Negara
Bernama SEL
Di dalam tubuhmu ada sekitar 30 triliun negara mini. Setiap negara punya perbatasan, perpustakaan, pembangkit listrik, dapur, kantor ekspedisi, dinas kebersihan, dan pelabuhan. Ayo berkeliling, mulai dari menyalin resep rahasia pempek, memahami kenapa diabetes bisa terjadi, sampai melihat negara membelah diri, sel pemberontak, dan tentara pelindungnya.
Daftar bab
Kenalan dengan para tokoh
Sepanjang buku, kamu akan ditemani dua pemandu manusia dan warga-warga molekul yang bekerja di Negara Sel. Setiap tokoh adalah molekul atau organela sungguhan. Jadi dengan mengenal tokohnya, kamu sekaligus mengenal biologinya.
Cara membaca buku ini
Buku ini bisa dibaca oleh siswa SMP sampai mahasiswa. Pilih tingkat bacaanmu di pojok kanan atas. Mode SMP menampilkan inti cerita. Mode SMA menambah istilah ilmiah. Mode Kuliah membuka kotak Zona Kampus berisi mekanisme molekuler yang lebih dalam.
Perumpamaan Negara Sel. Tampilannya seperti kartu katalog perpustakaan.
Fakta unik yang bikin kamu ingin bercerita ke teman.
Anggapan yang keliru
Yang benar: penjelasan ilmiahnya.
Detail untuk mahasiswa. Muncul di mode Kuliah.
Setiap animasi punya tombol Putar, Sebelumnya, dan Berikutnya. Jadi kamu bisa berhenti di tiap langkah selama yang kamu mau. Di akhir bab ada kuis singkat. Beberapa bab juga punya permainan dan simulator. Untuk berlatih lebih dalam, setiap bab punya LKPD yang bisa dicetak dan 20 soal di Bank Soal.
Selamat Datang di Negara Sel
Sel adalah satuan terkecil kehidupan. Di dalamnya ada "lembaga-lembaga negara" bernama organela, dan masing-masing punya tugas khusus.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan apa itu sel dan mengapa sel disebut unit kehidupan;
- menyebutkan organela utama beserta tugasnya memakai analogi negara;
- membayangkan ukuran sel dan isinya dengan skala yang masuk akal;
- membedakan sel hewan, sel tumbuhan, dan sel bakteri.
1.1 Sel: satuan terkecil kehidupan
Coba lihat kulit tanganmu, rambutmu, atau sepotong daun. Semuanya tersusun dari bata-bata hidup yang sangat kecil bernama sel. Ada makhluk yang hanya terdiri dari satu sel, misalnya bakteri dan ragi. Ada juga yang terdiri dari triliunan sel, misalnya kita. Satu sel sudah bisa melakukan semua syarat hidup: makan, menghasilkan energi, membuang sampah, merespons lingkungan, dan berkembang biak.
Kata sel berasal dari bahasa Latin cella, artinya "kamar kecil". Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati irisan gabus dengan mikroskop buatannya. Ia melihat ruang-ruang kosong mirip kamar-kamar biara. Sekitar 170 tahun kemudian, para ilmuwan menyadari bahwa semua makhluk hidup tersusun dari "kamar-kamar" ini.
1.2 Kalau sel sebesar Kota Palembang
Ukuran sel sulit dibayangkan karena satuannya mikrometer (µm, seperseribu milimeter) dan nanometer (nm, sepersejuta milimeter). Mari kita perbesar semuanya satu miliar kali. Satu sel hewan (±20 µm) akan menjadi selebar ±20 km, kira-kira selebar Kota Palembang. Lihat seberapa besar "bangunan" di dalamnya:
| Benda | Ukuran asli | Diperbesar 1 miliar × | Setara dengan… | Perbandingan (skala log) |
|---|---|---|---|---|
| Sel hewan | ±20 µm | 20 km | Sebuah kota | |
| Inti sel (perpustakaan) | ±6 µm | 6 km | Satu kecamatan | |
| Mitokondria (PLN) | ±2 µm | 2 km | Kompleks pembangkit listrik | |
| Lisosom | ±0,5 µm | 500 m | Tempat pengolahan sampah | |
| Ribosom (dapur) | ±25 nm | 25 m | Rumah makan dua lantai | |
| Mikrotubulus (lebar) | 25 nm | 25 m | Jalan tol enam lajur | |
| Protein insulin | ±3 nm | 3 m | Sebuah mobil kecil | |
| Molekul glukosa | ±1 nm | 1 m | Anak TK | |
| Molekul air | ±0,3 nm | 30 cm | Bola sepak |
Pada skala kota itu, DNA di dalam satu sel panjangnya ±2 juta km, lebih dari 5 kali jarak Bumi ke Bulan, dan semuanya digulung rapi di dalam "perpustakaan" selebar 6 km.
Kurir kinesin yang mengangkut paket di dalam sel berjalan ±800 nm per detik. Pada skala kota, itu setara ±2.900 km/jam, tiga kali lebih cepat dari pesawat jet!
1.3 Peta Negara Sel
Inilah peta sel hewan, misalnya sel otot atau sel pankreas. Setiap "bangunan" adalah organela, artinya "organ kecil". Ketuk bangunan mana saja untuk membuka Kartu Tanda Organela (KTP)-nya. Perhatikan juga kurir yang berjalan, surat yang datang, dan paket yang dilepas di pelabuhan.
1.4 Daftar lembaga Negara Sel
Ringkasan semua organela yang tadi kamu jelajahi. Simpan tabel ini sebagai "peta saku" untuk bab-bab berikutnya.
| Organela | Di Negara Sel | Tugas sebenarnya | |
|---|---|---|---|
| Membran plasma | Perbatasan, kantor imigrasi, pelabuhan | Membatasi sel; mengatur zat keluar-masuk; tempat reseptor | |
| Sitoplasma | Wilayah daratan negara | Cairan kental (sitosol) + organela; tempat banyak reaksi | |
| Nukleus | Perpustakaan Nasional | Menyimpan DNA; tempat transkripsi | |
| Kromosom / DNA / gen | Rak buku · kertas · resep | Informasi genetik; gen = instruksi satu produk, biasanya protein | |
| Nukleolus | Bengkel perakit dapur | Membuat rRNA dan merakit subunit ribosom | |
| Ribosom | Dapur / koki | Translasi: merangkai asam amino menjadi protein | |
| RE kasar | Dapur katering ekspor + ruang packing | Sintesis, pelipatan, dan kontrol mutu protein sekretori/membran | |
| RE halus | Pabrik minyak, gudang kalsium, detoks | Sintesis lipid & steroid, detoksifikasi, simpan Ca²⁺ | |
| Badan Golgi | Kantor ekspedisi | Modifikasi, penyortiran, pengemasan protein | |
| Vesikel | Kardus/kontainer paket | Mengangkut muatan antarorganela | |
| Mitokondria | PLN | Respirasi seluler: menghasilkan ATP | |
| Lisosom | Dinas kebersihan & daur ulang | Mencerna sampah, organela tua, kuman | |
| Peroksisom | Pengolah limbah beracun | Oksidasi asam lemak rantai sangat panjang; urai H₂O₂ | |
| Proteasom | Mesin penghancur dokumen | Menghancurkan protein berlabel ubiquitin | |
| Sitoskeleton | Jalan tol, rangka baja | Bentuk sel, jalur transpor, gerak | |
| Protein motor | Kurir & truk | Kinesin, dinein, miosin mengangkut muatan | |
| Sentrosom | Terminal pusat jalan tol | Pusat pengatur mikrotubulus; pembelahan sel | |
| Silia & flagela | Antena, dayung, baling-baling | Gerak dan penginderaan | |
| Reseptor | Kotak surat berkunci | Menerima molekul sinyal |
Sel itu seperti kantong berisi air yang encer.
Yang benar: sitoplasma memang ±70% air, tetapi sangat padat protein. Kira-kira 300 gram makromolekul berjejal di setiap liternya, jadi lebih mirip jeli yang sibuk daripada air. Karena itulah sel butuh "jalan tol" dan kurir untuk mengangkut barang jarak jauh.
Semua sel manusia punya inti.
Yang benar: sel darah merah dewasa membuang inti dan mitokondrianya agar muat lebih banyak hemoglobin. Akibatnya ia tidak bisa membuat protein baru dan hanya hidup ±120 hari. Sebaliknya, sel otot rangka punya ratusan inti dalam satu sel.
1.5 Tiga jenis negara
Tidak semua sel dibangun dengan denah yang sama. Sel hewan, sel tumbuhan, dan sel bakteri punya "arsitektur" berbeda sesuai gaya hidupnya.
Sel hewan
Bentuknya lentur karena tanpa dinding. Punya sentriol, lisosom, dan vakuola kecil. Energi didapat dari makanan.
Negara kota yang fleksibel
Sel tumbuhan
Dikelilingi dinding sel selulosa (benteng kokoh), punya kloroplas (pembangkit listrik tenaga surya) dan vakuola sentral raksasa (waduk air) yang bisa mengisi 80–90% volume sel. Tidak punya sentriol.
Negara berbenteng bertenaga surya Bab 20 →
Sel bakteri (prokariota)
Jauh lebih kecil (±1–5 µm). Tidak punya inti bermembran: DNA-nya tergeletak di daerah nukleoid. Juga tidak punya organela bermembran. Ribosomnya lebih kecil (70S). Sering membawa plasmid, "buku saku" DNA tambahan.
Desa tanpa gedung perpustakaan Bab 18 →
Eukariota (hewan, tumbuhan, jamur, protista) memiliki sistem endomembran (selubung inti, RE, Golgi, lisosom, endosom) dan kompartementalisasi reaksi. Prokariota (Bacteria & Archaea) melakukan transkripsi dan translasi di ruang yang sama, sehingga keduanya bisa berlangsung serentak (coupled transcription-translation).
Mitokondria dan kloroplas kemungkinan besar berasal dari bakteri yang "ditelan" sel purba, lalu hidup bersimbiosis (teori endosimbiosis, Lynn Margulis 1967). Buktinya: membran ganda, DNA sirkuler sendiri, ribosom yang mirip ribosom bakteri (kloroplas 70S; mitokondria manusia 55S, lebih kecil tetapi tetap bergaya bakteri), dan pembelahan mirip bakteri.
1.6 Semua lembaga bekerja sama
Tidak ada organela yang bekerja sendirian. Coba ikuti satu kisah besar yang akan menjadi tulang punggung buku ini: sel pankreas membuat insulin dan mengirimkannya ke sel otot. Setiap langkahnya melibatkan lembaga yang berbeda:
- Perpustakaan (inti) menyimpan resep insulin. Bab 2
- Juru salin menyalin resep menjadi mRNA. Bab 3
- Dapur (ribosom) memasak rantai protein. Bab 4
- Ruang packing (RE), ekspedisi (Golgi), kurir, lalu pelabuhan mengirim insulin ke luar sel. Bab 5
- Insulin menjadi surat yang diterima kotak surat (reseptor) di sel otot. Bab 6
- Sel otot memasang pintu glukosa (GLUT4). Kalau komunikasi ini gagal, terjadilah diabetes. Bab 7
- Glukosa yang masuk "dibakar" di PLN (mitokondria). Sampahnya diurus dinas kebersihan. Bab 8 & Bab 9
Kuis Bab 1
0/51. Organela yang diibaratkan PLN (pembangkit listrik) Negara Sel adalah…
Mitokondria mengubah energi dari makanan menjadi ATP, "token listrik" yang dipakai seluruh sel.
2. Membran sel diibaratkan kantor imigrasi karena…
Seperti petugas imigrasi, membran hanya mengizinkan zat tertentu lewat, dan sebagian harus lewat "pintu khusus" berupa protein transpor.
3. Manakah yang dimiliki sel tumbuhan tetapi TIDAK dimiliki sel hewan?
Sel tumbuhan punya benteng (dinding sel), pembangkit tenaga surya (kloroplas), dan waduk (vakuola sentral). Mitokondria dimiliki keduanya.
4. Jika sel diperbesar 1 miliar kali (sel ±20 km), ribosom akan berukuran kira-kira…
Ribosom berukuran ±25 nm. Dikali 1 miliar menjadi 25 m, kira-kira seukuran rumah makan dua lantai.
5. Perbedaan paling mendasar sel bakteri dibanding sel hewan adalah…
Bakteri tetap punya DNA, ribosom, dan membran, tetapi DNA-nya tidak dibungkus selubung inti. Ia berada di daerah nukleoid.
Perpustakaan Genetik
Semua resep untuk membangun dan menjalankan tubuhmu tersimpan rapi di satu gedung: inti sel. Mari masuk, lihat raknya, buka bukunya, lalu baca hurufnya.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan bagian-bagian inti sel memakai analogi perpustakaan;
- mengurutkan tingkatan kromosom → DNA → gen → kodon → nukleotida;
- menerapkan aturan pasangan basa A–T dan G–C;
- menjelaskan mengapa semua sel punya DNA yang sama tetapi membaca gen yang berbeda.
2.1 Gedung perpustakaan: nukleus
Nukleus (inti sel) biasanya organela terbesar di sel hewan, dengan garis tengah ±5–10 µm. Tugas utamanya menjaga DNA, satu-satunya "buku resep asli" milik sel, dan menentukan resep mana yang boleh dibaca hari ini.
Perpustakaan Nasional Negara Sel
Tembok ganda = selubung inti. Pintu berpenjaga = pori inti. Satpamnya memeriksa siapa yang boleh lewat: salinan resep (mRNA) boleh keluar, alat dapur setengah jadi (subunit ribosom) boleh keluar, dan pegawai yang punya kartu akses (protein berlabel khusus) boleh masuk.
Ruang baca = nukleoplasma. Bengkel perakit dapur = nukleolus.
2.2 Dari rak sampai ke huruf
Resep pempek di perpustakaan tersimpan bertingkat: gedung → rak → buku/kertas → bab resep → kata → huruf. Hal yang sama berlaku untuk informasi genetik. Tekan Putar atau Berikutnya untuk memperbesar selangkah demi selangkah.
Zoom perpustakaan
Animasi · 6 langkah1/6Gedung perpustakaan = nukleus
Semua buku resep disimpan di satu gedung bertembok ganda. Hampir setiap sel tubuhmu punya satu perpustakaan seperti ini.
2/6Rak buku = kromosom
Ada 46 rak, yaitu 23 pasang: 22 pasang autosom (nomor 1–22) dan 1 pasang kromosom seks (XX atau XY). Satu set rak berasal dari ayah dan satu set dari ibu, jadi hampir setiap resep punya dua edisi.
3/6Lembaran kertas panjang = DNA
Setiap kromosom sebenarnya adalah satu molekul DNA yang sangat panjang. Supaya muat, DNA dililitkan pada gulungan protein bernama histon, seperti benang pada gelendong, lalu dilipat berkali-kali.
4/6Bab resep = gen
Gen adalah potongan DNA yang berisi instruksi untuk membuat satu produk, biasanya satu protein. Sebelum gen ada promoter, tanda "resep dimulai di sini". Gen insulin misalnya terletak di kromosom 11.
5/6Kata tiga huruf = triplet / kodon
Resep protein dibaca per tiga huruf. Setiap "kata" tiga huruf menunjuk satu bahan (asam amino) atau tanda berhenti. Di salinan mRNA, kata tiga huruf ini disebut kodon (Bab 4).
6/6Huruf = nukleotida
Hurufnya hanya empat: A (adenin), T (timin), G (guanin), C (sitosin). Setiap huruf adalah satu nukleotida: fosfat + gula deoksiribosa + basa nitrogen.
Dalam analogi kita, rak (kromosom) dan kertas (DNA) digambarkan terpisah supaya mudah dibayangkan. Kenyataannya, satu kromosom = satu molekul DNA yang digulung pada histon dan dilipat rapi. Jadi "raknya" terbuat dari "kertasnya" sendiri. Bayangkan satu gulungan kertas super panjang yang dilipat menjadi satu jilid tebal.
2.3 Bahasa empat huruf
DNA berbentuk tangga berpilin (double helix). Kedua "tiang" tangga tersusun dari gula dan fosfat yang bergantian. "Anak tangganya" adalah pasangan basa. Pasangannya selalu sama: A dengan T dan G dengan C, seperti kepingan puzzle yang hanya cocok dengan pasangannya.
Kedua untai DNA antiparalel: satu berjalan 5′→3′, pasangannya 3′→5′. Angka 5′ dan 3′ menunjuk atom karbon pada gula deoksiribosa. Enzim polimerase hanya bisa menambah nukleotida baru di ujung 3′. Karena itu sintesis DNA maupun RNA selalu berlangsung ke arah 5′→3′. Fakta ini penting untuk memahami transkripsi di Bab 3.
Mesin Pasangan Basa
A–T · G–C2.4 Genom manusia dalam angka
Jika satu set genom dicetak dengan huruf seukuran buku pelajaran (±3.000 huruf per halaman), hasilnya sekitar satu juta halaman, setara ±1.000 buku setebal 1.000 halaman. Setiap sel tubuhmu menyimpan dua set perpustakaan itu di ruang selebar 6 µm.
Memasukkan DNA 2 meter ke dalam inti selebar 6 µm sama seperti menjejalkan benang jahit sepanjang ±22 km ke dalam bola tenis, lalu tetap bisa menemukan dan membaca bab mana pun dalam hitungan menit.
Padi punya lebih banyak gen pengode protein (±37.000) daripada manusia. Kerumitan tubuh ternyata tidak ditentukan jumlah resep, melainkan cara resep itu diatur dan dipakai.
2.5 Buku sama, bab yang dibaca berbeda
Sel otot, sel saraf, dan sel pankreas di tubuhmu menyimpan perpustakaan yang persis sama. Yang berbeda adalah bab yang dibuka. Sel beta pankreas rajin membaca resep insulin. Sel otot membaca resep aktin, miosin, dan pintu glukosa GLUT4. Resep insulin di sel otot tetap ada, tapi bukunya digembok.
Buku di meja baca vs buku di gudang
Eukromatin seperti buku yang terbuka di meja baca. DNA-nya longgar sehingga mudah disalin. Heterokromatin seperti buku yang diikat tali dan disimpan di gudang. DNA-nya padat dan jarang dibaca.
Metilasi DNA (penambahan gugus metil pada sitosin, terutama di daerah CpG promoter) bekerja seperti stiker "jangan dibaca". Asetilasi histon melonggarkan lilitan DNA sehingga gen mudah dibaca. Deasetilasi dan metilasi histon tertentu justru memadatkannya. Pola ini bisa diwariskan ke sel anak tanpa mengubah urutan huruf DNA. Itulah sebabnya disebut epi-genetik (di atas genetik). Pola makan, stres, dan lingkungan bisa ikut memengaruhinya.
2.6 Memfotokopi seluruh perpustakaan
Sebelum membelah, sel harus menyalin seluruh perpustakaannya supaya kedua sel anak mendapat set lengkap. Proses ini disebut replikasi DNA. Tangga DNA dibuka seperti ritsleting, lalu setiap untai lama menjadi cetakan untai baru. Hasilnya, tiap DNA baru terdiri dari satu untai lama dan satu untai baru (semikonservatif). Enzim DNA polimerase sangat teliti: setelah pemeriksaan ulang dan perbaikan salah pasang, salah ketiknya hanya sekitar 1 huruf per miliar. Animasinya ada di Bab 11.
Kuis Bab 2
0/51. Dalam analogi perpustakaan, gen diibaratkan sebagai…
Gen adalah potongan DNA yang berisi instruksi satu produk, seperti satu bab resep di dalam buku yang tebal.
2. Jika satu untai DNA berurutan A T G C, untai pasangannya adalah…
A berpasangan dengan T, dan G dengan C. Jadi A-T-G-C berpasangan dengan T-A-C-G. Huruf U hanya ada di RNA.
3. Mengapa sel otot dan sel pankreas berbeda padahal DNA-nya sama?
Setiap jenis sel membuka bab yang berbeda dari perpustakaan yang sama. Ini disebut ekspresi gen.
4. Manusia normal memiliki berapa kromosom di sel tubuhnya?
46 kromosom = 23 pasang (22 pasang autosom + 1 pasang kromosom seks). Angka 20.000 adalah perkiraan jumlah gen pengode protein.
5. Protein histon berfungsi untuk…
DNA dililitkan pada histon membentuk nukleosom, seperti benang pada gelendong. Tanpa histon, DNA 2 meter tidak akan muat di dalam inti.
Menyalin Resep Rahasia Pempek
Sel butuh "pempek" (protein). Resepnya ada di buku asli di perpustakaan, tapi buku itu tidak boleh keluar. Jalan keluarnya: resep disalin. Proses menyalin inilah yang disebut transkripsi.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan mengapa DNA disalin menjadi mRNA dan tidak dibawa langsung ke dapur;
- menyebutkan pemeran transkripsi: promoter, faktor transkripsi, RNA polimerase, untai cetakan;
- menuliskan salinan mRNA dari sebuah untai cetakan DNA;
- menjelaskan pengeditan mRNA: topi 5′, ekor poli-A, dan splicing.
3.1 Mengapa resep harus disalin?
Protein dibuat di ribosom (dapur) yang berada di luar inti. Padahal resepnya, yaitu gen di DNA, ada di dalam inti. Sel tidak membawa DNA keluar. Sel membuat salinan gen dalam bentuk mRNA (messenger RNA, RNA pembawa pesan). Ada tiga alasan kuat:
1. Buku asli harus aman
DNA hanya ada dua salinan per sel. Kalau rusak di "dapur" yang sibuk, resepnya hilang selamanya. Salinan mRNA boleh rusak, karena bisa dibuat lagi.
2. Satu resep, banyak pempek
Satu gen bisa disalin ratusan kali. Setiap salinan bisa dimasak berulang-ulang. Hasilnya: satu gen → ratusan mRNA → ribuan protein. Ini amplifikasi.
3. Mudah diatur
Sel cukup mengatur berapa banyak salinan yang dibuat dan berapa lama salinan bertahan untuk mengatur jumlah protein, tanpa mengubah buku aslinya.
Memfotokopi satu bab, bukan membawa pulang ensiklopedia
Kalau kamu butuh resep pempek dari ensiklopedia masak 30 jilid di perpustakaan, kamu tidak meminjam seluruh ensiklopedia. Kamu memfotokopi satu halaman resep saja, lalu membawanya ke dapur. mRNA adalah fotokopi satu gen itu.
3.2 Para pemeran
| Di Negara Sel | Istilah ilmiah | Perannya |
|---|---|---|
| Tanda "resep dimulai di sini" | Promoter (mis. kotak TATA) | Urutan DNA sebelum gen tempat penyalinan dimulai |
| Pustakawan | Faktor transkripsi | Protein yang mengenali promoter dan memanggil juru salin |
| Juru salin (Polim) | RNA polimerase II | Enzim yang membuka DNA dan merangkai RNA |
| Halaman yang dibaca | Untai cetakan (templat) | Satu dari dua untai DNA yang dijadikan acuan |
| Kertas salinan | mRNA | Salinan gen, beruntai tunggal, memakai U sebagai pengganti T |
| Tanda "resep selesai" | Sinyal terminasi / poliadenilasi | Urutan tempat penyalinan berakhir |
3.3 Menyalin resep, langkah demi langkah
Ikuti Polim menyalin gen insulin. Perhatikan tiga hal: siapa yang datang lebih dulu, bagaimana DNA dibuka, dan ke mana salinan tumbuh.
Animasi transkripsi
6 langkah1/6Resep tersimpan rapat
Gen insulin berada di dalam DNA untai ganda. Kedua untai menempel erat lewat pasangan basa, jadi resepnya belum bisa dibaca.
2/6Pustakawan menunjuk halaman
Protein faktor transkripsi menemukan promoter, tanda "resep dimulai di sini", lalu memanggil juru salin. Di sel beta pankreas, pustakawan khusus inilah yang membuat gen insulin rajin dibaca.
3/6Juru salin datang
RNA polimerase II (Polim) duduk di promoter dengan bantuan faktor transkripsi. Kompleks ini disebut kompleks inisiasi transkripsi.
4/6Halaman dibuka (inisiasi)
Polim membuka sekitar 14 pasang basa seperti ritsleting, membentuk gelembung transkripsi. Hanya satu untai yang dibaca, yaitu untai cetakan.
5/6Menyalin huruf demi huruf (elongasi)
Polim berjalan sepanjang gen dan memasang nukleotida RNA yang cocok: T→A, A→U, G→C, C→G. DNA di belakangnya langsung menutup kembali. Kecepatannya puluhan huruf per detik.
6/6Selesai menyalin (terminasi)
Di ujung gen, Polim melepaskan DNA dan salinannya. Hasilnya adalah pra-mRNA, salinan kasar yang masih harus dirapikan sebelum boleh keluar perpustakaan.
Saat transkripsi, seluruh DNA di dalam kromosom disalin.
Yang benar: hanya gen yang dibutuhkan yang disalin, dan hanya satu untai (untai cetakan) yang dibaca. Menyalin seluruh DNA hanya terjadi saat replikasi, menjelang sel membelah.
Eukariota punya tiga RNA polimerase inti: Pol I (rRNA besar, di nukleolus), Pol II (mRNA dan sebagian besar RNA regulator), dan Pol III (tRNA, rRNA 5S). Pol II tidak bisa mengenali promoter sendiri. Ia butuh faktor transkripsi umum (TFIID dengan subunit TBP yang mengikat kotak TATA, TFIIB, TFIIH, dan lain-lain). Aktivator yang terikat pada enhancer, kadang ribuan pasang basa jauhnya, dihubungkan ke Pol II oleh kompleks Mediator.
Fosforilasi ekor CTD Pol II (pengulangan YSPTSPS) oleh TFIIH menandai peralihan dari inisiasi ke elongasi. Ekor yang terfosforilasi juga menjadi "papan tempat" enzim penambah topi, spliceosom, dan mesin poliadenilasi. Untai cetakan dibaca 3′→5′, sehingga RNA tumbuh 5′→3′ dan urutannya sama dengan untai pengode (T diganti U).
3.4 Merapikan salinan sebelum keluar
Salinan pertama (pra-mRNA) masih "mentah". Di dalamnya ada bagian resep yang dipakai, disebut ekson, dan sisipan yang tidak dipakai, disebut intron. Bayangkan resep yang diselingi iklan. Sebelum keluar, salinan diberi topi, diberi ekor, dan iklannya digunting.
Animasi pengeditan & ekspor mRNA
6 langkah1/6Salinan kasar (pra-mRNA)
Salinan pertama berisi ekson (bagian resep yang dipakai) dan intron (sisipan yang tidak dipakai). Pada gen manusia, intron sering jauh lebih panjang daripada eksonnya.
2/6Pasang topi di ujung depan
Ujung depan (5′) diberi "topi" berupa guanin termetilasi. Topi ini seperti stempel ASLI: menandai salinan agar dikenali dapur dan melindunginya dari enzim penghancur.
3/6Pasang ekor di ujung belakang
Ujung belakang (3′) diberi ekor ±200 huruf A, disebut ekor poli-A. Ekor ini memendek sedikit demi sedikit. Saat sudah sangat pendek, salinan dihancurkan. Jadi panjang ekor ikut menentukan umur salinan.
4/6Gunting iklannya (splicing)
Mesin spliceosom mengenali batas ekson–intron, lalu memotong intron keluar dalam bentuk laso (lariat).
5/6Sambung bagian resep
Ekson-ekson disambung menjadi mRNA matang, resep bersih yang siap dimasak.
6/6Keluar lewat pintu berpenjaga
Protein pengantar membawa mRNA ke pori inti. Satpam hanya meloloskan salinan yang sudah bertopi, berekor, dan rapi. Salinan pun keluar, dengan ujung topi di depan, menuju dapur (ribosom) di sitoplasma.
Satu resep, banyak varian pempek
Bagian-bagian resep bisa disambung dengan kombinasi berbeda. Dari satu adonan dasar, penjual pempek bisa membuat kapal selam, lenjer, atau adaan. Begitu juga satu gen bisa menghasilkan beberapa versi protein. Proses ini disebut splicing alternatif. Sekitar 95% gen manusia yang punya banyak ekson mengalaminya. Inilah salah satu rahasia mengapa ±20.000 gen cukup untuk membuat puluhan ribu jenis protein.
Gen INSR (kromosom 19) punya ekson 11 yang bisa dipakai atau dilewati. Tanpa ekson 11 terbentuk isoform IR-A yang dominan pada jaringan janin dan juga mengikat IGF-II. Dengan ekson 11 terbentuk isoform IR-B yang dominan di hati, otot, dan jaringan lemak dewasa, dan lebih spesifik untuk metabolisme glukosa. Rasio IR-A/IR-B berubah pada resistensi insulin dan beberapa kanker.
Gen terpanjang manusia, distrofin (pengode protein otot), panjangnya ±2,2 juta pasang basa. Polim butuh sekitar 16 jam untuk menyalinnya dari awal sampai akhir. Padahal mRNA matangnya hanya ±14.000 huruf, karena lebih dari 99% gen itu adalah intron!
3.5 Main: Jadi juru salin!
Sekarang giliranmu menjadi Polim. Di bawah ini ada untai cetakan dari gen rahasia PEMPEK-1. Tulis salinan mRNA-nya huruf demi huruf. Simpan hasilnya, karena resep ini akan kamu masak di Bab 4!
Jadi Juru Salin!
0/24Huruf cetakan pertama adalah T. Pasangan RNA-nya apa?
Kuis Bab 3
0/51. Enzim yang bertugas sebagai "juru salin" dalam transkripsi adalah…
RNA polimerase membuka DNA dan merangkai nukleotida RNA. DNA polimerase dipakai untuk replikasi DNA.
2. Untai cetakan DNA 3′-TAC GGA-5′ akan disalin menjadi mRNA…
T→A, A→U, C→G, G→C. Karena RNA tidak memakai T, pasangan A adalah U. Hasilnya AUG CCU, kodon mulai lalu prolin.
3. Bagian pra-mRNA yang dibuang saat splicing disebut…
Intron adalah sisipan yang digunting, ibarat iklan di tengah resep. Ekson yang tersisa disambung menjadi mRNA matang.
4. Fungsi topi 5′ dan ekor poli-A pada mRNA adalah…
Topi dan ekor bekerja seperti stempel dan pengaman. Keduanya melindungi salinan dari penghancuran, membantu ekspor lewat pori, dan membantu ribosom mengenali mRNA.
5. Mengapa satu gen bisa menghasilkan lebih dari satu jenis protein?
Splicing alternatif memilih ekson yang berbeda-beda, seperti satu adonan yang dibentuk menjadi kapal selam, lenjer, atau adaan.
Dapur Ribosom Memasak Pempek
Salinan resep sudah tiba di dapur. Sekarang koki ribosom membaca resep per tiga huruf, kurir tRNA mengantar bahan, dan rantai adonan protein mulai tersambung. Proses ini disebut translasi, artinya "penerjemahan" dari bahasa nukleotida ke bahasa asam amino.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membaca kodon dan menentukan asam amino memakai tabel kode genetik;
- menjelaskan peran ribosom, tRNA, antikodon, dan tempat A–P–E;
- mengurutkan tahap inisiasi, elongasi, dan terminasi;
- menjelaskan struktur protein primer, sekunder, tersier, dan kuaterner.
4.1 Membaca resep per tiga huruf: kodon
mRNA ditulis dengan 4 huruf (A, U, G, C), sedangkan protein tersusun dari 20 jenis asam amino. Bagaimana 4 huruf bisa menunjuk 20 bahan? Jawabannya: resep dibaca per tiga huruf sekaligus. Setiap kata tiga huruf disebut kodon. Ada 4 × 4 × 4 = 64 kodon, lebih dari cukup untuk 20 asam amino.
Kamus Kodon
64 kodon · 20 asam aminoCara membaca tabel: huruf pertama di baris kiri, huruf kedua di kolom atas, dan huruf ketiga di dalam kotak.
4.2 Para pemeran dapur
| Di Negara Sel | Istilah ilmiah | Perannya |
|---|---|---|
| Dapur (koki Mas Ribo) | Ribosom: subunit kecil + subunit besar | Subunit kecil membaca mRNA; subunit besar menyambung asam amino |
| Salinan resep | mRNA | Urutan kodon yang menentukan urutan asam amino |
| Kurir belanja | tRNA | Membawa satu jenis asam amino; punya antikodon yang cocok dengan kodon |
| Bahan baku | Asam amino | 20 jenis bahan penyusun protein |
| Petugas gudang | Aminoasil-tRNA sintetase | Memasang bahan yang benar ke kurir yang benar. Inilah "penerjemah" sejati kode genetik |
| Pembawa tanda selesai | Faktor pelepas | Mengenali kodon stop dan melepas rantai protein |
Tiga meja di dapur: A, P, E
Di dalam ribosom ada tiga "meja" berjajar. A = Antre, tempat kurir baru datang membawa bahan. P = Proses, tempat kurir yang memegang rantai adonan. E = Exit, tempat kurir yang sudah kosong pulang. Setiap kali satu bahan disambung, dapur bergeser tepat satu kodon.
4.3 Memasak, langkah demi langkah
Resep ini adalah mRNA hasil salinanmu di Bab 3: AUG CCU GAA AUG CCA GAG AAA UAA. Perhatikan kurir yang datang ke meja A, bahan yang dipindah, lalu dapur yang bergeser.
Animasi translasi
8 langkah1/8Resep tiba di dapur
mRNA keluar dari inti dan ditangkap subunit kecil ribosom. Subunit kecil memindai resep dari ujung bertopi sampai menemukan kodon mulai AUG.
2/8Kurir pertama & dapur lengkap (inisiasi)
Kurir tRNA pembawa metionin (antikodon UAC) menempel di kodon AUG di meja P. Lalu subunit besar bergabung. Dapur lengkap dan siap memasak.
3/8Kurir kedua datang ke meja A
Kodon berikutnya CCU. Hanya kurir berantikodon GGA yang cocok. Kurir itu membawa prolin. Kurir yang salah akan ditolak karena antikodonnya tidak berpasangan.
4/8Bahan disambung (ikatan peptida)
Subunit besar memindahkan metionin dan menyambungkannya ke prolin dengan ikatan peptida. Yang menjadi "tangan koki" di sini adalah rRNA, bukan protein!
5/8Dapur bergeser 3 huruf (translokasi)
Ribosom bergeser tepat satu kodon. Kurir pertama yang sudah kosong pindah ke meja E untuk keluar. Kurir pembawa rantai pindah ke meja P. Meja A kosong untuk kodon berikutnya, GAA.
6/8Diulang terus (elongasi)
Siklus datang–sambung–geser berulang sekitar 5 kali per detik. Rantai adonan memanjang dan keluar lewat terowongan di subunit besar: M-P-E-M-P-E-K.
7/8Kodon STOP
Kodon UAA tidak punya kurir tRNA. Yang masuk adalah faktor pelepas, protein berbentuk mirip tRNA yang berarti "resep selesai".
8/8Adonan dilepas, dapur bubar (terminasi)
Rantai protein dilepas dan mulai melipat. Kedua subunit berpisah, siap membaca resep lain. mRNA yang sama bisa dibaca lagi oleh dapur berikutnya.
Lihat huruf kode satu-huruf rantai tadi: M·P·E·M·P·E·K. Resep rahasia di Bab 3 ternyata "menuliskan" kata PEMPEK dengan singkatan asam amino! (M = metionin, P = prolin, E = asam glutamat, K = lisin.)
Ribosom manusia menambah ±5 asam amino per detik. Protein terbesar di tubuh, titin (±34.000 asam amino, pegas di otot), butuh hampir 2 jam untuk dimasak satu ribosom.
Ribosom manusia 80S terdiri dari subunit 40S (rRNA 18S + ±33 protein) dan 60S (rRNA 28S, 5,8S, 5S + ±47 protein). Pada eukariota, inisiasi dimulai dari pengenalan topi 5′ oleh eIF4E (kompleks eIF4F). Kompleks prainisiasi 43S lalu memindai sampai AUG dalam konteks Kozak (gccRccAUGG). tRNA inisiator (Met-tRNAi) dibawa eIF2·GTP.
Elongasi memakai eEF1A·GTP (mengantar aminoasil-tRNA ke situs A) dan eEF2·GTP (translokasi). Pusat peptidil transferase adalah rRNA 28S, jadi ribosom adalah sebuah ribozim. Aturan wobble (Crick, 1966) membolehkan basa ketiga kodon berpasangan longgar, sehingga ±45 jenis tRNA cukup untuk 61 kodon bermakna. Ketepatan kode ditentukan 20 enzim aminoasil-tRNA sintetase yang juga memiliki fungsi "koreksi".
Ribosom bakteri 70S (30S + 50S) berbeda dari 80S. Itulah dasar kerja antibiotik seperti tetrasiklin (menghambat situs A 30S), aminoglikosida/streptomisin (salah baca 30S), serta makrolida/eritromisin dan kloramfenikol (50S).
4.4 Main: Dapur Ribo
Kamu jadi koki! Pilih kurir tRNA yang antikodon-nya cocok dengan kodon di meja A. Ingat aturannya: A berpasangan dengan U, dan G dengan C. Hati-hati dengan kodon terakhir!
Dapur Ribo
Kodon 1/84.5 Banyak koki, satu resep
Satu mRNA tidak hanya dimasak satu ribosom. Begitu ribosom pertama bergerak menjauh dari kodon mulai, ribosom kedua langsung naik, disusul yang ketiga, dan seterusnya. Rangkaian ribosom pada satu mRNA disebut polisom. Hasilnya, banyak protein dibuat sekaligus dari satu salinan resep.
4.6 Dari adonan ke pempek siap saji
Rantai asam amino yang baru lepas dari ribosom masih berupa "adonan panjang". Supaya bisa bekerja, rantai itu harus dilipat menjadi bentuk tiga dimensi yang tepat. Ilmuwan membagi bentuk protein menjadi empat tingkatan. Kita pakai perumpamaan pempek.
Empat tingkat struktur protein
4 langkah1/4Struktur primer = adonan
Urutan asam amino dari awal sampai akhir, seperti urutan bahan yang dicampur ke adonan. Urutan inilah yang ditentukan gen. Satu bahan saja yang tertukar bisa mengubah hasil akhir. Ingat anemia sel sabit!
2/4Struktur sekunder = direbus
Bagian-bagian rantai melilit menjadi heliks alfa (seperti per) atau melipat menjadi lembaran beta (seperti kertas dilipat kipas). Keduanya dijaga ikatan hidrogen di antara tulang punggung rantai.
3/4Struktur tersier = digoreng
Seluruh rantai melipat menjadi bentuk 3D yang khas. Bagian "takut air" bersembunyi di dalam, lalu ikatan ion dan jembatan disulfida (S–S) mengunci bentuknya. Pada tahap inilah protein bisa bekerja.
4/4Struktur kuaterner = disajikan sepiring
Beberapa rantai protein bergabung menjadi satu kompleks. Hemoglobin misalnya tersusun dari 4 rantai (2α + 2β) yang masing-masing membawa satu heme pengikat oksigen. Tidak semua protein punya struktur kuaterner.
Di dalam sel, protein benar-benar "dimasak" dengan panas agar terbentuk.
Yang benar: "direbus" dan "digoreng" hanyalah perumpamaan tahap pembentukan. Protein melipat sendiri pada suhu tubuh ±37 °C. Panas berlebihan justru merusak lipatan protein (denaturasi). Contohnya putih telur yang bening menjadi putih padat saat direbus. Itu protein albumin yang rusak lipatannya dan tidak bisa kembali. Demam yang sangat tinggi (di atas ±41 °C) berbahaya salah satunya karena alasan ini.
Kuis Bab 4
0/51. Kodon mRNA GAA akan dikenali tRNA berantikodon…
G berpasangan dengan C dan A dengan U, jadi antikodonnya CUU. Huruf T tidak ada di RNA.
2. Mengapa kode genetik dibaca per tiga huruf?
Dengan 2 huruf hanya ada 4² = 16 kombinasi, kurang dari 20. Dengan 3 huruf ada 4³ = 64 kombinasi, lebih dari cukup.
3. Apa yang terjadi saat ribosom bertemu kodon UAA?
UAA adalah kodon stop. Tidak ada tRNA untuknya. Faktor pelepas masuk ke meja A dan rantai protein dilepas.
4. Pasangan yang tepat antara tahap pempek dan struktur protein adalah…
Adonan = primer (urutan), direbus = sekunder, digoreng = tersier (bentuk 3D utuh), disajikan sepiring = kuaterner (beberapa rantai).
5. Putih telur berubah dari bening menjadi putih saat dimasak karena…
Panas merusak ikatan yang menjaga bentuk 3D protein (denaturasi). Protein albumin menggumpal dan tidak bisa kembali ke bentuk semula.
Packing, Ekspedisi & Pelabuhan
Pempek yang dimakan sendiri cukup dimasak di dapur rumah. Pempek yang mau dikirim ke luar kota harus dimasak di dapur katering, dikemas, diberi label alamat, diantar kurir, lalu dikapalkan. Sel melakukan hal yang persis sama.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membedakan ribosom bebas dan ribosom terikat RE beserta tujuan produknya;
- menjelaskan peran peptida sinyal dan SRP dalam mengarahkan ribosom ke RE;
- menjelaskan tugas RE kasar (packing & kontrol mutu) dan Golgi (ekspedisi);
- menjelaskan kerja kurir kinesin dan dinein serta proses eksositosis.
5.1 Dimakan sendiri atau dikirim?
Semua ribosom sebenarnya sama. Yang membedakan tempat kerjanya adalah resepnya. Resep protein yang akan dikirim keluar sel atau dipasang di membran diawali "kalimat" khusus yang disebut peptida sinyal. Kalimat ini berupa ±15–30 asam amino pertama yang intinya bersifat "takut air". Begitu kalimat ini muncul dari ribosom, ribosom langsung digiring ke RE.
Ribosom bebas = dapur rumah
Mengapung di sitoplasma. Memasak protein untuk dipakai di dalam sel: di sitoplasma, inti, mitokondria, dan peroksisom.
Contoh: enzim glikolisis, aktin, histon
Ribosom terikat RE = dapur katering ekspor
Menempel di RE kasar. Memasak protein yang akan dikirim ke luar sel, dipasang di membran, atau dikirim ke lisosom.
Contoh: insulin, antibodi, reseptor, GLUT4
| Tujuan pempek | Label di resep | Dimasak di | Contoh protein |
|---|---|---|---|
| Sitoplasma (dipakai di tempat) | tanpa label | Ribosom bebas | Enzim glikolisis, aktin, hemoglobin |
| Nukleus | "Kartu akses perpustakaan" (sinyal lokalisasi inti, NLS) | Ribosom bebas | Histon, faktor transkripsi, RNA polimerase |
| Mitokondria | Label mitokondria di ujung depan | Ribosom bebas | Sebagian besar protein rantai respirasi |
| Peroksisom | Label peroksisom (PTS) | Ribosom bebas | Katalase |
| Luar sel (sekresi) | Peptida sinyal | Ribosom di RE → RE → Golgi → vesikel | Insulin, antibodi, enzim pencernaan, kolagen |
| Membran plasma | Peptida sinyal + "jangkar" takut air | Ribosom di RE → RE → Golgi → vesikel | Reseptor insulin, GLUT4, CFTR |
| Lisosom | Peptida sinyal + stiker manosa-6-fosfat (ditempel di Golgi) | Ribosom di RE → RE → Golgi → endosom | Enzim-enzim lisosom |
| Tetap di RE | Peptida sinyal + label KDEL ("jangan pergi") | Ribosom di RE | Chaperone BiP, PDI |
5.2 Digiring ke dapur RE
Bagaimana ribosom yang sedang memasak di sitoplasma bisa pindah dan menempel di RE? Ada petugas khusus bernama SRP (signal recognition particle), partikel pengenal sinyal.
Animasi penargetan ke RE
6 langkah1/6Kalimat pertama berlabel EKSPOR
Ribosom bebas mulai memasak. Yang pertama keluar dari terowongannya adalah peptida sinyal, rangkaian asam amino "takut air" yang berarti "saya untuk ekspor".
2/6Petugas SRP menangkap label
SRP mengenali peptida sinyal lalu memegangnya. Proses memasak dijeda sebentar supaya adonan tidak telanjur jadi di tempat yang salah.
3/6Digiring ke membran RE
SRP membawa ribosom ke reseptor SRP di permukaan RE, seperti petugas parkir yang mengarahkan truk ke dok bongkar.
4/6Masuk lewat pintu translokon
Ribosom duduk tepat di atas translokon, saluran protein di membran RE. SRP pergi, memasak dilanjutkan, dan rantai adonan langsung masuk ke lumen RE.
5/6Label dipotong, adonan dilipat & diberi gula
Enzim peptidase sinyal memotong label ekspor. Di lumen, chaperone membantu adonan melipat. Enzim lain memasang jembatan disulfida dan menempelkan rantai gula (glikosilasi), semacam plastik pembungkus dan stiker pertama.
6/6Siap diperiksa bagian QC
Protein kini berada di dalam RE, terpisah dari sitoplasma. Sebelum dikirim, protein harus lulus kontrol mutu. Hanya yang terlipat benar yang boleh lanjut ke Golgi.
SRP adalah ribonukleoprotein (RNA 7SL + 6 protein). Subunit SRP54-nya mengikat peptida sinyal yang keluar dari terowongan ribosom, sementara domain Alu memperlambat elongasi. SRP·GTP berikatan dengan reseptor SRP (SR·GTP). Setelah ribosom diserahkan ke kompleks Sec61 (translokon), hidrolisis GTP membebaskan SRP. Peptida sinyal dipotong peptidase sinyal di sisi lumen.
Pada protein membran, urutan hidrofobik internal (stop-transfer atau signal-anchor) keluar lewat celah lateral Sec61 ke dalam bilayer. Itulah cara GLUT4 dengan 12 heliks transmembrannya dirangkai langsung di membran RE. Glikosilasi-N (oligosakarida Glc₃Man₉GlcNAc₂ pada asparagin) diikuti siklus kalneksin/kalretikulin: protein yang belum terlipat diglukosilasi ulang oleh UGGT untuk "dicoba lagi". Protein yang gagal terus dikeluarkan ke sitosol untuk dihancurkan proteasom (ERAD). Penumpukan protein salah lipat memicu UPR (unfolded protein response) lewat sensor IRE1, PERK, dan ATF6.
5.3 Ruang packing yang ketat: RE kasar
RE kasar adalah jaringan kantong pipih yang bersambung dengan selubung inti. Permukaannya "kasar" karena ditempeli ribuan ribosom. Ruang di dalamnya, lumen, adalah ruang packing sekaligus ruang kontrol mutu. Di sinilah protein ekspor mendapat bentuk dan "segel" pertamanya.
Petugas QC tidak bisa disogok
Setiap paket diperiksa: sudah terlipat benar? Jembatan disulfida lengkap? Paket yang cacat ditahan dan diberi kesempatan dilipat ulang. Kalau tetap cacat, paket dikembalikan ke sitoplasma untuk dihancurkan proteasom. Aturan ini melindungi tubuh dari protein rusak, tapi kadang ada harganya.
Fibrosis kistik. Protein CFTR adalah pintu ion klorida di membran sel saluran napas. Pada mutasi paling umum (ΔF508), satu asam amino hilang sehingga lipatannya sedikit penyok. Sebenarnya pintu itu masih bisa bekerja sebagian. Tapi petugas QC di RE menolaknya, sehingga CFTR tidak pernah sampai ke membran. Akibatnya lendir menjadi kental dan menyumbat paru-paru. Obat modern (corrector, misalnya elexacaftor) bekerja dengan "membantu lipatan" supaya CFTR lolos QC.
5.4 Kantor ekspedisi: Badan Golgi
Paket dari RE dibawa vesikel kecil ke Badan Golgi, tumpukan 4–8 kantong pipih (sisterna). Golgi punya "loket depan" yang menghadap RE (sisi cis) dan "loket belakang" yang menghadap membran sel (sisi trans). Selama melewati tumpukan ini, paket dimodifikasi, disortir, lalu diberi label alamat.
Memodifikasi
Rantai gula dari RE dipangkas dan ditambah, seperti mengganti bungkus dan menempel stiker merek. Sebagian protein juga dipotong menjadi bentuk aktif.
Menyortir
Paket dikelompokkan menurut tujuannya: membran, granul simpan, atau lisosom. Paket yang nyasar dikembalikan ke RE.
Menulis alamat
Label gula tertentu berfungsi sebagai alamat. Contohnya manosa-6-fosfat berarti "kirim ke lisosom".
5.5 Kurir dan jalan tol
Sitoplasma terlalu padat untuk sekadar menunggu paket "hanyut". Paket diangkut kurir protein motor yang berjalan di atas jalan tol mikrotubulus. Mikrotubulus punya arah: ujung minus (−) di pusat sel (dekat sentrosom) dan ujung plus (+) di pinggir sel (dekat membran).
Paket insulin dan protein lain yang menuju pelabuhan terutama diantar kinesin, karena kinesin berjalan ke ujung plus di pinggir sel. Dinein adalah kurir ke arah sebaliknya: membawa muatan dari pinggir ke pusat, misalnya bahan hasil endositosis menuju lisosom, atau vesikel yang kembali ke Golgi. Pada ratusan nanometer terakhir di bawah membran, paket sering berpindah ke kurir miosin yang berjalan di "jalan kampung" filamen aktin.
5.6 Pelabuhan: eksositosis
Sesampainya di membran, paket tidak "dilempar" keluar. Membran vesikel melebur dengan membran sel, sehingga isinya tumpah ke luar. Proses ini disebut eksositosis. Tali pengikat berbentuk ritsleting bernama SNARE menarik kedua membran sampai menyatu.
Animasi eksositosis
4 langkah1/4Paket mendekati pelabuhan
Vesikel berisi muatan tiba di bawah membran sel. Di permukaan vesikel ada "tali" v-SNARE, dan di membran sel ada pasangannya, t-SNARE.
2/4Tali SNARE saling mengait
v-SNARE dan t-SNARE saling melilit seperti ritsleting yang ditarik. Kedua membran ditarik begitu dekat sampai air di antaranya terdorong keluar.
3/4Membran melebur
Terbentuk lubang peleburan. Membran vesikel kini menyatu dengan membran sel, dan isinya mulai keluar.
4/4Muatan dilepas
Isi paket (misalnya insulin) dilepas ke luar sel. Protein yang tertanam di membran vesikel, misalnya reseptor atau pintu GLUT4, kini ikut terpasang di membran sel.
Eksositosis konstitutif
Paket dikirim terus-menerus tanpa menunggu perintah. Contohnya komponen membran dan kolagen dari sel fibroblas.
Eksositosis teregulasi
Paket disimpan di gudang (granul) dan baru dikirim setelah ada perintah, biasanya lonjakan ion kalsium. Contohnya insulin dari sel beta pankreas dan neurotransmiter dari ujung saraf.
Endositosis = pelabuhan impor
Kebalikan eksositosis: membran sel melekuk ke dalam dan membungkus zat dari luar menjadi vesikel. Contohnya pengambilan kolesterol LDL, atau pintu GLUT4 yang "dibongkar" kembali setelah insulin pergi.
5.7 Lacak paket insulin
Sekarang gabungkan semuanya. Ikuti perjalanan satu paket insulin di sel beta pankreas, dari perpustakaan sampai pelabuhan, seperti melacak resi kiriman.
Lacak paket · Resi INS-11-2026
7 langkah- Resep disalinGen INS dibaca di perpustakaan (nukleus)Bab 3
- Dimasak di dapur REPreproinsulin berlabel ekspor digiring SRP ke REBab 4–5
- Dipacking & lolos QCLabel dipotong → proinsulin terlipat, 3 jembatan S–SRE kasar
- Diterima ekspedisiVesikel tiba di sisi cis GolgiGolgi cis
- Diberi alamatDikemas ke granul simpan di sisi transGolgi trans
- Dalam perjalananDiantar kurir kinesin di mikrotubulusSitoplasma
- Tiba di pelabuhanEksositosis: insulin dilepas ke darahMembran sel
1/7Resep disalin
Gen insulin disalin menjadi mRNA di perpustakaan (Bab 3). mRNA keluar lewat pori menuju sitoplasma.
2/7Dimasak di dapur RE
Ribosom mulai memasak preproinsulin (110 asam amino). Karena resepnya diawali peptida sinyal, SRP menggiring ribosom ke RE.
3/7Dipacking & lolos QC
Di lumen RE, peptida sinyal dipotong menjadi proinsulin, lalu dilipat dan dikunci 3 jembatan disulfida. QC meloloskan paket, dan paket berangkat dalam vesikel.
4/7Diterima ekspedisi
Vesikel melebur dengan sisi cis Golgi. Paket bergerak melewati tumpukan sisterna.
5/7Diberi alamat
Di sisi trans, proinsulin dikemas ke dalam granul simpan. Di dalam granul, proinsulin dipotong menjadi insulin + peptida-C (Bab 7).
6/7Dalam perjalanan
Granul diantar kurir kinesin di mikrotubulus menuju pinggir sel, lalu menunggu di dekat membran.
7/7Tiba di pelabuhan
Saat gula darah naik, ion kalsium masuk dan memicu eksositosis. Insulin dilepas ke pembuluh darah, siap mengantar pesan ke seluruh tubuh (Bab 6–7).
Kalau pengiriman gagal
| Titik gagal | Yang terjadi | Penyakit |
|---|---|---|
| QC di RE | CFTR salah lipat ditahan dan dihancurkan | Fibrosis kistik |
| QC di RE | α1-antitripsin menggumpal di RE sel hati, jumlahnya di darah kurang | Defisiensi α1-antitripsin (kerusakan hati & paru) |
| Label alamat Golgi | Stiker manosa-6-fosfat tidak ditempel | Penyakit sel-I |
| Peleburan di pelabuhan | SNARE dipotong racun | Botulisme |
| Pelipatan proinsulin | Mutasi INS membuat proinsulin salah lipat → stres RE → sel beta mati | Diabetes neonatal / MIDY |
Kuis Bab 5
0/51. Apa yang menentukan apakah sebuah ribosom akan menempel di RE?
Ribosom bebas dan ribosom RE identik. Peptida sinyal ("label EKSPOR") dikenali SRP, lalu ribosom digiring ke RE.
2. Insulin adalah protein yang dikirim ke luar sel. Urutan perjalanannya yang benar adalah…
Protein sekretori dimasak di ribosom RE, dipacking di RE, diproses di Golgi, dibawa vesikel, lalu dilepas lewat eksositosis.
3. Label manosa-6-fosfat yang ditempel di Golgi berarti…
Manosa-6-fosfat adalah "alamat lisosom". Tanpa label ini, enzim lisosom tersesat keluar sel (penyakit sel-I).
4. Kurir yang terutama membawa vesikel sekretori dari pusat ke pinggir sel adalah…
Kinesin berjalan ke ujung plus mikrotubulus di pinggir sel. Dinein berjalan ke ujung minus di pusat sel.
5. Pada fibrosis kistik tipe ΔF508, pintu CFTR tidak sampai ke membran karena…
CFTR ΔF508 sebenarnya dibuat, tapi lipatannya sedikit penyok. QC di RE menahannya lalu menyerahkannya ke proteasom.
Surat-Menyurat Antarsel
Pempek yang dikirim ke luar sel di Bab 5 banyak yang bukan untuk dimakan. Mereka adalah surat, molekul sinyal yang menyuruh sel lain melakukan sesuatu atau berhenti melakukannya. Kalau surat-menyurat ini kacau, tubuh jatuh sakit.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan tiga unsur komunikasi sel: pengirim, molekul sinyal, dan reseptor;
- membedakan sinyal larut air (reseptor di membran) dan sinyal larut lemak (reseptor di dalam sel);
- menjelaskan tahap penerimaan → transduksi → respons, termasuk amplifikasi;
- memberi contoh penyakit akibat salah komunikasi sel.
6.1 Mengapa sel harus berkirim surat?
Tubuhmu ibarat republik berisi 30 triliun negara mini. Setiap negara punya tugas, tapi semuanya harus kompak. Kapan menyimpan gula, kapan membakarnya, kapan tumbuh, kapan berhenti tumbuh, kapan melawan kuman. Semua itu diputuskan lewat surat-menyurat antarsel. Surat itu berupa molekul sinyal: hormon, neurotransmiter, faktor pertumbuhan, dan sitokin.
6.2 Tiga unsur komunikasi
1. Pengirim
Sel yang membuat dan melepaskan surat. Ingat Bab 5: surat berupa protein dikirim lewat eksositosis.
Contoh: sel beta pankreas
2. Surat (molekul sinyal)
Pesannya sendiri, disebut juga ligan. Bentuknya menentukan siapa yang bisa membacanya.
Contoh: insulin
3. Penerima (reseptor)
Protein "kotak surat berkunci" di sel sasaran. Hanya surat berbentuk pas yang bisa masuk.
Contoh: reseptor insulin
Nama kotak surat mengikuti nama suratnya
Reseptor umumnya dinamai sesuai molekul sinyal yang diterimanya: reseptor insulin untuk insulin, reseptor estrogen untuk estrogen, reseptor glukagon untuk glukagon. Ada juga yang memakai kata sifat: reseptor adrenalin disebut reseptor adrenergik, dan reseptor asetilkolin disebut reseptor kolinergik.
6.3 Jarak pengiriman surat
Kontak langsung
Seperti berjabat tangan. Protein di membran satu sel menempel pada reseptor sel tetangga. Contohnya sel imun yang "memeriksa KTP" sel lain.
Parakrin
Surat untuk tetangga dekat. Sinyal hanya menyebar ke sel di sekitarnya. Contohnya faktor pertumbuhan saat luka sembuh.
Sinaptik
Seperti telepon berkabel. Sel saraf menjulurkan akson panjang dan melepas neurotransmiter ke celah sinaps yang sempit. Sangat cepat, dalam hitungan milidetik.
Endokrin
Seperti pos antarkota. Kelenjar melepas hormon ke darah, lalu hormon dibawa ke sel sasaran yang jauh. Contohnya insulin dari pankreas ke otot dan hati.
Ada juga autokrin: surat yang dikirim untuk dirinya sendiri, misalnya sel T yang merangsang dirinya sendiri agar memperbanyak diri saat melawan infeksi.
6.4 Dua jenis surat: larut air dan larut lemak
Ingat, membran sel tersusun dari lapisan lemak (Bab 10). Karena itu sifat surat sangat menentukan jalan yang ditempuhnya:
Semua molekul sinyal adalah protein.
Yang benar: insulin dan glukagon memang protein (peptida). Tapi hormon larut lemak seperti kortisol, estrogen, dan testosteron adalah steroid, lemak turunan kolesterol yang dibuat di RE halus, bukan di ribosom. Adrenalin juga bukan protein, melainkan turunan asam amino tirosin. Karena itu istilah yang tepat adalah molekul sinyal, bukan "protein sinyal".
Sinyal larut air → reseptor di membran
6 langkah1/6Surat tiba di permukaan
Insulin datang lewat darah. Karena larut air, ia tidak bisa menembus membran lemak dan hanya bisa mengetuk kotak surat di permukaan.
2/6Surat masuk kotak (penerimaan)
Insulin menempel pada reseptor insulin yang bentuknya pas. Penempelan ini mengubah bentuk reseptor, seperti kunci yang diputar di gembok.
3/6Reseptor menyala
Bagian ekor reseptor di dalam sel adalah enzim kinase. Kedua ekor saling menempelkan gugus fosfat (P), sebuah "tanda menyala". Proses ini disebut autofosforilasi.
4/6Estafet (transduksi)
Tanda menyala diteruskan dari satu protein ke protein berikutnya: IRS-1 → PI3K → Akt. Setiap pelari mengaktifkan pelari berikutnya, seperti tongkat estafet.
5/6Pesan diperbesar (amplifikasi)
Setiap protein aktif bisa mengaktifkan banyak protein berikutnya. Satu surat yang kecil berubah menjadi "perintah massal" di dalam sel.
6/6Respons: pintu glukosa dipasang
Akt memberi perintah: vesikel berisi pintu GLUT4 diantar ke membran dan melebur (eksositosis). Pintu terpasang dan glukosa mengalir masuk. Detailnya ada di Bab 7.
Sinyal larut lemak → reseptor di dalam sel
6 langkah1/6Surat larut lemak tiba
Kortisol, hormon stres dari kelenjar adrenal, beredar di darah. Karena terbuat dari lemak (steroid), ia bisa "berenang" menembus membran.
2/6Menembus perbatasan
Kortisol masuk langsung melewati lapisan lemak membran, tanpa perlu pintu.
3/6Bertemu reseptor di sitoplasma
Di dalam sel sudah menunggu reseptor glukokortikoid. Begitu kortisol menempel, protein pendamping (HSP) terlepas dan reseptor berubah bentuk.
4/6Masuk ke perpustakaan
Kompleks hormon–reseptor masuk ke inti lewat pori. Reseptor ini ternyata adalah faktor transkripsi, "pustakawan" dari Bab 3!
5/6Menyalakan gen
Kompleks menempel pada urutan DNA khusus di dekat gen sasaran dan memanggil juru salin. Gen tersebut disalin menjadi mRNA (transkripsi).
6/6Protein baru dibuat
mRNA dimasak di ribosom (translasi) menjadi protein baru yang mengubah kerja sel. Hasilnya muncul dalam hitungan jam, tapi bertahan lama.
6.5 Penerimaan → transduksi → respons
Semua komunikasi sel mengikuti tiga tahap. Penerimaan: surat menempel di reseptor. Transduksi: pesan diubah dan diteruskan lewat rangkaian protein, sering dibantu pembawa pesan kedua seperti cAMP dan ion kalsium. Respons: sel melakukan sesuatu, misalnya membuka pintu, mengaktifkan enzim, atau membaca gen baru.
1. GPCR (G protein-coupled receptor): tujuh heliks transmembran. Ligan mengaktifkan protein G heterotrimerik (Gα·GTP), lalu Gαs mengaktifkan adenilil siklase dan cAMP naik, sehingga PKA aktif. Jalur Gαq bekerja lewat PLC, IP₃, Ca²⁺, dan PKC. Manusia punya ±800 gen GPCR (termasuk reseptor penciuman dan rodopsin), dan sekitar sepertiga obat yang beredar menargetkan GPCR (Nobel Kimia 2012: Lefkowitz & Kobilka). Contoh: reseptor β-adrenergik dan reseptor glukagon.
2. Reseptor enzim, terutama RTK (receptor tyrosine kinase): ligan memicu dimerisasi atau perubahan konformasi, lalu terjadi trans-autofosforilasi residu tirosin. Tirosin terfosforilasi menjadi tempat berlabuhnya protein ber-domain SH2/PTB (IRS, Grb2), yang mengaktifkan jalur PI3K–Akt dan Ras–MAPK. Reseptor insulin (juga reseptor IGF-1) adalah RTK yang sudah berupa dimer (α₂β₂) sebelum ligan datang.
3. Kanal ion bergerbang ligan: pengikatan ligan langsung membuka pori, misalnya reseptor asetilkolin nikotinik di sambungan saraf–otot. Respons paling cepat, dalam milidetik.
Reseptor intraseluler termasuk superfamili reseptor inti (48 anggota pada manusia): GR, ER, AR, VDR, TR, PPAR. Mereka mengenali elemen respons hormon (HRE) pada DNA.
6.6 Surat juga harus bisa "dimatikan"
Bel pintu yang macet dan berbunyi terus sama berbahayanya dengan bel yang rusak. Sel punya banyak cara untuk menghentikan pesan: hormon dihancurkan atau dibuang ginjal, reseptor ditarik ke dalam sel (endositosis), dan gugus fosfat "tanda menyala" dicopot enzim fosfatase. Kalau tombol OFF ini rusak, sel terus menerima perintah "tumbuh!" dan bisa menjadi sel kanker.
6.7 Salah komunikasi = penyakit
| Penyakit | Apa yang salah dalam surat-menyurat? | Analogi |
|---|---|---|
| Diabetes tipe 1 | Sel beta pankreas dihancurkan sistem imun, sehingga insulin tidak dibuat | Kantor pos pengirim terbakar, surat tak pernah dikirim |
| Diabetes tipe 2 | Jalur di balik reseptor insulin melemah (resistensi insulin) | Surat sampai, tapi penerimanya "kurang dengar" |
| Kolera | Toksin mengunci protein G pada posisi ON → cAMP melonjak → garam dan air tumpah ke usus → diare hebat | Bel pintu diganjal sehingga berbunyi terus |
| Kanker | Jalur "tumbuh" macet ON (mis. RAS), reseptor berlebihan (HER2), atau rem rusak (p53) | Pabrik terus berproduksi tanpa pesanan |
| Penyakit Graves | Antibodi meniru hormon TSH dan terus menyalakan reseptor di tiroid | Surat palsu yang terus dikirim |
| Miastenia gravis | Antibodi menutupi reseptor asetilkolin di otot → otot lemah | Kotak surat disumbat lakban |
| Sindrom insensitivitas androgen | Reseptor testosteron rusak; orang XY berkembang dengan tubuh perempuan | Surat sampai, kotak suratnya tidak ada |
Kuis Bab 6
0/51. Insulin beredar ke seluruh tubuh, tetapi hanya memengaruhi sel tertentu. Mengapa?
Pesan hanya "terbaca" oleh sel yang punya reseptor yang pas. Sel seperti ini disebut sel sasaran.
2. Mengapa reseptor kortisol berada di dalam sel, bukan di membran?
Kortisol adalah steroid (lemak). Ia menembus membran lemak sendiri, lalu bertemu reseptornya di sitoplasma.
3. Urutan tahap komunikasi sel yang benar adalah…
Surat diterima reseptor, pesannya diteruskan dan diperbesar (transduksi), lalu sel merespons.
4. Amplifikasi sinyal berarti…
Setiap tahap estafet mengaktifkan banyak molekul berikutnya, sehingga satu surat kecil menjadi perintah besar.
5. Pada miastenia gravis, antibodi menutupi reseptor asetilkolin di otot. Akibatnya…
Surat (asetilkolin) tetap dikirim, tapi kotak suratnya disumbat. Pesan "kontraksi" tidak sampai.
Insulin, Pintu Glukosa & Diabetes
Semua yang kamu pelajari di Bab 1–6 bertemu di sini: resep disalin, pempek dimasak, paket dikirim, surat diterima, lalu pintu dipasang. Kalau satu mata rantai saja putus, lahirlah penyakit yang diderita jutaan orang Indonesia: diabetes melitus.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menelusuri perjalanan glukosa dari sepiring pempek sampai masuk ke sel otot;
- menjelaskan cara sel beta pankreas membuat, menyimpan, dan melepaskan insulin;
- menjelaskan bagaimana insulin memerintahkan sel otot memasang pintu GLUT4;
- membedakan diabetes tipe 1 dan tipe 2 sebagai kegagalan komunikasi sel.
7.1 Dari piring ke darah
Pempek terbuat dari sagu atau tapioka (pati) dan ikan (protein). Pati adalah rantai panjang glukosa. Enzim amilase di mulut dan usus memotong rantai itu menjadi potongan pendek, lalu enzim di dinding usus menuntaskannya menjadi glukosa tunggal. Glukosa lalu diserap dinding usus dan masuk ke darah. Dalam 30–60 menit setelah makan, gula darah naik.
Kadar gula darah harus dijaga dalam rentang sempit. Terlalu rendah, otak kehabisan bahan bakar. Terlalu tinggi, pembuluh darah dan saraf rusak pelan-pelan. Penjaganya adalah dua hormon dari pankreas: insulin (menurunkan gula darah) dan glukagon (menaikkannya).
7.2 Pabrik insulin: sel beta pankreas
Di pankreas ada ±1 juta "pulau" kecil bernama pulau Langerhans, hanya 1–2% dari massa pankreas. Sebagian besar penghuninya adalah sel beta, satu-satunya sel di tubuh yang membuat insulin. Pabrik ini memakai semua yang kamu pelajari:
- Resep: gen INS di kromosom 11 disalin menjadi mRNA (Bab 3).
- Dapur RE: ribosom memasak preproinsulin (110 asam amino) yang diawali label ekspor (Bab 4–5).
- Packing: label dipotong menjadi proinsulin (86 asam amino), dilipat, dan dikunci 3 jembatan disulfida.
- Ekspedisi: di Golgi, proinsulin dikemas ke granul simpan. Di dalam granul, "gunting" enzim memotongnya menjadi insulin + peptida-C.
Insulin ditemukan tahun 1921 oleh Frederick Banting dan Charles Best di Toronto. Sebelumnya, anak penderita diabetes tipe 1 hampir pasti meninggal dalam beberapa bulan. Insulin juga menjadi protein pertama yang urutan asam aminonya dibaca lengkap (Frederick Sanger, Nobel 1958), dan obat protein manusia pertama yang dibuat oleh bakteri hasil rekayasa genetika (berhasil dibuat 1978, dipasarkan 1982).
7.3 Kapan gudang insulin dibuka?
Sel beta tidak mengirim insulin terus-menerus. Ia punya "sensor gula" yang cerdas. Sensor ini memanfaatkan PLN (mitokondria) dan dua pintu ion di membrannya.
Sensor gula sel beta
5 langkah1/5Gula darah naik
Glukosa dari pempek masuk ke sel beta lewat pintu glukosa. Semakin tinggi gula darah, semakin banyak glukosa yang masuk.
2/5Glukosa dibakar, ATP bertambah
Glukosa "dibakar" di glikolisis dan mitokondria. Hasilnya, token energi ATP di dalam sel bertambah. Jumlah ATP inilah yang menjadi "angka di sensor".
3/5ATP menutup pintu kalium
ATP menempel dan menutup kanal K⁺ yang peka ATP. Ion kalium yang biasanya bocor keluar kini tertahan di dalam.
4/5Muatan berubah, pintu kalsium terbuka
Tertahannya kalium mengubah muatan listrik membran (depolarisasi). Perubahan ini membuka kanal Ca²⁺.
5/5Kalsium membuka gudang
Ion kalsium mengalir masuk dan menjadi "perintah buka gudang". Granul insulin melebur dengan membran (eksositosis teregulasi, Bab 5.6) dan insulin dilepas ke darah.
Sel beta manusia terutama memakai GLUT1 (dan GLUT3). Pada tikus, GLUT2 yang dominan. Enzim glukokinase (heksokinase IV, dengan Km ±8 mM) berperan sebagai "sensor sejati" karena kecepatannya sebanding dengan kadar glukosa pada rentang fisiologis. Kenaikan rasio ATP/ADP menutup kanal KATP (Kir6.2 + SUR1). Depolarisasi membuka kanal Ca²⁺ tipe-L, dan Ca²⁺ memicu fusi granul via SNARE (sintaksin-1A, SNAP-25, VAMP2) dengan sinaptotagmin sebagai sensor Ca²⁺.
Sekresi berlangsung bifasik: fase pertama cepat dari granul yang sudah "siap tembak", lalu fase kedua yang berkelanjutan. Fase pertama hilang pada awal diabetes tipe 2. Obat sulfonilurea (mis. glibenklamid) bekerja dengan menutup KATP lewat SUR1. Hormon inkretin GLP-1 dari usus memperkuat sekresi lewat cAMP, dasar kerja obat agonis GLP-1 (mis. semaglutida).
7.4 Surat tiba: pasang pintu glukosa!
Insulin tiba di sel otot. Tapi glukosa tidak bisa menembus membran lemak sendirian, karena ia larut air. Glukosa butuh pintu khusus: protein pengangkut GLUT4 (glucose transporter 4). Pintu ini hanya dipasang saat ada perintah.
Insulin memasang pintu GLUT4
8 langkah1/8Saat istirahat: pintu disimpan di gudang
Tanpa insulin, sebagian besar pintu GLUT4 tidak terpasang. Pintu itu disimpan di dalam sel, di vesikel khusus. Glukosa menumpuk di luar.
2/8Surat insulin menempel
Insulin menempel pada reseptornya di membran sel otot. Reseptor berubah bentuk dan menyala (Bab 6.4).
3/8Estafet & rem dilepas
Pesan diteruskan: IRS-1 → PI3K → Akt. Akt lalu mematikan protein AS160, "rem tangan" yang selama ini menahan vesikel GLUT4 di gudang.
4/8Pintu diantar ke membran
Setelah rem dilepas, vesikel-vesikel GLUT4 diantar kurir kinesin ke membran. Semuanya berlangsung dalam hitungan menit. Pintunya sudah jadi, tinggal dipasang.
5/8Pintu terpasang, glukosa masuk
Vesikel melebur dengan membran (eksositosis). Jumlah pintu GLUT4 di permukaan naik berlipat-lipat, dan glukosa mengalir masuk. Gula darah pun turun.
6/8Glukosa dipakai atau disimpan
Di dalam sel otot, glukosa dibakar di mitokondria menjadi ATP (Bab 8), atau dirangkai menjadi glikogen, cadangan gula untuk nanti.
7/8Jangka panjang: membuat pintu baru
Kalau perintah datang berulang, misalnya karena rajin berolahraga, perpustakaan membuka resep gen GLUT4 (SLC2A4, kromosom 17). Gen disalin (transkripsi), dimasak di dapur RE (translasi), lalu disimpan di gudang. Persis seperti membuat pempek di Bab 3–5!
8/8Surat habis: pintu dibongkar lagi
Saat gula darah normal, pankreas berhenti mengirim insulin. Pintu-pintu GLUT4 ditarik kembali ke dalam lewat endositosis dan disimpan di gudang untuk perintah berikutnya.
Respons insulin terjadi dalam dua kecepatan. Cepat (menit): pintu GLUT4 yang sudah jadi dan disimpan di gudang langsung diantar dan dipasang. Tidak perlu membuat pintu baru, karena itu akan terlalu lambat untuk menangani gula setelah makan. Lambat (jam–hari): sinyal yang berulang, terutama dari olahraga, meningkatkan transkripsi dan translasi gen GLUT4. Stok pintu di gudang bertambah, sehingga sel makin sigap di kemudian hari.
7.5 Simulator gula darah
Coba sendiri! Beri makan pempek, ganti kondisi tubuh, atau suruh ototnya berolahraga, lalu amati gula darah, jumlah insulin, dan pintu GLUT4 yang terbuka. Satu detik di simulator = 8 menit di tubuh.
Simulator ini model sederhana untuk belajar, bukan alat medis. Angka nyata setiap orang berbeda.
7.6 Ketika pesan gagal: diabetes melitus
Diabetes melitus adalah keadaan gula darah tetap tinggi karena komunikasi insulin gagal. Menurut IDF Diabetes Atlas (2021), ada ±19,5 juta orang dewasa Indonesia berusia 20–79 tahun yang hidup dengan diabetes, terbanyak ke-5 di dunia. Banyak di antaranya belum tahu bahwa dirinya sakit.
Diabetes tipe 1: pengirim rusak
Sistem imun keliru menyerang dan menghancurkan sel beta (autoimun). Insulin tidak dibuat lagi, jadi surat tidak pernah dikirim.
- ±5–10% kasus; sering muncul pada anak dan remaja, tapi bisa di segala usia
- Bukan karena terlalu banyak makan gula
- Membutuhkan suntikan insulin seumur hidup
Diabetes tipe 2: penerima kurang dengar
Insulin masih dibuat, bahkan awalnya berlebih. Tapi sel otot, lemak, dan hati "kurang dengar" (resistensi insulin): estafet di balik reseptor melemah dan pintu GLUT4 tidak cukup dipasang. Lama-lama sel beta kelelahan.
- ±90–95% kasus; kebanyakan pada dewasa, kini makin sering pada remaja
- Terkait keturunan, lemak perut berlebih, kurang gerak, dan usia
- Bisa dicegah atau ditunda dengan pola hidup sehat
| Pemeriksaan | Normal | Prediabetes | Diabetes |
|---|---|---|---|
| Gula darah puasa (mg/dL) | < 100 | 100–125 | ≥ 126 |
| 2 jam setelah minum 75 g glukosa (TTGO) | < 140 | 140–199 | ≥ 200 |
| HbA1c (%) | < 5,7 | 5,7–6,4 | ≥ 6,5 |
| Gula darah sewaktu + gejala khas | — | — | ≥ 200 |
Batas mengikuti kriteria American Diabetes Association yang juga dipakai PERKENI. Diagnosis hanya boleh ditegakkan dokter berdasarkan pemeriksaan laboratorium.
7.7 Olahraga: jalan pintas pembuka pintu
Otot yang berkontraksi punya jalur sendiri untuk memanggil pintu GLUT4. Kalsium yang dilepas saat kontraksi, ditambah enzim AMPK yang menyala saat "token listrik" menipis, juga bisa mengirim vesikel GLUT4 ke membran tanpa perlu insulin. Itulah mengapa jalan kaki 15 menit setelah makan membantu menurunkan gula darah, termasuk pada penderita diabetes tipe 2 yang selnya kurang peka insulin.
Diabetes hanya disebabkan terlalu banyak makan gula.
Yang benar: diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang tidak ada hubungannya dengan makan gula. Diabetes tipe 2 dipengaruhi banyak hal sekaligus: keturunan, kelebihan lemak tubuh (terutama di perut), kurang gerak, kurang tidur, dan usia. Pola makan berlebihan, termasuk minuman manis, memang meningkatkan risiko, tetapi bukan satu-satunya penyebab.
Penderita diabetes tipe 2 kekurangan insulin sejak awal.
Yang benar: pada tahap awal, kadar insulin justru tinggi. Pankreas "berteriak lebih keras" agar sel yang kurang dengar tetap merespons. Setelah bertahun-tahun bekerja lembur, sebagian sel beta kelelahan dan mati. Barulah insulin menjadi kurang.
Kuis Bab 7
0/51. Bagaimana sel beta "tahu" bahwa gula darah sedang tinggi?
Sel beta memakai jumlah ATP sebagai sensor. ATP menutup kanal K⁺, membran berubah muatan, kanal Ca²⁺ terbuka, dan kalsium memicu eksositosis insulin.
2. Dalam hitungan menit setelah insulin datang, jumlah GLUT4 di membran sel otot bertambah terutama karena…
Pintu sudah dibuat sebelumnya dan disimpan di gudang (vesikel). Insulin melepas "rem" sehingga pintu itu langsung dipasang. Transkripsi gen GLUT4 berperan untuk jangka panjang.
3. Perbedaan utama diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah…
Tipe 1 = pengirim rusak (autoimun). Tipe 2 = penerima kurang dengar (resistensi insulin), dan belakangan sel beta ikut kelelahan.
4. Mengapa olahraga membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2?
Olahraga adalah "jalan pintas": ia melepas rem AS160 tanpa melewati reseptor insulin yang kurang peka.
5. HbA1c bisa menggambarkan rata-rata gula darah 2–3 bulan terakhir karena…
Makin tinggi gula darah, makin banyak hemoglobin yang "bergula". Karena sel darah merah hidup ±120 hari, HbA1c mencerminkan rata-rata jangka panjang.
PLN Negara Sel
Glukosa sudah masuk lewat pintu GLUT4. Sekarang saatnya diubah menjadi listrik. Di Negara Sel, pembangkit listriknya adalah mitokondria, dan "token listrik" yang dibagikan ke seluruh negara bernama ATP.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan ATP sebagai "token listrik" sel dan bagian-bagian mitokondria;
- menguraikan tahap glikolisis, reaksi penghubung, dan siklus Krebs beserta hasilnya;
- membedakan fosforilasi tingkat substrat, fosforilasi oksidatif, dan fotofosforilasi;
- menghitung neraca ATP per glukosa dan menjelaskan karbohidrat, lemak, serta protein sebagai sumber energi;
- menjelaskan sistem energi saat berolahraga, fermentasi, dan asal-usul mitokondria.
8.1 ATP: token listrik sel
Hampir semua pekerjaan di sel dibayar dengan ATP (adenosin trifosfat): kurir kinesin melangkah, pompa ion bekerja, ribosom menyambung asam amino, otot berkontraksi. ATP ibarat baterai isi ulang. Saat satu gugus fosfatnya dilepas, energi keluar dan ATP menjadi ADP. Di mitokondria, ADP "dicas" lagi menjadi ATP.
8.2 Anatomi pembangkit listrik
Kompleks PLN berpagar dua
Pagar luar (membran luar) cukup longgar. Pagar dalam (membran dalam) sangat ketat dan berlipat-lipat, tempat semua turbin dipasang. Halaman dalam (matriks) adalah ruang pembakaran tempat siklus Krebs berputar. PLN ini bahkan punya buku panduan sendiri (DNA mitokondria) dan dapur sendiri (ribosom mitokondria).
8.3 Dari pempek ke listrik
Mengubah glukosa menjadi ATP disebut respirasi seluler. Rumus ringkasnya:
C₆H₁₂O₆ + 6 O₂ → 6 CO₂ + 6 H₂O + ±30–32 ATP
Respirasi seluler
6 langkah1/6Glikolisis: memotong glukosa
Di sitoplasma, glukosa (6 karbon) dipotong menjadi 2 piruvat (masing-masing 3 karbon). Hasilnya 2 ATP bersih dan 2 NADH. Tahap ini tidak butuh oksigen.
2/6Masuk PLN & persiapan
Piruvat masuk ke matriks mitokondria. Setiap piruvat melepas satu karbon sebagai CO₂ dan berubah menjadi asetil-KoA, bahan bakar siap bakar.
3/6Siklus Krebs: roda pembakaran
Asetil diputar dalam "roda" reaksi di matriks. Karbonnya dibuang sebagai CO₂, dan energinya ditampung "truk pengangkut elektron" NADH dan FADH₂. Tambahan 2 ATP.
4/6Rantai transpor elektron: air terjun
Truk NADH menurunkan elektronnya di membran dalam. Elektron mengalir dari kompleks ke kompleks seperti air terjun. Energinya dipakai memompa ion H⁺ ke ruang antarmembran, membentuk "bendungan" proton.
5/6Turbin ATP sintase berputar
H⁺ mengalir balik melewati ATP sintase dan memutar rotornya seperti air memutar turbin PLTA. Setiap putaran "mengepres" ADP + fosfat menjadi ATP. Dari sinilah sebagian besar ATP berasal.
6/6Oksigen: penampung terakhir
Di ujung rantai, elektron diterima oksigen yang bergabung dengan H⁺ menjadi air. Tanpa oksigen, rantai macet dan turbin berhenti. Total ±30–32 ATP per molekul glukosa.
8.4 Glikolisis dari dekat: memotong bahan bakar di halaman PLN
Glikolisis berarti "pemecahan gula". Tahap ini tidak terjadi di dalam PLN, melainkan di sitoplasma, seperti batu bara yang dipotong-potong dulu di halaman depan sebelum masuk ke tungku. Sepuluh reaksi kimianya bisa diringkas menjadi dua babak: babak investasi (sel mengeluarkan modal 2 ATP) dan babak panen (sel mendapat 4 ATP dan 2 NADH).
Animasi glikolisis
7 langkah1/7Glukosa tiba di halaman PLN
Glukosa (6 atom karbon) masuk ke sel lewat pintu GLUT (Bab 7). Di sitoplasma sudah menunggu sepuluh enzim, seperti sepuluh petugas di jalur perakitan.
2/7Modal pertama: glukosa "digembok"
Enzim heksokinase menempelkan satu gugus fosfat dari ATP ke glukosa. Glukosa bermuatan fosfat tidak bisa keluar lagi lewat GLUT, jadi terkunci di dalam sel. Modal keluar: 1 ATP.
3/7Modal kedua: siap dipotong
Gula disusun ulang, lalu diberi fosfat kedua oleh PFK-1, enzim "katup utama" yang mengatur laju glikolisis. Kalau ATP sel sudah melimpah, katup ini menutup. Modal keluar: 1 ATP lagi (total 2).
4/7Dipotong menjadi dua
Gula 6-karbon yang membawa dua fosfat dipotong menjadi dua gula 3-karbon. Masing-masing membawa satu fosfat. Mulai sekarang semua langkah terjadi dua kali, satu untuk setiap potongan.
5/7Panen elektron: NADH
Setiap potongan dioksidasi: elektron berenergi tinggi diambil dan dititipkan ke "truk" NAD⁺ sehingga menjadi NADH. Sekaligus, satu fosfat baru dari larutan (bukan dari ATP) ditempelkan. Hasil: 2 NADH.
6/7Panen ATP pertama
Fosfat berenergi tinggi dipindahkan langsung dari potongan gula ke ADP sehingga terbentuk ATP. Cara "tangan ke tangan" ini disebut fosforilasi tingkat substrat. Dari dua potongan: +2 ATP. Modal sudah kembali.
7/7Panen ATP kedua: piruvat
Fosfat terakhir juga dipindahkan ke ADP (+2 ATP). Potongan gula kini menjadi piruvat. Neraca glikolisis: 4 ATP didapat − 2 ATP modal = +2 ATP bersih, ditambah 2 NADH dan 2 piruvat yang siap masuk PLN.
Seluruh proses pembakaran glukosa terjadi di dalam mitokondria.
Yang benar: glikolisis terjadi di sitoplasma dan tidak memerlukan oksigen. Karena itu sel darah merah, yang tidak punya mitokondria, tetap bisa hidup dari glikolisis saja. Yang terjadi di dalam PLN (mitokondria) adalah reaksi penghubung, siklus Krebs, rantai transpor elektron, dan ATP sintase.
Tiga langkah yang praktis tidak dapat balik menjadi titik kendali: heksokinase (dihambat produknya, glukosa-6-fosfat; di hati dan sel beta dipakai isozim glukokinase), PFK-1 (dihambat ATP dan sitrat, diaktifkan AMP dan fruktosa-2,6-bisfosfat; insulin menaikkan F-2,6-BP di hati), dan piruvat kinase (diaktifkan F-1,6-BP secara feed-forward, dihambat ATP dan alanin, serta difosforilasi PKA saat puasa di hati). NAD⁺ yang dipakai G3P dehidrogenase harus diregenerasi, baik lewat pengangkut ulang-alik (shuttle) malat–aspartat atau gliserol-3-fosfat ke mitokondria, maupun lewat fermentasi laktat saat oksigen kurang.
8.5 Masuk tungku: reaksi penghubung & siklus Krebs
Piruvat diangkut masuk ke matriks mitokondria. Di pintu masuk, setiap piruvat dipotong menjadi asetil-KoA (2 karbon). Satu karbon dibuang sebagai CO₂ dan satu NADH dihasilkan. Asetil-KoA lalu "naik bus" yang berputar di bundaran siklus Krebs. Di setiap halte, karbonnya dilepas sebagai CO₂ dan energinya dimuat ke truk NADH dan FADH₂.
Animasi siklus Krebs
7 langkah1/7Reaksi penghubung: piruvat → asetil-KoA
Di pintu masuk tungku, kompleks enzim piruvat dehidrogenase memotong satu karbon dari piruvat (dibuang sebagai CO₂), memanen satu NADH, lalu menempelkan sisa 2-karbonnya pada pembawa koenzim A. Oksaloasetat (4C) sudah menunggu di bundaran.
2/7Naik bus: terbentuk sitrat
Asetil (2C) bergabung dengan oksaloasetat (4C) menjadi sitrat (6C). Karena itu siklus ini juga disebut siklus asam sitrat. Hans Krebs mengungkapnya pada 1937 dan meraih Nobel 1953.
3/7Halte 1: CO₂ pertama dilepas
Sitrat disusun ulang menjadi isositrat, lalu dipotong menjadi α-ketoglutarat (5C). Satu karbon dibuang sebagai CO₂, dan satu NADH dipanen.
4/7Halte 2: CO₂ kedua dilepas
α-ketoglutarat dipotong lagi menjadi suksinil-KoA (4C). CO₂ kedua dibuang, dan NADH kedua dipanen. Kedua karbon dari asetil tadi kini sudah "terbakar" habis.
5/7Halte 3: satu ATP langsung
Energi ikatan suksinil-KoA dipakai membuat satu GTP, yang setara dengan ATP. Ini juga contoh fosforilasi tingkat substrat, seperti di glikolisis.
6/7Halte 4: panen FADH₂
Suksinat diubah menjadi fumarat. Elektronnya dititipkan ke truk FADH₂. Enzim ini sekaligus menjadi kompleks II rantai transpor elektron, satu kaki di siklus Krebs dan satu kaki di membran.
7/7Kembali ke awal
Fumarat → malat → oksaloasetat, disertai NADH ketiga. Oksaloasetat siap menjemput asetil berikutnya. Hasil per putaran: 2 CO₂, 3 NADH, 1 FADH₂, 1 ATP. Satu glukosa menghasilkan dua piruvat, jadi bus berputar dua kali.
