dari data sifat koligatif.
Garam yang Bikin Beku Komik · 4 panel
Siang terik di depan sekolah
BimaLaras, lihat! Abang es puter menabur garam ke es batu. Biar es puternya asin, ya?
SRAK!
LarasBukan, Bim. Coba lihat termometerku: −12 °C! Padahal es batu biasa cuma 0 °C. Garam kan tidak dingin…
Kak TirtaGaram memang tidak dingin. Garam membuat es mencair di bawah 0 °C. Es yang mencair menyedot kalor dari sekitarnya, termasuk dari adonan santan!
BRRR!
Kimo ikut nimbrung…
KimoRahasianya: yang dihitung cuma jumlah partikel, bukan jenisnya. Satu NaCl pecah jadi dua ion!
BimaJadi garam dua kali lebih jago daripada gula?
Bima memasak air untuk mi instan. Ia menambahkan satu sendok teh garam (±6 g) ke dalam 1 liter air "supaya cepat mendidih". Apa yang sebenarnya terjadi pada titik didih air itu?
Turun, sehingga air lebih cepat mendidih.
Tidak berubah sama sekali.
Naik, tetapi sangat sedikit (sekitar 0,1 °C), sehingga tidak mempercepat apa pun.
Naik banyak, sampai sekitar 110 °C.
Jawabannya: naik sedikit sekali. Garam membuat titik didih naik, bukan turun. Untuk 6 g garam dalam 1 kg air, kenaikannya hanya ±0,1 °C, jadi tidak terasa. Air yang tiba-tiba bergolak saat garam ditabur bukan tanda mendidih lebih cepat: butir garam menjadi tempat lahirnya gelembung uap yang sudah "siap" terbentuk. Bab ini menjelaskan mengapa, dan cara menghitungnya.
24.1Sifat koligatif: yang dihitung kepala, bukan wajah
Ambil dua gelas air. Ke gelas pertama larutkan satu sendok gula, ke gelas kedua satu sendok garam. Rasanya jelas berbeda: manis dan asin. Namun ada empat sifat larutan yang sama sekali tidak peduli pada rasa, warna, atau bau zat terlarut. Keempat sifat itu hanya "menghitung kepala": berapa banyak partikel zat terlarut yang menyelip di antara molekul pelarut.
Bayangkan pintu gerbong kereta pada jam sibuk. Molekul air adalah penumpang yang ingin turun ke peron. Zat terlarut adalah penumpang lain yang berdiri di dekat pintu dan tidak ikut turun. Siapa pun mereka, makin banyak orang yang menghalangi pintu, makin sedikit penumpang yang berhasil turun setiap menit. Yang penting jumlahnya, bukan siapa orangnya. Begitulah cara kerja sifat koligatif.
Definisi · Sifat koligatifSifat koligatif larutan adalah sifat yang hanya bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut (molekul atau ion) dalam sejumlah pelarut, tidak bergantung pada jenis zat terlarutnya. Ada empat sifat koligatif: penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Kata koligatif berasal dari bahasa Latin colligatus, "terikat bersama". Rumus-rumus di bab ini berlaku tepat untuk larutan encer dengan zat terlarut yang tidak mudah menguap.
Sifat koligatif
Apa yang terjadi
Rumus (nonelektrolit)
Satuan konsentrasi
Contoh di sekitar kita
Penurunan tekanan uap
uap pelarut di atas larutan berkurang
\(\Delta P = X_t\,P^\circ\)
fraksi mol
air laut lebih lambat menguap daripada air tawar
Kenaikan titik didih
larutan mendidih di atas titik didih pelarut
\(\Delta T_b = K_b\,m\)
molalitas
cairan pendingin radiator lebih tahan mendidih
Penurunan titik beku
larutan membeku di bawah titik beku pelarut
\(\Delta T_f = K_f\,m\)
molalitas
es puter; air laut baru membeku pada ±−1,9 °C
Tekanan osmotik
pelarut merembes melewati membran menuju larutan
\(\pi = M\,R\,T\)
molaritas
cairan infus, ikan asin, air minum dari air laut
Untuk larutan elektrolit seperti garam dapur, setiap rumus di atas dikalikan dengan faktor van 't Hoff \(i\), yaitu banyaknya partikel yang dihasilkan setiap satuan zat (subbab 24.6). Kedua satuan konsentrasi yang paling sering dipakai di bab ini sudah kamu kenal dari Bab 23:
Di sini \(g\) adalah massa zat terlarut (gram), \(p\) massa pelarut (gram), \(n_t\) mol zat terlarut, dan \(n_p\) mol pelarut. Satu kilogram air berisi \(1000/18 = 55{,}5\) mol molekul air.
Awas jebakanMolalitas tidak sama dengan molaritas. Molalitas (\(m\), mol/kg) dihitung per kilogram pelarut; molaritas (\(M\), mol/L) dihitung per liter larutan. Titik didih dan titik beku memakai molalitas karena massa tidak ikut memuai saat suhu berubah, sedangkan tekanan osmotik memakai molaritas. Untuk larutan encer dalam air, nilai keduanya hampir sama.
Kelima zat ini larut dalam air tanpa pecah menjadi ion, jadi satu molekul tetap satu partikel. Bandingkan ukurannya: sukrosa (gula pasir, 45 atom) jauh lebih besar daripada urea (8 atom). Namun dalam larutan 1 molal, titik beku keduanya sama persis, yaitu −1,86 °C. Etilen glikol adalah bahan utama cairan pendingin radiator.
24.2Penurunan tekanan uap: hukum Raoult
Petani garam di pesisir Madura mengalirkan air laut ke petak-petak tambak lalu membiarkan matahari bekerja. Air menguap, garam tertinggal. Pernahkah kamu memperhatikan bahwa air laut menguap sedikit lebih lambat daripada air tawar? Molekul air di permukaan air laut lebih "sulit" melepaskan diri.
Di dalam botol tertutup, sebagian molekul air di permukaan terus lepas menjadi uap, sementara sebagian uap kembali mengembun. Saat laju keduanya sama, tekanan yang diberikan uap itu disebut tekanan uap jenuh, \(P^\circ\). Makin panas airnya, makin banyak molekul yang cukup bertenaga untuk lepas, sehingga \(P^\circ\) makin besar.
Suhu air
20 °C
25 °C
30 °C
40 °C
60 °C
80 °C
100 °C
Tekanan uap jenuh \(P^\circ\)
17,5 mmHg
23,8 mmHg
31,8 mmHg
55,3 mmHg
149 mmHg
355 mmHg
760 mmHg (1 atm)
Molekul air (biru) di permukaan larutan harus berbagi tempat dengan partikel zat terlarut (oranye), yang juga menarik molekul air di sekitarnya. Lebih sedikit molekul air yang lolos per detik, sehingga tekanan uap larutan lebih rendah.
Hukum RaoultUntuk larutan dengan zat terlarut yang tidak mudah menguap, tekanan uap larutan sama dengan fraksi mol pelarut dikali tekanan uap pelarut murni:
\[ P = X_p \cdot P^\circ \qquad\qquad \Delta P = P^\circ - P = X_t \cdot P^\circ \]
\(X_p\) = fraksi mol pelarut, \(X_t\) = fraksi mol zat terlarut, dan \(X_p + X_t = 1\). Penurunan tekanan uap \(\Delta P\) sebanding dengan fraksi mol zat terlarut, tidak peduli zat apa itu.
Tamu dari masa laluPada tahun 1880-an, kimiawan Prancis François-Marie Raoult dengan tekun mengukur titik beku dan tekanan uap puluhan larutan. Ia menemukan pola yang mengejutkan: satu mol zat terlarut apa pun (gula, urea, atau gliserol) menurunkan tekanan uap dan titik beku pelarut yang sama dengan besar yang hampir sama. Pola inilah yang kini kita sebut hukum Raoult. Data titik bekunya juga menjadi cara pertama yang praktis untuk menentukan massa molekul zat-zat baru.
Sebanyak 18 g glukosa (\(M_r = 180\)) dilarutkan dalam 90 g air pada 30 °C. Tekanan uap air murni pada suhu itu 31,82 mmHg. Hitung tekanan uap larutan dan penurunannya.
Hukum Raoult: \(P = 0{,}980 \times 31{,}82 = 31{,}20\) mmHg.
Penurunan: \(\Delta P = 31{,}82 - 31{,}20 = 0{,}62\) mmHg (atau langsung \(X_t P^\circ = \tfrac{0{,}1}{5{,}1} \times 31{,}82\)).
\(P = \) 31,20 mmHg, turun 0,62 mmHg (±2%). Kecil, tetapi cukup untuk menaikkan titik didih dan menurunkan titik beku, seperti yang akan kamu lihat.
Mengapa garam dapur "basah" di musim hujan?Garam dapur biasa mengandung sedikit pengotor seperti magnesium klorida yang sangat suka air. Pengotor itu menyerap uap air dan membentuk lapisan tipis larutan garam jenuh di permukaan kristal. Tekanan uap larutan jenuh itu lebih rendah daripada tekanan uap air di udara yang lembap, sehingga uap air terus mengembun ke garam. Garamnya pun menggumpal dan basah. Inilah penurunan tekanan uap yang bisa kamu lihat di dapur!
24.3Kenaikan titik didih
Air mendidih ketika tekanan uapnya sama dengan tekanan udara di atasnya. Di tepi pantai (1 atm = 760 mmHg), hal itu terjadi pada 100 °C. Larutan punya tekanan uap yang lebih rendah, jadi pada 100 °C tekanan uapnya belum mencapai 760 mmHg. Larutan harus dipanaskan sedikit lebih tinggi untuk mendidih. Selisih suhu itu disebut kenaikan titik didih, \(\Delta T_b\) (b dari boiling).
Ingat pintu kereta tadi. Karena zat terlarut menghalangi molekul air keluar, air harus diberi "dorongan" lebih kuat agar cukup banyak molekul yang lolos untuk membentuk gelembung uap. Dorongan itu adalah suhu yang lebih tinggi. Jadi air garam mendidih sedikit di atas 100 °C.
Aturan · Kenaikan titik didihUntuk larutan encer nonelektrolit:
\[ \Delta T_b = K_b \cdot m \qquad\qquad T_b\,\text{larutan} = T_b\,\text{pelarut} + \Delta T_b \]
\(K_b\) adalah tetapan kenaikan titik didih molal, khas untuk setiap pelarut (air: 0,52 °C·kg/mol). Artinya, setiap 1 mol partikel zat terlarut dalam 1 kg air menaikkan titik didih sebesar 0,52 °C.
Pelarut
Titik beku (°C)
\(K_f\) (°C·kg/mol)
Titik didih (°C)
\(K_b\) (°C·kg/mol)
Air
0
1,86
100
0,52
Benzena
5,5
5,12
80,1
2,53
Etanol
−114,6
1,99
78,4
1,22
Asam asetat
16,6
3,90
117,9
2,93
Sikloheksana
6,6
±20
80,7
2,79
Kamfer (kapur barus alami)
±179
±40
±207
±5,6
Grafik Hidup berikut adalah diagram fasa air (Bab 2) yang diperbesar di sekitar 0–100 °C. Garis biru adalah air murni, garis putus-putus magenta adalah larutan. Tambahkan zat terlarut dan perhatikan: kurva tekanan uap larutan turun, sehingga baru memotong garis 1 atm pada suhu yang lebih tinggi. Garis beku larutan bergeser ke kiri. Satu penyebab, tiga akibat.
Geser molalitas dari 0 ke 4. Panah magenta di kiri adalah \(\Delta T_f\), panah di kanan adalah \(\Delta T_b\), dan garis ungu di 100 °C adalah penurunan tekanan uap \(\Delta P\). Perhatikan: \(\Delta T_f\) selalu ±3,6 kali \(\Delta T_b\) karena \(K_f/K_b = 1{,}86/0{,}52\). Bandingkan dua bacaan titik didih: kurva Raoult dan rumus \(K_b m i\) cocok untuk larutan encer, tetapi mulai berbeda saat larutan pekat. Wilayah kuning adalah daerah gas.
Sebanyak 34,2 g gula pasir (sukrosa, \(M_r = 342\)) dilarutkan dalam 500 g air. Pada tekanan 1 atm, berapa titik didih larutan? (\(K_b\) air = 0,52 °C·kg/mol)
\(\Delta T_b = K_b \cdot m = 0{,}52 \times 0{,}2 = 0{,}104\) °C.
\(T_b = 100 + 0{,}104 = 100{,}104\) °C.
Larutan mendidih pada ±100,10 °C. Tiga sendok makan gula hanya menaikkan titik didih seperseratus derajat. Memasak sirup kental, yang gulanya jauh lebih banyak, bisa mencapai 105–115 °C.
"Garam membuat air lebih cepat mendidih."
Garam justru menaikkan titik didih, walau hanya sedikit. Air garam butuh sedikit lebih banyak kalor untuk mendidih. Gelembung yang muncul saat garam ditabur berasal dari butir garam yang menjadi tempat gelembung terbentuk.
"Air radiator diberi cairan pendingin supaya tidak beku. Di Indonesia itu tidak perlu."
Di negeri tropis, cairan pendingin (campuran air dan etilen glikol) terutama menaikkan titik didih sehingga mesin panas tidak cepat membuat air mendidih, dan mengandung zat antikarat.
"Minum air laut bisa menghilangkan haus saat terdampar di laut."
Air laut jauh lebih pekat daripada cairan tubuh. Ginjal harus membuang garam berlebih memakai air dari tubuh, sehingga dehidrasi makin parah.
"Garam mendinginkan es karena garam itu dingin."
Garam bersuhu ruang. Garam membuat es mencair di bawah 0 °C, dan pencairan menyerap kalor dari sekitarnya. Dingin itu datang dari es yang mencair.
24.4Penurunan titik beku: rahasia es puter
Pada 0 °C, es dan air murni hidup berdampingan dengan damai. Setiap detik, sejumlah molekul air menempel ke kristal es, dan jumlah yang sama lepas dari kristal. Sekarang larutkan garam ke dalam airnya. Ion-ion garam tidak bisa masuk ke dalam kisi kristal es, tetapi mereka "mengganggu" molekul air yang hendak menempel. Laju membeku turun, laju mencair tetap. Hasilnya: es mencair. Supaya keseimbangan kembali, suhu harus diturunkan. Inilah penurunan titik beku, \(\Delta T_f\) (f dari freezing).
Gampangnya: zat terlarut membuat air "malas" membeku. Air garam baru membeku jika didinginkan di bawah 0 °C. Makin banyak partikel garam, makin dingin yang dibutuhkan. Karena itulah es di dalam campuran es dan garam terus mencair, dan pencairan itu menyedot panas dari sekitarnya.
Aturan · Penurunan titik bekuUntuk larutan encer nonelektrolit:
\[ \Delta T_f = K_f \cdot m \qquad\qquad T_f\,\text{larutan} = T_f\,\text{pelarut} - \Delta T_f \]
\(K_f\) adalah tetapan penurunan titik beku molal (air: 1,86 °C·kg/mol). Bila molalitas ditulis dari massa: \(\Delta T_f = K_f \cdot \dfrac{g}{M_r} \cdot \dfrac{1000}{p}\).
Lalu dari mana datangnya dingin pada es puter? Saat garam ditabur ke es, garam larut di lapisan tipis air di permukaan es. Titik beku air garam itu jauh di bawah 0 °C, jadi es di sekitarnya mencair. Untuk mencair, setiap gram es membutuhkan 334 joule kalor lebur. Kalor itu diambil dari apa saja di dekatnya: dari es itu sendiri, dari air garam, dari dinding tong, dan dari adonan santan di dalam tabung logam. Suhu campuran terus turun sampai sama dengan titik beku air garamnya. Cobalah sendiri di Lab Mini berikut.
Tong berisi 3 kg es batu dan sedikit air lelehan. Adonan santan (28 °C) ada di tabung logam di tengah. Jalankan dulu tanpa garam: apakah adonan bisa membeku? Lalu tekan 🧂 Tabur garam dan bandingkan dengan 🍬 Tabur gula dalam takaran gram yang sama. Nyalakan Putar tabung seperti abang es puter. Bisakah suhunya turun di bawah −21 °C?
Kimia Nusantara · Es puter, es krim tradisionalEs puter disebut "puter" karena tabung adonannya diputar terus-menerus di dalam tong kayu berisi es batu dan garam kasar. Adonannya santan, gula, sedikit garam, dan rasa pilihan: kelapa muda, durian, nangka, alpukat, atau kacang hijau. Garam kasar dari tambak garam Madura dan pantai utara Jawa dipakai karena murah dan butirannya larut perlahan, sehingga dinginnya awet. Campuran es dan garam di dalam tong bisa mencapai ±−10 sampai −20 °C. Sambil memutar, penjual mengerok adonan yang membeku di dinding tabung agar kristal esnya kecil-kecil dan teksturnya lembut.
Fakta dari KimoAir laut (kadar garam ±3,5%) baru membeku pada ±−1,9 °C. Es yang terbentuk di laut kutub ternyata hampir tawar, karena ion garam tidak bisa masuk ke dalam kisi kristal es dan tertinggal di air laut di sekitarnya. Prinsip yang sama terjadi di tong es puter: es tetap air murni, garamnya berkumpul di air lelehan.
Awas jebakan\(\Delta T_f\) adalah besarnya penurunan, selalu bernilai positif, bukan titik bekunya. Titik beku larutan = titik beku pelarut − \(\Delta T_f\). Untuk air, \(\Delta T_f = 3{,}72\) °C berarti larutan membeku pada −3,72 °C. Untuk pelarut benzena (titik beku 5,5 °C), \(\Delta T_f = 1{,}02\) °C berarti larutan membeku pada 4,48 °C, masih di atas nol!
Laras menemukan sebungkus serbuk putih berlabel "pupuk N". Ia melarutkan 6,0 g serbuk itu (nonelektrolit) dalam 250 g air. Larutan membeku pada −0,744 °C. Tentukan \(M_r\) zat itu dan tebak identitasnya. (\(K_f\) air = 1,86 °C·kg/mol)
\(\Delta T_f = 0 - (-0{,}744) = 0{,}744\) °C.
Rumus: \(\Delta T_f = K_f \cdot \dfrac{g}{M_r} \cdot \dfrac{1000}{p}\), sehingga \(M_r = \dfrac{K_f \cdot g \cdot 1000}{\Delta T_f \cdot p}\).
Untuk air (\(M = 0{,}018015\) kg/mol, \(\Delta H_{\text{lebur}} = 6{,}01\) kJ/mol, \(\Delta H_{\text{uap}} = 40{,}7\) kJ/mol): \(K_f = \dfrac{8{,}314 \times 273{,}15^2 \times 0{,}018015}{6010} = 1{,}86\) K·kg/mol dan \(K_b = \dfrac{8{,}314 \times 373{,}15^2 \times 0{,}018015}{40\,660} = 0{,}513\) K·kg/mol. Kalor lebur air jauh lebih kecil daripada kalor uapnya, sehingga \(K_f\) lebih besar. Kamfer punya \(K_f \approx 40\) karena kalor leburnya kecil dan titik lelehnya tinggi; itulah sebabnya kamfer dipakai untuk menentukan \(M_r\) dengan metode Rast.
Apakah es puter bisa terus didinginkan dengan menambah garam? Tidak. Pada kadar 23,3% NaCl dan suhu −21,1 °C, air garam berada dalam kesetimbangan dengan es dan kristal garam (\(\ce{NaCl.2H2O}\)) sekaligus. Titik ini disebut titik eutektik. Garam tambahan tidak lagi larut, jadi suhu tidak bisa turun lebih jauh. Rumus ideal memberi \(\Delta T_f = 1{,}86 \times 5{,}19 \times 2 = 19{,}3\) °C untuk kadar itu; nilai nyata 21,1 °C lebih besar karena ion-ion terhidrasi "mengikat" sebagian molekul air sehingga air bebasnya lebih sedikit. Larutan pekat tidak lagi ideal.
24.5Tekanan osmotik: dinding yang pilih-pilih
Sebatang kentang mentah direndam dalam air garam pekat selama satu jam. Apa yang terjadi?
Garam masuk ke kentang, sehingga kentang makin berat dan makin keras.
Tidak terjadi apa-apa, karena garam tidak bisa menembus kentang.
Garam masuk dan air masuk sama banyak, sehingga massanya tetap.
Air keluar dari sel-sel kentang, sehingga kentang menjadi lemas dan lebih ringan.
Jawabannya: air keluar dari sel kentang. Membran sel kentang mudah dilewati air, tetapi sulit dilewati ion garam. Air berpindah dari cairan sel (lebih encer) ke air garam (lebih pekat). Sel kehilangan air, mengempis, dan kentang menjadi lentur. Peristiwa ini disebut osmosis, dan yang berpindah adalah pelarutnya, bukan garamnya.
Mengapa sawi yang diremas dengan garam menjadi layu dan berair saat membuat asinan? Mengapa ikan asin bisa awet berbulan-bulan tanpa kulkas? Jawabannya ada pada dinding tipis yang pilih-pilih.
Definisi · Osmosis dan tekanan osmotikMembran semipermeabel adalah selaput yang dapat dilewati molekul pelarut (misalnya air), tetapi tidak dapat dilewati partikel zat terlarut. Osmosis adalah perpindahan pelarut melalui membran semipermeabel dari larutan yang lebih encer (atau pelarut murni) ke larutan yang lebih pekat. Tekanan osmotik (\(\pi\)) adalah tekanan yang harus diberikan pada larutan untuk tepat menghentikan osmosis.
Membran semipermeabel bekerja seperti saringan teh yang sangat-sangat halus: lubangnya cukup besar untuk molekul air yang kecil, tetapi terlalu sempit bagi molekul gula yang besar atau bagi ion yang terbungkus molekul air. Air merembes ke sisi yang lebih pekat seolah-olah ingin "mengencerkan" larutan itu.
Pipa U dengan membran semipermeabel di dasar. Kiri: air murni. Kanan: larutan gula. Mula-mula tinggi permukaan keduanya sama.
Molekul air menembus membran ke dua arah, tetapi dari kiri lebih sering, karena di kanan sebagian molekul air "sibuk" di sekitar molekul gula. Molekul gula terlalu besar: tidak bisa lewat.
Akibatnya air mengalir bersih ke kanan. Permukaan kanan naik, kiri turun. Larutan gula menjadi sedikit lebih encer.
Aliran berhenti saat tekanan hidrostatik kolom setinggi \(\Delta h\) kira-kira sama dengan tekanan osmotik larutan: \(\pi \approx \rho g \Delta h\).
Osmosis balik: tekan larutan dengan piston bertekanan lebih besar daripada \(\pi\). Air didorong ke kiri, gula tertahan. Begitulah air tawar dibuat dari air laut.
Awas jebakanDalam osmosis, yang berpindah adalah pelarut (air), bukan zat terlarut. Arahnya dari larutan encer ke larutan pekat, seolah-olah air "mengejar" partikel zat terlarut. Kalau zat terlarut yang menyebar dari pekat ke encer, itu namanya difusi, dan difusi tidak membutuhkan membran semipermeabel.
Molekul air (titik biru kecil) menyeberangi membran ke dua arah; partikel zat terlarut selalu terpantul. Atur jumlah zat terlarut di kiri dan kanan, atau ketuk salah satu ruang untuk menaburkan zat terlarut. Kapan permukaan berhenti bergerak? Coba samakan kepekatan kedua ruang (isotonik). Lalu ganti gula dengan garam dalam jumlah satuan yang sama: mengapa kolom naik lebih tinggi? Terakhir, beri tekanan piston yang besar untuk melihat osmosis balik.
Hukum van 't Hoff · Tekanan osmotikUntuk larutan encer nonelektrolit, tekanan osmotik mirip dengan tekanan gas ideal:
\[ \pi = M \cdot R \cdot T \qquad (\text{bandingkan } P = \tfrac{n}{V} R T) \]
\(M\) = molaritas (mol/L), \(R = 0{,}082\) L·atm/(mol·K), dan \(T\) = suhu dalam kelvin. Hasilnya dalam atm.
Tamu dari masa laluPada 1748, Jean-Antoine Nollet dari Prancis menutup bejana berisi alkohol dengan selaput kandung kemih hewan lalu merendamnya dalam air. Selaputnya menggembung, bahkan pecah: air merembes masuk. Tahun 1877, ahli botani Jerman Wilhelm Pfeffer membuat membran semipermeabel buatan di dalam pot tanah liat berpori dan berhasil mengukur tekanan osmotik larutan gula. Dari data Pfeffer, Jacobus van 't Hoff dari Belanda menemukan (1886) bahwa tekanan osmotik mengikuti rumus yang mirip hukum gas ideal. Atas penemuan ini dan karyanya tentang laju reaksi, ia menerima Hadiah Nobel Kimia yang pertama pada 1901.
Sel-sel tubuh kita dibungkus membran yang bersifat semipermeabel. Karena itu, kepekatan cairan di sekeliling sel sangat penting. Dua larutan yang tekanan osmotiknya sama disebut isotonik. Larutan yang tekanan osmotiknya lebih rendah disebut hipotonik, dan yang lebih tinggi disebut hipertonik.
Sel darah merah dalam tiga lingkungan. Panah biru menunjukkan arah aliran air. Itulah sebabnya cairan infus harus isotonik dengan darah.
Cairan infus "NaCl 0,9%" berisi 0,9 g NaCl dalam setiap 100 mL larutan. Hitung tekanan osmotiknya pada suhu tubuh (37 °C), dengan menganggap NaCl terionisasi sempurna, lalu bandingkan dengan tekanan osmotik darah (±7,7 atm). (\(M_r\) NaCl = 58,5; \(R = 0{,}082\) L·atm/(mol·K))
Massa NaCl per liter: \(0{,}9\ \text{g} \times 10 = 9\) g/L, jadi \(M = 9/58{,}5 = 0{,}154\) mol/L.
NaCl → \(\ce{Na+}\) + \(\ce{Cl-}\), jadi \(i = 2\).
\(T = 37 + 273 = 310\) K.
\(\pi = M R T i = 0{,}154 \times 0{,}082 \times 310 \times 2 = 7{,}8\) atm.
\(\pi \approx\) 7,8 atm, hampir sama dengan darah (±7,7 atm): isotonik. Sel darah merah tidak menggembung dan tidak mengerut. Infus glukosa 5% (50 g/L, \(M_r\) 180, \(i\) = 1) memberi \(\pi = 0{,}278 \times 0{,}082 \times 310 = 7{,}1\) atm, juga mendekati isotonik.
Bagaimana jika osmosis kita "putar balik"? Bila larutan pekat ditekan dengan tekanan yang lebih besar daripada tekanan osmotiknya, air murni justru terdorong keluar melewati membran, meninggalkan garam di belakang. Inilah osmosis balik (reverse osmosis). Air laut punya tekanan osmotik ±27–30 atm, sehingga mesin desalinasi menekannya dengan ±55–80 atm melewati membran polimer berpori sangat halus. Air tawar keluar di satu sisi, air yang sangat asin dibuang di sisi lain.
Kimia Nusantara · Dari ikan asin sampai kapal di tengah laut
Ikan asin di pesisir utara Jawa dan banyak pantai Nusantara dibuat dengan menimbun ikan dalam garam lalu menjemurnya. Garam menarik air keluar dari sel daging ikan. Bakteri pembusuk yang hinggap juga ikut kehilangan air, sehingga tidak bisa berkembang biak. Manisan pala khas Bogor dan manisan mangga memakai gula dengan prinsip yang sama.
Asinan sayur dibuat dengan meremas sawi atau kol bersama garam: sayur menjadi layu dan airnya keluar, sehingga bumbu lebih meresap dan sayur lebih awet. Petani juga tahu bahwa pupuk yang ditabur terlalu banyak membuat tanaman layu, karena tanah di sekitar akar menjadi hipertonik.
Di tengah laut, banyak kapal membuat air minum sendiri dengan mesin osmosis balik. Beberapa pulau kecil yang sulit mendapat air tanah tawar juga memakai instalasi serupa.
Molekul gula tidak "menarik" air seperti magnet. Penyebab osmosis adalah kecenderungan alami zat untuk bercampur (entropi). Dalam bahasa termodinamika, potensial kimia air dalam larutan lebih rendah daripada dalam air murni: \(\mu_{\text{air}} = \mu^\circ + RT \ln X_{\text{air}}\), dengan \(X_{\text{air}} < 1\). Air berpindah dari potensial kimia tinggi ke rendah. Tekanan tambahan \(\pi\) menaikkan potensial kimia larutan sebesar \(\pi \bar{V}\) (\(\bar{V}\) = volume molar air), sehingga kesetimbangan tercapai bila
Pendekatan \(-\ln X_{\text{air}} \approx X_t\) hanya berlaku untuk larutan encer. Itulah sebabnya rumus van 't Hoff, sama seperti hukum gas ideal, adalah pendekatan.
24.6Larutan elektrolit dan faktor van 't Hoff
Kimo benar: garam memang lebih "jago" daripada gula. Satu molekul gula yang larut tetap satu partikel. Namun satu satuan rumus garam dapur yang larut pecah menjadi dua ion, ion natrium Na dan ion klorida Cl. Untuk sifat koligatif yang hanya menghitung kepala, dua ion berarti dua partikel.
Bayangkan satu bungkus kerupuk yang dibuka dan isinya tumpah menjadi beberapa keping. Gula seperti bungkus yang tidak dibuka: tetap satu. Garam dapur pecah menjadi dua keping, kalsium klorida menjadi tiga keping. Makin banyak keping, makin kuat pengaruhnya pada titik beku dan titik didih.
Aturan · Faktor van 't HoffUntuk elektrolit yang terurai menjadi \(n\) ion dengan derajat ionisasi \(\alpha\) (bagian zat yang terionisasi, 0 sampai 1):
\[ i = 1 + (n - 1)\,\alpha \]
Semua rumus sifat koligatif dikalikan \(i\): \(\Delta T_b = K_b\,m\,i\), \(\Delta T_f = K_f\,m\,i\), \(\pi = M R T\,i\), dan pada hukum Raoult \(X_t = \dfrac{i\,n_t}{i\,n_t + n_p}\). Elektrolit kuat: \(\alpha \approx 1\), jadi \(i \approx n\). Nonelektrolit: \(i = 1\).
Mengapa \(i = 1 + (n-1)\alpha\)?
Misalkan mula-mula ada 1 mol zat. Sebanyak \(\alpha\) mol terionisasi, masing-masing menghasilkan \(n\) ion; sisanya \((1-\alpha)\) mol tetap utuh. Jumlah partikel = \((1 - \alpha) + n\alpha = 1 + (n-1)\alpha\). Contoh: asam asetat 0,1 m dengan \(\alpha = 0{,}013\) memberi \(i = 1 + 0{,}013 = 1{,}013\), nyaris seperti nonelektrolit.
Kenyataannya sedikit berbeda dari hitungan ideal. Ion-ion yang muatannya berlawanan kadang saling menempel sesaat membentuk pasangan ion, sehingga jumlah partikel bebas sedikit lebih kecil. Efek ini makin besar untuk ion bermuatan tinggi dan larutan pekat.
Zat (±0,05 mol/L)
Ion yang terbentuk
\(i\) ideal
\(i\) terukur (perkiraan)
Sukrosa (gula pasir)
tidak ada (molekul utuh)
1
1,0
NaCl
\(\ce{Na+}\), \(\ce{Cl-}\)
2
1,9
\(\ce{MgSO4}\)
\(\ce{Mg^2+}\), \(\ce{SO4^2-}\)
2
1,3
\(\ce{MgCl2}\)
\(\ce{Mg^2+}\), 2\(\ce{Cl-}\)
3
2,7
\(\ce{FeCl3}\)
\(\ce{Fe^3+}\), 3\(\ce{Cl-}\)
4
3,4
Seret titik magenta ke kanan. Pada molalitas yang sama, garis CaCl₂ tiga kali lebih curam daripada garis gula, karena setiap satuannya menghasilkan tiga partikel. Garis oranye putus-putus adalah elektrolit AB yang hanya sebagian terionisasi: geser \(\alpha\) dari 0 ke 1 dan lihat garisnya berpindah dari "gula" ke "NaCl".
Larutan 0,1 molal suatu elektrolit \(\ce{AB2}\) dalam air membeku pada −0,465 °C. Berapa derajat ionisasi \(\alpha\) elektrolit itu? (\(K_f\) air = 1,86 °C·kg/mol)
\(\Delta T_f = 0{,}465\) °C, jadi \(i = \dfrac{\Delta T_f}{K_f\,m} = \dfrac{0{,}465}{1{,}86 \times 0{,}1} = 2{,}5\).
\(\alpha = \) 0,75: tiga perempat satuan \(\ce{AB2}\) terionisasi. Cek: \(i = 1 + 2(0{,}75) = 2{,}5\) dan \(\Delta T_f = 1{,}86 \times 0{,}1 \times 2{,}5 = 0{,}465\) °C ✔
Trik Kak TirtaKeempat rumus sifat koligatif punya pola yang sama: tetapan × konsentrasi partikel. \(\Delta P = P^\circ \cdot X_t\), \(\Delta T_b = K_b \cdot m \cdot i\), \(\Delta T_f = K_f \cdot m \cdot i\), \(\pi = RT \cdot M \cdot i\). Ingat tiga pertanyaan sebelum menghitung: (1) Ada ion? Kalikan \(i\). (2) Titik didih/beku? Pakai molalitas (per kg pelarut). (3) Tekanan osmotik? Pakai molaritas dan suhu dalam kelvin. Seperti resep sambal: bahannya sedikit, tetapi urutannya jangan tertukar.
Tamu dari masa laluVan 't Hoff bingung: larutan garam selalu memberi penurunan titik beku dan tekanan osmotik yang hampir dua kali lipat dari perhitungan. Ia terpaksa menambahkan faktor koreksi \(i\) tanpa tahu sebabnya. Pada 1884–1887, ilmuwan muda Swedia Svante Arrhenius mengajukan gagasan berani: garam di dalam air terurai menjadi ion-ion bermuatan, bahkan tanpa dialiri listrik. Banyak profesor menertawakan gagasan itu, tetapi data sifat koligatif mendukungnya. Arrhenius menerima Hadiah Nobel Kimia pada 1903.
Lanjut · IB & olimpiadeMenentukan \(M_r\): memilih sifat koligatif yang tepat
Keempat sifat koligatif dapat dipakai sebagai "timbangan molekul": ukur \(\Delta T_f\), \(\Delta T_b\), atau \(\pi\), hitung jumlah mol partikel, lalu \(M_r = \dfrac{\text{massa}}{\text{mol}}\). Namun kepekaannya sangat berbeda. Bayangkan 1,00 g protein hemoglobin (\(M_r \approx 65\,000\)) dalam 100 mL larutan pada 25 °C:
Karena itu, \(M_r\) protein dan polimer ditentukan dengan osmometri, sedangkan zat kecil cukup dengan krioskopi (penurunan titik beku), termasuk metode Rast memakai kamfer.
Faktor \(i\) juga bisa kurang dari 1 bila partikel bergabung. Dalam benzena, asam asetat membentuk dimer lewat ikatan hidrogen: \(\ce{2CH3COOH <=> (CH3COOH)2}\). Jika fraksi \(\beta\) molekul berdimer, jumlah partikel = \((1-\beta) + \beta/2 = 1 - \beta/2\). Data titik beku yang memberi \(i \approx 0{,}5\) berarti hampir semua asam asetat berpasangan, sehingga \(M_r\) terukurnya ±120, bukan 60.
Kimia di sekitarmu
🍨
Es puter & es krim
Es batu + garam kasar menurunkan titik beku air lelehan sampai suhu campuran ±−10 hingga −20 °C, cukup dingin untuk membekukan adonan santan.
💉
Infus & tetes mata
Cairan infus NaCl 0,9%, infus glukosa 5%, obat tetes mata, dan cairan lensa kontak dibuat isotonik agar sel tidak menggembung atau mengerut.
🐟
Ikan asin & manisan
Garam dan gula pekat menarik air keluar dari sel bahan makanan dan dari sel bakteri, sehingga makanan awet tanpa kulkas.
🚢
Air tawar dari laut
Mesin osmosis balik di kapal dan pulau kecil menekan air laut melewati membran dengan tekanan di atas ±27 atm sehingga garam tertahan.
🚗
Cairan pendingin radiator
Etilen glikol menaikkan titik didih air radiator di negeri tropis dan menurunkan titik bekunya bila mobil dibawa ke negeri bersalju.
🥬
Asinan & pupuk
Sawi yang diremas garam menjadi layu karena osmosis. Pupuk yang terlalu banyak membuat tanah di sekitar akar hipertonik sehingga tanaman layu.
Larutan-larutan berikut sama-sama 0,1 molal dalam air. Manakah yang titik didihnya paling tinggi?
Glukosa
Urea
\(\ce{MgCl2}\)
NaCl
\(\ce{MgCl2}\) menghasilkan 3 ion (\(i = 3\)), paling banyak partikelnya. Glukosa dan urea \(i = 1\), NaCl \(i = 2\).
Sel darah merah dimasukkan ke dalam air suling. Apa yang terjadi?
Sel menggembung dan bisa pecah
Sel mengerut
Sel tidak berubah
Garam dari sel berpindah ke air dan sel tetap utuh
Air suling hipotonik terhadap cairan sel. Air masuk ke sel lewat osmosis sampai sel menggembung dan dapat pecah (hemolisis).
Berapa tekanan osmotik larutan glukosa 0,1 M pada 27 °C? (\(R = 0{,}082\) L·atm/(mol·K))
0,22 atm
2,46 atm
4,92 atm
24,6 atm
\(\pi = MRT = 0{,}1 \times 0{,}082 \times 300 = 2{,}46\) atm. Pilihan 0,22 atm muncul bila suhu tidak diubah ke kelvin; 4,92 atm bila glukosa keliru dianggap elektrolit.
25
Bab 25 · Larutan & Asam-Basa
Sistem Koloid: Dunia di Antara Larut dan Mengendap
Mengapa berkas senter tampak di kabut tetapi lenyap di air gula? Mengapa santan bisa "pecah", dan bagaimana sejumput tawas mengubah air sungai cokelat menjadi jernih? Semua jawabannya ada pada partikel mungil berukuran 1 sampai 1000 nanometer.
Setelah bab ini, kamu bisa
membedakan larutan, koloid, dan suspensi dari ukuran partikel (1–1000 nm), efek Tyndall, pengendapan, dan penyaringan;
menggolongkan jenis koloid (sol, emulsi, buih, gel, aerosol, buih padat, sol padat) dari fase terdispersi dan medium pendispersinya;
menjelaskan sifat koloid: efek Tyndall, gerak Brown, adsorpsi, muatan, elektroforesis, koagulasi (aturan Hardy–Schulze), dan dialisis;
membedakan koloid liofil dan liofob, serta menjelaskan kerja sabun dan pengemulsi dengan model misel;
menjelaskan cara membuat koloid (kondensasi & dispersi) dan menghitung dosis tawas pada penjernihan air.
Pedang Cahaya Komik · 4 panel
Malam nonton film di aula sekolah
BimaLihat! Berkas proyektornya kelihatan seperti pedang cahaya. Kok bisa, ya?
SRING!
BimaDi air gula berkas senternya lenyap. Di susu encer malah terang!
LarasDua-duanya cairan. Pasti bedanya di ukuran partikel. Aku catat dulu!
Kak TirtaItu efek Tyndall! Butir susu cukup besar untuk menghamburkan cahaya, tetapi cukup kecil untuk tetap melayang.
Kak TirtaPakai senter HP saja, ya. Sinar laser jangan pernah diarahkan ke mata!
Esok paginya, di hutan pinus berkabut
KimoSinar matahari di kabut pagi dan asap kebakaran hutan juga jadi "pedang cahaya". Selamat datang di dunia koloid!
BimaKalau susu koloid, santan juga? Pantas santan bisa "pecah"…
Di kamar gelap, Bima menyorotkan senter HP dari samping ke segelas air gula dan segelas susu encer. Di gelas mana berkas cahaya tampak jelas bila dilihat dari samping?
Di kedua gelas, karena keduanya cairan yang dilewati cahaya.
Hanya di air gula, karena air gula bening sehingga cahaya mudah lewat.
Hanya di susu encer.
Tidak di keduanya; berkas cahaya hanya tampak di udara berdebu.
Jawabannya: hanya di susu encer. Kita melihat berkas cahaya dari samping hanya jika ada partikel yang menghamburkan cahaya ke mata kita. Molekul gula terlalu kecil untuk itu, sehingga cahaya lewat "diam-diam". Butir lemak dan protein susu jauh lebih besar dan memantulkan cahaya ke segala arah. Ini disebut efek Tyndall, ciri khas koloid.
25.1Larutan, koloid, atau suspensi?
Di Bab 3 kamu sudah mengenal campuran homogen (merata, satu fase) dan campuran heterogen (tidak merata). Ternyata ada "daerah abu-abu" di antara keduanya: campuran yang tampak merata oleh mata, tetapi di bawah mikroskop super ternyata berbutir. Inilah koloid.
Bayangkan tiga gelas air. Gelas pertama diberi gula: gulanya "hilang" karena terpecah menjadi molekul yang sangat kecil. Gelas kedua diberi susu: tampak putih merata, tetapi sebenarnya berisi butiran lemak mungil yang melayang. Gelas ketiga diberi tanah: butirannya besar, jadi lama-lama tenggelam ke dasar. Ketiganya berbeda karena ukuran partikelnya berbeda.
Penentunya adalah ukuran partikel terdispersi (zat yang tersebar) di dalam medium pendispersi (zat tempat menyebar). Satuan yang pas adalah nanometer: \(1\ \text{nm} = 10^{-9}\ \text{m}\), sepersejuta milimeter. Selembar rambutmu kira-kira 70.000 nm tebalnya!
Definisi · KoloidKoloid adalah campuran yang partikel terdispersinya berukuran sekitar 1–1000 nm (\(10^{-9}\)–\(10^{-6}\) m) dan tersebar dalam medium pendispersi. Koloid tampak homogen oleh mata, tetapi sebenarnya heterogen (dua fase). Bandingkan: larutan sejati berpartikel < 1 nm (ion atau molekul tunggal), sedangkan suspensi berpartikel > 1000 nm.
Dari ion sampai rambut. Koloid menempati wilayah luas di tengah, tiga "angka nol" lebarnya, dari 1 nm sampai 1000 nm (= 1 µm).
Sifat
Larutan
Koloid
Suspensi
Ukuran partikel
< 1 nm
1–1000 nm
> 1000 nm
Partikel terdispersi
ion atau molekul tunggal
gugus molekul, makromolekul, misel, butir halus
butir kasar
Jumlah fase
satu (homogen)
dua (tampak homogen)
dua (heterogen)
Kenampakan
jernih (boleh berwarna)
jernih sampai keruh
keruh
Bila didiamkan
tidak memisah
tidak memisah (stabil)
mengendap
Kertas saring biasa
lolos
lolos
tertahan
Membran semipermeabel
lolos
tertahan
tertahan
Efek Tyndall
tidak
ya, berkas tampak
cahaya terhalang butir kasar; butir lalu mengendap
Contoh
air gula, air garam, cuka, udara bersih
susu, santan, kabut, agar-agar, cat
air lumpur, kopi tubruk, air kapur sirih yang baru diaduk
Mengapa ukuran begitu penting? Partikel yang makin kecil punya luas permukaan yang makin besar untuk setiap gramnya. Permukaan yang luas inilah "panggung" bagi banyak sifat istimewa koloid, misalnya menyerap zat lain dan membawa muatan listrik. Geser diameternya dan saksikan permukaannya "meledak".
Cara paling cepat membedakan larutan dan koloid? Matikan lampu, lalu sorotkan cahaya! Cobalah di laboratorium virtual berikut. Ketuk kanvas untuk menaikkan atau menurunkan berkas, lalu biarkan campurannya diam beberapa saat.
Pilih campuran dan sumber cahaya. Campuran mana yang memperlihatkan berkas dari samping? Bandingkan agar-agar cair yang bening dengan kopi saring yang gelap. Lalu amati air lumpur dan susu kapur saat didiamkan: apa yang terjadi pada berkasnya? Lingkaran kecil memperbesar partikelnya sekitar sejuta kali.
Agar-agar encer yang masih hangat tampak bening seperti air. Apa yang terjadi bila disorot senter dari samping?
Berkas tidak tampak, karena cairan bening pasti larutan.
Berkas tampak: agar-agar adalah koloid walaupun bening.
Cahaya dipantulkan seluruhnya seperti cermin.
Seluruh cahaya diserap sehingga gelas tampak gelap.
Jawabannya: berkas tampak. Rantai panjang agarosa dari rumput laut berukuran koloid. Karena hanya sedikit dan indeks biasnya mirip air, agar-agar encer tampak bening, tetapi tetap menghamburkan cukup cahaya untuk memperlihatkan "pedang cahaya". Bening tidak berarti larutan!
Awas jebakanKoloid tidak selalu keruh, dan cairan berwarna tidak selalu koloid. Air sabun encer dan agar-agar cair tampak hampir bening tetapi menunjukkan efek Tyndall, sedangkan teh atau sirup berwarna pekat bisa saja larutan. Warna muncul karena cahaya diserap; efek Tyndall muncul karena cahaya dihamburkan. Jadi ujilah dengan berkas cahaya, bukan dengan menebak dari warna.
Golongkan sebagai larutan, koloid, atau suspensi: (a) air gula, (b) susu, (c) air kapur sirih yang baru diaduk, (d) kabut pagi.
(a) Air gula: jernih, tidak mengendap, berkas senter tidak tampak. Partikelnya molekul sukrosa (±1 nm) → larutan.
(b) Susu: putih merata, tidak mengendap, lolos kertas saring, berkas tampak → koloid (emulsi lemak dalam air).
(c) Air kapur sirih yang baru diaduk: keruh, butir kapur mengendap dalam beberapa menit → suspensi.
(d) Kabut: titik-titik air sangat halus melayang di udara dan memperlihatkan sorot lampu kendaraan → koloid (aerosol cair).
Larutan: (a). Koloid: (b) dan (d). Suspensi: (c). Tiga uji kilat: sorot (Tyndall), diamkan (mengendap?), saring (tertahan?).
25.2Delapan jenis koloid
Setiap koloid punya dua "pemain": fase terdispersi (si penumpang yang tersebar) dan medium pendispersi (si "kendaraan"). Masing-masing bisa berwujud padat, cair, atau gas. Dari 3 × 3 = 9 pasangan, hanya 8 yang menjadi koloid. Pasangan gas dalam gas selalu bercampur sempurna menjadi larutan, misalnya udara.
Fase terdispersi
Medium pendispersi
Nama koloid
Contoh di sekitarmu
gas
cair
buih
busa sabun, putih telur kocok untuk bolu, buih ombak, busa sampo
gas
padat
buih padat
batu apung, roti dan bolu yang mengembang, kerupuk, gabus stirena
cair
gas
aerosol cair
kabut pagi di Dieng, awan, semprotan obat nyamuk, percikan air terjun
cair
cair
emulsi
santan, susu, mayones, saus salad
cair
padat
emulsi padat (gel)
agar-agar, jeli, keju, mentega, dodol
padat
gas
aerosol padat
asap kebakaran hutan, abu vulkanik di udara, debu jalanan
padat
cair
sol
cat, tinta, air tajin (kanji), lateks karet, sol emas
padat
padat
sol padat
kaca rubi merah berisi butir emas, kaca patri, batu opal
gas
gas
bukan koloid
udara: gas-gas selalu bercampur homogen (larutan)
Trik Kak TirtaBaca nama koloid dari mediumnya dulu. Medium gas → aerosol. Medium cair → sol, emulsi, buih. Medium padat → nama yang sama ditambah kata "padat". Lalu lihat penumpangnya: padat = sol, cair = emulsi, gas = buih. Jembatan keledainya: "SEB = Padat, Cair, Gas", seperti Sate–Es–Balon: sate itu padat, es teh itu cair, balon berisi gas. (Pengecualian nama: cair dalam padat lebih sering disebut gel.)
Kimia Nusantara · Koloid di meja makanKerupuk yang digoreng mengembang karena air di dalam adonan kanji berubah menjadi uap, lalu terperangkap sebagai gelembung: jadilah buih padat yang renyah. Agar-agar dibuat dari rumput laut Gracilaria dan Gelidium, dan Indonesia termasuk penghasil rumput laut terbesar di dunia. Rantai agarosanya membentuk jaring yang memerangkap air, sehingga "air menjadi padat". Dodol Garut dan Kudus pun gel kental: kanji ketan, santan, dan gula aren diaduk berjam-jam sampai jaring patinya menahan minyak dan air. Bahkan batu apung dari pantai Lombok adalah buih padat alami: lava berbuih gas yang membeku seketika.
"Koloid selalu keruh."
Agar-agar encer, jeli, dan air sabun encer tampak hampir bening, tetapi menunjukkan efek Tyndall. Keruh atau bening bergantung pada jumlah partikel dan perbedaan indeks bias, bukan penentu jenis campuran.
"Santan adalah larutan karena tampak merata."
Santan adalah emulsi: butiran minyak kelapa (sekitar 1 µm atau lebih) tersebar dalam air dan dijaga protein kelapa. Didiamkan lama, kepala santan naik ke atas. Larutan tidak pernah memisah begitu.
"Campuran dua gas bisa jadi koloid kalau warnanya berbeda."
Molekul gas selalu bergerak bebas dan bercampur sempurna, jadi campuran gas selalu larutan. Yang membuat udara berkabut atau berasap adalah titik cair atau butir padat di dalamnya.
25.3Efek Tyndall, gerak Brown, adsorpsi, dan muatan
Efek Tyndall: cahaya yang dihamburkan
Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh partikel koloid sehingga jalannya berkas cahaya tampak dari samping. Partikel koloid berukuran sebanding dengan panjang gelombang cahaya tampak (400–700 nm), jadi mereka "memantulkan" cahaya ke segala arah. Ion dan molekul dalam larutan terlalu kecil, sehingga hamburannya hampir tidak ada.
Efek Tyndall ada di mana-mana: sorot lampu motor di jalan berkabut, berkas cahaya matahari yang menembus sela daun di hutan pinus pagi hari, dan sorot proyektor di aula berdebu. Langit biru dan matahari terbenam yang jingga di Bromo pun berasal dari penghamburan cahaya oleh partikel yang sangat kecil.
Untuk partikel yang jauh lebih kecil daripada panjang gelombang, intensitas hamburan sebanding dengan \(d^6/\lambda^4\). Akibatnya ada dua hal mengejutkan:
Ukuran sangat menentukan. Partikel 10 kali lebih besar menghamburkan \(10^6\) kali lebih kuat. Itulah sebabnya molekul gula (±1 nm) "tak terlihat", sedangkan misel kasein (±150 nm) bercahaya.
Warna biru dihamburkan lebih kuat. Cahaya biru (450 nm) dihamburkan \((700/450)^4 \approx 6\) kali lebih kuat daripada merah (700 nm). Langit siang tampak biru; saat matahari rendah, cahaya biru sudah "habis" dihamburkan sepanjang jalan, sehingga yang tersisa jingga-merah. Laser hijau juga tampak lebih terang daripada laser merah di kabut.
Untuk butir yang seukuran atau lebih besar dari panjang gelombang (titik air awan, ±10 µm), semua warna dihamburkan hampir sama kuat. Hasilnya awan dan kabut tampak putih.
Gerak Brown: tarian zig-zag
Di bawah mikroskop, partikel koloid tidak pernah diam. Mereka bergerak gerak Brown: gerak acak zig-zag akibat ditabrak molekul medium dari segala arah secara tidak seimbang. Partikel koloid cukup kecil sehingga tabrakan ini tidak saling meniadakan, tetapi cukup besar untuk terlihat. Gerak Brown inilah yang membuat koloid tidak mengendap: setiap kali gravitasi menarik ke bawah, tabrakan acak mengaduknya kembali.
Bola besar adalah partikel koloid, titik-titik biru adalah molekul air. Matikan "Tampilkan molekul air" untuk melihat apa yang dilihat Robert Brown di mikroskopnya. Naikkan suhu: apa yang terjadi pada tariannya? Bandingkan partikel kecil dan besar. Partikel mana yang lebih "gelisah"?
Tamu dari masa laluPada 1827, ahli botani Skotlandia Robert Brown mengamati butir-butir sangat halus dari serbuk sari bunga yang bergerak gelisah di dalam air. Ia mengira itu tanda "kehidupan", sampai ia melihat butir debu batu pun bergerak sama! Pada 1905 Albert Einstein menjelaskan bahwa gerak itu akibat tumbukan molekul air, dan pada 1908 Jean Perrin membuktikannya dengan percobaan sekaligus menghitung bilangan Avogadro (Bab 17). Sementara itu, pada 1869 John Tyndall dari Irlandia meneliti mengapa berkas cahaya tampak di udara berdebu tetapi tidak di udara yang sangat bersih. Nama keduanya kini menjadi nama sifat koloid.
Adsorpsi: permukaan yang lengket
Adsorpsi adalah penyerapan zat pada permukaan partikel. Karena luas permukaannya sangat besar (ingat Rumus Hidup di 25.1!), partikel koloid jago mengadsorpsi ion, molekul pewarna, dan bau. Contohnya:
Norit (karbon aktif) untuk diare dan keracunan ringan: racun dan bakteri menempel di permukaannya.
Pemutihan gula tebu: nira yang cokelat dilewatkan karbon aktif atau tanah pemucat sehingga zat warnanya teradsorpsi.
Pewarnaan batik alam: kain dicelup larutan tawas (proses fiksasi) agar zat warna dari kayu tingi, jambal, atau indigo menempel kuat di serat.
Penjernihan air: flok \(\ce{Al(OH)3}\) mengadsorpsi lumpur dan zat warna (subbab 25.7).
Awas jebakanAdsorpsi berbeda dengan absorpsi. Adsorpsi hanya di permukaan, seperti debu menempel di kaca. Absorpsi masuk ke seluruh bagian, seperti air diserap spons. Karbon aktif bekerja dengan adsorpsi; karena itulah ia dibuat berpori-pori sangat banyak: satu gram karbon aktif bisa berpermukaan ratusan sampai lebih dari seribu meter persegi.
Muatan koloid dan elektroforesis
Banyak partikel koloid bermuatan listrik karena mengadsorpsi ion pada permukaannya, biasanya ion yang sejenis dengan penyusunnya. Sol besi(III) hidroksida, \(\ce{Fe(OH)3}\), mengadsorpsi ion \(\ce{Fe^3+}\) sehingga bermuatan positif. Sol arsen(III) sulfida, \(\ce{As2S3}\), mengadsorpsi ion \(\ce{HS-}\) sehingga bermuatan negatif. Butir lempung di air sungai juga bermuatan negatif. Karena muatannya sejenis, partikel-partikel itu saling tolak dan tidak bergabung. Inilah rahasia kestabilan koloid.
Bila dua elektrode dicelupkan ke dalam koloid dan diberi arus searah, partikel bergerak ke elektrode yang muatannya berlawanan. Peristiwa ini disebut elektroforesis, dan dipakai untuk menentukan muatan koloid, memisahkan protein dan DNA (tes DNA forensik), serta menyaring asap pabrik.
Kiri: elektroforesis menunjukkan muatan koloid. Kanan: di cerobong pabrik semen atau pembangkit listrik, partikel asap diberi muatan oleh kawat bertegangan tinggi, lalu tertarik ke dinding dan berjatuhan ke penampung.
25.4Koagulasi dan dialisis
Kalau muatan sejenis membuat koloid stabil, apa yang terjadi bila muatannya dinetralkan? Partikel tidak lagi saling tolak. Setiap kali bertabrakan (ingat gerak Brown!), mereka menempel, menjadi gumpalan besar, lalu mengendap. Peristiwa ini disebut koagulasi.
Definisi · KoagulasiKoagulasi adalah penggumpalan partikel koloid sehingga koloid rusak dan fase terdispersinya memisah (mengendap atau mengapung). Penyebabnya antara lain: penambahan elektrolit, pemanasan, perubahan pH, pencampuran dua koloid yang berlawanan muatan, dan elektroforesis (partikel kehilangan muatan di elektrode).
Ion dari elektrolit yang muatannya berlawanan dengan muatan koloid berkerumun di sekitar partikel dan "menyelimuti" muatannya. Makin besar muatan ion itu, makin sedikit yang dibutuhkan.
Aturan Hardy–SchulzeDaya penggumpal suatu elektrolit ditentukan oleh ionnya yang bermuatan berlawanan dengan muatan koloid. Makin besar muatan ion itu, makin kuat daya penggumpalnya, kira-kira sebanding dengan \(z^6\):
\[ \text{koloid negatif: } \ce{Al^3+} \gg \ce{Ca^2+} \gg \ce{Na+} \qquad \text{koloid positif: } \ce{PO4^3-} \gg \ce{SO4^2-} \gg \ce{Cl-} \]
Mulailah dengan koloid lempung bermuatan negatif dan NaCl. Naikkan konsentrasinya setingkat demi setingkat dengan tombol 💧 Teteskan. Pada konsentrasi berapa partikelnya mulai menggumpal? Ulangi dengan CaCl₂ dan tawas. Lalu ganti ke sol positif \(\ce{Fe(OH)3}\): elektrolit mana yang kini paling jago? Perhatikan "selimut" muatan di sekitar partikel yang menipis.
Trik Kak Tirta"Lawan muatan, besar muatan, dialah juara." Untuk koloid negatif, lihat kationnya saja; untuk koloid positif, lihat anionnya saja. Ion yang muatannya sejenis dengan koloid hanyalah penonton.
Koloid lempung (bermuatan negatif) di air sungai mulai menggumpal bila konsentrasi \(\ce{Na+}\) mencapai 50 mmol/L. Dengan aturan \(z^6\), perkirakan konsentrasi kritis \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{Al^3+}\). Lalu bandingkan massa NaCl (Mr 58,5) dan \(\ce{AlCl3}\) (Mr 133,5) yang dibutuhkan untuk 1 L air.
NaCl: 50 mmol × 58,5 mg/mmol \(\approx\) 2.900 mg = 2,9 g per liter (hampir setengah sendok teh garam!).
\(\ce{AlCl3}\): satu satuan rumus memberi satu \(\ce{Al^3+}\), jadi 0,069 mmol × 133,5 mg/mmol \(\approx\) 9 mg per liter = 9 ppm.
\(\ce{Ca^2+}\) ±0,78 mmol/L dan \(\ce{Al^3+}\) ±0,069 mmol/L. Massa garam aluminium yang dibutuhkan ±300 kali lebih kecil daripada garam dapur, dan airnya tidak menjadi asin. Itulah sebabnya PDAM memakai garam aluminium (tawas), bukan garam dapur.
Kimia Nusantara · Tahu dan karet: koagulasi yang kita makan dan pakaiTahu adalah koagulasi protein kedelai. Sari kedelai panas diberi batu tahu (kalsium sulfat, \(\ce{CaSO4.2H2O}\)), cuka, atau "air biang" asam sisa pembuatan tahu sebelumnya. Ion \(\ce{Ca^2+}\) atau ion \(\ce{H+}\) menetralkan muatan negatif protein sehingga protein menggumpal menjadi dadih putih yang lalu dicetak dan dipres. Di kebun karet Sumatra dan Kalimantan, lateks (sol partikel karet bermuatan negatif) digumpalkan petani dengan asam semut (asam format) atau cuka menjadi lembaran karet. Bahkan delta sungai seperti delta Mahakam terbentuk karena lumpur koloid dari sungai menggumpal saat bertemu ion-ion garam di air laut.
Lanjut · IB & olimpiadeLapisan ganda listrik dan potensial zeta
Sebuah partikel koloid bermuatan dikelilingi dua lapisan: lapisan ion lawan yang melekat erat (lapisan Stern) dan "awan" ion lawan yang makin renggang ke luar (lapisan difus). Beda potensial di batas lapisan yang ikut bergerak bersama partikel disebut potensial zeta, \(\zeta\). Koloid dalam air umumnya stabil bila \(|\zeta|\) lebih dari sekitar 30 mV.
Tebal awan ion diukur dengan panjang Debye. Untuk elektrolit 1:1 dalam air 25 °C, \(\kappa^{-1} \approx 0{,}304/\sqrt{c}\) nm (c dalam mol/L): 9,6 nm pada 1 mmol/L, tetapi hanya 0,96 nm pada 0,1 mol/L. Elektrolit "memampatkan" awan itu sehingga gaya tarik van der Waals antarpartikel menang. Teori DLVO (Derjaguin, Landau, Verwey, Overbeek) menggabungkan kedua gaya ini, dan untuk potensial permukaan yang tinggi meramalkan konsentrasi koagulasi kritis \(\propto 1/z^6\): asal-usul aturan Hardy–Schulze.
Koloid pelindung
Kadang kita justru ingin koloid tidak menggumpal. Caranya: tambahkan koloid pelindung, yaitu koloid liofil yang membungkus partikel koloid lain. Gelatin menjaga kristal es dan gula pada es krim tetap halus, gom arab menjaga partikel tinta tetap tersebar, dan kasein menjaga butir lemak susu tidak bergabung.
Dialisis: menyaring dengan membran
Koloid hasil pembuatan sering tercemar ion-ion yang bisa menggumpalkannya. Ion itu dapat dibuang dengan dialisis: koloid dimasukkan ke kantong membran semipermeabel, lalu dicelupkan ke air yang terus mengalir. Ion dan molekul kecil menembus pori membran, sedangkan partikel koloid tertahan. Prinsip yang sama menyelamatkan nyawa jutaan orang lewat cuci darah (hemodialisis).
Ginjal buatan. Darah dan cairan dialisat mengalir berlawanan arah. Zat sisa yang kecil berpindah ke dialisat, sedangkan sel darah dan protein (berukuran koloid atau lebih besar) tetap di dalam darah.
Tamu dari masa laluKata koloid diciptakan kimiawan Skotlandia Thomas Graham pada 1861, dari bahasa Yunani kolla yang berarti lem. Graham memperhatikan bahwa zat seperti lem, gelatin, dan kanji sangat lambat menembus kertas perkamen, sedangkan garam dan gula menembusnya dengan cepat. Ia menamai cara pemisahan itu dialisis. Delapan puluh tahun kemudian, pada 1943, dokter Belanda Willem Kolff membangun ginjal buatan pertama dari membran selofan, drum berputar, dan tangki cairan. Kini pasien gagal ginjal di banyak rumah sakit Indonesia menjalani cuci darah biasanya 2–3 kali seminggu, sekitar 4 jam setiap kali.
25.5Liofil, liofob, dan rahasia pengemulsi
Koloid dengan medium cair dibedakan menurut "hubungan" partikelnya dengan medium. Koloid liofil (Yunani: suka cairan) menarik dan menyerap medium di sekitarnya. Koloid liofob (takut cairan) hampir tidak menarik medium dan hanya stabil berkat muatan listriknya. Bila mediumnya air, keduanya disebut hidrofil dan hidrofob.
Sifat
Liofil (suka medium)
Liofob (takut medium)
Hubungan dengan medium
menyerap medium, dibungkus lapisan solvasi tebal
sedikit menarik medium; stabil karena muatan
Cara membuat
cukup didispersikan (gelatin + air hangat)
perlu cara khusus (kondensasi, busur Bredig)
Kekentalan
lebih kental daripada mediumnya
hampir sama dengan medium
Bila diberi sedikit elektrolit
tetap stabil; perlu elektrolit sangat banyak
mudah menggumpal
Setelah dikeringkan
dapat didispersikan kembali (reversibel)
sulit kembali (tak reversibel)
Efek Tyndall
lemah
jelas
Contoh
gelatin, agar-agar, kanji, protein, sabun
sol emas, sol belerang, sol \(\ce{Fe(OH)3}\), sol \(\ce{As2S3}\), sol AgCl
Minyak dan air dikocok sekuat apa pun akan segera memisah lagi. Agar menjadi emulsi yang stabil, kita butuh pengemulsi (emulgator): zat yang molekulnya punya satu ujung suka air dan satu ujung suka minyak. Sabun, deterjen, kuning telur (mengandung lesitin) pada mayones, kasein pada susu, dan garam empedu yang mengemulsi lemak makanan di ususmu adalah pengemulsi.
Molekul sabun punya dua "kepribadian": kepala ionik \(\ce{-COO-}\) yang suka air (hidrofilik) dan ekor hidrokarbon panjang yang benci air tetapi suka minyak (hidrofobik).
Di air cucian, ekor-ekor sabun menyusup ke dalam noda minyak, sedangkan kepalanya tetap "berenang" di air.
Saat kain dikucek, air menarik kepala-kepala sabun sehingga tetesan minyak terangkat dari serat, dan makin banyak molekul sabun membungkusnya.
Terbentuklah misel: minyak terkurung di tengah, kepala bermuatan negatif di luar. Misel saling tolak sehingga tetap tersebar sebagai koloid (emulsi), lalu terbawa air bilasan.
Putar asam palmitat: di satu ujung ada gugus –COOH, di ujung lain rantai 15 atom karbon. Pada sabun, H dari –COOH diganti Na⁺ sehingga ujung itu menjadi kepala ionik –COO⁻ Na⁺. Bandingkan dengan asam oleat yang rantainya "tertekuk" karena ikatan rangkap cis. Terakhir lihat gliserol, hasil samping pembuatan sabun yang sangat suka air karena punya tiga gugus –OH.
Sabun dibuat dengan saponifikasi: lemak atau minyak (trigliserida) dipanaskan dengan basa kuat. Misalnya tripalmitin dari minyak sawit:
Kimia Nusantara · Santan, kalio, dan rendangSantan adalah emulsi minyak kelapa dalam air yang dijaga oleh protein kelapa sebagai pengemulsi alami. Saat memasak rendang, santan direbus berjam-jam. Air menguap, protein rusak karena panas, dan "satpam" emulsi pun hilang: santan pecah, minyaknya keluar. Juru masak Minang menyebut tahap berkuah kental sebagai kalio; bila dimasak terus, bumbu dan daging akhirnya "digoreng" dalam minyak kelapanya sendiri sampai menjadi rendang yang kering dan tahan lama. Itulah sebabnya santan untuk opor atau gulai harus terus diaduk dan tidak dididihkan terlalu keras: pengadukan menjaga butir minyak tetap tersebar dan mencegah protein menggumpal.
Awas jebakanSabun tidak "melarutkan" minyak menjadi larutan sejati. Minyak hanya dipecah menjadi tetes-tetes kecil yang dibungkus misel, jadi hasilnya emulsi (koloid). Itu sebabnya air bekas cucian tampak keruh dan menunjukkan efek Tyndall.
Lanjut · IB & olimpiadeKonsentrasi misel kritis
Pada konsentrasi rendah, molekul sabun atau deterjen berdiri sendiri-sendiri dan sebagian berjajar di permukaan air (karena itu tegangan permukaan turun). Di atas konsentrasi misel kritis (KMK, critical micelle concentration), molekul tambahan berkumpul menjadi misel berisi puluhan molekul. Untuk natrium dodesil sulfat (SDS, atau natrium lauril sulfat pada sampo) KMK-nya sekitar 8 mmol/L pada 25 °C. Di atas KMK, tegangan permukaan hampir tidak turun lagi, tetapi kemampuan "menyimpan" minyak di dalam misel meningkat tajam. Koloid yang terbentuk dari kumpulan molekul seperti ini disebut koloid asosiasi.
25.6Membuat koloid: kondensasi dan dispersi
Ukuran koloid ada di tengah, jadi ada dua jalan untuk mencapainya. Kondensasi menggabungkan partikel yang lebih kecil (ion atau molekul dari larutan) menjadi berukuran koloid. Dispersi memecah partikel yang lebih besar (butir kasar suspensi) menjadi berukuran koloid.
loncatan listrik antara dua kawat logam di dalam air menguapkan logam; uapnya mengembun menjadi butir koloid
sol emas, sol perak, sol platina
Homogenisasi
cairan ditekan melewati celah sempit bertekanan tinggi
susu homogen: butir lemaknya diperkecil agar krim tidak naik
Perhatikan bahwa semua reaksi di atas setara. Setarakan sendiri dengan Penyetara Reaksi berikut. Bonusnya: reaksi saponifikasi pembuat sabun dari subbab 25.5.
Mulailah dari atom yang hanya muncul di satu zat pada setiap ruas. Untuk sol emas, setarakan Au dan Cl dulu, lalu C, kemudian O dan H. Reaksi kelima adalah hidrolisis ion \(\ce{Al^3+}\) yang membuat flok \(\ce{Al(OH)3}\) di PDAM; jangan lupa menyetarakan muatannya juga!
Trik Kak Tirta"Kondensasi naik, dispersi turun." Bayangkan tangga ukuran: larutan di lantai bawah, koloid di lantai tengah, suspensi di lantai atas. Kondensasi naik dari larutan (biasanya lewat reaksi kimia), dispersi turun dari suspensi (biasanya lewat cara fisika: giling, kocok, setrum).
Beberapa tetes larutan besi(III) klorida pekat diteteskan ke dalam air mendidih. Air berubah menjadi merah cokelat jernih dan menunjukkan efek Tyndall. (a) Tuliskan persamaan reaksinya. (b) Termasuk cara apa? (c) Mengapa partikelnya bermuatan positif?
(a) Ion \(\ce{Fe^3+}\) terhidrolisis: \(\ce{FeCl3 + 3H2O -> Fe(OH)3 + 3HCl}\). Cek: Fe 1 = 1; Cl 3 = 3; H 6 = 3 + 3; O 3 = 3 ✔
(b) Ion-ion kecil bergabung menjadi partikel \(\ce{Fe(OH)3}\) berukuran koloid, jadi termasuk kondensasi (cara hidrolisis). Air mendidih mempercepat hidrolisis dan menghasilkan banyak inti kecil sekaligus.
(c) Permukaan \(\ce{Fe(OH)3}\) mengadsorpsi ion yang "sejenis" dan berlebih di sekitarnya, yaitu \(\ce{Fe^3+}\), sehingga bermuatan positif.
Sol \(\ce{Fe(OH)3}\) bermuatan positif dibuat secara kondensasi (hidrolisis). Karena positif, sol ini paling mudah digumpalkan oleh anion bermuatan besar seperti \(\ce{PO4^3-}\).
Tamu dari masa laluPada 1857 Michael Faraday mereduksi larutan garam emas dan mendapatkan cairan berwarna merah delima. Ia menduga warnanya berasal dari butir emas yang sangat halus, bukan emas terlarut, dan menguji dugaan itu dengan berkas cahaya. Sebagian contoh sol emas Faraday konon masih tersimpan di Royal Institution, London, dan tetap merah lebih dari 150 tahun kemudian! Pada 1898 Georg Bredig membuat sol logam dengan loncatan listrik, dan pada 1925 Richard Zsigmondy meraih Nobel Kimia berkat ultramikroskop yang membuat partikel koloid dapat diamati satu per satu.
25.7Koloid untuk kehidupan: dari PDAM sampai nano-perak
Air sungai yang menjadi bahan baku PDAM sering berwarna cokelat karena koloid lempung bermuatan negatif. Butir-butir ini terlalu kecil untuk mengendap sendiri dan lolos dari saringan pasir biasa. Solusinya adalah semua yang sudah kamu pelajari di bab ini: muatan, koagulasi, adsorpsi, dan penyaringan.
Air baku dari sungai keruh karena koloid lempung bermuatan negatif. Partikelnya saling tolak, jadi tidak mau mengendap sendiri walau didiamkan berhari-hari.
Koagulasi: tawas, \(\ce{Al2(SO4)3}\), dicampur dengan pengadukan cepat. Ion \(\ce{Al^3+}\) menetralkan muatan negatif koloid (aturan Hardy–Schulze), dan \(\ce{Al(OH)3}\) yang terbentuk bertindak sebagai "lem" yang lengket.
Flokulasi: pengadukan pelan mempertemukan partikel yang sudah netral sehingga bergabung menjadi flok yang makin besar, seperti bola salju yang menggelinding.
Sedimentasi: flok yang besar dan berat mengendap di dasar bak sebagai lumpur. Air di bagian atas sudah jauh lebih jernih.
Filtrasi: air dilewatkan lapisan pasir dan kerikil yang menahan sisa flok kecil. Beberapa instalasi menambah karbon aktif untuk mengadsorpsi bau dan warna.
Desinfeksi: klorin atau kaporit membunuh kuman yang tersisa, lalu air dialirkan ke rumahmu. Ingat: tawas menjernihkan, klorin menyehatkan.
Ion aluminium tidak hanya menetralkan muatan. Di dalam air, ion itu terhidrolisis membentuk endapan seperti agar-agar yang menyapu partikel lain:
Ion \(\ce{H+}\) yang terbentuk dinetralkan oleh alkalinitas alami air (ion hidrogen karbonat). Bila airnya terlalu asam, PDAM menambahkan kapur agar flok terbentuk baik, biasanya pada pH sekitar 6–7,5. Berapa banyak tawas yang dipakai? Dosisnya biasa dinyatakan dalam ppm: untuk air, 1 ppm = 1 mg zat per liter air.
Pak RT ingin menjernihkan air sumur keruh dalam tandon 1.200 L. Uji jar menunjukkan dosis terbaik 25 ppm. Berapa gram tawas yang diperlukan, dan berapa sendok makan bila satu sendok makan tawas bubuk ±12 g?
25 ppm berarti 25 mg tawas untuk setiap liter air.
30 g tawas, sekitar 2,5 sendok makan. Larutkan dulu dalam seember air, tuang sambil diaduk cepat, aduk pelan beberapa menit, lalu diamkan beberapa jam sebelum air bagian atas dialirkan. Air ini tetap perlu dimasak sebelum diminum!
Awas jebakanAir yang jernih belum tentu aman diminum. Tawas hanya menggumpalkan koloid; kuman, ion logam berat, dan zat terlarut lain tidak hilang. Air sumur yang dijernihkan dengan tawas tetap harus dimasak sampai mendidih. Jangan pula menambah tawas berlebihan: air menjadi asam dan sisa aluminiumnya tidak baik bagi tubuh.
Kimia Nusantara · Kabut asap: aerosol yang menyesakkanSaat musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan gambut di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Kalimantan dapat menyelimuti kota-kota dengan kabut asap, aerosol padat berisi partikel jelaga dan abu. Partikel berdiameter di bawah 2,5 µm (PM2,5) sangat berbahaya karena dapat masuk jauh ke paru-paru. Matahari pun tampak jingga kemerahan karena cahaya birunya dihamburkan. Masker biasa kurang efektif; masker berfilter khusus partikel halus lebih melindungi, dan gerak Brown membuat partikel asap tetap melayang berhari-hari.
Kimia di sekitarmu
🩸
Cuci darah
Mesin hemodialisis membuang urea dan ion berlebih dari darah pasien gagal ginjal lewat membran semipermeabel, sementara sel darah dan protein tetap tinggal.
🏭
Cerobong bersih
Pabrik semen dan pembangkit listrik batu bara memasang pengendap elektrostatis (Cottrell) yang menangkap partikel debu bermuatan sebelum keluar ke udara.
💊
Norit untuk diare
Karbon aktif yang sangat berpori mengadsorpsi racun dan bakteri di saluran cerna, lalu dibuang bersama kotoran.
🎨
Cat dan tinta
Pigmen padat digiling sampai berukuran koloid dan diberi zat penstabil agar tidak menggumpal atau mengendap di dalam kaleng.
🧴
Krim dan losion
Kosmetik adalah emulsi minyak dan air yang dijaga pengemulsi. Losion encer berupa minyak dalam air, krim malam yang berminyak sering berupa air dalam minyak.
🦠
Nano-perak
Partikel perak berukuran 1–100 nm pada pembalut luka dan kain antibakteri perlahan melepas ion perak yang membunuh bakteri. Luas permukaannya yang besar membuatnya sangat ampuh.
Berkas senter tampak jelas ketika menembus …
air garam
air gula
kabut
air suling
Kabut adalah koloid (aerosol cair). Titik-titik airnya menghamburkan cahaya (efek Tyndall). Air garam, air gula, dan air suling tidak berisi partikel koloid.
Tawas menjernihkan air keruh terutama karena …
membunuh kuman di dalam air
ion \(\ce{Al^3+}\) menetralkan muatan koloid lempung sehingga menggumpal
membuat air menjadi basa
melarutkan lumpur menjadi larutan jernih
Koloid lempung bermuatan negatif. Ion \(\ce{Al^3+}\) yang bermuatan besar menetralkannya (Hardy–Schulze), lalu partikel menggumpal dan mengendap. Kuman dimatikan oleh klorin atau perebusan.
Mesin cuci darah memanfaatkan sifat koloid yang disebut …
efek Tyndall
gerak Brown
elektroforesis
dialisis
Dialisis memisahkan ion dan molekul kecil (urea) dari partikel besar (protein, sel darah) dengan membran semipermeabel.
26
Bab 26 · Larutan & Asam-Basa
Asam & Basa: Ketika Kunyit Berubah Merah
Setetes air kunyit yang kuning bisa mendadak merah hanya karena bertemu air sabun. Di balik sulap dapur itu ada partikel paling mungil di dunia kimia, yaitu proton, yang berpindah dari satu molekul ke molekul lain.
Setelah bab ini, kamu bisa
membedakan sifat asam dan basa, lalu mengujinya dengan indikator alami (kunyit, kubis ungu, bunga sepatu) dan sintetis;
menjelaskan asam-basa menurut Arrhenius, Brønsted–Lowry (pasangan konjugat), dan Lewis;
menghitung pH, pOH, \([\ce{H+}]\), dan \([\ce{OH-}]\) dengan tetapan air \(K_w\);
membedakan asam/basa kuat dan lemah, lalu memakai \(K_a\), \(K_b\), dan derajat ionisasi untuk menghitung pH;
menulis reaksi netralisasi yang setara dan memilih cara membuat garam di laboratorium.
Sulap Kunyit Laras Komik · 4 panel
Sore hari, dapur rumah Laras di Yogyakarta
LarasIni air kunyit, kuning cerah. Sekarang kuteteskan ke air sabun… perhatikan baik-baik!
WUSS!
BimaHah?! Jadi MERAH! Kunyitnya kepanasan, ya?
Kak TirtaBukan kepanasan, Bima. Air sabun dan air kapur sirih bersifat basa. Di dalam basa, kurkumin kunyit melepas H⁺ sehingga warnanya berubah. Di cuka yang asam, ia tetap kuning.
Kimo ikut meneliti…
KimoKunyit adalah indikator alami Nusantara! Kubis ungu dan bunga sepatu malah punya lebih banyak warna.
BimaJadi dapur kita penuh alat laboratorium…
Mengapa air kunyit berubah merah kecokelatan saat diteteskan ke air sabun?
Sabun menyimpan pewarna merah yang terlepas oleh kunyit.
Kunyit "terbakar" oleh panas yang dihasilkan sabun.
Di dalam basa, molekul kurkumin melepas ion H⁺ sehingga bentuk dan warnanya berubah.
Kunyit membusuk dengan sangat cepat ketika terkena sabun.
Jawabannya: kurkumin melepas H⁺. Air sabun bersifat basa. Basa "menarik" ion hidrogen (proton) dari molekul kurkumin. Kurkumin yang kehilangan proton menyerap cahaya dengan panjang gelombang berbeda, sehingga mata kita melihat merah kecokelatan. Tidak ada yang terbakar atau membusuk: cukup teteskan cuka, dan warnanya kembali kuning!
26.1Asam dan basa di dapurmu
Air jeruk nipis untuk sambal, cuka di acar timun, dan asam jawa di sayur asem punya satu kesamaan: rasanya masam. Kata acid berasal dari bahasa Latin acidus, artinya "masam". Zat-zat itu tergolong asam.
Lawan asam adalah basa. Air sabun, air kapur sirih, larutan soda kue, dan obat maag bersifat basa. Basa yang larut baik dalam air disebut juga alkali, dari bahasa Arab al-qaly, yaitu abu tumbuhan yang dulu dipakai untuk membuat sabun.
Bayangkan asam dan basa sebagai dua tim yang saling berlawanan. Kalau keduanya dicampur dalam jumlah yang pas, mereka saling "menjinakkan" dan berubah menjadi air dan garam. Untuk tahu sebuah cairan masuk tim mana, kita tidak boleh mencicipinya. Kita memakai indikator, yaitu zat yang berganti warna seperti bunglon.
Sifat
Asam
Basa
Rasa (hanya untuk bahan pangan!)
masam
pahit, getir
Saat disentuh
yang pekat membakar kulit
licin seperti sabun; yang pekat merusak kulit
Kertas lakmus
biru → merah
merah → biru
Dengan logam aktif (Mg, Zn)
menghasilkan gas \(\ce{H2}\)
umumnya tidak bereaksi
Dengan karbonat (soda kue, kapur)
berbuih gas \(\ce{CO2}\)
tidak berbuih
pH pada 25 °C
kurang dari 7
lebih dari 7
Contoh di rumah
cuka, jeruk nipis, asam jawa, tomat, minuman bersoda
soda kue, sabun, kapur sirih, obat maag, pembersih kaca
Dua reaksi khas asam mudah diamati. Asam bereaksi dengan logam aktif seperti Mg menghasilkan gas hidrogen, dan dengan karbonat menghasilkan gas karbon dioksida yang berbuih:
KeselamatanDi laboratorium, jangan pernah mencicipi atau menyentuh zat untuk menebak sifatnya. Asam dan basa pekat bersifat korosif: soda api (NaOH) dan asam klorida pekat dapat melukai kulit dan membutakan mata. Pakai kacamata pelindung. Di rumah, jangan mencampur pembersih: pemutih pakaian yang tercampur pembersih porselen yang asam melepaskan gas klorin yang beracun.
KorosifIritan
Indikator: bunglon kimia
Definisi · Indikator asam-basaIndikator adalah zat (biasanya pewarna organik yang bersifat asam lemah) yang warnanya berbeda dalam suasana asam dan basa. Perubahan warna terjadi pada rentang pH tertentu yang disebut trayek pH indikator itu.
Indikator
Trayek pH
Warna di sisi asam
Warna di sisi basa
Metil oranye
3,1–4,4
merah
kuning
Metil merah
4,4–6,2
merah
kuning
Bromtimol biru
6,0–7,6
kuning
biru
Lakmus
±4,5–8,3
merah
biru
Fenolftalein
8,2–10,0
tak berwarna
merah muda keunguan
Kunyit (kurkumin)
±7,4–8,6
kuning
merah kecokelatan
Kubis ungu, bunga sepatu (antosianin)
bertahap 1–14
merah → ungu
biru → hijau → kuning
Indikator universal (campuran)
1–14
merah → jingga → kuning
hijau → biru → ungu
Indikator universal dan ekstrak kubis ungu sama-sama memberi "pelangi" warna dari pH 1 sampai 14:
1234567891011121314
Atas: indikator universal. Bawah: ekstrak kubis ungu (warna nyata bisa sedikit berbeda, bergantung pada jenis kubis dan kepekatan ekstrak).
Trik Kak Tirta · Lakmus"aSaM → Merah": kata asam dan merah sama-sama punya huruf M, jadi lakmus biru memerah di dalam asam. "Basa → Biru": sama-sama berawal B, jadi lakmus merah membiru di dalam basa.
Tamu dari masa laluPada 1664, Robert Boyle dari Inggris mencatat bahwa sirup bunga violet berubah merah oleh asam dan hijau oleh basa. Itu salah satu catatan tertua tentang indikator. Kertas lakmus yang kita pakai sekarang dibuat dari pewarna lumut kerak (lichen). Boyle memakai uji warna seperti ini untuk mengelompokkan zat menjadi asam, basa, atau netral, bukan sekadar berdasarkan rasa.
Mengapa kunyit bisa berganti warna? Jawabannya ada pada bentuk molekulnya. Putar molekul kurkumin di bawah ini. Bandingkan juga dengan asam-asam dapur: cari gugus \(\ce{-COOH}\) pada setiap molekul. Atom H pada gugus itulah yang dilepas sebagai \(\ce{H+}\).
Kurkumin (C₂₁H₂₀O₆) punya dua gugus –OH fenol dan sistem ikatan rangkap selang-seling yang panjang. Dalam basa, H⁺ dari gugus –OH lepas, elektron tersebar lebih luas, dan warna yang diserap bergeser: kuning menjadi merah kecokelatan. Hitung gugus –COOH pada asam sitrat (jeruk nipis): ada berapa?
Mode Jelajah: geser pH atau ketuk tabung untuk melihat warna antosianin dan bentuk molekulnya. Mode Tebak: pilih sampel rumah tangga, lalu ketuk tabung pembanding yang warnanya paling mirip. Bisakah kamu menebak pH air sabun hanya dari warnanya?
Kimia Nusantara · Laboratorium di dapurIndonesia kaya indikator alami. Kunyit (kurkumin) kuning di suasana asam dan netral, lalu merah kecokelatan di atas pH ±8. Kubis ungu, bunga sepatu, dan kulit manggis mengandung antosianin yang berganti warna merah → ungu → hijau → kuning. Minuman bunga telang yang biru berubah ungu kemerahan begitu diberi perasan jeruk nipis. Bahkan jamu kunyit asam tetap kuning-jingga karena asam jawa membuatnya bersuasana asam.
26.2Tiga teori: Arrhenius, Brønsted–Lowry, dan Lewis
Mengapa semua asam berperilaku mirip? Jawabannya sebuah partikel super mungil: ion hidrogen, \(\ce{H+}\). Atom H hanya punya satu proton dan satu elektron. Jika elektronnya lepas, yang tersisa hanyalah sebuah proton telanjang. Karena itu kimiawan sering menyebut \(\ce{H+}\) sebagai "proton".
Teori Arrhenius (1887)Asam adalah zat yang dalam air menghasilkan ion \(\ce{H+}\). Basa adalah zat yang dalam air menghasilkan ion \(\ce{OH-}\).
\[ \ce{HCl(aq) -> H+(aq) + Cl-(aq)} \qquad \ce{NaOH(aq) -> Na+(aq) + OH-(aq)} \]
H⁺ tidak pernah sendirianProton telanjang terlalu kecil dan terlalu "lapar" elektron untuk berkeliaran sendiri. Di dalam air, ia langsung menempel pada pasangan elektron bebas atom O molekul air dan membentuk ion hidronium, \(\ce{H3O+}\): \(\ce{H+ + H2O -> H3O+}\). Jadi \(\ce{H+(aq)}\) dan \(\ce{H3O+(aq)}\) hanyalah dua cara menulis hal yang sama.
Teori Arrhenius punya kelemahan. Amonia, \(\ce{NH3}\), jelas bersifat basa (membirukan lakmus), padahal tidak punya gugus \(\ce{OH}\). Selain itu, gas \(\ce{HCl}\) dan gas \(\ce{NH3}\) bereaksi membentuk asap putih \(\ce{NH4Cl}\) tanpa air sama sekali. Kita butuh definisi yang lebih luas.
Definisi · Teori Brønsted–Lowry (1923)Asam adalah donor proton (pemberi \(\ce{H+}\)). Basa adalah akseptor proton (penerima \(\ce{H+}\)). Setelah asam memberikan \(\ce{H+}\), sisanya menjadi basa konjugat. Setelah basa menerima \(\ce{H+}\), ia menjadi asam konjugat. Dua spesi yang hanya berbeda satu \(\ce{H+}\) disebut pasangan asam-basa konjugat.
Ikuti perjalanan satu proton dalam animasi ini. Perhatikan panah lengkung: panah selalu berangkat dari pasangan elektron menuju tempat ikatan baru terbentuk.
Molekul \(\ce{HCl}\) mendekati molekul air. Atom O pada air punya dua pasangan elektron bebas (titik hitam). Titik kuning adalah pasangan elektron ikatan H–Cl.
Pasangan elektron bebas O "menjangkau" atom H (panah lengkung atas), sementara elektron ikatan H–Cl ditarik ke Cl (panah bawah). \(\ce{HCl}\) berperan sebagai asam (donor H⁺), air sebagai basa (akseptor H⁺).
Proton pindah! Yang berpindah hanya intinya, \(\ce{H+}\). Kedua elektron ikatan tertinggal pada Cl, sehingga terbentuk ion klorida \(\ce{Cl-}\) dan ion hidronium \(\ce{H3O+}\).
Pasangan konjugat: \(\ce{HCl}/\ce{Cl-}\) dan \(\ce{H3O+}/\ce{H2O}\). Setiap pasangan hanya berbeda satu \(\ce{H+}\).
Sekarang air bertemu amonia. Pasangan elektron bebas N menarik satu H dari air. Kali ini air menjadi asam, amonia menjadi basa.
Hasilnya \(\ce{OH-}\) dan \(\ce{NH4+}\). Reaksinya setimbang (\(\ce{<=>}\)) karena amonia basa lemah. Air bisa memberi atau menerima proton: air bersifat amfiprotik.
Awas jebakanPasangan konjugat bukan asam dan basa yang saling bereaksi. Pada \(\ce{HCl + H2O -> Cl- + H3O+}\), pasangan \(\ce{HCl}/\ce{H2O}\) bukan pasangan konjugat. Pasangan yang benar adalah \(\ce{HCl}/\ce{Cl-}\) dan \(\ce{H3O+}/\ce{H2O}\): rumusnya hampir sama, hanya berbeda satu \(\ce{H+}\).