Truk pengangkut elektron dibuat dari vitamin B: NAD⁺ dari niasin (B3), FAD dari riboflavin (B2), dan koenzim A dari asam pantotenat (B5). Enzim pintu masuk tungku butuh tiamin (B1). Tanpa tiamin, pembakaran macet dan muncul penyakit beri-beri. Christiaan Eijkman menemukan hubungannya di Batavia (Jakarta) dengan membandingkan ayam yang diberi beras sosoh dan beras merah, dan meraih Nobel Kedokteran 1929.
Siklus Krebs sendiri hanya menghasilkan 1 ATP per putaran. Hasil utamanya justru "muatan truk" NADH dan FADH₂, energi yang baru dicairkan menjadi ATP di tahap berikutnya: fosforilasi oksidatif. Siklus Krebs juga berfungsi sebagai "bundaran" tempat bertemunya bahan bakar karbohidrat, lemak, dan protein, sekaligus pemasok bahan baku untuk membuat asam amino dan heme.
8.6 Fosforilasi: tiga cara mengisi baterai ATP
Fosforilasi artinya "menempelkan gugus fosfat". Dalam urusan energi, fosforilasi berarti mengisi ulang baterai: ADP + fosfat → ATP. Sel punya tiga cara untuk melakukannya:
1. Fosforilasi tingkat substrat
"Tangan ke tangan": enzim memindahkan fosfat langsung dari molekul bahan bakar ke ADP. Terjadi di glikolisis (4 ATP kotor) dan siklus Krebs (2 ATP per glukosa). Cepat, tidak butuh oksigen, tapi hasilnya sedikit.
2. Fosforilasi oksidatif
Energi dari oksidasi NADH dan FADH₂ (pelepasan elektronnya) dipakai memompa H⁺, lalu aliran balik H⁺ memutar turbin ATP sintase untuk fosforilasi ADP. Butuh oksigen. Menghasilkan ±26–28 ATP per glukosa, bagian terbesar.
3. Fotofosforilasi
Milik tumbuhan: cahaya matahari mendorong elektron di kloroplas untuk memompa H⁺, lalu ATP sintase membuat ATP. Prinsip bendungannya sama, hanya sumber energinya cahaya. Ibarat PLTS.
Mari lihat fosforilasi oksidatif dari dekat. Perhatikan dua kejadian yang digandeng: oksidasi (elektron dilepas NADH lalu mengalir di rantai protein) dan fosforilasi (ADP menjadi ATP di turbin).
8.7 Neraca ATP: dari satu glukosa
Dari mana saja ±30–32 ATP itu? Setiap NADH yang "dicairkan" di rantai transpor elektron menghasilkan ±2,5 ATP. Setiap FADH₂ menghasilkan ±1,5 ATP, karena elektronnya masuk di kompleks II dan melewatkan satu pompa.
| Tahap | Tempat | ATP dihasilkan | Truk elektron | CO₂ |
|---|---|---|---|---|
| Glikolisis | Sitoplasma | +2 (bersih) | 2 NADH | 0 |
| Reaksi penghubung (×2) | Matriks | 0 | 2 NADH | 2 |
| Siklus Krebs (×2 putaran) | Matriks | +2 | 6 NADH, 2 FADH₂ | 4 |
| Fosforilasi oksidatif | Membran dalam | ±26–28 | 10 NADH + 2 FADH₂ dicairkan | — |
| Total | ±30–32 | 6 |
8.8 Bahan bakar PLN: dari mana energi sel berasal?
Mitokondria bukan pemilih makanan. Karbohidrat, lemak, dan protein semuanya bisa dibakar, karena ketiganya dipotong menjadi molekul yang bermuara di tempat yang sama: asetil-KoA dan siklus Krebs. Seperti tiga jalan yang bertemu di satu bundaran.
Setelah makan: masa panen (insulin)
Glukosa dibakar untuk energi, sisanya disimpan sebagai glikogen di hati dan otot (Bab 7). Kelebihan lebih lanjut diubah menjadi lemak, gudang jangka panjang.
Saat puasa: bongkar gudang (glukagon)
Hati memecah glikogen menjadi glukosa untuk otak. Jaringan lemak melepas asam lemak yang dibakar otot dan jantung. Hati juga membuat glukosa baru dari asam amino, laktat, dan gliserol (glukoneogenesis). Saat puasa Ramadan ±13 jam, cadangan glikogen hati mulai menipis dan pembakaran lemak meningkat.
Tubuh hanya bisa memakai gula sebagai sumber energi.
Yang benar: saat istirahat dan puasa, jantung dan otot rangka justru lebih banyak membakar asam lemak. Otak memang sangat bergantung pada glukosa, tetapi saat puasa panjang otak bisa beralih memakai badan keton buatan hati. Sel darah merah adalah pengecualian: tanpa mitokondria, ia hanya bisa memakai glukosa lewat glikolisis.
Asam lemak diaktifkan menjadi asil-KoA, lalu masuk mitokondria lewat ulang-alik karnitin. CPT1, pintu masuknya, dihambat malonil-KoA, sehingga sintesis dan pembakaran lemak tidak berjalan bersamaan. Setiap putaran β-oksidasi menghasilkan 1 FADH₂, 1 NADH, dan 1 asetil-KoA. Satu palmitat (16C) menghasilkan ±106 ATP bersih. Di hati, asetil-KoA yang berlebih saat puasa atau kekurangan insulin diubah menjadi asetoasetat dan β-hidroksibutirat (badan keton). Pada diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol, pembentukan keton melonjak tanpa rem insulin. Darah menjadi asam, sebuah keadaan darurat yang disebut ketoasidosis diabetik (Bab 7).
8.9 Aki cadangan & genset darurat
PLN (respirasi aerob) sangat hemat bahan bakar, tetapi butuh waktu untuk "menaikkan daya". Saat kamu tiba-tiba berlari sprint, kebutuhan ATP otot melonjak ratusan kali lipat dalam sekejap. Negara Sel punya cadangan yang bekerja bergantian sesuai lamanya kerja:
Saat sprint berlanjut, otot memakai ATP lebih cepat daripada oksigen yang bisa dikirim darah. PLN tidak sanggup, jadi sel menyalakan genset darurat: fermentasi. Hanya glikolisis yang berjalan, menghasilkan 2 ATP per glukosa (jauh lebih sedikit dari ±30), dan piruvat diubah menjadi laktat.
Fermentasi asam laktat
Di otot manusia saat kerja berat, juga pada bakteri pembuat yoghurt dan dadih. Laktat nantinya diangkut ke hati dan diubah kembali menjadi glukosa.
Fermentasi alkohol
Pada ragi. Piruvat diubah menjadi alkohol dan CO₂. Inilah yang terjadi pada tapai singkong dan ketan: manis, sedikit beralkohol. CO₂-nya juga yang membuat adonan roti mengembang.
Pegal otot sehari setelah olahraga disebabkan asam laktat yang menumpuk.
Yang benar: laktat sudah dibersihkan dari otot dalam satu–dua jam setelah olahraga. Nyeri otot yang muncul 1–2 hari kemudian (DOMS) lebih disebabkan kerusakan kecil pada serat otot dan peradangan saat otot memperbaiki diri.
8.10 PLN yang dulunya bakteri
Sekitar 1,5–2 miliar tahun lalu, sebuah sel purba "menelan" bakteri pengguna oksigen tetapi tidak mencernanya. Keduanya malah bekerja sama: bakteri mendapat rumah, sel inang mendapat pasokan listrik melimpah. Lama-kelamaan bakteri itu menjadi mitokondria. Gagasan ini disebut teori endosimbiosis dan diperjuangkan oleh Lynn Margulis (1967).
Karena diwariskan hanya dari ibu, DNA mitokondria bisa dipakai menelusuri garis keturunan ibu hingga ratusan ribu tahun ke belakang. DNA mitokondria juga dipakai untuk identifikasi forensik, misalnya pada tulang yang sudah sangat tua.
Hipotesis kemiosmotik Peter Mitchell (Nobel 1978) menyatakan bahwa energi transpor elektron disimpan sebagai gaya gerak proton (Δp, ±200 mV: sebagian besar Δψ, sebagian ΔpH). Kompleks I, III, dan IV memompa H⁺. Kompleks II (suksinat dehidrogenase) tidak. Rotor c-ring Fo manusia (c₈) membutuhkan ±8 H⁺ per putaran untuk 3 ATP, sehingga rasio P/O ±2,5 (NADH) dan ±1,5 (FADH₂). Angka inilah dasar estimasi ±30–32 ATP per glukosa, lebih rendah dari angka lama 36–38.
Penyakit mitokondria bisa disebabkan mutasi mtDNA (mis. LHON, MELAS, MERRF) atau gen inti pengode protein mitokondria (mis. sindrom Leigh). Heteroplasmi, yaitu campuran mtDNA normal dan mutan, membuat tingkat keparahan bervariasi. Organ dengan kebutuhan energi tertinggi (otak, retina, otot, jantung) paling terdampak.
Kuis Bab 8
0/51. Di mana sebagian besar ATP dihasilkan?
Glikolisis hanya menghasilkan 2 ATP. Sebagian besar ATP (±26–28) dibuat ATP sintase di membran dalam, didorong aliran H⁺.
2. Fungsi oksigen dalam respirasi seluler adalah…
Oksigen adalah penampung elektron terakhir di rantai transpor elektron. Tanpa oksigen, aliran elektron macet.
3. CO₂ yang kamu embuskan terutama berasal dari…
Atom karbon dari glukosa dilepas sebagai CO₂ di matriks mitokondria, lalu dibawa darah ke paru-paru.
4. Apa yang terjadi di otot saat kekurangan oksigen ketika sprint?
Ini "genset darurat": glikolisis tetap berjalan dan piruvat diubah menjadi laktat. ATP-nya sedikit, tapi cepat.
5. Bukti bahwa mitokondria berasal dari bakteri adalah…
DNA sirkuler, ribosom tipe bakteri, membran ganda, dan pembelahan sendiri adalah jejak masa lalu mitokondria sebagai bakteri.
6. Glikolisis berlangsung di…
Glikolisis terjadi di sitoplasma dan tidak butuh oksigen. Itulah sebabnya sel darah merah yang tak bermitokondria tetap hidup dari glikolisis.
7. Hasil satu putaran siklus Krebs adalah…
Kedua karbon asetil dilepas sebagai CO₂, energinya ditampung 3 NADH dan 1 FADH₂, plus 1 ATP (GTP) langsung. Per glukosa terjadi dua putaran.
8. Perbedaan fosforilasi tingkat substrat dan fosforilasi oksidatif adalah…
Tingkat substrat ("tangan ke tangan") terjadi di glikolisis dan Krebs, cepat tapi sedikit. Oksidatif memakai energi elektron NADH/FADH₂, butuh oksigen, dan menyumbang ±88% ATP.
9. Lemak dibakar di mitokondria setelah dipotong menjadi…
Asam lemak dipotong 2-karbon demi 2-karbon (β-oksidasi) menjadi asetil-KoA yang masuk ke siklus Krebs.
Dinas Kebersihan & Daur Ulang
Negara yang sibuk menghasilkan banyak sampah: protein rusak, organela tua, kuman yang tertangkap, dan limbah beracun. Tanpa dinas kebersihan, Negara Sel akan tenggelam dalam sampahnya sendiri.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan cara kerja lisosom dan mengapa bagian dalamnya asam;
- membedakan tiga jalur sampah menuju lisosom, termasuk autofagi;
- menjelaskan kerja proteasom dan label ubiquitin;
- menjelaskan tugas peroksisom dan apoptosis, serta penyakit bila petugas kebersihan "mogok".
9.1 Lisosom: truk sampah berisi cairan asam
Lisosom adalah kantong bermembran berukuran 0,1–1 µm yang berisi sekitar 60 jenis enzim penghancur (hidrolase). Ada pemotong protein, pemotong lemak, pemotong gula, dan pemotong DNA/RNA. Enzim-enzim ini dibuat di dapur RE, lalu dikirim Golgi dengan label manosa-6-fosfat (Bab 5.4).
9.2 Tiga jalur sampah menuju lisosom
Fagositosis
"Sampah" besar dari luar, misalnya bakteri, ditelan utuh oleh sel pemakan (makrofag, neutrofil), lalu dikirim ke lisosom. Ibarat satpam menangkap penyusup dan membawanya ke insinerator.
Endositosis
Zat dari luar diambil lewat pelabuhan impor (Bab 5.6). Yang berguna disimpan, sisanya dikirim ke lisosom.
Autofagi
"Makan diri sendiri". Organela tua dan protein menggumpal dari dalam sel dibungkus lalu didaur ulang. Seperti membongkar gedung tua dan memakai ulang bata-batanya.
Animasi autofagi
6 langkah1/6Ada gedung tua
Sebuah mitokondria sudah tua dan bocor. Kalau dibiarkan, ia bisa mengeluarkan zat berbahaya. Sel memberinya tanda "siap dibongkar".
2/6Dibungkus membran
Membran berbentuk mangkuk (fagofor) tumbuh mengelilingi sampah itu, seperti kantong plastik yang dibuka.
3/6Kantong tertutup: autofagosom
Ujung-ujung membran bertemu dan menutup. Terbentuk kantong bermembran ganda bernama autofagosom.
4/6Lisosom datang dan melebur
Lisosom menempel dan melebur dengan autofagosom. Enzim penghancur dan suasana asam kini bertemu dengan sampahnya.
5/6Dicerna
Protein dipotong menjadi asam amino, lemak menjadi asam lemak, dan gula menjadi gula sederhana.
6/6Didaur ulang
Bahan-bahan kecil diangkut kembali ke sitoplasma dan dipakai lagi, misalnya asam amino untuk dimasak ribosom menjadi protein baru. Tidak ada yang terbuang percuma!
Ilmuwan Jepang Yoshinori Ohsumi meraih Nobel Kedokteran 2016 karena menemukan gen-gen pengatur autofagi pada ragi. Autofagi meningkat saat sel kekurangan nutrisi. Sel "membongkar gudang" untuk bertahan hidup, sehingga autofagi ikut aktif saat puasa. Pada penyakit Parkinson dan Alzheimer, autofagi yang melemah membuat gumpalan protein menumpuk di sel saraf.
9.3 Proteasom: mesin penghancur dokumen
Protein yang rusak, salah lipat, atau sudah tidak dibutuhkan tidak dikirim ke lisosom satu per satu. Mereka ditempeli rantai protein kecil bernama ubiquitin, stiker "BUANG" yang dipasang berlapis. Mesin berbentuk tong bernama proteasom hanya mau menelan protein berstiker. Protein itu diurai benangnya lalu dicacah menjadi potongan pendek.
9.4 Peroksisom: pengolah limbah beracun
Peroksisom adalah kantong kecil yang mengolah bahan "sulit": asam lemak rantai sangat panjang yang tidak bisa langsung dibakar mitokondria, sebagian alkohol yang kamu minum (di sel hati), dan bahan kimia beracun lainnya. Peroksisom juga membuat plasmalogen, lemak khusus penyusun selubung mielin saraf.
Saat bekerja, peroksisom menghasilkan limbah berbahaya: hidrogen peroksida (H₂O₂). Untungnya ia punya enzim katalase yang langsung mengubahnya menjadi air dan oksigen.
9.5 Apoptosis: pensiun terhormat
Kadang yang harus "dibersihkan" adalah sel itu sendiri, misalnya sel yang DNA-nya rusak parah, sel yang terinfeksi virus, atau sel yang sudah tidak diperlukan. Sel seperti ini menjalankan program bunuh diri yang rapi bernama apoptosis. Sel mengecil, membongkar DNA-nya, lalu memecah diri menjadi paket-paket kecil yang dimakan makrofag tanpa menimbulkan peradangan. Orang dewasa kehilangan puluhan miliar sel setiap hari lewat apoptosis, dan sel baru menggantikannya.
Apoptosis harus seimbang. Terlalu sedikit, sel rusak tidak mati dan bisa menjadi kanker. Protein p53, "penjaga genom" yang memerintahkan apoptosis pada sel dengan DNA rusak, bermutasi pada sekitar separuh kasus kanker (Bab 14). Terlalu banyak, sel sehat ikut hilang, seperti pada penyakit saraf degeneratif. Perbandingan lengkap apoptosis dan nekrosis, serta cara sel dan jaringan memperbaiki diri, ada di Bab 17.
9.6 Kalau petugas kebersihan mogok
| Penyakit | Petugas yang mogok | Akibatnya |
|---|---|---|
| Tay-Sachs | Enzim lisosom heksosaminidase A | Lemak GM2 menumpuk di sel saraf, perkembangan anak mundur |
| Pompe | Enzim lisosom α-glukosidase asam | Glikogen menumpuk di otot dan jantung, otot melemah |
| Gaucher | Enzim lisosom glukoserebrosidase | Lemak menumpuk di hati, limpa, dan tulang |
| Sindrom Zellweger | Peroksisom gagal terbentuk | Gangguan otak, hati, dan ginjal berat sejak lahir |
| Adrenoleukodistrofi (X-ALD) | Pengangkut asam lemak ke peroksisom | Asam lemak sangat panjang merusak mielin saraf |
| Alzheimer, Parkinson | Proteasom & autofagi kewalahan | Gumpalan protein (amiloid, tau, α-sinuklein) merusak neuron |
Sebagian penyakit penimbunan lisosom kini bisa diobati dengan terapi pengganti enzim. Enzim buatan yang sudah diberi label manosa-6-fosfat disuntikkan ke darah, lalu diambil sel lewat endositosis dan diantar ke lisosom. Ini memanfaatkan sistem label alamat dari Bab 5!
Kuis Bab 9
0/51. Mengapa bagian dalam lisosom dibuat asam?
Enzim lisosom optimal pada pH ±4,5–5. Di sitosol yang netral, enzim yang bocor hampir tidak aktif, jadi ini pengaman ganda.
2. Autofagi adalah proses…
Auto = diri sendiri, fagi = makan. Organela tua dibungkus autofagosom, dilebur dengan lisosom, lalu bahannya dipakai ulang.
3. Label yang menandai protein untuk dihancurkan proteasom adalah…
Ubiquitin adalah stiker "BUANG". Manosa-6-fosfat adalah alamat lisosom, dan peptida sinyal adalah label ekspor ke RE.
4. Enzim katalase di peroksisom mengubah…
2 H₂O₂ → 2 H₂O + O₂. Gelembung oksigen inilah yang membuat busa saat luka ditetesi hidrogen peroksida.
5. Apoptosis yang terlalu sedikit dapat menyebabkan…
Sel dengan DNA rusak seharusnya "pensiun". Kalau tidak, ia bisa terus membelah dan menjadi kanker.
Perbatasan & Jalan Raya
Setiap negara butuh perbatasan yang dijaga ketat dan jaringan jalan yang menghubungkan semua wilayahnya. Di Negara Sel, perbatasannya adalah membran plasma dan jalan rayanya adalah sitoskeleton.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan struktur membran menurut model mozaik cair;
- membedakan difusi, osmosis, difusi terfasilitasi, transpor aktif, dan endositosis;
- menjelaskan tiga jenis sitoskeleton dan protein motornya;
- menjelaskan fungsi silia, flagela, dan sambungan antarsel.
10.1 Tembok yang terbuat dari "sabun"
Membran sel tersusun dari fosfolipid, molekul yang mirip sabun. Kepalanya suka air (hidrofilik) dan dua ekornya takut air (hidrofobik). Di dalam air, fosfolipid otomatis menyusun diri menjadi lapis ganda: kepala menghadap air di luar dan di dalam sel, sedangkan ekor bersembunyi di tengah. Tebalnya hanya ±7–10 nm, tapi cukup untuk menahan hampir semua zat larut air.
10.2 Kantor imigrasi: siapa lewat jalan mana?
Pilih seorang "pelintas batas" untuk melihat jalur yang ditempuhnya menembus membran.
Kantor Imigrasi
pilih molekul| Jalur | Butuh protein? | Butuh ATP? | Arah |
|---|---|---|---|
| Difusi sederhana | Tidak | Tidak | Dari pekat ke encer |
| Osmosis (air) | Sebagian lewat akuaporin | Tidak | Air ke larutan yang lebih pekat |
| Difusi terfasilitasi | Ya (kanal/transporter) | Tidak | Dari pekat ke encer |
| Transpor aktif | Ya (pompa) | Ya | Melawan arus: encer ke pekat |
| Endositosis / eksositosis | Ya (vesikel) | Ya | Barang besar masuk/keluar |
10.3 Osmosis: air mengejar yang lebih asin
Air bergerak menembus membran menuju sisi yang lebih pekat (lebih banyak zat terlarut), seolah ingin mengencerkannya. Peristiwa ini disebut osmosis. Sel darah merah menjadi contoh yang jelas:
10.4 Pompa Na⁺/K⁺: petugas yang tak pernah libur
Di dalam sel, kadar kalium (K⁺) tinggi dan natrium (Na⁺) rendah. Di luar sel sebaliknya. Perbedaan ini dijaga pompa natrium-kalium, yang setiap siklusnya mengeluarkan 3 Na⁺, memasukkan 2 K⁺, dan membakar 1 ATP. Perbedaan ion inilah "baterai" yang dipakai sel saraf untuk mengirim sinyal listrik dan dipakai usus untuk menyerap glukosa.
Saat kamu beristirahat, sekitar seperlima sampai seperempat seluruh ATP tubuh dipakai hanya untuk menjalankan pompa Na⁺/K⁺. Di otak, bagiannya bahkan jauh lebih besar. Jens Skou, penemu pompa ini, meraih Nobel Kimia 1997.
10.5 Sitoskeleton: jalan tol, jalan kampung, dan kabel baja
| Kurir (protein motor) | Jalan yang dipakai | Arah / tugas |
|---|---|---|
| Kinesin | Mikrotubulus | Ke ujung + (pinggir sel): vesikel sekretori, mitokondria ke ujung akson |
| Dinein | Mikrotubulus | Ke ujung − (pusat sel): endosom ke lisosom; menggerakkan silia |
| Miosin | Filamen aktin | Kontraksi otot (miosin II); angkut vesikel jarak pendek (miosin V) |
10.6 Sentrosom, silia, dan flagela
Sentrosom adalah terminal pusat tempat mikrotubulus tumbuh. Di dalamnya ada sepasang sentriol yang saling tegak lurus. Saat sel membelah, sentrosom digandakan dan menjadi dua kutub yang menarik kromosom ke dua sel anak (Bab 11).
Silia bergerak (9+2)
Sembilan pasang mikrotubulus mengelilingi dua di tengah. Dinein menggerakkannya seperti dayung. Silia di saluran napas mendorong lendir berisi debu dan kuman ke tenggorokan, sebuah "eskalator lendir". Asap rokok melumpuhkannya.
Flagela
Cambuk panjang untuk berenang. Satu-satunya sel manusia yang berflagela adalah sperma. Flagela bakteri berbeda sama sekali: berputar seperti baling-baling.
Silia primer: antena
Hampir setiap sel punya satu silia primer yang tidak bergerak (pola 9+0). Fungsinya sebagai antena yang menangkap sinyal kimia dan aliran cairan, misalnya di ginjal.
10.7 Bertetangga: sambungan antarsel
Kuis Bab 10
0/51. Mengapa oksigen bisa menembus membran tanpa pintu, tetapi glukosa tidak?
Molekul kecil tak bermuatan (O₂, CO₂) dan zat larut lemak bisa berdifusi langsung. Glukosa larut air, jadi butuh pintu GLUT.
2. Transpor yang membutuhkan ATP dan bergerak melawan perbedaan konsentrasi adalah…
Pompa Na⁺/K⁺ memindahkan ion "menanjak" melawan arus, dan ongkosnya 1 ATP per siklus.
3. Sel darah merah dimasukkan ke air murni. Apa yang terjadi?
Air murni hipotonik terhadap isi sel, sehingga air bergerak masuk ke sel yang lebih pekat. Sel membengkak lalu pecah (hemolisis).
4. Filamen sitoskeleton yang menjadi "jalan tol" bagi kinesin adalah…
Kinesin dan dinein berjalan di mikrotubulus. Miosin berjalan di filamen aktin.
5. Otot jantung bisa berdetak serempak karena sel-selnya dihubungkan oleh…
Taut celah membuat sinyal listrik (ion) menjalar cepat dari satu sel otot jantung ke sel berikutnya.
Negara Membelah Diri
Setiap detik, jutaan sel di tubuhmu membelah menjadi dua. Setiap pembelahan ibarat satu negara yang berubah menjadi dua negara kembar. Isi perpustakaan harus difotokopi lengkap dan dibagi adil, tidak boleh ada satu buku pun yang hilang.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan tahap-tahap siklus sel: G1, S, G2, M, dan G0;
- menjelaskan replikasi DNA semikonservatif memakai analogi fotokopi perpustakaan;
- mengurutkan fase mitosis dan menjelaskan apa yang terjadi di setiap fase;
- menjelaskan fungsi pos pemeriksaan siklus sel dan telomer.
11.1 Mengapa sel membelah?
Kamu berasal dari satu sel, yaitu zigot. Semua sel lain di tubuhmu lahir dari pembelahan. Sel membelah untuk tiga alasan: tumbuh (dari bayi menjadi dewasa), memperbaiki (menambal luka, menyambung tulang patah), dan mengganti sel yang tua atau mati.
11.2 Kalender negara: siklus sel
Kehidupan sel yang membelah mengikuti kalender tetap yang disebut siklus sel. Bagian terpanjangnya adalah interfase (G1, S, G2), saat sel bekerja dan bersiap. Pembelahannya sendiri (fase M) justru paling singkat. Putar jarum kalendernya:
Jam siklus sel
5 langkah1/5G1: tumbuh dan bekerja
Fase terpanjang. Sel menjalankan tugas hariannya, tumbuh membesar, dan membuat protein serta organela baru. Di akhir G1 ada pos pemeriksaan: apakah ukuran cukup, nutrisi cukup, dan DNA utuh? Kalau ya, sel lanjut ke fase S.
2/5S: fotokopi seluruh perpustakaan
S = sintesis. Seluruh DNA disalin sehingga setiap kromosom kini punya dua salinan identik. Sentrosom juga digandakan. Pada sel manusia, fase ini memakan ±8 jam.
3/5G2: memeriksa hasil fotokopi
Sel memeriksa apakah fotokopi lengkap dan tidak ada halaman rusak, lalu menyiapkan protein untuk pembelahan. Pos pemeriksaan G2/M baru membuka palang bila semuanya beres.
4/5M: membelah
Fase tersingkat, sekitar satu jam. Terdiri dari mitosis (pembagian inti dan kromosom) dan sitokinesis (pembagian sitoplasma). Hasilnya dua sel anak yang identik.
5/5G0: istirahat panjang
Banyak sel keluar dari kalender dan beristirahat di G0. Neuron dan sel otot jantung hampir selalu di G0. Sel hati beristirahat, tetapi bisa "dibangunkan" untuk membelah bila hati terluka.
11.3 Fotokopi seluruh perpustakaan: replikasi DNA
Di Bab 3 kita hanya menyalin satu resep menjadi mRNA. Sebelum membelah, sel harus menyalin seluruh DNA-nya, 6,2 miliar pasang basa, dalam ±8 jam. Caranya: tangga DNA dibuka, lalu setiap untai lama menjadi cetakan untuk untai baru. Aturan pasangannya sama seperti biasa: A–T dan G–C.
Animasi replikasi DNA
5 langkah1/5Buku masih tertutup
DNA untai ganda masih terkunci oleh pasangan basa. Proses fotokopi dimulai di puluhan ribu titik sekaligus di sepanjang kromosom (titik awal replikasi), supaya selesai tepat waktu.
2/5Si Ritsleting membuka
Enzim helikase membuka tangga DNA seperti membuka ritsleting, membentuk garpu replikasi. Kedua untai lama kini terbuka dan siap dijadikan cetakan.
3/5Tanda "mulai salin di sini"
Mesin fotokopi tidak bisa mulai dari nol. Enzim primase menempelkan potongan pendek RNA bernama primer sebagai titik awal.
4/5Pak Fotokopi bekerja
DNA polimerase membaca untai lama dan memasang nukleotida pasangannya. Karena hanya bisa bergerak ke satu arah (5′→3′), satu untai disalin terus-menerus, sedangkan untai lainnya disalin sepotong-sepotong mundur. Kecepatannya ±50 huruf per detik, dan ia memeriksa ulang hasilnya sendiri.
5/5Dua salinan kembar
Primer diganti DNA, lalu enzim ligase menyambung celah seperti lem. Hasilnya dua DNA identik. Masing-masing terdiri dari satu untai lama + satu untai baru, sehingga disebut semikonservatif.
Setelah diperiksa ulang dan dikoreksi, DNA polimerase hanya salah ketik sekitar 1 huruf dalam 1 miliar. Ibarat menyalin 1.000 buku setebal 1.000 halaman dengan tangan dan hanya salah satu huruf. Sistem "korektor" ini penting, karena salah ketik yang lolos bisa menjadi awal kanker (Bab 14).
Lisensi titik awal di G1: ORC → Cdc6/Cdt1 → pemuatan helikase MCM2-7 (lisensi hanya sekali per siklus, sehingga DNA tidak tersalin dua kali). Di fase S, CDK dan DDK mengaktifkan CMG helikase (Cdc45–MCM–GINS). Pol α-primase membuat primer RNA-DNA. Pol ε menyalin untai cepat (leading) dan Pol δ menyalin untai lambat (lagging). PCNA berfungsi sebagai penjepit geser (sliding clamp), FEN1/RNase H membuang primer, dan DNA ligase I menyambung fragmen Okazaki. Topoisomerase meredakan puntiran DNA di depan garpu. Aktivitas 3′→5′ eksonuklease (proofreading) dan perbaikan salah pasang (MMR) menekan laju mutasi hingga ±10⁻⁹–10⁻¹⁰ per basa per replikasi.
11.4 Mitosis: membagi perpustakaan dengan adil
Setelah difotokopi, setiap kromosom terdiri dari dua salinan kembar yang disebut kromatid saudara, dijepit di tengah pada sentromer. Tugas mitosis adalah memisahkan pasangan kembar itu dengan sangat teliti, sehingga setiap sel anak mendapat tepat satu salinan dari ke-46 kromosom.
Animasi mitosis
7 langkah1/7Interfase: buku sudah difotokopi
DNA sudah digandakan di fase S, tapi masih berupa benang kusut (kromatin) di dalam perpustakaan. Terminal jalan tol (sentrosom) juga sudah dua.
2/7Profase: buku dijilid rapat
Kromatin memadat menjadi kromosom yang terlihat di mikroskop. Tiap kromosom punya dua kromatid saudara yang dijepit protein kohesin. Kedua sentrosom bergerak menjauh sambil membangun "tali derek" mikrotubulus (gelendong).
3/7Prometafase: tembok perpustakaan dibongkar
Selubung inti pecah menjadi keping-keping. Tali derek dari kedua kutub mencari dan mengait setiap kromosom di "kait"-nya, yaitu kinetokor di sentromer.
4/7Metafase: upacara berbaris di tengah
Semua kromosom berbaris di bidang tengah sel. Pos pemeriksaan gelendong menahan proses sampai setiap kromosom dikait dari dua kutub. Satu saja yang belum terkait, pembelahan ditunda.
5/7Anafase: kembar dipisahkan
Enzim separase menggunting kohesin. Kromatid saudara berpisah dan ditarik ke kutub berlawanan. Sejak saat ini, setiap kromatid disebut kromosom tersendiri.
6/7Telofase: dua perpustakaan baru
Di setiap kutub terbentuk selubung inti baru. Kromosom melonggar kembali menjadi kromatin supaya resepnya bisa dibaca lagi. Cincin pengerut mulai terbentuk di tengah.
7/7Sitokinesis: dua negara kembar
Cincin aktin–miosin mengencang seperti tali serut kantong dan membelah sitoplasma. Lahirlah dua sel anak yang identik, masing-masing dengan 46 kromosom. Pada sel tumbuhan, yang dibangun justru "tembok baru" (lempeng sel) di tengah.
Urutkan Fase Mitosis
0/6Kromosom selalu berbentuk huruf X.
Yang benar: bentuk X hanya terlihat saat sel akan membelah, ketika kromosom sudah difotokopi (dua kromatid) dan dijilid rapat. Hampir sepanjang hidup sel, kromosom berupa benang kromatin yang panjang dan longgar, dan sebelum fase S setiap kromosom hanya satu batang, bukan X.
11.5 Pos pemeriksaan: gas dan rem siklus sel
Pembelahan yang ceroboh bisa berakibat fatal: buku hilang, halaman rusak ikut diwariskan, atau sel membelah tanpa henti. Karena itu siklus sel dijaga pos pemeriksaan (checkpoint), seperti palang pintu tol yang hanya terbuka bila syaratnya lengkap.
Pos G1 → S
Apakah sel cukup besar? Ada sinyal "silakan tumbuh" dari tetangga? DNA utuh? Kalau DNA rusak, protein p53 menarik rem: sel diperbaiki dulu, atau diperintahkan apoptosis (Bab 9).
Pos G2 → M
Apakah fotokopi seluruh DNA sudah selesai dan tidak ada halaman rusak? Kalau belum, palang tetap tertutup.
Pos gelendong (metafase)
Apakah semua kromosom sudah dikait dari dua kutub? Satu kromosom tertinggal saja, anafase ditunda. Tujuannya mencegah sel anak kekurangan atau kelebihan kromosom.
Kunci kontak dan bensin
Mesin siklus sel digerakkan protein CDK (kunci kontak) yang hanya menyala bila ditempeli siklin (bensin). Jumlah siklin naik-turun sesuai jadwal, sehingga "mesin" menyala di fase yang tepat lalu mati lagi. Rem seperti p53 dan protein Rb bisa mencabut kunci kontak kapan saja. Bila gas macet atau rem blong, sel bisa menjadi pemberontak, yaitu kanker (Bab 14).
Siklin D–CDK4/6 memfosforilasi Rb, sehingga E2F terlepas dan gen fase S aktif (titik restriksi). Siklin E–CDK2 mendorong transisi G1/S, siklin A–CDK2 menjalankan fase S, dan siklin B–CDK1 (MPF) memicu mitosis. Kerusakan DNA mengaktifkan ATM/ATR → Chk1/Chk2 → stabilisasi p53 → transkripsi p21 (penghambat CDK). Spindle assembly checkpoint (Mad2, BubR1) menghambat APC/C–Cdc20 sampai semua kinetokor terkait. APC/C lalu menguntai ubiquitin pada sekurin dan siklin B, separase aktif, kohesin terpotong, dan anafase dimulai. Hartwell, Hunt, dan Nurse meraih Nobel Kedokteran 2001 atas penemuan pengatur siklus sel. Inhibitor CDK4/6 (mis. palbosiklib) kini dipakai untuk kanker payudara.
11.6 Telomer: sampul pelindung ujung buku
Ujung setiap kromosom dilindungi telomer, rangkaian huruf TTAGGG yang diulang ribuan kali. Fungsinya seperti ujung plastik tali sepatu atau sampul keras buku yang melindungi halaman. Karena cara kerja mesin fotokopi, sedikit bagian ujung tidak ikut tersalin setiap kali sel membelah, sehingga telomer makin pendek. Setelah ±50 kali membelah, telomer terlalu pendek dan sel berhenti membelah. Batas ini disebut batas Hayflick.
Sel otak dan sel jantung sama sekali tidak pernah diganti.
Yang benar: kebanyakan neuron dan sel otot jantung memang berada di G0 dan jarang membelah. Tetapi penelitian dengan penanda karbon-14 menunjukkan sel otot jantung tetap diperbarui, meski kurang dari 1% per tahun. Di bagian otak tertentu (hipokampus) juga ada pembentukan neuron baru, walau sedikit.
Kuis Bab 11
0/51. Pada fase apa DNA disalin (difotokopi)?
S = sintesis. Seluruh DNA disalin di fase S sehingga setiap kromosom punya dua kromatid saudara.
2. Replikasi DNA disebut semikonservatif karena…
Setiap untai lama menjadi cetakan, jadi kedua DNA anak masing-masing menyimpan satu untai lama dan satu untai baru.
3. Pada fase apa kromosom berbaris di bidang tengah sel?
Metafase = berbaris di tengah. Pos pemeriksaan gelendong memastikan semua kromosom terkait sebelum anafase dimulai.
4. Hasil mitosis satu sel manusia (46 kromosom) adalah…
Mitosis menghasilkan dua sel kembar dengan jumlah kromosom sama seperti induknya. Pembagian menjadi 23 terjadi di meiosis (Bab 12).
5. Protein p53 disebut "penjaga genom" karena…
p53 adalah rem darurat di pos pemeriksaan. Ia memberi waktu untuk perbaikan, atau memerintahkan sel yang rusak parah untuk pensiun lewat apoptosis.
Warisan Dua Edisi
Perpustakaanmu menyimpan dua edisi setiap buku: satu dari ayah, satu dari ibu. Bagaimana dua perpustakaan orang tua digabung tanpa membuat jumlah bukunya berlipat? Jawabannya adalah pembelahan khusus bernama meiosis.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membedakan sel diploid (2n) dan haploid (n), serta mitosis dan meiosis;
- menjelaskan tahap meiosis I dan II, termasuk pindah silang;
- menjelaskan tiga sumber keunikan setiap anak;
- memakai diagram Punnett untuk meramal golongan darah dan menjelaskan kelainan jumlah kromosom.
12.1 Mengapa perlu pembelahan khusus?
Sel tubuhmu bersifat diploid (2n = 46): setiap judul buku punya dua edisi, disebut kromosom homolog. Kalau sel telur dan sperma juga membawa 46, anak akan punya 92, cucu 184, dan seterusnya. Perpustakaan akan meledak! Karena itu, sel kelamin (gamet) dibuat lewat meiosis, pembelahan yang mengurangi jumlah kromosom menjadi haploid (n = 23).
| Mitosis (Bab 11) | Meiosis | |
|---|---|---|
| Tujuan | Tumbuh, memperbaiki, mengganti sel | Membuat sel telur dan sperma |
| Tempat | Hampir semua jaringan tubuh | Ovarium dan testis |
| Jumlah pembelahan | 1 kali | 2 kali (meiosis I dan II) |
| Hasil | 2 sel identik, diploid (46) | 4 sel berbeda-beda, haploid (23) |
| Pindah silang | Tidak ada | Ada, di profase I |
12.2 Meiosis langkah demi langkah
Dalam animasi ini sel induk hanya punya 2 pasang kromosom (2n = 4) supaya mudah diikuti. Warna biru = edisi ayah, merah muda = edisi ibu.
Animasi meiosis
6 langkah1/6Sel induk diploid (2n)
Sel di ovarium atau testis punya dua edisi setiap judul buku: satu dari ayah dan satu dari ibu. Di contoh ini 2n = 4. Pada manusia 2n = 46.
2/6Fotokopi dulu
Seperti sebelum mitosis, setiap kromosom disalin di fase S sehingga punya dua kromatid saudara (bentuk X).
3/6Profase I: berpasangan & bertukar halaman
Hal yang tidak terjadi di mitosis: edisi ayah dan edisi ibu dari judul yang sama saling menempel erat, lalu bertukar potongan. Inilah pindah silang (crossing over). Hasilnya, kromatid berisi campuran halaman ayah dan ibu.
4/6Metafase I: berbaris berpasangan
Pasangan homolog berbaris di tengah berdua-dua. Edisi ayah bisa berada di kiri atau kanan secara acak untuk setiap pasangan. Lihat: pasangan panjang dan pasangan pendek menghadap arah berbeda. Ini disebut pemilahan bebas.
5/6Meiosis I selesai: edisi dipisah
Yang ditarik ke kutub berbeda adalah pasangan homolog, bukan kromatid. Dua sel yang terbentuk hanya punya satu edisi setiap judul, sehingga sudah haploid, meski setiap kromosom masih berbentuk X.
6/6Meiosis II: seperti mitosis
Di kedua sel, kromatid saudara dipisahkan. Hasil akhirnya 4 sel haploid dengan isi yang berbeda-beda. Perhatikan kromatid bergaris dua warna hasil pindah silang!
Spermatogenesis
Di testis, satu sel induk menghasilkan 4 sperma. Prosesnya berlangsung terus sejak pubertas: ±1.500 sperma per detik!
Oogenesis
Di ovarium, pembagian sitoplasmanya tidak adil. Satu sel menjadi 1 sel telur besar, sisanya berupa badan polar kecil yang terbuang. Sel telur butuh cadangan sitoplasma untuk memulai kehidupan embrio.
12.3 Tiga sumber keunikan
Kecuali kembar identik, tidak ada dua orang di dunia yang punya perpustakaan persis sama. Keunikan itu datang dari tiga "mesin pengacak":
12.4 Membaca warisan: dominan, resesif, dan golongan darah
Setiap gen hadir dalam dua salinan, satu dari ayah dan satu dari ibu. Versi berbeda dari resep yang sama disebut alel, seperti edisi berbeda dari satu resep pempek. Alel dominan terlihat walau hanya ada satu salinan. Alel resesif baru terlihat bila kedua salinannya sama. Susunan alel disebut genotipe, dan sifat yang tampak disebut fenotipe.
Resep "stiker gula" di permukaan sel darah merah
Ingat Bab 10: golongan darah ditentukan jenis gula di permukaan sel darah merah. Gen ABO punya tiga edisi. IA menempel gula A, IB menempel gula B, dan i (O) tidak menempel gula tambahan. A dan B sama kuat (kodominan), sedangkan O resesif. Jadi genotipe AO bergolongan darah A, dan hanya OO yang bergolongan O.
Kalkulator Golongan Darah
diagram PunnettSifat dominan pasti lebih banyak ditemukan di masyarakat.
Yang benar: "dominan" hanya berarti sifat itu muncul walau alelnya cuma satu. Tidak ada hubungannya dengan seberapa umum alel itu. Contohnya polidaktili (jari lebih) disebabkan alel dominan, tapi sangat jarang. Sebaliknya golongan darah O yang resesif justru paling umum di banyak populasi.
12.5 Kromosom X dan Y
Dari 23 pasang kromosom, satu pasang adalah kromosom seks: XX pada perempuan dan XY pada laki-laki. Semua sel telur membawa X. Sperma membawa X atau Y dengan peluang yang sama. Jadi sperma-lah yang menentukan jenis kelamin anak. Kromosom Y yang kecil membawa gen SRY, sakelar utama yang memerintahkan pembentukan testis.
12.6 Kalau pembagiannya keliru
Kadang pasangan homolog atau kromatid saudara gagal berpisah saat meiosis. Peristiwa ini disebut nondisjungsi. Akibatnya satu gamet membawa kelebihan kromosom, dan gamet lain kekurangan. Jika gamet ini ikut dalam pembuahan, anak memiliki 47 atau 45 kromosom.
| Kelainan | Susunan | Keterangan |
|---|---|---|
| Sindrom Down | 47, +21 | Tiga salinan kromosom 21; ±1 dari 700–1.000 kelahiran. Risiko meningkat dengan usia ibu |
| Sindrom Turner | 45, X | Hanya satu kromosom X; perempuan bertubuh pendek, umumnya tidak subur |
| Sindrom Klinefelter | 47, XXY | Laki-laki dengan satu X tambahan |
Pasangan homolog disatukan kompleks sinaptonema selama pakiten. DSB yang dibuat SPO11, dan dipetakan ke titik panas oleh PRDM9 pada manusia, diperbaiki lewat rekombinasi homolog. Sebagian menjadi kiasma yang mengunci homolog sampai anafase I. Kohesin khusus meiosis (REC8) di lengan kromosom dilepas pada anafase I. Di sentromer, REC8 dilindungi shugoshin (SGO2–PP2A) sampai anafase II. Kinetokor kromatid saudara berorientasi "mono" pada meiosis I (monopolin/MEIKIN).
Oosit manusia berhenti di diploten profase I sejak sebelum lahir, lalu melanjutkan meiosis hanya saat ovulasi, bisa sampai ±50 tahun kemudian. Kohesin yang menua perlahan ini diduga menjadi penyebab utama naiknya aneuploidi seiring usia ibu.
Sperma dan sel telur sudah bertemu, dan 23 + 23 kromosom bergabung menjadi zigot. Bagaimana satu sel ini membangun jantung, otak, dan jari-jari? Ikuti kelanjutannya di Bab 13: Membangun Negara Baru.
Kuis Bab 12
0/51. Jumlah kromosom dalam sel sperma manusia adalah…
Sperma dan sel telur haploid (n = 23). Saat pembuahan, 23 + 23 = 46.
2. Pindah silang (crossing over) terjadi pada…
Di profase I, edisi ayah dan ibu dari judul yang sama berpasangan dan bertukar potongan.
3. Pada meiosis I, yang dipisahkan ke kutub berbeda adalah…
Meiosis I memisahkan homolog (edisi ayah dan ibu). Meiosis II memisahkan kromatid saudara, seperti mitosis.
4. Ayah bergolongan darah A (AO) dan ibu B (BO). Peluang anak bergolongan O adalah…
Dari empat kotak Punnett (AB, AO, BO, OO), hanya satu yang OO. Peluangnya ¼ = 25%. Coba di kalkulator!
5. Sindrom Down terjadi karena…
Kromosom 21 gagal berpisah saat meiosis, sehingga anak mewarisi tiga salinan (trisomi 21).
Membangun Negara Baru
Di Bab 12, dua perpustakaan saku bertemu dan membentuk satu perpustakaan lengkap. Lalu apa? Dari satu sel itu, dalam 38 minggu akan terbangun sebuah negara berisi triliunan warga, lengkap dengan jantung yang berdetak, otak yang berpikir, dan jari-jari yang bisa menggenggam pempek.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan pembuahan dan perjalanan zigot sampai tertanam di rahim;
- menjelaskan pembentukan tiga lapisan lembaga (gastrulasi) dan tabung saraf (neurulasi);
- menyebutkan organ turunan ektoderm, mesoderm, dan endoderm, serta tahap-tahap organogenesis;
- menjelaskan masa peka janin terhadap teratogen dan cara menjaga kehamilan yang sehat.
13.1 Pertemuan dua perpustakaan saku
Setiap bulan, ovarium melepaskan satu sel telur (ovulasi). Sel telur ini sebenarnya masih "berhenti di tengah jalan": ia baru menyelesaikan meiosis II setelah dibuahi (Bab 12). Pembuahan (fertilisasi) biasanya terjadi di bagian tuba falopi yang lebar, yaitu ampula, dalam kurun sekitar 24 jam setelah ovulasi.
Dari ratusan juta sperma yang memulai perjalanan, hanya beberapa ratus yang berhasil mencapai sel telur, dan hanya satu yang boleh masuk. Sel telur adalah sel terbesar di tubuh manusia, diameternya sekitar 0,1 mm, kira-kira seukuran titik di akhir kalimat ini.
13.2 Minggu pertama: dari tuba menuju rahim
Zigot tidak diam. Sambil membelah, ia didorong silia (Bab 10) dan gerakan dinding tuba menuju rahim. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 3–4 hari.
Animasi tujuh hari pertama
6 langkah1/6Ovulasi dan pembuahan (hari 0)
Sel telur dilepas ovarium lalu ditangkap jumbai (fimbria) di ujung tuba falopi. Di ampula tuba, satu sperma berhasil masuk. Sel telur lalu menyelesaikan meiosis II dan membuang satu badan polar kecil (Bab 12).
2/6Zigot (hari 1)
Inti dari ayah dan inti dari ibu bergabung: 23 + 23 = 46 kromosom. Inilah zigot, satu sel totipoten yang menyimpan resep untuk membangun seluruh tubuh dan plasenta (Bab 15).
3/6Pembelahan (hari 2–3)
Zigot membelah dengan mitosis (Bab 11): 2, 4, lalu 8 sel. Uniknya, embrio tidak membesar. Sel-selnya makin kecil, seperti kue lapis yang terus dipotong. Semuanya masih terbungkus zona pelusida.
4/6Morula (hari 3–4)
Sekitar 16 sel membentuk bola padat mirip buah murbei (bahasa Latin: morus). Kira-kira saat ini morula masuk ke rongga rahim.
5/6Blastokista (hari 5)
Cairan masuk dan membentuk rongga. Sel-sel terbagi dua: lapisan luar trofoblas yang kelak menjadi bagian janin dari plasenta, dan massa sel dalam yang kelak menjadi seluruh tubuh bayi. Blastokista lalu "menetas" dari zona pelusida.
6/6Implantasi (hari 6–10)
Blastokista menempel lalu menyusup ke dinding rahim (endometrium). Trofoblas mengirim surat hormon hCG ke tubuh ibu: "Jangan luruhkan dinding rahim, ada warga baru!" hCG inilah yang dideteksi tes kehamilan (Bab 25).
Membangun negara dari satu pendiri
Zigot ibarat satu pendiri yang memegang cetak biru lengkap sebuah negara. Mula-mula ia hanya "membagi kantor" tanpa menambah luas tanah (pembelahan). Lalu terbentuk kampung berpagar dengan lapangan di tengah (blastokista): warga di pagar menjadi tim hubungan luar negeri yang membangun kedutaan di tanah ibu (plasenta), sedangkan warga di pojok dalam menjadi calon penduduk seluruh negara.
13.3 Minggu ke-2 dan ke-3: tiga kementerian dibentuk
Pada minggu kedua, massa sel dalam menjadi cakram dua lapis. Pada minggu ketiga terjadi peristiwa yang sangat penting: gastrulasi. Sel-sel lapisan atas bermigrasi masuk melalui sebuah alur bernama garis primitif, sehingga terbentuk tiga lapisan lembaga. Setiap lapisan ibarat kementerian yang kelak membangun kelompok organ tertentu.
Animasi gastrulasi dan neurulasi (penampang melintang)
5 langkah1/5Cakram dua lapis
Pada minggu kedua, massa sel dalam membentuk cakram pipih dua lapis: epiblas di atas dan hipoblas di bawah, diapit dua rongga, yaitu rongga amnion dan kantung kuning telur. Seluruh tubuh bayi kelak berasal dari epiblas.
2/5Garis primitif
Sekitar hari ke-15 muncul alur di tengah cakram, yaitu garis primitif. Sel-sel epiblas bermigrasi masuk melalui alur ini, seperti penonton yang turun ke lapangan lewat satu pintu.
3/5Tiga lapisan lembaga
Sel yang masuk paling dalam menjadi endoderm, sel di tengah menjadi mesoderm, dan sel yang tetap di atas menjadi ektoderm. Di tengah mesoderm terbentuk notokord, batang sinyal yang memberi tahu ektoderm di atasnya: "Kamu jadi saraf!"
4/5Lempeng saraf melipat
Ektoderm di atas notokord menebal menjadi lempeng saraf, lalu kedua tepinya naik dan melipat seperti daun pisang yang digulung untuk membungkus pempek lenjer.
5/5Tabung saraf menutup
Kedua lipatan bertemu dan menutup menjadi tabung saraf, cikal bakal otak dan sumsum tulang belakang (Bab 22). Penutupan ini selesai sekitar hari ke-28, sering sebelum ibu tahu dirinya hamil. Mesoderm di sampingnya terbagi menjadi ruas-ruas somit, dan endoderm menggulung menjadi tabung usus.
Ektoderm
Kementerian komunikasi dan perbatasan. Membangun kulit, rambut, kuku, email gigi, lensa mata, serta seluruh sistem saraf: otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi.
Mesoderm
Kementerian pekerjaan umum dan transportasi. Membangun otot (Bab 23), tulang, tulang rawan, jantung, pembuluh dan sel darah, ginjal, serta kelenjar kelamin.
Endoderm
Kementerian logistik dan pangan. Membangun lapisan dalam saluran cerna dan saluran napas, hati, pankreas (termasuk sel beta pembuat insulin, Bab 7), serta kelenjar tiroid.
13.4 Organogenesis: minggu ke-3 sampai ke-8
Setelah tiga kementerian terbentuk, dimulailah proyek pembangunan besar-besaran: organogenesis. Dalam sekitar enam minggu, embrio sepanjang sebutir beras membangun cikal bakal hampir semua organnya. Jantung berupa tabung sederhana mulai berdenyut sekitar hari ke-22 setelah pembuahan, menjadikannya organ pertama yang bekerja. Tunas lengan dan tungkai muncul pada minggu ke-4, lalu jari-jari terbentuk pada minggu ke-6 sampai ke-8.
Awalnya tangan embrio berbentuk seperti dayung. Jari-jari baru terpisah setelah sel-sel di antaranya melakukan apoptosis (Bab 9 dan 17). Jadi setiap jarimu adalah hasil kerja sama antara sel yang tumbuh dan sel yang rela "pensiun" tepat waktu.
13.5 Kalender kehamilan maya
Dokter menghitung usia kehamilan sejak hari pertama haid terakhir (HPHT), yaitu sekitar dua minggu sebelum pembuahan. Geser minggunya untuk melihat perkembangan calon adik sepupu Bima.
Kepekaan terhadap teratogen:
Ilustrasi untuk usia muda diperbesar. Angka ukuran adalah perkiraan rata-rata: panjang puncak kepala–bokong sampai minggu ke-16, lalu panjang kepala–tumit. Setiap kehamilan berbeda.
13.6 Plasenta dan anak kembar
Plasenta: kedutaan sekaligus pelabuhan
Dibangun bersama oleh trofoblas (dari embrio) dan dinding rahim (dari ibu). Darah ibu dan darah janin tidak bercampur. Keduanya hanya berdekatan dan bertukar zat lewat sel-sel penyekat: oksigen, glukosa (lewat GLUT, Bab 10), dan antibodi IgG (Bab 16) masuk, sedangkan CO₂ dan sampah keluar. Plasenta juga membuat hormon seperti hCG dan progesteron.
Kembar identik vs kembar tidak identik
Kembar identik berasal dari satu zigot yang terbelah menjadi dua embrio, sehingga perpustakaannya sama persis (Bab 12). Kembar tidak identik berasal dari dua sel telur yang dibuahi dua sperma berbeda. Kemiripannya sama seperti kakak-adik biasa, dan jenis kelaminnya bisa berbeda.
13.7 Menjaga calon warga negara
Zat atau keadaan yang bisa menyebabkan cacat bawaan disebut teratogen. Kabar baiknya, banyak di antaranya bisa dicegah.
| Ancaman | Dampak pada janin | Pencegahan |
|---|---|---|
| Kekurangan asam folat | Tabung saraf gagal menutup: spina bifida atau anensefali | Asam folat sejak sebelum hamil. Remaja putri dan ibu hamil dianjurkan minum tablet tambah darah yang berisi zat besi dan asam folat |
| Virus rubela | Tuli, katarak, dan kelainan jantung bawaan | Vaksin MR (campak-rubela) sejak masa kanak-kanak (Bab 16 dan 26) |
| Alkohol | Gangguan pertumbuhan otak dan wajah (sindrom alkohol janin) | Tidak minum alkohol sama sekali selama hamil |
| Asap rokok | Bayi lahir kecil, lahir prematur | Tidak merokok dan menghindari asap rokok orang lain |
| Obat tertentu | Contoh sejarah: talidomid (1950-an) menyebabkan tangan dan kaki tidak tumbuh sempurna | Selalu bertanya kepada dokter atau apoteker sebelum minum obat |
| Gula darah ibu tidak terkendali | Risiko kelainan jantung dan tabung saraf, bayi terlalu besar | Periksa gula darah dan kendalikan diabetes sebelum dan selama hamil (Bab 7) |
| Infeksi toksoplasma | Gangguan otak dan mata janin | Memasak daging sampai matang, mencuci sayur, memakai sarung tangan saat membersihkan kotoran kucing |
Janin baru benar-benar terbentuk setelah perut ibu terlihat membesar, jadi menjaga kesehatan cukup dimulai belakangan.
Yang benar: tabung saraf menutup sekitar empat minggu setelah pembuahan, dan hampir semua organ sudah mulai dibangun pada minggu ke-8, sering sebelum seseorang tahu dirinya hamil. Karena itu gizi baik dan asam folat perlu disiapkan sebelum hamil. Pemeriksaan kehamilan (antenatal) minimal 6 kali juga penting untuk memantau pertumbuhan janin.
Hans Spemann dan Hilde Mangold (1924) menunjukkan bahwa sepotong jaringan bibir blastopori, yang disebut organizer, dapat menginduksi sumbu tubuh kedua bila dicangkokkan ke embrio lain (Spemann meraih Nobel 1935). Ektoderm cenderung menjadi jaringan saraf bila sinyal BMP dihambat oleh noggin dan chordin dari organizer atau notokord (model "saraf sebagai nasib bawaan"). Sonic hedgehog dari notokord dan lempeng dasar menentukan pola ventral tabung saraf, dan dari zona aktivitas polarisasi (ZPA) menentukan urutan jari. Gen Hox tersusun di kromosom dengan urutan yang sama dengan urutan ekspresinya di sepanjang sumbu tubuh (kolinearitas). Somit terbentuk berirama berkat "jam segmentasi" berbasis osilasi Notch/Hes. Asimetri kiri–kanan diawali aliran cairan oleh silia bergerak di nodus. Karena itu kelainan silia dapat menyebabkan situs inversus (Bab 10).
Kuis Bab 13
0/51. Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di…
Sel telur ditangkap ujung tuba dan biasanya bertemu sperma di ampula, bagian tuba yang lebar.
2. Urutan tahap perkembangan awal yang benar adalah…
Zigot membelah menjadi morula, lalu membentuk rongga menjadi blastokista, yang kemudian menanam diri di dinding rahim.
3. Sistem saraf, kulit, dan email gigi berasal dari lapisan…
Ektoderm adalah kementerian komunikasi dan perbatasan: saraf dan penutup tubuh.
4. Mengapa asam folat dianjurkan sejak sebelum hamil?
Tabung saraf menutup sebelum banyak ibu tahu dirinya hamil, sehingga kecukupan folat harus disiapkan lebih dulu.
5. Hormon yang dikirim trofoblas dan dideteksi oleh tes kehamilan adalah…
hCG menjaga kehamilan awal dan menjadi target antibodi pada tes kehamilan (Bab 25).
Sel yang Memberontak
Negara Sel punya aturan ketat: membelah hanya bila diperintah, berhenti bila cukup, dan pensiun bila rusak. Kanker terjadi ketika sebuah sel melanggar semua aturan itu, berkembang biak tanpa kendali, lalu menyerbu wilayah lain.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan kanker sebagai kegagalan kendali siklus sel dan komunikasi sel;
- membedakan onkogen (gas macet) dan gen penekan tumor (rem blong);
- menyebutkan ciri-ciri sel kanker dan tahapan dari satu sel sampai metastasis;
- menjelaskan faktor risiko, pencegahan, dan prinsip pengobatan kanker.
14.1 Apa itu kanker?
Kanker adalah sekelompok penyakit, lebih dari 100 jenis, dengan satu kesamaan: sel tumbuh dan membelah tanpa kendali akibat mutasi pada gen-gen pengatur pertumbuhan. Kumpulan sel yang tumbuh berlebihan disebut tumor. Tidak semua tumor adalah kanker.
Tumor jinak
Tumbuh lambat, berbatas jelas, dan tetap di tempatnya, seperti kerumunan yang tidak keluar dari satu kampung. Biasanya bisa diangkat dan tidak kembali. Contohnya kutil dan lipoma.
Tumor ganas (kanker)
Menyerbu jaringan sekitarnya dan bisa menyebar ke organ jauh lewat darah atau cairan getah bening (metastasis), seperti pemberontak yang menyusup ke kota lain.
14.2 Gas macet, rem blong, montir mogok
Ingat Bab 11: siklus sel dikendalikan pedal gas (sinyal tumbuh) dan rem (pos pemeriksaan). Kanker muncul ketika beberapa bagian kendali ini rusak bersamaan. Biasanya butuh beberapa mutasi yang menumpuk selama bertahun-tahun. Karena itu kanker lebih sering terjadi pada usia lanjut.
Onkogen: pedal gas macet
Gen normal pengatur pertumbuhan (proto-onkogen) bermutasi menjadi terlalu aktif. Satu salinan rusak saja sudah cukup berbahaya. Contohnya RAS yang macet ON dan HER2 yang berlipat ganda (Bab 6).
Gen penekan tumor: rem blong
Gen yang biasanya menghentikan pembelahan atau memerintahkan apoptosis. Umumnya kedua salinannya harus rusak baru remnya blong. Contohnya p53 (rusak pada ±50% kanker), RB, dan BRCA1/2.
Gen perbaikan DNA: montir mogok
Bila "montir" pemeriksa salah ketik rusak, mutasi menumpuk jauh lebih cepat. Contohnya gen perbaikan salah pasang pada sindrom Lynch (kanker usus besar keturunan). Lihat cara kerja para montir ini di Bab 37.
Alfred Knudson (1971), lewat studi retinoblastoma, mengusulkan bahwa gen penekan tumor butuh dua pukulan. Pada kasus keturunan, pukulan pertama sudah dibawa sejak lahir (germline), sehingga tumor muncul lebih awal dan sering di kedua mata. Tumor berkembang lewat evolusi klonal: mutasi driver memberi keunggulan tumbuh, sedangkan mutasi passenger ikut terbawa. Seleksi berulang menghasilkan heterogenitas intratumor yang menjelaskan resistensi obat. Contoh onkogen klasik adalah BCR-ABL dari translokasi t(9;22) (kromosom Philadelphia) pada leukemia mieloid kronis, sasaran imatinib (2001), salah satu obat terapi target pertama.
14.3 Daftar pelanggaran sang pemberontak
Ilmuwan Douglas Hanahan dan Robert Weinberg merangkum ciri-ciri yang dimiliki hampir semua sel kanker. Kita tulis sebagai poster buronan:
14.4 Dari satu sel menjadi tumor yang menyebar
Perjalanan sebuah kanker
7 langkah1/7Jaringan sehat
Sel-sel pelapis berbaris rapi di atas membran dasar. Mereka membelah hanya untuk mengganti sel yang hilang.
2/7Mutasi pertama: gas macet
Satu sel mendapat mutasi, misalnya karena salah ketik saat fotokopi atau kerusakan akibat asap rokok. Onkogennya kini selalu ON. Sel ini sedikit lebih rajin membelah dari tetangganya.
3/7Keturunannya bertambah
Sel anak mewarisi mutasi itu. Jumlahnya bertambah melebihi kebutuhan (hiperplasia), tapi bentuknya masih cukup normal.
4/7Mutasi kedua: rem blong
Salah satu keturunan kehilangan rem, misalnya p53. Sel-sel tumbuh tak beraturan dengan inti besar dan bentuk aneh. Kini terbentuk tumor yang masih berada di tempatnya (in situ).
5/7Membangun jalan liar
Tumor yang makin besar kekurangan oksigen dan makanan. Ia mengirim sinyal agar pembuluh darah baru tumbuh ke arahnya (angiogenesis).
6/7Menyerbu
Dengan mutasi tambahan, sel kanker menghasilkan enzim yang melubangi membran dasar dan mulai menyusup ke jaringan di bawahnya. Pada tahap inilah tumor disebut ganas.
7/7Metastasis
Beberapa sel masuk ke pembuluh darah atau getah bening, terbawa arus, lalu bersarang dan tumbuh di organ lain seperti hati, paru, tulang, atau otak. Sebagian besar kematian akibat kanker disebabkan oleh metastasis.
14.5 Faktor risiko dan pencegahan
| Faktor | Bagaimana merusak? | Contoh kanker | Pencegahan |
|---|---|---|---|
| Asap rokok | Puluhan zat karsinogen merusak DNA | Paru, mulut, tenggorokan, kandung kemih | Tidak merokok dan menjauhi asap rokok |
| Virus HPV | Protein virus melumpuhkan rem p53 dan RB | Serviks, tenggorokan | Vaksin HPV (imunisasi anak sekolah), skrining IVA/pap smear |
| Virus hepatitis B & C | Peradangan hati bertahun-tahun | Hati | Vaksin hepatitis B sejak bayi, pengobatan hepatitis |
| Sinar UV | Merusak DNA sel kulit | Kulit (melanoma) | Tabir surya, pakaian pelindung |
| Alkohol, obesitas, kurang gerak | Peradangan kronis dan perubahan hormon | Usus besar, payudara, hati | Pola makan seimbang, aktif bergerak |
| Keturunan | Satu salinan gen rem sudah rusak sejak lahir (mis. BRCA1/2) | Payudara, ovarium | Deteksi dini dan konseling genetik |
Kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling bisa dicegah, karena hampir semua kasusnya dipicu infeksi HPV yang menetap. Vaksin HPV yang diberikan sebelum terpapar virus, misalnya pada usia sekolah dasar, sangat efektif mencegahnya. Deteksi dini juga menyelamatkan nyawa: SADARI (periksa payudara sendiri) setiap bulan dan skrining serviks secara berkala.
Kanker bisa menular lewat sentuhan, makan bersama, atau merawat pasien.
Yang benar: sel kanker tidak menular antarmanusia. Yang bisa menular adalah beberapa virus pemicunya, seperti HPV dan hepatitis B, dan karena itu ada vaksinnya. Merawat dan mendampingi pasien kanker sepenuhnya aman.
14.6 Menumpas pemberontakan
Operasi
Mengangkat tumor bersama sedikit jaringan sehat di sekitarnya. Paling efektif bila kanker belum menyebar.
Kemoterapi
Obat yang menyerang sel yang cepat membelah, misalnya dengan membekukan mikrotubulus (paklitaksel, Bab 10) atau merusak fotokopi DNA. Rambut rontok karena sel akar rambut juga cepat membelah.
Radioterapi
Sinar berenergi tinggi merusak DNA sel kanker sampai sel itu tidak bisa membelah dan mati lewat apoptosis.
Terapi target
Obat yang hanya mengunci protein yang rusak, misalnya trastuzumab untuk HER2 dan imatinib untuk BCR-ABL. Seperti menangkap pemberontak berdasarkan foto wajahnya.
Imunoterapi
Mencopot "penyamaran" PD-L1 atau melepas "rem" sel T (PD-1, CTLA-4) sehingga sel T bisa mengenali dan menyerang sel kanker. James Allison (CTLA-4) dan Tasuku Honjo (PD-1) meraih Nobel Kedokteran 2018 atas penemuan ini.
Kuis Bab 14
0/51. Perbedaan utama tumor ganas dan tumor jinak adalah…
Tumor ganas (kanker) menyerbu dan bisa bermetastasis. Tumor jinak tetap di tempatnya.
2. Onkogen diibaratkan sebagai…
Onkogen adalah gen pemacu pertumbuhan yang menjadi terlalu aktif, seperti pedal gas yang tertahan.
3. Mengapa p53 disebut gen penekan tumor?
p53 adalah rem darurat. Bila rusak, sel dengan DNA cacat tetap bisa membelah.
4. Angiogenesis pada tumor berarti…
Tumor mengirim sinyal (mis. VEGF) supaya pembuluh darah baru tumbuh dan memasok makanan serta oksigen.
5. Cara paling tepat mencegah kanker serviks adalah…
Hampir semua kanker serviks dipicu HPV. Vaksin mencegah infeksi, dan skrining menemukan perubahan sel sejak dini.
Warga Serba Bisa
Semua sel tubuhmu, dari neuron sampai sel darah, berasal dari satu sel yang sama. Bagaimana satu warga bisa "memilih profesi" berbeda-beda? Kuncinya adalah sel punca, warga serba bisa yang belum memilih jurusan.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan apa itu sel punca dan diferensiasi;
- membedakan sel totipoten, pluripoten, multipoten, dan unipoten;
- menjelaskan diferensiasi sebagai pemilihan "bab resep" yang dibaca;
- menyebutkan manfaat nyata sel punca dan bersikap kritis terhadap klaim yang belum terbukti.
15.1 Dari satu sel menjadi 30 triliun
Setelah pembuahan, zigot membelah berulang kali (Bab 13). Dalam ±5 hari terbentuk bola berongga bernama blastokista. Di dalamnya ada segumpal massa sel dalam yang kelak menjadi seluruh tubuhmu. Sel-sel luarnya akan menjadi plasenta. Dari sana lahir lebih dari 200 jenis sel, masing-masing dengan "profesi" sendiri.
15.2 Tingkat "kesaktian" sel punca
| Tingkat | Bisa menjadi… | Contoh | Analogi |
|---|---|---|---|
| Totipoten | Semua sel tubuh dan plasenta | Zigot, sel embrio awal (hingga ±3 hari) | Siswa yang bisa masuk jurusan apa saja, bahkan membangun sekolahnya sendiri |
| Pluripoten | Semua sel tubuh | Massa sel dalam, sel punca embrionik, iPSC | Lulusan SMA yang boleh memilih kuliah apa saja |
| Multipoten | Beberapa sel dalam satu keluarga | Sel punca darah di sumsum tulang | Mahasiswa kedokteran: bisa jadi dokter anak, bedah, atau mata |
| Unipoten | Satu jenis sel | Sel punca otot (sel satelit), spermatogonia | Spesialis yang sudah menetap di satu bidang |
Memilih profesi = memilih bab yang dibaca
Ingat Bab 2.5: semua sel punya perpustakaan yang sama. Diferensiasi adalah proses sel memilih bab mana yang dibuka, misalnya bab aktin dan miosin untuk sel otot, dan menggembok bab lainnya lewat tanda epigenetik. Semakin matang sel, semakin banyak gembok terpasang, sehingga semakin sulit berganti profesi.
15.3 Bukit Waddington: bola yang menggelinding
Ahli biologi Conrad Waddington (1957) menggambarkan perkembangan sel seperti bola yang menggelinding dari puncak bukit. Di puncak, bola bebas ke mana saja. Semakin turun, lembah-lembah makin dalam dan pilihannya makin sedikit, sampai bola berhenti di dasar satu lembah: satu jenis sel matang.
Animasi bukit Waddington
5 langkah1/5Di puncak: pluripoten
Sel punca embrionik berada di puncak bukit. Semua bab resepnya masih bisa dibuka, jadi ia bisa menjadi sel apa saja.
2/5Mulai menggelinding
Sinyal dari sel tetangga dan dari posisinya di embrio mulai "mendorong" bola ke arah tertentu. Faktor transkripsi, para pustakawan, mulai membuka bab-bab tertentu.
3/5Masuk ke lembah
Bola memasuki satu lembah, misalnya jalur otot. Pilihannya menyempit: kini ia menjadi sel progenitor otot yang masih bisa membelah.
4/5Sampai di dasar: sel matang
Bola berhenti di dasar lembah sebagai sel otot matang. Bab-bab lain digembok dengan tanda epigenetik (metilasi DNA, modifikasi histon), sehingga sel ini tidak bisa berubah menjadi neuron.
5/5Mendorong kembali ke puncak: iPSC
Tahun 2006, Shinya Yamanaka menunjukkan bahwa menyalakan hanya 4 gen (Oct4, Sox2, Klf4, c-Myc) bisa "membuka gembok" dan mendorong sel kulit dewasa kembali menjadi pluripoten. Hasilnya disebut iPSC (induced pluripotent stem cell).
15.4 Sel punca di tubuhmu sekarang
Orang dewasa juga punya sel punca, yang bersifat multipoten atau unipoten. Mereka bersembunyi di "asrama" khusus (niche) dan bertugas mengganti sel yang hilang. Yang paling sibuk adalah sel punca darah di sumsum tulang, yang membuat ±170 miliar sel darah merah setiap hari. Klik anggota keluarganya:
Usus
Sel punca di dasar lekukan (kripta) mengganti seluruh lapisan dalam usus setiap 3–5 hari.
Kulit
Sel punca di lapisan dasar kulit terus membuat sel baru. Lapisan terluar kulitmu berganti kira-kira setiap bulan.
Otot
Sel satelit tidur di sepanjang serat otot dan bangun saat otot cedera atau dilatih.
15.5 Sel punca untuk penyembuhan
Transplantasi sumsum tulang
Mengganti sistem darah pasien leukemia, anemia aplastik, dan thalassemia mayor dengan sel punca darah dari donor yang cocok. E. Donnall Thomas meraih Nobel 1990 atas perintisnya.
Darah tali pusat & cangkok kulit
Darah tali pusat kaya sel punca darah. Sel punca kulit juga dibiakkan menjadi lembaran untuk luka bakar luas.
Sel beta untuk diabetes tipe 1
Sel punca diarahkan menjadi sel beta pembuat insulin (Bab 7), lalu dicangkokkan. Hasil uji klinis awal menjanjikan: sebagian pasien bisa mengurangi atau berhenti menyuntik insulin.
Organoid
"Mini-organ" seukuran biji kacang hijau (usus, otak, ginjal) yang ditumbuhkan dari sel punca untuk menguji obat tanpa menyakiti manusia.
Suntikan "sel punca" di klinik kecantikan atau klinik tertentu bisa menyembuhkan segala penyakit dan membuat awet muda.
Yang benar: terapi sel punca yang terbukti aman dan efektif saat ini masih terbatas, terutama transplantasi sel punca darah. Banyak "terapi sel punca" yang dijual bebas belum terbukti dan bisa berbahaya: infeksi, tumor, bahkan kebutaan. Tanyakan selalu bukti uji klinisnya dan izin dari lembaga resmi. Pembahasan lengkap tentang terapi sel punca dan eksosom, termasuk peta buktinya, ada di Bab 28.
Pluripotensi dijaga jaringan faktor transkripsi inti Oct4–Sox2–Nanog yang saling mengaktifkan dan menekan gen diferensiasi, dibantu kromatin "bivalen" (H3K4me3 + H3K27me3) di promoter gen perkembangan. John Gurdon (1962) membuktikan lewat transfer inti sel usus berudu katak ke sel telur tanpa inti bahwa informasi genetik tidak hilang saat diferensiasi. Takahashi & Yamanaka (2006 pada mencit, 2007 pada manusia) memprogram ulang fibroblas dengan faktor OSKM. Gurdon dan Yamanaka meraih Nobel 2012. Tantangan klinis iPSC antara lain risiko teratoma dari sel yang belum terdiferensiasi, kestabilan genom, dan memori epigenetik.
Kuis Bab 15
0/51. Diferensiasi sel adalah proses…
DNA-nya tetap sama. Yang berubah adalah bab resep yang dibuka dan yang digembok.
2. Sel punca yang bisa menjadi semua sel tubuh tetapi tidak bisa membentuk plasenta disebut…
Pluripoten = semua sel tubuh. Totipoten (zigot) bisa sekaligus membentuk plasenta.
3. Sel punca darah di sumsum tulang tergolong…
Ia bisa menjadi banyak jenis sel, tetapi hanya dalam satu keluarga, yaitu sel darah.
4. Apa itu iPSC?
iPSC = induced pluripotent stem cell. Yamanaka memakai 4 faktor (Oct4, Sox2, Klf4, c-Myc).
5. Terapi sel punca yang sudah terbukti dan rutin dipakai adalah…
Transplantasi sel punca darah sudah dipakai puluhan tahun. Banyak terapi lain masih dalam uji klinis.
Tentara Negara Sel
Setiap hari Negara Sel diserbu penyusup: bakteri, virus, jamur, bahkan warga sendiri yang memberontak. Untungnya, tubuhmu punya tentara berlapis lengkap dengan satpam, pasukan pemadam, intel, komandan, pabrik amunisi, dan arsip foto buronan.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membedakan pertahanan fisik, imunitas bawaan, dan imunitas adaptif;
- menjelaskan kerja sama sel dendritik, sel T helper, sel B, dan sel T sitotoksik;
- menjelaskan struktur dan fungsi antibodi, serta cara kerja vaksin;
- menjelaskan alergi, autoimun, dan imunodefisiensi sebagai kesalahan tentara.
16.1 Tiga lapis pertahanan
1. Benteng
Kulit yang rapat (desmosom, Bab 10), lendir dan silia saluran napas yang menjadi eskalator kuman, asam lambung, dan enzim lisozim di air mata. Sebagian besar penyusup sudah gagal di sini.
2. Pasukan bawaan
Bergerak dalam hitungan menit sampai jam dan menyerang semua penyusup dengan cara yang sama. Anggotanya makrofag, neutrofil, sel NK, dan sel mast. Pasukan ini juga menyalakan alarm peradangan.
3. Pasukan khusus (adaptif)
Perlu beberapa hari untuk bersiap, tetapi sangat spesifik: setiap sel mengenali satu "wajah" penyusup. Pasukan ini juga punya ingatan. Anggotanya sel T dan sel B.
16.2 Operasi penangkapan virus
Ikuti kerja sama seluruh pasukan saat virus pilek menyerbu. Perhatikan bagaimana satu foto buronan kecil bisa menggerakkan seluruh tentara.
Animasi respons imun adaptif
7 langkah1/7Penyusup masuk
Virus menembus lapisan lendir dan masuk ke sel. Ia membajak dapur ribosom dan perpustakaan sel untuk membuat ratusan salinan dirinya.
2/7Intel menangkap sampel
Sel dendritik menelan virus, mencacahnya, lalu memajang potongannya (antigen) di "papan buronan" bernama MHC, semacam KTP yang ditempeli foto penjahat.
3/7Melapor ke markas
Sel dendritik berjalan lewat saluran getah bening menuju kelenjar getah bening, markas pertemuan pasukan. Kelenjar di leher bisa bengkak saat kamu sakit karena di sinilah pasukan sedang berkumpul.
4/7Mencari yang cocok
Ada jutaan jenis sel T helper, masing-masing dengan reseptor berbeda. Hanya segelintir yang pas dengan foto buronan. Sel yang cocok diaktifkan lalu memperbanyak diri menjadi ribuan kembaran (seleksi klonal).
5/7Komandan memberi perintah
Sel T helper membangunkan sel B yang juga cocok. Sel B berubah menjadi sel plasma, pabrik yang menembakkan ribuan antibodi per detik. T helper juga mengaktifkan sel T sitotoksik.
6/7Serbuan
Antibodi menempel pada virus sehingga virus tidak bisa masuk sel lagi, lalu memberi tanda bagi makrofag untuk memakannya. Sel T sitotoksik mendatangi sel yang terinfeksi dan memerintahkannya melakukan apoptosis (Bab 9), sehingga pabrik virus ikut hancur.
7/7Arsip foto buronan
Setelah menang, sebagian besar pasukan pensiun. Tetapi sel memori T dan B tetap berjaga selama bertahun-tahun. Jika virus yang sama datang lagi, respons berikutnya jauh lebih cepat dan kuat.
16.3 Antibodi: borgol berbentuk Y
Antibodi adalah protein berbentuk huruf Y yang dimasak sel plasma lewat jalur ekspor (dapur RE → Golgi → eksositosis, Bab 5). Kedua ujung lengannya punya bentuk unik yang pas dengan satu antigen saja. Lagi-lagi prinsip kunci dan gembok (Bab 6).
ASI (air susu ibu) mengandung antibodi jenis IgA yang melapisi usus bayi. Antibodi IgG ibu bahkan bisa menembus plasenta. Karena itu bayi baru lahir sudah membawa "pinjaman tentara" dari ibunya selama beberapa bulan pertama.
16.4 Vaksin: latihan perang tanpa perang
Vaksin memperkenalkan "foto buronan" kepada tentara tanpa harus menunggu penyusup sungguhan: kuman yang dilemahkan, kuman mati, potongan kuman, atau resep potongan kuman. Tentara berlatih dan membentuk sel memori. Saat kuman asli datang, pasukan langsung menyerbu sebelum kamu jatuh sakit.
Vaksin mRNA: resep, bukan kuman
Vaksin mRNA mengirim salinan resep (Bab 3) salah satu protein virus. Ribosom kita memasaknya sebentar (Bab 4), lalu tentara belajar mengenalinya. mRNA-nya cepat terurai dan tidak masuk ke perpustakaan (inti). Katalin Karikó dan Drew Weissman meraih Nobel 2023 atas terobosan ini.
Kekebalan kelompok
Jika sebagian besar warga sudah divaksin, kuman sulit berpindah dari satu orang ke orang lain. Dengan begitu bayi yang belum cukup umur atau orang yang tidak bisa divaksin ikut terlindungi.
Antibiotik bisa menyembuhkan pilek dan flu.
Yang benar: pilek dan flu disebabkan virus. Antibiotik hanya bekerja pada bakteri, misalnya dengan menghambat ribosom bakteri (Bab 4) atau pembentukan dinding selnya. Minum antibiotik tanpa perlu justru membantu lahirnya bakteri kebal antibiotik. Untuk virus, yang bekerja adalah sistem imunmu sendiri, dibantu vaksin atau obat antivirus tertentu.
16.5 Kalau tentara keliru
| Kesalahan | Apa yang terjadi? | Contoh |
|---|---|---|
| Alergi: alarm palsu | Tentara menganggap benda tak berbahaya sebagai musuh. Antibodi IgE memicu sel mast melepaskan histamin | Alergi udang, debu, serbuk sari, asma |
| Autoimun: salah tembak | Tentara menyerang sel negaranya sendiri | Diabetes tipe 1 (Bab 7), lupus, artritis reumatoid, Graves dan miastenia gravis (Bab 6) |
| Imunodefisiensi: tentara lumpuh | Sebagian pasukan hilang atau tidak berfungsi | HIV menyerang sel T helper (CD4) sehingga terjadi AIDS; kelainan bawaan tertentu |
| Penolakan transplantasi | Tentara menolak organ donor yang "KTP"-nya (MHC) berbeda | Pencocokan donor, obat penekan imun |
MHC kelas I ada di hampir semua sel berinti dan memajang peptida dari dalam sel (dari proteasom, Bab 9) kepada sel T CD8⁺ (sitotoksik). MHC kelas II ada di sel penyaji antigen profesional (sel dendritik, makrofag, sel B) dan memajang peptida dari luar sel (jalur endosom–lisosom) kepada sel T CD4⁺ (helper). Keragaman reseptor sel T dan sel B (>10¹¹ kombinasi) lahir dari rekombinasi V(D)J oleh enzim RAG. Seleksi di timus membuang sel T yang bereaksi terhadap diri sendiri (seleksi negatif). Di pusat germinal, hipermutasi somatik dan pematangan afinitas meningkatkan kecocokan antibodi. Teori seleksi klonal dirumuskan Macfarlane Burnet (Nobel 1960).
Kuis Bab 16
0/51. Ciri khas imunitas adaptif dibanding imunitas bawaan adalah…
Sel T dan sel B mengenali satu "wajah" penyusup dan mengingatnya. Imunitas bawaan lebih cepat, tetapi umum dan tanpa memori.
2. Tugas sel dendritik dalam respons imun adalah…
Sel dendritik adalah intel. Ia menangkap sampel penyusup dan melaporkannya ke markas.
3. Sel yang menghasilkan antibodi dalam jumlah besar adalah…
Sel B yang diaktifkan T helper berubah menjadi sel plasma, pabrik antibodi.
4. Vaksin bekerja dengan cara…
Vaksin adalah latihan perang. Sel memori membuat respons terhadap kuman asli jauh lebih cepat dan kuat.
5. Diabetes tipe 1 termasuk penyakit autoimun karena…
Tentara salah tembak menghancurkan sel beta pembuat insulin, sehingga surat insulin tidak pernah dikirim (Bab 7).
Terluka, Gugur, lalu Pulih
Negara Sel tidak selalu damai. Ada bencana kekurangan oksigen, racun, kuman, panas, dan benturan. Sebagian sel bertahan dengan beradaptasi, sebagian gugur, dan tim tanggap darurat bergegas memperbaiki kerusakan. Bab ini melengkapi Bab 9: bukan hanya cara sel dibersihkan, tetapi juga cara negara membangun kembali.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menyebutkan penyebab cedera sel dan bentuk-bentuk adaptasi sel;
- membedakan cedera reversibel dan ireversibel, serta apoptosis dan nekrosis;
- menjelaskan perbaikan tingkat sel (DNA, protein) dan tingkat jaringan (regenerasi dan parut);
- menjelaskan tahapan penyembuhan luka dan faktor yang menghambatnya, termasuk diabetes.
17.1 Bencana di Negara Sel
Sel bisa cedera karena banyak hal. Penyebab yang paling sering adalah kekurangan oksigen, misalnya saat pembuluh darah tersumbat pada serangan jantung atau stroke.
17.2 Beradaptasi dulu sebelum menyerah
Menghadapi tekanan, sel tidak langsung mati. Ia melewati tahapan respons seperti rakyat yang menghadapi krisis:
- NormalSel bekerja seimbang
- AdaptasiMengubah ukuran, jumlah, atau jenis untuk bertahan
- Cedera reversibelRusak tetapi masih bisa pulih bila tekanan hilang
- Cedera ireversibelMelewati titik tanpa jalan kembali
- Mati lalu digantiApoptosis atau nekrosis, kemudian regenerasi atau parut
Hipertrofi
Sel membesar. Contohnya otot atlet (Bab 23) dan otot jantung penderita tekanan darah tinggi yang harus memompa lebih keras.
Hiperplasia
Jumlah sel bertambah. Contohnya dinding rahim yang menebal setiap siklus haid, atau hati yang tumbuh kembali setelah sebagian diangkat.
Atrofi
Sel mengecil karena jarang dipakai atau kurang gizi, misalnya otot di dalam gips.
Metaplasia
Sel berganti jenis menjadi sel yang lebih tahan. Pada perokok, lapisan bersilia di saluran napas berubah menjadi lapisan pipih tebal. Lebih kuat, tetapi silia pembersihnya hilang (Bab 10).
17.3 Detik-detik saat oksigen terputus
Mari ikuti satu sel otot jantung ketika pembuluh koroner yang memberinya makan tiba-tiba tersumbat. Inilah yang terjadi pada serangan jantung.
Animasi cedera sel akibat iskemia
6 langkah1/6Normal
Darah membawa oksigen. Mitokondria (PLN) membakar bahan bakar dan mencetak ATP (Bab 8). Sel otot jantung memakai ATP dalam jumlah sangat besar untuk berdenyut.
2/6Pembuluh tersumbat
Plak lemak di dinding pembuluh pecah, dan gumpalan darah menyumbat aliran. Tanpa oksigen, rantai transpor elektron berhenti dan produksi ATP anjlok dalam hitungan menit.
3/6Sel membengkak
Pompa Na⁺/K⁺ butuh ATP (Bab 10). Saat pompa macet, Na⁺ menumpuk di dalam sel dan air ikut masuk lewat osmosis, sehingga sel membengkak. Tahap ini masih reversibel.
4/6Asam menumpuk
Sel beralih ke glikolisis anaerob sehingga asam laktat menumpuk dan pH turun. Inti mulai menggumpal. Pada otot jantung, setelah sekitar 20–30 menit iskemia berat, sebagian sel mulai melewati titik tanpa jalan kembali.
5/6Bila cepat ditolong
Jika sumbatan segera dibuka dengan obat penghancur gumpalan atau kateter di rumah sakit, oksigen kembali, dan sel yang baru cedera reversibel pulih. Karena itu serangan jantung harus secepatnya dibawa ke rumah sakit: waktu adalah otot.
6/6Bila terlambat: nekrosis
Membran sel robek, Ca²⁺ membanjir masuk, dan enzim lisosom bocor mencerna sel dari dalam. Isi sel, termasuk protein troponin, bocor ke darah. Laboratorium mengukur troponin dengan imunoasai berbasis antibodi (Bab 25) untuk memastikan serangan jantung. Sel mati memicu peradangan, lalu diganti jaringan parut.
17.4 Dua cara gugur: apoptosis vs nekrosis
Di Bab 9 kamu sudah berkenalan dengan apoptosis, pensiun yang terhormat. Kini bandingkan dengan nekrosis, kematian akibat bencana.
| Ciri | Apoptosis | Nekrosis |
|---|---|---|
| Pemicu | Program dari dalam: DNA rusak, sel tua, sel terinfeksi, atau perintah sel T | Cedera berat dari luar: iskemia, racun, luka bakar |
| Ukuran sel | Mengecil | Membengkak |
| Membran | Utuh, menggelembung menjadi paket | Robek |
| Inti | Memadat lalu terpotong rapi | Memadat, pecah, lalu larut |
| Butuh ATP? | Ya, karena aktif dijalankan | Tidak, sel "kehabisan tenaga" |
| Peradangan | Tidak ada | Ada, sering luas |
| Contoh | Selaput antarjari janin hilang (Bab 13), sel usus tua, sel kanker yang dibunuh sel T | Serangan jantung, stroke, luka bakar, kaki diabetik yang membusuk (gangren) |
Animasi mesin apoptosis
5 langkah1/5Dua jalan menuju pensiun
Jalur dalam: sel sendiri mendeteksi masalah, misalnya DNA rusak berat yang dilaporkan protein p53 (Bab 14). Jalur luar: sel T sitotoksik (Bab 16) menempelkan "surat kematian" pada reseptor Fas di permukaan sel.
2/5PLN membuka pintu darurat
Pada jalur dalam, protein keluarga Bcl-2, penjaga pintu mitokondria, kalah suara. Membran luar mitokondria bocor dan melepaskan sitokrom c ke sitoplasma. Protein rantai transpor elektron ini kini menjadi pembawa pesan kematian.
3/5Kaspase, sang algojo
Sitokrom c membentuk mesin bernama apoptosom yang menyalakan enzim kaspase. Satu kaspase mengaktifkan kaspase berikutnya seperti deretan domino, lalu memotong ratusan protein sel dan menyalakan enzim pemotong DNA.
4/5Pembongkaran rapi
Sel mengecil, inti memadat dan terpotong, lalu sel menggelembung dan terpecah menjadi badan apoptotik yang masing-masing masih terbungkus membran.
5/5Bendera "makan aku"
Fosfolipid bernama fosfatidilserin, yang biasanya menghadap ke dalam (Bab 10), dipindahkan ke sisi luar membran seperti bendera. Makrofag mengenalinya dan menelan paket-paket itu tanpa memicu peradangan.
17.5 Bengkel di dalam sel
Sebelum memutuskan pensiun, sel berusaha memperbaiki dirinya. Negara Sel punya tiga tim servis:
Tukang tambal resep
Setiap hari DNA di setiap sel mengalami ribuan kerusakan kecil akibat sinar UV, zat kimia, dan kesalahan penyalinan. Enzim perbaikan DNA memotong huruf yang salah lalu menambalnya dengan membaca untai pasangannya (Bab 2). Jika kerusakan terlalu parah, p53 memerintahkan apoptosis. Tim tambal resep ini dibahas lengkap di Bab 37.
Asisten koki penyelamat
Saat sel kepanasan atau stres, sel membuat lebih banyak protein kejut panas (heat shock protein), sejenis pendamping (Bab 4) yang melipat ulang protein yang kusut. Protein yang tidak tertolong dikirim ke proteasom (Bab 9).
Daur ulang darurat
Autofagi (Bab 9) membungkus organela rusak, misalnya mitokondria yang bocor, lalu mendaur ulangnya menjadi bahan baku. Saat sel kelaparan, autofagi juga menyediakan bahan bakar cadangan.
Perbaikan, pensiun, atau pemberontakan
Setiap sel yang rusak menghadapi tiga pilihan. Jika bisa, ia memperbaiki diri. Jika tidak bisa, ia pensiun dengan hormat (apoptosis). Bahaya muncul bila kedua pilihan itu gagal: sel dengan resep rusak terus bekerja dan membelah. Itulah jalan menuju pemberontakan, yaitu kanker (Bab 14).
17.6 Membangun kembali: regenerasi atau parut
Setelah sel mati, jaringan diperbaiki dengan salah satu dari dua cara. Regenerasi mengganti sel yang hilang dengan sel sejenis sehingga fungsinya pulih sempurna. Pembentukan parut (fibrosis) menambal lubang dengan jaringan ikat kolagen. Lubang tertutup, tetapi fungsi aslinya hilang. Cara mana yang dipakai bergantung pada kemampuan sel di jaringan itu untuk membelah:
Sel labil: selalu membelah
Kulit, lapisan usus, dan sumsum tulang. Terus diganti oleh sel punca (Bab 15), sehingga regenerasinya cepat.
Sel stabil: membelah bila perlu
Hati dan ginjal. Biasanya beristirahat di fase G₀ (Bab 11), tetapi bisa membelah lagi saat ada kerusakan. Hati bahkan bisa tumbuh kembali setelah sebagian diangkat.
Sel permanen: hampir tidak membelah
Neuron (Bab 22) dan sel otot jantung. Sel yang mati hampir tidak bisa diganti, sehingga ditambal parut. Itulah sebabnya stroke dan serangan jantung meninggalkan kerusakan permanen.
Cicak yang ekornya putus bisa menumbuhkan ekor baru dalam beberapa minggu. Ekor barunya tidak persis sama, karena tulang belakangnya diganti batang tulang rawan. Manusia tidak bisa menumbuhkan kembali tangan, tetapi ujung jari anak kecil yang terpotong di bagian paling ujung kadang bisa tumbuh kembali. Para ilmuwan mempelajari hewan-hewan ini untuk memahami rahasia regenerasi.
17.7 Tim tanggap darurat: penyembuhan luka
Kulit adalah jaringan labil, jadi luka kecil biasanya sembuh dengan baik. Penyembuhan luka berlangsung dalam empat fase yang saling tumpang-tindih.
Animasi penyembuhan luka kulit
5 langkah1/5Luka
Kulit robek, pembuluh darah kecil putus, dan kuman dari luar mendapat jalan masuk.
2/5Hemostasis: menambal kebocoran
Dalam hitungan menit, pembuluh menyempit dan keping darah (trombosit) menggumpal di lubang. Protein fibrin membentuk jaring yang memperkuat sumbat, seperti karung pasir di tanggul jebol. Sumbat ini mengering menjadi keropeng.
3/5Inflamasi: membersihkan puing
Neutrofil lalu makrofag datang memakan kuman dan sel mati (Bab 16). Pembuluh melebar sehingga luka tampak merah, hangat, bengkak, dan nyeri. Makrofag juga mengirim surat sinyal pertumbuhan yang memanggil tim bangunan.
4/5Proliferasi: membangun ulang
Fibroblas memasang kolagen. Pembuluh darah baru tumbuh (angiogenesis) sehingga terbentuk jaringan granulasi yang merah dan bergranul. Sel kulit dari tepi luka merayap di bawah keropeng sampai lubang tertutup, dan tepi luka ditarik mendekat.
5/5Remodeling: merapikan
Selama berbulan-bulan, kolagen dirombak dan ditata ulang, sehingga parut menjadi lebih pucat dan lebih kuat. Namun parut hanya mencapai sekitar 80% kekuatan kulit asli, dan tidak punya rambut maupun kelenjar keringat.
17.8 Klinik luka maya
Pilih jenis luka dan keadaan pasien, lalu lihat bagaimana setiap faktor memperpanjang fase penyembuhan.
Model sederhana untuk belajar, bukan alat medis. Luka yang dalam, kotor, bernanah, atau terjadi pada penderita diabetes perlu diperiksa tenaga kesehatan.
17.9 Ketika perbaikan gagal atau kebablasan
| Masalah | Apa yang terjadi? | Hubungan dengan bab lain |
|---|---|---|
| Luka kaki diabetik | Gula darah tinggi merusak pembuluh kecil dan saraf, dan melemahkan neutrofil. Luka tidak terasa, lambat sembuh, mudah terinfeksi, dan bisa berlanjut menjadi gangren | Diabetes (Bab 7), neuropati (Bab 22) |
| Keloid | Fibroblas terlalu rajin sehingga parut tumbuh melewati batas luka, menonjol, dan gatal. Lebih sering pada orang tertentu dan ada kecenderungan keturunan | Perbaikan yang kebablasan |
| Sirosis hati | Cedera menahun akibat hepatitis B atau C, atau alkohol, membuat hati terus menambal diri dengan parut, sampai strukturnya rusak | Virus (Bab 19) |
| Parut setelah serangan jantung | Otot jantung yang mati diganti jaringan parut yang tidak bisa berkontraksi, sehingga pompa jantung melemah | Otot jantung (Bab 23), sel punca (Bab 15) |
Luka sebaiknya dibiarkan terbuka dan kering supaya cepat sembuh.
Yang benar: luka kecil sembuh lebih baik bila bersih dan sedikit lembap. Bilas luka dengan air mengalir, lalu tutup dengan plester atau kasa bersih. Di lingkungan lembap, sel kulit lebih mudah merayap menutup luka dan parutnya lebih kecil. Segera cari pertolongan bila luka dalam atau kotor, ada tanda infeksi (nanah, makin merah dan nyeri, demam), atau luka terjadi pada penderita diabetes.
Komite Nomenklatur Kematian Sel membedakan banyak jenis kematian terprogram selain apoptosis. Nekroptosis adalah nekrosis terprogram lewat RIPK1–RIPK3 yang mengaktifkan MLKL untuk melubangi membran. Piroptosis terjadi lewat inflamasom dan kaspase-1, yang memotong gasdermin D sehingga membentuk pori dan melepas IL-1β. Ferroptosis bergantung pada zat besi dan peroksidasi lipid, dan dicegah oleh GPX4. Pada apoptosis, jalur intrinsik diatur keseimbangan protein pro- dan antiapoptosis keluarga Bcl-2 (BAX/BAK vs Bcl-2/Bcl-xL) melalui permeabilisasi membran luar mitokondria, sitokrom c, Apaf-1, dan kaspase-9. Jalur ekstrinsik berjalan lewat Fas/TNFR, FADD, dan kaspase-8, dan keduanya bertemu di kaspase eksekutor 3/7. Pada luka, makrofag beralih dari fenotipe proinflamasi ke fenotipe prorepair. TGF-β mendorong fibroblas menjadi miofibroblas yang menarik tepi luka, dan kolagen tipe III di jaringan granulasi berangsur diganti kolagen tipe I. Hiperglikemia mengganggu kemotaksis neutrofil dan angiogenesis, serta membentuk produk glikasi lanjut (AGE), sehingga memperlambat penyembuhan.
Kuis Bab 17
0/51. Perubahan jenis sel saluran napas perokok dari sel bersilia menjadi sel pipih yang tebal disebut…
Metaplasia adalah adaptasi berupa pergantian jenis sel menjadi sel yang lebih tahan, walau fungsi pembersihnya hilang.
2. Mengapa sel yang kekurangan oksigen membengkak?
Tanpa ATP, pompa Na⁺/K⁺ berhenti. Na⁺ menumpuk di dalam sel dan air mengikuti lewat osmosis.
3. Ciri yang membedakan apoptosis dari nekrosis adalah…
Apoptosis adalah pembongkaran terencana tanpa peradangan. Tiga pilihan lain adalah ciri nekrosis.
4. Setelah serangan jantung, otot jantung yang mati diganti jaringan parut karena…
Sel permanen seperti otot jantung dan neuron hampir tidak bisa diganti, sehingga lubangnya ditambal parut.
5. Urutan fase penyembuhan luka yang benar adalah…
Tambal kebocoran dulu, bersihkan puing, bangun ulang, lalu rapikan.
Desa Tanpa Perpustakaan
Kalau sel tubuhmu ibarat negara dengan gedung-gedung megah, bakteri adalah desa mungil yang sangat efisien: tanpa gedung perpustakaan, tanpa PLN terpisah, tetapi bisa berlipat ganda setiap 20 menit. Sebagian menjadi sahabat terbaik manusia, sebagian lagi musuh yang berbahaya.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membedakan sel prokariota (bakteri) dan eukariota;
- menyebutkan bagian-bagian sel bakteri dan fungsinya, termasuk perbedaan Gram positif dan negatif;
- menjelaskan pembelahan biner dan pertumbuhan bakteri yang sangat cepat;
- memberi contoh bakteri yang bermanfaat dan merugikan, serta menjelaskan cara kerja antibiotik dan resistensinya.
18.1 Prokariota: kehidupan tanpa inti
Bakteri adalah prokariota (pro = sebelum, karyon = inti): selnya tidak punya inti bermembran dan tidak punya organela bermembran. Ukurannya ±1–5 µm, kira-kira sepersepuluh sel tubuhmu. Meski sederhana, bakteri adalah makhluk paling berhasil di Bumi. Mereka sudah ada sejak ±3,5 miliar tahun lalu dan hidup di mana-mana: tanah, laut, sumber air panas, sampai usus manusia.
| Bakteri (prokariota) | Sel manusia (eukariota) | |
|---|---|---|
| Inti sel | Tidak ada; DNA di nukleoid | Ada, bermembran ganda |
| DNA | Satu kromosom melingkar + plasmid | 46 kromosom lurus |
| Ribosom | 70S (lebih kecil) | 80S |
| Organela bermembran | Tidak ada (tanpa mitokondria, RE, Golgi) | Ada |
| Dinding sel | Ada, dari peptidoglikan | Tidak ada |
| Ukuran | ±1–5 µm | ±10–30 µm |
| Berkembang biak | Pembelahan biner, bisa tiap ±20 menit | Mitosis, ±24 jam |
Di tubuhmu ada sekitar 38 triliun bakteri, kira-kira sama banyaknya dengan jumlah sel tubuhmu sendiri (±30 triliun). Sebagian besar tinggal di usus besar, dan beratnya hanya ±0,2 kg karena bakteri jauh lebih kecil dari sel manusia.
18.2 Peta desa bakteri
Ketuk bagian-bagian sel bakteri untuk mengenal tugasnya:
18.3 Gram positif dan Gram negatif
Tahun 1884, Hans Christian Gram menemukan pewarnaan yang membagi bakteri menjadi dua kelompok besar berdasarkan dindingnya. Hasilnya penting bagi dokter untuk memilih antibiotik.
Gram positif: ungu
Dinding peptidoglikan tebal menahan zat warna ungu kristal. Contohnya Staphylococcus, Streptococcus, dan Lactobacillus (bakteri yoghurt).
Gram negatif: merah muda
Dinding peptidoglikan tipis yang dibungkus membran luar. Warna ungu luntur, lalu terlihat merah muda oleh pewarna kedua. Contohnya E. coli, Salmonella, dan penyebab kolera. Membran luarnya menghalangi banyak antibiotik.
18.4 Satu menjadi dua, dua menjadi empat
Bakteri berkembang biak dengan pembelahan biner: DNA melingkar disalin, sel memanjang, lalu sekat tumbuh di tengah. Tanpa mitosis yang rumit! Dalam kondisi ideal, E. coli membelah setiap ±20 menit. Karena jumlahnya berlipat ganda, pertumbuhannya eksponensial. Coba hitung sendiri:
Di alam, pertumbuhan melambat karena makanan habis dan sampah menumpuk. Sistem imunmu juga terus membasmi mereka.
Bakteri penyebab TBC justru sangat lambat, membelah hanya setiap ±15–20 jam. Karena itu pengobatan TBC umumnya memakan waktu 6 bulan atau lebih, dan obat harus diminum setiap hari tanpa terputus.
18.5 Bakteri kawan
Penghuni usus
Triliunan bakteri usus mencerna serat yang tidak bisa kita cerna, membuat vitamin K, melatih sistem imun, dan menempati tempat supaya kuman jahat tidak kebagian.
Juru masak fermentasi
Bakteri asam laktat mengubah gula menjadi asam laktat (fermentasi, Bab 8) sehingga makanan awet dan lezat: tempoyak dari durian, dadih susu kerbau Minangkabau, yoghurt, dan terasi.
Pupuk alami
Bakteri Rhizobium di bintil akar kacang tanah dan kedelai mengikat nitrogen dari udara menjadi pupuk bagi tanaman.
Pabrik obat
Bakteri yang disisipi gen manusia lewat plasmid menjadi pabrik insulin (Bab 24) dan hormon pertumbuhan. Dengan cara serupa, ragi dipakai untuk membuat vaksin hepatitis B.
18.6 Bakteri lawan
| Penyakit | Bakteri | Cara menyerang |
|---|---|---|
| Tuberkulosis (TBC) | Mycobacterium tuberculosis | Bersembunyi di dalam makrofag paru. Indonesia punya kasus TBC terbanyak kedua di dunia (±1 juta per tahun, WHO) |
| Demam tifoid | Salmonella Typhi | Masuk lewat makanan dan minuman tercemar, lalu menyebar dari usus ke darah |
| Kolera | Vibrio cholerae | Toksinnya mengunci protein G "menyala" di sel usus, sehingga terjadi diare hebat (Bab 6) |
| Tetanus | Clostridium tetani | Sporanya di tanah masuk lewat luka; toksinnya membuat otot kejang |
| Difteri | Corynebacterium diphtheriae | Toksinnya menghentikan ribosom sel manusia (Bab 4). Dicegah vaksin DPT |
18.7 Antibiotik dan bakteri yang kebal
Antibiotik bekerja dengan menyerang bagian yang hanya dimiliki bakteri: dinding peptidoglikan (penisilin, ditemukan Alexander Fleming pada 1928), ribosom 70S (tetrasiklin), atau enzim penyalin DNA khusus bakteri. Masalahnya, bakteri berkembang biak sangat cepat, sehingga mutasi langka yang membuatnya kebal bisa cepat menyebar.
Bagaimana bakteri menjadi kebal?
6 langkah1/6Di antara jutaan, ada yang berbeda
Dalam koloni bakteri, sesekali muncul mutasi acak yang membuat satu-dua bakteri kebal. Misalnya enzimnya bisa menghancurkan antibiotik, atau pompanya bisa membuang obat keluar. Mutasi ini terjadi sebelum ada antibiotik.
2/6Antibiotik diminum
Antibiotik membunuh bakteri yang peka. Pasien mulai merasa sembuh. Tetapi bakteri yang kebal tidak ikut mati.
3/6Obat dihentikan terlalu cepat
Karena merasa sudah sehat, obat tidak dihabiskan. Bakteri yang tersisa, termasuk yang kebal, kini punya ruang dan makanan berlimpah tanpa pesaing.
4/6Yang kebal berkuasa
Setiap 20 menit jumlahnya berlipat. Dalam waktu singkat, sebagian besar koloni adalah keturunan bakteri kebal. Inilah seleksi alam yang terjadi di depan mata.
5/6Membagikan "buku saku"
Gen kebal sering tersimpan di plasmid yang bisa dioper ke bakteri lain, bahkan ke jenis yang berbeda, lewat pilus seks (konjugasi). Kekebalan menyebar dengan cepat.
6/6Superbug
Bakteri kebal terhadap banyak antibiotik sekaligus. Infeksi yang dulu mudah diobati kini bisa mematikan. Pada 2019, resistensi antimikroba langsung menyebabkan ±1,27 juta kematian di seluruh dunia.
Kalau sering minum antibiotik, tubuh kita yang menjadi kebal terhadap antibiotik.
Yang benar: yang menjadi kebal adalah bakterinya, bukan tubuhmu. Bakteri kebal ini bisa menular ke orang lain. Karena itu: minum antibiotik hanya dengan resep dokter, sesuai dosis sampai habis, jangan untuk pilek atau flu karena virus (Bab 16), dan jangan membagi sisa obat.
Bakteri memakai quorum sensing: setiap sel melepaskan molekul sinyal kecil (autoinduser), dan saat kepadatan populasi tinggi kadarnya melewati ambang lalu menyalakan gen bersama, misalnya pembentukan biofilm atau toksin. Ini komunikasi sel ala Bab 6. Bakteri juga memiliki sistem imun adaptif CRISPR–Cas yang menyimpan potongan DNA virus (bakteriofag) sebagai "foto buronan" untuk memotong virus yang sama di kemudian hari. Emmanuelle Charpentier dan Jennifer Doudna mengubahnya menjadi alat penyunting gen (Nobel Kimia 2020). Antibiotik β-laktam mengikat PBP (transpeptidase) sehingga ikatan silang peptidoglikan gagal. Resistensi terjadi lewat β-laktamase, PBP yang berubah (MRSA: PBP2a), pompa efluks, atau porin yang berkurang.
Kuis Bab 18
0/51. Ciri utama sel bakteri (prokariota) adalah…
Bakteri tidak punya "gedung perpustakaan". DNA melingkarnya berada di daerah nukleoid. Bakteri tetap punya ribosom (70S).
2. Mengapa penisilin bisa membunuh bakteri tanpa merusak sel manusia?
Antibiotik yang baik menyerang bagian khas bakteri: dinding peptidoglikan, ribosom 70S, atau enzim khusus bakteri.
3. Jika satu bakteri membelah setiap 20 menit, berapa jumlahnya setelah 2 jam (tanpa hambatan)?
2 jam = 120 menit = 6 kali membelah. 2⁶ = 64 bakteri. Coba di kalkulator!
4. Bakteri menjadi kebal antibiotik terutama karena…
Antibiotik tidak "membuat" bakteri kebal. Ia menyeleksi bakteri yang sudah kebal akibat mutasi, sehingga yang kebal mendominasi.
5. Contoh peran bakteri yang menguntungkan adalah…
Bakteri asam laktat membuat makanan fermentasi, dan Rhizobium menjadi pupuk alami bagi tanaman kacang-kacangan.
Penyusup Pembawa Flashdisk
Virus bukan negara, bukan desa, bahkan bukan sel. Ia hanyalah "flashdisk" berisi resep berbahaya yang dibungkus casing protein. Sendirian ia diam tak berdaya. Begitu dicolokkan ke sel, ia membajak seluruh perpustakaan dan dapur untuk mencetak jutaan salinan dirinya.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan mengapa virus bukan sel dan membandingkannya dengan bakteri;
- menyebutkan struktur virus: genom, kapsid, amplop, dan protein paku;
- mengurutkan siklus hidup virus di dalam sel inang;
- menjelaskan retrovirus, bakteriofag, dan cara mencegah penyakit virus.
19.1 Virus: bukan sel, bukan negara
Semua makhluk di bab-bab sebelumnya, dari sel tubuhmu sampai bakteri, punya ribosom, membuat ATP sendiri, dan bisa membelah. Virus tidak punya satu pun. Virus hanyalah materi genetik (DNA atau RNA) yang dibungkus protein. Ia tidak makan, tidak bernapas, dan tidak tumbuh. Virus baru "hidup" setelah masuk ke sel inang dan membajak mesin-mesinnya. Karena itu virus disebut parasit intraseluler obligat.
| Virus | Bakteri | |
|---|---|---|
| Berupa sel? | Bukan | Ya, sel prokariota |
| Ukuran | ±20–300 nm | ±1–5 µm (±10–100× lebih besar) |
| Materi genetik | DNA atau RNA | DNA |
| Ribosom & ATP sendiri | Tidak ada | Ada |
| Memperbanyak diri | Hanya di dalam sel inang | Sendiri, lewat pembelahan biner |
| Obat | Antivirus tertentu, vaksin | Antibiotik, vaksin |
| Contoh penyakit | Demam berdarah, flu, campak, COVID-19 | TBC, tifoid, kolera |
Apakah virus makhluk hidup? Para ilmuwan masih berdebat. Virus punya gen, bisa berevolusi, dan bisa berkembang biak, tetapi hanya dengan meminjam sel lain. Di luar sel, virus hanyalah partikel diam, bahkan bisa dikristalkan seperti garam. Banyak ahli menyebutnya berada "di perbatasan kehidupan".
19.2 Seberapa kecil?
19.3 Bagian-bagian flashdisk
Virus beramplop
Genom (ungu) di dalam kapsid protein (hijau), dibungkus amplop lemak (kuning) yang "dicuri" dari membran sel inang, dan dihiasi protein paku (merah muda) sebagai kunci. Contoh: influenza, corona, dengue, HIV.
Virus telanjang
Hanya kapsid tanpa amplop, sering berbentuk bola bersegi 20 (ikosahedral). Lebih tahan sabun dan kering. Contoh: virus polio, norovirus (diare), adenovirus, HPV.
Virus batang
Kapsid tersusun spiral seperti tangga putar. Contoh terkenal adalah virus mosaik tembakau, virus pertama yang ditemukan (1892–1898), penyebab daun belang pada tanaman.
Bakteriofag
Virus pemangsa bakteri, berbentuk seperti pendarat bulan: kepala berisi DNA, ekor, dan kaki. Ia "menyuntikkan" DNA-nya ke dalam bakteri.
19.4 Siklus pembajakan sel
Ikuti virus beramplop, misalnya virus corona penyebab COVID-19 atau virus dengue, saat menyerbu sebuah sel.
Animasi siklus hidup virus
6 langkah1/6Menempel
Protein paku virus mencari "kotak surat" yang pas di membran sel, persis prinsip kunci–gembok di Bab 6. Paku virus corona COVID-19 menempel pada reseptor ACE2. HIV menempel pada CD4 di sel T helper. Karena itu setiap virus hanya menyerang jenis sel tertentu.
2/6Masuk
Sel "tertipu" dan menelan virus lewat endositosis (Bab 5.6), atau amplop virus melebur langsung dengan membran sel.
3/6Membongkar bungkus
Kapsid dibongkar dan genom virus (di sini RNA) dilepaskan ke sitoplasma. Flashdisk sudah tercolok!
4/6Membajak dapur dan perpustakaan
Ribosom sel dipaksa memasak protein virus (Bab 4). Enzim polimerase milik virus menyalin genomnya berkali-kali. Virus DNA tertentu bahkan masuk ke inti dan memakai RNA polimerase sel (Bab 3). Pekerjaan normal sel terbengkalai.
5/6Merakit salinan
Genom baru dan protein kapsid baru dirakit menjadi ratusan partikel virus. Protein paku dikirim lewat jalur RE–Golgi ke membran (Bab 5), sehingga sel bahkan ikut membuatkan "amplop" untuk virus.
6/6Keluar dan menyerbu
Virus beramplop keluar dengan cara menguncup (budding), membawa sepotong membran sel sebagai amplop. Virus lain meledakkan sel (lisis). Ratusan sampai ribuan virus baru menyerbu sel tetangga, sampai sistem imun (Bab 16) menghentikannya.
Mencuci tangan dengan sabun sangat ampuh melawan virus beramplop seperti flu dan corona. Amplop virus terbuat dari lapisan lemak yang sama dengan membran sel (Bab 10), dan sabun melarutkan lemak itu sehingga virus hancur. Cuci tangan minimal 20 detik!
19.5 Retrovirus: menyelipkan halaman palsu ke buku asli
HIV, penyebab AIDS, adalah retrovirus. Genomnya RNA, tetapi ia membawa enzim transkriptase balik yang menyalin RNA menjadi DNA, arah kebalikan dari transkripsi biasa (Bab 3). DNA itu lalu diselipkan ke dalam kromosom sel oleh enzim integrase, seperti halaman palsu yang dijahit ke buku asli di perpustakaan. Sejak itu, setiap kali sel membaca bab tersebut, ia ikut mencetak virus.
19.6 Bakteriofag: musuh bakteri
Virus juga menyerang bakteri. Bakteriofag ("pemakan bakteri") mendarat di dinding bakteri, menyuntikkan DNA-nya, lalu memaksa bakteri membuat ratusan fag baru sampai bakteri itu pecah. Diperkirakan ada ±10³¹ bakteriofag di Bumi, makhluk paling banyak di planet ini. Karena bisa membunuh bakteri kebal antibiotik (Bab 18), dokter kini mencoba memakai terapi fag untuk infeksi yang tidak mempan diobati.
19.7 Virus di sekitar kita
| Penyakit | Menular lewat | Pencegahan |
|---|---|---|
| Demam berdarah dengue | Gigitan nyamuk Aedes aegypti | 3M Plus: menguras dan menutup tempat air, mendaur ulang barang bekas, serta mencegah gigitan |
| Influenza & COVID-19 | Percikan dan udara dari saluran napas | Vaksin, masker saat sakit, cuci tangan pakai sabun, ventilasi |
| Campak | Udara; salah satu penyakit paling menular | Vaksin campak-rubela (MR) |
| Hepatitis B | Darah, hubungan seksual, ibu ke bayi | Vaksin hepatitis B sejak bayi baru lahir |
| Infeksi HPV | Kontak seksual | Vaksin HPV untuk anak sekolah (mencegah kanker serviks, Bab 14) |
| Rabies | Gigitan anjing, kucing, atau kera yang terinfeksi | Segera cuci luka dengan sabun 15 menit dan dapatkan vaksin anti-rabies. Setelah muncul gejala, rabies hampir selalu fatal |
Tim peneliti Indonesia yang dipimpin Adi Utarini (UGM) melepaskan nyamuk Aedes aegypti yang membawa bakteri Wolbachia di Yogyakarta. Bakteri ini menghambat virus dengue berkembang biak di dalam nyamuk. Hasilnya, kasus demam berdarah turun 77% dan rawat inap turun 86% (New England Journal of Medicine, 2021). Contoh indah bagaimana bakteri, virus, dan sains saling berkaitan!
Virus adalah bakteri yang sangat kecil, jadi bisa dibasmi antibiotik.
Yang benar: virus bukan sel dan tidak punya dinding peptidoglikan maupun ribosom, dua sasaran utama antibiotik (Bab 18). Antibiotik sama sekali tidak mempan terhadap virus. Senjatanya adalah sistem imun, vaksin (Bab 16), dan beberapa obat antivirus khusus.
19.8 Mengapa virus cepat berubah?
DNA polimerase manusia punya "korektor" yang sangat teliti (Bab 11). Banyak virus RNA, misalnya influenza, menyalin genomnya dengan enzim tanpa korektor, sehingga sering salah ketik. Dengan jutaan salinan dalam satu tubuh, sebagian salah ketik menghasilkan protein paku yang sedikit berbeda, yaitu varian baru. Varian itu mungkin tidak dikenali antibodi lama. Karena itu vaksin flu diperbarui setiap tahun.
David Baltimore mengelompokkan virus menjadi tujuh kelas berdasarkan jalur menuju mRNA: (I) dsDNA, (II) ssDNA, (III) dsRNA, (IV) ssRNA(+) yang langsung berfungsi sebagai mRNA, misalnya corona dan dengue, (V) ssRNA(−) yang harus disalin dulu oleh RdRp bawaan, misalnya influenza dan rabies, (VI) retrovirus ssRNA-RT seperti HIV, dan (VII) dsDNA-RT seperti hepatitis B. Transkripsi balik (Temin & Baltimore, Nobel 1975) dan replikasi RNA→RNA adalah "pengecualian" dogma sentral DNA→RNA→protein. Tropisme virus ditentukan terutama oleh reseptor dan faktor inang. Sel yang terinfeksi melawan balik lewat interferon tipe I yang menyalakan ratusan gen antivirus.
Kuis Bab 19
0/51. Mengapa virus tidak dapat memperbanyak diri di luar sel?
Virus hanya membawa genom dan bungkus protein. Untuk membuat protein dan salinan dirinya, virus harus membajak ribosom dan energi sel inang.
2. Mengapa virus dengue menyerang jenis sel tertentu saja?
Tropisme virus terutama ditentukan kecocokan protein permukaannya dengan reseptor sel inang (Bab 6).
3. Enzim khas retrovirus seperti HIV yang menyalin RNA menjadi DNA disebut…
Transkriptase balik bekerja "terbalik" dari transkripsi. DNA virus lalu diselipkan integrase ke kromosom sel.
4. Mengapa mencuci tangan dengan sabun efektif melawan virus beramplop?
Amplop virus adalah lapisan lemak seperti membran sel. Sabun melarutkannya sehingga virus rusak dan tidak bisa menempel.
5. Bakteriofag adalah…
"Fag" berarti pemakan. Bakteriofag adalah virus yang menyuntikkan DNA ke bakteri dan memperbanyak diri di dalamnya.
Negara Berbenteng
Sel tumbuhan adalah saudara dekat sel hewan. Keduanya punya perpustakaan, PLN, dapur, dan kantor ekspedisi yang sama. Tetapi negara tumbuhan dibangun untuk hidup tanpa berpindah tempat: dikelilingi benteng, punya waduk raksasa, dan memasang panel surya sendiri.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menyebutkan persamaan sel tumbuhan dan sel hewan;
- menjelaskan fungsi dinding sel, vakuola sentral, dan plastida;
- menjelaskan turgor dan plasmolisis serta contohnya sehari-hari;
- membandingkan sel hewan, tumbuhan, jamur, dan bakteri.
20.1 Satu keluarga eukariota
Sel tumbuhan dan sel hewan sama-sama eukariota. Keduanya punya nukleus (perpustakaan), ribosom (dapur), RE dan Golgi (packing dan ekspedisi), mitokondria (PLN), peroksisom, sitoskeleton, dan membran sel. Bahan resepnya (DNA), kode genetik, dan cara membuat protein (Bab 2–5) pun sama. Perbedaannya lahir dari gaya hidup: hewan bergerak mencari makan, sedangkan tumbuhan diam di tempat dan membuat makanannya sendiri.
Tumbuhan tidak punya mitokondria karena sudah punya kloroplas.
Yang benar: sel tumbuhan punya keduanya. Kloroplas membuat gula dari cahaya (hanya saat terang). Mitokondria membakar gula itu menjadi ATP siang dan malam, seperti di sel kita (Bab 8). Kloroplas adalah pabrik makanan, mitokondria adalah pembangkit listriknya.
20.2 Bandingkan kedua negara
Ketuk bagian mana saja untuk melihat siapa yang memilikinya:
20.3 Tiga fasilitas tambahan
Dinding sel
Anyaman selulosa, polimer organik paling melimpah di Bumi. Kita tidak bisa mencernanya, jadi selulosa sayur menjadi serat yang dimakan bakteri usus (Bab 18). Kertas buku perpustakaanmu pun terbuat darinya!
Vakuola sentral
Waduk air, gudang, dan tempat sampah sekaligus. Warna ungu terong (pigmen antosianin) dan merah buah naga (pigmen betasianin) disimpan di vakuola.
Plastida
Keluarga "gedung serbaguna": kloroplas (hijau, fotosintesis), kromoplas (merah atau jingga, seperti pada cabai, tomat, dan wortel), dan amiloplas (gudang pati, seperti pada sagu dan singkong).
20.4 Turgor dan plasmolisis: kenapa sayur bisa layu?
Ingat osmosis di Bab 10: air bergerak menuju larutan yang lebih pekat. Sel darah merah bisa pecah di air murni, tetapi sel tumbuhan tidak, karena dilindungi benteng. Air yang masuk justru membuat sel tegang (turgid) dan kokoh. Ikuti yang terjadi pada sel daun kangkung:
Animasi turgor & plasmolisis
4 langkah1/4Air tawar: sel turgid
Cairan sel lebih pekat daripada air di sekitarnya, jadi air masuk. Vakuola membengkak dan mendorong membran ke dinding sel dengan tekanan turgor, yang bisa beberapa kali tekanan ban mobil. Dinding menahannya, sehingga sel kencang dan daun tegak segar.
2/4Larutan seimbang: sel lembek
Konsentrasi di dalam dan di luar sama. Air keluar-masuk seimbang, tekanan turgor hilang, dan sel menjadi lembek. Tanaman mulai terkulai, seperti saat kekurangan air di siang terik.
3/4Air garam: plasmolisis
Larutan di luar jauh lebih pekat, jadi air keluar dari vakuola. Membran sel mengerut dan terlepas dari dinding. Peristiwa ini disebut plasmolisis. Itulah yang terjadi saat sayur dibuat asinan atau acar, dan saat tanaman diberi pupuk terlalu banyak sampai "terbakar".
4/4Disiram lagi: segar kembali
Jika plasmolisis belum terlalu lama, air tawar membuat vakuola terisi lagi (deplasmolisis) dan sel kembali turgid. Karena itu sayuran layu yang direndam air dingin bisa segar kembali.
20.5 Membelah dengan membangun tembok
Saat sitokinesis (Bab 11), sel hewan menjepit dirinya dengan cincin aktin–miosin. Sel tumbuhan tidak bisa, karena dindingnya kaku. Sebagai gantinya, vesikel dari Golgi berbaris di tengah sel lalu melebur menjadi lempeng sel, tembok baru yang tumbuh dari tengah ke pinggir.
20.6 Negara ketiga: sel jamur
Jamur (fungi) bukan tumbuhan! Selnya punya dinding, tetapi terbuat dari kitin, bahan yang sama dengan cangkang udang. Jamur juga tidak punya klorofil, jadi tidak bisa berfotosintesis. Jamur mengeluarkan enzim lalu menyerap makanan dari sekitarnya. Dalam hal ini, jamur justru lebih dekat kekerabatannya dengan hewan. Jamur berjasa besar di dapur Indonesia: kapang Rhizopus mengubah kedelai menjadi tempe, ragi mengubah singkong menjadi tapai, dan kapang Penicillium memberi dunia antibiotik pertama (Bab 18).
| Ciri | Hewan | Tumbuhan | Jamur | Bakteri |
|---|---|---|---|---|
| Inti bermembran | Ada | Ada | Ada | Tidak ada |
| Dinding sel | Tidak ada | Selulosa | Kitin | Peptidoglikan |
| Kloroplas | Tidak | Ya | Tidak | Tidak (sianobakteri berfotosintesis tanpa kloroplas) |
| Mitokondria | Ya | Ya | Ya | Tidak |
| Vakuola | Kecil-kecil | Satu, raksasa | Ada | Tidak |
| Simpanan gula | Glikogen | Pati | Glikogen | Glikogen dan lain-lain |
| Cara mendapat makanan | Makan (menelan) | Fotosintesis | Menyerap | Beragam |
Dinding primer tersusun dari mikrofibril selulosa yang dirakit kompleks selulosa sintase di membran plasma, disematkan dalam matriks hemiselulosa dan pektin. Dinding sekunder pada kayu diperkuat lignin. Membran vakuola (tonoplas) memiliki V-ATPase dan H⁺-pirofosfatase yang mengasamkan vakuola, serta akuaporin (TIP) untuk aliran air cepat. Pertumbuhan sel tumbuhan terjadi lewat pelonggaran dinding (ekspansin, "pertumbuhan asam" yang dipacu auksin) sementara turgor mendorongnya. Genom kloroplas berukuran ±120–160 kb dengan ±100–130 gen. Sebagian besar protein kloroplas dikode inti lalu diimpor lewat kompleks TOC/TIC.
Kuis Bab 20
0/51. Struktur yang dimiliki sel tumbuhan dan juga sel hewan adalah…
Mitokondria ada di keduanya. Dinding sel, kloroplas, dan vakuola sentral adalah ciri khas sel tumbuhan.
2. Mengapa sel tumbuhan tidak pecah ketika diletakkan di air tawar?
Air masuk dan vakuola membengkak, tetapi dinding selulosa yang kuat menahannya. Sel menjadi turgid, bukan pecah.
3. Sayur yang direndam air garam pekat menjadi layu karena…
Larutan garam lebih pekat, sehingga air keluar lewat osmosis. Vakuola mengecil dan membran terlepas dari dinding.
4. Pati sagu untuk pempek disimpan di dalam…
Amiloplas adalah plastida penyimpan pati. Batang pohon sagu penuh amiloplas berisi butir pati.
5. Dinding sel jamur tersusun dari…
Kitin adalah bahan yang juga menyusun cangkang udang dan serangga. Selulosa milik tumbuhan, peptidoglikan milik bakteri.
PLTS & Dapur Gula
Energi di dalam sepotong pempek sebenarnya adalah cahaya matahari yang disimpan. Pohon sagu menangkap cahaya, mengubahnya menjadi gula, lalu menimbunnya sebagai pati. Proses ajaib yang menghidupi hampir seluruh makhluk di Bumi ini disebut fotosintesis.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menuliskan persamaan fotosintesis dan menjelaskan asal oksigen yang dihasilkan;
- menjelaskan struktur daun dan kloroplas serta alasan daun berwarna hijau;
- menjelaskan reaksi terang dan siklus Calvin beserta hasilnya;
- menjelaskan faktor pembatas fotosintesis dan hubungannya dengan respirasi seluler.
21.1 Semua energi berawal dari matahari
Hampir semua energi yang dipakai makhluk hidup berasal dari cahaya matahari yang ditangkap tumbuhan, alga, dan bakteri fotosintetik. Mereka disebut produsen. Lihat perjalanan energi sampai ke ototmu:
- MatahariCahaya membawa energi ke Bumi
- FotosintesisKloroplas daun sagu mengubah cahaya menjadi gula
- Pati saguGula disimpan sebagai pati di amiloplas batang (Bab 20)
- PempekKamu memakan pati sagu (dan ikan, yang rantai makanannya berawal dari plankton berfotosintesis)
- Glukosa darahPati dicerna menjadi glukosa, masuk lewat GLUT4 (Bab 7)
- ATPDibakar di mitokondria menjadi token listrik (Bab 8)
21.2 Persamaan dan dapurnya: daun
6 CO₂ + 6 H₂O + cahaya → C₆H₁₂O₆ + 6 O₂
Perhatikan bahwa persamaan ini kebalikan dari respirasi seluler (Bab 8). Bahan baku fotosintesis masuk dari dua arah. Air diserap akar lalu diangkut pembuluh kayu (xilem) ke daun. CO₂ masuk dari udara lewat pori-pori daun bernama stomata. Dapurnya adalah sel-sel mesofil daun yang dipenuhi kloroplas.
Pada awal abad ke-17, Jan Baptist van Helmont menanam pohon dedalu kecil dalam pot tanah yang ditimbang. Lima tahun kemudian pohonnya bertambah berat ±74 kg, tetapi tanahnya hanya berkurang ±57 gram! Kini kita tahu sebagian besar tubuh tumbuhan dibangun dari CO₂ di udara dan air, bukan dari tanah.
21.3 Kloroplas: panel surya bertumpuk
21.4 Mengapa daun berwarna hijau?
Cahaya matahari terdiri dari banyak warna. Pigmen klorofil menyerap cahaya biru-ungu dan merah dengan sangat kuat, tetapi hampir tidak menyerap hijau. Cahaya hijau dipantulkan dan diteruskan ke mata kita, sehingga daun tampak hijau.
21.5 Tahap 1: reaksi terang di panel surya
Reaksi terang berlangsung di membran tilakoid. Tugasnya mengubah energi cahaya menjadi dua "baterai" kimia: ATP dan NADPH, sambil memecah air dan melepaskan oksigen. Perhatikan betapa miripnya dengan rantai transpor elektron di mitokondria (Bab 8.6)!
Animasi reaksi terang
6 langkah1/6Cahaya ditangkap
Cahaya mengenai ratusan molekul klorofil di fotosistem II (PSII), yang bekerja seperti antena parabola. Energinya dialirkan ke pusat reaksi, tempat satu elektron "melompat" ke tingkat energi tinggi.
2/6Air dipecah: lahirlah oksigen
Untuk mengganti elektron yang melompat, PSII mengambil elektron dari air. Air terpecah menjadi H⁺, elektron, dan oksigen yang dilepas ke udara. Setiap napasmu berasal dari sini!
3/6Elektron mengalir, H⁺ dipompa
Elektron berenergi tinggi diteruskan lewat plastokuinon (PQ), kompleks sitokrom b₆f, dan plastosianin (PC), mirip air terjun di mitokondria. Energinya dipakai memompa H⁺ ke dalam lumen tilakoid, membentuk "bendungan".
4/6Dorongan kedua: NADPH
Di fotosistem I (PSI), cahaya kedua mendorong elektron naik lagi. Elektron lalu dititipkan ke truk NADP⁺ sehingga menjadi NADPH, pembawa elektron untuk memasak gula.
5/6Turbin berputar: ATP
H⁺ yang menumpuk di lumen mengalir keluar lewat ATP sintase dan memutar turbinnya, persis seperti di mitokondria. ADP + fosfat menjadi ATP. Inilah fotofosforilasi (Bab 8.6).
6/6Hasil panen
Reaksi terang menghasilkan ATP dan NADPH di stroma, serta O₂ yang keluar lewat stomata. Kedua baterai itu langsung dipakai di tahap kedua: siklus Calvin.
21.6 Tahap 2: siklus Calvin di dapur gula
Di stroma, energi dari ATP dan NADPH dipakai untuk "menjahit" CO₂ dari udara menjadi gula. Proses ini tidak butuh cahaya secara langsung, tetapi bergantung pada ATP dan NADPH dari reaksi terang. Siklusnya ditemukan Melvin Calvin dan timnya (Nobel Kimia 1961).
Animasi siklus Calvin
4 langkah1/4Fiksasi karbon: menangkap CO₂
Enzim RuBisCO menempelkan CO₂ dari udara ke molekul RuBP (5 karbon). Hasilnya segera terbelah menjadi dua molekul 3-PGA (3 karbon). RuBisCO adalah protein paling melimpah di Bumi, tetapi sangat lambat, hanya ±3 reaksi per detik, sehingga daun membutuhkan sangat banyak salinannya.
2/4Reduksi: memasak dengan baterai
ATP dan NADPH dari reaksi terang dipakai mengubah 3-PGA menjadi G3P, gula 3-karbon yang kaya energi. Energi cahaya kini tersimpan dalam ikatan kimia.
3/4Regenerasi: menyiapkan putaran berikutnya
Sebagian besar G3P (5 dari setiap 6) disusun ulang, dengan tambahan ATP, menjadi RuBP lagi. Tanpa langkah ini siklus akan berhenti.
4/4Panen gula
Setiap 3 CO₂ yang ditangkap menghasilkan 1 G3P "untung". Dua G3P membentuk satu glukosa. Glukosa diubah menjadi sukrosa untuk dikirim lewat floem ke seluruh tumbuhan, atau menjadi pati untuk disimpan, seperti di batang pohon sagu.
21.7 Fotosintesis dan respirasi: dua sisi mata uang
| Fotosintesis | Respirasi seluler | |
|---|---|---|
| Tempat | Kloroplas (tumbuhan, alga) | Sitoplasma + mitokondria (hampir semua eukariota) |
| Bahan | CO₂ + H₂O + cahaya | Glukosa + O₂ |
| Hasil | Glukosa + O₂ | CO₂ + H₂O + ATP |
| Energi | Disimpan (menyerap energi) | Dilepas (menghasilkan ATP) |
| Waktu | Hanya saat ada cahaya | Siang dan malam |
Tumbuhan berfotosintesis pada siang hari dan baru bernapas (respirasi) pada malam hari.
Yang benar: tumbuhan berespirasi terus-menerus, siang dan malam, karena setiap selnya butuh ATP. Pada siang hari, fotosintesis jauh lebih cepat daripada respirasi, sehingga yang terlihat hanya pelepasan O₂. Pada malam hari fotosintesis berhenti, sehingga yang terlihat hanya pelepasan CO₂.
21.8 Percobaan maya: gelembung Hydrilla
Percobaan klasik di sekolah: tanaman air Hydrilla diletakkan di dalam air dan disinari lampu. Gelembung yang keluar adalah oksigen hasil fotosintesis. Makin banyak gelembung per menit, makin cepat fotosintesisnya. Atur tiga faktornya dan temukan faktor pembatas: faktor yang paling kekurangan dan menahan laju keseluruhan, seperti papan terpendek pada ember kayu.
Model sederhana untuk belajar. Angka sebenarnya tergantung tanaman dan alatnya.
Aliran elektron nonsiklik membentuk skema Z: P680 (PSII) → feofitin → QA/QB → plastokuinon → sitokrom b₆f (siklus Q) → plastosianin → P700 (PSI) → A₀/A₁ → FeS → feredoksin → FNR → NADPH. Kompleks pemecah air (Mn₄CaO₅) melepaskan O₂ setelah empat foton (siklus S Kok). Aliran siklik di sekitar PSI hanya menambah ATP dan membantu menyesuaikan rasio ATP:NADPH (3:2 untuk siklus Calvin). RuBisCO juga bisa mengikat O₂ (aktivitas oksigenase), memulai fotorespirasi yang membuang karbon dan energi, terutama pada suhu tinggi. Jalur C4 (PEP karboksilase + anatomi Kranz) dan CAM (pemisahan waktu) adalah strategi pemekatan CO₂ untuk menekannya.
Kuis Bab 21
0/51. Oksigen yang dilepaskan pada fotosintesis berasal dari…
Percobaan isotop Ruben & Kamen (1941) membuktikan O₂ berasal dari air yang dipecah di fotosistem II.
2. Mengapa daun tampak berwarna hijau?
Klorofil menyerap biru-ungu dan merah. Cahaya hijau dipantulkan ke mata kita.
3. Hasil reaksi terang yang dipakai dalam siklus Calvin adalah…
Reaksi terang mengisi dua baterai, ATP dan NADPH, yang dipakai untuk mengubah CO₂ menjadi gula di stroma.
4. Enzim yang menangkap CO₂ dalam siklus Calvin adalah…
RuBisCO menempelkan CO₂ ke RuBP. Enzim ini adalah protein paling melimpah di Bumi.
5. Pada percobaan Hydrilla, lampu didekatkan tetapi jumlah gelembung tidak bertambah. Kemungkinan faktor pembatasnya adalah…
Jika menambah cahaya tidak menaikkan laju, berarti faktor lain (CO₂ atau suhu) yang kini paling kekurangan.
Jaringan Kabel Kilat
Saat jarimu menyentuh wajan panas, tanganmu sudah tertarik sebelum kamu sempat berpikir "panas!". Pesan darurat itu melesat lewat kabel hidup bernama sel saraf, dengan kecepatan sampai 120 meter per detik, lebih cepat daripada mobil balap.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menyebutkan bagian-bagian neuron dan fungsinya, serta jenis-jenis neuron dalam gerak refleks;
- menjelaskan potensial istirahat dan potensial aksi, termasuk prinsip "semua atau tidak sama sekali";
- menjelaskan peran selubung mielin dalam hantaran saltatori;
- menjelaskan kerja sinaps dan neurotransmiter, serta contoh gangguan sistem saraf.
22.1 Kenalan dengan neuron
Sel saraf atau neuron adalah sel yang khusus mengirim pesan dengan sangat cepat. Bentuknya unik: ada bagian yang menerima pesan, ada kabel panjang yang mengirimnya, dan ada ujung yang meneruskannya ke sel lain. Ketuk bagian-bagiannya:
Neuron tidak bekerja sendirian. Di sekelilingnya ada sel glia, para petugas pendukung yang jumlahnya kira-kira sama banyak dengan neuron:
Astrosit: petugas logistik
Sel berbentuk bintang yang memasok makanan dari pembuluh darah, membersihkan sisa neurotransmiter, dan ikut menjaga "gerbang" antara darah dan otak.
Oligodendrosit & sel Schwann: tukang isolasi
Membungkus akson dengan mielin. Oligodendrosit bekerja di otak dan sumsum tulang belakang, sel Schwann di saraf tepi.
Mikroglia: satpam otak
Kerabat makrofag (Bab 16) yang berpatroli, memakan sel mati dan kuman, serta memangkas sambungan yang tidak terpakai.
22.2 Tiga jenis neuron dan gerak refleks
Berdasarkan tugasnya, ada tiga jenis neuron. Neuron sensorik membawa kabar dari indra ke pusat. Interneuron di otak dan sumsum tulang belakang menjadi operator yang menyambungkan dan mengolah pesan. Neuron motorik membawa perintah dari pusat ke otot atau kelenjar. Pada gerak refleks, jalurnya dibuat sependek mungkin sehingga respons terjadi tanpa menunggu keputusan otak.
22.3 Baterai di setiap membran
Ingat pompa Na⁺/K⁺ di Bab 10? Pompa itu terus-menerus mengeluarkan natrium (Na⁺) dan memasukkan kalium (K⁺). Hasilnya, di luar sel banyak Na⁺ dan di dalam banyak K⁺. Membran juga punya "kebocoran" kecil yang membuat K⁺ perlahan keluar. Akibatnya bagian dalam sel lebih negatif daripada bagian luar, sekitar −70 milivolt. Inilah potensial istirahat: membran neuron ibarat baterai mini yang selalu terisi dan siap dipakai.
22.4 Potensial aksi: pesan listrik sekejap
Bila rangsangan membuat tegangan naik sampai ambang (±−55 mV), membran tiba-tiba "menyala". Pintu-pintu ion terbuka bergantian, dan dalam 1–2 milidetik tegangan melonjak lalu kembali. Lonjakan ini disebut potensial aksi, satuan pesan dalam sistem saraf.
Animasi potensial aksi
6 langkah1/6Istirahat
Baterai membran terisi: bagian dalam −70 mV. Kanal Na⁺ dan kanal K⁺ yang dikendalikan tegangan masih tertutup rapat.
2/6Mencapai ambang
Rangsangan (sentuhan, panas, atau surat kimia dari neuron lain) sedikit menaikkan tegangan. Begitu mencapai ambang ±−55 mV, kanal Na⁺ mulai terbuka.
3/6Depolarisasi: Na⁺ menyerbu masuk
Na⁺ yang menumpuk di luar menyerbu masuk. Makin banyak Na⁺ masuk, makin banyak kanal terbuka, seperti kerumunan yang mendobrak pintu. Dalam sekejap bagian dalam berbalik menjadi positif, sekitar +30 mV.
4/6Repolarisasi: K⁺ keluar
Kanal Na⁺ segera terkunci oleh "bola penyumbat", sementara kanal K⁺ terbuka. K⁺ mengalir keluar dan membawa muatan positif, sehingga tegangan turun kembali.
5/6Sedikit kebablasan, lalu pulih
Tegangan sempat turun di bawah −70 mV (hiperpolarisasi) karena kanal K⁺ lambat menutup. Selama masa refrakter (sejak kanal Na⁺ terkunci sampai tegangan pulih), bagian tersebut belum bisa atau sulit menyala lagi. Pompa Na⁺/K⁺ kemudian memulihkan kadar ion.
6/6Merambat
Muatan positif yang masuk menyebar ke bagian akson di sebelahnya dan membuatnya mencapai ambang, lalu menyala. Bagian di belakang sedang masa refrakter, sehingga pesan hanya bisa maju ke depan, seperti ombak penonton di stadion.
Semua atau tidak sama sekali
Potensial aksi seperti menyalakan petasan: sumbu yang kurang panas tidak menyalakan apa-apa, sedangkan sumbu yang cukup panas selalu menghasilkan ledakan yang sama besarnya. Jadi bagaimana otak membedakan sentuhan lembut dan cubitan keras? Bukan dari besar lonjakan, melainkan dari seberapa sering lonjakan dikirim, dan dari berapa banyak neuron yang ikut menyala.
22.5 Percobaan maya: menyalakan neuron
Atur kekuatan rangsangan dan perhatikan grafiknya. Temukan sendiri ambangnya. Lalu coba blokir kanal Na⁺, seperti yang dilakukan obat bius lokal di klinik gigi.
Model sederhana untuk belajar, bukan rekaman neuron sungguhan.
22.6 Mielin: pesan yang melompat
Di akson tanpa mielin, potensial aksi harus menyala di setiap titik sepanjang kabel, sehingga lambat. Di akson bermielin, arus listrik tidak bisa bocor lewat bagian yang terbungkus, jadi sinyal hanya perlu menyala di nodus Ranvier. Pesan seolah melompat dari nodus ke nodus. Cara ini disebut hantaran saltatori (dari bahasa Latin saltare, melompat).
Pada penyakit multiple sclerosis, tentara imun keliru menyerang mielin di otak dan sumsum tulang belakang (autoimun, Bab 16). Isolasi kabel terkelupas, sehingga pesan melambat atau macet. Gejalanya bisa berupa kesemutan, lemas, atau gangguan penglihatan. Pada diabetes yang tidak terkendali (Bab 7), gula darah tinggi bertahun-tahun merusak saraf tepi. Kaki terasa kebas, sehingga luka kecil tidak terasa dan bisa berkembang menjadi luka diabetes yang parah.
22.7 Sinaps: dari listrik menjadi surat kimia
Di ujung akson, pesan harus menyeberang ke sel berikutnya. Kedua sel tidak menempel, melainkan dipisahkan celah sempit ±20 nanometer yang disebut celah sinaps. Listrik tidak bisa melompati celah ini, jadi pesan diubah menjadi surat kimia bernama neurotransmiter. Semua yang kamu pelajari di Bab 5 (pelabuhan) dan Bab 6 (kotak surat) bekerja di sini dalam hitungan milidetik.
Animasi kerja sinaps
5 langkah1/5Pesan listrik tiba
Potensial aksi merambat sampai ke terminal akson. Di sini tersimpan ribuan vesikel berisi neurotransmiter, paket-paket yang sudah siap kirim.
2/5Kalsium adalah peluitnya
Tegangan yang naik membuka kanal Ca²⁺. Ion kalsium mengalir masuk, sama seperti perintah pelepasan insulin di sel beta pankreas (Bab 7).
3/5Vesikel melebur
Ca²⁺ memicu protein SNARE sehingga vesikel melebur dengan membran dan menumpahkan neurotransmiter ke celah sinaps. Inilah eksositosis teregulasi dari Bab 5. Racun botulinum bekerja dengan memotong SNARE ini.
4/5Kunci masuk gembok
Neurotransmiter menyeberang dan menempel pada reseptor di dendrit sel penerima (kunci dan gembok, Bab 6). Reseptor yang juga kanal ion terbuka, ion masuk, dan lahirlah sinyal listrik baru di sel berikutnya.
5/5Celah dibersihkan
Agar pesan tidak berdengung terus, neurotransmiter segera dipecah enzim (misalnya asetilkolinesterase) atau dipompa kembali ke terminal untuk dipakai ulang. Banyak obat bekerja di tahap ini, misalnya obat antidepresan yang memperlambat penyerapan kembali serotonin.
| Neurotransmiter | Tugas utama | Bila terganggu |
|---|---|---|
| Asetilkolin | Memerintah otot rangka berkontraksi; berperan dalam memori | Miastenia gravis (Bab 6), Alzheimer |
| Glutamat | "Pedal gas" utama otak; penting untuk belajar dan mengingat | Berlebihan saat stroke sehingga merusak neuron |
| GABA | "Rem" utama otak yang menenangkan | Terlalu lemah dapat memicu kejang (epilepsi) |
| Dopamin | Kelancaran gerak, motivasi, dan rasa senang | Parkinson: neuron dopamin mati sehingga gerak kaku dan gemetar |
| Serotonin | Suasana hati, tidur, dan nafsu makan | Berkaitan dengan depresi dan kecemasan |
| Noradrenalin | Siaga dan respons "lawan atau lari" | Stres berkepanjangan |
22.8 Ketika jaringan kabel bermasalah
Stroke: waktu adalah otak
Pembuluh darah ke otak tersumbat atau pecah, sehingga neuron kehabisan oksigen dan glukosa. Diperkirakan ±1,9 juta neuron mati setiap menit pada stroke sumbatan yang tidak ditangani. Kenali tandanya dengan slogan SeGeRa Ke RS: senyum tidak simetris, gerak separuh tubuh melemah, bicara pelo, kebas separuh tubuh, rabun mendadak, dan sakit kepala hebat. Lalu segera ke rumah sakit.
Alzheimer dan Parkinson
Penyakit neurodegeneratif: neuron perlahan rusak dan mati. Pada Alzheimer, gumpalan protein (plak amiloid dan kusut tau) menumpuk sehingga ingatan memudar. Pada Parkinson, neuron penghasil dopamin mati sehingga gerak menjadi lambat, kaku, dan gemetar.
Racun dan obat di sinaps
Toksin tetanus (Bab 18) melumpuhkan neuron "rem" sehingga otot kejang. Bisa ular kobra menutup reseptor asetilkolin. Obat bius lokal menutup kanal Na⁺ sehingga pesan nyeri tidak terkirim.
Manusia hanya memakai 10% otaknya.
Yang benar: pemindaian otak (fMRI dan PET) menunjukkan hampir semua bagian otak aktif dalam sehari, walau tidak sekaligus. Tidak ada 90% bagian yang menganggur. Kerusakan kecil di bagian mana pun, misalnya akibat stroke, hampir selalu menimbulkan gangguan. Otak yang boros energi juga tidak mungkin dipertahankan evolusi jika sebagian besarnya tidak berguna.
Potensial keseimbangan ion dihitung dengan persamaan Nernst: E = (RT/zF) ln([ion]luar/[ion]dalam), sehingga EK ≈ −90 mV dan ENa ≈ +60 mV. Potensial istirahat (±−70 mV) mendekati EK karena permeabilitas K⁺ saat istirahat jauh lebih besar, dan nilainya diperkirakan persamaan Goldman–Hodgkin–Katz. Hodgkin dan Huxley (1952, Nobel 1963) merumuskan potensial aksi dari akson cumi raksasa: kanal Nav punya gerbang aktivasi (m) dan inaktivasi (h, model "bola dan rantai"), sedangkan kanal Kv tertunda (n). Di pangkal akson, EPSP dan IPSP dijumlahkan secara spasial dan temporal. Reseptor ionotropik (nikotinik, AMPA, GABAA) bekerja dalam milidetik, sedangkan reseptor metabotropik (GPCR, Bab 6) lebih lambat tetapi efeknya lebih lama. Potensiasi jangka panjang (LTP) lewat reseptor NMDA dianggap dasar seluler dari belajar dan memori.
Kuis Bab 22
0/51. Bagian neuron yang menerima pesan dari neuron lain adalah…
Dendrit adalah antena penerima. Akson membawa pesan menjauhi badan sel.
2. Pada saat depolarisasi, bagian dalam neuron menjadi positif karena…
Na⁺ yang menumpuk di luar sel mengalir masuk lewat kanal Na⁺ yang terbuka dan membawa muatan positif.
3. Rangsangan yang lebih kuat (tetapi sudah di atas ambang) menghasilkan…
Potensial aksi bersifat semua atau tidak sama sekali. Kekuatan rangsangan disandikan lewat frekuensi lonjakan.
4. Mengapa akson bermielin menghantarkan pesan lebih cepat?
Mielin adalah isolasi. Sinyal melompat dari nodus ke nodus (hantaran saltatori).
5. Ion yang memicu vesikel melepas neurotransmiter di terminal akson adalah…
Kanal Ca²⁺ terbuka saat potensial aksi tiba, dan kalsium memicu eksositosis vesikel.
Tim Tarik Tambang
Setiap kedipan mata, detak jantung, dan kunyahan pempek kenyal digerakkan oleh sel otot. Rahasianya adalah jutaan "pemain tarik tambang" mungil yang menarik tali protein dengan tenaga ATP, serempak dan tanpa pernah berpindah tempat.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membedakan otot rangka, otot jantung, dan otot polos;
- menjelaskan susunan otot dari serabut sampai sarkomer, aktin, dan miosin;
- menjelaskan mekanisme filamen geser dan siklus jembatan silang, serta peran Ca²⁺ dan ATP;
- menghubungkan kerja otot dengan energi (Bab 8), GLUT4 (Bab 7), latihan, dan penyakit otot.
23.1 Tiga jenis otot
Semua sel otot bisa memendek dengan kekuatan, tetapi tubuhmu punya tiga "model" yang dirancang untuk tugas berbeda. Di bawah mikroskop, otot rangka dan otot jantung tampak bergaris-garis (lurik), sedangkan otot polos tidak.
Otot rangka
Menempel pada tulang dan bisa kamu perintah (sadar). Satu serabut adalah gabungan ratusan sel, sehingga panjang dan berinti banyak di tepinya. Kuat dan cepat, tetapi bisa lelah.
Pemain tarik tambang profesional
Otot jantung
Lurik, bercabang, dan saling tersambung lewat diskus interkalaris (garis gelap) sehingga berdenyut serempak. Bekerja otomatis dan tidak pernah beristirahat.
Tim yang tak pernah libur
Otot polos
Berbentuk gelendong dengan satu inti, tanpa garis-garis. Ada di dinding usus, pembuluh darah, kandung kemih, dan rahim. Bekerja lambat, otomatis, dan tahan lama.
Pekerja sabar di balik layar
23.2 Dari otot sampai sarkomer
Otot tersusun berlapis seperti kabel listrik besar yang berisi kabel-kabel kecil. Perbesar sedikit demi sedikit:
Arena tarik tambang dua arah
Bayangkan sarkomer sebagai arena. Di kedua ujungnya ada patok, yaitu garis Z. Pada setiap patok terikat tali-tali tipis, yaitu aktin. Di tengah arena berdiri regu pemain, yaitu filamen tebal miosin, yang menarik tali dari dua arah sekaligus. Hasilnya kedua patok tertarik mendekat dan sarkomer memendek. Talinya tidak memendek dan pemainnya tidak berpindah tempat. Keduanya hanya saling bergeser. Inilah teori filamen geser yang ditemukan tahun 1954.
23.3 Dari perintah saraf sampai tarikan
Otot rangka tidak bergerak sendiri. Ia menunggu perintah dari neuron motorik (Bab 22). Perhatikan estafetnya:
- Perintah tibaNeuron motorik melepas asetilkolin di sambungan saraf–otot
- Kotak surat terbukaReseptor asetilkolin membuka kanal, lahir potensial aksi di membran otot
- Masuk terowonganPesan listrik menjalar masuk lewat tubulus T ke tengah serabut
- Gudang kalsium dibukaRetikulum sarkoplasma (RE halus khusus otot) melepas Ca²⁺
- Tarik!Ca²⁺ membuka tempat ikat pada aktin, dan miosin mulai menarik
23.4 Siklus jembatan silang
Sekarang kita perbesar satu kepala miosin. Setiap kepala bekerja seperti tangan pendayung: menggenggam, menarik, melepas, lalu bersiap lagi. Satu putaran menghabiskan satu ATP.
Animasi siklus jembatan silang
5 langkah1/5Siaga
Otot sedang rileks. Tali tropomiosin menutupi tempat ikat pada aktin, seperti sarung yang membungkus pegangan tali. Kepala miosin sudah "dikokang": energi dari ATP yang dipecah sebelumnya tersimpan seperti pegas, sementara ADP dan fosfat (Pi) masih menempel.
2/5Kalsium membuka sarung
Ca²⁺ yang dilepas retikulum sarkoplasma menempel pada troponin (kotak kuning). Troponin menggeser tropomiosin, sehingga tempat ikat pada aktin terbuka.
3/5Genggam dan tarik
Kepala miosin menggenggam aktin dan membentuk jembatan silang. Fosfat dilepas, pegas pun terlepas: kepala menekuk dan menarik aktin ke arah tengah sarkomer (power stroke), sekitar 5–10 nanometer per tarikan. ADP ikut dilepas.
4/5ATP melepas genggaman
ATP baru menempel pada kepala miosin, dan genggaman pun terlepas. Tanpa ATP, kepala miosin terkunci pada aktin dan otot menjadi kaku. Itulah sebabnya tubuh menjadi kaku beberapa jam setelah kematian (rigor mortis), saat ATP habis.
5/5Mengokang lagi
Miosin memecah ATP menjadi ADP + Pi, dan energinya dipakai untuk mengembalikan kepala ke posisi siap. Siklus berulang berkali-kali per detik selama Ca²⁺ dan ATP tersedia. Saat perintah saraf berhenti, Ca²⁺ dipompa kembali ke gudangnya (juga memakai ATP), dan otot rileks.
23.5 Lab maya: kalsium, ATP, dan sarkomer
Atur dua bahan kunci kontraksi. Apa yang terjadi bila Ca²⁺ tinggi? Bila ATP habis?
23.6 Bahan bakar otot
Otot yang bekerja keras bisa membakar ATP ratusan kali lebih cepat daripada saat istirahat, padahal simpanan ATP-nya hanya cukup untuk beberapa detik. Karena itu otot punya tiga "pembangkit" cadangan (Bab 8):
| Pembangkit | Cara kerja | Tahan berapa lama? | Contoh |
|---|---|---|---|
| Fosfokreatin | Baterai cadangan yang langsung mengisi ulang ADP menjadi ATP | ±10 detik | Lari 100 m, lompat, angkat beban |
| Glikolisis anaerob | Memecah glukosa tanpa oksigen; cepat tetapi boros, menghasilkan laktat | ±30 detik sampai 2 menit | Lari 400 m, sprint renang |
| Respirasi aerob | Mitokondria membakar glukosa dan lemak dengan oksigen; lambat tetapi sangat hemat | Menit sampai jam | Maraton, bersepeda, jalan kaki |
Serat merah (tipe I)
Berkontraksi lambat tetapi tahan lelah. Kaya mitokondria dan mioglobin, protein penyimpan oksigen berwarna merah. Contohnya otot punggung penjaga postur. Itulah sebabnya daging paha ayam lebih gelap, dan daging ikan tongkol atau cakalang berwarna merah.
Serat putih (tipe II)
Berkontraksi cepat dan kuat, tetapi cepat lelah karena lebih mengandalkan glikolisis anaerob. Contohnya daging dada ayam yang pucat. Pelari cepat cenderung punya lebih banyak serat tipe II, sedangkan pelari maraton lebih banyak serat tipe I.
Otot pegal sehari setelah olahraga disebabkan asam laktat yang menumpuk.
Yang benar: laktat sudah dibersihkan dari otot dalam sekitar satu jam setelah olahraga. Laktat bahkan dipakai ulang sebagai bahan bakar oleh jantung dan diubah kembali menjadi glukosa oleh hati. Pegal yang muncul 1–2 hari kemudian (delayed onset muscle soreness) disebabkan kerusakan kecil pada serabut otot dan proses perbaikannya, terutama setelah gerakan yang belum biasa dilakukan.
23.7 Otot yang tumbuh, menyusut, dan sakit
Tumbuh: hipertrofi
Latihan beban membuat serabut otot menambah miofibril sehingga membesar. Sel satelit, sel punca otot (Bab 15), ikut menyumbang inti baru. Otot tumbuh saat istirahat, dengan bahan dari protein makanan.
Menyusut: atrofi
Otot yang tidak dipakai cepat menyusut, misalnya lengan yang digips berminggu-minggu, pasien yang lama berbaring, atau astronaut tanpa gravitasi. Pada lansia, penyusutan otot (sarkopenia) bisa diperlambat dengan latihan dan cukup protein.
| Gangguan | Apa yang terjadi? | Hubungan dengan bab lain |
|---|---|---|
| Distrofi otot Duchenne | Gen distrofin rusak, sehingga membran serabut otot mudah robek dan otot lama-lama melemah. Hampir selalu pada anak laki-laki | Terpaut kromosom X (Bab 12). Gen distrofin adalah salah satu gen terpanjang manusia |
| Miastenia gravis | Antibodi menutup reseptor asetilkolin sehingga perintah saraf tidak sampai ke otot | Autoimun (Bab 6 dan 16) |
| Serangan jantung | Pembuluh koroner tersumbat sehingga sel otot jantung mati. Sel otot jantung hampir tidak bisa membelah, sehingga diganti jaringan parut | Nekrosis dan jaringan parut (Bab 17), sel punca (Bab 15) |
| Tetanus | Toksin bakteri melumpuhkan neuron "rem", sehingga otot kejang terus-menerus | Bakteri (Bab 18), neuron (Bab 22) |
Pada otot rangka, reseptor dihidropiridin (DHPR, Cav1.1) di tubulus T berfungsi sebagai sensor tegangan yang secara mekanis membuka reseptor rianodin (RyR1) di retikulum sarkoplasma. Di otot jantung, Ca²⁺ yang masuk lewat kanal tipe L justru memicu pelepasan Ca²⁺ dari RyR2 (calcium-induced calcium release). Relaksasi membutuhkan pompa SERCA yang memakai ATP. Kompleks troponin terdiri atas TnC (mengikat Ca²⁺), TnI (penghambat), dan TnT (pengikat tropomiosin). Protein raksasa titin (±34.000 asam amino) berfungsi sebagai pegas yang menjaga miosin tetap di tengah. Gaya maksimum dicapai pada panjang sarkomer optimal (hubungan panjang–tegangan), yaitu saat tumpang-tindih aktin–miosin paling ideal. Otot polos tidak memiliki troponin: Ca²⁺ berikatan dengan kalmodulin yang mengaktifkan myosin light chain kinase. Mutasi RYR1 dapat menyebabkan hipertermia maligna yang dipicu obat anestesi tertentu.
Kuis Bab 23
0/51. Otot yang bekerja tanpa kita sadari, bercabang, dan tersambung lewat diskus interkalaris adalah…
Otot jantung lurik, bercabang, dan tersambung sehingga berdenyut serempak.
2. Saat otot berkontraksi, bagian sarkomer yang panjangnya tetap adalah…
Filamen hanya bergeser. Pita A sepanjang miosin, jadi tidak berubah. Pita I dan zona H yang menyempit.
3. Peran Ca²⁺ dalam kontraksi otot rangka adalah…
Ca²⁺ adalah pembuka "sarung". Tanpa Ca²⁺, miosin tidak bisa menggenggam aktin.
4. Rigor mortis (kaku mayat) terjadi karena…
ATP dibutuhkan untuk melepas genggaman miosin. Tanpa ATP, jembatan silang terkunci.
5. Mengapa olahraga membantu mengendalikan gula darah pada diabetes tipe 2?
Kontraksi otot membuka pintu GLUT4 lewat jalur Ca²⁺ dan AMPK, sehingga glukosa masuk ke otot.
Mesin Fotokopi Resep
Bagaimana laboratorium tahu kamu positif COVID-19 atau demam berdarah dari sebatang lidi swab? Bagaimana polisi mengenali pelaku dari sehelai rambut? Bagaimana insulin bisa dibuat pabrik? Jawabannya sama: ilmuwan meminjam mesin-mesin milik sel lalu memakainya di tabung reaksi.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan asal-usul perkakas bioteknologi dari mesin sel dan mikroba;
- menjelaskan tahapan PCR, RT-qPCR, dan arti nilai Ct pada hasil tes;
- membaca hasil elektroforesis gel dan memahami prinsip sekuensing DNA;
- menjelaskan pembuatan insulin dengan DNA rekombinan dan cara kerja CRISPR-Cas9.
24.1 Kotak perkakas dari Negara Sel
Bioteknologi adalah memakai makhluk hidup, atau bagian-bagiannya, untuk membuat produk dan memecahkan masalah. Nenek moyang kita sudah melakukannya saat membuat tempe dan tapai (Bab 20). Bioteknologi modern melangkah lebih jauh: mengambil mesin molekul dari sel dan mikroba, lalu memakainya sebagai perkakas.
24.2 PCR: mesin fotokopi resep
PCR (polymerase chain reaction, reaksi berantai polimerase) diciptakan Kary Mullis tahun 1983 (Nobel Kimia 1993). Isi tabungnya sederhana: DNA sampel sebagai cetakan, empat jenis nukleotida (A, T, G, C), enzim polimerase tahan panas, dan dua primer. Primer adalah potongan DNA pendek, ibarat dua pembatas buku yang menandai awal dan akhir resep yang ingin disalin. Tabung lalu dimasukkan ke mesin yang memanaskan dan mendinginkannya berulang kali.
Animasi satu putaran PCR
4 langkah1/4Denaturasi (±95 °C)
Panas memutus ikatan hidrogen antara pasangan basa (Bab 2), sehingga tangga DNA terbelah menjadi dua untai tunggal. Kedua untai kini bisa dibaca sebagai cetakan.
2/4Penempelan primer (±55–65 °C)
Suhu diturunkan. Kedua primer menempel tepat di awal dan akhir resep target, karena urutan hurufnya berpasangan (A–T, G–C). Primer adalah kunci kekhususan PCR: hanya resep yang cocok yang akan disalin.
3/4Pemanjangan (72 °C)
Polimerase Taq menempel di ujung primer dan menambahkan nukleotida satu per satu mengikuti cetakan. Enzim ini berasal dari bakteri Thermus aquaticus yang hidup di sumber air panas, sehingga tidak rusak oleh pemanasan berulang.
4/4Ulangi, berlipat ganda
Satu putaran berlangsung sekitar satu sampai dua menit dan menggandakan jumlah resep target. Karena bertambah secara eksponensial (seperti bakteri di Bab 18), 30 putaran menghasilkan lebih dari satu miliar salinan dari satu molekul awal.
24.3 Percobaan maya: membaca nilai Ct
Pada hasil tes PCR sering tertulis nilai Ct (cycle threshold), yaitu putaran ke berapa pendar tabung melewati garis ambang. Pilih sampel, lalu geser jumlah putaran untuk menjalankan mesin.
Model sederhana. Batas Ct untuk "positif" berbeda-beda menurut jenis tes dan laboratorium.
Ct kecil justru berarti virusnya banyak
Bayangkan dua pedagang menyebar brosur. Pedagang yang mulai dengan 1.000 brosur akan memenuhi kota lebih cepat daripada yang mulai dengan 10 brosur. Begitu juga PCR: makin banyak resep virus di sampel, makin sedikit putaran yang dibutuhkan untuk melewati ambang. Jadi Ct rendah (misalnya 15) berarti jumlah virus tinggi, sedangkan Ct tinggi (misalnya 35) berarti virusnya sedikit.
24.4 Elektroforesis gel: lomba lari DNA
Bagaimana melihat hasil PCR atau membandingkan DNA dua orang? Potongan DNA dimasukkan ke sumur-sumur kecil pada gel agarosa, lempengan agar-agar khusus, lalu dialiri listrik. DNA bermuatan negatif karena gugus fosfatnya (Bab 2), sehingga bergerak menuju kutub positif. Gel bekerja seperti hutan bambu yang rapat: potongan kecil menyelinap lebih cepat, sedangkan potongan besar tertinggal di belakang.
Detektif DNA: siapa yang mencicipi cuko?
0/1Pempek di kantin sekolah hilang, dan ada bekas air liur di mangkuk cuko. DNA dari mangkuk (lajur TKP) dibandingkan dengan DNA tiga tersangka. Siapa yang cocok?
Ketiga pita B (700, 400, dan 200 pasangan basa) sama persis dengan pita TKP. A dan C hanya cocok pada satu pita. Dalam kasus sungguhan, laboratorium forensik membandingkan belasan penanda DNA sekaligus.
24.5 Sekuensing: membaca resep huruf demi huruf
Elektroforesis hanya memberi tahu panjang potongan. Untuk mengetahui urutan hurufnya, ilmuwan memakai sekuensing DNA. Metode klasik ditemukan Frederick Sanger tahun 1977. Polimerase menyalin DNA, tetapi di dalam tabung dicampurkan sedikit "huruf berhenti" berwarna. Setiap kali huruf itu terpasang, penyalinan berhenti. Hasilnya adalah potongan dengan segala panjang, masing-masing berujung warna yang menandai huruf terakhirnya. Diurutkan dari yang terpendek, warna-warna itu membentuk urutan resep.
24.6 DNA rekombinan: pabrik insulin di dalam bakteri
Ingat penderita diabetes tipe 1 di Bab 7 yang membutuhkan suntikan insulin? Sejak 1922, insulin diambil dari pankreas sapi dan babi. Tahun 1978, ilmuwan berhasil menitipkan resep insulin manusia ke bakteri E. coli, dan tahun 1982 insulin manusia buatan bakteri menjadi obat rekayasa genetika pertama yang disetujui. Caranya:
Animasi membuat insulin rekombinan
5 langkah1/5Gunting resepnya
Resep insulin (gen INS) disiapkan dalam versi tanpa intron, misalnya disalin dari mRNA insulin oleh transkriptase balik, karena bakteri tidak bisa menggunting intron (Bab 3). Ujung-ujungnya lalu dipotong dengan enzim restriksi, gunting bakteri yang hanya memotong pada urutan huruf tertentu.
2/5Buka buku saku
Plasmid, lingkaran DNA kecil milik bakteri (Bab 18), dipotong dengan gunting yang sama. Karena itu ujung-ujung potongannya cocok dengan ujung gen insulin, seperti kepingan puzzle.
3/5Tempel dan lem
Gen insulin disisipkan ke plasmid, lalu DNA ligase merekatkan sambungannya. Terbentuklah DNA rekombinan: gabungan DNA dari dua makhluk berbeda.
4/5Titipkan ke bakteri
Plasmid rekombinan dimasukkan ke bakteri E. coli atau ragi (transformasi). Ribosom bakteri tidak peduli asal resepnya. Karena kode genetik bersifat universal (Bab 4), ribosom bakteri bisa memasak protein manusia.
5/5Perbanyak dan panen
Bakteri dibiakkan di tangki fermentasi raksasa sehingga miliaran bakteri membuat insulin. Insulin lalu dimurnikan, diperiksa kualitasnya, dan dikemas. Cara yang sama dipakai untuk membuat hormon pertumbuhan, faktor pembekuan darah, dan vaksin hepatitis B.
24.7 CRISPR-Cas9: gunting yang bisa mencari
Bakteri punya "arsip foto buronan" untuk virus fag: potongan DNA fag yang pernah menyerang disimpan dalam deretan yang disebut CRISPR. Jika fag yang sama datang lagi, bakteri membuat RNA pemandu dari arsip itu. Enzim Cas9 memakai RNA pemandu untuk mencari dan memotong DNA fag. Tahun 2012, Jennifer Doudna dan Emmanuelle Charpentier (Nobel Kimia 2020) menunjukkan bahwa RNA pemandu bisa diganti dengan urutan apa saja. Cas9 pun menjadi gunting yang bisa diarahkan ke gen mana pun, mirip fitur "cari dan ganti" pada pengolah kata.
Animasi penyuntingan gen dengan CRISPR-Cas9
5 langkah1/5Bersiap
Ilmuwan menulis RNA pemandu sepanjang sekitar 20 huruf yang berpasangan dengan gen target, lalu memasangkannya pada enzim Cas9.
2/5Memindai
Cas9 menyusuri DNA di dalam inti sel dan berhenti sebentar di banyak tempat untuk mencocokkan RNA pemandunya, seperti mencari satu kalimat di rak perpustakaan raksasa (Bab 2).
3/5Menemukan yang cocok
Begitu 20 huruf berpasangan sempurna dengan DNA, Cas9 mengunci posisinya. Kekhususan inilah yang membuat CRISPR begitu tepat sasaran.
4/5Memotong
Cas9 memotong kedua untai DNA di titik itu. Bagi sel, DNA yang patah adalah keadaan darurat yang harus segera diperbaiki.
5/5Perbaikan
Sel menambal potongan itu. Tanpa cetakan, sambungannya sering sedikit keliru sehingga gen menjadi rusak, cara ampuh untuk mematikan gen. Jika ilmuwan menyediakan cetakan DNA yang benar, sel bisa memakainya untuk memperbaiki resep yang salah ketik.
Tahun 2023, terapi CRISPR pertama di dunia disetujui untuk anemia sel sabit dan talasemia beta. Sel punca darah pasien (Bab 15) diambil, disunting agar kembali membuat hemoglobin janin, lalu dikembalikan ke tubuhnya. Ini kabar penting bagi Indonesia, karena diperkirakan 3–10% penduduk Indonesia membawa sifat talasemia beta.
Bolehkah menyunting gen manusia? Menyunting sel tubuh (misalnya sel darah pasien) hanya berdampak pada orang itu sendiri, sehingga diterima luas bila aman. Menyunting embrio, sel telur, atau sperma akan diwariskan ke anak cucu (Bab 12). Tahun 2018, seorang peneliti di Tiongkok mengumumkan kelahiran bayi kembar hasil sunting gen. Tindakan ini dikecam ilmuwan seluruh dunia, dan ia dihukum penjara. Menurutmu, di mana sebaiknya batasnya?
PCR: jumlah produk ≈ N₀(1+E)ⁿ, dengan efisiensi E ideal 90–110%. Nilai Ct menurun secara linear terhadap log jumlah salinan awal, sehingga kurva standar memberi kuantifikasi absolut. Ekspresi gen relatif biasa dihitung dengan metode 2−ΔΔCt terhadap gen rujukan. Deteksi memakai pewarna pengikat DNA untai ganda (SYBR Green) atau probe hidrolisis (TaqMan) yang memanfaatkan aktivitas eksonuklease 5′→3′ polimerase. Enzim restriksi tipe II mengenali urutan palindrom, misalnya EcoRI pada G^AATTC yang menghasilkan ujung lengket. Sanger memakai dideoksinukleotida (ddNTP) tanpa gugus 3′-OH sebagai terminator. Sekuensing generasi berikutnya (sequencing by synthesis) membaca jutaan fragmen secara paralel, dan sekuensing nanopore membaca molekul tunggal. Cas9 dari Streptococcus pyogenes membutuhkan motif PAM 5′-NGG-3′ di samping target. Patahan untai ganda diperbaiki lewat NHEJ (rawan indel) atau HDR (memakai cetakan). Pengembangan terbaru, base editing dan prime editing, dapat mengubah huruf tanpa memotong kedua untai.
Kuis Bab 24
0/51. Mengapa PCR memakai polimerase Taq?
Taq berasal dari bakteri sumber air panas (Thermus aquaticus) sehingga tahan terhadap tahap denaturasi.
2. Fungsi primer dalam PCR adalah…
Primer seperti pembatas buku. Hanya bagian di antara kedua primer yang disalin berulang kali.
3. Sampel X punya Ct 16, sampel Y punya Ct 32. Artinya…
Makin banyak salinan awal, makin cepat melewati ambang, sehingga Ct makin kecil.
4. Pada elektroforesis gel, potongan DNA yang paling jauh bergerak ke arah kutub positif adalah…
Gel menyaring seperti hutan bambu. Potongan kecil menyelinap lebih cepat.
5. Bakteri bisa membuat insulin manusia karena…
Resep manusia yang disisipkan ke plasmid dibaca ribosom bakteri dengan kamus kodon yang sama (Bab 4).
Anjing Pelacak Protein
PCR membaca resep. Namun dokter sering perlu tahu masakannya: berapa banyak insulin di darah? Apakah sel kanker ini memasang reseptor HER2? Untuk memburu satu jenis protein di antara puluhan ribu protein lain, ilmuwan meminjam anjing pelacak terbaik milik tubuh: antibodi.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan mengapa antibodi dapat dipakai sebagai alat deteksi, serta peran antibodi primer, sekunder, dan penanda;
- menjelaskan tahapan ELISA dan cara membaca kurva standar;
- membaca hasil rapid test, serta menjelaskan prinsip Western blot dan imunohistokimia;
- memilih alat yang tepat untuk suatu pertanyaan, dan memahami sensitivitas serta spesifisitas.
25.1 Antibodi: anjing pelacak di laboratorium
Ingat Bab 16: setiap antibodi punya ujung pengenal yang hanya pas dengan satu antigen, seperti kunci dan gembok. Ilmuwan memanfaatkan kekhususan ini. Antibodi dibuat untuk mengenali protein yang ingin dicari, lalu diberi penanda agar keberadaannya bisa dilihat.
Anjing pelacak dan pawang bersenter
Antibodi primer adalah anjing pelacak yang terlatih mengendus satu bau saja. Ia duduk diam di samping barang yang dicari, tetapi sulit terlihat dari jauh. Antibodi sekunder adalah pawang yang membawa senter: ia mengenali anjing pelacak, lalu menyalakan senternya. Dari kejauhan kita tinggal mencari cahaya senter untuk tahu di mana barangnya berada.
25.2 ELISA: menghitung protein dengan warna
ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) mengukur berapa banyak suatu protein ada di dalam sampel, misalnya hormon, antigen kuman, atau antibodi dalam darah. Pengukuran dilakukan di pelat plastik berisi 96 sumur kecil. Jenis yang paling sering dipakai adalah ELISA "roti lapis" (sandwich):
Animasi ELISA roti lapis
6 langkah1/6Pasang jaring penangkap
Dasar setiap sumur dilapisi antibodi penangkap yang khusus mengenali protein target, misalnya insulin.
2/6Masukkan sampel
Serum darah pasien dimasukkan. Di dalamnya ada ribuan jenis protein, tetapi hanya protein target yang ditangkap antibodi. Makin banyak target di sampel, makin banyak yang tertangkap.
3/6Cuci bersih
Sumur dicuci beberapa kali. Protein lain yang tidak tertangkap ikut terbuang. Langkah pencucian ini membuat ELISA sangat spesifik.
4/6Tutup roti lapisnya
Antibodi pendeteksi yang membawa enzim (misalnya HRP, enzim dari lobak pedas) ditambahkan. Ia menempel pada sisi lain protein target, sehingga target terjepit di antara dua antibodi seperti isi roti lapis. Setelah itu sumur dicuci lagi.
5/6Munculkan warna
Cairan substrat ditambahkan. Setiap molekul enzim mengubah banyak molekul substrat menjadi zat berwarna biru. Jadi makin banyak target, makin pekat warnanya.
6/6Hentikan dan baca
Asam ditambahkan untuk menghentikan reaksi, dan warna berubah menjadi kuning. Alat pembaca pelat menyinari setiap sumur dan mengukur berapa banyak cahaya yang diserap (absorbansi). Angka itu lalu dicocokkan dengan kurva standar.
25.3 Lab maya: membaca pelat ELISA insulin
Baris atas berisi standar, larutan insulin yang kadarnya sudah diketahui. Dari standar dibuat kurva. Baris bawah berisi serum delapan pasien. Ketuk sebuah sumur untuk membaca absorbansinya, lalu lihat bagaimana kadar insulin dibaca dari kurva.
Kadar insulin puasa normal kira-kira 2–25 µIU/mL, tergantung laboratorium. Ini latihan membaca data, bukan alat diagnosis.