Selain air, spesi seperti \(\ce{HCO3-}\) (ion hidrogen karbonat dalam darah dan soda kue) dan \(\ce{H2PO4-}\) juga amfiprotik. Ion \(\ce{HCO3-}\) dapat memberi H⁺ (menjadi \(\ce{CO3^2-}\)) atau menerima H⁺ (menjadi \(\ce{H2CO3}\)). Sifat inilah yang nanti membuatnya menjadi "penjaga pH" darah.
Tentukan asam, basa, dan kedua pasangan konjugat pada reaksi \(\ce{HCO3- + OH- -> CO3^2- + H2O}\).
Lacak proton: \(\ce{HCO3-}\) kehilangan satu H menjadi \(\ce{CO3^2-}\). Jadi \(\ce{HCO3-}\) adalah asam (donor H⁺).
\(\ce{OH-}\) menerima H menjadi \(\ce{H2O}\). Jadi \(\ce{OH-}\) adalah basa (akseptor H⁺).
Pasangan konjugat: \(\ce{HCO3-}/\ce{CO3^2-}\) dan \(\ce{H2O}/\ce{OH-}\).
Asam: \(\ce{HCO3-}\); basa: \(\ce{OH-}\). Pasangan konjugat: \(\ce{HCO3-}/\ce{CO3^2-}\) dan \(\ce{H2O}/\ce{OH-}\). Perhatikan: muatan juga ikut berubah satu satuan setiap kali satu H⁺ berpindah.
Pada tahun yang sama (1923), Gilbert N. Lewis memandang reaksi asam-basa dari sudut elektron, bukan proton. Ingat: basa Brønsted menerima H⁺ dengan memakai pasangan elektron bebasnya. Lewis bertanya, "Bagaimana kalau yang menerima pasangan elektron itu bukan H⁺?"
Definisi · Teori LewisAsam Lewis adalah akseptor pasangan elektron; basa Lewis adalah donor pasangan elektron. Keduanya membentuk ikatan kovalen koordinasi. Contoh: \(\ce{BF3 + NH3 -> F3B-NH3}\). Atom B pada \(\ce{BF3}\) hanya dikelilingi 6 elektron, sehingga "haus" pasangan elektron dari N.
Teori
Asam
Basa
Contoh khas
Cakupan
Arrhenius
menghasilkan \(\ce{H+}\) dalam air
menghasilkan \(\ce{OH-}\) dalam air
HCl, NaOH
hanya larutan dalam air
Brønsted–Lowry
donor \(\ce{H+}\)
akseptor \(\ce{H+}\)
\(\ce{NH3 + H2O}\), \(\ce{HCl + NH3}\) (gas)
semua reaksi pindah proton
Lewis
akseptor pasangan elektron
donor pasangan elektron
\(\ce{BF3 + NH3}\), \(\ce{Cu^2+ + 4NH3}\)
paling luas, termasuk ion logam
Nyalakan pasangan elektron bebas. Bandingkan \(\ce{NH3}\) (satu pasangan bebas, sudut ±107°) dengan \(\ce{NH4+}\) (tanpa pasangan bebas, 109,5°): ke mana perginya pasangan bebas itu? Lalu lihat \(\ce{BF3}\) yang datar. Di mana tempat kosong yang menunggu pasangan elektron?
Tamu dari masa laluSvante Arrhenius dari Swedia mengajukan gagasan bahwa zat elektrolit pecah menjadi ion di dalam air dalam disertasinya (1884). Para pengujinya meragukannya dan memberinya nilai pas-pasan, tetapi gagasan itu kemudian mengantarnya meraih Nobel Kimia 1903. Pada 1923, Johannes Brønsted (Denmark) dan Thomas Lowry (Inggris) secara terpisah merumuskan teori donor-akseptor proton, dan pada tahun yang sama G. N. Lewis (Amerika Serikat) memperluasnya menjadi teori pasangan elektron.
Lanjut · IB & olimpiadeIon logam yang bersifat asam
Mengapa larutan tawas atau besi(III) klorida terasa asam, padahal tidak mengandung atom H yang "asam"? Ion logam bermuatan tinggi adalah asam Lewis: ia diselimuti molekul air melalui ikatan koordinasi. Muatan +3 yang kecil dan padat menarik elektron ikatan O–H, sehingga salah satu H⁺ mudah lepas:
Untuk \(\ce{[Fe(H2O)6]^3+}\), \(\mathrm{p}K_a \approx 2{,}2\): seasam asam fosfat! Itu sebabnya pengolahan air yang memakai tawas (Bab 25) dapat menurunkan pH, sehingga instalasi air sering menambahkan kapur untuk mengembalikannya.
26.3pH, pOH, dan tetapan air
Air murni ternyata tidak "diam". Setiap saat, segelintir molekul air saling melempar proton: satu molekul berperan sebagai asam, yang lain sebagai basa. Peristiwa ini disebut swaionisasi air (autoionisasi):
\[ \ce{H2O(l) + H2O(l) <=> H3O+(aq) + OH-(aq)} \]
Aturan · Tetapan kesetimbangan air, \(K_w\)Pada 25 °C, hasil kali konsentrasi ion hidronium dan ion hidroksida dalam larutan berair selalu tetap:
\[ K_w = [\ce{H3O+}][\ce{OH-}] = 1{,}0 \times 10^{-14} \]
Dalam air murni, \([\ce{H3O+}] = [\ce{OH-}] = 1{,}0 \times 10^{-7}\) M. Larutan asam bila \([\ce{H3O+}] > [\ce{OH-}]\), basa bila \([\ce{H3O+}] < [\ce{OH-}]\), dan netral bila keduanya sama.
Fakta unik dari KimoSatu liter air berisi ±55,5 mol molekul air, tetapi hanya \(1{,}0 \times 10^{-7}\) mol yang terionisasi. Artinya kira-kira 2 dari setiap 1 miliar molekul air sedang menjadi ion. Sedikit sekali, tetapi cukup untuk membuat air murni sedikit menghantarkan listrik.
Konsentrasi \(\ce{H+}\) dalam larutan sehari-hari berkisar dari sekitar 1 M sampai \(10^{-14}\) M. Menulis angka sekecil itu merepotkan, jadi kimiawan memakai logaritma:
Definisi · pH dan pOH\[ \mathrm{pH} = -\log[\ce{H+}] \qquad \mathrm{pOH} = -\log[\ce{OH-}] \qquad \mathrm{pH} + \mathrm{pOH} = \mathrm{p}K_w = 14{,}00 \ (25\ ^\circ\mathrm{C}) \]
Jadi \([\ce{H+}] = 10^{-\mathrm{pH}}\). Makin kecil pH, makin asam larutannya. Larutan netral pada 25 °C mempunyai pH 7.
Air jeruk nipis ber-pH 2, sedangkan air gambut ber-pH 4. Berapa kali lebih besar \([\ce{H+}]\) dalam air jeruk nipis?
2 kali, karena 4 dibagi 2 sama dengan 2.
Air gambut yang lebih asam, karena angka pH-nya lebih besar.
100 kali.
20 kali.
Jawabannya: 100 kali. pH adalah skala logaritma: setiap turun 1 angka pH, \([\ce{H+}]\) naik 10 kali. Dari pH 4 ke pH 2 ada dua langkah, jadi \(10 \times 10 = 100\) kali. Secara langsung: \(10^{-2} \div 10^{-4} = 10^{2}\).
Seret titik A dan B. Pada skala biasa, perhatikan bahwa larutan ber-pH 4 dan ber-pH 12 sama-sama tampak "nol". Ganti ke skala logaritma (geser penggeser ke 1): sekarang setiap langkah 1 pH berjarak sama, padahal artinya 10 kali lipat. Itulah alasan Sørensen menciptakan pH.
Pelangi pH di sekitar kita (nilai kira-kira pada 25 °C). Darah dijaga ketat di pH 7,35–7,45; air hujan normal sedikit asam karena melarutkan \(\ce{CO2}\) dari udara.
Awas jebakanpH 7 berarti netral hanya pada 25 °C. Netral artinya \([\ce{H+}] = [\ce{OH-}]\). Swaionisasi air bersifat endoterm, jadi \(K_w\) membesar bila suhu naik. Pada suhu tubuh (37 °C), air murni ber-pH 6,8, dan pada 100 °C ber-pH 6,1, tetapi tetap netral.
Lanjut · IB & olimpiade\(K_w\) bergantung pada suhu
Suhu
\(K_w\)
\(\mathrm{p}K_w\)
pH air murni (netral)
0 °C
\(1{,}1 \times 10^{-15}\)
14,94
7,47
25 °C
\(1{,}0 \times 10^{-14}\)
14,00
7,00
37 °C
\(2{,}4 \times 10^{-14}\)
13,62
6,81
50 °C
\(5{,}5 \times 10^{-14}\)
13,26
6,63
100 °C
\(5{,}1 \times 10^{-13}\)
12,29
6,15
Karena \(K_w\) naik ketika dipanaskan, kesetimbangan \(\ce{2H2O <=> H3O+ + OH-}\) bergeser ke kanan pada suhu tinggi. Menurut asas Le Chatelier (Bab 22), reaksi ke kanan itu endoterm (\(\Delta H \approx +56\) kJ/mol, kebalikan dari kalor netralisasi).
Tamu dari masa laluPada 1909, Søren Sørensen, kepala bagian kimia Laboratorium Carlsberg di Kopenhagen, sedang meneliti enzim dan protein yang sangat peka terhadap keasaman. Ia lelah menulis angka seperti 0,0000001, lalu mengusulkan "eksponen ion hidrogen" yang ditulis \(p_\mathrm{H}\). Arti huruf "p" masih diperdebatkan; banyak buku menyebutnya "potensi" atau "pangkat" hidrogen.
Trik Kak Tirta · pH tanpa kalkulatorTulis \([\ce{H+}]\) dalam bentuk \(k \times 10^{-n}\). Maka \(\mathrm{pH} = n - \log k\). Hafalkan tiga angka sakti: \(\log 2 \approx 0{,}30\), \(\log 3 \approx 0{,}48\), \(\log 5 \approx 0{,}70\). Contoh: \([\ce{H+}] = 2 \times 10^{-3}\) → pH \(= 3 - 0{,}30 = 2{,}70\). Cek kewajaran: \(2 \times 10^{-3}\) sedikit lebih besar daripada \(10^{-3}\), jadi pH-nya sedikit di bawah 3. ✔
26.4Kuat atau lemah? Ka, Kb, dan derajat ionisasi
Cuka dapur 5% (asam asetat ±0,83 M, asam lemah) dibandingkan dengan asam klorida 0,001 M (asam kuat). Mana yang pH-nya lebih rendah?
Asam klorida, karena asam kuat selalu lebih asam daripada asam lemah.
Cuka dapur, karena jauh lebih pekat.
Sama saja, karena keduanya asam.
Cuka dapur pH-nya 7, karena cuka aman dimakan.
Jawabannya: cuka dapur. Asam klorida 0,001 M terionisasi sempurna, tetapi \([\ce{H+}]\)-nya hanya 0,001 M (pH 3). Cuka hanya melepas ±0,5% molekulnya, tetapi molekulnya 830 kali lebih banyak, sehingga \([\ce{H+}] \approx 0{,}0039\) M (pH ±2,4). "Kuat" dan "pekat" adalah dua hal yang berbeda!
Asam disebut asam kuat bila terionisasi sempurna di dalam air: hampir tidak ada molekul utuh yang tersisa. Asam disebut asam lemah bila hanya sebagian kecil molekulnya terionisasi, sehingga terjadi kesetimbangan (perhatikan panah dua arah):
Merah ⊕ = \(\ce{H3O+}\), hijau ⊖ = \(\ce{Cl-}\), biru ⊖ = \(\ce{CH3COO-}\), abu-abu "HA" = molekul \(\ce{CH3COOH}\) yang utuh. Gambar tidak berskala: sebenarnya hanya ±1 dari 75 molekul asam asetat yang terionisasi.
Asam kuat yang perlu kamu kenal: \(\ce{HCl}\), \(\ce{HBr}\), \(\ce{HI}\), \(\ce{HNO3}\), \(\ce{H2SO4}\) (untuk H⁺ pertama), dan \(\ce{HClO4}\). Hampir semua asam lain, terutama asam organik bergugus \(\ce{-COOH}\), \(\ce{H2CO3}\), \(\ce{HF}\), dan \(\ce{HCN}\), adalah asam lemah. Basa kuat: hidroksida golongan 1 (\(\ce{LiOH}\), \(\ce{NaOH}\), \(\ce{KOH}\)) serta \(\ce{Ca(OH)2}\), \(\ce{Sr(OH)2}\), dan \(\ce{Ba(OH)2}\) (bagian yang larut terionisasi sempurna). Basa lemah: amonia dan amina.
Aturan · Tetapan ionisasi dan derajat ionisasiUntuk asam lemah \(\ce{HA <=> H+ + A-}\) dan basa lemah \(\ce{B + H2O <=> BH+ + OH-}\):
\[ K_a = \frac{[\ce{H+}][\ce{A-}]}{[\ce{HA}]} \qquad K_b = \frac{[\ce{BH+}][\ce{OH-}]}{[\ce{B}]} \qquad \alpha = \frac{\text{mol zat yang terionisasi}}{\text{mol zat mula-mula}} \approx \sqrt{\frac{K_a}{C_a}} \]
Makin besar \(K_a\) (makin kecil \(\mathrm{p}K_a = -\log K_a\)), makin kuat asamnya. Derajat ionisasi \(\alpha\) asam kuat \(= 1\) (100%); asam lemah \(0 < \alpha < 1\).
Zat
Rumus
\(K_a\) atau \(K_b\) (25 °C)
\(\mathrm{p}K\)
Ada di
Asam klorida
\(\ce{HCl}\)
sangat besar (kuat)
≈ −6
cairan lambung
Asam fosfat (H⁺ pertama)
\(\ce{H3PO4}\)
\(7{,}1 \times 10^{-3}\)
2,15
minuman bersoda, pupuk
Asam sitrat (H⁺ pertama)
\(\ce{C6H8O7}\)
\(7{,}4 \times 10^{-4}\)
3,13
jeruk nipis, belimbing wuluh
Asam format
\(\ce{HCOOH}\)
\(1{,}8 \times 10^{-4}\)
3,75
sengatan semut rangrang
Asam laktat
\(\ce{CH3CH(OH)COOH}\)
\(1{,}4 \times 10^{-4}\)
3,86
yoghurt, acar, otot yang lelah
Asam asetat
\(\ce{CH3COOH}\)
\(1{,}8 \times 10^{-5}\)
4,74
cuka dapur, cuka aren
Asam karbonat (H⁺ pertama)
\(\ce{H2CO3}\)
\(4{,}3 \times 10^{-7}\)
6,37
air hujan, minuman bersoda
Asam sianida
\(\ce{HCN}\)
\(4{,}9 \times 10^{-10}\)
9,31
terlepas dari singkong pahit mentah
Amonia (basa)
\(\ce{NH3}\)
\(K_b = 1{,}8 \times 10^{-5}\)
\(\mathrm{p}K_b\) 4,74
pembersih kaca, pupuk
Metilamina (basa)
\(\ce{CH3NH2}\)
\(K_b = 4{,}4 \times 10^{-4}\)
\(\mathrm{p}K_b\) 3,36
bau amis ikan (golongan amina)
Awas jebakanAsam kuat tidak sama dengan asam pekat. Kuat/lemah menyatakan berapa bagian molekul yang terionisasi; pekat/encer menyatakan berapa banyak zat per liter larutan. Keempat kombinasinya ada:
Pekat
Encer
Kuat
HCl 37% di botol laboratorium (sangat berbahaya)
HCl 0,001 M (pH 3)
Lemah
cuka biang 25% (tetap korosif bagi kulit dan mata!)
cuka 0,01 M (pH ±3,4)
"Asam kuat pasti lebih berbahaya daripada asam lemah."
Bahaya juga bergantung pada konsentrasi. Cuka biang 25% (asam lemah) dapat melukai kulit dan mata, sedangkan HCl 0,0001 M (asam kuat) hampir tak berbeda dari air hujan asam (pH 4).
"Basa itu aman karena bukan asam."
Basa kuat seperti soda api justru sangat berbahaya bagi mata: ia memecah lemak dan protein jaringan. Tumpahan basa di mata harus dibilas air mengalir selama 15 menit dan segera dibawa ke dokter.
"Semua garam bersifat netral."
Larutan soda kue (\(\ce{NaHCO3}\)) sedikit basa (pH ±8,3), sedangkan larutan amonium klorida sedikit asam. Rahasianya adalah hidrolisis garam, yang akan kamu pelajari di Bab 27.
Lanjut · IB & olimpiadeHubungan \(K_a\), \(K_b\), dan hukum pengenceran Ostwald
Untuk satu pasangan konjugat, misalnya \(\ce{CH3COOH}/\ce{CH3COO-}\), hasil kali tetapannya sama dengan \(K_w\):
Jadi makin kuat suatu asam, makin lemah basa konjugatnya. \(\ce{Cl-}\) dari asam kuat HCl praktis tidak punya sifat basa, sedangkan \(\ce{CH3COO-}\) adalah basa lemah dengan \(K_b = 10^{-14}/1{,}8\times10^{-5} = 5{,}6 \times 10^{-10}\).
Dari \(K_a = \dfrac{C\alpha^2}{1-\alpha}\), Wilhelm Ostwald menyimpulkan bahwa \(\alpha\) membesar bila larutan diencerkan. Asam asetat 0,1 M terionisasi 1,3%, tetapi pada 0,001 M menjadi ±12,5%. Encerkan terus, dan asam lemah pun hampir terionisasi sempurna!
26.5Menghitung pH asam dan basa
Kini kita gabungkan semuanya. Kunci pertama: tentukan dulu jenis zatnya. Asam/basa kuat dihitung langsung dari konsentrasinya; asam/basa lemah membutuhkan \(K_a\) atau \(K_b\).
pH ≈ 12,6. Itulah sebabnya kunyit langsung merah di air kapur sirih, dan mengapa kapur sirih tidak boleh terkena mata.
Apa yang terjadi bila asam terus diencerkan? Grafik berikut membandingkan asam kuat dan asam lemah dari 1 M sampai \(10^{-7}\) M.
Seret titik merah muda ke kiri (makin encer). Kemiringan garis asam kuat −1, sedangkan asam lemah hanya −½ (selama α kecil). Lalu ubah pKa: asam dengan pKa 2 nyaris sekuat HCl saat encer, sedangkan asam dengan pKa 9 hampir tidak mengubah pH air.
Pilih larutan rumah tangga, lalu ketuk botol semprot (atau tombol 💧) untuk mengencerkannya 10 kali. Perhatikan angka pH-meter, warna kertas indikator universal, dan rak tabung indikator. Coba: mengapa cuka yang diencerkan sejuta kali tetap tidak menjadi basa? Kapan kunyit mulai memerah?
Awas jebakanMengencerkan asam tidak pernah membuat pH-nya melewati 7. HCl \(10^{-8}\) M tidak ber-pH 8! Pada larutan sangat encer, ion \(\ce{H+}\) dari air sendiri (\(10^{-7}\) M) tidak boleh diabaikan, sehingga pH-nya ±6,98: tetap sedikit asam.
Lanjut · IB & olimpiadeKapan rumus akar boleh dipakai?
Rumus \([\ce{H+}] = \sqrt{K_a C}\) berasal dari \(K_a = \dfrac{x^2}{C - x}\) dengan anggapan \(C - x \approx C\). Anggapan ini aman bila \(\alpha < 5\%\), kira-kira saat \(C/K_a > 400\). Bila tidak, selesaikan persamaan kuadratnya:
\[ x^2 + K_a x - K_a C = 0 \quad\Rightarrow\quad x = [\ce{H+}] = \frac{-K_a + \sqrt{K_a^2 + 4K_aC}}{2} \]
Untuk asam kuat yang sangat encer (\(C \lesssim 10^{-6}\) M), gunakan neraca muatan \([\ce{H+}] = C + [\ce{OH-}] = C + K_w/[\ce{H+}]\), sehingga
\[ [\ce{H+}] = \frac{C + \sqrt{C^2 + 4K_w}}{2} \]
Contoh: HCl \(1{,}0 \times 10^{-7}\) M memberi \([\ce{H+}] = 1{,}62 \times 10^{-7}\) M, pH 6,79, bukan 7,00.
26.6Netralisasi dan pembuatan garam
Ketika asam bertemu basa, \(\ce{H+}\) dan \(\ce{OH-}\) bergabung membentuk air. Reaksi ini disebut netralisasi. Ion-ion lain (misalnya \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\)) hanya "menonton" sebagai ion penonton, lalu menjadi garam bila airnya diuapkan.
Netralisasi asam kuat oleh basa kuat selalu melepas kalor sekitar 57 kJ per mol air yang terbentuk, apa pun asam dan basanya, karena reaksi intinya sama: \(\ce{H+ + OH- -> H2O}\). Coba setarakan beberapa reaksi netralisasi di bawah ini, termasuk reaksi obat maag dan pengapuran.
Petunjuk: hitung dulu jumlah H⁺ dari asam dan OH⁻ dari basa. Jumlah keduanya harus sama, dan jumlah \(\ce{H2O}\) yang terbentuk sama dengan jumlah H⁺ yang dinetralkan. Reaksi ke-4 adalah obat maag menetralkan asam lambung; reaksi ke-7 adalah kapur menetralkan tanah masam.
Asam bereaksi dengan…
Hasil
Contoh setara
basa (hidroksida)
garam + air
\(\ce{H2SO4 + 2NaOH -> Na2SO4 + 2H2O}\)
oksida logam (oksida basa)
garam + air
\(\ce{CuO + H2SO4 -> CuSO4 + H2O}\)
karbonat atau hidrogen karbonat
garam + air + \(\ce{CO2}\)
\(\ce{CaCO3 + 2HCl -> CaCl2 + H2O + CO2}\)
logam aktif
garam + \(\ce{H2}\)
\(\ce{Zn + 2HCl -> ZnCl2 + H2}\)
amonia
garam amonium
\(\ce{NH3 + HNO3 -> NH4NO3}\) (pupuk)
Nama garam diambil dari logam (atau amonium) dan sisa asamnya: asam klorida → klorida, asam sulfat → sulfat, asam nitrat → nitrat, asam asetat → asetat (etanoat), asam fosfat → fosfat.
Membuat garam di laboratorium (gaya IGCSE)
Cara membuat garam bergantung pada dua pertanyaan: apakah garamnya larut dalam air, dan apakah bahan basanya larut? Ingat aturan kelarutan: semua garam natrium, kalium, amonium, dan nitrat larut; klorida larut kecuali \(\ce{AgCl}\) dan \(\ce{PbCl2}\); sulfat larut kecuali \(\ce{BaSO4}\), \(\ce{PbSO4}\) (dan \(\ce{CaSO4}\) yang sedikit larut); karbonat tidak larut kecuali milik natrium, kalium, dan amonium.
Garam yang dibuat
Metode
Contoh
Larut, dari basa/karbonat/logam yang tidak larut
Tambahkan padatan berlebih ke asam → saring sisa padatan → kristalkan filtrat
\(\ce{CuO + H2SO4 -> CuSO4 + H2O}\)
Larut, dari alkali (garam Na, K, amonium)
Titrasi dengan indikator → ulangi tanpa indikator memakai volume yang sama → kristalkan
\(\ce{NaOH + HCl -> NaCl + H2O}\)
Tidak larut
Pengendapan: campur dua larutan → saring endapan → cuci dengan air suling → keringkan
\(\ce{BaCl2 + Na2SO4 -> BaSO4 v + 2NaCl}\)
Tuang ±25 mL asam sulfat encer ke gelas kimia, lalu hangatkan perlahan agar reaksi berikutnya lebih cepat. Pakai kacamata pelindung.
Tambahkan serbuk tembaga(II) oksida yang hitam sedikit demi sedikit sambil diaduk. Larutan menjadi biru. Terus tambahkan sampai ada serbuk hitam yang tidak mau larut lagi: tandanya semua asam sudah habis bereaksi.
Saring campuran. Kelebihan CuO tertahan di kertas saring, sedangkan larutan biru \(\ce{CuSO4}\) (filtrat) yang murni tertampung di bawah. Memakai CuO berlebih memastikan tidak ada asam yang tersisa.
Panaskan filtrat di cawan penguap sampai sebagian air menguap. Uji dengan meneteskan larutan ke batang pengaduk yang dingin: bila langsung muncul kristal, hentikan pemanasan. Jangan diuapkan sampai kering.
Biarkan dingin perlahan. Kristal biru tembaga(II) sulfat pentahidrat, \(\ce{CuSO4.5H2O}\), tumbuh. Saring, bilas dengan sedikit air dingin, lalu keringkan di antara kertas saring.
KeselamatanSaat mengencerkan asam pekat, selalu tuang asam ke dalam air sedikit demi sedikit sambil diaduk, jangan sebaliknya. Pelarutannya sangat eksoterm: air yang dituang ke asam pekat bisa mendidih seketika dan memercikkan asam. Pemanasan cawan penguap dilakukan dengan kacamata pelindung, dan serbuk CuO jangan dihirup.
Kimia Nusantara · Tanah masam dan air gambutSebagian besar lahan di Kalimantan, Sumatra, dan Papua bertanah masam, terutama lahan gambut yang airnya berwarna seperti teh dengan pH 3–4 akibat asam humat dan asam fulvat dari sisa tumbuhan. Petani menaburkan kapur pertanian (kalsit, \(\ce{CaCO3}\)) atau dolomit (\(\ce{CaMg(CO3)2}\)) untuk menaikkan pH tanah, sebuah reaksi netralisasi raksasa di sawah: \(\ce{CaCO3 + 2H+ -> Ca^2+ + H2O + CO2}\). Di dalam tubuh, obat maag bekerja dengan cara yang sama: \(\ce{Mg(OH)2}\) atau \(\ce{Al(OH)3}\) menetralkan kelebihan asam lambung.
Air sebuah kanal gambut di Kalimantan Tengah ber-pH 3,6. (a) Berapa \([\ce{H+}]\)-nya? (b) Berapa gram kapur, \(\ce{CaCO3}\) (\(M_r = 100\)), yang secara teori cukup untuk menetralkan semua \(\ce{H+}\) bebas dalam 1 m³ air itu? (c) Di lapangan ternyata dibutuhkan kapur jauh lebih banyak. Jelaskan mengapa.
(a) \([\ce{H+}] = 10^{-3{,}6} = 2{,}5 \times 10^{-4}\) M.
(c) Asam humat adalah asam lemah. Sebagian besar H⁺-nya masih "tersimpan" dalam molekul yang belum terionisasi. Begitu H⁺ bebas dinetralkan, kesetimbangan \(\ce{HA <=> H+ + A-}\) bergeser ke kanan dan molekul asam melepas H⁺ baru. Keasaman tersembunyi ini disebut keasaman cadangan.
(a) \(2{,}5 \times 10^{-4}\) M; (b) ±12,6 g kapur, hanya sesendok makan! (c) Karena asam lemah terus melepas H⁺ cadangannya, kebutuhan kapur nyata bisa ratusan kali lebih besar. pH saja tidak menggambarkan "jumlah total asam".
Lanjut · IB & olimpiadeAsam poliprotik, pKa, dan kekuatan asam menurut struktur
Asam poliprotik melepas H⁺ bertahap, dan setiap tahap selalu lebih sulit daripada tahap sebelumnya karena H⁺ harus lepas dari ion yang makin negatif. Untuk asam fosfat:
Asam sulfat kuat untuk H⁺ pertama, tetapi \(\ce{HSO4-}\) hanya asam sedang (\(K_{a2} = 1{,}2 \times 10^{-2}\)). Asam karbonat: \(\mathrm{p}K_{a1} = 6{,}35\), \(\mathrm{p}K_{a2} = 10{,}33\).
Kekuatan asam dan struktur. (1) Asam halida: HF (\(\mathrm{p}K_a\) 3,2) jauh lebih lemah daripada HCl, HBr, dan HI, karena ikatan H–F sangat kuat; ke bawah golongan, ikatan H–X makin panjang dan lemah sehingga asam makin kuat. (2) Asam okso klorin: \(\ce{HClO}\) (7,5) < \(\ce{HClO2}\) (2,0) < \(\ce{HClO3}\) (≈ −1) < \(\ce{HClO4}\) (≈ −10). Setiap atom O tambahan menarik elektron dan menyebarkan muatan negatif anion, sehingga anion lebih stabil. (3) Efek induksi: \(\ce{CH3COOH}\) (4,76) < \(\ce{ClCH2COOH}\) (2,86) < \(\ce{Cl2CHCOOH}\) (1,29) < \(\ce{Cl3CCOOH}\) (0,65) dalam hal kekuatan asam: atom Cl yang elektronegatif menstabilkan ion karboksilat.
Kimia di sekitarmu
💊
Obat maag
Antasida berisi \(\ce{Mg(OH)2}\) atau \(\ce{Al(OH)3}\), basa yang tidak larut sehingga lembut bagi mulut, tetapi menetralkan kelebihan HCl di lambung.
🌾
Pengapuran sawah
Tanah masam membuat unsur hara sulit diserap. Kapur pertanian dan dolomit menaikkan pH tanah sehingga padi dan jagung tumbuh lebih baik.
🦷
Gigi berlubang
Bakteri plak mengubah gula menjadi asam. Di bawah pH ±5,5, email gigi mulai larut. Pasta gigi yang sedikit basa dan berfluorida membantu melindunginya.
🥒
Acar dan asinan
Cuka menurunkan pH acar hingga di bawah 4,6, sehingga banyak bakteri pembusuk dan penghasil racun tidak dapat tumbuh. Itulah pengawet alami.
🐜
Gigitan semut rangrang
Semut rangrang menyemprotkan asam format ke luka gigitannya. Rasa perihnya berasal dari H⁺ yang merangsang ujung saraf.
🏊
Kolam renang
Petugas menjaga pH air kolam di 7,2–7,8. Terlalu asam membuat mata perih dan logam berkarat; terlalu basa membuat kaporit kurang ampuh.
Larutan HCl ber-pH 3 diencerkan dengan air sampai volumenya 10 kali semula. Berapa pH-nya sekarang?
2
3
4
7
Konsentrasi \(\ce{H+}\) menjadi sepersepuluhnya: dari \(10^{-3}\) M menjadi \(10^{-4}\) M, sehingga pH = 4. Pengenceran membuat pH asam naik, tetapi tidak melewati 7.
Manakah pasangan asam-basa konjugat yang benar?
\(\ce{NH4+}\) dan \(\ce{NH3}\)
\(\ce{H3O+}\) dan \(\ce{OH-}\)
\(\ce{HCl}\) dan \(\ce{NaOH}\)
\(\ce{H2SO4}\) dan \(\ce{SO4^2-}\)
Pasangan konjugat hanya berbeda satu \(\ce{H+}\): \(\ce{NH4+ -> NH3 + H+}\). \(\ce{H3O+}\) dan \(\ce{OH-}\) berbeda dua H⁺, begitu pula \(\ce{H2SO4}\) dan \(\ce{SO4^2-}\).
Indikator manakah yang tidak berwarna di dalam asam dan menjadi merah muda keunguan di dalam basa?
Metil oranye
Kunyit
Lakmus merah
Fenolftalein
Fenolftalein tidak berwarna di bawah pH 8,2 dan merah muda keunguan di atas pH ±10. Metil oranye merah → kuning, kunyit kuning → merah kecokelatan, lakmus merah → biru.
27
Bab 27 · Larutan & Asam-Basa
Tetes demi Tetes: Titrasi, Penyangga & Hidrolisis
Satu tetes NaOH bisa mengubah larutan bening menjadi merah muda, dan satu tetes itu pula yang membedakan analis teliti dari yang ceroboh. Di bab ini kamu juga akan bertemu "satpam" tak terlihat yang menjaga pH darahmu tetap 7,4 walaupun kamu baru menghabiskan sepiring rujak.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan prinsip titrasi asam–basa, alat-alatnya, dan beda titik ekuivalen dengan titik akhir;
menghitung konsentrasi dan kadar zat (cuka, asam sitrat jeruk nipis) dari data titrasi dengan \(M_aV_aa = M_bV_bb\);
membaca kurva titrasi kuat–kuat, lemah–kuat, dan kuat–lemah, lalu memilih indikator yang tepat;
meramalkan sifat dan menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis;
menjelaskan cara kerja larutan penyangga, menghitung pH-nya dengan persamaan Henderson–Hasselbalch, dan mengaitkannya dengan darah, sel, kolam ikan, dan tanah.
Satu Tetes yang Menentukan Komik · 4 panel
Laboratorium sekolah, Sabtu pagi
Kak TirtaHari ini kita jadi analis pangan, seperti di laboratorium BPOM. Label cuka ini menulis 25%. Benarkah? Kita buktikan dengan titrasi!
CROOOT!
BimaKelamaan kalau setetes-setetes. Kubuka lebar saja kerannya… beres!
LarasBim, merah pekat begitu artinya kebablasan! Kita tidak tahu di tetes ke berapa asamnya tepat habis. Ulang, ya: setetes demi setetes sambil digoyang.
Kimo punya catatan…
KimoMerah muda pucat yang bertahan 30 detik itulah titik akhir. Satu tetes cuma 0,05 mL, tapi bisa menggeser hasilmu!
BimaJadi titrasi itu latihan sabar…
Kamu meneteskan NaOH ke cuka tepat sampai semua asam asetatnya habis bereaksi (titik ekuivalen). Berapa kira-kira pH larutan saat itu?
Tepat 7, karena asam dan basa sudah saling menetralkan.
Sedikit di bawah 7, karena cuka bersifat asam.
Di atas 7 (sekitar 8,7), karena garam natrium asetat yang terbentuk bersifat basa.
Tidak bisa ditentukan tanpa indikator.
Jawabannya: sekitar 8,7. "Tepat menetralkan" artinya mol H⁺ dan mol OH⁻ setara, bukan pH-nya 7. Hasil reaksinya, ion asetat \(\ce{CH3COO-}\), adalah basa lemah yang merebut H⁺ dari air dan meninggalkan OH⁻. Peristiwa ini disebut hidrolisis (subbab 27.4), dan inilah alasan analis memakai fenolftalein (berubah warna pada pH 8,2–10,0) untuk menitrasi cuka.
27.1Titrasi: menghitung dengan tetesan
Bagaimana analis pangan tahu bahwa sebotol cuka benar berkadar 25%, atau sebotol sirup jeruk benar berisi asam sitrat sesuai label? Mereka tidak menebak dari rasa. Mereka mereaksikan sampel dengan larutan yang konsentrasinya sudah diketahui, tetes demi tetes, sampai reaksinya tepat tuntas. Dari volume yang terpakai, konsentrasi sampel bisa dihitung. Cara ini disebut titrasi.
Bayangkan kamu menuang sirup ke segelas air sambil terus mencicipi, lalu berhenti tepat saat rasanya pas. Titrasi mirip begitu, tetapi tanpa dicicipi! Yang menjadi "lidah" adalah indikator, zat warna yang berubah warna begitu asam di dalam gelas habis. Lalu kita baca: berapa mililiter basa yang sudah dituang?
Definisi · Bahasa titrasi
Titrasi asam–basa: cara menentukan konsentrasi asam (atau basa) dengan mereaksikannya dengan basa (atau asam) yang konsentrasinya diketahui.
Titran: larutan di dalam buret yang diteteskan, misalnya NaOH 0,100 M. Titran adalah larutan baku (konsentrasinya diketahui teliti).
Titrat (analit): larutan di Erlenmeyer yang ingin diketahui konsentrasinya, misalnya cuka.
Titik ekuivalen: saat jumlah mol H⁺ dari asam tepat sama dengan jumlah mol OH⁻ dari basa. Ini titik teoretis; tidak terlihat oleh mata.
Titik akhir titrasi: saat indikator berubah warna dan titrasi dihentikan. Ini yang kita amati. Indikator yang baik membuat titik akhir hampir berimpit dengan titik ekuivalen.
Alat
Fungsinya
Catatan penting
Buret 50 mL
meneteskan titran dan mengukur volumenya
skala 0,1 mL, dibaca sampai 0,05 mL (dua desimal); angka 0 ada di atas
Pipet volumetrik 25,00 mL
memindahkan sampel dengan sangat teliti
diisi dengan bola hisap (pipette filler), tidak dengan mulut
Labu Erlenmeyer
wadah titrat
lehernya sempit, jadi mudah digoyang tanpa tumpah
Labu ukur 100/250 mL
membuat larutan baku dan mengencerkan sampel
isi tepat sampai garis tanda
Statif & klem, corong kecil, botol semprot
penopang buret, alat mengisi buret, membilas dinding Erlenmeyer
angkat corong dari buret sebelum mulai menitrasi
Ikuti prosedur titrasi cuka di bawah ini langkah demi langkah. Perhatikan betapa banyak kebiasaan kecil yang menentukan ketelitian.
Bilas buret dengan sedikit larutan NaOH (bukan air!), isi, lalu keluarkan gelembung udara di ujungnya. Baca skala awal dengan mata sejajar dasar meniskus: 0,50 mL.
Pindahkan tepat 25,00 mL cuka yang sudah diencerkan ke Erlenmeyer memakai pipet volumetrik dan bola hisap.
Teteskan 2–3 tetes indikator fenolftalein. Larutan masih asam, jadi tetap tak berwarna.
Buka keran dan goyang Erlenmeyer terus-menerus. Warna merah muda muncul sesaat di tempat tetesan jatuh, lalu hilang. Makin dekat titik akhir, makin lambat warnanya hilang: saatnya setetes demi setetes.
Berhenti ketika warna merah muda pucat pertama bertahan sekitar 30 detik. Itulah titik akhir. Merah keunguan pekat berarti kebablasan.
Ulangi sampai dua atau tiga titre berselisih ≤ 0,10 mL (konkordan). Titrasi pertama biasanya hanya "kasar" untuk mencari kisaran. Rata-ratakan titre konkordan, lalu hitung konsentrasinya.
KeselamatanLarutan NaOH, bahkan yang encer, dapat merusak mata dan mengiritasi kulit. Selalu pakai kacamata pelindung dan jas lab. Isi buret dengan corong pada posisi di bawah tinggi mata (turunkan buret atau naik ke bangku yang kokoh), lalu angkat corongnya. Jangan memipet dengan mulut. Tumpahan dibilas dengan banyak air.
Korosif (NaOH pekat)Iritan (asam asetat pekat)
Ketuk keran buret (atau pilih bukaan keran) dan perhatikan warna di Erlenmeyer. Dekat titik akhir, pakai tombol 1 tetes. Saat merah muda pucat bertahan, tekan Catat titik akhir, lalu Percobaan baru sampai kamu punya dua titre konkordan. Tantangan: titrasi cuka memakai metil jingga. Mengapa hasilnya jauh meleset? Nyalakan pH-meter untuk melihat jawabannya.
Tamu dari masa laluPada awal abad ke-19, kimiawan Prancis Joseph Louis Gay-Lussac memperbaiki bentuk buret dan memopulerkan kata "buret" dan "pipet". Pada 1855, apoteker Jerman Karl Friedrich Mohr menulis buku teks titrasi yang sangat berpengaruh dan memasang klem penjepit pada selang di ujung buret, sehingga titran bisa diteteskan setetes demi setetes. Buret berkeran yang kamu pakai sekarang adalah "cucu" rancangan-rancangan itu.
27.2Perhitungan titrasi: kadar cuka dan asam sitrat
Kunci semua perhitungan titrasi asam–basa adalah satu kalimat: di titik ekuivalen, mol H⁺ yang dilepas asam sama dengan mol OH⁻ yang dilepas basa. Untuk HCl dan NaOH perbandingannya 1 : 1, tetapi asam sulfat melepas 2 H⁺ dan asam sitrat dari jeruk nipis melepas 3 H⁺ setiap molekul.
Aturan · Rumus titrasiDi titik ekuivalen:
\[ \underbrace{M_a \times V_a \times a}_{\text{mol H}^+} = \underbrace{M_b \times V_b \times b}_{\text{mol OH}^-} \]
\(M\) = molaritas, \(V\) = volume (mL atau L, asal sama di kedua sisi), \(a\) = jumlah H⁺ yang dilepas per molekul asam (valensi asam), \(b\) = jumlah OH⁻ per satuan rumus basa (valensi basa). Bila memakai mL, hasil kalinya dalam milimol (mmol).
Trik Kak Tirta"Hitung H⁺ dan OH⁻, bukan molekul." Sebelum memakai rumus, tanyakan dua hal: satu molekul asam ini melepas berapa H⁺? dan satu satuan basa ini melepas berapa OH⁻? Kalau ragu, setarakan dulu persamaan reaksinya: koefisiennya langsung memberi perbandingan mol.
Asam sitrat ditulis \(\ce{C6H8O7}\). Setelah setara, bandingkan koefisien asam dan basanya: itulah \(a\) dan \(b\) pada rumus titrasi. Reaksi ketiga adalah titrasi cuka dengan soda kue yang bisa kamu coba di rumah.
Sebanyak 20,0 mL larutan HCl dititrasi dengan NaOH 0,150 M. Titik akhir tercapai setelah 16,0 mL NaOH. Berapa molaritas HCl?
Molaritas HCl = 0,120 M. Cek kewajaran: volume NaOH lebih kecil daripada volume asam, padahal valensinya sama, jadi NaOH-nya pasti lebih pekat. ✔
Cuka dapur terlalu pekat untuk langsung dititrasi: buretnya bisa habis sebelum titik akhir. Karena itu sampel diencerkan dulu dengan labu ukur. Jangan lupa mengalikan hasilnya dengan faktor pengenceran. Kadar cuka biasanya dinyatakan dalam persen massa per volume (% b/v), yaitu gram asam asetat dalam 100 mL cuka.
Laras memeras jeruk nipis dan menyaring airnya. Sebanyak 10,0 mL air jeruk diencerkan menjadi 100,0 mL. Lalu 25,00 mL larutan encer itu dititrasi dengan NaOH 0,100 M dan indikator fenolftalein; titik akhir pada 21,90 mL. Anggap semua asamnya asam sitrat (\(\ce{H3C6H5O7}\), triprotik, \(M_r = 192\)). Hitung kadar asam sitrat dalam g per 100 mL air jeruk.
Asam sitrat melepas 3 H⁺, jadi mol asam sitrat \(= 2{,}19 / 3 = 0{,}730\) mmol dalam 25,00 mL larutan encer.
Dalam 100,0 mL larutan encer (berasal dari 10,0 mL air jeruk): \(0{,}730 \times 4 = 2{,}92\) mmol.
Konsentrasi di air jeruk asli \(= 2{,}92 / 10{,}0 = 0{,}292\) M, yaitu \(0{,}292 \times 192 = 56{,}1\) g/L.
Kadar asam sitrat ≈ 5,6 g per 100 mL. Itulah sebabnya air jeruk nipis jauh lebih masam daripada jeruk manis. Jika lupa membagi 3, hasilmu tiga kali terlalu besar!
Awas jebakanJangan lupa valensi dan faktor pengenceran. Dua kesalahan paling sering dalam soal titrasi adalah (1) memakai \(a = 1\) untuk asam sulfat atau asam sitrat, dan (2) lupa bahwa yang dititrasi hanyalah sebagian kecil sampel yang sudah diencerkan. Tulis satuan di setiap baris: mmol, mL, M, g/L.
Kimia Nusantara · Cuka di dapur kitaDi pasar Indonesia mudah dijumpai cuka dapur pekat berlabel 25% yang harus diencerkan sebelum dipakai untuk acar atau pempek, di samping cuka makan siap pakai yang kadarnya sekitar 4–5%. Di beberapa daerah, cuka juga dibuat dengan memfermentasi air kelapa atau nira aren dan nipah, sehingga kadarnya bervariasi. Asam sitrat juga dipakai sebagai pengasam pada sirup dan minuman serbuk. Untuk memastikan isi sesuai label, analis pangan memakai titrasi, persis seperti Lab Mini di subbab 27.1.
Cari atom H yang terikat pada O dalam gugus –COOH: hanya H itulah yang dilepas saat titrasi. Asam asetat punya 4 atom H tetapi hanya 1 yang asam (\(a = 1\)). Asam sitrat punya tiga gugus –COOH (\(a = 3\)); H pada gugus –OH alkoholnya tidak ikut dititrasi. Asam oksalat dihidrat dipakai sebagai baku primer untuk menetapkan konsentrasi NaOH karena padatannya murni dan stabil.
27.3Kurva titrasi dan pemilihan indikator
Jika pH larutan di Erlenmeyer diukur setiap kali NaOH ditambahkan, lalu digambar terhadap volume NaOH, kita mendapat kurva titrasi. Bentuknya seperti huruf S yang miring: mula-mula pH naik perlahan, lalu di sekitar titik ekuivalen melonjak tajam beberapa satuan hanya karena satu-dua tetes, kemudian landai lagi. Lonjakan inilah yang membuat titrasi sangat teliti.
Kurva untuk asam lemah seperti asam asetat punya empat daerah yang bisa dibaca seperti peta:
Titik awal: hanya ada asam lemah, pH sekitar 2,9 (bukan 1 seperti HCl dengan konsentrasi sama).
Daerah penyangga: sebagian HA sudah menjadi A⁻. Campuran HA dan A⁻ melawan perubahan pH, sehingga kurvanya landai. Tepat di titik setengah ekuivalen, \([\ce{HA}] = [\ce{A-}]\) dan \(\mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a\).
Titik ekuivalen: semua HA sudah menjadi A⁻. Ion A⁻ terhidrolisis, jadi pH-nya di atas 7 (±8,7).
Setelah ekuivalen: NaOH berlebih menentukan pH; kurvanya menyatu dengan kurva HCl.
Tiga kurva titrasi (25 mL larutan 0,1 M dengan titran 0,1 M). Lingkaran = titik ekuivalen. Pita merah muda = trayek fenolftalein (8,2–10,0), pita jingga = trayek metil jingga (3,1–4,4). Indikator cocok bila pitanya dipotong bagian kurva yang tegak.
Awas jebakanTitik ekuivalen tidak selalu pH 7. Hanya titrasi asam kuat dengan basa kuat yang berakhir di pH 7. Asam lemah dengan basa kuat berakhir di atas 7 karena anionnya basa; basa lemah dengan asam kuat berakhir di bawah 7 karena kationnya (misalnya \(\ce{NH4+}\)) asam. "Netral" dalam titrasi berarti mol setara, bukan pH 7.
Aturan · Memilih indikatorIndikator cocok bila trayek perubahan warnanya terletak di bagian kurva yang tegak. Di bagian itu, satu tetes titran sudah cukup untuk melewati seluruh trayek, sehingga titik akhir hampir berimpit dengan titik ekuivalen.
Asam kuat + basa kuat (lonjakan ±pH 4–10): metil merah, bromtimol biru, atau fenolftalein.
Asam lemah + basa kuat (lonjakan ±pH 7–11): fenolftalein.
Basa lemah + asam kuat (lonjakan ±pH 3–7): metil jingga atau metil merah.
Asam lemah + basa lemah: tidak ada lonjakan tajam, sehingga tidak dititrasi dengan indikator biasa.
Indikator
Trayek pH
Warna (asam → basa)
Cocok untuk titrasi
Metil jingga
3,1–4,4
merah → kuning
asam kuat + basa lemah (juga kuat–kuat)
Metil merah
4,4–6,2
merah → kuning
asam kuat + basa lemah, kuat–kuat
Bromtimol biru
6,0–7,6
kuning → biru
asam kuat + basa kuat
Fenolftalein (PP)
8,2–10,0
tak berwarna → merah muda
asam lemah + basa kuat, kuat–kuat
Ekstrak kubis ungu (antosianin)
bertahap, pH 2–13
merah → ungu → biru → hijau → kuning
uji kasar dan titrasi sederhana di rumah
Seret titik magenta di sepanjang kurva asam lemah; titik biru berongga mengikuti kurva HCl. Geser pKa: makin besar pKa (asam makin lemah), makin tinggi pH titik ekuivalen dan makin pendek lonjakannya. Ganti indikator (0 tanpa, 1 metil jingga, 2 metil merah, 3 bromtimol biru, 4 fenolftalein) lalu baca tanda ✔/✘. Coba juga konsentrasi 0,001 M: indikator mana yang masih cocok?
"Titik ekuivalen selalu pH 7."
Hanya untuk asam kuat + basa kuat. Cuka + NaOH berakhir di pH ±8,7, amonia + HCl di pH ±5,3, karena garam yang terbentuk terhidrolisis.
"Titik akhir sama dengan titik ekuivalen."
Titik ekuivalen adalah saat mol asam dan basa setara (teoretis). Titik akhir adalah saat indikator berubah warna (pengamatan). Indikator yang tepat membuat selisihnya kurang dari satu tetes.
"Makin banyak indikator, makin jelas hasilnya."
Indikator sendiri adalah asam lemah yang ikut bereaksi dengan titran. Cukup 2–3 tetes; terlalu banyak justru menggeser titik akhir.
Lanjut · IB & olimpiadeTitrasi tanpa indikator: pH-meter dan turunan pertama
Sampel berwarna gelap, misalnya cuka aren cokelat atau sari buah, membuat perubahan warna indikator sulit dilihat. Analis lalu memakai titrasi potensiometri: pH diukur dengan elektrode setelah setiap penambahan titran. Titik ekuivalen adalah titik tempat kurva paling curam, yaitu puncak grafik \(\Delta \mathrm{pH}/\Delta V\) (turunan pertama).
Bonusnya, satu kurva asam lemah memberi dua informasi sekaligus: konsentrasi (dari volume ekuivalen) dan \(K_a\) (dari pH di setengah volume ekuivalen). Pendekatan \(\mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a\) di titik setengah ekuivalen memerlukan \([\ce{H+}]\) yang jauh lebih kecil daripada \([\ce{HA}]\) dan \([\ce{A-}]\). Untuk asam yang agak kuat (\(\mathrm{p}K_a \lesssim 3\)) atau sangat encer, pendekatan ini meleset; geser pKa ke 2 di Grafik Hidup dan bandingkan pH di ½ ekuivalen dengan pKa.
27.4Hidrolisis garam: garam pun bisa asam atau basa
Garam dapur yang dilarutkan dalam air memberi larutan netral. Tetapi coba teteskan kubis ungu ke larutan soda kue: warnanya biru kehijauan, tanda basa. Larutan pupuk ZA justru sedikit asam. Mengapa garam yang lahir dari reaksi "penetralan" bisa asam atau basa?
Ingat bahwa garam tersusun atas ion positif dan ion negatif. Sebagian ion itu "suka bermain" dengan air: ada yang mengambil H⁺ dari air (sehingga tersisa OH⁻ dan larutan menjadi basa), ada yang memberikan H⁺ ke air (sehingga larutan menjadi asam). Ion yang berasal dari asam kuat atau basa kuat bersikap cuek dan tidak bereaksi dengan air.
Definisi · Hidrolisis garamHidrolisis garam adalah reaksi ion-ion garam dengan air yang menghasilkan ion \(\ce{OH-}\) atau \(\ce{H3O+}\), sehingga larutan garam bersifat basa atau asam. Yang terhidrolisis hanya ion yang berasal dari asam lemah (anion, misalnya \(\ce{CH3COO-}\), \(\ce{CO3^2-}\), \(\ce{F-}\)) atau basa lemah (kation, misalnya \(\ce{NH4+}\)).
Tingkat partikel hidrolisis. Ion asetat mengambil H⁺ dari molekul air dan meninggalkan OH⁻; ion amonium memberikan H⁺ kepada air sehingga terbentuk H₃O⁺; ion Na⁺ dan Cl⁻ hanya terhidrasi tanpa mengubah pH.
* Tawas mengandung ion \(\ce{Al^3+}\) yang terhidrasi. Muatannya besar sehingga molekul air di sekitarnya mudah melepas H⁺: \(\ce{[Al(H2O)6]^3+ + H2O <=> [Al(OH)(H2O)5]^2+ + H3O+}\). Itulah sebabnya larutan tawas bersifat asam.
Aturan · Tetapan hidrolisisUntuk anion dari asam lemah HA, tetapan kesetimbangan hidrolisisnya adalah
\[ K_h = K_b(\ce{A-}) = \frac{K_w}{K_a} \qquad\Rightarrow\qquad [\ce{OH-}] = \sqrt{K_h\,[\ce{A-}]} = \sqrt{\frac{K_w}{K_a}\,[\ce{A-}]} \]
Untuk kation dari basa lemah B: \(K_h = K_a(\ce{BH+}) = K_w/K_b\) dan \([\ce{H+}] = \sqrt{\tfrac{K_w}{K_b}[\ce{BH+}]}\). Makin lemah asam (atau basa) induknya, makin besar \(K_h\), makin kuat hidrolisisnya.
Mengapa begitu? Menurunkan rumus pH garam basa
Reaksi hidrolisis \(\ce{A- + H2O <=> HA + OH-}\) memiliki \(K_h = \dfrac{[\ce{HA}][\ce{OH-}]}{[\ce{A-}]}\). Kalikan pembilang dan penyebut dengan \([\ce{H+}]\):
Karena setiap A⁻ yang terhidrolisis menghasilkan satu HA dan satu OH⁻, \([\ce{HA}] = [\ce{OH-}] = x\). Bila hidrolisisnya sedikit (\(x \ll [\ce{A-}]\)), \(K_h \approx x^2/[\ce{A-}]\), sehingga \(x = \sqrt{K_h[\ce{A-}]}\).
Satu satuan \(\ce{(NH4)2SO4}\) melepas dua ion \(\ce{NH4+}\): \([\ce{NH4+}] = 2 \times 0{,}050 = 0{,}10\) M. Ion \(\ce{SO4^2-}\) praktis tidak terhidrolisis.
pH ≈ 5,1: sedikit asam. Pemakaian pupuk ZA terus-menerus ikut mengasamkan tanah sawah (terutama lewat perubahan amonium menjadi nitrat oleh bakteri tanah), sehingga petani kadang perlu menebar kapur.
Awas jebakanPakai konsentrasi ion yang terhidrolisis, bukan konsentrasi garamnya. \(\ce{(NH4)2SO4}\) 0,05 M berisi 0,10 M \(\ce{NH4+}\); \(\ce{(CH3COO)2Ca}\) 0,1 M berisi 0,2 M \(\ce{CH3COO-}\). Ingat juga: rumus akar kuadrat hanya berlaku bila hidrolisisnya kecil (kurang dari ±5%).
Trik Kak Tirta"Yang kuat menentukan rasa." Lihat asal-usul garamnya: kalau induk basanya lebih kuat (NaOH + asam lemah), garamnya basa. Kalau induk asamnya lebih kuat (HCl + basa lemah), garamnya asam. Kalau dua-duanya kuat, netral. Kalau dua-duanya lemah, bandingkan \(K_a\) dan \(K_b\).
Kimia Nusantara · Air abu, tawas, dan pupuk ZAPembuat mi kuning dan beberapa kue tradisional memakai air abu (air ki), larutan kalium karbonat yang dahulu dibuat dari abu tumbuhan. Ion \(\ce{CO3^2-}\) terhidrolisis sehingga larutannya basa; suasana basa ini membuat mi lebih kenyal dan kekuningan. Sebaliknya, tawas yang dipakai PDAM untuk menjernihkan air dan pupuk ZA di sawah memberi larutan asam karena kationnya terhidrolisis.
Lanjut · IB & olimpiadeGaram amfiprotik dan garam dari dua induk lemah
Ion \(\ce{HCO3-}\) dalam soda kue bisa melepas H⁺ (\(K_{a2} = 4{,}7\times10^{-11}\)) atau menerima H⁺ (\(K_b = K_w/K_{a1} = 2{,}2\times10^{-8}\)). Karena \(K_b > K_{a2}\), larutannya sedikit basa. Analisis lengkap memberi
yang hampir tidak bergantung pada konsentrasi. Dengan cara yang sama, larutan \(\ce{NaH2PO4}\) ber-pH ≈ ½(2,15 + 7,20) ≈ 4,7. Untuk garam dari asam lemah dan basa lemah seperti \(\ce{CH3COONH4}\): \(\mathrm{pH} = 7 + \tfrac{1}{2}(\mathrm{p}K_a - \mathrm{p}K_b) = 7 + \tfrac12(4{,}74 - 4{,}74) = 7{,}0\), meskipun kedua ionnya sama-sama terhidrolisis.
27.5Larutan penyangga: satpam pH
Larutan penyangga asetat (CH₃COOH 0,1 M + CH₃COONa 0,1 M) ber-pH 4,74. Kamu mengencerkannya 10 kali dengan air. pH-nya menjadi…
5,74, karena makin encer berarti makin kurang asam.
3,74, karena ion-ionnya makin jarang.
tetap sekitar 4,74.
7, karena air menetralkan asamnya.
Jawabannya: tetap sekitar 4,74. pH penyangga bergantung pada perbandingan \([\ce{A-}]/[\ce{HA}]\). Pengenceran memperkecil keduanya dengan faktor yang sama, jadi rasionya tidak berubah. Yang berkurang adalah kapasitasnya: penyangga encer lebih cepat kewalahan. (Kalau diencerkan ekstrem, sampai sekitar 10⁻⁴ M, pH-nya mulai bergeser.)
Coba teteskan 1 mL HCl 1 M ke 100 mL air murni: pH anjlok dari 7 ke 2, artinya keasamannya naik 100.000 kali! Teteskan jumlah HCl yang sama ke 100 mL campuran asam asetat dan natrium asetat (masing-masing 0,1 M): pH hanya bergeser dari 4,74 ke 4,66. Campuran kedua itu adalah larutan penyangga (bufer).
Bayangkan penyangga sebagai satpam yang membawa dua alat: "penangkap asam" dan "penangkap basa". Setiap kali ada asam masuk, penangkap asam bekerja; setiap kali ada basa masuk, penangkap basa bekerja. Selama kedua alatnya masih ada, keadaan di dalam tetap tenang. Tetapi satpam pun bisa kewalahan kalau tamunya datang terlalu banyak.
Definisi · Larutan penyanggaLarutan penyangga adalah larutan yang pH-nya hampir tidak berubah bila ditambah sedikit asam, sedikit basa, atau diencerkan. Isinya pasangan asam–basa konjugat dalam jumlah yang sebanding:
Penyangga asam (pH < 7): asam lemah + basa konjugatnya, misalnya \(\ce{CH3COOH}\) + \(\ce{CH3COONa}\), atau \(\ce{H2PO4-}\) + \(\ce{HPO4^2-}\).
Penyangga basa (pH > 7): basa lemah + asam konjugatnya, misalnya \(\ce{NH3}\) + \(\ce{NH4Cl}\).
Penyangga dapat dibuat langsung (mencampur asam lemah dengan garamnya) atau tidak langsung (asam lemah berlebih dinetralkan sebagian oleh basa kuat; misalnya 2 mol \(\ce{CH3COOH}\) + 1 mol NaOH menghasilkan 1 mol \(\ce{CH3COOH}\) + 1 mol \(\ce{CH3COO-}\)).
Penyangga asetat berisi asam lemah HA (\(\ce{CH3COOH}\)) dan basa konjugatnya A⁻ (\(\ce{CH3COO-}\)) dalam jumlah sebanding. Setiap bola mewakili triliunan partikel.
Asam kuat (HCl) menambahkan ion H⁺. Di air murni, H⁺ ini langsung menaikkan keasaman.
Di penyangga, ion A⁻ menangkap H⁺ menjadi HA: \(\ce{CH3COO- + H+ -> CH3COOH}\). Contoh nyata: 100 mL penyangga 0,1 M + 1 mmol HCl hanya turun dari 4,74 ke 4,66, sedangkan 100 mL air murni anjlok dari 7 ke 2.
Basa kuat (NaOH) menambahkan OH⁻. Kali ini HA yang bekerja: \(\ce{CH3COOH + OH- -> CH3COO- + H2O}\). pH hanya naik sedikit.
Bila asam yang masuk melebihi jumlah A⁻, tidak ada lagi penangkap. H⁺ sisanya bebas dan pH anjlok: kapasitas penyangga terlampaui.
Hukum · Persamaan Henderson–HasselbalchUntuk penyangga asam lemah HA dan basa konjugatnya A⁻:
\[ \mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a + \log\frac{[\ce{A-}]}{[\ce{HA}]} = \mathrm{p}K_a + \log\frac{n_{\ce{A-}}}{n_{\ce{HA}}} \]
Karena volumenya sama, perbandingan konsentrasi boleh diganti perbandingan mol. Untuk penyangga basa (B dan \(\ce{BH+}\)): \(\mathrm{pOH} = \mathrm{p}K_b + \log\dfrac{[\ce{BH+}]}{[\ce{B}]}\), atau langsung pakai \(\mathrm{p}K_a(\ce{BH+}) = 14 - \mathrm{p}K_b\).
Mengapa begitu? Dari Ka ke Henderson–Hasselbalch
Mulai dari \(K_a = \dfrac{[\ce{H+}][\ce{A-}]}{[\ce{HA}]}\), lalu susun ulang: \([\ce{H+}] = K_a\dfrac{[\ce{HA}]}{[\ce{A-}]}\). Ambil \(-\log\) kedua ruas:
Dalam penyangga, HA hampir tidak terionisasi (ion A⁻ yang banyak menekan ionisasinya) dan A⁻ hampir tidak terhidrolisis. Jadi \([\ce{HA}]\) dan \([\ce{A-}]\) cukup diambil dari jumlah yang dicampurkan.
Trik Kak Tirta"Satu banding satu, pH sama dengan pKa; tiap ×10, naik satu." Rasio 10 : 1 memberi pKa + 1, rasio 1 : 10 memberi pKa − 1. Karena itu, untuk membuat penyangga pH 5, pilih asam yang pKa-nya dekat 5 (asam asetat, 4,74). Untuk pH 7 pilih fosfat (7,21), untuk pH 9 pilih amonia (9,25).
Kak Tirta mencampur 100 mL \(\ce{CH3COOH}\) 0,20 M dengan 50 mL NaOH 0,20 M. (a) Hitung pH campuran. (b) Ke dalamnya ditambahkan 1,0 mL HCl 1,0 M. Hitung pH baru dan bandingkan dengan air murni 151 mL yang diberi HCl sebanyak itu. (\(K_a = 1{,}8\times10^{-5}\))
Mol awal: \(\ce{CH3COOH}\) = 20 mmol, NaOH = 10 mmol. Reaksi \(\ce{CH3COOH + OH- -> CH3COO- + H2O}\) menyisakan 10 mmol \(\ce{CH3COOH}\) dan menghasilkan 10 mmol \(\ce{CH3COO-}\): penyangga cara tidak langsung.
Air murni: \([\ce{H+}] = 1{,}0/152 = 6{,}6\times10^{-3}\) M, pH = 2,18 (turun 4,8 satuan!).
pH penyangga hanya turun 0,09, dari 4,74 menjadi 4,66; air murni turun hampir 5 satuan. Penyangga bekerja karena ion asetat "menelan" H⁺ yang datang.
Tekan tombol HCl berkali-kali dan bandingkan ΔpH kedua gelas. Perhatikan batang biru dan jingga: setiap H⁺ yang masuk mengubah A⁻ menjadi HA. Teruskan sampai muncul peringatan kapasitas. Lalu turunkan konsentrasi penyangga ke 0,01 M: berapa tetes HCl yang kini cukup untuk membuatnya kewalahan? Coba juga tombol pengenceran: pH air murni dan penyangga hampir tidak berubah, tetapi kapasitasnya?
Kapasitas penyangga adalah banyaknya asam atau basa kuat yang dapat ditampung penyangga sebelum pH-nya berubah drastis (biasanya dianggap 1 satuan). Kapasitas makin besar bila konsentrasi kedua komponen makin besar, dan paling besar bila perbandingannya 1 : 1, yaitu saat \(\mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a\). Secara praktis, penyangga efektif pada rentang \(\mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a \pm 1\).
Awas jebakanPenyangga bukan pelindung tak terbatas: pH-nya tetap berubah, hanya sedikit, dan bila asam atau basa yang masuk melebihi kapasitasnya, pH berubah drastis. Ingat juga bahwa campuran asam kuat dengan garamnya (misalnya HCl + NaCl) bukan penyangga, karena \(\ce{Cl-}\) tidak mampu menangkap H⁺.
Tamu dari masa laluPada 1908, ahli biokimia Amerika Lawrence J. Henderson meneliti bagaimana darah bisa mempertahankan keasamannya walau tubuh terus menghasilkan asam. Ia menuliskan hubungan \([\ce{H+}] = K_a[\ce{HA}]/[\ce{A-}]\) untuk asam karbonat dan bikarbonat. Pada 1916, dokter Denmark Karl Albert Hasselbalch menulis ulang persamaan itu dalam bentuk logaritma, memakai skala pH yang diperkenalkan S.P.L. Sørensen pada 1909, dan memakainya untuk menghitung pH darah dari kadar CO₂. Lahirlah persamaan yang kini dihafal semua mahasiswa kedokteran.
Lanjut · IB & olimpiadeKapasitas penyangga dan batas Henderson–Hasselbalch
Kapasitas penyangga dapat dinyatakan sebagai \(\beta = \dfrac{dC_{\text{basa}}}{d\,\mathrm{pH}}\), yaitu mol basa kuat per liter yang diperlukan untuk menaikkan pH satu satuan. Untuk penyangga HA/A⁻ dengan konsentrasi total \(C\):
Suku terakhir maksimum saat \([\ce{H+}] = K_a\) (pH = pKa) dan bernilai \(2{,}303\,C/4 \approx 0{,}58\,C\). Persamaan Henderson–Hasselbalch sendiri gagal bila penyangga sangat encer atau \(K_a\) besar, karena ionisasi HA tidak lagi bisa diabaikan. Contoh: \(\ce{CH3COOH}\) dan \(\ce{CH3COONa}\) masing-masing \(1{,}0\times10^{-4}\) M. Keseimbangan muatan \([\ce{H+}] + [\ce{Na+}] = [\ce{CH3COO-}] + [\ce{OH-}]\) yang diselesaikan secara numerik memberi pH 4,86, bukan 4,74.
27.6Penyangga di tubuh, alam, dan industri
Enzim, protein yang menjalankan hampir semua reaksi di tubuh, hanya bekerja baik pada pH tertentu. Karena itu tubuhmu dipenuhi penyangga. Penyangga utama di darah adalah pasangan asam karbonat–bikarbonat, yang terhubung dengan CO₂ dari napas:
Darah yang sehat ber-pH sekitar 7,4, sedikit basa. Bila pH darah turun di bawah 7,35 (asidosis) atau naik di atas 7,45 (alkalosis), tubuh menjadi lemas, pusing, bahkan bisa pingsan. Paru-paru dan ginjal bekerja sama menjaganya: paru-paru mengatur banyaknya CO₂ yang dibuang lewat napas, ginjal mengatur banyaknya ion bikarbonat.
Di dalam darah (37 °C), pKa efektif pasangan ini sekitar 6,1. Supaya pH 7,4, perbandingan \([\ce{HCO3-}]/[\ce{H2CO3}]\) harus sekitar 20 : 1. Sekilas aneh: penyangga ini jauh dari rasio ideal 1 : 1. Rahasianya, sistem ini terbuka. Asam yang masuk mengubah \(\ce{HCO3-}\) menjadi \(\ce{H2CO3}\), lalu menjadi CO₂ yang segera dihembuskan paru-paru, sehingga \(\ce{H2CO3}\) tidak menumpuk. Di dalam sel, penyangga fosfat (\(\ce{H2PO4- <=> H+ + HPO4^2-}\), pKa ≈ 7,2; di lingkungan sel sekitar 6,8) dan protein seperti hemoglobin ikut menjaga pH.
pKa efektif \(\ce{H2CO3}\) di darah = 6,1. (a) Berapa perbandingan \([\ce{HCO3-}]/[\ce{H2CO3}]\) pada pH 7,40? (b) Seorang pendaki di ketinggian bernapas cepat sehingga \([\ce{H2CO3}]\) turun dari 1,2 mM menjadi 0,90 mM, sementara \([\ce{HCO3-}]\) tetap 24 mM. Berapa pH darahnya, dan apa namanya?
pH di atas 7,45: alkalosis respiratorik, karena terlalu banyak CO₂ terbuang lewat napas.
Rasio normal ≈ 20 : 1; pH pendaki ≈ 7,53. Dalam beberapa hari, ginjal membuang lebih banyak \(\ce{HCO3-}\) sehingga rasionya kembali mendekati 20 : 1. Itulah bagian dari aklimatisasi.
Kimia Nusantara · Dari Rinjani sampai Puncak JayaPendaki Rinjani (3.726 m), Semeru (3.676 m), dan Puncak Jaya (4.884 m) menghirup udara yang tekanan oksigennya jauh lebih rendah. Tubuh menanggapinya dengan bernapas lebih cepat dan dalam, sehingga CO₂ ikut terbuang dan pH darah naik. Karena itu pendaki dianjurkan naik bertahap dan beristirahat di ketinggian menengah: memberi waktu bagi ginjal untuk menyetel ulang penyangga bikarbonat. Di dataran rendah, kolam lele dan tanah gambut punya cerita penyangganya sendiri (lihat kartu di bawah).
Lanjut · IB & olimpiadeTitrasi asam poliprotik
Asam fosfat melepas tiga H⁺ secara bertahap (pKa 2,15; 7,20; 12,35). Setiap tahap punya titik ekuivalen dan daerah penyangganya sendiri. Lonjakan pH yang jelas hanya muncul bila dua pKa berurutan berselisih kira-kira 4 satuan atau lebih. Pada titik ekuivalen pertama larutan berisi \(\ce{H2PO4-}\) yang amfiprotik, dengan \(\mathrm{pH} \approx \tfrac12(\mathrm{p}K_{a1} + \mathrm{p}K_{a2}) \approx 4{,}7\) (cocok dengan metil jingga atau metil merah); di titik ekuivalen kedua \(\mathrm{pH} \approx \tfrac12(\mathrm{p}K_{a2} + \mathrm{p}K_{a3}) \approx 9{,}8\) (fenolftalein). Di 1,5 ekuivalen, \([\ce{H2PO4-}] = [\ce{HPO4^2-}]\) sehingga pH = pKa₂: titik setengah ekuivalen versi kedua.
Bandingkan dengan asam sitrat: ketiga pKa-nya berdekatan, sehingga ketiga H⁺ dititrasi hampir bersamaan dan hanya satu lonjakan yang tampak di 3 ekuivalen. Itulah alasan kadar asam sitrat jeruk nipis cukup dihitung dengan \(a = 3\) dan fenolftalein.
Geser pilihan asam (0, 1, 2) dan hitung berapa lonjakan yang terlihat. Seret titik magenta ke 37,5 mL pada asam fosfat: pH-nya sama dengan pKa₂. Mengapa lonjakan di 75 mL hilang untuk asam fosfat, tetapi justru satu-satunya lonjakan untuk asam sitrat?
Kimia di sekitarmu
🔬
Laboratorium uji pangan
Analis memeriksa kadar asam asetat pada cuka dan asam sitrat pada sirup atau minuman serbuk dengan titrasi, lalu membandingkannya dengan label kemasan.
🏔️
Darah para pendaki
Napas cepat di ketinggian membuang CO₂ sehingga pH darah naik. Ginjal perlahan membuang ion bikarbonat untuk memulihkannya: itulah aklimatisasi.
🐟
Kolam lele
Lele tumbuh baik pada pH air sekitar 6,5–8,5. Kapur pertanian menambah bikarbonat yang menyangga pH ketika fotosintesis siang dan respirasi malam menggoyang kadar CO₂ air.
🌱
Tanah gambut
Gambut di Sumatra, Kalimantan, dan Papua ber-pH 3–4. Asam-asam humusnya membentuk penyangga yang kuat, sehingga dibutuhkan banyak kapur dolomit untuk menaikkan pH-nya.
👁️
Obat tetes mata
Obat tetes mata dan banyak obat suntik diberi penyangga, misalnya fosfat atau sitrat, agar pH-nya stabil dan cocok dengan tubuh sehingga tidak perih.
🍜
Air abu untuk mi kuning
Air abu berisi kalium karbonat. Ion karbonatnya terhidrolisis sehingga larutannya basa, membuat adonan mi lebih kenyal dan kekuningan.
Indikator yang paling cocok untuk menitrasi larutan amonia dengan HCl adalah …
fenolftalein (8,2–10,0)
metil merah (4,4–6,2)
tidak perlu indikator
kubis ungu yang belum disaring
Titik ekuivalen amonia + HCl ber-pH ±5,3 karena \(\ce{NH4+}\) terhidrolisis. Lonjakannya di sekitar pH 3–7, tempat trayek metil merah (atau metil jingga).
Campuran manakah yang membentuk larutan penyangga?
HCl + NaCl
NaOH + NaCl
\(\ce{NH3}\) + \(\ce{NH4Cl}\)
\(\ce{HNO3}\) + \(\ce{KNO3}\)
Penyangga butuh pasangan asam–basa konjugat yang lemah. \(\ce{NH3}\) (basa lemah) dan \(\ce{NH4+}\) (asam konjugatnya) memenuhi syarat; \(\ce{Cl-}\) dan \(\ce{NO3-}\) tidak mampu menangkap H⁺.
Larutan soda abu, \(\ce{Na2CO3}\), dalam air bersifat …
basa, karena ion \(\ce{CO3^2-}\) terhidrolisis menghasilkan OH⁻
asam, karena mengandung CO₂
netral, karena merupakan garam
asam, karena ion \(\ce{Na+}\) terhidrolisis
\(\ce{CO3^2- + H2O <=> HCO3- + OH-}\). Ion \(\ce{Na+}\) berasal dari basa kuat sehingga tidak terhidrolisis.
28
Bab 28 · Larutan & Asam-Basa
Kelarutan & Ksp: Saat Air Angkat Tangan
Air sanggup melarutkan banyak zat, tetapi kesabarannya ada batasnya. Lewat sedikit saja dari batas itu, zat terlarut "keluar" lagi sebagai padatan: kerak di teko nenek, batu ginjal, sampai stalaktit raksasa di Gua Gong.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan kelarutan serta larutan tak jenuh, jenuh, dan lewat jenuh pada tingkat partikel;
menulis ungkapan hasil kali kelarutan (\(K_{sp}\)) dan menghitung kelarutan \(s\) dari \(K_{sp}\) untuk garam AB, AB₂, A₂B, AB₃, dan A₂B₃;
memprediksi terbentuknya endapan dengan membandingkan \(Q_{sp}\) dan \(K_{sp}\), lalu menulis persamaan ion bersihnya;
menjelaskan pengaruh ion senama dan pH terhadap kelarutan, dari gigi berlubang sampai stalaktit;
merancang pengendapan selektif dan menjelaskan larutnya endapan karena pembentukan ion kompleks.
Batu di Dalam Teko Nenek Komik · 4 panel
Liburan di rumah Nenek, Gunungkidul
BimaLho, dasar teko Nenek penuh batu putih! Siapa yang iseng menaruh kapur di sini?
LarasTidak ada yang iseng, Bim. Batu itu keluar sendiri dari air sumur. Air di sini merembes lewat bukit-bukit kapur.
TES… TES…
Kak TirtaProses yang sama, tetapi jauh lebih sabar, membangun stalaktit di Gua Gong, Pacitan. Setetes demi setetes, selama ribuan tahun!
Kimo ikut nimbrung…
KimoBatu ginjal juga lahir begitu: garam yang "menyerah" lalu keluar dari larutan!
BimaKapan sih air "menyerah" melarutkan garam?
Sesendok serbuk kapur (\(\ce{CaCO3}\)) diaduk dalam segelas air. Hampir semua serbuk tetap mengendap di dasar. Apa yang sebenarnya terjadi di tingkat partikel?
Tidak ada satu ion pun yang larut. Kapur benar-benar tidak larut dalam air.
Sedikit sekali yang larut (beberapa miligram per liter), lalu larutan menjadi jenuh: ion terus lepas dari kristal dan menempel kembali dengan laju yang sama.
Semua kapur sebenarnya larut, hanya saja larutannya tampak seperti endapan.
Kapur bereaksi dengan air dan berubah menjadi gas, sisanya kotoran.
Jawabannya: sedikit sekali yang larut. Tidak ada garam yang "sama sekali tidak larut". Satu liter air hanya sanggup menampung beberapa miligram \(\ce{CaCO3}\), lalu larutan menjadi jenuh. Di dalamnya terjadi tarik-ulur tanpa henti: ion \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{CO3^2-}\) lepas dari kristal, sementara ion lain menempel kembali. Bab ini mengajarkan cara menghitung "beberapa miligram" itu dengan tepat.
28.1Kelarutan dan larutan jenuh
Masukkan garam dapur sesendok demi sesendok ke dalam segelas air (250 mL) sambil diaduk. Sampai sekitar 90 gram, semuanya lenyap. Setelah itu, butiran garam mulai bertahan di dasar gelas: air sudah "angkat tangan". Gula pasir jauh lebih rakus larut (lebih dari 500 gram per gelas!), sedangkan kapur hanya beberapa miligram.
Bayangkan air sebagai angkot yang kursinya terbatas. Penumpang (partikel garam) boleh naik sampai kursi penuh. Kalau sudah penuh, penumpang baru hanya bisa naik jika ada yang turun. Angkot yang penuh itu kita sebut larutan jenuh. Garam yang "sukar larut" seperti kapur ibarat angkot yang kursinya hanya satu atau dua.
Definisi · KelarutanKelarutan (\(s\), dari solubility) adalah jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu. Satuannya bisa g per 100 g air, g/L, atau mol/L (kelarutan molar).
Larutan tak jenuh: zat terlarut masih di bawah batas, masih bisa melarutkan lagi.
Larutan jenuh: tepat di batas; padatan yang ditambahkan tidak larut lagi.
Larutan lewat jenuh: zat terlarut melebihi batas (biasanya dibuat dengan mendinginkan larutan panas perlahan); tidak stabil dan mudah mengkristal.
Larutan jenuh adalah kesetimbangan dinamis: setiap detik ion lepas dari kristal (melarut) dan ion lain menempel kembali (mengendap) dengan laju sama. Larutan lewat jenuh langsung mengkristal begitu diberi "biji" kristal, seperti pada pembuatan permen gula batu.
Untuk garam ionik yang sukar larut, kesetimbangan itu ditulis antara padatan dan ion-ionnya dalam larutan. Contohnya perak klorida:
\[ \ce{AgCl(s) <=> Ag+(aq) + Cl-(aq)} \]
Apakah suatu garam mudah atau sukar larut? Kimiawan sudah merangkumnya menjadi aturan kelarutan. Hafalkan pola besarnya, bukan setiap baris.
Ion dalam garam
Umumnya
Pengecualian penting
\(\ce{Na+}\), \(\ce{K+}\), \(\ce{NH4+}\) (golongan 1 dan amonium)
sukar larut dengan \(\ce{Ag+}\), \(\ce{Pb^2+}\), \(\ce{Hg2^2+}\)
sulfat \(\ce{SO4^2-}\)
larut
\(\ce{BaSO4}\), \(\ce{PbSO4}\), \(\ce{SrSO4}\) sukar larut; \(\ce{CaSO4}\) sedikit larut
karbonat \(\ce{CO3^2-}\), fosfat \(\ce{PO4^3-}\)
sukar larut
larut bila kationnya golongan 1 atau \(\ce{NH4+}\)
hidroksida \(\ce{OH-}\)
sukar larut
golongan 1 dan \(\ce{Ba(OH)2}\) larut; \(\ce{Ca(OH)2}\) sedikit larut
Bandingkan kisi AgCl dan NaCl: bentuknya kembar, tetapi NaCl larut ±360 g per liter sedangkan AgCl hanya ±2 mg per liter! Lalu pilih CaF₂: hitung berapa ion F⁻ di sekitar satu ion Ca²⁺ (ketuk ion untuk mengukur jarak). Mengapa rumusnya CaF₂, bukan CaF?
Mengapa garam yang kisinya kembar bisa berbeda kelarutan begitu jauh? Melarut adalah adu kuat antara dua tarikan: energi kisi (ion saling menahan dalam kristal) melawan energi hidrasi (molekul air merangkul ion). Ion \(\ce{Ag+}\) menarik awan elektron \(\ce{Cl-}\) sehingga ikatannya agak kovalen dan kisinya "lengket"; air kalah tarik. Pada \(\ce{Na+}\), air yang menang.
Suhu mengubah kelarutanKebanyakan garam lebih mudah larut dalam air panas (gula batu dan kristal garam dibuat dengan cara ini). Namun ada pengecualian yang penting di bab ini: \(\ce{CaCO3}\) dan \(\ce{Ca(OH)2}\) justru lebih sukar larut saat air panas. Itu salah satu sebab kerak lebih cepat menumpuk di teko dan ketel daripada di gelas air dingin.
28.2Hasil kali kelarutan (\(K_{sp}\)) dan hubungannya dengan \(s\)
Di Bab 22 kamu bertemu tetapan kesetimbangan \(K_c\). Larutan jenuh adalah sebuah kesetimbangan, jadi ia juga punya tetapan. Karena padatan murni tidak dimasukkan ke dalam ungkapan \(K\) (konsentrasinya tetap), yang tersisa hanyalah hasil kali konsentrasi ion-ionnya.
Definisi · Hasil kali kelarutanUntuk garam sukar larut \(\mathrm{A}_x\mathrm{B}_y\) yang jenuh dalam air:
\[ \mathrm{A}_x\mathrm{B}_y(s) \rightleftharpoons x\,\mathrm{A}^{y+}(aq) + y\,\mathrm{B}^{x-}(aq) \qquad K_{sp} = [\mathrm{A}^{y+}]^x\,[\mathrm{B}^{x-}]^y \]
\(K_{sp}\) (solubility product) adalah hasil kali kelarutan: hasil kali konsentrasi ion dalam larutan jenuh, masing-masing dipangkatkan koefisiennya. Nilainya hanya bergantung pada suhu (data buku biasanya pada 25 °C).
Sekarang hubungkan dengan kelarutan molar \(s\). Jika \(s\) mol \(\ce{CaF2}\) larut per liter, terbentuk \(s\) mol/L \(\ce{Ca^2+}\) dan \(2s\) mol/L \(\ce{F-}\). Maka
\[ K_{sp} = (s)(2s)^2 = 4s^3 \]
Mengapa begitu? Penurunan umum untuk \(\mathrm{A}_x\mathrm{B}_y\)
Setiap satuan rumus \(\mathrm{A}_x\mathrm{B}_y\) yang larut melepas \(x\) kation dan \(y\) anion. Bila kelarutannya \(s\) mol/L, maka \([\mathrm{A}^{y+}] = xs\) dan \([\mathrm{B}^{x-}] = ys\). Substitusikan:
Untuk \(\ce{Ca3(PO4)2}\): \(x = 3\), \(y = 2\), jadi \(K_{sp} = 3^3 \cdot 2^2 \cdot s^5 = 108\,s^5\). Perhatikan bahwa tipe \(\ce{A2B3}\) juga menghasilkan \(2^2 \cdot 3^3 = 108\). Rumus ini hanya berlaku bila ion-ion itu berasal dari garamnya saja (air murni) dan tidak bereaksi lebih lanjut dengan air.
Trik Kak Tirta"Setiap koefisien dipangkatkan dengan dirinya sendiri." AB₂: \(1^1 \cdot 2^2 = 4\), jadi \(4s^3\). A₂B₃: \(2^2 \cdot 3^3 = 4 \cdot 27 = 108\), jadi \(108s^5\). Pangkat \(s\) selalu = jumlah ion dalam satu rumus. Cek cepat: \(\ce{Fe(OH)3}\) punya 4 ion, jadi \(27s^4\).
\(K_{sp}\) AgCl = \(1{,}8 \times 10^{-10}\), sedangkan \(K_{sp}\) \(\ce{Ag2CrO4}\) = \(1{,}1 \times 10^{-12}\). Mana yang kelarutan molarnya (mol/L) lebih besar?
AgCl, karena \(K_{sp}\)-nya ±160 kali lebih besar.
\(\ce{Ag2CrO4}\), walaupun \(K_{sp}\)-nya lebih kecil.
Sama besar, karena keduanya garam perak.
Tidak bisa dihitung tanpa percobaan.
Jawabannya: \(\ce{Ag2CrO4}\). AgCl (tipe AB): \(s = \sqrt{1{,}8 \times 10^{-10}} = 1{,}3 \times 10^{-5}\) M. \(\ce{Ag2CrO4}\) (tipe A₂B): \(s = \sqrt[3]{1{,}1 \times 10^{-12}/4} = 6{,}5 \times 10^{-5}\) M, lima kali lebih larut! Pangkatnya berbeda, jadi \(K_{sp}\) tidak bisa langsung dibandingkan.
Awas jebakanMembandingkan \(K_{sp}\) untuk menentukan mana yang lebih larut hanya sah bila tipe rumusnya sama (AB dengan AB, AB₂ dengan AB₂). Untuk tipe berbeda, hitung \(s\) masing-masing dulu. Jebakan kedua: untuk \(\ce{Mg(OH)2}\), \([\ce{OH-}] = 2s\), lalu dikuadratkan menjadi \((2s)^2 = 4s^2\), bukan \(2s^2\).
Berikut nilai \(K_{sp}\) beberapa garam pada 25 °C. Nilai \(K_{sp}\) di buku yang berbeda bisa sedikit berbeda (misalnya \(\ce{CaCO3}\) ditulis antara \(2{,}8 \times 10^{-9}\) dan \(4{,}8 \times 10^{-9}\)) karena cara pengukuran dan bentuk kristalnya berbeda. Ikuti nilai yang diberikan soal.
Garam
Tipe
\(K_{sp}\) (25 °C)
\(s\) (mol/L)
\(s\) (mg/L)
Di mana kamu menemuinya
\(\ce{AgCl}\)
AB
\(1{,}8 \times 10^{-10}\)
\(1{,}3 \times 10^{-5}\)
1,9
uji ion klorida
\(\ce{AgBr}\)
AB
\(5{,}0 \times 10^{-13}\)
\(7{,}1 \times 10^{-7}\)
0,13
film foto lama
\(\ce{AgI}\)
AB
\(8{,}5 \times 10^{-17}\)
\(9{,}2 \times 10^{-9}\)
0,002
uji ion iodida
\(\ce{BaSO4}\)
AB
\(1{,}1 \times 10^{-10}\)
\(1{,}0 \times 10^{-5}\)
2,4
"bubur barium" rontgen
\(\ce{CaCO3}\) (kalsit)
AB
±\(3{,}3 \times 10^{-9}\)
\(5{,}7 \times 10^{-5}\)
5,7*
kapur, kerak, stalaktit
\(\ce{CaC2O4}\)
AB
±\(2{,}3 \times 10^{-9}\)
\(4{,}8 \times 10^{-5}\)
6,1
batu ginjal
\(\ce{CaF2}\)
AB₂
\(3{,}9 \times 10^{-11}\)
\(2{,}1 \times 10^{-4}\)
17
mineral fluorit
\(\ce{Mg(OH)2}\)
AB₂
\(5{,}6 \times 10^{-12}\)
\(1{,}1 \times 10^{-4}\)
6,5
obat maag (antasida)
\(\ce{PbI2}\)
AB₂
\(9{,}8 \times 10^{-9}\)
\(1{,}3 \times 10^{-3}\)
620
percobaan "hujan emas"
\(\ce{Ag2CrO4}\)
A₂B
\(1{,}1 \times 10^{-12}\)
\(6{,}5 \times 10^{-5}\)
22
titrasi Mohr
\(\ce{Fe(OH)3}\)
AB₃
\(2{,}8 \times 10^{-39}\)
\(1{,}0 \times 10^{-10}\)
0,00001
karat, air sumur kemerahan
\(\ce{Ca3(PO4)2}\)
A₃B₂
\(2{,}1 \times 10^{-33}\)
\(1{,}1 \times 10^{-7}\)
0,035
tulang, pupuk fosfat
*Kelarutan \(\ce{CaCO3}\) yang terukur dalam air murni sedikit lebih besar (±13 mg/L) karena sebagian ion \(\ce{CO3^2-}\) bereaksi dengan air menjadi \(\ce{HCO3-}\). Inilah petunjuk pertama bahwa pH ikut menentukan kelarutan (subbab 28.5).
\(K_{sp}\) AgCl pada 25 °C adalah \(1{,}8 \times 10^{-10}\). Hitung kelarutannya dalam mol/L dan mg/L. (Mr AgCl = 143,5)
\(s = 1{,}1 \times 10^{-4}\) M dan pH ≈ 10,35: cukup basa untuk menetralkan asam lambung, tetapi karena sukar larut, tidak cukup pekat untuk melukai mulut seperti soda api.
Tamu dari masa laluPada 1864 dua ilmuwan Norwegia, Cato Guldberg dan Peter Waage, merumuskan hukum aksi massa yang menjadi dasar semua tetapan kesetimbangan. Dua dasawarsa kemudian, Svante Arrhenius mengusulkan bahwa garam dalam air terurai menjadi ion. Pada akhir 1880-an, Walther Nernst (kelak peraih Nobel Kimia 1920) memadukan keduanya untuk menjelaskan mengapa garam sukar larut makin sukar larut bila ditambah ion senama. Lahirlah gagasan "hasil kali kelarutan" yang sampai kini dipakai di laboratorium analisis di seluruh dunia.