25.4 Rapid test: ELISA mini di atas kertas
Tes kehamilan, tes antigen COVID-19, tes NS1 demam berdarah, dan tes cepat HIV memakai prinsip yang sama: uji alir lateral. Cairan sampel merambat di sepanjang strip kertas berpori, melewati "stasiun-stasiun" berisi antibodi.
Latihan membaca rapid test
0/51. Hasil tes ini adalah…
Hanya garis C yang muncul: tes bekerja, tetapi target tidak terdeteksi.
2. Hasil tes ini adalah…
Garis C dan T sama-sama muncul: target terdeteksi dan tes bekerja.
3. Hasil tes ini adalah…
Tanpa garis C, kita tidak tahu apakah tes bekerja dengan benar. Hasil tidak valid dan tes harus diulang dengan alat baru.
4. Garis T sangat tipis, garis C jelas. Hasilnya…
Garis T setipis apa pun (bila dibaca dalam waktu yang ditentukan petunjuk) umumnya berarti positif, hanya jumlah targetnya sedikit.
5. Tidak ada garis sama sekali. Hasilnya…
Garis C tidak muncul, jadi tes tidak valid. Mungkin sampel terlalu sedikit atau alatnya rusak.
25.5 Western blot: memilah protein menurut ukuran
ELISA menjawab "berapa banyak". Tetapi bagaimana memastikan yang terdeteksi benar-benar protein yang dicari, dengan ukuran yang tepat? Untuk itu ilmuwan memakai Western blot. Contohnya: apakah latihan olahraga rutin menambah jumlah protein GLUT4 di otot (Bab 7 dan 23)?
Animasi Western blot
5 langkah1/5Pecahkan selnya
Potongan kecil otot dihancurkan dengan larutan khusus sehingga semua proteinnya keluar. Hasilnya campuran ribuan jenis protein.
2/5Lomba lari protein (SDS-PAGE)
Deterjen SDS meluruskan lipatan protein (Bab 4) dan menyelimutinya dengan muatan negatif. Seperti DNA di Bab 24, protein kecil berlari lebih jauh di gel. Lajur M berisi penanda ukuran dalam kilodalton (kDa).
3/5Cetak ke membran (blot)
Arus listrik memindahkan protein dari gel ke selembar membran tipis, seperti mencetak tulisan dengan stempel. Pola pitanya tetap sama, tetapi kini protein bisa dijangkau antibodi.
4/5Lepaskan anjing pelacak
Membran direndam dalam antibodi anti-GLUT4, lalu antibodi sekunder berenzim. Sebagai pembanding, dipakai juga antibodi terhadap β-aktin (kerabat protein tali di Bab 23) yang jumlahnya relatif tetap, untuk memastikan jumlah sampel di tiap lajur sama.
5/5Lihat pitanya
Enzim mengubah substrat menjadi cahaya yang ditangkap kamera. Pita GLUT4 muncul tepat di ukuran ±50 kDa. Pita pada sampel "sesudah latihan" lebih tebal, sedangkan pita β-aktin sama. Kesimpulannya: latihan menambah jumlah GLUT4 di otot.
Nama "Western blot" adalah lelucon ilmuwan. Tahun 1975, Edwin Southern menciptakan cara memindahkan DNA ke membran, yang dinamai Southern blot sesuai namanya. Teknik serupa untuk RNA lalu dijuluki Northern blot, dan untuk protein dijuluki Western blot (1979). Tidak ada ilmuwan bernama Northern atau Western!
25.6 Imunohistokimia: di sel mana proteinnya?
Western blot dan ELISA menghancurkan sel, jadi kita tidak tahu di mana protein itu berada. Imunohistokimia (IHK atau IHC) memakai antibodi langsung pada irisan jaringan setipis ±4 mikrometer. Hasilnya bisa dilihat di mikroskop: sel mana yang memiliki protein, dan di bagian sel mana, apakah di membran, sitoplasma, atau inti. Pewarnaan ini sehari-hari dipakai dokter spesialis patologi anatomi untuk menentukan jenis kanker dan obatnya (Bab 14).
Pewarnaan rutin H&E
Hematoksilin mewarnai inti menjadi ungu-biru, dan eosin mewarnai sitoplasma menjadi merah muda. Warna seluruh buku ini meniru pewarnaan tersebut! H&E memperlihatkan bentuk sel dengan indah, tetapi tidak bisa menunjukkan protein tertentu.
HER2: warna cokelat di membran
Antibodi anti-HER2 dan enzim mengubah substrat DAB menjadi endapan cokelat tepat di tempat HER2 berada. Inti diwarnai biru dengan hematoksilin sebagai latar. Membran cokelat tebal yang melingkar penuh (skor 3+) berarti sel kanker payudara memasang reseptor HER2 berlebihan (Bab 6 dan 14). Pasien seperti ini bisa mendapat obat antibodi trastuzumab (Bab 26).
Ki-67: inti yang sedang sibuk membelah
Protein Ki-67 hanya ada di inti sel yang sedang menjalani siklus sel (Bab 11). Persentase inti cokelat disebut indeks proliferasi. Pada gambar ini sekitar 4 dari 12 inti berwarna cokelat, yaitu ±33%. Makin tinggi indeksnya, makin cepat tumor tumbuh.
Imunofluoresensi: menyala dalam gelap
Antibodi membawa pewarna berpendar. Di bawah mikroskop fluoresensi, inti (biru, pewarna DNA) dan sitoskeleton (hijau, anti-tubulin, Bab 10) menyala di latar gelap. Beberapa warna bisa dipakai sekaligus untuk melihat beberapa protein dalam satu sel.
25.7 Memilih alat yang tepat
| Alat | Yang dideteksi | Pertanyaan yang dijawab | Waktu | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| PCR / RT-qPCR (Bab 24) | Resep: DNA atau RNA | Adakah resep kuman atau gen ini? Berapa banyak? | 1–4 jam di laboratorium | COVID-19, TCM (tes cepat molekuler) untuk TBC, HPV |
| Rapid test | Antigen (protein) atau antibodi | Ada atau tidak ada? | 15–20 menit | Kehamilan, NS1 dengue, antigen COVID-19, HIV, malaria |
| ELISA | Protein atau antibodi | Berapa banyak? | 2–5 jam | Kadar hormon, antibodi hepatitis B, IgG/IgM dengue |
| Western blot | Protein | Proteinnya benar? Berapa ukurannya? Bertambah atau berkurang? | 1–2 hari | Penelitian, uji konfirmasi |
| Imunohistokimia | Protein di dalam jaringan | Di sel mana, dan di bagian sel mana? | 1–2 hari | HER2, reseptor estrogen, Ki-67 pada kanker payudara |
Kalau rapid test antigen negatif, pasti tidak sakit.
Yang benar: rapid test antigen tidak sesensitif PCR, karena tidak ada tahap penggandaan. Pada awal infeksi, saat jumlah virus masih sedikit, hasilnya bisa negatif palsu. Jika ada gejala atau pernah kontak erat dengan penderita, ulangi tes beberapa hari kemudian atau konfirmasi dengan PCR, sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kurva standar ELISA biasanya dicocokkan dengan model logistik empat parameter (4PL). Batas deteksi (LOD) dan batas kuantifikasi (LOQ) ditentukan dari blanko dan standar rendah. Hasil yang valid membutuhkan kontrol positif dan negatif, pengukuran duplo, serta kewaspadaan terhadap reaksi silang dan efek hook (sinyal turun palsu pada kadar sangat tinggi dalam sandwich satu tahap). Pada IHK jaringan yang difiksasi formalin, pengambilan antigen (antigen retrieval) dengan panas memulihkan epitop yang tertutup ikatan silang. Skor HER2 menurut pedoman ASCO/CAP: 0 dan 1+ negatif, 2+ meragukan (equivocal) sehingga perlu hibridisasi in situ (ISH), dan 3+ positif. Western blot kini dianjurkan dinormalisasi terhadap protein total, bukan hanya protein rumah tangga. Flow cytometry memakai antibodi berfluoresensi untuk menghitung ribuan sel per detik, misalnya jumlah sel T CD4⁺ pada pemantauan HIV (Bab 19).
Kuis Bab 25
0/51. Antibodi dapat dipakai sebagai alat deteksi karena…
Kekhususan kunci–gembok antibodi (Bab 16) membuatnya bisa menemukan satu protein di antara ribuan protein lain.
2. Pada ELISA, warna yang lebih pekat berarti…
Setiap target yang terjepit membawa satu antibodi berenzim. Makin banyak enzim, makin banyak substrat berubah warna.
3. Fungsi garis C (kontrol) pada rapid test adalah…
Garis C harus selalu muncul. Tanpa garis C, hasil tidak valid.
4. Dokter ingin tahu apakah sel kanker payudara pasien memasang HER2 di membrannya. Alat yang paling tepat adalah…
IHK menunjukkan lokasi protein di dalam jaringan, termasuk di membran sel tumor.
5. Pada Western blot, antibodi terhadap β-aktin dipakai untuk…
β-aktin jumlahnya relatif tetap, sehingga menjadi kontrol pemuatan sampel.
Resep Latihan untuk Tentara
Bagaimana jika kita tidak perlu menyuntikkan kuman sama sekali, cukup mengirim resepnya? Sel di lenganmu memasak sendiri sepotong protein virus, lalu tentara imun berlatih mengenalinya. Vaksin mRNA adalah gabungan hampir semua yang sudah kamu pelajari: resep (Bab 3), dapur (Bab 4), membran (Bab 10), tentara (Bab 16), sel otot (Bab 23), dan bioteknologi (Bab 24–25).
Setelah bab ini, kamu bisa
- membandingkan jenis-jenis vaksin dan cara masing-masing melatih sistem imun;
- menjelaskan perjalanan vaksin mRNA di dalam tubuh dan mengapa vaksin ini tidak mengubah DNA;
- menjelaskan desain mRNA dan nanopartikel lipid;
- menjelaskan obat-obat modern hasil bioteknologi dan tahapan uji klinis.
26.1 Enam cara melatih tentara
Semua vaksin punya tujuan yang sama: memperkenalkan "foto buronan" kepada tentara imun tanpa membuat kita sakit parah (Bab 16). Bedanya ada pada apa yang diperlihatkan kepada tentara:
| Jenis vaksin | Isinya | Ibarat latihan… | Contoh |
|---|---|---|---|
| Hidup dilemahkan | Kuman hidup yang sudah dijinakkan | melawan musuh sungguhan yang sudah lemah | Campak-rubela (MR), BCG, polio tetes |
| Inaktivasi | Kuman yang sudah dimatikan | melawan boneka musuh | Polio suntik (IPV), CoronaVac, Inavac |
| Toksoid | Racun kuman yang dijinakkan | menghadapi senjata musuh yang dikosongkan | Tetanus dan difteri |
| Subunit / protein rekombinan | Potongan protein kuman, dibuat di ragi atau sel (Bab 24) | mempelajari foto buronan | Hepatitis B, HPV, IndoVac |
| Vektor virus | Resep protein dititipkan pada virus jinak yang tidak bisa berkembang biak | resep latihan dikirim lewat kurir | AstraZeneca (COVID-19) |
| mRNA | Resep protein dalam gelembung lemak | resep latihan dikirim langsung ke dapur sel | Pfizer-BioNTech, Moderna, AWcorna (COVID-19) |
26.2 Perjalanan vaksin mRNA di dalam tubuh
Ikuti perjalanan sebuah vaksin mRNA sejak jarum menembus otot lengan sampai tentara imun menyimpan arsip foto buronan.
Animasi perjalanan vaksin mRNA
7 langkah1/7Suntikan di otot lengan
Vaksin disuntikkan ke otot lengan atas (Bab 23). Isinya triliunan nanopartikel lipid, gelembung lemak supermini yang masing-masing membungkus beberapa lembar mRNA.
2/7Masuk lewat pintu membran
Sel otot dan sel imun di sekitarnya menelan gelembung itu lewat endositosis (Bab 10). Di dalam endosom, lemak gelembung berubah muatan dan melebur dengan membran, sehingga mRNA terlepas ke sitoplasma.
3/7Dapur memasak resep baru
Ribosom (Bab 4) membaca mRNA dan memasak protein paku virus, persis seperti memasak protein lain. mRNA ini tidak masuk ke inti (perpustakaan). Berbeda dengan HIV, vaksin juga tidak membawa transkriptase balik dan integrase, sehingga resep ini tidak disalin menjadi DNA dan tidak disisipkan ke kromosom.
4/7Foto buronan dipajang
Sebagian protein paku dipasang di permukaan sel, dan potongannya dipajang di "papan buronan" MHC (Bab 16). Sel dendritik membawa informasi ini ke kelenjar getah bening. Kelenjar di ketiak bisa sedikit bengkak karena di sinilah pasukan berkumpul.
5/7Tentara berlatih
Sel T helper yang cocok membangunkan sel B untuk membuat antibodi penutup protein paku, dan melatih sel T sitotoksik. Pegal di lengan dan demam ringan 1–2 hari adalah tanda latihan sedang berlangsung.
6/7Resep dihancurkan
mRNA adalah molekul rapuh. Dalam hitungan hari ia dipotong enzim penghancur RNA dan didaur ulang (Bab 9). Protein paku pun dibersihkan. Yang tertinggal hanyalah ingatan tentara.
7/7Arsip siap dipakai
Sel memori T dan B berjaga berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Jika virus asli datang, respons sekunder yang cepat dan kuat mencegah penyakit berat.
Vaksin mRNA mengubah DNA orang yang disuntik.
Yang benar: mRNA bekerja di dapur (sitoplasma) dan tidak pernah masuk ke perpustakaan (inti) tempat DNA disimpan. Vaksin juga tidak membawa perangkat seperti milik HIV (transkriptase balik dan integrase) untuk menyalin resepnya menjadi DNA dan menyisipkannya ke kromosom. Penelitian tidak menemukan mRNA vaksin masuk ke DNA manusia. Ibarat fotokopi resep yang dibaca di dapur lalu dibuang: fotokopi itu tidak bisa menulis ulang buku aslinya.
26.3 Rahasia desain: resep yang menyamar
Membuat vaksin mRNA tidak sesederhana memasukkan resep ke tabung. Resepnya harus stabil, tidak memicu alarm berlebihan, dan bisa sampai ke dalam sel. Perhatikan susunannya, yang meniru mRNA alami di Bab 3:
Urutan genom virus corona dipublikasikan pada 11 Januari 2020. Hanya dua hari kemudian, resep vaksin mRNA pertama sudah selesai dirancang di komputer. Uji pada manusia dimulai Maret 2020, dan izin penggunaan darurat pertama keluar Desember 2020, sekitar 11 bulan kemudian. Kecepatan ini mungkin karena teknologinya sudah diteliti selama puluhan tahun sebelumnya, dan karena tahapan uji klinis dijalankan secara paralel, bukan dilewati.
26.4 Obat-obat dari laboratorium bioteknologi
Perkakas di Bab 24 dan 25 tidak hanya dipakai untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga untuk membuat obat generasi baru:
Terapi CAR-T adalah contoh luar biasa yang menggabungkan Bab 14, 16, 19, dan 24:
- Ambil pasukanSel T diambil dari darah pasien leukemia
- Pasang kacamataVirus jinak (Bab 19) menitipkan resep reseptor CAR pengenal sel kanker
- PerbanyakSel CAR-T dibiakkan sampai ratusan juta di laboratorium
- KembalikanSel dikembalikan lewat infus ke tubuh pasien
- Buru kankerSel CAR-T mengenali dan menghancurkan sel kanker, lalu sebagian menjadi sel memori
26.5 Dari laboratorium ke lenganmu: uji klinis
Setiap vaksin dan obat baru harus melewati tahapan pengujian yang ketat sebelum boleh dipakai masyarakat.
- PraklinikDiuji pada sel dan hewan: apakah bekerja dan cukup aman?
- Fase 1Puluhan relawan sehat: aman? dosis berapa?
- Fase 2Ratusan relawan: respons imun dan efek samping umum
- Fase 3Ribuan sampai puluhan ribu relawan, dibandingkan dengan plasebo: benar-benar melindungi?
- Izin BPOMBadan Pengawas Obat dan Makanan menilai seluruh data
- Fase 4Keamanan terus dipantau setelah dipakai jutaan orang (KIPI)
RNA asing dikenali sensor imun bawaan seperti TLR3/7/8 di endosom serta RIG-I/MDA5 dan PKR di sitoplasma. Penggantian uridin dengan N1-metilpseudouridin (m1Ψ) mengurangi aktivasi sensor tersebut dan meningkatkan translasi. Desain mRNA juga meliputi optimasi kodon, pemilihan UTR (misalnya dari globin), dan tudung cap-1. Lipid terionisasi (pKa ±6–7) bermuatan netral di darah tetapi positif di endosom yang asam, sehingga membantu mRNA lolos dari endosom. Mutasi 2P (K986P/V987P) menstabilkan protein paku SARS-CoV-2 dalam konformasi prafusi. Generasi berikutnya meliputi mRNA yang memperbanyak diri (saRNA) dan vaksin kanker neoantigen. Pada CAR-T, reseptor kimerik terdiri atas scFv antibodi (misalnya anti-CD19), domain transmembran, domain kostimulasi (CD28 atau 4-1BB), dan CD3ζ. Efek samping khasnya adalah sindrom pelepasan sitokin dan neurotoksisitas (ICANS). Terapi gen banyak memakai vektor AAV yang jarang berintegrasi ke genom.
Kuis Bab 26
0/51. Isi vaksin mRNA adalah…
Vaksin mRNA hanya membawa resep, sehingga sel kita sendiri yang memasak protein paku sebagai foto buronan.
2. Mengapa vaksin mRNA tidak dapat mengubah DNA manusia?
mRNA dibaca ribosom di sitoplasma lalu dihancurkan dalam hitungan hari.
3. Organel yang membaca mRNA vaksin dan membuat protein paku adalah…
Ribosom adalah dapur sel (Bab 4). Ia memasak protein dari resep mana pun, termasuk resep vaksin.
4. Mengapa huruf U pada mRNA vaksin diganti dengan versi termodifikasi?
Temuan Karikó dan Weissman ini membuat mRNA "menyamar" dan bekerja lebih efektif.
5. Pada terapi CAR-T, yang direkayasa adalah…
Sel T pasien diberi reseptor CAR, diperbanyak, lalu dikembalikan untuk memburu kanker.
Surat-Surat Penyembuh
Sepanjang buku ini kamu melihat sel-sel berkirim surat: insulin, sitokin, faktor pertumbuhan. Bagaimana jika surat-surat itu kita kumpulkan, kita takar, lalu kita kirim ke jaringan yang sedang rusak? Inilah gagasan di balik agen biologis modern: obat yang bukan diracik dari bahan kimia, melainkan dipanen dari keping darah dan sel.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membedakan obat kimia dan agen biologis, serta menyebutkan ragam modalitas terapi biologis;
- menjelaskan peran faktor pertumbuhan dan keping darah dalam perbaikan jaringan;
- menjelaskan pembuatan dan perbedaan PRP serta activated growth factor (AGF);
- menjelaskan sekretom, medium terkondisi, dan vesikel ekstraseluler, termasuk cara kerjanya, keamanannya, dan aturannya.
27.1 Obat kimia dan agen biologis
Kebanyakan obat yang kamu kenal, seperti parasetamol, adalah molekul kimia kecil yang dibuat lewat reaksi kimia. Strukturnya pasti, dan setiap tablet isinya sama. Agen biologis (produk biologi) dibuat oleh atau diambil dari makhluk hidup: protein, sel, atau bagian sel. Ukurannya puluhan sampai ribuan kali lebih besar (sel bahkan jauh lebih besar lagi), dan strukturnya jauh lebih rumit.
Obat kimia (molekul kecil)
Dibuat lewat sintesis kimia. Struktur tunggal dan pasti, mudah ditiru (obat generik), tahan disimpan pada suhu kamar, dan sering bisa diminum. Contoh: parasetamol, metformin.
Agen biologis
Dibuat oleh sel hidup atau diambil dari darah dan jaringan. Molekulnya besar dan rumit, bisa sedikit berbeda antarkelompok produksi, peka panas sehingga sering butuh rantai dingin, dan umumnya disuntikkan. Contoh: insulin, vaksin, antibodi monoklonal.
| Modalitas biologis | Isinya | Contoh | Dibahas di |
|---|---|---|---|
| Vaksin | Kuman yang dilemahkan, potongan kuman, atau resep mRNA | Vaksin MR, vaksin mRNA | Bab 16, 26 |
| Protein rekombinan | Protein manusia buatan bakteri, ragi, atau sel | Insulin, eritropoietin, G-CSF | Bab 24 |
| Antibodi monoklonal | Antibodi seragam yang mengunci satu sasaran | Trastuzumab, pembrolizumab | Bab 25, 26 |
| Terapi sel dan gen | Sel hidup atau gen yang dititipkan ke sel | CAR-T, transplantasi sel punca darah | Bab 15, 26 |
| Faktor pertumbuhan | Protein "surat perintah tumbuh" tunggal | Gel PDGF rekombinan untuk luka diabetik | Bab ini |
| Produk keping darah: PRP dan AGF | Campuran faktor pertumbuhan dari darah pasien sendiri | Penelitian pada sendi, luka, mata | Bab ini |
| Sekretom dan vesikel ekstraseluler | Semua yang dilepas sel punca: protein, sitokin, dan "paket" vesikel | Penelitian perbaikan jaringan dan peradangan | Bab ini |
27.2 Faktor pertumbuhan: surat perintah membangun
Faktor pertumbuhan adalah protein sinyal yang memerintahkan sel untuk membelah, bergerak, membangun matriks, atau membuat pembuluh darah baru. Karena larut air, surat ini tidak bisa menembus membran. Ia menempel pada reseptor di permukaan sel (sering berupa reseptor tirosin kinase), lalu pesannya diestafetkan ke inti dan menyalakan gen-gen tertentu, seperti jalur surat insulin di Bab 6 dan 7. Pada luka, faktor-faktor inilah yang memanggil fibroblas dan pembuluh baru pada fase proliferasi (Bab 17).
| Faktor pertumbuhan | Tugas utama | Dalam analogi Negara Sel |
|---|---|---|
| PDGF (dari keping darah) | Memanggil dan memperbanyak fibroblas serta sel otot polos pembuluh | Surat panggilan tukang bangunan |
| TGF-β (faktor pertumbuhan transformasi beta) | Merangsang pembuatan kolagen dan matriks, meredam peradangan | Mandor pengatur proyek dan peredam keributan |
| VEGF | Menumbuhkan pembuluh darah baru (angiogenesis) | Perintah membangun jalan pasokan |
| EGF | Memperbanyak dan menggerakkan sel kulit dan lapisan permukaan | Perintah menambal atap dan jalan |
| FGF | Memperbanyak fibroblas, membantu angiogenesis | Surat lembur untuk tim konstruksi |
| IGF-1 | Mendorong pertumbuhan dan pembuatan protein, misalnya pada tulang rawan dan otot | Subsidi bahan bangunan |
27.3 Keping darah: gudang surat berjalan
Keping darah (trombosit) adalah potongan kecil sel tanpa inti, dengan jumlah normal sekitar 150.000–400.000 per mikroliter darah. Kamu sudah melihat tugas pertamanya di Bab 17: menambal pembuluh yang bocor. Tugas keduanya sama pentingnya. Di dalam keping darah ada puluhan kantong bernama granula alfa yang menyimpan faktor pertumbuhan. Begitu keping darah diaktifkan, misalnya oleh trombin di lokasi luka, kantong-kantong itu melebur dengan membran (eksositosis, Bab 5) dan menumpahkan isinya.
27.4 Dari darah ke PRP, lalu AGF
PRP (platelet-rich plasma, plasma kaya trombosit) adalah plasma darah pasien sendiri yang keping darahnya dipekatkan beberapa kali lipat. Kelemahannya, keping darah di dalam PRP harus "membuka gudangnya" sendiri setelah disuntikkan, sehingga jumlah faktor pertumbuhan yang benar-benar dilepas bisa berbeda-beda. Penulis buku ini, dr. Rachmat Hidayat dari Bagian Biologi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, meneliti dan mengembangkan langkah lanjutan yang disebut activated growth factor (AGF) dalam studi doktoralnya (S3): keping darah sengaja diaktifkan di laboratorium, isinya dipanen, lalu takarannya distandarkan. Ikuti langkah pembuatannya pada penelitian Hidayat dan Harun (2025):
Animasi pembuatan PRP dan AGF
6 langkah1/6Ambil darah
Darah vena diambil dari pasien sendiri (autolog) ke dalam tabung berisi antikoagulan, zat yang mencegah darah membeku sebelum waktunya.
2/6Putaran pelan: memisahkan sel darah merah
Tabung diputar pelan (200 × g, 10 menit). Sel darah merah yang berat mengendap di bawah. Di atasnya ada lapisan putih tipis (buffy coat) berisi sel darah putih dan keping darah, lalu plasma berwarna kuning.
3/6Putaran cepat: memekatkan keping darah
Plasma dan lapisan putih dipindahkan lalu diputar lebih cepat (1000 × g, 15 menit). Keping darah mengendap. Sebagian plasma di atasnya dibuang, sehingga terbentuk PRP dengan keping darah sekitar 3–5 kali kadar normal darah.
4/6Aktivasi: membuka gudang
PRP ditambah kalsium klorida dan trombin, lalu diinkubasi pada 37 °C selama sekitar satu jam. Keping darah teraktivasi, granula alfanya melebur dengan membran (degranulasi), dan faktor pertumbuhan tumpah ke cairan. Jaring fibrin pun terbentuk, seperti bekuan di luka.
5/6Panen cairan bebas sel
Campuran diputar sangat cepat (3000 × g, 20 menit, 4 °C) sehingga fibrin dan sisa keping darah mengendap. Cairan jernih di atasnya disaring dengan saringan steril berpori 0,22 µm. Hasilnya adalah cairan pelepasan (releasate) bebas sel: AGF.
6/6Takar dengan tepat
Kadar TGF-β1 dalam AGF diukur dengan ELISA (Bab 25), lalu diencerkan ke takaran tertentu, misalnya 0,1; 1; atau 10 ng/mL. Dengan takaran terstandar seperti obat, hasil penelitian dapat diulang dan dibandingkan.
| Ciri | PRP | AGF |
|---|---|---|
| Isinya | Plasma berisi keping darah utuh yang dipekatkan | Cairan bebas sel berisi faktor pertumbuhan yang sudah dilepas |
| Pelepasan faktor pertumbuhan | Terjadi setelah disuntikkan, jumlahnya sulit dipastikan | Sudah dilakukan lengkap di laboratorium |
| Takaran | Biasanya dinyatakan sebagai kelipatan jumlah keping darah, berbeda antarpasien dan antaralat | Distandarkan berdasarkan kadar TGF-β1 (ng/mL) |
| Penyaringan | Tidak disaring, karena berisi sel | Disaring steril 0,22 µm |
Pada tikus model osteoartritis, suntikan AGF menurunkan enzim perusak tulang rawan (MMP-1, MMP-13, ADAMTS-4) dan sinyal peradangan (TNF-α, IL-1β, NF-κB), serta menaikkan pembuatan kolagen tipe II dan agrekan, lebih baik daripada PRP. Takaran 10 ng/mL memberi efek terkuat (Hidayat dan Harun, 2025). Pada tikus model retinopati diabetik, AGF menurunkan stres oksidatif dan peradangan di retina serta menaikkan enzim antioksidan SOD (Amin dkk., 2025). Hasil pada hewan ini menjanjikan, tetapi manfaat dan keamanannya pada manusia masih perlu dibuktikan lewat uji klinis (Bab 26).
27.5 Bagaimana surat penyembuh bekerja di sendi
Pada osteoartritis, tulang rawan sendi lutut perlahan terkikis. Tulang rawan dibangun oleh sel kondrosit yang membuat matriks dari kolagen tipe II (kawat beton) dan agrekan (spons penahan air). Dalam keadaan sehat, pembangunan dan pembongkaran berjalan seimbang. Ikuti apa yang terjadi saat keseimbangan ini rusak, dan bagaimana surat-surat dari AGF berusaha memulihkannya.
Animasi AGF pada tulang rawan sendi (model hewan)
5 langkah1/5Sendi sehat
Kondrosit merawat matriks: kolagen tipe II memberi kekuatan, agrekan menahan air sehingga tulang rawan kenyal seperti bantalan. Kerusakan kecil selalu diperbaiki.
2/5Osteoartritis: pembongkaran menang
Sinyal peradangan seperti IL-1β dan TNF-α menyalakan sakelar NF-κB di dalam kondrosit, sebuah jalur sinyal seperti yang kamu pelajari di Bab 6. Sel lalu membuat enzim "gunting" MMP-13 dan ADAMTS-4 yang memotong kolagen II dan agrekan. Permukaan tulang rawan retak dan menipis, lalu terasa nyeri.
3/5Surat penyembuh dikirim
AGF disuntikkan ke dalam rongga sendi. Ia membawa campuran surat: TGF-β, PDGF, IGF-1, dan faktor pertumbuhan lainnya.
4/5Surat TGF-β dibaca
TGF-β menempel pada reseptornya di membran kondrosit. Reseptor memasang gugus fosfat pada protein SMAD3 (fosforilasi, Bab 6). SMAD3 aktif masuk ke perpustakaan dan menyalakan gen kolagen tipe II dan agrekan, sementara sinyal peradangan mereda.
5/5Keseimbangan dipulihkan
Pada tikus, pembangunan matriks kembali mengungguli pembongkaran. Inilah alasan AGF diteliti sebagai calon terapi yang bisa memperlambat perjalanan penyakit, bukan sekadar meredakan nyeri. Untuk manusia, uji klinis yang baik masih dibutuhkan.
27.6 Sekretom: semua yang dikirim sel punca
Dulu orang mengira sel punca mesenkimal (Bab 15) menyembuhkan dengan cara berubah menjadi sel baru di jaringan yang rusak. Ternyata kebanyakan sel yang disuntikkan tidak bertahan lama. Manfaatnya terutama datang dari surat-surat yang mereka kirim ke sel tetangga, yang disebut efek parakrin. Karena itu ahli biologi Arnold Caplan (2017) bahkan mengusulkan agar sel ini disebut medicinal signaling cells, sel pengirim sinyal penyembuh. Semua yang dikeluarkan sel ini disebut sekretom.
Untuk membuatnya, sel punca dibiakkan di laboratorium, lalu cairan biakannya dipanen. Cairan biakan yang sudah berisi kiriman sel ini disebut medium terkondisi (conditioned medium).
- Biakkan selSel punca mesenkimal dari tali pusat, sumsum tulang, atau lemak, yang memenuhi kriteria baku
- Beri "pelatihan"Misalnya kadar oksigen rendah (hipoksia) atau sinyal radang, yang mengubah isi kiriman sel
- Panen mediumMedium tanpa serum dikumpulkan setelah beberapa hari: inilah medium terkondisi
- Bersihkan dan pisahkanDisentrifugasi dan disaring; vesikel bisa dipisahkan dengan ultrasentrifugasi atau kromatografi
- Uji mutuSteril, bebas endotoksin, kadar faktor pertumbuhan (ELISA), penanda vesikel CD9, CD63, CD81 (Western blot, Bab 25)
- ProdukSekretom cair, beku, atau dikeringbekukan untuk disimpan
Mengirim surat, bukan mengirim tukang
Terapi sel ibarat mengirim rombongan tukang ke kota yang rusak. Mereka harus diberi tempat tinggal, bisa tersesat, dan sebagian mungkin berulah. Terapi sekretom ibarat hanya mengirim surat perintah dan kotak perkakas yang biasa dibawa para tukang itu, supaya warga setempat sendiri yang membangun ulang kotanya. Lebih ringkas dan tanpa sel hidup, tetapi isi suratnya harus ditakar dan dijaga mutunya. Perbandingan lengkap terapi sel punca dan eksosom dibahas di Bab 28.
27.7 Membandingkan modalitas regeneratif
| Terapi sel punca | Sekretom dan vesikel | PRP dan AGF | Faktor pertumbuhan rekombinan | |
|---|---|---|---|---|
| Sumber | Sel donor atau pasien sendiri | Cairan biakan sel punca | Darah pasien sendiri | Bakteri atau sel yang direkayasa (Bab 24) |
| Ada sel hidup? | Ya | Tidak | PRP: keping darah tanpa inti. AGF: tidak | Tidak |
| Isi | Sel yang terus mengirim surat | Ratusan jenis protein dan vesikel | Campuran faktor pertumbuhan alami | Satu jenis protein murni |
| Standardisasi | Sulit, sel hidup berubah-ubah | Sedang, tergantung sel dan cara biak | PRP sulit; AGF ditakar dengan TGF-β1 | Mudah, takaran pasti |
| Penyimpanan | Perlu pembekuan khusus | Dapat dibekukan atau dikeringbekukan | PRP dipakai segera; AGF berupa cairan bebas sel | Seperti obat protein, rantai dingin |
| Risiko yang diwaspadai | Penolakan, pembentukan jaringan tidak diinginkan, kontaminasi | Variasi antarproduk, kontaminasi, takaran tidak jelas | Infeksi bila tidak steril, nyeri di tempat suntikan | Efek samping tergantung jenis protein |
27.8 Pemeriksa klaim: berpikir seperti ilmuwan
Iklan "terapi sel punca", "sekretom", dan "PRP" kini mudah ditemukan, mulai dari klinik kecantikan sampai media sosial. Latih dirimu menilai klaim. Untuk setiap pernyataan, pilih yang paling tepat.
Pemeriksa klaim
0/51. "Gel PDGF rekombinan (becaplermin) disetujui untuk membantu penyembuhan luka kaki diabetik neuropatik."
Becaplermin disetujui di Amerika Serikat pada 1997 setelah uji klinis acak terkontrol plasebo. Tetap dipakai bersama perawatan luka yang baik.
2. "AGF memperbaiki keseimbangan tulang rawan pada tikus model osteoartritis, sehingga perlu diuji lebih lanjut pada manusia."
Bukti pada hewan adalah langkah penting, tetapi belum cukup untuk memastikan manfaat dan keamanan pada manusia. Langkah berikutnya adalah uji klinis bertahap (Bab 26).
3. "Satu kali suntikan sekretom bisa menyembuhkan semua penyakit, dari autisme sampai kanker stadium akhir."
Tidak ada satu terapi pun yang menyembuhkan "semua penyakit". Klaim seperti ini adalah tanda bahaya, terutama bila disertai biaya mahal dan testimoni tanpa data.
4. "Krim berisi ekstrak 'sel punca apel' akan mengganti sel kulit tuamu dengan sel punca baru."
Ekstrak tumbuhan tidak berisi sel hidup manusia dan tidak bisa berubah menjadi sel kulit. Paling-paling ia berfungsi sebagai pelembap atau antioksidan biasa.
5. "Vesikel ekstraseluler dari sel punca mesenkimal sedang diuji untuk meredam peradangan dan membantu perbaikan jaringan."
Banyak penelitian laboratorium dan uji klinis awal sedang berjalan. Pernyataan ini jujur karena menyebut "sedang diuji", bukan "pasti menyembuhkan".
27.9 Keamanan, aturan, dan etika
Aturan di Indonesia
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2018 mengatur pelayanan sel punca dan/atau sel. Peraturan ini juga mendefinisikan sekretom sebagai produk dari sel punca dan/atau sel yang mengandung faktor pertumbuhan, sitokin, serta struktur membran berupa mikrovesikel dan eksosom. Pelayanan hanya boleh dilakukan untuk pengobatan dan pemulihan kesehatan, di fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat.
Mutu adalah keselamatan
Produk biologis bisa tercemar kuman atau endotoksin bila dibuat tanpa standar. Bahan dari donor harus diperiksa terhadap infeksi seperti HIV dan hepatitis (Bab 19). Karena faktor pertumbuhan memerintahkan sel membelah, para ahli juga berhati-hati memberikannya kepada orang yang memiliki tumor aktif (Bab 14).
Sekretom sama dengan sel punca dalam botol. Karena berasal dari tubuh, pasti aman.
Yang benar: sekretom tidak berisi sel, hanya kiriman sel: protein dan vesikel. "Alami" juga tidak sama dengan "pasti aman". Keamanan ditentukan oleh cara pembuatan yang steril dan terstandar, takaran yang tepat, dan bukti dari uji klinis. Tanyakan selalu: apakah fasilitasnya berizin, produknya teruji, dan klaimnya didukung penelitian yang terbit?
Kriteria minimal MSC menurut International Society for Cellular Therapy (Dominici dkk., 2006): melekat pada plastik dalam biakan standar; mengekspresikan CD105, CD73, dan CD90 tetapi tidak CD45, CD34, CD14/CD11b, CD79α/CD19, dan HLA-DR; serta dapat berdiferensiasi menjadi osteoblas, adiposit, dan kondroblas in vitro. Untuk vesikel, pedoman MISEV2023 dari International Society for Extracellular Vesicles menganjurkan istilah operasional seperti "EV kecil" kecuali jalur biogenesis eksosom (endosom, badan multivesikular, mesin ESCRT, tetraspanin CD9/CD63/CD81) benar-benar dibuktikan, dan meminta karakterisasi berlapis: jumlah dan ukuran partikel, penanda protein positif dan negatif, serta mikroskop elektron. Sinyal TGF-β berjalan lewat kompleks reseptor serin/treonin kinase tipe I/II yang memfosforilasi SMAD2/3. SMAD2/3 berpasangan dengan SMAD4, masuk ke inti, dan mengatur gen matriks seperti COL2A1 dan ACAN. Tantangan translasi produk biologis meliputi uji potensi yang bermakna (potency assay), produksi sesuai CPOB/GMP, waktu paruh faktor pertumbuhan yang singkat (sehingga dikembangkan pembawa seperti hidrogel atau fibrin), serta keragaman formulasi PRP (kandungan leukosit dan cara aktivasi) yang menyulitkan perbandingan antarpenelitian. Standardisasi takaran berdasarkan kadar TGF-β1, seperti pada AGF, adalah salah satu upaya menjawab tantangan ini.
Kuis Bab 27
0/51. Mengapa kebanyakan agen biologis seperti insulin dan antibodi harus disuntikkan, bukan diminum?
Protein dipecah enzim pencernaan menjadi asam amino seperti makanan, sehingga harus diberikan lewat suntikan atau langsung di jaringan.
2. Tempat faktor pertumbuhan disimpan di dalam keping darah adalah…
Granula alfa adalah "gudang surat" keping darah yang ditumpahkan isinya saat keping darah diaktifkan.
3. Perbedaan utama AGF dibanding PRP adalah…
Keping darah diaktifkan dengan CaCl₂ dan trombin, cairannya dipanen dan disaring 0,22 µm, lalu kadar TGF-β1 diukur dengan ELISA.
4. Sekretom sel punca mesenkimal adalah…
Sekretom tidak berisi sel. Ia berisi kiriman sel, sesuai definisi Permenkes 32/2018.
5. Pada osteoartritis, TGF-β dari AGF membantu tulang rawan dengan cara…
Reseptor TGF-β memfosforilasi SMAD3, yang lalu masuk ke inti dan menyalakan gen pembangun matriks.
Mengirim Tukang, Mengirim Paket
Di Bab 15 kamu berkenalan dengan sel punca, warga serba bisa. Di Bab 27 kamu melihat "surat penyembuh" yang dikirimnya. Bab ini membahas dua cara memakainya sebagai obat: mengirim selnya (tukang bangunan) atau mengirim paket-paket kecilnya bernama eksosom. Kita akan masuk ke laboratorium, membedah mekanismenya, dan belajar memilah mana terapi yang sudah terbukti dan mana yang masih harapan.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membedakan jenis sel punca untuk terapi dan cara kerjanya: mengganti sel, parakrin, dan imunomodulasi;
- menjelaskan langkah pembuatan produk sel dari donor sampai pasien, termasuk uji mutu;
- menjelaskan biogenesis, isi, pemisahan, dan cara kerja eksosom;
- menilai tingkat bukti terapi sel punca dan eksosom, serta aspek keamanan dan regulasinya.
28.1 Dua cara: mengirim tukang atau mengirim paket
Bayangkan sebuah kota yang rusak diterjang banjir. Pemerintah bisa mengirim tukang bangunan yang tinggal di sana dan membangun ulang rumah demi rumah. Atau pemerintah cukup mengirim paket berisi surat perintah, bahan, dan perkakas, supaya warga setempat sendiri yang memperbaiki kotanya. Terapi sel punca dan terapi eksosom bekerja dengan dua cara yang mirip ini.
Terapi sel
Sel hidup diberikan ke pasien. Sel dapat menggantikan sel yang hilang, misalnya sel punca darah pada leukemia, atau tinggal sementara sambil mengirim sinyal penyembuh.
Terapi bebas sel
Hanya "kiriman" sel yang diberikan: sekretom, faktor pertumbuhan (Bab 27), atau vesikel ekstraseluler seperti eksosom. Tidak ada sel hidup, tetapi isi paketnya bisa mengubah perilaku sel penerima.
28.2 Ragam sel untuk terapi
| Jenis sel | Sumber | Cara kerja utama | Contoh pemakaian |
|---|---|---|---|
| Sel punca darah (hematopoietik) | Sumsum tulang, darah tepi setelah dimobilisasi, darah tali pusat | Mengganti seluruh sistem darah dan imun | Leukemia, limfoma, anemia aplastik, talasemia mayor (sudah baku) |
| Sel punca mesenkimal (MSC) | Sumsum tulang, jaringan lemak, tali pusat (jeli Wharton) | Terutama parakrin dan meredam sistem imun | Penyakit graft-versus-host (disetujui di beberapa negara), banyak uji klinis lain |
| Sel punca jaringan (limbus mata, kulit) | Biopsi kecil dari pasien sendiri | Mengganti lapisan permukaan yang rusak | Kerusakan kornea akibat luka bakar mata, luka bakar kulit luas |
| Sel turunan iPSC atau sel punca embrionik | Sel pluripoten yang diarahkan di laboratorium (Bab 15) | Mengganti jenis sel yang hilang | Uji klinis: sel retina, neuron dopamin (Parkinson), sel pulau pankreas (diabetes tipe 1) |
28.3 Dari donor ke pasien: membuat "obat hidup"
Sel untuk terapi bukan sekadar diambil lalu disuntikkan. Ia dibuat seperti obat, di laboratorium yang memenuhi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB, atau GMP dalam bahasa Inggris), dengan pemeriksaan di setiap langkah.
Animasi pembuatan produk sel punca mesenkimal
6 langkah1/6Donor dan persetujuan
Donor (atau pasien sendiri) diberi penjelasan lengkap dan menandatangani persetujuan tertulis. Darahnya diperiksa terhadap infeksi seperti HIV, hepatitis B dan C, dan sifilis, supaya tidak ikut "terkirim" bersama sel.
2/6Mengambil jaringan sumber
Sedikit jaringan diambil secara steril: sumsum tulang, jaringan lemak, atau tali pusat yang biasanya dibuang setelah persalinan dengan izin ibunya.
3/6Isolasi dan perbanyakan
Sel dipisahkan lalu dibiakkan di inkubator 37 °C. MSC melekat di dasar plastik, sedangkan sel lain terbuang saat media diganti. Saat penuh, sel dipindahkan ke wadah baru (passage) sampai jumlahnya cukup, sering puluhan sampai ratusan juta sel. Terlalu banyak passage membuat sel menua, sehingga jumlahnya dibatasi.
4/6Uji identitas dan mutu
Sel harus memenuhi kriteria ISCT: melekat di plastik, membawa penanda CD73, CD90, dan CD105 tetapi tidak CD34, CD45, dan HLA-DR, serta bisa menjadi sel tulang, lemak, dan tulang rawan. Setiap kelompok produksi juga diuji sterilitas, mikoplasma, endotoksin, persentase sel hidup, dan kestabilan kromosomnya.
5/6Disimpan beku
Sel dibekukan perlahan bersama zat pelindung beku (DMSO) lalu disimpan dalam nitrogen cair −196 °C. Pada suhu ini hampir semua reaksi kimia berhenti, sehingga sel "tidur" dan bisa disimpan lama.
6/6Diberikan dan dipantau
Sel dicairkan, diperiksa lagi, lalu diberikan lewat infus atau suntikan langsung ke jaringan. Pasien dipantau untuk efek samping jangka pendek dan panjang. Untuk terapi baru, semua ini dilakukan dalam kerangka uji klinis (Bab 26).
28.4 Bagaimana sel punca menyembuhkan?
Ketuk setiap mekanisme pada peta di bawah. Sebagian mekanisme sudah terbukti jelas pada manusia, sebagian lagi terutama ditemukan di laboratorium.
Sel punca yang disuntikkan akan pergi ke organ yang rusak lalu berubah menjadi organ baru.
Yang benar: untuk MSC, kebanyakan sel yang disuntikkan lewat infus tersangkut di paru-paru dan hilang dalam beberapa hari. Manfaatnya terutama berasal dari sinyal yang dikirim selama waktu singkat itu, bukan dari menjadi organ baru. Sel punca baru benar-benar menjadi jaringan baru pada keadaan tertentu, misalnya sel punca darah pada transplantasi sumsum tulang.
28.5 Peta bukti: mana yang sudah terbukti?
Ilmu kedokteran menilai terapi berdasarkan bukti, bukan janji. Lihat bagaimana statusnya bisa naik, bahkan turun lagi, ketika bukti baru muncul.
| Status | Terapi | Keterangan |
|---|---|---|
| Baku | Transplantasi sel punca darah | Untuk leukemia, limfoma, anemia aplastik, talasemia mayor, dan lainnya. Sudah dipakai puluhan tahun di seluruh dunia |
| Baku | Cangkok sel kulit dan sel limbus | Lembaran sel kulit untuk luka bakar luas; sel punca limbus (Holoclar, disetujui bersyarat di Eropa 2015) untuk kornea yang rusak karena luka bakar mata |
| Disetujui terbatas | MSC untuk penyakit graft-versus-host | Temcell di Jepang (2015) dan Ryoncil (remestemcel-L) di Amerika Serikat (Desember 2024, untuk anak), yaitu terapi MSC pertama yang disetujui FDA |
| Dicabut | MSC untuk fistula pada penyakit Crohn | Alofisel disetujui di Eropa pada 2018, lalu izinnya dicabut pada Desember 2024 setelah uji klinis besar (568 pasien) tidak menunjukkan manfaat. Contoh ilmu yang mengoreksi diri |
| Uji klinis menjanjikan | Sel pulau pankreas dari sel punca (diabetes tipe 1) | Pada uji fase 1–2 (NEJM 2025), 10 dari 12 peserta tidak lagi memerlukan suntikan insulin setelah satu tahun. Namun mereka tetap minum obat penekan imun yang membawa risiko infeksi, dan uji ini masih kecil serta singkat |
| Uji klinis menjanjikan | Neuron dopamin dari iPSC atau sel punca embrionik (Parkinson) | Dua uji awal (Nature 2025): sel bertahan, membuat dopamin, dan tidak membentuk tumor. Uji yang lebih besar masih diperlukan |
| Belum terbukti | Klaim awet muda, autisme, "semua penyakit" | Tidak ada bukti kuat. Waspadai klinik yang menjual terapi seperti ini dengan biaya mahal |
28.6 Eksosom: paket mini dari endosom
Eksosom adalah vesikel ekstraseluler kecil berukuran sekitar 30–150 nanometer, kira-kira seukuran virus. Ia lahir dari jalur yang sudah kamu kenal: endosom (Bab 9) dan eksositosis (Bab 5). Ikuti perjalanan Exo dari lahir sampai paketnya dibuka di sel penerima.
Animasi perjalanan eksosom
6 langkah1/6Endositosis
Membran sel melekuk ke dalam dan membentuk endosom awal (Bab 10). Protein membran dan muatan dari luar ikut terbawa.
2/6Vesikel di dalam vesikel
Mesin protein ESCRT melipat membran endosom ke arah dalam, sehingga terbentuk banyak vesikel kecil di dalamnya (vesikel intraluminal). Saat melipat, vesikel menangkap protein, mRNA, dan mikroRNA dari sitoplasma. Endosom yang penuh vesikel ini disebut badan multivesikular (MVB).
3/6Dua pilihan nasib
MVB bisa dikirim ke lisosom untuk dihancurkan (Bab 9), atau diantar ke membran sel oleh protein pengatur lalu lintas bernama Rab27, dengan bantuan kurir di jalan tol sitoskeleton (Bab 5).
4/6Eksosom dilepas
MVB melebur dengan membran sel, seperti eksositosis biasa, dan vesikel-vesikel kecil di dalamnya terlepas ke luar sel. Mulai saat ini mereka disebut eksosom. Permukaannya kaya protein tetraspanin CD9, CD63, dan CD81.
5/6Berkelana
Eksosom beredar di hampir semua cairan tubuh: darah, ludah, urin, ASI, dan cairan sendi. Ia bisa ditangkap sel tetangga atau sel di tempat jauh lewat endositosis, peleburan membran, atau ikatan dengan reseptor.
6/6Paket dibuka
Di sel penerima, isi paket dilepas. Salah satu isi yang paling dipelajari adalah mikroRNA: RNA pendek yang menempel pada mRNA tertentu sehingga resep itu jarang dimasak ribosom (Bab 3 dan 4). Dengan cara ini sel pengirim bisa mengubah perilaku sel penerima, misalnya meredam peradangan.
Paket bersegel dengan alamat di sampulnya
Eksosom ibarat paket bersegel dari kantor ekspedisi Negara Sel. Isinya surat (protein), salinan resep (mRNA), dan catatan kecil "jangan masak resep ini" (mikroRNA). Membrannya melindungi isi dari enzim penghancur di jalan. Tetraspanin dan protein lain di sampul paket ikut menentukan sel mana yang akan menerimanya.
28.7 Eksosom sebagai obat, pembawa obat, dan alat diagnosis
Sebagai obat
Eksosom dari MSC sedang diteliti untuk meredam peradangan dan membantu perbaikan jaringan, misalnya pada luka, sendi, dan paru. Keuntungannya: tidak ada sel hidup yang bisa membelah tak terkendali, dan lebih mudah disimpan.
Sebagai pembawa obat
Karena bermembran, eksosom bisa diisi obat atau RNA lalu "diberi alamat" dengan protein penanda di permukaannya, seperti nanopartikel lipid pada vaksin mRNA (Bab 26), tetapi berasal dari sel.
Sebagai alat diagnosis
Eksosom di darah atau urin membawa "sidik jari" sel asalnya, termasuk sel kanker (Bab 14). Inilah dasar biopsi cair: membaca penyakit dari setetes cairan tubuh tanpa operasi. Sudah ada tes urin berbasis vesikel untuk membantu menilai risiko kanker prostat.
28.8 Lab maya: memisahkan eksosom
Eksosom sangat kecil dan tercampur dengan protein, lemak, dan partikel lain di cairan biakan. Tidak ada satu cara pemisahan yang sempurna. Pilih sebuah metode untuk melihat kelebihan dan kekurangannya. Penilaian 1–5 di bawah ini adalah gambaran umum dari literatur, bukan angka mutlak.
Dalam praktik, peneliti sering menggabungkan dua metode, misalnya TFF lalu SEC, dan selalu memeriksa hasilnya dengan beberapa cara (MISEV2023).
28.9 Sel atau eksosom? Keamanan dan aturan
| Terapi sel punca | Terapi eksosom | |
|---|---|---|
| Apa yang diberikan | Sel hidup yang bisa membelah dan merespons lingkungan | Vesikel tanpa inti yang tidak bisa membelah |
| Kelebihan | Bisa menetap dan mengganti sel (sel punca darah); terus mengirim sinyal selama hidup | Tidak ada risiko sel membelah tak terkendali; mudah dibekukan atau dikeringbekukan; ukuran kecil memudahkan penyebaran |
| Tantangan | Penolakan imun, tersangkut di paru, risiko pembentukan jaringan tak diinginkan, biaya tinggi | Standarisasi sulit; takaran (jumlah partikel atau protein) belum seragam; cepat dibersihkan dari darah |
| Status persetujuan | Beberapa produk sudah disetujui (lihat 28.5) | Hingga kini belum ada produk terapi eksosom yang disetujui FDA |
Peringatan dari regulator
Pada Desember 2019, FDA Amerika Serikat mengeluarkan pemberitahuan keselamatan publik setelah beberapa pasien di Nebraska mengalami efek samping serius akibat produk "eksosom" yang tidak disetujui. FDA juga melaporkan bahaya dari produk regeneratif tak resmi, seperti infeksi berat dan pembentukan tumor.
Di Indonesia
Pelayanan sel punca dan/atau sel, termasuk sekretom yang mencakup mikrovesikel dan eksosom, diatur dalam Permenkes Nomor 32 Tahun 2018 (Bab 27). Pelayanan hanya boleh dilakukan di fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat, dan terapi yang belum baku harus dijalankan sebagai penelitian.
1) Apakah fasilitasnya berizin untuk pelayanan sel punca? 2) Apakah terapinya sudah baku, atau bagian dari uji klinis yang terdaftar dan disetujui komite etik? 3) Apakah ada data hasil yang terbit di jurnal ilmiah, bukan hanya testimoni? 4) Apakah produknya jelas: jenis sel, sumber, takaran, dan hasil uji mutunya? 5) Apakah ada janji "menyembuhkan semua penyakit" atau tekanan untuk segera membayar mahal? Jika ya, itu tanda bahaya.
Imunomodulasi MSC bersifat "berlisensi": paparan IFN-γ dan TNF-α di lingkungan radang memicu MSC mengeluarkan IDO (yang menguras triptofan sehingga sel T terhambat), PGE2, TSG-6, dan PD-L1. MSC juga mendorong makrofag ke fenotipe prorepair dan memperbanyak sel T regulator. Sebagian efeknya bahkan diperantarai MSC yang mati: makrofag yang memakan MSC apoptotik (efferositosis) berubah menjadi imunosupresif. Biogenesis EV melibatkan jalur bergantung ESCRT (ESCRT-0 sampai III, Alix, syntenin) dan jalur tidak bergantung ESCRT (ceramide oleh nSMase2, tetraspanin), sedangkan pelepasan MVB diatur Rab27a/b. Penyerapan EV terjadi lewat endositosis bergantung klatrin dan kaveolin, makropinositosis, fagositosis, atau peleburan langsung. MISEV2023 menganjurkan penamaan operasional (misalnya "EV kecil") bila asal endosom tidak dibuktikan, karakterisasi ortogonal, pelaporan rasio partikel terhadap protein, dan uji fungsi dengan kontrol yang tepat. Rekayasa EV meliputi pemuatan siRNA atau obat (elektroporasi, ekspresi berlebih di sel induk) dan penargetan permukaan, misalnya fusi Lamp2b dengan peptida pengarah. Tantangan translasinya mencakup heterogenitas subpopulasi, uji potensi yang bermakna secara mekanistik, dan produksi berskala CPOB.
Kuis Bab 28
0/51. Terapi sel punca yang sudah menjadi pengobatan baku selama puluhan tahun adalah…
Transplantasi sel punca darah mengganti seluruh sistem darah dan imun pasien, dan sudah dipakai luas di seluruh dunia.
2. Cara kerja utama MSC yang disuntikkan adalah…
MSC terutama bekerja lewat kiriman faktor dan vesikel serta efek imunomodulasi, bukan dengan menjadi jaringan baru.
3. Eksosom terbentuk di dalam…
Vesikel intraluminal di MVB dilepas sebagai eksosom saat MVB melebur dengan membran sel.
4. Protein permukaan yang sering dipakai sebagai penanda eksosom adalah…
Tetraspanin CD9, CD63, dan CD81 diperiksa dengan Western blot atau metode lain untuk memastikan partikel adalah vesikel ekstraseluler.
5. Alofisel dicabut izinnya di Eropa pada 2024 karena…
Uji ADMIRE-CD II pada 568 pasien tidak mencapai tujuan utamanya. Ini contoh bagaimana bukti baru dapat mengubah status sebuah terapi.
Armada Sungai Merah
Palembang punya Sungai Musi yang tak pernah berhenti mengalir, membawa perahu ketek, barang, dan kabar ke seluruh kota. Negara Sel juga punya sungai seperti itu: darah. Di dalamnya berlayar armada kapal pengangkut oksigen, perahu patroli, dan tim tambal tanggul. Bab ini mengajakmu berkenalan dengan setiap awaknya, dari galangan tempat mereka dibuat sampai cara dokter membaca kesehatannya dari setetes darah.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan komposisi darah serta pembentukan sel darah dari sel punca dan peran EPO;
- menghubungkan bentuk eritrosit dan hemoglobin dengan cara darah mengangkut O₂ dan CO₂;
- membedakan jenis leukosit serta menjelaskan langkah-langkah pembekuan darah;
- menentukan kecocokan golongan darah untuk transfusi dan menafsirkan hasil pemeriksaan darah lengkap sederhana.
29.1 Darah: sungai yang mengalir ke seluruh negeri
Tubuh orang dewasa berisi sekitar 5 liter darah, kira-kira 7–8% berat badannya. Saat istirahat, jantung memompa sekitar 5 liter darah per menit, jadi seluruh darahmu beredar kira-kira sekali dalam satu menit. Jika darah dimasukkan ke tabung lalu diputar cepat (disentrifugasi), ia terpisah menjadi beberapa lapisan.
Sungai Musi Negara Sel
Plasma adalah air sungai yang mengangkut barang terlarut: glukosa, garam, protein, hormon (Bab 30), dan sampah sisa metabolisme. Eritrosit adalah perahu ketek pengangkut oksigen. Leukosit adalah perahu patroli yang bisa naik ke darat ketika ada penyusup. Trombosit adalah tim tambal tanggul. Jantung adalah stasiun pompa raksasa, dan pembuluh darah adalah jaringan sungai serta kanal yang menjangkau setiap kampung.
29.2 Galangan kapal: lahirnya sel darah
Semua sel darah lahir di "galangan kapal" bernama sumsum tulang merah, yang pada orang dewasa terutama ada di tulang pipih seperti tulang panggul, tulang dada, tulang belakang, dan rusuk. Asalnya satu jenis sel: sel punca darah (Bab 15). Proses pembentukannya disebut hematopoiesis. Karena eritrosit hanya hidup sekitar 120 hari, galangan ini harus membuat sekitar 2 juta eritrosit baru setiap detik. Ketuk setiap sel pada pohon keluarga di bawah untuk membaca "KTP"-nya.
Bagaimana galangan tahu kapan harus membuat kapal lebih banyak? Pesanannya datang dari tempat yang tak terduga: ginjal.
Animasi pesanan kapal baru: EPO dan pembentukan eritrosit
6 langkah1/6Oksigen turun
Saat kadar O₂ darah turun, misalnya setelah perdarahan, karena anemia, atau saat tinggal di dataran tinggi, sel-sel khusus di ginjal merasakannya.
2/6Surat pesanan dikirim
Ginjal melepas hormon eritropoietin (EPO) ke darah. EPO adalah "surat pesanan kapal baru" yang dikirim lewat sungai darah ke sumsum tulang. Kamu akan berkenalan dengan surat-surat hormon lainnya di Bab 30.
3/6Galangan sibuk
Di sumsum tulang merah, EPO menempel pada reseptornya di sel progenitor eritroid. Sel-sel ini terselamatkan dari apoptosis (Bab 9), lalu membelah berkali-kali.
4/6Mengisi hemoglobin
Sel muda bernama eritroblas membuat hemoglobin dalam jumlah besar. Bahannya wajib tersedia: besi untuk heme, serta vitamin B12 dan asam folat untuk menyalin DNA setiap kali sel membelah (Bab 11). Bila salah satunya kurang, kapal yang jadi lebih sedikit atau cacat.
5/6Inti dibuang
Menjelang matang, eritroblas mengeluarkan intinya (enukleasi), lalu inti itu dimakan makrofag. Sel yang masih menyimpan sisa ribosom disebut retikulosit. Ia keluar ke darah dan menjadi eritrosit matang dalam sekitar 1–2 hari.
6/6Kapal baru berlayar
Eritrosit baru menambah daya angkut O₂. Begitu kadar O₂ kembali normal, ginjal mengurangi EPO. Inilah umpan balik negatif: hasil akhir mematikan pemicunya, seperti termostat AC. Dari progenitor sampai eritrosit matang dibutuhkan waktu sekitar satu minggu.
Pendaki dan atlet yang lama tinggal di dataran tinggi membuat lebih banyak EPO, sehingga eritrositnya bertambah. EPO juga bisa dibuat dengan teknologi DNA rekombinan (Bab 24) untuk pasien gagal ginjal yang ginjalnya tak sanggup lagi membuat cukup EPO. Sayangnya, EPO rekombinan juga disalahgunakan sebagai doping. Doping EPO dilarang karena darah yang terlalu kental meningkatkan risiko penggumpalan dan stroke.
29.3 Eritrosit: kapal tanpa kabin
Eritrosit adalah sel paling banyak di tubuhmu: sekitar 25 triliun, kira-kira 84% dari seluruh sel tubuh manusia. Bentuknya dirancang untuk satu tugas, yaitu mengangkut gas. Saat matang, ia membuang inti, mitokondria, dan hampir semua organelnya, sehingga ruangnya penuh hemoglobin.
Tanpa mitokondria, eritrosit membuat ATP hanya lewat glikolisis (Bab 8). Ini cerdik: kapal tidak ikut menghabiskan oksigen yang diangkutnya. Tanpa inti, eritrosit juga tidak bisa membuat protein baru atau memperbaiki diri, sehingga umurnya terbatas sekitar 120 hari.
29.4 Mengangkut oksigen dan karbon dioksida
Setiap eritrosit bolak-balik antara paru dan jaringan. Di paru ia memuat O₂, di jaringan ia menurunkan O₂ dan menjemput CO₂. Ikuti satu putaran perjalanan Eri.
Animasi perjalanan Eri: paru → jaringan → paru
6 langkah1/6Di paru: memuat oksigen
Di alveolus, tekanan O₂ tinggi. O₂ berdifusi ke eritrosit dan menempel pada besi di heme. Satu hemoglobin membawa 4 O₂. Setelah O₂ pertama menempel, bentuk hemoglobin berubah sehingga O₂ berikutnya lebih mudah menyusul (kooperatif). Darah menjadi merah terang.
2/6Dipompa ke seluruh tubuh
Jantung memompa sekitar 5 liter darah per menit saat istirahat, sehingga seluruh darahmu beredar kira-kira sekali dalam satu menit.
3/6Di jaringan: melepas oksigen
Di jaringan, tekanan O₂ rendah, sedangkan CO₂, asam, dan suhunya lebih tinggi, terutama di otot yang sedang bekerja. Keadaan ini membuat hemoglobin lebih mudah melepas O₂ (efek Bohr). O₂ lalu dipakai mitokondria untuk membuat ATP (Bab 8).
4/6Menjemput CO₂
CO₂ sisa pembakaran masuk ke eritrosit. Enzim karbonat anhidrase mengubahnya dengan cepat: CO₂ + H₂O → H⁺ + HCO₃⁻. Bikarbonat (HCO₃⁻) keluar ke plasma ditukar ion Cl⁻, sedangkan H⁺ ditampung hemoglobin sehingga darah tidak menjadi terlalu asam.
5/6Kembali lewat vena
Sekitar 70% CO₂ diangkut sebagai bikarbonat, sekitar 20% menempel pada hemoglobin, dan sisanya larut di plasma. Darah vena masih membawa cukup banyak O₂ cadangan dan berwarna merah gelap.
6/6Di paru: tukar lagi
Di paru, reaksinya berbalik: bikarbonat kembali menjadi CO₂ yang kamu embuskan, dan hemoglobin memuat O₂ lagi. Selama hidupnya yang 120 hari, satu eritrosit mengulang perjalanan ini lebih dari seratus ribu kali.
Darah di dalam pembuluh vena berwarna biru dan baru berubah merah saat terkena udara.
Yang benar: darah selalu merah. Darah kaya O₂ berwarna merah terang, sedangkan darah vena berwarna merah gelap. Vena tampak kebiruan karena cara kulit menyerap dan memantulkan cahaya, bukan karena darahnya biru.
29.5 Lab maya: kurva muatan hemoglobin
Hemoglobin harus pandai dua hal sekaligus: mengikat O₂ kuat-kuat di paru dan melepasnya di jaringan. Kurva berbentuk huruf S di bawah menunjukkan berapa persen hemoglobin yang membawa O₂ pada setiap tekanan O₂. Ubah keadaannya dan perhatikan berapa banyak muatan yang dilepas di jaringan. Angka-angkanya adalah model sederhana.
29.6 Leukosit: lima pasukan patroli
Leukosit atau sel darah putih jumlahnya jauh lebih sedikit daripada eritrosit, tetapi masing-masing punya keahlian. Mereka memakai sungai darah sebagai jalan, lalu "naik ke darat" menembus dinding pembuluh menuju jaringan yang diserang. Di bawah mikroskop, setelah diwarnai, kelimanya bisa dibedakan dari bentuk inti dan butiran (granula) di sitoplasmanya.
| Leukosit | Ciri di bawah mikroskop | Tugas utama |
|---|---|---|
| Neutrofil | Inti 3–5 lobus, butiran halus | Pasukan reaksi cepat melawan bakteri dan jamur; memakan kuman lalu gugur |
| Limfosit | Inti bulat besar yang hampir memenuhi sel | Limfosit B membuat antibodi, limfosit T memimpin dan membunuh sel terinfeksi, sel NK pembunuh alami (Bab 16) |
| Monosit | Sel terbesar, inti seperti ginjal | Menjadi makrofag di jaringan: memakan kuman dan sel mati, menyajikan antigen |
| Eosinofil | Inti 2 lobus, butiran merah jingga | Melawan cacing dan parasit lain; berperan pada alergi dan asma |
| Basofil | Butiran ungu tua yang menutupi inti | Melepas histamin dan heparin pada radang dan alergi |
Urutan leukosit dari yang paling banyak sampai paling sedikit: Nenek Lina Makan Es Buah, yaitu Neutrofil, Limfosit, Monosit, Eosinofil, Basofil.
29.7 Trombosit dan pembekuan: tim tambal tanggul
Kepi, si keping darah dari Bab 27, punya tugas utama sebagai tim tambal tanggul. Trombosit adalah pecahan sitoplasma megakariosit, sel raksasa di sumsum tulang. Ia beredar 7–10 hari dalam keadaan "siaga". Begitu ada pembuluh yang robek, terjadi rangkaian peristiwa yang disebut hemostasis.
Animasi menambal pembuluh yang robek (hemostasis)
6 langkah1/6Pembuluh robek
Luka merobek dinding pembuluh. Darah keluar, dan jaringan di bawahnya, termasuk serat kolagen, kini terbuka.
2/6Pembuluh menyempit
Otot polos di dinding pembuluh berkontraksi (vasokonstriksi), sehingga aliran darah ke daerah luka berkurang dalam hitungan detik.
3/6Trombosit menempel
Trombosit menempel pada kolagen yang terbuka dengan perantara protein perekat bernama faktor von Willebrand (vWF), seperti lem yang menahan tim tambal di tepi tanggul.
4/6Sumbat trombosit
Trombosit menjadi aktif: bentuknya berubah berduri, lalu ia melepas ADP dan tromboksan A₂ yang memanggil trombosit lain. Mereka saling menempel dan membentuk sumbat sementara. Tahap ini disebut hemostasis primer.
5/6Jaring fibrin
Faktor-faktor pembeku di plasma saling mengaktifkan seperti deretan domino (kaskade koagulasi). Hasil akhirnya, enzim trombin mengubah fibrinogen yang larut menjadi benang fibrin yang menjaring sumbat dan eritrosit. Terbentuklah bekuan yang kokoh (hemostasis sekunder).
6/6Pulih
Bekuan menyusut dan menarik tepi luka. Sel-sel dinding pembuluh tumbuh menutup robekan (Bab 17). Setelah itu enzim plasmin melarutkan fibrin (fibrinolisis), sehingga aliran darah kembali lancar.
Pada demam berdarah, yang paling penting adalah menaikkan trombosit, misalnya dengan jus jambu.
Yang benar: bahaya utama demam berdarah dengue (DBD) adalah kebocoran plasma dari pembuluh darah yang bisa berujung syok, biasanya sekitar saat demam mulai turun. Kuncinya adalah cukup cairan, pemantauan hematokrit dan trombosit, serta mengenali tanda bahaya: nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, lemas atau gelisah, dan tangan-kaki dingin. Bila ada tanda ini, segera ke fasilitas kesehatan. Jus jambu boleh diminum sebagai asupan cairan, tetapi belum terbukti kuat menaikkan trombosit dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
29.8 Golongan darah dan transfusi
Di Bab 10 dan 12 kamu belajar bahwa golongan darah ditentukan oleh jenis gula di permukaan eritrosit dan diwariskan lewat gen. Anggaplah gula itu bendera kapal. Plasma setiap orang membawa antibodi terhadap bendera yang tidak dimilikinya. Antibodi ini sudah terbentuk sejak bayi, karena gula serupa juga ada pada bakteri usus dan makanan.
Jika eritrosit donor membawa bendera yang dianggap asing oleh plasma penerima, antibodi akan menempel dan membuat sel-sel itu menggumpal (aglutinasi) lalu pecah. Reaksi transfusi seperti ini bisa mengancam nyawa. Coba sendiri di bawah: pilih golongan darah donor dan penerima transfusi sel darah merah.
Tabel: baris = donor (D), kolom = penerima (P). Ketuk sel tabel untuk mencoba pasangan lain. Aturan ini untuk transfusi sel darah merah; untuk plasma aturannya terbalik.
Satu kantong darah bisa dipisah menjadi beberapa komponen, misalnya sel darah merah pekat, plasma, dan trombosit, untuk menolong lebih dari satu pasien: korban kecelakaan, ibu yang perdarahan saat melahirkan, pasien talasemia, dan pasien DBD berat. Di Indonesia, donor darah dilayani Palang Merah Indonesia (PMI). Syarat umumnya antara lain berusia 17–60 tahun, berat badan minimal 45 kg, kadar hemoglobin 12,5–17 g/dL, sehat saat diperiksa, dan memberi jarak sekitar 2 bulan di antara dua kali donor darah lengkap. Ketentuan rincinya mengikuti petugas di tempat donor. Sebelum transfusi, darah donor selalu diuji silang (crossmatch) dengan darah penerima.
29.9 Ketika sungai bermasalah
Gangguan darah bisa terjadi di setiap bagian armada: kapalnya terlalu sedikit atau cacat, pasukannya kacau, atau tim tambalnya tidak bekerja. Beberapa di antaranya sangat dekat dengan kehidupan di Indonesia.
| Gangguan | Apa yang terjadi | Kaitan |
|---|---|---|
| Anemia defisiensi besi | Besi kurang sehingga hemoglobin sedikit; eritrosit kecil dan pucat. Gejalanya lemas, pucat, cepat lelah, dan sulit berkonsentrasi. Sering pada remaja putri (haid), ibu hamil, dan anak cacingan | 29.2 (bahan wajib), 29.10 |
| Talasemia | Mutasi gen globin (α atau β) membuat rantai globin kurang. Eritrosit kecil dan mudah pecah. Talasemia mayor butuh transfusi rutin seumur hidup dan obat pengikat besi | Pewarisan (Bab 12), terapi CRISPR (Bab 24), transplantasi (Bab 28) |
| Anemia sel sabit | Satu huruf di gen β-globin berubah (Bab 2). Saat O₂ rendah, hemoglobin menggumpal, eritrosit berubah seperti bulan sabit dan menyumbat pembuluh kecil. Pembawa sifatnya lebih tahan terhadap malaria berat | Mutasi (Bab 2 dan 4) |
| Malaria | Parasit Plasmodium yang dibawa nyamuk Anopheles berbiak di dalam eritrosit lalu memecahkannya. Akibatnya demam berulang dan anemia. Kasus terbanyak di Indonesia ada di wilayah timur, terutama Papua | Parasit di dalam sel |
| Demam berdarah dengue | Virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes menurunkan trombosit dan membuat pembuluh "bocor" plasma, sehingga hematokrit naik dan bisa terjadi syok | Virus (Bab 19), 29.7, 29.10 |
| Leukemia | Kanker sel induk darah. Sel muda yang belum matang (blast) membanjiri sumsum tulang sehingga eritrosit, trombosit, dan leukosit normal berkurang | Kanker (Bab 14), transplantasi (Bab 28), CAR-T (Bab 26) |
| Hemofilia | Faktor pembeku VIII atau IX kurang. Perdarahan berlangsung lama, termasuk di dalam sendi dan otot | Kromosom X (Bab 12), 29.7 |
Riskesdas 2018 mencatat sekitar 3 dari 10 remaja usia 15–24 tahun dan hampir separuh ibu hamil (48,9%) mengalami anemia, sebagian besar akibat kurang besi. Karena itu pemerintah membagikan tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri, satu tablet setiap minggu. Penyerapan besi dibantu vitamin C dari buah, dan dihambat bila tablet diminum bersama teh atau kopi. Indonesia juga termasuk "sabuk talasemia" dunia: diperkirakan 3–10% penduduknya membawa sifat talasemia beta. Pemeriksaan darah sebelum menikah membantu pasangan mengetahui risiko memiliki anak dengan talasemia mayor.
29.10 Lab maya: membaca hasil darah lengkap
Pemeriksaan darah lengkap adalah tes laboratorium yang paling sering diminta dokter. Mesin penghitung sel mengukur jumlah dan ukuran sel dari setetes darah dalam hitungan menit. Pilih sebuah kasus, bandingkan setiap hasil dengan nilai rujukannya, tebak dulu apa yang terjadi, lalu periksa tafsirannya.
| Pemeriksaan | Hasil | Nilai rujukan |
|---|
Kasus dan angka adalah data rekaan untuk latihan. Nilai rujukan untuk orang dewasa; tiap laboratorium bisa sedikit berbeda.
Kalau hasil lab ada yang bertanda ↑ atau ↓, berarti pasti sakit, dan obatnya bisa dicari sendiri di internet.
Yang benar: nilai rujukan dibuat dari 95% orang sehat, jadi sebagian kecil orang sehat pun hasilnya sedikit di luar rentang. Hasil lab selalu ditafsirkan dokter bersama keluhan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan. Lab maya ini melatihmu memahami pola, bukan untuk mendiagnosis diri sendiri.
Sensor oksigen. Pada kadar O₂ normal, enzim prolil hidroksilase (PHD) memakai O₂ untuk menghidroksilasi HIF-α. HIF-α yang terhidroksilasi dikenali protein VHL lalu dihancurkan proteasom. Saat hipoksia, HIF-α stabil, berpasangan dengan HIF-β, dan menyalakan gen EPO, VEGF, serta enzim glikolisis. Penemuan ini diganjar Nobel Kedokteran 2019 (Kaelin, Ratcliffe, Semenza), dan kini ada obat penghambat HIF-PH untuk anemia pada penyakit ginjal kronis. Besi diatur hormon hati hepsidin yang menyebabkan ferroportin, pintu keluar besi dari usus dan makrofag, ditarik dan dihancurkan. Peradangan menaikkan hepsidin sehingga besi "terkunci", yang menjadi dasar anemia penyakit kronis. Alosteri hemoglobin: deoksi-Hb berada dalam keadaan T (tegang) dan oksi-Hb dalam keadaan R (rileks). Koefisien Hill ≈ 2,8 dan P50 ≈ 26–27 mmHg. 2,3-BPG terikat pada rongga pusat deoksi-Hb dan menstabilkan keadaan T. Rantai γ pada HbF kurang mengikat 2,3-BPG sehingga afinitas O₂-nya lebih tinggi. Efek Bohr dan efek Haldane (deoksi-Hb lebih banyak mengikat H⁺ dan CO₂) saling melengkapi. Menaikkan HbF adalah strategi terapi sel sabit dan talasemia, misalnya hidroksiurea dan penyuntingan penguat BCL11A eritroid pada exa-cel (Casgevy). Model koagulasi berbasis sel: inisiasi terjadi di sel pembawa faktor jaringan (TF–FVIIa → sedikit trombin), amplifikasi saat trombin mengaktifkan trombosit, FV, FVIII, dan FXI, lalu propagasi di permukaan trombosit (kompleks tenase dan protrombinase) menghasilkan ledakan trombin. Pengendali alaminya adalah antitrombin, protein C/S, dan TFPI. Trombosis dijelaskan oleh triad Virchow: stasis aliran, cedera endotel, dan hiperkoagulabilitas.
Kuis Bab 29
0/51. Eritrosit dewasa tidak memiliki mitokondria. Akibatnya…
Tanpa mitokondria, eritrosit bergantung pada glikolisis (Bab 8). Keuntungannya, O₂ yang diangkut tidak ikut terpakai.
2. Hormon dari ginjal yang memesan eritrosit baru saat kadar O₂ darah rendah adalah…
Ginjal melepas EPO saat O₂ turun. EPO merangsang progenitor eritroid di sumsum tulang, lalu produksinya berkurang lagi setelah O₂ normal (umpan balik negatif).
3. Leukosit yang paling banyak di darah dan menjadi pasukan pertama melawan bakteri adalah…
Neutrofil berjumlah 50–70% leukosit dan tiba pertama di lokasi infeksi bakteri. Ingat: Nenek Lina Makan Es Buah.
4. Urutan hemostasis yang benar adalah…
Vasokonstriksi terjadi lebih dulu, lalu trombosit menempel dan membentuk sumbat, kemudian fibrin memperkuatnya. Setelah luka pulih, plasmin melarutkan bekuan.
5. Seseorang bergolongan darah B− membutuhkan transfusi sel darah merah. Donor yang aman adalah…
Plasma penerima B mengandung anti-A, sehingga donor tidak boleh membawa antigen A. Penerima Rh− sebaiknya tidak menerima darah Rh+. Yang tersisa adalah O− dan B−.
Siaran dari Istana
Di Bab 6 sel saling berkirim surat, dan di Bab 22 pesan melesat lewat kabel kilat. Bab ini membahas cara ketiga yang paling "nasional": siaran hormon. Sebuah kelenjar kecil "berbicara", pesannya dibawa darah ke seluruh negeri, dan semua sel yang punya pesawat penerima yang cocok ikut mendengar, sejak kamu masih janin sampai lanjut usia.
Setelah bab ini, kamu bisa
- membedakan komunikasi hormon dan saraf, serta menunjukkan letak kelenjar endokrin utama dan organ lain yang membuat hormon;
- membandingkan tiga golongan kimia hormon: cara dibuat, disimpan, diangkut, dan diterima sel;
- menjelaskan poros hipotalamus–hipofisis–kelenjar sasaran serta umpan balik negatif dan positif, dengan contoh tiroid dan yodium;
- menjelaskan peran hormon dalam stres, gula darah, pertumbuhan, pubertas, siklus menstruasi, dan ritme harian, serta contoh gangguannya.
30.1 Siaran radio, bukan telepon kabel
Di Bab 6 kita menyebut hormon sebagai surat. Untuk hormon yang beredar jauh, gambaran yang lebih tepat adalah siaran radio. Sebuah kelenjar endokrin melepas hormon langsung ke darah, tanpa saluran. Darah, yang di Bab 29 kita ibaratkan Sungai Merah, membawanya ke seluruh negeri sehingga hampir setiap sel "terkena siaran". Namun hanya sel sasaran, yaitu sel yang punya reseptor cocok, yang benar-benar mendengar dan menanggapinya.
Sistem endokrin: siaran radio
Hormon menumpang aliran darah dan sampai ke seluruh tubuh dalam hitungan detik sampai menit. Satu siaran bisa didengar jutaan sel di banyak organ sekaligus, dan efeknya bertahan menit, hari, bahkan bertahun-tahun, seperti pada pertumbuhan.
Sistem saraf: telepon kabel
Pesan listrik melesat di akson lalu diserahkan lewat sinaps (Bab 22) hanya kepada sel yang tersambung kabel. Sangat cepat (milidetik), sangat pribadi, dan biasanya cepat selesai.
| Sistem endokrin (hormon) | Sistem saraf | |
|---|---|---|
| Pembawa pesan | Hormon di dalam darah | Listrik di akson, lalu neurotransmiter di sinaps |
| Kecepatan | Detik sampai jam | Milidetik |
| Siapa yang mendengar | Semua sel yang punya reseptor cocok, di mana pun letaknya | Hanya sel yang tersambung lewat sinaps |
| Lama efek | Menit sampai bertahun-tahun | Umumnya singkat |
| Contoh | Insulin, kortisol, hormon tiroid, estrogen | Gerak refleks menarik tangan dari wajan panas |
Istana, sekretariat, dan para gubernur
Di Negara Sel, hipotalamus di dasar otak adalah istana: pusat komando yang terus memantau keadaan negeri. Perintahnya diteruskan oleh hipofisis, sang sekretariat negara, kepada para gubernur provinsi: tiroid, adrenal, ovarium, dan testis. Hormon adalah siaran, reseptor adalah pesawat radio penerima, dan cara negeri menjaga agar siaran tidak berlebihan adalah termostat (30.4). Uniknya, istana sendiri terdiri atas sel saraf yang membuat hormon. Jadi sistem saraf dan sistem hormon bukan dua negara terpisah, melainkan dua kementerian yang bekerja sama.
Kelenjar eksokrin mengirim hasilnya lewat saluran ke permukaan tubuh atau ke rongga, misalnya kelenjar keringat, kelenjar ludah, dan kelenjar susu. Kelenjar endokrin tidak punya saluran dan melepas hormon langsung ke darah. Pankreas punya keduanya: sebagian besar sel pankreas membuat enzim pencernaan yang dialirkan lewat saluran ke usus, sedangkan pulau Langerhans yang kecil-kecil membuat insulin dan glukagon (Bab 7).
30.2 Peta kelenjar endokrin
Ketuk setiap kelenjar pada peta tubuh. Garis tepi utuh menandai kelenjar endokrin "klasik". Garis putus-putus menandai organ yang tugas utamanya lain, tetapi diam-diam juga membuat hormon.
30.3 Tiga golongan kimia hormon
Bab 6 membagi hormon menjadi surat larut air dan surat larut lemak. Sekarang kita lihat lebih dalam: dari bahan apa hormon dibuat, di bagian sel mana, apakah disimpan dulu, bagaimana menumpang di darah, dan di mana kotak suratnya.
| Golongan | Contoh | Dibuat dari & di mana | Disimpan? | Di dalam darah | Reseptor & kecepatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Peptida & protein | Insulin, glukagon, GH, TSH, ADH, EPO, leptin | Asam amino; dimasak ribosom di RE kasar, dikemas Golgi (Bab 4–5) | Ya, di granul; dilepas lewat eksositosis saat ada perintah | Larut air, berenang bebas; umumnya berumur pendek (menit) | Di membran; respons cepat (detik–menit) |
| Steroid | Kortisol, aldosteron, estrogen, progesteron, testosteron | Kolesterol; diolah enzim di mitokondria dan RE halus | Tidak; dibuat saat dipesan dan langsung merembes keluar | Larut lemak, sebagian besar menumpang protein pembawa; bertahan lebih lama (puluhan menit sampai jam) | Di dalam sel; mengubah pembacaan gen, lambat (jam) tetapi tahan lama |
| Amina: katekolamin | Adrenalin, noradrenalin | Asam amino tirosin; di medula adrenal | Ya, di granul | Larut air, bebas; hanya beberapa menit | Di membran; sangat cepat (detik) |
| Amina: hormon tiroid | T4 (tiroksin) dan T3 | Tirosin + yodium; di tiroid | Ya, menempel pada protein tiroglobulin di "gudang" tiroid, cukup untuk berminggu-minggu | Lebih dari 99% menumpang protein pembawa; T4 bertahan sekitar seminggu | Di dalam inti; lambat, berhari-hari |
Melatonin juga hormon amina, buatan kelenjar pineal dari asam amino triptofan. Ia tidak disimpan, melainkan dibuat setiap malam, dan bekerja lewat reseptor di membran.
Surat siap kirim, surat cetak pesanan, dan perahu tumpangan
Hormon peptida ibarat surat yang sudah dicetak dan ditumpuk di gudang kantor pos (granul). Begitu ada perintah, ribuan surat langsung dikirim. Hormon steroid ibarat surat cetak pesanan: karena bisa menembus dinding lemak, ia tidak bisa disimpan di gudang bermembran, jadi baru dicetak saat dipesan. Di Sungai Merah, steroid dan hormon tiroid naik perahu tumpangan berupa protein pembawa. Hanya penumpang yang turun di dermaga, yaitu hormon bebas, yang bisa masuk ke sel dan bekerja.
30.4 Poros istana–sekretariat–gubernur dan termostat
Banyak hormon diatur oleh rantai tiga tingkat yang disebut poros. Contoh terbaik adalah poros hipotalamus–hipofisis–tiroid. Hipotalamus dan hipofisis depan dihubungkan oleh pembuluh darah khusus yang pendek, sehingga hormon pelepas dari istana langsung sampai ke sekretariat tanpa berkeliling tubuh dulu. Ikuti satu putaran lengkapnya:
Animasi poros hipotalamus–hipofisis–tiroid
6 langkah1/6Istana memantau
Neuron di hipotalamus terus "mengukur" kadar hormon tiroid dalam darah. Bila kadarnya turun, atau tubuh perlu lebih banyak panas, hipotalamus melepas TRH (hormon pelepas tirotropin) ke pembuluh darah pendek yang langsung menuju hipofisis.
2/6Sekretariat meneruskan
TRH menempel pada reseptornya di sel hipofisis depan. Sel itu lalu melepas TSH (hormon perangsang tiroid) ke aliran darah umum. Satu tingkat perintah di istana diperbesar menjadi lebih banyak perintah di tingkat berikutnya.
3/6Gubernur tiroid bekerja
TSH menempel pada reseptor TSH di sel tiroid. Sel tiroid menyedot yodium dari darah, menempelkannya pada asam amino tirosin di protein tiroglobulin, lalu melepas T4 (tiroksin, 4 atom yodium) dan sedikit T3 (3 atom yodium). TSH juga membuat sel tiroid tumbuh.
4/6Siaran ke seluruh negeri
T4 menumpang protein pembawa di darah sampai ke hampir semua sel. Di dalam sel, enzim melepas satu atom yodium sehingga T4 berubah menjadi T3, bentuk yang jauh lebih aktif. T3 masuk ke perpustakaan (inti) dan menempel pada reseptornya, sebuah faktor transkripsi (Bab 3). Gen-gen metabolisme pun lebih sering dibaca: mitokondria lebih giat, pompa Na⁺/K⁺ bertambah, dan tubuh menghasilkan lebih banyak panas.
5/6Termostat: sudah cukup!
Saat T4 dan T3 sudah cukup, keduanya mengerem hipotalamus dan hipofisis, sehingga TRH dan TSH berkurang dan produksi T4 melambat. Hasil kerja sebuah poros justru menghentikan poros itu sendiri. Inilah umpan balik negatif, yang menjaga kadar hormon tetap dalam rentang sempit.
6/6Kalau yodium kurang
Tanpa cukup yodium, tiroid tidak bisa membuat T4. Rem umpan balik terlepas, sehingga hipofisis terus melepas TSH. TSH yang tinggi terus-menerus membuat tiroid tumbuh membesar menjadi gondok. Termostat bekerja benar, tetapi "bahan bakarnya" tidak ada.
Termostat AC di ruang kelas
Termostat AC membandingkan suhu ruangan dengan angka setelan. Kalau ruangan lebih panas daripada setelan, kompresor bekerja; kalau sudah sejuk, kompresor berhenti. Poros tiroid bekerja dengan cara yang sama: kadar T4 dibandingkan dengan "angka setelan" di hipotalamus dan hipofisis. T4 kurang, maka TRH dan TSH naik; T4 cukup, maka keduanya turun. Hampir semua poros hormon memakai umpan balik negatif seperti ini untuk menjaga keseimbangan tubuh (homeostasis).
Umpan balik negatif: termostat
Hasil akhir menekan perintah awal, sehingga kadar hormon kembali ke titik setelan. Contoh: hormon tiroid, kortisol, dan gula darah dengan insulin.
Umpan balik positif: bola salju
Hasil akhir justru memperkuat perintah awal, makin lama makin besar, sampai sebuah peristiwa selesai. Saat persalinan, kepala bayi menekan leher rahim; pesan saraf ke hipotalamus memicu pelepasan oksitosin dari hipofisis belakang; rahim berkontraksi lebih kuat; tekanan makin besar; oksitosin makin banyak. Lingkaran ini baru berhenti setelah bayi lahir. Contoh lain: lonjakan LH sebelum ovulasi (30.9).
| Dari istana (hipotalamus) | Ke sekretariat (hipofisis depan) | Gubernur atau organ sasaran | Hormon akhir |
|---|---|---|---|
| TRH | TSH | Tiroid | T4 dan T3 |
| CRH | ACTH | Korteks adrenal | Kortisol |
| GnRH | FSH dan LH | Ovarium dan testis | Estrogen, progesteron, testosteron |
| GHRH (gas) dan somatostatin (rem) | GH | Hati, tulang, otot, lemak | IGF-1 |
| Dopamin (rem) | Prolaktin | Kelenjar susu | Produksi ASI |
Hipofisis belakang berbeda: ia bukan kelenjar, melainkan ujung akson neuron hipotalamus. Oksitosin dan ADH dibuat di badan sel neuron itu, diangkut di sepanjang akson (Bab 5 dan 22), lalu dilepas langsung ke darah.
30.5 Tiroid dan yodium
Hormon tiroid mengatur laju metabolisme: seberapa giat sel membakar bahan bakar, menghasilkan panas, dan memakai oksigen. Hormon ini juga sangat penting untuk pertumbuhan otak janin dan bayi, serta pertumbuhan tulang anak. Nama T4 dan T3 menunjukkan jumlah atom yodium di setiap molekulnya, sehingga tanpa yodium hormon ini tidak bisa dibuat.
Yodium terdapat dalam makanan laut, rumput laut, telur, dan susu. Di daerah pegunungan yang jauh dari laut, tanah dan air sering miskin yodium karena terkikis hujan selama ribuan tahun. Kekurangan yodium menimbulkan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY): gondok, dan yang lebih berbahaya, gangguan perkembangan otak. Kekurangan berat pada ibu hamil dapat menyebabkan kretinisme pada anak: disabilitas intelektual berat, tubuh pendek, dan sering juga tuli. Kekurangan yodium adalah salah satu penyebab disabilitas intelektual yang paling bisa dicegah di dunia.
Program garam beryodium
Sejak Keputusan Presiden Nomor 69 Tahun 1994, garam untuk konsumsi di Indonesia wajib diberi yodium sesuai Standar Nasional Indonesia. Cara ini murah dan menjangkau hampir semua dapur. Petugas kesehatan biasanya menganjurkan menyimpan garam dalam wadah tertutup, jauh dari panas dan lembap, serta menambahkannya menjelang masakan matang agar yodiumnya tidak banyak hilang.
Garam beryodium, bukan garam berlebih
Yang penting adalah jenis garamnya, bukan menambah jumlahnya. WHO menganjurkan orang dewasa mengonsumsi garam kurang dari 5 gram (sekitar satu sendok teh) per hari untuk menjaga tekanan darah. Memakai garam beryodium dan mengurangi garam bisa berjalan bersama.
Setiap benjolan atau pembesaran tiroid pasti karena kurang yodium, jadi cukup diobati dengan makan banyak garam.
Yang benar: tiroid dapat membesar karena banyak sebab: kekurangan yodium, penyakit Graves, Hashimoto, atau benjolan (nodul), yang sebagian kecil berupa kanker. Masing-masing penanganannya berbeda dan perlu diperiksa dokter. Menambah garam tidak menyembuhkan gondok jenis lain, dan garam berlebih menaikkan tekanan darah. Yodium berlebihan dari suplemen juga dapat mengganggu kerja tiroid.
30.6 Simulator termostat tiroid
Dokter membaca gangguan tiroid dari pola hasil laboratorium, bukan dari satu angka. Pilih sebuah keadaan, lalu amati bagaimana TRH, TSH, dan T4 bergerak. Coba tebak dulu sebelum melihat jawabannya: di mana letak kerusakannya, dan ke mana arah termostatnya?
Model sederhana untuk belajar, bukan alat diagnosis. Panjang batang hanya menggambarkan naik-turunnya kadar, bukan angka laboratorium.
Bila TSH dan T4 bergerak berlawanan arah (TSH tinggi dengan T4 rendah, atau TSH rendah dengan T4 tinggi), termostat bekerja normal dan masalahnya ada di tiroid atau di luar poros, misalnya obat atau antibodi. Bila TSH dan T4 bergerak searah (keduanya rendah atau keduanya tinggi), curigai masalah di hipofisis atau hipotalamus. Karena itu dokter hampir selalu memeriksa TSH bersama FT4.
30.7 Stres: sirene kilat dan siaran panjang
Ketika Bima naik panggung di komik tadi, tubuhnya menyalakan dua sistem darurat sekaligus. Keduanya dikendalikan hipotalamus, tetapi memakai jalur yang berbeda.
Adrenalin: sirene kilat
Hipotalamus mengirim perintah lewat saraf simpatis (Bab 22) langsung ke medula adrenal, yang sel-selnya adalah kerabat neuron. Dalam hitungan detik, granul berisi adrenalin dan noradrenalin dilepas ke darah. Jantung berdetak lebih cepat dan kuat, saluran napas melebar, darah dialihkan ke otot, hati melepas glukosa, dan pencernaan melambat. Inilah respons "lawan atau lari". Adrenalin terurai dalam beberapa menit, sehingga efeknya cepat reda.
Kortisol: siaran panjang
Pada saat yang sama hipotalamus melepas CRH, hipofisis melepas ACTH, dan korteks adrenal membuat kortisol (poros HPA). Karena harus dibuat dulu dari kolesterol, kortisol baru memuncak setelah beberapa puluh menit. Kortisol menaikkan gula darah dengan menyuruh hati membuat glukosa baru, membantu menjaga tekanan darah, dan meredam peradangan. Kortisol juga mengerem hipotalamus dan hipofisis, sehingga siaran ini berhenti sendiri bila bahaya sudah lewat.
Stres sesekali itu normal, bahkan berguna, misalnya untuk fokus saat ujian atau lomba. Masalah muncul bila "sirene" terus menyala berminggu-minggu. Tidur dapat terganggu, nafsu makan berubah, sulit berkonsentrasi, dan penelitian mengaitkan stres berkepanjangan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Kortisol yang tinggi terus-menerus, seperti pada sindrom Cushing atau pemakaian obat golongan steroid jangka panjang, menaikkan gula darah, menumpuk lemak di perut dan wajah, melemahkan otot dan tulang, serta meredam sistem imun.
Kortisol adalah "hormon stres" yang jahat, jadi sebaiknya ditekan serendah mungkin.
Yang benar: kortisol sangat penting untuk hidup. Ia menjaga gula darah dan tekanan darah saat kita berpuasa, sakit berat, atau dioperasi. Orang yang kelenjar adrenalnya rusak (penyakit Addison) dapat jatuh ke krisis adrenal yang mengancam nyawa bila tidak diberi pengganti kortisol. Yang merugikan adalah kortisol yang terlalu tinggi terlalu lama. Karena itu pula, obat steroid jangka panjang tidak boleh dihentikan mendadak tanpa petunjuk dokter: kelenjar adrenal yang lama "diliburkan" butuh waktu untuk bekerja lagi.
Tidur cukup, bergerak aktif, makan teratur, dan bercerita kepada orang yang dipercaya membantu sistem stres kembali tenang. Bila stres terasa berat dan berlangsung lama, mengganggu sekolah atau tidur, jangan dipendam sendiri: bicarakan dengan orang tua, guru BK, atau tenaga kesehatan.
30.8 Gula darah: jungkat-jungkit dua hormon
Setelah makan, gula darah naik dan sel beta pankreas melepas insulin, yang menyuruh otot, lemak, dan hati memasukkan serta menyimpan glukosa (Bab 7). Saat berpuasa atau berolahraga lama, gula darah turun dan sel alfa melepas glukagon, yang menyuruh hati memecah glikogen dan membuat glukosa baru. Dua hormon yang berlawanan ini menjaga jungkat-jungkit gula darah tetap datar.
Usus ternyata ikut mengatur gula darah. Begitu makanan lewat, sel-sel khusus di dinding usus melepas hormon inkretin, terutama GLP-1. GLP-1 memperkuat pelepasan insulin hanya ketika gula darah tinggi, menahan glukagon, memperlambat pengosongan lambung, dan memberi rasa kenyang lewat otak. GLP-1 alami sangat cepat diuraikan enzim DPP-4, hanya dalam beberapa menit.
30.9 Tumbuh, pubertas, dan siklus
Hormon pertumbuhan (GH) dilepas hipofisis secara berdenyut, dan denyut terbesarnya terjadi saat tidur nyenyak di awal malam. GH bekerja langsung pada banyak sel dan juga menyuruh hati membuat IGF-1. IGF-1 merangsang sel tulang rawan di lempeng pertumbuhan dekat ujung tulang panjang untuk membelah, sehingga tulang memanjang. Setelah pubertas, lempeng ini menutup, dan sejak itu tinggi badan tidak bertambah lagi walaupun GH masih dibuat.
Pubertas dimulai ketika hipotalamus "bangun" dan melepas GnRH dalam denyut yang makin kuat. Hipofisis menjawab dengan FSH dan LH, lalu gonad membuat hormon kelamin. Pada perempuan, estrogen menumbuhkan payudara, melebarkan panggul, dan memulai haid pertama (menarke). Pada laki-laki, testosteron menumbuhkan jakun dan pita suara, otot, rambut tubuh, dan memulai pembentukan sperma. Pubertas umumnya mulai pada usia sekitar 8–13 tahun pada perempuan dan 9–14 tahun pada laki-laki. Waktu mulainya berbeda-beda, dan perbedaan itu normal.
Uniknya, yang menutup lempeng pertumbuhan pada laki-laki maupun perempuan adalah estrogen. Pada laki-laki, sebagian testosteron diubah menjadi estrogen oleh enzim aromatase.
Sejak menarke, ovarium dan hipofisis menjalankan siklus menstruasi: percakapan bulanan antara istana, sekretariat, dan gubernur ovarium. Panjang siklus berbeda pada setiap orang, pada orang dewasa umumnya sekitar 24–38 hari. Pada remaja, siklus sering belum teratur selama beberapa tahun pertama. Animasi berikut memakai contoh siklus 28 hari.
Animasi siklus menstruasi
6 langkah1/6Menstruasi (hari 1–5)
Hari pertama haid dihitung sebagai hari ke-1. Karena estrogen dan progesteron rendah, lapisan dinding rahim (endometrium) yang menebal pada siklus sebelumnya luruh dan keluar bersama darah. Rendahnya hormon ovarium juga melepas "rem" di hipotalamus dan hipofisis, sehingga FSH mulai naik.
2/6Fase folikular: folikel tumbuh
FSH (hormon perangsang folikel) menyuruh beberapa folikel di ovarium tumbuh. Setiap folikel adalah "kamar" berisi satu sel telur muda. Sel-sel folikel membuat estrogen, yang menebalkan kembali dinding rahim. Biasanya hanya satu folikel yang menjadi folikel dominan, sedangkan yang lain berhenti tumbuh.
3/6Lonjakan LH
Saat estrogen dari folikel dominan sudah tinggi dan bertahan sekitar dua hari, pengaruhnya pada hipotalamus dan hipofisis berbalik dari rem menjadi pedal gas: umpan balik positif. Hipofisis melepas LH (hormon luteinisasi) besar-besaran dalam waktu singkat.
4/6Ovulasi
Sekitar 1–1,5 hari setelah lonjakan LH dimulai, folikel dominan pecah dan melepas sel telur ke saluran telur. Inilah ovulasi, pada siklus 28 hari kira-kira hari ke-14. Sel telur hanya dapat dibuahi dalam waktu sekitar satu hari (Bab 13).
5/6Fase luteal: dinding rahim disiapkan
Sisa folikel berubah menjadi korpus luteum ("badan kuning") yang membuat progesteron dan estrogen. Progesteron membuat dinding rahim tebal, kaya pembuluh darah dan kelenjar, siap menerima embrio. Progesteron dan estrogen bersama-sama menekan FSH dan LH, sehingga folikel baru tidak tumbuh dulu (umpan balik negatif).
6/6Akhir siklus
Bila tidak terjadi kehamilan, korpus luteum mengerut sekitar dua minggu setelah ovulasi. Progesteron dan estrogen turun, dinding rahim kehilangan penopangnya, dan haid berikutnya dimulai. Bila terjadi kehamilan, trofoblas mengirim hCG yang "menyelamatkan" korpus luteum agar terus membuat progesteron (Bab 13).
Anak yang pendek (stunting) pasti kekurangan hormon pertumbuhan, jadi solusinya suntik hormon pertumbuhan.
Yang benar: stunting (tengkes) terutama disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, sering sejak dalam kandungan dan selama 1.000 hari pertama kehidupan. Pada banyak anak yang kurang gizi, kadar GH justru normal atau tinggi, tetapi IGF-1 rendah karena tubuh kekurangan bahan bangunan. Kekurangan GH yang sebenarnya jarang. Suntikan hormon pertumbuhan hanya diberikan dokter spesialis untuk keadaan tertentu yang terbukti, dan tidak membuat tinggi anak yang lempeng pertumbuhannya sudah menutup. Pencegahan stunting yang terbukti adalah gizi ibu hamil, ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang kaya protein hewani, imunisasi, air bersih, dan sanitasi.
30.10 Ritme harian: melatonin dan jam tubuh
Negara Sel punya jam induk: sekelompok kecil neuron di hipotalamus bernama nukleus suprakiasmatik. Jam ini disetel setiap hari oleh cahaya yang ditangkap mata. Saat hari gelap, jam induk mengizinkan kelenjar pineal melepas melatonin, "hormon kegelapan" yang mengumumkan bahwa malam telah tiba. Melatonin mulai naik sekitar dua jam sebelum jam tidur biasa dan memuncak di tengah malam. Banyak hormon lain ikut berirama: kortisol paling tinggi sekitar setengah jam setelah bangun pagi, sedangkan GH dilepas paling banyak saat tidur nyenyak.
Seberapa besar pengaruh gawai pada tidur? Dalam satu percobaan, orang dewasa yang membaca buku elektronik bercahaya selama beberapa jam sebelum tidur, beberapa malam berturut-turut, melepas lebih sedikit melatonin, jam biologisnya bergeser lebih malam, dan mereka lebih lama terlelap dibandingkan ketika membaca buku cetak. Besarnya dampak dalam kehidupan sehari-hari masih diteliti dan berbeda pada setiap orang. Saat pubertas, jam biologis remaja juga secara alami bergeser sehingga cenderung mengantuk dan bangun lebih larut. Kebiasaan yang membantu: terkena cahaya matahari pagi, jam tidur dan bangun yang teratur, dan meredupkan layar menjelang tidur. Remaja dianjurkan tidur sekitar 8–10 jam setiap malam.
30.11 Ketika siaran kacau
Gangguan hormon hampir selalu termasuk salah satu dari tiga jenis: siaran terlalu sedikit, siaran terlalu banyak, atau penerima yang kurang mendengar.
| Gangguan | Apa yang salah? | Tanda yang sering | Hubungan |
|---|---|---|---|
| Diabetes melitus | Insulin tidak dibuat (tipe 1) atau sel kurang mendengar insulin (tipe 2) | Sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun | Bab 7 |
| Gondok karena kurang yodium | T4 kurang, TSH naik, tiroid membesar | Benjolan di leher depan; pada anak, gangguan tumbuh kembang | 30.5 |
| Hipotiroid | T4 kurang, misalnya karena Hashimoto, bawaan lahir, atau kurang yodium | Lelah, kedinginan, berat badan naik, kulit kering, sembelit | SHK, 30.6 |
| Hipertiroid (Graves) | Antibodi menyalakan reseptor TSH, sehingga T4 berlebih | Berdebar, gemetar, berkeringat, berat badan turun, mata menonjol | Bab 6 dan 16 |
| Gigantisme dan akromegali | GH berlebih, hampir selalu dari tumor jinak hipofisis | Anak: tumbuh sangat tinggi. Dewasa: tangan, kaki, dan rahang membesar | Lempeng pertumbuhan |
| Sindrom Cushing | Kortisol berlebih dalam waktu lama, paling sering karena obat steroid jangka panjang, kadang karena tumor | Wajah membulat, lemak perut, guratan ungu di kulit, otot lemah, gula dan tekanan darah naik | 30.7 |
| Penyakit Addison | Korteks adrenal rusak (misalnya autoimun atau TBC), sehingga kortisol dan aldosteron kurang | Lemas, berat badan turun, tekanan darah rendah, kulit lebih gelap | Bab 16 dan 18 |
| Sindrom ovarium polikistik (PCOS) | Siklus ovarium terganggu dan androgen berlebih, sering disertai resistensi insulin | Haid jarang atau tidak teratur, jerawat, rambut berlebih, sulit hamil | Bab 7 |
Tanda-tanda di atas bisa disebabkan banyak hal lain. Diagnosis hanya dapat ditegakkan dokter dengan pemeriksaan yang tepat.
Superfamili reseptor. Hormon peptida dan katekolamin bekerja lewat reseptor membran: GPCR (TSH, LH, FSH, ACTH, TRH, GnRH, CRH, glukagon, GLP-1, ADH, adrenalin, melatonin) dengan jalur Gαs–cAMP–PKA atau Gαq–PLC–IP₃–Ca²⁺; RTK (insulin, IGF-1); dan reseptor sitokin kelas I tanpa aktivitas kinase sendiri yang memakai JAK2–STAT5 (GH, prolaktin, leptin, EPO). Hormon steroid dan tiroid bekerja lewat reseptor inti: tipe I (GR, MR, AR, PR, ER) menunggu di sitoplasma bersama HSP lalu masuk ke inti sebagai homodimer, sedangkan tipe II (TR, VDR) sudah duduk di DNA sebagai heterodimer dengan RXR dan beralih dari mengikat korepresor ke koaktivator saat ligan datang.
Poros tiroid. Sel folikel menyerap iodida lewat simporter Na⁺/I⁻ (NIS); tiroid peroksidase (TPO) mengoksidasi iodida, menempelkannya pada residu tirosin tiroglobulin (MIT, DIT), dan merangkainya (DIT + DIT → T4, MIT + DIT → T3). Sekitar 80% T3 dalam darah berasal dari deiodinasi T4 di jaringan. Deiodinase D1 dan D2 mengaktifkan (T4 → T3); D2 di hipofisis membuat sel tirotrof "membaca" T4 sebagai T3 setempat, sedangkan D3 menginaktifkan (T4 → rT3) dan banyak di plasenta untuk melindungi janin. Hubungan TSH dan FT4 kira-kira log-linear terbalik: perubahan kecil FT4 menimbulkan perubahan TSH yang jauh lebih besar, sehingga TSH adalah uji paling peka untuk gangguan tiroid primer, tetapi menyesatkan pada hipotiroid sentral, yang harus dinilai dengan FT4.
Poros HPA dan GnRH. CRH dan AVP bersinergi merangsang sel kortikotrof; ACTH dipotong dari POMC oleh prohormon konvertase, dan pada penyakit Addison ACTH yang tinggi ikut merangsang reseptor melanokortin-1 sehingga kulit menggelap. Sekitar 90% kortisol terikat CBG dan albumin; hanya fraksi bebas yang aktif. Di ginjal, 11β-HSD2 mengubah kortisol menjadi kortison agar reseptor mineralokortikoid hanya "mendengar" aldosteron. Kortisol menghambat CRH dan ACTH lewat reseptor glukokortikoid; glukokortikoid eksogen jangka panjang menekan poros ini sampai korteks adrenal atrofi, sehingga penghentiannya harus bertahap. GnRH harus dilepas berdenyut: denyut cepat cenderung menaikkan LH, denyut lambat menaikkan FSH, sedangkan GnRH yang terus-menerus (agonis kerja panjang) justru menurunkan kepekaan reseptor dan menekan LH serta FSH, prinsip yang dipakai pada kanker prostat dan pubertas prekoks sentral. Neuron kisspeptin di hipotalamus berperan sebagai "gerbang" dimulainya pubertas. Efek inkretin menjelaskan mengapa glukosa yang diminum memicu insulin jauh lebih besar daripada glukosa yang diinfuskan dengan kadar darah yang sama. Biotin dosis tinggi dari suplemen dapat mengganggu sebagian imunoasai berbasis streptavidin dan memalsukan hasil tiroid.
Kuis Bab 30
0/51. Ciri yang membedakan komunikasi hormon dari komunikasi saraf adalah…
Hormon adalah siaran radio: dibawa darah ke mana-mana, tetapi hanya sel sasaran yang punya reseptor yang mendengar. Saraf adalah telepon kabel yang cepat dan pribadi.
2. Pada poros tiroid yang sehat, bila kadar T4 dalam darah terlalu tinggi, yang terjadi adalah…
T4 yang tinggi mengerem hipotalamus dan hipofisis. Inilah umpan balik negatif, seperti termostat AC yang mematikan kompresor saat ruangan sudah sejuk.
3. Hasil pemeriksaan: TSH sangat rendah, T4 tinggi, dan ditemukan antibodi yang menyalakan reseptor TSH. Keadaan ini paling sesuai dengan…
Pada Graves, antibodi meniru TSH sehingga tiroid membuat T4 berlebihan. Termostat bekerja benar dan menekan TSH sampai sangat rendah, tetapi antibodi tidak bisa diatur umpan balik.
4. Kortisol tidak disimpan di dalam granul, melainkan dibuat saat dibutuhkan. Hal ini karena…
Steroid dibuat dari kolesterol dan larut lemak. Membran granul tidak bisa menahannya, jadi kelenjar adrenal menyimpan bahan dan enzimnya, lalu membuat kortisol saat ada perintah ACTH.
5. Lonjakan LH yang memicu ovulasi adalah contoh…
Estrogen yang tinggi dan bertahan beberapa hari membalik pengaruhnya dari rem menjadi pedal gas, sehingga hipofisis melepas LH besar-besaran.
Tembok Bata Hidup
Setiap kota tua punya tembok yang melindunginya dari musuh, banjir, dan terik matahari. Negara Sel juga punya tembok kota, dan temboknya hidup: kulit. Batanya dicetak ulang setiap hari, semennya dibuat dari lemak, menaranya dijaga tentara, dan di sela-selanya bekerja pabrik payung, alat penyiram, serta bel sentuh. Bab ini mengajakmu menyusuri tembok itu dari pabrik bata di lapisan terdalam sampai serpihan yang lepas di permukaan.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menunjukkan lapisan kulit beserta sel dan alat pelengkapnya, lalu menjelaskan fungsi masing-masing;
- menjelaskan perjalanan keratinosit dari lapisan basal sampai lepas, dan alasan lapisan tanduk menjadi tembok penahan air dan kuman;
- menjelaskan pembentukan melanin, sebab perbedaan warna kulit, serta pengaruh sinar UV pada DNA, terbakar matahari, dan vitamin D;
- memperkirakan risiko terbakar matahari dengan model indeks UV dan tabir surya, serta menjelaskan keringat, jerawat, pertahanan kulit, dan penyakit kulit yang sering dijumpai.
31.1 Kulit: tembok kota berlapis
Cubit lembut kulit punggung tanganmu, lalu lepaskan. Kulit itu langsung kembali rata, tidak robek, dan tidak bocor. Padahal setiap hari ia diterpa matahari, digosok, dicuci sabun, dan didatangi jutaan mikroba. Kulit adalah organ terluas di tubuh: pada orang dewasa luasnya sekitar 1,5–2 m², kira-kira seluas kasur tunggal. Kulit tersusun atas dua lapisan utama, epidermis di luar dan dermis di bawahnya, yang duduk di atas lapisan lemak bernama hipodermis.
Kulit bukan sekadar bungkus. Ia bekerja sebagai tujuh "kementerian" sekaligus:
- BentengMenahan kuman, zat kimia, dan benturan, serta menahan air agar tubuh tidak kering
- PayungMelanin menyerap sinar ultraviolet (UV) sebelum merusak DNA
- AC tubuhKeringat dan pembuluh darah kulit menjaga suhu tubuh tetap stabil
- IndraMerasakan sentuhan, tekanan, getaran, suhu, nyeri, dan gatal (Bab 22)
- Pabrik vitamin DDengan bantuan sinar UVB, kulit membuat bahan baku vitamin D
- Selimut dan bantalanLemak hipodermis menahan panas, meredam benturan, dan menyimpan energi
- Rambut dan kukuRambut kepala menaungi kulit kepala, alis dan bulu mata menghalau keringat dan debu, kuku melindungi ujung jari
Tembok kota yang dicetak ulang setiap hari
Bayangkan tembok kota tua yang tak pernah selesai dibangun. Di dasar tembok ada pabrik bata (lapisan basal) yang terus mencetak bata baru, yaitu sel keratinosit. Bata-bata itu dipaku ke tetangganya dengan paku keling (desmosom, Bab 10), lalu didorong naik sampai menjadi bata mati yang keras di permukaan, direkat adukan semen dari lemak. Di sela-sela bata bekerja pabrik payung (melanosit), penjaga menara (sel Langerhans), dan bel sentuh (sel Merkel). Di bawah tembok ada rangka dan kabel kota (dermis) berisi tali kolagen, pipa Sungai Merah (Bab 29), dan kabel saraf, ditambah penyiram jalan (kelenjar keringat), pabrik minyak pelapis (kelenjar sebasea), dan tiang bendera (rambut). Paling bawah terhampar selimut lemak (hipodermis).
Lapisan bata mati di permukaan kulit, yaitu lapisan tanduk, umumnya lebih tipis daripada selembar kertas. Namun tanpa lapisan setipis itu, air tubuh akan menguap sangat cepat. Itulah salah satu alasan pasien luka bakar luas berada dalam bahaya: selain mudah terinfeksi, tubuhnya kehilangan banyak cairan sehingga perlu infus di rumah sakit (31.10).
31.2 Peta penampang kulit
Jika sepotong kecil kulit diiris tegak lurus lalu dilihat di bawah mikroskop, tampaklah tiga lantai tembok kota beserta penghuninya. Ketuk setiap label untuk membaca keterangannya.
31.3 Perjalanan sebutir bata
Keratinosit menjalani perjalanan yang unik: ia lahir di lantai terbawah, naik perlahan sambil berganti rupa, lalu dengan sengaja mengakhiri hidupnya untuk menjadi bata tembok yang keras. Ikuti perjalanan Tino si Keratinosit.
Animasi perjalanan keratinosit: dari pabrik bata sampai lepas
6 langkah1/6Lahir di pabrik bata
Lapisan terdalam epidermis, lapisan basal, menempel pada membran basal lewat jangkar bernama hemidesmosom. Di sini sel punca kulit (Bab 15) membelah. Biasanya satu anak tetap menjadi sel punca di lantai bawah, sedangkan anak lainnya, Tino, lepas dari jangkarnya dan mulai didorong naik oleh sel-sel baru di bawahnya.
2/6Dipaku ke tetangga
Di lapisan taju, Tino membuat banyak benang keratin, protein serat yang kuat (Bab 10). Ujung-ujung benang itu diikatkan pada ratusan desmosom, paku keling yang menyambung Tino dengan bata di kiri, kanan, atas, dan bawahnya. Pada sediaan mikroskop, sambungan ini tampak seperti duri, sehingga lapisan ini disebut lapisan taju atau lapisan sel berduri. Di lapisan ini pula sel Langerhans berjaga.
3/6Menyiapkan semen
Tino makin pipih. Di lapisan berbutir, sitoplasmanya dipenuhi butir gelap keratohialin yang berisi bahan protein filagrin, serta kantong kecil bergaris bernama badan lamelar. Badan lamelar menuang isinya, yaitu lemak dan enzim, ke celah antarsel. Lemak inilah yang akan menjadi "semen" tembok.
4/6Berubah menjadi bata
Lalu terjadi hal yang menakjubkan: Tino membongkar inti dan semua organelnya sendiri. Proses terencana ini disebut kornifikasi, bentuk kematian sel yang berbeda dari apoptosis (Bab 9 dan 17). Filagrin merapatkan benang keratin menjadi berkas padat, dan bagian dalam membrannya dilapisi protein yang dikunci erat oleh enzim, membentuk amplop tanduk yang kaku. Tino kini menjadi korneosit: kantong pipih penuh keratin, tanpa inti, tetapi sangat kuat.
5/6Tembok bata dan semen
Di lapisan tanduk, belasan lapis korneosit pipih, umumnya sekitar 15–20 lapis, tersusun seperti tembok bata. Celahnya diisi lemak berlapis-lapis: seramida, kolesterol, dan asam lemak bebas. Para ilmuwan menyebut susunan ini model bata dan semen. Air dari dalam tubuh sulit keluar, dan kuman serta zat dari luar sulit masuk.
6/6Lepas, lalu diganti
Paku keling di lapisan tanduk tidak abadi. Enzim pemotong protein perlahan memutus sambungan antarkorneosit, sehingga bata terluar lepas satu per satu tanpa terasa, sementara bata baru terus datang dari bawah. Perjalanan dari lapisan basal sampai lepas memakan waktu kira-kira empat minggu, dan lebih lama pada orang lanjut usia. Jadi lapisan luar kulit yang kamu lihat hari ini hampir seluruhnya sudah berganti dibanding sebulan lalu.
Ujung jari menjadi keriput setelah lama berendam. Dulu orang mengira penyebabnya hanya lapisan tanduk yang menyerap air. Ternyata keriput itu juga diatur saraf: pembuluh darah di ujung jari menyempit sehingga kulit di atasnya mengerut. Pada jari yang sarafnya putus, keriput ini tidak muncul. Sebagian ilmuwan menduga jari keriput membantu kita memegang benda licin dan basah, tetapi dugaan ini masih diperdebatkan.
Sel kulit mati harus digosok dengan scrub kasar setiap hari supaya kulit sehat dan cerah.
Yang benar: lapisan tanduk justru tembok pelindung yang sengaja dibangun tubuh, dan kulit sudah melepas bata tuanya sendiri. Menggosok terlalu sering atau terlalu keras merusak semen lemaknya, sehingga kulit menjadi kering, merah, perih, dan lebih mudah iritasi. Pada kebanyakan orang, membersihkan kulit dengan lembut dan memakai pelembap sudah cukup.
31.4 Payung melanin dan warna kulit
Di antara sel-sel lapisan basal terselip sel berbentuk bintang bernama melanosit. Tugasnya membuat melanin, pigmen cokelat sampai hitam yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Satu melanosit melayani sekitar 36 keratinosit di sekitarnya. Pabrik payung ini bekerja makin giat ketika kulit terkena sinar UV. Ikuti bagaimana Mela si Melanosit menjawab panggilan darurat.
Animasi pembentukan dan pembagian melanin
6 langkah1/6UV menembus kulit
Sinar UV, terutama UVB, diserap langsung oleh DNA keratinosit. Energinya membuat dua basa pirimidin yang bertetangga, misalnya T dan T, saling menempel. DNA menjadi bengkok seperti rel yang melengkung. Bila tidak diperbaiki sebelum DNA disalin, huruf di tempat itu bisa salah baca dan menjadi mutasi (Bab 2 dan 14).
2/6Alarm p53
Kerusakan DNA dikenali oleh protein p53, "satpam genom" yang kamu kenal dari Bab 14. p53 menyalakan gen POMC, sehingga keratinosit membuat dan melepas hormon α-MSH (hormon perangsang melanosit). Jadi, kulit yang menjadi cokelat setelah berjemur sebenarnya adalah tanda bahwa DNA-nya sudah rusak.
3/6Mela menerima pesan
α-MSH menempel pada reseptor MC1R di membran melanosit, sebuah reseptor jenis GPCR (Bab 6). Kadar cAMP di dalam sel naik dan menyalakan MITF, faktor transkripsi utama melanosit (Bab 3). MITF memerintahkan pembuatan enzim tirosinase dan enzim pembuat melanin lainnya.
4/6Memasak melanin
Di dalam kantong bernama melanosom, tirosinase mengubah asam amino tirosin menjadi DOPA lalu dopakuinon. Dari sini ada dua jalur: eumelanin yang cokelat sampai hitam dan sangat melindungi, atau feomelanin yang merah-kuning, terbentuk bila asam amino sistein ikut bergabung. Setiap orang punya campuran keduanya dalam perbandingan berbeda.
5/6Mengirim payung
Melanosom yang penuh pigmen diangkut motor protein sepanjang jalan sitoskeleton (Bab 5 dan 10) menuju ujung dendrit. Dari sana melanosom dipindahkan ke keratinosit tetangga. Cara pasti pemindahannya masih diteliti, tetapi hasilnya jelas: satu melanosit memasok pigmen bagi sekitar 36 keratinosit.
6/6Payung di atas inti
Di dalam keratinosit, melanin berkumpul di sisi inti yang menghadap permukaan, seperti payung yang melindungi kepala. Melanin menyerap sebagian besar UV dan menetralkan radikal bebas sebelum mencapai DNA. Kulit yang menggelap karena pembuatan melanin baru ini mulai tampak sekitar 2–3 hari setelah terkena matahari, lalu memudar perlahan saat bata-bata berpigmen itu lepas.
Mengapa warna kulit manusia sangat beragam, dari kuning langsat sampai cokelat kehitaman? Jawabannya mengejutkan banyak orang: jumlah melanosit pada kulit terang dan kulit gelap hampir sama. Yang berbeda adalah kerja pabriknya.
Kulit terang
Melanosom lebih sedikit dan lebih kecil, sering mengumpul berkelompok, dan lebih banyak berisi feomelanin. Pigmen cepat diurai sehingga hanya sedikit yang sampai ke lapisan atas. Kulit lebih mudah terbakar matahari.
Kulit gelap
Jumlah melanositnya hampir sama, tetapi melanosomnya lebih banyak, lebih besar, tersebar satu-satu, kaya eumelanin, dan lebih lambat diurai, sehingga pigmen terbawa sampai lapisan atas. Perlindungannya terhadap UV jauh lebih besar, walaupun tetap tidak sempurna.
Warna kulit diwariskan lewat banyak gen sekaligus (Bab 12), sehingga anak-anak dari orang tua yang sama pun bisa berbeda warna kulitnya. Para ahli menduga keragaman warna kulit terbentuk selama ribuan generasi sebagai keseimbangan antara dua kebutuhan: melindungi kulit dari UV yang kuat dan tetap membuat cukup vitamin D (31.5). Tidak ada warna kulit yang lebih unggul. Setiap warna adalah cara sel-sel melanosit menyesuaikan diri dengan matahari tempat leluhur kita hidup.
| Keadaan | Apa yang terjadi pada pabrik payung? | Catatan |
|---|---|---|
| Albinisme | Melanosit ada, tetapi karena kelainan gen, misalnya gen tirosinase, ia tidak mampu membuat melanin. Kulit dan rambut sangat terang, dan mata peka cahaya | Diturunkan (Bab 12); perlu perlindungan matahari yang ketat dan pemeriksaan mata |
| Vitiligo | Sistem imun keliru menyerang melanosit (autoimun, Bab 16), sehingga muncul bercak putih susu | Tidak menular; sebagian dapat dibantu pengobatan dari dokter |
| Melasma | Melanosit di wajah terlalu giat karena pengaruh hormon, misalnya saat hamil, dan sinar matahari | Bercak cokelat simetris di pipi dan dahi; perlindungan matahari sangat penting |
| Bekas jerawat yang gelap | Peradangan merangsang melanosit membuat melanin berlebih | Lebih sering pada kulit gelap; memudar perlahan dalam beberapa bulan, terutama bila tidak dipencet |
| Tahi lalat | Kumpulan melanosit yang berkembang biak secara jinak | Umumnya tidak berbahaya; waspadai yang berubah (31.10) |
Krim pemutih yang membuat kulit putih dalam seminggu itu aman, apalagi kalau banyak teman yang memakainya.
Yang benar: warna kulit ditentukan gen dan tidak perlu "diperbaiki". Krim yang memutihkan sangat cepat patut dicurigai mengandung bahan yang dilarang dalam kosmetik. BPOM berulang kali menemukan dan menarik kosmetik yang mengandung merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat. Merkuri dapat merusak ginjal dan saraf. Hidrokuinon dan asam retinoat adalah obat yang hanya boleh dipakai dengan resep dan pengawasan dokter, dan dapat menimbulkan iritasi serta bercak kulit yang justru lebih gelap. Krim racikan yang diam-diam mengandung obat golongan steroid dapat membuat kulit menipis, berjerawat, dan pembuluh darahnya tampak. Pilih kosmetik yang bernomor izin edar BPOM dan biasakan Cek KLIK: Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa.
31.5 Sinar UV, terbakar matahari, dan vitamin D
Selain cahaya tampak dan panas, matahari memancarkan sinar ultraviolet (UV) yang tidak terlihat mata. Makin pendek panjang gelombangnya, makin besar energinya, tetapi makin dangkal ia menembus kulit.
Terbakar matahari sebenarnya adalah peradangan akibat kerusakan DNA. Keratinosit yang DNA-nya rusak parah memilih pensiun lewat apoptosis (Bab 9), sehingga muncul "sel terbakar matahari" di epidermis. Sel-sel yang rusak juga melepas sinyal radang yang melebarkan pembuluh darah dermis (Bab 16). Kemerahan mulai tampak beberapa jam setelah terpapar dan biasanya paling parah sekitar 12–24 jam kemudian. Bila berat, kulit melepuh. Beberapa hari kemudian lapisan yang rusak mengelupas, seperti yang dialami Bima. Setiap kali terbakar, sebagian kerusakan DNA tidak diperbaiki sempurna dan menumpuk. Karena itu terbakar matahari berulang, terutama pada masa anak dan remaja, meningkatkan risiko kanker kulit (Bab 14).
Namun sinar UVB juga punya jasa. Di epidermis terdapat zat turunan kolesterol bernama 7-dehidrokolesterol. Saat terkena UVB, zat ini berubah menjadi previtamin D₃, lalu vitamin D₃. Vitamin ini belum aktif. Ia harus diolah dua kali, mula-mula di hati, kemudian di ginjal, sampai menjadi kalsitriol, hormon yang membantu usus menyerap kalsium untuk tulang (Bab 30).
Jadi, kita perlu sinar matahari, tetapi tidak perlu berjemur lama. Pada indeks UV yang tinggi, seperti di Indonesia pada siang hari yang cerah, paparan singkat pada wajah, lengan, dan tangan, jauh sebelum kulit memerah, umumnya sudah membuat cukup bahan vitamin D bagi banyak orang. Kulit yang lebih gelap membutuhkan waktu lebih lama, dan kebutuhan sebenarnya juga bergantung pada luas kulit yang terbuka serta waktu dalam sehari. Orang yang jarang keluar rumah pada siang hari atau yang kulitnya hampir selalu tertutup dapat memenuhinya juga dari makanan, dan bila perlu suplemen atas saran tenaga kesehatan.
Matahari di negeri tropis berlimpah, tetapi kekurangan vitamin D ternyata tetap sering ditemukan. Survei gizi anak di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam (SEANUTS, 2010–2011) menemukan bahwa 40–50% anak usia 6 bulan sampai 12 tahun memiliki kadar vitamin D yang kurang. Anak perempuan dan anak di perkotaan lebih sering kekurangan. Para peneliti menganjurkan gaya hidup aktif di luar ruangan dengan paparan matahari yang aman, ditambah makanan sumber vitamin D.
Makin lama berjemur di bawah terik matahari, makin banyak vitamin D yang dibuat tubuh.
Yang benar: pembuatan vitamin D di kulit cepat mencapai batasnya. Bila UVB terus datang, previtamin D₃ yang berlebih diubah menjadi zat lain yang tidak aktif, sehingga vitamin D tidak bertambah banyak, sedangkan kerusakan DNA terus bertambah. Paparan singkat dan teratur jauh lebih baik daripada berjemur berjam-jam sampai kulit memerah.
31.6 Lab maya: berapa menit sampai terbakar?
Seberapa cepat kulit memerah bergantung pada dua hal: dosis UV yang sampai ke kulit dan kepekaan kulit. Dosis UV diukur dengan dosis eritema standar (SED). Kepekaan kulit dinyatakan sebagai dosis eritema minimal (MED), yaitu dosis terkecil yang membuat kulit seseorang mulai memerah. Indeks UV yang diumumkan BMKG memakai definisi internasional: setiap 1 angka indeks UV setara dengan 0,025 W/m² sinar UV yang diberi bobot menurut daya bakarnya pada kulit, atau sekitar 0,015 SED per menit. Model sederhananya:
waktu sampai memerah (menit) ≈ MED × faktor tabir surya ÷ (0,015 × indeks UV)
Model sederhana untuk belajar, bukan alat medis. MED tiap tipe kulit adalah angka kasar (I ≈ 2, II ≈ 2,5, III ≈ 3,5, IV ≈ 5, V ≈ 8, VI ≈ 12 SED); kepekaan orang yang tipe kulitnya sama pun bisa sangat berbeda. Pengaruh cara mengoles memakai temuan satu penelitian (Faurschou & Wulf, 2007): setengah takaran ≈ akar kuadrat SPF, seperempat takaran ≈ akar pangkat empat SPF.
Perhatikan dua pelajaran penting dari lab maya ini. Pertama, menurut model ini, pada indeks UV ekstrem yang sering terjadi di Indonesia pada siang hari yang cerah, kulit sawo matang pun dapat memerah dalam waktu kurang dari satu jam. Kedua, angka SPF hanya berlaku bila tabir surya dioles setebal takaran uji. Kebanyakan orang mengoles jauh lebih tipis, sehingga SPF 50 yang dioles tipis bisa kalah dari SPF 30 yang dioles cukup tebal.
Aturan bayangan: bila bayanganmu lebih pendek daripada tinggi badanmu, matahari sedang tinggi dan UV sedang kuat, jadi carilah teduhan. Di Indonesia, indeks UV pada hari cerah biasanya sudah tinggi sejak pagi menjelang siang dan memuncak sekitar tengah hari. Pakailah topi lebar, baju berlengan, dan kacamata hitam yang menahan UV. Untuk bagian kulit yang terbuka, oleskan tabir surya kira-kira setengah sendok teh untuk wajah, leher, dan telinga, sekitar 15–20 menit sebelum keluar, dan oles ulang setiap 2 jam serta setelah berenang atau banyak berkeringat. Tabir surya adalah pelengkap, bukan izin untuk berjemur lebih lama.
31.7 Keringat: AC kota yang hemat listrik
Suhu inti tubuh dijaga sekitar 37 °C oleh termostat di hipotalamus (Bab 30). Saat tubuh kepanasan, misalnya karena berolahraga atau udara terik, hipotalamus memerintahkan dua hal. Pembuluh darah kulit melebar sehingga darah hangat dialirkan ke dekat permukaan untuk melepas panas, dan kulit tampak memerah. Kelenjar keringat ekrin mengucurkan keringat ke permukaan kulit. Saat keringat menguap, ia membawa banyak panas: setiap liter keringat yang menguap membuang sekitar 2.400 kilojoule panas. Saat berolahraga berat di cuaca panas, tubuh bisa mengeluarkan lebih dari satu liter keringat per jam.
Hanya keringat yang menguap yang mendinginkan. Keringat yang menetes dan jatuh hampir tidak membuang panas. Di udara yang lembap, seperti di banyak kota di Indonesia, penguapan berjalan lambat, sehingga kita bercucuran keringat tetapi tetap merasa gerah. Saat kedinginan, hal sebaliknya terjadi: pembuluh kulit menyempit, keringat berhenti, otot menggigil untuk menghasilkan panas, dan otot penegak rambut berkontraksi sehingga bulu kuduk berdiri. Pada hewan berbulu lebat, bulu yang berdiri memerangkap udara hangat; pada manusia, yang tersisa hanyalah kulit "merinding".
Kelenjar ekrin: penyiram jalan
Tersebar di hampir seluruh kulit, terbanyak di telapak tangan, telapak kaki, dan dahi. Bermuara langsung di pori kulit dan bekerja sejak bayi. Keringatnya encer, hampir seluruhnya air dengan sedikit garam, dan tidak berbau. Tugas utamanya mendinginkan tubuh. Keringat di telapak tangan juga muncul saat gugup.
Kelenjar apokrin: bau badan
Hanya di ketiak, lipat paha, dan sekitar puting, serta baru aktif saat pubertas. Bermuara ke folikel rambut. Cairannya kental, berisi lemak dan protein, dan sebenarnya hampir tidak berbau. Bau badan muncul setelah cairan ini diurai bakteri penghuni kulit menjadi zat-zat yang mudah menguap.
Jadi, bau badan bukan berasal dari keringat itu sendiri, melainkan dari kerja mikroba penghuni kulit. Kulit, seperti usus (Bab 32), adalah rumah bagi komunitas mikroba yang sebagian besar justru bermanfaat. Mandi teratur, mengganti pakaian yang basah keringat, dan memakai deodoran atau antiperspiran mengurangi bau. Deodoran meredam bau dan pertumbuhan bakteri, sedangkan antiperspiran mengurangi jumlah keringat yang keluar.
Berkeringat banyak, misalnya di sauna, membuang racun dari tubuh, jadi makin banyak keringat makin sehat.
Yang benar: keringat hampir seluruhnya air dan garam. Tugasnya mendinginkan tubuh, bukan membuang racun. Zat sisa dan racun dibersihkan terutama oleh hati dan ginjal. Berkeringat berlebihan tanpa minum cukup justru membuat tubuh kekurangan cairan dan garam.
Bila panas yang masuk lebih besar daripada yang bisa dibuang, suhu tubuh terus naik. Sengatan panas (heat stroke) adalah keadaan darurat: suhu tubuh sangat tinggi, biasanya di atas 40 °C, disertai kebingungan, bicara kacau, kejang, atau pingsan. Kulit terasa panas dan bisa kering atau masih berkeringat. Segera minta pertolongan medis, pindahkan orang itu ke tempat teduh, longgarkan pakaiannya, dan dinginkan tubuhnya dengan air sambil dikipasi. Jangan memaksa minum orang yang tidak sadar penuh. Pencegahannya: minum cukup air, beristirahat di tempat teduh saat beraktivitas di bawah terik, dan jangan pernah meninggalkan anak di dalam mobil yang diparkir.
31.8 Rambut, minyak, dan jerawat
Setiap helai rambut tumbuh dari folikel, lekukan epidermis yang masuk jauh ke dalam dermis. Di dasarnya, sel-sel di umbi rambut membelah sangat cepat, lalu mengalami keratinisasi seperti Tino, sehingga batang rambut sebenarnya terbuat dari sel mati yang penuh keratin keras. Karena sel umbi rambut termasuk sel yang paling cepat membelah di tubuh, obat kemoterapi yang menyerang sel cepat membelah (Bab 14) sering membuat rambut rontok untuk sementara. Melanosit di umbi rambut memberi warna pada rambut.
Rambut tidak tumbuh terus-menerus, melainkan bersiklus: fase tumbuh yang pada rambut kepala dapat berlangsung 2–7 tahun, fase peralihan beberapa minggu saat bagian bawah folikel menyusut, dan fase istirahat sekitar 3 bulan sebelum rambut lepas. Setiap kali siklus baru dimulai, sel punca di bulge (Bab 15) membangun ulang bagian bawah folikel. Di sekitar bulge juga tinggal sel punca melanosit. Seiring usia, gudang sel punca melanosit ini lama-kelamaan habis, sehingga rambut baru tumbuh tanpa pigmen: uban.
Pada setiap folikel menempel kelenjar sebasea. Cara kerjanya unik: sel-selnya menimbun lemak sampai penuh, lalu pecah seluruhnya menjadi sebum, minyak berisi trigliserida, lilin, dan skualena yang melapisi rambut dan kulit. Saat pubertas, hormon androgen (Bab 30), baik pada laki-laki maupun perempuan, membuat kelenjar ini membesar dan bekerja lebih giat. Di sinilah kisah jerawat dimulai.
Jerawat sangat umum: sebagian besar remaja, kira-kira 8 dari 10, pernah mengalaminya. Bakteri Cutibacterium acnes sebenarnya penghuni normal folikel pada semua orang. Ia baru menjadi masalah ketika folikel tersumbat dan penuh sebum, dan ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadapnya. Kecenderungan berjerawat juga dipengaruhi keturunan.
Jerawat muncul karena wajah kotor dan terlalu banyak makan gorengan atau cokelat. Komedo hitam itu kotoran yang harus dikorek.
Yang benar: jerawat terutama disebabkan hormon, sumbatan folikel, bakteri, dan peradangan, bukan karena kotor. Warna hitam komedo berasal dari sebum dan melanin di mulut folikel yang terpapar udara, bukan dari kotoran. Mencuci muka terlalu sering dengan sabun keras justru mengiritasi kulit. Soal makanan, penelitian menunjukkan pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan, dan pada sebagian orang susu, mungkin sedikit memperburuk jerawat. Bukti untuk cokelat masih bertentangan, dan tidak ada bukti kuat bahwa gorengan menyebabkan jerawat.
Memencet jerawat dapat mendorong isi folikel lebih dalam ke dermis, memperparah radang, dan meninggalkan bekas gelap atau bopeng yang bertahan lama. Bersihkan wajah dengan lembut dua kali sehari dan pilih produk yang tidak menyumbat pori. Ada obat jerawat yang terbukti, misalnya benzoil peroksida dan retinoid oles. Bila jerawat besar, nyeri, meninggalkan bekas, atau membuatmu tidak percaya diri, periksakan ke dokter. Obat jerawat berat ada yang harus diawasi dokter dengan ketat, misalnya isotretinoin minum yang tidak boleh dipakai selama hamil.
31.9 Kulit sebagai benteng imun
Di Bab 16 kulit disebut lapis pertahanan pertama. Kini kita bisa melihat isinya lebih dekat: benteng ini menggabungkan tembok fisik, senjata kimia, tetangga yang baik, dan penjaga menara.
Tembok fisik
Lapisan tanduk yang rapat, semen lemak, dan paku keling menahan kuman di luar. Bata terluar terus mengelupas sambil membawa pergi kuman yang menempel.
Senjata kimia
Permukaan kulit sedikit asam, dengan pH sekitar 4,5–5,5, yang kurang disukai banyak kuman. Kulit juga membuat peptida antimikroba, misalnya defensin, katelisidin, dan dermisidin dalam keringat, yang melubangi membran bakteri.
Tetangga yang baik
Mikroba penghuni kulit menempati lahan dan makanan sehingga kuman jahat sulit menetap. Sebagian bahkan membuat zat yang menghambat kuman lain (Bab 18 dan 32).
Penjaga menara
Sel Langerhans di epidermis, sel dendritik dan makrofag di dermis, serta sel T yang menetap di kulit selalu berjaga. Penyusup yang tertangkap dibawa ke kelenjar getah bening untuk dikenalkan pada pasukan khusus (Bab 16).
Sel Langerhans dan pulau Langerhans di pankreas (Bab 7) dinamai menurut orang yang sama, Paul Langerhans. Ia menemukan sel bercabang di epidermis pada tahun 1868, saat masih mahasiswa kedokteran, dan mengira sel itu adalah sel saraf. Setahun kemudian ia menggambarkan pulau-pulau sel di pankreas. Baru sekitar seabad kemudian para ilmuwan memahami bahwa sel Langerhans di kulit adalah penjaga sistem imun.
31.10 Ketika tembok bermasalah
Penyakit kulit sangat sering dijumpai, terutama di negeri yang panas dan lembap. Sebagian besar dapat dicegah dan diobati. Yang terpenting adalah mengenali tandanya, tidak mengobati diri sendiri sembarangan, dan tidak mengucilkan orang yang sakit.
| Penyakit | Apa yang terjadi pada tembok? | Yang perlu diketahui | Kaitan |
|---|---|---|---|
| Dermatitis atopik (eksim) | Tembok bocor: semen dan bata kurang rapat, sering karena varian gen filagrin, sehingga air mudah keluar dan zat pemicu mudah masuk. Kulit kering dan sangat gatal; garukan merusak tembok lebih jauh | Tidak menular. Sering mulai pada bayi dan anak. Pelembap rutin, hindari pemicu, dan obat dari dokter saat kambuh | 31.3, Bab 16 |
| Panu | Jamur Malassezia, penghuni normal kulit, tumbuh berlebihan di udara panas dan lembap. Muncul bercak putih, cokelat, atau kemerahan bersisik halus, sering di dada, punggung, dan leher | Zat dari jamur ini menghambat pembuatan melanin, sehingga bercaknya tampak pucat. Diobati dengan obat antijamur; warna kulit pulih perlahan dan sering kambuh | 31.4 |
| Kurap dan kadas | Jamur dermatofit yang "memakan" keratin di lapisan tanduk, rambut, dan kuku. Bercak melingkar yang gatal dengan tepi merah bersisik | Menular lewat kontak kulit, handuk, dan hewan peliharaan. Diobati dengan antijamur. Mengoles krim steroid sendiri dapat membuatnya meluas | 31.3 |
| Kudis (skabies) | Tungau mungil Sarcoptes scabiei menggali terowongan di lapisan tanduk dan bertelur. Gatal hebat, terutama malam hari, akibat reaksi imun terhadap tungau | Menular lewat kontak kulit yang lama, sering di tempat tinggal padat. Semua penghuni diobati bersamaan; pakaian dan seprai dicuci dengan air panas | Bab 16 |
| Kusta | Bakteri Mycobacterium leprae menyerang kulit dan saraf tepi, sehingga muncul bercak yang mati rasa | Bisa disembuhkan; lihat kotak di bawah | Bab 18 dan 22 |
| Kanker kulit | Karsinoma sel basal (paling sering, tumbuh lambat, jarang menyebar), karsinoma sel skuamosa, dan melanoma dari melanosit (paling berbahaya karena mudah menyebar) | Lindungi kulit dari UV dan kenali tanda ABCDE di bawah | Bab 14 |
| Luka bakar | Panas, listrik, atau zat kimia merusak epidermis saja (kulit merah dan nyeri), sebagian dermis (melepuh), atau seluruh dermis (bisa tidak terasa nyeri karena saraf ikut rusak) | Luka bakar luas membuat tubuh kehilangan cairan dan mudah terinfeksi. Luka yang dalam mungkin perlu cangkok kulit atau lembaran sel kulit | Bab 17, Bab 28 |
Tabel ini untuk belajar. Diagnosis dan pengobatan penyakit kulit ditentukan oleh dokter.
Melanoma adalah kanker kulit yang paling berbahaya, tetapi bila ditemukan dini, sebagian besar dapat disembuhkan dengan operasi. Kenali tanda tahi lalat yang perlu diperiksakan ke dokter dengan rumus ABCDE:
Luka bakar sebaiknya segera diolesi pasta gigi, mentega, kecap, atau ditempeli es batu supaya cepat dingin.
Yang benar: pasta gigi, mentega, minyak, dan kecap menahan panas, mengotori luka, dan menyulitkan pemeriksaan. Es batu justru memperdalam kerusakan jaringan. Pertolongan pertama yang tepat: hentikan sumber panas, lepaskan perhiasan dan pakaian yang tidak lengket di sekitar luka, lalu dinginkan dengan air mengalir bersuhu biasa, sekitar 20 menit menurut banyak pedoman luka bakar. Untuk luka yang luas atau pada anak kecil, jaga agar tubuhnya tidak kedinginan. Jangan memecahkan lepuh, tutup luka dengan kain bersih, dan bawa ke fasilitas kesehatan bila luka lebih luas daripada telapak tangan penderita, dalam, atau mengenai wajah, tangan, kaki, kelamin, atau sendi, serta semua luka bakar listrik dan zat kimia. Proses penyembuhan luka selanjutnya dibahas di Bab 17.
Diferensiasi dan sawar. Keratinosit basal mengekspresikan keratin K5/K14; saat naik, ekspresinya beralih ke K1/K10. Banyak protein penyusun sawar dikodekan berdekatan di epidermal differentiation complex (EDC) pada kromosom 1q21, misalnya lorikrin, involukrin, protein kaya prolin kecil (SPRR), dan filagrin. Transglutaminase 1 mengikat silang protein-protein ini dengan ikatan isopeptida ε-(γ-glutamil)lisin membentuk amplop tanduk; mutasi TGM1 menyebabkan iktiosis lamelar. Seramida berantai sangat panjang (ω-hidroksiseramida) terikat kovalen pada amplop membentuk amplop lipid korneosit. Badan lamelar mengirim glukosilseramida dan sfingomielin yang diolah β-glukoserebrosidase dan sfingomielinase menjadi seramida, sehingga seramida, kolesterol, dan asam lemak bebas hadir dalam perbandingan kira-kira ekuimolar. Deskuamasi terjadi saat kalikrein (KLK5, KLK7) memotong korneodesmosom (desmoglein 1, korneodesmosin), dan diimbangi inhibitor LEKTI; defek SPINK5 menyebabkan sindrom Netherton. Profilagrin didefosforilasi dan dipotong menjadi monomer filagrin, lalu diurai lebih lanjut (antara lain oleh kaspase-14) menjadi NMF seperti asam urokanat dan asam pirolidon karboksilat. Varian kehilangan fungsi FLG merupakan faktor risiko kuat dermatitis atopik dan penyebab iktiosis vulgaris, dengan spektrum mutasi yang berbeda antarpopulasi.
Pigmentasi. UV mengaktifkan p53 di keratinosit, yang menyalakan transkripsi POMC; α-MSH dan ACTH menempel pada MC1R (GPCR yang berpasangan dengan Gαs) → cAMP → PKA → CREB → MITF, yang menyalakan TYR, TYRP1, dan DCT. Endotelin-1 dan faktor sel punca (SCF/KIT) dari keratinosit juga ikut merangsang. Melanosom matang dari tahap I sampai IV di atas fibril amiloid PMEL. Varian MC1R kehilangan fungsi (misalnya R151C, R160W, D294H) menggeser produksi ke feomelanin, yang bersifat prooksidan bahkan tanpa UV. Albinisme okulokutan tipe 1 disebabkan mutasi TYR. Pada vitiligo, sel T CD8⁺ yang dipandu poros IFN-γ–CXCL10 menghancurkan melanosit; penghambat JAK oles kini dipakai untuk vitiligo nonsegmental.
Fotobiologi dan perbaikan DNA. UVB diserap langsung oleh DNA membentuk dimer pirimidin siklobutana (CPD) dan fotoproduk pirimidin (6-4) pirimidon. Keduanya diperbaiki oleh nucleotide excision repair: jalur genom global yang dimulai XPC–RAD23B dan DDB2, serta jalur yang terkait transkripsi yang dimulai CSB pada RNA polimerase II yang macet, lalu XPA, TFIIH (XPB/XPD), XPG, dan ERCC1–XPF memotong untai yang rusak. Penyandang xeroderma pigmentosum kehilangan salah satu komponen ini dan berisiko kanker kulit ribuan kali lipat. Jejak mutasi khas UV adalah substitusi C→T pada pasangan dipirimidin dan CC→TT. UVA terutama merusak secara tidak langsung lewat spesies oksigen reaktif (misalnya 8-oksoguanin) dan mengaktifkan metaloproteinase matriks yang menguraikan kolagen dermis (fotopenuaan). Sel terbakar matahari adalah keratinosit yang mengalami apoptosis bergantung p53. Pada kulit kelopak mata orang dewasa yang tampak normal pun sudah ditemukan banyak klon kecil keratinosit yang membawa mutasi NOTCH1 dan TP53. UV juga mengubah trans-asam urokanat dari filagrin menjadi bentuk cis yang menekan imunitas kulit.
Imunitas, apendiks, dan regenerasi. Sel Langerhans (langerin/CD207, granul Birbeck) berasal dari prekursor embrionik dan memperbarui dirinya di epidermis, sedangkan dermis dihuni sel dendritik konvensional cDC1/cDC2 dan sel T memori residen (CD69⁺CD103⁺). Peptida antimikroba hBD-2, hBD-3, dan katelisidin LL-37 diinduksi oleh infeksi dan luka; ekspresi gen katelisidin juga dinaikkan oleh vitamin D lewat VDR. Sel Merkel memakai kanal mekanosensitif Piezo2 untuk sentuhan halus. Sel punca bulge folikel rambut (K15⁺; Lgr5 menandai sel di bulge bawah dan benih rambut sekunder) diaktifkan pada awal fase anagen oleh sinyal dari papila dermis lewat jalur Wnt/β-katenin, dibantu Shh dari sel benih rambut, dan direm oleh BMP. Setelah luka, sel turunan bulge ikut melakukan re-epitelisasi untuk sementara, bersama keratinosit dari tepi luka (Bab 17). Sel punca epidermis manusia dapat dibiakkan menjadi lembaran: pada 2017, epidermis sekitar 80% permukaan tubuh seorang anak dengan epidermolisis bulosa junctional berhasil diganti dengan kultur keratinosit autolog yang gen LAMB3-nya telah dikoreksi, dan analisis klonnya menunjukkan epidermis dipertahankan oleh sejumlah terbatas sel punca berumur panjang (holoklon). Pada jerawat, androgen (yang diubah menjadi DHT oleh 5α-reduktase) dan IGF-1 memacu sebosit; filotipe tertentu C. acnes mengaktifkan TLR2 dan inflamasom NLRP3.
Kuis Bab 31
0/51. Lapisan epidermis tempat sel punca membelah dan "bata" baru dibuat adalah…
Lapisan basal adalah pabrik bata. Sel punca di sini membelah, lalu sebagian anaknya naik ke lapisan taju, lapisan berbutir, dan akhirnya menjadi korneosit di lapisan tanduk.
2. Perbedaan warna kulit antarmanusia terutama disebabkan oleh…
Jumlah melanosit pada kulit terang dan gelap hampir sama. Yang berbeda adalah banyak, besar, jenis melanin, dan sebaran melanosom yang dibagikan ke keratinosit.
3. Indeks UV 10 dan kulit tipe III memerah setelah ±3,5 SED. Dengan model di lab maya 31.6 (dosis = 0,015 × indeks UV SED per menit), perkiraan waktu sampai kulit memerah tanpa pelindung adalah…
Dosis per menit = 0,015 × 10 = 0,15 SED. Waktu ≈ 3,5 ÷ 0,15 ≈ 23 menit. Kerusakan DNA bahkan sudah dimulai sebelum kulit memerah.
4. Vitamin D₃ yang dibuat di kulit menjadi hormon aktif kalsitriol setelah diolah berturut-turut di…
Hati mengubahnya menjadi 25-hidroksivitamin D (bentuk simpanan), lalu ginjal mengaktifkannya menjadi 1,25-dihidroksivitamin D atau kalsitriol, yang membantu usus menyerap kalsium.
5. Pernyataan yang benar tentang kusta adalah…
Kusta disebabkan bakteri Mycobacterium leprae, bisa disembuhkan dengan MDT yang tersedia gratis di puskesmas, tidak mudah menular, dan penderita berhenti menularkan setelah mulai berobat. Stigma justru membuat orang terlambat berobat.
Tamu yang Membayar Sewa
Di Bab 18 kamu berkenalan dengan desa bakteri. Ternyata salah satu desa terpadat di bumi ada di dalam perutmu sendiri. Di usus besar tinggal puluhan triliun mikroba. Mereka bukan penyusup, melainkan tamu yang menetap: diberi tempat tinggal dan makanan sisa, lalu membayar sewa berupa zat bergizi, latihan untuk tentara, dan penjagaan kampung dari kuman jahat.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan jumlah, sebaran, dan jenis utama mikroba di saluran cerna;
- menjelaskan pagar lendir dan sistem imun usus yang menjaga hubungan damai dengan mikroba;
- menguraikan fermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek dan manfaatnya bagi tubuh;
- menilai dampak antibiotik, transplantasi mikrobiota, probiotik, prebiotik, dan pangan fermentasi berdasarkan bukti.
32.1 Kampung triliunan tamu
Saluran cernamu adalah tabung panjang yang terbuka ke dunia luar di kedua ujungnya. Mikroba tinggal di sepanjang tabung ini, tetapi jumlahnya sangat berbeda di setiap bagian. Lambung terlalu asam bagi kebanyakan bakteri, sedangkan usus besar, yang alirannya lambat dan miskin oksigen, menjadi kota terpadat. Seluruh mikrobiota usus orang dewasa diperkirakan berisi sekitar 38 triliun bakteri dengan berat total kira-kira 0,2 kg.
Bakteri di tubuh kita sepuluh kali lebih banyak daripada sel tubuh kita sendiri.
Yang benar: angka "10 banding 1" berasal dari perkiraan kasar tahun 1970-an. Perhitungan ulang tahun 2016 mendapatkan sekitar 38 triliun bakteri dan 30 triliun sel manusia, jadi perbandingannya kira-kira 1 banding 1. Hampir semua bakteri itu tinggal di usus besar. Karena eritrosit sangat banyak (Bab 29), jumlah sel manusia pun ternyata besar.
Kampung tamu di lorong usus
Usus besar ibarat kampung pendatang di dalam Negara Sel. Warganya tidak punya perpustakaan inti (Bab 18), tetapi pandai mengolah sisa makanan yang tidak sanggup dicerna dapur kita. Negara menyediakan tempat dan makanan berupa serat. Sebagai gantinya, warga membayar sewa: asam lemak rantai pendek untuk sel dinding usus, beberapa vitamin, latihan bagi tentara imun, dan penjagaan agar kuman jahat tidak kebagian tempat. Di antara kampung dan negara dibangun pagar lendir yang dijaga satpam.
32.2 Siapa saja warganya?
Mikrobiota usus terdiri atas ratusan spesies bakteri, ditambah arkea, jamur, dan virus, terutama bakteriofag yang memangsa bakteri (Bab 19). Susunan warga setiap orang berbeda, hampir seperti sidik jari, tetapi tugas-tugas pentingnya sering dikerjakan oleh banyak spesies sekaligus. Bersama-sama, gen mereka berjumlah lebih dari seratus kali gen manusia.
| Kelompok besar (filum) | Contoh warga | Peran yang menonjol |
|---|---|---|
| Bacillota (dulu Firmicutes) | Faecalibacterium, Roseburia, Lactobacillus | Banyak di antaranya pembuat butirat utama |
| Bacteroidota (dulu Bacteroidetes) | Bacteroides, Prevotella | Pemecah serat dan karbohidrat rumit dengan ratusan jenis enzim |
| Actinomycetota | Bifidobacterium (Bifi) | Dominan pada bayi yang menyusu; pemakan gula khusus dalam ASI |
| Pseudomonadota | Escherichia coli | Biasanya sedikit pada orang sehat; sering meningkat saat usus meradang |
| Verrucomicrobiota | Akkermansia muciniphila | Pemakan lendir yang ikut memperbarui lapisan lendir |
| Bukan bakteri | Arkea Methanobrevibacter, jamur Candida, bakteriofag | Arkea membuat gas metana; fag ikut mengatur jumlah bakteri |
32.3 Pagar lendir dan satpam
Dengan puluhan triliun tamu di balik dinding setebal satu lapis sel, bagaimana negara tetap damai? Jawabannya adalah perbatasan berlapis: lendir, sel dinding yang rapat, dan tentara yang terlatih untuk tidak bereaksi berlebihan. Ketuk setiap bagian dinding usus besar di bawah.
32.4 Sewa yang dibayar: dari serat menjadi butirat
Serat makanan adalah karbohidrat tumbuhan yang tidak bisa dipecah enzim pencernaan kita. Bagi kita ia "sisa", tetapi bagi warga usus besar ia adalah pesta. Ikuti apa yang terjadi pada serat dari sepiring sayur.
Animasi fermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek
6 langkah1/6Serat lolos
Pati dan gula biasa dipecah enzim kita di usus halus lalu diserap. Serat, misalnya selulosa, pektin, inulin, dan pati resisten, tidak bisa dipecah enzim manusia, sehingga lolos utuh sampai ke usus besar.
2/6Bakteri berpesta
Warga usus besar membawa ratusan jenis enzim pemecah karbohidrat yang tidak dimiliki manusia. Setiap spesies punya keahlian sendiri, dan sisa olahan satu spesies sering menjadi makanan spesies lain, seperti rantai pengolahan di pasar.
3/6Fermentasi
Tanpa oksigen, bakteri memfermentasi gula dari serat (Bab 8). Hasilnya gas (hidrogen, CO₂, dan pada sebagian orang metana) serta asam lemak rantai pendek: asetat, propionat, dan butirat, kira-kira dengan perbandingan 3 : 1 : 1.
4/6Bahan bakar kolonosit
Butirat diserap kolonosit lalu dibakar di mitokondria menjadi ATP (Bab 8). Inilah sumber energi utama sel dinding usus besar. Butirat juga membantu menjaga pagar sel tetap rapat dan merangsang pembuatan lendir.
5/6Menenangkan tentara
Butirat membantu terbentuknya sel T regulator yang menenangkan pasukan imun (Bab 16), sehingga tentara tidak menyerang warga yang bersahabat. Ini salah satu alasan mikrobiota yang sehat dikaitkan dengan usus yang tidak mudah meradang.
6/6Ke seluruh negeri
Asetat dan propionat diserap ke darah. Propionat banyak diolah di hati, sedangkan asetat beredar ke seluruh tubuh. Asam lemak rantai pendek juga merangsang sel L di dinding usus melepas GLP-1 dan PYY, hormon yang memberi rasa kenyang (Bab 30).
Sewa 1 · Bahan bakar
Asam lemak rantai pendek memberi makan sel dinding usus dan menyumbang sebagian kecil energi tubuh dari makanan yang tadinya tak tercerna.
Sewa 2 · Vitamin
Sebagian bakteri membuat vitamin K (menakuinon) dan beberapa vitamin B. Namun kebutuhan vitamin tetap harus dipenuhi dari makanan.
Sewa 3 · Latihan tentara
Kehadiran mikroba sejak bayi melatih sistem imun membedakan kawan dan lawan. Hewan percobaan yang dibesarkan tanpa mikroba sama sekali memiliki sistem imun usus yang kurang berkembang.
Sewa 4 · Penjaga kampung
Warga yang ramai menghabiskan tempat dan makanan, membuat zat penghambat, dan mengubah asam empedu, sehingga kuman jahat sulit menetap. Ini disebut resistensi kolonisasi.
32.5 Dari lahir sampai tua
Saat dalam kandungan, usus bayi hampir tanpa mikroba. Kampung mulai dihuni saat dan sesudah lahir, lalu berkembang mengikuti cara lahir, makanan, lingkungan, dan obat. Sekitar usia tiga tahun, susunan warganya sudah mirip orang dewasa.
32.6 Lab maya: kebun warga usus
Coba atur pola makan dan pemakaian antibiotik, lalu geser hari untuk melihat bagaimana kampung terguncang dan pulih. Model ini sangat disederhanakan: angkanya relatif untuk menunjukkan arah perubahan, bukan hasil pengukuran sungguhan.
32.7 Ketika kampung terguncang
Antibiotik menyelamatkan jutaan nyawa, dan harus diminum sesuai petunjuk dokter bila memang diperlukan. Namun antibiotik tidak bisa memilih: bakteri baik di usus ikut berkurang. Kebanyakan kampung pulih dalam beberapa minggu sampai bulan, tetapi sebagian spesies bisa hilang lebih lama. Karena itu antibiotik tidak boleh dipakai untuk flu biasa yang disebabkan virus, tidak boleh dibeli tanpa resep, dan sisa antibiotik tidak boleh diberikan kepada orang lain. Pemakaian yang sembarangan juga memicu kekebalan bakteri (Bab 18).
Penjahat yang menunggu: C. difficile
Clostridioides difficile membentuk spora yang tahan lama. Ketika warga usus menipis setelah antibiotik, sporanya tumbuh dan melepas racun yang merusak dinding usus besar, menimbulkan diare berat. Infeksi ini sering kambuh, terutama pada lansia dan pasien rumah sakit.
Mengirim warga baru: transplantasi mikrobiota
Pada uji acak tahun 2013, satu kali pemberian mikrobiota tinja dari donor sehat menyembuhkan 81% pasien infeksi C. difficile berulang, dibanding 31% dengan antibiotik vankomisin saja. Kini di Amerika Serikat sudah ada produk mikrobiota terstandar yang disetujui FDA untuk mencegah kekambuhan (2022 dan 2023).
| Keadaan | Apa yang terjadi | Yang perlu diketahui |
|---|---|---|
| Diare pada anak | Infeksi virus atau bakteri membuat usus kehilangan banyak cairan dan garam | Kemenkes menganjurkan oralit untuk mengganti cairan, tablet zink selama 10 hari, dan tetap memberi ASI serta makan. Segera ke fasilitas kesehatan bila ada tanda bahaya seperti lemas, tidak mau minum, atau tinja berdarah |
| Intoleransi laktosa | Enzim laktase di usus halus berkurang setelah masa kanak-kanak, sehingga laktosa sampai ke usus besar dan difermentasi bakteri | Menimbulkan kembung, gas, dan diare setelah minum susu. Sangat umum di Asia dan bukan alergi |
| Helicobacter pylori | Bakteri yang mampu bertahan di lambung yang asam dan dapat menyebabkan radang serta tukak lambung | Marshall dan Warren membuktikannya; Marshall bahkan meminum biakan bakteri itu. Mereka meraih Nobel Kedokteran 2005. Infeksi ini bisa diobati dengan kombinasi obat |
| Penyakit radang usus (penyakit Crohn, kolitis ulseratif) | Sistem imun bereaksi berlebihan terhadap isi usus pada orang dengan kepekaan tertentu | Mikrobiota pasien berbeda dari orang sehat, tetapi mana sebab dan mana akibat masih diteliti |
Usus perlu didetoks atau dicuci secara rutin agar racun dan kotoran yang menumpuk keluar.
Yang benar: usus membersihkan dirinya sendiri, dan racun diolah hati serta dibuang ginjal. "Cuci usus" tanpa alasan medis tidak terbukti bermanfaat dan bisa berbahaya: kehilangan cairan dan garam, gangguan irama jantung akibat kadar garam yang kacau, luka pada usus, serta mengusir warga baik dari kampungnya.
32.8 Merawat warga kampung
Cara terbaik merawat kampung usus sebenarnya sederhana: beri warga makanan yang mereka sukai, yaitu serat yang beragam. Sayur, buah, kacang-kacangan, umbi, dan biji-bijian utuh memberi makan banyak jenis warga sekaligus. Nasi atau kentang yang sudah dimasak lalu didinginkan juga mengandung pati resisten yang menjadi makanan bakteri. Sayangnya, Riskesdas 2018 mencatat 95,5% penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas kurang makan sayur dan buah.
| Istilah | Artinya | Contoh |
|---|---|---|
| Probiotik | Mikroba hidup yang, bila diberikan dalam jumlah cukup, terbukti memberi manfaat kesehatan. Manfaatnya bergantung pada galur dan keadaannya | Galur tertentu Lactobacillus atau Bifidobacterium dalam produk yang sudah diuji |
| Prebiotik | Zat yang dimanfaatkan secara khusus oleh mikroba penghuni tubuh dan memberi manfaat kesehatan | Inulin, fruktooligosakarida, galaktooligosakarida, HMO dalam ASI |
| Pangan fermentasi | Makanan yang dibuat dengan bantuan mikroba. Tidak otomatis probiotik, karena mikrobanya belum tentu hidup atau terbukti bermanfaat | Tempoyak, bekasam, tempe, dadih, tape, yoghurt |
| Postbiotik | Sediaan mikroba yang sudah mati, atau bagian-bagiannya, yang memberi manfaat kesehatan | Sebagian produk bakteri asam laktat yang dipanaskan |
Tempoyak
Durian yang difermentasi bakteri asam laktat, kebanggaan Palembang dan Sumatra (Bab 18). Rasanya asam karena asam laktat.
Bekasam
Ikan yang difermentasi bersama garam dan nasi, khas Sumatra Selatan. Bakteri asam laktat membuatnya asam dan awet.
Tempe
Kedelai yang diikat benang jamur Rhizopus (Bab 20). Setelah digoreng atau direbus, mikrobanya mati, tetapi tempe tetap kaya protein dan serat.
Dadih
Susu kerbau yang difermentasi di dalam tabung bambu, khas Minangkabau. Penelitian di Indonesia sedang menggali galur bakteri asam laktat dari dadih.
Semua makanan fermentasi adalah probiotik, dan semua probiotik pasti menyehatkan siapa saja.
Yang benar: sebutan probiotik hanya pantas untuk galur mikroba hidup yang manfaatnya sudah dibuktikan. Bukti terkuatnya antara lain untuk mengurangi diare akibat antibiotik pada sebagian orang. Probiotik tidak terbukti mempercepat pulihnya kampung setelah antibiotik; satu penelitian bahkan menemukan pemulihan yang lebih lambat. Pada bayi prematur atau orang dengan sistem imun sangat lemah, probiotik hanya boleh diberikan atas petunjuk dokter. Makanan fermentasi tetap bagus dinikmati sebagai bagian dari pola makan beragam.
Model hewan. Tikus bebas kuman (germ-free) dan tikus gnotobiotik yang diberi komunitas tertentu memungkinkan uji sebab-akibat; transfer mikrobiota dari tikus obes meningkatkan simpanan lemak penerima (Turnbaugh dkk. 2006), tetapi hasil seperti ini tidak selalu berlaku pada manusia. Asam lemak rantai pendek bekerja lewat reseptor FFAR2/FFAR3 (GPR43/GPR41) pada sel L dan sel imun, serta lewat penghambatan histon deasetilase (HDAC): butirat meningkatkan asetilasi di lokus Foxp3 sehingga sel Treg kolon bertambah (Furusawa dkk. 2013). Oksidasi-β butirat oleh kolonosit menjaga epitel tetap hipoksik lewat PPAR-γ, sehingga bakteri fakultatif anaerob seperti Enterobacteriaceae sulit berkembang; antibiotik yang menghilangkan pembuat butirat melepas "rem" ini. Asam empedu: bakteri melakukan dekonjugasi dan 7α-dehidroksilasi (misalnya Clostridium scindens) menjadi asam empedu sekunder yang menghambat germinasi spora C. difficile, salah satu dasar resistensi kolonisasi. Metabolit lain: kolin dan karnitin diubah bakteri menjadi TMA lalu dioksidasi FMO3 hati menjadi TMAO, yang dikaitkan dengan penyakit jantung; E. coli pembawa pulau pks membuat kolibaktin yang meninggalkan jejak mutasi khas pada kanker kolorektal. Probiotik setelah antibiotik: pada manusia dan tikus, probiotik multi-galur memperlambat pulihnya mikrobiota mukosa, sedangkan transplantasi mikrobiota autolog mempercepatnya (Suez dkk. 2018). Metodologi: 16S rRNA memberi komposisi pada tingkat genus, metagenomik shotgun memberi resolusi spesies-galur dan isi gen, metabolomik mengukur fungsi; data mikrobiota bersifat komposisional sehingga perlu analisis statistik khusus, dan klaim kausal memerlukan bukti dari intervensi.
Kuis Bab 32
0/51. Perkiraan terbaru tentang jumlah bakteri di tubuh orang dewasa dibandingkan jumlah sel manusianya adalah…
Perhitungan ulang tahun 2016 mendapatkan perbandingan kira-kira 1 : 1, dan hampir semua bakteri tinggal di usus besar.
2. Serat bermanfaat bagi usus besar terutama karena…
Manusia tidak punya enzim pemecah serat, tetapi warga usus besar punya. Hasil fermentasinya memberi makan sel dinding usus dan menenangkan sistem imun.
3. Mengapa infeksi C. difficile sering muncul setelah pemakaian antibiotik?
Resistensi kolonisasi melemah ketika warga baik berkurang. Spora C. difficile lalu tumbuh dan melepas racun.
4. Bayi yang menyusu banyak membawa Bifidobacterium di ususnya karena…
HMO lolos ke usus besar dan memberi makan Bifidobacterium, warga pertama yang ramah bagi bayi.
5. Pernyataan yang paling tepat tentang probiotik dan pangan fermentasi adalah…
Probiotik adalah galur hidup yang manfaatnya sudah dibuktikan. Makanan fermentasi tetap baik sebagai bagian dari pola makan, tetapi tidak otomatis probiotik.
Juru Masak Kilat
Di hampir setiap bab, kamu bertemu nama yang berakhiran "-ase": polimerase, amilase, katalase, tirosinase. Mereka adalah enzim, juru masak kilat Negara Sel. Tanpa mereka, reaksi kimia di dalam sel berjalan begitu lambat sehingga kehidupan tidak mungkin ada. Bab ini membuka dapur mereka: bagaimana enzim mempercepat reaksi, mengapa ia pilih-pilih, dan apa yang membuatnya bekerja giat atau justru mogok.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan enzim sebagai katalis hayati yang menurunkan energi aktivasi;
- menjelaskan kerja sisi aktif dengan model gembok-kunci dan kecocokan terinduksi;
- menganalisis pengaruh suhu, pH, konsentrasi substrat, kofaktor, dan inhibitor terhadap laju reaksi enzim;
- menghubungkan enzim dengan pencernaan, obat, racun, dan pemanfaatan sehari-hari.
33.1 Reaksi yang terlalu lambat
Gula pasir di dalam toples bisa bertahan bertahun-tahun tanpa berubah, padahal reaksi penguraiannya melepas energi. Mengapa tidak terjadi dengan sendirinya? Karena setiap reaksi harus lebih dulu "mendaki bukit" yang disebut energi aktivasi. Ikatan lama harus diregangkan sebelum ikatan baru bisa terbentuk. Di dalam sel, ribuan reaksi harus berlangsung dalam hitungan detik pada suhu tubuh yang hanya sekitar 37 °C. Di sinilah enzim bekerja: ia adalah katalis hayati yang menurunkan bukit itu, sehingga reaksi berlangsung jauh lebih cepat tanpa enzimnya ikut habis.
Mempercepat luar biasa
Katalase di hati (Bab 9) dapat mengurai jutaan molekul hidrogen peroksida setiap detik. Tanpa enzim, banyak reaksi sel butuh waktu bertahun-tahun.
Tidak ikut habis
Setelah reaksi selesai, enzim kembali ke bentuk semula dan siap bekerja lagi. Karena itu sedikit enzim cukup untuk banyak sekali reaksi.
Pilih-pilih (spesifik)
Setiap enzim biasanya hanya bekerja pada satu jenis zat atau beberapa zat yang mirip, seperti kunci untuk gembok tertentu.
Kebanyakan protein
Hampir semua enzim adalah protein yang dimasak ribosom (Bab 4). Bentuk lipatannya menentukan kerjanya. Beberapa enzim berupa RNA, misalnya inti ribosom sendiri.
33.2 Sisi aktif: gembok, kunci, dan sarung tangan
Bagian enzim yang menangkap zat yang diolahnya disebut sisi aktif: sebuah lekukan kecil yang bentuk dan muatannya cocok dengan zat tertentu, yaitu substrat. Pada 1894 Emil Fischer membayangkannya seperti gembok dan kunci. Pada 1958 Daniel Koshland memperbaikinya menjadi kecocokan terinduksi: sisi aktif sedikit berubah bentuk saat substrat masuk, seperti sarung tangan yang menyesuaikan diri dengan tangan. Ikuti satu putaran kerja Enzo.
Animasi siklus kerja enzim
6 langkah1/6Substrat mendekat
Molekul-molekul di dalam sel terus bergerak dan bertumbukan. Hanya substrat yang bentuk dan muatannya cocok yang bisa masuk ke sisi aktif enzim.
2/6Menempel di sisi aktif
Substrat ditahan oleh ikatan lemah, misalnya ikatan hidrogen dan tarikan muatan. Gabungan ini disebut kompleks enzim-substrat.
3/6Sisi aktif merapat
Bentuk sisi aktif sedikit berubah dan "memeluk" substrat lebih erat: kecocokan terinduksi. Gugus-gugus kimia di sisi aktif kini berada di posisi yang tepat.
4/6Bereaksi
Enzim menekuk dan meregangkan ikatan, mendekatkan dua substrat, atau meminjamkan dan mengambil proton. Cara-cara ini menstabilkan keadaan peralihan di puncak bukit, sehingga energi aktivasi turun.
5/6Produk dilepas
Produk yang terbentuk tidak lagi cocok dengan sisi aktif, sehingga terlepas dan pergi.
6/6Siap lagi
Enzim kembali ke bentuk semula dan menerima substrat berikutnya. Satu molekul enzim dapat mengulang siklus ini ratusan sampai jutaan kali setiap detik, bergantung jenis enzimnya.
Juru masak kilat di dapur Negara Sel
Jika ribosom adalah dapur yang memasak protein (Bab 4), maka enzim adalah para juru masak kilat yang bertugas di seluruh negeri. Setiap juru masak hanya ahli satu resep: ada yang khusus memotong pati, ada yang khusus menyambung DNA, ada yang khusus mengurai racun. Mereka bekerja sangat cepat, tidak ikut termakan, dan bisa diatur: dinyalakan saat dibutuhkan dan dihentikan saat sudah cukup.
33.3 Para juru masak yang sudah kamu kenal
Nama enzim biasanya diambil dari substrat atau pekerjaannya, lalu diberi akhiran -ase: amilase memotong amilum (pati), laktase memotong laktosa, polimerase menyusun polimer. Banyak di antaranya sudah kamu temui di bab-bab sebelumnya.
| Enzim | Pekerjaan | Tempat kerja | Bab |
|---|---|---|---|
| Amilase | Memotong pati menjadi gula yang lebih pendek | Ludah dan getah pankreas | 33.7 |
| Pepsin, tripsin | Memotong protein menjadi potongan pendek | Lambung (pepsin), usus halus (tripsin) | 33.7 |
| Laktase | Memotong laktosa susu menjadi glukosa dan galaktosa | Dinding usus halus | Bab 32 |
| Katalase | Mengurai hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen | Peroksisom | Bab 9 |
| RNA polimerase, DNA polimerase | Menyalin resep dan memfotokopi DNA | Nukleus | Bab 3, 11, 24 |
| ATP sintase | Membuat ATP dengan tenaga aliran proton | Membran dalam mitokondria | Bab 8 |
| Karbonat anhidrase | Mengubah CO₂ dan air menjadi bikarbonat | Eritrosit | Bab 29 |
| Tirosinase | Memulai pembuatan melanin | Melanosit | Bab 31 |
| Lisozim | Melubangi dinding sel bakteri | Air mata dan ludah | Bab 16, 18 |
| Papain, bromelain | Memotong protein; dipakai melunakkan daging | Pepaya, nanas | 33.8 |
33.4 Apa yang membuat juru masak giat atau mogok?
Kerja enzim bergantung pada bentuknya, dan bentuk protein dipengaruhi lingkungannya. Empat faktor utama adalah suhu, pH, konsentrasi substrat, dan ada tidaknya inhibitor.
Suhu
Makin hangat, molekul makin sering bertumbukan sehingga reaksi makin cepat, sampai suhu optimum (sekitar 37 °C untuk kebanyakan enzim manusia). Di atasnya, lipatan protein mulai rusak (denaturasi, Bab 4) dan laju turun tajam. Suhu dingin hanya memperlambat dan biasanya tidak merusak.
pH
Setiap enzim punya pH optimum. Pepsin di lambung bekerja paling baik pada pH sekitar 2, amilase ludah sekitar 7, dan tripsin di usus sekitar 8. pH yang terlalu jauh mengubah muatan di sisi aktif dan bentuk enzim.
Konsentrasi substrat
Makin banyak substrat, makin cepat reaksi, tetapi hanya sampai semua sisi aktif terisi. Setelah itu enzim jenuh: laju mendatar seperti juru masak yang semua tangannya sudah sibuk.
Inhibitor
Zat yang menempel pada enzim dan menghambat kerjanya. Ada yang berebut sisi aktif, ada yang menempel di tempat lain lalu mengubah bentuk enzim (33.6).
33.5 Lab maya: menguji juru masak kilat
Pilih sebuah enzim, lalu atur suhu, pH, banyaknya substrat, dan inhibitor. Grafik menunjukkan laju reaksi pada setiap konsentrasi substrat; garis putus-putus adalah laju terbaik enzim itu tanpa gangguan. Hati-hati: suhu yang terlalu tinggi bisa merusak enzim secara permanen. Angka-angkanya relatif, dari model sederhana.
Kalau dipanaskan sedikit di atas suhu optimum, enzim langsung mati, tetapi akan hidup kembali kalau didinginkan.
Yang benar: enzim bukan makhluk hidup, jadi tidak "mati". Sedikit di atas suhu optimum, kerjanya menurun karena lipatannya mulai goyah. Pemanasan yang tinggi atau lama membuat lipatan rusak permanen (denaturasi), seperti putih telur yang sudah matang tidak bisa kembali bening. Sebaliknya, suhu dingin hanya memperlambat enzim, dan kerjanya pulih saat suhu kembali normal. Karena itu makanan disimpan di kulkas agar enzim dan mikroba bekerja lambat.