"Garam yang 'tidak larut' sama sekali tidak larut."
Semua garam larut walau sedikit. AgCl melarut ±1,9 mg per liter. Justru sedikit itulah yang membuat \(K_{sp}\) bisa diukur dan dihitung.
"Ksp makin besar berarti garamnya pasti makin mudah larut."
Hanya benar untuk tipe rumus yang sama. \(\ce{Ag2CrO4}\) punya \(K_{sp}\) lebih kecil daripada AgCl, tetapi lima kali lebih larut.
"Kalau diaduk lebih lama, garam di larutan jenuh akan larut lebih banyak."
Mengaduk hanya mempercepat tercapainya jenuh. Pada suhu tetap, batasnya tetap. Untuk melarutkan lebih banyak, ubah suhunya atau "curi" salah satu ionnya.
Saat dua larutan jernih dicampur, kadang muncul awan padatan dalam sekejap. Itulah endapan. Untuk memprediksinya, hitung hasil kali ion dengan konsentrasi saat itu juga (belum tentu setimbang). Nilai ini disebut hasil kali ion, \(Q_{sp}\).
Bandingkan \(Q_{sp}\) dengan \(K_{sp}\). Di sebelah kanan garis, larutan "kelebihan muatan" ion sehingga sebagian ion bergandengan membentuk padatan sampai \(Q_{sp} = K_{sp}\).
Aturan · Endapan atau tidak?
\(Q_{sp} < K_{sp}\): larutan belum jenuh; tidak ada endapan.
\(Q_{sp} > K_{sp}\): larutan lewat jenuh; endapan terbentuk sampai \(Q_{sp}\) turun menjadi \(K_{sp}\).
Awas jebakanSaat dua larutan dicampur, volumenya bertambah, jadi setiap ion terencerkan. Hitung dulu konsentrasi setelah dicampur, \(c_\text{baru} = \dfrac{c \times V}{V_\text{total}}\), baru masukkan ke \(Q_{sp}\). Mencampur volume yang sama berarti setiap konsentrasi menjadi setengahnya.
Pilih pasangan larutan, atur konsentrasi dan volume, lalu tebak dulu sebelum menekan ▶ Jalankan untuk menuang. Coba buat AgCl hampir mengendap tetapi tetap jernih. Lalu bandingkan: mengapa \(\ce{Ag2CrO4}\) dan \(\ce{PbI2}\) lebih "peka" terhadap kenaikan konsentrasi ion yang dipangkatkan dua? Banyaknya bola hanyalah kesan (skala logaritma), bukan jumlah ion sebenarnya. Senyawa timbal beracun: di laboratorium nyata, "hujan emas" \(\ce{PbI2}\) hanya dikerjakan guru.
Sebanyak 50 mL \(\ce{Pb(NO3)2}\) 0,010 M dicampur dengan 50 mL KI 0,010 M. Apakah \(\ce{PbI2}\) mengendap? Bagaimana jika kedua larutan hanya 0,0010 M? (\(K_{sp}\) \(\ce{PbI2} = 9{,}8 \times 10^{-9}\))
Volume total 100 mL, jadi setiap konsentrasi menjadi setengahnya: \([\ce{Pb^2+}] = [\ce{I-}] = 0{,}0050\) M.
Pada 0,0010 M: \([\ce{Pb^2+}] = [\ce{I-}] = 5{,}0 \times 10^{-4}\) M → \(Q_{sp} = (5{,}0 \times 10^{-4})^3 = 1{,}25 \times 10^{-10} < K_{sp}\): tetap jernih.
Mengencerkan 10 kali menurunkan \(Q_{sp}\) 1.000 kali karena ada tiga ion dalam rumusnya (\(10^3\)). Itulah sebabnya garam tipe AB₂ sangat peka terhadap pengenceran.
Saat endapan terbentuk, ion-ion yang tidak ikut mengendap (misalnya \(\ce{K+}\) dan \(\ce{NO3-}\)) hanya menonton. Kita menulis persamaan ion bersih tanpa ion penonton itu:
Perhatikan baris muatan di tabel: pada persamaan ion, muatan kiri dan kanan juga harus sama. Persamaan keenam adalah resep stalaktit, dan yang terakhir menunjukkan endapan AgCl yang larut kembali dalam amonia (subbab 28.6).
Uji ion gaya IGCSEPengendapan dipakai untuk mengenali ion. Halida: asamkan dengan asam nitrat encer, tambah perak nitrat → endapan putih (\(\ce{Cl-}\)), krem (\(\ce{Br-}\)), atau kuning (\(\ce{I-}\)). Sulfat: asamkan dengan asam klorida encer, tambah barium klorida (atau barium nitrat) → endapan putih \(\ce{BaSO4}\). Asam ditambahkan lebih dulu untuk menyingkirkan ion karbonat, yang juga membentuk endapan dan bisa menipu.
Trik Kak Tirta"Encerkan, pecah, pangkatkan, bandingkan." (1) Hitung konsentrasi setelah dicampur. (2) Pecah garam menjadi ion-ionnya. (3) Pangkatkan sesuai koefisien. (4) Bandingkan dengan \(K_{sp}\). Seperti memasak sambal: takar, ulek, cicipi, putuskan!
Kimia Nusantara · Dari garam krosok ke garam mejaGaram krosok dari tambak di Madura dan pesisir utara Jawa tidak hanya berisi NaCl. Ada juga ion \(\ce{Mg^2+}\), \(\ce{Ca^2+}\), dan \(\ce{SO4^2-}\) yang membuat garam terasa agak pahit dan mudah lembap. Di industri pemurnian, larutan garam dapat ditambah natrium karbonat dan natrium hidroksida sehingga \(\ce{Ca^2+}\) mengendap sebagai \(\ce{CaCO3}\) dan \(\ce{Mg^2+}\) sebagai \(\ce{Mg(OH)2}\). Endapan disaring, lalu larutannya dikristalkan kembali. NaCl yang sangat mudah larut tetap tinggal di larutan: pengendapan selektif dalam skala pabrik!
28.4Efek ion senama
Ke dalam larutan jenuh AgCl (dengan sedikit endapan di dasar) ditambahkan sesendok garam dapur, NaCl. Apa yang terjadi?
Lebih banyak AgCl larut, karena garam membantu melarutkan garam.
Tidak ada perubahan, karena NaCl tidak bereaksi dengan AgCl.
Endapan AgCl bertambah, dan kelarutan AgCl turun.
\(K_{sp}\) AgCl turun karena ada zat lain.
Jawabannya: endapan bertambah. NaCl menambah \(\ce{Cl-}\), ion yang juga dimiliki AgCl. \(Q_{sp} = [\ce{Ag+}][\ce{Cl-}]\) mendadak melebihi \(K_{sp}\), jadi sebagian \(\ce{Ag+}\) "ditangkap" kembali menjadi AgCl padat. \(K_{sp}\) tidak berubah (suhu tetap); yang berubah adalah kelarutannya.
Inilah efek ion senama: kelarutan garam sukar larut turun bila larutan sudah mengandung salah satu ionnya. Menurut asas Le Chatelier (Bab 22), menambah \(\ce{Cl-}\) menggeser kesetimbangan \(\ce{AgCl(s) <=> Ag+ + Cl-}\) ke kiri.
Aturan · Kelarutan dengan ion senamaUntuk garam AB dalam larutan yang sudah berisi ion senama \(c\) mol/L: \(K_{sp} = s\,(s + c)\). Bila \(c\) jauh lebih besar daripada \(s\), maka \(s + c \approx c\), sehingga
\[ s \approx \frac{K_{sp}}{c} \qquad \text{(AB)} \qquad\qquad s \approx \frac{K_{sp}}{c^2} \quad \text{(AB}_2\text{ dengan ion senama B)} \]
Contoh: dalam air murni AgCl larut \(1{,}34 \times 10^{-5}\) M. Dalam NaCl 0,10 M, \(s = 1{,}8 \times 10^{-10}/0{,}10 = 1{,}8 \times 10^{-9}\) M, sekitar 7.400 kali lebih kecil. Kimiawan analisis memanfaatkan ini: endapan dicuci dengan larutan yang mengandung ion senama supaya endapannya tidak ikut larut.
Seret titik biru ke kanan untuk menambah ion \(\ce{Cl-}\). Kurva magenta adalah kelarutan sebenarnya; garis putus-putus teal adalah pendekatan \(s \approx K_{sp}/c\). Pada \([\ce{Cl-}]\) berapa keduanya mulai berimpit? Ubah \(K_{sp}\): apakah polanya sama?
Hitung kelarutan \(\ce{Ag2CrO4}\) (\(K_{sp} = 1{,}1 \times 10^{-12}\)) dalam (a) \(\ce{AgNO3}\) 0,10 M dan (b) \(\ce{K2CrO4}\) 0,10 M. Ion senama mana yang lebih menekan kelarutan? Mengapa?
Cek pendekatan: kedua nilai \(s\) jauh lebih kecil daripada 0,10, jadi sah.
Ion senama \(\ce{Ag+}\) (a) menekan kelarutan ±15.000 kali lebih kuat daripada \(\ce{CrO4^2-}\) (b), karena \([\ce{Ag+}]\) dikuadratkan di ungkapan \(K_{sp}\). Ion yang pangkatnya besar adalah "tuas" yang paling ampuh.
Lanjut · IB & olimpiadeEfek garam: ketika ion asing justru menambah kelarutan
Anehnya, menambahkan garam tanpa ion senama, misalnya \(\ce{KNO3}\), sedikit menaikkan kelarutan AgCl. Ion-ion asing mengerumuni \(\ce{Ag+}\) dan \(\ce{Cl-}\) dengan "awan" muatan lawan sehingga keduanya kurang leluasa bergandengan. Secara termodinamika, \(K_{sp}\) sebenarnya ditulis dengan aktivitas, \(K_{sp} = a_{\ce{Ag+}}\,a_{\ce{Cl-}} = \gamma_\pm^2\,[\ce{Ag+}][\ce{Cl-}]\), dengan koefisien aktivitas \(\gamma_\pm < 1\) dalam larutan berkekuatan ion tinggi. Untuk larutan encer (yang kita pakai di sekolah), \(\gamma \approx 1\) sehingga konsentrasi cukup akurat.
Pada ion senama yang sangat pekat, kelarutan bisa naik lagi karena terbentuk ion kompleks seperti \(\ce{[AgCl2]-}\). Jadi kurva "s turun terus" hanya berlaku pada rentang konsentrasi sedang.
28.5pH, \(\ce{CO2}\), dan kelarutan: dari gigi sampai gua
Apa persamaan gigi, kapur, dan obat maag? Ketiganya garam yang anionnya basa: \(\ce{OH-}\), \(\ce{CO3^2-}\), \(\ce{PO4^3-}\), atau \(\ce{F-}\). Asam (ion \(\ce{H+}\)) "mencuri" anion itu dari larutan. Konsentrasinya turun, \(Q_{sp}\) turun di bawah \(K_{sp}\), dan padatan terus larut untuk menggantikannya.
Aturan · pH dan kelarutanGaram dengan anion basa lemah atau kuat (\(\ce{OH-}\), \(\ce{CO3^2-}\), \(\ce{PO4^3-}\), \(\ce{F-}\), \(\ce{S^2-}\), oksalat) lebih larut dalam asam. Garam dengan anion yang hampir tidak bersifat basa (\(\ce{Cl-}\), \(\ce{Br-}\), \(\ce{I-}\), \(\ce{SO4^2-}\), \(\ce{NO3-}\)) kelarutannya hampir tidak dipengaruhi pH.
Contoh penting: \(\ce{BaSO4}\) dipakai sebagai "bubur barium" untuk foto rontgen saluran cerna. Ion \(\ce{Ba^2+}\) beracun, tetapi \(\ce{BaSO4}\) begitu sukar larut dan tidak terpengaruh asam lambung, sehingga aman. Sebaliknya \(\ce{BaCO3}\) berbahaya diminum: asam lambung melarutkannya dan melepaskan \(\ce{Ba^2+}\).
Turunkan pH satu satuan: kelarutan \(\ce{Mg(OH)2}\) naik 100 kali (karena \([\ce{OH-}]\) dikuadratkan). Bandingkan dengan garis \(\ce{BaSO4}\) yang datar. Di lambung (pH ±2), \(\ce{Mg(OH)2}\) larut habis sambil menetralkan asam.
Gigi: perang asam dan fluorida
Email gigi tersusun atas hidroksiapatit, \(\ce{Ca5(PO4)3OH}\), garam yang sangat sukar larut. Setelah kita makan gula, bakteri di plak mengubahnya menjadi asam. Bila pH di permukaan gigi turun di bawah ±5,5, ion \(\ce{OH-}\) dan \(\ce{PO4^3-}\) "dicuri" oleh \(\ce{H+}\) dan email perlahan larut (demineralisasi):
Ion fluorida dari pasta gigi menggantikan \(\ce{OH-}\) dan membentuk fluorapatit, yang lebih sukar larut dan anionnya (\(\ce{F-}\)) jauh lebih lemah sifat basanya. Fluorapatit baru mulai larut pada pH sekitar 4,5.
Air hujan yang meresap ke tanah menyerap \(\ce{CO2}\) dan menjadi asam lemah. Air itu melarutkan batu kapur karena \(\ce{CO3^2-}\) diubah menjadi \(\ce{HCO3-}\). Saat air tiba di gua yang udaranya miskin \(\ce{CO2}\), reaksinya berbalik arah.
Air hujan meresap ke tanah. Akar tanaman dan mikroba membuat udara di pori tanah kaya \(\ce{CO2}\), sehingga air menjadi asam karbonat yang lemah.
Air asam merembes lewat celah batu kapur. \(\ce{H+}\) dari asam karbonat mengubah \(\ce{CO3^2-}\) menjadi \(\ce{HCO3-}\), jadi \(Q_{sp}\) \(\ce{CaCO3}\) tetap di bawah \(K_{sp}\) dan batu kapur terus larut. Selama ribuan tahun celah melebar menjadi lorong gua.
Air yang kini kaya \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{HCO3-}\) menetes dari atap gua. Udara gua mengandung jauh lebih sedikit \(\ce{CO2}\) daripada udara tanah.
\(\ce{CO2}\) lepas dari tetesan ke udara gua. Sesuai asas Le Chatelier, kesetimbangan bergeser ke arah pembentukan \(\ce{CaCO3}\): \(Q_{sp} > K_{sp}\) dan cincin kapur halus mengendap di tepi tetesan.
Cincin itu memanjang menjadi "pipa sedotan" lalu stalaktit yang menggantung. Tetesan yang jatuh ke lantai melepas \(\ce{CO2}\) lagi, sehingga stalagmit tumbuh dari bawah.
Laju pertumbuhan rata-rata hanya sekitar 0,1 mm per tahun (sekitar 1 cm per abad), bisa lebih lambat atau lebih cepat. Setelah ribuan sampai puluhan ribu tahun, keduanya bertemu menjadi tiang (kolom).
Trik Kak Tirta (dibisikkan Kimo)StalakTit itu Tergantung dari atap; stalagMit itu Mencuat dari lantai. Dan keduanya sama-sama CaCO₃ yang "terusir" dari air karena \(\ce{CO2}\)-nya kabur.
Atur kadar \(\ce{CO2}\) di tanah dan di udara gua, kecepatan tetesan, lalu tekan ▶ Jalankan. Satu detik di layar bisa berarti ratusan tahun! Apa yang terjadi bila udara gua sama kaya \(\ce{CO2}\)-nya dengan udara tanah? Mengapa gua yang ramai dikunjungi orang (napas manusia menambah \(\ce{CO2}\)) bisa memperlambat pertumbuhan stalaktit? Model ini disederhanakan: hanya sebagian kecil kapur terlarut yang benar-benar menempel di stalaktit.
Kimia Nusantara · Gua Gong dan karst Gunung SewuDi selatan Jawa, dari Gunungkidul (DIY), Wonogiri, sampai Pacitan, terbentang karst Gunung Sewu: ribuan bukit kerucut batu kapur yang diakui UNESCO sebagai Global Geopark sejak 2015. Di bawahnya tersembunyi ratusan gua dan sungai bawah tanah. Gua Gong di Pacitan terkenal dengan stalaktit dan stalagmit raksasa; konon namanya berasal dari bunyi mirip gong saat batuannya diketuk. Setiap ornamen di sana adalah catatan ribuan tahun pertarungan antara \(Q_{sp}\) dan \(K_{sp}\). Karena tumbuhnya sangat lambat, menyentuh atau mematahkannya berarti merusak karya alam yang tidak tergantikan dalam umur manusia.
Air sadah dan kerak teko
Air sumur di daerah kapur seperti Gunungkidul mengandung banyak \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{HCO3-}\). Air semacam ini disebut air sadah. Saat direbus, \(\ce{CO2}\) terusir dari air panas (dan kelarutan \(\ce{CaCO3}\) pun turun), sehingga terjadi "stalaktit mini" di dasar teko:
Cara membersihkannya memakai prinsip pH: rendam kerak dengan cuka atau air jeruk nipis. Asam mengubah karbonat menjadi \(\ce{CO2}\), sehingga kerak larut sambil berbuih halus:
Lanjut · IB & olimpiadeBerapa banyak kapur yang dibawa air gua?
Gabungkan empat kesetimbangan: \(K_{sp}\) kalsit, hukum Henry untuk \(\ce{CO2}\) (\(K_H\)), serta \(K_{a1}\) dan \(K_{a2}\) asam karbonat. Hasilnya satu reaksi total:
Karena \([\ce{HCO3-}] \approx 2[\ce{Ca^2+}]\), maka \(K = \dfrac{4[\ce{Ca^2+}]^3}{p_{\ce{CO2}}}\), sehingga \([\ce{Ca^2+}] = \sqrt[3]{K\,p_{\ce{CO2}}/4}\). Untuk udara biasa (\(p_{\ce{CO2}} \approx 0{,}0004\) atm), \([\ce{Ca^2+}] \approx 4{,}7 \times 10^{-4}\) M. Untuk udara tanah dengan 3% \(\ce{CO2}\) (0,03 atm), \([\ce{Ca^2+}] \approx 2{,}0 \times 10^{-3}\) M, sekitar 80 mg Ca per liter. Selisih itulah yang "dijatuhkan" air di dalam gua. Lab Mini Gua Waktu memakai persamaan ini.
Keselamatan · air kapur
Merusak mataIritasi kulit
Air kapur sirih (larutan jenuh \(\ce{Ca(OH)2}\)) ber-pH sekitar 12,4. Cipratannya bisa merusak mata. Pakai kacamata pelindung, hembuskan napas pelan lewat sedotan dan jangan pernah menyedot, jangan diminum, dan bilas kulit atau mata yang terkena dengan air mengalir selama 15 menit.
Hal serupa terjadi di tubuh. Batu ginjal yang paling umum tersusun atas kalsium oksalat, \(\ce{CaC2O4}\) (\(K_{sp}\) sekitar \(2{,}3 \times 10^{-9}\)). Bila urine terlalu pekat, \(Q_{sp} = [\ce{Ca^2+}][\ce{C2O4^2-}]\) melampaui \(K_{sp}\) dan kristal mulai tumbuh. Itulah sebabnya dokter biasanya menganjurkan cukup minum air putih: urine yang lebih encer menjaga \(Q_{sp}\) tetap di bawah \(K_{sp}\).
28.6Lanjut: pengendapan selektif, uji ion, dan ion kompleks
Bayangkan larutan yang berisi dua anion, misalnya \(\ce{Cl-}\) dan \(\ce{CrO4^2-}\). Bila perak nitrat diteteskan sedikit demi sedikit, siapa yang mengendap lebih dulu? Jawabannya: garam yang membutuhkan \([\ce{Ag+}]\) paling kecil untuk mencapai \(K_{sp}\)-nya. Teknik memisahkan ion dengan cara ini disebut pengendapan selektif.
Larutan berisi \(\ce{Cl-}\) 0,010 M dan \(\ce{CrO4^2-}\) 0,010 M. Larutan \(\ce{AgNO3}\) ditambahkan tetes demi tetes (abaikan perubahan volume). (a) Endapan mana yang terbentuk lebih dulu? (b) Berapa persen \(\ce{Cl-}\) yang sudah mengendap ketika \(\ce{Ag2CrO4}\) merah bata mulai muncul? (\(K_{sp}\) AgCl \(= 1{,}8 \times 10^{-10}\); \(\ce{Ag2CrO4} = 1{,}1 \times 10^{-12}\))
\([\ce{Ag+}]\) agar AgCl mulai mengendap: \(1{,}8 \times 10^{-10}/0{,}010 = 1{,}8 \times 10^{-8}\) M.
\([\ce{Ag+}]\) agar \(\ce{Ag2CrO4}\) mulai mengendap: \(\sqrt{1{,}1 \times 10^{-12}/0{,}010} = 1{,}05 \times 10^{-5}\) M.
(a) AgCl butuh \([\ce{Ag+}]\) ±580 kali lebih kecil, jadi AgCl putih mengendap lebih dulu, walaupun \(K_{sp}\)-nya lebih besar!
(b) Saat \([\ce{Ag+}] = 1{,}05 \times 10^{-5}\) M, sisa \([\ce{Cl-}] = 1{,}8 \times 10^{-10}/1{,}05 \times 10^{-5} = 1{,}7 \times 10^{-5}\) M, yaitu 0,17% dari semula.
Ketika warna merah bata muncul, 99,8% \(\ce{Cl-}\) sudah mengendap. Itulah dasar titrasi Mohr untuk menentukan kadar garam (misalnya kadar NaCl dalam garam krosok atau air laut): ion kromat menjadi indikator titik akhir.
Tambahkan larutan \(\ce{AgNO3}\) 0,100 M dari buret ke 25 mL campuran anion. Perhatikan grafik "% ion tersisa": ion mana yang habis lebih dulu? Pada campuran Mohr, kapan warna merah bata muncul? Pada campuran tiga halida, berapa mL untuk setiap "anak tangga"? Kromat berbahaya bagi kesehatan, jadi titrasi Mohr nyata hanya dikerjakan dengan pengawasan guru.
Pengendapan juga menjadi "detektor" ion logam. Natrium hidroksida dan amonia mengendapkan hidroksida logam dengan warna khas. Bila pereaksi ditambahkan berlebih, beberapa endapan larut kembali, karena terbentuk ion kompleks atau karena hidroksidanya amfoter.
Ion logam
+ NaOH sedikit
+ NaOH berlebih
+ \(\ce{NH3}\) berlebih
\(\ce{Al^3+}\)
endapan putih \(\ce{Al(OH)3}\)
larut: \(\ce{[Al(OH)4]-}\)
endapan putih tetap
\(\ce{Zn^2+}\)
endapan putih \(\ce{Zn(OH)2}\)
larut: \(\ce{[Zn(OH)4]^2-}\)
larut: \(\ce{[Zn(NH3)4]^2+}\)
\(\ce{Ca^2+}\)
endapan putih (sedikit)
tetap
tidak ada / sangat sedikit
\(\ce{Cu^2+}\)
endapan biru muda \(\ce{Cu(OH)2}\)
tetap
larut, biru tua: \(\ce{[Cu(NH3)4]^2+}\)
\(\ce{Fe^2+}\)
endapan hijau \(\ce{Fe(OH)2}\)
tetap
endapan hijau tetap
\(\ce{Fe^3+}\)
endapan cokelat kemerahan \(\ce{Fe(OH)3}\)
tetap
endapan cokelat tetap
Ion kompleks juga bisa melarutkan endapan "keras kepala". Endapan AgCl larut dalam amonia encer karena \(\ce{Ag+}\) dirangkul dua molekul \(\ce{NH3}\) menjadi \(\ce{[Ag(NH3)2]+}\). Konsentrasi \(\ce{Ag+}\) bebas anjlok, \(Q_{sp}\) turun di bawah \(K_{sp}\), dan endapan terus larut.
Lanjut · IB & olimpiadeMenghitung kelarutan AgCl dalam amonia
Jumlahkan dua kesetimbangan; tetapan reaksi totalnya adalah hasil kali kedua tetapan:
Dalam \(\ce{NH3}\) 1,0 M: \(\dfrac{s^2}{(1{,}0 - 2s)^2} = 2{,}9 \times 10^{-3}\) → \(\dfrac{s}{1{,}0 - 2s} = 0{,}054\) → \(s = 0{,}048\) M. Itu ±3.600 kali lebih larut daripada di air murni! Untuk AgI (\(K_{sp} = 8{,}5 \times 10^{-17}\)), cara yang sama memberi \(s \approx 3{,}7 \times 10^{-5}\) M saja. Maka amonia encer dipakai untuk membedakan endapan AgCl (larut) dari AgI (tidak larut).
Tamu dari masa lalu · Foto yang tidak memudarFoto-foto pertama di abad ke-19 terus menghitam bila terkena cahaya, karena sisa garam perak di kertas tetap peka cahaya. Pada 1819 John Herschel menemukan bahwa natrium tiosulfat ("hipo") melarutkan garam perak halida dengan membentuk ion kompleks \(\ce{[Ag(S2O3)2]^3-}\). Sejak 1839 "hipo" dipakai sebagai fixer untuk mengawetkan foto, dan terus dipakai di kamar gelap selama lebih dari 150 tahun.
Kimia di sekitarmu
🫖
Kerak teko & air sadah
Air sumur di daerah kapur seperti Gunungkidul dan Tuban kaya \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{HCO3-}\). Saat direbus, \(\ce{CaCO3}\) mengendap menjadi kerak. Cuka atau air jeruk nipis melarutkannya kembali.
🦷
Pasta gigi berfluorida
Fluorida (sekitar 1.000–1.500 ppm) mengubah sebagian hidroksiapatit email menjadi fluorapatit yang lebih tahan asam dari sisa makanan manis.
🩻
"Bubur barium" rontgen
\(\ce{BaSO4}\) sangat sukar larut dan tidak terpengaruh asam lambung, sehingga aman diminum untuk memotret saluran cerna, walaupun ion \(\ce{Ba^2+}\) bebas beracun.
🧂
Garam beryodium
Garam konsumsi diperkaya kalium iodat, \(\ce{KIO3}\), yang cukup larut untuk disemprotkan merata dan lebih stabil daripada KI di udara tropis yang panas dan lembap.
💧
Batu ginjal
Kalsium oksalat mengkristal bila urine terlalu pekat (\(Q_{sp} > K_{sp}\)). Cukup minum air membantu menjaga ion-ionnya tetap terlarut.
🧼
Sabun susah berbusa
Di air sadah, ion \(\ce{Ca^2+}\) mengendapkan anion sabun menjadi "daki sabun" lengket. Busanya sedikit dan cucian terasa kusam.
🏭
Limbah logam berat
Industri pelapisan logam menaikkan pH limbahnya sehingga ion seperti \(\ce{Cu^2+}\), \(\ce{Ni^2+}\), dan \(\ce{Cr^3+}\) mengendap sebagai hidroksida yang bisa disaring sebelum air dibuang.
Ungkapan \(K_{sp}\) yang benar untuk \(\ce{Ag2CrO4}\) adalah …
\([\ce{Ag+}][\ce{CrO4^2-}]\)
\([\ce{Ag+}]^2[\ce{CrO4^2-}]\)
\([2\ce{Ag+}]^2[\ce{CrO4^2-}]\)
\([\ce{Ag+}]^2[\ce{CrO4^2-}]/[\ce{Ag2CrO4}]\)
Setiap ion dipangkatkan koefisiennya; padatan tidak dimasukkan ke ungkapan \(K\).
Saat dua larutan dicampur, ternyata \(Q_{sp} > K_{sp}\). Artinya …
larutan belum jenuh
larutan tepat jenuh
endapan terbentuk sampai \(Q_{sp} = K_{sp}\)
garam menjadi lebih mudah larut
Larutan lewat jenuh melepaskan kelebihan ionnya sebagai endapan hingga \(Q_{sp}\) turun sama dengan \(K_{sp}\).
Ke dalam larutan jenuh \(\ce{CaF2}\) ditambahkan NaF padat. Apa yang terjadi?
Kelarutan \(\ce{CaF2}\) turun dan endapannya bertambah
\(K_{sp}\) \(\ce{CaF2}\) turun
\(K_{sp}\) \(\ce{CaF2}\) naik
Tidak ada pengaruh karena NaF mudah larut
\(\ce{F-}\) adalah ion senama. \(K_{sp}\) tetap (suhu tetap), tetapi kelarutan turun.
29
Bab 29 · Redoks & Elektrokimia
Reaksi Redoks: Kisah Para Pencuri Elektron
Pagar yang berkarat, apel yang menjadi cokelat, kembang api yang meledak warna-warni, bahkan napasmu sendiri: semuanya kisah elektron yang berpindah tangan. Dalam setiap "pencurian" selalu ada yang kehilangan dan ada yang mendapat.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan oksidasi dan reduksi dengan tiga definisi (oksigen, hidrogen, elektron) dan memilih yang paling umum;
menentukan bilangan oksidasi unsur dalam unsur bebas, senyawa, dan ion;
mengenali oksidator, reduktor, reaksi disproporsionasi, dan komproporsionasi;
menyetarakan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi (suasana asam dan basa) dan metode perubahan biloks;
menjelaskan redoks di sekitarmu (pemutih, uji napas alkohol, respirasi, fotosintesis, antioksidan) dan menghitung hasil titrasi redoks.
Pencurian di Pagar Besi Komik · 4 panel
Pulang sekolah, di pagar tepi pantai
BimaPagar ini cepat sekali berkarat. Besinya dimakan udara laut, ya?
LarasKalau dimakan, mestinya berkurang. Karat justru lebih berat daripada besinya!
Sementara itu, di dunia atom…
OksigenSerahkan elektronmu, Besi! Aku butuh dua lagi.
BesiTolong! Satu, dua, tiga… elektronku dicuri!
SRET!
Kak TirtaBesi melepas elektron: itu oksidasi. Oksigen menerima elektron: itu reduksi. Selalu berpasangan, jadi namanya redoks!
BimaJadi karat itu… pencurian elektron?!
Kimo punya jembatan keledai
KimoIngat OPER–REBUT: Oksidasi meng-Oper elektron, Reduksi me-Rebut elektron. Tak ada pencuri tanpa korban!
LarasBerarti setiap oksidasi pasti ditemani reduksi…
Pita magnesium dibakar di dalam gas klorin. Tidak ada oksigen sama sekali di dalam wadah. Apakah magnesium mengalami oksidasi?
Tidak, karena oksidasi berarti bereaksi dengan oksigen.
Ya, karena setiap atom Mg melepas dua elektron menjadi \(\ce{Mg^2+}\).
Tidak, magnesium justru tereduksi karena mengikat klorin.
Ya, tetapi hanya bila ada uap air di udara.
Jawabannya: ya, magnesium teroksidasi. Dalam \(\ce{Mg + Cl2 -> MgCl2}\), setiap atom Mg melepas dua elektron dan klorin menerimanya. Oksigen tidak ikut, tetapi polanya persis sama dengan magnesium yang terbakar di udara. Karena itu kimiawan memakai definisi yang lebih luas: oksidasi adalah pelepasan elektron.
29.1Tiga wajah redoks: oksigen, hidrogen, elektron
Kata oksidasi lahir dari oksigen. Dulu, sebuah zat disebut teroksidasi bila zat itu bergabung dengan oksigen: Fe berkarat, kayu terbakar, makanan "dibakar" di dalam sel menjadi \(\ce{CO2}\). Kebalikannya, reduksi, adalah pelepasan oksigen, seperti saat bijih logam diolah menjadi logam murni.
Bayangkan elektron sebagai kelereng kecil. Atom yang memberikan kelerengnya disebut teroksidasi. Atom yang menerima kelereng disebut tereduksi. Kelereng tidak bisa hilang begitu saja, jadi setiap kali ada yang memberi, pasti ada yang menerima. Itulah sebabnya oksidasi dan reduksi selalu terjadi bersamaan. Pasangan ini disebut redoks (reduksi + oksidasi).
Lama-kelamaan kimiawan menemukan banyak reaksi tanpa oksigen yang polanya sama. Maka definisinya diperluas dua kali: lewat hidrogen, lalu lewat elektron. Definisi yang lebih baru tidak membuang yang lama; definisi lama menjadi kasus khusus.
Definisi · Oksidasi dan reduksiOksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron (biloks naik). Reduksi adalah peristiwa penerimaan elektron (biloks turun). Keduanya selalu berpasangan dalam satu reaksi yang disebut reaksi redoks. Mengikat oksigen atau melepas hidrogen hanyalah dua cara khusus untuk kehilangan elektron.
Mari lihat redoks di tiga tingkat sekaligus. Celupkan lempeng Zn ke larutan terusi (tembaga(II) sulfat) yang biru. Apa yang terlihat mata, apa yang dilakukan partikelnya, dan bagaimana kita menuliskannya?
Makroskopik. Lempeng seng dicelupkan ke larutan tembaga(II) sulfat yang biru. Beberapa menit kemudian lempeng berlapis serbuk merah-cokelat dan warna biru memudar.
Submikroskopik. Perbesar permukaan seng: ada atom Zn di lempeng dan ion \(\ce{Cu^2+}\) (penyebab warna biru) di larutan. Ion \(\ce{SO4^2-}\) hanya menonton.
Ketika ion \(\ce{Cu^2+}\) menyentuh lempeng, dua elektron melompat dari satu atom Zn kepadanya.
Atom Zn yang kehilangan 2 elektron menjadi ion \(\ce{Zn^2+}\) yang larut (tak berwarna). Ion \(\ce{Cu^2+}\) yang menerima 2 elektron menjadi atom Cu yang menempel di lempeng.
Simbolik. Zn teroksidasi (melepas elektron, biloks naik); \(\ce{Cu^2+}\) tereduksi (menerima elektron, biloks turun). Elektron yang dilepas sama banyak dengan elektron yang diterima.
Trik Kak Tirta · OPER–REBUTOksidasi = mengoper elektron (melepas). Reduksi = merebut elektron (menerima). Dalam bahasa Inggris dikenal OIL RIG: Oxidation Is Loss, Reduction Is Gain. Seperti umpan dalam sepak bola, tidak ada operan tanpa penerima: jumlah elektron yang dioper selalu sama dengan yang direbut.
Awas jebakanOksidasi tidak harus melibatkan oksigen. Magnesium dalam gas klorin, natrium dengan klorin, dan seng dalam larutan terusi semuanya mengalami oksidasi tanpa oksigen sama sekali. Sebaliknya, reaksi yang melibatkan oksigen belum tentu redoks: \(\ce{CaO + H2O -> Ca(OH)2}\) bukan redoks karena tidak ada biloks yang berubah.
Pilih pasangan zat, lalu seret elektron biru dari atom pemberi (kiri) ke atom penerima (kanan), atau tekan ⚡ Reaksikan. Perhatikan biloks setiap atom dan wajahnya. Bisakah kamu memaksa atom yang sudah penuh menerima elektron lagi? Bandingkan karat (besi + oksigen) dengan besi(II) + klorin: atom besi yang sama bisa berhenti di biloks berbeda.
Tamu dari masa laluPada 1770-an, Antoine Lavoisier di Paris membuktikan bahwa pembakaran adalah penggabungan dengan oksigen, bukan pelepasan "zat api" seperti yang dipercaya sebelumnya. Pada 1777 ia menamai gas itu oxygène, "pembentuk asam", karena ia (keliru) mengira semua asam mengandung oksigen; asam klorida membuktikan sebaliknya. Kata reduksi lebih tua lagi: dari bahasa Latin reducere, "membawa kembali". Para pandai logam "membawa kembali" logam dari bijihnya, dan gundukan bijih menyusut menjadi bongkah logam yang lebih kecil. Setelah elektron ditemukan J. J. Thomson (1897), kimiawan abad ke-20 merumuskan redoks sebagai perpindahan elektron.
29.2Bilangan oksidasi: pembukuan elektron
Pada reaksi ion seperti natrium dengan klorin, mudah melihat siapa yang melepas elektron. Namun bagaimana dengan pembakaran gas alam, \(\ce{CH4 + 2O2 -> CO2 + 2H2O}\)? Semua zatnya molekul kovalen, tidak ada ion. Elektron hanya bergeser di dalam ikatan, tidak berpindah penuh. Untuk melacaknya, kimiawan memakai alat pembukuan bernama bilangan oksidasi (biloks).
Definisi · Bilangan oksidasiBilangan oksidasi adalah muatan yang seandainya dimiliki sebuah atom bila semua ikatannya dianggap ikatan ion, yaitu setiap pasangan elektron ikatan diberikan kepada atom yang lebih elektronegatif. Biloks ditulis dengan tanda di depan angka (+2, −1), sedangkan muatan ion ditulis dengan angka di depan tanda (2+, 1−).
Biloks itu seperti "saldo" elektron sebuah atom. Saldo nol berarti atom memegang elektronnya sendiri. Saldo positif berarti sebagian elektronnya ditarik pergi oleh atom lain. Saldo negatif berarti atom itu menarik elektron milik tetangganya.
Aturan · Menentukan biloks
Unsur bebas (Fe, \(\ce{O2}\), \(\ce{Cl2}\), \(\ce{S8}\), \(\ce{P4}\)) biloksnya 0.
Tentukan biloks: (a) S dalam \(\ce{H2SO4}\) (air aki); (b) Mn dalam \(\ce{KMnO4}\) (kalium permanganat, "PK"); (c) Cl dalam NaOCl (pemutih pakaian).
(a) \(2(+1) + x + 4(-2) = 0\), sehingga \(x = +6\).
(b) K golongan 1: \((+1) + x + 4(-2) = 0\), sehingga \(x = +7\).
(c) Na golongan 1: \((+1) + x + (-2) = 0\), sehingga \(x = +1\).
S = +6, Mn = +7, Cl = +1. Mn +7 adalah biloks tertinggi mangan, dan Cl +1 jauh di atas biloks Cl yang paling stabil (−1). Atom-atom ini "lapar elektron", sehingga \(\ce{KMnO4}\) dan NaOCl adalah pengoksidasi yang kuat.
Dalam ion sulfat, \(\ce{SO4^2-}\), biloks belerang adalah +6. Apa artinya?
Atom S benar-benar kehilangan 6 elektron dan bermuatan 6+.
Atom S bermuatan 2−, sama dengan muatan ionnya.
Itu muatan "pembukuan" bila semua ikatan S–O dianggap ion; muatan S yang sebenarnya jauh lebih kecil.
Atom S bermuatan nol karena belerang adalah nonlogam.
Jawabannya: muatan pembukuan. Ikatan S–O adalah ikatan kovalen polar. Elektron ikatan memang tertarik ke arah O yang lebih elektronegatif, tetapi tidak pindah seluruhnya. Biloks +6 adalah hasil "seandainya semua ikatan ion". Pembukuan ini sangat berguna untuk melacak elektron, asal kita ingat bahwa ia bukan muatan nyata.
Satu unsur bisa tampil dengan banyak biloks. Nitrogen, misalnya, punya "wajah" dari −3 (amonia di pupuk) sampai +5 (asam nitrat). Inilah alasan unsur-unsur ini sering terlibat redoks: mereka bisa naik atau turun tangga biloks.
Tangga biloks. Zat di ujung kanan (\(\ce{HNO3}\), \(\ce{KClO4}\), \(\ce{MnO4-}\)) hanya bisa turun, jadi hanya bisa menjadi oksidator. Zat di ujung kiri (\(\ce{NH3}\), \(\ce{H2S}\)) hanya bisa naik, jadi menjadi reduktor. Zat di tengah bisa keduanya.
Awas jebakanBiloks bukan muatan sebenarnya untuk semua senyawa. Dalam \(\ce{SO4^2-}\), biloks S = +6, tetapi atom S tidak benar-benar kehilangan 6 elektron. Biloks juga bisa pecahan: dalam \(\ce{Fe3O4}\) biloks rata-rata Fe = +8/3, karena sebenarnya ada satu \(\ce{Fe^2+}\) dan dua \(\ce{Fe^3+}\). Jangan tertukar penulisan: biloks +2 (tanda dulu), muatan ion 2+ (angka dulu).
Mengapa O bisa +2 dalam \(\ce{OF2}\)?
Biloks ditentukan oleh "siapa yang lebih rakus elektron". Biasanya O menang melawan hampir semua unsur, sehingga O mendapat kedua elektron ikatan dan biloksnya −2. Tetapi F lebih elektronegatif daripada O. Dalam \(\ce{OF2}\), kedua pasangan ikatan diberikan kepada F (masing-masing −1), sehingga O "kehilangan" dua elektron dan biloksnya +2. Itulah sebabnya aturan F (nomor 5) ditempatkan di atas aturan O (nomor 7).
Lanjut · IB & olimpiadeBiloks karbon: dari metana sampai karbon dioksida
Dalam senyawa organik, biloks setiap atom C dapat dihitung dari ikatannya: tiap ikatan C–H menyumbang −1, tiap ikatan C–O (atau C–N, C–Cl) menyumbang +1 per pasangan elektron, dan ikatan C–C menyumbang 0.
Zat
\(\ce{CH4}\)
\(\ce{CH3OH}\)
\(\ce{HCHO}\)
\(\ce{HCOOH}\)
\(\ce{CO2}\)
Biloks C
−4
−2
0
+2
+4
Membakar metana berarti mengoksidasi karbon dari −4 ke +4: 8 elektron per atom C. Itulah sebabnya gas alam kaya energi. Biloks rata-rata juga bisa menipu: dalam ion tetrationat, \(\ce{S4O6^2-}\), biloks rata-rata S = +2,5, padahal strukturnya berisi dua atom S bernilai +5 dan dua atom S bernilai 0 (rantai –S–S– di tengah).
Putar setiap molekul dan hitung ikatan C–H dan C–O pada atom karbonnya. Setiap ikatan C–H yang hilang dan diganti ikatan ke O menaikkan biloks C. Dari metana ke karbon dioksida, karbon naik dari −4 ke +4.
29.3Oksidator, reduktor, dan reaksi yang "terbelah"
Dalam setiap reaksi redoks ada dua peran. Zat yang merebut elektron membuat zat lain teroksidasi, jadi ia disebut pengoksidasi atau oksidator. Ironisnya, si pencuri sendiri justru mengalami reduksi. Zat yang mengoper elektron disebut reduktor, dan ia sendiri teroksidasi.
Definisi · Oksidator dan reduktorOksidator (pengoksidasi) adalah zat yang mengoksidasi zat lain; ia sendiri tereduksi (menerima elektron, biloks turun). Reduktor (pereduksi) adalah zat yang mereduksi zat lain; ia sendiri teroksidasi (melepas elektron, biloks naik). Zat yang terbentuk dari oksidator disebut hasil reduksi; yang terbentuk dari reduktor disebut hasil oksidasi.
Di tanur tinggi, bijih besi diolah menjadi besi: \(\ce{Fe2O3 + 3CO -> 2Fe + 3CO2}\). Tentukan oksidator, reduktor, hasil oksidasi, dan hasil reduksi.
Biloks Fe: +3 dalam \(\ce{Fe2O3}\) menjadi 0 dalam Fe. Turun, jadi \(\ce{Fe2O3}\) tereduksi: oksidator. Fe adalah hasil reduksi.
Biloks C: +2 dalam CO menjadi +4 dalam \(\ce{CO2}\). Naik, jadi CO teroksidasi: reduktor. \(\ce{CO2}\) adalah hasil oksidasi.
Cek elektron: 2 atom Fe × 3 = 6 elektron diterima; 3 atom C × 2 = 6 elektron dilepas. Setara!
Oksidator \(\ce{Fe2O3}\), reduktor CO. Biloks O (−2) tidak berubah: oksigen hanya "berpindah rumah", bukan pelaku redoks.
Zat
Peran
Berubah menjadi
Kamu menemuinya di
\(\ce{O2}\)
oksidator
\(\ce{H2O}\) atau oksida
napas, karat, api
\(\ce{Cl2}\), \(\ce{OCl-}\)
oksidator
\(\ce{Cl-}\)
kaporit air PDAM & kolam, pemutih pakaian
\(\ce{MnO4-}\) (ungu)
oksidator
\(\ce{Mn^2+}\) (asam) atau \(\ce{MnO2}\)
PK untuk akuarium, titrasi
\(\ce{Cr2O7^2-}\) (jingga)
oksidator
\(\ce{Cr^3+}\) (hijau)
uji alkohol napas klasik
C, CO
reduktor
\(\ce{CO2}\)
tanur tinggi, smelter nikel
logam aktif (Mg, Zn, Al)
reduktor
ion logam
kembang api, baterai
vitamin C
reduktor
asam dehidroaskorbat
jeruk nipis, jambu biji
\(\ce{H2O2}\), \(\ce{SO2}\)
keduanya
bergantung pasangannya
obat luka, pengawet buah kering
Disproporsionasi dan komproporsionasi
Biasanya oksidator dan reduktor adalah dua zat berbeda. Tetapi ada reaksi ketika satu unsur memerankan keduanya sekaligus.
Definisi · Disproporsionasi dan komproporsionasiDisproporsionasi (autoredoks) adalah reaksi redoks ketika satu unsur dalam satu zat sebagian teroksidasi dan sebagian tereduksi. Komproporsionasi adalah kebalikannya: unsur yang sama dengan dua biloks berbeda bertemu dan menghasilkan satu biloks di antaranya.
Pemutih pakaian dibuat dengan disproporsionasi. Gas klorin dialirkan ke larutan NaOH dingin; separuh atom Cl turun menjadi −1, separuh lagi naik menjadi +1:
Hidrogen peroksida di botol cokelat apotek juga pelan-pelan berdisproporsionasi: \(\ce{2H2O2 -> 2H2O + O2}\). Biloks O berubah dari −1 menjadi −2 (dalam air) dan 0 (dalam \(\ce{O2}\)).
Contoh komproporsionasi terjadi di kawah gunung api. Gas \(\ce{H2S}\) (S = −2) dan \(\ce{SO2}\) (S = +4) bertemu dan menghasilkan belerang kuning (S = 0):
\[ \ce{2H2S + SO2 -> 3S + 2H2O} \]
Kimia Nusantara · Belerang Kawah IjenDi Kawah Ijen, Banyuwangi, gas vulkanik dialirkan lewat pipa-pipa. Gas mendingin dan belerang cair merah mengalir keluar, lalu membeku menjadi bongkahan kuning. Para penambang tradisional memikulnya menuruni kawah dengan beban sekitar 70–90 kg sekali angkut. Pada malam hari, Ijen terkenal dengan "api biru": nyala gas belerang yang terbakar, ketika S teroksidasi menjadi \(\ce{SO2}\). Gas \(\ce{SO2}\) dan \(\ce{H2S}\) di sana beracun, sehingga penambang dan wisatawan perlu masker.
"Oksidator pasti mengandung oksigen."
Tidak. \(\ce{Cl2}\), \(\ce{F2}\), dan \(\ce{Fe^3+}\) adalah oksidator tanpa oksigen. Oksidator adalah penerima elektron, apa pun rumusnya.
"Zat yang teroksidasi disebut oksidator."
Terbalik! Zat yang teroksidasi adalah reduktor. Oksidator adalah pelaku yang membuat zat lain teroksidasi; ia sendiri tereduksi.
"Karat terjadi karena besi dimakan sehingga massanya berkurang."
Massa karat justru lebih besar daripada besi asalnya, karena oksigen dan air ikut terikat. Atom besi tidak hilang; ia hanya kehilangan elektron.
29.4Menyetarakan redoks: metode setengah reaksi
Persamaan redoks ion sering tampak menakutkan: ada \(\ce{MnO4-}\), \(\ce{H+}\), elektron, dan air. Kuncinya sederhana: pisahkan menjadi dua "cerita" kecil, setarakan masing-masing, lalu gabungkan. Cara ini disebut metode setengah reaksi atau metode ion-elektron.
Aturan · Metode setengah reaksi (suasana asam)
Tulis kerangka reaksi, tentukan unsur yang berubah biloks, lalu pisahkan menjadi setengah reaksi oksidasi dan reduksi.
Setarakan atom selain O dan H.
Setarakan O dengan menambahkan \(\ce{H2O}\) di ruas yang kekurangan O.
Setarakan H dengan menambahkan \(\ce{H+}\) di ruas yang kekurangan H.
Setarakan muatan dengan menambahkan elektron di ruas yang muatannya lebih positif.
Kalikan setengah reaksi agar elektron yang dilepas sama dengan yang diterima.
Jumlahkan, coret zat yang sama di kedua ruas, lalu periksa atom dan muatan.
Tulis kerangka reaksi dan tentukan biloks. Mn turun dari +7 ke +2 (reduksi); Fe naik dari +2 ke +3 (oksidasi).
Pisahkan menjadi dua setengah reaksi. Atom selain O dan H (Mn dan Fe) sudah setara.
Setarakan O dengan \(\ce{H2O}\): kiri ada 4 atom O, jadi kanan diberi 4\(\ce{H2O}\).
Setarakan H dengan \(\ce{H+}\) (suasana asam): kanan ada 8 atom H, jadi kiri diberi 8\(\ce{H+}\).
Setarakan muatan dengan elektron. Reduksi: kiri \(-1 + 8 = +7\), kanan \(+2\), jadi kiri diberi 5e⁻. Oksidasi: kanan diberi 1e⁻.
Samakan elektron: reduksi menerima 5e⁻, oksidasi melepas 1e⁻, jadi setengah reaksi oksidasi dikali 5.
Jumlahkan dan coret 5e⁻ di kedua ruas. Periksa: semua atom setara dan muatan kiri (+17) = kanan (+17).
Mulailah dari setengah reaksi (perhatikan e⁻!), lalu reaksi lengkap. Baris muatan di tabel harus ikut setara. Persamaan terakhir adalah reaksi di alat uji alkohol napas klasik: dikromat jingga menjadi \(\ce{Cr^3+}\) hijau.
Setarakan reaksi yang dipakai untuk menentukan kadar besi dalam bijih: \(\ce{Cr2O7^2- + Fe^2+ -> Cr^3+ + Fe^3+}\) (suasana asam).
Cek muatan: kiri \(-2 + 12 + 14 = +24\), kanan \(+6 + 18 = +24\) ✓. Satu ion dikromat mengoksidasi enam ion besi(II).
Bagaimana dalam suasana basa?
Aturan tambahan · Suasana basaKerjakan seperti suasana asam sampai langkah 4. Lalu tambahkan \(\ce{OH-}\) di kedua ruas sebanyak jumlah \(\ce{H+}\). Pasangan \(\ce{H+}\) dan \(\ce{OH-}\) di ruas yang sama digabung menjadi \(\ce{H2O}\). Terakhir, coret \(\ce{H2O}\) yang muncul di kedua ruas.
Contoh: permanganat dalam suasana basa berubah menjadi \(\ce{MnO2}\) yang cokelat.
Dalam suasana basa, yang muncul adalah \(\ce{OH-}\) dan \(\ce{H2O}\), bukan \(\ce{H+}\). Persamaan keempat adalah disproporsionasi klorin dalam basa panas: satu zat menjadi oksidator sekaligus reduktor.
Coba sendiri: setarakan dalam suasana basa \(\ce{MnO4- + I- -> MnO2 + I2}\).
Awas jebakanJawaban akhir suasana basa tidak boleh berisi \(\ce{H+}\), dan jawaban suasana asam tidak boleh berisi \(\ce{OH-}\). Jangan menulis atom O atau \(\ce{O2}\) "bebas" untuk menyetarakan oksigen; dalam larutan berair, oksigen tambahan selalu datang dari \(\ce{H2O}\) (atau \(\ce{OH-}\)). Elektron juga tidak boleh tersisa di persamaan lengkap.
Lanjut · IB & olimpiadePermanganat si bunglon dan konsep ekivalen
Produk reduksi permanganat bergantung pada suasana: dalam asam menjadi \(\ce{Mn^2+}\) yang hampir tak berwarna (5e⁻), dalam larutan netral atau basa lemah menjadi \(\ce{MnO2}\) cokelat (3e⁻), dan dalam basa kuat menjadi manganat \(\ce{MnO4^2-}\) hijau (1e⁻). Larutan PK yang dicampur basa kuat dan gula berubah ungu → hijau → cokelat-jingga: "bunglon kimia".
Karena jumlah elektron per satuan rumus berubah-ubah, kimiawan analitik memakai ekivalen: \(n_{\text{ek}} = n \times (\text{elektron per satuan rumus})\). Pada titik ekivalen titrasi redoks, ekivalen oksidator = ekivalen reduktor. Misalnya 1 mmol \(\ce{MnO4-}\) (asam) = 5 mek, cukup untuk 5 mmol \(\ce{Fe^2+}\) atau 2,5 mmol \(\ce{C2O4^2-}\).
29.5Metode perubahan bilangan oksidasi
Untuk persamaan molekul yang panjang, misalnya yang berisi ion penonton seperti \(\ce{K+}\) atau \(\ce{NO3-}\), ada jalan pintas: hitung langsung naik-turunnya biloks. Inilah metode perubahan bilangan oksidasi (PBO).
Aturan · Metode perubahan biloks
Tentukan biloks semua unsur; tandai unsur yang biloksnya berubah.
Samakan jumlah atom unsur yang berubah di kedua ruas.
Hitung kenaikan biloks (oksidasi) dan penurunan biloks (reduksi), masing-masing dikali jumlah atomnya.
Samakan kenaikan dan penurunan dengan mengalikan koefisien (pakai KPK).
Setarakan atom lain: ion penonton, lalu H (untuk persamaan ion: muatan dengan \(\ce{H+}\) atau \(\ce{OH-}\)), terakhir O dengan \(\ce{H2O}\).
Jembatan biloks untuk tembaga dalam asam nitrat encer. Cu naik 2, N turun 3. Agar sama-sama 6, Cu dikali 3 dan NO dikali 2.
Setarakan \(\ce{Cu + HNO3 -> Cu(NO3)2 + NO + H2O}\) dengan metode perubahan biloks.
Biloks: Cu 0 → +2 (naik 2); N +5 (dalam \(\ce{HNO3}\)) → +2 (dalam NO), turun 3.
KPK 2 dan 3 adalah 6: Cu dikali 3, NO dikali 2.
Hitung N di kanan: \(3 \times 2\) (nitrat penonton) \(+ 2 = 8\), jadi 8\(\ce{HNO3}\).
H: 8 di kiri, jadi 4\(\ce{H2O}\) di kanan. Cek O: kiri 24; kanan \(18 + 2 + 4 = 24\) ✓.
\[ \ce{3Cu + 8HNO3 -> 3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O} \] Hanya 2 dari 8 molekul \(\ce{HNO3}\) yang benar-benar menjadi oksidator; 6 sisanya hanya menyumbang ion nitrat penonton.
Tulis dulu biloks unsur yang berubah di kertas, hitung naik-turunnya, baru tekan + dan −. Persamaan kelima adalah mesiu hitam kembang api: karbon teroksidasi, sedangkan nitrogen dan belerang sama-sama tereduksi!
Trik Kak Tirta · Hukum yang tidak bisa ditawarApa pun metodenya, elektron yang dilepas = elektron yang diterima. Kalau hitunganmu tidak memenuhinya, ulangi. Untuk cek terakhir pada persamaan ion, hitung muatan: total muatan kiri harus sama dengan kanan. Ibarat arisan: uang yang disetor semua anggota harus sama dengan uang yang dibawa pulang pemenang.
Metode setengah reaksi
Metode perubahan biloks
Paling cocok
persamaan ion dalam larutan (asam/basa)
persamaan molekul panjang, ada ion penonton
Kelebihan
tidak perlu menghitung biloks setiap unsur; dekat dengan sel elektrokimia (Bab 30)
cepat bila hanya dua unsur yang berubah
Hati-hati
elektron di kedua setengah reaksi harus sama
unsur yang sama bisa ada di beberapa zat (N dalam \(\ce{HNO3}\) dan \(\ce{Cu(NO3)2}\))
Mn: +7 → +2, turun 5. Cl: −1 → 0, naik 1 per atom, atau naik 2 per molekul \(\ce{Cl2}\).
KPK 5 dan 2 adalah 10: 2 Mn dan 5 \(\ce{Cl2}\).
K: 2KCl. Cl di kanan: \(2 + 2(2) + 5(2) = 16\), jadi 16HCl. H: 16, jadi 8\(\ce{H2O}\). Cek O: 8 = 8 ✓.
\[ \ce{2KMnO4 + 16HCl -> 2KCl + 2MnCl2 + 5Cl2 + 8H2O} \] Dari 16 HCl, hanya 10 yang dioksidasi menjadi \(\ce{Cl2}\); 6 lainnya berakhir sebagai ion \(\ce{Cl-}\) dalam KCl dan \(\ce{MnCl2}\).
29.6Redoks dalam kehidupan
Redoks bukan hanya urusan laboratorium. Ia bekerja di lemari cuci, di dapur, di dalam sel tubuhmu, dan di pabrik-pabrik besar Indonesia.
Pemutih pakaian
Pemutih pakaian berisi natrium hipoklorit, NaOCl, sekitar 5%. Ion \(\ce{OCl-}\) adalah oksidator. Ia merebut elektron dari molekul zat warna noda, sehingga sistem ikatan rangkap yang membuat noda berwarna terputus dan noda menjadi tak berwarna. Ion \(\ce{OCl-}\) sendiri tereduksi:
\[ \ce{OCl- + H2O + 2e- -> Cl- + 2OH-} \]
Keselamatan · Jangan mencampur pemutih!Jangan pernah mencampur pemutih dengan pembersih lain. Dengan pembersih kloset yang asam (mengandung HCl), pemutih melepaskan gas klorin beracun lewat komproporsionasi \(\ce{OCl- + Cl- + 2H+ -> Cl2 + H2O}\). Dengan pembersih beramonia terbentuk gas kloramin. Keduanya merusak saluran napas. Pakai pemutih di ruang berventilasi, kenakan sarung tangan, simpan di botol aslinya, dan jauhkan dari anak-anak.
KorosifBahaya lingkungan
Apel dan salak yang menjadi cokelat
Irisan apel atau salak cepat menjadi cokelat. Buahnya tidak busuk. Oksigen di udara "mencuri" elektron dari zat di dalam buah, dan zat yang sudah dicuri elektronnya berwarna cokelat. Air jeruk nipis memperlambatnya karena vitamin C di dalamnya rela dicuri lebih dulu.
Saat buah diiris, sel-selnya pecah. Enzim polifenol oksidase bertemu senyawa fenol buah dan oksigen udara. Fenol dioksidasi menjadi kuinon, lalu kuinon bergabung membentuk pigmen cokelat (melanin). Untuk fenol sederhana katekol:
Vitamin C (asam askorbat) adalah antioksidan: reduktor yang "dikorbankan". Ia mengembalikan kuinon menjadi fenol tak berwarna, dan dirinya sendiri teroksidasi menjadi asam dehidroaskorbat. Selama vitamin C masih ada, buah tetap pucat:
\[ \ce{C6H8O6 -> C6H6O6 + 2H+ + 2e-} \]
Tekan ▶ Jalankan dan amati empat irisan selama 2 jam (dipercepat). Ganti buah, suhu, dan perlakuan irisan D. Mengapa irisan dengan vitamin C tetap pucat dulu, lalu tiba-tiba ikut cokelat? Perhatikan bilah vitamin C-nya. Ini model sederhana, bukan data laboratorium.
Vitamin C melepas dua atom H dari dua gugus –OH di cincinnya (bersama 2 elektron). Bandingkan juga etanol → asetaldehida → asam asetat: setiap langkah, karbon yang mengikat O kehilangan ikatan C–H dan biloksnya naik. Inilah yang terjadi di alat uji napas.
Napas dan daun: respirasi dan fotosintesis
Di setiap sel tubuhmu, glukosa "dibakar" perlahan. Karbon dalam glukosa (biloks rata-rata 0) teroksidasi menjadi \(\ce{CO2}\) (+4), sedangkan oksigen (0) tereduksi menjadi air (−2). Energinya disimpan dalam ATP.
\[ \ce{C6H12O6 + 6O2 -> 6CO2 + 6H2O} \]
Fotosintesis berjalan ke arah sebaliknya dengan energi cahaya matahari: \(\ce{CO2}\) direduksi menjadi glukosa, sedangkan air dioksidasi menjadi \(\ce{O2}\), \(\ce{2H2O -> O2 + 4H+ + 4e-}\). Jadi oksigen yang kamu hirup berasal dari molekul air yang dipecah daun, bukan dari \(\ce{CO2}\).
Uji alkohol napas
Alat uji napas klasik berisi kristal kalium dikromat jingga yang diasamkan. Etanol dalam napas mereduksi \(\ce{Cr2O7^2-}\) (Cr +6) menjadi \(\ce{Cr^3+}\) (+3) yang hijau, sedangkan etanol teroksidasi menjadi asam asetat:
Tamu dari masa laluPada 1954, Robert Borkenstein, seorang polisi sekaligus ilmuwan forensik di Amerika Serikat, menciptakan Breathalyzer. Napas ditiupkan melewati larutan dikromat yang diasamkan, lalu perubahan warnanya diukur dengan fotometer. Alat modern umumnya memakai sel bahan bakar: etanol dioksidasi pada elektrode, dan arus listrik yang terbentuk sebanding dengan kadar alkohol. Redoks yang menghasilkan listrik? Itu cerita Bab 30.
Kembang api dan mesiu
Kembang api adalah redoks yang sangat cepat: oksidator (kalium nitrat atau kalium perklorat) bercampur dengan bahan bakar (karbon, belerang, serbuk magnesium atau aluminium). Pada mesiu hitam, karbon teroksidasi (0 → +4), sedangkan nitrogen (+5 → 0) dan belerang (0 → −2) tereduksi. Warna-warninya berasal dari garam logam: stronsium merah, barium hijau, natrium kuning.
\[ \ce{2KNO3 + S + 3C -> K2S + N2 ^ + 3CO2 ^} \]
Kimia Nusantara · Dari bijih laterit ke bateraiIndonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, terutama bijih laterit di Sulawesi (Sorowako, Morowali, Pomalaa) dan Maluku Utara (Weda Bay, Pulau Obi). Di smelter, nikel oksida direduksi dengan karbon pada suhu tinggi: \(\ce{NiO + C -> Ni + CO}\). Ni turun dari +2 ke 0, C naik dari 0 ke +2. Hasilnya feronikel atau nikel matte untuk baja tahan karat. Jalur lain, pelindian asam bertekanan tinggi (HPAL), melarutkan nikel dengan asam sulfat untuk bahan katode baterai kendaraan listrik. Baterai itu sendiri? Ia juga mesin redoks (Bab 30).
"Antioksidan menghentikan semua oksidasi, jadi makin banyak makin baik."
Tubuh justru butuh oksidasi untuk menghasilkan energi dan melawan kuman. Antioksidan dari buah dan sayur membantu menjaga keseimbangan; suplemen berlebihan tidak otomatis lebih sehat.
"Apel yang sudah cokelat berarti busuk."
Warna cokelat hanyalah hasil oksidasi fenol oleh oksigen udara. Rasanya sedikit berubah, tetapi itu bukan pembusukan oleh mikroba.
Lanjut · IB & olimpiadeTitrasi redoks: permanganometri dan iodometri
Permanganometri memakai \(\ce{KMnO4}\) sebagai titran dalam suasana asam sulfat. Permanganat adalah indikator diri: selama masih ada reduktor (misalnya \(\ce{Fe^2+}\) atau oksalat), warna ungunya langsung hilang menjadi \(\ce{Mn^2+}\) yang hampir tak berwarna. Titik akhir ditandai warna merah muda pucat pertama yang bertahan sekitar 30 detik. \(\ce{KMnO4}\) bukan baku primer (mudah terurai dan mengandung \(\ce{MnO2}\)), sehingga konsentrasinya ditentukan dulu dengan natrium oksalat pada suhu ±60–70 °C.
Iodometri dipakai untuk oksidator seperti \(\ce{OCl-}\) atau \(\ce{Cu^2+}\). Oksidator direaksikan dengan KI berlebih sehingga terbentuk \(\ce{I2}\), lalu \(\ce{I2}\) dititrasi dengan natrium tiosulfat memakai indikator kanji (biru tua menjadi tak berwarna). Tiosulfat tidak bereaksi rapi dengan oksidator kuat, tetapi bereaksi bersih dengan iodin:
Contoh: 10,00 mL pemutih diencerkan menjadi 100,0 mL. Sebanyak 25,00 mL larutan encer (berisi 2,50 mL pemutih asli) ditambah KI berlebih dan asam, lalu dititrasi dengan 33,6 mL \(\ce{Na2S2O3}\) 0,100 M. Mol tiosulfat = 3,36 mmol, mol \(\ce{I2}\) = mol \(\ce{OCl-}\) = 1,68 mmol. Massa NaOCl = 1,68 mmol × 74,5 mg/mmol = 125 mg dalam 2,50 mL, yaitu ±50 g/L atau sekitar 5% (m/v). Cocok dengan label!
Satu tablet tambah darah (berisi besi(II), sekitar 60 mg besi) dilarutkan dalam asam sulfat encer menjadi 50,0 mL. Tambahkan \(\ce{KMnO4}\) setetes demi setetes (tombol, atau tekan dan tahan keran buret). Hentikan pada merah muda pertama yang tidak hilang, lalu bandingkan kadar hitunganmu dengan nilai sebenarnya. Coba juga Sampel C yang misterius!
Kimia di sekitarmu
🔩
Pagar dan atap seng
Cat mencegah besi bertemu oksigen dan air. Lapisan seng pada atap "berkorban" teroksidasi lebih dulu sehingga besi di bawahnya terlindung (Bab 31).
🏊
Kaporit PDAM dan kolam
Klorin dan kaporit, \(\ce{Ca(OCl)2}\), mengoksidasi dinding sel kuman sehingga air ledeng aman. Bau "kolam renang" berasal dari kloramin.
🩹
Obat luka berbuih
Hidrogen peroksida 3% berbuih di luka karena enzim katalase mempercepat disproporsionasinya menjadi air dan gas oksigen.
🥥
Minyak tengik
Minyak goreng dan santan yang lama terbuka berbau tengik karena lemak tak jenuhnya dioksidasi oksigen udara. Simpan tertutup dan jauh dari cahaya.
📸
Foto film
Cahaya mengaktifkan butir perak bromida; larutan pengembang (reduktor) mengubah ion \(\ce{Ag+}\) di butir itu menjadi perak hitam yang membentuk gambar.
🔋
Baterai HP dan motor listrik
Setiap baterai adalah reaksi redoks yang elektronnya dipaksa lewat kabel, dan nikel Indonesia ada di dalam banyak katodenya.
Dalam reaksi \(\ce{Zn + Cu^2+ -> Zn^2+ + Cu}\), zat yang bertindak sebagai oksidator adalah …
Zn
\(\ce{Cu^2+}\)
\(\ce{Zn^2+}\)
Cu
\(\ce{Cu^2+}\) menerima 2 elektron (biloks turun dari +2 ke 0), jadi ia tereduksi dan berperan sebagai oksidator.
Biloks Cr dalam \(\ce{K2Cr2O7}\) adalah …
+3
+7
+12
+6
\(2(+1) + 2x + 7(-2) = 0\), sehingga \(2x = 12\) dan \(x = +6\). Angka +12 adalah jumlah biloks dua atom Cr, bukan biloks satu atom.
Reaksi manakah yang merupakan disproporsionasi?
\(\ce{2H2O2 -> 2H2O + O2}\)
\(\ce{2H2S + SO2 -> 3S + 2H2O}\)
\(\ce{CaCO3 -> CaO + CO2}\)
\(\ce{Zn + 2HCl -> ZnCl2 + H2}\)
Dalam \(\ce{H2O2}\), O (−1) sebagian turun menjadi −2 dan sebagian naik menjadi 0. Pilihan B adalah komproporsionasi, C bukan redoks, D redoks biasa.
30
Bab 30 · Redoks & Elektrokimia
Sel Volta & Baterai: Menjinakkan Aliran Elektron
Di dalam setiap baterai ada reaksi redoks yang dipaksa antre: elektronnya tidak boleh melompat langsung, tetapi harus berjalan memutar lewat kawat. Perjalanan memutar itulah yang menyalakan senter, ponsel, jam dinding, sampai motor listrik.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan susunan dan cara kerja sel volta (sel Daniell): anode, katode, arah elektron, dan peran jembatan garam;
memakai tabel potensial reduksi standar dan deret volta untuk meramalkan logam mana yang teroksidasi;
menghitung potensial sel standar \(E^\circ_{sel}\) dan menentukan apakah sebuah reaksi redoks berlangsung spontan;
menulis dan membaca notasi sel;
menjelaskan kimia aki, baterai alkalin, litium-ion (dan peran nikel Indonesia), serta sel bahan bakar hidrogen; lalu (tingkat lanjut) memakai persamaan Nernst dan \(\Delta G^\circ = -nFE^\circ\).
Jam Dinding Bertenaga Jeruk Nipis Komik · 4 panel
Malam sebelum pameran sains sekolah
BimaYah, jam dinding mati dan toko sudah tutup! Eh… katanya jeruk nipis bisa jadi baterai. Ayo kita coba!
LarasUkur dulu, Bim! Satu jeruk nipis cuma ±0,9 volt. Jam dinding butuh baterai 1,5 volt.
TIK-TAK!
Kak TirtaRangkai tiga jeruk secara seri: tembaga ke seng, tembaga ke seng. Tegangannya dijumlahkan!
Kimo ikut nimbrung…
KimoFakta unik: listriknya bukan dari "sari" jeruk! Lapisan seng di paku yang dimakan asam dan melepas elektron. Jeruk hanya menjadi kolam ion.
BimaJadi yang habis pelan-pelan itu… pakunya?!
Dari mana sebenarnya listrik baterai jeruk nipis Bima?
Dari sari jeruk yang menyimpan listrik, seperti air di dalam tangki.
Dari kawat tembaga yang melepas elektron ke paku.
Dari reaksi redoks: seng melepas elektron, elektron berjalan lewat kawat, lalu ion H⁺ dalam sari jeruk menerimanya di permukaan tembaga.
Dari vitamin C yang bermuatan listrik.
Jawabannya: dari reaksi redoks. Seng lebih "royal" melepas elektron daripada tembaga. Elektron yang dilepas seng harus berjalan memutar lewat kawat (dan jam dinding!) sebelum diterima ion H⁺ di permukaan tembaga. Jeruk hanya menyediakan ion yang bisa bergerak (elektrolit). Ganti jeruk dengan kentang atau air garam, listriknya tetap ada; tetapi pakai dua kawat tembaga, listriknya hilang. Rahasianya ada pada dua logam yang berbeda.
30.1Sel volta: anode, katode, dan jembatan garam
Mari mulai dari percobaan yang sangat sederhana. Celupkan sekeping Zn (seng) ke dalam larutan tembaga(II) sulfat yang biru. Dalam beberapa menit kamu akan melihat tiga hal: permukaan seng tertutup lapisan cokelat kehitaman (butiran tembaga halus), warna biru larutan memudar, dan gelasnya terasa sedikit hangat.
\[ \ce{Zn(s) + Cu^2+(aq) -> Zn^2+(aq) + Cu(s)} \]
Tiga tingkat pengamatan. Makroskopik: seng berlapis cokelat kehitaman, biru memudar, gelas menghangat. Submikroskopik: atom Zn langsung menyerahkan 2 elektron kepada ion Cu²⁺ yang menempel. Simbolik: persamaan reaksi di atas. Semua energinya berubah menjadi panas, belum menjadi listrik.
Reaksi ini adalah redoks (Bab 29): seng teroksidasi (melepas elektron) dan ion tembaga tereduksi (menerima elektron). Masalahnya, elektron melompat langsung dari atom seng ke ion tembaga yang menempel di permukaannya, sehingga energinya hanya menjadi panas. Bagaimana kalau kita memisahkan kedua pihak dan memaksa elektron berjalan lewat kawat? Itulah ide besar sel volta.
Bayangkan seng sebagai anak yang ingin sekali membagikan kelerengnya (elektron), sedangkan ion tembaga ingin sekali menerimanya. Kalau mereka duduk bersebelahan, kelereng langsung berpindah tangan dan tidak ada yang istimewa. Tetapi kalau mereka dipisahkan dan kelereng hanya boleh dikirim lewat sebuah perosotan panjang (kawat), kelereng yang meluncur bisa memutar kincir kecil di tengah jalan. Kincir itu adalah lampu, jam, atau ponselmu!
Definisi · Sel volta (sel galvani)Sel volta adalah sel elektrokimia yang mengubah energi kimia dari reaksi redoks spontan menjadi energi listrik. Oksidasi dan reduksi terjadi di dua tempat terpisah (dua setengah sel):
Anode = elektrode tempat terjadinya oksidasi.
Katode = elektrode tempat terjadinya reduksi.
Jembatan garam = tabung berisi larutan elektrolit (misalnya \(\ce{KNO3}\) dalam agar-agar) yang menghubungkan kedua larutan sehingga ion dapat berpindah.
Contoh paling terkenal adalah sel Daniell: seng dalam larutan seng sulfat, tembaga dalam larutan tembaga sulfat. Tekan Lanjut untuk melihat apa yang dilakukan setiap partikel.
Sel Daniell. Seng dicelup dalam larutan \(\ce{ZnSO4}\) 1 M, tembaga dalam \(\ce{CuSO4}\) 1 M. Kedua logam dihubungkan kawat dan voltmeter; kedua larutan dihubungkan jembatan garam berisi \(\ce{KNO3}\). Voltmeter membaca 1,10 V.
Di anode (seng), atom Zn melepas 2 elektron lalu masuk ke larutan sebagai ion \(\ce{Zn^2+}\): \(\ce{Zn -> Zn^2+ + 2e-}\). Inilah oksidasi. Elektronnya tertinggal di logam, sehingga seng menjadi kutub negatif.
Elektron yang berdesakan di seng mengalir lewat kawat menuju tembaga. Tegangan 1,10 V adalah "dorongan" yang menggerakkan elektron itu, mirip beda ketinggian yang membuat air mengalir.
Di katode (tembaga), ion \(\ce{Cu^2+}\) dari larutan menangkap elektron dan menempel sebagai atom Cu: \(\ce{Cu^2+ + 2e- -> Cu}\). Inilah reduksi; tembaga menjadi kutub positif.
Tanpa penyeimbang, gelas kiri akan kelebihan ion positif dan gelas kanan kekurangan ion positif, lalu aliran berhenti. Jembatan garam mengirim ion \(\ce{NO3-}\) ke gelas anode dan ion \(\ce{K+}\) ke gelas katode sehingga kedua larutan tetap netral. Yang lewat jembatan garam adalah ion, bukan elektron.
Beberapa jam kemudian: seng menipis, tembaga menebal, dan warna biru memudar karena \(\ce{Cu^2+}\) terpakai. Reaksi selnya \(\ce{Zn + Cu^2+ -> Zn^2+ + Cu}\) dengan \(E^\circ_{sel} = 1{,}10\) V.
Perhatikan "lingkaran" muatan yang tertutup: elektron berjalan di kawat dari anode ke katode, sedangkan di dalam larutan dan jembatan garam muatan dibawa oleh ion. Kation bergerak menuju katode, anion bergerak menuju anode. Putuskan salah satu bagian lingkaran itu, maka arus berhenti.
Trik Kak Tirta · KRAO dan KPANKRAO: Katode–Reduksi, Anode–Oksidasi. Ini berlaku untuk semua sel elektrokimia, kapan pun. Lalu khusus sel volta: KPAN, Katode Positif, Anode Negatif. (Di sel elektrolisis, Bab 31, kutubnya terbalik: KNAP.) Satu lagi: elektron selalu keluar dari anode lewat kawat dan masuk ke katode. Ion tidak pernah lewat kawat, elektron tidak pernah lewat larutan.
Kak Tirta mencabut jembatan garam dari sel Daniell yang sedang bekerja. Apa yang terjadi pada voltmeter?
Tetap 1,10 V, karena elektron masih bisa lewat kawat.
Turun ke nol, karena lingkaran muatan terputus: ion tidak bisa lagi berpindah antargelas.
Naik, karena hambatan rangkaian berkurang.
Berbalik tanda, karena elektron kini lewat larutan.
Jawabannya: turun ke nol. Tanpa jembatan garam, ion \(\ce{Zn^2+}\) yang baru terbentuk menumpuk muatan positif di gelas kiri, dan gelas kanan menumpuk muatan negatif (ion sulfat yang ditinggal \(\ce{Cu^2+}\)). Dalam sekejap, tumpukan muatan itu menghentikan aliran elektron. Jembatan garam adalah "jalan pulang" bagi muatan; tanpa jalan pulang, tidak ada sirkuit.
Awas jebakanElektron tidak pernah berenang melalui jembatan garam atau larutan. Elektron hanya mengalir di kawat dan logam; di larutan dan jembatan garam, yang bergerak adalah ion. Jebakan kedua: "anode selalu positif" itu keliru. Anode didefinisikan sebagai tempat oksidasi. Di sel volta, anode justru kutub negatif.
Tamu dari masa laluPada 1780-an, Luigi Galvani di Bologna melihat kaki katak mati berkedut ketika disentuh dua logam berbeda. Ia mengira listrik berasal dari tubuh katak ("listrik hewan"). Alessandro Volta tidak setuju: menurutnya listrik berasal dari dua logam berbeda yang dipisahkan cairan. Pada 1800 Volta membuktikannya dengan menumpuk lempeng seng dan tembaga (atau perak) berselang-seling, dipisahkan kain yang dibasahi air garam. Inilah baterai pertama di dunia, dan satuan tegangan "volt" dinamai untuk menghormatinya. Tumpukan Volta cepat lemah, sehingga pada 1836 John Frederic Daniell merancang sel dua larutan yang tegangannya stabil. Sel Daniell kemudian dipakai untuk jaringan telegraf.
30.2Potensial elektrode standar dan deret volta
Mengapa seng yang melepas elektron dan bukan tembaga? Bayangkan setiap setengah sel ikut lomba tarik tambang elektron. Ion \(\ce{Cu^2+}\) menarik elektron lebih kuat daripada ion \(\ce{Zn^2+}\), sehingga tembaga "menang" dan mengambil elektron; seng "kalah" dan terpaksa melepaskannya.
Kekuatan tarikan itu tidak bisa diukur sendirian. Voltmeter selalu membutuhkan dua setengah sel. Karena itu kimiawan sepakat memakai satu setengah sel sebagai patokan, seperti tinggi gunung yang selalu diukur dari permukaan laut. Patokannya adalah elektrode hidrogen standar: kepingan platina dalam larutan \(\ce{H+}\) 1 M yang dialiri gas hidrogen bertekanan 1 bar. Potensialnya ditetapkan 0,00 V.
Definisi · Potensial reduksi standar, \(E^\circ\)Potensial reduksi standar (\(E^\circ\)) adalah tegangan sebuah setengah sel, ditulis sebagai reaksi reduksi, yang diukur terhadap elektrode hidrogen standar pada keadaan standar: 25 °C, konsentrasi ion 1 M, dan tekanan gas 1 bar (≈ 1 atm).
\(E^\circ\) positif: spesi itu lebih mudah tereduksi daripada \(\ce{H+}\) (oksidator kuat), misalnya \(\ce{Ag+}\), \(\ce{Cl2}\), \(\ce{F2}\).
\(E^\circ\) negatif: logamnya lebih mudah teroksidasi daripada \(\ce{H2}\) (reduktor kuat), misalnya Li, Mg, Zn.
Cara membaca tabel ini: makin ke bawah, spesi di kiri panah makin rakus elektron (oksidator makin kuat). Makin ke atas, logam di kanan panah makin royal melepas elektron (reduktor makin kuat). Litium di puncak tabel adalah "dermawan" terbesar, sedangkan fluorin di dasar adalah "perampok" terbesar.
Gampangnya begini: logam di bagian atas tabel (litium, kalium, magnesium, seng) senang melepas elektron dan mudah "larut" menjadi ion. Logam di bagian bawah (tembaga, perak, emas) lebih suka tetap menjadi logam. Itu sebabnya emas tetap berkilau ratusan tahun, sedangkan seng di atap perlahan menjadi kusam.
Logam-logam yang diurutkan dari \(E^\circ\) paling negatif ke paling positif disebut deret volta (deret keaktifan logam):
← makin mudah teroksidasi, reduktor makin kuatlogam makin mulia, ionnya makin mudah tereduksi →
Aturan · Membaca deret volta
Logam di kiri lebih mudah teroksidasi (reduktor lebih kuat) daripada logam di kanannya.
Logam di kiri dapat mendesak (mereduksi) ion logam yang ada di kanannya dari larutan. Contoh: \(\ce{Fe + CuSO4 -> FeSO4 + Cu}\) berlangsung, tetapi \(\ce{Cu + FeSO4}\) tidak bereaksi.
Logam di kiri H dapat bereaksi dengan asam encer (misalnya HCl) menghasilkan gas \(\ce{H2}\); logam di kanan H (Cu, Ag, Au) tidak.
Dalam sel volta, logam yang letaknya lebih kiri menjadi anode. Makin jauh jarak kedua logam di deret, makin besar tegangan selnya.
Ramalkan apakah terjadi reaksi: (a) paku besi dicelup ke larutan \(\ce{CuSO4}\); (b) kawat tembaga dicelup ke larutan \(\ce{ZnSO4}\); (c) kawat tembaga dicelup ke larutan \(\ce{AgNO3}\).
(a) Fe di kiri Cu: Fe dapat mendesak \(\ce{Cu^2+}\). Paku berlapis tembaga merah, larutan memudar. Bereaksi.
(b) Cu di kanan Zn: tembaga tidak mampu mereduksi \(\ce{Zn^2+}\). Tidak bereaksi.
(c) Cu di kiri Ag: \(\ce{Cu + 2Ag+ -> Cu^2+ + 2Ag}\). Kristal perak mengilap tumbuh seperti ranting ("pohon perak"), larutan berubah biru. Bereaksi.
Hanya (a) dan (c) yang bereaksi. Kuncinya: logam kiri mendesak ion logam kanan, tidak pernah sebaliknya.
Kamu punya empat pasangan logam dan larutannya masing-masing (1 M). Pasangan mana yang memberi tegangan sel paling besar?
Seng dan tembaga, karena paling sering dipakai di buku.
Besi dan tembaga, karena besi paling mudah berkarat.
Magnesium dan tembaga.
Tembaga dan perak, karena perak paling mahal.
Jawabannya: magnesium dan tembaga (\(0{,}34 - (-2{,}37) = 2{,}71\) V). Tegangan ditentukan oleh jarak kedua logam di deret volta, bukan oleh harga atau kepopulerannya. Zn–Cu memberi 1,10 V, Fe–Cu 0,78 V, dan Cu–Ag hanya 0,46 V.
30.3Potensial sel dan spontanitas
Kalau \(E^\circ\) adalah "ketinggian" setiap setengah sel, maka tegangan sel adalah beda ketinggian antara keduanya. Elektron "meluncur" dari setengah sel ber-\(E^\circ\) rendah (anode) ke setengah sel ber-\(E^\circ\) tinggi (katode), seperti air terjun Coban Rondo: makin tinggi tebingnya, makin deras energinya.
Aturan · Potensial sel standar
\[ E^\circ_{sel} = E^\circ_{katode} - E^\circ_{anode} \]
Keduanya memakai nilai potensial reduksi dari tabel, tanpa mengubah tanda. Bila \(E^\circ_{sel} > 0\), reaksi berlangsung spontan sehingga dapat dipakai sebagai sel volta. Bila \(E^\circ_{sel} < 0\), reaksi tidak spontan ke arah itu; reaksi kebalikannya yang spontan, atau perlu listrik dari luar (elektrolisis, Bab 31).
Awas jebakanJangan mengalikan \(E^\circ\) dengan koefisien reaksi! Potensial adalah besaran intensif, seperti suhu atau ketinggian: dua gelas teh bersuhu 60 °C tidak menjadi 120 °C. Reaksi \(\ce{Cu + 2Ag+ -> Cu^2+ + 2Ag}\) tetap memakai \(E^\circ_{\ce{Ag+/Ag}} = +0{,}80\) V, bukan 1,60 V. Jebakan lain: jangan membalik tanda \(E^\circ\) anode lalu mengurangkannya lagi. Pilih salah satu cara saja.
\(E^\circ_{sel} = \mathbf{+1{,}10}\) V. Positif, jadi reaksinya spontan, persis angka yang dibaca voltmeter di stepper tadi.
Sebuah sel volta memakai magnesium dalam \(\ce{Mg(NO3)2}\) dan perak dalam \(\ce{AgNO3}\). Tuliskan setengah reaksi, reaksi sel, dan \(E^\circ_{sel}\). (\(E^\circ\) \(\ce{Mg^2+/Mg} = -2{,}37\) V; \(\ce{Ag+/Ag} = +0{,}80\) V)
Mg lebih negatif → anode: \(\ce{Mg -> Mg^2+ + 2e-}\).
Ag lebih positif → katode: \(\ce{Ag+ + e- -> Ag}\), dikali 2 agar elektronnya sama: \(\ce{2Ag+ + 2e- -> 2Ag}\).
\(E^\circ_{sel} = 0{,}80 - (-2{,}37) = 3{,}17\) V. Nilai 0,80 tidak dikali 2.
Reaksi sel \(\ce{Mg + 2Ag+ -> Mg^2+ + 2Ag}\), \(E^\circ_{sel} = \mathbf{3{,}17}\) V, hampir tiga kali sel Daniell.
Sekarang giliranmu merakit sel sendiri. Pilih dua logam, atur konsentrasinya, lalu perhatikan voltmeter, arah elektron, ion di jembatan garam, dan elektrode yang menipis atau menebal.
Ketuk gelas kiri atau kanan untuk mengganti logam, ketuk jembatan garam untuk mencabut atau memasangnya, dan ketuk lampu untuk membuka atau menutup sakelar. Coba: (1) Zn–Cu lalu Mg–Ag, mana yang lebih besar? (2) Cabut jembatan garam, apa kata voltmeter? (3) Pakai logam yang sama di kedua gelas tetapi konsentrasi berbeda: sel konsentrasi! (4) Biarkan lampu menyala lama atau tekan ⏩. Mengapa tegangannya perlahan turun?
Peternak ikan menyimpan larutan terusi (\(\ce{CuSO4}\)) untuk membasmi jamur kolam. Bolehkah larutan itu disimpan dalam ember besi? Bagaimana dengan wadah berlapis perak? Jelaskan dengan \(E^\circ_{sel}\).
Ember besi: reaksi yang mungkin \(\ce{Fe + Cu^2+ -> Fe^2+ + Cu}\). Fe dioksidasi (anode), \(\ce{Cu^2+}\) direduksi (katode).
\(E^\circ_{sel} = 0{,}34 - (-0{,}44) = +0{,}78\) V > 0 → spontan. Ember akan berlapis tembaga, lama-lama keropos, dan terusinya habis.
Wadah perak: reaksi yang mungkin \(\ce{2Ag + Cu^2+ -> 2Ag+ + Cu}\). \(E^\circ_{sel} = 0{,}34 - 0{,}80 = -0{,}46\) V < 0 → tidak spontan.
Jangan pakai ember besi; wadah perak (atau, lebih murah, plastik dan kaca) aman. Aturan cepatnya: larutan ion logam aman disimpan dalam wadah logam yang letaknya lebih kanan di deret volta.
Berlatihlah menyetarakan setengah reaksi dan reaksi sel. Ingat, dalam reaksi redoks yang setara, muatan juga harus setara, dan jumlah elektron yang dilepas harus sama dengan yang diterima.
Perhatikan baris "muatan" di tabel timbangan. Pada \(\ce{Al + Cu^2+}\), aluminium melepas 3 elektron, sedangkan tembaga menerima 2. Kelipatan persekutuan terkecilnya 6 elektron, jadi berapa atom Al dan berapa ion \(\ce{Cu^2+}\)?
30.4Notasi sel: menggambar sel dalam satu baris
Menggambar gelas, kawat, dan jembatan garam setiap kali tentu melelahkan. Kimiawan memakai singkatan yang disebut notasi sel (diagram sel). Sel Daniell ditulis:
Anatomi notasi sel. Satu garis tegak memisahkan dua fasa (logam padat | larutan). Garis ganda melambangkan jembatan garam. Konsentrasi atau tekanan ditulis dalam kurung.
Aturan · Menulis notasi sel
Anode ditulis di kiri, katode di kanan. Urutannya mengikuti arah reaksi: dari pereaksi ke hasil di setiap setengah sel.
Garis tegak tunggal \(\mid\) = batas fasa; garis ganda \(\parallel\) = jembatan garam.
Bila setengah reaksi tidak melibatkan logam padat (gas atau pasangan ion), pakai elektrode inert seperti platina atau grafit: \(\ce{Pt(s)}\mid\ce{H2(g)}\mid\ce{H+(aq)}\) atau \(\ce{Fe^3+(aq), Fe^2+(aq)}\mid\ce{Pt(s)}\). Spesi dalam fasa yang sama dipisah koma.
Elektron dan ion jembatan garam tidak ditulis.