33.6 Penghambat: obat, racun, dan rem otomatis
Inhibitor kompetitif
Bentuknya mirip substrat sehingga berebut sisi aktif. Hambatannya bisa dikalahkan dengan menambah banyak substrat. Contoh: banyak obat dirancang sebagai "kunci palsu" bagi enzim kuman atau enzim tubuh tertentu.
Inhibitor nonkompetitif
Menempel di tempat lain, bukan di sisi aktif, lalu mengubah bentuk enzim sehingga kerjanya berkurang. Menambah substrat tidak menolong, karena sebagian enzim memang sedang tidak berfungsi.
| Penghambat | Enzim yang dihambat | Akibatnya |
|---|---|---|
| Penisilin | Enzim bakteri penyusun dinding sel | Bakteri gagal membangun dinding dan pecah (Bab 18) |
| Aspirin | Siklooksigenase (COX) | Tromboksan dan zat radang berkurang (Bab 29) |
| Statin | Enzim kunci pembuatan kolesterol di hati | Kolesterol darah turun |
| Obat antiretrovirus golongan penghambat protease | Protease HIV | Protein virus tidak bisa dipotong menjadi bagian yang siap pakai (Bab 19) |
| Sianida (racun) | Enzim terakhir rantai transpor elektron di mitokondria | Sel tidak bisa memakai oksigen untuk membuat ATP (Bab 8) |
| Pestisida organofosfat (racun) | Asetilkolinesterase di sinaps | Pesan saraf tidak bisa dihentikan, otot kejang dan napas terganggu (Bab 22) |
Keracunan pestisida organofosfat masih terjadi pada petani dan keluarganya. Gunakan sarung tangan, masker, dan baju lengan panjang saat menyemprot, simpan pestisida di wadah aslinya jauh dari makanan dan jangkauan anak, dan jangan pernah memakai bekas wadahnya untuk air minum. Bila muncul keringat berlebihan, air liur menetes, sesak, atau kejang setelah terpapar, segera bawa ke fasilitas kesehatan.
33.7 Perjalanan sepiring pempek
Pempek berisi pati sagu, protein ikan, dan sedikit lemak dari minyak goreng. Semuanya terlalu besar untuk diserap. Tim juru masak kilat di saluran cerna memotongnya bertahap, dan setiap tim bekerja di tempat dengan pH yang cocok baginya.
Animasi enzim pencernaan: dari pempek menjadi zat yang bisa diserap
6 langkah1/6Di mulut
Saat mengunyah, amilase ludah mulai memotong rantai pati sagu menjadi potongan yang lebih pendek. Itulah sebabnya nasi atau kerupuk yang dikunyah lama terasa sedikit manis.
2/6Di lambung
Lambung sangat asam (pH sekitar 2). Amilase ludah berhenti bekerja, sedangkan pepsin, yang justru paling giat dalam asam, memotong protein ikan menjadi potongan-potongan pendek (peptida).
3/6Getah pankreas
Di usus halus, pankreas menyemprotkan getah berisi bikarbonat yang menetralkan asam, serta tim enzim: amilase pankreas, tripsin dan pemotong protein lain, serta lipase. Tripsin dikirim dalam bentuk tidak aktif dan baru diaktifkan di usus, supaya pankreas tidak mencerna dirinya sendiri.
4/6Empedu dan lipase
Lemak tidak larut dalam air dan menggumpal. Empedu dari hati, yang bukan enzim, memecah gumpalan itu menjadi butiran kecil seperti sabun memecah minyak. Permukaan yang luas memudahkan lipase memotong lemak menjadi asam lemak dan monogliserida.
5/6Sentuhan akhir
Enzim yang menempel di dinding usus halus, misalnya maltase, peptidase, dan laktase (Bab 32), menuntaskan pemotongan menjadi glukosa, asam amino, dan potongan kecil lainnya.
6/6Diserap
Glukosa dan asam amino diserap sel dinding usus lalu masuk ke Sungai Merah (Bab 29) dan dibawa ke hati serta seluruh tubuh. Glukosa akan dibakar di PLN sel (Bab 8). Serat yang tidak bisa dipotong enzim kita melanjutkan perjalanan ke warga usus besar (Bab 32).
33.8 Enzim bekerja untuk manusia
Karena cepat, spesifik, dan bekerja pada suhu rendah, enzim sangat berguna di luar tubuh. Banyak enzim untuk industri kini dibuat oleh mikroba yang disisipi gen (Bab 24).
Dapur
Papain dari getah pepaya dan bromelain dari nanas memotong protein, sehingga daging yang dibalut daun pepaya atau dicampur nanas menjadi lebih empuk.
Mencuci
Deterjen modern berisi enzim pemotong protein, lemak, dan pati yang mengangkat noda darah, minyak, dan saus, bahkan pada air dingin.
Laboratorium
Polimerase Taq dari bakteri sumber air panas menjadi jantung PCR (Bab 24). Enzim HRP dipakai pada ELISA dan tes cepat (Bab 25). Cas9 pada CRISPR pun sebuah enzim pemotong DNA.
Kesehatan
Strip gula darah memakai enzim glukosa oksidase (Bab 7). Tablet laktase membantu orang dengan intoleransi laktosa (Bab 32). Kadar enzim hati di darah membantu dokter menilai kerusakan hati.
Kita wajib makan makanan mentah karena "enzim hidup" di dalamnya dibutuhkan tubuh, dan memasak membuat tubuh kehabisan enzim.
Yang benar: tubuh membuat sendiri enzim yang diperlukannya dari resep di DNA. Sebagian besar enzim dalam makanan, mentah atau tidak, dirusak asam lambung lalu dipotong pepsin dan tripsin menjadi asam amino, sama seperti protein lainnya. Sayur dan buah mentah tetap baik karena serat dan vitaminnya, bukan karena enzimnya. Sebaliknya, memasak justru membunuh kuman pada daging, telur, dan ikan.
Kinetika Michaelis–Menten. Dengan asumsi keadaan tunak, v = Vmaks[S]/(KM + [S]); KM adalah [S] saat v = ½Vmaks, Vmaks = kkat[E]T, dan efisiensi katalitik dinyatakan dengan kkat/KM, yang untuk enzim "sempurna" seperti katalase dan karbonat anhidrase mendekati batas difusi (±10⁸–10⁹ M⁻¹s⁻¹). Pada plot Lineweaver–Burk (1/v terhadap 1/[S]), inhibitor kompetitif menaikkan KM semu tanpa mengubah Vmaks (garis berpotongan di sumbu y), inhibitor nonkompetitif murni menurunkan Vmaks tanpa mengubah KM, dan inhibitor unkompetitif menurunkan keduanya (garis sejajar). Strategi katalisis: katalisis asam-basa umum, katalisis kovalen (triad Ser–His–Asp pada protease serin), katalisis ion logam, efek kedekatan dan orientasi, serta pengikatan keadaan peralihan yang lebih kuat daripada substrat; analog keadaan peralihan menjadi dasar desain obat, misalnya oseltamivir untuk neuraminidase influenza. Orotidina 5′-fosfat dekarboksilase mempercepat reaksinya sekitar 10¹⁷ kali. Termodinamika: enzim tidak mengubah ΔG maupun kesetimbangan, hanya ΔG‡. Regulasi: alosteri (model terpadu MWC dan model berurutan KNF; kurva sigmoid seperti hemoglobin di Bab 29), modifikasi kovalen (fosforilasi oleh kinase), pengaktifan zimogen (tripsinogen → tripsin oleh enteropeptidase; aktivasi dini memicu pankreatitis), kompartemen, dan pengaturan jumlah enzim lewat ekspresi gen. Ribozim dan pusat peptidil transferase ribosom menunjukkan RNA juga dapat menjadi katalis, petunjuk penting tentang asal-usul kehidupan (Bab 36).
Kuis Bab 33
0/51. Enzim mempercepat reaksi dengan cara…
Enzim adalah katalis: ia menurunkan "bukit" energi aktivasi, sedangkan energi zat awal dan hasil reaksi tidak berubah.
2. Model kecocokan terinduksi menjelaskan bahwa…
Seperti sarung tangan yang menyesuaikan diri dengan tangan, sisi aktif merapat saat substrat masuk sehingga gugus-gugusnya berada di posisi yang tepat.
3. Amilase ludah berhenti bekerja setelah makanan masuk ke lambung karena…
Amilase ludah bekerja paling baik sekitar pH 7. Di lambung yang pH-nya sekitar 2, bentuk dan muatan sisi aktifnya berubah.
4. Laju reaksi tidak lagi bertambah walaupun substrat terus ditambah. Penjelasan yang tepat adalah…
Setelah semua sisi aktif sibuk, menambah substrat tidak menambah laju. Untuk mempercepat lagi, enzimnya yang harus ditambah.
5. Puding gelatin dengan nanas yang sudah direbus bisa membeku, sedangkan dengan nanas segar tidak. Hal ini karena…
Panas mendenaturasi bromelain. Enzim yang lipatannya rusak tidak bisa lagi memotong protein gelatin, sehingga jaring protein gelatin tetap utuh dan puding membeku.
Mata untuk yang Tak Kasatmata
Tubuhmu tersusun atas puluhan triliun sel, tetapi tak satu pun bisa kamu lihat dengan mata telanjang. Selama ribuan tahun manusia hidup bersama sel tanpa tahu bahwa sel itu ada. Semuanya berubah ketika sepotong kaca diasah menjadi lensa. Bab ini mengenalkanmu pada teropong Negara Sel: dari kaca pembesar dan mikroskop sekolah sampai mikroskop elektron yang bisa memotret molekul, beserta kisah para penemu yang melahirkan teori sel.
Setelah bab ini, kamu bisa
- memakai satuan milimeter, mikrometer, dan nanometer untuk membandingkan ukuran sel, organel, virus, dan molekul, serta menyebutkan batas pisah mata, mikroskop cahaya, dan mikroskop elektron;
- menceritakan sejarah penemuan sel dan menjelaskan isi teori sel beserta tambahan modernnya;
- menyebutkan bagian mikroskop cahaya beserta fungsinya, lalu membuat dan mengamati preparat basah sel bawang merah dan daun Hydrilla dengan aman;
- menghitung perbesaran total, diameter bidang pandang, dan perkiraan ukuran sel, serta membedakan perbesaran dari resolusi;
- membandingkan pewarnaan, mikroskop fluoresen, konfokal, super-resolusi, mikroskop elektron, dan krio-EM.
34.1 Seberapa kecil sel itu?
Ambil penggaris dan lihat jarak antara dua garis milimeter. Ruang sekecil itu ternyata masih sangat lapang bagi sel: sekitar 16 sel epidermis bawang bisa berjajar menyamping di dalamnya, dan lebih dari 130 sel darah merah bisa dijajarkan di sepanjang satu milimeter. Karena itu ukuran sel dan isinya dinyatakan dengan satuan yang jauh lebih kecil.
| Satuan | Setara dengan | Contoh benda seukuran itu |
|---|---|---|
| milimeter (mm) | seperseribu meter | semut kecil (±3 mm), sel telur manusia (±0,1 mm), batas terkecil yang masih tampak oleh mata |
| mikrometer (µm) | seperseribu milimeter | sel epidermis bawang (±250 × 60 µm), sel pipi (±60 µm), sel darah merah (±7,5 µm), bakteri (±1–5 µm), mitokondria (±1 µm) |
| nanometer (nm) | seperseribu mikrometer | virus influenza (±100 nm), ribosom (±25 nm), lebar DNA (2 nm), molekul air (±0,3 nm) |
| ångström (Å) | sepersepuluh nanometer | jarak antaratom dalam protein (±1–2 Å); satuan yang lazim dipakai ahli struktur protein dan krio-EM |
Yang menentukan apakah sesuatu bisa dilihat bukan hanya ukurannya, tetapi batas pisah atau resolusi: jarak terkecil antara dua titik yang masih tampak sebagai dua titik terpisah. Bila dua titik lebih dekat daripada batas pisah, keduanya akan tampak menyatu menjadi satu noda.
Di Bab 1.2 kamu sudah memperbesar sel satu miliar kali sampai selebar Kota Palembang. Dengan pembesaran yang sama, batas pisah tiap alat juga ikut membesar, dan perbandingannya menjadi mudah dibayangkan.
Teropong Negara Sel
Bayangkan Negara Sel sebesar Kota Palembang. Mata telanjang ibarat pengamat dari luar angkasa yang hanya bisa membedakan dua benda bila jaraknya lebih dari 100 km: seluruh kota tampak sebagai satu titik. Mikroskop cahaya ibarat foto satelit dengan batas pisah ±200 m: kecamatan inti (6 km), kompleks PLN mitokondria (2 km), dan tempat pengolahan sampah lisosom (500 m) terlihat, tetapi rumah makan ribosom (25 m) tidak. Mikroskop elektron ibarat drone yang terbang rendah: mobil kecil seukuran insulin (3 m) pun bisa dipotret, tetapi kotanya harus "dibekukan" dan dikosongkan lebih dulu. Mikroskop fluoresen ibarat kota di malam hari yang lampunya dipadamkan, sehingga hanya warga yang memakai rompi menyala yang terlihat.
34.2 Dari gabus sampai teori sel
Sekitar tahun 1590-an, pembuat lensa kacamata di Belanda menemukan bahwa dua lensa yang dipasang di kedua ujung sebuah tabung dapat memperbesar benda kecil. Lahirlah mikroskop majemuk, walaupun siapa penemunya yang pertama masih diperdebatkan. Pada 1665, ilmuwan Inggris Robert Hooke menerbitkan buku Micrographia yang penuh gambar indah hasil pengamatannya. Salah satunya irisan tipis gabus, yang tampak tersusun atas ruang-ruang kecil seperti kamar biara. Hooke menamainya cell, dari bahasa Latin cella, "kamar kecil". Yang ia lihat sebenarnya dinding sel yang sudah mati; isi selnya telah lama hilang.
Di kota Delft, Belanda, seorang pedagang kain bernama Antoni van Leeuwenhoek membuat mikroskop yang sangat berbeda: hanya satu butir lensa kecil yang diasah sendiri dan dijepit di antara dua pelat logam. Perbesarannya sampai sekitar 270 kali, lebih tajam daripada mikroskop majemuk pada zamannya. Sejak 1674 ia mengirim surat-surat ke Royal Society di London tentang "hewan-hewan kecil" (animalcules) yang berenang di air danau, air rendaman lada, dan kerak giginya sendiri. Dialah orang pertama yang melaporkan protista dan bakteri (Bab 18).
Satu setengah abad kemudian, lensa makin bagus. Pada 1831, ahli tumbuhan Skotlandia Robert Brown memperhatikan bulatan kecil yang selalu ada di sel-sel epidermis anggrek dan menamainya nucleus, inti. Pada 1838, Matthias Schleiden menyimpulkan bahwa semua bagian tumbuhan tersusun atas sel. Setahun kemudian, Theodor Schwann menunjukkan hal yang sama pada hewan dan menyatakan bahwa sel adalah satuan dasar semua makhluk hidup. Itulah awal teori sel.
Namun dari mana sel baru berasal? Schleiden dan Schwann keliru mengira sel bisa terbentuk sendiri dari cairan tak berbentuk, seperti kristal yang mengendap. Dokter Jerman Robert Remak mengamati embrio katak dan menunjukkan bahwa sel baru selalu lahir dari pembelahan sel yang sudah ada. Rudolf Virchow lalu mempopulerkan gagasan itu pada 1855 dengan kalimat Latin omnis cellula e cellula: setiap sel berasal dari sel. Virchow juga memakai teori sel untuk memahami penyakit sebagai sel-sel yang bekerja keliru, cara pandang yang kamu temui di Bab 14 dan 17.
Leeuwenhoek tidak pernah kuliah dan hanya bisa berbahasa Belanda. Ia mengasah lebih dari 500 lensa sepanjang hidupnya dan merahasiakan caranya. Pada 1683 ia menggambar bakteri dari kerak giginya sendiri dan menulis bahwa jumlah "hewan kecil" di mulutnya melebihi jumlah penduduk seluruh negerinya. Kini mikroskop murah pun bisa dibuat siapa saja: mikroskop lipat dari kertas karya Manu Prakash (2014) memakai satu butir lensa seperti Leeuwenhoek, memperbesar sekitar 140 kali, dan harganya kurang dari satu dolar.
Kalimat omnis cellula e cellula sebenarnya sudah dipakai François-Vincent Raspail pada 1825, dan bukti mikroskopisnya dipublikasikan Remak pada 1852. Virchow memuatnya pada 1855 tanpa menyebut Remak, sehingga nama Virchow yang lebih dikenal. Sejarah ini mengingatkan bahwa sains dibangun banyak orang, dan pengakuan atas karya orang lain adalah bagian dari kejujuran ilmiah.
34.3 Mengenal bagian mikroskop cahaya
Mikroskop sekolah adalah mikroskop cahaya majemuk: cahaya menembus preparat, lalu dua kelompok lensa, objektif dan okuler, memperbesarnya berturut-turut. Sebelum memakainya, kenali dulu setiap bagian. Ketuk label untuk membaca fungsi dan cara merawatnya.
Mikroskop adalah alat mahal yang dipakai bergantian bertahun-tahun. Bawa dengan dua tangan, tegak, satu per satu. Bersihkan lensa hanya dengan kertas lensa; minyak imersi pada objektif 100× diseka setiap selesai dipakai. Simpan dengan objektif 4× di jalur cahaya, meja diturunkan, lampu dimatikan dan kabel digulung, lalu tutup dengan sarung debu. Di udara lembap seperti di Indonesia, jamur bisa tumbuh di permukaan lensa, jadi simpan mikroskop di lemari yang kering, misalnya diberi silika gel.
34.4 Bagaimana mikroskop membentuk bayangan?
Mikroskop bekerja dengan dua tahap perbesaran. Ikuti perjalanan cahaya dari lampu sampai ke matamu.
Animasi jalan cahaya di mikroskop cahaya majemuk
6 langkah1/6Cahaya dikumpulkan
Semua dimulai dari cahaya. Lampu, atau cermin pada mikroskop lama, memancarkan cahaya ke atas. Diafragma mengatur lebar berkas cahaya, dan kondensor memusatkannya tepat ke bagian preparat yang sedang diamati, seperti senter yang disorotkan ke satu titik. Diafragma lebar membuat bayangan terang, sedangkan diafragma kecil membuat sel yang bening tampak lebih kontras.
2/6Menembus preparat
Mikroskop sekolah disebut mikroskop medan terang: cahaya menembus preparat dari bawah. Karena itu preparat harus tipis, sebaiknya hanya selapis sel. Bagian yang menyerap atau membelokkan cahaya tampak lebih gelap daripada latarnya. Kebanyakan sel hampir bening, sehingga sering perlu diwarnai (34.8).
3/6Objektif memperbesar
Cahaya yang keluar dari preparat ditangkap objektif. Lensa ini membentuk bayangan nyata yang terbalik dan diperbesar, misalnya 40 kali, di dalam tabung dekat okuler. Objektif adalah lensa terpenting karena ia menentukan seberapa halus detail yang bisa dipisahkan, yaitu resolusinya (34.6).
4/6Okuler memperbesar lagi
Okuler bekerja seperti kaca pembesar yang memperbesar bayangan nyata tadi, biasanya 10 kali. Mata kita melihat bayangan maya yang besar. Perbesaran total adalah hasil kali keduanya: okuler 10× dan objektif 40× menghasilkan 400×.
5/6Bayangan terbalik
Bayangan yang terlihat diputar setengah lingkaran: kiri menjadi kanan dan atas menjadi bawah, sehingga huruf e tampak seperti ə. Bila preparat digeser ke kanan, bayangannya bergerak ke kiri. Jadi, untuk membawa sel yang tampak di pinggir kiri bidang pandang ke tengah, geserlah preparat ke kiri juga: arah geseran sama dengan letak bayangannya.
6/6Mencari fokus
Bayangan baru tajam bila jarak preparat ke objektif tepat. Makrometer menaikturunkan meja atau tabung dengan cepat untuk mencari fokus pada objektif 4× dan 10×. Mikrometer menggesernya sangat halus untuk menajamkan bayangan, terutama pada objektif 40× dan 100×. Objektif yang baik bersifat parfokal: setelah tajam di 10×, bayangan di 40× sudah hampir tajam dan cukup disetel dengan mikrometer.
34.5 Praktikum: preparat basah sel bawang merah
Preparat yang paling mudah dibuat adalah preparat basah: bahan yang tipis diletakkan dalam setetes cairan lalu ditutup kaca penutup. Sel tetap segar, dan sel tumbuhan yang masih hidup pun bisa diamati. Bahan klasiknya adalah selaput tipis di bagian dalam sisik umbi bawang merah, yang tebalnya hanya satu lapis sel.
Animasi membuat dan mengamati preparat basah epidermis bawang merah
7 langkah1/7Siapkan alat dan bahan
Siapkan kaca preparat dan kaca penutup yang bersih dan kering, pipet tetes, pinset, tisu, air bersih, serta larutan lugol atau metilen biru. Pegang kaca pada tepinya agar tidak meninggalkan sidik jari. Umbi bawang dibelah oleh guru dengan pisau atau cutter. Kaca penutup sangat tipis dan mudah pecah: bila pecah, jangan dipungut dengan jari, tetapi laporkan ke guru.
2/7Ambil selaput tipis
Lepaskan satu sisik daging umbi. Pada sisi dalamnya yang cekung terdapat selaput tipis bening, yaitu epidermis yang tebalnya hanya satu lapis sel. Jepit tepinya dengan pinset, lalu tarik perlahan. Ambil potongan selebar kira-kira 5 mm. Selaput yang terlalu tebal atau berlipat membuat sel bertumpuk dan sulit diamati.
3/7Tetes air, bentangkan
Teteskan satu tetes air di tengah kaca preparat. Letakkan selaput di atas tetesan dan bentangkan dengan ujung pinset sampai rata, tidak terlipat, dan tidak menggulung. Air menjaga sel tetap segar dan mengisi celah agar tidak ada udara.
4/7Tutup miring 45°
Pegang kaca penutup pada tepinya, sentuhkan salah satu sisinya ke tetesan dengan sudut sekitar 45°, lalu turunkan perlahan seperti menutup buku. Air menyebar dan mendorong udara keluar. Bila kaca penutup dijatuhkan begitu saja, terjebaklah gelembung udara, lingkaran berbingkai hitam tebal yang sering disangka sel oleh pemula. Air yang meluap diserap dengan tisu.
5/7Warnai dari tepi
Teteskan lugol di dekat satu sisi kaca penutup, lalu tempelkan tisu di sisi seberangnya. Tisu mengisap air sehingga pewarna tertarik masuk ke bawah kaca penutup. Cara ini disebut irigasi. Lugol memberi warna kuning-cokelat sehingga inti dan dinding sel lebih jelas. Lugol dan metilen biru menodai kulit dan baju, jadi pakailah sedikit saja, jangan sampai masuk ke mulut atau mata, dan cuci tangan setelahnya.
6/7Mulai dari objektif 4×
Nyalakan lampu, letakkan preparat di meja, dan jepit. Pasang objektif 4×. Sambil melihat dari samping, putar makrometer sampai objektif dekat dengan kaca penutup tanpa menyentuhnya. Kemudian, sambil mengintip lewat okuler, putar makrometer ke arah sebaliknya perlahan-lahan sampai bayangan tampak, lalu atur diafragma agar kontrasnya pas.
7/7Naik ke 10×, lalu 40×
Cari bagian yang selnya tersusun rapi dan tidak terlipat, geser ke tengah bidang pandang, lalu putar revolver ke 10× dan tajamkan dengan mikrometer. Ulangi untuk 40×, hanya dengan mikrometer. Gambarlah beberapa sel lengkap dengan dinding sel, sitoplasma, dan inti, lalu tulis perbesaran totalnya, misalnya 400×.
Dengan cara yang sama kamu bisa mengamati daun Hydrilla, tanaman air pada percobaan fotosintesis di Bab 21.8. Petik satu daun muda dari dekat pucuk, letakkan dalam setetes air, dan tutup dengan kaca penutup tanpa pewarna. Daun Hydrilla hanya setebal dua lapis sel, sehingga cahaya bisa menembusnya. Pada perbesaran 400×, setiap sel penuh butir hijau kloroplas (Bab 21.3). Bila daunnya segar, perhatikan beberapa saat: kloroplas tampak beredar mengelilingi tepi sel. Gerakan ini disebut aliran sitoplasma atau siklosis, digerakkan protein motor miosin yang berjalan di atas benang aktin (Bab 10 dan 23).
Epidermis bawang
Sel memanjang seperti bata, berdinding sel, dengan vakuola besar dan inti yang terdesak ke tepi. Tidak ada kloroplas karena umbi tersimpan di dalam tanah dan tidak berfotosintesis.
Daun Hydrilla
Sel kotak memanjang, berdinding sel, penuh kloroplas yang berjajar di tepi sel karena bagian tengahnya terisi vakuola. Pada daun yang segar, kloroplas bergerak berkeliling.
Sel pipi (lab maya)
Sel hewan yang pipih dan bersudut tak beraturan, tanpa dinding sel, kloroplas, atau vakuola besar. Intinya di tengah dan tampak biru dengan metilen biru. Bandingkan dengan Bab 20.2.
Benda tajam: silet dan cutter hanya dipakai guru; kaca yang pecah dikumpulkan guru ke wadah khusus, bukan ke tempat sampah biasa. Panas: lampu mikroskop bisa panas, jadi jangan disentuh dan matikan setelah dipakai. Cahaya: cermin mikroskop tidak boleh diarahkan ke matahari. Bahan kimia: lugol dan metilen biru dipakai setetes-setetes, tidak boleh tertelan atau terkena mata, dan tumpahannya dilap dengan tisu. Jangan makan atau minum di laboratorium, dan cuci tangan dengan sabun setelah praktikum.
Sel pipi: banyak sekolah juga mengamati sel pipi. Kegiatan ini hanya dilakukan bila guru mengizinkan dan mengawasi. Setiap siswa mengambil sel pipinya sendiri dengan tusuk gigi baru yang bersih dan ujungnya tumpul, menggesek pelan bagian dalam pipi, lalu langsung membuang tusuk gigi ke wadah tertutup; kaca preparat bekas direndam disinfektan sebelum dicuci. Jangan pernah memakai tusuk gigi atau preparat milik teman. Bila tidak memungkinkan, amati sel pipi di lab maya 34.7.
34.6 Perbesaran, resolusi, dan bidang pandang
Dua istilah ini sering tertukar. Perbesaran menyatakan berapa kali bayangan lebih besar daripada bendanya. Pada mikroskop majemuk:
perbesaran total = perbesaran okuler × perbesaran objektif
Resolusi atau batas pisah menyatakan seberapa dekat dua titik masih bisa dibedakan. Cahaya merambat sebagai gelombang, dan gelombang yang melewati bukaan lensa selalu sedikit melebar. Akibatnya, titik sekecil apa pun tampak sebagai bulatan kabur. Pada 1873, fisikawan Jerman Ernst Abbe menunjukkan bahwa batas pisah mikroskop kira-kira sama dengan panjang gelombang cahaya dibagi dua kali bukaan numerik (NA) objektif, yaitu ukuran seberapa lebar kerucut cahaya yang dapat ditangkap lensa.
batas pisah d ≈ λ ÷ (2 × NA)
Cahaya hijau memiliki panjang gelombang sekitar 550 nm, dan objektif terbaik memiliki NA sekitar 1,4. Hasilnya, batas pisah mikroskop cahaya sekitar 200 nm. Sebagus apa pun lensanya, dua benda yang lebih dekat dari itu akan tampak menyatu.
| Objektif | NA | Perbesaran total (okuler 10×) | Diameter bidang pandang (okuler 10×/18) | Batas pisah (cahaya hijau) | Mulai terlihat |
|---|---|---|---|---|---|
| 4× (merah) | 0,10 | 40× | 4,5 mm | ±2,8 µm | seluruh selaput, daun Hydrilla, gelembung udara |
| 10× (kuning) | 0,25 | 100× | 1,8 mm | ±1,1 µm | susunan sel dan dinding sel |
| 40× (biru muda) | 0,65 | 400× | 0,45 mm | ±0,42 µm | inti, kloroplas, eritrosit, sel darah putih |
| 100× minyak (putih) | 1,25 | 1.000× | 0,18 mm | ±0,22 µm | bentuk bakteri, butiran di dalam sel darah putih |
Perhatikan kolom bidang pandang. Diameter bidang pandang sama dengan nomor bidang okuler dibagi perbesaran objektif. Makin kuat perbesaran, makin sempit daerah yang terlihat, makin redup bayangan, dan makin tipis bagian preparat yang tampak tajam sekaligus. Itulah sebabnya pengamatan selalu dimulai dari objektif terlemah untuk mencari daerah yang bagus, baru kemudian dinaikkan.
Dengan objektif 40× dan okuler 10×/18, diameter bidang pandang = 18 mm ÷ 40 = 0,45 mm = 450 µm. Bila tampak kira-kira 2 sel bawang berjajar memanjang di sepanjang garis tengah lingkaran, panjang satu sel ≈ 450 ÷ 2 = 225 µm. Ke arah lebar, sekitar 7 sel memenuhi garis tengah, jadi lebarnya ≈ 450 ÷ 7 ≈ 64 µm. Cara ini memang kasar, tetapi cukup untuk membandingkan sel yang satu dengan yang lain.
Untuk pengukuran yang lebih teliti, laboratorium memakai mikrometer okuler, yaitu skala kecil di dalam okuler, yang ditera dengan mikrometer objektif, kaca preparat bergaris skala 0,01 mm.
Objektif 100× membutuhkan setetes minyak imersi di antara kaca penutup dan lensanya. Mengapa?
Tanpa minyak
Di antara kaca penutup dan lensa ada celah udara. Sinar yang miring dibelokkan keluar, bahkan dipantulkan kembali ke dalam kaca, sehingga tidak masuk ke lensa. Bayangan redup dan detail halus hilang.
Dengan minyak imersi
Indeks bias minyak imersi hampir sama dengan kaca, sekitar 1,52. Sinar miring berjalan lurus masuk ke lensa, sehingga bukaan numerik naik sampai sekitar 1,25–1,4 dan batas pisah mencapai sekitar 0,2 µm.
Makin besar perbesaran, pasti makin jelas. Jadi okuler 20× ditambah objektif 100× (2.000×) pasti lebih bagus daripada 1.000×.
Yang benar: yang menentukan kejelasan adalah resolusi, bukan perbesaran. Setelah melewati kira-kira 1.000 kali bukaan numerik objektif, bayangan hanya bertambah besar tanpa detail baru, seperti foto ponsel yang diperbesar sampai pecah-pecah. Inilah perbesaran kosong. Zoom digital kamera ponsel di komik tadi juga perbesaran kosong: pikselnya membesar, tetapi selnya tidak muncul.
34.7 Lab maya: mikroskop di layar
Belum ada mikroskop di sekolahmu, atau ingin berlatih dulu? Coba mikroskop maya ini. Pilih preparat, putar revolver, setel makrometer dan mikrometer, lalu atur cahaya. Perhatikan bagaimana bidang pandang menyempit ketika perbesaran naik, dan kapan detail baru benar-benar muncul. Semua benda digambar sesuai ukuran sebenarnya terhadap bidang pandang.
- Bidang pandang
- 1,8 mm
- Batas pisah
- ±1,1 µm
Model untuk belajar. Bidang pandang dihitung untuk okuler 10×/18, dan batas pisah dengan rumus Abbe untuk cahaya 550 nm. Bakteri digambar sedikit lebih tebal daripada aslinya agar tampak di layar.
Beberapa hal yang patut kamu coba: bandingkan bawang dengan dan tanpa pewarna; cari bakteri yoghurt di 40× lalu di 100× dengan dan tanpa minyak imersi; hitung berapa sel Hydrilla berjajar di garis tengah bidang pandang; dan perhatikan apa yang terjadi bila makrometer diputar saat objektif 40× terpasang.
34.8 Pewarnaan dan cahaya yang berpendar
Kebanyakan sel hampir bening, sehingga di bawah mikroskop medan terang ia tampak seperti kaca di atas kaca. Para ilmuwan memakai dua siasat: mewarnai bagian sel tertentu, atau membuat bagian sel menyala di latar gelap.
| Pewarna | Yang diwarnai | Warna yang tampak | Contoh pemakaian |
|---|---|---|---|
| Lugol (iodin dalam kalium iodida) | pati; isi sel tumbuhan | pati biru-hitam; inti dan sitoplasma sel bawang kuning-cokelat | uji pati pada kentang dan daun; preparat bawang |
| Metilen biru | bagian yang bermuatan negatif, terutama DNA dan RNA | inti dan bakteri biru | sel pipi, bakteri, inti sel bawang |
| Hematoksilin dan eosin (H&E) | hematoksilin: inti; eosin: sitoplasma dan serat kolagen | inti ungu-biru, sitoplasma merah muda | irisan jaringan di laboratorium patologi; jaringan akan dijelajahi di Bab 35. Warna buku ini pun meniru H&E |
| Giemsa atau Wright | inti dan butiran sel darah | inti ungu, eritrosit merah muda, butir eosinofil jingga | apusan darah (Bab 29.6), parasit malaria |
| Pewarnaan Gram | dinding sel bakteri | Gram positif ungu, Gram negatif merah muda | mengelompokkan bakteri (Bab 18.3) |
| Antibodi berlabel | satu jenis protein tertentu | cokelat (imunohistokimia) atau berpendar | mencari letak protein di jaringan (Bab 25.6) |
Kebanyakan pewarna bekerja paling baik pada sel yang sudah difiksasi, yaitu diawetkan dengan zat kimia agar bentuknya tidak berubah. Artinya sel yang diwarnai biasanya sudah mati. Untuk mengamati sel hidup, ilmuwan memakai cara lain: fluoresensi. Molekul berpendar menyerap cahaya berwarna tertentu lalu memancarkan cahaya dengan warna lain yang gelombangnya lebih panjang. Filter di dalam mikroskop menahan cahaya penyinar, sehingga hanya bagian yang berpendar yang tampak, menyala di latar gelap.
Pada 1962, Osamu Shimomura memurnikan protein yang membuat ubur-ubur Aequorea victoria berpendar hijau: GFP (green fluorescent protein). Pada 1994, Martin Chalfie menyisipkan gen GFP ke bakteri dan cacing kecil C. elegans, dan sel-selnya ikut menyala tanpa bantuan zat lain. Roger Tsien lalu menjelaskan cara GFP menyala dan membuat "saudara-saudaranya" yang berwarna biru, kuning, sampai merah. Ketiganya meraih Hadiah Nobel Kimia 2008. Kini gen GFP bisa disambungkan dengan gen protein mana pun (Bab 24), sehingga sel membuat protein itu lengkap dengan "rompi menyala". Ilmuwan bisa menonton protein berpindah tempat di dalam sel yang masih hidup.
Mikroskop fluoresen
Bagian berlabel menyala di latar gelap, sehingga satu jenis protein di antara ribuan bisa ditemukan. Namun cahaya dari lapisan di atas dan di bawah bidang fokus ikut terlihat, sehingga sel yang tebal tampak berkabut.
Mikroskop konfokal
Sinar laser menyapu preparat titik demi titik, dan lubang kecil (pinhole) menahan cahaya dari luar bidang fokus. Hasilnya irisan optik yang tajam tanpa memotong sel; tumpukan irisan disusun menjadi gambar tiga dimensi.
Super-resolusi
Cara-cara cerdik, misalnya menyalakan molekul berpendar satu per satu lalu menghitung letaknya dengan sangat teliti, menembus batas ±200 nm sampai puluhan nanometer. Eric Betzig, Stefan Hell, dan William Moerner meraih Hadiah Nobel Kimia 2014.
34.9 Mikroskop elektron: melihat sampai nanometer
Untuk melihat benda yang lebih kecil dari 200 nm, dibutuhkan "cahaya" dengan gelombang yang jauh lebih pendek. Pada 1931, Max Knoll dan Ernst Ruska di Jerman membuat mikroskop yang memakai berkas elektron. Elektron yang dipercepat dengan tegangan 100.000 volt memiliki panjang gelombang sekitar 0,004 nm, lebih dari seratus ribu kali lebih pendek daripada cahaya hijau. Lensanya bukan kaca, melainkan kumparan magnet yang membelokkan berkas elektron. Dua tahun kemudian, ketajaman mikroskop elektron sudah melampaui mikroskop cahaya. Ruska meraih Hadiah Nobel Fisika 1986.
Namun ada harganya. Elektron tertahan oleh udara, sehingga bagian dalam mikroskop harus hampa udara. Sel hidup yang penuh air akan rusak dalam ruang hampa, sehingga sel harus difiksasi, dikeringkan atau ditanam dalam resin, lalu diberi logam berat agar tampak kontras. Jadi, sel yang dipotret mikroskop elektron biasa sudah mati. Gambarnya pun hitam-putih, karena elektron tidak membawa warna.
TEM: menembus irisan
Mikroskop elektron transmisi. Berkas elektron menembus irisan yang sangat tipis, sekitar 50–100 nm. Logam berat menempel pada membran dan protein sehingga bagian itu tampak gelap. Isi sel terlihat: inti dengan kromatinnya, krista mitokondria, tumpukan RE yang bertabur ribosom. Banyak gambar organel di buku ini berasal dari pengamatan TEM.
SEM: menyapu permukaan
Mikroskop elektron pemindai. Berkas elektron menyapu permukaan sampel yang dilapisi emas sangat tipis, lalu elektron yang terlontar dari permukaan dikumpulkan. Hasilnya gambar permukaan yang tampak tiga dimensi, misalnya cakram cekung eritrosit, bakteri di permukaan gigi, atau butir serbuk sari.
Bagaimana memotret molekul tanpa merusaknya? Pada krio-EM (mikroskop elektron kriogenik), setetes larutan protein dibekukan sangat cepat sehingga air tidak sempat menjadi kristal es, melainkan es bening seperti kaca. Protein terperangkap dalam bentuk alaminya tanpa pewarna. Mikroskop memotret puluhan sampai ratusan ribu molekul yang sama dari berbagai arah, lalu komputer memilah dan merata-ratakan semua gambar menjadi model tiga dimensi, seperti menyusun patung dari ribuan foto yang buram. Jacques Dubochet, Joachim Frank, dan Richard Henderson meraih Hadiah Nobel Kimia 2017 untuk metode ini.
| Mikroskop | Yang dipakai untuk "melihat" | Batas pisah kira-kira | Sel hidup? | Contoh yang diamati |
|---|---|---|---|---|
| Cahaya medan terang | cahaya tampak | ±200 nm | bisa | sel bawang, Hydrilla, apusan darah |
| Fluoresen dan konfokal | cahaya + label berpendar | ±200 nm | bisa | protein berlabel GFP, inti, sitoskeleton |
| Super-resolusi | cahaya + label berpendar khusus | ±20–100 nm | sebagian bisa | susunan protein di sinaps dan pori inti |
| TEM | elektron yang menembus irisan | ±1–2 nm pada sel | tidak | membran dan organel di dalam sel |
| SEM | elektron yang menyapu permukaan | ±1–10 nm | tidak | permukaan sel, bakteri, serbuk sari |
| Krio-EM | elektron, sampel dibekukan | ±0,2–0,4 nm | tidak | bentuk tiga dimensi protein, ribosom, dan virus |
Pada awal 2020, kurang dari dua bulan setelah urutan genom virus SARS-CoV-2 dibagikan ke seluruh dunia, para peneliti sudah memetakan bentuk tiga dimensi protein spike-nya dengan krio-EM. Peta itu membantu memastikan bentuk spike yang dipakai sebagai sasaran vaksin (Bab 19 dan 26).
Foto mikroskop elektron yang berwarna-warni, misalnya virus merah atau bakteri hijau, menunjukkan warna asli benda itu.
Yang benar: elektron tidak membawa warna, jadi foto mikroskop elektron selalu hitam-putih. Warna ditambahkan kemudian dengan komputer, disebut pewarnaan semu, agar bagian-bagiannya mudah dibedakan. Lagi pula, benda sekecil virus jauh lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya tampak, sehingga tidak punya "warna" seperti benda sehari-hari. Warna pada foto mikroskop fluoresen pun dipilih peneliti sesuai label yang dipakai.
Batas difraksi. Bukaan numerik NA = n sin α, dengan n indeks bias medium dan α setengah sudut kerucut cahaya yang diterima objektif. Batas pisah lateral menurut Abbe d = λ/(2 NA); kriteria Rayleigh untuk dua cakram Airy memberi d = 0,61 λ/NA. Resolusi aksial jauh lebih buruk, sekitar 2λn/NA², sehingga bayangan titik memanjang di sumbu z. Perbesaran berguna sekitar 500–1.000 × NA; di atasnya perbesaran kosong. Iluminasi Köhler (1893) menempatkan bidang-bidang konjugat agar penyinaran merata dan diafragma kondensor dapat menyetel NA penyinaran; diafragma yang terlalu kecil menambah kontras tetapi menurunkan resolusi.
Kontras tanpa pewarna. Sel hidup terutama mengubah fase cahaya, bukan amplitudonya. Mikroskop kontras fase Frits Zernike (Nobel Fisika 1953) memakai cincin anulus di kondensor dan pelat fase di objektif untuk mengubah beda fase menjadi beda terang, dengan artefak halo di tepi benda. Kontras interferensi diferensial (DIC, Nomarski) memakai cahaya terpolarisasi dan prisma Wollaston, menghasilkan citra gradien yang tampak timbul. Medan gelap hanya menangkap cahaya yang dihamburkan.
Fluoresensi. Fluorofor menyerap foton, kehilangan sebagian energi lewat relaksasi vibrasi, lalu memancarkan foton berenergi lebih rendah: pergeseran Stokes. Kubus filter terdiri atas filter eksitasi, cermin dikroik, dan filter emisi. Kromofor GFP terbentuk sendiri dari tripeptida Ser65–Tyr66–Gly67 lewat siklisasi dan oksidasi yang membutuhkan O₂; varian EGFP (F64L/S65T) tereksitasi optimal ±488 nm dan memancar ±507 nm. Fotobleaching dan fototoksisitas membatasi lama pengamatan sel hidup; autofluoresensi (klorofil, lipofusin) dan kebocoran antarkanal harus dikendalikan dengan kontrol label tunggal. Pada konfokal (paten Minsky, 1957), pinhole konjugat dengan bidang fokus menolak cahaya dari luar fokus; eksitasi dua foton memakai inframerah untuk jaringan yang lebih dalam.
Super-resolusi dan ekspansi. STED mematikan fluoresensi di sekeliling titik eksitasi dengan berkas berbentuk donat, sehingga d ≈ λ/(2 NA√(1 + I/Isat)). PALM dan STORM menyalakan sebagian kecil molekul secara acak; letak tiap molekul dihitung dari pusat bayangannya dengan presisi kira-kira σ/√N (N = jumlah foton), sekitar 10–30 nm. SIM memakai pola cahaya bergaris untuk resolusi sekitar dua kali lipat. Mikroskopi ekspansi justru memperbesar sampelnya: jaringan ditanam dalam hidrogel yang mengembang sekitar 4,5 kali secara linear (Chen, Tillberg & Boyden 2015), sehingga mikroskop biasa mencapai sekitar 70 nm.
Mikroskop elektron dan krio-EM. Panjang gelombang de Broglie λ = h/p; pada 300 kV sekitar 2 pm. Kontras TEM berasal dari hamburan elektron oleh atom berat (osmium tetroksida, uranil asetat, timbal sitrat), sedangkan SEM merekam elektron sekunder dari permukaan. Krio-EM partikel tunggal menggabungkan vitrifikasi (Dubochet), pemilahan citra 2D menjadi kelas-kelas dan rekonstruksi 3D (Frank), serta pengembangan untuk resolusi tinggi (Henderson). Detektor elektron langsung dan koreksi gerak sejak sekitar 2012 memicu "revolusi resolusi" (Kühlbrandt 2014); resolusi dilaporkan dengan korelasi cangkang Fourier pada ambang 0,143, dan rekor sekitar 1,2 Å dicapai pada apoferitin (2020). Krio-tomografi dengan penipisan berkas ion terfokus (FIB) memotret kompleks protein langsung di dalam sel.
Artefak, kontrol, dan etika gambar. Fiksasi dapat mengerutkan sel, melarutkan lemak, dan memindahkan antigen; kontrol tanpa antibodi primer (Bab 25) dan sampel negatif wajib disertakan. Setiap citra perlu garis skala. Penyesuaian kecerahan dan kontras harus diterapkan merata pada seluruh gambar dan pada kelompok pembanding; menghapus, menambah, atau menyambung bagian gambar tanpa keterangan termasuk pemalsuan data (Rossner & Yamada 2004).
Kuis Bab 34
0/51. Sebuah mikroskop memakai okuler 10× dan objektif 40×. Perbesaran totalnya adalah…
Perbesaran total = perbesaran okuler × perbesaran objektif = 10 × 40 = 400×. Perbesaran dikalikan, bukan dijumlahkan.
2. Gagasan omnis cellula e cellula, "setiap sel berasal dari sel", dipopulerkan oleh…
Remak menunjukkan bahwa sel baru lahir dari pembelahan sel yang sudah ada, dan Virchow mempopulerkannya pada 1855. Gagasan ini membantah anggapan Schleiden dan Schwann bahwa sel bisa terbentuk sendiri dari cairan.
3. Batas pisah mikroskop cahaya terbaik sekitar 200 nm. Benda manakah yang masih bisa dilihat sebagai benda tersendiri dengan mikroskop cahaya?
Mitokondria berukuran sekitar 1.000–2.000 nm, jauh di atas batas pisah 200 nm. Ribosom, DNA, dan insulin jauh lebih kecil, sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron.
4. Dengan okuler 10×/18 dan objektif 40×, diameter bidang pandang adalah 0,45 mm. Bila 5 sel berjajar di sepanjang garis tengah bidang pandang, ukuran satu sel kira-kira…
0,45 mm = 450 µm. Bila 5 sel memenuhi garis tengah itu, satu sel ≈ 450 ÷ 5 = 90 µm.
5. Pernyataan yang benar tentang mikroskop elektron adalah…
Elektron tidak membawa warna, sehingga warna pada foto mikroskop elektron adalah pewarnaan semu. Mikroskop elektron memakai lensa magnet, bekerja dalam ruang hampa sehingga sel biasanya sudah mati, dan batas pisahnya jauh lebih kecil daripada mikroskop cahaya.
Dari Warga ke Kota
Selama ini kita memandang satu sel sebagai sebuah negara. Sekarang mundurlah beberapa langkah. Dari kejauhan, setiap Negara Sel ternyata hanyalah satu warga di negeri raksasa bernama tubuhmu. Warga yang seprofesi berkumpul membentuk kampung (jaringan), beberapa kampung membangun kota (organ), kota-kota bekerja sama dalam satu provinsi (sistem organ), dan semua provinsi bersatu menjadi negara besar: organisme. Bab ini mengajakmu berkeliling ke kampung-kampung itu, lalu singgah di tiga kota yang tak pernah tidur: tulang, hati, dan ginjal.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan tingkat organisasi dari sel sampai organisme, serta cara sel bersepakat membentuk jaringan lewat perekat, matriks, dan sinyal;
- membedakan empat jaringan dasar hewan dan jenis-jenis epitel, lalu menghubungkan bentuk setiap jaringan dengan tugasnya;
- menjelaskan perombakan tulang oleh osteoklas dan osteoblas, tugas-tugas hepatosit, serta perjalanan cairan di dalam nefron;
- memperkirakan glukosa dan air yang keluar lewat urin dengan model nefron, mengenali jaringan tumbuhan, dan menilai gangguan jaringan serta teknologi organoid.
35.1 Dari warga ke negara besar
Tubuh orang dewasa tersusun atas sekitar 30 triliun sel (Bab 32) dari ratusan jenis. Sel-sel itu tidak bekerja sendiri-sendiri. Sel yang sejenis berkumpul bersama bahan di sekitarnya membentuk jaringan. Beberapa jenis jaringan bergabung membangun organ dengan tugas tertentu, beberapa organ bekerja sama dalam satu sistem organ, dan semua sistem bersatu menjadi organisme. Ikuti contohnya pada ginjal.
Bagaimana sel-sel yang berasal dari satu sel telur itu sepakat hidup berdampingan dan bekerja untuk tugas yang sama? Ada empat kesepakatan penting.
- Lem dan pakuProtein perekat seperti kadherin mengikat sel sejenis, lalu sambungan antarsel mengunci dan menghubungkan mereka (Bab 10)
- Jalan dan pagar kampungSel membangun matriks ekstraseluler: serat kolagen, serat elastin, dan gel penahan air tempat sel berpegangan
- Surat dan siaranTetangga saling berkirim sinyal (Bab 6), dan hormon menyiarkan perintah ke kota yang jauh (Bab 30)
- Satu asal-usulSemua jaringan berasal dari tiga lapisan embrio: ektoderm, mesoderm, dan endoderm (Bab 13)
Kampung seprofesi, kota, dan provinsi
Di sebuah negeri, nelayan cenderung tinggal di kampung nelayan dan perajin di kampung perajin. Begitu pula sel. Sel epitel membangun kampung pagar, sel jaringan ikat membangun kampung tukang tali dan semen, sel otot membangun kampung penarik, dan neuron membangun kampung kabel telepon. Satu kota (organ) selalu dihuni beberapa kampung sekaligus: ginjal punya kampung pagar penyaring, tali penguat, pipa Sungai Merah (Bab 29), dan kabel saraf. Kota-kota yang tugasnya berkaitan bergabung dalam satu provinsi, dan para gubernurnya saling berkabar lewat siaran radio hormon (Bab 30).
35.2 Empat kampung besar: jaringan dasar hewan
Walaupun jenis selnya ratusan, para ahli histologi, yaitu ilmuwan yang mempelajari jaringan di bawah mikroskop (Bab 34), mengelompokkan jaringan hewan menjadi empat jenis dasar. Setiap jenis punya ciri yang mudah dikenali pada sediaan: epitel berupa lembaran sel yang rapat, jaringan ikat berisi sedikit sel di tengah banyak matriks, otot berisi sel panjang yang bisa memendek, dan saraf berisi sel bercabang yang menghantarkan pesan. Ketuk setiap gambar untuk membaca keterangannya.
Gagasan bahwa organ tersusun atas beberapa "kain" yang berbeda dikemukakan dokter Prancis Xavier Bichat sekitar tahun 1800, bahkan sebelum ia memakai mikroskop. Ia memotong, merebus, mengeringkan, dan merendam organ dalam asam atau basa, lalu mengelompokkan bagian-bagian tubuh menjadi 21 macam jaringan menurut cara bagian itu bereaksi. Bichat wafat pada usia 30 tahun, tetapi ilmu yang dirintisnya, histologi, kini menjadi dasar diagnosis penyakit di setiap rumah sakit (Bab 34).
35.3 Epitel: pagar hidup di setiap perbatasan
Di mana pun tubuh berbatasan dengan dunia luar atau dengan sebuah rongga, di situ ada epitel: kulit, lapisan mulut sampai anus, saluran napas, pembuluh darah, sampai saluran kecil di ginjal. Nama setiap epitel disusun dari dua hal: jumlah lapisan (selapis atau berlapis) dan bentuk sel teratas (pipih, kubus, atau silindris). Bentuk itu selalu cocok dengan tugasnya. Lapisan setipis mungkin dipakai untuk pertukaran zat, sel yang tinggi dan gemuk dipakai untuk menyerap atau membuat zat, dan banyak lapisan dipakai untuk menahan gesekan.
| Tempat | Jenis epitel | Tugas | Kaitan |
|---|---|---|---|
| Permukaan kulit | Berlapis pipih bertanduk | Menahan gesekan, air, sinar UV, dan kuman; diganti kira-kira tiap 4 minggu | Bab 31 |
| Mulut dan kerongkongan | Berlapis pipih tanpa tanduk | Tahan gesekan makanan dan tetap basah | — |
| Alveolus paru | Selapis pipih | Pertukaran O₂ dan CO₂ melintasi sawar yang tebalnya kurang dari satu mikrometer | Bab 29 |
| Trakea dan bronkus | Silindris berlapis semu bersilia, dengan sel goblet | Lendir menangkap debu dan kuman, lalu silia menyapunya ke atas seperti eskalator | Bab 10 |
| Lambung dan usus | Selapis silindris; di usus halus berjonjot mikrovili | Mengeluarkan enzim dan lendir, lalu menyerap makanan; diganti setiap 3–5 hari | Bab 32 |
| Tubulus ginjal | Selapis kubus; di tubulus proksimal bermikrovili | Menyerap kembali dan mengeluarkan zat | 35.6 |
| Kandung kemih | Peralihan | Meregang saat penuh tanpa bocor | 35.6 |
Setiap sel epitel punya "muka" dan "punggung". Sisi yang menghadap rongga atau dunia luar disebut apikal; sering dilengkapi mikrovili atau silia. Sisi yang menghadap tetangga dan lantai disebut basolateral. Taut ketat di dekat puncak sel (Bab 10) menyegel celah antarsel sekaligus menjadi pagar yang mencegah protein membran berpindah dari satu sisi ke sisi lain. Karena pintu dan pompa ditempatkan di sisi yang berbeda, epitel bisa memindahkan zat searah, misalnya glukosa dari rongga usus atau tubulus ginjal masuk lewat sisi apikal dan keluar ke darah lewat sisi basolateral (35.6). Seluruh lembaran berdiri di atas membran basal, lembar tipis matriks dari laminin dan kolagen tipe IV yang menjadi fondasi sekaligus saringan. Epitel tidak punya pembuluh darah; makanannya merembes dari jaringan ikat di bawah membran basal.
Pagar perbatasan dengan gerbang satu arah
Bayangkan pagar perbatasan yang dibangun dari rumah-rumah berdempetan. Dindingnya dilem rapat (taut ketat) sehingga tak ada yang bisa menyelinap di sela-selanya. Setiap rumah punya pintu depan ke arah luar negeri (apikal) dan pintu belakang ke arah dalam negeri (basolateral), dan petugas di kedua pintu punya tugas berbeda. Barang hanya boleh masuk lewat pintu depan, diperiksa, lalu keluar lewat pintu belakang. Seluruh deretan rumah berdiri di atas fondasi beton (membran basal). Bila pagar rusak, rumah baru segera dibangun dari sel punca di dekat fondasi.
Luas permukaan dalam usus halus manusia seluas lapangan tenis, sekitar 250 m².
Yang benar: angka lapangan tenis berasal dari perkiraan lama. Pengukuran yang lebih teliti tahun 2014 (Helander dan Fändriks) mendapatkan luas permukaan dalam seluruh saluran cerna sekitar 32 m², dan hampir semuanya milik usus halus. Angka ini tetap luar biasa: kira-kira 15 kali luas kulitmu (Bab 31), berkat lipatan dinding, jonjot usus (vili), dan mikrovili di sisi apikal setiap sel epitelnya.
35.4 Tulang: kota yang terus direnovasi
Tulang terasa keras dan diam, padahal ia kota yang sibuk. Orang dewasa memiliki 206 tulang, sedangkan bayi lahir dengan sekitar 270 bagian tulang yang sebagian kemudian menyatu. Tulang menopang tubuh, melindungi otak dan jantung, menjadi tempat otot menarik (Bab 23), menyimpan sekitar 99% kalsium tubuh, dan menampung sumsum merah, galangan kapal sel darah (Bab 29).
Kekuatan tulang berasal dari matriksnya. Berdasarkan beratnya, sekitar 60–70% matriks tulang adalah mineral kalsium fosfat dalam bentuk kristal hidroksiapatit, sekitar 20–30% bahan organik yang hampir seluruhnya kolagen tipe I, dan sisanya air. Mineral membuat tulang keras dan tahan tekanan, sedangkan kolagen membuatnya lentur dan tidak mudah patah saat ditekuk.
Beton bertulang
Tukang bangunan memasang besi tulangan lalu menuang beton di sekelilingnya. Beton tahan ditekan tetapi getas, sedangkan besi tahan ditarik. Gabungan keduanya jauh lebih kuat daripada masing-masing. Tulang memakai cara yang sama: serat kolagen adalah besi tulangannya, dan kristal hidroksiapatit adalah betonnya. Buktinya mudah dilihat. Tulang ayam yang direndam cuka beberapa hari kehilangan mineralnya dan menjadi lentur seperti karet, sedangkan tulang yang dipanaskan lama di tungku kehilangan kolagennya dan menjadi rapuh seperti kapur.
Di dalam kota tulang bekerja tiga jenis warga. Mereka bukan saingan, melainkan satu tim renovasi.
Osteoblas · tukang bangun
Berasal dari sel punca mesenkimal di sumsum tulang (Bab 15). Osteoblas bekerja berkelompok seperti regu tukang batu: mengeluarkan osteoid, anyaman kolagen tipe I yang masih lunak, lalu membantu kristal kalsium fosfat mengendap di atasnya.
Osteosit · satpam dan sensor
Osteoblas yang terkubur di dalam tulang buatannya sendiri. Jumlahnya sekitar 90–95% sel tulang, umurnya bisa puluhan tahun, dan semuanya bergandengan lewat saluran halus. Osteosit merasakan beban dan retak kecil, lalu memberi perintah kapan tulang dibongkar atau dibangun.
Osteoklas · tukang bongkar
Sel raksasa berinti banyak, hasil gabungan beberapa sel keluarga monosit dan makrofag (Bab 16 dan 29). Ia menempel erat di permukaan tulang, menyegel ruang di bawahnya, lalu menyemprotkan asam untuk melarutkan mineral dan enzim untuk memotong kolagen.
Ketiganya bekerja bergiliran dalam satu siklus perombakan (remodeling): tulang tua atau retak dibongkar, lalu diganti tulang baru di tempat yang sama. Ikuti kerja Osi si Osteoklas dan regu osteoblas.
Animasi siklus perombakan tulang
6 langkah1/6Aktivasi
Perombakan dimulai bila ada alasan: retak mikro akibat beban sehari-hari, bagian tulang yang jarang dipakai, atau kebutuhan kalsium darah. Osteosit di sekitar retakan memberi tanda, dan sel-sel di permukaan tulang membuat sinyal RANKL. Prekursor osteoklas dari keluarga monosit (Bab 16) datang dari sumsum lalu bergabung menjadi satu sel raksasa berinti banyak. Sel pelapis yang tipis di permukaan tulang menyingkir untuk memberi jalan.
2/6Resorpsi
Osteoklas menempel erat dan menyegel ruang di bawahnya seperti cangkir yang ditelungkupkan. Membran di sisi itu berlipat-lipat (ruffled border) dan memompa ion H⁺ sampai ruang itu sangat asam. Asam melarutkan kristal kalsium fosfat, lalu enzim pemotong protein seperti katepsin K, kerabat enzim lisosom (Bab 9), memotong kolagen. Kalsium dan fosfat yang terlepas masuk ke darah. Dalam sekitar 2–4 minggu terbentuk sebuah lubang dangkal.
3/6Pembalikan
Osteoklas yang tugasnya selesai pergi atau mati secara terprogram lewat apoptosis (Bab 17). Sel-sel pembalik membersihkan sisa kolagen di dasar lubang. Faktor pertumbuhan yang dulu tersimpan di matriks tulang, misalnya TGF-β (Bab 27), ikut terlepas saat pembongkaran dan membantu memanggil osteoblas. Jadi pembongkaran sendirilah yang mengundang tim pembangun.
4/6Pembentukan
Osteoblas berbaris di dasar lubang dan mengeluarkan osteoid, anyaman kolagen tipe I yang belum keras, lapis demi lapis. Kolagen ini dibuat di RE kasar dan dikemas di Golgi (Bab 5), dan pembuatannya memerlukan vitamin C. Membangun jauh lebih lama daripada membongkar: berbulan-bulan.
5/6Mineralisasi
Ion kalsium dan fosfat dari darah mengendap di antara serat kolagen menjadi kristal hidroksiapatit. Sebagian besar mineral terbentuk dalam beberapa hari pertama, lalu tulang terus mengeras selama berbulan-bulan. Sebagian osteoblas terkubur di dalam tulang buatannya sendiri dan menjadi osteosit yang bergandengan dengan tetangganya. Karena itu tubuh membutuhkan kalsium dan fosfat dari makanan, serta vitamin D yang diaktifkan menjadi kalsitriol (Bab 30 dan 31).
6/6Istirahat
Osteoblas yang tersisa menjadi sel pelapis pipih yang menjaga permukaan tulang, atau mati. Lubang kini terisi satu "paket" tulang baru yang dibatasi garis semen. Satu siklus memakan waktu sekitar 4–6 bulan, dan banyak sekali siklus berjalan bersamaan di seluruh kerangka, sehingga sekitar 10% kerangka orang dewasa diganti setiap tahun. Selama bongkar dan bangun seimbang, massa tulang tetap.
Siapa yang mengatur keseimbangan bongkar dan bangun? Saat kadar kalsium darah turun, kelenjar paratiroid melepas hormon paratiroid (PTH) (Bab 30). Uniknya, osteoklas tidak punya reseptor PTH. PTH menyuruh osteoblas dan osteosit membuat lebih banyak RANKL, sehingga osteoklas bertambah dan kalsium dilepas ke darah. PTH juga menyuruh ginjal menahan kalsium dan mengaktifkan vitamin D menjadi kalsitriol (35.6), yang membantu usus menyerap kalsium. Hormon estrogen mengerem osteoklas; karena itu tulang perempuan menipis lebih cepat setelah menopause. Dan yang tak kalah penting adalah beban: tulang yang sering dipakai untuk menopang tubuh, berlari, dan melompat menjadi lebih padat, sedangkan tulang yang tidak dipakai dibongkar.
Di stasiun luar angkasa, tulang hampir tidak menahan beban karena tubuh melayang. Astronaut bisa kehilangan sekitar 1–1,5% massa tulang pinggul dan tulang belakang setiap bulan, sehingga mereka wajib berolahraga dengan alat khusus sekitar dua jam setiap hari. Hal serupa, dalam ukuran lebih kecil, terjadi pada tungkai yang lama dibungkus gips atau pada orang yang lama berbaring di tempat tidur. Tulang menyesuaikan diri dengan cara kita memakainya.
Tulang keropos hanya urusan orang tua, jadi remaja tidak perlu memikirkannya.
Yang benar: sebagian besar massa tulang dibangun pada masa remaja, dan massa tulang mencapai puncaknya sekitar usia 20-an sampai 30 tahun. Setelah itu, yang bisa kita lakukan terutama menjaga tabungan yang sudah ada. Remaja yang cukup makan sumber kalsium (susu, ikan teri, tahu, tempe, sayur hijau), cukup vitamin D, rajin bergerak dengan beban seperti berlari, melompat, dan bermain bola, serta tidak merokok, memiliki "tabungan tulang" yang lebih besar untuk masa tua.
35.5 Hati: pabrik serba bisa
Di perut kanan atas, terlindung tulang rusuk, terdapat organ dalam terbesar di tubuh: hati, beratnya sekitar 1,5 kg. Hati unik karena menerima darah dari dua jalan. Sekitar tiga perempat darahnya datang lewat vena porta yang membawa zat makanan langsung dari usus (Bab 32), dan sisanya lewat arteri hati yang membawa oksigen. Jadi hampir semua yang kita telan, termasuk obat, melewati hati lebih dulu sebelum beredar ke seluruh tubuh. Penghuni utamanya, sel hepatosit, adalah pekerja paling serba bisa di Negara Sel.
Gudang dan pabrik gula
Setelah makan, insulin menyuruh hepatosit menyimpan glukosa sebagai glikogen, sekitar 100 g. Saat puasa, glukagon menyuruhnya memecah glikogen lalu membuat glukosa baru lewat glukoneogenesis (Bab 7 dan 30).
Pabrik protein darah
Hepatosit membuat albumin, protein plasma terbanyak, serta faktor pembekuan seperti fibrinogen dan protrombin yang membutuhkan vitamin K (Bab 29). RE kasarnya sangat banyak (Bab 5).
Dapur penawar racun
Enzim sitokrom P450 di RE halus mengolah obat, alkohol, dan zat asing agar mudah dibuang. Amonia sisa pemecahan protein diubah menjadi urea, lalu dibuang ginjal (35.6).
Pembuat empedu
Asam empedu membantu mencerna lemak di usus (Bab 32). Lewat empedu pula hati membuang bilirubin dari eritrosit tua (Bab 29); bila alirannya terganggu, kulit dan mata menguning.
Lemari penyimpanan
Hati menyimpan vitamin A, B12, dan bentuk simpanan vitamin D (Bab 31), serta besi dalam feritin. Ia juga merakit kolesterol dan lipoprotein yang mengangkut lemak di darah.
Hati juga punya kemampuan yang membuat iri organ lain: tumbuh kembali. Hepatosit biasanya beristirahat di fase G₀ (Bab 11 dan 17), tetapi bila sebagian hati diangkat, sel-sel yang tersisa segera masuk kembali ke siklus sel dan membelah sampai massa hati mendekati semula. Karena itu seseorang dapat menyumbangkan sebagian hatinya kepada keluarga yang membutuhkan cangkok hati, dan dalam beberapa bulan hati pendonor maupun penerima tumbuh mendekati ukuran normal. Namun kemampuan ini ada batasnya. Cedera yang berlangsung bertahun-tahun, misalnya akibat virus hepatitis, alkohol, atau perlemakan, membuat hati menambal dirinya dengan jaringan parut. Bila parut sudah menyebar dan merusak susunan lobulus, terjadilah sirosis (Bab 17).
Riskesdas 2013 menemukan sekitar 7,1% penduduk Indonesia membawa penanda infeksi virus hepatitis B (HBsAg). Virus ini (Bab 19) menular lewat darah, hubungan seksual, dan terutama dari ibu ke bayi saat lahir. Usia saat tertular sangat menentukan: infeksi pada bayi menjadi menahun pada sekitar 9 dari 10 bayi, sedangkan pada orang dewasa kurang dari 1 dari 20. Infeksi menahun dapat berlanjut menjadi sirosis dan kanker hati (Bab 14). Karena itu, setiap ibu hamil diperiksa hepatitis B dalam program triple eliminasi, bayi mendapat vaksin hepatitis B pertama (HB-0) dalam 24 jam setelah lahir, lalu tiga dosis lagi dalam vaksin kombinasi pada usia 2, 3, dan 4 bulan (Bab 26). Bayi dari ibu pembawa virus juga diberi suntikan antibodi siap pakai.
Hepatitis B menular lewat makan sepiring berdua, berbagi gelas, atau bersalaman, jadi penderitanya perlu dijauhi.
Yang benar: virus hepatitis B tidak menular lewat makanan, minuman, alat makan, pelukan, atau salaman. Penularannya lewat darah dan cairan tubuh: jarum suntik, tato, atau pisau cukur bergantian, hubungan seksual, dan dari ibu ke bayi. Yang menular lewat makanan dan air yang tercemar adalah hepatitis A, yang biasanya sembuh sendiri dan juga bisa dicegah dengan vaksin. Pembawa hepatitis B tetap boleh sekolah, bekerja, dan bergaul seperti biasa.
Dalam mitologi Yunani, Prometheus dihukum dengan dirantai di batu karang, dan setiap hari seekor elang memakan hatinya. Setiap malam hatinya tumbuh kembali. Para penulis kisah itu tentu belum mengenal sel, tetapi hati memang satu-satunya organ dalam manusia yang dapat tumbuh kembali sebanyak itu. Pada tikus, hati yang diangkat dua pertiganya kembali ke berat semula dalam sekitar 7–10 hari.
35.6 Ginjal: instalasi pengolahan air dengan sejuta saringan
Di punggung bagian bawah, di kiri dan kanan tulang belakang, ada dua organ sebesar kepalan tangan yang berbentuk seperti kacang merah: ginjal. Beratnya masing-masing hanya sekitar 150 gram, tetapi setiap menit keduanya dialiri sekitar seperlima darah yang dipompa jantung, kira-kira 1 liter. Ginjal menyaring darah, mengembalikan yang masih berguna, lalu membuang sisanya sebagai urin. Satuan kerjanya adalah nefron, yang terdiri atas saringan bernama glomerulus di dalam mangkuk kapsul Bowman dan sebuah tabung panjang berliku bernama tubulus.
Membongkar isi gudang, lalu memilih yang dikembalikan
Bayangkan petugas kebersihan yang setiap hari mengeluarkan seluruh isi gudang ke halaman, kecuali lemari-lemari besar. Lalu satu per satu ia mengembalikan barang yang masih berguna: air, garam, gula, dan asam amino. Yang tertinggal di halaman, yaitu sampah dan barang berlebih, diangkut truk sampah. Cara ini tampak boros, tetapi sangat aman: zat sampah apa pun, bahkan yang belum pernah dikenal tubuh, pasti ikut keluar. Glomerulus adalah pintu gudang yang hanya menahan lemari besar (sel darah dan protein besar). Tubulus adalah petugas yang memilah dan mengembalikan barang. Duktus pengumpul adalah pintu terakhir yang lebar sempitnya diatur siaran radio ADH (Bab 30).
Ikuti perjalanan setetes plasma dari saat ia memasuki glomerulus sampai menjadi urin.
Animasi perjalanan setetes plasma melalui nefron
6 langkah1/6Masuk ke saringan
Darah memasuki glomerulus lewat arteriol aferen yang lebar dan keluar lewat arteriol eferen yang lebih sempit. Karena jalan keluarnya lebih sempit, tekanan darah di dalam gulungan kapiler glomerulus tetap tinggi, seperti selang yang ujungnya dipencet. Setiap hari sekitar 900 liter plasma mengalir melewati kedua ginjal, dan kira-kira seperlimanya disaring.
2/6Penyaringan
Tekanan mendorong cairan melewati saringan tiga lapis: dinding kapiler yang berpori, membran basal glomerulus, dan celah-celah sempit di antara "kaki" sel podosit. Air, garam, glukosa, asam amino, urea, dan kreatinin lolos ke kapsul Bowman menjadi filtrat. Sel darah dan protein besar seperti albumin tertahan. Jumlahnya luar biasa: sekitar 125 mL per menit atau 180 liter per hari, kira-kira 60 kali seluruh plasma tubuhmu.
3/6Tubulus proksimal
Sel epitel kubus bermikrovili di tubulus proksimal bekerja paling keras. Pompa Na⁺/K⁺ di sisi basolateral (Bab 10) membuat natrium terus mengalir masuk dari sisi apikal, dan aliran natrium ini dipakai untuk menarik glukosa lewat pintu bernama SGLT2. Sekitar dua pertiga air dan garam, serta hampir semua glukosa dan asam amino, dikembalikan ke kapiler di sekitar tubulus. Sel-sel ini juga mengeluarkan (menyekresi) sebagian obat dan asam ke dalam tubulus.
4/6Lengkung Henle
Tubulus menukik ke medula lalu berbalik. Lengan turunnya mudah dilewati air tetapi tidak garam, sedangkan lengan naiknya memompa garam keluar tetapi tidak bisa dilewati air. Kerja berlawanan arah ini membuat cairan di medula makin asin ke arah dalam, kira-kira sampai empat kali kepekatan darah. Medula yang asin inilah yang nanti menyedot air dari duktus pengumpul.
5/6Penyesuaian akhir
Di tubulus distal dan duktus pengumpul, jumlah garam dan air yang dikembalikan disesuaikan dengan kebutuhan hari itu. Aldosteron dari kelenjar adrenal menyuruh sel menahan natrium. ADH dari hipofisis (Bab 30) menyuruh sel duktus pengumpul memasang pintu air akuaporin (Bab 10) di sisi apikalnya, sehingga air tersedot ke medula yang asin. Banyak ADH berarti urin sedikit dan pekat; sedikit ADH berarti urin banyak dan encer.
6/6Menjadi urin
Cairan yang tersisa kini disebut urin: air, urea, kreatinin, garam berlebih, dan sisa obat. Dari 180 liter filtrat, hanya sekitar 1–2 liter yang keluar setiap hari; lebih dari 99% kembali ke darah. Urin mengalir ke pelvis ginjal, turun lewat ureter, ditampung di kandung kemih yang dilapisi epitel peralihan, lalu dikeluarkan lewat uretra.
Selain membuat urin, ginjal mengerjakan beberapa tugas penting lain. Karena itu orang yang ginjalnya rusak berat tidak hanya menumpuk sampah, tetapi juga mengalami anemia, tulang rapuh, dan tekanan darah tinggi.
Pemesan kapal merah
Saat oksigen darah turun, ginjal melepas eritropoietin (EPO) yang memerintah sumsum tulang membuat eritrosit (Bab 29).
Pengaktif vitamin D
Atas perintah PTH, ginjal mengubah vitamin D menjadi kalsitriol, hormon aktif yang membantu usus menyerap kalsium untuk tulang (Bab 30 dan 31).
Penjaga tekanan darah
Saat tekanan darah turun, ginjal melepas enzim renin. Rangkaian reaksinya menyempitkan pembuluh dan melepas aldosteron, sehingga garam dan air ditahan dan tekanan naik.
Penyeimbang asam-basa
Ginjal membuang ion H⁺ berlebih dan menahan bikarbonat, sehingga darah tetap sedikit basa, dengan pH sekitar 7,4.
Urin yang berwarna kuning tua pasti tanda penyakit ginjal, sedangkan urin yang bening seperti air pasti tanda tubuh paling sehat.
Yang benar: warna urin terutama menunjukkan seberapa pekat urin itu, yang diatur ADH. Setelah tidur semalam atau berkeringat banyak, urin wajar berwarna lebih tua, dan menjadi lebih muda setelah cukup minum. Urin kuning muda biasanya tanda cukup minum; minum berlebihan tidak membuat ginjal "lebih bersih". Yang perlu diperiksakan ke dokter adalah urin yang berwarna merah atau seperti teh pekat, berbusa terus-menerus, sangat sedikit walaupun sudah minum, atau disertai bengkak dan nyeri.
35.7 Lab maya: nefron maya
Mengapa urin penderita diabetes dapat mengandung gula, padahal urin orang sehat tidak? Tubulus proksimal hanya punya sejumlah terbatas pintu pengangkut glukosa. Bila glukosa yang tersaring melebihi kemampuan angkutnya, sisanya terbuang ke urin. Kadar glukosa darah saat glukosa mulai muncul di urin disebut ambang ginjal, sekitar 180 mg/dL. Coba ubah kadar glukosa darah, jumlah air yang diminum, keadaan glomerulus, dan obat, lalu amati urin yang dihasilkan. Ini model sederhana: angka-angkanya dibulatkan dan setiap orang bisa berbeda.
Catatan model: glukosa disaring = LFG × kadar glukosa darah. Batas angkut maksimum (Tm) diambil ±375 mg/menit pada LFG normal, dan glukosa mulai lolos sedikit demi sedikit di atas ±180 mg/dL karena kemampuan setiap nefron tidak persis sama. Volume urin dihitung dari ±800 mOsm zat terlarut per hari ditambah glukosa yang ikut terbuang, dibagi kepekatan urin yang diatur ADH. Model ini untuk belajar, bukan alat medis.
Dari lab maya ini ada tiga pelajaran. Pertama, glukosa baru muncul di urin bila kadarnya di darah melewati ambang ginjal. Karena itu dulu, sebelum ada alat ukur gula darah, urin yang dikerubungi semut menjadi petunjuk diabetes (Bab 7), dan nama diabetes mellitus sendiri berarti "aliran kencing yang manis". Kedua, glukosa di urin menarik air ikut keluar, sehingga penderita diabetes yang gula darahnya tinggi sering kencing, cepat haus, dan bisa kekurangan cairan. Ketiga, ginjal yang saringannya rusak tidak lagi pandai mengatur air: urinnya hampir sama banyak, berapa pun air yang diminum.
35.8 Kampung-kampung di tubuh tumbuhan
Tumbuhan juga membangun jaringan dan organ, tetapi dengan cara yang berbeda. Tumbuhan tidak punya epitel berlapis, otot, ataupun saraf. Setiap selnya terbungkus dinding yang kaku dan tidak bisa berpindah tempat, sementara tetangganya terhubung lewat terowongan plasmodesmata (Bab 20). Organ tumbuhan ada tiga, yaitu akar, batang, dan daun, ditambah bunga, buah, dan biji untuk berkembang biak. Semua organ itu tersusun atas empat kelompok jaringan. Satu yang istimewa: tumbuhan menyimpan "pabrik sel muda" bernama meristem seumur hidupnya, sehingga ia terus tumbuh selama masih hidup.
Meristem · pabrik sel muda
Meristem apikal di ujung pucuk dan akar membuat tumbuhan bertambah panjang. Meristem lateral, yaitu kambium pembuluh dan kambium gabus, membuat batang dan akar bertambah besar; lapisan kayu yang dibentuk kambium setiap musim tampak sebagai lingkaran tahun.
Jaringan pelindung
Epidermis selapis sel yang dilapisi kutikula berlilin agar tidak kehilangan air. Di daun terdapat stomata yang dijaga dua sel penjaga (Bab 21), di akar ada rambut akar penyerap air. Pada batang tua, epidermis diganti gabus.
Jaringan dasar
Parenkim berdinding tipis dan hidup: tempat fotosintesis di daun dan gudang pati di umbi singkong dan empulur sagu. Kolenkim menopang bagian muda yang lentur, misalnya tali-tali pada tangkai seledri. Sklerenkim berdinding tebal berlignin, misalnya serat rami dan tempurung kelapa.
Jaringan pengangkut
Xilem berisi sel-sel mati berdinding kayu yang membentuk pipa, mengangkut air dan mineral dari akar ke daun; kayu adalah xilem. Floem berisi sel tapis yang hidup tanpa inti, dibantu sel pengiring, mengangkut gula hasil fotosintesis. Nira aren adalah cairan floem.
Bambu dan rumput tidak memiliki kambium seperti pohon jati, tetapi punya meristem di pangkal setiap ruasnya. Karena semua ruas memanjang bersamaan, beberapa jenis bambu dapat tumbuh hampir satu meter dalam sehari, salah satu laju tumbuh tercepat di dunia tumbuhan. Sebaliknya, pohon jati di Jawa yang mengalami musim kemarau panjang membentuk lingkaran tahun yang jelas, karena kambiumnya bekerja lambat saat kemarau dan cepat saat musim hujan.
35.9 Ketika jaringan bermasalah, dan jaringan buatan
Banyak penyakit menahun sebenarnya adalah cerita tentang keseimbangan jaringan yang terganggu: pembongkaran mengalahkan pembangunan, parut menggantikan sel yang bekerja, atau sel lepas dari kampungnya. Tabel berikut merangkum beberapa yang paling sering dijumpai.
| Gangguan | Jaringan dan sel yang terlibat | Yang perlu diketahui | Kaitan |
|---|---|---|---|
| Osteoporosis | Osteoklas membongkar lebih cepat daripada osteoblas membangun, sehingga tulang spons menipis dan berlubang-lubang | Sering tanpa gejala sampai terjadi patah tulang pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang. Diperiksa dengan alat densitometri (DXA). Menurut International Osteoporosis Foundation, sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis | 35.4, Bab 30 |
| Hepatitis B menahun dan sirosis | Virus menginfeksi hepatosit; serangan imun yang berkepanjangan merusak sel hati, lalu parut menyebar dan mengubah susunan lobulus | Dicegah dengan vaksin sejak lahir. Infeksi menahun dapat ditekan dengan obat antivirus dan perlu dipantau untuk menemukan kanker hati sedini mungkin | 35.5, Bab 17 dan 19 |
| Perlemakan hati (MASLD) | Lemak menumpuk di dalam hepatosit, kadang disertai radang | Berkaitan dengan kegemukan dan diabetes tipe 2; dapat membaik dengan menurunkan berat badan dan rutin bergerak | 35.5, Bab 7 |
| Penyakit ginjal kronis | Glomerulus dan tubulus rusak perlahan, nefron yang hilang diganti parut, LFG turun | Penyebab utama diabetes dan tekanan darah tinggi. Dapat ditemukan dini dengan pemeriksaan albumin urin dan kreatinin darah | 35.6, 35.7 |
| Karsinoma | Sel epitel yang bermutasi berkembang biak lalu menembus membran basal | Sebagian besar kanker berasal dari epitel. Skrining, misalnya IVA atau pap smear untuk leher rahim, menemukan kelainan sebelum menjadi invasif | 35.3, Bab 14 |
Tabel ini untuk belajar. Diagnosis dan pengobatan ditentukan oleh dokter.
Bagaimana bila jaringan yang rusak bisa diganti dengan jaringan buatan? Inilah tujuan rekayasa jaringan, yang memadukan tiga bahan: sel (sering sel punca, Bab 15 dan 28), perancah (kerangka dari kolagen atau bahan yang bisa terurai, sebagai pengganti matriks), dan sinyal (faktor pertumbuhan dan rangsangan mekanik, Bab 27). Beberapa hasilnya sudah dipakai pasien: lembaran kulit untuk luka bakar luas (Bab 17 dan 31), tulang rawan lutut dari kondrosit pasien sendiri yang ditumbuhkan pada membran, dan pada tahun 2006 tim Anthony Atala melaporkan kandung kemih hasil rekayasa dari sel tujuh pasien muda.
Di laboratorium, sel punca juga dapat ditumbuhkan dalam gel tiga dimensi menjadi organoid, "mini organ" seukuran biji wijen sampai kacang hijau. Pada tahun 2009, Toshiro Sato dan Hans Clevers menunjukkan bahwa satu sel punca usus dapat membangun organoid lengkap dengan lekuk kripta dan jonjot. Kini ada organoid usus, hati, ginjal, otak, dan paru. Organoid dipakai untuk menguji obat tanpa menyakiti manusia, mempelajari penyakit, dan bahkan memilih obat yang paling cocok bagi seorang pasien: pada penyakit fibrosis kistik (Bab 5), organoid usus pasien yang menggembung setelah diberi obat menunjukkan obat itu kemungkinan bekerja.
Ginjal dan hati hasil cetak printer 3D sudah siap dicangkokkan, jadi tidak perlu lagi donor organ.
Yang benar: jaringan yang tipis dan sederhana, seperti kulit atau tulang rawan, memang sudah bisa dibuat. Namun organ padat seperti ginjal dan hati membutuhkan jutaan nefron atau lobulus, jaringan pembuluh darah sampai ke kapiler terkecil, dan saraf, sehingga organ utuh buatan masih dalam tahap penelitian. Sampai saat ini cangkok dari donor tetap menjadi andalan. Di Indonesia, jual beli organ dilarang undang-undang, dan donor organ hanya boleh dilakukan secara sukarela di rumah sakit yang ditunjuk.
Adhesi, matriks, dan polaritas. Kadherin klasik (E-kadherin pada epitel, N-kadherin pada saraf) berikatan homofilik bergantung Ca²⁺ dan terhubung ke filamen aktin lewat β-katenin dan α-katenin pada taut adheren; β-katenin juga menjadi transduser jalur Wnt. Integrin, heterodimer αβ, mengikat fibronektin, laminin, dan kolagen, membangun adhesi fokal (talin, vinkulin, FAK), dan mengirim sinyal dua arah (inside-out dan outside-in); hemidesmosom memakai integrin α6β4 untuk berlabuh pada laminin-332. Membran basal adalah jejaring laminin dan kolagen IV yang dihubungkan nidogen dan perlekan. Sel epitel yang kehilangan pegangan pada matriks mati lewat anoikis, sehingga sel karsinoma yang menyebar memerlukan resistensi anoikis dan sering melewati transisi epitel-mesenkim (EMT) dengan hilangnya E-kadherin. Polaritas apikal-basolateral dibangun kompleks Par (Par3–Par6–aPKC), Crumbs, dan Scribble, sedangkan taut ketat (klaudin, okludin, ZO-1) menjadi gerbang paraseluler sekaligus pagar membran.
Poros RANKL–RANK–OPG dan osteosit. Osteoblas dan osteosit menghasilkan M-CSF dan RANKL; RANKL mengikat RANK pada prekursor osteoklas, mengaktifkan NF-κB dan NFATc1, lalu sel-sel bergabung menjadi osteoklas berinti banyak. Osteoprotegerin (OPG) adalah reseptor umpan yang menangkap RANKL, sehingga rasio RANKL/OPG menentukan laju resorpsi; PTH menaikkan RANKL dan menurunkan OPG, sedangkan estrogen menekan RANKL. Osteoklas mengasamkan lakuna resorpsi dengan V-ATPase dan kanal Cl⁻ ClC-7, lalu katepsin K memotong kolagen tipe I. Osteosit menyekresi sklerostin (gen SOST) yang menghambat koreseptor Wnt LRP5/6 pada osteoblas; beban mekanik menurunkan sklerostin. Obat osteoporosis memanfaatkan jalur ini: bisfosfonat terikat pada hidroksiapatit dan menghambat farnesil pirofosfat sintase di osteoklas, denosumab adalah antibodi anti-RANKL, romosozumab adalah antibodi anti-sklerostin, sedangkan teriparatid (fragmen PTH yang disuntikkan sekali sehari, bukan terus-menerus) justru bersifat anabolik.
Zonasi dan regenerasi hati. Hepatosit di sepanjang sinusoid membagi kerja. Zona 1 (periportal) yang kaya O₂ mengerjakan glukoneogenesis, oksidasi-β, dan siklus urea; zona 3 (perisentral) mengerjakan glikolisis, lipogenesis, sintesis glutamin oleh glutamin sintetase, serta biotransformasi oleh sitokrom P450 seperti CYP2E1, sehingga kerusakan akibat parasetamol dosis berlebih (lewat metabolit NAPQI) paling berat di zona 3. Pola ini dijaga sinyal Wnt/β-katenin dari sel endotel vena sentral (antara lain Wnt2, Wnt9b, dan R-spondin 3). Setelah hepatektomi parsial, TNF dan IL-6 menyiapkan hepatosit, lalu HGF lewat reseptor c-Met dan ligan EGFR mendorongnya masuk fase S; jalur Hippo–YAP ikut mengatur ukuran organ, dan TGF-β membantu menghentikan regenerasi. Pada cedera menahun, sel stelata hati berubah menjadi miofibroblas penghasil kolagen, inti proses fibrosis dan sirosis.
Fisiologi nefron. Sawar filtrasi glomerulus terdiri atas endotel berfenestra, membran basal glomerulus (kolagen IV α3α4α5 dan laminin-521), dan diafragma celah di antara prosesus kaki podosit yang dibangun nefrin (NPHS1) dan podosin (NPHS2); mutasi NPHS1 menyebabkan sindrom nefrotik kongenital tipe Finlandia, dan mutasi COL4A3–5 menyebabkan sindrom Alport. Gradien medula dibangun pengganda arus balik: lengan naik tebal memompa NaCl lewat NKCC2 (sasaran furosemid) tanpa meloloskan air, lengan turun menyerap air lewat AQP1, urea didaur ulang lewat UT-A di duktus pengumpul medula dalam, dan vasa recta bertindak sebagai penukar arus balik. ADH mengikat reseptor V2 (Gαs → cAMP → PKA) yang memicu penyisipan AQP2 ke membran apikal; air keluar lewat AQP3/AQP4 basolateral. Sekitar 90% glukosa diserap SGLT2 (1 Na⁺ : 1 glukosa) di segmen S1–S2 dan sisanya oleh SGLT1 (2 Na⁺ : 1 glukosa) di segmen S3, lalu keluar lewat GLUT2. Penghambat SGLT2 (golongan gliflozin, turunan florizin dari kulit batang apel) menurunkan glukosa darah, dan uji klinis DAPA-CKD (2020) dan EMPA-KIDNEY (2023) menunjukkan perlambatan penurunan fungsi ginjal, sebagian lewat pemulihan umpan balik tubuloglomerular yang menurunkan tekanan intraglomerulus. Mutasi SLC5A2 menimbulkan glukosuria renal familial yang umumnya jinak.
Dinding sel dan plasmodesmata. Dinding primer tersusun atas mikrofibril selulosa yang dirajut hemiselulosa (terutama xiloglukan) dan direkatkan gel pektin; sel yang berhenti tumbuh dapat menambah dinding sekunder berlignin, yang membuat xilem dan sklerenkim kaku serta kedap air. Plasmodesmata adalah saluran berlapis membran plasma yang berisi desmotubulus dari RE, sehingga sitoplasma sel-sel tumbuhan membentuk satu kontinum (simplas); lebar salurannya diatur penumpukan kalosa. Air dan ion dapat bergerak lewat simplas atau lewat dinding dan ruang antarsel (apoplas), tetapi di endodermis akar pita Caspary yang berisi suberin memaksa semua zat masuk ke simplas, sehingga akar dapat memilih ion yang diserap. Karena sel tumbuhan hampir tidak berpindah tempat, bentuk jaringannya ditentukan oleh bidang pembelahan dan arah pemanjangan sel, yang diarahkan susunan mikrofibril selulosa.
Kuis Bab 35
0/51. Urutan tingkat organisasi dari yang paling kecil sampai yang paling besar adalah…
Sel sejenis membentuk jaringan, beberapa jaringan membangun organ, organ-organ bekerja sama dalam sistem organ, dan semua sistem membentuk organisme. Pilihan terakhir urutannya terbalik, dari besar ke kecil.
2. Dinding alveolus paru harus setipis mungkin agar O₂ dan CO₂ mudah berdifusi. Jenis epitel yang paling cocok adalah…
Satu lapis sel yang pipih memberi jarak difusi paling pendek. Epitel berlapis cocok untuk menahan gesekan, bukan untuk pertukaran gas.
3. Sel tulang berinti banyak yang membongkar tulang dengan asam dan enzim adalah…
Osteoklas, kerabat makrofag, melarutkan mineral dengan ion H⁺ dan memotong kolagen dengan enzim. Osteoblas membangun, osteosit menjadi sensor, dan kondrosit adalah sel tulang rawan.
4. Pada diabetes yang tidak terkendali, glukosa muncul di urin karena…
Glukosa selalu tersaring di glomerulus. Di atas ambang ginjal, sekitar 180 mg/dL, muatannya melampaui kemampuan pengangkut di tubulus proksimal, sehingga sisanya terbuang ke urin.
5. Jaringan tumbuhan yang selnya terus membelah di ujung akar dan ujung pucuk sehingga tumbuhan bertambah panjang adalah…
Meristem apikal membuat tumbuhan memanjang. Kambium adalah meristem lateral yang membuat batang membesar, sklerenkim adalah jaringan penguat, dan floem mengangkut gula.
Silsilah Negara Sel
Setiap keluarga punya silsilah, dan setiap negara punya buku sejarah. Negara Sel pun begitu. Setiap sel di tubuhmu lahir dari sel lain, yang lahir dari sel lain lagi, terus ke belakang sampai lebih dari 3,5 miliar tahun lalu. Di bab penutup rangkaian ini, kita membuka buku silsilah itu: bagaimana negara-negara pertama mungkin berdiri, bagaimana PLN yang dulunya bakteri bergabung, mengapa negara menua, dan aturan apa yang wajib dipatuhi ketika manusia meneliti sel milik orang lain.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menjelaskan bukti umur Bumi dan kehidupan tertua, lalu membedakan fakta yang sudah mapan dari hipotesis tentang lahirnya sel pertama (dunia RNA dan protosel);
- menjelaskan LUCA, tiga domain kehidupan, Peristiwa Oksidasi Besar, serta teori endosimbiosis beserta bukti-buktinya;
- menempatkan peristiwa penting sejarah kehidupan pada skala waktu yang benar dan memberi contoh evolusi sel yang bisa diamati sekarang;
- menjelaskan batas Hayflick, senesens sel, dan SASP, lalu menimbang kasus bioetika sel dengan prinsip etika penelitian.
36.1 Bumi muda dan sel pertama
Pada tahun 1855, dokter Jerman Rudolf Virchow mempopulerkan semboyan omnis cellula e cellula: setiap sel berasal dari sel. Semboyan itu membuat kita bertanya seperti Bima. Bila setiap sel lahir dari sel lain, sel yang pertama berasal dari mana? Untuk menjawabnya, kita harus mundur jauh, ke masa ketika Bumi masih muda dan belum ada satu sel pun.
Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun lalu. Umur ini diukur dari peluruhan unsur radioaktif yang berjalan dengan laju tetap, seperti jam pasir alam, pada meteorit dan batuan tertua. Bumi muda sangat panas, sering dihantam batuan angkasa, dan udaranya hampir tanpa oksigen bebas. Namun kristal mineral zirkon tertua, berumur sekitar 4,4 miliar tahun, memberi petunjuk bahwa air cair sudah ada sangat awal.
Bukti kehidupan tertua yang diterima luas berupa stromatolit dan fosil mikro di Australia Barat yang berumur setidaknya 3,5 miliar tahun. Stromatolit adalah gundukan batu berlapis yang dibangun tikar mikroba: lapisan demi lapisan mikroba memerangkap endapan, lalu tumbuh lagi di atasnya. Ada juga jejak kimia, misalnya perbandingan isotop karbon yang khas buatan makhluk hidup, pada batuan yang lebih tua, sekitar 3,7 miliar tahun atau lebih. Jejak ini menarik, tetapi masih diperdebatkan, karena proses tanpa kehidupan kadang meninggalkan pola yang mirip.
Stromatolit masih "hidup" sampai sekarang. Di Teluk Shark, Australia Barat, airnya sangat asin sehingga hewan pemakan mikroba sulit hidup. Di sana tikar sianobakteri terus membangun gundukan berlapis, persis seperti kerabat purbanya miliaran tahun lalu. Melihatnya seperti mengintip jendela ke Bumi muda.
Buku silsilah Negara Sel
Bayangkan silsilah keluarga yang ditarik ke belakang. Kamu punya 2 orang tua, 4 kakek-nenek, 8 buyut, dan seterusnya. Silsilah sel lebih sederhana: setiap sel hanya punya satu sel induk. Jadi silsilah setiap sel di tubuhmu adalah satu garis panjang yang tidak pernah putus, dari sel telur yang dibuahi, ke sel-sel ibumu, terus sampai sel-sel pertama di Bumi. Bab ini adalah buku sejarah negara itu. Seperti buku sejarah sungguhan, ada bab yang buktinya kuat, misalnya prasasti dan fosil, dan ada bab yang masih berupa dugaan para ahli. Kita akan selalu menandai mana yang mana.
Dari kimia menjadi sel: apa yang sudah diuji?
Tidak ada yang menyaksikan lahirnya sel pertama, jadi ilmuwan mengujinya sepotong demi sepotong di laboratorium. Pertanyaannya: bisakah bahan-bahan kehidupan terbentuk dengan sendirinya, lalu tersusun menjadi sesuatu yang mirip sel?
Anak tangga 1: bahan baku. Tahun 1953, Stanley Miller, mahasiswa di laboratorium Harold Urey, mengisi labu kaca dengan air, metana, amonia, dan hidrogen, lalu memberinya percikan listrik seperti petir selama seminggu. Air di labu berubah cokelat dan ternyata mengandung asam amino, bahan baku pempek (Bab 4). Percobaan Miller–Urey menunjukkan bahwa molekul kehidupan dapat terbentuk dari kimia sederhana tanpa makhluk hidup. Sejak itu, ilmuwan juga berhasil membuat gula, asam lemak, dan bagian-bagian nukleotida dalam kondisi yang meniru Bumi muda. Asam amino bahkan ditemukan pada meteorit.
Anak tangga 2: dunia RNA. Pada sel masa kini terjadi teka-teki ayam dan telur: DNA menyimpan resep, tetapi untuk menyalin dan membaca DNA dibutuhkan protein, sedangkan protein dibuat dari resep DNA. Mana yang muncul lebih dulu? Jawaban yang banyak didukung adalah RNA, karena RNA bisa melakukan keduanya. Seperti DNA, RNA menyimpan informasi dalam urutan huruf. Seperti protein, sebagian RNA bisa melipat diri dan bekerja sebagai enzim. RNA yang bekerja sebagai enzim disebut ribozim, ditemukan oleh Thomas Cech dan Sidney Altman, yang meraih Nobel Kimia 1989. Bukti yang paling mengesankan ada di setiap sel tubuhmu: bagian ribosom yang menyambung asam amino menjadi rantai pempek ternyata terbuat dari RNA, bukan protein (Bab 4). Gagasan bahwa kehidupan awal mengandalkan RNA ini disebut hipotesis dunia RNA. Hipotesis ini kuat, tetapi ilmuwan belum menemukan RNA yang mampu menyalin dirinya sendiri secara utuh.
Anak tangga 3: protosel. Resep perlu wadah agar tidak hanyut. Asam lemak, saudara dekat fosfolipid membranmu, bisa menyusun diri menjadi gelembung berlapis ganda secara spontan di air, persis seperti sabun (Bab 10). Di laboratorium, gelembung asam lemak dapat membesar dengan menyerap asam lemak baru, lalu terbelah menjadi gelembung yang lebih kecil. Permukaan mineral lempung mempercepat pembentukan gelembung sekaligus ikut membawa RNA masuk ke dalamnya. Gelembung berisi RNA seperti ini disebut protosel, seperti Proto di komik. Protosel buatan lab belum hidup, tetapi menunjukkan bahwa langkah menuju sel tidak mustahil terjadi secara alami.
| Pernyataan | Status | Bukti utama |
|---|---|---|
| Bumi berumur sekitar 4,54 miliar tahun | mapan | Penanggalan radiometrik meteorit dan batuan dengan berbagai metode yang hasilnya saling cocok |
| Kehidupan sudah ada setidaknya 3,5 miliar tahun lalu | mapan | Stromatolit, fosil mikro, dan isotop karbon; angka yang lebih tua masih diperdebatkan |
| Semua makhluk hidup berasal dari leluhur bersama | mapan | Kode genetik, ribosom, ATP, dan membran yang sama pada semua sel, serta perbandingan urutan gen (36.2) |
| Molekul kehidupan dapat terbentuk tanpa makhluk hidup | terbukti di lab | Percobaan Miller–Urey dan banyak percobaan sesudahnya; asam amino pada meteorit |
| RNA mendahului DNA dan protein | hipotesis kuat | Ribozim; pusat kerja ribosom terbuat dari RNA; RNA dibutuhkan untuk membuat DNA |
| Tempat lahir sel pertama | belum diketahui | Kolam hangat yang berulang kali kering-basah dan celah hidrotermal di dasar laut sama-sama punya pendukung |
Sains menjelaskan bagaimana alam bekerja berdasarkan bukti yang bisa diuji dan diperiksa ulang oleh siapa pun. Teori evolusi adalah penjelasan ilmiah yang didukung bukti dari fosil, perbandingan gen, dan percobaan. Banyak ilmuwan dan masyarakat beragama memandang penjelasan ini sejalan dengan keyakinan mereka, sedangkan pertanyaan tentang makna dan tujuan hidup dibahas dalam agama dan filsafat. Di kelas sains, kita belajar apa yang ditunjukkan bukti sambil tetap menghormati keyakinan setiap teman.
36.2 LUCA dan tiga domain kehidupan
Bila semua sel punya satu silsilah, pasti ada satu leluhur yang menurunkan semua makhluk yang hidup sekarang. Para ahli menyebutnya LUCA (last universal common ancestor), leluhur bersama terakhir semua sel. LUCA bukan sel pertama. Ia sudah cukup canggih: punya DNA, ribosom, dan membran. Mungkin ada banyak sel lain yang hidup sezaman dengannya, tetapi hanya keturunan LUCA yang bertahan sampai hari ini, seperti satu keluarga yang silsilahnya sampai kepada kita sementara keluarga-keluarga lain putus.
Bagaimana kita tahu semua sel bersaudara? Karena di balik keragamannya, setiap sel di Bumi memakai "perlengkapan kantor" yang sama. Mustahil kesamaan sedetail ini muncul berkali-kali secara kebetulan.
- DNA dan kode genetik yang samaKodon yang sama berarti asam amino yang sama, pada bakteri maupun manusia (Bab 4). Karena itu bakteri bisa membuat insulin manusia (Bab 24)
- RibosomSemua sel membuat protein dengan ribosom yang inti RNA-nya berkerabat
- ATPToken listrik yang sama di semua sel, dibuat oleh turbin ATP sintase yang mirip (Bab 8)
- Membran lipidSetiap sel dibungkus membran lipid yang dijaga protein pengangkut (Bab 10)
- Dua puluh asam aminoProtein semua sel dirangkai terutama dari 20 asam amino yang sama
Pada tahun 1977, Carl Woese dan George Fox membandingkan urutan huruf RNA ribosom dari banyak mikroba. Mereka terkejut: sebagian "bakteri" ternyata berbeda jauh dari bakteri lain, sama jauhnya dengan perbedaan bakteri dan manusia. Kelompok baru ini disebut arkea. Pada tahun 1990, Woese dan rekannya mengusulkan agar semua kehidupan dibagi menjadi tiga domain: Bacteria (bakteri), Archaea (arkea), dan Eukarya (eukariota, yaitu makhluk yang selnya berinti).
Arkea hanyalah bakteri aneh yang hidup di tempat ekstrem, seperti sumber air panas dan danau garam.
Yang benar: arkea adalah domain kehidupan tersendiri, bukan bakteri. Sebagian memang menyukai tempat ekstrem, tetapi banyak arkea hidup di tempat biasa: laut, tanah, sawah, dan ususmu. Arkea pembuat metana di usus pernah kamu temui di Bab 32. Sejauh ini belum ada arkea yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.
36.3 Napas pertama Bumi: Peristiwa Oksidasi Besar
Selama lebih dari satu miliar tahun pertama kehidupan, udara Bumi hampir tanpa oksigen. Semuanya berubah karena satu kelompok bakteri: sianobakteri. Mereka menemukan cara memecah air dengan cahaya matahari dan melepas oksigen sebagai sisa, persis reaksi terang yang kamu pelajari di Bab 21. Mula-mula oksigen itu langsung habis bereaksi dengan besi yang larut di laut, lalu mengendap menjadi lapisan karat yang kini tampak sebagai batuan besi berpita. Sekitar 2,4–2,3 miliar tahun lalu, oksigen mulai menumpuk di udara. Peristiwa ini disebut Peristiwa Oksidasi Besar.
Racun bagi warga lama
Bagi banyak mikroba yang terbiasa hidup tanpa oksigen, oksigen adalah racun yang merusak molekulnya. Sebagian punah, sebagian lain bertahan di tempat tanpa oksigen, seperti lumpur dalam dan usus besar (Bab 32).
Payung ozon
Sebagian oksigen di udara atas berubah menjadi ozon yang menahan sinar UV paling berbahaya (Bab 31). Lama-kelamaan, permukaan Bumi menjadi lebih aman untuk dihuni.
Listrik besar dari oksigen
Sel yang memakai oksigen di PLN-nya mendapat sekitar 30–32 ATP dari satu glukosa, jauh lebih banyak daripada 2 ATP dari fermentasi (Bab 8). Energi melimpah ini membuka jalan bagi sel besar dan makhluk bersel banyak.
36.4 Endosimbiosis: sel di dalam sel
Di Bab 8 kamu sudah mendengar bahwa PLN sel dulunya bakteri. Gagasan ini diperjuangkan oleh Lynn Margulis pada tahun 1967. Waktu itu banyak ilmuwan menertawakannya, dan makalahnya sempat ditolak belasan jurnal. Kini teori endosimbiosis (endo = di dalam, simbiosis = hidup bersama) termasuk penjelasan yang paling kuat buktinya dalam biologi sel. Ikuti bagaimana dua sel yang berbeda silsilah bergabung menjadi satu negara.
Animasi endosimbiosis: dari dua tetangga menjadi sel eukariota
6 langkah1/6Dua tetangga
Sekitar 2 miliar tahun lalu, menurut perkiraan para ahli, di laut purba yang masih miskin oksigen hidup sebuah sel arkea dari kelompok Asgard dan bakteri dari kelompok alfaproteobakteri. Banyak ahli menduga keduanya mula-mula hidup saling bergantung: zat sisa yang satu menjadi makanan yang lain, seperti dua warung bertetangga yang saling memasok bahan.
2/6Lengan yang merangkul
Arkea Asgard yang berhasil dibiakkan di laboratorium punya tonjolan panjang bercabang. Para peneliti menduga lengan seperti ini makin lama makin erat memeluk bakteri pasangannya sampai akhirnya melingkupinya. Ini salah satu model yang paling banyak dibahas; urutan pasti peristiwanya masih diteliti.
3/6Tamu tak dicerna
Bakteri itu kini berada di dalam sel inang, tetapi tidak dicerna. Ia tetap utuh dengan dua membrannya, DNA melingkarnya sendiri, dan ribosom tipe bakterinya, lalu membelah sendiri di dalam inang. Inang mendapat pasokan ATP dari bakteri yang memakai oksigen, sedangkan bakteri mendapat tempat tinggal dan makanan.
4/6Arsip pindah ke inti
Selama jutaan generasi, banyak gen bakteri berpindah ke DNA inang, dan sebagian lain hilang. Kini DNA mitokondria manusia hanya berisi 37 gen (Bab 8), sedangkan lebih dari seribu jenis protein mitokondria dibuat dari resep di inti lalu dikirim masuk. Tamu itu tidak bisa lagi hidup sendiri: ia telah menjadi mitokondria. Sel inang juga mengembangkan inti dan sistem membran dalam; mana yang muncul lebih dulu masih diperdebatkan.
5/6Tamu kedua
Pada leluhur tumbuhan dan alga, sekitar 1,5 miliar tahun lalu menurut perkiraan, sel eukariota yang sudah bermitokondria menelan sianobakteri, si pembuat oksigen dari 36.3. Seperti tamu pertama, sianobakteri ini tidak dicerna dan terus membelah di dalam sel inangnya.
6/6Lahirnya PLTS
Sianobakteri menjadi kloroplas, PLTS sel tumbuhan (Bab 21). Kloroplas juga bermembran ganda, menyimpan DNA melingkar sendiri, dan banyak gennya telah pindah ke inti. Karena itu sel hewan dan jamur hanya punya mitokondria, sedangkan sel tumbuhan dan alga punya mitokondria dan kloroplas sekaligus.
PLN yang dulunya desa pendatang
Bayangkan sebuah desa pendatang yang punya pembangkit listrik sendiri, lalu bergabung dengan negara tetangganya. Negara memberi tanah dan makanan, desa memberi listrik. Lama-kelamaan hampir semua arsip desa dipindahkan ke perpustakaan pusat negara, sehingga desa itu tidak bisa lagi berdiri sendiri. Kini ia menjadi PLN negara, tetapi masih menyimpan sedikit arsip lama (DNA mitokondria) dan masih memakai mesin cetak model desa (ribosom tipe bakteri). Di negara-negara tumbuhan, kisah yang sama terulang dengan desa pembangkit tenaga surya: lahirlah PLTS.
| Bukti | Pada mitokondria dan kloroplas | Kemiripan dengan bakteri |
|---|---|---|
| Membran ganda | Dibungkus dua membran; membran luarnya memiliki protein pori yang mirip milik bakteri | Bakteri Gram-negatif juga bermembran ganda (Bab 18) |
| DNA sendiri | DNA kecil berbentuk lingkaran, tidak dibungkus histon seperti DNA inti | DNA bakteri juga melingkar dan tanpa histon |
| Ribosom sendiri | Ribosom kloroplas 70S; ribosom mitokondria manusia 55S, lebih kecil tetapi bergaya bakteri | Ribosom bakteri 70S; sebagian antibiotik yang menghambat ribosom bakteri juga dapat mengganggu ribosom mitokondria |
| Cara bertambah | Membelah sendiri; sel tidak bisa membuatnya dari nol bila semuanya hilang | Mirip pembelahan biner bakteri (Bab 18) |
| Silsilah gen | Gen mitokondria paling mirip gen alfaproteobakteri; gen kloroplas paling mirip gen sianobakteri | Pohon silsilah gen menempatkan keduanya di dalam cabang bakteri |
36.5 Dari satu sel menjadi banyak
Selama lebih dari dua miliar tahun, hampir semua penghuni Bumi bersel satu. Lalu, pada berbagai kelompok, sel-sel mulai tetap menempel setelah membelah dan membagi tugas. Hidup bersel banyak ternyata muncul berkali-kali secara terpisah. Bentuk yang paling rumit, dengan banyak jenis sel yang bekerja sama, berkembang antara lain pada hewan, tumbuhan, jamur, alga merah, dan alga cokelat. Dua makhluk mungil membantu kita membayangkan langkah awalnya.
Koanoflagelata: kerabat terdekat hewan
Makhluk bersel satu yang memiliki "kerah" dari tonjolan halus di sekeliling cambuknya, sangat mirip sel kerah pada spons. Perbandingan gen menempatkannya sebagai kerabat bersel satu terdekat hewan. Satu jenisnya, Salpingoeca rosetta, membentuk koloni berbentuk roset bila "mencium" zat dari bakteri tertentu, petunjuk bahwa bakteri mungkin ikut mendorong lahirnya hidup bersel banyak.
Volvox: bola yang membagi tugas
Bola alga hijau berisi ribuan sel. Sebagian besar sel di permukaannya hanya bertugas mengayuh dan tidak lagi membelah, sedangkan segelintir sel besar khusus berkembang biak menjadi anak koloni di dalam bola. Saat anak koloni lepas, sel-sel pengayuh mati. Pembagian kerja ini mirip pembagian sel tubuh dan sel kelamin pada hewan (Bab 12).
Syarat menjadi negara bersel banyak
Sel-sel harus menempel satu sama lain (Bab 10), berkirim pesan (Bab 6), membagi tugas lewat diferensiasi (Bab 15), dan berdisiplin: sel yang rusak rela pensiun lewat apoptosis (Bab 9). Kanker adalah sel yang melanggar perjanjian ini dan kembali hidup seperti sel tunggal yang egois (Bab 14).
Evolusi yang bisa kita saksikan sekarang
Evolusi bukan hanya kisah masa lalu. Resepnya sederhana dan bekerja setiap hari: (1) ada variasi di antara sel, terutama karena mutasi (Bab 2); (2) variasi itu diwariskan kepada sel anak; dan (3) lingkungan menyeleksi, sehingga sel yang lebih cocok meninggalkan lebih banyak keturunan. Pada sel yang membelah cepat, hasilnya bisa terlihat dalam hitungan hari sampai tahun.
- Bakteri kebal antibiotikAntibiotik membunuh bakteri yang peka; bakteri yang kebetulan membawa gen kebal bertahan lalu berkembang biak (Bab 18)
- Kanker di dalam tubuhSel tumor terus bermutasi; obat dan sistem imun menyeleksi klon yang kebal, sehingga kanker bisa kambuh (Bab 14)
- Virus yang berganti rupaVarian yang lebih mudah menular atau lolos dari antibodi menjadi dominan, sehingga vaksin flu diperbarui (Bab 19)
- Tentara imunmu sendiriSetelah infeksi atau vaksinasi, sel B yang bermutasi dan mengikat kuman paling erat diseleksi, sehingga antibodi makin tajam (Bab 16)
Sejak 24 Februari 1988, Richard Lenski dan timnya di Amerika Serikat memelihara 12 populasi bakteri E. coli yang berasal dari satu leluhur. Setiap hari sebagian kecil bakteri dipindahkan ke cairan makanan baru, dan setiap 500 generasi sampelnya dibekukan sebagai "fosil hidup" yang bisa dibangkitkan lagi. Setelah sekitar 31.000 generasi, satu populasi tiba-tiba mampu memakan sitrat dalam keadaan beroksigen, kemampuan yang tidak dimiliki E. coli biasa. Percobaan ini masih berjalan dan sudah melewati 75.000 generasi.
Menurut teori evolusi, manusia berasal dari monyet.
Yang benar: teori evolusi tidak menyatakan begitu. Manusia dan kera besar lain, yaitu simpanse, bonobo, gorila, dan orang utan yang hidup di Sumatra dan Kalimantan, adalah kerabat yang berbagi leluhur bersama. Garis keturunan manusia dan simpanse diperkirakan berpisah sekitar 6–7 juta tahun lalu, dan leluhur bersama itu bukan simpanse, bukan pula monyet masa kini. Simpanse dan monyet yang hidup sekarang juga terus berevolusi selama waktu yang sama. Mereka sepupu jauh kita, bukan kakek kita.
36.6 Lab maya: mesin waktu sejarah Bumi
Angka miliaran tahun sulit dibayangkan. Mesin waktu ini menaruh semua peristiwa pada satu garis dengan skala yang jujur, lalu memadatkan seluruh 4,54 miliar tahun sejarah Bumi menjadi satu hari 24 jam. Geser waktunya atau ketuk peristiwanya, lalu perhatikan jam Bumi, kadar oksigen, dan penghuni yang sudah ada.
Skala jam Bumi: 1 jam ≈ 189 juta tahun, 1 menit ≈ 3,2 juta tahun, dan 1 detik ≈ 52.500 tahun. Umur peristiwa adalah perkiraan yang dibulatkan; sebagian masih diperdebatkan. Kurva oksigen hanya gambaran kasar.
Coba hitung sendiri: bila 4,54 miliar tahun sama dengan 86.400 detik, maka 300 ribu tahun sama dengan 300.000 ÷ 4.540.000.000 × 86.400 ≈ 5,7 detik. Seluruh sejarah tertulis manusia, sekitar 5.000 tahun, hanya sekitar 0,1 detik terakhir. Sebaliknya, selama lebih dari separuh hari Bumi, satu-satunya penghuni planet ini adalah makhluk bersel satu.
36.7 Mengapa sel menua?
Kini kita kembali ke pertanyaan kedua Bima: mengapa Nenek makin tua? Penuaan tubuh terjadi karena banyak hal sekaligus, tetapi salah satu kuncinya ada di tingkat sel. Di Bab 11 kamu belajar bahwa telomer memendek setiap kali sel membelah. Namun telomer bukan satu-satunya "jam". Ikuti apa yang terjadi pada Fibro, sebuah fibroblas kulit, sejak muda sampai berhenti membelah.
Animasi senesens sel: dari sel muda sampai pensiunan yang bising
6 langkah1/6Sel muda membelah
Tahun 1961, Leonard Hayflick dan Paul Moorhead membiakkan fibroblas dari jaringan janin manusia. Waktu itu banyak ilmuwan percaya bahwa sel yang dibiakkan bisa membelah selamanya. Ternyata tidak: setelah sekitar 40–60 kali membelah, sel-sel itu berhenti. Batas ini disebut batas Hayflick. Salah satu penghitungnya adalah telomer yang memendek setiap kali DNA disalin (Bab 11).
2/6Alarm kerusakan
Bila telomer terlalu pendek, ujung kromosom tampak seperti DNA yang patah. Kerusakan DNA oleh sinar UV (Bab 31), radiasi, atau zat dalam asap rokok, serta onkogen yang menyala terus (Bab 14), juga membunyikan alarm yang sama, yaitu respons kerusakan DNA. Jadi sel bisa menua karena "jam" telomer, tetapi juga karena stres.
3/6Rem dipasang
Alarm mengaktifkan p53, satpam genom dari Bab 11 dan 14, yang menyalakan protein p21. Jalur kedua menaikkan protein p16. Keduanya menghambat enzim CDK, sehingga protein Rb terus mengunci gen-gen yang dibutuhkan untuk masuk fase S. Siklus sel terkunci di G1 secara menetap. Inilah senesens sel: sel tidak mati, tetapi tidak membelah lagi.
4/6Berubah rupa
Sel senesens tampak berbeda: lebih besar dan pipih, intinya berubah, dan lisosomnya bertambah banyak. Di laboratorium, sel ini dikenali dengan pewarnaan SA-β-gal yang membuatnya berbintik biru dan dengan kadar p16 yang tinggi. Berbeda dengan sel yang mengalami apoptosis (Bab 9), sel senesens justru tahan mati dan bisa bertahan lama.
5/6Pengeras suara SASP
Sel senesens melepas campuran sinyal radang, enzim, dan faktor pertumbuhan yang disebut SASP (senescence-associated secretory phenotype), misalnya IL-6, IL-8, dan enzim MMP. Dalam jangka pendek SASP berguna: membantu menutup luka (Bab 17) dan memanggil sel imun. Namun bila sel senesens menumpuk, SASP menimbulkan radang menahun tingkat rendah dan dapat membuat sel tetangga ikut menua.
6/6Dibersihkan atau menumpuk
Pada tubuh muda, sel imun seperti sel NK dan makrofag cepat membuang sel senesens. Seiring usia, pembersihan ini melambat sehingga sel senesens menumpuk di banyak jaringan. Pada tikus, membuang sel senesens secara genetik menunda sejumlah penyakit terkait usia. Obat yang dirancang untuk membuang sel senesens, yaitu senolitik, kini sedang diuji, tetapi belum ada yang disetujui untuk mencegah penuaan pada manusia.
Pensiunan yang tetap di kantor
Sel senesens ibarat pegawai yang sudah pensiun tetapi tetap duduk di kantor. Ia tidak lagi bekerja seperti dulu, tetapi terus menyalakan pengeras suara (SASP). Sesekali pengumumannya berguna, misalnya memanggil petugas saat ada kebakaran kecil (luka). Namun bila pensiunan seperti ini makin banyak, sementara petugas keamanan (sel imun) makin jarang berkeliling, kantor menjadi bising dan pegawai lain sulit bekerja. Itulah gambaran jaringan yang menua.
Tahi lalat sering berawal dari melanosit yang membawa mutasi pada onkogen BRAF, mutasi yang juga sering dijumpai pada melanoma (Bab 31). Melanosit itu sempat membelah membentuk kumpulan kecil, lalu berhenti karena masuk senesens. Jadi senesens adalah salah satu rem alami melawan kanker (Bab 14). Karena itu, tahi lalat yang tiba-tiba berubah ukuran, bentuk, atau warnanya perlu diperiksakan ke dokter.
Penuaan belum bisa dihentikan, tetapi kebiasaan sehari-hari ikut menentukan apakah kita menua dengan sehat. Sebagian besar buktinya berasal dari penelitian yang mengamati banyak orang selama bertahun-tahun, ditambah percobaan pada hewan. Karena itu ilmuwan memakai kata "dikaitkan dengan", bukan "pasti mencegah".
Bergerak aktif
WHO menganjurkan anak dan remaja aktif bergerak rata-rata 60 menit sehari, dan orang dewasa 150–300 menit seminggu. Aktivitas fisik teratur dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit jantung, diabetes tipe 2, sebagian kanker, dan kematian dini.
Tidur cukup
Remaja membutuhkan sekitar 8–10 jam tidur per malam, dan orang dewasa sedikitnya 7 jam. Kurang tidur yang terus-menerus dikaitkan dengan gangguan metabolisme, suasana hati, dan daya tahan tubuh.
Tanpa asap rokok
Asap rokok membawa ribuan zat kimia, puluhan di antaranya penyebab kanker, yang merusak DNA serta mempercepat penuaan kulit dan pembuluh darah. Berhenti merokok pada usia berapa pun tetap bermanfaat.
Makan beragam
Pedoman Isi Piringku dari Kemenkes: separuh piring sayur dan buah, separuh lagi makanan pokok dan lauk, serta batasi gula, garam, dan lemak. Pola makan seperti ini dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah.
Penuaan disebabkan semata-mata oleh telomer yang memendek, jadi suplemen pemanjang telomer bisa membuat awet muda.
Yang benar: telomer hanyalah satu dari belasan tanda penuaan yang saling terkait. Sel yang hampir tidak pernah membelah, seperti neuron dan sel otot jantung, tetap menua lewat kerusakan protein, mitokondria, dan DNA. Memanjangkan telomer secara paksa juga tidak otomatis aman: sekitar 85–90% sel kanker justru menyalakan telomerase agar bisa membelah tanpa batas (Bab 11). Suplemen yang mengaku memanjangkan telomer belum terbukti memperpanjang umur atau mencegah penyakit pada manusia.
36.8 Bioetika sel: sel juga punya pemilik
Hampir semua yang kamu pelajari di buku ini lahir dari penelitian pada sel, jaringan, dan data manusia. Setiap sel yang dibiakkan di laboratorium berasal dari seseorang: pasien, donor, bayi, atau relawan. Karena itu, sains sel tidak hanya bertanya "bisakah kita melakukannya?", tetapi juga "bolehkah kita melakukannya, dan dengan cara apa?" Ilmu yang menimbang pertanyaan ini disebut bioetika. Para ahli etika merangkum empat prinsip yang sering dipakai sebagai pegangan.
1 · Menghormati otonomi
Setiap orang berhak memutuskan apa yang dilakukan pada tubuh, sel, dan datanya. Wujudnya adalah persetujuan setelah penjelasan (informed consent) yang diberikan secara sukarela. Orang yang kemampuannya memutuskan terbatas, misalnya anak-anak, mendapat perlindungan tambahan.
2 · Berbuat baik
Penelitian harus bertujuan memberi manfaat, bagi peserta atau bagi masyarakat, dan dirancang dengan baik. Penelitian yang asal-asalan membuang waktu dan menempatkan peserta pada risiko tanpa hasil yang berguna.
3 · Tidak merugikan
Risiko bagi peserta harus sekecil mungkin dan sebanding dengan manfaatnya. Kerahasiaan identitas dan data pribadi juga harus dijaga.
4 · Keadilan
Beban dan manfaat penelitian dibagi secara adil. Kelompok yang miskin atau rentan tidak boleh dijadikan "kelinci percobaan" lalu tidak ikut menikmati hasilnya.
Prinsip-prinsip ini tidak jatuh dari langit. Sebagian besar lahir dari pelajaran pahit, ketika manusia diteliti tanpa sepengetahuan atau persetujuannya. Ketuk setiap kasus di bawah untuk melihat apa yang terjadi dan pelajaran apa yang diambil.
Di Indonesia, penelitian kesehatan yang melibatkan manusia, termasuk sampel sel, jaringan, dan datanya, harus lebih dulu mendapat persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) di lembaga penelitinya. Komisi-komisi ini dibina oleh Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) di Kementerian Kesehatan, yang menerbitkan Pedoman dan Standar Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (2017). Lembar persetujuan setelah penjelasan yang baik memuat tujuan penelitian, apa yang akan dilakukan, risiko dan manfaat, cara menjaga kerahasiaan, siapa yang bisa dihubungi, serta jaminan bahwa peserta boleh menolak atau mengundurkan diri kapan saja tanpa kehilangan haknya.
Bentuk kelompok berlima dan bagi peran: peneliti, dokter, wakil masyarakat awam, ahli hukum, dan calon peserta. Kasusnya: sebuah tim ingin mengambil sampel ludah seluruh siswa sekolahmu untuk mencari gen yang berkaitan dengan prestasi belajar, dan akan mengumumkan hasilnya per kelas. Setiap peran menyampaikan pendapat memakai empat prinsip di atas, lalu kelompok memutuskan: disetujui, disetujui dengan perbaikan, atau ditolak. Aturan diskusi: kritiklah gagasan, bukan orangnya; dengarkan sampai selesai; dukung pendapat dengan alasan; dan hormati latar belakang serta keyakinan setiap teman.
Jam molekuler dan akar pohon. Laju substitusi yang dikalibrasi dengan fosil memberi perkiraan waktu percabangan, tetapi ketidakpastiannya besar di dekat akar; satu analisis tahun 2024 (Moody dkk.) menempatkan LUCA sekitar 4,2 miliar tahun lalu, angka yang masih diperdebatkan. Transfer gen horizontal yang marak pada prokariota membuat bagian dasar pohon lebih mirip jaring. Rekonstruksi gen LUCA (misalnya Weiss dkk. 2016) mengarah ke organisme anaerob yang memakai H₂, tetapi kesimpulan ini bergantung pada metode.
Eukariogenesis. Filogenomik terkini mendukung topologi dua domain: eukariota bersarang di dalam arkea Asgard, berkerabat dengan Heimdallarchaeia (Eme dkk. 2023). Asgard membawa eukaryotic signature proteins seperti homolog aktin, profilin, ESCRT, dan GTPase kecil. Model penggabungan meliputi hipotesis hidrogen (sintrofi metanogen–alfaproteobakteri; Martin & Müller 1998), model inside-out (Baum & Baum 2014), dan model E3 entangle–engulf–endogenize (Imachi dkk. 2020); urutan "mitokondria dulu" atau "kompleksitas dulu" masih diperdebatkan. Reduksi genom organel berlangsung lewat transfer gen endosimbion ke inti, sehingga dibutuhkan mesin impor protein TOM/TIM (mitokondria) dan TOC/TIC (plastid). Genom organel yang diwariskan tanpa rekombinasi rentan terhadap Muller's ratchet, yang diimbangi seleksi dan bottleneck mtDNA di jalur sel telur; gen yang tetap tinggal di organel mungkin dipertahankan agar ekspresinya dapat diatur setempat menurut keadaan redoks (hipotesis CoRR). Selain endosimbiosis primer pada Archaeplastida, terjadi endosimbiosis sekunder dan tersier (misalnya diatom dan dinoflagelata), serta endosimbiosis primer kedua yang jauh lebih muda pada amoeba Paulinella.
Telomer. Ulangan TTAGGG diakhiri ujung 3′ untai tunggal yang melipat membentuk t-loop dan dilindungi kompleks shelterin (TRF1, TRF2, POT1, TIN2, TPP1, RAP1) agar tidak dikenali sebagai patahan untai ganda. Masalah replikasi ujung diatasi telomerase (TERT dengan cetakan RNA TERC). Sekitar 10–15% kanker mempertahankan telomer tanpa telomerase lewat rekombinasi homolog (ALT).
Jalur senesens. Respons kerusakan DNA (ATM/ATR → CHK2/CHK1 → p53) menginduksi p21CIP1 yang menghambat CDK2; p16INK4a menghambat CDK4/6, sehingga Rb tetap hipofosforilasi dan menekan E2F. Penanda: SA-β-gal pada pH 6 (mencerminkan massa lisosom), hilangnya lamin B1, SAHF, dan p16 tinggi. SASP (IL-6, CXCL8/IL-8, IL-1α, MMP, PAI-1) diatur NF-κB, C/EBPβ, dan jalur cGAS–STING yang dipicu fragmen kromatin di sitoplasma. Penghapusan sel p16+ secara genetik pada tikus INK-ATTAC menunda penyakit terkait usia dan memperpanjang median umur (Baker dkk. 2011, 2016). Senolitik seperti dasatinib + kuersetin dan navitoclax (penghambat BCL-2/BCL-xL, berisiko trombositopenia) masih dalam uji klinis awal.
Penginderaan nutrisi. Mutasi daf-2 (reseptor insulin/IGF-1) menggandakan umur C. elegans (Kenyon 1993); rapamisin, penghambat mTORC1, memperpanjang umur tikus bahkan bila mulai diberikan pada usia lanjut (Harrison dkk. 2009); AMPK dan sirtuin ikut menginderai energi. Restriksi kalori memperpanjang umur banyak hewan model, hasil pada monyet rhesus bervariasi, dan pada manusia uji CALERIE (pengurangan kalori sekitar 12% selama 2 tahun) memperbaiki faktor risiko kardiometabolik serta memperlambat penanda laju penuaan DunedinPACE, tanpa data umur. Restriksi kalori tidak dianjurkan bagi remaja yang masih tumbuh.
Kerangka etika. Kode Nuremberg (1947), Deklarasi Helsinki dari Asosiasi Dokter Sedunia (1964, revisi terbaru 2024), Laporan Belmont (1979), pedoman CIOMS (2016), dan empat prinsip Beauchamp–Childress. Pedoman KEPPKN (2017) memakai tiga prinsip umum (menghormati harkat martabat manusia, berbuat baik dan tidak merugikan, serta keadilan) dan tujuh standar kelaikan etik yang diadaptasi dari WHO (2011). Penyuntingan germinal: Konvensi Oviedo (1997) Pasal 13 melarang modifikasi genom yang diwariskan bagi negara pesertanya; WHO (2021) menerbitkan kerangka tata kelola penyuntingan genom manusia, dan pertemuan puncak internasional ketiga (2023) menyatakan penyuntingan genom yang diwariskan masih belum dapat diterima.
Kuis Bab 36
0/51. Bukti yang paling kuat bahwa mitokondria dulunya bakteri adalah…
Membran ganda, DNA melingkar tanpa histon, ribosom bergaya bakteri, pembelahan sendiri, dan kekerabatan gen dengan alfaproteobakteri adalah jejak masa lalu mitokondria. Mitokondria tidak bisa hidup bebas lagi karena sebagian besar gennya sudah pindah ke inti.
2. Percobaan Miller–Urey (1953) menunjukkan bahwa…
Percikan listrik pada campuran gas dan air menghasilkan asam amino. Percobaan ini membuktikan anak tangga pertama; terbentuknya sel hidup dari kimia belum pernah berhasil dibuat.
3. Bila seluruh sejarah Bumi (4,54 miliar tahun) dipadatkan menjadi 24 jam, manusia modern yang muncul sekitar 300 ribu tahun lalu hadir pada…
300.000 ÷ 4.540.000.000 × 86.400 detik ≈ 5,7 detik. Seluruh sejarah tertulis manusia bahkan hanya sekitar 0,1 detik terakhir.
4. Sel senesens berbeda dari sel yang mengalami apoptosis karena sel senesens…
Senesens adalah pensiun, bukan kematian: siklus sel dikunci p21 dan p16, sel tahan apoptosis, dan melepas sinyal SASP yang bila menumpuk memicu radang menahun.
5. Penyuntingan gen embrio yang diumumkan He Jiankui (2018) dikecam terutama karena…
Penyuntingan sel tubuh pasien yang tidak diwariskan sudah dipakai sebagai terapi (Bab 24). Yang dikecam adalah penyuntingan embrio tanpa kebutuhan medis, dengan risiko yang belum diketahui, persetujuan yang tidak memadai, dan dokumen etik yang dipalsukan.
Salah Ketik di Perpustakaan
Di Bab 2 kamu mengenal perpustakaan Negara Sel: nukleus yang menyimpan kertas resep bernama DNA. Kertas itu ternyata tidak abadi. Setiap hari ia tersengat sinar matahari, terkena asap, dan rusak oleh reaksi kimia di dalam sel sendiri. Saat difotokopi pun, sesekali ada huruf yang salah. Perubahan pada urutan DNA disebut mutasi. Untunglah perpustakaan punya tim korektor yang bekerja siang dan malam. Bab ini mengikuti mereka: dari mana salah ketik datang, apa akibatnya, bagaimana diperbaiki, dan apa yang terjadi bila korektornya sendiri yang rusak.
Setelah bab ini, kamu bisa
- menyebutkan sumber kerusakan DNA dari luar dan dari dalam sel;
- membedakan jenis mutasi gen (senyap, salah arti, tanpa arti, pergeseran bingkai baca) dan mutasi kromosom, serta meramalkan akibatnya pada protein;
- menjelaskan cara kerja tim perbaikan DNA: pembacaan ulang, perbaikan salah pasang, perbaikan basa, perbaikan nukleotida, dan penyambungan untai putus;
- menghubungkan perbaikan DNA yang rusak dengan penyakit, kanker, penuaan, dan terapi modern;
- menjelaskan bahwa mutasi juga menjadi sumber keragaman dan evolusi.
37.1 Kertas resep yang terus diserang
DNA adalah molekul yang kuat, tetapi tidak kebal. Kerusakannya datang dari dua arah. Dari luar: sinar ultraviolet matahari, asap rokok, racun jamur, dan radiasi. Dari dalam: air dan panas tubuh yang perlahan merusak basa, oksigen reaktif sisa kerja mitokondria, dan salah ketik saat DNA difotokopi menjelang pembelahan sel. Para ahli memperkirakan setiap sel menerima puluhan ribu kerusakan DNA setiap hari. Hampir semuanya segera diperbaiki. Kerusakan yang belum sempat diperbaiki lalu ikut tersalin ke sel anak barulah menjadi mutasi yang menetap.
Salah ketik saat fotokopi
DNA polimerase (Polim, Bab 11) memasang sekitar satu basa salah setiap 10.000 sampai 100.000 basa. Untungnya ia membaca ulang hasil kerjanya, dan tim korektor lain memeriksa lagi sesudahnya, sehingga kesalahan akhir hanya sekitar satu per satu miliar basa.
Rusak dengan sendirinya
Air dan panas tubuh membuat ribuan basa lepas dari tulang punggung DNA setiap hari, dan ratusan sitosin berubah menjadi urasil. Kerusakan "diam-diam" ini paling sering terjadi, tetapi juga paling cepat diperbaiki.
Oksigen reaktif
PLN sel (Bab 8) menghasilkan sedikit oksigen reaktif sebagai sisa pembakaran. Zat ini bisa mengubah basa G sehingga salah dibaca sebagai T. Peroksisom dan katalase (Bab 9) membantu menjinakkannya.
Dari lingkungan
Sinar UV (Bab 31), asap rokok, aflatoksin dari kacang dan jagung berjamur, radiasi, beberapa obat kemoterapi, dan sebagian virus (Bab 19) dapat merusak DNA atau menyisipkan gennya sendiri.
Jamur Aspergillus flavus tumbuh subur pada kacang tanah, jagung, dan rempah yang disimpan lembap di udara tropis yang hangat seperti di Indonesia. Racunnya, aflatoksin B1, diubah oleh enzim hati menjadi zat yang menempel kuat pada basa G. Pada kanker hati di daerah yang banyak terpapar aflatoksin dan virus hepatitis B, ilmuwan menemukan "jejak" khas: basa G pada kodon 249 gen TP53 berubah menjadi T. Buang kacang yang berjamur, berubah warna, atau terasa pahit, dan simpan bahan makanan di tempat kering. Vaksin hepatitis B (Bab 26) juga ikut melindungi hati.
37.2 Jenis mutasi: dari satu huruf sampai satu rak
Ingat bahwa resep protein dibaca per tiga huruf atau kodon (Bab 4). Karena itu, akibat sebuah salah ketik sangat bergantung pada di mana dan bagaimana ia terjadi. Kalimat yang semua katanya terdiri atas tiga huruf membantu kita membayangkannya.
| Jenis mutasi | Kalimat contoh | Akibat pada resep protein |
|---|---|---|
| Normal | IBU DAN AYU MAU MIE | Resep dibaca dengan benar. |
| Senyap (substitusi) | IBU DAN AYU MAU MIEseperti menulis BIS atau BUS: hurufnya berbeda, artinya sama | Kodon baru menunjuk asam amino yang sama, karena satu asam amino bisa punya beberapa kodon (Bab 4). Protein tidak berubah. |
| Salah arti (missense) | IBU DAN AYU BAU MIE | Satu asam amino diganti asam amino lain. Akibatnya bisa ringan, bisa juga berat, seperti pada anemia sel sabit. |
| Tanpa arti (nonsense) | IBU DAN ■ | Kodon berubah menjadi kodon STOP. Protein terputus terlalu dini dan biasanya tidak berfungsi. |
| Pergeseran bingkai baca karena delesi | IBU DNA YUM AUM IE | Satu huruf hilang, sehingga semua kata sesudahnya terbaca salah, biasanya sampai bertemu STOP yang tidak semestinya. |
| Pergeseran bingkai baca karena insersi | IBU ADA NAY UMA UMI E | Satu huruf disisipkan, dan akibatnya sama kacaunya. |
| Delesi atau insersi tiga huruf | IBU DAN MAU MIE | Satu kata hilang, sisanya tetap terbaca benar. Protein kehilangan satu asam amino; akibatnya bergantung pada pentingnya asam amino itu. |
Mutasi juga bisa terjadi di luar kalimat resep. Salah ketik pada promoter (tanda "resep dimulai di sini", Bab 3) dapat membuat gen terlalu jarang atau terlalu sering disalin. Salah ketik di tanda sambungan antara ekson dan intron membuat penyuntingan mRNA keliru. Contoh penting di Indonesia adalah mutasi IVS1-5 pada gen globin beta, penyebab talasemia beta yang paling sering ditemukan di Jawa (Bab 29).
Mutasi kromosom: salah susun satu rak
Kadang yang berubah bukan satu huruf, melainkan potongan besar kromosom yang berisi puluhan sampai ratusan gen. Biasanya terjadi ketika kedua untai DNA putus lalu disambung keliru (37.6). Perubahan jumlah kromosom, seperti trisomi 21 pada sindrom Down, juga termasuk mutasi kromosom (Bab 12).
Delesi
Sepotong kromosom hilang. Contoh: sindrom cri du chat akibat hilangnya ujung lengan pendek kromosom 5.
Duplikasi
Sepotong kromosom tersalin dua kali. Duplikasi gen juga menjadi bahan evolusi: salinan cadangan bisa berubah menjadi gen baru (Bab 36).
Inversi
Sepotong kromosom terbalik. Gen-gennya masih lengkap, tetapi gen yang terpotong di titik patahan bisa rusak.
Translokasi
Potongan dua kromosom berbeda bertukar tempat. Pada leukemia mieloid kronis, pertukaran kromosom 9 dan 22 menyambung dua gen menjadi gen gabungan BCR-ABL yang terus menyalakan pembelahan sel (Bab 14).
Mutasi somatik: di sel tubuh
Terjadi pada sel kulit, sel usus, sel paru, dan sel tubuh lainnya. Mutasi ini hanya diwariskan kepada sel-sel anak di dalam tubuh orang itu, tidak diturunkan kepada anaknya. Sebagian besar kanker berasal dari penumpukan mutasi somatik (Bab 14).
Mutasi germinal: di sel kelamin
Terjadi pada sel telur, sperma, atau sel induknya. Mutasi ini bisa diturunkan dan akan ada di setiap sel tubuh anak. Setiap bayi membawa sekitar 50–70 mutasi baru yang tidak dimiliki kedua orang tuanya; sebagian besar tidak berpengaruh apa pun.
37.3 Lab maya: salah ketik di resep globin beta
Resep yang kita uji adalah gen HBB, resep globin beta penyusun hemoglobin di eritrosit (Bab 29). Pilih contoh mutasi yang benar-benar ditemukan pada pasien, termasuk mutasi talasemia yang sering dijumpai di Indonesia, atau buat salah ketikmu sendiri: pilih nomor kodon, huruf keberapa, dan jenis perubahannya. Seperti kebiasaan para dokter, kodon 1 adalah kodon sesudah kodon mulai ATG, sehingga protein globin beta yang matang terdiri atas 146 asam amino.
Mutasi selalu membuat makhluk menjadi monster, atau sebaliknya memberi kekuatan super seperti di film.
Yang benar: sebagian besar mutasi tidak berpengaruh apa pun, karena terjadi di bagian DNA yang tidak berisi resep atau bersifat senyap. Sebagian kecil merugikan, dan sebagian sangat kecil menguntungkan dalam lingkungan tertentu (37.9). Mutasi juga tidak bisa memberi sayap atau kemampuan menembus tembok: setiap salah ketik hanya mengubah satu resep, dan kebanyakan resep baru "rusak", bukan "lebih hebat".
37.4 Tim korektor perpustakaan
Perpustakaan Negara Sel menjaga kertas resepnya dengan tiga lapis pertahanan. Lapis pertama: DNA polimerase membaca ulang setiap huruf yang baru dipasangnya. Lapis kedua: tim pemeriksa salah pasang menyisir DNA yang baru selesai difotokopi. Lapis ketiga: tim-tim khusus yang memperbaiki kerusakan kapan saja, masing-masing ahli satu jenis luka. Rahasia keberhasilan mereka adalah DNA yang terdiri atas dua untai berpasangan: bila satu untai rusak, untai pasangannya menjadi cetakan untuk menulis ulang huruf yang benar. Ketuk setiap tim di bawah.
37.5 Gunting-tempel satu baris
Sinar UV di siang hari bisa membuat dua basa T yang bersebelahan saling lengket menjadi dimer timin (Bab 31). Tangga DNA pun bengkok, dan polimerase tidak bisa membacanya. Tim perbaikan eksisi nukleotida (NER) tidak hanya mencabut satu huruf, melainkan menggunting satu baris pendek di sekitar luka lalu menulisnya ulang. Ikuti kerjanya.
Animasi perbaikan eksisi nukleotida
6 langkah1/6Luka akibat UV
Energi sinar UV-B membuat dua basa T yang bersebelahan pada satu untai saling berikatan menjadi dimer timin. Tangga DNA bengkok di tempat itu, seperti kertas yang terlipat.
2/6Dikenali
Protein pengenal (XPC) berpatroli di seluruh genom dan berhenti di bagian yang bengkok. Pada gen yang sedang disalin, RNA polimerase yang "tersandung" di luka itu sendiri yang membunyikan alarm, sehingga gen-gen penting diperbaiki lebih dahulu.
3/6Dibuka
Kompleks TFIIH, yang membawa dua helikase (Bab 11), membuka DNA di sekitar luka menjadi gelembung kecil sepanjang sekitar 30 basa. Kompleks yang sama juga membantu memulai transkripsi (Bab 3).
4/6Digunting
Dua enzim gunting (XPF dan XPG) memotong untai yang rusak di kedua sisi luka. Potongan sepanjang sekitar 24–32 huruf yang berisi dimer pun lepas.
5/6Ditulis ulang
DNA polimerase (Polim) mengisi celah dengan huruf-huruf baru, memakai untai pasangannya yang utuh sebagai cetakan: A berhadapan dengan T, G dengan C.
6/6Ditutup
DNA ligase menyambung ujung terakhir sehingga untai kembali utuh. Seluruh proses ini memerlukan lebih dari 30 jenis protein. Pada penderita xeroderma pigmentosum, salah satu protein XP rusak, sehingga luka akibat UV menumpuk dan kanker kulit muncul sejak anak-anak (Bab 31).
Para korektor di perpustakaan
Bayangkan para pustakawan yang menjaga buku resep. Ada yang memakai penghapus untuk satu huruf yang luntur (BER). Ada yang menggunting satu baris yang tercoreng lalu menulisnya kembali dengan melihat baris pasangannya (NER). Ada editor fotokopi yang mencocokkan salinan baru dengan aslinya (MMR). Bila halamannya robek menjadi dua, ada yang buru-buru menempelnya dengan lem walau beberapa huruf hilang (NHEJ), dan ada yang dengan sabar menyalin dari buku kembaran di rak sebelah (HR). Mereka semua bisa bekerja karena setiap halaman DNA ditulis dua kali, di untai dan pasangannya.
Hadiah Nobel Kimia 2015 diberikan kepada tiga ilmuwan yang memetakan kerja tim korektor. Tomas Lindahl membuktikan bahwa DNA terus rusak dengan sendirinya dan menemukan perbaikan eksisi basa. Aziz Sancar memetakan perbaikan eksisi nukleotida untuk luka akibat UV. Paul Modrich menunjukkan cara sel memperbaiki salah pasang setelah DNA difotokopi. Lindahl pernah menulis bahwa tanpa perbaikan, DNA terlalu rapuh untuk menopang kehidupan.
37.6 Kalau kedua untai putus
Luka yang paling berbahaya adalah putusnya kedua untai DNA sekaligus, karena tidak ada lagi untai pasangan yang bisa dipakai sebagai cetakan. Penyebabnya antara lain sinar-X, radiasi gamma, sebagian obat kemoterapi, dan garpu fotokopi DNA yang "tergelincir". Bila dibiarkan, ujung-ujung kromosom bisa tersambung dengan kromosom lain (translokasi) atau potongannya hilang. Sel punya dua jalan untuk menyambungnya.
Animasi perbaikan DNA yang putus dua untai
6 langkah1/6Putus
Sinar-X atau radiasi gamma memutus kedua untai di tempat yang berdekatan. Kini kromosom terbelah menjadi dua potong.
2/6Alarm
Kompleks pengenal (MRN) menempel di ujung yang putus dan memanggil kinase ATM. ATM menandai kromatin di sekitarnya seperti memasang bendera, mengumpulkan tim perbaikan, dan membangunkan p53 agar siklus sel direm (Bab 11).
3/6Jalan A: lem darurat
Cincin protein Ku memegang kedua ujung, ujung yang rusak dirapikan, lalu ligase IV menyambungnya. Cepat dan bisa dipakai kapan saja, tetapi satu-dua huruf di tempat sambungan sering hilang atau bertambah. Inilah NHEJ, jalan yang paling sering dipakai sel kita.
4/6Jalan B: dikikis
Bila DNA sudah difotokopi (fase S dan G2), sel bisa memilih jalan yang lebih teliti. Ujung-ujung yang putus dikikis sehingga tersisa untai tunggal yang menjuntai. BRCA1 membantu memilih jalan ini.
5/6Menyusup
BRCA2 memasang protein RAD51 di sepanjang untai tunggal. Untai yang terbungkus RAD51 mencari urutan yang sama pada kromatid saudara, salinan identik hasil fotokopi, lalu menyusup dan berpasangan dengannya.
6/6Tersalin
DNA polimerase menyalin huruf-huruf yang hilang dari kromatid saudara, lalu sambungannya ditutup. Hasilnya tanpa salah ketik. Inilah rekombinasi homolog (HR), mekanisme yang juga dipakai saat pindah silang di meiosis (Bab 12).
NHEJ: lem darurat
Cepat, bisa dipakai di semua fase siklus sel, tidak memerlukan cetakan. Kelemahannya, beberapa huruf di tempat sambungan bisa hilang atau bertambah. Bila ada dua patahan sekaligus, ujung yang salah bisa tersambung dan menimbulkan translokasi.
HR: salin dari saudara
Lambat tetapi teliti, karena menyalin dari kromatid saudara yang identik. Hanya bisa dipakai setelah DNA difotokopi (fase S dan G2). Memerlukan BRCA1, BRCA2, dan RAD51.
37.7 Kepala keamanan dan korektor yang mogok
Perbaikan butuh waktu. Karena itu, saat kerusakan terdeteksi, alarm ATM dan ATR membangunkan p53, kepala keamanan perpustakaan yang di Bab 14 disebut "penjaga genom". p53 adalah faktor transkripsi: ia menyalakan gen-gen yang menjalankan keputusannya.
Rem dan perbaiki
p53 menyalakan gen p21 yang menghentikan siklus sel di pos pemeriksaan (Bab 11). Sel tidak memfotokopi DNA yang rusak sampai tim perbaikan selesai bekerja.
Pensiun
Bila kerusakan menetap, sel diperintahkan berhenti membelah untuk selamanya (senesens, Bab 36). Sel tetap hidup tetapi tidak lagi menurunkan salah ketiknya.
Bunuh diri tertib
Bila kerusakan terlalu parah, p53 memerintahkan apoptosis (Bab 14). Mengorbankan satu sel lebih aman daripada membiarkannya menjadi bibit kanker.
Bila gen korektor itu sendiri yang rusak, salah ketik lain menumpuk jauh lebih cepat, seperti perpustakaan yang kehilangan editornya. Karena itu banyak gen penekan tumor (Bab 14) sebenarnya adalah gen perbaikan DNA atau gen alarmnya, dan sebagian kelainan ini diturunkan dalam keluarga.
| Kelainan | Tim yang rusak | Akibatnya |
|---|---|---|
| Xeroderma pigmentosum | Perbaikan eksisi nukleotida (gen XPA–XPG) | Kulit sangat peka matahari, bercak dan kanker kulit sejak usia anak (Bab 31) |
| Sindrom Lynch | Perbaikan salah pasang (MLH1, MSH2, MSH6, PMS2) | Kanker usus besar dan rahim pada usia muda, diturunkan dalam keluarga |
| Mutasi BRCA1 dan BRCA2 | Rekombinasi homolog | Risiko tinggi kanker payudara dan ovarium, juga prostat dan pankreas |
| Ataksia-telangiektasia | Alarm ATM | Gangguan keseimbangan dan gerak, kekebalan lemah, sangat peka radiasi, risiko limfoma |
| Anemia Fanconi | Perbaikan ikatan silang antara dua untai | Sumsum tulang gagal membuat sel darah (Bab 29), risiko leukemia |
| Sindrom Li-Fraumeni | Kepala keamanan p53 (TP53) | Berbagai kanker pada usia muda |
| Sindrom Werner | Helikase WRN | Tanda penuaan muncul sejak usia dewasa muda (Bab 36) |
37.8 Memanfaatkan titik lemah
Kerusakan DNA ternyata bisa dipakai sebagai senjata. Banyak terapi kanker bekerja dengan merusak DNA, dan sel kanker sering lebih rentan karena membelah cepat dan tim perbaikannya sudah rusak sebagian.
Radioterapi dan kemoterapi
Sinar radiasi memutus kedua untai DNA, sedangkan obat seperti sisplatin mengikat silang kedua untai. Sel kanker yang terus membelah tidak sempat memperbaiki diri. Sel normal yang cepat membelah, seperti sel folikel rambut, sumsum tulang, dan dinding usus, ikut terkena; itulah sebabnya muncul efek samping (Bab 14).
Obat penghambat PARP
Sel kanker dengan BRCA rusak sudah kehilangan jalan HR. Bila PARP juga dihambat, kerusakan kecil yang tidak diperbaiki berubah menjadi putus dua untai yang tidak bisa disambung dengan benar, dan sel kanker mati. Sel normal masih punya BRCA, sehingga tetap selamat. Konsep "dua jalan yang ditutup sekaligus" ini disebut letalitas sintetik.
Imunoterapi
Tumor dengan perbaikan salah pasang yang rusak menumpuk sangat banyak mutasi, sehingga membuat banyak protein "asing" yang mudah dikenali tentara imun (Bab 16). Obat penghambat PD-1 yang melepas rem sel T terbukti sangat efektif pada tumor seperti ini.
CRISPR
Cas9 memutus kedua untai di tempat yang dipilih (Bab 24), lalu sel memperbaikinya sendiri. Lewat NHEJ, satu-dua huruf hilang dan gen menjadi tidak berfungsi. Bila diberi cetakan DNA, sel bisa memakai jalan seperti HR untuk menyalin urutan baru ke tempat itu.
Sel normal + obat PARP
Jalan PARP ditutup obat, tetapi jalan BRCA masih terbuka. DNA tetap bisa diperbaiki dan sel bertahan.
Sel kanker BRCA rusak + obat PARP
Kedua jalan tertutup. Kerusakan DNA menumpuk sampai sel kanker mati.
37.9 Salah ketik yang berguna, dan cara menjaga perpustakaan
Tanpa mutasi tidak akan ada keragaman makhluk hidup. Dari miliaran salah ketik selama miliaran tahun, sebagian kecil ternyata menguntungkan di lingkungan tertentu, lalu disaring oleh seleksi alam (Bab 36). Tubuh kita bahkan sengaja "membuat salah ketik" di satu tempat.
Antibodi yang makin tajam
Di kelenjar getah bening, sel B yang sedang dilatih sengaja menyalakan enzim AID yang mengubah huruf-huruf di gen antibodinya. Sel B dengan antibodi yang paling pas dengan kuman dipilih dan diperbanyak (Bab 16).
Sel sabit dan malaria
Pembawa satu salinan HbS (37.3) lebih terlindung dari malaria berat, sehingga mutasi ini bertahan di daerah malaria Afrika (Bab 29). Pembawa sifat talasemia dan HbE yang banyak di Indonesia diduga juga mendapat sedikit perlindungan serupa.
Ovalositosis Asia Tenggara
Hilangnya 27 huruf, atau sembilan asam amino tanpa pergeseran bingkai baca, pada gen protein pita 3 di membran eritrosit membuat eritrosit berbentuk lonjong. Pembawanya, yang cukup banyak di Indonesia dan Papua Nugini, lebih terlindung dari malaria otak. Hampir semua pembawa hanya memiliki satu salinan; dua salinan sangat jarang dan menimbulkan anemia berat.
Tetap bisa minum susu
Beberapa mutasi di daerah pengatur gen laktase membuat gen itu tetap menyala setelah dewasa. Mutasi ini menyebar di kelompok peternak yang biasa minum susu (Bab 32).
Kita tidak bisa menghentikan semua kerusakan DNA, tetapi bisa mengurangi serangan dari luar. Jangan merokok dan hindari asap rokok orang lain. Lindungi kulit dari matahari siang dengan topi, baju, dan tabir surya (Bab 31). Simpan kacang dan jagung di tempat kering dan buang yang berjamur. Lengkapi vaksin hepatitis B dan HPV, karena kedua virus ini memicu kanker hati dan kanker leher rahim (Bab 26). Pemeriksaan sinar-X aman bila memang diperlukan dokter, dan petugas radiologi memakai pelindung serta alat pengukur dosis. Bila banyak anggota keluarga terkena kanker pada usia muda, tanyakan kepada dokter tentang konseling genetik.
Makanan hasil rekayasa genetik bisa memasukkan gen asing ke DNA kita dan membuat kita bermutasi.
Yang benar: setiap hari kita memakan DNA dari sayur, ikan, ayam, dan nasi. DNA itu dicerna oleh enzim menjadi potongan kecil dan nukleotida (Bab 33), lalu tidak masuk ke perpustakaan sel kita. DNA dari tanaman hasil rekayasa genetik dicerna dengan cara yang sama. Yang benar-benar merusak DNA adalah zat mutagen seperti asap rokok, aflatoksin, dan radiasi berlebihan, bukan "gen" dalam makanan.
Fidelitas replikasi. Polimerase replikatif δ dan ε salah memasang sekitar 10⁻⁴–10⁻⁵ per basa; eksonuklease 3′→5′ (proofreading) memperbaikinya sekitar 10²×, dan MMR (MutSα = MSH2–MSH6, MutSβ untuk lengkung insersi-delesi, MutLα = MLH1–PMS2; untai baru dikenali dari takik dan orientasi PCNA) sekitar 10²–10³× lagi, sehingga laju akhirnya ±10⁻⁹–10⁻¹⁰ per basa per pembelahan. Laju germinal manusia sekitar 1,2 × 10⁻⁸ per basa per generasi, atau ±60–70 mutasi de novo per bayi; jumlah dari ayah naik ±1,5 per tahun usia ayah dan dari ibu ±0,4 per tahun usia ibu (Jónsson dkk. 2017). Sinyal DDR: putus dua untai dikenali MRN → ATM → CHK2; untai tunggal berlapis RPA (garpu yang macet, reseksi) mengaktifkan ATR–ATRIP → CHK1. Fosforilasi H2AX (γH2AX), MDC1, RNF8/RNF168, dan 53BP1 membentuk fokus perbaikan; p53 → p21 menahan G1/S, sedangkan CHK1 menyingkirkan CDC25 untuk menahan G2/M. Pilihan jalur: 53BP1–RIF1–shieldin melindungi ujung (NHEJ: Ku70/80, DNA-PKcs, Artemis, XRCC4–ligase IV), sedangkan BRCA1–CtIP dan reseksi MRE11/EXO1/DNA2 yang bergantung CDK mengarahkan ke HR pada fase S/G2 (BRCA2–PALB2 memuat RAD51, D-loop, sintesis, resolusi atau disolusi oleh BLM). MMEJ yang bergantung Polθ menjadi cadangan rawan delesi, dan penghambat Polθ sedang diuji pada tumor defisien HR. Toleransi kerusakan: monoubikuitinasi PCNA oleh RAD18 merekrut polimerase translesi; Pol η melewati dimer siklobutana pirimidin secara relatif akurat (XP varian = defek POLH), sedangkan REV1–Pol ζ rawan galat. Ikatan silang antar-untai (sisplatin, mitomisin C, aldehida endogen) diperbaiki jalur Fanconi (monoubikuitinasi FANCD2–FANCI). Pada glioblastoma, metilasi promoter MGMT memprediksi respons terhadap temozolomid. Akibat pada mRNA: kodon stop dini yang terletak lebih dari ±50–55 nukleotida sebelum sambungan ekson-ekson terakhir memicu nonsense-mediated decay, sehingga mutasi nonsense pada ekson awal HBB memberi talasemia β⁰ resesif, sedangkan stop dini di ekson terakhir dapat lolos NMD dan menghasilkan globin tidak stabil yang bersifat dominan. Tanda tangan mutasi (Alexandrov dkk. 2013): SBS1 (deaminasi 5-metilsitosin, "jam" penuaan), SBS4 (C>A akibat tembakau), SBS7 (C>T dan CC>TT di dipirimidin akibat UV), SBS3 (defisiensi HR), SBS6/15/26 (defisiensi MMR), SBS24 (aflatoksin), SBS2/13 (APOBEC). Tumor dMMR/MSI-H dengan beban mutasi tinggi merespons blokade PD-1 (Le dkk. 2015). Letalitas sintetik: penghambat PARP menjebak PARP pada DNA dan meruntuhkan garpu replikasi, yang tidak dapat diperbaiki tanpa HR (Farmer dkk. 2005; Bryant dkk. 2005); resistansi muncul lewat mutasi reversi BRCA atau hilangnya 53BP1/shieldin. Penyuntingan genom: Cas9 → NHEJ (indel) atau HDR dengan templat; base editor (deaminase + nikase Cas9) dan prime editor (nikase Cas9–transkriptase balik + pegRNA) mengubah basa tanpa memutus dua untai (Bab 24). AID (deaminase sitidin) pada hipermutasi somatik dan peralihan kelas memanfaatkan UNG dan MMR yang sengaja "rawan galat" (Bab 16).
Kuis Bab 37
0/51. Mutasi yang mengubah sebuah kodon asam amino menjadi kodon STOP disebut mutasi…
Kodon STOP membuat ribosom berhenti terlalu dini, sehingga protein terputus. Contohnya kodon 17 AAG→TAG pada talasemia beta.
2. Hilangnya satu basa di tengah resep protein biasanya lebih merugikan daripada penggantian satu basa, karena…
Resep dibaca per tiga huruf. Kehilangan satu huruf menggeser semua "kata" sesudahnya, seperti IBU DAN AYU MAU MIE yang menjadi IBU DNA YUM AUM IE.
3. Penderita xeroderma pigmentosum sangat peka terhadap sinar matahari karena yang rusak adalah…
Dimer timin akibat UV diperbaiki dengan menggunting satu baris pendek DNA (NER). Bila tim ini rusak, luka akibat UV menumpuk dan memicu kanker kulit.
4. Rekombinasi homolog hanya bisa dipakai setelah DNA difotokopi (fase S dan G2) karena…
HR menyalin huruf yang benar dari kromatid saudara, salinan identik yang baru ada setelah DNA difotokopi. Di fase G1, sel lebih banyak memakai NHEJ.
5. Obat penghambat PARP dapat membunuh sel kanker dengan BRCA rusak tetapi relatif aman bagi sel normal, karena…
Inilah letalitas sintetik: menutup satu jalan masih bisa ditoleransi, tetapi menutup dua jalan sekaligus mematikan. Hanya sel kanker yang sudah kehilangan jalan BRCA.
Kisi-kisi & Paket Ujian
Enam paket ujian siap pakai yang disusun dari bank soal, satu paket untuk setiap semester. Setiap paket punya dua versi (A dan B) dengan soal berbeda, sehingga dapat dipakai untuk dua ruang ujian atau untuk ujian susulan. Setiap versi dilengkapi kisi-kisi, naskah soal, serta kunci dan pedoman penskoran.
Setiap versi berisi 40 soal tingkat SMP–SMA: 25 pilihan ganda, 5 benar–salah, 5 isian singkat, dan 5 uraian, dengan waktu pengerjaan yang disarankan 90 menit. Soal dipilih secara merata dari setiap bab dalam paket, dan susunannya selalu sama sehingga naskah di layar sama dengan PDF. Soal tingkat kuliah tetap tersedia di Bank Soal untuk pengayaan. Guru bebas mengganti, menambah, atau mengurangi soal sesuai kebutuhan kelas.
Paket 1 kini juga memuat Bab 37 (mutasi DNA dan perbaikannya), sehingga susunan soal Paket 1 versi A dan B berubah. Lembar Paket 1 yang baru bertanda Rev. 7 Okt 2026 di pojok kanan atas. Bila Anda sudah mencetak atau mengunduh Paket 1 sebelum tanggal ini, unduh ulang agar kisi-kisi, naskah, dan kunci saling cocok. Paket 2–6 tidak berubah.
| Paket | Tema | Bab | Saran pemakaian |
|---|
Laboratorium Kelas
Setiap bab punya satu LKPD: kegiatan praktikum sederhana, eksperimen maya memakai simulator buku, atau diskusi kasus. Pilih bab, kerjakan langsung, atau cetak untuk dibagikan di kelas.
Centang Tampilkan kunci & rubrik untuk melihat jawaban yang diharapkan dan rubrik penilaian skala 1–4. Tombol Cetak / simpan PDF hanya mencetak lembar kerja (tanpa menu buku). Cetak tanpa kunci untuk siswa, dan dengan kunci untuk pegangan guru. Kegiatan yang memakai bahan kimia, listrik, atau makanan dilengkapi catatan keselamatan.
Gudang Soal Negara Sel
Dua puluh soal untuk setiap bab: 8 soal tingkat SMP, 8 soal tingkat SMA, dan 4 soal tingkat kuliah. Bentuknya pilihan ganda, benar–salah, isian singkat, dan uraian, dari mengingat (C1) sampai mencipta (C6).
Satu Pempek, Satu Negara
Selamat, kamu sudah berkeliling Negara Sel! Mari lihat kembali perjalanan besar sebuah "pempek": dari resep di perpustakaan sampai menjadi surat yang membuka pintu di sel lain.
P.1 Peta besar perjalanan
- PerpustakaanGen INS di DNA, dalam kromosom 11 di nukleus
- Menyalin resepTranskripsi oleh RNA polimerase → mRNA → splicing → ekspor
- DapurTranslasi: kodon dibaca, tRNA mengantar asam amino
- PackingPeptida sinyal → SRP → RE kasar: dilipat, dikunci S–S, lolos QC
- EkspedisiGolgi memodifikasi, menyortir, memberi alamat
- KurirKinesin membawa vesikel di jalan tol mikrotubulus
- PelabuhanEksositosis teregulasi saat Ca²⁺ masuk
- Surat diterimaInsulin menempel di reseptor → estafet IRS-1 → PI3K → Akt
- Pintu dibukaVesikel GLUT4 dipasang → glukosa masuk
- ListrikGlukosa dibakar di mitokondria → ATP
- Bersih-bersihLisosom, proteasom & peroksisom mendaur ulang sampah
Kisah hidup sebuah sel
- LahirSperma (n) + sel telur (n) → zigot (2n). Bab 12
- Tumbuh menjadi bayiPembelahan → blastokista → tiga lapisan → organ. Bab 13
- Serba bisaZigot → sel punca pluripoten. Bab 15
- Memilih profesiDiferensiasi: membuka bab tertentu, menggembok sisanya.
- BekerjaMenyalin resep, memasak protein, berkirim surat. Bab 3–8
- MembelahFotokopi DNA → mitosis, dijaga pos pemeriksaan. Bab 11
- PensiunApoptosis yang rapi, sampahnya didaur ulang. Bab 9
- Terluka dan pulihAdaptasi, nekrosis atau apoptosis, lalu regenerasi atau parut. Bab 17
- Bila memberontakGas macet + rem blong → kanker. Bab 14
- Dijaga tentaraSel imun menangkap penyusup dan pemberontak. Bab 16
Sungai merah dan siaran istana
- GalanganSel punca darah di sumsum tulang membuat semua sel darah. Bab 29
- Kapal oksigenEritrosit memuat O₂ di paru dan melepasnya di otot (efek Bohr).
- PLNO₂ dipakai mitokondria untuk membuat ATP. Bab 8
- Siaran istanaHipotalamus → hipofisis → kelenjar; hormon menumpang sungai darah. Bab 30
- TermostatUmpan balik negatif menjaga kadar hormon tiroid dan jumlah eritrosit (EPO).
- PatroliLeukosit menembus dinding pembuluh menuju infeksi. Bab 16
Dua perbatasan dengan dunia luar
- Tembok bataKorneosit + semen lemak menahan air dan kuman. Bab 31
- Payung melaninMelanosit melindungi DNA dari sinar UV.
- Penjaga menaraSel Langerhans mengintai penyusup di kulit. Bab 16
- Pagar lendirLendir dua lapis dan IgA memisahkan warga usus dari dinding. Bab 32
- Tamu penyewaBakteri memfermentasi serat menjadi butirat.
- Selalu diperbaruiSel punca kulit dan kripta usus mengganti sel tanpa henti. Bab 15
Salah ketik dan tim korektor
- Kertas resepDNA dua untai berpasangan menyimpan resep. Bab 2
- SeranganUV, asap rokok, aflatoksin, radiasi, oksigen reaktif, dan salah ketik fotokopi. Bab 37
- KorektorBaca ulang, MMR, BER, NER, NHEJ, dan HR memperbaiki hampir semua luka.
- Kepala keamananp53 mengerem siklus sel, memensiunkan sel, atau memerintahkan apoptosis. Bab 11
- Bila gagalMutasi menumpuk pada gen pengatur pembelahan: kanker. Bab 14
- Bila beruntungSebagian kecil mutasi menguntungkan dan menjadi bahan evolusi. Bab 36
Energi dari matahari sampai otot
- MatahariCahaya ditangkap klorofil di membran tilakoid. Bab 21
- Dapur gulaReaksi terang → ATP + NADPH → siklus Calvin → glukosa.
- Lumbung patiGlukosa disimpan sebagai pati di amiloplas batang sagu. Bab 20
- PempekPati sagu dimakan dan dicerna menjadi glukosa.
- Gula darahInsulin membuka pintu GLUT4 di sel otot. Bab 7
- PLN selGlikolisis → siklus Krebs → rantai elektron. Bab 8
- ATPToken listrik untuk otot bergerak, dan CO₂ kembali ke daun.
Dari mesin sel menjadi alat manusia
- Polimerase → PCRMesin fotokopi DNA (Bab 11) menjadi tes swab. Bab 24
- Plasmid → insulinBuku saku bakteri (Bab 18) menjadi pabrik insulin (Bab 7). Bab 24
- Antibodi → ELISA & IHKBorgol tentara (Bab 16) menjadi anjing pelacak protein. Bab 25
- Ribosom → vaksin mRNADapur sel (Bab 4) memasak foto buronan virus. Bab 26
- CRISPR → terapi genArsip kekebalan bakteri menjadi obat talasemia. Bab 24
- Sel T → CAR-TTentara pasien diberi kacamata pemburu kanker. Bab 26
- Keping darah & sel punca → AGF & sekretomGudang surat dipanen menjadi surat penyembuh. Bab 27
- Endosom → eksosomPaket mini sel menjadi obat, pembawa obat, dan alat diagnosis. Bab 28
Kesehatan tubuh bergantung pada komunikasi yang lancar antara triliunan sel. Setiap langkah, mulai dari menyalin resep, memasak, mengemas, mengirim, menerima, sampai merespons, adalah titik yang bisa gagal. Memahami letak kegagalannya adalah langkah pertama ilmuwan dan dokter untuk menemukan obatnya.
P.2 Ingat-ingat: ringkasan tiap bab
1 · Negara Sel
- Sel = unit terkecil kehidupan; tubuh ±30 triliun sel.
- Organela = lembaga negara dengan tugas khusus.
- Sel tumbuhan: dinding, kloroplas, vakuola sentral. Bakteri: tanpa inti bermembran.
2 · Perpustakaan
- Nukleus → kromosom (46) → DNA → gen → kodon → nukleotida.
- Pasangan basa: A–T, G–C.
- Semua sel punya DNA sama, tetapi membaca gen berbeda.
3 · Transkripsi
- RNA polimerase menyalin untai cetakan menjadi mRNA (T → U).
- Pra-mRNA diberi topi 5′, ekor poli-A, lalu intron dibuang.
- Splicing alternatif: satu gen, banyak varian protein.
4 · Translasi
- Kodon (3 huruf) → asam amino; AUG mulai, UAA/UAG/UGA stop.
- tRNA membawa asam amino; antikodon berpasangan dengan kodon.
- Struktur protein: primer → sekunder → tersier → kuaterner.
5 · Pengiriman
- Peptida sinyal + SRP → ribosom menempel di RE.
- RE kasar = packing & QC; Golgi = ekspedisi & alamat.
- Kinesin ke pinggir, dinein ke pusat; eksositosis lewat SNARE.
6 · Komunikasi
- Pengirim → molekul sinyal (ligan) → reseptor → respons.
- Sinyal larut air: reseptor membran. Larut lemak: reseptor di dalam sel.
- Penerimaan → transduksi (amplifikasi) → respons.
7 · Insulin & diabetes
- Sel beta: ATP naik → K⁺ tertutup → Ca²⁺ masuk → insulin dilepas.
- Insulin → Akt → rem AS160 lepas → GLUT4 terpasang.
- DM tipe 1: pengirim rusak. DM tipe 2: penerima kurang dengar.
8 · Mitokondria & energi
- Glikolisis (sitoplasma): +2 ATP, 2 NADH, 2 piruvat. Krebs per putaran: 2 CO₂, 3 NADH, 1 FADH₂, 1 ATP.
- Fosforilasi tingkat substrat (±4 ATP) vs oksidatif (±26–28 ATP); total ±30–32.
- Bahan bakar: karbohidrat, lemak (β-oksidasi), protein → asetil-KoA; cadangan fosfokreatin & fermentasi.
9 · Kebersihan
- Lisosom: asam (pH ±4,5–5), ±60 enzim; autofagi = daur ulang.
- Ubiquitin → proteasom; peroksisom: katalase urai H₂O₂.
- Apoptosis = kematian sel yang rapi dan terprogram.
10 · Membran & sitoskeleton
- Lapis ganda fosfolipid, model mozaik cair.
- Difusi, osmosis, difusi terfasilitasi, transpor aktif, endositosis.
- Mikrotubulus, aktin, filamen intermediet; silia 9+2.
11 · Siklus sel & mitosis
- G1 → S → G2 → M; G0 = istirahat.
- Replikasi DNA semikonservatif oleh DNA polimerase.
- Profase → prometafase → metafase → anafase → telofase + sitokinesis.
12 · Meiosis & pewarisan
- 2n (46) → 4 sel haploid n (23), semuanya unik.
- Pindah silang dan pemilahan bebas → keragaman.
- Alel dominan/resesif; golongan darah ABO; nondisjungsi.
13 · Embriologi
- Pembuahan di ampula → zigot → morula → blastokista → implantasi (hCG).
- Gastrulasi: ektoderm (saraf, kulit), mesoderm (otot, tulang, darah, jantung), endoderm (usus, hati, pankreas, paru).
- Organogenesis minggu 3–8 paling peka teratogen; asam folat sebelum hamil.
14 · Kanker
- Onkogen = gas macet; gen penekan tumor = rem blong.
- Tumor → angiogenesis → invasi → metastasis.
- Pencegahan: tanpa rokok, vaksin HPV & hepatitis B, deteksi dini.
15 · Sel punca
- Totipoten → pluripoten → multipoten → unipoten.
- Diferensiasi = membuka dan menggembok bab resep.
- iPSC (Yamanaka); transplantasi sumsum tulang sudah terbukti.
16 · Imunitas
- Benteng → pasukan bawaan → pasukan khusus (T & B).
- Dendritik → T helper → sel plasma (antibodi) & T sitotoksik.
- Vaksin membentuk sel memori; alergi dan autoimun = tentara keliru.
17 · Cedera & perbaikan
- Adaptasi: hipertrofi, hiperplasia, atrofi, metaplasia.
- Iskemia: ATP turun → sel bengkak (reversibel) → nekrosis; apoptosis rapi lewat kaspase.
- Regenerasi vs parut; luka: hemostasis → inflamasi → proliferasi → remodeling.
18 · Bakteri
- Prokariota: tanpa nukleus, DNA di nukleoid, plus plasmid.
- Membelah biner tiap ±20 menit; kebanyakan kawan, sebagian lawan (TBC).
- Antibiotik menyerang bagian khas bakteri; resistensi = bakterinya yang kebal.
19 · Virus
- Bukan sel: kapsid + DNA/RNA (+ amplop), ibarat flashdisk berisi program.
- Menempel → masuk → membajak dapur sel → merakit → keluar.
- Dicegah vaksin; antibiotik tidak mempan untuk virus.
20 · Sel Tumbuhan
- Tambahan: dinding selulosa, vakuola sentral, plastida.
- Turgor membuat tanaman tegak; plasmolisis membuatnya layu.
- Jamur: dinding kitin, tanpa kloroplas (tempe, tapai).
21 · Fotosintesis
- 6CO₂ + 6H₂O + cahaya → glukosa + 6O₂; O₂ berasal dari air.
- Reaksi terang (tilakoid) → ATP + NADPH → siklus Calvin (stroma).
- Faktor pembatas: cahaya, CO₂, suhu.
22 · Sel Saraf
- Dendrit menerima, akson mengirim, terminal meneruskan; mielin = isolasi.
- Istirahat −70 mV; ambang → Na⁺ masuk, K⁺ keluar: potensial aksi (semua atau tidak sama sekali).
- Sinaps: Ca²⁺ → eksositosis neurotransmiter → reseptor.
23 · Sel Otot
- Rangka, jantung (lurik), dan polos.
- Sarkomer: miosin menarik aktin (filamen geser); Ca²⁺ membuka, ATP melepas.
- Kontraksi membuka GLUT4 tanpa insulin: olahraga membantu diabetes.
24 · Bioteknologi DNA
- PCR: 95 → 60 → 72 °C, berlipat ganda; Ct kecil = virus banyak.
- Gel: DNA kecil lari lebih jauh; sekuensing membaca huruf.
- Insulin rekombinan; CRISPR-Cas9 memotong gen dengan RNA pemandu.
25 · Bioteknologi Protein
- Antibodi primer mengenali, sekunder membawa penanda.
- ELISA: berapa banyak; rapid test: ada/tidak (garis C wajib).
- Western blot: ukuran protein; IHK: lokasi protein di jaringan.
26 · Vaksin & Terapi
- Enam jenis vaksin; mRNA = resep dalam nanopartikel lipid.
- mRNA dibaca ribosom, tidak masuk inti, terurai dalam hitungan hari.
- Antibodi monoklonal, CAR-T, terapi gen; uji klinis fase 1–4.
27 · Agen biologis
- Agen biologis: besar, rumit, peka panas, umumnya disuntikkan.
- Faktor pertumbuhan (PDGF, TGF-β, VEGF…) disimpan di granula alfa keping darah; PRP memekatkannya, AGF melepas, menyaring, dan menakarnya (TGF-β1).
- Sekretom: protein + vesikel dari sel punca; efek parakrin. Bukti, mutu, dan aturan (Permenkes 32/2018) wajib diperhatikan.
28 · Sel punca & eksosom
- Terapi sel (mengirim tukang) vs terapi bebas sel (mengirim paket).
- Produk sel dibuat sesuai CPOB: donor → biak → uji ISCT & mutu → beku −196 °C → pasien.
- Eksosom (30–150 nm) lahir di MVB, membawa protein & mikroRNA; baku: transplantasi sel punca darah; eksosom belum ada yang disetujui FDA.
29 · Sel darah
- Darah = plasma ±55% + sel ±45% (hematokrit). Semua sel darah lahir dari sel punca di sumsum tulang; EPO dari ginjal memesan eritrosit baru.
- Eritrosit tanpa inti dan mitokondria, berisi ±270 juta hemoglobin (4 O₂ per molekul). Efek Bohr melepas O₂ di jaringan; CO₂ diangkut terutama sebagai HCO₃⁻.
- Leukosit: Nenek Lina Makan Es Buah. Hemostasis: menyempit → sumbat trombosit → fibrin → fibrinolisis. ABO dan Rh menentukan kecocokan transfusi.
30 · Hormon & sistem endokrin
- Hormon = siaran radio lewat darah; hanya sel dengan reseptor cocok yang mendengar (saraf = telepon kabel yang cepat dan pribadi).
- Poros hipotalamus → hipofisis → kelenjar sasaran (TRH → TSH → T4/T3) dijaga umpan balik negatif seperti termostat; umpan balik positif: oksitosin saat persalinan, lonjakan LH.
- Kurang yodium → T4 ↓, TSH ↑ → gondok (GAKY); dicegah garam beryodium, dan hipotiroid kongenital dicari lewat SHK.
31 · Sel kulit
- Kulit = tembok bata hidup: epidermis (keratinosit, melanosit, sel Langerhans, sel Merkel), dermis (fibroblas, kolagen, pembuluh, saraf, kelenjar), dan hipodermis berlemak.
- Keratinosit lahir di lapisan basal, naik, lalu mengalami kornifikasi menjadi korneosit; lapisan tanduk = bata (korneosit) + semen (seramida, kolesterol, asam lemak), berganti kira-kira tiap 4 minggu.