Trik Kak Tirta · Urutan abjad"Anode di kiri, Katode di kanan, seperti A yang datang sebelum K di abjad." Lalu baca notasi seperti membaca buku, dari kiri ke kanan: yang di kiri teroksidasi, yang di kanan tereduksi, dan elektron ikut "membaca" ke arah yang sama.
Diketahui notasi sel \(\ce{Ni(s)}\mid\ce{Ni^2+(aq)}\parallel\ce{Ag+(aq)}\mid\ce{Ag(s)}\). Tuliskan reaksi selnya dan hitung \(E^\circ_{sel}\). (\(E^\circ\) \(\ce{Ni^2+/Ni} = -0{,}25\) V; \(\ce{Ag+/Ag} = +0{,}80\) V)
Kiri = anode: \(\ce{Ni -> Ni^2+ + 2e-}\).
Kanan = katode: \(\ce{2Ag+ + 2e- -> 2Ag}\).
Reaksi sel: \(\ce{Ni + 2Ag+ -> Ni^2+ + 2Ag}\).
\(E^\circ_{sel} = 0{,}80 - (-0{,}25) = 1{,}05\) V.
\(E^\circ_{sel} = \mathbf{+1{,}05}\) V, positif, jadi notasi itu menggambarkan sel volta yang benar-benar dapat bekerja.
Laras merakit \(\ce{Pt(s)}\mid\ce{H2}(\text{g, 1 bar})\mid\ce{H+}(\text{aq, 1 M})\parallel\ce{X^2+}(\text{aq, 1 M})\mid\ce{X(s)}\) dan voltmeter membaca +0,34 V. Lalu ia merakit \(\ce{Y(s)}\mid\ce{Y^2+}(\text{aq, 1 M})\parallel\ce{H+}(\text{aq, 1 M})\mid\ce{H2}(\text{g, 1 bar})\mid\ce{Pt(s)}\) dan membaca +0,76 V. Tentukan \(E^\circ\) untuk X dan Y, lalu tebak logamnya.
Sel pertama: hidrogen di kiri (anode, 0,00 V), X di kanan (katode). \(0{,}34 = E^\circ_X - 0{,}00\) → \(E^\circ_X = +0{,}34\) V.
Sel kedua: Y di kiri (anode), hidrogen di kanan (katode). \(0{,}76 = 0{,}00 - E^\circ_Y\) → \(E^\circ_Y = -0{,}76\) V.
Cocokkan dengan tabel: X = tembaga, Y = seng.
\(E^\circ_X = +0{,}34\) V (Cu) dan \(E^\circ_Y = -0{,}76\) V (Zn). Begitulah angka-angka di tabel potensial reduksi diukur: satu per satu terhadap elektrode hidrogen.
30.5Baterai dalam kehidupan
Sel Daniell bagus untuk belajar, tetapi berisi cairan yang mudah tumpah. Baterai adalah sel volta yang dibuat praktis: elektrolitnya berupa pasta, gel, atau cairan yang tertutup rapat, ukurannya kecil, dan tahan guncangan. Ada tiga keluarga besar:
Sel primer: sekali pakai, reaksinya sulit dibalik (baterai seng–karbon, alkalin, kancing).
Sel sekunder: dapat diisi ulang, karena reaksinya dapat dibalik dengan listrik dari luar (aki, litium-ion, NiMH).
Sel bahan bakar: pereaksinya terus dipasok dari luar (hidrogen dan oksigen), jadi tidak pernah "habis" selama bahan bakar ada.
Satu sel hanya memberi tegangan beberapa volt. Untuk tegangan lebih besar, sel dirangkai seri (kutub + satu sel ke kutub − sel berikutnya): tegangannya dijumlahkan. Untuk kapasitas atau arus lebih besar, sel dirangkai paralel: tegangannya tetap. Coba sendiri dengan buah-buahan!
Nyalakan LED merah (butuh ±1,8 V) dengan jumlah buah sesedikit mungkin. Ketuk buah untuk menambah jumlahnya, ketuk LED untuk membalik kakinya. Bandingkan susunan seri dan paralel, lalu ganti pasangan logam dan jenis buah. Mengapa kentang rebus lebih "kuat" daripada kentang mentah? Petunjuk: lihat hambatan dalamnya. Jangan lupa "matikan lampu kamar" karena LED dari baterai buah menyala redup.
Baterai
Anode (−)
Katode (+)
Elektrolit
Tegangan per sel
Jenis · contoh
Seng–karbon (Leclanché)
Zn (wadahnya)
\(\ce{MnO2}\) + batang grafit
pasta \(\ce{NH4Cl}\)/\(\ce{ZnCl2}\)
1,5 V
primer · senter, jam dinding
Alkalin
serbuk Zn
\(\ce{MnO2}\)
pasta KOH
1,5 V
primer · remote, mainan
Perak oksida (kancing)
Zn
\(\ce{Ag2O}\)
KOH
1,55 V
primer · jam tangan, kalkulator
Timbal–asam (aki)
Pb
\(\ce{PbO2}\)
\(\ce{H2SO4}\) ±35%
2,0 V (6 sel = 12 V)
sekunder · motor, mobil, UPS
Nikel–metal hidrida (NiMH)
paduan penyimpan hidrogen
NiOOH
KOH
1,2 V
sekunder · baterai AA isi ulang
Litium-ion NMC
grafit berisi Li (\(\ce{LiC6}\))
\(\ce{LiMO2}\), M = Ni, Mn, Co
garam \(\ce{LiPF6}\) dalam pelarut organik
3,6–3,7 V
sekunder · ponsel, laptop, mobil listrik
Litium besi fosfat (LFP)
grafit berisi Li
\(\ce{LiFePO4}\)
sama dengan di atas
3,2 V
sekunder · motor & bus listrik, penyimpan listrik surya
Sel bahan bakar hidrogen
\(\ce{H2}\) (katalis Pt)
\(\ce{O2}\) udara (katalis Pt)
membran polimer penghantar \(\ce{H+}\)
1,23 V (teori), ±0,7 V saat bekerja
bahan bakar · bus hidrogen, wahana antariksa
Aki: baterai timbal–asam
Aki motor dan mobil berisi enam sel yang dirangkai seri. Setiap sel punya lempeng timbal (anode) dan lempeng timbal(IV) oksida (katode) yang terendam asam sulfat. Saat aki dipakai:
Kedua lempeng sama-sama berubah menjadi \(\ce{PbSO4}\), dan asam sulfat terpakai menjadi air. Akibatnya massa jenis elektrolit turun dari sekitar 1,28 g/cm³ (penuh) mendekati 1,1 g/cm³ (kosong). Montir bengkel memeriksanya dengan hidrometer. Saat mesin menyala, dinamo (alternator) memaksa reaksi berjalan terbalik sehingga aki terisi kembali. Aki yang lama dibiarkan kosong mengalami sulfasi: kristal \(\ce{PbSO4}\) membesar dan mengeras sehingga sulit diubah kembali.
KeselamatanJangan pernah membongkar baterai atau aki. Aki berisi asam sulfat yang korosif dan, saat diisi, menghasilkan gas hidrogen yang mudah menyala; jauhkan dari percikan api. Baterai litium-ion yang tertusuk, penyok, atau menggembung dapat terbakar hebat: jangan diisi, jangan dibuang ke api, dan serahkan ke tempat pengumpulan limbah elektronik. Baterai alkalin yang bocor mengeluarkan basa korosif (KOH): bersihkan dengan sarung tangan.
KorosifMudah menyalaBahaya lingkungan
Baterai alkalin
Baterai AA dan AAA di remote televisi biasanya alkalin. Serbuk seng menjadi anode, mangan dioksida menjadi katode, dan pasta kalium hidroksida menjadi elektrolit:
Tiga persamaan pertama milik aki, dua berikutnya milik baterai alkalin, dan yang terakhir milik sel bahan bakar. Setarakan atom dulu, lalu cocokkan muatan dengan elektron.
Litium-ion: baterai "kursi goyang"
Mengapa litium? Li adalah logam paling ringan (Ar 6,94) sekaligus punya \(E^\circ\) paling negatif (−3,04 V). Artinya, satu gram litium menyimpan muatan sangat banyak dan memberi tegangan tinggi. Uniknya, baterai litium-ion tidak berisi logam litium. Yang berpindah adalah ion \(\ce{Li+}\), berayun bolak-balik di antara dua "rumah": lapisan grafit dan lapisan oksida logam.
Baterai penuh. Ion litium tersimpan di sela lapisan grafit pada anode (lempeng tembaga). Katodenya oksida logam berlapis pada lempeng aluminium, misalnya NMC yang kaya nikel (hijau), dengan sedikit mangan dan kobalt.
Dipakai. Di anode litium melepas elektron: \(\ce{LiC6 -> C6 + Li+ + e-}\). Elektron mengalir lewat kabel dan menyalakan lampu, sedangkan ion \(\ce{Li+}\) menyeberang lewat elektrolit dan menembus pori separator.
Kosong. Ion \(\ce{Li+}\) dan elektron bertemu di katode lalu menyusup ke sela lapisan oksida; ion logam transisi di dalamnya (terutama nikel) tereduksi. Bila hampir semua litium sudah pindah, tegangan turun dan ponselmu minta diisi.
Diisi ulang. Pengisi daya memaksa elektron mengalir terbalik, dan ion \(\ce{Li+}\) kembali ke grafit. Ion berayun bolak-balik seperti kursi goyang, ratusan sampai ribuan kali selama umur baterai.
Berapa banyak muatan yang bisa disimpan sejumlah logam? Setiap mol elektron membawa muatan \(F = 96.485\) C, sama dengan 26,8 ampere-jam (Ah). Kapasitas powerbank yang tertulis "10.000 mAh" adalah ukuran muatan seperti ini.
Kimia Nusantara · Nikel dari Morowali dan Weda BayIndonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan kini menjadi produsen nikel terbesar. Bijih laterit dari Sulawesi dan Maluku Utara diolah di kawasan industri seperti Morowali (Sulawesi Tengah) dan Weda Bay (Halmahera, Maluku Utara). Bijih limonit yang kadar nikelnya rendah dilarutkan dengan asam sulfat pada suhu dan tekanan tinggi (proses HPAL) menjadi endapan campuran hidroksida, lalu dimurnikan menjadi nikel sulfat, bahan katode NMC. Makin tinggi kadar nikel (NMC 811 berarti 8 : 1 : 1 untuk Ni : Mn : Co), makin banyak energi yang tersimpan per kilogram baterai, sehingga mobil dan motor listrik dapat menempuh jarak lebih jauh. Tantangannya nyata: limbah tailing, hutan yang dibuka, dan listrik smelter yang sebagian besar masih dari batu bara. Itu sebabnya daur ulang baterai bekas disebut "tambang masa depan".
Tamu dari masa laluGaston Planté membuat aki timbal–asam pertama pada 1859, baterai isi ulang pertama di dunia yang prinsipnya masih dipakai di motor kita. Pada 1866 Georges Leclanché menciptakan sel seng–karbon, nenek moyang baterai senter. Lebih dari seabad kemudian, M. Stanley Whittingham, John B. Goodenough, dan Akira Yoshino mengembangkan baterai litium-ion dan menerima Nobel Kimia 2019. Goodenough menerimanya pada usia 97 tahun, peraih Nobel tertua sepanjang sejarah!
Sel bahan bakar hidrogen
Sel bahan bakar mereaksikan hidrogen dan oksigen tanpa nyala api. Pada jenis bermembran polimer, membran hanya meloloskan ion \(\ce{H+}\), sehingga elektron terpaksa lewat kabel:
Hasil buangnya hanya air. Wahana Apollo yang membawa manusia ke Bulan memakai sel bahan bakar, dan air hasilnya diminum para astronot. Tantangannya ada pada hidrogen itu sendiri: bila dibuat dari gas alam, tetap ada \(\ce{CO2}\) yang dilepas; bila dibuat dengan elektrolisis air memakai listrik panas bumi atau surya, barulah benar-benar bersih ("hidrogen hijau").
"Baterai menyimpan listrik, seperti tangki menyimpan air."
Baterai menyimpan energi kimia dalam bentuk zat pereaksi. Listrik baru "dibuat" saat reaksi redoks berlangsung. Jumlah elektron di baterai penuh dan kosong sama saja; yang berubah adalah zatnya.
"Makin besar buahnya, makin tinggi tegangannya."
Tegangan ditentukan oleh pasangan logam (selisih \(E^\circ\)). Buah besar atau elektrode lebar hanya menurunkan hambatan dalam, sehingga arusnya bisa sedikit lebih besar.
"Anode selalu kutub positif."
Anode adalah tempat oksidasi. Di sel volta dan baterai yang sedang dipakai, anode justru kutub negatif. Di sel elektrolisis (Bab 31), barulah anode menjadi kutub positif.
"Aki kering tidak berisi asam."
Aki "kering" (bebas perawatan) tetap aki timbal–asam. Asam sulfatnya terserap dalam serat kaca atau gel sehingga tidak tumpah. Tetap jangan dibongkar!
Kimia di sekitarmu
🏍️
Aki motor
Enam sel timbal–asam 2 V dirangkai seri menjadi 12 V untuk starter, lampu, dan klakson. Dinamo mengisinya kembali selama mesin hidup.
🛵
Motor listrik
Paket berisi puluhan sampai ratusan sel litium-ion (NMC atau LFP) yang dirangkai seri-paralel, umumnya 48–72 V. Katode NMC-nya bisa jadi berisi nikel dari Sulawesi.
⌚
Jam tangan & kalkulator
Baterai kancing perak oksida (1,55 V) atau litium (3 V) yang setipis koin bisa bertahan bertahun-tahun karena arus yang diminta sangat kecil.
🍋
Pameran sains sekolah
Baterai jeruk, kentang, atau tomat: dua logam berbeda ditambah elektrolit sudah menjadi sel volta. Tegangannya kecil, jadi biasanya dirangkai seri.
🦷
Gigi ngilu karena kertas timah
Tambalan logam, kertas aluminium yang tergigit, dan air liur membentuk sel volta kecil di mulut. Arus lemahnya menyentuh saraf gigi: nyut!
☀️
Listrik surya di pulau terpencil
Pembangkit listrik tenaga surya di desa kepulauan dilengkapi baterai penyimpan (aki atau LFP) agar lampu tetap menyala setelah matahari terbenam.
30.6Lanjut: ΔG° = −nFE°, persamaan Nernst, dan sel konsentrasi
Tegangan sel ternyata punya hubungan erat dengan energi bebas Gibbs (Bab 20). Ketika \(n\) mol elektron didorong melewati beda potensial \(E\), kerja listrik yang dihasilkan sama dengan muatan × tegangan, yaitu \(nF \times E\). Kerja berguna maksimum itu berasal dari penurunan energi bebas sistem:
Hubungan · Energi bebas dan potensial sel
\[ \Delta G^\circ = -nFE^\circ_{sel} \qquad F = 96.485\ \text{C/mol elektron} \qquad E^\circ_{sel} = \frac{RT}{nF}\ln K \]
\(n\) = mol elektron yang dipindahkan dalam persamaan reaksi; \(F\) = tetapan Faraday, muatan satu mol elektron (\(N_A \times e\)). \(E^\circ_{sel} > 0\) ⇔ \(\Delta G^\circ < 0\) ⇔ \(K > 1\): tiga cara mengatakan "spontan".
Mengapa begitu? Menurunkan \(\Delta G = -nFE\)
Kerja listrik untuk memindahkan muatan \(Q\) melalui beda potensial \(E\) adalah \(w = QE\) (1 C × 1 V = 1 J). Untuk \(n\) mol elektron, \(Q = nF\), sehingga \(w_{listrik} = nFE\). Termodinamika menyatakan bahwa kerja berguna (selain kerja ekspansi) maksimum yang bisa diperoleh dari reaksi pada suhu dan tekanan tetap sama dengan penurunan energi bebasnya: \(w_{maks} = -\Delta G\). Jadi \(-\Delta G = nFE\), atau \(\Delta G = -nFE\). Pada keadaan standar, \(\Delta G^\circ = -nFE^\circ\). Lalu dari \(\Delta G^\circ = -RT\ln K\) (Bab 22) diperoleh \(E^\circ = \dfrac{RT}{nF}\ln K\).
Hitung \(\Delta G^\circ\) dan \(K\) untuk \(\ce{Zn + Cu^2+ -> Zn^2+ + Cu}\) (\(E^\circ_{sel} = 1{,}10\) V) pada 25 °C.
\(\log K = \dfrac{nE^\circ}{0{,}0592} = \dfrac{2 \times 1{,}10}{0{,}0592} = 37{,}2\), jadi \(K \approx 10^{37}\).
\(\Delta G^\circ \approx \mathbf{-212}\) kJ dan \(K \approx 10^{37}\): reaksi praktis berjalan tuntas. Tidak heran seng di larutan terusi cepat sekali berlapis tembaga.
Tabel \(E^\circ\) hanya berlaku pada 1 M. Di baterai sungguhan, konsentrasi terus berubah: pereaksi berkurang, hasil reaksi bertambah. Bagaimana tegangannya? Jawabannya dirumuskan oleh Walther Nernst pada 1889.
Persamaan Nernst
\[ E_{sel} = E^\circ_{sel} - \frac{RT}{nF}\ln Q \qquad\Longrightarrow\qquad E_{sel} = E^\circ_{sel} - \frac{0{,}0592}{n}\log Q \quad (25\ ^\circ\text{C}) \]
\(Q\) adalah kuosien reaksi (Bab 22) yang ditulis dari reaksi sel; padatan tidak ikut dimasukkan. Untuk sel Daniell, \(Q = \dfrac{[\ce{Zn^2+}]}{[\ce{Cu^2+}]}\).
Seiring baterai dipakai, \(Q\) terus membesar sehingga \(E\) perlahan turun. Ketika \(Q\) mencapai \(K\), \(E = 0\): reaksi sudah setimbang dan tidak ada lagi dorongan bagi elektron. Baterai "mati" adalah baterai yang mencapai kesetimbangan. Seret titiknya untuk melihatnya.
Sel Daniell (E° = 1,10 V, n = 2) baru "mati" ketika log Q ≈ 37, yaitu ketika [Zn²⁺] kira-kira 10³⁷ kali [Cu²⁺]. Kecilkan E° atau ubah n: titik hijau Q = K bergeser. Garis lebih landai bila n lebih besar.
Hitung tegangan \(\ce{Zn(s)}\mid\ce{Zn^2+}(0{,}010\ \text{M})\parallel\ce{Cu^2+}(2{,}0\ \text{M})\mid\ce{Cu(s)}\) pada 25 °C. (\(E^\circ_{sel} = 1{,}10\) V)
\(E \approx \mathbf{1{,}17}\) V, sedikit di atas 1,10 V karena pereaksinya (\(\ce{Cu^2+}\)) melimpah dan hasilnya (\(\ce{Zn^2+}\)) sedikit, sesuai prinsip Le Chatelier.
Sel konsentrasi memakai dua setengah sel yang sama persis tetapi konsentrasinya berbeda, misalnya \(\ce{Cu(s)}\mid\ce{Cu^2+}(0{,}010\ \text{M})\parallel\ce{Cu^2+}(1{,}0\ \text{M})\mid\ce{Cu(s)}\). Karena \(E^\circ_{sel} = 0\), seluruh tegangannya berasal dari suku Nernst: \(E = -\dfrac{0{,}0592}{2}\log\dfrac{0{,}010}{1{,}0} = +0{,}059\) V. Tembaga di larutan encer larut (anode) sehingga larutannya makin pekat, sedangkan di larutan pekat \(\ce{Cu^2+}\) mengendap (katode) sehingga larutannya makin encer. Sel berhenti ketika kedua konsentrasi sama. Coba di Lab Mini Sel Volta Virtual: pilih tembaga di kedua gelas dengan konsentrasi berbeda.
Lanjut · IB & olimpiadeMenggabungkan setengah reaksi dan sel konsentrasi di tubuhmu
E° tidak boleh dijumlahkan, ΔG° boleh. Untuk mendapatkan \(E^\circ\) setengah reaksi \(\ce{Fe^3+ + 3e- -> Fe}\) dari \(\ce{Fe^3+ + e- -> Fe^2+}\) (+0,77 V) dan \(\ce{Fe^2+ + 2e- -> Fe}\) (−0,44 V), jumlahkan energi bebasnya: \(-3FE^\circ = -1F(0{,}77) - 2F(-0{,}44)\), sehingga \(E^\circ = \dfrac{0{,}77 - 0{,}88}{3} = -0{,}037\) V. Menjumlahkan potensialnya langsung (0,33 V) adalah kesalahan klasik di olimpiade. Aturan ini hanya diperlukan saat hasilnya masih setengah reaksi; untuk reaksi sel lengkap, elektron sudah saling meniadakan dan \(E^\circ_{sel} = E^\circ_{katode} - E^\circ_{anode}\) tetap berlaku.
Sel saraf adalah sel konsentrasi. Di dalam sel saraf \([\ce{K+}] \approx 140\) mM, di luar ±5 mM. Membran yang hanya meloloskan \(\ce{K+}\) membangun potensial Nernst \(E = \dfrac{RT}{F}\ln\dfrac{[\ce{K+}]_{luar}}{[\ce{K+}]_{dalam}} \approx 61{,}5\ \text{mV} \times \log\dfrac{5}{140} \approx -89\) mV pada 37 °C. Potensial istirahat nyata ±−70 mV karena membran juga sedikit meloloskan \(\ce{Na+}\).
pH-meter juga sel konsentrasi. Elektrode kaca peka terhadap \([\ce{H+}]\); tegangannya berubah ±59 mV untuk setiap satu satuan pH pada 25 °C. Dengan Nernst yang sama, tegangan sel juga dapat dipakai untuk menghitung \(K_{sp}\) garam yang sangat sukar larut.
Pada sel volta Zn–Cu, elektron mengalir …
dari Cu ke Zn lewat kawat
dari Zn ke Cu lewat jembatan garam
dari Zn ke Cu lewat kawat
dari Cu ke Zn lewat larutan
Seng (E° lebih negatif) adalah anode yang melepas elektron. Elektron hanya mengalir di kawat; jembatan garam dilalui ion.
\(E^\circ\) \(\ce{Fe^2+/Fe} = -0{,}44\) V dan \(\ce{Ag+/Ag} = +0{,}80\) V. Berapa \(E^\circ_{sel}\) sel besi–perak?
1,24 V
0,36 V
2,04 V
−1,24 V
\(E^\circ_{sel} = 0{,}80 - (-0{,}44) = 1{,}24\) V. Pilihan 2,04 V muncul bila E° perak keliru dikali 2.
Mengapa aki motor termasuk sel sekunder?
Karena dipakai setelah baterai primer habis
Karena tegangannya separuh baterai primer
Karena memakai dua jenis logam
Karena reaksinya dapat dibalik dengan mengisi ulang
Sel sekunder dapat diisi ulang: listrik dari luar mengubah \(\ce{PbSO4}\) kembali menjadi Pb dan \(\ce{PbO2}\).
31
Bab 31 · Redoks & Elektrokimia
Elektrolisis & Korosi: Listrik yang Memaksa, Karat yang Menggerogoti
Di Bab 30, reaksi kimia menghasilkan listrik. Sekarang kita membaliknya: listrik dipakai untuk memaksa reaksi yang tidak mau berjalan sendiri, dari membuat aluminium sampai menyepuh perhiasan. Lalu kita berkenalan dengan musuh lama para insinyur, yaitu karat: sel volta mini yang diam-diam memakan besi.
Setelah bab ini, kamu bisa
membedakan sel elektrolisis dan sel volta dari arah energi, tanda kutub, serta tempat oksidasi dan reduksi;
meramalkan produk elektrolisis leburan dan larutan dengan aturan katode–anode, termasuk air garam yang menghasilkan \(\ce{H2}\), \(\ce{Cl2}\), dan NaOH;
menghitung muatan, massa endapan, volume gas, dan waktu dengan hukum Faraday;
menjelaskan penyepuhan, pemurnian tembaga, proses Hall–Héroult, dan industri klor-alkali;
menjelaskan korosi besi sebagai sel volta mini dan memilih cara pencegahannya: cat, galvanisasi, proteksi katodik, atau baja tahan karat.
Pagar Berkarat, Sendok Perak Komik · 4 panel
Sore hari di Pantai Losari, Makassar
LarasLihat, Bim! Pagar besi di tepi pantai ini karatan semua. Padahal katanya baru dicat dua tahun lalu.
BimaAneh. Sendok perak warisan Nenek umurnya sudah 50 tahun, tapi masih kinclong!
LarasKenapa besi gampang berkarat, perak tidak?
BZZZ…
Kak TirtaListrik juga bisa memindahkan logam. Kunci ini kusambung ke kutub negatif baterai, lempeng tembaga ke kutub positif, lalu keduanya dicelup larutan tembaga sulfat.
Sepuluh menit kemudian…KILAU!
KimoKuncinya jadi berwarna tembaga! Namanya penyepuhan: listrik memaksa ion Cu²⁺ menempel di kunci.
BimaJadi listrik bisa memaksa reaksi terjadi?!
Kak Tirta mengelektrolisis air yang diberi sedikit garam \(\ce{Na2SO4}\) agar dapat menghantar listrik. Gas hidrogen terkumpul di atas katode dan gas oksigen di atas anode. Bagaimana perbandingan volume kedua gas itu?
Sama banyak, karena keduanya berasal dari air yang sama.
Oksigen dua kali lebih banyak, karena molekul \(\ce{O2}\) lebih besar.
Hidrogen dua kali lebih banyak daripada oksigen.
Tidak ada gas yang terbentuk, airnya hanya menjadi hangat.
Jawabannya: hidrogen dua kali lebih banyak. Rumus air \(\ce{H2O}\) berisi dua atom H untuk setiap satu atom O, sehingga \(\ce{2H2O -> 2H2 + O2}\). Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas sebanding dengan jumlah molekulnya (Bab 14). Dilihat dari elektronnya: membuat satu molekul \(\ce{O2}\) butuh 4 elektron, sedangkan satu \(\ce{H2}\) cukup 2. Dengan aliran elektron yang sama, \(\ce{H2}\) yang terbentuk dua kali lebih banyak.
31.1Sel elektrolisis lawan sel volta
Di Bab 30, seng yang dicelup larutan tembaga sulfat melepas elektron dengan sendirinya. Reaksinya spontan, dan aliran elektronnya bisa menyalakan lampu. Bagaimana jika kita ingin reaksi yang tidak mau berjalan sendiri, misalnya memecah garam dapur menjadi logam natrium dan gas klorin? Jawabannya: dorong dengan listrik!
Bayangkan air di rumahmu. Air mengalir sendiri dari tandon di atap ke keran: itu seperti sel volta, dan alirannya bisa memutar kincir kecil. Untuk menaikkan air dari sumur ke tandon, kamu butuh pompa listrik. Elektrolisis adalah "pompa" kimia: energi listrik memaksa elektron mengalir ke arah yang tidak disukainya.
Kata elektrolisis berarti "menguraikan dengan listrik". Kita mencelupkan dua batang (elektrode) ke dalam cairan yang berisi ion, lalu menyambungkannya ke baterai. Di batang yang tersambung ke kutub negatif, zat menerima elektron. Di batang yang tersambung ke kutub positif, zat melepas elektron. Hasilnya bisa berupa gelembung gas, lapisan logam, atau perubahan warna.
Definisi · ElektrolisisElektrolisis adalah peruraian zat elektrolit (leburan atau larutan) oleh arus listrik searah. Alatnya disebut sel elektrolisis, yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Isinya: sumber arus searah, elektrolit (zat yang ion-ionnya bebas bergerak), dan dua elektrode. Katode adalah elektrode tempat reduksi; pada sel elektrolisis ia disambung ke kutub negatif. Anode adalah elektrode tempat oksidasi; pada sel elektrolisis ia disambung ke kutub positif.
Pada kedua sel, elektron di kawat selalu mengalir dari anode ke katode, dan oksidasi selalu terjadi di anode. Yang berbeda adalah tanda kutub dan arah energi. Di dalam larutan, yang bergerak adalah ion: kation ke katode, anion ke anode.
Aspek
Sel volta
Sel elektrolisis
Perubahan energi
kimia → listrik
listrik → kimia
Reaksi
spontan, \(E^\circ_{sel} > 0\)
tidak spontan, \(E^\circ_{sel} < 0\), dipaksa sumber arus
Katode (reduksi)
kutub positif
kutub negatif
Anode (oksidasi)
kutub negatif
kutub positif
Contoh
baterai senter, aki saat dipakai, sel bahan bakar
penyepuhan, pemurnian tembaga, pembuatan aluminium, aki dan baterai HP saat diisi ulang
Trik Kak TirtaUntuk semua jenis sel: "KaRed–AnOks", Katode Reduksi, Anode Oksidasi. Untuk tanda kutub sel elektrolisis: "KNAP", Katode Negatif, Anode Positif. Sel volta kebalikannya: "KPAN". Kalau bingung, ingat saja bahwa kutub negatif sumber arus "menyemprotkan" elektron, dan zat yang menerima elektron pasti tereduksi.
Awas jebakan"Anode selalu kutub positif" itu keliru. Yang selalu benar adalah anode = tempat oksidasi. Pada sel volta, anode justru kutub negatif karena di situlah elektron dilepas. Satu lagi: elektron tidak berenang melewati larutan. Elektron hanya mengalir di kawat dan elektrode; di dalam larutan atau leburan, muatan dibawa oleh ion.
Mari kita lihat apa yang terjadi pada partikel-partikelnya, memakai contoh paling klasik: elektrolisis lelehan garam dapur.
Garam padat tidak menghantar listrik karena ion-ionnya terkunci di dalam kisi. Setelah dilelehkan (±801 °C), ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) bebas bergerak.
Sumber arus dinyalakan. Ia mendorong elektron masuk ke elektrode kiri (menjadi negatif: katode) dan menyedot elektron keluar dari elektrode kanan (menjadi positif: anode).
Muatan berlawanan saling menarik: kation \(\ce{Na+}\) bergerak ke katode (−), anion \(\ce{Cl-}\) ke anode (+). Di dalam lelehan, yang berjalan adalah ion, bukan elektron.
Di katode terjadi reduksi: \(\ce{Na+ + e- -> Na}\). Setiap ion natrium menerima satu elektron dan menjadi atom natrium.
Di anode terjadi oksidasi: \(\ce{2Cl- -> Cl2 + 2e-}\). Elektron yang dilepas ditarik kembali ke sumber arus, sehingga rangkaian tertutup.
Hasilnya: logam natrium cair mengapung (lebih ringan daripada lelehan garam) dan gas klorin keluar. Reaksi totalnya \(\ce{2NaCl(l) -> 2Na(l) + Cl2(g)}\). Pabrik natrium (sel Downs) memakai cara ini, dengan tambahan \(\ce{CaCl2}\) agar garam meleleh pada ±600 °C.
Tamu dari masa laluPada 1807, Humphry Davy di London mengalirkan arus dari tumpukan baterai raksasa ke lelehan kalium hidroksida. Butiran logam mengkilap muncul, menyala, lalu terbakar: kalium, unsur yang belum pernah dilihat manusia! Beberapa hari kemudian ia mendapat natrium, dan tahun berikutnya magnesium, kalsium, stronsium, serta barium. Asisten mudanya, Michael Faraday, kelak menemukan hukum elektrolisis (1833–1834) dan, dibantu William Whewell, menciptakan kata-kata yang kita pakai sampai sekarang: elektrolisis, elektrode, anode, katode, ion, anion, kation.
31.2Elektrolisis leburan dan larutan: siapa yang menang di elektrode?
Pada leburan (lelehan tanpa air), tidak ada persaingan. Kation logam pasti direduksi di katode, dan anionnya dioksidasi di anode. Lelehan \(\ce{MgCl2}\) memberi magnesium dan klorin; lelehan \(\ce{Al2O3}\) memberi aluminium. Begitulah logam-logam yang sangat reaktif (Na, Mg, Al) dibuat, karena tidak ada reduktor kimia murah yang cukup kuat untuk merebutnya dari senyawanya.
Putar kisi NaCl: setiap ion \(\ce{Na+}\) dikelilingi enam ion \(\ce{Cl-}\) dan terkunci rapat, sehingga tidak bisa berjalan ke elektrode. Setelah dilelehkan atau dilarutkan, ion-ion itu bebas. Lalu lihat molekul air: dalam larutan, air ikut "mendaftar" sebagai calon yang direduksi atau dioksidasi. Terakhir, lihat produk-produknya: \(\ce{Cl2}\), \(\ce{H2}\), dan \(\ce{O2}\).
Pada larutan, ceritanya lebih seru. Selain ion zat terlarut, ada molekul air yang juga bisa direduksi atau dioksidasi:
Di katode, yang menang adalah zat yang paling mudah direduksi (\(E^\circ\) reduksi paling positif). Di anode, yang menang adalah zat yang paling mudah dioksidasi. Dari perbandingan itu lahir aturan praktis berikut.
Aturan · Reaksi di katode dan anode
Elektrode
Jenis ion atau elektrode
Leburan
Larutan (ada air)
Katode (reduksi)
Kation logam aktif: golongan IA, IIA, \(\ce{Al^3+}\), \(\ce{Mn^2+}\)
logamnya terbentuk: \(\ce{Na+ + e- -> Na}\)
air yang direduksi: \(\ce{2H2O + 2e- -> H2 + 2OH-}\)
Anode inert + ion sisa asam oksi (\(\ce{SO4^2-}\), \(\ce{NO3-}\), \(\ce{PO4^3-}\)) atau \(\ce{F-}\)
–
air yang dioksidasi: \(\ce{2H2O -> O2 + 4H+ + 4e-}\)
Elektrode inert (karbon/grafit, platina, emas) hanya menjadi tempat reaksi dan tidak ikut bereaksi. Anode aktif (logam selain itu) ikut teroksidasi dan larut.
Awas jebakanPada larutan NaCl, logam natrium tidak pernah terbentuk. Air jauh lebih mudah direduksi daripada \(\ce{Na+}\) (\(E^\circ\) \(\ce{Na+}/\ce{Na}\) = −2,71 V). Seandainya pun ada natrium yang terbentuk, ia akan langsung bereaksi hebat dengan air. Hal yang sama berlaku untuk \(\ce{K+}\), \(\ce{Mg^2+}\), dan \(\ce{Al^3+}\): mereka hanya bisa diperoleh dari leburan.
Contoh terpenting adalah air garam pekat (brine). Di katode, air direduksi menjadi \(\ce{H2}\) dan ion \(\ce{OH-}\). Di anode, \(\ce{Cl-}\) dioksidasi menjadi \(\ce{Cl2}\). Ion \(\ce{Na+}\) tidak berubah dan berpasangan dengan \(\ce{OH-}\) menjadi natrium hidroksida (soda api):
Tiga produk berharga sekaligus dari garam dan air! Jika larutannya encer, ion \(\ce{Cl-}\) terlalu sedikit sehingga di anode terbentuk terutama \(\ce{O2}\) (dengan sedikit \(\ce{Cl2}\)). Berikut ringkasan elektrolisis yang paling sering muncul di soal:
Elektrolit (elektrode)
Katode (−)
Anode (+)
Perubahan larutan
NaCl leburan (C)
Na
\(\ce{Cl2}\)
garam terurai
NaCl larutan pekat (C)
\(\ce{H2}\)
\(\ce{Cl2}\)
menjadi NaOH (basa)
NaCl larutan encer (C)
\(\ce{H2}\)
\(\ce{O2}\) (sedikit \(\ce{Cl2}\))
air berkurang
\(\ce{Na2SO4}\) atau \(\ce{H2SO4}\) encer (C)
\(\ce{H2}\)
\(\ce{O2}\)
hanya air yang terurai, \(\ce{H2}:\ce{O2} = 2:1\)
\(\ce{CuSO4}\) larutan (C)
Cu mengendap
\(\ce{O2}\)
biru memudar, menjadi asam (\(\ce{H2SO4}\))
\(\ce{CuSO4}\) larutan (Cu)
Cu mengendap
anode Cu larut
biru tetap, tembaga "pindah" dari anode ke katode
KI larutan (C)
\(\ce{H2}\)
\(\ce{I2}\) (cokelat)
sekitar katode menjadi basa
\(\ce{AgNO3}\) larutan (C)
Ag mengendap
\(\ce{O2}\)
menjadi asam (\(\ce{HNO3}\))
Pilih elektrolit, tekan ▶ Jalankan, lalu amati gelembung, endapan, dan warna di sekitar setiap elektrode (1 detik di layar = 1 menit). Tambahkan indikator fenolftalein atau indikator universal: sisi mana yang menjadi basa, sisi mana yang menjadi asam? Bandingkan volume gas di kedua tabung ukur untuk \(\ce{Na2SO4}\). Coba juga "air murni": mengapa hampir tidak terjadi apa-apa? Lalu bandingkan \(\ce{CuSO4}\) dengan elektrode karbon dan dengan elektrode tembaga: mengapa warna birunya berbeda nasib?
Larutan kalium iodida, KI, dielektrolisis dengan elektrode karbon. Beberapa tetes fenolftalein ditambahkan. Ramalkan produk di setiap elektrode dan perubahan warna yang teramati.
Ion yang ada: \(\ce{K+}\), \(\ce{I-}\), dan molekul air. Elektrodenya inert.
Katode: \(\ce{K+}\) adalah kation logam golongan IA, jadi air yang direduksi: \(\ce{2H2O + 2e- -> H2 + 2OH-}\). Ada gelembung \(\ce{H2}\), dan ion \(\ce{OH-}\) membuat fenolftalein merah muda.
Anode: \(\ce{I-}\) adalah ion halida, jadi \(\ce{2I- -> I2 + 2e-}\). Iodin membuat larutan di sekitar anode cokelat kekuningan.
Katode: gas \(\ce{H2}\) + warna merah muda; anode: \(\ce{I2}\) dengan warna cokelat. Reaksi total: \(\ce{2KI + 2H2O -> 2KOH + H2 + I2}\).
Perhatikan baris muatan: elektron \(\ce{e-}\) bermuatan −1, jadi jumlah muatan kiri harus sama dengan kanan. Persamaan pertama dan kedua adalah reduksi dan oksidasi air. Persamaan keenam dan ketujuh adalah setengah reaksi di sel Hall–Héroult (subbab 31.4), dan yang terakhir adalah reaksi totalnya.
Lanjut · IB & olimpiadeTegangan minimum dan overpotensial
Elektrolisis adalah sel volta yang dipaksa berjalan mundur. Untuk air: \(E^\circ_{sel} = E^\circ_{katode} - E^\circ_{anode} = 0 - 1{,}23 = -1{,}23\) V, sehingga \(\Delta G^\circ = -nFE^\circ = -(4)(96.485)(-1{,}23) = +475\) kJ per 2 mol \(\ce{H2O}\). Reaksi tak spontan ini butuh minimal 1,23 V. Kenyataannya dibutuhkan ±1,8–2 V, karena hambatan larutan dan overpotensial: "biaya tambahan" agar reaksi di permukaan elektrode berjalan cukup cepat.
Overpotensial menjelaskan teka-teki air garam. Secara \(E^\circ\), air (+1,23 V) seharusnya lebih mudah dioksidasi daripada \(\ce{Cl-}\) (+1,36 V). Akan tetapi, pembentukan \(\ce{O2}\) punya overpotensial besar, sedangkan \(\ce{Cl2}\) kecil. Ditambah konsentrasi \(\ce{Cl-}\) yang tinggi (persamaan Nernst, Bab 30), \(\ce{Cl2}\) yang menang pada larutan pekat. Pada larutan encer, \(\ce{O2}\) kembali unggul. Demikian pula, logam seng bisa diendapkan dari larutan \(\ce{ZnSO4}\) walaupun \(E^\circ\) \(\ce{Zn^2+}/\ce{Zn}\) (−0,76 V) lebih negatif daripada air, karena overpotensial \(\ce{H2}\) pada permukaan seng sangat besar.
31.3Hukum Faraday: menghitung elektron dengan amperemeter
Setiap ion \(\ce{Ag+}\) butuh satu elektron untuk menjadi atom perak. Setiap \(\ce{Cu^2+}\) butuh dua, dan setiap \(\ce{Al^3+}\) butuh tiga. Jadi kalau kita bisa menghitung elektron yang mengalir, kita tahu berapa banyak logam yang terbentuk. Untungnya, elektron bisa "dihitung" dengan alat ukur listrik biasa.
Kuat arus \(I\) (ampere) adalah banyaknya muatan yang lewat setiap detik. Muatan total yang mengalir selama \(t\) detik adalah \(Q = I \times t\) (coulomb). Satu mol elektron membawa muatan \(6{,}022 \times 10^{23} \times 1{,}602 \times 10^{-19}\ \text{C} = 96.485\) C. Besaran ini disebut tetapan Faraday, \(F\). Di banyak buku sekolah dibulatkan menjadi 96.500 C/mol.
Hukum FaradayHukum I: massa zat yang dihasilkan di elektrode sebanding dengan muatan listrik yang dialirkan.
\[ m = \frac{A_r}{n}\cdot\frac{I\,t}{F} = e\cdot\frac{I\,t}{F} \qquad e = \frac{A_r}{n}\ \text{(massa ekivalen)} \]
dengan \(n\) = banyaknya elektron per ion (muatan ion). Hukum II: bila beberapa sel dirangkai seri, muatan yang lewat sama, sehingga massa zat yang dihasilkan sebanding dengan massa ekivalennya: \(\dfrac{m_1}{e_1} = \dfrac{m_2}{e_2}\).
Jembatan Faraday: semua soal elektrolisis melewati stasiun pusat yang sama, yaitu mol elektron. Untuk gas, \(n\) adalah elektron per molekul gas: \(\ce{H2}\) dan \(\ce{Cl2}\) butuh 2, \(\ce{O2}\) butuh 4.
Trik Kak TirtaJangan menghafal rumus panjang. Ingat tiga langkah: (1) hitung mol elektron \(= It/F\); (2) lihat setengah reaksinya untuk tahu berapa elektron per partikel; (3) ubah mol zat menjadi gram atau liter. Waktu selalu dalam detik: 1 menit = 60 s, 1 jam = 3.600 s. Angka 965 sering muncul di soal karena \(965 \times 100 = 96.500\).
Arus 2,00 A dialirkan selama 16 menit 5 detik. Berapa muatan yang mengalir dan berapa mol elektronnya? (F = 96.500 C/mol)
Ubah waktu ke detik: \(16 \times 60 + 5 = 965\) s.
\(Q = 1.930\) C, setara dengan 0,0200 mol elektron (\(1{,}2 \times 10^{22}\) elektron).
Sebuah sendok disepuh perak dari larutan yang mengandung ion \(\ce{Ag+}\), dengan arus 0,500 A selama 30,0 menit. Berapa gram perak yang menempel? (Ar Ag = 108; F = 96.500 C/mol)
\(Q = 0{,}500 \times (30{,}0 \times 60) = 900\) C.
Mol elektron \(= 900/96.500 = 9{,}33 \times 10^{-3}\) mol.
Setengah reaksi \(\ce{Ag+ + e- -> Ag}\): 1 elektron untuk 1 atom, jadi mol Ag \(= 9{,}33 \times 10^{-3}\) mol.
Massa \(= 9{,}33 \times 10^{-3} \times 108 = 1{,}01\) g.
Sekitar 1,01 g perak. Bila luas sendok ±40 cm², tebal lapisannya ±2,4 µm (massa jenis perak 10,5 g/cm³), kira-kira sepertiga puluh tebal rambut.
Seret titik magenta. Semua garis lurus melewati (0, 0): massa sebanding dengan waktu (Hukum Faraday I). Untuk muatan yang sama, perbandingan massanya selalu 108 : 31,75 : 9, yaitu perbandingan massa ekivalen \(A_r/n\) (Hukum Faraday II). Gandakan arusnya: apa yang terjadi pada kemiringan garis?
Tiga sel dirangkai seri dan dialiri arus yang sama: sel A berisi \(\ce{AgNO3}\), sel B berisi \(\ce{CuSO4}\), dan sel C berisi \(\ce{H2SO4}\) encer, semuanya dengan elektrode karbon. Setelah beberapa saat, katode sel A bertambah 1,08 g. Hitung massa tembaga di sel B dan volume gas di setiap elektrode sel C pada STP. (Ar Ag = 108, Cu = 63,5)
Mol Ag \(= 1{,}08/108 = 0{,}0100\) mol. Karena \(\ce{Ag+ + e- -> Ag}\), mol elektron \(= 0{,}0100\) mol. Rangkaian seri: semua sel dilewati 0,0100 mol elektron.
Sel B: \(\ce{Cu^2+ + 2e- -> Cu}\), mol Cu \(= 0{,}0100/2 = 0{,}00500\) mol, massa \(= 0{,}00500 \times 63{,}5 = 0{,}318\) g.
Sel C, katode: \(\ce{2H+ + 2e- -> H2}\), mol \(\ce{H2} = 0{,}00500\) mol → \(0{,}00500 \times 22{,}4 = 0{,}112\) L.
Sel C, anode: \(\ce{2H2O -> O2 + 4H+ + 4e-}\), mol \(\ce{O2} = 0{,}0100/4 = 0{,}00250\) mol → 0,0560 L.
Cu = 0,318 g; \(\ce{H2}\) = 112 mL; \(\ce{O2}\) = 56 mL. Perhatikan perbandingan \(\ce{H2}:\ce{O2} = 2:1\), persis seperti tebakanmu di awal bab!
Lanjut · IB & olimpiadeMenimbang elektron dan efisiensi arus
Hukum Faraday menghubungkan dua bilangan raksasa: \(F = N_A \times e\). Bila kamu mengukur \(F\) lewat percobaan elektrolisis tembaga (menimbang katode sebelum dan sesudahnya) dan mengetahui muatan satu elektron \(e = 1{,}602 \times 10^{-19}\) C, kamu bisa menghitung bilangan Avogadro dari meja laboratorium sekolah!
Di industri, tidak semua elektron dipakai untuk reaksi yang diinginkan. Sebagian "bocor" ke reaksi samping (misalnya pembentukan \(\ce{H2}\) saat menyepuh). Perbandingan massa nyata terhadap massa teoretis Faraday disebut efisiensi arus; sel aluminium modern mencapai ±95%. Energi listrik per kilogram logam juga bisa dihitung: \(W = Q \times V\) dengan \(V\) tegangan sel.
31.4Elektrolisis bekerja: sepuh, tembaga murni, aluminium, dan klorin
Penyepuhan (elektroplating)
Penyepuhan adalah pelapisan benda dengan logam lain secara elektrolisis, supaya lebih indah atau lebih tahan karat. Resepnya selalu sama: benda yang disepuh dipasang sebagai katode, logam penyepuh sebagai anode, dan elektrolitnya mengandung ion logam penyepuh. Anode larut menambah ion, katode menerima lapisan, sehingga kadar ion dalam larutan relatif tetap.
Kimia Nusantara · Perak KotagedeDi Kotagede, Yogyakarta, perajin perak sudah bekerja sejak zaman Kerajaan Mataram. Selain perhiasan perak murni yang diukir dengan tangan, ada kerajinan tembaga atau kuningan yang disepuh perak, dan perhiasan perak yang disepuh emas tipis supaya tampak keemasan. Lapisan sepuh emas pada perhiasan sering hanya setebal 0,5–2 mikrometer, puluhan kali lebih tipis daripada rambut. Hukum Faraday membantu perajin mengatur arus dan waktu supaya lapisannya cukup tebal tanpa memboroskan logam mulia.
Pilih logam penyepuh dan bendanya, atur arus dan waktu, lalu tekan ▶ Jalankan. Perhatikan tebal lapisan di "penampang diperbesar". Coba buat sendok berlapis perak setebal ±20 µm. Lalu naikkan arus tinggi-tinggi pada cincin kecil: apa yang terjadi pada mutu lapisan bila rapat arus (arus per luas) terlalu besar? (Anggap semua elektron dipakai untuk menyepuh.)
KeselamatanPenyepuhan sungguhan memakai larutan yang berbahaya: sepuh emas dan perak industri sering memakai senyawa sianida yang sangat beracun, dan pelapisan krom memakai senyawa krom(VI) penyebab kanker. Karena itu, penyepuhan hanya dikerjakan di bengkel berizin dengan pengolahan limbah. Di rumah, cukup amati penyepuhan lewat Lab Mini di atas.
Toksik akut (sianida)Bahaya kesehatan (krom(VI))Bahaya lingkungan
Pemurnian tembaga
Kabel listrik butuh tembaga dengan kemurnian 99,99%, karena sedikit pengotor saja sudah menaikkan hambatan listrik. Tembaga hasil peleburan bijih (±99%) dijadikan anode, lempeng tipis tembaga murni menjadi katode, dan elektrolitnya larutan \(\ce{CuSO4}\) yang diasamkan. Tembaga dari anode larut lalu menempel di katode.
Ke mana pengotornya? Logam yang lebih reaktif daripada tembaga (Fe, Zn, Ni) ikut larut tetapi tetap tinggal di larutan, karena lebih sulit direduksi. Logam yang kurang reaktif (Ag, Au, Pt) tidak larut dan jatuh ke dasar sebagai lumpur anode, yang ternyata harta karun! Konsentrat tembaga dari tambang Grasberg di Papua dimurnikan di smelter Gresik, Jawa Timur, dan lumpur anodenya diolah menjadi emas dan perak.
Aluminium: proses Hall–Héroult
Al adalah logam paling melimpah di kerak Bumi, tetapi sangat reaktif sehingga tidak bisa direduksi dengan karbon seperti besi. Bahan bakunya adalah alumina (\(\ce{Al2O3}\)) dari bijih bauksit, yang banyak ditambang di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau. Masalahnya, \(\ce{Al2O3}\) baru meleleh pada ±2.070 °C. Kuncinya: alumina dilarutkan dalam lelehan kriolit (\(\ce{Na3AlF6}\)), sehingga campuran bisa dielektrolisis pada ±960 °C saja.
Gelembung di sekitar anode adalah \(\ce{CO2}\): oksigen yang dilepas di anode langsung membakar karbonnya, sehingga anode karbon harus diganti secara berkala.
Tamu dari masa laluSebelum 1886, aluminium lebih mahal daripada perak. Konon Kaisar Napoleon III menjamu tamu paling terhormat dengan sendok-garpu aluminium, sementara tamu biasa cukup memakai emas! Pada 1886, dua pemuda yang tidak saling kenal, Charles Martin Hall di Amerika Serikat dan Paul Héroult di Prancis, menemukan cara yang sama: melarutkan alumina dalam kriolit cair lalu mengelektrolisisnya. Kebetulannya lengkap: keduanya lahir pada 1863 dan wafat pada 1914. Dalam beberapa puluh tahun, aluminium berubah dari logam mewah menjadi bahan panci dan kaleng minuman.
Kimia Nusantara · Smelter Kuala TanjungDi Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, berdiri smelter aluminium yang beroperasi sejak 1982 dengan kapasitas sekitar 250 ribu ton per tahun. Listriknya berasal dari PLTA di Sungai Asahan, yang airnya mengalir dari Danau Toba. Lokasinya bukan kebetulan: setiap kilogram aluminium butuh ±13–15 kWh listrik, jadi smelter selalu dibangun dekat sumber listrik murah dan besar. Mendaur ulang kaleng aluminium hanya butuh ±5% energi itu, karena tidak perlu elektrolisis lagi.
Satu sel Hall–Héroult bekerja dengan arus 200 kA selama 24 jam. Hitung massa aluminium yang dihasilkan jika efisiensi arusnya 95%. (Ar Al = 27; F = 96.500 C/mol)
Dengan efisiensi 95%: \(0{,}95 \times 1{,}61 = 1{,}53\) ton.
±1,53 ton aluminium per hari dari satu sel. Sebuah smelter berisi ratusan sel seperti ini yang berjajar dalam gedung sepanjang ratusan meter.
Industri klor-alkali
Ingat elektrolisis air garam pekat? Di industri klor-alkali, reaksi itu dijalankan dalam skala raksasa. Anode dan katode dipisahkan oleh membran penukar kation yang hanya bisa dilewati ion \(\ce{Na+}\). Klorin terbentuk di ruang anode, sedangkan \(\ce{H2}\) dan NaOH di ruang katode. Membran mencegah \(\ce{Cl2}\) bertemu NaOH (keduanya akan bereaksi membentuk natrium hipoklorit, bahan pemutih pakaian). Sel raksa yang dulu dipakai kini ditinggalkan karena mencemari lingkungan, sejalan dengan Konvensi Minamata yang juga diratifikasi Indonesia.
Produk
Terbentuk di
Kegunaan
Klorin, \(\ce{Cl2}\)
anode
bahan pipa PVC, disinfeksi air PDAM dan kolam renang, HCl, pemutih
Natrium hidroksida (soda api), NaOH
katode
sabun dan deterjen, kertas, tekstil, pengolahan bauksit menjadi alumina
Hidrogen, \(\ce{H2}\)
katode
bahan bakar, pembuatan HCl, hidrogenasi minyak nabati menjadi margarin
Pabrik klor-alkali beroperasi di kawasan industri seperti Cilegon, Banten. Dari garam (sebagian dari tambak garam Madura dan NTT) lahir pipa PVC di rumahmu dan air bersih yang mengalir dari keran PDAM.
31.5Korosi besi: sel volta mini yang tidak diundang
Empat paku baru disimpan selama seminggu: (1) di udara kering bersama silika gel, (2) di air yang sudah dididihkan lalu ditutup minyak, (3) di air keran, (4) di air garam. Paku mana yang paling banyak berkarat?
Paku (1), karena paling banyak terkena oksigen udara.
Paku (2), karena air yang pernah dipanaskan mempercepat karat.
Paku (4), di air garam.
Semuanya sama, karena semuanya besi yang sama.
Jawabannya: paku di air garam. Karat butuh air dan oksigen sekaligus. Paku (1) punya oksigen tetapi tidak ada air; paku (2) punya air tetapi oksigennya sudah diusir oleh pendidihan dan dihalangi minyak. Paku (3) dan (4) punya keduanya, tetapi garam membuat air menjadi penghantar yang baik bagi "sel volta mini" di permukaan besi, sehingga karatnya jauh lebih cepat.
Korosi adalah kerusakan logam karena bereaksi dengan lingkungannya, biasanya lewat oksidasi. Korosi besi disebut perkaratan, dan hasilnya, karat, adalah besi(III) oksida terhidrasi, \(\ce{Fe2O3.xH2O}\). Korosi bukan masalah kecil: sebuah studi internasional tahun 2016 memperkirakan kerugian akibat korosi di seluruh dunia sekitar 3% PDB dunia setiap tahun.
Karat muncul bila besi bertemu air dan udara sekaligus. Di tepi pantai, angin membawa butiran air laut yang asin, sehingga pagar, tiang, dan kapal berkarat jauh lebih cepat daripada di pegunungan yang sejuk dan kering. Karat berwarna cokelat kemerahan, rapuh, dan mudah mengelupas.
Definisi · Korosi sebagai sel voltaKorosi besi adalah reaksi redoks spontan yang berlangsung seperti sel volta mini. Bagian besi yang menjadi anode teroksidasi (\(\ce{Fe -> Fe^2+ + 2e-}\)), elektron mengalir di dalam besi, dan di bagian katode oksigen direduksi (\(\ce{O2 + 2H2O + 4e- -> 4OH-}\)). Air yang menempel berperan sebagai elektrolit. Reaksi totalnya:
\[ \ce{4Fe + 3O2 + 2xH2O -> 2Fe2O3.xH2O} \]
Setetes air (embun, hujan, atau cipratan ombak) menempel di besi. Oksigen dari udara lebih mudah masuk ke tepi tetesan yang tipis daripada ke tengahnya.
Di tengah tetesan yang miskin \(\ce{O2}\), besi menjadi anode dan teroksidasi: \(\ce{Fe -> Fe^2+ + 2e-}\). Di sinilah besi terkikis dan membentuk lubang kecil.
Elektron tidak bisa berjalan di air, tetapi dengan mudah mengalir di dalam besi menuju tepi tetesan. Besi sekaligus berperan sebagai kawat penghubung sel volta mini.
Di tepi tetesan yang kaya \(\ce{O2}\) terjadi reduksi: \(\ce{O2 + 2H2O + 4e- -> 4OH-}\). Bagian ini menjadi katode.
Ion \(\ce{Fe^2+}\) dan \(\ce{OH-}\) bergerak di dalam air lalu bertemu: \(\ce{Fe^2+ + 2OH- -> Fe(OH)2}\).
Oksigen mengoksidasi lebih lanjut: \(\ce{4Fe(OH)2 + O2 + 2H2O -> 4Fe(OH)3}\), yang kemudian kehilangan sebagian air menjadi karat cokelat \(\ce{Fe2O3.xH2O}\). Karat menumpuk seperti cincin di antara anode dan katode, bukan di dalam lubangnya!
Di air laut, ion \(\ce{Na+}\) dan \(\ce{Cl-}\) membuat air jauh lebih mudah menghantar arus sel mini, sehingga lubang di anode makin cepat dalam. Ion \(\ce{Cl-}\) juga merusak lapisan oksida tipis di permukaan besi. Itulah sebabnya pagar di tepi pantai cepat keropos.
Apa saja yang mempercepat karat?
Air dan oksigen: keduanya wajib ada. Tanpa salah satunya, korosi hampir berhenti.
Garam (udara laut, garam jalan): ion-ionnya membuat air menjadi elektrolit yang baik.
Asam (hujan asam, asap pabrik): ion \(\ce{H+}\) menambah reaksi katode \(\ce{2H+ + 2e- -> H2}\) dan melarutkan lapisan pelindung.
Kontak dengan logam yang kurang reaktif (Cu, Sn): besi dipaksa menjadi anode, seperti seng di sel Daniell.
Suhu tinggi dan lembap, seperti udara tropis pesisir Indonesia, serta goresan atau bagian yang tertekuk.
Tekan ▶ Jalankan untuk mempercepat waktu, satu detik kira-kira dua hari. Ketuk sebuah tabung untuk membaca penjelasannya. Tabung mana yang punya air dan oksigen? Mengapa paku yang dililit kawat tembaga berkarat paling parah, padahal kondisinya sama dengan tabung D? Lalu ganti isi tabung F: bandingkan paku galvanis yang tergores dengan paku berlapis timah yang tergores.
Enam persamaan pertama adalah perjalanan besi menjadi karat, dari anode, katode, sampai karat \(\ce{Fe2O3.H2O}\) (di sini \(x = 1\)). Dua persamaan terakhir adalah "pengorbanan" seng dan magnesium yang melindungi besi (subbab 31.6).
"Karat melindungi besi di bawahnya, seperti cat."
Karat besi rapuh, berpori, dan volumenya jauh lebih besar sehingga mengelupas. Air dan oksigen terus masuk, dan besi di bawahnya terus termakan. Yang benar-benar melindungi adalah lapisan oksida rapat, seperti \(\ce{Al2O3}\) pada aluminium.
"Elektrolisis air menghasilkan hidrogen dan oksigen sama banyak."
Volumenya 2 : 1. Membentuk satu \(\ce{O2}\) butuh 4 elektron, sedangkan satu \(\ce{H2}\) cukup 2. Dengan muatan yang sama, hidrogen yang terbentuk dua kali lebih banyak.
"Air murni menghantar listrik dengan baik."
Air murni hampir tidak menghantar listrik, karena ionnya sangat sedikit. Yang menghantar adalah ion-ion terlarut. Itulah sebabnya elektrolisis air butuh sedikit elektrolit, misalnya \(\ce{Na2SO4}\) atau \(\ce{H2SO4}\) encer.
31.6Melawan karat: cat, seng, dan logam yang rela berkorban
Semua cara mencegah korosi memakai salah satu dari tiga strategi: menghalangi air dan oksigen, mengorbankan logam lain yang lebih reaktif, atau mengubah logamnya sendiri menjadi paduan yang tahan.
Cr membentuk lapisan \(\ce{Cr2O3}\) rapat yang memperbaiki diri (pasivasi)
sendok, wastafel, peralatan rumah sakit
mahal; ion \(\ce{Cl-}\) dapat membuat bintik karat
Kunci untuk memahami lapisan logam adalah deret potensial reduksi dari Bab 30: \(E^\circ\) Mg = −2,37 V, Zn = −0,76 V, Fe = −0,44 V, Sn = −0,14 V, Cu = +0,34 V. Logam yang \(E^\circ\)-nya lebih negatif daripada besi akan menjadi anode dan melindungi besi. Logam yang \(E^\circ\)-nya lebih positif justru menjadikan besi anode.
Goresan menentukan nasib. Seng lebih reaktif daripada besi, jadi seng yang teroksidasi dan besi aman. Timah kurang reaktif, jadi justru besi yang menjadi anode dan cepat berlubang. Itulah sebabnya kaleng makanan yang penyok dan tergores jangan disimpan lama.
Lambung sebuah kapal nelayan dilindungi balok seng (anode korban). Arus rata-rata dari seng ke baja adalah 0,200 A. Berapa kilogram seng yang habis dalam satu tahun (365 hari)? (Ar Zn = 65; F = 96.500 C/mol)
±2,1 kg seng per tahun. Karena itu, petugas galangan memeriksa dan mengganti balok seng setiap kali kapal naik dok.
"Atap seng terbuat dari logam seng murni."
Atap "seng" adalah lembaran baja tipis yang dilapisi seng (galvanis), kini sering juga lapisan paduan aluminium–seng. Lapisan seng itu rela teroksidasi lebih dulu untuk melindungi bajanya.
"Baja tahan karat tidak pernah berkarat."
Di udara pantai yang asin, ion \(\ce{Cl-}\) bisa menembus lapisan \(\ce{Cr2O3}\) dan menimbulkan bintik karat (korosi sumuran). Untuk daerah pesisir dipilih mutu yang mengandung molibdenum.
Mengapa aluminium tidak "berkarat"?Aluminium sebenarnya jauh lebih reaktif daripada besi (\(E^\circ = -1{,}66\) V). Namun begitu terkena udara, permukaannya langsung tertutup lapisan \(\ce{Al2O3}\) setebal beberapa nanometer yang rapat dan melekat erat. Lapisan ini menghentikan oksidasi lebih lanjut. Industri bahkan sengaja menebalkannya secara elektrolisis (anodisasi), dengan aluminium sebagai anode, untuk kusen jendela dan panci berwarna.
Kimia di sekitarmu
🚢
Kapal & dermaga
Balok seng atau aluminium dibaut ke lambung kapal dan tiang pancang dermaga. Balok itu habis pelan-pelan, sedangkan bajanya selamat.
🏠
Atap seng
Lembaran baja berlapis seng. Saat goresan terkena hujan, seng di sekitarnya berkorban, sehingga atap tetap awet bertahun-tahun.
🥫
Kaleng & timah Bangka
Kaleng makanan adalah baja berlapis timah tipis. Timah dari Bangka Belitung dipakai untuk melapisi kaleng di seluruh dunia.
🚰
Pipa PDAM
Air PDAM didisinfeksi dengan klorin hasil industri klor-alkali. Pipa baja transmisi yang panjang dilindungi cat, pembungkus, dan proteksi katodik.
🌉
Jembatan pesisir
Jembatan di tepi laut dicat berlapis-lapis dan kerangka bajanya bisa diberi proteksi katodik, karena udara asin mempercepat karat berkali-kali lipat.
📱
Mengisi baterai HP
Saat diisi, reaksi di dalam baterai dipaksa berjalan mundur oleh listrik dari pengisi daya. Baterai sedang bekerja sebagai sel elektrolisis!
Pada elektrolisis larutan \(\ce{CuSO4}\) dengan elektrode karbon, apa yang terjadi di katode?
Terbentuk gas oksigen.
Terbentuk gas hidrogen.
Tembaga mengendap.
Elektrode karbon larut.
\(\ce{Cu^2+}\) lebih mudah direduksi daripada air, jadi \(\ce{Cu^2+ + 2e- -> Cu}\). Oksigen terbentuk di anode, bukan di katode.
Mengapa atap seng (baja berlapis seng) tetap tidak berkarat walaupun tergores?
Seng lebih reaktif, sehingga seng yang teroksidasi, bukan besi.
Seng menolak air sehingga goresan tetap kering.
Goresan segera tertutup karat yang melindungi.
Seng kurang reaktif daripada besi.
\(E^\circ\) seng (−0,76 V) lebih negatif daripada besi (−0,44 V). Seng menjadi anode korban dan besi menjadi katode yang terlindungi.
Arus 1,00 A dialirkan selama 96.485 s. Berapa mol elektron yang mengalir?
Hidrokarbon & Minyak Bumi: Karbon Bermain Ular Naga
Gas di tabung 3 kg, bensin di tangki motor, dan lilin saat mati lampu ternyata bersaudara. Semuanya hanya rantai karbon dan hidrogen dari perut bumi; yang membedakan hanyalah panjang dan bentuk rantainya.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan kekhasan atom karbon dan membedakan atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner;
memberi nama IUPAC alkana, alkena, dan alkuna, serta menggambar strukturnya dari nama;
mengenali isomer struktur dan isomer geometri (cis–trans), lalu menjelaskan pengaruhnya pada titik didih;
menuliskan reaksi pembakaran, substitusi, dan adisi yang setara dan menghitung kebutuhan oksigen;
menjelaskan distilasi bertingkat minyak bumi, bilangan oktan, dampak lingkungannya, dan keistimewaan benzena.
Ular Naga Karbon Komik · 4 panel
Malam hari, mati lampu di rumah Bima
BimaUntung ada lilin! Eh, Kak, katanya lilin, gas LPG, dan bensin motor sama-sama dari minyak bumi, ya?
LarasPadahal isinya cuma karbon dan hidrogen. Kok yang satu gas, yang satu cair, yang lain padat?
GANDENG!
Kak TirtaRahasianya di panjang rantai! Karbon punya empat tangan dan suka bergandengan dengan karbon lain, seperti main ular naga.
KimoLPG cuma 3–4 karbon, bensin 5–10, lilin lebih dari 20! Makin panjang ularnya, makin erat saling menempel.
BimaJadi panjang rantai menentukan wujudnya…
Dari puluhan juta senyawa yang sudah dicatat ilmuwan, kira-kira berapa bagian yang mengandung karbon?
Sedikit, sekitar 10%, karena karbon hanya satu dari 118 unsur.
Kira-kira separuhnya, sama banyak dengan senyawa unsur lain.
Sebagian besar, jauh melebihi gabungan senyawa semua unsur lain.
Hampir tidak ada, karena karbon di alam kebanyakan berupa arang.
Jawabannya: sebagian besar. Senyawa karbon jumlahnya puluhan juta dan merupakan bagian terbesar dari semua senyawa yang tercatat. Rahasianya, atom karbon bisa bergandengan dengan sesamanya membentuk rantai, cabang, dan cincin hampir tanpa batas. Satu unsur, kemungkinan tak terhingga!
32.1Kekhasan atom karbon
Lihat sekelilingmu: nasi, minyak goreng, kaus, sandal jepit, bensin, kayu, bahkan tubuhmu sendiri. Semuanya dibangun di atas kerangka atom karbon. Cabang ilmu yang mempelajari senyawa karbon disebut kimia organik.
Bayangkan atom karbon sebagai anak yang punya empat tangan. Setiap tangan bisa menggandeng atom hidrogen atau anak karbon lain. Karena tangannya banyak dan genggamannya kuat, anak-anak karbon bisa membuat barisan ular naga yang panjang, bercabang, bahkan melingkar seperti cincin.
Atom C (nomor atom 6) berkonfigurasi elektron 2, 4. Empat elektron valensinya terlalu banyak untuk dilepas dan terlalu sedikit untuk ditangkap, sehingga karbon memilih berbagi: ia membentuk empat ikatan kovalen (Bab 11). Pasangannya yang paling sering adalah H.
Kekhasan atom karbon
Tetravalen: selalu membentuk 4 ikatan kovalen.
Berantai (katenasi): ikatan C–C kuat (±348 kJ/mol), jauh lebih kuat daripada Si–Si (±226 kJ/mol), sehingga rantai karbon tidak mudah putus.
Ikatan beragam: tunggal (C–C), rangkap dua (C=C), atau rangkap tiga (C≡C).
Bentuk beragam: rantai lurus, bercabang, atau cincin.
Definisi · HidrokarbonHidrokarbon adalah senyawa yang hanya tersusun atas atom karbon dan hidrogen. Contohnya metana \(\ce{CH4}\), propana \(\ce{C3H8}\), etena \(\ce{C2H4}\), dan benzena \(\ce{C6H6}\). Gula \(\ce{C6H12O6}\) bukan hidrokarbon, karena mengandung oksigen.
Peta keluarga hidrokarbon. "Jenuh" berarti semua ikatan C–C tunggal, sehingga setiap karbon sudah "kenyang" hidrogen.
Satu molekul bisa ditulis dengan beberapa cara. Kimiawan memilih cara yang paling praktis untuk keperluannya:
Empat wajah butana. Struktur lengkap paling jelas untuk pemula; rumus kerangka paling cepat untuk molekul besar.
Ketuk tiga atom untuk mengukur sudut di sekitar karbon. Pada etana sudutnya ±109,5° (tetrahedral), pada etena ±120° (segitiga datar), dan pada etuna 180° (lurus). Ukur juga panjang ikatan C–C, C=C, dan C≡C: makin banyak ikatan, makin pendek!
Karbon primer, sekunder, tersier, kuarterner
Tidak semua karbon dalam satu molekul punya "kedudukan" yang sama. Kita menggolongkannya dari jumlah karbon lain yang diikatnya langsung.
Definisi · Jenis atom karbon
C primer (1°): mengikat 1 atom C lain.
C sekunder (2°): mengikat 2 atom C lain.
C tersier (3°): mengikat 3 atom C lain.
C kuarterner (4°): mengikat 4 atom C lain.
Isooktana (2,2,4-trimetilpentana), bintang bensin oktan tinggi, punya keempat jenis karbon sekaligus.
Trik Kak Tirta"Hitung tetangga karbonnya, abaikan hidrogennya." Cara cepat dari rumus singkat: \(\ce{CH3}\) di ujung pasti primer, \(\ce{CH2}\) di tengah rantai pasti sekunder, \(\ce{CH}\) bercabang pasti tersier, dan C tanpa H pasti kuarterner. Banyaknya H + banyaknya tetangga C selalu 4.
Tentukan jumlah atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner dalam \(\ce{CH3-CH(CH3)-CH2-CH2-CH3}\) (2-metilpentana).
Tiga gugus \(\ce{CH3}\) (dua di ujung rantai, satu cabang) masing-masing mengikat 1 C → 3 C primer.
\(\ce{CH}\) di posisi 2 mengikat tiga C (dua di rantai + cabang) → 1 C tersier.
Dua \(\ce{CH2}\) di tengah rantai masing-masing mengikat 2 C → 2 C sekunder. Tidak ada C tanpa H → 0 kuarterner.
Primer 3, sekunder 2, tersier 1, kuarterner 0. Cek: 3 + 2 + 1 = 6 atom C, cocok dengan rumus \(\ce{C6H14}\) ✔
Tamu dari masa laluDulu orang percaya senyawa organik hanya bisa dibuat makhluk hidup karena butuh "daya hidup" (vis vitalis). Pada 1828, Friedrich Wöhler dari Jerman memanaskan amonium sianat, garam anorganik, dan terkejut mendapat urea, zat yang biasanya ada di air seni. Teori daya hidup pun runtuh. Tiga dasawarsa kemudian, August Kekulé dan Archibald Couper mengusulkan bahwa karbon selalu bervalensi empat dan bisa membentuk rantai: lahirlah kimia organik modern.
32.2Alkana: deret homolog, tata nama, dan sifat
Alkana adalah hidrokarbon jenuh: semua ikatan C–C tunggal. Setiap karbon mengikat atom sebanyak mungkin, sehingga rumusnya selalu \(\ce{C_nH_{2n+2}}\). Nama alkana berakhiran -ana.
n
Nama
Rumus
Struktur singkat
Mr
Titik didih (°C)
Wujud (25 °C)
1
metana
\(\ce{CH4}\)
\(\ce{CH4}\)
16
−162
gas
2
etana
\(\ce{C2H6}\)
\(\ce{CH3CH3}\)
30
−89
gas
3
propana
\(\ce{C3H8}\)
\(\ce{CH3CH2CH3}\)
44
−42
gas
4
butana
\(\ce{C4H10}\)
\(\ce{CH3(CH2)2CH3}\)
58
−0,5
gas
5
pentana
\(\ce{C5H12}\)
\(\ce{CH3(CH2)3CH3}\)
72
36
cair
6
heksana
\(\ce{C6H14}\)
\(\ce{CH3(CH2)4CH3}\)
86
69
cair
7
heptana
\(\ce{C7H16}\)
\(\ce{CH3(CH2)5CH3}\)
100
98
cair
8
oktana
\(\ce{C8H18}\)
\(\ce{CH3(CH2)6CH3}\)
114
126
cair
9
nonana
\(\ce{C9H20}\)
\(\ce{CH3(CH2)7CH3}\)
128
151
cair
10
dekana
\(\ce{C10H22}\)
\(\ce{CH3(CH2)8CH3}\)
142
174
cair
Definisi · Deret homologDeret homolog adalah kelompok senyawa dengan rumus umum yang sama, yang anggota berurutannya berbeda satu gugus \(\ce{-CH2-}\) (Mr selisih 14). Sifat kimianya mirip, sedangkan sifat fisiknya (titik didih, massa jenis) berubah secara teratur.
Mengapa titik didih naik? Alkana adalah molekul nonpolar. Satu-satunya "lem" di antara molekulnya adalah gaya London (Bab 13). Makin panjang rantai, makin banyak elektron dan makin luas permukaan sentuhnya, sehingga gaya London makin kuat dan dibutuhkan suhu lebih tinggi untuk memisahkan molekul-molekulnya.
Titik biru adalah data; garis jingga putus-putus adalah rumus perkiraan (Egloff). Seret titik magenta. Perhatikan: kenaikan titik didih paling besar di awal (metana → etana naik 73 °C), lalu makin kecil (C19 → C20 hanya naik 13 °C). Di mana garis hijau 25 °C memotong kurva? Itulah batas gas dan cair.
Awas jebakanSaat alkana mendidih, yang putus adalah gaya antarmolekul (gaya London), bukan ikatan kovalen C–C atau C–H di dalam molekul. Uap bensin tetap berisi molekul oktana yang utuh. Kalau ikatan kovalennya putus, itu sudah reaksi kimia (misalnya perengkahan), bukan pendidihan.
Tata nama IUPAC: memberi nama seperti memberi alamat
Nama IUPAC bekerja seperti alamat rumah: nama jalan (rantai induk), nomor rumah (posisi cabang), dan nama penghuni (jenis cabang). Cabang alkana disebut gugus alkil: alkana yang kehilangan satu atom H, berakhiran -il.
Gugus alkil
Rumus
Asal
metil
\(\ce{-CH3}\)
metana
etil
\(\ce{-CH2CH3}\)
etana
propil
\(\ce{-CH2CH2CH3}\)
propana (lewat C ujung)
isopropil
\(\ce{-CH(CH3)2}\)
propana (lewat C tengah)
tert-butil
\(\ce{-C(CH3)3}\)
isobutana (lewat C tersier)
Aturan IUPAC · Menamai alkana bercabang
Rantai induk = rantai karbon terpanjang (boleh berbelok di gambar!). Jika ada beberapa yang sama panjang, pilih yang cabangnya paling banyak.
Beri nomor dari ujung yang membuat posisi cabang sekecil mungkin (bandingkan angka pertama yang berbeda).
Namai cabang beserta nomornya. Cabang sejenis digabung dengan awalan di-, tri-, tetra-: 2,2,4-trimetil.
Urutkan cabang menurut abjad (etil sebelum metil); awalan di-, tri-, tert- tidak ikut diabjadkan, tetapi iso- ikut.
Tulis: angka dipisah koma, angka dan huruf dipisah tanda hubung, cabang terakhir menyatu dengan nama induk: 3-etil-2-metilheksana.
Alkana \(\ce{C9H20}\) ini akan kita beri nama. Bima langsung membaca baris mendatar dari kiri ke kanan…
Baris mendatar hanya berisi 5 atom C. Rantai di gambar boleh berbelok, jadi jangan tertipu bentuk gambarnya!
Rantai terpanjang berisi 6 atom C dan berbelok ke bawah: rantai induknya heksana. (Rantai lewat gugus etil juga 6 C, tetapi cabangnya hanya satu; pilih yang cabangnya paling banyak.)
Beri nomor dari ujung yang paling dekat dengan cabang. Cabang berada di C-2 dan C-3, lebih kecil daripada C-4 dan C-5 bila dinomori dari ujung lain.
Kenali cabangnya: \(\ce{-CH3}\) di C-2 adalah metil, \(\ce{-CH2CH3}\) di C-3 adalah etil.
Susun cabang menurut abjad (etil sebelum metil), lalu gabungkan dengan nama induk: 3-etil-2-metilheksana.
Trik Kak TirtaHafalkan empat awalan pertama dengan kalimat "Mau Es Pakai Buah": met-, et-, prop-, but- (1–4). Sisanya mirip bahasa sehari-hari: pentagon (5), heksagon (6), heptagon (7), oktopus berkaki 8, nonagon (9), dekade (10). Dan ingat: kalau namamu memuat "2-etil" atau "1-metil", rantai induknya pasti belum terpanjang!
Beri nama IUPAC isooktana: \(\ce{(CH3)3C-CH2-CH(CH3)2}\).
Tulis lengkap: \(\ce{CH3-C(CH3)2-CH2-CH(CH3)-CH3}\). Rantai terpanjang berisi 5 C → induk pentana.
Nomori dari kiri: cabang di C-2, C-2, dan C-4 → {2, 2, 4}. Dari kanan: {2, 4, 4}. Angka pertama sama (2), angka kedua 2 < 4, jadi dari kiri yang benar.
Tiga cabang metil → trimetil dengan nomor 2,2,4.
2,2,4-trimetilpentana. Nomor 2 ditulis dua kali karena ada dua metil di C-2: setiap cabang wajib punya nomornya sendiri.
Bima menamai \(\ce{CH3-CH(CH3)-CH2-CH(C2H5)-CH3}\) sebagai "2-metil-4-etilpentana". Periksa dan perbaiki namanya.
Gugus etil \(\ce{-C2H5}\) bisa menjadi bagian rantai! Rantai \(\ce{CH3-CH(CH3)-CH2-CH-CH2-CH3}\) berisi 6 C → induk heksana, bukan pentana.
Cabang yang tersisa: dua metil. Nomori dari ujung terdekat cabang: metil di C-2 dan C-4 (dari ujung lain: C-3 dan C-5).
Dua metil → dimetil. Selain itu, Bima juga keliru urutan: seharusnya abjad (etil sebelum metil) seandainya keduanya memang cabang.
Nama yang benar: 2,4-dimetilheksana (\(\ce{C8H18}\)). Coba rakit di Lab Mini di bawah dengan contoh "Jebakan": sorotan kuning akan berbelok mengikuti rantai terpanjang.
Ketuk titik kosong di sebelah karbon terpilih (bercincin jingga) untuk menyambung karbon baru, termasuk arah diagonal. Ketuk karbon lain untuk memilihnya; ketuk karbon ujung yang terpilih sekali lagi untuk melepasnya. Rumus, Mr, titik didih, jenis karbon, dan nama IUPAC muncul otomatis. Misi: temukan kelima isomer \(\ce{C6H14}\) dan kesembilan isomer \(\ce{C7H16}\). Kalau kamu merakit molekul yang sama dengan gambar berbeda, perakit akan memberi tahu!
Sifat alkana yang lain mudah ditebak dari strukturnya. Karena nonpolar, alkana tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut nonpolar (misalnya heksana melarutkan minyak sayur). Massa jenisnya lebih kecil daripada air, sehingga minyak tanah mengapung. Alkana juga cukup "malas" bereaksi; nama lamanya parafin berasal dari bahasa Latin yang berarti "kurang berminat".
"Alkana bercabang punya titik didih lebih tinggi karena bentuknya rumit."
Justru sebaliknya. Cabang membuat molekul lebih bulat dan bidang sentuhnya sempit, sehingga gaya London melemah. Neopentana (9,5 °C) mendidih jauh di bawah n-pentana (36 °C).
"Minyak tanah bisa dicuci dengan air karena sama-sama cair."
Alkana nonpolar tidak bercampur dengan air yang polar. Air justru menyebarkan tumpahan minyak. Itulah sebabnya api minyak tidak boleh disiram air.
32.3Alkena, alkuna, dan isomer
Bila dua atom C berbagi dua pasang elektron, terbentuk ikatan rangkap dua (C=C). Hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap dua disebut alkena (akhiran -ena, rumus \(\ce{C_nH_{2n}}\)). Hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap tiga (C≡C) disebut alkuna (akhiran -una, rumus \(\ce{C_nH_{2n-2}}\)). Keduanya tak jenuh: masih "lapar" dan bisa menampung atom tambahan.
Alkana
Alkena
Alkuna
Rumus umum
\(\ce{C_nH_{2n+2}}\)
\(\ce{C_nH_{2n}}\)
\(\ce{C_nH_{2n-2}}\)
Ikatan khas
C–C tunggal
C=C rangkap dua
C≡C rangkap tiga
Akhiran nama
-ana
-ena
-una
Anggota pertama
metana \(\ce{CH4}\)
etena \(\ce{C2H4}\)
etuna \(\ce{C2H2}\)
Bentuk di sekitar C
tetrahedral, 109,5°
segitiga datar, 120°
lurus, 180°
Reaksi khas
substitusi
adisi
adisi
Contoh sehari-hari
LPG, bensin
etena pematang buah, bahan plastik
gas las karbit
Aturan IUPAC · Alkena dan alkunaRantai induk adalah rantai terpanjang yang memuat ikatan rangkap. Nomori dari ujung yang membuat ikatan rangkap mendapat nomor sekecil mungkin, lalu tulis nomor itu sebelum nama induk. Contoh: \(\ce{CH2=CH-CH2-CH3}\) adalah 1-butena, \(\ce{CH3-CH=CH-CH3}\) adalah 2-butena, \(\ce{CH3-C(CH3)=CH-CH3}\) adalah 2-metil-2-butena, dan \(\ce{CH3-C#C-CH3}\) adalah 2-butuna. (Gaya IUPAC terbaru menyisipkan nomornya: but-1-ena, but-2-una; keduanya diterima.)
Kimia Nusantara · Pisang dan karbitBuah yang matang melepaskan gas etena (etilena), hormon yang mempercepat pematangan buah di sekitarnya. Itu sebabnya pisang mentah yang dibungkus koran bersama pisang matang cepat menguning. Pedagang di pasar dulu sering memeram buah dengan karbit (kalsium karbida): bila terkena air, karbit melepaskan gas etuna (asetilena) yang meniru kerja etena. Karbit juga dipakai tukang las, tetapi hanya boleh ditangani orang dewasa terlatih karena gasnya mudah meledak.
Isomer: kembar rumus, beda wajah
Butana dan isobutana sama-sama \(\ce{C4H10}\) dengan Mr 58. Bagaimana titik didihnya?
Sama persis, karena rumus molekul dan Mr-nya sama.
Isobutana lebih tinggi, karena cabangnya membuat molekul lebih padat.
Isobutana lebih rendah (−12 °C, sedangkan butana −0,5 °C).
Tidak bisa dibandingkan, karena keduanya gas.
Jawabannya: isobutana lebih rendah. Rumus sama tidak berarti zatnya sama. Isobutana lebih bulat dan kompak, sehingga bidang sentuh antarmolekulnya kecil dan gaya London-nya lebih lemah. Dua zat berbeda dengan rumus molekul sama disebut isomer.
Definisi · IsomerIsomer adalah senyawa-senyawa yang rumus molekulnya sama tetapi susunan atomnya berbeda, sehingga sifatnya juga berbeda. Isomer struktur berbeda dalam urutan sambungan atom: isomer kerangka (rantai lurus vs bercabang), isomer posisi (1-butena vs 2-butena), dan isomer fungsi (1-butena vs siklobutana). Isomer geometri punya sambungan yang sama tetapi letak gugusnya di ruang berbeda (cis vs trans).
Isomer \(\ce{C5H12}\)
Struktur singkat
Bentuk
Titik didih (°C)
pentana (n-pentana)
\(\ce{CH3CH2CH2CH2CH3}\)
rantai lurus, memanjang
36
2-metilbutana (isopentana)
\(\ce{CH3CH(CH3)CH2CH3}\)
satu cabang
28
2,2-dimetilpropana (neopentana)
\(\ce{C(CH3)4}\)
hampir bulat seperti bola
9,5
Bandingkan butana yang memanjang dengan isobutana yang membulat: hitung atomnya, rumusnya sama-sama \(\ce{C4H10}\). Lalu bandingkan cis- dan trans-2-butena: di mana letak kedua gugus \(\ce{CH3}\) terhadap ikatan rangkap? Ukur jarak antara kedua atom C metilnya pada masing-masing isomer.
Ikatan tunggal C–C bisa berputar bebas seperti poros roda. Ikatan rangkap C=C tidak bisa berputar, karena ikatan π-nya akan putus. Akibatnya, gugus yang terpasang di ikatan rangkap "terkunci" posisinya.
Isomer geometri 2-butena. Trans lebih simetris dan meleleh pada −106 °C, sedangkan cis pada −139 °C.
Syarat isomer cis–trans(1) Ada ikatan yang tidak bisa berputar, misalnya C=C. (2) Setiap atom C pada ikatan rangkap itu mengikat dua gugus yang berbeda. Karena itu 2-butena punya isomer cis–trans, sedangkan 1-butena (\(\ce{CH2=}\): dua H sama) dan 2-metil-2-butena (dua \(\ce{CH3}\) pada satu C) tidak punya.
"Isomer itu molekul yang sama, cuma digambar berbeda."
Isomer adalah zat berbeda dengan titik didih, titik leleh, bahkan bau yang berbeda. Yang sama hanyalah rumus molekulnya. Molekul yang sama yang digambar berbeda bukan isomer.
"Rantai lurus yang digambar berbelok adalah isomer baru."
Ikatan tunggal bisa berputar, jadi rantai lurus boleh ditekuk sesukamu. Selama urutan sambungannya sama, molekulnya tetap sama. Uji dengan Perakit Alkana di subbab 32.2!
"Cis-2-butena bisa berubah jadi trans-2-butena dengan sendirinya, cukup diputar."
Ikatan π pada C=C mengunci rotasi. Untuk mengubah cis menjadi trans, ikatan π harus diputus dulu, misalnya dengan cahaya ultraviolet atau katalis.
Lanjut · IB & olimpiadeDerajat ketidakjenuhan dan aturan E/Z
Setiap ikatan π atau setiap cincin "mencuri" dua atom H dibandingkan alkana dengan jumlah C yang sama. Jadi dari rumus molekul saja kita bisa menghitung jumlah ikatan π + cincin, disebut derajat ketidakjenuhan (double bond equivalent, DBE). Halogen dihitung seperti H.
Untuk alkena yang gugusnya beragam, cis–trans bisa ambigu. IUPAC memakai aturan E/Z: beri prioritas pada atom bernomor atom lebih besar di setiap C ikatan rangkap. Bila kedua gugus berprioritas tinggi sepihak, isomernya Z (zusammen, bersama); bila berseberangan, E (entgegen, berlawanan).
Semua hidrokarbon terbakar. Pada pembakaran sempurna (oksigen cukup), semua karbon menjadi \(\ce{CO2}\) dan semua hidrogen menjadi \(\ce{H2O}\), disertai banyak kalor. Itulah yang terjadi di kompor gas yang nyalanya biru.
Urutan jitu: setarakan C dulu, lalu H, dan O paling akhir (karena O ada di dua produk). Bila koefisien \(\ce{O2}\) jadi pecahan (misalnya 13/2 untuk butana), kalikan semuanya dengan 2. Persamaan terakhir adalah pembakaran tidak sempurna: bandingkan kebutuhan oksigennya!
Bila oksigen kurang, terjadi pembakaran tidak sempurna. Sebagian karbon menjadi gas karbon monoksida, \(\ce{CO}\), atau butiran karbon padat (jelaga) yang membuat nyala berwarna kuning dan pantat panci menghitam:
Keselamatan · Gas tak berbau yang mematikanKarbon monoksida tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi mengikat hemoglobin darah ±200 kali lebih kuat daripada oksigen. Jangan menyalakan genset, kompor arang, atau mesin kendaraan di ruang tertutup. Nyala kompor yang kuning dan berjelaga tandanya udara kurang: bersihkan lubang udara kompor dan pastikan dapur berventilasi.
Mudah menyalaGas bertekananCO: toksik
Anggap isi tabung LPG 3 kg seluruhnya butana, \(\ce{C4H10}\). Berapa kilogram \(\ce{O2}\) yang dibutuhkan dan berapa kilogram \(\ce{CO2}\) yang terbentuk bila semuanya terbakar sempurna? (Ar C = 12, H = 1, O = 16)
Mol \(\ce{O2}\) \(= \tfrac{13}{2} \times 51{,}7 = 336{,}2\) mol → massa \(= 336{,}2 \times 32 = 10.759\) g ≈ 10,8 kg.
Mol \(\ce{CO2}\) \(= 4 \times 51{,}7 = 206{,}9\) mol → massa \(= 206{,}9 \times 44 = 9.103\) g ≈ 9,1 kg.
Butuh ±10,8 kg oksigen dan menghasilkan ±9,1 kg \(\ce{CO2}\), tiga kali massa gasnya! Massa bertambah karena setiap atom C "menggandeng" dua atom O dari udara.
Substitusi: mengganti H dengan halogen
Alkana yang "malas" baru mau bereaksi dengan klorin atau bromin bila ada cahaya (ultraviolet) atau panas. Satu atom H diganti satu atom halogen, sehingga reaksi ini disebut substitusi (penggantian):
Bila klorin berlebih, penggantian berlanjut menjadi \(\ce{CH2Cl2}\), \(\ce{CHCl3}\) (kloroform), dan \(\ce{CCl4}\). Hasilnya campuran, sehingga di industri reaksi ini diatur dengan perbandingan pereaksi yang cermat.
Lanjut · IB & olimpiadeMekanisme radikal bebas
Substitusi alkana berlangsung lewat radikal bebas (atom atau gugus dengan elektron tak berpasangan, ditandai titik):
Propagasi: \(\ce{Cl^. + CH4 -> HCl + CH3^.}\) lalu \(\ce{CH3^. + Cl2 -> CH3Cl + Cl^.}\). Radikal Cl lahir kembali, sehingga satu foton bisa memicu ribuan reaksi: reaksi berantai.
Terminasi: dua radikal bertemu, misalnya \(\ce{CH3^. + Cl^. -> CH3Cl}\) atau \(\ce{2CH3^. -> C2H6}\) (etana sebagai hasil samping adalah bukti mekanisme ini).
Pada 25 °C, laju relatif penggantian H primer : sekunder : tersier oleh klorin ±1 : 3,8 : 5,0, karena radikal tersier paling stabil.
Adisi: ikatan rangkap membuka diri
Alkena dan alkuna punya ikatan π yang kaya elektron dan lebih lemah daripada ikatan σ. Ikatan π mudah terbuka sehingga dua atom baru bisa "menumpang". Reaksi penambahan tanpa ada atom yang lepas ini disebut adisi:
Pereaksi
Contoh reaksi
Kegunaan
Hidrogen (katalis Ni, panas)
\(\ce{CH2=CH2 + H2 ->[Ni] CH3-CH3}\)
hidrogenasi minyak nabati menjadi margarin
Bromin (air brom)
\(\ce{CH2=CH2 + Br2 -> CH2Br-CH2Br}\)
uji ikatan rangkap: warna jingga hilang
Hidrogen halida
\(\ce{CH2=CH-CH3 + HBr -> CH3-CHBr-CH3}\)
membuat haloalkana
Air (katalis asam, panas)
\(\ce{CH2=CH2 + H2O ->[H+] CH3-CH2OH}\)
membuat etanol industri
Air brom berwarna jingga-cokelat karena molekul \(\ce{Br2}\). Kita meneteskan etena (atau alkena lain) ke dalamnya.
Molekul bromin mendekati ikatan rangkap yang kaya elektron. Ikatan π, yang lebih lemah, mulai terbuka…
…dan setiap atom C mengikat satu atom Br. Terbentuk 1,2-dibromoetana yang tak berwarna, sehingga warna jingga hilang. Tidak ada atom yang lepas: inilah ciri adisi.
Heksana (alkana) dikocok dengan air brom dalam gelap: warna jingga tidak hilang, karena tidak ada ikatan π yang bisa dibuka. Bromin malah pindah ke lapisan heksana di atas, yang menjadi jingga tua. Uji cepat untuk membedakan alkana dari alkena!
Aturan MarkovnikovPada adisi HX ke alkena yang tidak simetris, atom H menempel pada karbon ikatan rangkap yang sudah mengikat lebih banyak H, sedangkan X menempel pada karbon yang lain. "Yang kaya makin kaya." Contoh: propena + HBr menghasilkan 2-bromopropana sebagai produk utama, bukan 1-bromopropana.
Adisi juga bisa terjadi berulang-ulang antara molekul alkena sendiri: ribuan molekul etena bergandengan menjadi polietena (plastik kantong kresek). Reaksi polimerisasi adisi ini akan kita bahas di Bab 35.
32.5Minyak bumi: dari sup purba ke tangki motor
Minyak bumi adalah "sup purba". Jutaan tahun lalu, makhluk laut mungil (plankton dan ganggang) mati dan mengendap di dasar laut bersama lumpur. Lapisan demi lapisan menimbunnya, tekanan dan panas bumi perlahan "memasaknya", dan sisa makhluk hidup itu berubah menjadi cairan hitam kental: minyak bumi dan gas alam.
Selama jutaan tahun, sisa organisme laut yang terkubur dalam batuan sedimen berubah menjadi kerogen. Pada suhu sekitar 60–120 °C kerogen terurai menjadi minyak bumi; pada suhu yang lebih tinggi terbentuk gas alam. Keduanya bergerak naik melalui batuan berpori sampai tertahan oleh lapisan batuan kedap (misalnya serpih) dan terkumpul sebagai reservoir. Minyak mentah adalah campuran ratusan hidrokarbon (alkana, sikloalkana, aromatik) dengan sedikit senyawa belerang, nitrogen, dan oksigen.
Kimia Nusantara · Dari Wonocolo sampai CilacapDi Desa Wonocolo, Bojonegoro (Jawa Timur), warga masih menimba minyak dari sumur-sumur tua peninggalan zaman Belanda dengan tali dan mesin sederhana, sehingga kawasannya dijuluki "Texas van Java". Sebagian minyak itu disuling secara tradisional di dalam drum yang dipanaskan, cara yang berisiko kebakaran dan pencemaran. Minyak bumi skala besar diolah di kilang: Kilang Balikpapan (Kalimantan Timur) yang mulai beroperasi pada 1920-an, Kilang Dumai (Riau), dan Kilang Cilacap (Jawa Tengah) yang berkapasitas terbesar di Indonesia.
Tamu dari masa laluPada 1885, Aeilko Jans Zijlker, seorang Belanda pengelola perkebunan tembakau, berhasil mengebor sumur minyak Telaga Said di Langkat, Sumatra Utara. Sumur itu menjadi tonggak awal industri minyak bumi di Indonesia, yang kemudian tumbuh ke Jawa, Kalimantan, dan Sumatra bagian tengah.
Distilasi bertingkat
Minyak mentah tidak bisa langsung dipakai. Di kilang, minyak dipanaskan dalam tungku sampai ±350–400 °C sehingga sebagian besar menguap, lalu uapnya dialirkan ke dasar menara distilasi bertingkat. Menara itu panas di bawah dan dingin di atas. Uap naik melewati sekat-sekat (tray); setiap komponen mengembun di ketinggian yang suhunya sedikit di bawah titik didihnya. Zat bertitik didih tinggi (rantai panjang) mengembun di bawah, zat bertitik didih rendah (rantai pendek) naik sampai ke atas. Campuran yang dipisahkan berdasarkan rentang titik didih disebut fraksi.
Fraksi
Jumlah C
Titik didih (±°C)
Kegunaan
Gas kilang
C1–C4
di bawah 30
LPG (propana + butana), bahan baku plastik
Bensin (gasolin) & nafta
C5–C10
30–180
bahan bakar motor dan mobil; nafta untuk industri petrokimia
Kerosin & avtur
C11–C14
180–260
bahan bakar pesawat jet, minyak tanah
Solar (minyak diesel)
C15–C20
260–350
truk, bus, kapal, kereta, genset
Minyak pelumas & parafin
C21–C35
di atas 350
oli mesin, lilin, krayon, vaselin
Residu
di atas C35
tidak menguap
aspal jalan, bahan bakar kapal
Rentang di atas adalah perkiraan; setiap kilang punya batas sendiri. Fraksi yang sangat berat tidak menguap pada ±400 °C dan malah terurai bila dipanaskan lebih tinggi, sehingga residu disuling ulang pada tekanan rendah (distilasi vakum) agar titik didihnya turun.
Setiap bulatan adalah molekul alkana; warnanya menunjukkan fraksinya. Ketuk menara untuk mengukur suhu di ketinggian itu dan melihat alkana apa yang mengembun di sana. Coba turunkan suhu tungku ke 200 °C: apa yang terjadi pada bagian residu? Bandingkan juga minyak mentah ringan dan berat: mana yang menghasilkan bensin paling banyak?
Bensin kurang? Potong rantainya!Permintaan bensin jauh lebih besar daripada jumlah bensin di minyak mentah. Kilang lalu memotong rantai panjang menjadi rantai pendek dengan panas dan katalis. Proses ini disebut perengkahan (cracking), dan selalu menghasilkan alkena sebagai bonus: \(\ce{C16H34 -> C8H18 + C8H16}\). Alkena itu (misalnya etena dan propena) menjadi bahan baku plastik.
Bilangan oktan
Motor bebek biasa yang dianjurkan memakai bensin oktan 90 diisi bensin oktan 98. Apa yang terjadi?
Tenaganya naik hampir 10%, karena oktannya 8 angka lebih tinggi.
Tenaganya hampir sama; oktan tinggi hanya berguna untuk mesin berkompresi tinggi.
Mesinnya rusak, karena bensin oktan tinggi terlalu "keras".
Bensinnya lebih cepat menguap, sehingga lebih boros.
Jawabannya: tenaganya hampir sama. Bilangan oktan bukan ukuran energi, melainkan ukuran ketahanan bensin terhadap ketukan. Energi yang dilepas per liter bensin oktan 90 dan 98 hampir sama. Oktan tinggi baru bermanfaat pada mesin yang memang dirancang dengan rasio kompresi tinggi.
Di dalam silinder mesin, campuran uap bensin dan udara dimampatkan oleh piston, lalu dinyalakan oleh percikan busi. Bila bensin terlalu mudah terbakar, campuran itu bisa meledak sendiri sebelum waktunya karena panas pemampatan. Ledakan dini ini terdengar sebagai bunyi "tik-tik" logam yang disebut ketukan (knocking): tenaga terbuang dan mesin bisa rusak.
Definisi · Bilangan oktanBilangan oktan adalah persen volume isooktana (2,2,4-trimetilpentana) dalam campuran isooktana dan n-heptana yang ketukannya sama dengan bensin yang diuji. Isooktana yang tahan ketukan diberi nilai 100; n-heptana yang mudah mengetuk diberi nilai 0. Bensin oktan 92 berperilaku seperti campuran 92% isooktana dan 8% n-heptana.
n-Oktana dan isooktana sama-sama \(\ce{C8H18}\), tetapi oktannya berbeda jauh (±−20 vs 100). Perhatikan bentuknya: rantai lurus yang panjang lebih mudah "tersulut" sendiri, sedangkan molekul yang bercabang rapat lebih tahan. MTBE adalah zat aditif peningkat oktan.
Sebuah bengkel punya 20 L bensin oktan 90. Berapa liter bensin oktan 98 yang harus ditambahkan agar campurannya beroktan 92? (Anggap pencampuran linear.)
Perlu ±6,7 L bensin oktan 98. Coba buktikan dengan Rumus Hidup di atas!
Agar oktan naik, kilang memperbanyak alkana bercabang dan senyawa aromatik (lewat proses reforming), atau menambahkan zat aditif. Dulu dipakai tetraetil timbal, \(\ce{Pb(C2H5)4}\), yang ternyata meracuni udara dengan timbal; Indonesia menghentikan bensin bertimbal pada 2006. Kini dipakai aditif seperti MTBE atau etanol.
"Bilangan oktan tinggi selalu memberi tenaga lebih besar di semua mesin."
Oktan mengukur ketahanan terhadap ketukan, bukan energi. Pakailah oktan sesuai anjuran pabrik mesin: lebih rendah bisa mengetuk, lebih tinggi tidak menambah tenaga.
"Bensin oktan 92 berisi 92% oktana."
Bensin adalah campuran ratusan hidrokarbon. Angka 92 hanya berarti ketukannya setara campuran patokan 92% isooktana dan 8% n-heptana.
Dampak lingkungan
Gas rumah kaca: pembakaran bahan bakar fosil melepas \(\ce{CO2}\) yang terkubur jutaan tahun, sehingga menghangatkan iklim (Bab 38).
Pencemar udara: CO (beracun), jelaga dan partikel halus (penyakit paru), serta oksida nitrogen dan \(\ce{SO2}\) dari pengotor belerang (hujan asam).
Tumpahan minyak: pada 2018, pipa minyak bawah laut yang patah mencemari Teluk Balikpapan dan merusak hutan bakau. Minyak yang mengapung menghalangi oksigen dan melapisi bulu burung serta insang ikan.
Solusinya beragam: konverter katalitik di knalpot mengubah gas beracun, \(\ce{2CO + 2NO -> 2CO2 + N2}\); bahan bakar rendah belerang; kendaraan listrik; dan biosolar, solar yang dicampur biodiesel dari minyak sawit (program B35, lalu B40).
32.6Benzena dan senyawa aromatik
Benzena, \(\ce{C6H6}\), adalah cincin enam atom karbon yang masing-masing mengikat satu atom H. Dari rumusnya (DBE = 4), benzena tampak sangat tak jenuh: satu cincin plus tiga ikatan rangkap. Anehnya, benzena tidak menghilangkan warna air brom dan enggan mengalami adisi. Ada yang istimewa!
Tamu dari masa laluMichael Faraday menemukan benzena pada 1825 di dalam endapan minyak gas penerangan London. Strukturnya baru terpecahkan pada 1865 oleh August Kekulé. Menurut ceritanya sendiri, ia terkantuk-kantuk di depan perapian dan bermimpi melihat rantai atom menari seperti ular, lalu seekor ular menggigit ekornya sendiri. Ia terbangun dengan gagasan: rantai karbon benzena membentuk cincin!
Kekulé menggambar benzena dengan ikatan tunggal dan rangkap bergantian. Namun pengukuran menunjukkan bahwa keenam ikatan C–C benzena sama panjang, ±139 pm, di antara panjang ikatan tunggal (154 pm) dan rangkap (134 pm). Enam elektron π tidak menetap di tiga ikatan tertentu, tetapi terdelokalisasi mengelilingi cincin seperti awan berbentuk donat di atas dan di bawah bidang cincin. Karena itu benzena sering digambar sebagai segi enam dengan lingkaran di dalamnya.
Putar sikloheksana dan lihat dari samping: cincinnya berbentuk kursi, bukan datar, sehingga sudut C–C–C tetap ±109,5°. Sekarang putar benzena: cincinnya datar sempurna dengan sudut 120°. Ukur keenam ikatan C–C benzena; apakah ada yang lebih pendek?
Delokalisasi membuat cincin benzena sangat stabil. Benzena lebih suka substitusi (mengganti H, cincinnya utuh) daripada adisi (merusak cincin), misalnya dengan bromin dan katalis besi(III) bromida:
\[ \ce{C6H6 + Br2 ->[FeBr3] C6H5Br + HBr} \]
Turunan benzena disebut senyawa aromatik, karena banyak di antaranya berbau harum. Contohnya toluena (metilbenzena, pelarut cat), naftalena (dua cincin), dan stirena (bahan styrofoam). Campuran benzena, toluena, dan xilena (BTX) dihasilkan kilang dari nafta dan menjadi bahan baku serat poliester, plastik, dan obat.
Kapur barus yang bukan dari BarusNama "kapur barus" berasal dari Barus, bandar kuno di pesisir barat Sumatra Utara yang sejak lama terkenal sebagai pengekspor kamper dari pohon kapur. Kapur barus yang dijual sekarang untuk mengusir ngengat di lemari umumnya bukan kamper alami, melainkan senyawa aromatik seperti naftalena. Simpan jauh dari jangkauan anak-anak dan jangan dimakan.
Awas jebakanJangan menyebut benzena "sikloheksatriena" yang ikatan rangkapnya meloncat-loncat. Elektron π-nya terdelokalisasi permanen, bukan bergantian cepat. Ingat juga keselamatannya: benzena bersifat karsinogen (pemicu kanker), dan menghirup uap pelarut atau lem (toluena) sangat merusak otak dan saraf. Pelarut organik hanya digunakan di ruang berventilasi baik.
Lanjut · IB & olimpiadeBukti energi, konformasi, dan isomer optik
Energi stabilisasi benzena. Hidrogenasi sikloheksena (satu C=C) melepas ΔH = −120 kJ/mol. Bila benzena benar-benar punya tiga C=C terpisah, hidrogenasinya akan melepas 3 × (−120) = −360 kJ/mol. Kenyataannya hanya −208 kJ/mol. Selisih ±150 kJ/mol adalah energi delokalisasi (resonansi): benzena lebih stabil daripada struktur Kekulé.
Konformasi. Karena ikatan tunggal bisa berputar, etana punya bentuk goyang (staggered, H saling berselang) dan gerhana (eclipsed, H saling menutupi) yang selisih energinya ±12 kJ/mol. Sikloheksana nyaman dalam bentuk kursi, dengan H aksial (tegak) dan ekuatorial (mendatar).
Isomer optik. Atom C yang mengikat empat gugus berbeda disebut C kiral. Molekulnya punya pasangan bayangan cermin yang tidak bisa ditumpuk, seperti tangan kiri dan kanan. Alkana kiral terkecil punya 7 atom C, misalnya 3-metilheksana: C-3 mengikat H, metil, etil, dan propil. Perakit Alkana menandai C kiral dengan bintang (*).
Kimia di sekitarmu
🔥
LPG 3 kg
Campuran propana dan butana yang dicairkan dengan tekanan. Gas aslinya tidak berbau; zat merkaptan ditambahkan supaya kebocoran tercium.
🕯️
Lilin parafin
Alkana C20–C40 yang padat. Saat lilin menyala, parafin meleleh, naik lewat sumbu, menguap, lalu terbakar.
🛣️
Aspal jalan
Residu paling berat dari distilasi minyak bumi, dicampur kerikil untuk melapisi jalan raya dari Sabang sampai Merauke.
🍌
Pemeraman buah
Etena, alkena paling sederhana, adalah hormon pematang buah. Pisang di gudang pedagang dimatangkan dengan mengatur kadar etena.
✈️
Avtur
Fraksi kerosin yang dimurnikan untuk pesawat jet. Titik bekunya harus sangat rendah karena di ketinggian 10 km suhu udara ±−50 °C.
🌴
Biosolar
Solar yang dicampur biodiesel dari minyak sawit. Indonesia mewajibkan campuran ini untuk mengurangi impor solar dan emisi karbon.
Nama IUPAC \(\ce{CH3-CH2-CH(CH3)-CH3}\) adalah …
3-metilbutana
2-metilbutana
pentana
2-etilpropana
Rantai terpanjang 4 C (butana). Dinomori dari ujung terdekat cabang, metil berada di C-2 (bukan C-3). "2-etilpropana" salah karena etil di C-2 berarti rantainya belum terpanjang.
Zat manakah yang dapat menghilangkan warna jingga air brom?
heksana
sikloheksana
metana
1-heksena
Hanya 1-heksena yang punya ikatan rangkap C=C, sehingga bromin teradisi dan warnanya hilang. Ketiga zat lain jenuh.
Bensin beroktan 98 berarti bensin itu …
ketahanan ketukannya setara campuran 98% isooktana dan 2% n-heptana
mengandung 98% oktana
memberi tenaga 98% lebih besar
mendidih pada suhu 98 °C
Bilangan oktan dibandingkan dengan campuran patokan isooktana (100) dan n-heptana (0); angka itu tidak menyatakan kadar oktana atau energi.
33
Bab 33 · Kimia Karbon & Kehidupan
Gugus Fungsi: Wajah Molekul di Balik Aroma Nusantara
Cengkeh, kayu manis, pisang ambon, dan cuka baunya sangat berbeda, padahal semuanya dirangkai dari karbon, hidrogen, dan oksigen saja. Rahasianya ada pada segelintir atom yang menjadi "wajah" sebuah molekul: gugus fungsi.
Setelah bab ini, kamu bisa
mengenali gugus fungsi utama (hidroksil, eter, karbonil, karboksil, ester, halo, amino, amida) beserta rumus umum deret homolog-nya;
memberi nama IUPAC alkanol, alkoksialkana, alkanal, alkanon, asam alkanoat, alkil alkanoat, haloalkana, amina, dan amida sederhana;
menjelaskan perbedaan titik didih dan kelarutan dengan ikatan hidrogen, serta mengenali isomer fungsi;
membedakan golongan senyawa dengan uji Tollens, Fehling, dikromat, soda kue, dan iodoform;
menuliskan reaksi esterifikasi dan saponifikasi, lalu menemukan gugus fungsi pada molekul rempah Nusantara.
Etanol, \(\ce{C2H5OH}\), punya gugus –OH seperti natrium hidroksida, \(\ce{NaOH}\). Bila etanol dilarutkan dalam air, larutannya bersifat…
Basa kuat, karena ada gugus OH seperti pada NaOH.
Basa lemah, karena hanya sebagian OH yang lepas.
Netral, karena –OH pada etanol tidak lepas sebagai ion OH⁻.
Asam kuat, karena etanol menyengat di kulit.
Jawabannya: netral. Pada NaOH, ion \(\ce{OH-}\) terikat secara ionik pada \(\ce{Na+}\), sehingga lepas begitu larut. Pada etanol, –OH terikat kovalen pada atom karbon dan tidak terlepas menjadi ion. Coba cek sendiri dengan kertas lakmus atau air kubis ungu: alkohol pembersih tidak mengubah warnanya. Rumus yang mirip belum tentu sifatnya mirip!
33.1Gugus fungsi: "wajah" sebuah molekul
Di Bab 32 kamu berkenalan dengan hidrokarbon, molekul yang hanya berisi C dan H. Rangka C–H itu "pendiam": tidak larut dalam air, nyaris tidak berbau tajam, dan reaksinya sedikit. Tetapi begitu satu atom H diganti sekelompok atom lain, sifatnya berubah drastis. Etana adalah gas tak berbau. Ganti satu H-nya dengan –OH, jadilah etanol: cairan yang bercampur sempurna dengan air dan ada di tapai. Ganti dengan –COOH, jadilah asam asetat yang membuat cuka terasa masam.
Bayangkan wayang kulit. Badan banyak wayang hampir sama, tetapi dari wajahnya penonton langsung tahu: ini Arjuna, itu Bima, yang ini Semar. Molekul organik juga begitu. "Badannya" rantai karbon, "wajahnya" sekelompok kecil atom yang disebut gugus fungsi. Wajah itulah yang menentukan bau, rasa, dan sifat molekul.
Definisi · Gugus fungsi & deret homologGugus fungsi adalah atom atau kelompok atom dalam molekul organik yang menentukan sifat khas dan reaksi senyawa itu. Senyawa dengan gugus fungsi yang sama membentuk satu golongan, misalnya golongan alkohol. Anggota satu golongan yang berurutan hanya berbeda satu gugus –CH₂– (Mr berbeda 14) dan disebut deret homolog. Mereka punya rumus umum yang sama, sifat kimia yang mirip, dan sifat fisika (misalnya titik didih) yang berubah bertahap.
Kimiawan menulis bagian rangka yang "tidak penting" sebagai R (singkatan dari radikal atau rest, yaitu gugus alkil seperti \(\ce{CH3-}\) atau \(\ce{C2H5-}\)). Jadi semua alkohol dapat ditulis \(\ce{R-OH}\). Inilah sembilan wajah yang paling sering kamu temui:
Sembilan "wajah" molekul organik. R dan R′ adalah rangka hidrokarbon (gugus alkil); garis rangkap di atas C adalah ikatan rangkap C=O, yang disebut gugus karbonil.
Golongan
Gugus fungsi
Rumus umum
Tata nama IUPAC
Contoh (nama IUPAC · nama sehari-hari)
Alkohol
hidroksil, –OH
\(\ce{R-OH}\) \(\ce{C_nH_{2n+2}O}\)
alkanol
\(\ce{C2H5OH}\): etanol · alkohol tapai
Eter
oksi, –O–
\(\ce{R-O-R'}\) \(\ce{C_nH_{2n+2}O}\)
alkoksialkana
\(\ce{CH3OCH3}\): metoksimetana · dimetil eter
Aldehida
formil, –CHO
\(\ce{R-CHO}\) \(\ce{C_nH_{2n}O}\)
alkanal
\(\ce{HCHO}\): metanal · formaldehida
Keton
karbonil, –CO–
\(\ce{R-CO-R'}\) \(\ce{C_nH_{2n}O}\)
alkanon
\(\ce{CH3COCH3}\): propanon · aseton
Asam karboksilat
karboksil, –COOH
\(\ce{R-COOH}\) \(\ce{C_nH_{2n}O2}\)
asam alkanoat
\(\ce{CH3COOH}\): asam etanoat · asam asetat (cuka)
Ester
–COO–
\(\ce{R-COO-R'}\) \(\ce{C_nH_{2n}O2}\)
alkil alkanoat
\(\ce{CH3COOC2H5}\): etil etanoat · etil asetat
Haloalkana
halo, –X
\(\ce{R-X}\) \(\ce{C_nH_{2n+1}X}\)
haloalkana
\(\ce{C2H5Cl}\): kloroetana · etil klorida
Amina (primer)
amino, –NH₂
\(\ce{R-NH2}\) \(\ce{C_nH_{2n+3}N}\)
alkanamina
\(\ce{CH3NH2}\): metanamina · metilamina
Amida
–CONH₂
\(\ce{R-CONH2}\) \(\ce{C_nH_{2n+1}NO}\)
alkanamida
\(\ce{CH3CONH2}\): etanamida · asetamida
Trik Kak Tirta · "ol, al, on, oat"Hafalkan akhiran nama sebagai lagu pendek: -ol (alkohol), -al (aldehida), -on (keton), -oat (asam & ester). Lalu perhatikan rumus umumnya: ternyata golongan-golongan ini berpasangan. Alkohol dan eter sama-sama \(\ce{C_nH_{2n+2}O}\); aldehida dan keton sama-sama \(\ce{C_nH_{2n}O}\); asam karboksilat dan ester sama-sama \(\ce{C_nH_{2n}O2}\). Pasangan yang rumus molekulnya sama tetapi gugus fungsinya beda disebut isomer fungsi.
Karena setiap anggota deret homolog bertambah satu –CH₂–, Mr-nya naik 14 secara teratur. Coba geser jumlah karbon dan "wajahnya" di bawah ini:
Mulai dari etana, lalu ganti molekulnya satu per satu. Bagian mana yang berubah? Cari atom O (merah), N (biru), dan Cl (hijau): di situlah "wajah" setiap molekul. Ketuk dua atom untuk mengukur panjang ikatan C–O dan C=O. Mana yang lebih pendek?
Awas jebakanRumus molekul yang sama belum tentu zat yang sama. \(\ce{C2H6O}\) bisa etanol (cair, mendidih 78 °C) atau dimetil eter (gas, mendidih −24 °C). Karena itu kimia organik memakai rumus struktur (\(\ce{CH3CH2OH}\) vs \(\ce{CH3OCH3}\)), bukan hanya rumus molekul.
33.2Alkohol & eter: saudara kembar beda sifat
Alkohol adalah senyawa dengan gugus hidroksil (–OH) yang terikat pada atom karbon jenuh. Yang paling terkenal adalah etanol: dihasilkan ragi saat membuat tapai, tuak, dan bioetanol, lalu dipakai di cairan pembersih tangan. Atom O pada –OH sangat elektronegatif, sehingga ikatan O–H sangat polar.
Aturan · Tata nama alkanol (IUPAC)
Pilih rantai induk: rantai karbon terpanjang yang mengikat gugus –OH.
Beri nomor dari ujung yang paling dekat dengan –OH.
Nama = (nomor & nama cabang) + nomor letak –OH + nama alkana dengan akhiran -a diganti -ol.
Contoh: \(\ce{CH3CH2CH2OH}\) = 1-propanol; \(\ce{CH3CH(OH)CH3}\) = 2-propanol; \(\ce{(CH3)2CHCH2CH2OH}\) = 3-metil-1-butanol (alkohol isoamil, bahan aroma pisang). Penulisan IUPAC terbaru menaruh nomor di depan akhiran: propan-2-ol, 3-metilbutan-1-ol. Keduanya diterima di buku ini.
Alkohol digolongkan menurut atom C yang mengikat –OH. Pada alkohol primer atom C itu terikat pada satu atom C lain (1-propanol), pada alkohol sekunder pada dua atom C (2-propanol), dan pada alkohol tersier pada tiga atom C (2-metil-2-propanol). Penggolongan ini penting, sebab ketiganya bereaksi berbeda dengan oksidator.
Beri nama IUPAC dan golongkan: (a) \(\ce{CH3CH2CH2CH2OH}\); (b) \(\ce{CH3CH(OH)CH2CH3}\); (c) \(\ce{(CH3)3COH}\); (d) \(\ce{CH3CH2OCH2CH3}\).
(a) Rantai 4 C, –OH di C-1: 1-butanol. Atom C pengikat –OH hanya terikat pada satu C lain: alkohol primer.
(b) Rantai 4 C, –OH di C-2 (dinomori dari ujung terdekat): 2-butanol, alkohol sekunder.
(c) Rantai induk 3 C, –OH dan satu metil di C-2: 2-metil-2-propanol. Atom C-2 terikat pada tiga C: alkohol tersier.
(d) Tidak ada –OH; atom O diapit dua gugus etil: eter. Gugus yang lebih pendek (atau salah satu, bila sama) menjadi alkoksi: etoksietana (dietil eter).
Eter punya atom O yang diapit dua gugus alkil, \(\ce{R-O-R'}\). Namanya disusun sebagai alkoksialkana: gugus alkil yang lebih pendek ditambah O menjadi awalan alkoksi. Contoh: \(\ce{CH3-O-CH2CH3}\) adalah metoksietana. Nama umumnya menyebut kedua alkil lalu kata "eter": etil metil eter.
Etanol dan dimetil eter sama-sama \(\ce{C2H6O}\) (Mr 46). Pada suhu kamar (±27 °C), wujud keduanya…
Sama-sama cair, karena Mr-nya sama.
Sama-sama gas, karena molekulnya kecil.
Etanol cair, dimetil eter gas.
Etanol gas, dimetil eter cair.
Jawabannya: etanol cair (mendidih 78 °C), dimetil eter gas (mendidih −24 °C). Selisihnya lebih dari 100 °C! Etanol punya atom H yang terikat langsung pada O, sehingga molekul-molekulnya saling bergandengan lewat ikatan hidrogen (Bab 13). Pada dimetil eter semua H terikat pada C, sehingga ikatan hidrogen antarmolekulnya tidak ada.
Bandingkan etanol dengan dimetil eter: hitung atomnya (sama!), lalu cari atom H yang menempel pada O. Hanya H seperti itu yang bisa membentuk ikatan hidrogen. Bandingkan juga 1-propanol dan 2-propanol: –OH berpindah dari ujung ke tengah. Ketuk C–O–C pada dimetil eter untuk mengukur sudutnya.
Ikatan hidrogen juga menjelaskan kelarutan. Metanol, etanol, dan propanol bercampur dengan air dalam perbandingan berapa pun, karena –OH-nya bisa bergandengan dengan molekul air. Makin panjang ekor hidrokarbonnya, makin "berminyak" molekulnya: kelarutan 1-butanol hanya ±7,7 g per 100 mL air, 1-pentanol ±2,2 g, dan 1-heksanol tinggal ±0,6 g.
Tujuh zat dengan Mr hampir sama (butana, propanal, propanon: 58; yang lain: 60), tetapi titik didihnya berbeda jauh. Yang menentukan adalah gugus fungsinya: tanpa gugus polar hanya ada gaya London; gugus C=O menambah gaya dipol–dipol; gugus O–H menambah ikatan hidrogen. Asam karboksilat paling tinggi karena dua molekulnya berpasangan lewat dua ikatan hidrogen (dimer).
Awas jebakanAlkohol bukan basa, walaupun rumusnya mengandung OH. Basa seperti NaOH melepas ion \(\ce{OH-}\) karena ikatannya ionik; gugus –OH alkohol terikat kovalen pada C dan tidak terlepas di dalam air. Larutan etanol dalam air bersifat netral (pH ±7).
"Alkohol bersifat basa karena punya gugus OH."
–OH alkohol terikat kovalen pada karbon, jadi tidak melepas ion OH⁻. Larutannya netral; uji dengan air kubis ungu, warnanya tetap ungu.
"Alkohol 96% pasti lebih ampuh membunuh kuman daripada alkohol 70%."
Justru campuran ±70% lebih efektif. Air membantu alkohol merusak (mendenaturasi) protein kuman dan memperlambat penguapan, sehingga waktu kontaknya lebih lama.
Eter tidak punya H pada O, sehingga titik didihnya rendah dan mudah menguap. Dietil eter (etoksietana) mendidih pada 35 °C, sedikit di atas suhu tubuh, dan uapnya sangat mudah terbakar. Eter juga pelarut yang baik untuk zat organik, misalnya untuk mengekstrak minyak dari biji.
Tamu dari masa lalu · Hari EterPada 16 Oktober 1846 di Boston, Amerika Serikat, dokter gigi William Morton memperagakan pembiusan dengan uap dietil eter dalam sebuah operasi pengangkatan benjolan di leher pasien. Pasien tidak merasakan sakit. Hari itu dikenang sebagai "Ether Day", awal anestesi modern. Kini dietil eter tidak dipakai lagi untuk membius karena mudah terbakar dan membuat mual; penggantinya adalah senyawa haloalkana dan eter berfluor yang lebih aman.
Mengenali alkohol dengan uji dikromat
Larutan kalium dikromat yang diasamkan, \(\ce{K2Cr2O7}\) + \(\ce{H2SO4}\), berwarna jingga. Bila dipanaskan bersama alkohol primer atau sekunder, alkohol itu teroksidasi dan ion dikromat tereduksi menjadi ion \(\ce{Cr^3+}\) yang berwarna hijau. Alkohol tersier tidak punya atom H pada karbon pengikat –OH, sehingga tidak teroksidasi: warnanya tetap jingga.
Perubahan jingga → hijau ini dulu dipakai pada alat uji napas pengemudi generasi awal: napas yang mengandung uap etanol membuat kristal dikromat berubah hijau. Mekanisme oksidasi alkohol dibahas lebih dalam di Bab 34.
Kimia Nusantara · Tuak, tapai, dan bahaya oplosan
Ragi mengubah gula dalam nira, ketan, atau singkong menjadi etanol: \(\ce{C6H12O6 ->[ragi] 2C2H5OH + 2CO2}\). Itulah yang terjadi pada tapai dan tuak. Etanol dalam jumlah kecil diolah tubuh, tetapi dalam jumlah besar tetap merusak hati dan otak.
Jauh lebih berbahaya adalah metanol, \(\ce{CH3OH}\), yang sering dicampurkan pada minuman keras oplosan karena murah. Hati mengubah metanol menjadi formaldehida lalu asam format, yang merusak saraf mata dan membuat darah terlalu asam. Sekitar 10 mL metanol murni dapat menyebabkan kebutaan permanen, dan sekitar 30 mL dapat mematikan orang dewasa. Kasus keracunan oplosan berulang kali memakan banyak korban jiwa di Indonesia. Metanol tidak bisa dibedakan dari etanol dengan bau atau rasa; hanya uji laboratorium yang bisa.
Lanjut · IB & olimpiadeSpektrum IR membedakan isomer fungsi
Bagaimana kimiawan membedakan etanol dan dimetil eter tanpa mencium atau mencicipinya? Dengan spektroskopi inframerah (IR). Setiap ikatan bergetar pada frekuensi khas dan menyerap sinar IR pada bilangan gelombang tertentu:
O–H alkohol: pita lebar di 3200–3600 cm⁻¹ (lebar karena ikatan hidrogen).
C=O aldehida, keton, asam, ester: pita tajam dan kuat di sekitar 1680–1750 cm⁻¹.
O–H asam karboksilat: pita sangat lebar di 2500–3300 cm⁻¹.
C–O alkohol, eter, ester: 1050–1300 cm⁻¹.
Spektrum etanol menunjukkan pita lebar O–H; spektrum dimetil eter tidak. Spektrum propanal dan propanon sama-sama punya pita C=O, sehingga untuk membedakannya dipakai uji kimia (subbab berikut) atau spektroskopi NMR (Bab 39).
33.3Aldehida & keton: keluarga karbonil
Aldehida dan keton sama-sama punya gugus karbonil, C=O. Bedanya hanya letak: pada aldehida gugus karbonil berada di ujung rantai dan mengikat satu atom H (–CHO); pada keton gugus karbonil berada di tengah dan diapit dua atom C (–CO–).
Bayangkan gugus C=O sebagai lampu. Pada aldehida, lampunya dipasang di ujung tiang, mudah dijangkau, sehingga aldehida mudah bereaksi (mudah dioksidasi). Pada keton, lampunya terjepit di tengah, jadi keton lebih "tenang".
Aturan · Tata nama alkanal & alkanon
Alkanal: rantai induk mengandung –CHO, dan atom C pada –CHO selalu nomor 1 (tidak perlu ditulis). Akhiran -a diganti -al. \(\ce{CH3CH2CHO}\) = propanal; \(\ce{(CH3)2CHCHO}\) = 2-metilpropanal.
Alkanon: rantai induk mengandung C=O, dinomori dari ujung terdekat dengan C=O. Akhiran -on. \(\ce{CH3COCH2CH3}\) = 2-butanon (butanon); \(\ce{CH3CH2COCH2CH3}\) = 3-pentanon. Pada propanon dan butanon nomornya boleh dihilangkan karena letaknya pasti.
Awas jebakanSatu huruf saja bisa mengubah golongan! Propanal (\(\ce{CH3CH2CHO}\), aldehida), propanol (\(\ce{CH3CH2CH2OH}\), alkohol), dan propanon (\(\ce{CH3COCH3}\), keton) adalah tiga zat berbeda. Propanal dan propanon adalah isomer fungsi (\(\ce{C3H6O}\)), sedangkan propanol punya dua atom H lebih banyak (\(\ce{C3H8O}\)).
Gugus C=O bersifat polar, tetapi aldehida dan keton tidak punya H pada O, sehingga molekulnya tidak bisa saling membentuk ikatan hidrogen. Akibatnya titik didihnya berada di antara alkana dan alkohol (lihat diagram di 33.2). Namun atom O karbonil bisa menerima ikatan hidrogen dari air, sehingga aldehida dan keton yang kecil larut baik dalam air. Aseton bahkan bercampur sempurna.
Nyalakan panah dipol: ke mana arah tarikan elektron pada C=O? Ukur sudut di sekitar atom C karbonil (ketuk O, C, lalu atom ketiga). Sudutnya mendekati 120°, karena C karbonil berbentuk segitiga datar.
Dua keton dan aldehida terkenal di sekitar kita:
Formaldehida (metanal), \(\ce{HCHO}\): gas berbau menusuk. Larutannya dalam air (±37%) disebut formalin, dipakai untuk mengawetkan spesimen biologi dan jenazah, serta untuk membuat lem resin kayu lapis.
Aseton (propanon), \(\ce{CH3COCH3}\): pelarut penghapus cat kuku dan pengencer. Tubuh juga membuat sedikit aseton saat kekurangan gula (misalnya ketika berpuasa lama), sehingga napas bisa berbau "buah".
Awas jebakan · Formalin bukan pengawet makananFormalin dilarang dipakai pada makanan; peraturan Menteri Kesehatan tentang bahan tambahan pangan memasukkannya ke daftar bahan terlarang. Formaldehida bereaksi dengan protein sehingga ikan dan tahu tampak "segar" lebih lama, tetapi zat itu beracun, merusak saluran cerna, dan bersifat karsinogen (pemicu kanker). Ciri yang sering disebut (tahu terlalu kenyal, ikan tidak dihinggapi lalat) tidak selalu pasti; cara yang tepat adalah uji dengan kit formalin seperti yang dipakai petugas BPOM.
Uji Tollens dan Fehling: aldehida "tertangkap basah"
Aldehida masih punya atom H pada karbon karbonil, sehingga mudah dioksidasi menjadi asam karboksilat. Artinya aldehida adalah reduktor: ia memberikan elektron kepada ion logam. Keton tidak punya H itu dan umumnya tidak bereaksi. Dua pereaksi klasik memanfaatkan perbedaan ini.
Definisi · Pereaksi Tollens & Fehling
Pereaksi Tollens adalah larutan ion kompleks diaminperak(I), \(\ce{[Ag(NH3)2]+}\), dalam suasana basa. Aldehida mereduksi ion perak menjadi logam Ag yang melapisi dinding tabung sebagai cermin perak:
Pereaksi Fehling adalah larutan ion Cu²⁺ (biru) dalam basa dengan ion tartrat. Aldehida alifatik mereduksinya menjadi endapan merah bata tembaga(I) oksida, \(\ce{Cu2O}\):
Pereaksi Benedict (ion tembaga dengan sitrat) bekerja serupa dan dipakai untuk menguji gula pereduksi seperti glukosa.
Mulai dari versi sederhana uji Tollens yang sering ditulis di buku sekolah (\(\ce{Ag2O}\) mewakili pereaksi Tollens), lalu versi ionnya, uji Fehling (Cu₂O merah bata), dan uji dikromat (jingga → hijau). Untuk persamaan ion, setarakan atom dan muatan. Petunjuk: hitung dulu berapa elektron yang dilepas aldehida atau alkohol, lalu berapa yang diterima ion logam.
Pilih sampel dan pereaksi, lalu tekan ▶ Jalankan. Catat setiap hasil di buku catatan Laras (tabel kanan). Tantangan: dengan uji sesedikit mungkin, bedakan etanal dari propanon, lalu 2-propanol dari 2-metil-2-propanol. Mengapa benzaldehida memberi cermin perak tetapi tidak mengubah Fehling?
Tiga botol tanpa label berisi zat A, B, dan C, ketiganya berumus \(\ce{C3H8O}\). A mendidih pada 7 °C dan tidak mengubah warna dikromat. B dioksidasi dikromat menjadi zat yang memberi endapan merah bata dengan Fehling. C dioksidasi menjadi zat yang tidak bereaksi dengan Tollens. Tentukan A, B, dan C.
Isomer \(\ce{C3H8O}\) ada tiga: 1-propanol, 2-propanol, dan metoksietana (eter).
A: titik didih sangat rendah dan tidak teroksidasi → tidak punya –OH → metoksietana, \(\ce{CH3OCH2CH3}\).
B: hasil oksidasinya positif Fehling, berarti aldehida (propanal). Aldehida berasal dari alkohol primer → 1-propanol.
C: hasil oksidasinya bukan aldehida, berarti keton (propanon). Keton berasal dari alkohol sekunder → 2-propanol.
A = metoksietana, B = 1-propanol (→ propanal), C = 2-propanol (→ propanon). Cek: hanya A yang tidak punya ikatan hidrogen, cocok dengan titik didihnya yang rendah. ✔
Tamu dari masa lalu · Fehling dan TollensKimiawan Jerman Hermann von Fehling memperkenalkan larutan tembaga-tartratnya pada 1849 untuk mengukur kadar gula, misalnya pada urine penderita diabetes. Sekitar tahun 1880-an, Bernhard Tollens dari Göttingen memakai larutan amonia-perak untuk menguji gula dan aldehida. Cermin perak pada uji Tollens memakai reaksi yang sama dengan cara lama membuat cermin dan hiasan pohon Natal berlapis perak.
KeselamatanPereaksi Tollens harus dibuat segar sesaat sebelum dipakai dan sisanya segera dibuang sesuai petunjuk guru, karena bila disimpan dapat membentuk endapan perak yang mudah meledak. Pereaksi Fehling dan dikromat korosif, dan senyawa dikromat beracun: pakai kacamata pelindung serta sarung tangan, dan jangan membuang sisanya ke wastafel.
33.4Asam karboksilat & ester: dari cuka ke aroma buah
Asam karboksilat punya gugus karboksil, –COOH: gabungan karbonil dan hidroksil pada satu atom C. Gabungan ini membuat H pada –OH bisa lepas sebagai \(\ce{H+}\), jadi asam karboksilat benar-benar asam, walaupun asam lemah (Bab 26):
Namanya: asam alkanoat, dengan C pada –COOH sebagai nomor 1. Banyak asam punya nama dari asal-usulnya: asam format (metanoat) dari bahasa Latin formica = semut, karena ada pada sengatan semut rangrang; asam asetat (etanoat) dari acetum = cuka; asam butirat (butanoat) dari butyrum = mentega, karena memberi bau mentega tengik. Asam karboksilat berantai panjang disebut asam lemak, misalnya asam laurat (C12) yang banyak terdapat di minyak kelapa dan asam palmitat (C16) di minyak sawit.
Seperti asam lain, asam karboksilat bereaksi dengan basa dan membuat soda kue berbuih, karena melepas gas karbon dioksida:
Inilah uji sederhana untuk membedakan asam karboksilat dari alkohol: alkohol tidak membuat soda kue berbuih.
Ester terbentuk bila asam karboksilat bereaksi dengan alkohol. Ester-ester kecil adalah sumber aroma buah dan bunga. Namanya disusun seperti nama orang dengan "nama depan" dan "nama keluarga": alkil dari alkohol, lalu alkanoat dari asam.
Trik Kak Tirta · Membaca nama esterPotong ester tepat di atom O tunggal: \(\ce{CH3CO}\)–|–\(\ce{OCH2CH3}\). Bagian yang mengandung C=O berasal dari asam (di sini asam etanoat → etanoat). Bagian di seberang O berasal dari alkohol (etanol → etil). Nama ester selalu: alkil dulu, -oat belakangan: etil etanoat. Jangan terkecoh urutan penulisan rumus! \(\ce{CH3COOC2H5}\) dan \(\ce{C2H5OOCCH3}\) adalah zat yang sama.
Alkohol
Asam
Ester (nama IUPAC)
Rumus
Aroma
3-metil-1-butanol (isoamil)
etanoat
3-metilbutil etanoat (isoamil asetat)
\(\ce{C7H14O2}\)
🍌 pisang ambon
etanol
butanoat
etil butanoat (etil butirat)
\(\ce{C6H12O2}\)
🍍 nanas
metanol
butanoat
metil butanoat
\(\ce{C5H10O2}\)
🍎 apel
1-propanol
etanoat
propil etanoat
\(\ce{C5H10O2}\)
🍐 pir
1-oktanol
etanoat
oktil etanoat
\(\ce{C10H20O2}\)
🍊 jeruk
benzil alkohol
etanoat
benzil etanoat (benzil asetat)
\(\ce{C9H10O2}\)
🌼 melati
metanol
2-hidroksibenzoat (salisilat)
metil salisilat
\(\ce{C8H8O3}\)
🧴 minyak gosok (gandapura)
Esterifikasi: alkohol dan asam bergandengan
Hukum · Reaksi esterifikasiAsam karboksilat + alkohol ⇌ ester + air, dengan katalis asam sulfat pekat dan pemanasan:
\[ \ce{CH3COOH + C2H5OH <=>[H2SO4] CH3COOC2H5 + H2O} \]
Reaksinya lambat tanpa katalis dan bolak-balik (reversibel): air dapat memecah ester kembali menjadi asam dan alkohol (hidrolisis). Asam sulfat pekat berperan ganda: mempercepat reaksi dan menyerap air sehingga kesetimbangan bergeser ke arah ester.
Pereaksi: asam etanoat dan etanol, ditambah beberapa tetes \(\ce{H2SO4}\) pekat lalu dipanaskan. Atom O pada etanol ditandai O* (isotop oksigen-18) agar bisa dilacak.
Yang akan lepas: gugus –OH dari asam dan atom H dari gugus –OH alkohol, bukan sebaliknya!
–OH dan H bergabung menjadi air, \(\ce{H2O}\). Buktinya: atom O* tidak pernah ditemukan di dalam air.
Atom O* dari etanol tersambung ke atom C karbonil. Terbentuk ester etil etanoat yang beraroma buah, dan O* ikut di dalamnya.
Reaksinya bolak-balik dengan \(K \approx 4\). Dari 1 mol asam dan 1 mol alkohol hanya ±2/3 mol ester yang terbentuk. Supaya rendemen naik: pakai alkohol berlebih atau singkirkan airnya (asas Le Chatelier, Bab 22).
Pilih satu alkohol dan satu asam karboksilat, nyalakan katalis, lalu tekan ▶ Jalankan. Perhatikan atom yang lepas menjadi air. Coba buat aroma pisang, nanas, apel, jeruk, melati, mawar, dan minyak gosok! Apa yang terjadi bila katalis H₂SO₄ dimatikan? Geser juga perbandingan mol alkohol : asam dan lihat rendemen setimbangnya.
Esens pisang dibuat dari 3-metil-1-butanol, \(\ce{(CH3)2CHCH2CH2OH}\), dan asam etanoat. Tuliskan rumus struktur ringkas ester itu, nama IUPAC-nya, rumus molekul, dan Mr-nya. (Ar C = 12, H = 1, O = 16)
Gabungkan: \(\ce{CH3CO}\)– dari asam + –\(\ce{OCH2CH2CH(CH3)2}\) dari alkohol (alkohol kehilangan H, asam kehilangan –OH).
Rumus struktur: \(\ce{CH3COOCH2CH2CH(CH3)2}\).
Nama: alkil dari alkohol = 3-metilbutil; dari asam = etanoat → 3-metilbutil etanoat (isoamil asetat).
3-metilbutil etanoat, \(\ce{C7H14O2}\), Mr 130. Lucunya, alkohol isoamilnya berbau tajam tidak enak dan asam etanoatnya berbau cuka, tetapi esternya harum pisang!
Karena reaksinya setimbang, ester yang diperoleh tidak pernah 100%. Perbandingan hasil nyata dengan hasil teoretis disebut rendemen (Bab 18):
Laras mereaksikan 15 g asam asetat (Mr 60) dengan etanol berlebih dan beberapa tetes \(\ce{H2SO4}\) pekat. Setelah dimurnikan, ia memperoleh 14,3 g etil asetat (Mr 88). Hitung rendemennya.
Mol asam (pereaksi pembatas): \(n = 15/60 = 0{,}25\) mol.
Perbandingan koefisien asam : ester = 1 : 1, jadi ester teoretis = 0,25 mol \(\times\) 88 g/mol = 22 g.
Rendemen 65%, wajar untuk reaksi setimbang. Sebagian ester juga hilang saat dicuci dan dipisahkan.
Lanjut · IB & olimpiadeEsterifikasi Fischer dan bukti isotop
Reaksi asam karboksilat dengan alkohol berkatalis asam dikenal sebagai esterifikasi Fischer (Emil Fischer dan Arthur Speier, 1895). Mekanismenya adalah substitusi nukleofilik asil: (1) \(\ce{H+}\) memprotonasi O karbonil sehingga C karbonil makin positif; (2) atom O alkohol, yang punya pasangan elektron bebas, menyerang C karbonil (nukleofil); (3) terbentuk zat antara tetrahedral; (4) proton berpindah dan \(\ce{H2O}\) lepas; (5) \(\ce{H+}\) dilepas kembali, jadi katalis tidak habis.
Pada akhir 1930-an, Irving Roberts dan Harold Urey memakai alkohol yang atom O-nya isotop ¹⁸O. Ternyata ¹⁸O selalu ditemukan di dalam ester, bukan di air. Ini membuktikan bahwa ikatan C–OH asam yang putus, sesuai langkah (4).
Rendemen setimbang dapat dihitung dari \(K\). Bila 1 mol asam dicampur \(r\) mol alkohol dan \(x\) mol ester terbentuk:
Temukan gugus –COO– pada setiap ester. Bandingkan isoamil asetat (pisang) dengan etil butirat (nanas): keduanya ester, tetapi "ekor"-nya berbeda. Lalu lihat gliserol dan asam palmitat: tiga asam lemak yang bergandengan dengan satu gliserol membentuk lemak, ester raksasa yang hampir tidak berbau.
Saponifikasi: dari minyak kelapa menjadi sabun
Ester dapat dipecah kembali. Bila ester dipanaskan dengan basa kuat seperti NaOH, ia terhidrolisis tuntas (tidak setimbang) menjadi garam karboksilat dan alkohol. Reaksi ini disebut saponifikasi (dari bahasa Latin sapo = sabun), karena dengan cara inilah sabun dibuat dari lemak dan minyak.
Minyak dan lemak adalah trigliserida: ester dari gliserol (alkohol dengan tiga –OH) dan tiga asam lemak. Minyak kelapa kaya akan trilaurin:
Sabun bekerja karena molekulnya "berwajah dua". Ekor hidrokarbon menyelam ke dalam minyak, kepala ionik tetap di air. Tetes minyak terbungkus menjadi misel yang bisa dibilas air.
Mulai dari fermentasi tapai, lalu esterifikasi, saponifikasi trilaurin (minyak kelapa) dan tristearin (lemak sapi), serta pembakaran bioetanol serta metanol. Berapa mol NaOH yang dibutuhkan untuk menyabunkan satu mol trigliserida?
Kimia Nusantara · Sabun dari kebun kelapa dan sawitIndonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar di dunia dan salah satu penghasil kelapa terbesar. Kedua minyak ini bahan utama sabun batangan. Minyak kelapa yang kaya asam laurat menghasilkan sabun yang cepat berbusa, sedangkan minyak sawit (asam palmitat dan oleat) membuat sabun lebih keras dan awet. Gliserol hasil samping saponifikasi dipakai lagi sebagai pelembap dalam sabun dan kosmetik. Industri oleokimia di Sumatra dan Kalimantan mengolah sawit menjadi asam lemak, gliserol, dan bahan sabun.
Keselamatan · Soda api hanya bersama guruMembuat sabun memerlukan NaOH (soda api) yang sangat korosif: dapat membakar kulit dan membutakan mata, dan pelarutannya dalam air melepas panas tinggi. Percobaan saponifikasi hanya boleh dilakukan di laboratorium sekolah bersama guru, dengan kacamata pelindung dan sarung tangan. Di rumah, cobalah alternatif aman di Tantangan Rumah bab ini.
"Semua ester berbau harum."
Hanya ester kecil yang mudah menguap dan tercium. Lemak, minyak goreng, dan lilin lebah juga ester, tetapi molekulnya besar sehingga hampir tidak menguap dan hampir tidak berbau.
"Aroma pisang di permen pasti dari buah pisang asli."
Sering kali perisa itu isoamil asetat buatan pabrik, hasil esterifikasi seperti di subbab ini. Molekulnya sama persis dengan yang ada di pisang; hidung tidak bisa membedakan asal-usulnya.
33.5Haloalkana, amina, dan amida
Haloalkana (alkil halida) punya atom halogen, \(\ce{R-X}\), dengan X = F, Cl, Br, atau I. Namanya: haloalkana dengan nomor letak halogen, misalnya \(\ce{CH3CHBrCH2CH3}\) = 2-bromobutana dan \(\ce{CHCl3}\) = triklorometana (kloroform). Ikatan C–X polar, tetapi haloalkana tidak membentuk ikatan hidrogen dengan air, sehingga tidak larut dalam air. Haloalkana berklor dan berbrom juga lebih berat daripada air: diklorometana (massa jenis 1,33 g/mL) tenggelam di bawah air.
Kloroetana, \(\ce{C2H5Cl}\): mendidih pada 12 °C. Disemprotkan ke kulit, ia menguap cepat dan mendinginkan: dipakai sebagai semprotan pereda nyeri cedera olahraga.
CFC (kloro-fluoro-karbon), misalnya \(\ce{CCl2F2}\): dulu pendingin kulkas dan AC, kini dilarang karena merusak lapisan ozon (Bab 38).
Haloalkana adalah "batu loncatan" sintesis: atom halogennya mudah diganti gugus lain (substitusi, Bab 34).
Amina adalah turunan amonia, \(\ce{NH3}\), yang atom H-nya diganti gugus alkil: amina primer \(\ce{R-NH2}\), sekunder \(\ce{R2NH}\), tersier \(\ce{R3N}\). Nama IUPAC: alkanamina (\(\ce{CH3NH2}\) = metanamina); nama umum: alkilamina (metilamina). Amina kecil berbau amis: bau ikan berasal dari trimetilamina, \(\ce{(CH3)3N}\). Atom N punya pasangan elektron bebas yang dapat menerima \(\ce{H+}\), jadi amina bersifat basa lemah:
\[ \ce{CH3NH2 + H2O <=> CH3NH3+ + OH-} \]
Amida punya gugus –CONH₂: gugus karbonil yang tersambung ke atom N. Namanya alkanamida, misalnya \(\ce{CH3CONH2}\) = etanamida (asetamida). Contoh terkenal: urea, \(\ce{CO(NH2)2}\), pupuk nitrogen utama petani Indonesia; parasetamol, obat penurun demam; dan ikatan peptida –CO–NH– yang merangkai asam amino menjadi protein (Bab 36) serta merangkai nilon (Bab 35).
Cari pasangan elektron bebas pada atom N metilamina: di situlah \(\ce{H+}\) ditangkap. Pada urea dan parasetamol, temukan gugus amida (O=C–N). Ukur sudut di sekitar atom N amida. Lebih dekat ke 109,5° (piramida) atau ke 120° (datar)?
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa amina basa, tetapi amida tidak?
Metilamina (\(K_b \approx 4{,}4 \times 10^{-4}\)) sedikit lebih basa daripada amonia (\(K_b = 1{,}8 \times 10^{-5}\)), karena gugus metil "mendorong" elektron ke atom N sehingga pasangan elektron bebasnya lebih siap mengikat \(\ce{H+}\).
Pada amida, pasangan elektron bebas N terdelokalisasi ke gugus C=O di sebelahnya (resonansi O=C–N ↔ ⁻O–C=N⁺). Pasangan itu "sibuk", sehingga amida praktis tidak basa. Resonansi ini juga membuat ikatan C–N amida bersifat sebagian rangkap: keenam atom di sekitarnya terletak pada satu bidang datar. Itulah sebabnya rantai protein terlipat dengan pola yang teratur.
33.6Molekul rempah Nusantara
Ratusan tahun lalu, cengkeh dan pala dari Maluku lebih berharga daripada emas di pasar Eropa. Yang sebenarnya diperebutkan bangsa-bangsa itu adalah molekul: eugenol dalam cengkeh dan miristisin dalam pala. Sekarang kamu bisa membaca "wajah" molekul-molekul itu.
Jalur rempah: cengkeh dan pala dari Maluku dibawa melalui Laut Jawa dan Selat Malaka ke India, Timur Tengah, dan Eropa. Setiap rempah membawa molekul aroma khasnya.
Rempah & daerah
Molekul utama
Gugus fungsi yang tampak
Cengkeh (Maluku Utara: Ternate, Tidore)
eugenol, \(\ce{C10H12O2}\)
fenol (–OH pada cincin), eter (metoksi, –OCH₃), alkena
Kayu manis (Kerinci, Jambi)
sinamaldehida, \(\ce{C9H8O}\)
aldehida, alkena, cincin benzena
Pala (Kepulauan Banda)
miristisin, \(\ce{C11H12O3}\)
eter (metoksi & metilendioksi), alkena
Lada (Lampung, Bangka)
piperin, \(\ce{C17H19NO3}\)
amida, alkena (dua C=C), eter siklik
Kunyit (jamu kunyit asam)
kurkumin, \(\ce{C21H20O6}\)
fenol, eter, keton (dua C=O), alkena
Cabai (sambal)
kapsaisin, \(\ce{C18H27NO3}\)
amida, fenol, eter, alkena
Jahe (wedang jahe)
gingerol, \(\ce{C17H26O4}\)
keton, alkohol sekunder, fenol, eter
Vanili
vanilin, \(\ce{C8H8O3}\)
aldehida, fenol, eter
Serai
sitral, \(\ce{C10H16O}\)
aldehida, alkena
Nilam (Aceh)
patchoulol, \(\ce{C15H26O}\)
alkohol tersier
Lihat tabel di atas: hampir semua molekul rempah punya cincin benzena yang "berminyak" dan hanya satu atau dua gugus polar. Karena itu bumbu ditumis dengan minyak, bukan direbus dengan air, supaya molekul aromanya larut dan harumnya keluar.
Jelajahi sebelas molekul rempah dan kopi. Untuk setiap molekul, cari atom O (merah) dan N (biru), lalu tebak gugus fungsinya dengan tabel di atas. Bandingkan eugenol, vanilin, kapsaisin, dan kurkumin: keempatnya punya "kepala" yang sama, yaitu cincin dengan –OH dan –OCH₃ bersebelahan!
Sudah bisa menebak wajah-wajahnya? Sekarang jadilah detektif. Di lab berikut molekul digambar datar (2D) seperti di buku, dan kamu harus mengetuk gugus fungsi yang diminta.
Mode Tebak: baca gugus yang dicari, lalu ketuk salah satu atomnya pada gambar. Mode Jelajah: ketuk atom mana saja untuk melihat gugusnya. Mulailah dari glisin dan etil butanoat, lalu taklukkan vanilin, eugenol, gingerol, kapsaisin, dan kurkumin. Tombol 👀 menampilkan semua gugus sekaligus.
Tamu dari masa lalu · Pulau kecil seharga ManhattanDahulu cengkeh hanya tumbuh di beberapa pulau kecil Maluku Utara (Ternate, Tidore, dan sekitarnya), sedangkan pala hanya di Kepulauan Banda. Rempah itu sudah diperdagangkan sampai India, Tiongkok, dan Timur Tengah jauh sebelum bangsa Eropa datang pada abad ke-16. Persaingan memperebutkan pala begitu sengit sehingga dalam Perjanjian Breda (1667) Belanda mempertahankan Pulau Run di Banda, sedangkan Inggris mempertahankan New Amsterdam, yang kini menjadi Manhattan di kota New York. Sejarah ini juga menyimpan luka: penduduk Banda menderita kekerasan besar saat monopoli pala dipaksakan pada abad ke-17.
Kimia Nusantara · Dari cengkeh sampai nilam
Minyak cengkeh mengandung ±70–90% eugenol. Dokter gigi memakainya sebagai antiseptik dan pereda nyeri gigi ringan. Minyak nilam dari Aceh dan daerah lain di Indonesia memasok sebagian besar kebutuhan dunia; patchoulol yang menguap sangat lambat menjadi "pengikat" (fiksatif) agar wangi parfum awet. Kayu manis dari Kerinci, Jambi, dikenal di pasar dunia, dan aroma hangatnya berasal dari sinamaldehida.
Lada hitam Lampung dan lada putih Muntok (Bangka) sama-sama pedas karena piperin. Bedanya: lada putih dibuat dengan mengupas kulit buahnya, sehingga sebagian senyawa aroma di kulit hilang dan rasanya lebih "bersih".
Awas jebakan · "Alami" tidak selalu amanPala sebagai bumbu sejumput aman. Tetapi miristisin dalam jumlah besar bersifat racun saraf: menelan bubuk pala beberapa sendok teh sekaligus dapat menyebabkan pusing, jantung berdebar, dan halusinasi. Minyak cengkeh pekat juga dapat mengiritasi kulit dan gusi. Dosis menentukan racun, baik zat alami maupun buatan.
Lanjut · IB & olimpiadeWajah cermin: molekul kidal dan molekul kanan
Gugus fungsi bukan satu-satunya penentu aroma. Karvon, \(\ce{C10H14O}\) (sebuah keton), punya dua bentuk yang merupakan bayangan cermin satu sama lain, seperti tangan kiri dan kanan. (R)-karvon berbau daun mint, sedangkan (S)-karvon berbau biji jemuju (caraway), rempah yang mirip jintan. Rumusnya sama, gugus fungsinya sama, urutan ikatannya pun sama; yang beda hanya susunan ruangnya di sekitar satu atom C yang mengikat empat gugus berbeda (atom C kiral). Reseptor bau di hidung kita juga "kidal" atau "kanan", sehingga bisa membedakannya. Gingerol pada jahe juga punya satu atom C kiral, yaitu C yang mengikat –OH. Isomer optis sudah diperkenalkan di Bab 32 dan sangat penting bagi molekul kehidupan di Bab 36.
Kimia di sekitarmu
🧴
Cairan pembersih tangan
Berisi etanol atau 2-propanol ±60–80%. Gugus –OH-nya merusak protein dan selaput lemak kuman, dan airnya membantu kerja itu.
🍳
Menumis bumbu
Eugenol, kurkumin, dan sinamaldehida lebih mudah larut dalam minyak daripada dalam air. Karena itu bumbu ditumis sampai harum sebelum diberi kuah.
🐟
Ikan diberi jeruk nipis
Bau amis ikan berasal dari amina yang basa. Asam sitrat jeruk nipis mengubahnya menjadi garam amonium yang tidak menguap, jadi bau amisnya berkurang.
💅
Penghapus kutek
Berisi aseton (keton) atau etil asetat (ester), pelarut yang melarutkan lapisan cat kuku. Keduanya mudah terbakar: jauhkan dari api.
🦷
Minyak cengkeh untuk gigi
Eugenol bersifat antiseptik dan sedikit membius saraf. Itu sebabnya obat sakit gigi tradisional dan bahan tambal sementara dokter gigi beraroma cengkeh.
🧼
Sabun batangan
Hasil saponifikasi minyak kelapa atau sawit. Satu molekul sabun punya "ekor" yang menangkap minyak dan "kepala" yang suka air.
Senyawa \(\ce{CH3COCH3}\) termasuk golongan…
aldehida
keton
eter
ester
Gugus C=O berada di tengah dan diapit dua gugus metil: keton (propanon, aseton).
Uji yang menghasilkan endapan merah bata bila direaksikan dengan etanal adalah uji…
Tollens
dikromat
Fehling
soda kue
Fehling: ion Cu²⁺ biru direduksi aldehida menjadi \(\ce{Cu2O}\) merah bata. Tollens menghasilkan cermin perak.
Nama IUPAC ester \(\ce{HCOOC2H5}\) yang beraroma rum adalah…
etil metanoat
metil etanoat
etil etanoat
asam etanoat
Bagian dengan C=O, \(\ce{HCO}\)–, berasal dari asam metanoat; bagian \(\ce{C2H5}\) dari etanol. Alkil dulu, -oat belakangan: etil metanoat.
34
Bab 34 · Kimia Karbon & Kehidupan
Reaksi Organik: Dansa Elektron dan Panah Lengkung
Di pabrik petrokimia, gas etena berubah menjadi plastik, alkohol, dan bahan obat. Semua perubahan itu digerakkan oleh elektron yang berpindah pasangan, dan kimiawan punya bahasa rahasia untuk menceritakannya: panah lengkung.
Setelah bab ini, kamu bisa
menggolongkan reaksi organik menjadi substitusi, adisi, eliminasi, oksidasi–reduksi, dan kondensasi, serta menghitung ekonomi atom-nya;
membedakan pemutusan ikatan homolitik dan heterolitik, mengenali nukleofil dan elektrofil, dan membaca panah lengkung;
menjelaskan mekanisme substitusi radikal dan adisi elektrofilik, termasuk aturan Markovnikov dan uji air brom;
membandingkan SN1 dan SN2 (orde, tahap, stereokimia, substrat, pelarut) serta eliminasi E1/E2 dengan aturan Zaitsev;
meramalkan hasil oksidasi alkohol primer, sekunder, dan tersier, lalu merancang peta sintesis sederhana.
Pesta Dansa Molekul Komik · 4 panel
Pentas seni sekolah, malam Minggu
BimaLihat, Laras! Penari baju hijau masuk, penari baju biru keluar. Mereka bertukar pasangan di tengah lagu!
Kak TirtaItu reaksi substitusi! Seperti karbon yang melepas klorin karena didatangi OH⁻ dari arah belakang.
LarasKalau penari baru bergabung tanpa ada yang pergi, itu adisi. Kalau dua penari keluar bersama… eliminasi?
WUUSH!
KimoDan setiap gerakan dansa dipimpin oleh elektron. Kimiawan mencatat koreografinya dengan panah lengkung!
Dalam gambar mekanisme reaksi, kimiawan menggambar panah lengkung seperti ↷. Menurutmu, apa yang sebenarnya "bergerak" mengikuti panah itu?
Atom atau gugus atom yang pindah tempat.
Inti atom yang tertarik muatan listrik.
Elektron: satu panah berkepala penuh = sepasang elektron.
Panas yang mengalir dari pereaksi ke hasil reaksi.
Jawabannya: elektron. Panah lengkung adalah "koreografi" elektron. Ekornya berangkat dari pasangan elektron (pasangan bebas atau ikatan), kepalanya menunjuk tempat elektron itu mendarat. Atom memang ikut berpindah, tetapi hanya karena ikatannya (elektronnya) berubah. Miskonsepsi "panah = gerak atom" adalah salah satu yang paling sering muncul di ujian.
34.1Lima jurus reaksi organik
Ada lebih dari seratus juta senyawa organik yang sudah dikenal. Kabar baiknya, hampir semua reaksinya hanya memakai segelintir "jurus". Kalau kamu mengenali jurusnya, kamu bisa meramalkan hasil reaksi yang belum pernah kamu lihat.
Bayangkan molekul sebagai penari di lantai dansa. Ada penari yang bertukar pasangan (substitusi), ada yang mengajak penari baru bergabung (adisi), ada yang keluar berdua dari lantai dansa (eliminasi), ada yang berganti kostum karena mendapat oksigen (oksidasi), dan ada dua penari yang bergandengan sambil melepas jaket berupa molekul air (kondensasi).
Definisi · Tiga jurus utama
Substitusi: satu atom atau gugus pada molekul diganti atom atau gugus lain.
Adisi: dua molekul bergabung menjadi satu; ikatan rangkap terbuka menjadi ikatan tunggal.
Eliminasi: kebalikan adisi. Molekul kecil (\(\ce{H2O}\), \(\ce{HBr}\)) lepas dari molekul dan terbentuk ikatan rangkap.
bertambah O atau berkurang H (oksidasi); sebaliknya reduksi
\(\ce{CH3CH2OH -> CH3CHO -> CH3COOH}\)
tapai yang makin asam, uji napas
Kondensasi (kebalikannya: hidrolisis)
dua molekul bergabung sambil melepas molekul kecil (biasanya air)
\(\ce{CH3COOH + C2H5OH <=> CH3COOC2H5 + H2O}\)
aroma buah, poliester (Bab 35)
Awas jebakanJangan menebak jenis reaksi hanya dari jumlah zatnya. Cara paling aman: bandingkan ikatan sebelum dan sesudah. Ikatan rangkap hilang dan tidak ada yang lepas? Adisi. Ikatan rangkap muncul dan ada molekul kecil yang lepas? Eliminasi. Jumlah ikatan rangkap tetap, hanya "penumpangnya" yang bertukar? Substitusi.
Kimiawan modern juga menilai reaksi dari sisi lingkungan. Reaksi yang baik "memakai" sebanyak mungkin atom pereaksi untuk produk yang kita inginkan, sehingga limbahnya sedikit. Ukurannya disebut ekonomi atom.
Etanol untuk industri bisa dibuat dari (a) hidrasi etena: \(\ce{C2H4 + H2O -> C2H5OH}\), atau (b) substitusi bromoetana: \(\ce{C2H5Br + NaOH -> C2H5OH + NaBr}\). Hitung ekonomi atom keduanya. (Ar H = 1, C = 12, O = 16, Na = 23, Br = 80)
Mr etanol \(= 2(12) + 6(1) + 16 = 46\).
(a) Pereaksi: etena 28 + air 18 = 46. EA \(= 46/46 \times 100\% = 100\%\).
(b) Pereaksi: bromoetana \(2(12) + 5(1) + 80 = 109\) dan NaOH 40, total 149. EA \(= 46/149 \times 100\% = 30{,}9\%\).
Hidrasi etena: 100% (adisi tidak menghasilkan limbah). Substitusi: hanya 30,9%, karena hampir 70% massa pereaksi menjadi NaBr. Itulah sebabnya industri memilih jalur adisi.
Berturut-turut: pembakaran bioetanol, fermentasi gula tetes tebu, substitusi radikal sampai tuntas, hidrogenasi triolein (lemak minyak) menjadi tristearin (lemak padat margarin), dan oksidasi etanol oleh dikromat. Persamaan terakhir paling menantang: muatan juga harus setara!
Kimia Nusantara · Petrokimia CilegonDi kawasan industri Cilegon, Banten, nafta dari minyak bumi "dipecah" (perengkahan) menjadi etena dan propena. Etena lalu menjalani berbagai jurus bab ini: adisi klorin menghasilkan 1,2-dikloroetana, eliminasi HCl darinya menghasilkan vinil klorida, dan polimerisasi adisi mengubah etena, propena, dan vinil klorida menjadi plastik polietilena, polipropilena, dan PVC. Pipa air di rumahmu mungkin berasal dari sana!
34.2Bahasa panah lengkung: siapa memberi, siapa menerima
Persamaan reaksi hanya memberi tahu awal dan akhir. Mekanisme reaksi menceritakan jalan ceritanya: ikatan mana yang putus lebih dulu, ikatan mana yang terbentuk, dan zat antara apa yang sempat muncul. Tokoh utamanya selalu elektron, karena ikatan kovalen tidak lain adalah sepasang elektron yang dipakai bersama (Bab 11).
Ikatan kovalen itu seperti dua anak yang memegang satu tali berdua. Saat talinya putus, bisa terjadi dua hal: talinya putus di tengah sehingga masing-masing kebagian separuh, atau salah satu anak merebut seluruh tali. Kimiawan menyebutnya pemutusan homolitik dan heterolitik.
Definisi · Dua cara memutus ikatan
Pemutusan homolitik: pasangan elektron ikatan dibagi rata, satu elektron untuk tiap atom. Hasilnya dua radikal bebas (spesi netral dengan elektron tak berpasangan, ditulis dengan titik: \(\ce{Cl^.}\)). Biasanya dipicu sinar UV atau panas.
Pemutusan heterolitik: kedua elektron ikatan diambil satu atom (biasanya yang lebih elektronegatif). Hasilnya sepasang ion, misalnya karbokation \(\ce{R3C+}\) dan anion \(\ce{Br-}\). Biasanya terjadi di pelarut polar.
Setiap ikatan kovalen adalah sepasang elektron (titik kuning) yang dipakai bersama. Ada dua cara memutusnya. (Pasangan elektron bebas lain sengaja tidak digambar.)
Homolitik: panah berkait tunggal (seperti kail pancing) berarti gerak satu elektron. Dua kail: satu elektron ke tiap atom Cl.
Hasilnya dua radikal \(\ce{Cl^.}\): atom netral dengan satu elektron tak berpasangan, sangat reaktif. Pemicunya sinar UV, karena ikatan Cl–Cl lemah (±242 kJ/mol).
Heterolitik: panah berkepala penuh berarti gerak sepasang elektron. Kedua elektron ikatan ditarik oleh Br yang lebih elektronegatif.
Hasilnya sepasang ion: karbokation \(\ce{(CH3)3C+}\) yang kekurangan elektron (elektrofil) dan \(\ce{Br-}\) yang kaya pasangan elektron (nukleofil). Pelarut polar membantu menstabilkan kedua ion.
Setelah ikatan putus, siapa bertemu siapa? Hampir semua reaksi ionik organik adalah pertemuan dua "kepribadian" yang saling melengkapi.
Definisi · Nukleofil dan elektrofil
Nukleofil ("pencinta inti", kaya elektron) adalah spesi yang memberikan pasangan elektron untuk membentuk ikatan baru. Contoh: \(\ce{OH-}\), \(\ce{CN-}\), \(\ce{Br-}\), \(\ce{H2O}\), \(\ce{NH3}\), dan ikatan π alkena.
Elektrofil ("pencinta elektron", miskin elektron) adalah spesi yang menerima pasangan elektron. Contoh: \(\ce{H+}\), karbokation, \(\ce{NO2+}\), atom C bermuatan δ+ pada C–Br, dan ujung δ+ molekul \(\ce{Br2}\) yang terpolarisasi.
Dengan bahasa Bab 26: nukleofil adalah basa Lewis, elektrofil adalah asam Lewis.
Aturan · Menggambar panah lengkung
Ekor panah selalu berangkat dari elektron: pasangan elektron bebas, ikatan π, atau ikatan σ yang akan putus.
Kepala panah menunjuk ke atom yang menerima elektron, atau ke ruang di antara dua atom tempat ikatan baru terbentuk.
Kepala penuh (↷) = sepasang elektron; kepala separuh atau "kail" (⇀) = satu elektron.
Muatan total harus sama sebelum dan sesudah. Atom yang memberi pasangan bebas menjadi lebih positif; atom yang menerima pasangan elektron ikatan menjadi lebih negatif.
Trik Kak Tirta"Uang selalu mengalir dari yang punya ke yang butuh." Panah lengkung juga begitu: dari yang kaya elektron (tanda −, pasangan bebas, ikatan rangkap) ke yang miskin elektron (tanda +, δ+, orbital kosong). Kalau panahmu berangkat dari atom H atau dari muatan +, berhentilah sejenak: hampir pasti terbalik!
Awas jebakanPanah lengkung menunjukkan gerak elektron, bukan gerak atom. Jangan menggambar panah dari \(\ce{H+}\) ke pasangan bebas O. Arah yang benar: dari pasangan bebas O menuju \(\ce{H+}\), karena O-lah yang memberikan elektronnya.
34.3Substitusi radikal: reaksi berantai alkana
Alkana dulu dijuluki parafin, dari bahasa Latin "kurang berminat". Ikatan C–C dan C–H-nya kuat dan hampir tidak polar, sehingga asam, basa, dan oksidator di laboratorium sekolah tidak menyentuhnya. Namun, campurkan metana dan klorin lalu sinari dengan cahaya ultraviolet, dan reaksi berlangsung cepat sekali. Kuncinya adalah radikal bebas.
Mekanisme ini disebut substitusi radikal bebas. Seperti lingkaran gosip di kampung, cukup satu "pemicu" untuk membuat kabar menjalar dari rumah ke rumah. Ikuti tiga tahapnya: inisiasi, propagasi, dan terminasi.
Inisiasi. Sinar UV memutus ikatan Cl–Cl secara homolitik: \(\ce{Cl2 -> 2Cl^.}\). Mengapa Cl–Cl dan bukan C–H? Ikatan Cl–Cl (±242 kJ/mol) jauh lebih lemah daripada C–H (±413 kJ/mol).
Propagasi 1. Radikal \(\ce{Cl^.}\) merebut satu atom H dari metana: \(\ce{CH4 + Cl^. -> HCl + ^.CH3}\). Tiga panah kail: satu elektron dari \(\ce{Cl^.}\), dan dua elektron ikatan C–H berpisah.
Propagasi 2. Radikal metil merebut satu atom Cl dari \(\ce{Cl2}\): \(\ce{^.CH3 + Cl2 -> CH3Cl + Cl^.}\). Radikal \(\ce{Cl^.}\) baru (lingkaran hijau) kembali ke propagasi 1. Inilah reaksi berantai!
Terminasi. Dua radikal bertemu dan elektronnya berpasangan, sehingga rantai berhenti. Terbentuknya sedikit etana, \(\ce{C2H6}\), adalah bukti bahwa radikal metil memang ada.
Satu radikal dari tahap inisiasi bisa menjalankan ribuan putaran propagasi sebelum terminasi. Persamaan totalnya adalah jumlah dua langkah propagasi.
Masalahnya, \(\ce{CH3Cl}\) yang terbentuk juga masih punya atom H. Radikal \(\ce{Cl^.}\) tidak pilih-pilih, sehingga substitusi bisa berlanjut menjadi \(\ce{CH2Cl2}\), \(\ce{CHCl3}\), dan \(\ce{CCl4}\). Hasilnya campuran. Untuk memperbanyak \(\ce{CH3Cl}\), pakai metana berlebih; untuk \(\ce{CCl4}\), pakai klorin berlebih.
Radikal di langitReaksi berantai radikal tidak hanya ada di labu reaksi. Di stratosfer, radikal \(\ce{Cl^.}\) yang dilepas CFC (bekas pendingin kulkas dan AC lama) merusak ozon dengan pola yang sama: satu radikal \(\ce{Cl^.}\) dapat menghancurkan ribuan molekul \(\ce{O3}\) sebelum rantainya terputus (Bab 38).
Pada alkana yang lebih panjang, atom H tidak semuanya setara. Atom H pada karbon sekunder lebih mudah direbut daripada H pada karbon primer, karena radikal sekunder yang terbentuk lebih stabil. Hasilnya bergantung pada dua hal: berapa banyak H jenis itu dan seberapa reaktif H tersebut.
"Alkana tidak bisa bereaksi sama sekali."
Alkana memang malas bereaksi dengan asam, basa, atau oksidator. Namun alkana terbakar dengan hebat (bensin, LPG) dan bereaksi dengan halogen di bawah sinar UV lewat radikal bebas.
"Radikal bebas = ion, karena sama-sama reaktif."
Radikal bebas netral; ciri khasnya elektron tak berpasangan. Ion bermuatan dan semua elektronnya bisa saja berpasangan. Keduanya lahir dari cara pemutusan ikatan yang berbeda.
34.4Adisi elektrofilik pada alkena
Ikatan rangkap C=C terdiri atas satu ikatan σ yang kuat dan satu ikatan π yang lebih lemah. Elektron π berada di atas dan di bawah bidang molekul, agak "terbuka" dan mudah dijangkau. Akibatnya alkena bersifat kaya elektron: ia menarik elektrofil, lalu ikatan π terbuka dan dua atom baru menempel. Inilah adisi elektrofilik.
Etena datar dengan sudut ±120° di tiap karbon: elektron π berada di atas dan di bawah bidang itu. Bandingkan dengan sikloheksana yang jenuh (tanpa π) dan benzena yang elektron π-nya menyebar di seluruh cincin. Ketuk dua atom C untuk membandingkan panjang C=C (±1,34 Å) dan C–C (±1,54 Å).
Ikatan rangkap seperti dua tangan yang saling menggenggam erat ditambah satu pelukan longgar. Pelukan longgar (ikatan π) mudah dilepas untuk menyambut teman baru. Karena itu alkena senang "menambah anggota", sedangkan alkana yang hanya bergandengan tangan tidak.
Contoh paling terkenal adalah reaksi dengan brom. Saat mendekati ikatan π, molekul \(\ce{Br2}\) terpolarisasi: ujung yang dekat menjadi δ+ dan diserang elektron π, sedangkan ujung jauh pergi sebagai \(\ce{Br-}\). Hasil akhirnya \(\ce{CH2=CH2 + Br2 -> CH2BrCH2Br}\) (1,2-dibromoetana). Warna jingga-cokelat brom hilang. Inilah uji air brom untuk ketidakjenuhan.
Pilih zat, lalu teteskan air brom. Berapa tetes yang "hilang" warnanya sebelum warna jingga bertahan? Bandingkan minyak kelapa, minyak sawit, minyak kedelai, dan mentega. Lalu coba heksana di tempat gelap dan di bawah sinar matahari. Mengapa uji ini sebaiknya dilakukan di tempat gelap?
Awas jebakanUji air brom hanya adil bila dilakukan di tempat gelap. Di bawah sinar matahari, alkana pun pelan-pelan memudarkan brom lewat substitusi radikal (ditandai gas HBr yang memerahkan kertas lakmus biru basah). Alkena memudarkan brom seketika walau gelap. Benzena tidak memudarkan air brom sama sekali tanpa katalis.
Gas HBr dialirkan ke propena, \(\ce{CH2=CH-CH3}\). Atom Br akan menempel di karbon mana?
Di karbon ujung (C1), karena ujung molekul paling mudah dijangkau.
Di karbon tengah (C2), menghasilkan 2-bromopropana sebagai produk utama.
Sama banyak di C1 dan C2, karena kedua karbon sama-sama berikatan rangkap.
Br menempel di C3, karena gugus metil paling kaya elektron.
Jawabannya: di C2. H masuk lebih dulu sebagai elektrofil. Bila H masuk ke C1, muatan positif tertinggal di C2 (karbokation sekunder) yang lebih stabil daripada karbokation primer. Jalur yang lebih stabil jauh lebih cepat, sehingga Br⁻ menempel di C2. Lihat animasinya di bawah.
Propena punya ikatan π (biru) yang kaya elektron, jadi berperan sebagai nukleofil. Molekul HBr polar: atom H bermuatan δ+ adalah elektrofil.
Tahap 1 (lambat): pasangan elektron π menyerang H (panah 1). Bersamaan, pasangan elektron ikatan H–Br pindah seluruhnya ke Br (panah 2). Terbentuk karbokation dan \(\ce{Br-}\).
H bisa masuk ke C1 atau C2. Bila masuk ke C1, muatan + berada di C2 yang diapit dua gugus alkil: karbokation sekunder, lebih stabil. Bila masuk ke C2, terbentuk karbokation primer yang kurang stabil dan energi aktivasinya lebih tinggi.
Tahap 2 (cepat): \(\ce{Br-}\) (nukleofil) memakai pasangan elektron bebasnya untuk berikatan dengan C⁺ (elektrofil).
Hasilnya 2-bromopropana sebagai produk utama: \(\ce{CH2=CHCH3 + HBr -> CH3CHBrCH3}\). H masuk ke karbon yang sudah punya lebih banyak H. Inilah aturan Markovnikov.
Aturan Markovnikov (dan alasannya)Pada adisi HX atau \(\ce{H2O}\) ke alkena tak simetris, atom H menempel pada atom C ikatan rangkap yang sudah mengikat lebih banyak atom H. Versi modernnya: reaksi berjalan melalui karbokation yang paling stabil.
\[ \text{kestabilan karbokation: } 3^\circ > 2^\circ > 1^\circ > \text{metil} \]
Gugus alkil "menyumbang" kerapatan elektron ke karbon bermuatan positif (efek induktif dan hiperkonjugasi), sehingga muatannya tersebar dan lebih stabil.
Trik Kak Tirta"Yang kaya makin kaya." Karbon yang sudah punya banyak H mendapat H lagi. Jembatan keledai yang sah, tetapi ingat alasannya: semua ini soal kestabilan karbokation.
Tamu dari masa laluPada 1870, kimiawan Rusia Vladimir Markovnikov dari Kazan merumuskan aturan ini dari banyak percobaan, puluhan tahun sebelum orang tahu tentang elektron, apalagi karbokation! Penjelasan lewat kestabilan karbokation baru datang pada 1930-an. Aturan empiris yang baik sering "mendahului" teorinya.
Ramalkan produk utama adisi HBr pada 2-metilpropena, \(\ce{(CH3)2C=CH2}\), dan jelaskan alasannya.
Dua kemungkinan: H masuk ke \(\ce{CH2}\) (ujung) atau ke C yang mengikat dua \(\ce{CH3}\).
H ke \(\ce{CH2}\) → muatan + di C yang mengikat tiga gugus alkil: karbokation tersier \(\ce{(CH3)3C+}\).
H ke C tengah → karbokation primer \(\ce{(CH3)2CHCH2+}\), jauh kurang stabil.
Jalur tersier jauh lebih cepat; \(\ce{Br-}\) menyerang karbokation tersier.
Produk utama: 2-bromo-2-metilpropana, \(\ce{(CH3)3CBr}\) (t-butil bromida). Sesuai aturan Markovnikov: H ke \(\ce{CH2}\) yang sudah punya dua H.
Adisi juga bekerja dengan pereaksi lain. Dengan hidrogen dan katalis nikel (±150 °C), alkena menjadi alkana: hidrogenasi. Dengan uap air dan katalis asam fosfat (±300 °C, 60–70 atm), etena menjadi etanol: hidrasi. Propena yang dihidrasi mengikuti Markovnikov dan menghasilkan 2-propanol, alkohol yang juga dipakai dalam cairan pembersih tangan dan kapas alkohol.
Kimia Nusantara · Margarin dari sawitIndonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Minyak nabati cair kaya ikatan C=C. Dengan hidrogenasi (adisi \(\ce{H2}\), katalis nikel), sebagian ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal sehingga minyak memadat menjadi margarin dan mentega putih. Kekurangannya, hidrogenasi parsial dapat menghasilkan lemak trans yang buruk bagi jantung. Karena itu industri kini lebih banyak memakai fraksinasi dan interesterifikasi minyak sawit.
Awas jebakanAturan Markovnikov tidak berlaku untuk semua adisi. Pada alkena simetris (etena, 2-butena) tidak ada pilihan. Pada adisi \(\ce{H2}\) atau \(\ce{Br2}\), kedua atom yang masuk sama. Dan bila HBr direaksikan dengan alkena bersama peroksida, mekanismenya berubah menjadi radikal dan hasilnya kebalikan Markovnikov (anti-Markovnikov).
Lanjut · IB & olimpiadeIon bromonium dan air yang "ikut campur"
Pada adisi \(\ce{Br2}\), zat antaranya sebenarnya bukan karbokation terbuka, melainkan ion bromonium: cincin tiga anggota C–Br⁺–C. Cincin ini menutupi satu sisi molekul, sehingga \(\ce{Br-}\) menyerang dari sisi berlawanan (adisi anti). Itulah sebabnya sikloheksena + \(\ce{Br2}\) menghasilkan trans-1,2-dibromosikloheksana saja.