- UV merusak DNA → p53 → α-MSH → MC1R → tirosinase → payung melanin di atas inti; jumlah melanosit hampir sama pada semua warna kulit. UVB juga memulai vitamin D (kulit → hati → ginjal); SPF hanya berlaku bila dioles cukup tebal.
32 · Mikrobiota usus
- ±38 triliun bakteri (kira-kira 1 : 1 dengan sel manusia), terpadat di usus besar; dipisahkan dari dinding oleh lendir dua lapis, IgA, dan sel Treg.
- Serat → fermentasi → asetat, propionat, butirat (±3 : 1 : 1); butirat = bahan bakar kolonosit dan penenang tentara; resistensi kolonisasi.
- Antibiotik mengguncang kampung (risiko C. difficile); transplantasi mikrobiota untuk C. difficile berulang; probiotik bergantung galur, pangan fermentasi tidak otomatis probiotik.
33 · Enzim
- Enzim = katalis hayati: menurunkan energi aktivasi, tidak ikut habis, dan spesifik; sisi aktif bekerja dengan kecocokan terinduksi.
- Laju dipengaruhi suhu (optimum, lalu denaturasi), pH (pepsin ±2, amilase ±7, tripsin ±8), konsentrasi substrat (jenuh), kofaktor, dan koenzim dari vitamin B.
- Inhibitor kompetitif vs nonkompetitif; obat (penisilin, aspirin, statin) dan racun (sianida, organofosfat); enzim pencernaan memotong pempek menjadi glukosa dan asam amino.
34 · Mikroskop & teori sel
- Batas pisah: mata ±0,1 mm, mikroskop cahaya ±200 nm (Abbe: d ≈ λ ÷ 2NA), mikroskop elektron < 1 nm. Perbesaran total = okuler × objektif; bidang pandang = nomor bidang ÷ objektif.
- Hooke 1665 (gabus, cell) → Leeuwenhoek 1674 (bakteri) → Brown 1831 (inti) → Schleiden–Schwann 1838–39 (teori sel) → Remak–Virchow 1852–55 (omnis cellula e cellula) → Knoll–Ruska 1931 (mikroskop elektron).
- Preparat basah: tutup miring 45°, warnai dari tepi, mulai 4×, makrometer hanya di 4×/10×; pewarnaan, GFP, konfokal, super-resolusi, TEM, SEM, krio-EM saling melengkapi.
35 · Jaringan dan organ
- Sel → jaringan → organ → sistem organ → organisme (warga → kampung → kota → provinsi → negara besar); empat jaringan dasar hewan: epitel, ikat, otot, saraf; sel bersatu lewat kadherin, matriks ekstraseluler, dan sinyal.
- Tulang = beton bertulang (hidroksiapatit + kolagen tipe I) yang terus dirombak: osteoklas membongkar, osteoblas membangun, osteosit menjadi sensor; ±10% kerangka dewasa diganti per tahun. Hepatosit = pabrik serba bisa (glikogen, albumin, penawar racun, empedu) yang mampu beregenerasi.
- Nefron menyaring ±180 L/hari (LFG ±125 mL/menit) dan menyerap kembali >99%; glukosa muncul di urin di atas ambang ginjal ±180 mg/dL; ADH memasang akuaporin di duktus pengumpul.
36 · Asal-usul sel, penuaan & bioetika
- Bumi ±4,54 miliar tahun; kehidupan tertua ≥3,5 miliar tahun (stromatolit); Miller–Urey, dunia RNA (ribozim), protosel asam lemak; LUCA dan tiga domain (Woese); Peristiwa Oksidasi Besar ±2,4–2,3 miliar tahun oleh sianobakteri.
- Endosimbiosis (Margulis 1967): inang kerabat arkea Asgard + alfaproteobakteri → mitokondria; sianobakteri → kloroplas; bukti: membran ganda, DNA melingkar, ribosom bergaya bakteri, pembelahan sendiri, silsilah gen. Di jam Bumi, manusia hadir ±5,7 detik sebelum tengah malam.
- Batas Hayflick (±40–60 pembelahan), senesens lewat p53–p21 dan p16–Rb, SASP; empat prinsip bioetika, persetujuan setelah penjelasan, KEPK/KEPPKN; kasus HeLa, Dolly, bayi hasil sunting gen, wisata sel punca.
37 · Mutasi DNA & perbaikannya
- DNA setiap sel rusak puluhan ribu kali sehari: dari luar (UV → dimer timin, asap rokok, aflatoksin, sinar-X) dan dari dalam (basa lepas atau berubah, oksigen reaktif, salah ketik polimerase ±1 per 10⁴–10⁵ basa, menjadi ±1 per 10⁹ setelah dikoreksi).
- Mutasi gen: senyap, salah arti (HbS: GAG→GTG, Glu→Val), tanpa arti (STOP dini), pergeseran bingkai baca (sisipan atau delesi bukan kelipatan tiga), delesi tiga huruf; mutasi kromosom: delesi, duplikasi, inversi, translokasi. Somatik tidak diturunkan, germinal diturunkan.
- Tim korektor: baca ulang polimerase, MMR (salah pasang; sindrom Lynch), pembalikan langsung (MGMT), BER (satu basa), NER (satu baris; XP), NHEJ (lem cepat, bisa salah) dan HR (salin dari kromatid saudara; BRCA1/2, RAD51). p53 mengerem siklus sel, memensiunkan sel, atau memerintahkan apoptosis.
- Pemanfaatan: radioterapi dan kemoterapi, penghambat PARP (letalitas sintetik), imunoterapi tumor dMMR, CRISPR (NHEJ atau HDR). Mutasi berguna: antibodi (AID), HbS dan ovalositosis melawan malaria, persistensi laktase.
P.3 Untuk guru: ide kegiatan kelas
Setiap kegiatan di bawah ini sudah dikembangkan menjadi lembar kerja lengkap yang siap cetak di bagian LKPD, dan setiap bab punya 20 soal berjenjang di Bank Soal.
| Bab | Kegiatan | Bahan | Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Bermain peran "Negara Sel": tiap kelompok menjadi satu organela dan mempresentasikan KTP-nya | Kertas karton, spidol | 2×45′ |
| 2 | Ekstraksi DNA stroberi; model tangga DNA dari sedotan dan manik-manik warna A/T/G/C | Stroberi, sabun cuci piring, garam, alkohol dingin | 2×45′ |
| 3 | "Juru salin" berpasangan: satu membacakan untai cetakan, satu menulis mRNA, lalu bertukar peran | Kartu huruf | 45′ |
| 4 | Dapur Ribo versi kartu: lomba merangkai protein "PEMPEK" dari kartu kodon dan kartu tRNA | Kartu kodon/tRNA | 45′ |
| 5 | Simulasi rantai kiriman paket berlabel alamat; studi kasus fibrosis kistik | Kardus kecil, stiker | 45′ |
| 6 | Permainan kunci–gembok: "surat" berbentuk geometri mencari "kotak surat" yang pas | Potongan kertas bentuk | 45′ |
| 7 | Eksperimen memakai simulator gula darah; membaca label gizi minuman manis; diskusi pencegahan diabetes | Gawai, label kemasan | 2×45′ |
| 8 | Fermentasi ragi + gula dalam botol bertutup balon; ukur besar balon tiap 10 menit; lomba menyusun "buku kas ATP" satu glukosa | Ragi roti, gula, botol, balon | 45′ |
| 9 | Uji katalase: H₂O₂ 3% pada hati ayam mentah vs direbus | Hati ayam, H₂O₂ 3%, sarung tangan | 45′ |
| 10 | Osmosis irisan kentang dalam air tawar vs air garam; ukur panjang sebelum–sesudah | Kentang, garam, penggaris | 45′ + 1 malam |
| 11 | Mengamati mitosis di ujung akar bawang merah (pewarnaan asetokarmin); model kromosom dari plastisin | Bawang merah, mikroskop, plastisin | 2×45′ |
| 12 | Simulasi meiosis dengan pasangan kaus kaki berwarna; lempar dua koin untuk diagram Punnett | Kaus kaki, koin | 45′ |
| 13 | Membuat model perkembangan embrio dari plastisin berwarna (zigot, morula, blastokista, tiga lapisan); membuat poster pencegahan cacat bawaan | Plastisin tiga warna, karton | 2×45′ |
| 14 | Poster "8 pelanggaran sel kanker" dan kampanye pencegahan (anti rokok, vaksin HPV) | Karton, spidol | 45′ |
| 15 | Bukit Waddington dari karton bergelombang dan kelereng; diskusi kritis iklan "terapi sel punca" | Karton, kelereng | 45′ |
| 16 | Bermain peran operasi penangkapan virus; membaca jadwal imunisasi di buku KIA | Kartu peran, buku KIA | 45′ |
| 17 | Sortir kartu: apoptosis vs nekrosis, sel labil/stabil/permanen; eksperimen maya klinik luka dan diskusi perawatan luka yang benar | Kartu, gawai | 45′ |
| 18 | Membuat yoghurt atau mengamati jamur tempe dan bakteri yoghurt dengan mikroskop; diskusi "minum antibiotik sampai habis" | Susu, starter yoghurt, mikroskop | 45′ + 1 malam |
| 19 | Membuat model virus (kapsid dari kertas lipat); simulasi penularan dengan "salaman" dan tepung glitter | Kertas, tepung/glitter | 45′ |
| 20 | Mengamati sel epidermis bawang merah atau Rhoeo discolor, lalu teteskan larutan garam untuk melihat plasmolisis | Bawang/Rhoeo, garam, mikroskop | 2×45′ |
| 21 | Hitung gelembung Hydrilla pada jarak lampu berbeda; uji amilum daun yang sebagian ditutup kertas timah dengan iodin (lugol) | Hydrilla, lampu, soda kue, lugol, alkohol | 2×45′ |
| 22 | Uji waktu reaksi "penggaris jatuh" berpasangan, uji refleks lutut, dan membuat model neuron dari kawat bulu dan plastisin | Penggaris 30 cm, kawat bulu, plastisin | 45′ |
| 23 | Model sarkomer dari dua sisir yang disisipkan; lomba menjepit jepitan jemuran selama 1 menit berulang untuk merasakan kelelahan otot; membandingkan daging paha dan dada ayam | Sisir, jepitan jemuran, daging ayam | 45′ |
| 24 | Simulasi PCR dengan kartu untai DNA; elektroforesis pewarna makanan pada gel agar-agar dengan baterai 9 V (diawasi guru); diskusi etika sunting gen | Kartu huruf, agar-agar, baterai 9 V, pewarna makanan | 2×45′ |
| 25 | Simulasi ELISA memakai air kunyit sebagai "substrat" yang memerah pada sampel basa (air soda kue); latihan membaca foto hasil rapid test | Kunyit, soda kue, gelas plastik bening | 45′ |
| 26 | Bermain peran perjalanan vaksin mRNA (LNP, ribosom, sel dendritik, sel T dan B); memeriksa hoaks vaksin dengan sumber tepercaya (Kemenkes, BPOM, WHO) | Kartu peran, gawai | 45′ |
| 27 | Model lapisan sentrifugasi dengan sirup, air, dan minyak; menyusun kartu urutan pembuatan PRP dan AGF; "pemeriksa klaim" iklan terapi sel punca dan sekretom memakai daftar periksa | Gelas bening, sirup, minyak, kartu, gawai | 2×45′ |
| 28 | Menyusun kartu alur "pabrik obat hidup" dan uji mutunya; eksperimen maya memisahkan eksosom; memilah terapi ke dalam peta bukti | Kartu, gawai | 2×45′ |
| 29 | "Detektif hasil lab": menafsirkan kasus darah lengkap di lab maya; mengisi matriks kecocokan golongan darah; bermain peran tim tambal tanggul (hemostasis) dengan benang wol sebagai fibrin; diskusi mitos jus jambu dan DBD | Gawai, kartu peran, benang wol | 2×45′ |
| 30 | Menggambar alur poros tiroid dan umpan baliknya; mencatat pola TRH–TSH–T4 di simulator termostat tiroid dan memecahkan kartu kasus (data rekaan); survei label garam beryodium di rumah | Gawai, kartu, kemasan garam | 2×45′ |
| 31 | Menghitung waktu sampai kulit memerah pada enam tipe kulit dan pengaruh tebal olesan tabir surya di lab maya UV; mengukur bayangan tongkat (atau data rekaan) untuk aturan bayangan; survei label tabir surya (SPF, PA, izin edar BPOM, Cek KLIK) | Gawai, tongkat 1 m, meteran, kemasan tabir surya | 2×45′ |
| 32 | Eksperimen maya "kebun warga usus" (pola makan, antibiotik, probiotik); "detektif label" mengelompokkan probiotik, prebiotik, dan pangan fermentasi serta menilai klaim iklan; catatan serat makanan 3 hari | Gawai, kemasan makanan, lembar catatan | 2×45′ |
| 33 | Praktikum puding gelatin dengan nanas segar, nanas rebus, nanas kaleng, dan pepaya (kontrol: air); eksperimen maya laju enzim pada berbagai suhu, pH, substrat, dan inhibitor | Gelatin bubuk, nanas, pepaya, gelas plastik, kulkas, gawai | 2×45′ |
| 34 | Praktikum mikroskop: preparat basah epidermis bawang merah (lugol) dan daun Hydrilla; menghitung perbesaran, bidang pandang, dan ukuran sel; mengamati aliran sitoplasma; lab maya mikroskop sebagai cadangan (bakteri yoghurt 400× vs 1.000× minyak imersi) | Mikroskop sekolah, kaca preparat & penutup, bawang merah, Hydrilla, lugol, gawai | 2×45′ |
| 35 | Membedah paha ayam matang untuk mengenali jaringan (kulit, otot, tendon, tulang rawan, tulang, lemak); percobaan tulang dalam cuka dengan pembanding air; eksperimen maya nefron (glukosa darah, minum, kerusakan glomerulus, obat SGLT2) | Paha ayam matang, lup, cuka, timbangan, gawai | 2×45′ |
| 36 | Membuat tali waktu berskala (1 mm = 1 juta tahun) dan menghitung jam Bumi, lalu memeriksanya di lab maya mesin waktu; menyusun tabel bukti endosimbiosis; sidang komisi etik mini dengan kartu peran (kasus rekaan) | Tali rafia 4,6 m, meteran, kartu, gawai | 2×45′ |
| 37 | "Detektif Salah Ketik": fotokopi kilat kodon gen globin beta dalam tiga ronde (tanpa periksa, baca ulang, dan dengan teman sebagai korektor) lalu menghitung salah ketik; menyelidiki mutasi di lab maya (senyap, salah arti, tanpa arti, pergeseran bingkai baca) dan menghubungkannya dengan talasemia dan sel sabit; kartu kasus korektor yang mogok (XP, Lynch, BRCA1) | Kartu resep, lembar kotak salinan, pensil merah, stopwatch, gawai | 2×45′ |
P.4 Glosarium
- Aflatoksin
- Racun jamur Aspergillus flavus pada kacang dan jagung yang disimpan lembap; setelah diubah enzim hati, menempel pada basa G dan memicu kanker hati.
- Agen biologis
- Obat atau produk terapi yang dibuat oleh atau diambil dari makhluk hidup, misalnya vaksin, antibodi, insulin rekombinan, PRP, dan sekretom.
- AGF
- Activated growth factor: cairan bebas sel hasil aktivasi keping darah (PRP) yang disaring dan takarannya distandarkan berdasarkan kadar TGF-β1.
- Aglutinasi
- Penggumpalan sel, misalnya eritrosit, karena diikat antibodi; dasar uji golongan darah dan penyebab reaksi transfusi.
- Agrekan
- Protein bergula besar di tulang rawan yang menahan air sehingga tulang rawan kenyal.
- Akson
- Tonjolan panjang neuron yang membawa potensial aksi menjauhi badan sel; kabel pengirim.
- Aktin
- Protein filamen tipis; pada otot menjadi tali yang ditarik miosin.
- Akuaporin
- Protein kanal khusus untuk air di membran sel.
- Alel
- Versi berbeda dari satu gen, seperti edisi berbeda dari resep yang sama.
- Aliran sitoplasma
- Gerak sitoplasma berkeliling di dalam sel tumbuhan (siklosis) yang membawa kloroplas, digerakkan miosin di atas benang aktin; tampak jelas pada daun Hydrilla.
- Alogenik
- Berasal dari donor lain dalam spesies yang sama.
- Ambang ginjal
- Kadar glukosa darah, sekitar 180 mg/dL, saat glukosa mulai muncul di urin karena muatannya melampaui kemampuan angkut tubulus.
- Ambang rangsang
- Tegangan (±−55 mV) yang harus dicapai agar potensial aksi terjadi.
- Amilase
- Enzim pemotong pati yang dibuat kelenjar ludah dan pankreas.
- Amiloplas
- Plastida tanpa pigmen yang menyimpan pati, misalnya di batang sagu dan umbi kentang.
- Amplifikasi sinyal
- Pembesaran pesan: satu molekul sinyal mengaktifkan banyak molekul di dalam sel.
- Amplop virus
- Selubung lemak yang dicuri virus dari membran sel inang saat keluar; mudah dihancurkan sabun.
- Anemia
- Keadaan kadar hemoglobin di bawah normal sehingga daya angkut O₂ darah berkurang; penyebab tersering di Indonesia adalah kurang besi.
- Angiogenesis
- Pembentukan pembuluh darah baru, yang dimanfaatkan tumor untuk mendapat pasokan makanan.
- Antibodi
- Protein berbentuk Y buatan sel plasma yang mengikat antigen tertentu.
- Antibodi monoklonal
- Antibodi seragam dari satu klon sel, dipakai untuk tes diagnostik dan obat (berakhiran -mab).
- Antibodi sekunder
- Antibodi yang mengenali antibodi primer dan membawa penanda (enzim, pendar, atau emas).
- Antigen
- Bagian penyusup yang dikenali sistem imun adaptif, ibarat foto buronan.
- Antikodon
- Tiga basa pada tRNA yang berpasangan dengan kodon mRNA.
- Apoptosis
- Kematian sel terprogram yang rapi, tanpa peradangan.
- Arkea
- Domain kehidupan prokariota yang berbeda dari bakteri dalam lipid membran dan mesin pembaca gennya; kerabat arkea Asgard diduga menjadi inang sel eukariota.
- Asam amino
- Dua puluh jenis "bahan" penyusun protein.
- Asam lemak rantai pendek
- Asetat, propionat, dan butirat hasil fermentasi serat oleh bakteri usus besar; memberi makan kolonosit dan memengaruhi imun serta hormon kenyang.
- Asetil-KoA
- Potongan 2-karbon hasil pemecahan glukosa, lemak, dan protein yang masuk ke siklus Krebs.
- ATP
- Adenosin trifosfat, "token listrik" yang membayar hampir semua kerja sel.
- ATP sintase
- Turbin molekuler di membran dalam mitokondria yang membuat ATP dengan tenaga aliran H⁺.
- Atrofi
- Adaptasi berupa mengecilnya sel atau jaringan karena jarang dipakai atau kurang gizi.
- Autofagi
- Proses sel membungkus, mencerna, dan mendaur ulang bagian dirinya sendiri.
- Autoimun
- Keadaan sistem imun menyerang sel tubuh sendiri.
- Autolog
- Berasal dari pasien sendiri, misalnya sel atau darah untuk terapi.
- Badan Golgi
- Organela yang memodifikasi, menyortir, dan mengemas protein. Kantor ekspedisi.
- Badan keton
- Bahan bakar buatan hati dari asetil-KoA saat puasa panjang; dipakai otak dan otot.
- Badan multivesikular
- Endosom berisi banyak vesikel kecil (MVB); bisa dihancurkan di lisosom atau melebur dengan membran untuk melepas eksosom.
- Bakteriofag
- Virus yang menginfeksi bakteri; bentuknya mirip pendarat di bulan.
- Batas Hayflick
- Jumlah pembelahan terbatas, sekitar 40–60 kali, yang dapat dilakukan sel tubuh manusia dalam biakan sebelum berhenti membelah.
- Batas pisah (resolusi)
- Jarak terkecil antara dua titik yang masih tampak terpisah; mikroskop cahaya ±200 nm, mikroskop elektron < 1 nm.
- Beta-oksidasi
- Pemotongan asam lemak 2-karbon demi 2-karbon menjadi asetil-KoA di mitokondria.
- Bidang pandang
- Lingkaran daerah preparat yang terlihat lewat okuler; diameternya = nomor bidang okuler ÷ perbesaran objektif.
- Bioetika
- Kajian tentang apa yang boleh dilakukan dalam ilmu hayati dan kedokteran, dengan prinsip menghormati otonomi, berbuat baik, tidak merugikan, dan keadilan.
- Biopsi cair
- Pemeriksaan penyakit, misalnya kanker, dari darah atau cairan tubuh lain tanpa mengambil jaringan.
- Blastokista
- Bola berongga embrio hari ke-5, terdiri atas trofoblas dan massa sel dalam.
- Bukaan numerik (NA)
- Ukuran lebarnya kerucut cahaya yang ditangkap objektif (NA = n sin α); makin besar NA, makin tajam batas pisahnya.
- Butirat
- Asam lemak rantai pendek yang menjadi bahan bakar utama kolonosit dan membantu terbentuknya sel T regulator.
- Cedera reversibel
- Kerusakan sel yang masih bisa pulih bila penyebabnya hilang, misalnya sel membengkak.
- Chaperone
- Protein pendamping yang membantu protein lain melipat dengan benar.
- CPOB
- Cara Pembuatan Obat yang Baik (GMP): standar mutu pembuatan obat, termasuk produk sel.
- CRISPR-Cas9
- Sistem pemotong DNA yang diarahkan RNA pemandu, dipakai untuk menyunting gen.
- Delesi
- Hilangnya satu atau beberapa basa DNA, atau sepotong kromosom.
- Denaturasi
- Rusaknya bentuk 3D protein, misalnya karena panas atau asam kuat.
- Dendrit
- Cabang pendek neuron yang menerima sinyal dari neuron lain; antena penerima.
- Depolarisasi
- Naiknya tegangan membran karena ion Na⁺ masuk ke dalam sel.
- Dermis
- Lapisan jaringan ikat di bawah epidermis berisi fibroblas, kolagen, elastin, pembuluh darah, saraf, folikel rambut, dan kelenjar.
- Desmosom
- Sambungan antarsel seperti paku keling yang mengikat benang keratin sel-sel bertetangga, sehingga kulit tidak mudah robek.
- Diabetes melitus
- Penyakit gula darah tinggi karena insulin tidak dibuat (tipe 1) atau sel kurang peka (tipe 2).
- Diapedesis
- Keluarnya leukosit dari pembuluh darah dengan menyelinap di antara sel dinding pembuluh menuju jaringan.
- Diferensiasi
- Proses sel menjadi terspesialisasi dengan membuka gen tertentu dan menggembok gen lain.
- Difusi
- Perpindahan zat dari daerah pekat ke daerah encer.
- Dimer timin
- Dua basa T bersebelahan yang saling berikatan akibat sinar UV sehingga tangga DNA bengkok; diperbaiki lewat perbaikan eksisi nukleotida.
- Dinding sel
- Lapisan kaku di luar membran. Tumbuhan: selulosa; jamur: kitin; bakteri: peptidoglikan.
- Dinein
- Protein motor yang berjalan ke ujung minus mikrotubulus (ke pusat sel).
- Diploid
- Sel dengan dua set kromosom (2n = 46 pada manusia).
- DNA
- Asam deoksiribonukleat, molekul untai ganda penyimpan informasi genetik.
- DNA rekombinan
- DNA gabungan dari dua sumber berbeda, misalnya gen insulin manusia di plasmid bakteri.
- Dominan
- Alel yang sifatnya tampak walau hanya ada satu salinan.
- Dunia RNA
- Hipotesis bahwa kehidupan awal memakai RNA untuk menyimpan informasi sekaligus bekerja sebagai enzim, sebelum ada DNA dan protein.
- Efek Bohr
- Turunnya daya ikat hemoglobin terhadap O₂ saat CO₂ dan keasaman meningkat, sehingga O₂ lebih mudah dilepas di jaringan yang aktif.
- Efek parakrin
- Pengaruh sel terhadap sel tetangganya melalui zat yang dilepaskan, bukan lewat kontak langsung.
- Ekson
- Bagian gen yang dipertahankan di dalam mRNA matang.
- Eksositosis
- Pelepasan isi vesikel ke luar sel dengan meleburkan membrannya.
- Eksosom
- Vesikel ekstraseluler kecil (±30–150 nm) yang terbentuk sebagai vesikel intraluminal di badan multivesikular lalu dilepas saat MVB melebur dengan membran; kaya tetraspanin CD9, CD63, CD81.
- Ektoderm
- Lapisan lembaga luar: kulit, rambut, email gigi, dan sistem saraf.
- Elektroforesis gel
- Pemisahan DNA atau protein menurut ukuran dengan arus listrik di dalam gel.
- ELISA
- Uji berbasis antibodi dan enzim untuk mengukur kadar protein atau antibodi dalam sampel.
- Endoderm
- Lapisan lembaga dalam: lapisan saluran cerna dan napas, hati, pankreas, dan tiroid.
- Endosimbiosis
- Hidup bersama di dalam sel lain; teori bahwa mitokondria berasal dari alfaproteobakteri dan kloroplas dari sianobakteri yang ditelan sel purba.
- Endositosis
- Pengambilan zat dari luar sel dengan membungkusnya menjadi vesikel.
- Energi aktivasi
- "Bukit" energi yang harus dilewati agar reaksi kimia dapat berlangsung.
- Enzim
- Katalis hayati, umumnya protein, yang mempercepat reaksi dengan menurunkan energi aktivasi tanpa ikut habis.
- Enzim restriksi
- Enzim bakteri yang memotong DNA pada urutan huruf tertentu; gunting molekuler.
- Epidermis
- Lapisan terluar kulit yang tersusun atas lapisan-lapisan sel, terutama keratinosit; tidak memiliki pembuluh darah.
- Epitel
- Lembaran sel rapat yang menutupi permukaan tubuh dan melapisi rongga serta saluran; duduk di atas membran basal dan tidak berpembuluh darah.
- Eritropoietin (EPO)
- Hormon dari ginjal yang dilepas saat O₂ darah rendah dan merangsang pembentukan eritrosit di sumsum tulang.
- Eritrosit
- Sel darah merah: cakram cekung tanpa inti dan mitokondria yang berisi hemoglobin; hidup ±120 hari.
- ESCRT
- Mesin protein yang melipat membran endosom ke dalam sehingga terbentuk vesikel intraluminal.
- Eukariota
- Makhluk yang selnya memiliki inti bermembran dan organela, misalnya hewan, tumbuhan, jamur, alga, dan protista.
- FADH₂
- "Truk" pengangkut elektron dari siklus Krebs; menghasilkan ±1,5 ATP.
- Faktor pembatas
- Faktor yang paling kekurangan sehingga membatasi laju suatu proses, misalnya fotosintesis.
- Faktor pertumbuhan
- Protein sinyal yang memerintahkan sel membelah, bergerak, membangun matriks, atau membuat pembuluh baru, misalnya PDGF, TGF-β, dan VEGF.
- Faktor transkripsi
- Protein yang menentukan gen mana yang disalin. Pustakawan perpustakaan.
- Fenotipe
- Sifat yang tampak, hasil dari genotipe dan lingkungan.
- Fermentasi
- Cara membuat ATP tanpa oksigen: hanya glikolisis, lalu piruvat diubah menjadi laktat atau alkohol.
- Fertilisasi
- Pembuahan: peleburan sperma dan sel telur, biasanya di ampula tuba falopi.
- Fibrin
- Benang protein hasil pemotongan fibrinogen oleh trombin; menjaring trombosit dan eritrosit menjadi bekuan.
- Fibrinolisis
- Pelarutan bekuan fibrin oleh enzim plasmin setelah luka pulih.
- Fibrosis
- Penambalan jaringan dengan kolagen (parut) sehingga fungsi aslinya hilang.
- Fiksasi
- Pengawetan sel atau jaringan dengan zat kimia agar bentuknya tidak berubah sebelum diwarnai atau diamati; sel yang difiksasi sudah mati.
- Filagrin
- Protein yang merapatkan benang keratin saat kornifikasi lalu diurai menjadi faktor pelembap alami; variannya yang kehilangan fungsi meningkatkan risiko dermatitis atopik.
- Fosfokreatin
- Cadangan fosfat berenergi di otot yang mengisi ulang ATP dalam ±10 detik pertama kerja berat.
- Fosfolipid
- Lemak penyusun membran, berkepala suka air dan berekor takut air.
- Fosforilasi
- Penempelan gugus fosfat. Dalam energi: ADP + P → ATP; pada protein: sakelar nyala/mati.
- Fosforilasi oksidatif
- Pembuatan ATP oleh ATP sintase memakai energi aliran elektron NADH/FADH₂ di membran dalam mitokondria.
- Fosforilasi tingkat substrat
- Pembuatan ATP dengan memindahkan fosfat langsung dari molekul bahan bakar ke ADP.
- Fotosintesis
- Proses mengubah CO₂ dan air menjadi gula dan oksigen dengan energi cahaya, di kloroplas.
- Fotosistem
- Kompleks protein dan klorofil di membran tilakoid yang menangkap cahaya (PSII dan PSI).
- GAKY
- Gangguan Akibat Kekurangan Yodium: gondok, gangguan perkembangan otak, sampai kretinisme; dicegah dengan garam beryodium.
- Gastrulasi
- Pembentukan tiga lapisan lembaga (ektoderm, mesoderm, endoderm) pada minggu ke-3.
- Gen
- Potongan DNA berisi instruksi untuk satu produk, biasanya protein.
- Gen Hox
- Keluarga gen yang memberi 'kode pos' setiap ruas tubuh embrio dari kepala ke ekor.
- Gen penekan tumor
- Gen rem pembelahan atau pemicu apoptosis, misalnya p53. Jika rusak, remnya blong.
- Genotipe
- Susunan alel yang dimiliki seseorang untuk suatu gen.
- Gerak refleks
- Respons cepat dan otomatis lewat jalur saraf pendek tanpa menunggu keputusan otak.
- GFP
- Green fluorescent protein dari ubur-ubur Aequorea victoria yang berpendar hijau; dipakai sebagai label untuk melihat protein di dalam sel hidup (Nobel Kimia 2008).
- Glikogen
- Simpanan glukosa bercabang di hati dan otot.
- Glikolisis
- Pemecahan glukosa menjadi dua piruvat di sitoplasma.
- Glikosilasi
- Penambahan rantai gula pada protein di RE dan Golgi.
- Glomerulus
- Gulungan kapiler di dalam kapsul Bowman yang menyaring plasma menjadi filtrat; sel darah dan protein besar tertahan.
- GLP-1
- Hormon inkretin dari usus yang memperkuat pelepasan insulin saat gula darah tinggi dan memberi rasa kenyang; ditiru oleh obat agonis GLP-1.
- Glukagon
- Hormon dari sel alfa pankreas yang menaikkan gula darah dengan menyuruh hati memecah glikogen dan membuat glukosa baru.
- Glukoneogenesis
- Pembuatan glukosa baru oleh hati dari asam amino, laktat, dan gliserol saat puasa.
- GLUT4
- Pintu glukosa di sel otot dan lemak yang dipasang atas perintah insulin atau olahraga.
- Gram (pewarnaan)
- Pewarnaan yang membedakan bakteri berdinding peptidoglikan tebal (Gram positif, ungu) dan tipis bermembran luar (Gram negatif, merah muda).
- Grana
- Tumpukan tilakoid di dalam kloroplas, seperti tumpukan koin (tunggal: granum).
- Granula alfa
- Kantong di dalam keping darah yang menyimpan faktor pertumbuhan dan dilepas saat keping darah diaktifkan.
- Hantaran saltatori
- Potensial aksi yang melompat dari nodus ke nodus pada akson bermielin.
- Haploid
- Sel dengan satu set kromosom (n = 23), misalnya sel telur dan sperma.
- HbA1c
- Hemoglobin yang "bergula"; petunjuk rata-rata gula darah 2–3 bulan.
- hCG
- Hormon dari trofoblas yang menjaga kehamilan awal; dideteksi tes kehamilan.
- Hematokrit
- Persentase volume darah yang ditempati eritrosit; normalnya sekitar 40–50% pada laki-laki dan 36–46% pada perempuan.
- Hematopoiesis
- Pembentukan semua jenis sel darah dari sel punca darah di sumsum tulang merah.
- Hemoglobin
- Protein eritrosit dengan empat rantai globin dan empat heme berbesi; mengikat hingga 4 O₂.
- Hemoglobin E (HbE)
- Varian hemoglobin akibat mutasi kodon 26 gen globin beta (GAG→AAG); sering di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
- Hemostasis
- Rangkaian penghentian perdarahan: vasokonstriksi, sumbat trombosit, pembekuan oleh fibrin, lalu fibrinolisis.
- Hepatosit
- Sel utama hati yang menyimpan glikogen, membuat albumin dan faktor pembekuan, mengolah racun, dan membuat empedu.
- Hidroksiapatit
- Kristal kalsium fosfat yang mengendap pada serat kolagen dan membuat matriks tulang keras.
- Hiperplasia
- Adaptasi berupa bertambahnya jumlah sel.
- Hipertrofi
- Pembesaran serabut otot karena bertambahnya miofibril akibat latihan.
- Hipofisis
- Kelenjar sebesar kacang polong di bawah hipotalamus yang melepas GH, TSH, ACTH, FSH, LH, dan prolaktin, serta menyimpan oksitosin dan ADH.
- Hipoksia
- Kekurangan oksigen pada sel atau jaringan.
- Hipotalamus
- Bagian dasar otak yang menjadi pusat komando sistem hormon; melepas hormon pelepas (TRH, CRH, GnRH) dan membuat oksitosin serta ADH.
- Hipotiroid kongenital
- Kekurangan hormon tiroid sejak lahir; dicari lewat SHK dari darah tumit bayi dan diobati dengan levotiroksin sedini mungkin.
- Histon
- Protein gulungan tempat DNA dililitkan membentuk nukleosom.
- Homolog
- Pasangan kromosom sejudul, satu dari ayah dan satu dari ibu.
- Hormon
- Molekul sinyal yang dibawa darah ke sel sasaran yang jauh.
- Implantasi
- Menempel dan menyusupnya blastokista ke dinding rahim (hari ke-6–10).
- Imunohistokimia
- Pewarnaan irisan jaringan dengan antibodi untuk melihat letak protein tertentu di dalam sel.
- Imunomodulasi
- Pengaturan atau peredaman aktivitas sistem imun, misalnya oleh sel punca mesenkimal.
- Indeks UV
- Ukuran kekuatan sinar UV yang membakar kulit; 1 angka setara 0,025 W/m² UV berbobot eritema, dan 11 ke atas tergolong ekstrem.
- Inhibitor kompetitif
- Penghambat yang mirip substrat dan berebut sisi aktif; hambatannya dapat dikalahkan dengan menambah substrat.
- Inhibitor nonkompetitif
- Penghambat yang menempel di luar sisi aktif dan mengubah bentuk enzim, sehingga laju maksimum turun.
- Insersi
- Sisipan satu atau beberapa basa ke dalam urutan DNA.
- Insulin
- Hormon protein dari sel beta pankreas yang menurunkan gula darah.
- Interfase
- Bagian siklus sel di luar pembelahan: G1, S, dan G2.
- Intoleransi laktosa
- Berkurangnya enzim laktase sehingga laktosa difermentasi bakteri usus besar dan menimbulkan kembung serta diare; bukan alergi.
- Intron
- Bagian gen yang dipotong dan dibuang saat splicing.
- iPSC
- Sel dewasa yang diprogram ulang menjadi pluripoten.
- Iskemia
- Berkurangnya aliran darah ke jaringan sehingga sel kekurangan oksigen dan bahan bakar.
- Jaringan
- Kumpulan sel sejenis beserta matriks di sekitarnya yang bekerja sama untuk tugas tertentu; hewan punya empat jaringan dasar: epitel, ikat, otot, dan saraf.
- Jaringan granulasi
- Jaringan baru berwarna merah berisi fibroblas dan pembuluh kecil pada luka yang sedang sembuh.
- Jembatan silang
- Ikatan sementara kepala miosin pada aktin selama kontraksi otot.
- Kanker
- Penyakit akibat sel tumbuh tak terkendali dan menyerbu jaringan lain.
- Kapsid
- Cangkang protein yang membungkus materi genetik virus.
- Kaspase
- Enzim 'algojo' apoptosis yang aktif berantai dan memotong protein sel.
- Kecocokan terinduksi
- Model kerja enzim: sisi aktif sedikit berubah bentuk dan memeluk substrat saat substrat masuk.
- Kelenjar sebasea
- Kelenjar minyak pada folikel rambut yang selnya pecah menjadi sebum; membesar saat pubertas karena androgen.
- Keloid
- Parut yang tumbuh berlebihan melewati batas luka.
- Keratinosit
- Sel utama epidermis yang membuat keratin dan akhirnya menjadi "bata" lapisan tanduk.
- Kinesin
- Protein motor yang berjalan ke ujung plus mikrotubulus (ke pinggir sel).
- KIPI
- Kejadian ikutan pasca-imunisasi: keluhan setelah vaksinasi yang dicatat dan dipantau.
- Kitin
- Polisakarida kuat penyusun dinding sel jamur dan cangkang serangga.
- Klorofil
- Pigmen hijau yang menyerap cahaya biru-ungu dan merah untuk fotosintesis.
- Kloroplas
- Organela fotosintesis sel tumbuhan dan alga; PLTS sel.
- Kodon
- Tiga basa mRNA yang menunjuk satu asam amino atau tanda berhenti.
- Koenzim
- Molekul organik pembantu enzim, banyak dibuat dari vitamin B, misalnya NAD⁺ dan FAD.
- Kofaktor
- Ion logam, misalnya Mg²⁺ atau Zn²⁺, yang diperlukan sebagian enzim untuk bekerja.
- Kolonosit
- Sel penyerap di dinding usus besar yang menyerap air dan garam serta membakar butirat.
- Kondrosit
- Sel tulang rawan yang membuat dan merawat matriks kolagen tipe II dan agrekan.
- Konjugasi
- Pemindahan plasmid dari satu bakteri ke bakteri lain melalui pilus.
- Korneosit
- Keratinosit tanpa inti yang pipih dan penuh keratin di lapisan tanduk, dibungkus amplop tanduk yang kaku.
- Kornifikasi
- Kematian sel terencana yang mengubah keratinosit menjadi korneosit; berbeda dari apoptosis.
- Korpus luteum
- Sisa folikel setelah ovulasi yang membuat progesteron untuk menyiapkan dinding rahim.
- Kortisol
- Hormon steroid dari korteks adrenal (poros CRH → ACTH) yang menaikkan gula darah, menjaga tekanan darah, dan meredam peradangan.
- Krio-EM
- Mikroskop elektron kriogenik: sampel dibekukan cepat dalam es bening, ribuan citra molekul digabung menjadi model 3D hampir atomik (Nobel Kimia 2017).
- Kriopreservasi
- Penyimpanan sel dalam keadaan beku, biasanya di nitrogen cair −196 °C dengan zat pelindung seperti DMSO.
- Kromatid saudara
- Dua salinan identik satu kromosom hasil replikasi, dijepit di sentromer.
- Kromatin
- DNA beserta protein pengemasnya (histon) di dalam inti.
- Kromosom
- Satu molekul DNA panjang yang dikemas rapi; manusia punya 46.
- Laju filtrasi glomerulus (LFG)
- Banyaknya plasma yang disaring kedua ginjal per menit, normalnya sekitar 125 mL/menit atau ±180 L/hari.
- Letalitas sintetik
- Keadaan ketika rusaknya satu dari dua jalur masih bisa ditoleransi sel, tetapi rusaknya kedua jalur sekaligus mematikan; dasar obat penghambat PARP untuk kanker dengan BRCA rusak.
- Leukosit
- Sel darah putih: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil; pasukan pertahanan tubuh.
- Ligan
- Molekul yang menempel secara spesifik pada reseptor.
- Lipase
- Enzim pemotong lemak menjadi asam lemak dan monogliserida.
- Lisosom
- Organela berisi enzim penghancur dalam suasana asam. Dinas kebersihan.
- LUCA
- Leluhur bersama terakhir semua sel yang hidup sekarang (last universal common ancestor); sudah memiliki DNA, ribosom, dan membran.
- Massa sel dalam
- Gumpalan sel di dalam blastokista yang kelak menjadi seluruh tubuh bayi; sumber sel punca embrionik.
- Medium terkondisi
- Cairan biakan sel yang sudah berisi zat-zat yang dilepas sel tersebut (conditioned medium).
- Megakariosit
- Sel raksasa di sumsum tulang yang memecah sitoplasmanya menjadi ribuan trombosit.
- Meiosis
- Pembelahan yang menghasilkan empat sel haploid unik untuk reproduksi.
- Melanin
- Pigmen kulit, rambut, dan mata; eumelanin cokelat-hitam dan feomelanin merah-kuning. Ia berkumpul di atas inti untuk menyerap UV.
- Melanosit
- Sel berbentuk bintang di lapisan basal yang membuat melanin dan membagikannya ke sekitar 36 keratinosit.
- Melatonin
- Hormon dari kelenjar pineal yang dilepas saat gelap dan menandai malam bagi jam tubuh.
- Membran basal
- Lembar tipis matriks dari laminin dan kolagen tipe IV di bawah epitel; batas yang ditembus sel kanker invasif.
- Membran plasma
- Lapisan pembatas sel yang selektif permeabel.
- Meristem
- Jaringan tumbuhan yang selnya terus membelah: apikal di ujung akar dan pucuk (memanjang), lateral atau kambium (membesar).
- Mesoderm
- Lapisan lembaga tengah: otot, tulang, jantung, darah, pembuluh, dan ginjal.
- Metagenomik
- Pembacaan seluruh DNA dalam sampel campuran, misalnya tinja, untuk mengetahui jenis dan gen mikroba di dalamnya.
- Metaplasia
- Adaptasi berupa pergantian satu jenis sel dewasa menjadi jenis lain yang lebih tahan.
- Metastasis
- Penyebaran sel kanker ke organ lain lewat darah atau getah bening.
- MHC
- "Papan KTP" di permukaan sel yang memajang potongan protein kepada sel T.
- Mikrobiota
- Komunitas mikroba (bakteri, arkea, jamur, virus) yang hidup di tubuh, terutama di usus besar; sekitar 38 triliun bakteri pada orang dewasa (Bab 32).
- MikroRNA
- RNA pendek yang menempel pada mRNA tertentu sehingga resep itu jarang diterjemahkan; banyak dibawa eksosom.
- Mikroskop elektron
- Mikroskop yang memakai berkas elektron dan lensa magnet dalam ruang hampa; TEM menembus irisan tipis, SEM menyapu permukaan; gambarnya hitam-putih.
- Mikroskop fluoresen
- Mikroskop yang menyinari label berpendar dengan satu warna cahaya dan menangkap pancaran warna lain, sehingga bagian berlabel menyala di latar gelap.
- Mikroskop konfokal
- Mikroskop fluoresen berpemindai laser dengan lubang kecil (pinhole) yang menolak cahaya di luar bidang fokus, menghasilkan irisan optik yang tajam.
- Mikrotubulus
- Filamen berongga Ø 25 nm dari tubulin. Jalan tol bagi kurir.
- Mikrovesikel
- Vesikel ekstraseluler (±100–1.000 nm) yang menguncup langsung dari membran sel.
- Minyak imersi
- Minyak berindeks bias ±1,52 yang diteteskan di antara kaca penutup dan objektif 100× agar sinar miring tertangkap lensa.
- Mioglobin
- Protein merah penyimpan oksigen di otot, banyak pada serat tipe I.
- Miosin
- Protein motor filamen tebal yang menarik aktin dengan energi ATP.
- Mitokondria
- Organela bermembran ganda penghasil ATP. PLN Negara Sel.
- Mitosis
- Pembagian inti yang menghasilkan dua sel anak identik.
- MMP-13
- Enzim matriks metaloproteinase yang memotong kolagen tipe II; meningkat pada osteoartritis.
- Morula
- Bola padat sekitar 16 sel hasil pembelahan zigot, terbentuk hari ke-3–4.
- mRNA
- RNA duta, salinan gen yang dibawa ke ribosom.
- Mutagen
- Zat atau radiasi yang merusak DNA dan meningkatkan laju mutasi, misalnya sinar UV, asap rokok, aflatoksin, dan sinar-X.
- Mutasi
- Perubahan urutan huruf DNA yang menetap dan ikut tersalin ke sel anak; bisa berupa substitusi, sisipan, delesi, atau perubahan kromosom.
- Mutasi germinal
- Mutasi pada sel telur, sperma, atau sel induknya; dapat diturunkan kepada anak.
- Mutasi salah arti
- Substitusi yang mengganti satu asam amino dengan asam amino lain (missense), misalnya HbS.
- Mutasi senyap
- Substitusi yang tidak mengubah asam amino karena kodon barunya menunjuk asam amino yang sama.
- Mutasi somatik
- Mutasi pada sel tubuh; hanya diwariskan kepada sel-sel anak di dalam tubuh itu, tidak kepada keturunan.
- Mutasi tanpa arti
- Substitusi yang mengubah kodon asam amino menjadi kodon STOP (nonsense) sehingga protein terputus.
- NADH
- "Truk" pengangkut elektron berenergi tinggi; menghasilkan ±2,5 ATP di rantai transpor elektron.
- NADPH
- Pembawa elektron berenergi hasil reaksi terang, dipakai untuk membuat gula di siklus Calvin.
- Nanopartikel lipid
- Gelembung lemak supermini pembungkus mRNA agar bisa masuk ke dalam sel.
- Nefron
- Satuan kerja ginjal yang terdiri atas glomerulus, kapsul Bowman, dan tubulus; setiap ginjal punya sekitar sejuta.
- Nekrosis
- Kematian sel akibat cedera berat: sel membengkak, pecah, dan memicu peradangan.
- Neurotransmiter
- Molekul pesan kimia yang dilepas neuron ke celah sinaps, misalnya asetilkolin dan dopamin.
- Neurulasi
- Pelipatan lempeng saraf menjadi tabung saraf, cikal bakal otak dan sumsum tulang belakang.
- NHEJ
- Penyambungan ujung nonhomolog: penyambungan cepat DNA yang putus dua untai tanpa cetakan; beberapa huruf di sambungan bisa hilang atau bertambah.
- Nilai Ct
- Nomor putaran PCR saat pendar melewati ambang; makin kecil berarti salinan awal makin banyak.
- Nodus Ranvier
- Celah tanpa mielin di sepanjang akson tempat potensial aksi dibangkitkan ulang.
- Nondisjungsi
- Kegagalan kromosom berpisah saat pembelahan.
- Notokord
- Batang sinyal di garis tengah embrio yang memerintah ektoderm di atasnya menjadi saraf.
- Nukleolus
- Daerah di dalam inti tempat rRNA dibuat dan subunit ribosom dirakit.
- Nukleotida
- Satuan penyusun DNA/RNA: fosfat + gula + basa.
- Nukleus
- Inti sel, tempat DNA disimpan. Perpustakaan Nasional.
- Oligosakarida ASI (HMO)
- Gula kompleks dalam ASI yang tidak dicerna bayi, tetapi menjadi makanan khusus Bifidobacterium.
- Onkogen
- Gen pemacu pertumbuhan yang bermutasi menjadi terlalu aktif (gas macet).
- Organela
- "Organ kecil" di dalam sel yang punya tugas khusus.
- Organogenesis
- Pembentukan organ, terutama minggu ke-3 sampai ke-8 setelah pembuahan.
- Organoid
- Organ mini tiga dimensi yang ditumbuhkan dari sel punca, dipakai untuk menguji obat dan mempelajari penyakit.
- Osmosis
- Perpindahan air menembus membran menuju larutan yang lebih pekat.
- Osteoartritis
- Penyakit sendi akibat terkikisnya tulang rawan karena pembongkaran matriks melebihi pembangunannya.
- Osteoblas
- Sel pembangun tulang yang mengeluarkan osteoid (kolagen tipe I) dan membantu mineralisasinya.
- Osteoklas
- Sel raksasa berinti banyak dari keluarga monosit-makrofag yang membongkar tulang dengan asam dan enzim.
- Osteosit
- Osteoblas yang terkubur di dalam tulang; sensor beban yang saling terhubung lewat kanalikuli.
- p53
- Protein penekan tumor, "kepala keamanan" yang menanggapi kerusakan DNA dengan menghentikan siklus sel, memerintahkan senesens, atau apoptosis.
- PCR
- Reaksi berantai polimerase: teknik menggandakan potongan DNA tertentu jutaan sampai miliaran kali.
- Pembacaan ulang
- Kemampuan DNA polimerase memeriksa dan membuang basa yang salah pasang tepat setelah memasangnya (proofreading).
- Pembelahan biner
- Cara bakteri berkembang biak: DNA disalin lalu sel terbelah dua.
- Penyakit graft-versus-host
- Keadaan ketika sel imun donor setelah transplantasi sumsum tulang menyerang tubuh pasien.
- Pepsin
- Enzim pemotong protein di lambung yang bekerja paling baik pada pH sekitar 2.
- Peptida sinyal
- Urutan asam amino awal yang menandai protein untuk dimasak di RE. Label ekspor.
- Peptidoglikan
- Jaring gula-protein penyusun dinding sel bakteri; sasaran antibiotik penisilin.
- Perbaikan eksisi basa
- Jalur perbaikan (BER) yang mencabut satu basa rusak lalu menggantinya sesuai untai pasangannya.
- Perbaikan eksisi nukleotida
- Jalur perbaikan (NER) yang menggunting sepotong untai (±24–32 nukleotida) di sekitar luka besar seperti dimer timin, lalu menulisnya ulang.
- Perbaikan salah pasang
- Jalur perbaikan (MMR) yang memeriksa DNA hasil fotokopi dan memperbaiki pasangan basa yang tidak cocok; rusak pada sindrom Lynch.
- Perbesaran kosong
- Perbesaran yang melampaui kemampuan resolusi objektif, sehingga bayangan membesar tanpa menampakkan detail baru.
- Pergeseran bingkai baca
- Akibat sisipan atau delesi yang jumlahnya bukan kelipatan tiga, sehingga semua kodon sesudahnya terbaca salah (frameshift).
- Peristiwa Oksidasi Besar
- Penumpukan oksigen pertama di udara Bumi sekitar 2,4–2,3 miliar tahun lalu akibat fotosintesis sianobakteri.
- Peroksisom
- Organela pengolah asam lemak sangat panjang dan racun; menguraikan H₂O₂ dengan katalase.
- Persetujuan setelah penjelasan
- Persetujuan sukarela untuk ikut penelitian atau tindakan medis setelah memahami tujuan, prosedur, risiko, manfaat, dan hak untuk menolak (informed consent).
- Pindah silang
- Pertukaran potongan antara kromosom homolog pada profase I meiosis.
- Plasenta
- Organ pertukaran zat antara ibu dan janin, dibangun trofoblas dan dinding rahim.
- Plasma darah
- Bagian cair darah (±55%): air, protein (albumin, globulin, fibrinogen), glukosa, garam, hormon, dan sisa metabolisme.
- Plasmid
- Lingkaran DNA kecil tambahan pada bakteri, sering membawa gen kebal antibiotik.
- Plasmodesmata
- Saluran yang menembus dinding sel dan menghubungkan sitoplasma sel tumbuhan yang bertetangga.
- Plasmolisis
- Lepasnya membran dari dinding sel tumbuhan karena kehilangan air di larutan pekat.
- Plastida
- Kelompok organela tumbuhan: kloroplas, kromoplas, dan amiloplas.
- Pluripoten
- Mampu menjadi semua jenis sel tubuh.
- Polimerase Taq
- DNA polimerase tahan panas dari bakteri Thermus aquaticus yang dipakai dalam PCR.
- Pori inti
- Pintu di selubung inti yang mengatur lalu lintas molekul.
- Pos pemeriksaan
- Titik kendali siklus sel yang memastikan syarat terpenuhi sebelum sel lanjut ke tahap berikutnya.
- Postbiotik
- Sediaan mikroba yang sudah mati atau bagian-bagiannya yang memberi manfaat kesehatan.
- Potensial aksi
- Lonjakan tegangan singkat yang merambat di sepanjang akson; bersifat semua atau tidak sama sekali.
- Potensial istirahat
- Beda tegangan membran neuron saat tidak aktif, sekitar −70 mV.
- Prebiotik
- Zat yang dimanfaatkan secara khusus oleh mikroba penghuni tubuh dan memberi manfaat kesehatan, misalnya inulin dan HMO.
- Preparat basah
- Sediaan mikroskop berupa bahan tipis dalam setetes cairan yang ditutup kaca penutup, misalnya selaput bawang merah.
- Primer
- Potongan DNA pendek yang menandai awal dan akhir bagian DNA yang akan disalin pada PCR.
- Probiotik
- Mikroba hidup yang, bila diberikan dalam jumlah cukup, terbukti memberi manfaat kesehatan; manfaatnya bergantung pada galur.
- Prokariota
- Makhluk bersel tanpa inti bermembran, yaitu bakteri dan arkea.
- Promoter
- Urutan DNA sebelum gen, tempat transkripsi dimulai.
- Proteasom
- Mesin berbentuk tong yang mencacah protein berlabel ubiquitin.
- Protosel
- Gelembung asam lemak berisi molekul seperti RNA yang dipakai sebagai model leluhur sel pertama.
- PRP
- Platelet-rich plasma: plasma darah pasien sendiri yang keping darahnya dipekatkan beberapa kali lipat.
- Pseudouridin
- Versi termodifikasi huruf U pada mRNA vaksin yang mengurangi alarm imun berlebihan.
- Rantai dingin
- Sistem penyimpanan dan pengiriman bersuhu dingin yang dibutuhkan banyak obat biologis dan vaksin.
- Rantai transpor elektron
- Deretan kompleks protein di membran dalam mitokondria yang mengalirkan elektron ke oksigen sambil memompa H⁺.
- Rapid test
- Uji alir lateral: strip berisi antibodi yang memberi hasil dalam belasan menit (garis T dan C).
- Reaksi terang
- Tahap fotosintesis di membran tilakoid yang memakai cahaya untuk memecah air dan membuat ATP serta NADPH.
- Regenerasi
- Penggantian sel yang hilang dengan sel sejenis sehingga fungsi jaringan pulih.
- Rekombinasi homolog
- Perbaikan DNA yang putus dua untai dengan menyalin urutan dari kromatid saudara; teliti dan memerlukan BRCA1, BRCA2, serta RAD51.
- Releasate
- Cairan berisi zat yang dilepaskan keping darah setelah diaktifkan, setelah sel dan fibrin disingkirkan.
- Replikasi DNA
- Penyalinan seluruh DNA sebelum sel membelah; bersifat semikonservatif.
- Repolarisasi
- Kembalinya tegangan membran ke nilai negatif karena ion K⁺ keluar.
- Reseptor
- Protein penerima molekul sinyal; dinamai sesuai sinyalnya.
- Resesif
- Alel yang sifatnya baru tampak jika kedua salinannya sama.
- Resistensi antibiotik
- Kemampuan bakteri bertahan dari antibiotik karena mutasi atau gen kebal yang diperolehnya.
- Resistensi insulin
- Keadaan sel kurang peka terhadap perintah insulin.
- Resistensi kolonisasi
- Kemampuan mikrobiota yang sehat mencegah kuman jahat menetap, dengan menghabiskan tempat dan makanan serta membuat zat penghambat.
- Retikulosit
- Eritrosit muda yang baru membuang inti dan masih menyimpan sisa ribosom; matang dalam 1–2 hari di darah.
- Retikulum endoplasma
- Jaringan membran. RE kasar membuat protein ekspor, RE halus membuat lemak dan menetralkan racun.
- Retikulum sarkoplasma
- RE halus khusus sel otot yang menyimpan dan melepas Ca²⁺.
- Retrovirus
- Virus RNA yang menyalin RNA-nya menjadi DNA lalu menyisipkannya ke kromosom inang, misalnya HIV.
- Rhesus (Rh)
- Sistem golongan darah berdasarkan ada (Rh+) atau tidaknya (Rh−) protein D di permukaan eritrosit.
- Ribosom
- Mesin penerjemah mRNA menjadi protein. Dapur.
- Ribozim
- Molekul RNA yang bekerja sebagai enzim; pusat ribosom yang menyambung asam amino adalah ribozim.
- Rigor mortis
- Kaku mayat akibat ATP habis sehingga miosin terkunci pada aktin.
- RNA polimerase
- Enzim penyalin DNA menjadi RNA. Juru salin.
- RT-qPCR
- PCR yang diawali transkriptase balik (untuk RNA) dan dipantau pendarnya setiap putaran.
- RuBisCO
- Enzim yang menangkap CO₂ di siklus Calvin; protein paling melimpah di Bumi.
- Sambungan saraf–otot
- Sinaps antara neuron motorik dan serabut otot yang memakai asetilkolin.
- Sarkomer
- Unit terkecil otot lurik yang bisa memendek, dibatasi dua garis Z.
- SASP
- Campuran sinyal radang, enzim, dan faktor pertumbuhan yang dilepas sel senesens (senescence-associated secretory phenotype), misalnya IL-6, IL-8, dan MMP.
- Sekretom
- Seluruh zat yang dilepas sel ke lingkungannya: faktor pertumbuhan, sitokin, dan vesikel ekstraseluler.
- Sekuensing DNA
- Penentuan urutan huruf (basa) pada DNA.
- Sel B
- Limfosit pembuat antibodi yang berubah menjadi sel plasma saat aktif.
- Sel glia
- Sel pendukung di sistem saraf: astrosit, oligodendrosit, sel Schwann, dan mikroglia.
- Sel goblet
- Sel berbentuk piala di dinding usus dan saluran napas yang membuat musin, bahan lendir.
- Sel Langerhans
- Sel dendritik penjaga di epidermis yang membawa antigen ke kelenjar getah bening untuk dikenalkan pada sel T.
- Sel memori
- Sel T atau B berumur panjang yang mengingat penyusup; dasar kerja vaksin.
- Sel Merkel
- Sel di lapisan basal yang bersama ujung saraf merasakan sentuhan halus dan tekstur.
- Sel punca
- Sel yang belum terspesialisasi, bisa memperbarui diri dan menjadi jenis sel lain.
- Sel punca mesenkimal
- Sel punca dewasa dari sumsum tulang, lemak, atau tali pusat yang dapat menjadi tulang, tulang rawan, dan lemak, serta banyak mengirim sinyal penyembuh.
- Sel T
- Limfosit yang matang di timus: helper (komandan) dan sitotoksik (pembunuh sel terinfeksi).
- Selubung mielin
- Lapisan membran berlemak pembungkus akson yang mempercepat hantaran, dibuat sel Schwann dan oligodendrosit.
- Senesens sel
- Keadaan sel yang berhenti membelah secara menetap tetapi tetap hidup, akibat telomer pendek, kerusakan DNA, atau stres lain.
- Sensitivitas
- Kemampuan tes menemukan orang yang benar-benar sakit (menghindari negatif palsu).
- Sentromer
- Bagian kromosom tempat kromatid saudara dijepit dan kinetokor melekat.
- Serat makanan
- Karbohidrat tumbuhan yang tidak dapat dicerna enzim manusia, tetapi difermentasi bakteri usus besar.
- Siklus Calvin
- Rangkaian reaksi di stroma yang mengubah CO₂ menjadi gula dengan ATP dan NADPH.
- Siklus Krebs
- Siklus reaksi di matriks mitokondria yang membakar asetil-KoA menjadi CO₂ sambil mengisi NADH dan FADH₂.
- Siklus sel
- Urutan tahap hidup sel yang membelah: G1, S, G2, M, serta G0 untuk istirahat.
- Sinaps
- Tempat pertemuan neuron dengan sel berikutnya, dipisahkan celah sempit.
- Sindrom Lynch
- Kelainan turunan akibat rusaknya gen perbaikan salah pasang; risiko kanker usus besar dan rahim pada usia muda.
- Sisi aktif
- Lekukan pada enzim tempat substrat menempel dan bereaksi.
- Sistem endokrin
- Kumpulan kelenjar dan sel yang melepas hormon langsung ke darah, tanpa saluran.
- Sitokinesis
- Pembagian sitoplasma menjadi dua sel anak.
- Sitokrom c
- Protein mitokondria yang bila bocor ke sitoplasma memicu apoptosis jalur dalam.
- Sitoplasma
- Seluruh isi sel di luar inti: sitosol dan organela.
- Sitoskeleton
- Jaringan filamen protein: mikrotubulus, aktin, dan filamen intermediet.
- SMAD
- Protein pembawa pesan TGF-β dari reseptor ke inti; SMAD3 yang terfosforilasi menyalakan gen matriks.
- Somit
- Ruas-ruas mesoderm di samping tabung saraf yang menjadi otot, tulang belakang, dan kulit jangat.
- Spesifisitas
- Kemampuan tes tidak salah menuduh orang sehat (menghindari positif palsu).
- SPF
- Faktor perlindungan tabir surya terhadap UVB pada takaran uji 2 mg/cm²; perlindungan nyata jauh lebih kecil bila dioles tipis.
- Splicing
- Pemotongan intron dan penyambungan ekson pada pra-mRNA.
- SRP
- Partikel pengenal sinyal yang menggiring ribosom ke RE.
- Stomata
- Pori-pori daun tempat CO₂ masuk dan O₂ serta uap air keluar, diatur sel penjaga.
- Stroma
- Cairan di dalam kloroplas, tempat siklus Calvin berlangsung.
- Stromatolit
- Gundukan batu berlapis yang dibangun tikar mikroba; bukti kehidupan tertua yang diterima luas berumur setidaknya 3,5 miliar tahun.
- Substitusi
- Mutasi berupa penggantian satu basa dengan basa lain.
- Substrat
- Zat yang diolah oleh enzim.
- Suhu optimum
- Suhu saat enzim bekerja paling cepat; di atasnya enzim mulai terdenaturasi.
- Tabung saraf
- Tabung yang terbentuk sekitar hari ke-22–28 dan kelak menjadi otak serta sumsum tulang belakang.
- Talasemia
- Kelainan darah turunan akibat mutasi gen globin sehingga rantai globin kurang; eritrosit kecil dan mudah pecah.
- Telomer
- Ujung pelindung kromosom yang memendek setiap kali sel membelah.
- Teori sel
- Prinsip dasar biologi: semua makhluk hidup tersusun atas sel, sel adalah satuan struktur dan fungsi terkecil, dan setiap sel berasal dari sel sebelumnya.
- Terapi CAR-T
- Terapi kanker dengan sel T pasien yang direkayasa agar mengenali sel kanker.
- Terapi gen
- Pengobatan dengan mengirim atau memperbaiki gen di dalam sel pasien.
- Teratogen
- Zat atau keadaan yang dapat menyebabkan cacat bawaan, misalnya rubela, alkohol, dan obat tertentu.
- Tetraspanin
- Keluarga protein membran (mis. CD9, CD63, CD81) yang banyak terdapat di permukaan eksosom; dipakai sebagai penanda.
- TGF-β
- Faktor pertumbuhan transformasi beta: merangsang pembuatan kolagen dan matriks serta meredam peradangan; sinyalnya lewat SMAD.
- Tilakoid
- Kantong membran pipih di kloroplas tempat reaksi terang berlangsung.
- Tiroksin (T4)
- Hormon tiroid berisi empat atom yodium; di dalam sel diubah menjadi T3 yang lebih aktif untuk mengatur laju metabolisme.
- Transduksi sinyal
- Penerusan dan pembesaran pesan dari reseptor ke bagian dalam sel.
- Transkripsi
- Penyalinan DNA menjadi RNA.
- Transkriptase balik
- Enzim retrovirus yang menyalin RNA menjadi DNA.
- Translasi
- Penerjemahan mRNA menjadi rantai asam amino di ribosom.
- Translokasi
- Mutasi kromosom ketika potongan dua kromosom berbeda bertukar tempat, misalnya kromosom 9 dan 22 pada leukemia mieloid kronis.
- Transplantasi mikrobiota tinja
- Pemberian mikrobiota dari tinja donor sehat yang diperiksa ketat; terbukti untuk infeksi C. difficile berulang.
- Transplantasi sel punca darah
- Pemberian sel punca darah dari donor atau pasien sendiri untuk membangun ulang sistem darah dan imun; terapi sel punca yang sudah baku.
- tRNA
- RNA pengantar asam amino ke ribosom. Kurir.
- Trofoblas
- Lapisan luar blastokista yang membentuk bagian janin dari plasenta dan membuat hCG.
- Trombosit
- Keping darah: pecahan sitoplasma megakariosit yang menambal pembuluh bocor dan menyimpan faktor pertumbuhan.
- Tropomiosin
- Protein tali yang menutupi tempat ikat pada aktin saat otot rileks.
- Troponin
- Protein pengikat Ca²⁺ yang menggeser tropomiosin sehingga kontraksi bisa terjadi.
- TSH
- Hormon perangsang tiroid dari hipofisis; menyuruh tiroid membuat T4 dan T3. Kadarnya naik bila hormon tiroid kurang.
- Tumor
- Kumpulan sel yang tumbuh berlebihan; bisa jinak atau ganas.
- Turgor
- Tekanan air dari vakuola yang menekan dinding sel sehingga tumbuhan tegak dan segar.
- Ubiquitin
- Protein kecil penanda "buang" bagi proteasom.
- Uji klinis
- Tahapan pengujian obat atau vaksin pada manusia (fase 1–4) untuk memastikan keamanan dan manfaatnya.
- Ultrasentrifugasi
- Pemutaran dengan gaya sangat tinggi (sekitar 100.000 × g) untuk mengendapkan partikel kecil seperti vesikel.
- Umpan balik negatif
- Pengaturan ketika hasil akhir menekan perintah awalnya, sehingga kadar kembali ke titik setelan, seperti termostat.
- Umpan balik positif
- Pengaturan ketika hasil akhir memperkuat perintah awalnya sampai suatu peristiwa selesai, misalnya oksitosin saat persalinan dan lonjakan LH.
- Vaksin
- Bahan yang melatih sistem imun membentuk sel memori tanpa menimbulkan penyakit berat.
- Vaksin mRNA
- Vaksin yang membawa resep protein kuman dalam nanopartikel lipid agar sel tubuh memasaknya sebagai foto buronan.
- Vakuola sentral
- Kantong besar berisi air pada sel tumbuhan, bisa mengisi 80–90% volume sel.
- Vesikel
- Kantong membran kecil pengangkut muatan.
- Vesikel ekstraseluler
- Paket bermembran yang dilepas sel, berisi protein, lipid, mRNA, dan mikroRNA; meliputi eksosom dan mikrovesikel.
- Western blot
- Teknik memisahkan protein menurut ukuran, memindahkannya ke membran, lalu mendeteksinya dengan antibodi.
- Xeroderma pigmentosum
- Kelainan turunan akibat rusaknya perbaikan eksisi nukleotida; kulit sangat peka matahari dan kanker kulit muncul sejak anak-anak.
- Zigot
- Sel hasil pembuahan sel telur oleh sperma; bersifat totipoten.
- Zimogen
- Bentuk enzim yang belum aktif, misalnya tripsinogen, yang baru diaktifkan di tempat kerjanya.
- Zona pelusida
- Lapisan pelindung sel telur yang 'menggembok' diri setelah satu sperma masuk.
Istilah tidak ditemukan. Coba kata lain.
P.5 Daftar pustaka
- Alberts B, Heald R, Johnson A, Morgan D, Raff M, Roberts K, Walter P. Molecular Biology of the Cell, ed. 7. W. W. Norton; 2022.
- Lodish H, Berk A, Kaiser CA, dkk. Molecular Cell Biology, ed. 9. W. H. Freeman; 2021.
- Urry LA, Cain ML, Wasserman SA, Minorsky PV, Orr RB. Campbell Biology, ed. 12. Pearson; 2020.
- Karp G, Iwasa J, Marshall W. Karp's Cell and Molecular Biology, ed. 9. Wiley; 2020.
- Milo R, Phillips R. Cell Biology by the Numbers. Garland Science; 2015.
- Sender R, Fuchs S, Milo R. Revised estimates for the number of human and bacteria cells in the body. PLoS Biology. 2016;14(8):e1002533.
- Leto D, Saltiel AR. Regulation of glucose transport by insulin: traffic control of GLUT4. Nature Reviews Molecular Cell Biology. 2012;13:383–396.
- American Diabetes Association Professional Practice Committee. Standards of Care in Diabetes—2025. Diabetes Care. 2025;48(Suppl 1).
- International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas, ed. 10. Brussels: IDF; 2021.
- Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. 2021.
- World Health Organization. WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. Geneva: WHO; 2020.
- Sender R, Milo R. The distribution of cellular turnover in the human body. Nature Medicine. 2021;27:45–48.
- Hanahan D. Hallmarks of cancer: new dimensions. Cancer Discovery. 2022;12(1):31–46.
- Sung H, Ferlay J, Siegel RL, dkk. Global cancer statistics 2020: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians. 2021;71:209–249.
- Takahashi K, Yamanaka S. Induction of pluripotent stem cells from mouse embryonic and adult fibroblast cultures by defined factors. Cell. 2006;126:663–676.
- Murphy K, Weaver C, Berg LJ. Janeway's Immunobiology, ed. 10. W. W. Norton; 2022.
- Madigan MT, Bender KS, Buckley DH, Sattley WM, Stahl DA. Brock Biology of Microorganisms, ed. 16. Pearson; 2021.
- Flint J, Racaniello VR, Rall GF, Hatziioannou T, Skalka AM. Principles of Virology, ed. 5. ASM Press/Wiley; 2020.
- Taiz L, Zeiger E, Møller IM, Murphy A. Plant Physiology and Development, ed. 6. Sinauer; 2015.
- World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2024. Geneva: WHO; 2024.
- Antimicrobial Resistance Collaborators (Murray CJL, dkk.). Global burden of bacterial antimicrobial resistance in 2019: a systematic analysis. Lancet. 2022;399:629–655.
- Utarini A, Indriani C, Ahmad RA, dkk. Efficacy of Wolbachia-infected mosquito deployments for the control of dengue. New England Journal of Medicine. 2021;384:2177–2186.
- Bar-On YM, Phillips R, Milo R. The biomass distribution on Earth. PNAS. 2018;115(25):6506–6511.
- Ruben S, Randall M, Kamen M, Hyde JL. Heavy oxygen (O18) as a tracer in the study of photosynthesis. Journal of the American Chemical Society. 1941;63:877–879.
- Kandel ER, Koester JD, Mack SH, Siegelbaum SA. Principles of Neural Science, ed. 6. McGraw Hill; 2021.
- Hodgkin AL, Huxley AF. A quantitative description of membrane current and its application to conduction and excitation in nerve. Journal of Physiology. 1952;117:500–544.
- Azevedo FAC, Carvalho LRB, Grinberg LT, dkk. Equal numbers of neuronal and nonneuronal cells make the human brain an isometrically scaled-up primate brain. Journal of Comparative Neurology. 2009;513:532–541.
- Saver JL. Time is brain—quantified. Stroke. 2006;37:263–266.
- Huxley AF, Niedergerke R. Structural changes in muscle during contraction. Nature. 1954;173:971–973.
- Huxley HE, Hanson J. Changes in the cross-striations of muscle during contraction and stretch and their structural interpretation. Nature. 1954;173:973–976.
- Saiki RK, Gelfand DH, Stoffel S, dkk. Primer-directed enzymatic amplification of DNA with a thermostable DNA polymerase. Science. 1988;239:487–491.
- Sanger F, Nicklen S, Coulson AR. DNA sequencing with chain-terminating inhibitors. PNAS. 1977;74:5463–5467.
- Goeddel DV, Kleid DG, Bolivar F, dkk. Expression in Escherichia coli of chemically synthesized genes for human insulin. PNAS. 1979;76:106–110.
- Jinek M, Chylinski K, Fonfara I, Hauer M, Doudna JA, Charpentier E. A programmable dual-RNA–guided DNA endonuclease in adaptive bacterial immunity. Science. 2012;337:816–821.
- Frangoul H, Altshuler D, Cappellini MD, dkk. CRISPR-Cas9 gene editing for sickle cell disease and β-thalassemia. New England Journal of Medicine. 2021;384:252–260.
- Köhler G, Milstein C. Continuous cultures of fused cells secreting antibody of predefined specificity. Nature. 1975;256:495–497.
- Engvall E, Perlmann P. Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA): quantitative assay of immunoglobulin G. Immunochemistry. 1971;8:871–874.
- Towbin H, Staehelin T, Gordon J. Electrophoretic transfer of proteins from polyacrylamide gels to nitrocellulose sheets: procedure and some applications. PNAS. 1979;76:4350–4354.
- Karikó K, Buckstein M, Ni H, Weissman D. Suppression of RNA recognition by Toll-like receptors: the impact of nucleoside modification and the evolutionary origin of RNA. Immunity. 2005;23:165–175.
- Polack FP, Thomas SJ, Kitchin N, dkk. Safety and efficacy of the BNT162b2 mRNA Covid-19 vaccine. New England Journal of Medicine. 2020;383:2603–2615.
- June CH, Sadelain M. Chimeric antigen receptor therapy. New England Journal of Medicine. 2018;379:64–73.
- Sadler TW. Langman's Medical Embryology, ed. 15. Wolters Kluwer; 2023.
- Moore KL, Persaud TVN, Torchia MG. The Developing Human: Clinically Oriented Embryology, ed. 11. Elsevier; 2020.
- MRC Vitamin Study Research Group. Prevention of neural tube defects: results of the Medical Research Council Vitamin Study. Lancet. 1991;338:131–137.
- Kumar V, Abbas AK, Aster JC. Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease, ed. 10. Elsevier; 2021.
- Kerr JFR, Wyllie AH, Currie AR. Apoptosis: a basic biological phenomenon with wide-ranging implications in tissue kinetics. British Journal of Cancer. 1972;26:239–257.
- Galluzzi L, Vitale I, Aaronson SA, dkk. Molecular mechanisms of cell death: recommendations of the Nomenclature Committee on Cell Death 2018. Cell Death & Differentiation. 2018;25:486–541.
- Gurtner GC, Werner S, Barrandon Y, Longaker MT. Wound repair and regeneration. Nature. 2008;453:314–321.
- Hidayat R, Harun Z. Activated growth factor (AGF) as a superior biological therapy for osteoarthritis: comparative efficacy in modulating cartilage degeneration and inflammation in vivo. Biologics: Targets and Therapy. 2025;19:463–479. doi:10.2147/BTT.S541172
- Amin R, Hidayat R, Maritska Z, Putri TW. Activated growth factor from platelets as treatment for diabetic retinopathy through antioxidant-oxidative stress pathway. Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity. 2025;18:305–313. doi:10.2147/DMSO.S490055
- Dominici M, Le Blanc K, Mueller I, dkk. Minimal criteria for defining multipotent mesenchymal stromal cells. The International Society for Cellular Therapy position statement. Cytotherapy. 2006;8(4):315–317.
- Caplan AI. Mesenchymal stem cells: time to change the name! Stem Cells Translational Medicine. 2017;6(6):1445–1451.
- Welsh JA, Goberdhan DCI, O'Driscoll L, dkk. Minimal information for studies of extracellular vesicles (MISEV2023): from basic to advanced approaches. Journal of Extracellular Vesicles. 2024;13(2):e12404.
- Wieman TJ, Smiell JM, Su Y. Efficacy and safety of a topical gel formulation of recombinant human platelet-derived growth factor-BB (becaplermin) in patients with chronic neuropathic diabetic ulcers. Diabetes Care. 1998;21:822–827.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Sel Punca dan/atau Sel. Jakarta; 2018.
- Kurtzberg J, Abdel-Azim H, Carpenter P, dkk. A phase 3, single-arm, prospective study of remestemcel-L, ex vivo culture-expanded adult human mesenchymal stromal cells for the treatment of pediatric patients who failed to respond to steroid treatment for acute graft-versus-host disease. Biology of Blood and Marrow Transplantation. 2020;26(5):845–854.
- U.S. Food and Drug Administration. FDA approves first mesenchymal stromal cell therapy to treat steroid-refractory acute graft-versus-host disease. Siaran pers, 18 Desember 2024.
- European Medicines Agency. Alofisel (darvadstrocel): withdrawal from the EU market as its clinical benefit is no longer demonstrated. Desember 2024.
- Reichman TW, Markmann JF, Odorico J, dkk. Stem cell–derived, fully differentiated islets for type 1 diabetes. New England Journal of Medicine. 2025;393(9):858–868.
- Sawamoto N, Doi D, Nakanishi E, dkk. Phase I/II trial of iPS-cell-derived dopaminergic cells for Parkinson's disease. Nature. 2025;641:971–977.
- Tabar V, Sarva H, Lozano AM, dkk. Phase I trial of hES cell-derived dopaminergic neurons for Parkinson's disease. Nature. 2025;641:978–983.
- Kalluri R, LeBleu VS. The biology, function, and biomedical applications of exosomes. Science. 2020;367:eaau6977.
- U.S. Food and Drug Administration. Public safety notification on exosome products. 6 Desember 2019.
- Sender R, Fuchs S, Milo R. Revised estimates for the number of human and bacteria cells in the body. PLoS Biology. 2016;14(8):e1002533. doi:10.1371/journal.pbio.1002533
- Kaelin WG, Ratcliffe PJ. Oxygen sensing by metazoans: the central role of the HIF hydroxylase pathway. Molecular Cell. 2008;30(4):393–402. doi:10.1016/j.molcel.2008.04.009
- Frangoul H, Altshuler D, Cappellini MD, dkk. CRISPR-Cas9 gene editing for sickle cell disease and β-thalassemia. New England Journal of Medicine. 2021;384(3):252–260. doi:10.1056/NEJMoa2031054
- World Health Organization. Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. Geneva: WHO; 2009.
- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.
- Hall JE, Hall ME. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology, ed. 14. Elsevier; 2021.
- Zimmermann MB, Boelaert K. Iodine deficiency and thyroid disorders. Lancet Diabetes & Endocrinology. 2015;3(4):286–295. doi:10.1016/S2213-8587(14)70225-6
- van Trotsenburg P, Stoupa A, Léger J, dkk. Congenital hypothyroidism: a 2020–2021 consensus guidelines update. Thyroid. 2021;31(3):387–419. doi:10.1089/thy.2020.0333
- Smith SM, Vale WW. The role of the hypothalamic-pituitary-adrenal axis in neuroendocrine responses to stress. Dialogues in Clinical Neuroscience. 2006;8(4):383–395. doi:10.31887/DCNS.2006.8.4/ssmith
- Drucker DJ. Mechanisms of action and therapeutic application of glucagon-like peptide-1. Cell Metabolism. 2018;27(4):740–756. doi:10.1016/j.cmet.2018.03.001
- Chang AM, Aeschbach D, Duffy JF, Czeisler CA. Evening use of light-emitting eReaders negatively affects sleep, circadian timing, and next-morning alertness. PNAS. 2015;112(4):1232–1237. doi:10.1073/pnas.1418490112
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 78 Tahun 2014 tentang Skrining Hipotiroid Kongenital. Jakarta; 2014.
- Palmer CNA, Irvine AD, Terron-Kwiatkowski A, dkk. Common loss-of-function variants of the epidermal barrier protein filaggrin are a major predisposing factor for atopic dermatitis. Nature Genetics. 2006;38(4):441–446. doi:10.1038/ng1767
- Cui R, Widlund HR, Feige E, dkk. Central role of p53 in the suntan response and pathologic hyperpigmentation. Cell. 2007;128(5):853–864. doi:10.1016/j.cell.2006.12.045
- Faurschou A, Wulf HC. The relation between sun protection factor and amount of suncreen applied in vivo. British Journal of Dermatology. 2007;156(4):716–719. doi:10.1111/j.1365-2133.2006.07684.x
- Bikle DD. Vitamin D metabolism, mechanism of action, and clinical applications. Chemistry & Biology. 2014;21(3):319–329. doi:10.1016/j.chembiol.2013.12.016
- Poh BK, Rojroongwasinkul N, Nguyen BKL, dkk. 25-hydroxy-vitamin D demography and the risk of vitamin D insufficiency in the South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS). Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition. 2016;25(3):538–548. doi:10.6133/apjcn.092015.02
- Hirsch T, Rothoeft T, Teig N, dkk. Regeneration of the entire human epidermis using transgenic stem cells. Nature. 2017;551(7680):327–332. doi:10.1038/nature24487
- van Nood E, Vrieze A, Nieuwdorp M, dkk. Duodenal infusion of donor feces for recurrent Clostridium difficile. New England Journal of Medicine. 2013;368(5):407–415. doi:10.1056/NEJMoa1205037
- Suez J, Zmora N, Zilberman-Schapira G, dkk. Post-antibiotic gut mucosal microbiome reconstitution is impaired by probiotics and improved by autologous FMT. Cell. 2018;174(6):1406–1423. doi:10.1016/j.cell.2018.08.047
- Hill C, Guarner F, Reid G, dkk. The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics consensus statement on the scope and appropriate use of the term probiotic. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology. 2014;11(8):506–514. doi:10.1038/nrgastro.2014.66
- Furusawa Y, Obata Y, Fukuda S, dkk. Commensal microbe-derived butyrate induces the differentiation of colonic regulatory T cells. Nature. 2013;504:446–450. doi:10.1038/nature12721
- Turnbaugh PJ, Ley RE, Mahowald MA, dkk. An obesity-associated gut microbiome with increased capacity for energy harvest. Nature. 2006;444:1027–1031. doi:10.1038/nature05414
- Michaelis L, Menten ML, Johnson KA, Goody RS. The original Michaelis constant: translation of the 1913 Michaelis-Menten paper. Biochemistry. 2011;50(39):8264–8269. doi:10.1021/bi201284u
- Radzicka A, Wolfenden R. A proficient enzyme. Science. 1995;267(5194):90–93. doi:10.1126/science.7809611
- Berg JM, Tymoczko JL, Gatto GJ, Stryer L. Biochemistry, ed. 9. New York: W.H. Freeman; 2019.
- Chalfie M, Tu Y, Euskirchen G, Ward WW, Prasher DC. Green fluorescent protein as a marker for gene expression. Science. 1994;263(5148):802–805. doi:10.1126/science.8303295
- Betzig E, Patterson GH, Sougrat R, dkk. Imaging intracellular fluorescent proteins at nanometer resolution. Science. 2006;313(5793):1642–1645. doi:10.1126/science.1127344
- Kühlbrandt W. The resolution revolution. Science. 2014;343(6178):1443–1444. doi:10.1126/science.1251652
- Chen F, Tillberg PW, Boyden ES. Expansion microscopy. Science. 2015;347(6221):543–548. doi:10.1126/science.1260088
- Cybulski JS, Clements J, Prakash M. Foldscope: origami-based paper microscope. PLoS ONE. 2014;9(6):e98781. doi:10.1371/journal.pone.0098781
- Raggatt LJ, Partridge NC. Cellular and molecular mechanisms of bone remodeling. Journal of Biological Chemistry. 2010;285(33):25103–25108. doi:10.1074/jbc.R109.041087
- Helander HF, Fändriks L. Surface area of the digestive tract – revisited. Scandinavian Journal of Gastroenterology. 2014;49(6):681–689. doi:10.3109/00365521.2014.898326
- Younossi ZM, Golabi P, Paik JM, dkk. The global epidemiology of nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) and nonalcoholic steatohepatitis (NASH): a systematic review. Hepatology. 2023;77(4):1335–1347. doi:10.1097/HEP.0000000000000004
- Sato T, Vries RG, Snippert HJ, dkk. Single Lgr5 stem cells build crypt–villus structures in vitro without a mesenchymal niche. Nature. 2009;459:262–265. doi:10.1038/nature07935
- Atala A, Bauer SB, Soker S, Yoo JJ, Retik AB. Tissue-engineered autologous bladders for patients needing cystoplasty. Lancet. 2006;367(9518):1241–1246. doi:10.1016/S0140-6736(06)68438-9
- Sagan L. On the origin of mitosing cells. Journal of Theoretical Biology. 1967;14(3):225–274. doi:10.1016/0022-5193(67)90079-3
- Woese CR, Kandler O, Wheelis ML. Towards a natural system of organisms: proposal for the domains Archaea, Bacteria, and Eucarya. PNAS. 1990;87(12):4576–4579. doi:10.1073/pnas.87.12.4576
- Imachi H, Nobu MK, Nakahara N, dkk. Isolation of an archaeon at the prokaryote–eukaryote interface. Nature. 2020;577:519–525. doi:10.1038/s41586-019-1916-6
- Hayflick L, Moorhead PS. The serial cultivation of human diploid cell strains. Experimental Cell Research. 1961;25:585–621. doi:10.1016/0014-4827(61)90192-6
- López-Otín C, Blasco MA, Partridge L, Serrano M, Kroemer G. Hallmarks of aging: an expanding universe. Cell. 2023;186(2):243–278. doi:10.1016/j.cell.2022.11.001
- Lindahl T. Instability and decay of the primary structure of DNA. Nature. 1993;362(6422):709–715. doi:10.1038/362709a0
- Ingram VM. Gene mutations in human haemoglobin: the chemical difference between normal and sickle cell haemoglobin. Nature. 1957;180(4581):326–328. doi:10.1038/180326a0
- Rujito L, Basalamah M, Mulatsih S, Sofro ASM. Molecular scanning of β-thalassemia in the southern region of Central Java, Indonesia; a step towards a local prevention program. Hemoglobin. 2015;39(5):330–333. doi:10.3109/03630269.2015.1065420
- Hernanda PY, Tursilowati L, Arkesteijn SGJ, dkk. Towards a prevention program for β-thalassemia. The molecular spectrum in East Java, Indonesia. Hemoglobin. 2012;36(1):1–6. doi:10.3109/03630269.2011.642914
- Hsu IC, Metcalf RA, Sun T, Welsh JA, Wang NJ, Harris CC. Mutational hotspot in the p53 gene in human hepatocellular carcinomas. Nature. 1991;350(6317):427–428. doi:10.1038/350427a0
- Ciccia A, Elledge SJ. The DNA damage response: making it safe to play with knives. Molecular Cell. 2010;40(2):179–204. doi:10.1016/j.molcel.2010.09.019
- Farmer H, McCabe N, Lord CJ, dkk. Targeting the DNA repair defect in BRCA mutant cells as a therapeutic strategy. Nature. 2005;434(7035):917–921. doi:10.1038/nature03445
- Bryant HE, Schultz N, Thomas HD, dkk. Specific killing of BRCA2-deficient tumours with inhibitors of poly(ADP-ribose) polymerase. Nature. 2005;434(7035):913–917. doi:10.1038/nature03443
- Le DT, Uram JN, Wang H, dkk. PD-1 blockade in tumors with mismatch-repair deficiency. New England Journal of Medicine. 2015;372(26):2509–2520. doi:10.1056/NEJMoa1500596
- Alexandrov LB, Nik-Zainal S, Wedge DC, dkk. Signatures of mutational processes in human cancer. Nature. 2013;500(7463):415–421. doi:10.1038/nature12477
- Jónsson H, Sulem P, Kehr B, dkk. Parental influence on human germline de novo mutations in 1,548 trios from Iceland. Nature. 2017;549(7673):519–522. doi:10.1038/nature24018
P.6 Unduh versi cetak
Semua isi buku tersedia dalam bentuk PDF siap cetak (ukuran A4). Versi cetak memuat seluruh 37 bab (746 halaman), termasuk kotak Zona Kampus, kunci kuis, dan urutan setiap animasi dalam bentuk gambar dan teks. Daftar isinya bisa diklik untuk melompat ke bab.
P.7 Rencana berikutnya
Buku ini terus dikembangkan bertahap. LKPD untuk setiap bab, bank soal berjenjang, dan versi cetak (P.6) kini sudah tersedia, begitu pula bab pengayaan tentang sel darah (Bab 29), hormon (Bab 30), sel kulit (Bab 31), mikrobiota usus (Bab 32), enzim (Bab 33), mikroskop (Bab 34), jaringan (Bab 35), asal-usul sel, penuaan, dan bioetika (Bab 36), serta mutasi DNA dan perbaikannya (Bab 37). Kisi-kisi dan enam paket ujian (masing-masing dua versi) tersedia di halaman Ujian. Rencana lanjutan: pembaruan berkala sesuai perkembangan ilmu serta masukan guru dan siswa.