Pada uji air brom, molekul air yang jumlahnya jauh lebih banyak ikut menyerang ion bromonium. Produk utamanya justru 2-bromoetanol, \(\ce{BrCH2CH2OH}\), bukan 1,2-dibromoetana. Warnanya tetap hilang, jadi kesimpulan ujinya sama.
Pada adisi anti-Markovnikov (HBr + peroksida), radikal \(\ce{Br^.}\) menempel di C1 agar terbentuk radikal sekunder yang lebih stabil.
34.5Substitusi nukleofilik: SN2 dan SN1 (serta saingannya, eliminasi)
Pada haloalkana, ikatan C–X (X = Cl, Br, I) bersifat polar: halogen menarik elektron sehingga karbon menjadi δ+. Karbon δ+ ini adalah sasaran empuk bagi nukleofil seperti \(\ce{OH-}\), \(\ce{CN-}\), atau \(\ce{H2O}\). Nukleofil masuk, halogen keluar sebagai ion halida: substitusi nukleofilik, disingkat SN. Ada dua cara melakukannya, dan perbedaannya mirip dua gaya bertukar pasangan dansa.
Gaya pertama: penari baru datang dari belakang dan langsung menggantikan penari lama dalam satu gerakan (SN2). Gaya kedua: penari lama pergi dulu, pasangannya berdiri sendirian sebentar, baru penari baru datang (SN1).
SN2: satu gerakan, serangan dari belakang
Pada SN2, nukleofil menyerang karbon dari arah berlawanan dengan halogen. Ikatan baru terbentuk bersamaan dengan putusnya ikatan lama, dalam satu tahap. Tiga atom lain pada karbon terbalik seperti payung yang tertiup angin.
Nukleofil \(\ce{OH-}\) mendekati bromometana dari belakang, berlawanan dengan Br. Sisi depan dihalangi awan elektron atom Br yang besar dan bermuatan δ−. (Ikatan tebal = mengarah ke kita; garis putus = menjauhi kita.)
Dua panah sekaligus: pasangan elektron bebas O membentuk ikatan baru ke C, dan pasangan elektron ikatan C–Br pindah seluruhnya ke Br.
Keadaan transisi (bertanda ‡): C setengah berikatan dengan O dan Br, sedangkan tiga atom H berada pada satu bidang. Ini bukan zat yang bisa diisolasi, hanya "puncak bukit" energi.
Hasilnya metanol dan \(\ce{Br-}\). Ketiga atom H kini mengarah ke kanan: konfigurasi terbalik (inversi Walden). Karena dua partikel bertemu dalam satu-satunya tahap, laju \(= k[\ce{CH3Br}][\ce{OH-}]\): orde 2. Itulah angka "2" pada SN2.
Serangan dari belakang butuh "jalan masuk". Bandingkan bromometana dengan t-butil bromida di bawah ini. Pada t-butil bromida, sisi belakang karbon ditutupi tiga gugus metil yang gemuk. Fenomena ini disebut halangan sterik. Laju SN2 relatif kira-kira: metil 30 : primer 1 : sekunder 0,02 : tersier ≈ 0.
Model isi ruang menunjukkan "ukuran asli" atom. Putar setiap molekul sampai atom halogen (merah tua atau hijau) berada tepat di belakang karbon, lalu lihat sisi yang berlawanan. Pada bromometana, karbonnya masih terlihat; pada t-butil bromida, karbon pusat tertutup rapat oleh tiga gugus metil. Nukleofil mana yang bisa masuk?
SN1: tunggu karbokation terbentuk dulu
Haloalkana tersier tidak bisa diserang dari belakang. Namun, ia punya jalan lain: ikatan C–X putus sendiri (heterolitik) lebih dulu, membentuk karbokation tersier yang relatif stabil. Setelah itu, nukleofil datang dengan cepat. Karena hanya satu molekul yang terlibat di tahap paling lambat, mekanisme ini disebut SN1.
Substrat tersier, 3-bromo-3-metilheksana, dalam air (pelarut polar protik). Karbon pusatnya mengikat empat gugus berbeda, jadi molekul ini kiral.
Tahap 1 (lambat): ikatan C–Br putus heterolitik tanpa bantuan nukleofil. Pelarut polar "memeluk" ion-ion yang terbentuk. Tahap inilah yang menentukan laju.
Terbentuk karbokation tersier yang datar (sudut 120°) dengan orbital p kosong di kedua sisinya. Tiga gugus alkil membantu menstabilkan muatan positifnya.
Tahap 2 (cepat): molekul air menyerang orbital p kosong dari kiri atau kanan dengan peluang sama. (Ion \(\ce{R-OH2+}\) yang terbentuk lalu melepas \(\ce{H+}\) ke molekul air lain.)
Hasilnya dua alkohol yang saling bayangan cermin (enantiomer), 50 : 50: campuran rasemat. Nukleofil tidak ikut tahap lambat, jadi laju \(= k[\ce{RBr}]\): orde 1. Itulah angka "1" pada SN1.
Seret titik magenta sepanjang jalur. SN2 hanya punya satu puncak (KT = keadaan transisi). SN1 punya dua puncak dengan lembah di antaranya: lembah itu adalah karbokation, zat antara yang benar-benar terbentuk. Puncak yang lebih tinggi menentukan laju.
Ciri
SN2
SN1
Jumlah tahap
1 tahap (serempak)
2 tahap, lewat karbokation
Hukum laju
\(r = k[\ce{RX}][\ce{Nu}]\), orde 2
\(r = k[\ce{RX}]\), orde 1
Substrat yang disukai
metil > primer > sekunder (tersier tidak)
tersier > sekunder (metil, primer tidak)
Nukleofil
kuat, sering bermuatan (\(\ce{OH-}\), \(\ce{CN-}\))
lemah pun cukup (\(\ce{H2O}\), etanol)
Pelarut
polar aprotik (aseton, DMSO)
polar protik (air, alkohol)
Stereokimia
inversi (payung terbalik)
rasemisasi (campuran 50 : 50)
Pilih substrat, nukleofil, dan pelarut, lalu tekan ▶. Siapa yang menang: SN2, SN1, atau justru eliminasi? Coba buat SN2 menang telak, lalu ubah satu hal saja sampai SN1 yang menang. Apa yang terjadi bila nukleofil mencoba menyerang haloalkana tersier dari belakang? Nyalakan "panaskan" untuk melihat eliminasi merebut panggung.
Tamu dari masa laluPada 1896, kimiawan Latvia Paul Walden menemukan bahwa rangkaian substitusi dapat mengubah asam malat menjadi bayangan cerminnya. Saat itu belum ada yang tahu sebabnya. Empat puluh tahun kemudian, Edward Hughes dan Christopher Ingold di London mengukur laju ratusan reaksi, memperkenalkan lambang SN1 dan SN2, dan menjelaskan bahwa "inversi Walden" adalah tanda serangan dari belakang.
"SN1 berarti satu tahap, SN2 berarti dua tahap."
Kebalikannya! SN2 berlangsung dalam satu tahap, SN1 dalam dua tahap. Angkanya menyatakan berapa partikel yang terlibat di tahap penentu laju (molekularitas): dua untuk SN2, satu untuk SN1.
"Nukleofil yang lebih kuat selalu mempercepat substitusi."
Hanya untuk SN2. Pada SN1, nukleofil menunggu karbokation terbentuk, jadi menambah atau mengganti nukleofil tidak mengubah laju (orde nol terhadap Nu).
Eliminasi: saingan diam-diam
Nukleofil seperti \(\ce{OH-}\) juga sebuah basa. Daripada menyerang karbon, ia bisa merebut atom H dari karbon tetangga (karbon β). Pasangan elektron C–H lalu membentuk ikatan π, dan halogen pergi: terbentuk alkena. Ini eliminasi. Seperti substitusi, ada dua versinya: E2 (satu tahap, basa kuat, laju \(= k[\ce{RX}][\ce{B-}]\)) dan E1 (dua tahap lewat karbokation, laju \(= k[\ce{RX}]\)).
Siapa menang: substitusi atau eliminasi?
Eliminasi diuntungkan oleh: suhu tinggi, basa kuat dan pekat, pelarut etanol (bukan air), dan substrat tersier.
Substitusi diuntungkan oleh: suhu rendah, larutan encer dalam air, dan substrat metil atau primer.
Aturan Zaitsev: bila ada beberapa kemungkinan alkena, produk utamanya adalah alkena yang lebih tersubstitusi (ikatan rangkapnya mengikat lebih banyak gugus alkil), karena lebih stabil.
Contoh resep klasik: \(\ce{KOH}\) dalam air, hangat → substitusi (alkohol). \(\ce{KOH}\) dalam etanol, dipanaskan → eliminasi (alkena).
2-Bromobutana, \(\ce{CH3CHBrCH2CH3}\), dipanaskan dengan KOH dalam etanol. Ramalkan alkena yang terbentuk dan tentukan produk utamanya.
Karbon pembawa Br adalah C2. Karbon tetangganya (β) adalah C1 dan C3; keduanya punya atom H.
H dari C1 direbut → ikatan rangkap C1=C2: but-1-ena, \(\ce{CH2=CHCH2CH3}\) (ikatan rangkap mengikat 1 gugus alkil).
H dari C3 direbut → ikatan rangkap C2=C3: but-2-ena, \(\ce{CH3CH=CHCH3}\) (ikatan rangkap mengikat 2 gugus alkil).
Menurut aturan Zaitsev, alkena yang lebih tersubstitusi lebih stabil dan menjadi produk utama.
Produk utama but-2-ena (sebagian besar isomer trans, sekitar 80% bersama cis-nya); but-1-ena hanya produk minor (±20%).
Lanjut · IB & olimpiadePelarut yang "memeluk" nukleofil
Mengapa SN2 lebih cepat dalam aseton atau DMSO daripada dalam air? Pelarut protik (air, alkohol) punya H yang terikat pada O. H ini membentuk ikatan hidrogen yang "memeluk" anion nukleofil, sehingga nukleofil itu lamban. Pelarut aprotik polar melarutkan garamnya tetapi membiarkan anion "telanjang" dan galak. Sebaliknya, SN1 butuh pelarut protik untuk menstabilkan karbokation dan anion yang lahir di tahap lambat.
Stereokimia SN2 dapat dibuktikan: (R)-2-bromobutana + \(\ce{OH-}\) menghasilkan (S)-butan-2-ol saja. Urutan prioritas CIP tetap (OH menggantikan Br di peringkat pertama), tetapi susunan ruangnya terbalik, sehingga label R berganti menjadi S. Pada E2, H yang direbut dan gugus pergi harus berada pada posisi anti-periplanar (segaris, berlawanan arah).
34.6Oksidasi alkohol dan peta sintesis
Tapai singkong yang disimpan terlalu lama berubah rasa: mula-mula manis, lalu beraroma alkohol, akhirnya masam. Ragi mengubah gula menjadi etanol, kemudian bakteri asam asetat mengoksidasi etanol menjadi asam asetat. Kimiawan melakukan hal yang sama di laboratorium dengan oksidator seperti kalium dikromat(VI) yang diasamkan, \(\ce{K2Cr2O7}/\ce{H+}\).
Dalam kimia organik, oksidasi berarti molekul mendapat O atau kehilangan H; reduksi kebalikannya. Saat alkohol teroksidasi, atom H pada gugus OH dan atom H pada karbon pembawa OH lepas bersama, lalu terbentuk ikatan C=O. Jadi kuncinya: berapa atom H yang menempel pada karbon pembawa OH?
Tangga oksidasi alkohol dengan \(\ce{K2Cr2O7}\) + \(\ce{H2SO4}\) encer, dipanaskan. Warna jingga ion dikromat, \(\ce{Cr2O7^2-}\), berubah menjadi hijau ion \(\ce{Cr^3+}\) hanya bila alkohol teroksidasi. [O] = oksigen dari oksidator.
Aturan · Oksidasi alkohol
Alkohol primer → aldehida → asam karboksilat. Untuk berhenti di aldehida, aldehida (titik didih rendah) segera didistilasi keluar. Untuk sampai ke asam, campuran dipanaskan dengan refluks dan oksidator berlebih.
Alkohol sekunder → keton, lalu berhenti.
Alkohol tersier tidak teroksidasi (warna jingga tetap), karena karbon pembawa OH tidak punya H.
Persamaan ion lengkap untuk etanol menjadi asam etanoat: \[\ce{3C2H5OH + 2Cr2O7^2- + 16H+ -> 3CH3COOH + 4Cr^3+ + 11H2O}\]
Urutkan etanol → asetaldehida (etanal) → asam asetat. Hitung atom H pada karbon yang mengikat O di setiap tahap: 2, lalu 1, lalu 0. Sudut di sekitar C=O sekitar 120° (datar), berbeda dengan C–OH pada alkohol yang tetrahedral (±109,5°). Bandingkan juga 2-propanol dengan aseton.
Dari propena, \(\ce{CH2=CHCH3}\), rancang sintesis dua tahap untuk membuat propanon (aseton), pelarut penghapus cat kuku. Sebutkan pereaksi, kondisi, dan jenis reaksinya. Apa yang terjadi bila tahap pertama justru menghasilkan 1-propanol?
Mulailah dari belakang: keton dibuat dari oksidasi alkohol sekunder, yaitu 2-propanol, \(\ce{CH3CH(OH)CH3}\).
Tahap 1 · hidrasi (adisi elektrofilik): propena + uap air, katalis \(\ce{H3PO4}\), panas dan tekanan tinggi. Menurut Markovnikov, H masuk ke C1 dan OH ke C2 → 2-propanol.
Tahap 2 · oksidasi: 2-propanol + \(\ce{K2Cr2O7}\)/\(\ce{H2SO4}\), dipanaskan → propanon, \(\ce{CH3COCH3}\). Warna jingga berubah hijau.
Bila tahap 1 menghasilkan 1-propanol (alkohol primer), oksidasinya memberi propanal lalu asam propanoat, bukan aseton.
Propena \(\xrightarrow{\text{H}_2\text{O},\ \text{H}_3\text{PO}_4}\) 2-propanol \(\xrightarrow{\text{K}_2\text{Cr}_2\text{O}_7/\text{H}^+}\) propanon. Kuncinya ada di aturan Markovnikov: posisi OH menentukan apakah oksidasi berakhir di keton atau asam.
Contoh di atas adalah sebuah peta sintesis: rangkaian reaksi yang menghubungkan bahan murah dengan produk berharga. Kimiawan obat, pabrik aroma, dan industri petrokimia menyusun peta seperti ini setiap hari. Jelajahi peta mini berikut yang berpusat pada etena dan etanol, dua bahan baku penting di Indonesia.
Pilih zat awal dan zat tujuan, atau ketuk sebuah zat di peta untuk menjadikannya tujuan. Peta mencari rute terpendek dan menampilkan pereaksi, kondisi, serta jenis setiap reaksi (warna panah). Tantangan: buat etil etanoat (aroma buah) dari etana. Berapa tahap yang dibutuhkan, dan jenis reaksi apa saja yang terlibat?
Trik Kak Tirta · Bekerja mundurMerancang sintesis itu seperti mencari jalan pulang dari pasar: mulai dari tujuan, lalu tanya "zat apa yang bisa langsung menjadi ini?". Asam karboksilat? Dari alkohol primer. Alkohol? Dari alkena (hidrasi) atau haloalkana (substitusi). Kimiawan menyebutnya analisis retrosintesis.
Lanjut · IB & olimpiadeBenzena: kaya elektron, tetapi menolak adisi
Benzena punya enam elektron π, tetapi tidak memudarkan air brom. Elektron π-nya tersebar merata di seluruh cincin (aromatik), memberi kestabilan ekstra sekitar 150 kJ/mol. Adisi akan merusak cincin itu, jadi benzena memilih substitusi elektrofilik aromatik: satu H diganti, cincin aromatik tetap utuh.
Contoh nitrasi (campuran \(\ce{HNO3}\) pekat dan \(\ce{H2SO4}\) pekat, di bawah ±55 °C):
Elektron π cincin menyerang \(\ce{NO2+}\), membentuk karbokation bercincin (ion arenium) yang muatannya tersebar di tiga karbon. Tahap ini lambat karena aromatisitas hilang sementara.
\(\ce{HSO4-}\) merebut \(\ce{H+}\) dari karbon yang mengikat \(\ce{NO2}\); pasangan elektron C–H kembali ke cincin, aromatisitas pulih. Total: \[\ce{C6H6 + HNO3 -> C6H5NO2 + H2O}\]
Pola yang sama berlaku untuk brominasi (\(\ce{Br2}\) + katalis \(\ce{FeBr3}\)) dan alkilasi Friedel–Crafts. Nitrobenzena adalah langkah awal pembuatan anilina untuk zat warna dan obat.
Kimia di sekitarmu
🏭
Petrokimia Cilegon
Etena dan propena dari perengkahan nafta diolah lewat adisi, eliminasi, dan polimerisasi menjadi plastik, pipa PVC, dan serat.
🧈
Margarin
Hidrogenasi (adisi \(\ce{H2}\), katalis nikel) memadatkan minyak nabati. Makin sedikit ikatan C=C, makin tinggi titik lelehnya.
🧴
Pembersih tangan
Etanol dari fermentasi tetes tebu atau 2-propanol dari hidrasi propena (Markovnikov), dipakai pada kadar ±60–80% untuk merusak membran kuman.
🍚
Tapai yang makin masam
Ragi mengubah gula menjadi etanol, lalu bakteri asam asetat mengoksidasi etanol menjadi asam asetat: oksidasi alkohol primer di dapurmu.
🚓
Uji napas pengemudi
Alat lama memakai dikromat jingga yang menjadi hijau saat mengoksidasi etanol napas. Alat modern mengoksidasi etanol di sel bahan bakar dan mengukur arus listriknya.
💊
Pabrik obat
Parasetamol dan aspirin dibuat lewat rangkaian substitusi dan kondensasi. Ahli kimia medisinal merancang peta sintesis yang hemat langkah dan berekonomi atom tinggi.
"Alkohol tersier paling mudah dioksidasi karena karbonnya paling banyak."
Justru sebaliknya. Oksidasi alkohol butuh atom H pada karbon pembawa OH. Alkohol tersier tidak punya H itu, sehingga dikromat tetap jingga.
"Oksidasi zat organik selalu berarti dibakar."
Pembakaran hanyalah oksidasi paling "kasar" sampai \(\ce{CO2}\) dan air. Oksidasi lembut (dikromat, enzim di hati) hanya mengubah satu gugus, misalnya etanol → etanal → asam asetat.
Reaksi \(\ce{CH3CH2Br + OH- -> CH3CH2OH + Br-}\) termasuk jenis reaksi …
adisi
eliminasi
substitusi
oksidasi
Gugus Br diganti oleh gugus OH, jumlah ikatan rangkap tetap. Mekanismenya SN2 karena substratnya primer.
Dalam gelap, zat manakah yang langsung memudarkan warna air brom?
propena
propana
benzena
etanol
Propena punya ikatan C=C yang mengalami adisi elektrofilik dengan brom. Propana butuh sinar UV, benzena butuh katalis, dan etanol tidak punya ikatan rangkap.
2-Propanol dipanaskan dengan \(\ce{K2Cr2O7}\) yang diasamkan. Hasil utamanya adalah …
propanal
asam propanoat
propena
propanon
2-Propanol adalah alkohol sekunder (karbon pembawa OH punya 1 H), jadi teroksidasi menjadi keton: propanon (aseton).
35
Bab 35 · Kimia Karbon & Kehidupan
Polimer & Material: Rantai Raksasa dari Manik-manik Kecil
Karet gelang, botol minum, benang sutra, dan nasi di piringmu ternyata bersaudara: semuanya molekul raksasa yang tersusun dari ribuan molekul kecil yang bergandengan. Bagaimana mereka bergandengan, dan mengapa plastik begitu awet sampai menjadi masalah di laut kita?
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan monomer, polimer, unit ulang, dan derajat polimerisasi, serta membedakan polimer alam dan sintetis;
menuliskan polimerisasi adisi (PE, PP, PVC, PS, PTFE, karet alam) dan menentukan monomer dari unit ulangnya;
menuliskan polimerisasi kondensasi (nilon, PET, protein, polisakarida) serta menghitung air yang terlepas dan massa rantainya;
menghubungkan struktur rantai dengan sifat: termoplastik dan termoset, rantai lurus, bercabang, berikatan silang, dan vulkanisasi karet;
menilai dampak plastik bagi lingkungan (kode daur ulang, mikroplastik, bioplastik) dan mengenal material maju.
Rantai Raksasa di Teras Rumah Komik · 4 panel
Sore hari di teras rumah, PalembangTOENG!
BimaLihat, karet gelang ini bisa ditarik berkali-kali lipat panjangnya, lalu balik lagi! Kok bisa, ya?
LarasDi dasar botol ini ada segitiga bernomor 1 dan tulisan PET. Kode apa ini? Aku catat dulu.
Kak TirtaKaret dan plastik sama-sama polimer: molekul raksasa dari ribuan molekul kecil yang bergandengan, seperti gerbong kereta yang tak habis-habis!
BimaRibuan gerbong dalam satu molekul?!
Kimo pulang dari kebun karetTES…
KimoGetah karet ini polimer alam! Indonesia penghasil karet alam terbesar kedua di dunia, setelah Thailand.
BimaKalau karet dari pohon… plastik dari mana, ya?
Manakah yang bukan polimer?
Kertas tisu
Nasi
Benang sutra
Gula pasir
Jawabannya: gula pasir. Gula pasir (sukrosa, \(\ce{C12H22O11}\)) hanya terdiri atas dua unit gula yang bergandengan, jadi bukan molekul raksasa. Sebaliknya, kertas tisu adalah selulosa (ribuan unit glukosa), nasi berisi pati (ribuan unit glukosa juga!), dan sutra adalah protein (ribuan asam amino). Rasa manis atau tidak manis bukan penentunya, melainkan panjang rantainya.
35.1Monomer dan polimer: manik-manik yang bergandengan
Ambil seutas kalung manik-manik. Setiap manik kecil dan sederhana, tetapi ratusan manik yang dironce menjadi kalung yang panjang, lentur, dan kuat. Kimiawan menyebut maniknya monomer dan kalungnya polimer (bahasa Yunani: poly = banyak, meros = bagian).
Bayangkan kereta api. Satu gerbong bisa berdiri sendiri; itulah monomer. Kalau ribuan gerbong disambung, jadilah kereta yang sangat, sangat panjang; itulah polimer. Karet gelang, kantong plastik, kertas, nasi, dan rambutmu semuanya "kereta molekul" seperti itu. Bedanya hanya jenis gerbongnya dan cara gerbong itu disambung.
Definisi · Monomer, polimer, unit ulangMonomer adalah molekul kecil yang dapat berikatan kovalen dengan sesamanya membentuk rantai panjang. Polimer adalah makromolekul (molekul raksasa, \(M_r\) puluhan ribu sampai jutaan) yang tersusun atas banyak monomer. Bagian rantai yang berulang disebut unit ulang, ditulis dalam kurung siku dengan indeks \(n\). Bilangan \(n\), yaitu banyaknya unit ulang dalam satu rantai, disebut derajat polimerisasi. Reaksi pembentukannya disebut polimerisasi.
Polimerisasi menyambung monomer dengan ikatan kovalen. Unit ulang yang ditulis dalam kurung \([\ \ ]_n\) mewakili seluruh rantai.
Polimer ada di mana-mana, dan banyak yang dibuat oleh alam jauh sebelum manusia membuat plastik pertama. Tumbuhan merangkai glukosa menjadi pati dan selulosa, sel tubuhmu merangkai asam amino menjadi protein, dan pohon karet merangkai isoprena menjadi karet. Polimer sintetis buatan pabrik kebanyakan berbahan baku minyak bumi dan gas alam.
Polimer
Monomer
Jenis
Contoh di sekitarmu
Pati (amilum)
glukosa
alam
nasi, singkong, sagu, jagung
Selulosa
glukosa
alam
kapas, kertas, kayu, serat nanas
Protein
asam amino
alam
sutra, rambut, daging, kedelai
Karet alam
isoprena
alam
getah pohon karet
DNA
nukleotida
alam
inti setiap sel tubuhmu
Polietilena (PE)
etena
sintetis
kantong plastik, botol sampo
Polivinil klorida (PVC)
vinil klorida
sintetis
pipa air, selang
Nilon
diamina + diasam
sintetis
jaring ikan, senar pancing
Kimia Nusantara · Polimer alam dari tanah airSagu dari Maluku dan Papua adalah pati murni yang diperas dari batang pohon sagu. Kain sutra Sengkang (Wajo, Sulawesi Selatan) ditenun dari serat protein yang dipintal ulat sutra. Kapas, serat daun nanas, dan kertas adalah selulosa. Getah pohon karet di Sumatra dan Kalimantan adalah poliisoprena. Nenek moyang kita sudah menjadi "insinyur polimer" sebelum kata polimer ditemukan!
Seberapa panjang rantainya? Kita bisa menghitungnya dari massa molekul. Bila \(M_r\) rata-rata rantai dan \(M_r\) unit ulangnya diketahui, banyaknya unit ulang adalah hasil baginya.
Dengan nilai awal di atas (polietilena, \(M_r\) 140.000), satu rantai berisi 5.000 unit dan panjangnya sekitar 1,3 µm bila direntang. Tebalnya hanya ±0,5 nm. Jadi, bila rantai itu diperbesar setebal seutas mi (2 mm), panjangnya sekitar 5 meter: benar-benar "mi panjang umur"!
Awas jebakanPolimer tidak sama dengan plastik. Plastik adalah polimer sintetis yang dicampur zat aditif (pelentur, pewarna, penstabil) dan dapat dibentuk; protein, DNA, dan selulosa adalah polimer, tetapi bukan plastik. Ingat juga: rantai dalam satu sampel polimer tidak sama panjang, sehingga \(M_r\) polimer selalu berupa rata-rata.
Tamu dari masa laluSekitar tahun 1920, kimiawan Jerman Hermann Staudinger mengusulkan bahwa karet dan selulosa adalah molekul raksasa yang atom-atomnya terikat kovalen. Banyak rekannya menertawakan gagasan itu; mereka mengira karet hanyalah gumpalan molekul kecil yang saling menempel. Staudinger bertahan dengan data, dan istilah makromolekul darinya akhirnya diterima. Ia meraih Nobel Kimia 1953. Semua plastik modern berutang pada keberaniannya.
Lanjut · IB & olimpiadeMassa molar rata-rata dan dispersitas
Karena rantai tidak sama panjang, ada dua cara merata-ratakan massanya. Rata-rata jumlah \(\bar{M}_n = \dfrac{\sum n_i M_i}{\sum n_i}\) menghitung setiap rantai sama penting. Rata-rata massa \(\bar{M}_w = \dfrac{\sum n_i M_i^2}{\sum n_i M_i}\) memberi bobot lebih pada rantai yang berat. Perbandingannya, dispersitas \(Đ = \bar{M}_w/\bar{M}_n \ge 1\), menunjukkan seberapa beragam panjang rantai.
Contoh: 3 mol rantai bermassa 10.000 dan 1 mol rantai bermassa 50.000 memberi \(\bar{M}_n = (30.000 + 50.000)/4 = 20.000\) dan \(\bar{M}_w = (3 \times 10^8 + 2{,}5 \times 10^9)/80.000 = 35.000\), sehingga \(Đ = 1{,}75\). Protein alami memiliki \(Đ = 1\) (semua rantai identik), sedangkan plastik pabrik umumnya \(Đ = 2\)–\(10\).
35.2Polimerisasi adisi: ikatan rangkap yang "membuka tangan"
Etena, \(\ce{CH2=CH2}\), memiliki ikatan rangkap C=C. Di Bab 11 kamu belajar bahwa ikatan rangkap terdiri atas satu ikatan σ yang kuat dan satu ikatan π yang lebih lemah. Ikatan π inilah yang bisa "dibuka", sehingga setiap atom karbon (C) mendapat satu tangan bebas untuk menggandeng monomer tetangganya.
Ingat Karbon dari Klub Unsur yang bertangan empat? Pada etena, dua karbon saling berpegangan dengan dua tangan sekaligus. Saat polimerisasi, mereka melepas satu genggaman, lalu tangan yang bebas dipakai untuk menggandeng tetangga baru di kiri dan kanan. Begitu terus, ribuan kali, sampai terbentuk barisan panjang yang bergandengan tangan.
Aturan · Polimerisasi adisi
Monomernya memiliki ikatan rangkap C=C (alkena dan turunannya).
Ikatan π terbuka dan monomer saling menyambung. Tidak ada atom yang lepas, sehingga \(M_{\text{polimer}} = n \times M_{\text{monomer}}\).
Unit ulang memiliki dua atom C rantai utama yang terikat tunggal; gugus X pada monomer menjadi cabang samping.
Agar monomer mau "membuka tangan", reaksi perlu dipicu oleh inisiator, misalnya peroksida yang menghasilkan radikal bebas (spesi dengan satu elektron tak berpasangan). Ikuti tahap-tahapnya dengan panah berkepala setengah, yang menunjukkan gerak satu elektron.
Inisiator, misalnya peroksida \(\ce{R-O-O-R}\), dipanaskan. Ikatan O–O yang lemah putus secara homolitik: setiap O membawa satu elektron. Terbentuk dua radikal bebas \(\ce{RO^.}\). Panah berkepala setengah (seperti kail) = gerak satu elektron.
Radikal \(\ce{RO^.}\) menyerang ikatan rangkap etena. Satu elektron π berpasangan dengan elektron radikal membentuk ikatan O–C; elektron π lainnya pindah ke karbon ujung. Radikal kini berada di ujung rantai!
Propagasi: radikal di ujung rantai menyerang etena berikutnya, lalu berikutnya lagi. Setiap langkah menambah 2 atom C, dan ini terjadi ribuan kali dalam sekejap.
Terminasi: ketika dua ujung radikal bertemu, kedua elektronnya berpasangan membentuk ikatan C–C. Rantai berhenti tumbuh.
Hasilnya \(n\,\ce{CH2=CH2} \longrightarrow \ce{-[CH2-CH2]_{n}\bond{-}}\). Ikatan rangkap menjadi tunggal dan tidak ada atom yang lepas, sehingga \(M_{\text{polimer}} = n \times 28\).
Mengapa polimerisasi adisi melepaskan panas?
Gunakan energi ikatan rata-rata (Bab 19): C=C ±614 kJ/mol dan C–C ±348 kJ/mol. Setiap monomer yang masuk rantai mengubah satu ikatan C=C menjadi C–C dan membentuk satu ikatan C–C baru ke tetangganya:
\[ \Delta H \approx 614 - 2(348) = -82\ \text{kJ per mol monomer} \]
Nilai terukur untuk etena sekitar −93 kJ/mol. Karena eksoterm, pabrik polietilena harus terus didinginkan; tanpa pendinginan, reaksi bisa lepas kendali.
Ganti satu atom H pada etena dengan gugus lain, dan kamu mendapat keluarga polimer adisi yang mengisi rumahmu:
Polimer
Monomer
Unit ulang
Sifat & kegunaan
Kode
Polietilena (PE)
etena \(\ce{CH2=CH2}\)
\(\ce{-[CH2-CH2]\bond{-}}\)
lentur, tahan air: kantong, botol sampo, ember
2, 4
Polipropilena (PP)
propena \(\ce{CH2=CH-CH3}\)
\(\ce{-[CH2-CH(CH3)]\bond{-}}\)
kuat, tahan panas ±100 °C: wadah makanan, tali rafia, karung beras
5
Polivinil klorida (PVC)
kloroetena (vinil klorida) \(\ce{CH2=CHCl}\)
\(\ce{-[CH2-CHCl]\bond{-}}\)
kaku, tahan cuaca (lentur bila diberi pelentur): pipa, selang, kabel
3
Polistirena (PS)
stirena \(\ce{CH2=CH-C6H5}\)
\(\ce{-[CH2-CH(C6H5)]\bond{-}}\)
bening dan getas; bila dibusakan menjadi gabus putih yang ringan
6
PTFE
tetrafluoroetena \(\ce{CF2=CF2}\)
\(\ce{-[CF2-CF2]\bond{-}}\)
sangat licin, tahan panas dan bahan kimia: lapisan wajan antilengket, pita seal pipa
7
Karet alam
isoprena \(\ce{CH2=C(CH3)-CH=CH2}\)
\(\ce{-[CH2-C(CH3)=CH-CH2]\bond{-}}\)
elastis: ban, karet gelang, sarung tangan
–
Poliakrilonitril (PAN)
akrilonitril \(\ce{CH2=CH-CN}\)
\(\ce{-[CH2-CH(CN)]\bond{-}}\)
serat "akrilik" untuk sweter; bahan baku serat karbon
7
Lapisan wajan antilengket ditemukan secara kebetulan. Pada 1938, kimiawan Roy Plunkett mendapati tabung gas tetrafluoroetena "kosong" padahal beratnya masih penuh. Saat tabung dibelah, isinya ternyata bubuk putih yang sangat licin: gasnya sudah berpolimerisasi sendiri menjadi PTFE. Di pasar, orang sering menyebut lapisan ini "teflon", padahal itu nama dagang.
Putar setiap monomer dan temukan ikatan rangkap C=C-nya. Ketuk tiga atom di sekitar C=C: sudutnya ±120° (datar). Bandingkan dengan oktana (potongan pendek rantai polietilena): sudut C–C–C ±109,5° dan rantainya zig-zag. Isoprena punya dua ikatan C=C; mana yang tersisa di karet?
Trik Kak Tirta · Mencari monomer dari unit ulang"Kembalikan tangannya." Ambil dua atom C rantai utama di dalam kurung, hapus ikatan yang keluar dari kurung, lalu pasang kembali ikatan rangkap di antara kedua C itu. Contoh: \(\ce{-[CH2-CH(CH3)]\bond{-}}\) → \(\ce{CH2=CH-CH3}\) (propena). Arah sebaliknya: tulis monomer, ubah C=C menjadi C–C, dan tambahkan ikatan terbuka di kedua ujung.
Pipa air abu-abu terbuat dari PVC dengan unit ulang \(\ce{-[CH2-CHCl]\bond{-}}\). Tuliskan rumus dan nama monomernya, lalu hitung \(M_r\)-nya. (Ar C = 12, H = 1, Cl = 35,5)
Ada dua C rantai utama: \(\ce{CH2}\) dan \(\ce{CHCl}\). Pasang ikatan rangkap di antara keduanya: \(\ce{CH2=CHCl}\).
Namanya kloroetena, lebih dikenal sebagai vinil klorida. Rumus molekulnya \(\ce{C2H3Cl}\).
\(M_r = 2(12) + 3(1) + 35{,}5 = 62{,}5\).
Monomer PVC adalah vinil klorida, \(\ce{CH2=CHCl}\), \(M_r = 62{,}5\). Lebih dari separuh massanya adalah klorin (Cl).
Polietilena sebuah kantong plastik memiliki \(M_r\) rata-rata 210.000. Tentukan (a) derajat polimerisasinya, (b) jumlah atom karbon dalam satu rantai, dan (c) panjang rantai bila direntang lurus, jika setiap unit \(\ce{-CH2-CH2-}\) menambah panjang 0,254 nm.
(a) \(M_r\) unit ulang \(= M_r\,\ce{C2H4} = 28\). Jadi \(n = 210.000/28 = 7.500\) unit.
(b) Setiap unit punya 2 atom C: \(2 \times 7.500 = 15.000\) atom C.
\(n = 7.500\), berisi 15.000 atom C, dan panjangnya ±1,9 µm, sekitar 1/40 tebal sehelai rambut. Untuk ukuran molekul, itu raksasa!
Kimia Nusantara · Karet dan getah perca, kembar beda gayaIndonesia adalah penghasil karet alam terbesar kedua di dunia setelah Thailand, dan sebagian besar berasal dari kebun rakyat di Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jambi, Riau, dan Kalimantan Barat. Penyadap menggores kulit pohon Hevea brasiliensis (asalnya dari hutan Amazon), lalu lateks putih menetes ke mangkuk tempurung. Lateks digumpalkan dengan asam format (asam semut) menjadi bahan olah karet.
Karet alam adalah cis-poliisoprena: rantainya menekuk sehingga sulit tersusun rapat dan bersifat elastis. Pohon Palaquium di Sumatra dan Kalimantan menghasilkan getah perca, yaitu trans-poliisoprena dengan rumus yang sama, tetapi rantainya lurus dan keras. Pada abad ke-19, getah perca dari Nusantara membungkus kabel telegraf bawah laut pertama yang menghubungkan benua. Sampai sekarang dokter gigi memakainya untuk mengisi saluran akar gigi.
Awas jebakanUnit ulang polimer adisi tidak lagi memiliki ikatan rangkap dari monomernya. Menulis \(\ce{-[CH2=CH2]\bond{-}}\) adalah kesalahan klasik: ikatan rangkap itulah yang dipakai untuk bergandengan. Pengecualiannya karet alam: monomer isoprena memiliki dua ikatan C=C, satu dipakai untuk menyambung dan satu tetap ada di tengah unit ulang. Ikatan rangkap sisa inilah yang kelak bereaksi dengan belerang saat vulkanisasi (dan diserang ozon sehingga karet tua retak-retak).
Lanjut · IB & olimpiadeTaktisitas, katalis Ziegler–Natta, dan LDPE vs HDPE
Pada polipropilena, gugus \(\ce{-CH3}\) bisa berada di sisi yang sama sepanjang rantai (isotaktik), selang-seling (sindiotaktik), atau acak (ataktik). PP ataktik lunak dan lengket; PP isotaktik tersusun rapat, membentuk daerah kristal, keras, dan meleleh pada ±165 °C. Katalis logam transisi (titanium dan aluminium) yang dikembangkan Karl Ziegler dan Giulio Natta mampu "menyetir" setiap monomer masuk dengan arah yang sama. Keduanya meraih Nobel Kimia 1963.
Polimerisasi radikal etena pada tekanan sangat tinggi (±1.000–3.000 atm) menghasilkan rantai bercabang: LDPE (massa jenis ±0,92 g/cm³). Katalis Ziegler–Natta pada tekanan rendah menghasilkan rantai lurus: HDPE (±0,95 g/cm³) yang lebih kaku dan kuat. Monomernya sama, sifatnya berbeda karena bentuk rantainya.
35.3Polimerisasi kondensasi: bergandengan sambil melepas air
Ada cara kedua untuk membuat rantai, dan cara ini tidak membutuhkan ikatan rangkap. Monomernya harus punya dua gugus fungsi (satu di setiap ujung) yang dapat saling bereaksi. Ingat esterifikasi di Bab 33: asam karboksilat + alkohol → ester + air. Bila asamnya punya dua gugus –COOH dan alkoholnya punya dua gugus –OH, reaksi itu bisa terus berulang di kedua ujung!
Bayangkan anak-anak yang bergandengan tangan di lapangan. Setiap kali dua anak berjabat tangan, mereka harus menyerahkan satu "tiket" kecil kepada panitia. Tiket itu adalah molekul air. Semakin panjang barisan, semakin banyak tiket yang terkumpul.
Aturan · Polimerisasi kondensasi
Setiap monomer memiliki dua gugus fungsi yang reaktif, misalnya –COOH, –OH, atau \(\ce{-NH2}\).
Setiap ikatan baru melepaskan satu molekul kecil, biasanya \(\ce{H2O}\) (kadang \(\ce{HCl}\) atau \(\ce{CH3OH}\)).
Gugus –COOH dengan \(\ce{-NH2}\) membentuk ikatan amida \(\ce{-CO-NH\bond{-}}\) (poliamida); –COOH dengan –OH membentuk ikatan ester \(\ce{-CO-O\bond{-}}\) (poliester).
Untuk \(n\) molekul A dan \(n\) molekul B terbentuk \(2n - 1\) ikatan, sehingga terlepas \((2n - 1)\) molekul air.
Dua monomer, masing-masing bertangan dua: asam adipat (dua gugus –COOH) dan heksana-1,6-diamina (dua gugus \(\ce{-NH2}\)). Tidak ada ikatan C=C di rantainya.
Ujung –COOH mendekati ujung \(\ce{-NH2}\). Gugus –OH dari asam dan satu atom H dari amina akan dilepas.
–OH dan –H bergabung menjadi satu molekul air yang pergi. C dan N kini terikat langsung: terbentuk ikatan amida \(\ce{-CO-NH\bond{-}}\).
Kedua ujung rantai baru masih punya gugus yang bisa bereaksi, sehingga monomer berikutnya menyambung di kiri dan kanan. Setiap sambungan melepas satu molekul air lagi.
Hasilnya nilon-6,6: \(n\,\ce{HOOC(CH2)4COOH} + n\,\ce{H2N(CH2)6NH2} \longrightarrow \ce{-[CO(CH2)4CO-NH(CH2)6NH]_{n}\bond{-}} + (2n-1)\,\ce{H2O}\). Angka "6,6": enam C dari diamina dan enam C dari diasam.
Coba sendiri: setarakan beberapa reaksi kondensasi kecil. Perhatikan bahwa jumlah air yang lepas selalu satu lebih sedikit daripada jumlah monomer yang bergandengan.
Berturut-turut: dua glukosa menjadi maltosa (cikal bakal pati), tiga glisina menjadi tripeptida, asam adipat + diamina menjadi "nilon mini", dan dua asam laktat menjadi dimer ester (cikal bakal PLA). Bandingkan jumlah monomer dengan jumlah \(\ce{H2O}\).
Polimer
Monomer
Ikatan penghubung
Yang lepas
Contoh
Nilon-6,6
asam adipat + heksana-1,6-diamina
amida
\(\ce{H2O}\)
jaring ikan, senar, kain
Nilon-6
kaprolaktam
amida
tidak ada (pembukaan cincin)
tali, benang, karpet
PET (poliester)
asam tereftalat + etilen glikol
ester
\(\ce{H2O}\)
botol minum, kain poliester
PLA
asam laktat
ester
\(\ce{H2O}\)
gelas dan sedotan bioplastik, benang jahit operasi
Protein
asam amino (20 jenis)
peptida (amida)
\(\ce{H2O}\)
sutra, rambut, otot, enzim
Pati & selulosa
glukosa
glikosida (C–O–C)
\(\ce{H2O}\)
nasi, singkong, kapas, kertas
Bakelit
fenol + formaldehida
jembatan \(\ce{-CH2\bond{-}}\)
\(\ce{H2O}\)
stopkontak, pegangan panci
Temukan "tangan" setiap monomer: gugus –COOH (O merah), –OH, atau –NH₂ (N biru) di kedua ujung. Pada glisilglisina, ketuk atom O=C–N–H di tengah: keempatnya terletak pada satu bidang. Kaprolaktam berbentuk cincin; saat cincinnya terbuka, ia menjadi unit ulang nilon-6 tanpa melepas apa pun.
Satu rantai nilon-6,6 dibuat dari 120 molekul asam adipat (\(M_r\) 146) dan 120 molekul heksana-1,6-diamina (\(M_r\) 116). (a) Berapa molekul air yang lepas? (b) Hitung \(M_r\) rantai. (c) Berapa persen massa monomer yang "hilang" sebagai air?
(a) 240 monomer dalam satu rantai membentuk 240 − 1 = 239 ikatan amida, jadi lepas 239 molekul air.
(b) \(M = 120(146 + 116) - 239(18) = 31.440 - 4.302 = 27.138\). Cek: \(120 \times 226 + 18 = 27.138\) ✔ (18 = gugus ujung H dan OH).
(c) \(4.302/31.440 \times 100\% = 13{,}7\%\).
239 molekul air, \(M_r = 27.138\), dan ±13,7% massa monomer berubah menjadi air. Dari 1 kg campuran monomer, ±137 g keluar sebagai uap air dari reaktor.
Awas jebakanJumlah air yang lepas adalah \(2n - 1\), bukan \(2n\), karena rantai punya dua ujung yang masih bebas. Untuk rantai sangat panjang selisihnya dapat diabaikan, tetapi untuk dimer atau trimer selisihnya penting. Ingat pula bahwa molekul kecil yang lepas tidak selalu air: di laboratorium nilon sering dibuat dari asil klorida dan melepas \(\ce{HCl}\). Nilon-6 di pabrik dibuat dengan membuka cincin kaprolaktam tanpa melepas apa pun, tetapi rantainya sama dengan hasil kondensasi asam 6-aminoheksanoat.
Trik Kak Tirta · Potong dan tambal airUntuk mencari monomer polimer kondensasi, cari ikatan amida atau ester, lalu "potong" di antara C=O dan N (atau O). Tambal setiap potongan dengan air: pasang –OH di sisi C=O dan –H di sisi N atau O. Itulah juga yang terjadi saat hidrolisis: enzim pencernaanmu memotong protein dan pati dengan cara persis seperti ini.
Tamu dari masa laluPada 1935, Wallace Carothers, kimiawan di sebuah perusahaan kimia Amerika, membuat nilon-6,6, serat sintetis pertama yang benar-benar sukses. Ia sengaja merancang monomer bertangan dua untuk membuktikan gagasan Staudinger tentang makromolekul. Carothers wafat pada 1937, dua tahun sebelum stoking nilon dijual dan diserbu pembeli. Hampir bersamaan, Paul Schlack di Jerman membuat nilon-6 dari kaprolaktam (1938).
Kini kamu bisa merangkai polimer sendiri. Pilih monomer, lalu perhatikan perbedaan dua cara bergandengan: pada adisi rantai tumbuh tanpa sisa, pada kondensasi setiap sambungan "membayar" satu molekul air.
Pilih polimer, lalu tekan ➕ Tambah monomer atau nyalakan tambah otomatis. Bandingkan polietilena dengan nilon-6,6: pada rantai mana gelas air di pojok kanan atas mulai terisi? Pada protein, perhatikan bahwa setiap asam amino berbeda warna (berbeda gugus R), tetapi ikatan penghubungnya selalu sama. Pada selulosa, mengapa setiap glukosa tampak terbalik dari tetangganya?
35.4Sifat polimer: rantai lurus, bercabang, dan ikatan silang
Kantong plastik lemas, pipa PVC kaku, karet gelang elastis, dan stopkontak bakelit keras. Semuanya polimer. Sifatnya ditentukan oleh empat hal: panjang rantai, gaya antarrantai (gaya London, dipol, ikatan hidrogen pada nilon dan protein; lihat Bab 13), bentuk rantai (lurus atau bercabang), dan ada tidaknya ikatan silang kovalen antarrantai.
Karet gelang yang tebal direntangkan dengan cepat, lalu langsung ditempelkan ke bibir atas. Apa yang terasa?
Dingin, karena karet menyerap panas saat diregangkan.
Hangat.
Tidak ada perubahan suhu sama sekali.
Karet terasa keras seperti plastik.
Jawabannya: hangat! Saat diam, rantai karet bergulung acak (sangat tidak teratur, entropi tinggi). Saat ditarik, rantai dipaksa lurus dan sejajar sehingga lebih teratur. Kerja tanganmu berubah menjadi kalor yang menghangatkan karet. Lepaskan perlahan, dan karet terasa sedikit lebih dingin. Elastisitas karet adalah kecenderungan rantai untuk kembali "berantakan".
Mulai dari panjang rantai. Alkana rantai lurus adalah "polietilena mini". Semakin panjang rantainya, semakin besar gaya London antarrantai, sehingga titik lelehnya naik: dari bensin yang cair, ke lilin, sampai plastik yang padat.
Seret titik hijau. Kurva empiris ini (persamaan Broadhurst) cocok dengan data alkana: oktana −57 °C, eikosana (n = 20) ±37 °C, triakontana (n = 30) ±66 °C. Mengapa kurvanya mendatar dan tidak pernah melewati ±141 °C?
Bentuk rantai juga penting. Rantai lurus dapat tersusun rapat dan sejajar seperti batang korek api dalam kotaknya, membentuk daerah kristal yang kuat. Cabang samping menghalangi kerapatan itu. Ikatan silang mengunci rantai menjadi satu jaringan raksasa.
Bentuk rantai menentukan sifat. Titik-titik kuning pada gambar kanan adalah jembatan belerang yang mengikat rantai karet satu sama lain.
Definisi · Termoplastik, termoset, elastomerTermoplastik adalah polimer yang melunak bila dipanaskan dan mengeras kembali bila didinginkan, berulang-ulang, karena rantainya hanya ditahan gaya antarmolekul. Termoset adalah polimer yang membentuk jaringan ikatan silang kovalen yang rapat saat dicetak; setelah jadi, ia tidak melunak bila dipanaskan, melainkan hangus. Elastomer adalah polimer dengan ikatan silang yang jarang sehingga dapat diregangkan jauh dan kembali ke bentuk semula.
Sifat
Termoplastik
Termoset
Elastomer
Struktur
rantai lurus atau bercabang, tanpa ikatan silang
jaringan ikatan silang yang rapat
ikatan silang jarang
Saat dipanaskan
melunak, meleleh, bisa dicetak ulang
tetap keras; jika terlalu panas, hangus
tetap elastis sampai terurai
Daur ulang dengan dilelehkan
bisa
tidak bisa
sulit (ban bekas dicacah)
Contoh
PE, PP, PVC, PS, PET, nilon
bakelit, melamin (piring warung), resin epoksi (lem dua komponen)
karet ban, karet gelang, sol sepatu
Awas jebakanTermoset tidak bisa dilelehkan ulang, sehingga stopkontak bakelit atau piring melamin tidak dapat didaur ulang dengan cara dilelehkan seperti botol PET. Piring dan mangkuk melamin juga sebaiknya tidak dimasukkan ke oven microwave dan tidak dipakai untuk makanan yang sangat panas atau asam dalam waktu lama, karena bahannya dapat rusak.
Karet alam mentah punya masalah besar: pada hari panas ia lembek dan lengket, pada hari dingin kaku dan mudah retak. Rantai poliisoprena hanya bergulung dan saling membelit, tanpa "jangkar". Bila ditarik terlalu lama, rantainya saling menggeser dan tidak kembali. Solusinya adalah vulkanisasi: karet dipanaskan bersama belerang (S). Atom belerang membentuk jembatan \(\ce{-S-S\bond{-}}\) (atau lebih panjang) yang mengikat rantai di dekat ikatan rangkap sisanya. Sedikit belerang (±1–3%) menghasilkan karet elastis untuk ban dan karet gelang; banyak belerang (±30–40%) menghasilkan ebonit yang keras, dulu dipakai untuk sisir dan corong peniup klarinet.
Tamu dari masa laluPada 1839, Charles Goodyear di Amerika Serikat sudah bertahun-tahun mencoba membuat karet yang tidak lengket dan tidak rapuh, sampai berutang dan dipenjara karena utang. Menurut ceritanya, campuran karet dan belerang tak sengaja jatuh di atas tungku panas. Bukannya meleleh, karet itu hangus di tepinya tetapi bagian dalamnya menjadi kenyal dan elastis. Proses ini kemudian dinamai vulkanisasi, dari Vulcan, dewa api Romawi. Tanpa vulkanisasi, tidak akan ada ban sepeda, motor, dan mobil.
Mulai dengan karet mentah (belerang 0). Seret penjepit kanan untuk menarik, lalu lepaskan. Apakah karetnya kembali? Coba juga pada suhu "panas". Sekarang tambahkan belerang sedikit demi sedikit dan ulangi. Apa yang terjadi bila belerangnya terlalu banyak, misalnya 30 bagian?
Lanjut · IB & olimpiadeElastisitas entropi: karet yang menyusut bila dipanaskan
Gaya pegas logam berasal dari ikatan antaratom yang diregangkan (perubahan entalpi). Gaya karet berbeda: saat ditarik, energi ikatannya hampir tidak berubah, tetapi jumlah susunan rantai yang mungkin berkurang drastis, sehingga \(\Delta S < 0\). Dari \(\Delta G = \Delta H - T\Delta S\) dengan \(\Delta H \approx 0\), peregangan memiliki \(\Delta G > 0\) (tidak spontan), sedangkan kembali ke gulungan acak bersifat spontan.
Akibatnya, gaya tarik karet sebanding dengan suhu mutlak. Gantung beban pada karet gelang, lalu panaskan karetnya dengan pengering rambut: karet justru memendek dan bebannya naik! Ini kebalikan dari hampir semua bahan lain yang memuai saat dipanaskan.
35.5Plastik dan lingkungan: dari kode daur ulang sampai bioplastik
Kelebihan terbesar plastik adalah awet: tidak berkarat, tidak membusuk, dan tahan air. Kelebihan itu pula yang menjadi masalah terbesarnya. Mikroba hampir tidak punya enzim untuk memutus rantai C–C yang panjang dan nonpolar pada PE, PP, dan PS, sehingga plastik yang terbuang dapat bertahan puluhan sampai ratusan tahun. Secara global, diperkirakan baru sekitar 9% dari seluruh plastik yang pernah dibuat yang sudah didaur ulang.
Ada tiga langkah sederhana yang bisa kamu lakukan: kurangi (bawa tas kain dan botol minum sendiri), pakai ulang (galon dan wadah makanan dipakai berkali-kali), dan daur ulang (pilah sampah plastik yang bersih lalu setor ke bank sampah). Urutannya penting: mengurangi selalu lebih baik daripada mendaur ulang.
Sebuah kantong dari pati singkong dan sebuah sedotan PLA "biodegradable" terbawa ke laut. Apa yang paling mungkin terjadi?
Keduanya lenyap tanpa bekas dalam satu minggu.
Kantong pati umumnya lebih cepat terurai, sedangkan sedotan PLA bisa bertahan bertahun-tahun di air laut yang dingin.
Keduanya sama sekali tidak bisa terurai, persis seperti polietilena.
Sedotan PLA terurai lebih cepat karena lebih tipis.
Jawabannya: pilihan kedua. Mikroba di alam punya enzim pemutus ikatan glikosida pada pati, sehingga kantong berbahan utama pati dapat hancur dalam beberapa minggu sampai bulan. PLA memang bisa diuraikan, tetapi dengan cepat hanya di kompos industri (±58 °C, lembap). Di laut yang dingin, hidrolisis ikatan esternya sangat lambat. Label "biodegradable" selalu bergantung pada di mana plastik itu dibuang.
Agar plastik bisa dipilah, produsen mencetak kode identifikasi resin berupa segitiga panah bernomor 1–7 di dasar kemasan. Kode ini memberi tahu jenis plastiknya, bukan jaminan bahwa plastik itu pasti didaur ulang.
Kode
Plastik
Contoh di rumah
Daur ulang
Bisa menjadi
PET polietilena tereftalat
botol air minum, botol minuman, botol minyak goreng
mudah dan laris dipungut
serat poliester (kain, isian bantal), botol baru
HDPE polietilena densitas tinggi
botol sampo dan sabun cair, jeriken, botol susu buram, banyak kantong kresek tipis
mudah
pot, ember, pipa, palet
PVC polivinil klorida
pipa air, selang, isolasi kabel, taplak plastik
sulit; jangan dibakar (menghasilkan HCl dan dioksin)
pipa dan lantai (terbatas)
LDPE polietilena densitas rendah
plastik bening pembungkus es dan gula, plastik wrap, kantong lemas
bisa, tetapi jarang dipungut (ringan dan kotor)
kantong sampah, campuran aspal plastik
PP polipropilena
wadah makanan, gelas air minum kemasan, tutup botol, tali rafia, karung beras
bisa
ember, keranjang, tali
PS polistirena
gabus putih kemasan makanan dan elektronik, sendok plastik keras sekali pakai
sangat sulit (lebih dari 90% isinya udara, mudah remuk)
bingkai, bahan bangunan ringan (terbatas)
Lainnya PC, PLA, nilon, multilapis
galon air isi ulang (polikarbonat), kemasan saset berlapis, bioplastik PLA
umumnya sulit; galon sebaiknya dipakai ulang
bergantung jenisnya
Seret setiap barang dari ban berjalan ke tong berkode yang tepat (atau ketuk tongnya). Setiap tebakan benar membuka fakta daur ulangnya. Barang mana yang paling sering membuatmu ragu? Nyalakan tampilkan contoh bila butuh bantuan.
Trik Kak Tirta · Membaca segitiga plastikKode 2 dan 4 sama-sama polietilena; bedanya hanya bentuk rantai (lurus atau bercabang). Kode 1, 2, dan 5 adalah "primadona" bank sampah karena mudah dilebur ulang. Kode 3 dan 6 adalah "anak bandel": sulit didaur ulang dan sebaiknya dihindari bila ada pilihan lain. Kode 7 artinya "tanyakan dulu jenisnya".
Plastik yang terbuang tidak benar-benar hilang. Sinar ultraviolet matahari memutus sebagian rantainya, ombak dan pasir menggerusnya, sehingga plastik pecah menjadi kepingan yang makin kecil. Kepingan berukuran kurang dari 5 mm disebut mikroplastik. Mikroplastik juga berasal langsung dari serat kain sintetis yang lepas saat dicuci dan dari ban kendaraan yang aus. Penelitian di perairan Indonesia telah menemukan mikroplastik pada ikan, kerang, dan garam laut.
Plastik tidak "hilang", melainkan pecah menjadi kepingan yang makin kecil. Batas mikroplastik adalah 5 mm.
Di banyak tempat, sampah plastik dibakar di halaman. Polimer hidrokarbon seperti PE terbakar menjadi \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{H2O}\), tetapi pembakaran di tumpukan sampah hampir selalu tidak sempurna: terbentuk karbon monoksida dan jelaga. PVC bahkan melepaskan gas hidrogen klorida dan dapat membentuk dioksin yang sangat beracun.
Setiap rumus monomer di sini mewakili satu unit ulang: PE, PS, PE yang terbakar tidak sempurna (kurang oksigen), dan PVC. Perhatikan hasil yang berbahaya: \(\ce{CO}\) pada persamaan ketiga dan \(\ce{HCl}\) pada persamaan keempat.
KeselamatanJangan membakar sampah plastik, terutama pipa, kabel, dan taplak PVC. Asapnya mengandung jelaga halus, karbon monoksida, hidrogen klorida, dan dioksin yang merusak paru-paru dan dapat memicu kanker. Pilah, kurangi, lalu setorkan ke bank sampah atau tempat pengumpulan resmi.
Kimia Nusantara · Dari singkong, rumput laut, sampai aspalIndonesia termasuk penghasil singkong dan rumput laut terbesar di dunia, dua bahan baku bioplastik. Pati singkong (tapioka) dapat dicetak menjadi kantong dan wadah yang mudah terurai, sedangkan karagenan dari rumput laut dapat dibuat menjadi kemasan tipis yang bahkan aman dimakan. Di sisi lain, ribuan bank sampah di kampung-kampung mengubah botol PET dan gelas PP menjadi tabungan warga. Sejak sekitar 2017, cacahan kantong plastik juga diuji sebagai campuran aspal plastik di sejumlah ruas jalan, dan lateks karet rakyat diuji untuk aspal karet. Beberapa daerah, misalnya Banjarmasin, Bogor, Bali, dan Jakarta, membatasi kantong plastik sekali pakai.
"Semua plastik bisa didaur ulang."
Hanya sebagian yang benar-benar didaur ulang. PET dan HDPE paling mudah; PVC, gabus PS, dan kemasan saset berlapis plastik-aluminium hampir mustahil diolah ulang. Plastik kotor dan tercampur juga sering berakhir di TPA.
"Plastik biodegradable pasti terurai dalam beberapa hari di mana saja."
PLA butuh kompos industri (±58 °C) untuk terurai cepat. Di laut atau tanah biasa ia bisa bertahan bertahun-tahun. Plastik "oxo" yang hanya mudah pecah justru menghasilkan lebih banyak mikroplastik.
"Polimer selalu buatan pabrik."
Pati, selulosa, protein, DNA, sutra, dan karet alam adalah polimer alam yang dibuat makhluk hidup jauh sebelum pabrik plastik pertama berdiri.
"Membakar sampah plastik membuatnya hilang tanpa sisa."
Massanya berubah menjadi gas dan jelaga yang kita hirup: \(\ce{CO2}\), \(\ce{CO}\), \(\ce{HCl}\) dari PVC, dan dioksin. Masalahnya hanya pindah dari tanah ke udara dan paru-paru.
Pecahan pipa bekas tersusun atas polimer adisi yang hanya mengandung C, H, dan Cl. Analisis unsur memberi 38,4% C, 4,8% H, dan 56,8% Cl (massa). Massa molar rata-ratanya 75.000 g/mol. Tentukan rumus empiris, monomer, dan derajat polimerisasinya, lalu jelaskan mengapa pipa itu tidak boleh dibakar. (Ar C = 12, H = 1, Cl = 35,5)
Bagi dengan 1,6: C : H : Cl \(= 2 : 3 : 1\). Rumus empiris \(\ce{C2H3Cl}\) (\(M_r\) 62,5).
Polimer adisi: unit ulang = monomer, yaitu \(\ce{CH2=CHCl}\) (vinil klorida). Polimernya PVC.
\(n = 75.000/62{,}5 = 1.200\).
Saat dibakar, klorin keluar sebagai gas HCl: \(\ce{2C2H3Cl + 5O2 -> 4CO2 + 2H2O + 2HCl}\), dan dapat terbentuk dioksin.
Polimernya PVC dengan \(n = 1.200\). Membakarnya melepaskan HCl yang korosif dan dioksin yang beracun.
35.6Material maju: lebih kuat dari baja, menyerap air, menghantarkan listrik
Kimiawan kini merancang polimer seperti arsitek merancang gedung: memilih monomer, bentuk rantai, dan ikatan silang untuk sifat yang diinginkan. Hasilnya adalah material yang dulu terdengar seperti sihir.
Serat karbon. Serat poliakrilonitril (PAN) dipanaskan perlahan di udara (±200–300 °C) agar rantainya membentuk cincin, lalu dipanaskan di atas 1.000 °C dalam gas tanpa oksigen. Atom H dan N terlepas, tersisa lembaran atom karbon mirip grafit yang tersusun sejajar sumbu serat. Serat karbon yang direkatkan resin (komposit) lebih kuat daripada baja tetapi kira-kira empat kali lebih ringan. Rangka raket bulu tangkis, sepeda balap, sayap pesawat, dan bilah turbin angin memakainya.
Polimer superabsorben. Natrium poliakrilat adalah rantai panjang yang penuh gugus \(\ce{-COO^-}\) dengan ion \(\ce{Na+}\), dan rantainya diikat silang secara jarang. Saat bertemu air, ion-ion menarik air masuk (seperti osmosis, Bab 24), rantai bermuatan negatif saling tolak sehingga jaringan mengembang, tetapi ikatan silang mencegahnya larut. Hasilnya gel yang mampu menahan ratusan kali massanya dalam air suling, dan puluhan kali dalam urine yang bergaram. Itulah rahasia popok bayi yang tetap kering.
Polimer konduktif. Plastik biasanya isolator listrik; itu sebabnya kabel dibungkus PVC. Namun poliasetilena, \(\ce{-[CH=CH]_{n}\bond{-}}\), memiliki ikatan tunggal dan rangkap berselang-seling (terkonjugasi) sepanjang rantai. Bila "didoping" dengan uap iodin (iodin), sebagian elektronnya ditarik keluar, dan muatan positif yang tertinggal dapat berpindah sepanjang rantai. Konduktivitasnya naik jutaan kali, mendekati logam.
Tamu dari masa laluSekitar 1967, seorang peneliti tamu di laboratorium Hideki Shirakawa di Tokyo tak sengaja memakai katalis seribu kali terlalu banyak dan memperoleh lapisan poliasetilena yang mengilap seperti perak. Bertahun-tahun kemudian, Shirakawa bekerja sama dengan Alan Heeger dan Alan MacDiarmid di Amerika. Pada 1977 mereka mendoping lapisan itu dengan iodin dan mendapati konduktivitasnya melonjak. Ketiganya meraih Nobel Kimia 2000 untuk penemuan polimer konduktif.
rompi antipeluru, sarung tangan tahan potong, tali kapal
KeselamatanButiran gel superabsorben (misalnya dari popok bekas atau mainan bola air yang bisa membesar) tidak boleh ditelan atau dimasukkan ke hidung dan telinga. Di dalam tubuh butiran itu terus mengembang dan dapat menyumbat saluran. Jauhkan dari jangkauan adik yang masih kecil.
Lanjut · IB & olimpiadeDoping: polimer yang dioksidasi
"Doping" pada poliasetilena sebenarnya reaksi redoks (Bab 29). Iodin mengoksidasi rantai dan berubah menjadi ion triiodida:
Muatan positif (disebut polaron) tidak terkunci pada satu atom, melainkan menyebar pada beberapa ikatan terkonjugasi dan dapat melompat sepanjang rantai bila diberi beda potensial. Semakin panjang konjugasinya, semakin kecil celah energi antara orbital terisi dan kosong. Prinsip yang sama membuat betakaroten wortel berwarna jingga.
Kimia di sekitarmu
🛞
Ban dan sandal jepit
Ban kendaraan adalah campuran karet alam dan karet sintetis yang divulkanisasi dan diperkuat jelaga karbon agar awet. Sandal jepit dibuat dari karet berbusa.
🛣️
Aspal plastik dan aspal karet
Cacahan kantong plastik dan lateks karet rakyat dicampurkan ke aspal di sejumlah ruas jalan agar jalan lebih awet sekaligus menyerap sampah dan hasil kebun.
♻️
Bank sampah
Warga menyetor botol PET, gelas PP, dan kardus yang sudah dipilah, lalu mendapat saldo rupiah. Plastik yang terpilah bersih jauh lebih mudah didaur ulang.
🧵
Tali rafia dan karung beras
Pita PP ditarik memanjang sehingga rantainya sejajar: sangat kuat bila ditarik searah, tetapi mudah disobek memanjang. Coba sendiri!
🍳
Wajan antilengket
Lapisan PTFE sangat licin karena "kulit" atom fluor membuat molekul lain sulit menempel. Jangan memanaskan wajan kosong terlalu lama dengan api besar.
👶
Popok bayi
Butiran natrium poliakrilat mengubah cairan menjadi gel, sehingga permukaan popok tetap terasa kering.
🏸
Raket bulu tangkis
Rangka raket modern dari komposit serat karbon: ringan untuk smes cepat, tetapi kaku dan kuat menahan tegangan senar.
Monomer polipropilena (PP) adalah …
etena
propana
propena
stirena
PP dibuat dari propena, \(\ce{CH2=CH-CH3}\). Propana tidak punya ikatan rangkap, sehingga tidak bisa mengalami polimerisasi adisi.
Manakah polimer yang terbentuk melalui polimerisasi kondensasi?
Nilon-6,6
PVC
Polistirena
PTFE
Nilon-6,6 terbentuk dari asam adipat dan diamina dengan melepas air. PVC, PS, dan PTFE adalah polimer adisi dari monomer ber-C=C.
Kantong dari pati singkong dan kantong polietilena dikubur di tanah lembap. Setelah sebulan, yang paling mungkin terjadi adalah …
keduanya masih utuh
keduanya hancur
kantong PE hancur lebih dulu karena lebih tipis
kantong pati mulai hancur, kantong PE tetap utuh
Mikroba tanah punya enzim pemutus ikatan glikosida pada pati, tetapi hampir tidak bisa memutus rantai C–C polietilena yang nonpolar.
36
Bab 36 · Kimia Karbon & Kehidupan
Biokimia: Molekul Kehidupan di Piring Sarapanmu
Nasi, tempe, dan telur di piringmu adalah tumpukan molekul raksasa yang menunggu dibongkar. Tubuhmu adalah pabrik kimia paling canggih di Bumi, dan pekerjanya bernama enzim.
Setelah bab ini, kamu bisa
mengelompokkan karbohidrat (mono-, di-, polisakarida), menjelaskan ikatan glikosidik, dan mengujinya dengan iodin dan Benedict;
menjelaskan asam amino, ikatan peptida, empat tingkat struktur protein, denaturasi, dan uji biuret;
membedakan lemak jenuh, tak jenuh cis, dan trans, lalu menghitung energi makanan (4/4/9 kkal per gram);
menjelaskan kerja enzim (model gembok–kunci dan induced fit) serta pengaruh suhu dan pH;
menjelaskan pasangan basa DNA, peran ATP, dan kimia fermentasi Nusantara (tempe, tapai, kecap).
Sarapan Penuh Reaksi Komik · 4 panel
Pagi hari, warung nasi uduk dekat sekolah
BimaNasi uduk, tempe goreng, telur balado! Ini sarapan, Kak, bukan pelajaran kimia.
LarasJustru ini kimia semua, Bim! Nasi itu pati, tempe kaya protein, minyak gorengnya lemak. Semuanya molekul raksasa dari C, H, O, dan N.
KRAUK!
Kak TirtaSetiap suap adalah reaksi kimia yang menunggu. Begitu kamu mengunyah, enzim di ludahmu langsung memotong rantai pati!
Kimo ikut sarapan…
KimoCoba kunyah nasi putih tawar satu–dua menit tanpa ditelan. Lama-lama terasa manis, lho!
BimaJadi mulutku… laboratorium?
Kamu mengunyah sesuap nasi putih tawar selama dua menit tanpa menelannya. Apa yang terjadi pada rasanya?
Tetap tawar, karena nasi sama sekali tidak mengandung gula.
Makin asin, karena ludah mengandung banyak garam.
Lama-lama terasa agak manis, karena ludah memecah pati menjadi gula.
Menjadi pahit, karena pati mulai membusuk di mulut.
Jawabannya: terasa agak manis. Pati adalah rantai panjang ribuan unit glukosa yang terlalu besar untuk dikecap lidah. Ludah mengandung enzim amilase yang memotong rantai itu menjadi potongan kecil, terutama maltosa (dua unit glukosa), yang terasa manis. Jadi kamu baru saja melakukan reaksi hidrolisis di mulutmu sendiri!
36.1Karbohidrat: dari gula sampai serat
Hampir semua molekul di tubuhmu tersusun dari segelintir unsur: C, H, O, N, ditambah sedikit S dan P. Ilmu yang mempelajari reaksi kimia di dalam makhluk hidup disebut biokimia. Kita mulai dari zat yang paling banyak kamu makan: karbohidrat.
Nama "karbohidrat" berarti hidrat karbon, karena rumusnya sering cocok dengan pola \(\ce{C_n(H2O)_m}\). Glukosa, \(\ce{C6H12O6}\), bisa ditulis \(\ce{C6(H2O)6}\). Namun hati-hati: tidak ada molekul air yang menempel di dalamnya. Atom H dan O tersebar sebagai gugus \(\ce{-OH}\) dan gugus karbonil \(\ce{C=O}\).
Bayangkan manik-manik. Satu manik adalah gula sederhana, misalnya glukosa. Dua manik yang disambung adalah gula pasir. Ribuan manik yang dirangkai menjadi kalung panjang adalah pati di dalam nasi dan singkong. Kalung yang dirangkai dengan cara berbeda menjadi serat yang membuat batang tanaman kokoh.
Definisi · KarbohidratKarbohidrat adalah senyawa polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton (banyak gugus \(\ce{-OH}\) plus satu gugus karbonil), serta senyawa yang menghasilkan zat itu bila dihidrolisis. Berdasarkan jumlah unitnya:
monosakarida: satu unit gula (glukosa, fruktosa, galaktosa);
disakarida: dua unit gula yang dihubungkan ikatan glikosidik (sukrosa, laktosa, maltosa);
polisakarida: ratusan sampai ribuan unit gula (amilum, glikogen, selulosa).
Golongan
Contoh
Tersusun dari
Ada di
Uji Benedict
Monosakarida
Glukosa
\(\ce{C6H12O6}\) (aldosa)
darah, madu, buah
+ merah bata
Fruktosa
\(\ce{C6H12O6}\) (ketosa)
madu, buah, nira
+
Galaktosa
\(\ce{C6H12O6}\) (aldosa)
bagian dari laktosa
+
Disakarida \(\ce{C12H22O11}\)
Sukrosa
glukosa + fruktosa
gula pasir (tebu), gula aren
− (tetap biru)
Laktosa
galaktosa + glukosa
susu
+
Maltosa
glukosa + glukosa
kecambah, hasil cerna pati
+
Polisakarida
Amilum (pati)
α-glukosa, ikatan α(1→4) dan α(1→6)
nasi, singkong, sagu, jagung
− (uji iodin: biru-hitam)
Glikogen
α-glukosa, sangat bercabang
hati dan otot
−
Selulosa
β-glukosa, ikatan β(1→4)
serat sayur, kapas, kertas
−
Hitung atom karbon di cincin glukosa (cincin enam: 5 C + 1 O) dan fruktosa (cincin lima: 4 C + 1 O). Lalu buka sukrosa: temukan atom O yang menjembatani kedua cincin. Itulah ikatan glikosidik! Ketuk dua atom untuk mengukur panjang ikatan C–O (±1,43 Å).
Glukosa di dalam air sebagian besar berbentuk cincin. Saat cincin menutup, gugus \(\ce{-OH}\) pada atom karbon nomor 1 (C1) bisa mengarah ke bawah bidang cincin (α-glukosa) atau ke atas (β-glukosa). Perbedaan kecil ini menentukan nasib makanan: pati tersusun dari α-glukosa sehingga rantainya melingkar seperti per dan mudah dicerna, sedangkan selulosa tersusun dari β-glukosa sehingga rantainya lurus, saling mengunci dengan ikatan hidrogen, dan tidak bisa dicerna manusia.
Dua molekul α-glukosa (proyeksi Haworth; atom C cincin tidak ditulis). Perhatikan gugus \(\ce{-OH}\) pada C1 molekul kiri dan pada C4 molekul kanan.
Atom H dari \(\ce{-OH}\) di C1 glukosa pertama dan gugus \(\ce{-OH}\) di C4 glukosa kedua akan dilepas.
Keduanya bergabung menjadi satu molekul air. Reaksi yang melepas molekul kecil seperti ini disebut kondensasi.
Atom O yang tersisa kini menjembatani C1 dan C4: terbentuk ikatan glikosidik \(\ce{C-O-C}\).
Hasilnya maltosa, \(\ce{C12H22O11}\). Ulangi ribuan kali dan jadilah amilum. Kebalikannya, hidrolisis (penambahan air), terjadi saat kamu mencerna nasi.
Saat mencerna nasi, enzim memutus ikatan glikosidik dengan bantuan air:
Glukosa inilah yang dibawa darah ke seluruh sel sebagai bahan bakar. Kelebihannya disimpan di hati dan otot sebagai glikogen, "pati hewan" yang lebih bercabang.
Dua uji karbohidrat yang wajib kamu kenal
Uji iodin (amilum). Larutan iodin berwarna kuning-cokelat. Amilosa dalam pati membentuk heliks, dan ion poliiodida (misalnya \(\ce{I3-}\) dan \(\ce{I5-}\)) menyusup ke dalam heliks itu. Kompleks yang terbentuk menyerap kuat cahaya jingga dan merah sehingga tampak biru-hitam. Gula sederhana tidak punya heliks, jadi warnanya tetap kuning-cokelat.
Uji Benedict (gula pereduksi). Pereaksi Benedict berwarna biru karena mengandung ion \(\ce{Cu^2+}\). Gula yang punya gugus aldehida bebas (atau bisa membentuknya) disebut gula pereduksi. Saat dipanaskan, gula ini mereduksi \(\ce{Cu^2+}\) menjadi endapan tembaga(I) oksida, \(\ce{Cu2O}\), yang berwarna merah bata:
Trik Kak TirtaWarna Benedict itu seperti lampu lalu lintas yang kebablasan: biru → hijau → kuning → jingga → merah bata. Makin ke kanan, makin banyak gula pereduksinya. Untuk golongan: mono = satu, di = dua, poli = banyak, seperti monorel, dwiwarna, dan poligon.
Awas jebakanGula pasir (sukrosa) bukan gula pereduksi, padahal rasanya manis! Pada sukrosa, C1 glukosa dan C2 fruktosa sama-sama "terkunci" dalam ikatan glikosidik, sehingga tidak ada gugus aldehida bebas untuk mereduksi \(\ce{Cu^2+}\). Uji Benedict-nya tetap biru. Setelah dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa, barulah hasilnya merah bata.
Tamu dari masa laluKimiawan Jerman Emil Fischer menghabiskan bertahun-tahun di akhir abad ke-19 untuk memecahkan teka-teki gula: glukosa, fruktosa, dan mannosa ternyata sama-sama \(\ce{C6H12O6}\) tetapi susunan atomnya berbeda. Ia meraih Nobel Kimia 1902. Cara menggambar gula yang ia ciptakan, proyeksi Fischer, masih dipakai sampai sekarang.
Lanjut · IB & olimpiadeAnomer dan mutarotasi
Bentuk rantai terbuka glukosa punya gugus aldehida di C1. Gugus \(\ce{-OH}\) di C5 menyerang karbonil itu dan membentuk hemiasetal siklik. C1 menjadi pusat kiral baru yang disebut karbon anomerik, sehingga ada dua anomer: α dan β.
Di dalam air, kedua anomer terus saling berubah melalui bentuk rantai terbuka (mutarotasi). Pada kesetimbangan, glukosa berisi ±36% α, ±64% β, dan kurang dari 0,1% bentuk rantai terbuka. β lebih banyak karena semua substituen besarnya berada pada posisi ekuatorial yang lebih longgar pada konformasi kursi.
Gula pereduksi = gula yang punya hemiasetal (atau hemiketal) bebas. Fruktosa adalah ketosa, tetapi dalam suasana basa pereaksi Benedict ia berubah sebagian menjadi aldosa melalui zat antara enediol, sehingga tetap positif.
36.2Protein: kalung dari 20 jenis manik
Ototmu, rambutmu, kuku, hemoglobin di darah, antibodi, dan hampir semua enzim adalah protein. Protein adalah polimer yang monomernya asam amino. Setiap asam amino punya kerangka yang sama, yaitu atom karbon pusat (C-α) yang mengikat gugus amina \(\ce{NH2}\), gugus karboksil \(\ce{COOH}\), satu atom H, dan satu gugus samping R yang berbeda-beda.
\[ \ce{H2N-CH(R)-COOH} \]
Bayangkan kamu punya manik-manik dari 20 warna berbeda. Dengan merangkai ratusan manik dalam urutan tertentu, kamu bisa membuat kalung yang tak terhitung jenisnya. Begitulah tubuhmu membuat puluhan ribu jenis protein hanya dari 20 jenis asam amino.
Definisi · Asam amino dan ikatan peptidaAsam amino adalah senyawa yang memiliki gugus amina dan gugus karboksil pada atom karbon yang sama (C-α). Protein tubuh disusun dari 20 jenis asam amino; 9 di antaranya adalah asam amino esensial yang harus didapat dari makanan. Gugus karboksil satu asam amino dan gugus amina asam amino berikutnya bergabung melalui kondensasi membentuk ikatan peptida \(\ce{-CO-NH-}\) sambil melepas satu molekul air.
Temukan kerangka yang sama pada keempat molekul: N–C-α–C(=O)–O. Lalu bandingkan gugus R-nya: glisin hanya punya H, alanin \(\ce{CH3}\), sistein \(\ce{CH2SH}\) (atom S kuning!), triptofan sebuah cincin ganda besar. Glisin adalah satu-satunya yang tidak kiral. Mengapa?
Dua asam amino: glisin (R = H) dan alanin (R = \(\ce{CH3}\)). Masing-masing punya gugus amina (N biru) dan gugus karboksil.
Gugus \(\ce{-OH}\) dari karboksil glisin dan satu atom H dari gugus amina alanin akan dilepas.
\(\ce{-OH}\) dan H bergabung menjadi air: reaksi kondensasi, sama seperti pembentukan maltosa.
Atom C karbonil glisin kini berikatan langsung dengan atom N alanin.
Ikatan \(\ce{-CO-NH-}\) inilah ikatan peptida. Dipeptida Gly-Ala masih punya ujung-N dan ujung-C bebas, jadi rantainya bisa terus memanjang.
Setiap ikatan peptida melepas satu molekul air. Rantai berisi \(n\) asam amino punya \(n - 1\) ikatan peptida, jadi massanya adalah jumlah massa asam amino dikurangi \((n - 1)\) kali massa air.
Glutation adalah tripeptida antioksidan di dalam sel, tersusun dari asam glutamat (Mr 147), sistein (Mr 121), dan glisin (Mr 75). Hitung Mr glutation.
Tiga asam amino membentuk \(3 - 1 = 2\) ikatan peptida, jadi 2 molekul air dilepas.
Jumlah massa asam amino: \(147 + 121 + 75 = 343\).
Rantai asam amino tidak dibiarkan lurus. Ia melipat menjadi bentuk tiga dimensi yang khas, dan bentuk itulah yang menentukan fungsinya.
Struktur primer menentukan cara rantai melipat. Hemoglobin terdiri atas empat rantai (2 α dan 2 β), masing-masing membawa satu gugus heme berisi ion besi.
Tingkat
Apa itu?
Dijaga oleh
Primer
urutan asam amino dalam rantai
ikatan peptida (kovalen)
Sekunder
heliks-α dan lembaran-β
ikatan hidrogen antara \(\ce{C=O}\) dan \(\ce{N-H}\) tulang punggung
Denaturasi adalah rusaknya struktur sekunder, tersier, dan kuarterner protein sehingga bentuknya terurai dan fungsinya hilang. Pemicunya: panas, asam atau basa kuat, alkohol, garam logam berat, bahkan kocokan kuat. Putih telur yang bening menjadi putih padat saat digoreng adalah denaturasi yang bisa kamu lihat. Di Maluku Utara ada gohu ikan, ikan tuna mentah yang "dimatangkan" dengan perasan jeruk: asam sitrat mendenaturasi protein ikan sehingga dagingnya memutih tanpa api.
Uji biuret (protein). Pereaksi biuret adalah larutan basa (NaOH) dengan sedikit \(\ce{CuSO4}\), berwarna biru muda. Ion \(\ce{Cu^2+}\) membentuk kompleks dengan atom N dari ikatan peptida dan warnanya berubah menjadi ungu (violet). Uji ini tidak perlu dipanaskan.
Awas jebakanDenaturasi tidak memutus ikatan peptida. Urutan asam amino (struktur primer) tetap utuh; yang rusak hanya lipatannya, seperti tali yang kusut terurai tetapi tidak putus. Itu sebabnya telur matang masih bergizi, dan malah lebih mudah dicerna karena rantainya sudah terbuka.
Kimia Nusantara · Rendang dan reaksi MaillardMengapa rendang berwarna cokelat gelap dan harum? Selama berjam-jam dimasak, santan menguap airnya dan suhu minyak naik jauh di atas 100 °C. Pada suhu itu terjadi reaksi Maillard: gugus karbonil gula pereduksi bereaksi dengan gugus amina asam amino dan protein daging. Hasilnya ratusan senyawa aroma (seperti pirazina dan furan) dan pigmen cokelat yang disebut melanoidin. Reaksi yang sama memberi warna pada kerak nasi, roti panggang, kopi sangrai, dan kecap manis. Kimiawan Prancis Louis-Camille Maillard menelitinya pada 1912; para juru masak Minang sudah "menguasainya" jauh sebelum itu.
"Telur yang dimasak sampai matang kehilangan proteinnya."
Memasak hanya mendenaturasi protein; ikatan peptidanya tetap utuh, jadi jumlah proteinnya sama. Protein telur matang justru lebih mudah dipotong enzim pencernaan.
"Protein hanya ada di daging."
Tempe, tahu, kacang-kacangan, dan ikan teri adalah sumber protein yang sangat baik. Tempe berisi sekitar 19 g protein per 100 g, hampir setara daging ayam yang jauh lebih mahal.
Lanjut · IB & olimpiadeIon zwiter dan titik isoelektrik
Dalam padatan dan larutan netral, asam amino tidak berbentuk \(\ce{H2N-CHR-COOH}\), melainkan ion zwiter \(\ce{H3N^{+}-CHR-COO^{-}}\): proton dari gugus karboksil pindah ke gugus amina. Itulah sebabnya asam amino bertitik leleh tinggi (glisin terurai ±233 °C) dan larut baik dalam air, mirip garam.
Pada pH rendah, bentuk dominannya kation \(\ce{H3N^{+}-CHR-COOH}\); pada pH tinggi, anion \(\ce{H2N-CHR-COO^{-}}\). pH saat muatan bersihnya nol disebut titik isoelektrik (pI). Untuk glisin, \(\mathrm{pI} = \tfrac{1}{2}(\mathrm{p}K_{a1} + \mathrm{p}K_{a2}) = \tfrac{1}{2}(2{,}34 + 9{,}60) = 5{,}97\). Pada pI, protein paling sukar larut, prinsip di balik penggumpalan kasein susu saat dibuat dadih atau keju.
Ikatan peptida bersifat planar karena pasangan elektron bebas N berdelokalisasi ke C=O (karakter ikatan rangkap parsial, C–N ±1,33 Å). Satu catatan untuk olimpiade: uji biuret butuh minimal dua ikatan peptida, jadi asam amino bebas dan dipeptida memberi hasil negatif.
36.3Lipid: lemak, minyak, dan sabun
Lipid adalah kelompok biomolekul yang sukar larut dalam air tetapi larut dalam pelarut nonpolar. Anggotanya beragam: lemak dan minyak, fosfolipid penyusun membran sel, lilin, dan steroid seperti kolesterol. Lemak dan minyak di dapurmu sebagian besar berupa trigliserida, yaitu ester dari satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak:
Gugus R adalah rantai hidrokarbon panjang (umumnya 12–22 atom C). Bentuk rantai inilah yang membedakan mentega yang padat dari minyak goreng yang cair.
Definisi · Asam lemak jenuh, tak jenuh, dan trans
Asam lemak jenuh: semua ikatan C–C tunggal; rantainya lurus dan bisa tersusun rapat. Contoh: asam palmitat (16 C), asam stearat (18 C), asam laurat (12 C).
Asam lemak tak jenuh: punya satu atau lebih ikatan rangkap \(\ce{C=C}\). Di alam, ikatan rangkapnya hampir selalu berbentuk cis sehingga rantai bengkok ±30°. Contoh: asam oleat (1 ikatan rangkap), asam linoleat (2).
Lemak trans: asam lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap trans; rantainya hampir lurus seperti lemak jenuh. Terbentuk terutama saat minyak dihidrogenasi sebagian di pabrik.
Rantai lurus (jenuh dan trans) berjajar rapat sehingga gaya London antarrantai kuat dan titik lelehnya tinggi. Tekukan cis membuat rantai renggang, gaya antarmolekul lemah, dan minyak tetap cair.
Bandingkan asam palmitat yang lurus dengan asam oleat yang bengkok tepat di ikatan rangkapnya. Lalu lihat versi mininya: cis-2-butena (bengkok) dan trans-2-butena (lurus). Ganti ke model isi ruang: mana yang lebih mudah ditumpuk rapat? Terakhir, gliserol (tulang punggung trigliserida) dan kolesterol (empat cincin menyatu).
Lemak/minyak
Asam lemak jenuh
Tak jenuh tunggal
Tak jenuh ganda
Wujud pada ±27 °C
Minyak kelapa
±90% (terutama laurat)
±7%
±2%
cair, membeku di bawah ±24 °C
Minyak sawit
±50% (terutama palmitat)
±40% (oleat)
±10%
cair–semipadat
Mentega
±65%
±28%
±4%
padat lunak
Minyak kedelai
±15%
±23%
±58%
cair
Kimia Nusantara · Negeri sawit dan kelapaIndonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Buah sawit menghasilkan dua minyak berbeda: minyak dari daging buah (kaya palmitat dan oleat) dan minyak inti sawit (kaya laurat, mirip minyak kelapa). Minyak sawit mentah berwarna jingga kemerahan karena kaya β-karoten, bahan baku vitamin A. Di dapur Indonesia, minyak goreng sawit yang disimpan di tempat sejuk kadang tampak keruh atau berbutir: itu trigliserida jenuh yang mulai membeku, bukan tanda minyak rusak.
Mengapa lemak "menggemukkan"? Rantai hidrokarbon kaya ikatan C–H dan miskin oksigen, sehingga saat dioksidasi di sel ia melepas energi jauh lebih banyak per gram daripada karbohidrat yang sudah setengah teroksidasi (banyak gugus \(\ce{-OH}\)). Ahli gizi memakai angka Atwater: karbohidrat dan protein ±4 kkal/g, lemak ±9 kkal/g (1 kkal = 4,184 kJ).
Sepotong tempe goreng mengandung 10 g protein, 9 g lemak (termasuk minyak yang terserap), dan 6 g karbohidrat. Berapa kkal energinya?
±145 kkal (±607 kJ). Lebih dari separuhnya berasal dari lemak, padahal massa lemaknya lebih kecil daripada protein. Itulah kekuatan angka 9!
Trigliserida juga bahan baku sabun. Jika dipanaskan dengan basa kuat, ikatan esternya terhidrolisis (penyabunan atau saponifikasi) menjadi gliserol dan garam asam lemak, yaitu sabun:
Ujung \(\ce{-COO^{-}}\) sabun suka air, ekornya yang panjang suka minyak. Ribuan molekul sabun mengepung tetes minyak membentuk misel, lalu terbawa air bilasan (ingat koloid di Bab 25).
KeselamatanJangan membuat sabun sendiri dengan soda api (NaOH) di rumah tanpa pengawasan guru. Soda api sangat korosif: dapat membakar kulit dan membutakan mata, dan pelarutannya melepas panas hebat. Di laboratorium, pakai kacamata pelindung dan sarung tangan.
"Semua lemak itu jahat dan harus dihindari."
Tubuh butuh lemak untuk membran sel, hormon, dan menyerap vitamin A, D, E, K. Yang perlu dibatasi adalah lemak trans dan kelebihan lemak jenuh, bukan semua lemak.
"Minyak goreng berlabel 'nonkolesterol' lebih sehat daripada minyak nabati lain."
Kolesterol hanya dibuat oleh hewan. Semua minyak dari tumbuhan (sawit, kelapa, kedelai) memang tidak mengandung kolesterol, jadi label itu tidak membedakan apa-apa.
Saatnya jadi detektif gizi
Kamu sudah mengenal empat uji: iodin untuk amilum, Benedict untuk gula pereduksi, biuret untuk protein, dan noda pada kertas untuk lemak (lemak membuat kertas tembus cahaya dan nodanya tidak hilang setelah kering). Sekarang ujilah bahan pangan di laboratorium virtual ini.
Pilih sampel (atau ketuk barisnya di tabel), lalu ketuk botol pereaksi untuk meneteskannya. Uji Benedict harus dipanaskan di penangas air dulu! Isi seluruh tabel. Tantangan: sampel mana yang manis tetapi Benedict-nya negatif? Sampel mana yang positif pada tiga uji sekaligus?
36.4Enzim: katalis kehidupan
Laras membuat dua mangkuk jeli dari gelatin. Mangkuk A diberi potongan nanas segar, mangkuk B diberi nanas yang sudah direbus 5 menit. Setelah semalam di kulkas, apa yang terjadi?
Keduanya mengeras sama baiknya.
A mengeras, B tetap cair karena nanas rebus lebih berair.
A tetap lembek dan berair, B mengeras.
Keduanya tetap cair karena nanas terlalu asam.
Jawabannya: A lembek, B mengeras. Gelatin adalah protein. Nanas segar mengandung enzim bromelain yang memotong rantai protein gelatin sehingga jaringannya tidak bisa terbentuk. Perebusan merusak bentuk bromelain (denaturasi), jadi nanas rebus atau nanas kaleng tidak lagi "memakan" gelatin. Asamnya sama saja; yang berbeda adalah enzimnya.
Di laboratorium, memecah protein menjadi asam amino butuh asam klorida 6 M dan pemanasan ±110 °C selama sehari. Di ususmu, pekerjaan yang sama selesai dalam beberapa jam pada 37 °C dan pH hampir netral. Rahasianya adalah enzim.
Enzim seperti tukang potong yang sangat cekatan dan sangat pemilih. Setiap enzim hanya mau memotong satu jenis "barang". Amilase hanya memotong pati, laktase hanya memotong gula susu. Enzim tidak ikut habis: setelah selesai memotong, ia siap bekerja lagi, ribuan kali per detik.
Definisi · EnzimEnzim adalah katalis biologis, hampir selalu berupa protein, yang mempercepat reaksi di makhluk hidup dengan menurunkan energi aktivasi (Bab 21) tanpa ikut habis bereaksi. Zat yang diubah enzim disebut substrat. Substrat terikat pada bagian kecil enzim yang bentuknya khas, yaitu situs aktif, membentuk kompleks enzim–substrat:
\[ \ce{E + S <=> ES -> E + P} \]
Kedua model sama-sama menjelaskan mengapa enzim sangat spesifik. Model induced fit lebih sesuai data modern: situs aktif lentur dan "merapat" sehingga ikatan dalam substrat tertekan dan lebih mudah putus.
Tamu dari masa laluLagi-lagi Emil Fischer: pada 1894 ia mengusulkan bahwa enzim dan substratnya cocok "seperti gembok dan kunci". Tetapi apakah enzim itu protein? Banyak ilmuwan meragukannya, sampai James Sumner (AS) berhasil mengkristalkan enzim urease dari kacang koro pada 1926 dan membuktikan bahwa kristal itu protein. Ia meraih Nobel Kimia 1946. Pada 1958, Daniel Koshland menyempurnakan gagasan Fischer dengan model induced fit.
Aturan · Faktor yang memengaruhi kerja enzim
Suhu. Laju naik seiring suhu (tumbukan makin sering dan bertenaga) sampai suhu optimum. Di atasnya, enzim terdenaturasi dan laju anjlok tajam.
pH. Setiap enzim punya pH optimum. pH yang jauh dari optimum mengubah muatan gugus R di situs aktif sehingga bentuknya berubah.
Konsentrasi substrat. Laju naik, lalu mendatar saat semua situs aktif sudah sibuk (jenuh).
Konsentrasi enzim dan inhibitor (zat penghambat, misalnya beberapa obat dan racun).
Enzim
Sumber
Substrat → hasil
pH optimum
Suhu optimum
Amilase ludah
kelenjar ludah
pati → maltosa
±6,8
±37 °C
Pepsin
lambung
protein → peptida
±2
±37 °C
Tripsin
pankreas (usus halus)
protein → peptida
±8
±37 °C
Papain
getah pepaya
protein → peptida
±6–7
±60–70 °C
Bromelain
buah dan batang nanas
protein → peptida
±6–7
±50–60 °C
Katalase
hati, kentang
\(\ce{2H2O2 -> 2H2O + O2}\)
±7
±37 °C
Trik Kak TirtaNama enzim hampir selalu berakhiran -ase dan menyebut substratnya: amilase memecah amilum, lipase memecah lipid, laktase memecah laktosa, protease memecah protein. Kalau ketemu nama aneh seperti "ure-ase", tebak saja: pemecah urea. Biasanya benar!
Pilih enzim, lalu geser suhu dan pH (atau ketuk langsung grafiknya). Kapan potongan substrat paling banyak dihasilkan? Coba panaskan amilase sampai 70 °C, lalu dinginkan lagi ke 37 °C. Apakah lajunya kembali? Tekan 📌 untuk mencatat titik data dan bandingkan enzim pepaya dengan enzim bakteri sumber air panas.
Awas jebakanEnzim tidak "mati" saat dipanaskan, karena enzim memang bukan makhluk hidup; ia hanya molekul protein. Yang terjadi adalah denaturasi: ikatan hidrogen dan interaksi lain yang menjaga lipatannya putus, bentuk situs aktif rusak, dan substrat tidak bisa lagi "masuk". Pada banyak enzim kerusakan ini permanen, jadi mendinginkannya kembali tidak memulihkan aktivitasnya. Di bawah suhu optimum, enzim tidak rusak, hanya lambat.
Bima mencampur larutan pati dengan ekstrak ludah pada berbagai suhu. Setiap 10 detik ia meneteskan sedikit campuran ke iodin, sampai warna biru-hitam tidak muncul lagi. Waktunya: 20 °C → 240 s; 30 °C → 120 s; 37 °C → 60 s; 45 °C → 90 s; 60 °C → tidak pernah hilang. Tentukan laju relatif (1000/t) dan suhu optimumnya.
Laju berbanding terbalik dengan waktu: 20 °C → 4,2; 30 °C → 8,3; 37 °C → 16,7; 45 °C → 11,1 (satuan s⁻¹ × 10⁻³).
Laju tertinggi pada 37 °C, jadi suhu optimum ±37 °C (antara 30 dan 45 °C).
Pada 60 °C pati tidak pernah habis: amilase sudah terdenaturasi sehingga lajunya praktis nol.
Suhu optimum amilase ludah ±37 °C, sama dengan suhu tubuh. Kenaikan 20 → 30 °C hampir menggandakan laju, tetapi di atas optimum laju jatuh jauh lebih tajam.
Bagaimana jika suhu dan pH sudah optimum, tetapi substrat terus ditambah? Laju tidak naik tanpa batas. Bayangkan loket karcis: jika semua petugas sudah sibuk, menambah antrean tidak mempercepat pelayanan. Grafik di bawah menunjukkan kejenuhan itu.
Seret titik jingga ke kanan. Pada [S] kecil, laju naik hampir lurus; pada [S] besar, kurva mendatar mendekati Vmaks. Perkecil Km: enzim yang lebih "lengket" pada substratnya cepat jenuh.
Kimia Nusantara · Pelunak daging dari kebunIbu-ibu di banyak daerah membungkus daging dengan daun pepaya atau mengolesinya dengan parutan nanas sebelum dimasak. Getah pepaya mengandung papain dan nanas mengandung bromelain. Keduanya protease yang memotong serat protein otot dan kolagen sehingga daging lebih empuk. Papain cukup tahan panas (optimum ±65 °C), jadi ia tetap bekerja di awal pemasakan. Jangan terlalu lama: daging yang dibiarkan semalaman dengan nanas bisa menjadi lembek seperti bubur!
Lanjut · IB & olimpiadePersamaan Michaelis–Menten
Untuk mekanisme \(\ce{E + S <=> ES -> E + P}\) dengan anggapan keadaan tunak ([ES] tetap), laju awal adalah
\(K_M\) adalah konsentrasi substrat saat \(v = \tfrac{1}{2}V_{\max}\); makin kecil \(K_M\), makin besar afinitas enzim terhadap substrat. Pada \([S] \ll K_M\) reaksi orde satu terhadap S; pada \([S] \gg K_M\) orde nol. \(k_{\text{cat}}\) (bilangan pergantian) bisa sangat besar: satu molekul katalase mengurai jutaan molekul \(\ce{H2O2}\) per detik. Kebalikan persamaan ini, \(\tfrac{1}{v} = \tfrac{K_M}{V_{\max}}\cdot\tfrac{1}{[S]} + \tfrac{1}{V_{\max}}\), memberi garis lurus (plot Lineweaver–Burk) yang dipakai untuk membedakan jenis inhibitor.
36.5Asam nukleat: DNA, RNA, dan kode kehidupan
Resep untuk membuat semua proteinmu tersimpan dalam molekul raksasa bernama DNA (asam deoksiribonukleat). Jika DNA dari satu sel tubuhmu direntangkan, panjangnya sekitar 2 meter, padahal semuanya dilipat di dalam inti sel yang ukurannya hanya beberapa mikrometer!
DNA bentuknya seperti tangga tali yang dipilin. Kedua tiang tangganya terbuat dari gula dan fosfat. Anak tangganya adalah pasangan "huruf" kimia: A selalu bergandengan dengan T, dan G selalu bergandengan dengan C. Urutan huruf-huruf itulah resep kehidupan.
Definisi · Nukleotida dan asam nukleatNukleotida adalah monomer asam nukleat, tersusun atas tiga bagian: gula pentosa (deoksiribosa pada DNA, ribosa pada RNA), gugus fosfat, dan basa nitrogen. Basa DNA ada empat: adenin (A) dan guanin (G) yang berupa purin (dua cincin), serta timin (T) dan sitosin (C) yang berupa pirimidin (satu cincin). Pada RNA, timin diganti urasil (U). Nukleotida saling terhubung lewat ikatan fosfodiester membentuk rantai asam nukleat.
Dua untai DNA berjalan berlawanan arah (antiparalel, 5′→3′ dan 3′→5′). Purin selalu berhadapan dengan pirimidin, sehingga lebar "tangga" tetap ±2 nm di sepanjang molekul.
Aturan · Pasangan basa komplementer (Watson–Crick)A berpasangan dengan T melalui dua ikatan hidrogen; G berpasangan dengan C melalui tiga ikatan hidrogen. Akibatnya, dalam DNA beruntai ganda berlaku aturan Chargaff:
\[ \%A = \%T \qquad \%G = \%C \qquad \%A + \%G = 50\% \]
Mulai dari pasangan A–T: ketuk atom N4 (adenin) lalu N18 (timin), kemudian N5 dan O16. Keduanya berjarak ±2,9 Å: itulah dua ikatan hidrogen. Ganti ke pasangan G–C dan ukur O1–N19, N3–N18, N6–O17: ada tiga! Lalu bandingkan basa-basa tunggalnya. Apa beda timin dan urasil?
Sepotong DNA beruntai ganda terdiri atas 100 pasang basa dan mengandung 30% adenin (dari semua basa). Berapa jumlah ikatan hidrogen antarbasanya?
Jumlah basa = \(2 \times 100 = 200\). Adenin = 30% × 200 = 60, maka timin juga 60.
Guanin + sitosin = 200 − 120 = 80, jadi G = C = 40.
Total 240 ikatan hidrogen. DNA yang kaya G–C lebih sukar "dibuka" (dipisahkan untainya) daripada DNA yang kaya A–T.
RNA (asam ribonukleat) berbeda dari DNA dalam tiga hal: gulanya ribosa (punya \(\ce{-OH}\) tambahan di C2′), basanya urasil menggantikan timin, dan umumnya beruntai tunggal. RNA membawa salinan resep dari DNA ke ribosom, "dapur" sel tempat asam amino dirangkai menjadi protein sesuai urutan basa: setiap tiga basa (kodon) menyandi satu asam amino.
Tamu dari masa laluPada 1950, Erwin Chargaff menemukan bahwa jumlah A selalu sama dengan T, dan G sama dengan C. Pada 1952, Rosalind Franklin dan mahasiswanya Raymond Gosling memotret DNA dengan sinar-X; "Foto 51" mereka menunjukkan pola heliks yang jelas. Memakai data itu, James Watson dan Francis Crick membangun model heliks ganda pada 1953. Watson, Crick, dan Maurice Wilkins meraih Nobel 1962. Franklin telah wafat pada 1958, dan sumbangannya yang sangat penting kini diakui luas.
Lanjut · IB & olimpiadeMencairkan DNA dan mesin fotokopi gen
Jika dipanaskan, untai ganda DNA terpisah ("meleleh"). Suhu saat separuh DNA telah terpisah disebut \(T_m\). DNA kaya G–C punya \(T_m\) lebih tinggi karena tiap pasangan G–C punya tiga ikatan hidrogen, dan susunan bertumpuk basa G–C juga lebih stabil.
Teknik PCR (reaksi berantai polimerase) memanfaatkan hal ini: DNA dipanaskan ±95 °C agar untainya terpisah, didinginkan ±55 °C agar primer menempel, lalu ±72 °C agar enzim DNA polimerase menyalin untai baru. Enzim biasa akan terdenaturasi pada 95 °C, jadi dipakai polimerase dari bakteri sumber air panas (Thermus aquaticus), yang strukturnya tetap kokoh pada suhu itu. Setiap siklus menggandakan jumlah DNA: 30 siklus memberi \(2^{30} \approx 10^9\) salinan.
36.6Fermentasi Nusantara dan energi sel
Semua energi di piringmu berasal dari Matahari. Tumbuhan menangkapnya lewat fotosintesis, lalu sel-selmu melepaskannya kembali lewat respirasi. Kedua reaksi ini saling berkebalikan:
Energi respirasi tidak dilepas sekaligus seperti api, tetapi dicicil lewat puluhan langkah enzim dan disimpan dalam molekul ATP (adenosin trifosfat), "mata uang energi" sel. Saat ATP dihidrolisis menjadi ADP dan fosfat, energi dilepas untuk kontraksi otot, mengirim sinyal saraf, dan membangun protein.
Temukan tiga bagian ATP: basa adenin (cincin ganda dengan banyak N), gula ribosa (cincin lima), dan rantai tiga gugus fosfat (atom P jingga). Ikatan fosfat terakhirlah yang "dipatahkan" untuk melepas energi.
Tanpa oksigen, sel ragi dan beberapa bakteri tetap bisa memperoleh sedikit energi lewat fermentasi. Glukosa hanya dipecah sebagian, menghasilkan etanol atau asam laktat:
Mulailah dari fotosintesis dan respirasi: apa yang kamu perhatikan tentang koefisiennya? Lalu fermentasi alkohol (tapai), fermentasi asam laktat (yoghurt dan otot yang lelah), hidrolisis sukrosa menjadi glukosa + fruktosa (keduanya \(\ce{C6H12O6}\)), dan penyabunan tripalmitin.
Indonesia adalah surga makanan fermentasi. Di setiap daerah, kapang, khamir (ragi), dan bakteri bekerja sebagai "koki kimia" yang memecah molekul besar menjadi molekul kecil yang lebih lezat dan lebih mudah dicerna.
Pangan
Bahan
Mikroba utama
Perubahan kimia
Tempe
kedelai rebus
kapang Rhizopus
protease: protein → peptida & asam amino; lipase: lemak → asam lemak + gliserol
Tapai singkong/ketan
singkong atau ketan kukus
ragi tapai (campuran kapang & khamir)
pati → glukosa (manis) → etanol + \(\ce{CO2}\); sebagian menjadi asam
Kecap
kedelai
kapang Aspergillus, lalu bakteri & khamir dalam air garam
protein → asam amino (gurih, glutamat); dengan gula aren dimasak: reaksi Maillard
Tauco
kedelai
kapang, lalu fermentasi dalam air garam
protein → peptida & asam amino
Terasi
udang rebon + garam
bakteri tahan garam
protein → asam amino & amina (aroma tajam)
Dadih
susu kerbau dalam bambu
bakteri asam laktat
laktosa → asam laktat; pH turun, kasein menggumpal
Kimia Nusantara · Tempe, warisan kimia dari JawaTempe sudah disebut dalam Serat Centhini, naskah Jawa awal abad ke-19, dan kini dikenal di seluruh dunia dengan nama aslinya: tempeh. Selama ±36–48 jam pada suhu kamar tropis (±30 °C), benang-benang kapang Rhizopus merajut butir kedelai menjadi satu lempeng putih. Enzim protease kapang memecah sebagian protein menjadi peptida dan asam amino, lipase memecah sebagian lemak, dan beberapa zat antigizi kedelai berkurang. Hasilnya, protein tempe lebih mudah dicerna daripada kedelai rebus. Fermentasi ini juga menghasilkan panas: kalau kamu memegang bungkus tempe yang sedang "jadi", terasa hangat!
Mari menghitung hasil fermentasi tapai. Dari persamaan reaksinya, 1 mol glukosa (180 g) menghasilkan 2 mol etanol (\(2 \times 46 = 92\) g) dan 2 mol \(\ce{CO2}\) (88 g).
Dalam sewadah tapai ketan, kapang mengubah pati menjadi 54 g glukosa, lalu khamir memfermentasi 50% glukosa itu menjadi etanol. Berapa gram etanol yang terbentuk, dan berapa liter \(\ce{CO2}\) (suhu kamar, 24 L/mol)?
Glukosa yang difermentasi: \(50\% \times 54 = 27\) g, yaitu \(27/180 = 0{,}15\) mol.
\(\ce{CO2}\): \(0{,}30\) mol → \(0{,}30 \times 24 = 7{,}2\) L.
13,8 g etanol dan 7,2 L \(\ce{CO2}\). Gas inilah yang membuat wadah tapai yang ditutup rapat menggembung, dan sisa glukosa membuat tapai tetap manis.
Lanjut · IB & olimpiadePembukuan energi sel: respirasi lawan fermentasi
Hidrolisis ATP pada kondisi standar biokimia melepas \(\Delta G^{\circ\prime} \approx -30{,}5\) kJ/mol:
\[ \ce{ATP + H2O -> ADP + P_i} \]
Respirasi aerob satu mol glukosa (\(\Delta G^\circ \approx -2870\) kJ/mol) menghasilkan ±30–32 mol ATP. Efisiensinya ±\(\dfrac{32 \times 30{,}5}{2870} \approx 34\%\), lebih baik daripada kebanyakan mesin bensin. Fermentasi hanya menghasilkan 2 ATP per glukosa (dari glikolisis), sehingga ragi tanpa oksigen harus "membakar" glukosa ±15 kali lebih banyak untuk energi yang sama. Itulah sebabnya fermentasi menghasilkan banyak etanol dan \(\ce{CO2}\) dari sedikit sel ragi. Tubuhmu mendaur ulang ATP dengan cepat: setiap hari kamu membuat dan memakai ATP kira-kira seberat badanmu sendiri!
Kimia di sekitarmu
🫘
Tempe di meja makan
Kapang Rhizopus memotong protein dan lemak kedelai sehingga tempe lebih mudah dicerna dan aromanya khas.
🍠
Tapai singkong
Kapang mengubah pati menjadi glukosa (manis), lalu khamir mengubah glukosa menjadi etanol dan \(\ce{CO2}\) (rasa "hangat" dan sedikit menyengat).
🥩
Pelunak daging
Bubuk pelunak daging di pasar berisi papain dari getah pepaya: protease yang memotong serat protein daging.
🩸
Cek gula darah
Strip alat cek gula darah memakai enzim glukosa oksidase yang hanya bereaksi dengan glukosa; arus listrik yang timbul sebanding dengan kadar glukosa.
🧺
Deterjen enzim
Protease dan lipase dalam deterjen "bio" mengurai noda darah, telur, dan minyak bahkan pada air dingin.
🥛
Susu bebas laktosa
Enzim laktase memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, sehingga susu aman bagi orang yang tubuhnya kekurangan laktase.
Pasangan basa DNA yang dihubungkan oleh tiga ikatan hidrogen adalah …
A–T
G–C
A–U
A–G
G–C punya tiga ikatan hidrogen, A–T hanya dua. A–G mustahil karena keduanya purin (terlalu lebar).
Mengapa nanas segar membuat jeli gelatin gagal mengeras, tetapi nanas kaleng tidak?
Nanas segar lebih asam sehingga menetralkan gelatin.
Nanas kaleng mengandung pengawet yang mengeraskan gelatin.
Bromelain di nanas segar memotong protein gelatin; pada nanas kaleng enzim itu sudah terdenaturasi oleh pemanasan.
Gula di nanas kaleng mengikat air.
Gelatin adalah protein. Bromelain (protease) memotongnya. Pemanasan saat pengalengan mendenaturasi bromelain.
Zat gizi yang memberi energi paling besar per gram adalah …
lemak
karbohidrat
protein
serat (selulosa)
Lemak ±9 kkal/g, karbohidrat dan protein ±4 kkal/g. Selulosa tidak dicerna manusia sehingga hampir tidak memberi energi.
37
Bab 37 · Inti, Lingkungan & Analisis
Kimia Inti: Atom yang Berdetak, Pecah, dan Menyala
Selama ini inti atom hanya duduk diam di tengah, sementara elektron sibuk bereaksi. Di bab ini giliran inti yang beraksi: ia bisa memancarkan sinar, berubah menjadi unsur lain, pecah, bahkan bergabung. Dari jam fosil Sangiran sampai obat kanker dan cahaya Matahari, semuanya bermula di titik mungil itu.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan mengapa sebagian inti stabil dan sebagian radioaktif memakai rasio n/p dan pita kestabilan;
menuliskan dan menyetarakan persamaan inti untuk peluruhan α, β⁻, β⁺, tangkap elektron, dan γ;
menghitung sisa zat radioaktif dan umur benda purba dari waktu paruh, termasuk memilih "jam" penanggalan yang tepat;
membedakan fisi dan fusi serta menghitung energinya dari defek massa (\(E = \Delta m\,c^2\));
menjelaskan manfaat radioisotop di kedokteran, pertanian, dan industri, serta menakar keselamatan radiasi dalam sievert.
Jam Atom di Museum Sangiran Komik · 4 panel
Karyawisata ke Museum Sangiran, Sragen
BimaTengkorak ini umurnya lebih dari sejuta tahun? Siapa yang menghitung ulang tahunnya?!
KimoAtom-atomnya sendiri yang menghitung! Karbon-14 di tulang meluruh separuh setiap ±5.730 tahun. Itu jam atom!
LarasJam yang berdetak tanpa baterai…
TIK… TOK…
Kak TirtaTapi setelah ±50.000 tahun, karbon-14 tinggal kurang dari 0,3%. Untuk fosil sejuta tahun, jam karbon sudah "kehabisan baterai"!
LarasJadi untuk Sangiran dipakai jam lain yang jauh lebih lambat?
KimoBetul! Kalium-40 di abu gunung api pelan-pelan berubah menjadi argon-40. Waktu paruhnya 1,25 miliar tahun!
Seorang pasien menerima 1 gram iodin-131 (waktu paruh 8,0 hari) untuk pengobatan. Berapa iodin-131 yang masih tersisa setelah 16 hari?
0 gram, karena dua waktu paruh berarti habis.
0,5 gram
0,25 gram
0,125 gram
Jawabannya: 0,25 gram. Setiap waktu paruh, yang tersisa tinggal separuh dari yang ada saat itu, bukan separuh dari jumlah awal. Setelah 8 hari tinggal 0,5 g, setelah 16 hari tinggal 0,25 g, setelah 24 hari 0,125 g, dan seterusnya. Kurvanya terus turun tetapi tidak pernah tiba-tiba menyentuh nol. Inilah "detak" jam atom yang akan kita pelajari.
37.1Inti stabil dan inti yang gelisah
Ingat Bab 6: inti atom tersusun atas proton (bermuatan positif) dan neutron (netral), yang bersama-sama disebut nukleon. Jenis inti dengan jumlah proton dan neutron tertentu disebut nuklida, ditulis \({}^{A}_{Z}\mathrm{X}\), dengan \(Z\) nomor atom (jumlah proton) dan \(A\) nomor massa (proton + neutron). Jumlah neutronnya \(N = A - Z\).
Di dalam inti terjadi tarik-menarik yang menegangkan. Proton-proton saling menolak karena muatannya sama. Namun, semua nukleon juga saling menarik lewat gaya inti kuat, "lem" yang sangat kuat tetapi hanya bekerja pada jarak sangat dekat (sekitar lebar satu nukleon). Neutron menambah lem tanpa menambah tolakan. Karena itu, inti butuh campuran proton dan neutron yang pas.
Bayangkan sekelompok anak yang saling bergandengan tangan di atas rakit. Ada anak yang suka saling dorong (proton) dan ada anak penengah yang hanya memegang erat (neutron). Kalau terlalu banyak anak yang saling dorong, rakit jadi goyah. Kalau penengahnya terlalu banyak, rakit juga tidak seimbang. Inti yang tidak seimbang akan "menyesuaikan diri" dengan membuang sesuatu. Itulah radioaktivitas.
Definisi · RadioaktivitasRadioaktivitas adalah peristiwa inti atom yang tidak stabil berubah secara spontan menjadi inti lain (atau keadaan energi yang lebih rendah) sambil memancarkan radiasi. Inti seperti ini disebut radionuklida, dan isotop yang intinya radioaktif disebut radioisotop. Peristiwa ini bersifat acak untuk tiap inti, tetapi sangat teratur untuk kumpulan inti yang besar.
Dari sekitar 3.300 nuklida yang sudah dikenal, hanya 251 yang stabil. Kalau semua nuklida digambar pada grafik jumlah neutron \(N\) terhadap jumlah proton \(Z\), inti-inti stabil berkumpul pada sebuah jalur sempit yang disebut pita kestabilan.
Aturan · Ciri inti yang stabil
Untuk inti ringan (\(Z \le 20\)), inti stabil mempunyai \(N \approx Z\), jadi rasio n/p ≈ 1. Contoh: \(\ce{^{12}_{6}C}\), \(\ce{^{16}_{8}O}\), \(\ce{^{40}_{20}Ca}\).
Makin berat inti, makin banyak neutron "ekstra" yang dibutuhkan untuk mengimbangi tolakan proton. Rasio n/p naik sampai ±1,5 pada \(\ce{^{208}_{82}Pb}\) (126 neutron untuk 82 proton).
Tidak ada inti yang benar-benar stabil untuk \(Z > 82\). Bismut-209 meluruh sangat lambat, dan semua unsur setelahnya radioaktif.
Inti dengan proton genap dan neutron genap paling sering stabil. Jumlah proton atau neutron 2, 8, 20, 28, 50, 82, dan 126 (angka ajaib) memberi kestabilan ekstra, mirip kulit elektron yang penuh pada gas mulia.
Letak sebuah inti terhadap pita kestabilan meramalkan cara ia meluruh. Inti yang berada di atas pita kelebihan neutron. Inti yang berada di bawah pita kekurangan neutron. Inti yang terlalu berat berada di luar ujung pita. Seret titik magenta pada grafik di bawah ini.
Seret titik magenta, atau geser Z dan N. Mula-mula pita mengikuti garis N = Z, lalu melengkung ke atas. Coba letakkan titik di karbon-12 (Z = 6, N = 6), lalu tambahkan dua neutron. Apa ramalannya? Pita hijau di sini hanya pendekatan; data lengkap tiap nuklida ada di Lab Mini 37.2.
Unsur yang menyala hanya punya isotop radioaktif. Perhatikan dua "lubang" di tengah tabel: teknesium (Z = 43) dan prometium (Z = 61). Ganti pewarnaan ke "Tahun ditemukan": teknesium baru ditemukan pada 1937 sebagai unsur buatan pertama, karena di alam ia sudah lama meluruh habis. Bismut ikut menyala karena satu-satunya isotop alaminya meluruh sangat lambat (waktu paruh ±2 × 10¹⁹ tahun).
37.2Empat cara inti meluruh
Tamu dari masa lalu · Pelat foto yang berkabutPada 1896, Henri Becquerel di Paris menyimpan garam uranium di atas pelat foto yang terbungkus kertas hitam di laci. Beberapa hari kemudian, pelat itu berkabut walaupun tidak pernah terkena cahaya. Uranium memancarkan sinar tak terlihat dengan sendirinya! Marie Curie dan Pierre Curie menyelidiki gejala ini, menamainya radioaktivitas, dan pada 1898 menemukan dua unsur baru: polonium (dinamai menurut Polandia, tanah air Marie) dan radium. Marie Curie menjadi orang pertama yang meraih dua Hadiah Nobel di dua bidang sains berbeda: Fisika 1903 dan Kimia 1911. Tak lama kemudian, Ernest Rutherford memilah pancarannya menjadi sinar alfa, beta, dan gamma.
Radiasi dari inti bukan satu jenis. Masing-masing punya muatan, massa, dan daya tembus yang berbeda.
Radiasi
Lambang
Hakikatnya
Muatan
Massa (u)
Daya tembus
Daya ionisasi
Alfa
\({}^{4}_{2}\alpha\) atau \(\ce{^{4}_{2}He}\)
inti helium (2 p + 2 n)
+2
±4
kecil: ±5 cm di udara, terhenti selembar kertas atau kulit mati
sangat besar
Beta minus
\({}^{0}_{-1}\beta\) atau \(\ce{^{0}_{-1}e}\)
elektron berkecepatan tinggi dari inti
−1
±0,00055
sedang: terhenti aluminium beberapa milimeter
sedang
Positron (beta plus)
\({}^{0}_{+1}\beta\) atau \(\ce{^{0}_{+1}e}\)
"kembaran" elektron yang bermuatan positif
+1
±0,00055
segera bertemu elektron dan musnah menjadi 2 sinar γ
sedang
Gamma
\({}^{0}_{0}\gamma\)
gelombang elektromagnetik berenergi sangat tinggi
0
0
besar: dilemahkan timbal beberapa cm atau beton tebal
kecil
Neutron
\(\ce{^{1}_{0}n}\)
neutron bebas (dari fisi atau reaksi inti)
0
±1
besar: diperlambat dan ditangkap oleh air, beton, atau boron
tidak langsung
Daya tembus berbanding terbalik dengan daya ionisasi. Partikel α yang besar dan bermuatan +2 menabrak banyak atom sehingga energinya cepat habis. Sinar γ jarang menabrak, sehingga menembus jauh.
Saat inti meluruh, berlaku "neraca" yang mirip neraca atom pada reaksi kimia. Bedanya, yang dihitung adalah nomor massa dan nomor atom.
Hukum · Kekekalan pada reaksi intiPada setiap persamaan inti:
\[ \sum A_{\text{kiri}} = \sum A_{\text{kanan}} \qquad \text{dan} \qquad \sum Z_{\text{kiri}} = \sum Z_{\text{kanan}} \]
Jumlah nukleon (nomor massa) dan jumlah muatan (nomor atom) tidak berubah. Partikel ditulis dengan notasi yang sama: elektron \(\ce{^{0}_{-1}e}\), positron \(\ce{^{0}_{+1}e}\), neutron \(\ce{^{1}_{0}n}\), proton \(\ce{^{1}_{1}p}\), alfa \(\ce{^{4}_{2}He}\).
Alfa: inti yang terlalu berat membuang "paket" 2 proton + 2 neutron. \(\ce{^{238}_{92}U -> ^{234}_{90}Th + ^{4}_{2}He}\). Cek: 238 = 234 + 4 dan 92 = 90 + 2.
Beta minus: inti yang kelebihan neutron mengubah satu neutron menjadi proton. Elektronnya dilempar keluar (bersama antineutrino). \(\ce{^{14}_{6}C -> ^{14}_{7}N + ^{0}_{-1}e}\)
Positron (β⁺): inti yang kekurangan neutron mengubah satu proton menjadi neutron dan melempar positron. \(\ce{^{18}_{9}F -> ^{18}_{8}O + ^{0}_{+1}e}\). Fluorin-18 inilah "lampu" pada pemindaian PET di rumah sakit.
Tangkap elektron (TE): cara lain untuk inti yang kekurangan neutron. Inti menelan satu elektron dari kulit terdalamnya. \(\ce{^{40}_{19}K + ^{0}_{-1}e -> ^{40}_{18}Ar}\). Inilah jam argon untuk menanggali abu gunung api Sangiran!
Gamma: inti yang tereksitasi (huruf m = metastabil) turun ke keadaan dasar sambil memancarkan sinar γ. Nomor massa dan nomor atom tidak berubah: \({}^{99\text{m}}_{43}\mathrm{Tc} \to {}^{99}_{43}\mathrm{Tc} + \gamma\).
Apa pun jenisnya, persamaan inti selalu setara dalam nomor massa (A) dan nomor atom (Z). Inilah kunci untuk melengkapi persamaan yang "bolong".
Awas jebakanElektron pada peluruhan β⁻ bukan elektron dari kulit atom. Elektron itu "lahir" di dalam inti saat sebuah neutron berubah menjadi proton: \(\ce{^{1}_{0}n -> ^{1}_{1}p + ^{0}_{-1}e}\) (ditambah antineutrino yang hampir tak berinteraksi). Karena itu nomor atom bertambah satu, sedangkan nomor massa tetap.
Trik Kak TirtaHafalkan "ALBA-BEPA-GA": ALfa → BAwa pergi 4 dan 2 (A − 4, Z − 2). BEta minus → PAngkat naik (Z + 1). Beta plus dan tangkap elektron → pangkat turun (Z − 1). GAmma → GAk ada yang berubah selain energinya. Lalu selalu cek: "atas" (A) dijumlah, "bawah" (Z) dijumlah, harus sama di kedua sisi.
Radium-226 meluruh dengan memancarkan partikel alfa. Tentukan inti hasilnya.
Neraca nomor massa: \(226 = A + 4\), jadi \(A = 222\).
Neraca nomor atom: \(88 = Z + 2\), jadi \(Z = 86\). Unsur bernomor atom 86 adalah radon.
\(\ce{^{226}_{88}Ra -> ^{222}_{86}Rn + ^{4}_{2}He}\). Gas radon inilah yang merembes dari tanah dan batuan, sumber terbesar radiasi alam yang kita hirup.
Inti hasil peluruhan sering kali masih radioaktif, sehingga ia meluruh lagi, dan lagi. Rangkaian ini disebut deret radioaktif. Uranium-238, misalnya, melewati 14 langkah sebelum berhenti sebagai timbal-206 yang stabil. Cobalah sendiri di Lab Mini berikut: tebak cara setiap inti meluruh!
Pilih inti awal, atau ketuk titik mana pun di grafik N–Z. Lalu tebak cara ia meluruh dengan menekan α, β⁻, β⁺ / tangkap e⁻, atau γ. Jika benar, inti berpindah dan persamaan intinya muncul di bawah grafik. Pilih Uranium-238, lalu tekan ▶ Jalankan untuk melihat seluruh deret uranium sampai timbal. Hitung: berapa kali α dan berapa kali β⁻? Coba juga Molibdenum-99 dan Kobalt-60: kapan sinar γ muncul?
Deret torium dimulai dari \(\ce{^{232}_{90}Th}\) dan berakhir pada \(\ce{^{208}_{82}Pb}\). Berapa partikel α dan β⁻ yang dipancarkan?
Hanya α yang mengubah nomor massa. Penurunan A = 232 − 208 = 24, jadi jumlah α = 24 ÷ 4 = 6.
Enam α menurunkan Z sebanyak 6 × 2 = 12, dari 90 menjadi 78.
Padahal Z akhir 82. Kekurangan 82 − 78 = 4 harus ditutup oleh β⁻ (masing-masing Z + 1), jadi jumlah β⁻ = 4.
6 α dan 4 β⁻. Cek: \(232 - 6(4) = 208\) ✔ dan \(90 - 6(2) + 4(1) = 82\) ✔. Bandingkan dengan hitungan rantai di Lab Mini!
Partikel α membawa pergi neutron dan proton sama banyak (2 dan 2). Namun inti berat punya rasio n/p sekitar 1,55, jadi setelah α, rasio n/p inti anak justru naik sedikit: \(\ce{^{238}U}\) punya n/p = 146/92 = 1,587, sedangkan \(\ce{^{234}Th}\) punya 144/90 = 1,600. Inti anak menjadi "kelebihan neutron" dibanding pita, sehingga beberapa langkah kemudian ia harus meluruh β⁻ untuk menurunkan rasionya. Itulah pola α, β⁻, β⁻, α, … dalam deret.
Pada 1930, Wolfgang Pauli memperhatikan bahwa elektron β⁻ keluar dengan energi yang bermacam-macam, seolah-olah energi hilang. Ia meramalkan partikel netral yang sangat ringan ikut terbawa: neutrino (untuk β⁻, tepatnya antineutrino \(\bar{\nu}\)). Partikel ini baru terdeteksi pada 1956 di dekat reaktor nuklir. Persamaan lengkapnya: \(\ce{^{1}_{0}n -> ^{1}_{1}p + ^{0}_{-1}e} + \bar{\nu}\).
37.3Waktu paruh dan jam atom
Kita tidak pernah bisa meramalkan kapan satu inti tertentu akan meluruh. Mungkin sedetik lagi, mungkin sejuta tahun lagi. Namun, kalau intinya ada triliunan, perilaku kelompoknya sangat bisa diramalkan, seperti hasil ribuan lemparan koin.
Lempar 100 koin. Koin yang menunjukkan angka kita anggap "meluruh" dan kita sisihkan. Kira-kira separuhnya hilang, tersisa ±50. Lempar lagi yang tersisa: tinggal ±25. Lalu ±12, ±6, ±3… Setiap lemparan, separuh dari yang masih ada menghilang. Waktu untuk satu lemparan itu adalah "waktu paruh" koin. Atom radioaktif bekerja dengan cara yang sama, hanya saja waktunya bisa sekejap atau miliaran tahun.
Definisi · Waktu paruhWaktu paruh (\(T_{1/2}\) atau \(t_{1/2}\)) adalah waktu yang dibutuhkan sampai separuh inti radioaktif dalam suatu sampel meluruh. Setelah \(n\) kali waktu paruh, yang tersisa adalah \(\left(\tfrac{1}{2}\right)^n\) bagian:
\[ N = N_0 \left(\tfrac{1}{2}\right)^{t/T_{1/2}} \]
Waktu paruh setiap radioisotop tetap: tidak dipengaruhi suhu, tekanan, maupun bentuk senyawanya.
Tekan ▶ Jalankan atau 🎲 Lempar sekali. Setiap koin atau dadu adalah satu "inti". Lihat titik-titik oranye: apakah mereka mengikuti kurva teori yang ungu putus-putus? Ganti dengan dadu (meluruh jika mata 6): waktu paruhnya kini sekitar 3,8 lemparan. Pilih 2.000 inti: datanya makin rapi. Ketuk satu koin sebelum mulai, lalu pantau. Dapatkah kamu menebak kapan koin pilihanmu "meluruh"?
Seret titik magenta di sepanjang kurva. Batang hijau menandai setiap kelipatan waktu paruh: tingginya selalu separuh batang sebelumnya. Lalu geser T½: kurva memanjang atau memendek, tetapi bentuknya tetap sama. Kurva oranye adalah inti anak: jumlah keduanya selalu 100%.
Radioisotop
Waktu paruh
Cara meluruh
Kegunaan atau tempat ditemui
polonium-214
164 mikrodetik
α
salah satu anggota deret uranium
fluorin-18
110 menit
β⁺
pemindaian PET
teknesium-99m
6,0 jam
γ
diagnosis (pencitraan organ)
radon-222
3,8 hari
α
gas dari tanah dan batuan
iodin-131
8,0 hari
β⁻, γ
terapi kelenjar tiroid
fosfor-32
14,3 hari
β⁻
perunut pupuk di tanaman
kobalt-60
5,27 tahun
β⁻, γ
radioterapi, sterilisasi, mutasi benih
tritium (hidrogen-3)
12,3 tahun
β⁻
umur air tanah, tanda keluar bercahaya
sesium-137
30,1 tahun
β⁻, γ
alat ukur industri, pencemar dari kecelakaan PLTN
radium-226
1.600 tahun
α
temuan keluarga Curie
karbon-14
5.730 tahun
β⁻
penanggalan sisa organik
uranium-235
704 juta tahun
α
bahan bakar fisi
kalium-40
1,25 miliar tahun
β⁻, tangkap elektron
pisang, tubuhmu, penanggalan batuan
uranium-238
4,47 miliar tahun
α
umur Bumi dan batuan tertua
Awas jebakan"Setelah dua waktu paruh, semua inti habis" adalah keliru. Setelah satu waktu paruh tersisa ½, setelah dua waktu paruh tersisa ½ × ½ = ¼, setelah tiga waktu paruh ⅛. Untuk sampel yang berisi triliunan inti, jumlahnya tidak pernah tiba-tiba menjadi nol. Kesalahan lain: mengira waktu paruh bisa dipercepat dengan memanaskan atau melarutkan zatnya. Tidak bisa: peluruhan terjadi di inti, jauh dari jangkauan reaksi kimia.
Sebanyak 80 mg iodin-131 (waktu paruh 8,0 hari) disiapkan untuk terapi. Berapa mg yang tersisa setelah 24 hari?
Banyaknya waktu paruh: \(n = 24 / 8{,}0 = 3\).
Bagi dua tiga kali: 80 → 40 → 20 → 10 mg. Atau langsung: \(80 \times \left(\tfrac{1}{2}\right)^3 = 80/8 = 10\) mg.
Tersisa 10 mg (12,5%). Yang 70 mg lainnya sudah menjadi xenon-131 yang stabil.
Trik Kak Tirta"Sepuluh paruh, seperseribu." Karena \(2^{10} = 1.024 \approx 1.000\), setelah 10 waktu paruh yang tersisa hanya ±0,1%. Rumah sakit memakai patokan ini: limbah teknesium-99m (6 jam) disimpan ±60 jam, yaitu dua setengah hari, sampai radioaktivitasnya praktis hilang.
Penanggalan radiometrik: memilih jam yang tepat
Di lapisan atas atmosfer, neutron dari sinar kosmik terus-menerus menabrak nitrogen dan membuat karbon-14:
Karbon-14 bergabung dengan oksigen menjadi \(\ce{CO2}\), diserap tumbuhan saat fotosintesis, lalu masuk ke hewan dan manusia lewat makanan. Selama hidup, perbandingan C-14 terhadap C-12 di tubuh makhluk hidup tetap, sekitar 1 banding 1 triliun. Begitu mati, pasokan berhenti, dan C-14 yang ada meluruh dengan waktu paruh 5.730 tahun. Dengan mengukur sisa C-14, kita tahu sudah berapa lama makhluk itu mati.
Arang dari perapian purba di sebuah gua mengandung karbon-14 sebanyak 35% dari kadar pada kayu yang masih hidup. Perkirakan umur arang itu. (\(T_{1/2}\) = 5.730 tahun)
Tulis \(\left(\tfrac{1}{2}\right)^{n} = 0{,}35\), dengan \(n\) = banyaknya waktu paruh.
Umur \(t = n \times T_{1/2} = 1{,}515 \times 5.730 \approx 8.680\) tahun.
Sekitar 8.700 tahun. Cek kewajaran: 35% berada di antara 50% (5.730 tahun) dan 25% (11.460 tahun) ✔. Arang itu masih jauh di bawah batas ±50.000 tahun, jadi C-14 adalah jam yang tepat.
Setiap "jam" radioaktif punya jangkauan sendiri. Jam yang cepat cocok untuk benda muda; jam yang lambat untuk batuan tua. Memakai jam yang salah sama seperti mengukur umur gunung dengan stopwatch.
Metode
Induk → anak
Waktu paruh
Jangkauan umur
Bahan yang diukur
tritium
\(\ce{^{3}H -> ^{3}He}\)
12,3 tahun
sampai ±100 tahun
air tanah, anggur, es
radiokarbon
\(\ce{^{14}C -> ^{14}N}\)
5.730 tahun
±100 sampai ±50.000 tahun
sisa organik: arang, kayu, tulang, kain, biji
deret uranium
\(\ce{^{234}U -> ^{230}Th}\)
245.500 tahun
sampai ±500.000 tahun
kerak kapur gua, karang, gigi
kalium–argon (dan argon–argon)
\(\ce{^{40}K -> ^{40}Ar}\)
1,25 miliar tahun
puluhan ribu sampai miliaran tahun
batuan dan abu gunung api
uranium–timbal
\(\ce{^{238}U -> ^{206}Pb}\)
4,47 miliar tahun
jutaan sampai miliaran tahun
kristal zirkon di batuan
Kimia Nusantara · Menanggali leluhur di Sangiran dan Liang BuaSitus Sangiran di Sragen, Jawa Tengah (Warisan Dunia UNESCO), menyimpan fosil Homo erectus berumur ratusan ribu hingga lebih dari satu juta tahun. Karbon-14 tidak sanggup menanggalinya. Fosil itu terselip di antara lapisan abu gunung api. Saat abu baru meletus, argon (gas) lepas ke udara, sehingga "jam" dimulai dari nol. Sejak itu kalium-40 di mineralnya perlahan menghasilkan argon-40 yang terperangkap. Umur abu di bawah dan di atas fosil mengapit umur fosilnya.
Di gua Liang Bua, Flores, kerangka Homo floresiensis semula diperkirakan berumur ±18.000 tahun. Penelitian ulang memakai beberapa jam sekaligus: deret uranium pada tulang, luminesens pada endapan, argon–argon pada abu gunung api, dan karbon-14 pada arang di lapisan yang lebih muda. Hasilnya, kerangka itu ternyata berumur sekitar 100.000–60.000 tahun. Pelajarannya: ilmuwan selalu mencocokkan beberapa jam dan memilih jam yang sesuai dengan bahannya.
Lanjut · IB & olimpiadeTetapan peluruhan dan aktivitas
Peluruhan radioaktif mengikuti kinetika orde satu (Bab 21): laju peluruhan sebanding dengan jumlah inti yang ada.
\[ -\frac{dN}{dt} = \lambda N \quad\Longrightarrow\quad N = N_0\, e^{-\lambda t}, \qquad \lambda = \frac{\ln 2}{T_{1/2}} \]
Banyaknya peluruhan per detik disebut aktivitas, \(A = \lambda N\), dengan satuan becquerel (1 Bq = 1 peluruhan per detik). Satuan lama, curie (1 Ci = \(3{,}7 \times 10^{10}\) Bq), kira-kira sama dengan aktivitas 1 gram radium-226. Karena aktivitas sebanding dengan \(N\), aktivitas juga turun separuh setiap waktu paruh. Itulah sebabnya laboratorium karbon-14 cukup mencacah "klik" peluruhan per menit per gram karbon.
Kalimat kunci: waktu paruh pendek berarti aktivitas tinggi. Satu kapsul terapi iodin-131 beraktivitas miliaran becquerel, padahal massanya kurang dari satu mikrogram!
37.4Fisi dan fusi: memecah dan menyatukan inti
Peluruhan terjadi dengan sendirinya. Namun, inti juga bisa "dipaksa" berubah. Ada dua cara yang melepaskan energi luar biasa besar: memecah inti yang sangat berat (fisi) dan menyatukan inti yang sangat ringan (fusi).
Tamu dari masa lalu · Barium yang tak terdugaPada akhir 1938, kimiawan Otto Hahn dan Fritz Strassmann di Berlin menembaki uranium dengan neutron. Mereka mengharapkan unsur yang lebih berat, tetapi analisis kimia yang teliti justru menemukan barium, unsur yang massanya kira-kira separuh uranium. Fisikawan Lise Meitner, yang saat itu harus mengungsi ke Swedia, bersama keponakannya Otto Frisch menjelaskan teka-teki itu: inti uranium terbelah dua! Mereka menamainya fisi, meminjam istilah pembelahan sel. Hahn menerima Nobel Kimia 1944, sedangkan jasa Meitner baru diakui luas belakangan. Unsur ke-109, meitnerium, dinamai untuk menghormatinya.
Saat neutron lambat diserap inti uranium-235, terbentuk inti uranium-236 yang sangat bergejolak. Dalam sekejap ia terbelah menjadi dua inti sedang, dua atau tiga neutron baru, dan energi sekitar 200 MeV. Salah satu kemungkinannya:
Cek neraca: nomor massa \(1 + 235 = 141 + 92 + 3(1) = 236\) ✔, nomor atom \(92 = 56 + 36\) ✔. Neutron-neutron baru dapat membelah inti uranium-235 lain, yang menghasilkan neutron lebih banyak lagi. Inilah reaksi berantai.
Sebuah neutron lambat mendekati inti uranium-235. Neutron tidak bermuatan, jadi ia tidak ditolak inti.
Inti menyerap neutron dan menjadi \(\ce{^{236}_{92}U}\) yang tereksitasi. Inti bergetar dan memanjang seperti tetes air yang hampir putus.
Inti terbelah menjadi barium-141 dan kripton-92, melepaskan 3 neutron dan ±200 MeV energi, kira-kira 50 juta kali energi pembakaran satu atom karbon.
Jika setiap fisi memicu 3 fisi baru, jumlah neutron menjadi 1 → 3 → 9 → 27 → … Dalam sepersejuta detik jumlahnya meledak. Keadaan ini disebut superkritis (k > 1).
Di reaktor, batang kendali dari boron atau kadmium menyerap kelebihan neutron, sehingga setiap fisi rata-rata memicu tepat satu fisi baru. Keadaan kritis (k = 1) ini menghasilkan panas yang tetap.
Banyaknya neutron dari satu generasi yang berhasil memicu fisi berikutnya disebut faktor perbanyakan \(k\). Jika \(k < 1\) reaksi meredup (subkritis), jika \(k = 1\) reaksi berlangsung tetap (kritis), dan jika \(k > 1\) reaksi membesar (superkritis). Sebuah reaktor nuklir tersusun atas:
Bahan bakar: uranium yang diperkaya sampai ±3–5% U-235 (uranium alam hanya 0,72% U-235).
Moderator: air atau grafit yang memperlambat neutron, sebab neutron lambat jauh lebih mudah ditangkap U-235.
Batang kendali: boron, kadmium, atau hafnium yang menyerap neutron. Dimasukkan lebih dalam, reaksi melambat.
Pendingin: membawa panas ke luar teras untuk menghasilkan uap yang memutar turbin (pada PLTN).
Perisai: beton tebal dan air yang menahan radiasi.
Bola biru adalah inti U-235, titik biru kecil adalah neutron. Tarik batang kendali ke atas (angka kecil) dan amati grafik neutron melonjak: superkritis! Sistem keselamatan akan menjatuhkan batang secara otomatis. Carilah posisi batang yang membuat keadaannya kritis (k ≈ 1). Lalu matikan moderator: mengapa reaksi padam walaupun batang kendali ditarik habis? (Di simulasi ini bahan bakar "diisi ulang" cepat supaya permainan tidak habis; di reaktor sungguhan, bahan bakar dipakai berbulan-bulan.)
Kimia Nusantara · Reaktor riset dan uranium IndonesiaIndonesia sudah lama memiliki tiga reaktor riset yang dioperasikan BRIN (dahulu BATAN) dan diawasi BAPETEN:
Reaktor TRIGA Mark II, Bandung: reaktor pertama di Indonesia, mulai beroperasi pada 1960-an, untuk riset dan produksi radioisotop.
Reaktor Kartini, Yogyakarta (100 kW): dinamai menurut R.A. Kartini, beroperasi sejak 1979 dan banyak dipakai untuk pendidikan.
Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy, Serpong (30 MW): mencapai kritis pada 1987, salah satu reaktor riset terbesar di Asia Tenggara, menghasilkan radioisotop untuk rumah sakit dan industri.
Di Kalan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, para ahli sejak 1970-an meneliti endapan bijih uranium. Indonesia juga sedang mengkaji pembangunan PLTN pertamanya. Karena Indonesia berada di Cincin Api, pemilihan tapak yang jarang gempa dan sistem keselamatan berlapis menjadi syarat utama.
Fusi adalah kebalikan fisi: dua inti ringan bergabung menjadi inti yang lebih berat. Di inti Matahari yang bersuhu ±15 juta °C, hidrogen terus-menerus diubah menjadi helium. Hasil bersih rangkaiannya:
Setiap detik, Matahari mengubah sekitar 600 juta ton hidrogen menjadi helium, dan sekitar 4 juta ton massa "lenyap" menjadi cahaya dan panas yang sampai ke sawah dan pantai kita. Di Bumi, ilmuwan berusaha meniru fusi deuterium–tritium di dalam reaktor berbentuk donat (tokamak) pada suhu ±150 juta °C:
Dari mana energi sebesar itu? Jika semua massa ditimbang dengan teliti, massa hasil reaksi inti selalu sedikit lebih kecil daripada massa pereaksinya. Selisih ini disebut defek massa (\(\Delta m\)). Massa itu tidak hilang, tetapi berubah menjadi energi menurut persamaan Einstein \(E = \Delta m\,c^2\). Dalam satuan inti, 1 u massa setara dengan 931,5 MeV energi.
Setiap fisi U-235 melepas ±200 MeV. Berapa energi dari fisi sempurna 1,00 g U-235? Bandingkan dengan pembakaran batu bara (±30 MJ per kg). (1 MeV = \(1{,}602 \times 10^{-13}\) J, \(N_A = 6{,}022 \times 10^{23}\))
Batu bara yang setara: \(8{,}2 \times 10^{10} \div (30 \times 10^{6}\ \text{J/kg}) \approx 2.700\) kg.
Satu gram U-235, seukuran kacang hijau, setara dengan ±2,7 ton batu bara. Itulah sebabnya PLTN butuh bahan bakar yang sangat sedikit dan tidak menghasilkan \(\ce{CO2}\) saat beroperasi. Tantangannya adalah keselamatan dan pengelolaan limbah radioaktifnya.
"PLTN bisa meledak seperti bom atom."
Bahan bakar PLTN hanya diperkaya ±3–5% U-235, jauh di bawah kadar senjata, sehingga tak bisa meledak seperti bom. Namun kecelakaan tetap mungkin (panas berlebih, ledakan uap atau hidrogen), maka keselamatan berlapis wajib.
"Fusi dan fisi sama-sama memecah atom."
Fisi memecah inti berat (uranium) menjadi dua inti sedang. Fusi justru menyatukan inti ringan (hidrogen) menjadi inti lebih berat. Keduanya melepas energi karena hasilnya lebih "kokoh" daripada pereaksinya.
37.5Radioisotop untuk manusia
Radioisotop bekerja seperti "mata-mata yang memakai lonceng". Atom radioaktif bersifat kimia sama dengan isotop stabilnya, jadi tubuh, tanaman, atau pipa memperlakukannya sama persis. Bedanya, ia terus "berbunyi" (memancarkan radiasi) sehingga jejaknya dapat dilacak dari luar. Radiasinya pun bisa diarahkan untuk membunuh sel kanker atau mikroba.
Radioisotop
Waktu paruh
Radiasi
Kegunaan
Mengapa cocok
teknesium-99m
6,0 jam
γ (140 keV)
pencitraan tulang, jantung, ginjal, tiroid
γ menembus keluar tubuh untuk dipotret kamera gama; cepat hilang sehingga dosis pasien kecil
fluorin-18
110 menit
β⁺ → 2 γ
PET: melihat sel kanker yang "rakus" glukosa
ditempelkan pada glukosa (FDG); positron musnah menjadi dua sinar γ yang berlawanan arah
iodin-131
8,0 hari
β⁻ dan γ
terapi hipertiroid dan kanker tiroid
kelenjar tiroid menimbun iodin, sehingga β⁻ merusak sel tiroid dari dalam
kobalt-60
5,27 tahun
γ (1,17 dan 1,33 MeV)
radioterapi, sterilisasi alat medis, mutasi benih
sinar γ kuat dan menembus; waktu paruh cukup panjang untuk sumber bertahun-tahun
fosfor-32
14,3 hari
β⁻
perunut serapan pupuk fosfat
tanaman memperlakukannya seperti fosfor biasa
iridium-192
73,8 hari
γ
radiografi sambungan las pipa dan kapal
"rontgen" untuk logam tebal di lapangan
amerisium-241
432 tahun
α
detektor asap
α mengionkan udara; asap memutus arus kecil sehingga alarm berbunyi
Rumah sakit tidak bisa menyimpan teknesium-99m lama-lama karena waktu paruhnya hanya 6 jam. Solusinya: "sapi perah" radioaktif. Induknya, molibdenum-99 (66 jam), terus meluruh di dalam kolom menjadi teknesium-99m, yang "diperah" setiap pagi.
Tamu dari masa lalu · Dokter dari MalukuReaktor di Serpong dinamai untuk menghormati Prof. Dr. G.A. Siwabessy (1904–1982), dokter ahli radiologi kelahiran Pulau Saparua, Maluku. Ia memimpin lembaga tenaga atom Indonesia pada masa awalnya dan pernah menjadi Menteri Kesehatan. Cita-citanya: tenaga nuklir untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat, bukan untuk perang.
Seorang pasien perlu disuntik 400 MBq teknesium-99m pada pukul 15.00. Sediaan disiapkan di laboratorium pukul 06.00. Berapa aktivitas yang harus disiapkan? (\(T_{1/2}\) = 6,0 jam)
Selang waktu: 06.00 sampai 15.00 = 9 jam = 9/6 = 1,5 waktu paruh.
Aktivitas saat disuntik \(= A_0 \times \left(\tfrac{1}{2}\right)^{1{,}5}\), sehingga \(A_0 = 400 \times 2^{1{,}5} = 400 \times 2{,}83\).
\(A_0 \approx\) 1.130 MBq. Hampir tiga kali lipat dosis yang diperlukan harus disiapkan, karena teknesium terus meluruh selama menunggu.
Kimia Nusantara · Padi unggul dari sinar gammaPeneliti BRIN (dahulu BATAN) menyinari benih padi dengan sinar γ dari kobalt-60 dalam dosis terukur. Radiasi memicu mutasi acak pada DNA benih. Ribuan tanaman hasilnya lalu ditanam dan diseleksi bertahun-tahun untuk mencari sifat unggul: batang lebih pendek dan kokoh, umur panen lebih singkat, hasil lebih banyak, atau tahan hama. Dari cara ini lahir puluhan varietas, misalnya padi Sidenuk dan Rojolele Srinuk (Rojolele asal Klaten yang dibuat lebih pendek dan cepat panen), juga varietas kedelai dan sorgum. Berasnya sama sekali tidak radioaktif: yang disinari hanya benih induknya, puluhan generasi sebelumnya. Teknik serupa, teknik serangga mandul, juga diuji untuk nyamuk: nyamuk jantan dimandulkan dengan radiasi lalu dilepas, sehingga telurnya tidak menetas.
Kimia di sekitarmu
🏥
Kedokteran nuklir
Teknesium-99m memotret organ yang "bekerja", bukan hanya bentuknya. Iodin-131 mengobati tiroid tanpa operasi.
🌾
Padi hasil mutasi
Benih yang disinari sinar γ melahirkan varietas padi, kedelai, dan sorgum unggul yang ditanam petani Indonesia.
💉
Sterilisasi alat suntik
Alat suntik, sarung tangan, dan perban dalam kemasan tertutup disinari γ. Kuman mati tanpa pemanasan yang bisa melelehkan plastik.
🔥
Detektor asap
Sekeping kecil amerisium-241 memancarkan α yang membuat udara sedikit menghantar listrik. Asap mengganggu arusnya, lalu alarm berbunyi.
🛢️
Pipa dan kilang
Iridium-192 "merontgen" sambungan las pipa minyak. Perunut radioaktif menemukan kebocoran pipa bawah tanah tanpa menggali.
🦴
Kalender purbakala
Karbon-14, deret uranium, dan kalium–argon menanggali arang, lukisan gua Maros–Pangkep, dan fosil Sangiran.
37.6Radiasi yang aman: dosis dan sievert
Dari mana sebagian besar radiasi yang diterima rata-rata orang setiap tahun?
Dari pembangkit listrik tenaga nuklir.
Dari ponsel, wifi, dan menara pemancar.
Dari alam: gas radon, sinar kosmik, tanah dan bangunan, serta makanan.
Dari foto rontgen di rumah sakit.
Jawabannya: dari alam. Rata-rata dosis radiasi alam di dunia sekitar 2,4 mSv per tahun, dan hampir separuhnya dari gas radon. Ponsel dan wifi memancarkan gelombang radio yang tidak mengionkan, jenis radiasi yang sama sekali berbeda. Tubuhmu sendiri pun radioaktif: ada ±4.000 peluruhan kalium-40 dan ±3.000 peluruhan karbon-14 setiap detik di dalamnya.
Radiasi pengion (α, β, γ, sinar-X, neutron) dapat merusak molekul di dalam sel, termasuk DNA. Seberapa besar bahayanya bergantung pada dosis: berapa banyak energi radiasi yang diserap tubuh, dan jenis radiasinya.
Radiasi itu seperti sinar matahari. Berjemur sebentar di pagi hari tidak apa-apa, bahkan baik. Berjemur seharian di siang bolong bisa membuat kulit terbakar. Yang penting adalah berapa banyak dan berapa lama. Itulah sebabnya ilmuwan mengukur radiasi dengan satuan dosis, dan petugas radiasi memakai alat kecil di bajunya untuk mencatat dosis yang mereka terima.
Definisi · Satuan dosisDosis serap diukur dalam gray (Gy): 1 Gy = 1 joule energi radiasi yang diserap tiap kilogram jaringan. Karena α jauh lebih merusak daripada β atau γ untuk energi yang sama, dosis serap dikalikan faktor bobot radiasi (α: 20; β dan γ: 1) dan faktor kepekaan organ menjadi dosis efektif, dengan satuan sievert (Sv). Dosis sehari-hari biasanya ditulis dalam milisievert (1 mSv = 0,001 Sv) atau mikrosievert (1 μSv = 0,001 mSv).
Sumber atau keadaan
Dosis efektif (perkiraan)
makan satu buah pisang (kalium-40)
±0,1 μSv
foto rontgen dada
±0,02–0,1 mSv
penerbangan Jakarta–Jeddah (±9 jam)
±0,03–0,05 mSv
batas tambahan dosis untuk masyarakat umum dari kegiatan nuklir
1 mSv per tahun
radiasi alam rata-rata dunia
±2,4 mSv per tahun (umumnya 1–3 mSv)
CT scan perut
±8 mSv
batas dosis pekerja radiasi
20 mSv per tahun (rata-rata 5 tahun)
gejala sakit radiasi akut (sekaligus, seluruh tubuh)
di atas ±1.000 mSv (1 Sv)
Prinsip · Waktu, Jarak, PerisaiPetugas radiasi berpegang pada tiga cara sederhana untuk menekan dosis "serendah yang wajar dapat dicapai":
Waktu: makin singkat berada di dekat sumber, makin kecil dosisnya.
Jarak: untuk sumber kecil, laju dosis turun sebanding kuadrat jarak. Mundur dua kali lebih jauh, dosis tinggal seperempatnya.
Perisai: kertas untuk α, plastik atau aluminium untuk β, timbal atau beton untuk γ, serta air dan beton tebal untuk neutron.
KeselamatanJangan pernah memungut, membuka, atau membawa pulang benda logam asing bertanda radiasi (lambang baling-baling tiga daun berwarna kuning–hitam), misalnya dari tempat rongsokan. Jauhi, ingat lokasinya, dan laporkan kepada orang dewasa, aparat setempat, atau BAPETEN. Sumber α paling berbahaya bila tertelan atau terhirup, walaupun dari luar tertahan oleh kulit. Percobaan di bab ini hanya memakai simulasi koin, dadu, atau permen, tanpa bahan radioaktif sungguhan.
Kimia Nusantara · Radiasi alam di MamujuBeberapa daerah di Mamuju, Sulawesi Barat, dikenal memiliki radiasi latar alami yang lebih tinggi daripada rata-rata, karena batuan setempat kaya uranium dan torium. Para peneliti BRIN dan BAPETEN memetakan dan memantaunya, termasuk kadar radon di dalam rumah. Ini contoh nyata bahwa radiasi tidak selalu buatan manusia, dan bahwa pengukuran ilmiahlah, bukan rasa takut, yang menentukan langkah aman.
"Setelah dua waktu paruh, zat radioaktif habis."
Setelah dua waktu paruh masih tersisa ¼, setelah tiga waktu paruh ⅛. Setiap waktu paruh hanya mengurangi separuh dari yang masih ada.
"Radiasi selalu buatan manusia."
Sebagian besar dosis kita berasal dari alam: radon dari tanah, sinar kosmik, batuan, makanan, bahkan kalium-40 dan karbon-14 di tubuh sendiri.
"Makanan yang diiradiasi menjadi radioaktif."
Sinar γ membunuh mikroba lalu lewat begitu saja. Makanannya tidak menjadi radioaktif, sama seperti tubuhmu tidak bercahaya setelah difoto rontgen.
Lanjut · IB & olimpiadeEnergi ikat per nukleon dan \(E = mc^2\)
Massa sebuah inti selalu lebih kecil daripada jumlah massa proton dan neutron penyusunnya. Untuk helium-4: \(2(1{,}007276) + 2(1{,}008665) = 4{,}031882\) u, sedangkan inti \(\ce{^{4}He}\) hanya 4,001506 u. Defek massanya 0,030376 u, setara \(0{,}030376 \times 931{,}5 = 28{,}3\) MeV. Inilah energi ikat: energi yang dibutuhkan untuk mencerai-beraikan inti, atau yang dilepas saat inti terbentuk. Dibagi 4 nukleon, energi ikat per nukleonnya 7,07 MeV.
Kalau energi ikat per nukleon digambar terhadap nomor massa, kurvanya naik tajam, memuncak di sekitar besi-56 dan nikel-62 (±8,8 MeV), lalu turun perlahan sampai uranium (±7,6 MeV). Inti di puncak paling kokoh. Akibatnya:
Fusi inti ringan (kiri puncak) menjadi inti yang lebih berat menaikkan energi ikat per nukleon, sehingga melepas energi.
Fisi inti berat (kanan puncak) menjadi dua inti sedang juga menaikkan energi ikat per nukleon, sehingga melepas energi.
Besi adalah "abu" terakhir di bintang: membakar atau membelah besi tidak lagi menghasilkan energi.
Satu kilogram massa yang seluruhnya berubah menjadi energi menghasilkan \(E = mc^2 = 1 \times (3{,}0 \times 10^{8})^2 = 9 \times 10^{16}\) J, cukup untuk menyalakan seluruh Indonesia selama berminggu-minggu. Reaksi kimia biasa juga mengubah massa menjadi energi, tetapi bagiannya amat kecil (sekitar sepermiliar), sehingga tak terukur oleh neraca.
Seret titik oranye A₁ untuk memilih cara uranium-236 terbelah. Kedua pecahan selalu berada lebih tinggi daripada uranium di kurva, jadi fisi selalu melepas energi (sekitar 200 MeV). Kurva ungu dihitung dari model "tetes cairan" yang kurang cocok untuk inti sangat ringan, maka titik ²H, ⁴He, dan ¹²C diambil dari data nyata.
Inti \(\ce{^{40}_{19}K}\) yang menangkap sebuah elektron dari kulit K berubah menjadi …
\(\ce{^{40}_{20}Ca}\)
\(\ce{^{40}_{18}Ar}\)
\(\ce{^{36}_{17}Cl}\)
\(\ce{^{41}_{19}K}\)
Tangkap elektron: sebuah proton menjadi neutron, jadi Z turun 1 (19 → 18) dan A tetap 40. Hasilnya argon-40, gas yang terperangkap dalam abu gunung api.
Setelah tiga kali waktu paruh, bagian zat radioaktif yang masih tersisa adalah …
\(\tfrac{1}{3}\)
\(\tfrac{1}{6}\)
\(\tfrac{1}{8}\)
0
\(\left(\tfrac{1}{2}\right)^3 = \tfrac{1}{8}\). Setiap waktu paruh membagi dua yang masih ada.
Mengapa fosil Homo erectus Sangiran tidak ditanggali dengan karbon-14?
Umurnya ratusan ribu tahun lebih, sedangkan C-14 hampir habis setelah ±50.000 tahun.
Fosil sama sekali tidak mengandung karbon.
Karbon-14 meluruh lebih cepat di tanah Jawa yang panas.
Karbon-14 hanya bisa dipakai untuk batuan.
Waktu paruh C-14 hanya 5.730 tahun. Setelah ±9 waktu paruh, sisanya terlalu sedikit untuk diukur. Waktu paruh tidak dipengaruhi suhu, dan C-14 justru untuk sisa organik, bukan batuan.
38
Bab 38 · Inti, Lingkungan & Analisis
Kimia Lingkungan & Kimia Hijau: Merawat Labu Reaksi Terbesar Kita
Bumi adalah satu labu reaksi raksasa: udaranya campuran gas, lautnya larutan, dan hujannya membawa asam. Di bab ini kamu belajar membaca "hasil lab" planet kita, lalu merancang kimia yang sejak awal tidak meninggalkan masalah.
Setelah bab ini, kamu bisa
menjelaskan sumber dan dampak polutan udara (CO, NOx, SO2, PM2,5, ozon permukaan) dan membaca ISPU;
menuliskan reaksi pembentukan hujan asam dan perusakan ozon oleh CFC, lalu membedakan keduanya dari efek rumah kaca;
menghitung jejak karbon pembakaran serta mengonversi ppm, mg/L, mol/L, dan µg/m³;
menjelaskan kesadahan, BOD/COD, bahaya merkuri, dan tahap pengolahan air di PDAM;
menerapkan 12 prinsip kimia hijau dan menghitung ekonomi atom suatu reaksi.
Langit Jingga di Atas Sekolah Komik · 4 panel
Pagi berkabut asap, halaman sekolah
BimaWah, mataharinya bulat merah kayak kuning telur asin! Keren!
LarasKeren apanya, Bim. Itu tanda udaranya penuh asap!
LarasAplikasi ISPU: 185, kategori Tidak Sehat. Pencemar utamanya PM2,5.
BimaPM? Pagi–Malam?
Kak TirtaPM2,5 artinya partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau kurang, ±30 kali lebih tipis daripada rambutmu. Ia bisa menyusup sampai ke ujung paru-paru!
UHUK!
KimoAsap ini datang dari gambut yang terbakar ratusan kilometer jauhnya. Udara tidak kenal batas provinsi!
BimaJadi udara itu satu gelas kimia raksasa milik bersama…
Apa penyebab utama pemanasan global yang sedang terjadi sekarang?
Lubang ozon yang membuat panas matahari masuk lebih banyak.
Bertambahnya gas rumah kaca, terutama CO2 dan metana, dari kegiatan manusia.
Panas yang dibuang mesin, AC, dan lampu di kota-kota besar.
Gunung berapi yang makin sering meletus.
Jawabannya: gas rumah kaca. Lubang ozon membuat lebih banyak sinar ultraviolet sampai ke permukaan (bahaya bagi kulit dan mata), tetapi hampir tidak menambah panas. Pemanasan global terjadi karena gas seperti \(\ce{CO2}\) dan \(\ce{CH4}\) menahan sinar inframerah yang dipancarkan Bumi. Dua masalah yang berbeda, dengan zat dan reaksi yang berbeda pula. Bab ini memisahkan keduanya dengan jelas.
38.1Udara yang kita hirup: atmosfer & polutan
Setiap napasmu menghirup ±0,5 liter campuran gas. Udara kering terdiri atas nitrogen \(\ce{N2}\) ±78%, oksigen \(\ce{O2}\) ±21%, argon ±0,93%, dan karbon dioksida ±0,04% (sekitar 420 ppm). Sisanya, dalam jumlah sangat kecil, adalah neon, helium, metana, ozon, dan banyak lagi.
Hampir semua cuaca dan hampir semua polusi berada di lapisan terbawah, troposfer, setinggi ±12 km (di atas khatulistiwa sampai ±16–18 km). Di atasnya ada stratosfer (sampai ±50 km), tempat lapisan ozon pelindung berada.
Bayangkan udara seperti kuah sayur bening yang terlihat bersih. Kalau ada sedikit garam atau cabai yang larut, kuahnya tetap tampak jernih, tetapi rasanya berubah. Udara juga begitu: zat pencemar sering tidak terlihat, padahal jumlah yang sangat sedikit pun sudah bisa membuat kita batuk dan sesak.
Definisi · Polutan udaraPolutan udara adalah zat di udara yang kadarnya cukup tinggi untuk mengganggu kesehatan makhluk hidup atau merusak benda. Polutan primer langsung keluar dari sumbernya (CO, SO2, NO, jelaga). Polutan sekunder terbentuk di udara dari reaksi polutan primer, misalnya ozon permukaan dan asam sulfat dalam hujan.
Polutan
Sumber utama
Dampak
CO (karbon monoksida)
pembakaran tak sempurna: knalpot, kebakaran gambut, asap rokok, genset di ruang tertutup
mengikat hemoglobin ±200–250 kali lebih kuat daripada O2, sehingga darah kekurangan oksigen
NOx (NO, NO2)
mesin kendaraan dan pembangkit bersuhu tinggi: \(\ce{N2 + O2 -> 2NO}\)
iritasi saluran napas, hujan asam (\(\ce{HNO3}\)), pembentuk ozon permukaan
SO2 (belerang dioksida)
batu bara dan minyak bersulfur, peleburan bijih logam, gunung api
sesak napas, hujan asam (\(\ce{H2SO4}\))
PM2,5 dan PM10
asap kebakaran hutan dan gambut, knalpot diesel, debu jalan
PM2,5 masuk sampai ke alveolus paru, bahkan sebagian ke darah: asma, penyakit jantung
bahan baku kabut fotokimia; beberapa (mis. benzena) bersifat karsinogen
Ozon permukaan adalah contoh polutan sekunder yang menarik. Di siang terik, sinar matahari memecah \(\ce{NO2}\) dari knalpot: \(\ce{NO2 ->[cahaya] NO + O}\). Atom O yang sangat reaktif langsung bergabung dengan \(\ce{O2}\): \(\ce{O + O2 -> O3}\). Itulah sebabnya kadar ozon di kota padat biasanya memuncak pada siang hari, bukan pada jam macet pagi.
Putar setiap molekul. CO hanya dua atom, tetapi sangat berbahaya karena "merebut" tempat O2 di hemoglobin. Ketuk tiga atom SO2, NO2, dan O3 untuk mengukur sudutnya: mengapa ketiganya bengkok?
ISPU: rapor harian udara
Di Indonesia, kualitas udara dilaporkan dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Alat pemantau mengukur tujuh parameter: PM10, PM2,5, CO, NO2, SO2, O3, dan hidrokarbon. Setiap kadar diubah menjadi angka indeks, lalu angka tertinggi menjadi ISPU hari itu. Parameter yang paling tinggi disebut parameter kritis, seperti PM2,5 di aplikasi Laras.
Rentang ISPU
Kategori
Artinya bagi kita
0–50
Baik (hijau)
aman untuk semua kegiatan di luar ruang
51–100
Sedang (biru)
masih dapat diterima; orang yang sangat sensitif tetap waspada
101–200
Tidak Sehat (kuning)
anak-anak, lansia, dan penderita asma mengurangi kegiatan di luar
201–300
Sangat Tidak Sehat (merah)
semua orang mengurangi kegiatan di luar; pakai masker yang rapat
≥ 301
Berbahaya (hitam)
tetap di dalam ruangan dan ikuti arahan pemerintah
Alat pemantau gas sering memberi kadar dalam ppm volume (mililiter gas per meter kubik udara), sedangkan baku mutu memakai µg/m³. Konversinya memakai konsep mol dan volume molar gas (24,45 L/mol pada 25 °C dan 1 atm):
Di sebuah perempatan yang macet, alat mengukur kadar CO 9 ppm. Nyatakan kadar itu dalam µg/m³ (25 °C, 1 atm; Mr CO = 28).
Kadar CO ±10.300 µg/m³ (±10,3 mg/m³). Hasil yang sama didapat dari rumus: \(9 \times 28 \times 1000 / 24{,}45\).
Kimia Nusantara · Kabut asap dari gambutGambut di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Kalimantan adalah tumpukan sisa tumbuhan yang belum membusuk sempurna, kaya karbon, dan bisa setebal beberapa meter. Bila mengering lalu terbakar, apinya membara di bawah permukaan dengan oksigen terbatas. Pembakaran tak sempurna itu menghasilkan CO, jelaga PM2,5, dan banyak senyawa organik, jauh lebih "kotor" daripada api di kayu kering. Pada kebakaran besar 2015, asapnya sampai ke negeri tetangga. Itulah sebabnya menjaga gambut tetap basah adalah kebijakan kimia sekaligus kebijakan kesehatan.
Awas jebakanUdara yang tampak bersih belum tentu sehat, dan masker apa pun belum tentu melindungi. Masker kain tipis hanya menahan sebagian kecil PM2,5; masker jenis N95/KN95 yang menempel rapat di wajah jauh lebih efektif. Saat ISPU tinggi, cara terbaik tetap mengurangi waktu di luar ruangan.
Lanjut · IB & olimpiadeMenghitung ISPU dengan interpolasi linear
Setiap parameter punya tabel batas. Bila kadar terukur \(X_x\) berada di antara batas bawah \(X_b\) (indeks \(I_b\)) dan batas atas \(X_a\) (indeks \(I_a\)), maka
Misalnya untuk PM2,5 rata-rata 24 jam, batas ISPU 100 adalah 55,4 µg/m³ dan batas ISPU 200 adalah 150,4 µg/m³. Kadar 100 µg/m³ memberi \(I = \frac{100}{95}(100 - 55{,}4) + 100 \approx 147\): kategori Tidak Sehat. Ini persis cara kerja interpolasi yang kamu pakai untuk membaca grafik.
38.2Hujan asam: ketika langit menetes cuka
Air hujan di pegunungan yang sangat bersih, jauh dari pabrik dan kendaraan, memiliki pH sekitar …
tepat 7, karena air hujan adalah air suling alami.
±5,6, sedikit asam.
±8, sedikit basa karena membawa debu kapur.
±2, sangat asam karena tersambar petir.
Jawabannya: ±5,6. Air hujan melarutkan \(\ce{CO2}\) dari udara dan membentuk asam karbonat yang lemah: \(\ce{CO2 + H2O <=> H2CO3 <=> H+ + HCO3-}\). Jadi hujan alami pun sedikit asam. Hujan baru disebut hujan asam bila pH-nya di bawah 5,6.
Definisi · Hujan asamHujan asam adalah hujan (juga salju, kabut, embun, dan endapan kering) yang pH-nya lebih kecil dari 5,6 karena mengandung asam kuat, terutama asam sulfat dan asam nitrat dari oksida belerang dan oksida nitrogen.
Aturan · Dua jalur menuju hujan asam
Jalur belerang. Belerang dalam batu bara, minyak, atau bijih (misalnya pirit) terbakar menjadi \(\ce{SO2}\):
Jalur nitrogen. Di ruang bakar mesin yang sangat panas, nitrogen dan oksigen udara bereaksi. NO lalu teroksidasi menjadi \(\ce{NO2}\) yang larut menjadi asam nitrat:
Mulailah dari pirit dalam batu bara, ikuti belerang dan nitrogen sampai menjadi asam, lalu lihat asam itu "memakan" marmer. Untuk \(\ce{NO2 + O2 + H2O}\), setarakan atom N dulu, lalu H, terakhir O.
Apa akibatnya? Asam kuat melarutkan batu kapur dan marmer (keduanya \(\ce{CaCO3}\)): \(\ce{CaCO3 + 2H+ -> Ca^2+ + H2O + CO2}\). Ukiran halus memudar dan permukaan patung menjadi kasar. Di danau, ikan dan telur katak sulit bertahan di bawah pH ±5. Di tanah hutan, asam mencuci ion hara \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{Mg^2+}\) serta melepaskan ion \(\ce{Al^3+}\) yang meracuni akar. Atap seng dan jembatan besi juga lebih cepat berkarat.
Atur pH hujan dan curah hujan, lalu tekan ▶ untuk memutar waktu sampai 300 tahun. Lingkaran perbesaran memperlihatkan ion \(\ce{H+}\) yang melepas \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{CO2}\) dari kisi \(\ce{CaCO3}\). Pada pH berapa ukiran halus di alas patung hilang dalam satu abad? Model ini menganggap semua \(\ce{H+}\) bereaksi; endapan kering \(\ce{SO2}\) di dunia nyata menambah kerusakan.
Tamu dari masa laluIstilah "hujan asam" pertama kali dipakai oleh kimiawan Skotlandia Robert Angus Smith dalam bukunya tahun 1872. Ia menganalisis hujan di Manchester, kota pabrik berasap batu bara di masa Revolusi Industri, dan menemukan asam sulfat di dalamnya. Seabad kemudian, danau-danau di Skandinavia dan Amerika Utara kehilangan ikannya karena asap dari negara lain. Hujan asam menjadi salah satu masalah lingkungan pertama yang memaksa negara-negara bekerja sama.
Kimia Nusantara · Ijen dan BorobudurTidak semua \(\ce{SO2}\) berasal dari pabrik. Gunung api seperti Ijen di Jawa Timur terus mengembuskan \(\ce{SO2}\) dan \(\ce{H2S}\), dan danau kawahnya termasuk danau paling asam di dunia, dengan pH mendekati 0. Batu Candi Borobudur adalah andesit, bukan marmer, tetapi tetap dirawat dengan cermat karena hujan asam, lumut, dan abu vulkanik (misalnya abu letusan Kelud 2014) mempercepat pelapukannya.
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa tepat ±5,6? Hukum Henry bertemu Ka
Dengan \(K_{a1} \approx 4{,}5 \times 10^{-7}\) dan mengabaikan ionisasi kedua: \([\ce{H+}] = \sqrt{K_{a1}[\ce{CO2}]} = \sqrt{6{,}3 \times 10^{-12}} = 2{,}5 \times 10^{-6}\) M, sehingga pH ≈ 5,6. Karena \(p_{\ce{CO2}}\) terus naik, pH hujan "alami" pun turun sangat sedikit dari tahun ke tahun.
Kabar baiknya, hujan asam bisa dikendalikan dengan kimia. Bahan bakar dikurangi belerangnya (bensin dan solar rendah sulfur). Pembangkit batu bara memasang scrubber yang menyemprotkan bubur kapur ke gas buang: \(\ce{2CaCO3 + 2SO2 + O2 -> 2CaSO4 + 2CO2}\). Hasilnya gipsum, yang bahkan bisa dijual untuk papan gipsum. Kendaraan memakai konverter katalitik yang mengubah \(\ce{NO}\) dan \(\ce{CO}\) menjadi \(\ce{N2}\) dan \(\ce{CO2}\).
Sebuah pembangkit membakar 1 ton batu bara yang mengandung 1,2% belerang (massa). (a) Berapa kg \(\ce{SO2}\) yang terbentuk? (b) Berapa kg \(\ce{CaCO3}\) yang dibutuhkan scrubber untuk menyerap semuanya? (Ar S = 32, O = 16, Ca = 40, C = 12)
Massa S = 1,2% × 1.000 kg = 12 kg → mol S = 12.000 g / 32 = 375 mol.
\(\ce{S + O2 -> SO2}\): 1 mol S → 1 mol \(\ce{SO2}\). Massa \(\ce{SO2}\) = 375 × 64 = 24.000 g = 24 kg.
Pada scrubber, perbandingan \(\ce{CaCO3 : SO2}\) = 2 : 2 = 1 : 1, jadi butuh 375 mol \(\ce{CaCO3}\) = 375 × 100 g = 37,5 kg.
(a) 24 kg SO2 per ton batu bara, (b) 37,5 kg kapur. Pembangkit besar membakar ribuan ton per hari, jadi scrubber menyelamatkan ratusan ton \(\ce{SO2}\) setiap hari dari langit kita.
38.3Efek rumah kaca & perubahan iklim
Sinar matahari sebagian besar berupa cahaya tampak yang menembus atmosfer dan menghangatkan daratan serta lautan. Bumi yang hangat lalu memancarkan energi kembali ke angkasa dalam bentuk inframerah (IR). Beberapa gas di udara menyerap IR itu dan memancarkannya lagi ke segala arah, termasuk kembali ke Bumi. Akibatnya, panas tertahan lebih lama, seperti di dalam mobil yang diparkir di bawah terik.
Tanpa efek rumah kaca alami, suhu rata-rata Bumi sekitar −18 °C, bukan +15 °C. Masalahnya bukan efeknya, tetapi penambahannya: makin banyak gas rumah kaca, makin banyak inframerah yang tertahan.
Gas rumah kaca bekerja seperti selimut. Selimut tipis membuatmu nyaman di malam yang dingin. Tetapi bila setiap malam selimutnya ditambah satu lapis, lama-lama kamu kepanasan. Manusia sedang "menambah selimut" Bumi dengan membakar bensin, solar, batu bara, dan hutan.
Definisi · Gas rumah kaca dan GWPGas rumah kaca adalah gas yang menyerap dan memancarkan radiasi inframerah, misalnya \(\ce{H2O}\), \(\ce{CO2}\), \(\ce{CH4}\), \(\ce{N2O}\), dan CFC. Potensi pemanasan global (GWP) membandingkan kemampuan 1 kg gas menahan panas selama 100 tahun dengan 1 kg \(\ce{CO2}\) (GWP \(\ce{CO2}\) = 1). Emisi gas lain dinyatakan dalam CO2-ekuivalen (CO2e) = massa gas × GWP.
Gas
Kadar pra-industri
Kadar kini (±)
GWP 100 tahun
Sumber penting di Indonesia
\(\ce{CO2}\)
±280 ppm
±420 ppm
1
bahan bakar fosil, pembukaan hutan, kebakaran gambut, pabrik semen
\(\ce{CH4}\) (metana)
±0,72 ppm
±1,9 ppm
±28–30
sawah tergenang, sampah di TPA, ternak, kebocoran gas
\(\ce{N2O}\)
±0,27 ppm
±0,34 ppm
±270
pupuk nitrogen berlebih di lahan pertanian
CFC-12, \(\ce{CCl2F2}\)
0
±0,0005 ppm
lebih dari 10.000
kulkas dan AC lama (kini dilarang)
Bandingkan \(\ce{CO2}\), \(\ce{CH4}\), \(\ce{N2O}\), dan \(\ce{H2O}\) dengan \(\ce{N2}\) dan \(\ce{O2}\). Penyusun 99% udara itu hanya dua atom sejenis: saat bergetar, muatannya tetap seimbang sehingga tidak bisa menyerap inframerah. Gas rumah kaca punya tiga atom atau lebih dengan ikatan polar.
Lanjut · IB & olimpiadeGetaran yang "aktif IR"
Sebuah molekul menyerap foton IR bila getarannya mengubah momen dipol. \(\ce{CO2}\) linear punya empat mode getaran: regangan simetris (dipol tetap nol, tidak aktif IR), regangan asimetris (±2.349 cm⁻¹, 4,3 µm), dan dua tekukan setara (±667 cm⁻¹, 15 µm). Bumi memancarkan IR paling kuat di sekitar 10 µm, dan pita tekukan 15 µm milik \(\ce{CO2}\) jatuh tepat di tepi "jendela" pancaran itu. Pengetahuan yang sama dipakai di spektroskopi IR (Bab 39).
Bagaimana kita tahu \(\ce{CO2}\) bertambah? Sejak 1958, udara di puncak Mauna Loa (Hawaii) diukur terus-menerus. Grafiknya dinamai kurva Keeling. Grafik Hidup di bawah ini adalah model matematis sederhana yang meniru bentuk kurva itu (bukan data mentah): tren yang makin curam ditambah gelombang musiman.
\(C\) = kadar CO2 (ppm), \(t\) = tahun sejak 1958, \(A\) = amplitudo musiman. Seret titik magenta atau tekan ▶ untuk memutar waktu. Garis oranye adalah garis singgung: kemiringannya adalah laju kenaikan CO2. Mengapa kurva biru turun setiap pertengahan tahun? (Petunjuk: musim tumbuh di belahan Bumi utara, tempat sebagian besar daratan dan hutan berada.)
Kimia Nusantara · Penjaga udara di Bukit KototabangDi perbukitan Kabupaten Agam, Sumatra Barat, BMKG mengoperasikan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, bagian dari jaringan pemantau atmosfer Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Stasiun ini termasuk sedikit stasiun global yang berada tepat di dekat khatulistiwa. Di sana diukur \(\ce{CO2}\), \(\ce{CH4}\), ozon, aerosol, dan kimia air hujan. Datanya menunjukkan tren kenaikan \(\ce{CO2}\) yang sama dengan Mauna Loa, dengan gelombang musiman yang jauh lebih kecil karena di khatulistiwa tidak ada musim dingin.
Tamu dari masa laluPada 1856, ilmuwan Amerika Eunice Foote menjemur tabung-tabung kaca berisi gas dan menemukan bahwa tabung berisi \(\ce{CO2}\) menjadi paling panas. Tiga tahun kemudian John Tyndall mengukur serapan "panas gelap" (inframerah) oleh uap air dan \(\ce{CO2}\). Pada 1896 kimiawan Swedia Svante Arrhenius menghitung dengan tangan bahwa melipatduakan \(\ce{CO2}\) akan menaikkan suhu Bumi beberapa derajat. Lalu sejak 1958, Charles David Keeling membuktikan dengan pengukuran teliti bahwa \(\ce{CO2}\) memang terus bertambah.
Metana punya cerita Nusantara sendiri. Di sawah yang tergenang terus-menerus, tanah kekurangan oksigen sehingga mikroba metanogen mengubah sisa jerami dan bahan organik menjadi \(\ce{CH4}\). Hal yang sama terjadi pada tumpukan sampah organik di TPA. Mengairi sawah secara berselang (basah–kering) dan mengompos sampah dapur dapat memangkas emisi metana secara berarti.
Awas jebakanSatu hari yang dingin atau satu musim hujan yang basah tidak membantah pemanasan global. Cuaca adalah keadaan udara dari hari ke hari; iklim adalah rata-rata cuaca selama puluhan tahun. Saat ini suhu rata-rata Bumi sudah sekitar 1,1–1,3 °C lebih tinggi daripada masa pra-industri.
Jejak karbon: dari tangki bensin ke langit
Saat bensin terbakar, setiap atom karbon bergabung dengan dua atom oksigen dari udara. Karena 12 g C menjadi 44 g \(\ce{CO2}\), gas yang keluar dari knalpot lebih berat daripada bensin yang terbakar! Satu liter bensin (±0,74 kg, ±85% karbon) menghasilkan ±2,3 kg \(\ce{CO2}\); satu kilogram LPG (campuran propana dan butana) menghasilkan ±3,0 kg \(\ce{CO2}\).
Motor keluarga Bima menghabiskan 6 L bensin setiap minggu. Berapa kg \(\ce{CO2}\) yang dilepaskan dalam seminggu dan dalam setahun (52 minggu)? Pakai 2,3 kg \(\ce{CO2}\) per liter.
Seminggu: 6 L × 2,3 kg/L = 13,8 kg \(\ce{CO2}\).
Setahun: 13,8 kg × 52 = 717,6 kg \(\ce{CO2}\).
Pada suhu kamar, 1 kg \(\ce{CO2}\) bervolume ±0,55 m³, jadi 717,6 kg ≈ 390 m³ gas.
±13,8 kg per minggu, ±0,72 ton per tahun: gas sebanyak itu cukup untuk memenuhi lebih dari dua ruang kelas!
Masukkan perkiraan pemakaian di rumahmu. Sumber mana yang paling besar? Coba nyalakan "kompos/bank sampah" dan kurangi bensin 2 L per minggu: berapa pohon yang "terselamatkan"? Faktor emisi: bensin 2,3 kg/L; LPG 3,0 kg/kg; listrik ±0,8 kg/kWh (rata-rata jaringan listrik Indonesia, berbeda per daerah); sampah organik di TPA ±0,7 kg CO2e/kg (perkiraan kasar).
38.4Lapisan ozon & CFC
Ozon, \(\ce{O3}\), punya dua wajah. Di dekat hidung kita ia polutan yang memedihkan mata. Tetapi 15–35 km di atas kepala, ozon membentuk perisai yang menyerap sebagian besar sinar UV-B dan hampir semua UV-C dari matahari. Tanpa perisai itu, kanker kulit, katarak, dan kerusakan tanaman akan jauh lebih banyak.
Lapisan ozon terus dibuat dan diurai oleh sinar UV dalam siklus Chapman:
Ozonnya sebenarnya sangat sedikit. Bila semua ozon di atas kepalamu dikumpulkan pada 0 °C dan 1 atm, tebalnya hanya ±3 mm, setebal dua keping koin. Ketebalan ini diukur dalam Dobson Unit (DU): 100 DU = 1 mm, jadi 300 DU = 3 mm. Wilayah dengan ozon di bawah 220 DU disebut lubang ozon.
Lalu datanglah CFC (klorofluorokarbon), misalnya freon-12, \(\ce{CCl2F2}\). Ia tidak beracun, tidak mudah terbakar, dan sangat stabil, sehingga dulu menjadi bahan pendingin kulkas dan AC serta pendorong semprotan. Justru karena stabil, CFC tidak terurai di troposfer dan perlahan naik sampai ke stratosfer, tempat sinar UV-C akhirnya memecahnya.
CFC seperti \(\ce{CCl2F2}\) (freon-12) bocor dari kulkas, AC, dan semprotan lama. Di troposfer ia sangat stabil: tidak larut dalam hujan dan tidak bereaksi, sehingga perlahan naik ke stratosfer.
Di stratosfer, sinar UV-C berenergi tinggi memutus ikatan C–Cl: \(\ce{CCl2F2 ->[UV] CClF2 + Cl}\). Lahirlah radikal klorin (Cl•) yang punya satu elektron tak berpasangan (titik magenta).
Radikal Cl sangat reaktif dan langsung mencari pasangan. Di dekatnya ada sebuah molekul ozon, \(\ce{O3}\).
\(\ce{Cl + O3 -> ClO + O2}\). Satu ozon hancur menjadi oksigen biasa dan klorin monoksida (ClO).
ClO bertemu atom O bebas (hasil penguraian \(\ce{O3}\) dan \(\ce{O2}\) oleh UV): \(\ce{ClO + O -> Cl + O2}\). Atom Cl lepas lagi, utuh!
Cl kembali menyerang ozon berikutnya. Reaksi bersihnya \(\ce{O3 + O -> 2O2}\), dan Cl adalah katalis. Satu atom Cl dapat menguraikan sekitar 100.000 molekul ozon sebelum terkunci dalam senyawa "gudang" seperti HCl.
Dua persamaan pertama adalah pembentukan atom O dan penguraian ozon secara keseluruhan. Lalu CFC melepas Cl, Cl "disimpan" dalam HCl dan \(\ce{ClONO2}\), dan di awan stratosfer kutub keduanya dilepas lagi sebagai \(\ce{Cl2}\). Mengapa \(\ce{Cl + O3 -> ClO + O2}\) tidak ada di sini? Karena atom O muncul di tiga zat, persamaan itu bisa "setara" dengan banyak cara (misalnya Cl + 3O₃ → ClO + 4O₂). Koefisien yang benar ditentukan oleh mekanismenya: satu tumbukan antara satu Cl dan satu O₃.
Trik Kak Tirta"Ozon: baik di atas, buruk di bawah." Di stratosfer ia payung UV; di jalan raya ia polutan. Dan ingat, klorin dari CFC itu seperti pemain Pac-Man: memakan ozon satu per satu tanpa pernah kenyang, karena ia selalu keluar utuh di akhir setiap putaran.
Awas jebakanLubang ozon bukan penyebab utama pemanasan global. Lubang ozon membiarkan lebih banyak UV masuk (bahaya bagi kulit dan mata), sedangkan pemanasan global terjadi karena gas rumah kaca menahan inframerah. Kaitan keduanya ada pada CFC: selain merusak ozon, CFC juga gas rumah kaca yang sangat kuat.
Tamu dari masa laluPada 1974, Mario Molina dan F. Sherwood Rowland memperingatkan bahwa klorin dari CFC dapat merusak ozon. Banyak yang tidak percaya, sampai 1985 tim British Antarctic Survey (Joseph Farman dan rekan-rekan) melaporkan "lubang" ozon di atas Antartika setiap musim semi. Dunia bergerak cepat: Protokol Montreal ditandatangani pada 16 September 1987 (kini diperingati sebagai Hari Ozon Internasional) dan menjadi perjanjian lingkungan pertama yang diratifikasi semua negara anggota PBB. Molina, Rowland, dan Paul Crutzen menerima Nobel Kimia 1995. Ozon kini pulih perlahan dan diperkirakan kembali ke tingkat 1980 di atas Antartika sekitar tahun 2066.
Ketuk C dan Cl pada freon-12 lalu ukur panjang ikatannya, bandingkan dengan C–F. Ikatan C–Cl lebih panjang dan lebih lemah, jadi itulah yang putus oleh UV. Isobutana (R-600a) dan propana (R-290) kini dipakai di banyak kulkas dan AC baru: tanpa klorin, ramah ozon, dan GWP-nya rendah, tetapi mudah terbakar sehingga harus ditangani teknisi terlatih.
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa lubangnya di Antartika?
Sebagian besar klorin di stratosfer "tidur" dalam senyawa gudang yang tidak merusak, yaitu \(\ce{HCl}\) dan \(\ce{ClONO2}\). Di musim dingin kutub selatan (di bawah ±−78 °C), terbentuk awan stratosfer kutub. Pada permukaan kristal es awan itu terjadi reaksi heterogen \(\ce{HCl + ClONO2 -> Cl2 + HNO3}\). Gas \(\ce{Cl2}\) menumpuk dalam gelap. Begitu matahari muncul di musim semi (September–Oktober), \(\ce{Cl2 ->[cahaya] 2Cl}\) melepaskan banyak radikal sekaligus, dan ozon runtuh dalam beberapa minggu. Inilah contoh katalisis heterogen yang paling berdampak di planet kita.
Indonesia meratifikasi Protokol Montreal pada 1992 dan telah menghentikan impor dan pemakaian CFC. Pengganti awalnya, HCFC, masih mengandung sedikit klorin dan sedang dikurangi bertahap. Pengganti berikutnya, HFC, aman bagi ozon tetapi merupakan gas rumah kaca kuat, sehingga kini juga dibatasi. Pelajaran pentingnya: setiap zat pengganti harus dinilai dari semua dampaknya.
38.5Air: kesadahan, BOD/COD, logam berat & PDAM
Segelas air sumur tampak sangat jernih, sejuk, dan tidak berbau. Apakah air itu pasti aman diminum langsung?
Ya, air yang jernih berarti bersih.
Ya, asalkan rasanya tawar.
Belum tentu: bakteri, nitrat, dan logam berat tidak terlihat dan tidak berbau.
Ya, asalkan diambil pagi hari.
Jawabannya: belum tentu. Bakteri E. coli dari septic tank yang terlalu dekat, nitrat dari pupuk, serta ion merkuri, timbal, atau arsen dapat larut sempurna tanpa mengubah warna, bau, atau rasa. Kejernihan hanya menunjukkan sedikitnya partikel tersuspensi. Keamanan air harus dibuktikan dengan uji laboratorium.
Air adalah pelarut yang sangat hebat. Itu kabar baik bagi kehidupan, tetapi juga berarti air hampir tidak pernah murni. Kimiawan lingkungan memeriksa air dari beberapa sisi: ion yang terlarut (kesadahan, logam berat), zat organik yang menghabiskan oksigen (BOD/COD), dan kuman.
Pernahkah kamu melihat kerak putih di dasar panci atau ketel? Itu "batu" kecil yang tadinya larut dalam air, lalu mengendap saat airnya dididihkan. Air yang banyak mengandung zat kapur seperti itu disebut air sadah. Di air sadah, sabun sulit berbusa.
Kesadahan
Definisi · Kesadahan airKesadahan disebabkan oleh ion \(\ce{Ca^2+}\) dan \(\ce{Mg^2+}\) terlarut. Kesadahan sementara berasal dari garam hidrogen karbonat dan hilang bila air dididihkan. Kesadahan tetap berasal dari garam sulfat dan klorida, dan tidak hilang dengan pendidihan. Kesadahan biasanya dinyatakan dalam mg/L \(\ce{CaCO3}\).
Air hujan yang sedikit asam melarutkan batu kapur di daerah karst seperti Gunung Sewu: \(\ce{CaCO3 + CO2 + H2O -> Ca(HCO3)2}\). Saat air itu dididihkan, reaksinya berbalik dan meninggalkan kerak: \(\ce{Ca(HCO3)2 -> CaCO3 + H2O + CO2}\). Di dalam air sadah, sabun (garam natrium asam lemak) bereaksi dengan ion kalsium membentuk endapan lengket, sehingga busanya sedikit:
sabun mudah berbusa (air hujan, sebagian air sungai)
61–120
sedang
kerak tipis setelah lama
121–180
sadah
kerak putih di ketel, busa sabun berkurang
> 180
sangat sadah
kerak tebal, kain terasa kaku, pipa tersumbat (sering di daerah kapur)
Air sadah bisa dilunakkan dengan pendidihan (hanya kesadahan sementara), penambahan soda abu \(\ce{Na2CO3}\) yang mengendapkan \(\ce{CaCO3}\), atau resin penukar ion yang menukar \(\ce{Ca^2+}\) dengan \(\ce{Na+}\). Konsentrasi ion di air sering berpindah antara tiga satuan: ppm, mg/L, dan mol/L.
BOD dan COD: seberapa "lapar oksigen" air itu?
Ikan bernapas dengan oksigen terlarut (DO, dissolved oxygen). Air jenuh pada 25 °C hanya melarutkan ±8 mg/L oksigen, jauh lebih sedikit daripada udara. Bila limbah organik (sisa makanan, tinja, limbah pabrik tahu dan tapioka) masuk ke sungai, bakteri menguraikannya sambil menghabiskan oksigen itu. Sungai menjadi hitam, berbau, dan ikan mati.
Definisi · BOD dan CODBOD (biochemical oxygen demand) adalah massa oksigen (mg/L) yang dihabiskan mikroba untuk menguraikan zat organik dalam sampel selama 5 hari pada 20 °C. COD (chemical oxygen demand) adalah oksigen yang setara dengan oksidator kuat (kalium dikromat dalam asam) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi hampir semua zat organik. COD selalu ≥ BOD. Makin besar keduanya, makin tercemar airnya.
Sebanyak 10 mL limbah cair pabrik tahu diencerkan menjadi 300 mL dengan air jenuh oksigen. DO awal 8,4 mg/L. Setelah 5 hari dalam gelap pada 20 °C, DO tinggal 3,6 mg/L. Hitung BOD₅ limbah itu.
Oksigen yang terpakai dalam botol: 8,4 − 3,6 = 4,8 mg/L.
Sampel hanya 10/300 bagian isi botol, jadi faktor pengenceran = 300/10 = 30.
BOD₅ = 4,8 × 30 = 144 mg/L.
BOD₅ = 144 mg/L, hampir 50 kali batas sungai kelas I (BOD ≤ 2 mg/L). Limbah tahu harus diolah dulu, misalnya di kolam anaerob yang sekaligus menghasilkan biogas.
Logam berat: merkuri di tambang emas rakyat
Di banyak tambang emas skala kecil, bijih yang digiling dicampur merkuri. Merkuri cair melarutkan butiran Au membentuk amalgam. Amalgam itu lalu dipanaskan: merkuri menguap dan emas tertinggal. Uap merkuri terhirup oleh penambang dan keluarganya, sedangkan sisanya jatuh ke sungai. Di dasar sungai, bakteri mengubahnya menjadi metilmerkuri yang terakumulasi di ikan, makin pekat di setiap tingkat rantai makanan (biomagnifikasi), lalu sampai ke piring kita.
Keselamatan · MerkuriMerkuri (raksa) beracun bagi saraf, ginjal, dan janin, serta berbahaya bagi lingkungan perairan. Jangan pernah memegang, memanaskan, atau menyimpan merkuri di rumah. Bila termometer raksa pecah, jauhkan anak-anak, buka jendela, jangan menyapu dengan sapu atau menyedot dengan penyedot debu, dan minta orang dewasa menghubungi petugas kesehatan atau lingkungan setempat.
Toksik akutBahaya kesehatanBahaya lingkungan
Kimia Nusantara · Dari Minamata ke CitarumPada 1950-an, warga Teluk Minamata (Jepang) lumpuh dan banyak bayi lahir cacat karena makan ikan yang tercemar metilmerkuri dari limbah pabrik. Namanya kini diabadikan dalam Konvensi Minamata tentang Merkuri (2013), yang diratifikasi Indonesia melalui UU No. 11 Tahun 2017 untuk menghapus merkuri, termasuk di tambang emas rakyat. Di Jawa Barat, Sungai Citarum pernah dijuluki salah satu sungai paling tercemar di dunia karena limbah industri, limbah rumah tangga, dan sampah. Sejak 2018 program pemulihan besar-besaran berjalan, dan BOD, COD, serta logam beratnya dipantau secara rutin.
Dari sungai ke keran: pengolahan air PDAM
Air sungai yang keruh berisi butir lumpur kasar dan partikel koloid lempung yang sangat halus. Partikel koloid bermuatan negatif sehingga saling tolak dan tidak mau mengendap (Bab 25). PDAM mengolahnya melalui lima tahap utama:
partikel netral dan \(\ce{Al(OH)3}\) bergabung menjadi gumpalan besar (flok)
3. Sedimentasi
air didiamkan di bak pengendap
flok yang berat mengendap; lumpurnya dibuang
4. Filtrasi
air dialirkan melalui lapisan pasir dan kerikil
sisa flok halus dan sebagian kuman tertahan
5. Desinfeksi
klorin atau kaporit ditambahkan
\(\ce{Cl2 + H2O <=> HOCl + HCl}\); asam hipoklorit membunuh kuman; sisa klor melindungi air di pipa
Kamu operator PDAM! Pilih sumber air, atur dosis tawas dan klorin, lalu jalankan tahap demi tahap dengan tombol di bawah. Urutan bebas, jadi coba juga urutan yang "salah": apa yang terjadi bila klorin diberikan pertama, atau air disaring tanpa tawas? Targetnya memenuhi syarat air minum: kekeruhan < 3 NTU, tanpa E. coli, pH 6,5–8,5, dan sisa klor 0,2–0,5 mg/L.
Mengapa klorin diberikan paling akhir? Bila diberikan pada air yang masih kaya zat organik, klorin habis bereaksi dan membentuk produk samping seperti kloroform (golongan trihalometana), sementara kuman yang bersembunyi di balik partikel lumpur tetap selamat. Itulah sebabnya kekeruhan diturunkan dulu, baru air didesinfeksi.
38.6Kimia hijau: merancang tanpa limbah
Selama puluhan tahun, cara menangani pencemaran adalah "buang dulu, bersihkan kemudian". Hasilnya mahal dan sering terlambat. Kimia hijau membalik cara berpikir itu: rancang reaksinya supaya limbah tidak pernah terbentuk.
Definisi · Kimia hijauKimia hijau adalah perancangan produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan pemakaian dan pembentukan zat berbahaya, sejak tahap rancangan sampai produk dibuang. Gagasan ini dirumuskan oleh Paul Anastas dan John Warner dalam 12 prinsip (1998).
Prinsip · 12 prinsip kimia hijau
No.
Prinsip
Contoh
1
Pencegahan: mencegah limbah lebih baik daripada mengolahnya
memilah sampah sejak di rumah; proses pabrik tanpa produk samping
2
Ekonomi atom: sebanyak mungkin atom pereaksi masuk ke produk
adisi etena + air → etanol (100%)
3
Sintesis yang kurang berbahaya
\(\ce{H2O2}\) sebagai oksidator pengganti senyawa krom(VI)
4
Produk yang lebih aman: tetap berfungsi, kurang beracun
insektisida yang lebih selektif dan cepat terurai
5
Pelarut dan bahan bantu yang lebih aman
air atau \(\ce{CO2}\) superkritis untuk melepas kafein dari kopi
6
Hemat energi: reaksi pada suhu dan tekanan kamar
enzim dan fermentasi tempe yang bekerja pada suhu kamar
7
Bahan baku terbarukan
bioetanol dari tetes tebu; plastik dari pati singkong
8
Kurangi turunan (gugus pelindung dan langkah tambahan)
enzim yang selektif sehingga tak perlu melindungi gugus lain
9
Katalis lebih baik daripada pereaksi stoikiometris
konverter katalitik, zeolit di kilang minyak, enzim dalam deterjen
10
Dirancang untuk terurai setelah dipakai
deterjen rantai lurus (LAS) yang mudah diurai bakteri
11
Analisis waktu nyata untuk mencegah pencemaran
sensor yang memantau reaksi pabrik setiap detik
12
Kimia yang aman dari kecelakaan
tidak menyimpan gas beracun dalam jumlah besar (pelajaran tragedi Bhopal 1984)
Ekonomi atom
Rendemen (Bab 18) bertanya "berapa banyak produk yang benar-benar kudapat?". Ekonomi atom bertanya hal yang lebih mendasar: "kalau reaksinya sempurna sekalipun, berapa persen atom pereaksi yang berakhir di produk yang kuinginkan?" Karena massa kekal, massa semua pereaksi sama dengan massa produk utama ditambah produk samping.
Etanol dapat dibuat dengan dua cara. (1) Fermentasi glukosa (seperti tapai): \(\ce{C6H12O6 -> 2C2H5OH + 2CO2}\). (2) Adisi air pada etena: \(\ce{C2H4 + H2O -> C2H5OH}\). Bandingkan ekonomi atom keduanya. (Ar C = 12, H = 1, O = 16)
Mr glukosa = 180; Mr etanol = 46; produk yang diinginkan pada cara (1) = 2 × 46 = 92.
Cara (1): % EA = 92/180 × 100% = 51,1%. Hampir separuh massa lepas sebagai \(\ce{CO2}\).
Cara (2): Mr pereaksi = 28 + 18 = 46 = Mr produk, jadi % EA = 100%.
Adisi etena: 100%; fermentasi: 51,1%. Tetapi ekonomi atom bukan satu-satunya ukuran: etena berasal dari minyak bumi (tak terbarukan), sedangkan glukosa dari tebu atau singkong (terbarukan, prinsip 7). Kimiawan hijau menimbang semua prinsip sekaligus.
Contoh terkenal datang dari pabrik obat. Ibuprofen dulu dibuat dalam enam tahap dengan ekonomi atom ±40%: lebih dari separuh massa bahan berakhir sebagai limbah. Proses BHC (1990-an) memakai katalis sehingga cukup tiga tahap, dengan ekonomi atom ±77%. Produk sampingnya, asam asetat, bahkan bisa dimanfaatkan kembali sehingga hampir tidak ada atom yang terbuang.
Lanjut · IB & olimpiadeFaktor E: menimbang limbah yang sebenarnya
Ekonomi atom dihitung dari persamaan di atas kertas. Roger Sheldon mengusulkan ukuran yang lebih jujur, faktor E = massa total limbah ÷ massa produk, termasuk pelarut, pereaksi berlebih, dan rendemen yang tidak sempurna. Industri minyak bumi memiliki faktor E < 0,1, bahan kimia curah ±1–5, bahan kimia halus ±5–50, dan farmasi ±25–100 atau lebih. Pelarut biasanya penyumbang limbah terbesar, itulah sebabnya prinsip 5 sangat penting.
Pelarut dan katalis hijau. Air adalah pelarut paling aman. \(\ce{CO2}\) superkritis (di atas 31 °C dan 73 atm) melarutkan kafein dari biji kopi tanpa meninggalkan sisa pelarut beracun. Katalis seperti enzim bekerja pada suhu tubuh dan sangat selektif, sehingga menghemat energi sekaligus mencegah produk samping.
Ekonomi sirkular dan bank sampah. Dalam ekonomi linear, barang dibuat, dipakai, lalu dibuang. Dalam ekonomi sirkular, bahan dijaga tetap beredar: botol PET dicacah menjadi serat kain, kertas didaur ulang, sisa dapur menjadi kompos. Di banyak kampung, bank sampah mengajak warga menabung sampah yang sudah dipilah dan mendapat uang. Pemilahan sejak di rumah adalah prinsip pertama kimia hijau yang bisa kamu lakukan hari ini.
"Lubang ozon adalah penyebab utama pemanasan global."
Keduanya masalah berbeda. Lubang ozon meloloskan lebih banyak UV; pemanasan global berasal dari gas rumah kaca yang menahan inframerah. CFC hanya kebetulan terlibat di keduanya.
"Air yang jernih pasti aman diminum."
Kuman, nitrat, dan logam berat larut tanpa warna dan bau. Merebus membunuh kuman, tetapi tidak menghilangkan merkuri atau timbal. Hanya uji laboratorium yang bisa memastikan.
"Hujan asam bisa melepuhkan kulit."
Hujan asam umumnya ber-pH 4–5, sekitar keasaman jus tomat. Bahayanya bekerja perlahan: mengasamkan danau, mencuci hara tanah hutan, dan mengikis bangunan selama bertahun-tahun.
"Efek rumah kaca itu jahat dan harus dihilangkan."
Tanpa efek rumah kaca alami, Bumi rata-rata −18 °C dan lautan membeku. Yang berbahaya adalah penambahan gas rumah kaca oleh manusia yang terjadi sangat cepat.
Kimia di sekitarmu
😷
ISPU di ponsel
Saat musim kemarau dan kebakaran lahan, cek ISPU sebelum berolahraga di luar. Angka di atas 100 adalah sinyal bagi anak dan penderita asma untuk berlindung.
🚗
Konverter katalitik
Di dalam knalpot mobil, logam platina, paladium, dan rodium mengubah gas beracun: \(\ce{2CO + 2NO -> 2CO2 + N2}\).
🌾
Sawah hemat metana
Mengairi sawah secara berselang memberi oksigen ke tanah sehingga mikroba metanogen bekerja lebih sedikit, sementara panen tetap terjaga.
♻️
Bank sampah
Botol PET, kardus, dan kaleng yang dipilah bisa ditabung dan didaur ulang. Sampah organik yang dikompos tidak membusuk menjadi metana di TPA.
❄️
Kulkas tanpa CFC
Label R-600a pada kulkas berarti pendinginnya isobutana: ramah ozon dan rendah GWP. Perbaikan kulkas tetap harus oleh teknisi karena gasnya mudah terbakar.
🚰
Bau kaporit PDAM
Bau samar dari air keran berasal dari sisa klor yang menjaga air tetap bebas kuman selama mengalir di pipa sampai ke rumahmu.
Gas manakah yang terutama menyebabkan hujan asam?
\(\ce{CO2}\)
\(\ce{CH4}\)
\(\ce{SO2}\)
\(\ce{N2}\)
\(\ce{SO2}\) teroksidasi menjadi \(\ce{SO3}\), lalu larut menjadi \(\ce{H2SO4}\). \(\ce{CO2}\) hanya membuat hujan alami sedikit asam (pH ±5,6).
Apa fungsi tawas dalam pengolahan air PDAM?
Menggumpalkan partikel koloid agar mudah mengendap
Membunuh bakteri
Menaikkan pH air
Menghilangkan kesadahan
Ion \(\ce{Al^3+}\) dan endapan \(\ce{Al(OH)3}\) menetralkan muatan koloid lempung sehingga partikel bergabung menjadi flok (koagulasi). Kuman dibunuh oleh klorin.
Berapa ekonomi atom reaksi \(\ce{C2H4 + H2O -> C2H5OH}\)?
25%
50%
72%
100%
Semua atom pereaksi masuk ke produk (reaksi adisi), jadi ekonomi atomnya 100%.
39
Bab 39 · Inti, Lingkungan & Analisis
Detektif Molekul: Analisis & Spektroskopi
Setiap zat meninggalkan sidik jari: warna nyala, endapan, gas, dan cara ia menyerap cahaya. Di bab terakhir ini kamu menjadi detektif yang mengungkap identitas zat, bahkan susunan atomnya, tanpa pernah mencicipinya.
Setelah bab ini, kamu bisa
mengidentifikasi kation, anion, dan gas dengan uji nyala, NaOH, amonia, perak nitrat, barium klorida, dan uji gas;
menghitung kadar zat dengan gravimetri (menimbang endapan) dan volumetri (titrasi);
memakai hukum Beer–Lambert dan kurva kalibrasi untuk menentukan konsentrasi larutan berwarna;
membaca spektrum IR, spektrum massa (ion molekul, fragmen, pola isotop Cl dan Br), dan ¹H NMR (pergeseran kimia, integrasi, aturan n+1);
menggabungkan IHD dan semua bukti spektrum untuk menentukan struktur molekul.
Tiga Botol Tanpa Label Komik · 4 panel
Sore hari, gudang laboratorium sekolah
BimaKak, ada tiga botol tanpa label. Isinya serbuk putih semua. Cicip sedikit, ya?
Kak TirtaJANGAN! Aturan nomor satu detektif kimia: tidak mencicipi, tidak menghirup langsung.
LarasKita kumpulkan bukti saja. Uji nyala dulu: serbuk A membuat nyala kuning terang!
WUSS!
PLUK!
BimaSerbuk B yang putih jadi biru waktu dilarutkan! Ditetesi NaOH… ada endapan biru muda!
Kimo ikut menyelidiki…
KimoDetektif BPOM dan forensik juga "menginterogasi" molekul dengan cahaya inframerah, gelombang radio, bahkan menimbang pecahannya!
BimaMolekul bisa diinterogasi? Keren…
Serbuk A membuat nyala api berwarna kuning terang. Apakah sudah pasti serbuk itu garam dapur, NaCl?
Ya, nyala kuning adalah tanda pasti natrium klorida.
Belum. Nyala kuning hanya membuktikan ada ion natrium; anionnya harus diuji terpisah.
Ya, karena hanya garam dapur yang berupa serbuk putih.
Tidak, nyala kuning berarti ion kalium.
Jawabannya: belum pasti. Soda kue (\(\ce{NaHCO3}\)), soda abu (\(\ce{Na2CO3}\)), natrium sulfat, bahkan pengawet natrium benzoat juga menyala kuning. Uji nyala hanya "menginterogasi" kationnya. Detektif yang baik selalu mencari saksi kedua: di sini, uji anion dengan perak nitrat yang memberi endapan putih untuk ion klorida.
39.1Analisis kualitatif: nyala, endapan, dan gas
Kimiawan analitik bekerja seperti detektif. Mereka tidak menebak dari penampilan, tetapi mengumpulkan bukti dari reaksi yang khas: warna nyala yang unik, endapan berwarna, atau gas yang bisa dibuktikan. Satu bukti jarang cukup. Gabungan beberapa bukti barulah menjadi kesimpulan.
Bayangkan kamu mencari teman di lapangan yang ramai. Kaus merah saja belum cukup, karena banyak anak berkaus merah. Tetapi kaus merah, tas biru, dan topi kuning? Nah, itu pasti dia! Zat kimia dikenali dengan cara yang sama: beberapa ciri sekaligus.
Definisi · Dua pertanyaan detektifAnalisis kualitatif menjawab "zat apa ini?" dengan mengenali ion, gugus, atau senyawa dari reaksi dan sifat khasnya. Analisis kuantitatif menjawab "berapa banyak?" dengan mengukur massa, volume, atau intensitas cahaya untuk menghitung kadar atau konsentrasi.
Uji nyala: kation yang bercahaya
Kawat nikrom dibersihkan dengan asam klorida encer, dicelupkan ke serbuk garam, lalu dimasukkan ke nyala biru pembakar. Panas melempar elektron ion logam ke tingkat energi lebih tinggi. Saat elektron turun kembali, ia memancarkan cahaya dengan warna khas (ingat spektrum garis di Bab 5).
Ion logam
Warna nyala
Contoh di sekitarmu
Li \(\ce{Li+}\)
merah tua (krimson)
suar darurat, kembang api merah
Na \(\ce{Na+}\)
kuning-jingga terang
garam yang tumpah di kompor, lampu jalan natrium
K \(\ce{K+}\)
ungu muda (lila)
pupuk KCl; mudah tertutup kuning natrium
Ca \(\ce{Ca^2+}\)
merah bata (jingga-merah)
kapur, cangkang telur
Cu \(\ce{Cu^2+}\)
hijau kebiruan
kabel tembaga yang terbakar
Ba \(\ce{Ba^2+}\)
hijau pucat (hijau apel)
kembang api hijau
Uji kation dengan NaOH dan amonia
Ion logam transisi dan beberapa ion lain membentuk endapan hidroksida berwarna ketika larutannya ditetesi natrium hidroksida atau amonia encer. Kuncinya: tambahkan sedikit dulu, amati, lalu tambahkan berlebih dan amati lagi. Perilaku "berlebih" sering menjadi pembeda paling tajam.
Kation
NaOH(aq) sedikit
NaOH(aq) berlebih
NH₃(aq) sedikit
NH₃(aq) berlebih
Al \(\ce{Al^3+}\)
endapan putih
larut → larutan tak berwarna
endapan putih
tidak larut
\(\ce{Ca^2+}\)
endapan putih
tidak larut
tidak ada endapan (atau sangat sedikit)
tidak ada endapan
Cr \(\ce{Cr^3+}\)
endapan hijau
larut → larutan hijau
endapan hijau keabuan
tidak larut
\(\ce{Cu^2+}\)
endapan biru muda
tidak larut
endapan biru muda
larut → larutan biru tua
Fe \(\ce{Fe^2+}\)
endapan hijau
tidak larut
endapan hijau
tidak larut
\(\ce{Fe^3+}\)
endapan cokelat kemerahan
tidak larut
endapan cokelat kemerahan
tidak larut
Zn \(\ce{Zn^2+}\)
endapan putih
larut → larutan tak berwarna
endapan putih
larut → larutan tak berwarna
\(\ce{NH4+}\)
tidak ada endapan; bila dihangatkan dengan NaOH keluar gas \(\ce{NH3}\) berbau pesing yang membirukan lakmus merah basah
Di tingkat partikel, ion \(\ce{OH-}\) "menangkap" ion logam menjadi padatan yang tak larut:
Amonium tidak mengendap. Ia "menyerahkan" protonnya kepada \(\ce{OH-}\) dan lepas sebagai gas: \(\ce{NH4+(aq) + OH^-(aq) -> NH3(g) + H2O(l)}\).
Trik Kak Tirta · Warna dulu, lalu "berlebih"Endapan berwarna langsung menunjuk tersangka: biru muda = \(\ce{Cu^2+}\), hijau = \(\ce{Fe^2+}\), cokelat kemerahan = \(\ce{Fe^3+}\) (ingat: karat besi memang senyawa besi(III) yang cokelat kemerahan, dan besi(II) "masih hijau", belum berkarat). Kalau endapannya putih, uji berlebih: larut di NaOH dan di amonia = \(\ce{Zn}\) ("Seng suka dua-duanya"); larut di NaOH saja = \(\ce{Al}\); tidak larut di NaOH dan hampir tak mengendap dengan amonia = \(\ce{Ca}\).
Uji anion
Anion
Cara uji
Hasil positif
Persamaan ion
\(\ce{CO3^2-}\)
tambah asam encer; gas dialirkan ke air kapur
berbuih; air kapur keruh
\(\ce{CO3^2- + 2H+ -> CO2 + H2O}\)
Cl \(\ce{Cl-}\)
asamkan dengan \(\ce{HNO3}\) encer, lalu tetesi \(\ce{AgNO3}\)(aq)
endapan putih
\(\ce{Ag+ + Cl- -> AgCl v}\)
Br \(\ce{Br-}\)
sama seperti di atas
endapan krem
\(\ce{Ag+ + Br- -> AgBr v}\)
I \(\ce{I-}\)
sama seperti di atas
endapan kuning
\(\ce{Ag+ + I- -> AgI v}\)
\(\ce{SO4^2-}\)
asamkan, lalu tetesi \(\ce{BaCl2}\) atau \(\ce{Ba(NO3)2}\)(aq)
endapan putih
\(\ce{Ba^2+ + SO4^2- -> BaSO4 v}\)
\(\ce{SO3^2-}\)
tetesi \(\ce{KMnO4}\) yang diasamkan
ungu → tak berwarna
(reaksi redoks, Bab 29)
\(\ce{NO3-}\)
tambah NaOH dan serbuk aluminium, hangatkan
gas \(\ce{NH3}\): lakmus merah basah → biru
(nitrat direduksi menjadi amonia)
Awas jebakanPilih asam yang tidak "menyelundupkan" ion yang sedang diuji. Sebelum perak nitrat, pakai asam nitrat, bukan asam klorida (yang membawa \(\ce{Cl-}\) dan pasti memberi endapan putih). Sebelum barium klorida, jangan pakai asam sulfat (membawa \(\ce{SO4^2-}\)). Pengasaman sendiri berguna untuk menghancurkan karbonat, yang juga membentuk endapan putih \(\ce{Ag2CO3}\) atau \(\ce{BaCO3}\) dan bisa menipu.
Uji gas
Gas
Uji
Hasil positif
\(\ce{H2}\)
dekatkan lidi menyala ke mulut tabung
letupan kecil "pop"
\(\ce{O2}\)
masukkan lidi berbara
bara menyala kembali
\(\ce{CO2}\)
alirkan ke air kapur, \(\ce{Ca(OH)2}\)(aq)
air kapur keruh: \(\ce{Ca(OH)2 + CO2 -> CaCO3 v + H2O}\)
\(\ce{NH3}\)
kertas lakmus merah basah
menjadi biru
\(\ce{Cl2}\)
kertas lakmus basah
dipucatkan (diputihkan)
\(\ce{SO2}\)
kertas berisi \(\ce{KMnO4}\) yang diasamkan
ungu → tak berwarna
uap \(\ce{H2O}\)
serbuk \(\ce{CuSO4}\) anhidrat (putih)
menjadi biru
Peta kerja detektif: selidiki kation dan anion secara terpisah, lalu gabungkan.
Ketuk botol pereaksi di rak (atau pilih uji lalu tekan 🧪 Lakukan uji). Setiap hasil masuk ke buku catatan Laras. Saat yakin, pilih tebakan kation dan anion lalu tekan 🔎 Periksa tebakan. Tantangan: pecahkan kasus dengan uji sesedikit mungkin! Perhatikan juga warna larutan awalnya.
Serbuk putih X larut dalam air menjadi larutan tak berwarna. Uji nyala memberi warna ungu muda. Larutannya diasamkan dengan asam nitrat encer lalu ditetesi perak nitrat: terbentuk endapan kuning. Apa X?
Nyala ungu muda (lila) menunjuk ion kalium, \(\ce{K+}\).
Endapan kuning dengan perak nitrat menunjuk ion iodida: \(\ce{Ag+(aq) + I^-(aq) -> AgI(s)}\).
Gabungkan kation dan anion.
X adalah kalium iodida, KI, zat yang ditambahkan ke garam beriodium untuk mencegah gondok.
Tamu dari masa laluSekitar tahun 1860, Robert Bunsen dan Gustav Kirchhoff di Heidelberg, Jerman, melewatkan cahaya nyala garam melalui prisma. Setiap unsur ternyata punya garis spektrum sendiri, seperti kode batang. Dari air mineral, mereka melihat dua garis biru yang belum dikenal dan menemukan unsur baru: sesium (Latin caesius, biru keabuan). Setahun kemudian garis merah tua mengungkap rubidium (rubidus, merah tua). Itulah kelahiran spektroskopi.
Kimia Nusantara · Detektif di pasarPetugas balai POM sering datang ke pasar dengan mobil laboratorium keliling dan kit uji cepat. Formalin dideteksi dengan pereaksi yang berubah ungu, sedangkan boraks dengan kertas kunyit: kurkumin bereaksi dengan asam borat membentuk senyawa merah kecokelatan. Pewarna tekstil Rhodamin B pada kerupuk atau saus diperiksa dengan kromatografi dan spektrofotometri (subbab 39.3). Hasil uji cepat yang positif lalu dikonfirmasi di laboratorium, persis seperti detektif mencari saksi kedua.
KeselamatanPereaksi uji ion bukan bahan dapur. Natrium hidroksida dan amonia pekat bersifat korosif, garam barium beracun, dan perak nitrat menghitamkan kulit serta mencemari air. Kerjakan hanya di laboratorium sekolah dengan kacamata pelindung, sarung tangan, dan pengawasan guru. Uji bau dilakukan dengan mengibaskan uap ke arah hidung, tidak menghirup langsung. Buang sisa larutan ke wadah limbah, bukan ke wastafel.
NaOH, amonia pekatgaram bariumperak nitrat
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa endapan bisa larut lagi?
Aluminium dan seng hidroksida bersifat amfoter: bereaksi dengan basa kuat berlebih membentuk ion kompleks yang larut. Tembaga dan seng membentuk kompleks dengan ligan amonia (Bab 9):
Ion kompleks tetraaminatembaga(II) berwarna biru tua pekat. Pada analisis kation klasik (skema \(\ce{H2S}\)), puluhan ion dipisahkan berurutan dengan prinsip yang sama: perbedaan kelarutan, \(K_{sp}\) (Bab 28), dan kemampuan membentuk kompleks.
Setelah tahu apa zatnya, pertanyaan berikutnya: berapa banyak? Apakah garam ini benar 97% NaCl? Apakah cuka itu benar 5% asam asetat? Dua cara klasik menjawabnya dengan alat sederhana: neraca dan buret.
Gravimetri: biarkan neraca yang bicara
Dalam gravimetri, zat yang dicari diubah menjadi endapan yang rumusnya pasti, lalu endapan itu ditimbang.
Larutkan sampel yang massanya diketahui.
Tambahkan pereaksi pengendap berlebih agar semua ion terendapkan (misalnya \(\ce{AgNO3}\) untuk klorida, \(\ce{BaCl2}\) untuk sulfat).
Saring, cuci, lalu keringkan endapan sampai massanya tetap.
Timbang, lalu hitung dengan perbandingan mol.
Bagian massa endapan yang berasal dari zat yang dicari disebut faktor gravimetri. Untuk klorida dalam AgCl, faktornya \(35{,}5/143{,}5 = 0{,}247\): setiap gram AgCl berisi 0,247 g klorin.
Sebanyak 2,00 g garam dari petambak dilarutkan dalam air, lalu ditambah larutan \(\ce{AgNO3}\) berlebih. Endapan AgCl kering bermassa 4,75 g. Hitung kadar NaCl dalam garam itu. (Ar Na 23, Cl 35,5, Ag 108)
Reaksi \(\ce{Ag+ + Cl- -> AgCl}\) berbanding 1 : 1, jadi mol \(\ce{Cl-}\) = mol NaCl = 0,0331 mol.
Massa NaCl \(= 0{,}0331 \times 58{,}5 = 1{,}94\) g.
Kadar \(= 1{,}94 / 2{,}00 \times 100\% = 96{,}8\%\).
Kadar NaCl ±96,8%. Sisanya air, pasir halus, serta garam magnesium dan kalsium yang membuat garam rakyat terasa sedikit pahit. (Asumsinya: semua klorida berasal dari NaCl.)
Volumetri: menghitung dengan tetesan
Dalam volumetri atau titrasi (Bab 27), larutan standar yang konsentrasinya diketahui diteteskan dari buret sampai reaksi tepat habis, ditandai perubahan warna indikator. Dari volume yang terpakai, mol zat yang dicari dapat dihitung.
Sebanyak 10,0 mL cuka dapur diencerkan menjadi 100,0 mL. Lalu 25,0 mL larutan encer itu dititrasi dengan NaOH 0,100 M dan membutuhkan 20,8 mL sampai indikator fenolftalein berwarna merah muda. Hitung kadar asam asetat dalam cuka asli (g per 100 mL).
Dalam 100,0 mL larutan encer ada \(4 \times 2{,}08 \times 10^{-3} = 8{,}32 \times 10^{-3}\) mol, yang semuanya berasal dari 10,0 mL cuka.
Massa asam asetat \(= 8{,}32 \times 10^{-3} \times 60 = 0{,}499\) g dalam 10,0 mL cuka, berarti 4,99 g per 100 mL.
Kadarnya ±5,0 g per 100 mL. Label cuka itu jujur!
Metode
Yang diukur
Contoh pemakaian
Gravimetri
massa endapan atau sisa pemanasan
kadar sulfat pupuk ZA, kadar air beras dan kopi
Volumetri (titrasi)
volume larutan standar
kadar asam cuka, vitamin C (dengan iodin), kesadahan air
Spektrofotometri UV-Vis
banyaknya cahaya yang diserap
pewarna pada saus, besi dan mangan dalam air sumur
Spektroskopi IR & NMR, spektrometri massa
serapan inframerah, sinyal inti, massa ion
struktur obat baru, minyak atsiri, narkotika, doping
39.3Spektrofotometri UV-Vis: warna yang bisa dihitung
Larutan pewarna Rhodamin B tampak merah muda keunguan. Cahaya warna apa yang paling banyak diserapnya?
Merah, karena larutannya berwarna merah.
Hijau kekuningan (±550 nm).
Ungu, karena warnanya keunguan.
Tidak ada; benda berwarna tidak menyerap cahaya.
Jawabannya: hijau kekuningan. Warna yang kita lihat adalah cahaya yang lolos. Rhodamin B menelan cahaya hijau kekuningan di sekitar 554 nm. Cahaya merah dan biru yang tersisa bercampur di mata kita menjadi merah muda keunguan, warna komplementer dari hijau.
Cahaya putih adalah campuran semua warna. Larutan berwarna menyerap sebagian warna dan meneruskan sisanya. Warna yang tampak adalah warna komplementer dari warna yang diserap.
Panjang gelombang diserap
Warna yang diserap
Warna yang tampak
Contoh
400–435 nm
ungu
kuning kehijauan
—
435–480 nm
biru
kuning
kurkumin, tartrazin (±425 nm)
480–500 nm
biru kehijauan
jingga
—
500–560 nm
hijau
merah muda, ungu
\(\ce{KMnO4}\) (525 nm), Rhodamin B (554 nm)
580–620 nm
kuning, jingga
biru
\(\ce{[Cu(NH3)4]^2+}\) (±600 nm)
620–750 nm
merah
biru kehijauan
pewarna biru berlian (±630 nm)
Sebuah spektrofotometer memilih satu panjang gelombang dengan monokromator, menyinarkannya melewati kuvet berisi larutan, lalu detektor mengukur berapa banyak cahaya yang lolos.
Definisi · Transmitans dan absorbansBila \(I_0\) adalah intensitas cahaya yang masuk dan \(I\) yang keluar, transmitans \(T = I/I_0\) (sering ditulis %T) dan absorbans
\[ A = \log \frac{I_0}{I} = -\log T \]
Larutan yang meneruskan 10% cahaya punya \(A = 1\); yang meneruskan 1% punya \(A = 2\).
Hukum Beer–LambertUntuk larutan encer pada panjang gelombang tertentu,
\[ A = \varepsilon\, b\, c \]
dengan \(\varepsilon\) absorptivitas molar (L mol⁻¹ cm⁻¹, khas untuk zat dan panjang gelombang), \(b\) tebal kuvet (cm), dan \(c\) konsentrasi (mol/L). Absorbans sebanding lurus dengan konsentrasi.
Dalam praktik, kimiawan jarang memakai \(\varepsilon\) dari buku. Mereka membuat kurva kalibrasi: beberapa larutan standar yang konsentrasinya diketahui diukur absorbansnya, hasilnya digambar sebagai garis lurus, lalu konsentrasi sampel dibaca dari garis itu. Coba sendiri di spektrofotometer virtual ini.
1) Pilih pewarna, geser λ untuk mencari puncak serapan (λ maks). 2) Atur konsentrasi standar, tekan 📌 Simpan titik kalibrasi; ulangi untuk 3–5 konsentrasi pada λ yang sama. 3) Tekan 🧪 Ukur sampel dan baca konsentrasinya dari kurva. Apa yang terjadi bila kamu mengganti λ setelah membuat kurva? Mengapa pengukuran di λ maks paling peka? (Di sini konsentrasi memakai mg/L, satuan yang biasa dipakai laboratorium pangan, sehingga \(A = a\,b\,c\) dengan \(a = \varepsilon / M\).)
Larutan standar Rhodamin B 2, 4, 6, dan 8 mg/L memberi absorbans 0,38; 0,77; 1,15; dan 1,53 pada 554 nm. Ekstrak saus diencerkan 5 kali lalu absorbansnya 0,95. Berapa kadar Rhodamin B dalam ekstrak?
Data membentuk garis lurus melewati titik nol dengan kemiringan \(\approx 0{,}19\) L/mg (misalnya \(1{,}53/8 = 0{,}191\)).
Konsentrasi larutan yang diukur: \(c = A / \text{kemiringan} = 0{,}95 / 0{,}191 \approx 4{,}97\) mg/L. Nilai ini berada di dalam rentang standar, jadi pembacaannya sah.
Ekstrak saus berisi ±25 mg/L Rhodamin B. Karena pewarna ini dilarang untuk pangan, berapa pun kadarnya, saus itu tidak layak edar.
Trik Kak Tirta · Ukur di puncakSelalu ukur di λ maks. Di puncak serapan, perubahan kecil konsentrasi memberi perubahan absorbans paling besar (paling peka), dan geseran kecil panjang gelombang hampir tidak mengubah hasil. Ibaratnya memotret di tengah panggung, bukan di tepi yang remang.
Lanjut · IB & olimpiadeMengapa logaritma, dan kapan hukumnya gagal?
Bayangkan kuvet dipotong menjadi lapisan tipis. Setiap lapisan menyerap fraksi yang sama dari cahaya yang sampai kepadanya, sehingga intensitas turun secara eksponensial: \(I = I_0 \cdot 10^{-\varepsilon b c}\). Ambil logaritmanya, dan muncullah \(A = \varepsilon b c\) yang lurus.
Kelurusan itu pudar pada konsentrasi tinggi (molekul saling berdesakan dan berinteraksi), bila cahaya tidak cukup monokromatis, bila ada hamburan (larutan keruh), atau bila zat ikut bereaksi (misalnya kesetimbangan asam–basa indikator). Kabar baiknya, absorbans bersifat aditif: campuran dua zat memberi \(A = \varepsilon_1 b c_1 + \varepsilon_2 b c_2\), sehingga dua pengukuran pada dua panjang gelombang cukup untuk menghitung dua konsentrasi sekaligus.
39.4Spektroskopi inframerah: ikatan yang bergetar
Ikatan kovalen bukan tongkat kaku, melainkan seperti pegas yang menghubungkan dua bola. Ikatan itu selalu bergetar: meregang, memendek, dan menekuk. Setiap jenis ikatan punya frekuensi getar sendiri, dan frekuensi itu jatuh di daerah inframerah (IR).
Pernah memetik karet gelang yang tegang dan yang kendur? Bunyinya berbeda. Ikatan antar-atom juga "berbunyi" dengan nada berbeda. Sinar inframerah yang nadanya cocok akan ditelan oleh ikatan itu, dan alat IR mencatat nada mana saja yang hilang.
Bila sinar IR yang frekuensinya cocok mengenai molekul, energinya diserap dan getaran ikatan menjadi lebih kuat. Spektrum IR menggambarkan %T (cahaya yang lolos) terhadap bilangan gelombang \(\tilde{\nu}\) (cm⁻¹, banyaknya gelombang per sentimeter). Pita serapan tampak sebagai "lembah" yang menukik ke bawah. Ingat dua aturan pegas: ikatan lebih kuat (C=O lebih kuat dari C–O) dan atom lebih ringan (H) bergetar lebih cepat sehingga muncul di bilangan gelombang lebih tinggi.
Ikatan
Bilangan gelombang (cm⁻¹)
Ciri pita
O–H alkohol, fenol
3200–3600
lebar, membulat (akibat ikatan hidrogen)
N–H amina
3300–3500
sedang, lebih ramping
C–H
2850–3090
tajam, hampir selalu ada pada senyawa organik
O–H asam karboksilat
2500–3000
sangat lebar, sering menelan pita C–H
C≡C, C≡N
2100–2260
sedang, di daerah yang biasanya sepi
C=O (aldehida, keton, asam, ester)
1700–1750
sangat kuat dan tajam
C=C
1620–1680
lemah sampai sedang
C–O (alkohol, eter, ester)
1050–1410
kuat, di daerah sidik jari
Ganti senyawa dengan penggeser pertama, lalu seret titik magenta di atas (atau penggeser kedua) ke setiap lembah besar. Bandingkan etanol dan asam etanoat: keduanya punya O–H, tetapi bentuk pitanya berbeda jauh. Senyawa mana yang punya C=O? Mana yang tidak punya gugus fungsi sama sekali?
Trik Kak Tirta · Lihat dua jendela duluJangan tenggelam di daerah sidik jari. Lihat dulu jendela 3300: ada lembah lebar? Itu O–H. Lalu jendela 1700: ada lembah tajam yang dalam? Itu C=O. Kombinasinya langsung mempersempit tersangka: O–H saja → alkohol; C=O saja → keton, aldehida, atau ester; O–H sangat lebar + C=O → asam karboksilat.
Daerah di bawah 1500 cm⁻¹ disebut daerah sidik jari. Polanya rumit dan unik untuk setiap molekul, sehingga cocok untuk mencocokkan sampel dengan spektrum pembanding di pustaka data, misalnya untuk menguji keaslian minyak atsiri atau obat.
Jembatan ke Bab 38Sebuah getaran hanya menyerap IR bila momen dipol molekul berubah saat bergetar. Karena itu \(\ce{N2}\) dan \(\ce{O2}\) tidak menyerap IR, sedangkan \(\ce{CO2}\), \(\ce{H2O}\), dan \(\ce{CH4}\) menyerapnya. Prinsip yang sama yang membuat gas-gas itu menjadi gas rumah kaca dipakai kimiawan untuk mengenali gugus fungsi.
Lanjut · IB & olimpiadeHukum Hooke untuk ikatan
Ikatan diperlakukan sebagai pegas dengan tetapan gaya \(k\) yang menghubungkan dua massa. Bilangan gelombangnya
\[ \tilde{\nu} = \frac{1}{2\pi c}\sqrt{\frac{k}{\mu}}, \qquad \mu = \frac{m_1 m_2}{m_1 + m_2} \]
dengan \(\mu\) massa tereduksi dan \(c\) kecepatan cahaya. Contoh: mengganti H dengan deuterium (D) hampir menggandakan massa tereduksi C–H (dari ±0,92 menjadi ±1,71 u) tanpa mengubah \(k\). Pita C–H di ±3000 cm⁻¹ bergeser ke \(3000 / \sqrt{1{,}71/0{,}92} \approx 2200\) cm⁻¹. Pergeseran isotop ini dipakai untuk memastikan pita mana milik ikatan mana. Ikatan rangkap tiga C≡C (\(k\) besar) juga menjelaskan mengapa ia muncul jauh di atas C=C dan C–C.
39.5Spektrometri massa: menimbang molekul dan pecahannya
Mr etanol adalah 46. Pada spektrum massanya, di m/z berapa muncul puncak yang paling tinggi?
46, karena puncak tertinggi selalu ion molekul.
31, sebuah pecahan molekul.
92, karena dua molekul bergabung.
18, karena etanol melepas air.
Jawabannya: m/z 31. Ion molekul etanol (m/z 46) mudah patah. Ikatan C–C di samping atom O putus dan meninggalkan ion \(\ce{CH2OH+}\) (12 + 2 + 16 + 1 = 31) yang cukup stabil, sehingga paling banyak terbentuk. Puncak m/z 46 tetap ada, tetapi lebih pendek.
Spektrometer massa bekerja dalam empat tahap. Sampel diuapkan, lalu ditembak elektron berenergi tinggi sehingga setiap molekul kehilangan satu elektron: \(\ce{M + e- -> M+ + 2e-}\). Ion ini dipercepat, dipisahkan menurut perbandingan massa terhadap muatan (m/z), lalu dihitung oleh detektor. Karena hampir semua ion bermuatan 1+, nilai m/z sama dengan massanya.
Tumbukan itu sangat keras. Sebagian ion molekul patah menjadi fragmen. Hanya potongan yang bermuatan yang terdeteksi; potongan netral menghilang tanpa jejak:
Definisi · Membaca spektrum massaIon molekul (\(M^+\)) adalah molekul utuh yang kehilangan satu elektron; m/z-nya sama dengan Mr dan biasanya menjadi puncak berarti paling kanan (selain puncak isotop M+1 dan M+2). Puncak dasar adalah puncak tertinggi, diberi kelimpahan 100%. Fragmen adalah pecahan bermuatan; selisih m/z dari \(M^+\) menunjukkan potongan yang lepas.
m/z atau selisih
Ion atau potongan
Petunjuk
15 · M − 15
\(\ce{CH3+}\) · lepas \(\ce{CH3}\)
ada gugus metil
29 · M − 29
\(\ce{C2H5+}\) atau \(\ce{CHO+}\)
gugus etil atau aldehida
31
\(\ce{CH2OH+}\)
alkohol primer
43
\(\ce{CH3CO+}\) atau \(\ce{C3H7+}\)
metil keton, ester asetat, atau gugus propil
45 · M − 45
\(\ce{COOH+}\) · lepas COOH
asam karboksilat
M − 17 · M − 18
lepas OH · lepas \(\ce{H2O}\)
alkohol atau asam
77 · 91
\(\ce{C6H5+}\) · \(\ce{C7H7+}\)
ada cincin benzena
Sidik jari isotop: klorin dan brom
Klorin di alam terdiri atas ³⁵Cl (±75,8%) dan ³⁷Cl (±24,2%), kira-kira 3 : 1 (ingat Bab 6). Molekul dengan satu atom Cl memberi dua puncak ion molekul, M dan M+2, setinggi 3 : 1. Brom terdiri atas ⁷⁹Br dan ⁸¹Br yang hampir sama banyak, sehingga puncak M dan M+2 setinggi 1 : 1. Dua atom Cl memberi tiga puncak M : M+2 : M+4 ≈ 9 : 6 : 1, hasil penjabaran \((3 + 1)^2\).
Ganti senyawa, lalu seret titik hijau di bawah sumbu ke setiap batang. Batang magenta = ion molekul dan isotopnya; jingga = puncak dasar; biru = fragmen. Pada senyawa mana ion molekul sekaligus puncak tertinggi? Bandingkan "sepasang kembar" kloroetana (3 : 1) dan bromoetana (1 : 1).
Awas jebakanPuncak tertinggi spektrum massa tidak selalu ion molekul! Puncak tertinggi adalah puncak dasar, yaitu ion yang paling banyak terbentuk. Cari ion molekul di ujung kanan spektrum, dan ingat bahwa M+1 (dari ¹³C) atau M+2 (dari Cl dan Br) bisa muncul di sebelahnya.
Spektrum massa senyawa halogen Y memberi dua puncak di m/z 78 dan 80 dengan tinggi 3 : 1, dan puncak dasar di m/z 43. Apa Y?
Puncak kembar 3 : 1 berselisih 2 → ada satu atom Cl. Jadi Mr dengan ³⁵Cl adalah 78.
Sisa molekul: \(78 - 35 = 43\), sama dengan puncak dasar \(\ce{C3H7+}\). Ikatan C–Cl putus dan meninggalkan ion propil.
Y adalah kloropropana, \(\ce{C3H7Cl}\). Untuk membedakan 1-kloropropana dan 2-kloropropana, kita butuh NMR (subbab 39.6).
Kimia Nusantara · Madu dan minyak nilamLebah mengumpulkan nektar dari bunga yang kebanyakan memakai jalur fotosintesis C3, sedangkan gula tebu dan sirup jagung berasal dari tumbuhan C4 yang "lebih suka" isotop ¹³C. Spektrometer massa isotop dapat mengukur perbandingan ¹³C/¹²C dengan sangat teliti, sehingga madu yang dicampur sirup gula ketahuan. Indonesia juga termasuk pemasok utama dunia minyak nilam, terutama dari Aceh. Mutunya ditentukan oleh kadar patchouli alkohol yang diukur dengan kromatografi gas–spektrometri massa (GC-MS).
Lanjut · IB & olimpiadeMassa eksak dan puncak M+1
Spektrometer resolusi tinggi mengukur m/z sampai empat desimal. Karena massa isotop bukan bilangan bulat (¹H 1,0078; ¹⁶O 15,9949; ¹⁴N 14,0031), molekul dengan "Mr 28" bisa dibedakan: CO = 27,9949, \(\ce{N2}\) = 28,0061, \(\ce{C2H4}\) = 28,0313. Satu angka massa cukup untuk menentukan rumus molekul.
Puncak M+1 berasal terutama dari ¹³C (±1,1% dari setiap atom C). Perkiraan jumlah atom C: \(n_C \approx \dfrac{\text{tinggi } (M+1)}{\text{tinggi } M} \times \dfrac{100}{1{,}1}\). Bila M+1 tingginya 4,4% dari M, molekul itu punya sekitar 4 atom karbon.
"Satu uji sudah cukup untuk memastikan identitas zat."
Nyala kuning hanya membuktikan \(\ce{Na+}\); endapan putih dengan \(\ce{AgNO3}\) bisa AgCl atau \(\ce{Ag2CO3}\) bila tidak diasamkan. Detektif sejati menggabungkan beberapa bukti yang saling menguatkan.
"Puncak tertinggi spektrum massa selalu ion molekul."
Puncak tertinggi adalah puncak dasar, ion yang paling stabil atau paling banyak terbentuk. Pada etanol puncak dasarnya m/z 31, sedangkan ion molekulnya m/z 46.
"NMR berbahaya karena ada kata 'nuklir'."
"Nuklir" di sini hanya berarti inti atom yang berperilaku seperti magnet kecil. NMR memakai medan magnet dan gelombang radio, tanpa radiasi pengion. MRI di rumah sakit adalah NMR proton air dalam tubuh.
"Larutan biru tampak biru karena menyerap cahaya biru."
Kebalikannya: larutan biru meneruskan biru dan menyerap warna komplementernya, jingga sampai merah.
39.6¹H NMR, IHD, dan menyusun bukti
IHD: berapa ikatan rangkap atau cincin?
Sebelum membuka spektrum, detektif menghitung satu angka dari rumus molekul. Alkana rantai terbuka \(\ce{C_nH_{2n+2}}\) adalah "jenuh". Setiap ikatan π (C=C, C=O) atau setiap cincin membuat molekul kehilangan dua atom H.
Definisi · Indeks kekurangan hidrogenIHD (indeks kekurangan hidrogen, disebut juga derajat ketidakjenuhan) adalah jumlah ikatan π ditambah jumlah cincin dalam molekul:
\[ \mathrm{IHD} = \frac{2C + 2 + N - H - X}{2} \]
C, H, N, X = jumlah atom karbon, hidrogen, nitrogen, dan halogen. Oksigen dan belerang tidak dihitung.
Rumus
IHD
Artinya
\(\ce{C2H6O}\) (etanol, dimetil eter)
0
jenuh
\(\ce{C3H6O}\) (propanon, propanal)
1
satu C=O (atau C=C, atau cincin)
\(\ce{C2H2}\) (etuna)
2
C≡C berisi dua ikatan π
\(\ce{C6H6}\) (benzena)
4
tiga C=C + satu cincin
\(\ce{C8H10N4O2}\) (kafein)
6
dua cincin + empat ikatan rangkap
¹H NMR: mendengarkan setiap atom hidrogen
Inti atom hidrogen berputar dan berperilaku seperti magnet jarum yang sangat kecil. Di dalam medan magnet kuat, inti itu dapat menyerap gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Frekuensi tepatnya bergantung pada "selimut" elektron di sekitarnya. H yang dekat atom elektronegatif (O, Cl) atau gugus C=O kehilangan sebagian selimutnya, sehingga sinyalnya bergeser ke kiri.
Bayangkan setiap atom H adalah anak yang memakai jaket. Atom oksigen di dekatnya suka "menarik jaket" itu (menarik elektron). H yang jaketnya tipis lebih mudah "kedinginan" dan menjawab panggilan gelombang radio pada nada yang berbeda. Dari nadanya, kita tahu di lingkungan mana setiap H tinggal.
Posisi sinyal disebut pergeseran kimia, \(\delta\), dalam ppm, diukur relatif terhadap zat pembanding TMS (tetrametilsilana) yang diberi \(\delta = 0\). Satu spektrum ¹H NMR memberi tiga petunjuk:
Jumlah sinyal = jumlah lingkungan H yang berbeda. H yang setara karena simetri memberi satu sinyal.
Luas sinyal (integrasi) sebanding dengan jumlah H di lingkungan itu.
Pemecahan sinyal menunjukkan berapa H yang menjadi tetangga di atom C sebelahnya.
Jenis H
\(\delta\) (ppm)
\(\ce{R-CH3}\) (alkil)
0,9–1,0
\(\ce{R-CH2-R}\)
1,3–1,4
\(\ce{CH3-C(=O)-}\), \(\ce{-CH2-C(=O)-}\) (di sebelah C=O)
\(\ce{R-COO-CH2-}\), \(\ce{R-COO-CH3}\) (sisi O pada ester)
3,7–4,8
\(\ce{R-OH}\)
1–6 (berubah-ubah, sering singlet lebar)
H pada cincin benzena
6,5–8,0
\(\ce{R-CHO}\) (aldehida)
9,4–10
\(\ce{R-COOH}\) (asam karboksilat)
9–13
Aturan n + 1Sinyal sekelompok H yang bertetangga dengan n atom H setara pada atom C di sebelahnya dipecah menjadi n + 1 puncak, dengan perbandingan tinggi mengikuti segitiga Pascal: singlet (1), dublet (1 : 1), triplet (1 : 2 : 1), kuartet (1 : 3 : 3 : 1), kuintet, sekstet, septet. H yang setara satu sama lain tidak saling memecah, dan H pada O–H biasanya tidak memecah maupun dipecah.
Pilih molekul, lalu ketuk sebuah sinyal (atau pakai tombol ◀ ▶). Warna sinyal cocok dengan warna gugus pada rumus. Kotak bawah memperbesar sinyal terpilih dan menjelaskan pemecahannya. Matikan resolusi tinggi untuk melihat spektrum "kabur" tanpa pemecahan. Bandingkan etil etanoat dan metil propanoat: rumusnya sama, sidik jarinya berbeda!
Awas jebakanJumlah sinyal bukan jumlah atom H, dan jumlah puncak dalam satu sinyal menghitung tetangga, bukan H-nya sendiri. Kuartet berarti "aku bertetangga dengan 3 H", misalnya \(\ce{CH2}\) di samping \(\ce{CH3}\). Propanon punya 6 atom H, tetapi hanya satu sinyal singlet karena kedua \(\ce{CH3}\) setara dan tidak punya tetangga H.
Tamu dari masa laluPada 1946, dua tim fisikawan di Amerika Serikat, dipimpin Felix Bloch dan Edward Purcell, secara terpisah berhasil "mendengar" inti atom dalam zat padat dan cair dengan gelombang radio. Mereka berbagi Nobel Fisika 1952. Kimiawan segera sadar bahwa sinyal itu bergeser menurut lingkungan kimianya, dan NMR menjadi alat penentu struktur yang paling penting. Teknik yang sama, diberi pemetaan ruang, lahir kembali sebagai MRI.
Menyusun bukti: dari rumus ke struktur
Setiap alat menjawab pertanyaan yang berbeda. IHD memberi jumlah ikatan rangkap dan cincin, IR memberi gugus fungsi, MS memberi massa dan potongan, dan ¹H NMR memberi peta tetangga atom H. Lihat bagaimana keempatnya bekerja sama dalam satu kasus.
Bukti awal: analisis unsur dan ion molekul memberi rumus \(\ce{C4H8O2}\). Banyak isomer punya rumus ini. Siapa pelakunya?
Hitung IHD: \((2 \cdot 4 + 2 - 8)/2 = 1\). Molekul ini punya tepat satu ikatan π atau satu cincin.
IR: pita tajam 1740 cm⁻¹ menunjukkan C=O dan pita kuat 1240 cm⁻¹ menunjukkan C–O. Tidak ada pita O–H lebar, jadi bukan asam atau alkohol. C=O ditambah C–O mengarah ke ester, –COO–.
MS: \(M^+\) = 88 cocok dengan \(\ce{C4H8O2}\). Puncak dasar m/z 43 adalah \(\ce{CH3CO+}\): ada \(\ce{CH3}\) yang menempel langsung pada C=O.
¹H NMR: singlet 3H di δ 2,0 adalah \(\ce{CH3}\) di sebelah C=O yang tak punya tetangga H. Kuartet 2H di δ 4,1 adalah \(\ce{CH2}\) yang menempel pada O ester dan bertetangga dengan \(\ce{CH3}\). Triplet 3H di δ 1,3 adalah \(\ce{CH3}\) yang bertetangga dengan \(\ce{CH2}\).
Uji alibi isomer lain: metil propanoat seharusnya memberi singlet \(\ce{OCH3}\) di δ ±3,7; asam butanoat punya O–H sangat lebar; propil metanoat punya H–C=O di δ ±8. Semuanya gugur.
Kesimpulan: etil etanoat, \(\ce{CH3COOCH2CH3}\). Semua bukti saling menguatkan, bukan hanya satu.
Bandingkan etil asetat dengan metil propanoat (keduanya C₄H₈O₂). Putar molekulnya dan hitung lingkungan H yang berbeda pada setiap tersangka. Mana yang akan memberi satu sinyal NMR saja? Mana yang punya O–H dan akan memberi pita IR lebar?
Cairan pembersih bening Z memiliki rumus \(\ce{C3H8O}\). IR: pita lebar ±3350 cm⁻¹, tidak ada pita 1700–1750 cm⁻¹. MS: \(M^+\) = 60, puncak dasar m/z 45. ¹H NMR: δ 4,0 (septet, 1H), 2,2 (singlet lebar, 1H), 1,2 (dublet, 6H). Tentukan struktur Z.
IHD \(= (2 \cdot 3 + 2 - 8)/2 = 0\): jenuh, tanpa C=O dan tanpa cincin.
IR: O–H lebar dan tanpa C=O → alkohol (bukan eter).
MS: \(60 - 45 = 15\): ion kehilangan \(\ce{CH3}\). m/z 45 adalah \(\ce{CH3CHOH+}\), jadi ada \(\ce{CH3}\) pada C yang membawa O–H.
NMR: dublet 6H = dua \(\ce{CH3}\) setara yang bertetangga dengan 1 H. Septet 1H = satu CH yang bertetangga dengan 6 H, dan δ 4,0 menunjukkan ia menempel pada O. Singlet 1H = O–H.
Z adalah propan-2-ol (isopropil alkohol), \(\ce{(CH3)2CHOH}\), bahan alkohol 70% pembersih luka. Propan-1-ol akan memberi empat sinyal dan puncak dasar m/z 31.
Lanjut · IB & olimpiadeMelampaui ¹H: karbon-13 dan simetri
Inti ¹³C juga "bernyanyi" di NMR. Spektrum ¹³C biasanya berisi satu garis tajam untuk setiap lingkungan karbon (rentang 0–220 ppm), sehingga jumlah garis langsung mengungkap simetri: 1,4-dimetilbenzena hanya memberi 3 garis, sedangkan 1,2-dimetilbenzena memberi 4. Karbon C=O muncul jauh di kiri (±170–210 ppm).
Pemecahan ¹H juga punya ukuran: jarak antarpuncak dalam satu multiplet disebut tetapan kopling \(J\) (Hz). Dua gugus yang saling memecah selalu memiliki \(J\) yang sama, sehingga kuartet \(\ce{CH2}\) dan triplet \(\ce{CH3}\) pada gugus etil dapat dipasangkan seperti dua kepingan teka-teki. Bila tetangganya tidak setara (misalnya \(\ce{CH2}\) di antara \(\ce{CH3}\) dan CHO), aturan n + 1 diterapkan bertahap dan muncul "multiplet".
Kimia di sekitarmu
🏪
BPOM di pasar
Kit uji cepat dan laboratorium keliling memeriksa formalin, boraks, dan Rhodamin B pada tahu, mi basah, kerupuk, dan saus. Hasil positif dikonfirmasi dengan spektrofotometri dan kromatografi.
🔍
Laboratorium forensik
Serbuk, cairan, dan residu dari tempat kejadian diperiksa dengan IR dan GC-MS. Hasilnya menjadi barang bukti ilmiah di pengadilan.
🛃
Bea Cukai
Spektrometer genggam dapat memindai serbuk mencurigakan di pelabuhan dan bandara, sering tanpa membuka kemasan bening, lalu mencocokkannya dengan pustaka spektrum.
🍯
Madu asli atau oplosan?
Rasio isotop ¹³C/¹²C dari spektrometer massa membongkar madu yang dicampur sirup gula tebu atau jagung.
🌿
Minyak atsiri
Minyak nilam, cengkeh, dan sereh wangi dinilai dari kadar senyawa khasnya, misalnya patchouli alkohol dan eugenol, yang diukur dengan GC-MS.
🏥
MRI di rumah sakit
Pemindai MRI adalah "NMR raksasa" yang mendengarkan proton dalam air dan lemak tubuh, lalu menyusunnya menjadi gambar organ tanpa sinar-X.
Larutan X ditetesi NaOH: endapan putih yang larut dalam NaOH berlebih. Ditetesi amonia: endapan putih yang juga larut dalam amonia berlebih. X mengandung ion …
\(\ce{Al^3+}\)
\(\ce{Ca^2+}\)
\(\ce{Zn^2+}\)
\(\ce{Fe^2+}\)
Hanya seng hidroksida yang larut dalam kedua pereaksi berlebih. \(\ce{Al(OH)3}\) tidak larut dalam amonia berlebih; \(\ce{Ca^2+}\) hampir tidak mengendap dengan amonia; \(\ce{Fe(OH)2}\) berwarna hijau.
Spektrum IR suatu senyawa menunjukkan pita lebar 3200–3600 cm⁻¹ dan tidak ada pita 1700–1750 cm⁻¹. Senyawa itu kemungkinan besar …
alkohol
keton
ester
alkana
Pita lebar 3200–3600 adalah O–H alkohol; tanpa C=O berarti bukan keton, ester, atau asam karboksilat. Alkana tidak punya O–H.
Pada spektrum ¹H NMR kloroetana, \(\ce{CH3CH2Cl}\), sinyal \(\ce{CH2}\) dipecah menjadi …
singlet
dublet
triplet
kuartet
\(\ce{CH2}\) bertetangga dengan 3 H dari \(\ce{CH3}\): 3 + 1 = 4 puncak (kuartet). Sebaliknya, sinyal \(\ce{CH3}\) menjadi triplet karena bertetangga dengan 2 H.
🧬
Alat belajar
Galeri Molekul 3D
Lebih dari 130 molekul dan kristal yang bisa kamu putar: dari air dan amonia, bentuk-bentuk VSEPR, kisi garam dapur dan intan, sampai molekul rempah Nusantara seperti kafein kopi Gayo, kurkumin kunyit, dan eugenol cengkeh.
Cara memakaiSeret untuk memutar, ketuk dua atom untuk mengukur panjang ikatan, lalu atom ketiga untuk mengukur sudut. Nyalakan pasangan elektron bebas dan panah dipol untuk melihat mengapa molekul bengkok atau polar. Ganti model menjadi isi ruang untuk melihat "ukuran sebenarnya" atom-atomnya.
Koordinat 3D molekul organik berasal dari konformer PubChem (NIH) yang dihitung dengan model gaya medan MMFF94, sehingga panjang ikatan dan sudut yang kamu ukur bisa berbeda beberapa pikometer atau derajat dari data eksperimen. Bentuk VSEPR, kisi NaCl, intan, grafit, grafena, dan C₆₀ dibangkitkan dari geometri ideal. Panah dipol adalah perkiraan dari selisih keelektronegatifan.
🧪
Alat belajar
Tabel Periodik Hidup
118 unsur dengan kartu lengkap: model atom Bohr yang berputar, diagram orbital, sifat periodik, dan fakta Nusantara. Warnai tabel menurut sifatnya untuk menemukan pola sendiri.
Coba pilih Wujud pada suhu tertentu, lalu geser suhunya dari 0 K sampai 6000 K. Unsur mana yang pertama mencair? Mana yang paling lama tetap padat? Lalu pilih Keelektronegatifan: ke arah mana warnanya makin merah?
Membaca warnaMode angka (keelektronegatifan, jari-jari, energi ionisasi, titik leleh, massa jenis) memakai skala biru → hijau → kuning → merah dari nilai terkecil ke terbesar. Kotak abu-abu berarti datanya belum tersedia (biasanya unsur buatan yang sangat tidak stabil).
Tabel Periodik NusantaraPilih Tambang Nusantara untuk menyorot unsur yang ditambang atau diolah di Indonesia: nikel Sulawesi, timah Bangka, emas dan tembaga Papua, bauksit Kalimantan, belerang Ijen, dan lainnya.
Sumber data: PubChem (NIH). Massa atom relatif memakai nilai standar IUPAC yang diringkas; kartu juga menampilkan nilai bulat yang lazim di buku sekolah. Jari-jari yang ditampilkan adalah jari-jari van der Waals. Lu dan Lr ditempatkan di golongan 3 sesuai rekomendasi IUPAC; La–Yb dan Ac–No berada di baris blok f.
📄
Alat belajar
LKPD: Lembar Kerja Peserta Didik
Satu lembar kerja praktikum untuk setiap bab: mengamati, mengukur, mencatat data, lalu menemukan konsepnya sendiri. Bahannya dari dapur dan warung, ada versi virtualnya, dan bisa dicetak edisi siswa atau edisi guru (kunci, contoh data, dan rubrik).
Untuk guruPilih LKPD, centang Edisi guru untuk melihat kunci dan rubrik, lalu tekan Cetak lembar ini. Satu LKPD biasanya cukup untuk 2 × 40 menit dengan kelompok 3–4 orang. Selalu baca bagian keselamatan bersama siswa sebelum mulai. Kumpulan lengkap tersedia sebagai PDF.
🃏
Alat belajar
Peta Rumus & Koleksi Kartu
Semua Rumus Hidup di buku ini, dikelompokkan per bagian. Rumus yang sudah kamu taklukkan berubah menjadi kartu koleksi berwarna.
Trik Kak TirtaRumus kimia bukan mantra untuk dihafal. Setiap rumus adalah kalimat tentang partikel. Coba baca kalimat di bawah setiap kartu dengan suara keras. Kalau kamu bisa menceritakan rumusnya dengan bahasamu sendiri, kamu sudah paham.
🏔️
Alat belajar
Bank Soal: Dari Atom ke Puncak Jaya
Semua soal Chemipedia dalam satu tempat. Saring per bab, level, dan tipe, lalu pilih cara berlatih. Setiap soal dilengkapi pembahasan langkah demi langkah.
Cara mendakiMulailah dari level yang terasa "agak mudah". Kalau benar 3 kali berturut-turut, naik satu level. Kalau salah 2 kali, turun sebentar dan baca lagi bagian babnya. Pendaki yang baik tidak terburu-buru. 🧗
Menulis jawaban isianIsian angka: boleh desimal (0,75), pecahan (3/4), notasi ilmiah (6,02e23 atau 6,02×10^23), atau pangkat. Isian rumus/nama: tulis angka indeks biasa (H2SO4, Ca(OH)2, CuSO4.5H2O, Fe^3+); huruf besar-kecil pada rumus dibedakan.
📘
Penutup
Sampai jumpa di reaksi berikutnya!
Glosarium istilah penting, panduan untuk guru dan orang tua, aturan keselamatan, serta informasi tentang buku ini.
Panduan untuk guru & orang tua
Mulai dari tebakan. Minta anak memilih jawaban "Tebak Dulu" sebelum membaca. Tebakan yang keliru lalu dibuktikan sendiri jauh lebih melekat daripada jawaban yang langsung diberikan.
Tiga tingkat representasi. Kimia dipahami pada tiga tingkat: makroskopik (yang terlihat: warna berubah, gas keluar), submikroskopik (atom dan molekul), dan simbolik (rumus dan persamaan). Ajak anak berpindah di antara ketiganya. Molekul 3D, Lab Mini, dan Penyetara Reaksi dibuat untuk itu.
Biarkan mereka bereksperimen. Rumus Hidup dan Lab Mini sengaja dibuat untuk diutak-atik. Tanyakan: "Kalau konsentrasinya dijadikan dua kali lipat, apa yang terjadi?" Biarkan mereka menebak, lalu mengecek.
Minta penjelasan, bukan hanya jawaban. Setelah anak menjawab benar, tanyakan "Apa yang terjadi pada partikelnya?" Kemampuan menjelaskan adalah tanda paham yang sesungguhnya.
Tangga latihan. Untuk SD–SMP cukup Lv 1–2. Untuk SMA dan TKA, targetkan Lv 3. Lv 4–5 untuk siswa IGCSE/IB, dan Lv 6 untuk peserta OSN Kimia.
LKPD praktikum memakai bahan dapur dan warung. Bacakan bagian keselamatan sebelum mulai dan dampingi setiap kegiatan yang memakai api, air panas, atau benda tajam.
Progres (XP, kartu, soal yang sudah benar) tersimpan di perangkat. Jika dibuka di aurumgen.my.id, hasil latihan juga direkam secara anonim untuk menghitung statistik "berapa persen pembaca menjawab benar".
Aturan emas keselamatan
Jangan pernah mencicipi, mencium langsung, atau menyentuh bahan kimia tanpa izin. Kibaskan uap ke arah hidung bila perlu mencium bau.
Pakai kacamata pelindung saat memanaskan atau mencampur larutan. Ikat rambut panjang.
Jangan pernah mencampur pembersih rumah tangga (misalnya pemutih berklorin dengan pembersih lantai beramonia atau asam): dapat terbentuk gas beracun.
Selalu tambahkan asam ke air, bukan air ke asam.
Baca label dan piktogram bahaya. Simpan bahan kimia di wadah aslinya, jauh dari jangkauan adik kecil.
Cuci tangan setelah praktikum, dan buang limbah sesuai petunjuk guru.
Glosarium
A · Dunia Kimia
Istilah
Arti singkat
Materi
Segala sesuatu yang punya massa dan menempati ruang.
Unsur
Zat tunggal yang tersusun dari satu jenis atom dan tidak dapat diuraikan dengan reaksi kimia biasa.
Senyawa
Zat tunggal dari dua jenis unsur atau lebih yang terikat secara kimia dengan perbandingan tetap.
Campuran
Gabungan dua zat atau lebih tanpa ikatan kimia; komposisinya bisa berubah-ubah.
Perubahan kimia
Perubahan yang menghasilkan zat baru, ditandai gas, endapan, perubahan warna, atau perubahan suhu.
Angka penting
Angka hasil pengukuran yang diketahui pasti ditambah satu angka taksiran.
B · Atom & Tabel Periodik
Istilah
Arti singkat
Nomor atom (Z)
Jumlah proton dalam inti; menentukan identitas unsur.
Isotop
Atom dari unsur yang sama dengan jumlah neutron berbeda.
Massa atom relatif (Ar)
Rata-rata massa atom suatu unsur dibandingkan dengan 1/12 massa atom C-12.
Orbital
Daerah di sekitar inti tempat elektron paling mungkin ditemukan; berisi maksimal dua elektron.
Elektron valensi
Elektron di kulit terluar yang berperan dalam ikatan kimia.
Keelektronegatifan
Kemampuan atom menarik pasangan elektron ikatan ke arahnya.
Energi ionisasi
Energi minimum untuk melepas satu elektron dari atom berwujud gas.
C · Ikatan & Wujud Zat
Istilah
Arti singkat
Ikatan ion
Gaya tarik listrik antara kation dan anion yang terbentuk karena serah terima elektron.
Ikatan kovalen
Ikatan karena dua atom memakai pasangan elektron bersama.
Struktur Lewis
Gambar molekul yang menunjukkan pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas.
VSEPR
Teori tolakan pasangan elektron kulit valensi untuk meramalkan bentuk molekul.
Ikatan hidrogen
Gaya antarmolekul kuat antara H yang terikat pada F, O, atau N dengan pasangan elektron bebas atom elektronegatif lain.
Gas ideal
Model gas yang partikelnya tidak saling tarik dan volumenya diabaikan; memenuhi \(PV = nRT\).
D · Stoikiometri
Istilah
Arti singkat
Mol
Satuan jumlah zat; 1 mol berisi \(6{,}022 \times 10^{23}\) partikel (bilangan Avogadro).
Massa molar
Massa 1 mol zat, dalam g/mol; nilainya sama dengan Ar atau Mr.
Rumus empiris
Perbandingan bilangan bulat paling sederhana dari atom-atom dalam senyawa.
Pereaksi pembatas
Pereaksi yang habis lebih dulu dan menentukan jumlah produk.
Rendemen
Persentase hasil nyata terhadap hasil teoretis.
E · Energi, Laju & Kesetimbangan
Istilah
Arti singkat
Entalpi (ΔH)
Kalor reaksi pada tekanan tetap; negatif untuk eksoterm, positif untuk endoterm.
Hukum Hess
Perubahan entalpi reaksi hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir, bukan jalannya.
Entropi (S)
Ukuran banyaknya cara partikel dan energi tersebar.
Energi bebas Gibbs (ΔG)
\(\Delta G = \Delta H - T\Delta S\); reaksi spontan bila ΔG negatif.
Energi aktivasi
Energi minimum yang diperlukan tumbukan agar reaksi terjadi.
Katalis
Zat yang mempercepat reaksi dengan menurunkan energi aktivasi tanpa ikut habis.
Kesetimbangan dinamis
Keadaan saat laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik sehingga konsentrasi tetap.
Asas Le Chatelier
Sistem setimbang yang diganggu akan bergeser untuk mengurangi gangguan itu.
F · Larutan & Asam-Basa
Istilah
Arti singkat
Molaritas (M)
Jumlah mol zat terlarut per liter larutan.
Sifat koligatif
Sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel terlarut, bukan jenisnya.
Koloid
Campuran dengan partikel berukuran 1–1000 nm; menunjukkan efek Tyndall.
pH
\(-\log[\mathrm{H^+}]\); di bawah 7 asam, di atas 7 basa (pada 25 °C).
Asam Brønsted–Lowry
Zat yang memberikan ion H⁺ (proton); basa adalah penerima proton.
Larutan penyangga
Larutan yang mempertahankan pH saat ditambah sedikit asam, basa, atau air.
Ksp
Hasil kali kelarutan: hasil kali konsentrasi ion dalam larutan jenuh garam sukar larut.
G · Redoks & Elektrokimia
Istilah
Arti singkat
Oksidasi & reduksi
Oksidasi = melepas elektron (biloks naik); reduksi = menerima elektron (biloks turun).
Bilangan oksidasi
Muatan "seolah-olah" sebuah atom bila semua ikatannya dianggap ion.
Sel volta
Sel yang mengubah energi reaksi redoks spontan menjadi listrik.
Elektrolisis
Penguraian zat dengan arus listrik (reaksi tidak spontan dipaksa terjadi).
Korosi
Kerusakan logam karena reaksi redoks dengan lingkungannya, misalnya karat besi.
H · Kimia Karbon & Kehidupan
Istilah
Arti singkat
Hidrokarbon
Senyawa yang hanya tersusun atas karbon dan hidrogen.
Isomer
Senyawa dengan rumus molekul sama tetapi struktur berbeda.
Gugus fungsi
Bagian molekul yang menentukan sifat khasnya, misalnya –OH, –COOH, –CHO.
Molekul raksasa dari banyak satuan berulang (monomer).
Enzim
Protein yang berperan sebagai katalis biologis.
I · Inti, Lingkungan & Analisis
Istilah
Arti singkat
Waktu paruh
Waktu yang diperlukan agar separuh inti radioaktif meluruh.
Hujan asam
Hujan dengan pH di bawah ±5,6 karena terlarutnya oksida belerang dan nitrogen.
Kimia hijau
Rancangan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya dan limbah.
Hukum Beer–Lambert
\(A = \varepsilon b c\): absorbansi sebanding dengan konsentrasi dan panjang jalur cahaya.
Spektroskopi
Cara mempelajari zat dari interaksinya dengan cahaya atau gelombang elektromagnetik (UV-Vis, IR, NMR) dan spektrometri massa.
Tentang buku ini
Chemipedia · Kimia Itu Asyik! Edisi 1 (2026). Buku kimia interaktif untuk SD, SMP, SMA, IGCSE, IB, dan olimpiade.
Penulis: dr. Rachmat Hidayat, M.Sc, PhD · Editor: Abdullah Hanif Hidayat · Didukung oleh Aurumgen Academy.
Semua soal adalah karya asli. Label "gaya IGCSE", "gaya IB", dan "gaya olimpiade" menunjukkan tingkat dan format, bukan salinan soal resmi. Disusun selaras dengan Capaian Pembelajaran 2025 (Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025) dan pendekatan Pembelajaran Mendalam.
Rujukan
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (2025). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPA dan Kimia Fase D–F (Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025).
Cambridge Assessment International Education. Cambridge IGCSE Chemistry 0620: Syllabus.
International Baccalaureate Organization. Chemistry Guide (first assessment 2025).
IUPAC. Nomenclature of Inorganic Chemistry (2005) dan Nomenclature of Organic Chemistry (2013); Standard Atomic Weights.
Johnstone, A. H. (1991). Why is science difficult to learn? Things are seldom what they seem. Journal of Computer Assisted Learning, 7(2), 75–83.
Taber, K. S. (2002). Chemical Misconceptions: Prevention, Diagnosis and Cure. Royal Society of Chemistry.
Anastas, P. T., & Warner, J. C. (1998). Green Chemistry: Theory and Practice. Oxford University Press.
Kim, S. dkk. PubChem 2023 update. Nucleic Acids Research, 51(D1), D1373–D1380 (sumber data unsur dan koordinat 3D molekul).